Persalinan per Vaginam Setelah Seksio Sesaria Vaginal Birth After Cesarian section (VBAC) 1.

Pendahuluan Percobaan persalinan per vaginam (trial of labor/ TOL) dapat menjadi pilihan persalinan untuk wanita yang sebelumnya pernah diseksio sesaria. TOL yang berhasil inilah yang dinamakan sebagai vaginal birth after caesarean atau disingkat sebagai !"#$.% !"#$ dide&inisikan sebagai persalinan per vaginam oleh wanita yang sebelumnya melahirkan dengan cara operasi (seksio sesaria). ' TOL setelah seksio sesaria telah diakui sebagai salah satu cara untuk menurunkan jumlah persalinan dengan cara operasi. ( )ebijakan seksio sesaria untuk semua wanita yang memiliki skar pada uterus tidak pernah diterapkan secara luas di *ropa bahkan sekarang ini hal tersebut masih diperdebatkan di #merika +tara., Tahun %-%. $ragin menyatakan bahwa / once a Caesarean, always a Caesarean0. 1ogma ini dianut selama lebih dari .2 tahun dengan pertimbangan adanya skar pada uterus akibat seksio sesaria akan menyebabkan jaringan tersebut terlalu lemah untuk berkontraksi selama persalinan. 1ahulu dogma ini diterapkan oleh #sosiasi Obstetri dan 3inekologi 4ew 5ork sehingga jumlah manajemen pasien obstetri yang sebelumnya pernah diseksio sesaria kemudian diseksio ulang sangat besar. Tahun %-66 jumlah seksio sesaria adalah '78 meningkat sekitar 78 dibandingkan tahun %-92. :anya (8 bayi lahir hidup yang dilahirkan dengan cara per vaginam oleh ibu yang sebelumnya pernah diseksio sesaria. +ntuk membatasi kenaikan jumlah seksio sesaria maka ;nstitusi )esehatan 4asional +< dan American College of Obstetricians and Gynecologists (#$O3) mengeluarkan pernyataan untuk spesialis

1

obstetri agar mendukung TOL pada pasien yang sebelumnya pernah diseksio sesaria.7 =anita di +< telah ditawarkan untuk melaksanakan !"#$ sejak awal tahun %-62. "eberapa tahun kemudian dokter mulai lebih banyak menggunakan insisi transversal segmen rendah ( lowtransverse incision) untuk seksio sesaria dibandingkan insisi vertikal. 1ogma /once a Caesarean, always a Caesarean0 pun mulai dipertanyakan kebenarannya. !"#$ pun menjadi populer di +< terutama pada tahun %--. dimana ( dari %2 wanita yang sebelumnya diseksio sesaria memilih !"#$.. Pada tahun '222 '(8 persalinan di +< adalah dengan cara seksio sesaria. <ekitar (98nya adalah persalinan seksio sesaria ulangan (pernah seksio sesaria sebelumnya) dan sekitar .28nya merupakan elective repeat caesarian delivery (*>$1). )arena seksio sesaria berhubungan dengan tingkat kesakitan yang lebih tinggi dibandingkan persalinan per vaginam maka ditetapkan tujuan kesehatan nasional tahun '2%2 yaitu jumlah seksio sesaria dapat menurun sekitar %78 pada wanita yang baru pertama kali melahirkan melakukan dan .(8 pada wanita <trategi yang yang sebelumnya digunakan telah untuk seksio sesaria.

menurunkan jumlah seksio sesaria adalah dengan meningkatkan persalinan per vaginam setelah seksio sesaria (!"#$) sebagai alternati& *>$1.9 <aat ini !"#$ semakin memegang peranan penting di bidang obstetri. :al ini disebabkan persalinan per vaginam dinilai lebih aman untuk ibu maupun bayinya
6-

karena

memiliki

tingkat

morbiditas yang lebih rendah dan biaya yang lebih ringan dibandingkan dengan cara operasi. 2. Insidensi

2

<ebagian besar indikasi seksio sesaria adalah riwayat persalinan dengan seksio sesaria distosia dan malpresentasi.2 tahun (tahun %--. Pada tahun '222 dan '22% angka seksio sesaria di kanada adalah '% '8.?'22( jumlah !"#$ tersebut mengalami penurunan sebesar . 1i beberapa tempat angka persalinan dengan cara seksio sesaria dan !"#$ berbanding terbalik.7 <elama tahun %--. .tahun) pada tahun '222 adalah wanita berusia '2?'. Pada tahun %--.2?728 wanita dicoba untuk !"#$ tetapi pada tahun '22' jumlah tersebut menurun menjadi '28. didapatkan peningkatan angka !"#$ dan penurunan seksio sesaria sedangkan %--. "erdasarkan tingkat pendidikan !"#$ terbanyak didapatkan pada wanita lulusan universitas dan paling sedikit pada wanita dengan pendidikan tidak sampai <A+.9 1ari data statistik kelahiran di +<# tahun %-6-?%--. Pada tahun '22( persalinan dengan seksio sesaria ulang mengalami peningkatan hampir -28. 1ata statistik tersebut dapat dilihat pada gra&ik dan tabel di bawah ini B %% %' 3 .tahun dan !"#$ paling sedikit pada wanita berusia lebih dari . adalah wanita berusia @%. "erdasarkan usia didapatkan jumlah !"#$ terbanyak pada tahun %--.%2 =alaupun !"#$ telah diterima untuk dipraktekkan namun tingkat pelaksanaannya menurun selama %2 tahun terakhir.?'222 jumlah !"#$ di $ali&ornia menurun dari '(8 (tahun %--. dan '222).) menjadi %78 (tahun '222).(8.#ngka persalinan dengan cara seksio sesaria adalah sekitar %7? '78.

