LAPORAN PRAKTIKUM UJI NYALA DAN SPOT TEST

A. Tujuan Praktikum Untuk mengidentifikasi logam dengan cara uji warna nyala Untuk mengidentifikasi kation dan anion dengan metode spot test atau uji reaksi tetes

B. Dasar Teori Uji nyala digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan ion logam dalam jumlah yang relatif kecil pada sebuah senyawa. Tidak semua ion logam menghasilkan warna nyala. Untuk warna nyala unsur – unsur logam alkali dan alkali tanah, uji nyala merupakan cara yang paling mudah untuk mengidentifikasi logam mana yang terdapat dalam senyawa. Untuk logam-logam lain, biasanya ada metode mudah lainnya yang lebih dapat dipercaya – meski demikian uji nyala bisa memberikan petunjuk bermanfaat seperti metode mana yang akan dipakai. Nyala api pembakar bunsen menghasilkan cukup panas sehingga dapat menguapkan beberapa zat, yang akan berpijar dalam nyala api tak bercahaya. Tiaptiap uap senyawa logam elektronnya tereksitasi dan memancarkan warna nyala yang khas. Nyala bunsen terdiri dari tiga bagian : i. Kerucut biru dalam, ADB, yang terdiri sebagian besar dari gas yang tak terbakar. ii. Ujung terang luar, D, ini hanya nampak bila lubang udara sedikit ditutup. iii. Selubung luar, ACBD, dalam mana terjadi pembakaran sempurna.
1

Temperatur terendah. b. Analisis kualitatif adalah metode analisis yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan kandungan suatu unsur kimia pada suatu zat yang tidak diketahui 2 . c. dan nyala itu tak sepanas pada d. e. Terletak dalam pinggir dalam dari selubung disebelah kerucut biru dan disinilah gas-gas pereduksi bercampur dengan oksigen dari udara. dan kaya akan karbon yang dapat memijar. Ujung kerucut biru dalam. disini terdapat sangat berlebihan oksigen. Terletak pada batas luar c dan dapat digunakan untuk mengoksid zat-zat yang terlarut dalam manik boraks. Terdiri dari ujung tak terang dari nyala. natrium karbonat ataupun garam mikrokosmik. d. daerah ini dimanfaatkan untuk menguji kedapat-lelehan zat. dimanfaatkan untuk menguji zat-zat atsiri untuk menetapkan apakah mereka ikut memberi warna pada nyala. dan juga untuk melengkapi f dalam menguji keatsirian relatif dari zat-zat atau dari campuran zat.C Zona mengoksid atas ( a ) D E F Zona mereduksi atas ( b ) Bagian terpanas nyala ( c ) Zona mengoksid bawah ( d ) Zona mereduksi bawah ( e ) Zona temperatur bawah ( f ) B A Ket : a. disini terutama berguna untuk merduksi oksida kerak menjadi logam. kurang kuat bila dibandingkan dengan b dalam hal mereduksi. Terletak pada kira-kira sepertiga ketinggian nyala dan kira-kira sama jauh dari selubung luar dan selubung dalam. dan dapat digunakan untuk mereduksi boraks lelehan dan manik-manik yang serupa. f.

Metode analisis kualitatif menggunakan pereaksi golongan/ selektif dan pereaksi spesifik. dan reaksi selektif. Analisis kualititatif merupakan metode efektif yang dapat digunkan untuk mempelajari kandungan suatu larutan. Reaksi spesifik adalah reaksi khas yang merupakan reaksi antara bahan tertentu dengan pereaksi spesifik untuk bahan tersebut. Reaksi yang terjadi dalam metode analisis kualitatif dapat digolongkan menjadi reaksi spesifik. Dengan mereaksikan kertas uji atau setetes reagensia dengan gas-gas yang dibebaskan dari setetes larutan uji atau dari sedikit zat padat. kaca. 4. istilah reaksi bercak digunakan untuk uji mikro dan semimikro untuk senyawaan ataupun untuk ion. Reaksi sensitif adalah reaksi peka yang mampu menunjukkan keberadaan bahan yang hanya berjumlah sedikit sekali tetapi sudah tampak hasilnya dengan jelas. 2. reaksi sensitif. Dengan menaruh setetes larutan uji pada medium yang sesuai (misalnya: kertas saring ) yang dilembabi dengan reagensia yang diperlukan. Contoh reaksi ini adalah reaksi pada metode spot test. termasuk residu yang diperoleh dari penguapan ataupun pemanggangan. Penggunaan pereaksi ini bertujuan untuk mengetahui kation dan anion yang terdapat dalam suatu larutan. 3 . Menurut Vogel. Reaksi bercak dapat dilakukan oleh proses berikut : 1.komposisinya. 3. Reaksi selektif adalah reaksi yang terjadi atas sekelompok bahan yang berbeda-beda atas suatu pereaksi serta dapat berfungsi untuk memisahkan golongan yang berbeda. atau porselen). Dengan menaruh setetes reagensia pada sedikit contoh padat. Dengan mencampur satu tetes larutan uji dan satu tetes reagensia peda permukaan berpori ataupun tidak berpori (kertas.

