PENGARUH VISKOSITAS PADA ASPAL

DISUSUN

OLEH: KELOMPOK 6 Ario Nasuha (140210090095) Aneu (140210120015) Friska Hasugian (140210120031) Reinanda H (140210120037)

TAHUN AJARAN 2012/2013

. Sementara di sisi lain. disamping faktor repetisi beban roda kendaraan. Dengan demikian perkerasan aspal akan mampu menahan repetisi beban yang berat dan padat. Tingginya permintaan akan jasa transportasi jalan raya tidak hanya ditandai dengan meningkatnya volume lalu-lintas kendaraan tetapi juga ditandai dengan peningkatan beban gandar kendaraan dengan tekanan ban yang juga tinggi sehingga struktur lapis perkerasan jalan beraspal dituntut untuk dapat melayani dengan baik perubahan-perubahan kondisi tersebut. modulus kekakuan aspal dan campuran beraspal lebih besar dari aspal konvensional. dewasa ini telah banyak diteliti tentang pengembangan perubahan aspal (modifikasi aspal) dengan memanfaatkan bahan tambah dari limbah plastik.Pendahuluan Perkembangan di bidang ekonomi dewasa ini telah berdampak kepada semakin tingginya permintaan akan jasa transportasi jalan raya. Untuk meningkatkan titik lembek aspal konvensional. faktor cuaca dan suhu juga sangat mempengaruhi proses terjadinya kerusakan dini pada lapis perkerasan aspal. Berdasarkan hal tersebut. dibutuhkan bahan pengikat (binder) berupa aspal yang mempunyai titik lembek yang tinggi sehingga ketahanan/kepekaan aspal terhadap temperature.

Sebuah silinder diberi poros yang dibuat sangat licin (gesekan dapat di abaikan). viskositas zat cair dapat ditentukan. Karena adanya viskositas maka untuk menggerakan benda di dalam fluida diperlukan gaya. Silinder dalam akan dapat berputar dengan kecepatan konstan selama beban masih dalam keadaan bergerak. bagi zat cair maupun gas memiliki viskositas. Tabel penyajian beberapa hara Viskositas fluida Fluida Hydrogen Udara Eter Methanol Air (0oC) Air (100oC) Raksa Minyak motor Viskositas (Nsm-2) 9 19 230 590 1. Salah satu jenis alat pengukur viskositas zat cair yang disebut viskosimeter. Zat cair yang di ukur viskositasnya dituangkan ke dalam bejana silinder tersebut. sehingga gerak benda di dalam zat cair akan mendapatkan gesekan yang lebih besar di banding di dalam gas.000 . tetapi segera mencapai kecepatan sudut konstan. Viskositas Dan Hukum Stokes 1. Gaya pemutar diberikan pada silinder dalam oleh system control bebas. Beban di jatuhkan.590 40. silinder dalam berputar dan mendapatkan percepatan sesaat.010 300 1. Fluida. Dengan mengukur kopel (penyebab gerak rotasi) silinder dan kecepatan sudut silinder. Viskositas Viskositas (kekentalan) dapat dianggap sebagai geskan pada fluida. sehingga dapat berputar secara konsentris di dalam bejana yang juga di buat berbentuk silinder. Zat cair lebih kental dibanding gas.1.BAB I KONSEP VISKOSITAS I.

