Nama : Ibnu Darmawanto NIM : 06111010008

Instrumen Pengembangan Pengembangan Karir dan Pribadi-Sosial !
Instrumen tes dan nontes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah pribadi, sosial, belajar, dan karir bentuk dan isinya bermacam-macam, seperti: a. Tes Inteligensi b. Tes Bakat c. Inventori Minat Karir d. Inventori Kreativitas e. Inventori Kepribadian: Self-Esteem; Locus of Control f. Inventori Hubungan Sosial g. Inventori Tahap Perkembangan h. Sosiometri i. Alat Ungkap Masalah: Masalah Belajar, dan Masalah-masalah lainnya j. Tes Hasil Belajar k. Tes Diagnostik Masing-masing instrumen di atas ada yang mengukur atau mengungkapkan satu atau lebih kondisi diri peserta didik: kondisi diri pribadi, hubungan sosial, kemampuan belajar, dan atau arah/kemampuan karir. Himpunan Data: Data perkembangan, kondisi dan lingkungan diri pribadi, seperti: a. Identitas diri b. Potensi dasar: inteligensi, bakat, minat c. Identitas keluarga d. Riwayat kesehatan e. Catatan anekdot (kejadian khusus) f. Masalah diri pribadi I. Himpunan Data:

membolos b. arah dan persiapan karir. Riwayat pendidikan d. Menganggu teman N. Sering absen. seperti: a. Konferensi Kasus: Kasus masalah belajar. Teman dekat c. Sosiogram b. kegiatan dan belajar. Lalai mengerjakan PR . jurusan yang diambil c. Nilai hasil belajar b.Data perkembangan. Masalah belajar K. seperti: a. seperti: a. Suka menyendiri b. Pekerjaan orang tua/keluarga b. Masalah karir L. seperti: a. kondisi hubungan dan lingkungan sosial. seperti: a. Menganggu suasana kelas ketika sedang belajar b. Konferensi Kasus: Masalah pribadi. Himpunan Data: Data kemampuan. Himpunan Data: Data kemampuan. nakal M. Masalah sosial J. Data hubungan sosial d. Tingkah laku menyimpang. Data kegiatan belajar c. seperti: a. Bakat-minat karir. Konferensi Kasus: Masalah sosial.

Q. Masalah penjurusan b. belajar. sosial. dan atau karir peserta didik yang semula ditangani oleh konselor. dan selanjutnya memerlukan penanganan oleh pihak lain yang berkeahlian/berkewenangan. seperti: a. Sulit mengikuti pelajaran O.html .com/2009/12/materi-pengembangan-diri. magang P. Kunjungan Rumah: Kegiatan kunjungan rumah dapat membawa satu atau lebih masalah peserta didik (masalah pribadi.blogspot. Kegiatan praktik. belajar. Sumber : http://mikun7-0n. Nilai pelajaran rendah d. dan atau karir) untuk dibicarakan dengan orang tua dan atau keluarga. Alih Tangan Kasus: Materi alih tangan kasus merupakan pendalaman terhadap masalah pribadi.c. sosial. Konferensi Kasus: Masalah karir. Pilihan karir c.

Melalui observasi. Digunakan sebagai tolok ukur menyusun program bimbingan dan konseling komprehensif--lazim dinamakan need assessment Jenis-jenis Observasi: 1) Observasi sehari-hari. Diketahui penyebab munculnya perilaku. yaitu observasi yang dipersiapkan secara sistematis. misalnya sambil mengerjakan tugas sehari-hari. atau dilakukan secara insidental. OBSERVASI  Observasi merupakan pengamatan sistematis tentang suatu objek. observasi yang tidak menggunakan pedoman observasi. dan .Instrumen Pengembangan Pribadi Sosial TEKNIK DAN INSTRUMEN YANG DIGUNAKAN 1.  Teknik merekam data tingkah laku individu melalui proses pengamatan langsung dan/atau tidak langsung dalam suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran observable behavior . terencana dan dipersiapkan . yaitu observasi yang tidak dipersiapkan secara seksama. 2) Observasi sistematis. seorang guru BK dan tenaga pendidik lainnya dapat mengetahui tingkah laku non verbal konseli. Diketahui intensitas perilaku secara detail. Manfaat: (1) (2) (3) (4) Diperoleh data perilaku spontan secara natural.