Uji nyala 1. Pb-asetat. Cu. BaCl2. Pereaksi yang digunakan ( AgNO3 0. Ba. Uji nyala 1. K. C. Sampel uji dalam tabung reaksi dibasahi dengan larutan HCl pekat hingga terbentuk garam klorida 2.5M. 3. K2CrO4 0. HCl.5M ) 4. Tabung reaksi 3. Cr2O7. Dengan menambahkan setetes reagensia kepada sedikit larutan uji dan kemudian mengekstraksi produk reaksi dengan pelarut organik. K3Fe(CN)6 0. Cu. CrO4. KSCN 0. Ba ) b.5 M. HCl pekat 5. Sampel uji ( Na. Pembakar bunsen 4. Br. Sampel ( Cl. Kawat ose dicelupkan kedalam larutan HCl pekat dalam tabung reaksi hingga tak menampilkan warna jika dibawa ke nyala bunsen. Pipet tetes 3. Lempeng tetes 2. K4Fe(CN)6 0.1 N. Cara Kerja a. Alat dan Bahan a. Fe2+.5. HNO3 2 M. KI 6 M. Spot test 1. H2SO4. Air. Fe3+ ) D. Ca.5 M. Ca. Kawat ose yang sudah bersih dicelupkan kedalam contoh uji dan pijarkan dalam api yang tidak bercahaya (daerah nyala oksidasi bawah) 4 . I. Kawat Platina ( ose ) 2. K2CrO4 2M.

amati yang terjadi dan catat. amati yang terjadi. amati yang terjadi 5 . amati yang terjadi. Teteskan 1 atau 2 tetes sampel uji pada tiga lekukan lempeng Tambahkan satu atau dua tetes satu jenis pereaksi untuk satu lekukan. dan tambahkan air untuk Cr2O7. Tambahkan HNO3 2 M. Kation Ba. amati perubahan yang terjadi Kepada masing-masing anion tambahkan Pb-asetat Anion CrO4. amati yang terjadi. Siapkan lempeng tetes dan pipet tetes yang bersih (satu pereaksi satu pipet tetes) 2. Ca Tambahkan kepada masing-masing K2CrO4 0.1 N untuk anion CrO4. Tambahkan kepada masing-masing K2CrO4 2M. 3. Tambahkan KI 6 M. amati terjadinya reaksi. Kation Cu Tambahkan K4Fe(CN)6 0. 0.5 M. Cr2O7 Tambahkan HCl 0.4. Spot test 1.5 M. amati yang terjadi. Kepada masing-masing anion tambahkan BaCl2. Warna khas kation yang diuji diamati dan catat. Lakukan uji sebagai berikut: Anion Cl.5M. amati yang terjadi. I Masing-masing tambahkan AgNO3 0. amati yang terjadi. amati yang terjadi. Kepada masing-masing anion tambahkan Pb-asetat. Br.1 N. Tambahkan H2SO4. b.

5 M. amati yang terjadi Tambahkan KSCN 0.5 M. Sampel Uji nyala Warna serbuk + HCl Warna nyala Gambar Na Putih NaCl Kuning K Kuning KCl Ungu / lembayung Ca Putih CaCl2(s) Merah 6 . Hasil Pengamatan a.5 M. amati yang terjadi Tambahkan K3Fe(CN)6 0. Fe3+ Tambahkan K4Fe(CN)6 0. amati yang terjadi E.Kation Fe2+.