Poiseuille. Tekanan terhadap sembarang titk pada permukaan bola yang menghadap arah aliran daya tepat sama dengan tekanan pada arah hilir aliran. Pada keadaan tersebut kecepaan bola maksimum. sebagai penghormatan pada ilmuwan Perancis. bola bergerak beraturan. dan kecepatan relative bola terhadap fluida v. Hukum Stokes Misalkan fluida ideal yang viskositasnya nol mengalir melewati sebuah bola atau sebuah bola bergerak di dalam fluida yang diam. v Keterangan : Fs = gaya stokes (N) η = koefisien viskositas (Nsm-2) r = jari-jari bola (m) v = kecepatan relative bola terhadap bola (ms-1) Persamaan diatas pertamakali dirumuskan oleh Sir George Stokes pada tahun 1845. 1. . gaya berat bola lebih besar daripada jumlah gaya Archimedes dan gaya Stokes. Viskositas yang kecil diukur dalam centi poise (1cp=10-2 poise) dan mikropoise (1μ p = 10-6 poise). r . secara matematis besarnya gaya stokes di rumuskan : Fs = 6π . Misalkan jara-jari bola r koefisien viskositas fluida η . η . Selama gerak bola dipercepat. selama bola bergerak di dalam fluida pada bola bekerja gaya-gaya berikut: 1) Gaya berat bola (w) berarah vertical kebawah 2) Gaya Archimedes (Fa) berubah vertical ke atas 3) Gya stokes (Fs) berarah vertical ke atas Sesaat bola masuk ke dalam fluida. sehingga resultan gaya terhadap sebesar nol jika fluida memiliki viskositas. gaya stokes bertambah hingga suatu saat gaya berat benda sama dengan jumlah gaya Archimedes dan gaya Stokes. sehingga bola mendapat percepatan vertical ke bawah. Garis-garis fluida akan membentuk pola simetris sempurna disekeliling bola. timbul gaya gesekan tehadap bola itu yang disebut gaya stokes. sehingga disebut juga Hukum Stokes. sedangkan dalam system cgs adalah dns cm-2 yang juga disebut Poice (P).2. sekon). Jika bola jatuh ke dalam fluida yang kental.Satuan Viskositas dalam SI Nsm = Pa.s (pascal .

serta sejumlah renik besi. memiliki sifat kedap air dan sifat adhesi. Secara kuantitatif. Kekentalan sangat bergantung kepada tingkat kekomplekan rangkaian-rangkaiannya. ia merupakan bagian yang krusial dalam menyediakan ikatan yang awet/ tahan lama dan menjaga campuran agar tetap dalam kondisi elastis.  Oils Adalah Cairan yang berwarna lebih mudah yang merupakan media dari Asphaltenes dan Resin.1 Konsep Aspal Aspal adalah suatu cairan kental ataupun padat yang merupakan senyawa hidrokarbon dan turunannya. nikel.  Resins Adalah cairan berwarna kuning atau coklat tua yang memberikan sifat adhesi dari aspal. merupakan bagian yang mudah hilang atau berkurang selama masa layan. dan vanadium. Aspal dapat pula diartikan sebagai bahan pengikat dalam campuran beton aspal yang terbentuk dari senyawa-senyawa komplek yang membentuknya seperti Asphaltenenese. 2. biasanya 80 persen massa aspal adalah karbon. sifat adhesi dan sifat durability. Aspal diperoleh melalui proses destilasi dari minyak mentah dan bisa ditemukan dalam bentuk deposit alami yang tercampur dengan mineral lain. .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. yang terlarut dalam Trichloroethylene dan tidak mudah berubah dan melunak secara perlahan apabila dipanaskan. Kualitas Meskipun aspal merupakan bagian yang volumenya kecil dibanding dengan komponen-komponen penyusun campuran beton aspal. dan sisanya oksigen dan nitrogen.2. Terdapat beberapa kualitas yang harus dimiliki oleh aspal untuk menjamin kinerja campuran yang memuaskan yaitu rheologi aspal. sifat kohesif . memiliki warna hitam atau coklat . Resins dan Oils. Oils tidak bermuatan listrik sepanjang rangkaian (Non Polar). 6 persen belerang. 10 persennya hidrogen.