(b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat. Manfaat: (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis. (b) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam waktu singkat. Manfaat: (a) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku secara sistematis. . (c) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah.3) Observasi partisipatif (participant observer). yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok. yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat (observer) secara teratur berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan yang diamati 4) Observasi non partisipatif (non participation observer). .. dan kegiatan (individu/kelompok). atau dapat juga dikatan pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang diamatinya Instrument yang digunakan : 1. observer mencatat kemunculan perilaku berdasarkan kategori skala. Proses pengamatan dengan skala penilaian ini.. Daftar cek sebagai instrumen observasi merupakan suatu daftar pernyataan tentang aspekaspek yang mungkin terdapat dalam suatu situasi. dst Membaca catatan yang lalu Berbincang dengan teman tentang materi pelajaran Memprakarsai teman se kelas melakukan diskusi Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran Mempelajari bahan pengayaan yang ditawarkan Menyusun masalah sendiri dan berusaha menemukan solusi Melakukan eksperimen atas prakarsa sendiri Mengoreksi kembali PR YA TIDAK 2. Aplikasinya: NO PERNYATAAN (SUB-SUB VARIABEL) 1 2 3 4 5 6 7 8 . tingkah laku. serta (d) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus. Skala penilaian adalah alat rekam observasi yang memuat daftar gejala tingkah laku observable behavior yang dicatat/cek secara berskala.

dst Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Datang tepat pada waktunya. serta (e) mencatat kemunculan perilaku individu dan kelompok sekaligus. atau lebih awal Mempersiapkan kelengkapan peralatan belajar Memperhatikan guru menyajikan pelajaran Mencatat materi pelajaran Merespon apabila diberi kesempatan Skala Selalu Sering Kadangkadang Tidak pernah No Sub Variabel Pernyataan Tingkah laku Kehadiran di kelas Duduk di tempat yang tersedia di kelas Mengeluarkan buku catatan dan peralatan tulis Mendengarkan penyajian materi diskusi Bertanya materi yang didiskusikan Menjawab pertanyaan sambil berargumen sesuai materi Menyampaikan saran-saran perbaikan Menulis/mencatat hasil diskusi Mengantuk atau tertidur Melakukan kegiatan lain sewaktu belajar Skala Nilai 4 10 9 Nilai 3 8 7 Nilai 2 6 5 4 Nilai 1 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ... Aplikasinya : No 1 2 3 4 5 . . (d) mencatat kemunculan perilaku di dalam dan/atau di luar sekolah.(c) mencatat kemunculan sejumlah tingkah laku dalam derajat penilaian.

artinya perilaku keseharian yang terjadinya tidak umum. Manfaat: (a) dapat memperoleh diskripsi perilaku individu yang lebih tepat.. Rekaman peristiwa penting itu menggambarkan perilaku khusus. 4.. dan (c) dapat mengembangkan cara-cara penyesuaian diri dengan masalah-masalah dan kebutuhan individu secara mendalam. Tingkah laku Hari/Tgl/bulan/Tahun Ket. Tally merupakan alat pencatatan observasi terhadap kemunculan perilaku dengan tanda garis tegak. kegunaan catatan anekdot bagi pemahaman diri individu. dan (iii) bagi konselor untuk memberikan layanan konseling bahkan untuk mengadakan pertemuan kasus (konferensi kasus). Manfaat: Mencatat intensitas perilaku dari waktu ke waktu dan berguna memahami individu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling. alih-alih khusus. dst 3. . Catatan anekdot merupakan alat perekam observasi secara berkala terhadap suatu peristiwa atau kejadian penting yang melukiskan perilaku dan kepribadian seseorang dalam bentuk pernyataan singkat dan obyektif. (ii) guru yang berminat untuk memahami problema-problema siswa. Di samping. (b) dapat memperoleh gambaran sebab-akibat perilaku khusus individu. maka catatan anekdot ini pun berguna bagi: (i) guru baru dalam rangka penyesuaian diri dengan siswa.