<etelah mengalami penurunan selama tahun %-6-?%--. =alaupun beberapa senter akademik dan rumah sakit besar memiliki tim ini akan tetapi pada rumah sakit yang lebih kecil tidak memiliki dokter anestesi yang diperlukan untuk pelaksanaan !"#$.%! 2'. <elain itu pada tahun %--. ! 1%.7 lebih sulit untuk memenuhi kebutuhan &inansial :al ini juga menyebabkan beberapa dokter obstetri bekerja pada beberapa rumah sakit dijumpai.. #ngka !"#$ yang mengalami peningkatan selama tahun %-6-?%--."! 1&."! 1&! 2 .#$O3 menyatakan bahwa untuk pasien yang akan melaksanakan !"#$ membutuhkan kehadiran dokter obstetri anestesi dan atau sta& yang cakap melakukan seksio sesaria emergensi.%! <umberB 4ational $enter &or :ealth <tatistics 1ari data tahun '22( mengindikasikan bahwa '9 . total seksio sesaria dan seksio sesaria primer meningkat setiap tahun.(! '22% 2#.8 dari seluruh kelahiran di +< berasal dari persalinan seksio sesaria meningkat .%% 1i >umah sakit Oregon didapatkan sekitar %' -8 wanita yang sebelumnya diseksio sesaria melahirkan dengan cara per vaginam pada tahun '22.#! 1&. pelaksanaan pedoman #$O3 lebih sulit dan jumlah !"#$ pun 4 .(8 menjadi %2 .8 dari tahun '22' dan merupakan angka tertinggi yang pernah dilaporkan di +<.#! '222 22. menurun dari . 1ari pengalaman para praktisi komplikasi yang timbul pada pasien !"#$ menyebabkan mereka tidak memperbolehkan pasien yang baru untuk melakukan !"#$.Data Statistik. Cesarean Rate Primar$ Cesarean Rate VBAC USA 1999-2001 %--22. Lebih lanjut lagi sehingga menurun.8 pada tahun '22(.% "eberapa &aktor diduga berperan terhadap terjadinya penurunan jumlah !"#$.

. minggu. #ktivitas ibu pun dibatasi selama . hari dan masa penyembuhan di rumah pun lebih lama. .nsisi vertikal dapat membantu pada kasus emergensi dan untuk melahirkan bayi kembar. Pemberian obat anestesi #nestesi yang diberikan dapat berupa anestesi epidural blok spinal atau anestesi umum. 5 . <eksio sesaria berulang menjadikan operasi ini lebih sulit masa penyembuhan lebih lama karena komplikasi yang timbul semakin besar.nsisi abdomen )etika dibuat insisi abdomen yang baru bekas insisi yang lama biasanya dibuang. c.nsisi transversal lebih cepat sembuh dan secara kosmetik hasilnya lebih baik.nsisi melalui uterus .atan Aasa perawatan di rumah sakit adalah sekitar '?. .'. b. . Terdapat dua tipe insisi abdomen yaitu B insisi transversal dan insisi vertikal.nsisi uterus dimaksudkan untuk membuka uterus agar bayi dapat dilahirkan. *asa Pera.nsisi transversal paling banyak digunakan dengan alasan perdarahannya sedikit terbentuk lebih kuat sehingga resiko robek pada persalinan yang akan datang lebih kecil jika dibandingkan insisi tipe lain. . . a.?.nsisi uterus yang baru ini dapat melewati insisi yang sebelumnya telah ada lebih dan kadang?kadang skar yang tumpangtindih.. Per)edaan Seksio sesaria dan VBAC Seksio Sesaria *ana+emen pada Seksio Sesaria +ntuk melaksanakan seksio sesaria diperlukan ruang operasi dan beberapa tindakan seperti B.

h. e. =aktu persalinan yang diperlukan lebih singkat dibandingkan !"#$ Pada beberapa keadaan seksio sesaria lebih aman untuk ibu dan bayinya )omplikasi jarang terjadi >esiko terjadinya prolaps uteri dan inkontinentia uri lebih kecil dibandingkan !"#$ Pasien tidak merasakan sakit selama persalinan Resiko Seksio Sesaria Berulang <eksio sesaria berulang cukup aman untuk sebagian besar wanita. b. e. a. Pasien dapat menentukan waktu yang nyaman bagi dirinya untuk melaksanakan seksio sesaria. c. a. -euntungan Seksio Sesaria )euntungan seksio sesaria adalah sebagai berikut B. &. &. 6 . <kar uterus klasik <kar uterus vertikal letak rendah yang luas <kar uterus berbentuk T T terbalik atau C >iwayat seksio sesaria multipel sebelumnya Tipe skar tidak diketahui >iwayat ruptur uterus sebelumnya )ehamilan kembar tiga <umber daya rumah sakit terbatas untuk melaksanakan !"#$. b.. d. c. d.ndikasi seksio sesaria adalah sebagai berikut B.Indikasi Seksio Sesaria . g. Tetapi karena seksio sesaria merupakan suatu bentuk operasi mayor dan sama seperti prosedur operasi lainnya maka terdapat resiko baik bagi ibu maupun bayinya.