Pereaksi HCl 0. 2. I Endapan hijau muda. Pb-asetat larutan jernih kristal.1 N CrO4 Endapan kuning Cr2O7 7 . AgNO3 0.1 N larutan jernih larutan jernih Endapan putih HNO3 2 M Larutan bening kristal. Larutan kuning larutan jernih Br Endapan putih. larutan jernih Endapan putih. larutan jernih larutan coklat Endapan putih Endapan coklat.Cu Biru CuCl Hijau Ba Putih BaCl2(s) Kuning-Hijau b. Pereaksi Cl Endapan putih. Spot test 1.

larutan orange Endapan putih.5 M Fe2+ Larutan hijau lumut Fe3+ Larutan hijau toska 8 . larutan kuning Endapan putih 4. Pereaksi K4Fe(CN)6 0. Pereaksi K2CrO4 0.+ BaCl2 0. larutan kuning 3. larutan kuning orange Air + BaCl2 0. larutan hijau toska Endapan coklat. Pereaksi K4Fe(CN)6 0.5M K2CrO4 2 M H2SO4 Ba Endapan putih.5 M = Larutan kuning + Pb-asetat = Endapan putih. larutan orange Endapan putih.5 M = Larutan putih + Pb-asetat = Endapan putih. larutan kuning Endapan putih. larutan kuning 5. orange Endapan putih.5 M KI 6 M Cu Endapan biru. larutan kehijauan Ca Endapan putih.

dan masing-masing memiliki warna tertentu. Natrium adalah logam putih-perak yang lunak. Dalam percobaan ini digunakan HCl untuk membersihkan kawat platina karena HCl dapat melarutkan pengotor-pengotornya /zat pengganggu yang mungkin menempel pada kawat platina sehingga pengotor tersebut akan mudah menguap dari kawat. Logam ini bereaksi keras dengan air.Pereaksi K3Fe(CN)6 0. sebuah spektrum garis yang berwarna akan dihasilkan. Pembakaran HCl tidak memberikan warna sehingga tidak mempengaruhi atau mengganggu warna nyala logam alkali dan alkali tanah ketika diamati.5 M Fe2+ Larutan biru kehitaman Larutan merah pekat Fe3+ Larutan hijau coklat Larutan merah bata F.5 M KSCN 0.5°C. natrium teroksidasi dengan cepat dalam udara lembab. 9 . Sebagai akibat dari semua perpindahan elektron ini. Warna nyala dihasilkan dari pergerakan elektron dalam ion-ion logam yang terdapat dalam senyawa. Pembahasan Suatu unsur memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda-beda seperti halnya untuk logam-logam golongan alkali dan golongan alkali tanah yang memberikan warna-warna yang khas bila dibakar karena salah satu hal yang mempengaruhi adalah konfigurasi atom-atom tersebut sebab setiap atom memiliki konfigurasi yang berbeda-beda serta karakteristik atau sifat-sifat khas dari golongan tersebut. maka harus disimpann terendam seluruhnya dalam pelarut nafta atau silena. melebur pada 97. sehingga kawat benar-benar bersih. HCl digunakan untuk membuat sampel menjadi kental sehingga mudah menempel dalam kawat platina. Masing-masing perpindahan elektron ini melibatkan sejumlah energi tertentu yang dilepaskan sebagai energi cahaya.

mewarnai nyala Bunsen yang tak cemerlang menjadi lembayung (nila).+ H2 Kalium biasanya disimpan dalam pelarut nafta. sinar-sinar natrium yang kuning akan diserap sehingga nyala kalium yang lembayung kemerahan jadi terlihat. Pada uji kering atau pewarnaan nyala senyawa – senyawa kalsium yang mudah menguap. pada reaksi ini terbentuk kalsium oksida dan/atau kalsium hidroksida. dan hanya warna yang kuat dan bertahan lama yang menunjukkan bahwa natrium terdapat dalam jumlah yang berarti. tetapi dengan memandang nyala melalui dua lapisan kaca kobalt yang warna biru. sebaiknya kloridanya. ia tetap tak berubah dalam udara kering. Kalsium adalah logam putih perak. Logam itu menguraikan air dengan dahsyat. Garam natrium dalam jumlah sedikit sekali memberi hasil posotif pada uji ini. Larutan tawas krom (310 ℓ-1) setebal 3 cm. Warna ini tak terlihat bila di pandang melalui dua lapisan lempeng kaca kobalt yang biru. Kalsium menguraikan air dengan membentuk kalsium hidroksida dan hidrogen. Logam ini melebur pada 63. mengganggu warna lembayung itu. memberi warna merahkekuningan kepada nyala Bunsen.5°C. Garam-garam ini biasanya larut dalam membentuk larutan yang tak berwarna. sambil melepaskan hidrogen dan terbakar dengan nyala lembayung : 2K+ + 2H20 2K+ + 2OH.Untuk uji kering (pewarnaan nyala) nyala Bunsen yang tak cemerlang akan diwarnai kuning kuat oleh uap garam natrium. yang agak lunak. Garam – garam kalium mengandung kation monovalen K+. Ia terserang oleh oksigen atmosfer dan udara lembab. Ia melebur pada 845°C. menjadi tertutup dengan suatu lapisan biru. Kalium adala logam putih –perak yang lunak. kecuali bila anionnya berwarna. Nyala kuning yang dihasilkan oleh natriun dalam jumlah sedikit. juga merupakan penyaring yang baik. 10 . tetapi dengan cepat teroksidasi dalam udara lembab.pada uji kering (pewarnaan nyala) senyawa-senyawa kalium.