WAWANCARA Interview atau wawancara dapat diartikan suatu cara pengumpulan data dengan jalan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada sumber data dan sumber data juga memberikan jawaban secara lisan pula.Mencoret-coret buku Bergurau Menjerit-jerit Memukul teman Keluar dari kerja kelompok ……………………………. ……………………………. Bebas Wawancara berlangsung secara alami. tidak diikat atau diatur oleh suatu pedoman atau oleh suatu format yang baku Berdasarkan responden yang diwawancarai Wawancara Langsung Wawancara yang dilakukan langsung berhadapan dengan responden Wawancara Tidak Langsung Wawancara yang dilakukan dengan individu tertentu tetapi tidak untuk mendapatkan data tentang individu yang bersangkutan. Alat-alat mekanik ini biasanya digunakan sebagai alat bantu/dukung pengumpulan data dengan teknik observasi dan teknik lain. Dengan memanfaatkan alat-alat mekanik ini. Berdasarkan pertanyaan yang diajukan: Terencana-Terstruktur Suatu bentuk wawancara dimana pewawancara dalam hal ini telah menyusun secara terinci dan sistematis rencana atau pedoman pertanyaan menurut pola tertentu dengan menggunakan format yang baku Terencana-Tidak Terstruktur Suatu bentuk wawancara dimana pewawancara menyusun rencana wawancara tetapi tidak menggunakan format dan urutan yang baku. data akan lebih lengkap dan dapat digunakan kembali untuk menetapkan keabsahan data berdasarkan teknik yang digunakan. 5. melainkan untuk mendapatkan data tentang individu lain . ……………………………. 2. Alat-alat mekanik adalah alat-alat elektronis dan optis yang digunakan untuk merekam data selama proses observasi. misalnya wawancara.

karakteristik). waktu penyelenggaraan. dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). pengolahan hasil (tata cara pengolahan. penggunaan hasil (umum. data yang diperoleh—individual dan kelompok). . Sebagai suatu instrumen yang telah distandardisasikan. AUM ini dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang. 4. lembaran jawaban. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan. AUM/UMUM AUM Umum merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan masalah-masalah umum yang dialami oleh para siswa.Berdasarkan situasi wawancara Wawancara Formal Wawancara tersebut dilakukan dalam suatu ruangan tertentu yang memang sengaja disiapkan untuk mengadakan wawancara dan antara penginterviu dan responden terjalin hubungan yang bersifat resmi Wawancara Informal Wawancara dilaksanakan tidak di tempat khusus dan antara pewawancara dengan responden terjalin hubungan yang tidak resmi 3. ANGKET/KUISIONER Angket adalah alat pengumpulan data secara tertulis yang berisi serangkaian pertanyaan atau pernyataan berhbungan dengan topik tertentu yang diisi oleh siswa/konseli. dan frekuensi pengadministrasian). informasi atau data sebagaimana dibutuhkan. dan hasilnya digunakan untuk menggali serta menghimpun keterangan.

pptx ... penggunaan hasil (umum. Sebagai dasar dalam penyusunan program bimbingan konseling. Untuk memperbaiki struktur hubungan sosial para siswa. SOSIOMETRI Sosiometri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat dan pola hubungan sosial antar individu dalam suatu kelompok yang mengacu pada kriteria tertentu. Menemukan norma-norma pergaulan antar siswa yang diinginkan dalam kelompok/ kelas yang bersangkutan. 5./ASSESSMENT-DALAM-BK-fix-REVISI-1. data yang diperoleh—individual dan kelompok. 2.com/wp. Manfaat: 1. baik tentang mutu kegiatan belajar maupun masalah belajar). 3. waktu penyelenggaraan. Merencanakan kegiatan intervensi dalam menciptakan iklim sosial yang diharapkan 6. terkait dengan penyesuaian diri. penolakan. lembaran jawaban. popularitas. Memperbaiki penyesuaian hubungan sosial siswa secara individual. 6.5. 4. konflik dan potensi kelompok yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk menciptakan iklim kelompok yang positif dan mendukung pengembangan diri individu. dan berdasarkan jenis-jenis layanan BK). ketertarikan. Sumber: fgbksoloraya. karakteristik). Menjadi dasar pertimbangan untuk menempatkan siswa dalam kelompok yang sesuai. dan frekuensi pengadministrasian). pengolahan hasil (tata cara pengolahan. AUM PTSDL dilengkapi dengan manual yang berisi tentang deskripsi umum (latar belakang. petunjuk pengadministrasian (petunjuk pengerjaan. Tujuannya sebagai alat penyaringan untuk mengidentifikasi pola hubungan antar individu pada suatu kelompok. kriteria ini terkait dengan pengalaman individu dalam berinteraksi dengan individu lain di dalam suatu kelompok. AUM/PTSDL AUM PTSDL merupakan salah satu jenis instrumen non tes yang dapat digunakan oleh guru BK/konselor untuk mengungkapkan mutu dan masalah belajar yang dialami oleh para siswa.