<eksio sesaria biasanya kurang beresiko untuk bayi dibandingkan persalinan per vaginam. :isterektomi dan masalah plasenta >esiko untuk dilakukannya histerektomi setelah seksio sesaria berulang sama besar dengan resiko !"#$. :al ini akan menimbulkan masalah untuk pelaksanaan persalinan per vaginam di kemudian hari. Tetapi ada beberapa resiko yang cukup potensial untuk bayi yaitu B.>esiko seksio sesaria untuk ibu adalah sebagai berikut B. Plasenta akreta (plasenta menempel terlalu dalam pada dinding uterus) merupakan alasan yang biasa digunakan untuk melaksanakan seksio sesaria. )onstipasi sementara Operasi dapat memperlambat &ungsi usus besar selama beberapa hari. b. a. Aasalah pernapasan 7 . a. d.n&eksi Aisalnya in&eksi uterus maupun organ terdekat seperti vesika urinaria atau ginjal lebih sering terjadi dibandingkan dengan persalinan per vaginam. )ehilangan darah. :al ini dapat menimbulkan perdarahan yang sangat banyak dan terkadang hanya dapat dihentikan dengan cara histerektomi. :al ini dapat menyebabkan bengkak dan rasa tidak nyaman. 1inding uterus menjadi lemah <etelah penyembuhan insisi uterus akan meninggalkan skar pada dinding uterus. . c. e. <ekitar (8 kasus memerlukan trans&usi. <elama operasi jumlah darah yang hilang bisa ' kali lebih banyak dibandingkan dengan persalinan per vaginam.

Pada beberapa keadaan lebih aman "iaya lebih mahal 8 . c. :al ini terjadi karena paru?paru bayi yang terlalu basah. <ebagai akibatnya hantaran oksigen ke bayi menjadi menurun sehingga p: darah bayi akan menurun pula (asiditas meningkat). "ayi yang dilahirkan prematur cenderung memiliki berat badan lahir rendah dan kesulitan bernapas. lebih lama dan membutuhkan beberapa hari untuk kembali normal. -euntungan 1apat menentukan waktu operasi. <ecara ringkas keuntungan dan kerugian seksios sesaria berulang dapat dilihat pada tabel di bawah ini B. Luka operasi =alaupun jarang terjadi secara tidak sengaja bayi dapat terkena instrumen selama operasi. d. Prematuritas :al yang penting dalam seksio sesaria adalah menentukan usia kehamilan secara akurat atau memeriksa cairan amnion untuk menentukan maturitas paru?paru bayi."ayi yang dilahirkan dengan seksio sesaria lebih sering mengalami takipnea transien. 4ormalnya cairan di dalam paru?paru? paru bayi keluar akibat tekanan selama pergerakan melalui jalan lahir tetapi pada seksio sesaria hal ini tidak terjadi. #nestesi umum kadang?kadang dapat menyebabkan depresi pernapasan pada bayi. Cika diperlukan bayi diberikan medikasi untuk mengatasi e&ek obat anestesi yang diberikan. >asa sakit dan lelah setelah operasi =aktu persalinan lebih singkat. :al ini berlangsung sementara. b. *&ek anestesi "iasanya obat anestesi menyebabkan tekanan darah ibu menjadi rendah. -erugian Aasa perawatan di rumah sakit satu hari lebih lama.

. VBAC *ana+emen VBAC 1engan !"#$ kehamilan ditangani hampir sama seperti kehamilan lainnya.atan VBAC 9 . *asa Pera. Pasien menunggu tanda persalinan pertama di rumah dan kemudian baru dibawa ke rumah sakit.. Pasien dijadwal secara rutin untuk diperiksa oleh dokter. <eksio sesaria berulang menjadikan )omplikasi jarang terjadi persalinan per vaginam yang akan datang lebih beresiko.untuk ibu dan bayi. >esiko untuk bayi jarang tetapi resiko yang potensial adalah masalah pernapasan dan prematuritas. inkontinentia uri lebih kecil walaupun hanya sedikit bukti yang mendukung hal ini. Pada dasarnya wanita tersebut akan menjalani proses yang sama dengan wanita lain yang menjalani persalinan per vaginam.bu tidak merasakan sakit selama operasi. "eberapa rumah sakit menyediakan kelas khusu untuk wanita yang memilih !"#$. . :al yang perlu dipastikan adalah tersedianya instrumen dan sta& untuk melaksanakan seksio sesaria emergensi jika diperlukan.. .bu tidak memiliki pengalaman selama persalinan >esiko terjadinya prolaps uteri dan Perlu menunggu lebih lama untuk berdekatan dengan bayi dan mulai menyusui. . >esiko histerektomi meningkat seiring jumlah seksio sesaria yang telah dijalani. =anita yang memilih !"#$ akan menjalani percobaan persalinan (TOL).

-ontraindikasi VBAC -ontraindikasi VBAC )ontraindikasi !"#$ adalah sebagai berikut B( . e. Aasa perawatan di rumah sakit adalah selama '?( hari termasuk saat persalinan. anestesi sta& yang cakap atau misalnya plasenta previa -euntungan VBAC Cika !"#$ berhasil maka akan diperoleh berbagai keuntungan seperti B 10 . c. g. <elain itu masa pemulihan di rumah akan lebih singkat dan menyusui dapat dilakukan lebih dini.+mumnya masa perawatan wanita yang menjalani !"#$ akan lebih singkat dibandingkan dengan operasi.%( a.. #danya skar uterus klasik atau T? shaped atau operasi trans&undal uteri sebelumnya Pelvis sempit :isterotomi atau miomektomi sebelumnya yang masuk ke dalam kavum uteri >iwayat ruptur uteri sebelumnya #danya kontraindikasi persalinan atau malpresentasi (letak lintang) Tidak ada dokter obstetri &asilitas =anita yang menolak !"#$ dan memilih *>$1. &. d. b. Indikasi VBAC <emua wanita yang sebelumnya pernah diseksio sesaria dapat memilih !"#$ kecuali jika didapatkan kontraindikasi.

