Radiologi Dalam Bidang THT

Dewi Permatasari I11108010

• Ilmu radiologi berkembang sangat pesat dalam tahun-tahun terakhir ini sejalan dengan perkembangan peralatan canggih yang dipergunakan seperti USG, CT, dan MRI • Sebuah hasil pencitraan diagnostik merupakan sebuah referensi yang paling berharga bagi ahli bedah kepala dan leher atau otolaryngologist

Pemeriksaan mana yang dominan dalam membuat diagnosis pada pasien, akhirnya akan ditentukan oleh faktor-faktor berikut:

• • • • • •

Biaya pemeriksaan Kemudahan untuk memperoleh pemeriksaan Lama pemeriksaan Tenaga medik dan paramedik yang ahli Ketajaman gambar yang diperoleh Adanya tenaga ahli untuk pemeliharaan dan reparasi peralatan • Daya bayar masyarakat • Sifat pemeriksaan (invasive atau non-invasive)

Modalitas Pencitraan
• Radiografi (X-ray)
– Termasuk barium swallow

• • • •

Ultrasound Kedokteran nuklir Angiografi Computed Tomography (CT)
– CT Angiography – MR Angiography

• Magnetic Resonance Imaging (MRI)

.

Sphenoid sinus 4. Odontoid process 14. Clivus 9. Ring of C1 . Petrous portion of temporal bone 10. Nasopharynx 13. 16. Mastoid air cells 12. Anterior clinoid 6. External acoustic meatus 11.1. Angle of mandible 17. Ethmoid sinus 3. Maxillary sinus 5. Internal occipital protuberance 15. Frontal sinus 2. Sella turcica 7. Posterior clinoid 8.

Tengkorak/Wajah – Lateral FRONTAL BONE CORONAL SUTURE PARIETAL BONE LAMBDOID SUTURE SELLA TURCICA TM JOINT .

OCCIPITAL PERTUBERANCE MANDIBULAR CONDYLE 8 .LATERAL CORONAL SUTURE SKULL FRONTAL SINUS SPHENOID SINUS ETHMOID SINUS FLOOR OF THE CRANIAL FOSSA LAMBOID SUTURE MAXILLARY SINUS HARD PALATE MASTOID AIR CELLS INT. & EXT.

SINUS PARANASAL .

Sinus Paranasal • Sinus paranasal adalah rongga berisi udara yang dikelilingi oleh tulang yang tidak dapat terakses secara langsung oleh pemeriksaan klinikal semata .

tumor. pembentukan cairan dalam sinus.Sinus Paranasal • Pemeriksaan Foto Kepala dengan berbagai posisi yang khas • Pemeriksaan tomogram • Pemeriksaan CT-Scan – Sebagai penunjang diagnosis sinusitis dan kelainan sinus paranasal lain misalnya mukokel. atau trauma .

Pemeriksaan Foto Kepala • Posisi anterior-posterior (AP atau posisi Caldwell) • Foto Kepala Lateral • Foto Kepala posisi Waters • Foto Kepala posisi Submentoverteks • Foto Rhese • Foto Proyeksi Towne .

Foto kepala posisi AP ( Caldwell) • Foto ini diambil pada posisi kepala menghadap kaset. . bidang midsagital kepala tegak lurus pada film. • Posisi ini didapat dengan meletakkan hidung dan dahi diatas meja sedemikian rupa sehingga garis orbito-meatal (yang menghubungkan kantus lateralis mata dengan batas superior kanalis auditorius eksterna) tegak lurus terhadap film.

Posisi anterior-posterior (AP atau posisi Caldwell) .

.

Foto kepala lateral • Foto lateral kepala dilakukan dengan kaset terletak sebelah lateral dengan sentrasi diluar kantus mata. . sehingga dinding posterior dan dasar sinus maksila berhimpit satu sama lain.

Posisi lateral .

.

secara ideal piramid tulang petrosum diproyeksikan pada dasar sinus maksilaris. .Foto kepala posisi Waters • Posisi ini yang paling sering digunakan. • Pada foto waters.

.

• Sentrasi tegak lurus kaset dalam bidang midsagital melalui sella tursika ke arah vertex. . kepala pasien menengadah sehingga garis infraorbito meatal sejajar dengan film.Foto kepala posisi Submentoverteks • Posisi submentoverteks diambil dengan meletakkan film pada vertex.

Foto kepala posisi Submentoverteks .

kanalis optikus dan lantai dasar orbita sisi lain .Posisi Rhese • Posisi rhese atau oblik dapat mengevaluasi bagian posterior sinus etmoid.

Foto Rhese .

• Sentrasi dari depan kira-kira 8 cm di atas glabela dari foto polos kepala dalam bidang midsagital. .Foto proyeksi Towne • Posisi towne diambil denga berbagai variasi sudut angulasi antara 30-60 ke arah garis orbitomeatal.