Br terdapat endapan putih kristal. Identifikasi AgNO3 0. (+0.34 V untuk pasangan Cu/Cu2+. misalnya dengan membasahkan dengan asam klorida pekat sebelum dipanaskan.Tembaga adalah logam merah muda yang lunak. Banyak reaksi-reaksi yang menghasilkan endapan berperan penting dalam analisa kualitatif. sedangkan I diperoleh endapan kuing. dan I diperoleh endapan coklat. Endapan tersebut terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. dapat ditempa dan dilihat. Cl tidak ada endapan. Menggunakan Pb-asetat. Ia melebur pada 10380c. Karena potensial elektrode standarnya positif. Pada uji kering (pewarnaan nyala) . garam – garam barium bila dipanaskan pada nyala Bunsen yang tak cemerlang (yakni kebiru-biruan). Barium bereaksi dengan air dalam udara yang lembab. Karena kebanyakan garam barium.1 N terhadap Cl dan Br menghasilkan endapan putih. dan dimasukkan kembali ke dalam nyala. yang stabil dalam udara kering. ia tak larut dalam asam klorida dan asam sulfat encer. membentuk oksida atau hidriksida. Br ada endapan putih kristal. kawat platinum harus dibasahi asam klorida pekat sebelum dielupkan ke dalam zat itu. Cl didapatkan endapan putih. Pada uji nyala. dapat ditempa dan liat. Pada HNO3 2 M. memberi warna hijau-kekuningan kepada nyala. Barium melebur pada 710°C. 11 . tak mudah menguap. Pemisahan endapan dapat dilakukan dengan penyaringan atau pun sentrifus. lalu sibasahi asam klorida pekat. Sulfat mula-mula direduksi. kecuali kloridanya. warna hijau terutama pada kehadiran halida . meskipun dengan adanya oksigen ia bisa larut sedikit. pada I didapatkan endapan hijau muda. Endapan tersebut dapat berbentuk kristal atau koloid dan dengan warna yang berbeda-beda. Barium adalah logam putih perak.

ketika ditambahkan BaCl2 menjadi larutan kuning. larutan kehijauan.5 M dihasilkan larutan merah pekat.5M diperoleh endapan putih.5 M didapatkan larutan hijau lumut. Pada identifikasi Cr2O7 yang ditambahkan dengan air diperoleh endapan putih dan larutan kuning orange. menggunakan K3Fe(CN)6 0. sedangkan menggunakan KSCN 0. larutan kuning. Pada Identifikasi Fe3+ menggunakan K4Fe(CN)6 0. Identifikasi Cu menggunakan pereaksi K4Fe(CN)6 0. Identifikasi Ba menggunakan K2CrO4 0. Menggunakan K2CrO4 2M didapatkan endapan putih. G.5 M dihasilkan endapan biru dan larutan hijau toska. Sedangkan menggunakan pereaksi KI 6M didapatkan endapan coklat dan larutan kuning.5M diperoleh endapan putih. sedangkan menggunakan KSCN 0.1 N didapatkan endapan kuning.5 M diperoleh larutan biru kehitaman. Pada identifikasi Ca K2CrO4 0. Menggunakan H2SO4 terdapat endapan putih. sedangkan jika ditambahkan Pb-asetat diperoleh endapan putih dan larutan orange.5 M didapatkan larutan hijau toska. Menggunakan H2SO4 terdapat endapan putih.5 M dihasilkan larutan merah bata. menggunakan K3Fe(CN)6 0. Ketika ditambahkan BaCl2 menjadi larutan putih. Kesimpulan Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa : 12 . sedangkan jika ditambahkan Pb-asetat diperoleh endapan putih dan larutan kuning. larutan kuning. Menggunakan K2CrO4 2M didapatkan endapan putih. Identifikasi Fe2+ menggunakan K4Fe(CN)6 0. larutan orange.5 M diperoleh larutan hijau coklat. larutan orange.Identifikasi CrO4 menggunakan HCl 0.

Ca. Br terdapat endapan putih kristal. Cl tidak ada endapan. Identifikasi CrO4 menggunakan HCl 0. Pada HNO3 2 M. Pada identifikasi Cr2O7 yang ditambahkan dengan air diperoleh endapan putih dan larutan kuning orange. Unsur – unsur kimia pada uji nyala terutama golongan alkali dan golongan alkali tanah memberikan warna nyala yang berbeda Natrium (Na) memberikan warna nyala kuning. Ketika ditambahkan BaCl2 menjadi larutan putih. Identifikasi AgNO3 0. Menggunakan K2CrO4 2M didapatkan endapan putih.5M diperoleh endapan putih. Br ada endapan putih kristal.hijau. Pada identifikasi Ca K2CrO4 0.1 N didapatkan endapan kuning. sedangkan jika ditambahkan Pbasetat diperoleh endapan putih dan larutan orange. 3. larutan kehijauan. 5.1. Uji nyala api dilakukan dengan cara memanaskan kawat Pt yang telah disterilkan dengan HCl. sedangkan I diperoleh endapan kuing.5M diperoleh endapan putih. Tembaga (Cu) memberikan warna nyala hijau. Menggunakan K2CrO4 13 . 2. sedangkan jika ditambahkan Pb-asetat diperoleh endapan putih dan larutan kuning. Menggunakan Pb-asetat. Identifikasi Ba menggunakan K2CrO4 0. dan I diperoleh endapan coklat. larutan orange. ketika ditambahkan BaCl2 menjadi larutan kuning. Menggunakan H2SO4 terdapat endapan putih. 4. larutan kuning.1 N terhadap Cl dan Br menghasilkan endapan putih. Cl didapatkan endapan putih. Ba dan Sr dipanaskan menggunakan bunsen. Kalsium (Ca) memberikan warna nyala merah (merah kekuningan). dan Barium (Ba) memberikan warna nyala kuning . larutan orange. pada I didapatkan endapan hijau muda. kemudian senyawa Na. Kalium (K) memberikan warna nyala ungu / lembayung (nila).

1995.5 M didapatkan larutan hijau toska. sedangkan menggunakan KSCN 0. 6. Vogel I Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro Dan Semimikro Bagian II. larutan kuning. PT Kalman Media Pusaka. H. Jakarta. Svehla G. PT. Pada Identifikasi Fe3+ menggunakan K4Fe(CN)6 0. 1979. Menggunakan H2SO4 terdapat endapan putih.5 M dihasilkan larutan merah bata. 1979. PT Kalman Media Pusaka. menggunakan K3Fe(CN)6 0. Rivai. Sedangkan menggunakan pereaksi KI 6M didapatkan endapan coklat dan larutan kuning. Daftar Pustaka Haryadi. 1990. UI Press. Jakarta.chemistry.. Asas Pemeriksaan Kimia. 7. Svehla G. Vogel I Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro Dan Semimikro Bagian I.5 M diperoleh larutan hijau coklat.5 M didapatkan larutan hijau lumut. Jakarta. sedangkan menggunakan KSCN 0.5 M diperoleh larutan biru kehitaman. http://www.5 M dihasilkan endapan biru dan larutan hijau toska. menggunakan K3Fe(CN)6 0. Identifikasi Fe2+ menggunakan K4Fe(CN)6 0.5 M dihasilkan larutan merah pekat. H. Gramedia: Jakarta.2M didapatkan endapan putih. Identifikasi Cu menggunakan pereaksi K4Fe(CN)6 0. Ilmu Kimia Analitik Dasar.org/materi_kimia/kimia anorganik1/unsur unsur golongan 1/uji nyala/ 14 .