( %( d. Cika !"#$ tidak berhasil maka harus dilakukan seksio sesaria emergensi dan tindakan ini meningkatkan resiko bagi ibu dan bayi. c. e. %( b. )omplikasi serius selama !"#$ jarang terjadi tetapi masalah dapat saja timbul bahkan dapat menjadi &atal. .( ..28. Aasalah yang mungkin dihadapi adalah sebagai berikut B a. :al ini didapatkan dari hasil studi komprehensi& yang dilakukan oleh National Health Institute of Child Health dan Human Health.a. Aasa perawatan di rumah sakit lebih pendek dan biasanya tidak terjadi peningkatan morbiditas perinatal.( .. <kar yang telah ada meregang. Resiko VBAC >esiko !"#$ relati& rendah tetapi sedikit lebih tinggi dibandingkan seksio sesaria berulang. )omplikasi yang sering timbul dari tindakan ini adalah in&eksi uterus. <elain itu trans&usi darah dan in&eksi postpartum lebih sedikit( . !"#$ tidak berhasil. %( 1ari segi ekonomi biaya !"#$ lebih murah dibandingkan seksio sesaria. %( #kan tetapi biaya !"#$ dapat menjadi lebih mahal karena persalinan yang lama atau adanya komplikasi yang signi&ikan. b. Aemberikan kepuasan emosional bagi ibu.%. )adang?kadang skar yang telah ada sebelumnya terbuka sebagian tanpa menyebabkan perdarahan atau masalah untuk evelopment of the National Institutes of 11 ..ni merupakan komplikasi yang paling sering terjadi yaitu sekitar '2?. #man angka kesakitan akan lebih kecil jika dibandingkan dengan seksio sesaria ulang. 1apat lebih dini berdekatan dengan bayi dan memberikan #<.

:al ini jarang terjadi pada !"#$ yang berhasil dibandingkan seksio sesaria. . <eperti persalinan per vaginam lainnya !"#$ dapat menyebabkan regangan otot dasar pelvis yang menyokong uterus. :al ini akan menyebabkan uterus dan vesika urinaria turun. ( =anita dengan !"#$ memiliki resiko ruptur uteri ( kali lipat dibandingkan seksio sesaria kedua. *ndometritis. !"#$ yang gagal akan memberikan dampak emosional bagi ibu. h. *mosional. >uptur uteri >uptur uteri dapat mengancam kehidupan ibu maupun bayinya. "eberapa tahun kemudian hal ini dapat menyebabkan inkontinentia uri atau prolaps uterus. Tetapi resiko endometritis pada !"#$ yang gagal lebih besar dibandingkan seksio sesaria. d. %7 *ndometritis merupakan in&lamasi dan in&eksi pada endometrium yang disebabkan karena bakteri yang normalnya terdapat pada vagina masuk ke dalam uterus.*)%.%. :ipoksik iskemi ense&alopati (:. &.bayi. %7 )ematian bayi%. "iasanya akan menyembuh sendiri dengan baik tanpa operasi. c.nsidensinya sekitar 2 %8. Aasalah pada dasar pelvis. e. g. >esiko ruptur tertinggi adalah pada !"#$ yang diinduksi 12 . =anita yang sebelumnya telah dua kali diseksio sesaria memiliki resiko ruptur uteri ( kali lipat dibandingkan wanita yang hanya satu kali diseksio sesaria.

a.bu akan kehilangan darah terkena in&eksi dan beberapa kasus memerlukan histerektomi bahkan meninggal. Penggunaan prostaglandin seperti misoprostol (#rthrotec $ytotec) atau gel prostaglandin (Prepidil $ervidil) meningkatkan resiko ruptur uteri.nterval yang kurang dari %6?'. Terjadinya ruptur uteri tergantung tipe jumlah dan lokasi insisi sebelumnya yaituB. >esiko ruptur uteri @ %8 . .dengan prostaglandin *' dimana angka ruptur uteri 7 ' per %222 !"#$ tanpa induksi prostaglandin menjadi 9 9 per %222 jika diinduksi dengan prostaglandin. .%.nduksi persalinan dengan oksitosin tidak memperlihatkan peningkatan resiko secara langsung.nsisi seksio sesaria yang hanya dilekatkan pada satu lapisan sehingga skar yang terbentuk tidak kuat. diwaspadai Tetapi karena penggunaan memiliki e&ek oksitosin yang juga sama harus dengan prostaglandin. c. >uptur uteri menimbulkan komplikasi yang serius baik bagi ibu maupun bayi. b.8 =anita dengan % low-transverse uterine scar ' previous low-transverse uterine scars low vertical scar yang sampai pada uterus bagian atas <kar uterus klasik low vertical scar yang tidak sampai ke uterus bagian atas '8 Daktor?&aktor yang dapat meningkatkan resiko ruptur uteri adalah sebagai berikut B.8 98 .nterval waktu antara !"#$ dengan seksio sesaria sebelumnya singkat. 13 . bulan dapat meningkatkan resiko terjadinya skar uteri sebesar '?( kali. . . .