.

penyumbatan karena sekret.Pemeriksaan Komputer Tomografi CTScan • dapat menganalisis dengan baik tulang-tulang secara rinci dan bentuk-bentuk jaringan lunak • Irisan aksial merupakan standar pemeriksaan paling baik yang dilakukan dalam bidang inferior orbitomeatal (IOM) dengan irisan setebal 5mm dimulai dari sinus maksilaris sampai sinus frotalis • Kontras enhance yang mungkin terjadi: dari jaringan normal (mis. jaringan granulasi. jaringan pembuluh darah dan jaringan tumor . Otot).

perselubungan homogen pada satu atau lebih sinus paranasal .air fluid level (kadang-kadang) .penebalan dinding sinus dengan sleklerotik (pada kasus-kasus kronik) .penebalan mukosa .Infeksi sinus paranasal • Yang paling sering adalah rhinitis dan sinusitis sebagai komplikasi. • Pada sinusitis tampak : .

• Foto polos tidak dapat membedakan penebalan mukosa dan gambaran fibrotik berserta pembentukan jaringan parut yang tampak sebagai penebalan dinding sinus  CT scan kontras • perlu dibedakan perselubungan sinus akibat sinusitis murni atau oleh air fluid level .

Sinusitis Maxilaris Conventional CT scan .

Pansinusitis • perselubungan pada seluruh sinus-sinus • Apabila perselubungan masih tetap ada sampai 2-3 minggu setelah terapi konservatif perlu dilakukan pemeriksaan CT-Scan .

PANSINUSITIS .

• Tumor ini mengalami enhance yang sangat minim (seperti otot) • Gambaran pada foto polos/CT-scan : massa pada sinus maksilaris disertai dektruksi tulang aktif. . Dengan CT-scan dapat dilihat adanya penyebaran ke fossa infratemporalis dan daerah parafaringeal.Tumor pada Sinus Paranasal • 80% adalah Karsinoma Sel Skuamosa dan 80% menyerang sinus maksilaris • Tanda dekstruksi tulang agresif-ekspansif meliputi seluruh ruangan sinus .

Fraktur pada Tulang Muka • Pada setiap pasien dengan trauma muka • Foto polos muka/tomogram/CT-Scan dapat memberikan informasi: .ada atau tidaknya fraktur . fraktur trimalar.fraktur / tulang nasal/ frontalisarkus zygomatikus.untuk rekonstruksi wajah (kosmetik) • fraktur pada satu tulang: . fraktur le Fort . atau etmoid/maksilaris atau keduanya • Fraktur kompleks : fraktur naso-orbital.

MASTOID .

yaitu: – – – – Posisi Schuller.• Tulang temporal merupakan bagian paling kompleks dari keseluruhan struktur tubuh kita. • Ada beberapa jenis proyeksi radiologik yang paling sering dan cukup bermanfaat menilai tulang temporal. Posisi Owen Posisi Chausse III Posisi Stenvers .

.Posisi Schuller • Posisi ini menggambarkan penampakan lateral dari mastoid.

.Posisi Owen • Posisi ini juga menggambarkan penampakan lateral mastoid.

.Posisi Chausse III • Posisi ini merupakan penampakan frontal mastoid dan ruang telinga tengah. • Posisi ini merupakan posisi tambahan setelah pemeriksaan posisi lateral mastoid.

Posisi Stenvers • Pandangan Stenvers diperoleh dengan pasien menghadap film dan kepala sedikit menekuk dan diputar 45º .

CT Scan Tulang Temporal Normal .

dektruksi trabekula atau erosi sinus plate • Jika terjadi komplikasi intrakranial pada daerah fosa kranii posterior atau media  CT Scan .Mastoiditis Akut • Biasanya digunakan posisi Schuller atau Owen sedangkan posisi Chausse III dipakai untuk melihat ruang telinga tengah • Gambaran perselubungan sel udara mastoid.

Mastoiditis Akut .

.Mastoiditis kronik • Proses inflamasi pada mastoid akan menyebabkan penebalan struktur trabekulasi diikuti demineralisasi trabekula  tampak sebagai perselubungan sel udara mastoid dan jumlah sel udara yang berkurang serta struktur trabekula yang tersisa tampak menebal.

maka akan terlihat obliterasi sel udara mastoid dan biasanya mastoid akan terlihat sklerotik.• Jika proses inflamasi terus berlangsung. . • Kadang-kadang lumen antrum mastoidikum dan sisa sel udara mastoid akan terisi jaringan granulasi sehingga pada foto akan terlihat pula sebagai perselubungan.

.Gambaran perselubungan yang tidak homogen pada daerah antrum mastoid dan sel udara mastoid. serta perubahan yang bervariasi pada struktur trabekulasi mastoid.

Kolesteatoma • Pada kolesteatoma yang menyebar ke mastoid menyebabkan dekstruksi struktur trabekula mastoid dan pembentukan kavitas besar yang berselubung dengan dinding licin .

Cholesteatoma (CT scan) Coronal Axial .

TERIMA KASIH .