Dalam penggunaan aspal yang didasarkan kepada kondisi temperatur. memperolehnya tanpa proses pemasakan. Distorsi adalah pergerakan yang dapat kembali/membaik lagi dan dijelaskan sebagai tingkah laku elastis.  Adhesi Adalah kemampuan untuk mempertahankan ikatan antar bentuk /senyawa dengan senyawa lainnya (aspal dengan agregat). 1990). kohesi dan adhesi dari aspal. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat durabilitas aspal adalah Oxidative hardening. Evavorative hardening dan Exudative hardening (Shell Bitumen Handbook.  Kohesi Adalah kemampuan untuk mempertahankan ikatan antara sesama bentuk/senyawa (aspal). Rheology Rheology merupakan ilmu yang mempelajari deformasi perubahan bentuk dan aliran massa. Visco-elastic berarti ketika gaya bekerja/diaplikasikan struktur aspal mengalami distorsi sebagai mana aliran. a. Aspal ini merupakan campuran antara bitumen dan mineral dari ukuran debu sampai ukuran pasir yang .3 Klasifikasi Aspal Secara umum aspal dibagi menjadi dua kelompok yaitu aspal alam dan aspal buatan.  Durabilitas Adalah kemampuan untuk mempertahankan secara baik kualitas rheology. Kemampuan daya kohesi suatu aspal dengan tingkat penetrasi tertentu diukur dengan alat uji daktilitas pada temperatur rendah (suhu ruang). Kemampuan daya adhesi aspal didekati dengan Marshall Retained Strength Index. aspal dengan penetrasi rendah sebaiknya digunakan untuk daerah yang beriklim panas demi menghindari pelunakan (softening) ataupun bleeding pada musim panas dan aspal dengan penetrasi tinggi dapat digunakan pada daerah beriklim dingin demi mencegah aspal menjadi lebih kaku dan mudah pecah (brittle) pada musim dingin. terdapat prinsip dasar yang diterangkan oleh Krebs dan Walker. 1971 dalam hal pemilihan jenis aspal yaitu. Aspal memiliki dua sifat rheology penting yaitu thermoplastic dan visco-elastic. Aspal Alam Aspal ini langsung terdapat di alam. Di Indonesia terdapat dipulau Buton diistilahkan sebagai Asbuton (Aspal Batu Buton). Thermoplatic berarti kekentalan aspal turun bersamaan dengan meningkatnya panas dan sebaliknya meningkat seiring dengan menurunnya suhu.

Berdasar uraian tersebut diatas berarti aspal haruslah mempunyai daya tahan (tidak cepat rapuh) terhadap cuaca.sebagian besar merupakan mineral kapur. Daya tahan aspal (durability) Daya tahan aspal disandarkan pada daya tahan lama terhadap perubahan sifatnya apabila mengalami “proccesing” dan juga pengaruh cuaca..4.60°C menjadi plastis apabila dipukul akan menjadi lempeng (pipih) selanjutnya pada temperatur 100 °C -150 °C akan menjadi cair (Departemen P. mengisi rongga antara butir-butir agregat dan pori-pori yang ada dari agregat itu sendiri. memberikan ikatan yang kuat antara aspal dan agregat dan antara aspal itu sendiri. Sifat mekanis Asbuton menunjukkan pada temperatur <30 °C rapuh dipukul pecah dan pada tempertur 30°C . aspal 85-100. AASHTO membagi aspal kedalam lima kelompok jenis aspal. b. Sifat Aspal Aspal yang dipergunakan pada konstruksi perkerasan jalan berfungsi sebagai: a. hal ini dikarenakan di Indonesia merupakan daerah dengan iklim tropis dimana memiliki suhu yang lebih besar dari 24 °C. Aspal penetrasi 60/70 diperkirakan memiliki kemampuan untuk menghindari terjadinya pelunakan pada temperatur tinggi saat musim kemarau. aspal 120150. 1999) : a. Oleh karena itu untuk memperoleh aspal dengan mutu baik dipilih bahan baku minyak bumi dengan kadar parafin rendah. sehingga merupakan bagian terberat dari minyak tanah kasar dan terkental. Berdasarkan nilai penetrasi atau kekerasan aspal. b. Bahan pengisi. yaitu aspal 40-50. mempunyai adhesi dan kohesi serta sifat elastis yang baik. dan aspal 200-300. Bahan pengikat . Penelitian ini menggunakan aspal pertamina penetrasi 60/70 yang merupakan aspal minyak karena tingkat penetrasi ini dianggap cocok dengan iklim di Indonesia. Sifat-sifat yang dimiliki aspal antara lain (Sukirman.U. 2. Faktor-faktor yang menyebabkan pengerasan ini yang sesuai dengan jalannya waktu antara lain : . Aspal Buatan Aspal buatan dihasilkan dari hasil terakhir penyaringan minyak tanah kasar (crude oil). aspal 60-70.1980). Yang dimaksud angka kekerasan adalah berapa dalam masuknya jarum penetrasi kedalam contoh aspal. Semuanya ini berpengaruh terutama atas daya tahannya terhadap pengerasan sesuai dengan jalannya waktu.

Cairan minyak yang tipis yang berisi bagian yang sedang atau yang lebih berat disebarkan pada permukaan. Oksidasi akan memberikan suatu lapisan film yang keras pada aspal itu. Polimerisasi sangat merugikan karena menyebabkan aspal lebih getas sehingga perkerasan jalan mudah retak-retak. Pemisahan Pemisahan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pemindahan bagian-bagian minyak ( oil ) atau resin atau alphalthenes dari aspal sebagai akibat dari penyerapan (absorption ) yang selektif dari batuannya dimana dapat diletakkan dan peristiwa ini mengakibatkan kerasnya dan kadang juga menjadi lunaknya aspal tadi. Penguapan Penguapan adalah evaporasi dari bagian-bagian yang lebih ringan dari aspal. berarti akan menjadi keras atau lebih kental jika temperatur berkurang dan akan lunak atau lebih cair jika temperatur bertambah. proses ini tergantung dari sifat aspal dan temperaturnya. karena aspal merupakan campuran persenyawaan hydrokarbon yang kompleks dan mempunyai perbedaan berat molekul yang besar. Polimerisasi Ialah penggabungan dari molekul-molekul sejenis untuk membentuk molekul yang lebih besar. Thixotrophy Thyxotrophy adalah perubahan dari viscositas sesuai dengan jalannya waktu. aspal akan mulai mengeras dan mengikat aspal pada tempat . Jika temperatur mulai turun. Kohesi adalah kemampuan aspal untuk mempertahankan agregat tetap di tempatnya setelah terjadi pengikatan. Aspal adalah penggabungan molekul-molekul hydrokarbon dengan berat molekul besar. Adhesi dan kohesi Adhesi adalah kemampuan aspal untuk mengikat agregat sehingga dihasilkan ikatan yang baik antara agregat dan aspal.1. c. 3. 6. 2. Syneresis Syneresis adalah reaksi penyebaran yang terjadi di aspal karena pembentukan atau penyusunan struktur didalam aspal itu. 4. Aspal yang cair dapat masuk ke pori – pori agregat pada penyemprotan / penyiraman lapis perkerasan. b. Oksidasi Adalah reaksi oksigen dengan aspal. 5. Kepekaan terhadap temperatur Aspal adalah material yang termoplastis.

5 Agregat Agregat atau batuan didefinisikan secara umum sebagai formasi kulit bumi yang keras dansolid. dibutuhkan untuk penggunaan konstruksi jalan raya. Agregat dapat dilapisi dengan penyemprotan / penyiraman aspal panas ke permukaan agregat yang telah disiapkan pada proses pelaburan. 2. Perisitiwa perapuhan terus berlangsung setelah masa pelaksanaan selesai. Selama masa pelayanan. Jenis dan campuran agregat sangat mempengaruhi daya tahan atau stabilitas suatu perkerasan jalan (Kerbs.d. permukaan partikel kasar sehingga mempunyai gesekan yang baik dan gradasi sesuai yang diinginkan. bentuk butir. Lebih dari 600 juta ton agregat dalam tiap tahunnya. and Walker. Terjadi proses oksidasi selama proses pelaksanaan. agregat yang dapat dipergunakan sebagai mana bentuknya di alam dengan cara sedikit proses pengolahan.1 Klasifikasi Agregat Agregat dapat diklasifikasikan menjadi : a Berdasarkan Proses pengolahannya agregat yang dipergunakan dalam perkerasan lentur dapat dibedakan : 1. Pemilihan jenis agregat yang sesuai untuk digunakan pada konstruksi perkerasan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu gradasi. 1999). semakin besar tingkat kerapuhan yang terjadi. dipanaskan. diusahakan berbentuk kubus. Proses pemecahan agregat sebaiknya menggunakan mesin pemecah batu (stone . kekuatan. 1971). yaitu pasir dengan ukuran partikel <1/4 inch tetapi lebih besar dari 0. Agregat yang melalui proses pengolahan atau agregat yang melalui proses pemecahan terlebih dahulu supaya diperoleh bentuk partikel bersudut.075 mm 2. 2. kelekatan terhadap aspal serta kebersihan dan sifat kimia. Agregat adalah komponen utama dalam konstruksi jalan raya. menyebabkan aspal menjadi getas (viskositas bertambah tinggi). Perkerasan Lentur Jalan Raya).85% agregat berdasarkan persentase volume (Silvia Sukirman.1999. aspal mengalami oksidasi dan polimerisasi yang besarnya dipengaruhi pula oleh ketebalan aspal yang menyelimuti agregat. Agregat merupakan komponen utama dari lapisan perkerasan jalan yaitu mengandung 90% – 95% agregat berdasarkan persentase berat atau 75% . Pengaruh pengerasan aspal Aspal pada proses pencampuran. dan belum termasuk tambahan 200 juta ton yang digunakan untuk perbaikan konstruksi jalan raya.5. (Silvia Sukirman. tekstur permukaan. dan dicampur dengan agregat. Agregat alam. Semakin tipis lapisan aspal.

diperoleh dari terak hasil pencairan pabrik besi dan baja. 3. Memberikan stabilitas campuran dari kondisi saling mengunci dari masing-masing agregat kasar dan tahanan suatu aksi perpindahan b. pabrik semen dan pemecah batu. Stabilitas ditentukan oleh bentuk dan tekstur permukaan agregat kasar (kubus dan kasar) 2. Menambah stabilitas dari campuran dengan memperkokoh sifat saling mengunci dari agregat kasar dan untuk mengurangi rongga udara agregat kasar. Semakin besar tekstur permukaan agregat halus akan menambah stabilitas campuran dan menambah kekasaran permukaan perkerasan jalan. b. Agregat Halus Fungsi agregat halus dalam campuran aspal beton adalah : a. berarti gradasi yang diinginkan dapat dicapai sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. .075 mm). Agregat buatan.crusher) sehingga ukuran partikel-partikel yang dihasilkan dapat terkontrol. Agregat Kasar Fungsi agregat kasar dalam campuran aspal beton adalah a. agregat yang merupakan mineral filler / pengisi (partikel dengan ukuran <0. b Berdasarkan ukuran butiran agregat dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu : 1.

2. Fluida. dari tingkatan padat. Pada zat cair. encer sampai tingkat cair. Viskositas pada cairan akan turun dengan naiknya suhu. . Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliaran fluida yang merupakan gesekan antara molekul – molekul satu dengan yang lain. Kekentalan aspal sangat bervariasi terhadap suhu. Hubungan antara kekentalan dan suhu adalah sangat penting dalam perencanaan penggunan material aspal.KESIMPULAN 1. viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul sejenis). 3. baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang berbeda.

1999.(1995. Nova. Silvia.Daftar Pustaka Bolton W. British Shell Bitumen. Perkerasan Lentur Jalan Raya. Butterworth Heinemann. The Shell Bitumen Handbook. Engineering Materials Technology. Bandung . Sukirman. Shell Bitumen U. 1990.K.