( .( kriteria?kriteria yang dapat digunakan untuk memilih calon !"#$ B( =anita dengan satu atau dua low-transverse uterine incision <ecara klinis pelvisnya cukup besar 14 . !"#$ dapat dijadikan pilihan jika ingin memiliki keluarga besar. -riteria Calon VBAC <ebagian besar pasien dengan low-transverse uterine incision akibat operasi sebelumnya dan tidak memiliki kontraindikasi persalinan per vaginam dapat melaksanakan TOL. Penyembuhan lebih cepat baik di rumah sakit maupun di rumah.<edangkan beberapa in&ant akan meninggal atau hidup dengan gangguan neurologis akibat kerusakan otak. tetapi resiko ruptur uteri meningkat sejalan dengan jumlah insisi uterus sebelumnya. >asa sakit setelah melahirkan lebih ringan pulih. "iaya yang dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan seksio sesaria. =anita dengan dua low-transverse uterine incision juga masih dapat dipertimbangkan untuk melaksanakan TOL "erikut ini a. )alau terjadi maka dapat -erugian !"#$ dapat gagal sekitar '2?. Cadwal !"#$ tidak dapat ditentukan (berbeda dengan seksio sesaria) >esiko ruptur uteri walaupun kecil tetapi lebih tinggi dibandingkan seksio sesaria +terus dapat ruptur walau jarang terjadi (@%8). %( keuntungan dan kerugian dari !"#$ dapat energi dan daya tahan tubuh lebih cepat menimbulkan komplikasi yang serius. <ecara ringkas dilihat pada tabel berikut B. b. -euntungan Pada !"#$ yang berhasil lebih aman dibandingkan seksio sesaria berulang resiko in&eksi kehilangan darah lebih kecil e&ek anestesi dapat dihindari. <ecara emosional !"#$ memberikan kepuasan dibandingkan seksio sesaria.28 sehingga membutuhkan seksio sesaria emergensi yang memiliki resiko sedikit lebih tinggi dibandingkan seksio sesaria yang telah direncanakan sebelumnya. #.

>uptur uteri jarang terjadi tetapi hal ini merupakan resiko besar dari !"#$ untuk pasien dengan skar pada uterusnya.c. !ow verti"al incisions .nsisi pada uterus akibat seksio sesaria sebelumnya akan meninggalkan skar dengan bentuk sesuai dengan tipe insisi tersebut. Daktor?&aktor tersebut yaitu B. Tidak terdapat skar uterus yang lain atau tidak ada riwayat ruptur sebelumnya Terdapat dokter obstetri anestesi dan orang yang cakap melakukan seksio sesaria emergensi +ntuk menentukan cara persalinan (seksio sesaria atau !"#$ harus memperhatikan beberapa &aktor. !ow transverse incisions .nsisi uterus memiliki . b. <ebagian besar wanita dengan skar ini aman untuk melakukan !"#$. Tipe ini dibuat dengan cara membuat garis horisontal melewati bagian bawah uterus.nsisi ini dibuat ke arah atas dan bawah uterus mirip insisi klasik tetapi letaknya lebih rendah dan lebih jarang robek (kurang dari %8) dibandingkan insisi vertikal yang dibuat lebih tinggi pada uterus. Cika seorang wanita pernah mendapatkan insisi vertikal ia dapat aman melakukan !"#$ jika skar pada uterus tersebut letaknya tidak terlalu tinggi. Tipe ini membentuk skar yang lebih kuat sehingga kemungkinan ruptur lebih kecil (kurang dari %8). tipe yaitu B a. %9 %. c. . Classical incisions 15 . <kar dari beberapa tipe insisi memiliki resiko besar terjadinya robekan selama persalinan. Tipe insisi uteri . d.nsisi ini merupakan tipe terbanyak digunakan pada seksio sesaria.

.?-8) selama persalinan. 1ahulu tipe ini merupakan satu?satunya insisi yang dipergunakan tetapi sekarang sudah sangat jarang dipakai. #-shaped inverted #-shaped dan $-shaped incisions . d. Tipe insisi ini tidak direncanakan untuk dipakai sebelumnya. Cika seorang wanita memiliki skar tipe ini dijadikan pilihan persalinan. .nsisi vertikal ini dibuat lebih atas pada uterus dimana pada letak ini lebih banyak bagian ototnya. maka !"#$ tidak dapat 16 . Cika seorang wanita memiliki skar tipe ini maka !"#$ tidak dapat dijadikan pilihan persalinan.nsisi klasik menyebabkan resiko timbulnya robekan (.nsisi ini dipakai pada kasus emergensi atau jika ditemukan masalah pada saat persalinan.

.'. (. "esar pelvis Cika pelvis tidak cukup besar untuk mengakomodasikan kepala bayi maka persalinan per vaginam tidak mungkin dilakukan. #lasan seksio sesaria sebelumnya Cika alasan seksio sebelumnya adalah adanya in&eksi atau bunyi jantung &etus yang buruk dan hal tersebut tidak ditemukan saat ini maka keberhasilan !"#$ sama dengan wanita yang belum pernah diseksio sesaria. >iwayat persalinan per vaginam sebelumnya #danya riwayat persalinan per vaginam yang berhasil (minimal % kali) sebelum atau sesudah seksio sesaria akan memperbesar tingkat keberhasilan !"#$. Tetapi jika alasan seksio sesaria sebelumnya karena persalinan yang sulit atau serviks tidak cukup berdilatasi sehingga bayi tidak dapat lewat maka keberhasilan !"#$ akan menjadi kurang baik. Cika seksio sesaria sebelumnya dilakukan dengan alasan bayi tidak dapat turun melalui jalan lahir tidak berarti 17 . .

