ABORTUS IMINENS

Disusun oleh : Fc. Christofani E C11050052 Retno Jayantri C11050059 Diana Raj C11054012 Yuly Rahmawati 1301 1206 0119

Identitas
        Nama : Ny. Y Usia : 30 tahun Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Jenis Kelamin : Perempuan Status : Menikah Agama : Islam Alamat : Kp. Cilenje Tanggal Pemeriksaan : 20 November 2006

Riwayat keluar jaringan seperti daging disangkal. Perdarahan sedikit-sedikit membasahi kurang lebih1 pembalut per hari sejak 1 minggu SMRS.Anamnesis Keluhan Utama: Perdarahan dari jalan lahir G4P2A1 (AH1. AT 13 tahun) dirujuk dari puskesmas merasa terlambat haid 3 bulan. Riwayat keluar jaringan seperti telur ikan disangkal .

abortus komplit.5 tahun 3.3500 gr. SLTP ♂ 25 tahun. April 2006. buruh Riwayat Obstetri : 1.13 tahun 2.paraji. † usia 4.usia kehamilan 6 minggu Riwayat Kontrasepsi disangkal HPHT : 30 Agustus 2006 Tanggal perkiraan lahir : 7 Juni 2007 .aterm.spontan.aterm.menikah 1 kali.3500 gr. ♀ 17 tahun.paraji.spontan. SD.

VBS kiri=kanan : Hepar dan Lien tidak teraba .Cor : BJ murni reguler .Pulmo : sonor.Pemeriksaan Fisik  Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah Nadi Respirasi Suhu : : : : : CM 100/70 80 x/menit 20x/menit Afebris  Status Generalis Kepala Thorax Abdomen : konjungtiva tidak anemis : .

Status Ginekologik Pemeriksaan Luar Abdomen datar lembut Defense Muscular (-) pekak samping (-) nyeri tekan (-) fundus tidak teraba : .

Status Ginekologik Pemeriksaan Dalam : Vulva/vagina : tak ada kelainan Portio : bentuk dan konsistensi lunak OUE : tertutup Corpus Uteri : membesar ~gravida 11-12 minggu~ Cavum Douglasi: tidak menonjol Inspekulo : fluksus (+) sedikit di OUE .

200 : 205.000 .5 mg/dl : 15.Pemeriksaan Laboratorium Hb Leukosit Trombosit : 13.

Diagnosa Klinis  Abortus Iminens .

Penatalaksanaan  USG  Total bed rest  Tidak melakukan aktivitas belebihan atau hubungan seksual  Pregnancy test .

Prognosa Quo ad vitam : ad bonam Quo ad functionam : dubia ad bonam .

PEMBAHASAN .

DEFINISI  Berakhirnya kehamilan  Usia kandungan ≤ 20 minggu  Berat janin < 500 gram .

 Abortus provocatus artificialis atau abortus therapeuticus Kehamilan membahayakan nyawa ibu  Abortus provocatus criminalis Tanpa alasan medis. melawan hukum .DEFINISI Abortus dapat dibagi 2 :  Abortus spontan  Abortus provocatus.

 Kelainan lingkungan atau faktor eksogen . . radiasi. zat kimia .kelainan kromosom (trisomi dan poliploidi).ETIOLOGI  Faktor zigot  Kelainan pertumbuhan zigot  janin tidak mungkin dapat terus hidup.virus.

Kelainan endokrin .Infeksi akut yang berat .Kelainan alat kandungan : • Hipoplasia uteri • Tumor uterus • Cervix yang pendek • Retrofleksio uteri inkarserata • Kelainan endometrium .Trauma .ETIOLOGI  Faktor ibu  Penyakit ibu .

Abortus Iminens  Mengancam  Buah kehamilan mungkin masih dapat dipertahankan Kriteria diagnosis:  Anamnesis:  Perdarahan dari jalan lahir  Nyeri perut tidak ada atau ringan  Pemeriksaan fisik:  Fluksus sedikit  Ostium uteri eksternum tertutup .

janin mati . pulsasi jantung janin tidak jelas (meragukan)  Buah kehamilan tidak utuh. janin hidup  Kantung kehamilan utuh.Abortus Iminens  Pemeriksaan penunjang (USG) dapat memberi hasil:  Buah kehamilan utuh.

USG ulang saat kontrol  Janin telah mati  segera dilakukan evakuasi.tidak melakukan hubungan seksual .Abortus Iminens  Penatalaksanaan  disesuaikan dengan hasil USG  Janin hidup : .rawat jalan . .tidak melakukan aktivitas berat .

Kriteria diagnosis:  Anamnesis:  Perdarahan dari jalan lahir sedikit hingga sedang  Nyeri perut bawah atau mules karena ada kontraksi uterus  Pemeriksaan fisik:  Ostium uteri eksternum terbuka  Buah kehamilan masih di dalam rongga uterus  Ketuban utuh. dapat menonjol .Abortus Insipiens  Abortus yang sedang berlangsung  berakhir sebagai abortus inkomplit atau abortus komplit.

antibiotika spektrum luas .evakuasi kehamilan .Abortus Insipiens  Penatalaksaan: .pemberian uterotonika paska evakuasi .

Abortus Inkomplit  Keadaan sebagian buah kehamilan telah keluar melalui kanalis servikalis  masih terdapat sisa konsepsi di dalam rongga uterus  Sering kali berhubungan dengan tindakan abortus provokatus yang tidak aman Kriteria diagnosis:  Anamnesis:  Perdarahan dari jalan lahir banyak  Nyeri perut bawah atau mules karena ada kontraksi uterus  Pemeriksaan fisik:  Ostium uteri eksternum terbuka (Ø 1 jari sempit)  Teraba sisa jaringan .

sering kali menyebabkan Hb < 8 gr/dL atau bahkan terjadi syok perdarahan  perbaiki keadaan umum  evakuasi .Abortus Inkomplit Penatalaksaan:  evakuasi kehamilan  pemberian uterotonika paska evakuasi  antibiotika spektrum luas  Adanya perdarahan.

Abortus Komplit  Keadaan seluruh buah kehamilan telah keluar dari rongga uterus melalui kanalis servikalis Kriteria diagnosis:  Anamnesis:  Perdarahan dari jalan lahir sedikit  Keluhan pernah keluar seperti jaringan dari jalan lahir  Pemeriksaan fisik:  Ostium uteri eksternum tertutup  Bila ostium uteri eksternum terbuka.teraba rongga uterus kosong .

Abortus Komplit Penatalaksaan :  antibiotika spektrum luas  uterotonika .

Abortus Tertunda (Missed abortion)  Keadaan tertahannya hasil konsepsi atau janin yang telah mati dalan rongga uterus selama > 8 minggu. Kriteria diagnosis:  Anamnesis:  Perdarahan dari jalan lahir sedikit atau tidak ada     Pemeriksaan fisik: Fundus uteri lebih kecil daripada umur kehamilan Bunyi jantung janin tidak ada Ostium uteri eksternum tertutup   Pemeriksaan penunjang (USG): Janin mati .

trombosit. waktu pembekuan.Abortus Tertunda (Missed abortion) Penatalaksaan :  evakuasi kehamilan  pemberian uterotonika paska evakuasi  antibiotika spektrum luas  Pemeriksaan Hb. dan waktu protombin. . waktu perdarahan.  mengetahui adanya gangguan pembekuan darah  kuretase harus hati-hati  plasenta dapat melekat sangat erat pada dinding uterus  tidak bersih maka dapat terjadi perdarahan paska kuretase.

.Abortus Habitualis  Abortus spontan yang terjadi secara berurutan sebanyak > 3 kali.