)esehatan ibu Cika seorang ibu menderita diabetes penyakit jantung tekanan darah tinggi atau herpes genitalis maka persalinan per vaginam dapat beresiko bagi ibu maupun bayinya. 9.!"#$ tidak dapat dilaksanakan. Cika seorang wanita mengandung tiga bayi maka !"#$ tidak dapat dilaksanakan. Cika bayi tetap berada dalam posisi abnormal maka diperlukan seksio sesaria. "ayi selanjutnya mungkin dapat memasuki pelvis dengan lebih baik. #da kecenderungan dimana wanita yang telah diseksio sesaria dengan indikasi distosia secara otomatis akan melakukan operasi ulangan untuk persalinan selanjutnya. <elain itu untuk menentukan apakah seorang wanita dapat melaksanakan !"#$ dapat dipakai sistem skoring yang telah 18 . "ayi dengan presentasi bokong kaki atau lintang kadang? kadang dapat berhasil dirotasikan menjadi letak kepala dengan versi luar. Tetapi karena persalinan bayi kembar lebih sulit beberapa wanita dan dokter lebih memilih seksio sesaria. 1iagnosis medisnya juga dapat termasuk persalinan lama dan sulit gagalnya kemajuan persalinan (serviks tidak berdilatasi sampai %2cm) disproporsi se&alopelvis ($P1) atau bayi besar/panggul sempit. )ehamilan ganda Cika kedua bayi berada pada posisi letak kepala !"#$ aman untuk dipilih. 7. #sma dan anemia juga dapat menimbulkan resiko tergantung dari beratnya gejala. 1istosia <alah satu alasan utama seksio sesaria adalah distosia. ..

?'2 B . B %. (. '. >esiko rendah >esiko sedang ekstensi&) >esiko tinggi B 2?7 (tidak boleh dilakukan !"#$). >iwayat persalinan per vaginam c. )eadaan serviks pada saat diperiksa e. "atasan nilainya adalah sebagai berikut B%6 %. #lasan seksio sesaria sebelumnya selain lambatnya kemajuan persalinan d.diterapkan salah satunya di %lmhusrst Hospital Center. +mur ibu b. cm pada saat diperiksa <istem skoring ini mengidenti&ikasi calon !"#$ menjadi resiko rendah sedang dan tinggi. )riteria penilaian sistem ini berdasarkanB%a.%. 1ilatasi serviks lebih dari .?%7 (calon yang baik untuk (perlu konseling yang !"#$) <istem skoring !"#$ dapat dinilai pada tabel berikut B%6 19 .

oring s$stem/01 SC2R3 2 42R 3AC5 I63* Past7 % cesarean '?layer closure $esarean more than ' years ago $esarean not due to $P1 Term vaginal birth Present7 <ingleton $ephalic Detal weight less than ( 722 g *Epect spontaneous labor Aaternal weight less than %92 lbs Twins (both cephalic) "reech Detal weight ( 722? .?%7 pointsG high riskB 2?7 points I <core 2 &or each item you cannot document &rom history.VBAC risk s. Dlamm A1 dan #nn A. +ntuk menentukan keberhasilan persalinan pervaginam setelah seksio sesaria (!"#$) dalam suatu penelitian observasional yang melibatkan 72'' pasien "ruce L.?'2 pointsG medium riskB . 722 g *Epect labor will need augmentation Aaternal weight %9%? '72 lbs Twins (only &irst cephalic) Other presentations Detal weight above . 722 g *Epect labor will need to be induced Aaternal weight above '72 lbs ' cesareans '?layer closure with postoperative &ever $esarean %?' years ago $esarean per&ormed due to dystocia Premature vaginal birth Aore than ' cesareans %?layer closure $esarean less than % year ago $esarean per&ormed due to $P1 4o vaginal birth SC2R3 1 42R 3AC5 I63* SC2R3 I63* 42R 3AC5 $P1 F cephalopelvic disproportionG !"#$ F vaginal birth a&ter cesarean HLow riskB %. 3eiger Ph1 membuat #dmission <coring <ystem berikutB 20 .

:asil yang 21 .8 kemungkinan persalinan pervaginam (1ikutip dariB )lein 3:. 4ilai ( J 6 B 72 J -. $ommentary and reviewB vaginal birth a&ter cesarean deliveryB an admission scoring system). >osen et al mempublikasikan meta?analisis . persalinan per vaginam dimana '( diantaranya adalah ibu yang sebelumnya pernah diseksio sesaria. studi pada tahun %--2 yang melibatkan %2%7 wanita. 978 !"#$ dari wanita tersebut berhasil dan wanita yang pernah ' kali diseksio sebelumnya memiliki tingkat keberhasilan !"#$ lebih rendah (28..-8 4ilai 6 J %2B -78 kemungkinan persalinan pervaginam kemungkinan persalinan pervaginam. %.%2 Terdapat beberapa studi yang melaporkan mengenai !"#$. 6ingkat -e)erhasilan VBAC Pada tahun %-'( <chell pertama kali melaporkan (.nterpretasiB 4ilai 2 J ' B .

=anita yang sebelumya pernah melahirkan dengan cara per vaginam sebelum maupun sesudah diseksio sesaria memiliki tingkat keberhasilan !"#$ yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang belum pernah melahirkan per vaginam. Aenurut <O3$ (&ociety of Obstetricians and Gynecologists of Canada) angka pada keberhasilan pengetahuan !"#$ dan bervariasi perilaku dari 72?678 dan bergantung !"#$ pengguna penyedia kesehatan. Tetapi secara keseluruhan tingkat keberhasilan 72?978 untuk wanita Aenurut #$O3 !"#$ memiliki yang pernah diseksio sebanyak ' kali walaupun resiko ruptur uteri lebih dari %8.8. 1ari studi %99. a.sama dilaporkan oleh Ailler et al.2?628 dapat melahirkan dengan cara per vaginam. ' ( 1ari hasil studi cohort prospekti& didapatkan tingkat keberhasilan !"#$ . Daktor?&aktor yang dapat meningkatkan keberhasilan !"#$ adalah sebagai berikut B. wanita yang melaksanakan tingkat keberhasilan secara keseluruhan adalah 9. "eberapa wanita yang sebelumnya diseksio sesaria karena distosia dapat melahirkan per vaginam dengan aman tanpa kesulitan.9?6. >esiko ruptur skar uteri pada wanita yang pernah ' kali diseksio meningkat sebanyak ( kali lipat.. 1ari studi prospekti& yang menganalisis %(2 wanita dengan ' kali seksio sebelumnya melaporkan terjadinya ruptur skar uteri sebanyak ' kasus.8 dengan rata?rata 628.( Tingkat keberhasilan !"#$ dipengaruhi oleh berbagai &aktor.dari seluruh wanita yang mencoba !"#$ sekitar . :anya terdapat satu low transverse uterine scar 22 . %2 %( '2 Tingkat keberhasilan persalinan per vaginam pada pasien yang sebelumnya diseksio hampir sama dengan pasien yang belum pernah diseksio sesaria.

Daktor?&aktor yang dapat menurunkan keberhasilan !"#$ adalah sebagai berikut B.2 minggu c. +sia ibu misalnya lebih dari . . '. Persalinan berlangsung spontan pada usia gestasi (9?. #lasan e. #danya low vertical scar c. Tingkat keberhasilan !"#$ bervariasi tergantung indikasi seksio sesaria sebelumnya Cumlah persalinan yang diinduksi lebih tinggi pada seksio sesaria berulang dibandingkan persalinan spontan. riwayat bank persalinan darah tim vaginam dan berhasil yang sebelumnya.bu dan bayi dalam keadaan sehat dan kemajuan selama kehamilan berlangsung normal d. +mur kehamilan misalnya lebih dari . "ayi kembar i. Telah menjalani seksio sesaria lebih dari satu kali b.2 minggu e.2 tahun d. . #da seksio sesaria sebelumnya per tidak ditemui yang saat persalinan per vaginam saat ini.b. +kuran bayi h.1iabetes g. .bu obesitas &. Pedoman VBAC 7 8 Pearls +ntuk mengetahui keberhasilan !"#$ digunakan pedoman yang dikenal dengan 6 pearls yang terdiri dari B'% %.Tersedia operasi anestesi diperlukan. a.nduksi persalinan &. &. 23 .

bulan atau lebih baik lagi %7 bulan setelah seksio sesaria jika merencanakan !"#$ untuk persalinan selanjutnya. bulan akan meningkatkan resiko ruptur uteri.n&ormed dokumentasi merupakan bagian yang penting pada pelaksanaan !"#$.(. Prostaglandin sebaiknya tidak digunakan untuk mendilatasikan serviks atau induksi persalinan. )einginan untuk melaksanakan !"#$ sebaiknya dinyatakan dengan jelas dan dokumentasi skar uteri sebelumnya sebaiknya ditandai secara jelas dalam rekam prenatal.. 6.bu obesitas dan makrosomia pada &etus menurunkan tingkat keberhasilan. 24 . 7.. 9.nterval persalinan %6?'. . >esiko ruptur uteri 7 kali lebih rendah jika memiliki riwayat persalinan per vaginam sebelum maupun sesudah seksio sesaria. . +ntuk persalinan yang aman setelah seksio sesaria wanita tersebut sebaiknya melahirkan di rumah sakit dimana seksio sesaria dapat dilaksanakan sewaktu?waktu jika diperlukan. (. =anita sebaiknya tidak hamil dalam waktu minimal .nduksi dengan oksitosin berhubungan dengan peningkatan resiko ruptur uteri tetapi oksitosin dapat digunakan secara bijaksana untuk membantu persalinan. '. (. Pastikan tidak ada kontraindikasi wanita dengan % transverse low-segment section sebaiknya ditawarkan untuk melaksanakan TOL dengan diberikan penjelasan consent mengenai sebagai resiko dan keuntungannya. . . Rekomendasi >ekomendasi <O3$ secara umum untuk pelaksanaan !"#$ adalah sebagai berikutB%( '2 %. <eksio sesaria lebih dari % kali meningkatkan resiko ruptur uteri . .

%%.<elain itu dokter obstetri anestesi pediatri dan sta& ruang operasi juga tersedia di rumah sakit. Prostaglandin *% (misoprostol) dikaitkan dengan resiko tinggi terjadinya ruptur uteri dan sebaiknya tidak digunakan sebgai bagian TOL setelah seksio sesaria %'.. <etiap rumah sakit sebaiknya memiliki kebijakan tertulis untuk dokter yang bertanggungjawab terhadap adanya kemungkinan seksio sesaria emergensi. . 6. Aonitoring &etal secara elektronik kontinyu pada wanita yang melaksanakan TOL direkomendasikan. Pada kasus TOL setelah seksio sesaria yang memakan waktu sampai (2 menit sebaiknya dipertimbangkan untuk dilakukan laparotomi emergensi. %2.. Pemberian oksitosin bukan merupakan kontraindikasi -.nduksi medis dengan oksitosin dapat dikaitkan dengan resiko ruptur uteri dan sebaiknya digunakan dengan hati?hati setelah diberikan konseling yang memadai. )ateter &oley dapat digunakan dengan aman untuk membuka servik pada wanita yang melaksanakan TOL setelah seksio sesaria %(.nduksi medis dengan prostaglandin *'(dinoprostone) dikaitkan dengan peningkatan resiko ruptur uteri sebaiknya tidak digunakan kecuali pada kasus?kasus tertentu dan setelah diberikan konseling. 9. 1ata yang tersedia menyatakan bahwa TOL pada wanita dengan lebih dari sekali seksio sesaria dapat berhasil tetapi terjadi peningkatan resiko terjadinya ruptur uteri. <uspek ruptur uteri memerlukan perhatian dan laparotomi untuk menurunkan morbiditas dan mortalitasi ibu dan bayi. . 25 . . . 7.

)ehamilan ganda bukan merupakan kontraindikasi TOL setelah seksio sesaria. #da beberapa hal yang harus diwaspadai dalam melaksanakan !"#$ yaitu kemungkinan adanya skar uterus yang tidak diketahui insisi uterus vertikal letak rendah mal&ormasi uterus interval waktu melahirkan terlalu dekat memerlukan induksi persalinan belum pernah melakukan persalinan per vaginam sebelumnya kehamilan ganda suspek makrosomia ibu obesitas bayi lewat bulan umur ibu yang telah lanjut dan kemungkinan memerlukan versi luar.%. <edangkan kontraindikasi !"#$ adalah insisi uterus klasik atau T?shaped insisi uterus multipel riwayat ruptur uterus sebelumnya panggul sempit adanya kontraindikasi persalinan pervaginam seperti plasenta previa dan letak lintang. 26 . !"#$ dapat dilaksanakan pada wanita dengan low-transverse cesarean section sebelumnya secara klinis pelvis cukup besar Tidak ada skar uterus yang lain. <etiap menawarkan sebelumnya pelayanan persalinan pernah obstetri per diseksio di rumah sakit !"#$ sebaiknya yang sebaiknya vaginam sesaria. -3SI*P9:A. +ntuk pelaksanakan !"#$ diperlukan berbagai komponen yaitu dokter obstetri personil yang ahli menginterpretasikan letak &etus selama persalinan dokter anestesi dokter yang dapat melakukan seksio sesaria emergensi serta &asilitas lain seperti alat untuk monitoring denyut jantung &etus secara kontiyu.. untuk wanita dipertimbangkan untuk wanita yang tidak memiliki kontraindikasi.

pd= '.Kprint.gov/1#</O:PP>/><$:/docs/<)a. :odnett and C. *nkin A. 1uley *.mayocli&ic.shtml (.com/med/topic*2*2.com/birthtre&ds.3ov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm4522a*.html elivery #vailable at 'aginal (irth After Cesarean http://www. #vailable at http://www. $rowther L. :o&meyr.medterms.cdc.DA46AR P9S6A-A %.asp?article6ey=47+8 27 .justmommies.com/health/vbac/ 9.L'222 #vailable at http://www.$. 'aginal (irth After Cesarean (irth --.(srch_typ=NA/_0!"%1 . efinition of '(AC #vailable at www.com/search/article_display.California %--. +lanning a &uccessful '(AC )vaginal birth after cesarean* #vailable at http://www.cfm? path=\\TANQ !"A#\$_%o&te&t'tem(mstr=/$_%o&te&t'tem/) ))*%T)+. Labor and birth after previous cesarean 7.ht m 6. )eirse C..4.com/script/mai&/art. A. 'aginal (irth After +revious Caesarean elivery #vailable at http://www. 'aginal (irth After Caesarean &ection )'(AC* #vailable at httpB//www. 'aginal (irth After C-&ection #vailable at http://www.vbac.'%. 4ielson $.html(soc=A%-.emedici&e.C.medem.oregon..com/articles/vbac.htm .

asp? A'A=*.& (irth #rends %-6-?'22( #vailable at http://www.so3c. 'aginal prague%---sinha?arulkumaran.html %(.html %'.htm 28 . &tudy #vailable at http://www. :O4 ? News 'aginal elivery After Caesarean Carries anger elivery !ow..or3/3uideli&es/pdf/9-.ollowing -C& #vailable at www.or3.html %6.4:martel: %<.vbac.vbac.vbac.obgyn.html %.com/birthtre&ds.com/hottopic/fi&alusbirthtre&ds=.ch/News/10N/458*52..pdf %%. ystocia and '(AC #vailable at http://www.rom !abor After +rior Caesarean /eports #vailable at httpB//www.com/cs/vbac/a/aa.. !aginal "irth #&ter Previous $aesarean "irth #vailable at www.about.&>/&ews/&>fp/Au3=.com/dystocia. /is"s .net/&irstcontroversies/ %2.-. 'aginal delivery after caesarean section triples ris" of uterine rupture #vailable at http://bmj.r&>c3p. Guidelines for 'aginal (irth After +revious Caesarean (irth .vbac.ob3ma&a3eme&t.com/hottopic/vbacrisksarelow.2/+@ %9. #vailable at www.com/article_pa3es.*. (irth #rends #vailable at http://www.html %7.+7@.8.*.. 1eborah Cose&son. .bmjjour&als. #..*/?el3rave_Au3..%:feb:.=( 'AF %-. <inha <.ho&. '(AC &coring #vailable at http://pre3&a&cy.pdf %.inal . #rulkumaran.doc elivery .com/c3i/co&te&t/full/*=*/8*. &coring patients for '(AC #vailable at http://www.

ob3ma&a3eme&t.'2.com/article_pa3es.bmjjour&als. 'aginal (irth After +revious Caesarean (irth #vailable at http://bmj.asp? A'A=**.com/c3i/co&te&t/full/*=*/8*. +reserving the '(AC alternative01 pearls #vailable at http://www.2/+@ '%.8( 'A 29 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful