P. 1
SASTRA

SASTRA

|Views: 419|Likes:
Published by Nanang Suwandana

More info:

Published by: Nanang Suwandana on Nov 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2015

pdf

text

original

SASTRA: RINGKASAN CIRI-CIRI KARYA SASTRA TIAP ANGKATAN

Oleh danriris pada Artikel, Sastra. Ditandai:ciri-ciri periode sastra, Sastra. 29 Komentar

Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka Berbicara tentang pertentangan adat dan kawin paksa, dominasi orang tua dalam perkawinan. Gaya penceritaan terpengaruh oleh sastra Melayu yang mendayu-dayu, masih menggunakan bahasa klise seperti peribahasa dan pepatah-petitih. Karya-karya yang diterbitkan Balai Pustaka diharuskan memenuhi Nota Rinkes yang berbunyi: didaktis, serta netral agama dan politik. Ciri-ciri Angkatan Pujangga Baru Menampilkan nasionalisme Indonesia,. memasuki kehidupan modern, menampakkan kebangkitan kaum muda. Banyak terpengaruh oleh Angkatan 1880 di Negeri Belanda, sehingga puisi-puisinya banyak yang berbentuk soneta. Pada masa ini terjadi polemik yang seru antartokoh-tokohnya. Sutan Takdir Alisyahbana berorientasi ke barat yang intelektualistik, individualistuik dan materialistik, punya idealisme tinggi akan kemajuan iptek/sains dan dunia. Sanusi Pane berorientasi ke timur (India, Timur Tengah, Cina) yang spiritualistik, mementingkan olah ruhani. Kemudian Armijn Pane, Amir Hamzah, Kihajar Dewantara, yang lebih menginginkan adanya sintesis barat yang sifistikated dan timur yang sufistik. Ciri-ciri Sastra Masa Masa Jepang dan Angkatan 45 Bicara tentang kegetiran nasib di tengah penjajahan Jepang yang sangat menindas, menampilkan cita-cita merdeka dan perjuangan revolusi fisik. Pada masa Jepang untuk berkelit dari sensor penguasa, berkembang sastra simbolik. Muncul ungkapan-ungkapan yang singkat-padat-bernas (gaya Chairil Anwar dalam puisi) dan kesederhanaan baru dengan kalimat pendek-pendek nan lugas (gaya Idrus dalam prosa fiksi/sketsa). Sastra dekade 50-an Memantulkan kehidupan masyarakat yang masih harus terus berjuang dan berbenah di awal-awal masa kemerdekaan. Disebut juga Generasi Kisah (nama majalah sastra). Di masa ini sastra Indonesia sedang mengalami booming cerpen. Juga marak karya-karya teater dengan tokohnya Motenggo Boesye, Muhammad Ali Maricar, W.S. Rendra (sekarang Rendra saja).Mulai tumbuh sarasehan-sarasehan sastra terutama di kampus-kampus. Sastra Angkatan ‘66 Menegakkan keadilan dan kebenaran bnerdasarkan Pancasila dan UUD 45, menentang komunisme dan kediktatoran, bersama Orde Baru yang dikomandani Jendral Suharto ikut menumbangkan Orde Lama, mengikis habis LEKRA dasn PKI. Sastra Angkatan ‟66 berobsesi menjadi Pancasilais sejati. Yang paling terkenal adalah “Tirani” dan “Benteng” antologi puisi Taufiq Ismail. Hampir seluruh tokohnya adalah pendukung utama Manifes Kebudayaan yamng sempat berseteru dengan LEKRA. Dekade 70-an – 80-an Penuh semangat eksperimentasi dalam berekspresi, merekam kehidupan masyarakat yang penuh keberagaman pemikiran dan penghayatan modernitas. Muncul para pembaharu sastra Indonesia dengan karuya-karyanya yang unik dan segar seperti Sutarji Calzoum Bachri dan Yudhistira Ardi Noegraha dalamm puisi, Iwan Simatupang dan Danarto dal;am prosa fiksi, Arifin C. Noer dan Putu Wijaya dalam teater. Sastra Mutakhir (Dekade 90-an dan Angkatan 2000) Memasuki era Reformasi yang sangat anti KKN dan praktik-praktik otoriter, penuh kebebasan ekspresi dan pemikiran, mengandung renungan religiusitas dan nuansa-nuansa sufistik. Menampilkan euforia menyuarakan hati nurani dan akal sehat untuk pencerahan kehidupan multidimensional. Taufiq Ismail yang pernah terkenal sebagai tokoh sastra Angkatan ‟66 ikut mengawal Reformasi dengan bukunya antologi puisi “Malu Aku Jadi Orang Indonesia” (MAJOI). Di samping menampilkan sanjak-sanjak peduli bangsa (istilah yang diusung rubrik budaya Republika) dan karya-karya reformasi yang anti penindasan, gandrung keadilan, berbahasa kebenaran (sesuai Sumpah Rakyat 1998), muncul pula fenomena kesetaraan gender yang mengarah ke woman libs sebagaimana tercermin dalam

tokoh-tokohnya: a. Motenggo Boesye. Abdul Muis dengan karyanya roman “Salah Asuhan”. Sutan Takdir Alisyahbana. Karya sastra pada masing-masing angkatan/periode memiliki ciri-ciri tertentu. e. Periodisasi adalah pembagian kronologi perjalanan sastra atas masanya. Dimulai dari masa Balai Pustaka. Sastra Angkatan ‟66 (Generasi Manifes Kebudayaan) 7. Ayip Rosidi. Kadang-kadang sang pengarang juga sekaligus penyair karena ia mencipta dua bentuk sekaligus. Pada dekade-dekade tertentu dikenall angkatan-angkatan kesusastraan. Jenar Mahesa Ayu. Pada era yang bersamaan berkibar bendera Forum Lingkar Pena (FLP) dengan tokohnya HTR (Helvy Tiana Rosa) yang berobsesi mengusung Sastra Pencerahan. Sastra. 27NOV B. b. Y. Sastra Dekade 70-an s. Afrizal Malna. 1. biasanya berupa dekade-dekade. Angkatan Pujangga Baru/Dekade 30-an dengan tokoh-tokohnya: a. karya sastra bisa dibagi berdasarkan periodisasinya. Sastra Dekade 50-an 6. periode sastra. Kesusastraan Masa Jepang 4. . Sutan Takdir Alisyahbana dengan karyanya roman “Layar Terkembang” dan kumpulan puisi “Tebaran Mega”. 80-an /Angkatan 80-an 8. sejarah kesusastraan Indonesia bisa dirinci atau dilakukan periodisasi berikut ini: 1.d. baik berbentuk prosa fiksi. Sastra Mutakhir/Terkini (Dekade 1990-an dan Angkatan 2000). Rendra. d.KARYA SASTRA TERPENTING PADA TIAP PERIODE DAN CIRI-CIRI MASING-MASING ANGKATAN Oleh danriris pada Sastra. dan Iain-lain. d. b. Abidah Al Khalieqy.. Dalam setiap angkatan/periodenya.karya-karya Ayu Utami dari Komunitas Sastra/Teater Utan Kayu. Dewi Lestari. kesusastraan tentu memiliki tokoh-tokoh sastrawansastrawati baik pengarang yang mencipta bentuk-bentuk prosa maupun penyair yang mengarang bentuk-bentuk puisi. misalnya Muhammad Yamin. kaya pikiran. kaya wawasan. Tatengkeng dengan kumpulan puisinya “Rindu Dendam”. Muhammad Yamin dengan karyanya kumpulan puisi “Tanah Air”. Nur Sutan Iskandar dengan karyanya roman “Katak Hendak Jadi Lembu”. Angkatan Pujangga Baru (Dekade 30-an) 3. Angkatan Balai Pustaka (Dekade 20-an) 2. Karya Sastra Terpenting dan Ciri-ciri pada Tiap-tiap Periode Di atas telah disampaikan periodisasi kesusastraan Indonesia diawali dari Angkatan Balai Pustaka yang mulai berkiprah pada era 20-an sampai Angkatan 2000 sekarang ini. e. Kedua istilah itu (dekade dan angkatan) bisa digunakan secara bersamaan. Armijn Pane dengan karyanya roman “Belenggu”. Marah Rusli dengan karyanya roman “Siti Nurbaya”. misalnya Angkatan Balai Pustaka. Angkatan „45 5. Rustam Efendi dengan karyanya kumpulan puisi “Percikan Permenungan”. Ditandai:ciri-ciri periode sastra. bahkan adakalanya angkatan kesusastraan tertentu diberi nama dekade tertentu. puisi maupun naskah drama. e. Angkatan ‟45. Sanusi Pane. Angkatan Balai Pustaka/Dekade 20-an. 26 Komentar Dalam sejarah sastra Indonesia. Helvy Tiana Rosa. yakni puisi dan prosa fiksi. Amir Hamzah dengan karyanya kumpulan puisi “Buah Rindu” dan “Nyanyi Sunyi”. Angkatan Pujangga Baru. Emha Ainun Najib. Angkatan „66 dan Angkatan 2000.E. Menulis Bisa Bikin Kaya (kaya ruhani. Pada masing-masing angkatan/periode muncul hasil-hasil karya sastra yang penting dan monumental yang dikarang oleh sastrawan-sastrawati terkenal. Kuntowijoyo. Novel. Sanusi Pane dengan kumpulan puisinya “Madah Kelana” dan drama “Manusia Baru” e. dan semacamnya).

Umar Kayam dengan novelnya “Para Priyayi”. HAMKA dengan romannya “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck”. 4. Rendra dengan kumpulan puisinya “Balada Orang-orang Tercinta”. 5. Danarto dengan kumpulan cerpennya “Godlob”. Mangunwijaya dengan novelnya “Burung-burung Manyar”. 2. 6. Herfanda dengan kumpulan puisinya “Sembahyang Rumputan”. b. 2. Selimutku Angin”. Nh.com/tag/ciri-ciri-periode-sastra/ Perbedaan. Motinggo Boesye dengan dramanya “Malam Jahannam”. Dini dengah novelnya “Hati yang Damai”. 5. 2. Arifin C. Zawawi Imron dengan kumpulan puisinya “Bantalku Ombak. 6. Iwan Simatupang dengan novelnya “Ziarah”. 5. Jenar Mahesa Ayu dengan kumpulan cerpennya “Mereka Bilang Saya Monyet”.f. Achdiat Kartamihardja dengan romannya “Atheis”. Angkatan ‘66 dengan tokoh-tokohnya antara lain: 1. 4. El Hakim dengan dramanya “Taufan di Atas Asia”. 4. D. Yanusa Nugraha dengan kumpulan cerpennya “Segulung Cerita Tua” . Riantiarno dengan dramanya “Opera Kecoa” dan “Republik Bagong”:. Seno Gumira Ajidarma dengan kumpulan cerpennya “Iblis Tidak Pernah Mati”. Ayip Rosidi dengan novelnya “Sebuah Rumah Buat Hari Tua”.H. Bur Rasuanto dengan kumpulan puisinya “Mereka Telah Bangkit”. Sapardi Joko Damono dengan kumpulan puisinya “Duka-Mu Abadi”. Ahmad Tohari dengan trilogi novel “Ronggeng Dukuh Paruk”.B. Putu Wijaya dengan novelnya ”Telegram”. Ramadhan KH dengan novelnya “Royan Revolusi” dan kumpulan puisi “Priangan Si Jelita”. 10. 10. Hartoyo Andangjaya dengan kumpulan puisinya “Buku Puisi”. Sastra Mutakhir (Dekade 90-an dan Angkatan 2000) dengan tokohnya antara lain: 1. Y. http://danririsbastind. Ahmad Mustofa Bisri dengan kumpulan puisinya “Ohoi Puisi-puisi Balsem” dan “Gandrung”. Kesusastraan Masa Jepang dan Angkatan ‘45 dengan tokoh-tokohnya: a. Yudhistira Ardi Noegraha dengan novelnya “Mencoba Tidak Menyerah”. Taufiq Ismail dengan kumpulan puisinya “Tirani” dan “Benteng”. Noer dengan dramanya “Mega-Mega”. Pramudya Ananta Toer dengan romannya “Percikan Revolusi” Di era sekarang Pramudya terkenal dengan caturlogi roman Pulau Buru. K. Ahmadun Y. 3. Afrizal Malna dengan kumpulan puisinya “Abad yang Berlari”. 3. 2. Angkatan 70-an – 80-an dengan tokoh-tokohnya antara lain: 1. 3. d. N. Emha Ainun Najib dengan kumpulan puisinya “Sesobek Buku Harian Indonesia” dan drama “Lautan Jilbab”. 8. Sutardji Calzoum Bachri dengan kumpulan puisinya ”O Amuk Kapak”. Usmar Ismail dengan dramanya “Citra” e. 8. 7. 9. Dekade 50-an dengan tokoh-tokohnya antara lain: 1. Mochtar Lubis dengan novelnya “Jalan Tak Ada Ujung”. Ayu Utami dengan novelnya “Saman” dan “Larung” 4. e. Penyair ini masih kreatif sampai sekarang. Kuntowijoyo dengan novelnya “Khotbah di Atas Bukit” 7. Chairil Anwar dengan kumpulan puisinya “Deru Campur Debu”. 3. 5.wordpress. 9. dan drama “Dag Dig Dug”. Ciri-ciri dan Contoh Karya Sastra pada Setiap Angkatan .

 Contoh ciri-ciri dan karya penting pada angkatan ’30-an Cirri-ciri Dinamis Individualistis Tidak persoalkan tradisi sebagai temanya Hasil karya bercorak kebangsaan  Periode ‘45 Disebut juga sebagai Angkatan Chairil Anwar kerna perjuangan Chairil Anwar dalam melahirkan angkatan ’45 ini. Disebut juga sebagai angkatan kemerdekaan karna dilahirkan pada tahun Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Alisyahbana Armin Pane Muhammad Yamin Amir Hamzah karya Aku Tiga Menguak Takdir pengarang Chairil Anwar Chairil Anwar. Angkatan ’20-an atau Angkatan Balai Pustaka Disebut Angkatan Dua Puluhan karna novel yang pertama kali terbit adalah novel Azab dan Sengsarayang diterbitkan pada tahun 1921 oleh Merari siregar. Disebut sebagai Angkatan Tiga Puluhan sebab sngkatan ini lahir pada tahun ’30-an. Riayi Apin Achdiat Karta Mihardja .  Contoh ciri-ciri dan karya penting pada periode ‘45 Ciri-ciri Bebas Individualistis Universitalitas Atheis Karya Penting Layar Terkembang Belenggu Indonesia Tumpah Darahku Nyanyian Sunyi & Buah Rindu pengarang S. Disebut pula sebagai Angkatan Balai Pustaka karna karya-karya tersebut banyak diterbitkan oleh penerbit Balai Pustaka. diambil dari majalah Pujangga Baroe yang terbit tahun 1933.  Contoh ciri-ciri dan karya penting pada angkatan ’20-an Cirri-ciri Karya Penting Azab dan Sengsara Puisinya berupa syair dan pantun Sitti Nurbaya Alirannya bercorak romantic Soal kebangsaan belum mengemuka Gaya bahasa masih menggunakan perumpamaan Salah Asuhan Sengsara Membawa Nikmat Abdul Muis Tulis Sutan Sati pengarang Merari Siregar Marah Rusli  Angkatan ’30-an atau Angkatan Pujangga Baru Istilah Angkatan Pujangga Baru untuk karya-karya yang lahir tahun ’30-’40-an. Asrul Sani.T.

muncul karya-karya sastra yang lain dari sebelumnya yang dimana tidak menekankan pada makna kata yang kemudian digolongkan kedalam jenis sastra kontemporer. Kapak Hukla Wajah Kita Catatan Sang Koruptor Dandandik pengarang Sutardji Calzoum Bachri Leon Agusta Hamid Jabar F. . pemain sering improvisasi karya O.  Contoh ciri-ciri karya penting pada Angkatan ‘66 Ciri-ciri Kebanyakan tentang protes terhadap social dan politik Mulai dikenal gaya epic pada puisi Banyak penggunaan gaya retorik dan slogan Cerita dengan berlatar perang Karya Pagar Kawat Berduri pengarang Toha Mochtar Taufiq Ismail Goenawan Mohammad Umar Kayam Supardi Joko Damono Tirani dan Benteng Pariksit Para Priayi Mata Pisau dan Peluru Kertas  Angkatan ’70-an  Sekitar tahun ’70-an. Ibrahim Ibrahim Sattah  Angkatan ’80-an Karya sastra Indonesia pada setelah tahun 1980 ditandai dengan banyaknya roman pecintaan karya sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut.realitas Dari Ave Maria ke Jalan Lain Roma Surat Kertas Hijau dan Wajah Tak Bernam Idrus Sitor Situmorang  Angkatan ‘66 Nama Ankatan ’66 dicetuskan oleh Hans Bague Jassin melalui bukunya yang berjudul Angkatan ’66 bersamaan dengan kondisi politik Indonesia yan tengah kacau akibat PKI. Amuk. Contoh ciri-ciri dan karya penting pada angkatan ’70-an Ciri-ciri Diabaikannya unsur makna Penuh semangat eksperimentasi Beraliran surealistik Dalam drama.

Burung Manyar Boko Ronggen Dukuh Paruk Lupus Ahmad Tohari Hilman Hariwijaya  Angkatan Reformasi Munculnya ankatann ini ditandai dengan dengan maraknya karya sastra yang bertemakan seputar reformasi. muncul jua fiksi-fiksi islami. seiring dengan jatuhnya Orde Baru. Rianto karya Puisi Pelo Resonansi Indonesia pengarang Widji Thukul Ahmodun Yosi Herfanda Acep Zamzam Noer  Angkatan 2000 Angkatan ini ditandai dengan oleh karya-karya yang cenderung berani an vulgar dan kebanyakan mengadopsi begitu saja moral pergaulan bebas ala remaja Amerika. Contoh ciri-ciri dan karya pada Angkatan ’80-an Ciri-ciri Didominasi oleh roman percintaan Konvensional : tokoh antagonis selalu kalah Tumbuh sastra beraliran pop Karya sastra tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum karya Pulau Buru pengarang Pramoedya Ananta Toer Y.B Mangun Wijaya Darman Moenir Burun. Tetapi pada masa ini. Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan social dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an.  Contoh ciri-ciri dan karya pada Angkatan Reformasi Ciri-ciri Bertemakan socialpolitik Penuh kebebasan ekspresi dan pemikiran Di Luar Kota Menampilkan sajaksajak peduli bangsa Abad yang Berlari Religious dan nuansa sufistik Opera Kecoa Afrizal Malna N.  Contoh ciri-ciri dan karya pada Angkatan 2000 Ciri-ciri Karya cenderung vular Mulai bermunculan fiksi-fiksi islami karya Saman Atas Nama Malam Angkatan Ayu Utami Seno umira Ajidarma .

b) Penggantian judul Dalam hal judul.com/2012/05/perbedaan-ciri-ciri-dan-contoh-karya.blogspot. Nama Hindu Nama Islam Hikayat Marakarma Hikayat Si Miskin . Contoh hikayat yang memiliki dua judul tersebut dapat dilihat di tabel berikut. disertai gejala alam luar biasa. Muncul unsur-unsur Islam. Petualangan itu terjadi karena beberapa sebab. lahir bersama senjata sakti Tuah Anak raja biasanya membawa tuah yang menjadikan negeri makmur. dan sebagainya. Tokoh Peristiwa Tokoh Ditokohi dewa-dewi. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut.html 2. Ciri-ciri tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Dalam hikayat peralihan. Ciri-ciri Sastra Peralihan Sastra peralihan memiliki ciri-ciri tertentu.Supernova Muncul cyber sastra di internet Bahasa kerakyatjelataan Pulau Cinta di Peta Buta Ayat-Ayat Cinta Dewi Lestari Raudal Tanjung Banua Habiburrahman ElShirazy http://catatanbahasaindonesia. bidadari. a. Akhir cerita Cerita diakhiri dengan tokoh utama yang berbahagia bersama istriistrinya. tokoh utama biasanya melakukan petualangan yang luar biasa dan memperoleh hikmat-hikmat yang luar biasa pula. yang turun ke dunia untuk menjadi anak raja Kelahiran tokoh Tokoh utama biasanya lahir secara ajaib. diserang garuda/ naga. aman sentausa Petualangan Setelah mengalami masa damai bersama orang tuanya. mencari putri yang ada dalam mimpi. Batara Kala lalu menjadi nama Islam seperti raja syah alam atau Allah Subhana wa Ta‟ala. yakni judul yang terpengaruh Hindu dan judul yang terpengaruh Islam. Hikayat zaman peralihan mempunyai motif-motif cerita India. Motif-motif tersebut adalah sebagai berikut. misalnya difitnah. b. unsur-unsur Islam dimunculkan. a) Penyebutan nama Tuhan mula-mula disebut dengan nama Hindu seperti dewata mulia raya. diculik. sastra zaman peralihan sering memiliki dua judul.

(3) Isma Yatim menguraikan syarat raja dan hukum Allah (Fang.Hikayat Indrajaya/ Hikayat Bikramajaya Hikayat Syah Mardan Hikayat Serangga Bayu Hikayat Ahmad Muhammad c) Dimunculkan percakapan mengenai agama Islam oleh tokoh tertentu. pakar bahasa Melayu dari Britania Raya. Namun fakta menunjukkan Abdulkadir Munsyi sendiri adalah keturunan Tamil dan pandai berbahasa nenek moyangnya. Lord Minto. tarikat. Negeri ini diperintah oleh Raja Sukadarma. Farquhar dan Timmerman Thijssen. Munsyi adalah seorang keturunan Arab. Di antara karyanya yang terkenal yaitu Hikayat Abdullah dan Hikayat Panca Tanderan. c. Banyak sarjana dan ahli membahas karya-karyanya. Ceritanya masih ada unsur masa lampau tapi sudah ditulis siapa nama pengarangnya . Selain itu ia banyak juga menceritakan perihal kehidupan sehari-hari bangsa Melayu kala itu. atau disingkat Abdullah Munsyi. tepatnya dari Yaman. Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi bukan sastrawan Indonesia Abdullah bin Abdulkadir Munsyi dilahirkan di Malaka pada tahun 1796. sudah akrab di masyarakat Malaysia dan Indonesia. dan makrifat. arti syariat. Abdulkadir Munsyi dikenal suka menulis karya sastra yang penuh dengan nasehat dan pengajaran. tetapi keliru karena menganggap apa yang ditulis Abdullah Munsyi sebagai fakta sejarah. Konon leluhurnya adalah seorang guru agama dan guru bahasa Arab yang sekian lama menetap di India Selatan. . Karena itulah Abdullah bin Abdulkadir Munsyi beristrikan wanita keturunan Tamil Sebagai seorang sastrawan. (2) Lukman Hakim muncul menerangkan perbedaan antara sembahyang dan salat. Adapun Hikayat Panca Tanderan bercerita tentang sebuah negeri di tanah Hindustan bernama negeri Padalipurwan.tokoh yang berpengaruh pada masa tersebut seperti John Stamford Raffles. Hikayat Abdullah bercerita tentang kondisi pada paruh pertama abad ke 19. Nama Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi. Diceritakan juga tokoh . karya Abdullah Munsyi merupakan fiksi. Misalkan mengenai kota Malaka dan Singapura. Padahal. Misalnya (1) Inderajaya bertanya jawab tentang agama Islam dengan istrinya. 1991:152). Ayahnya seorang narasumber. hakikat. B. ia adalah seorang sastrawn melayu dari keturunan keluarga terpelajar. berbeda dengan karya sastra sebelumnya yang belum dicantumkan nama pengarangnya.

Berkeley. Jakarta). perjalanan ke Kelantan dan ke Mekkah. jadi peranannya peralihan sastra Melayu Klasik ke sastra Modern dengan adanya karya-karya yang sudah ada. Abdullah bin Abdulkadir Munsyi wafat di Jeddah pada tahun 1854. Syair Perihal Singapura dimakan Api. Peranan Kesusatraan Peralihan dalam Kesusastraan Indonesia Karya Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi dianggap bercorak baru karena tidak lagi berisi tentang istana dan raja-raja. Kisah Pelayaran Abdullah ke Negri Jeddah. D. pada dasarnya karya Abdullah Munsyi merupakan fiksi. Contoh kesusastraan Peralihan Beberapa buah karya sastra pada zaman peralihan antara lain : . Dilihat dari sudut isi dan bahasa yang digunakan oleh pengarang nya . C. profesor emeritus dalam bidang pengkajian Melayu dari Universitas California.” katanya. Kesusastraan Peralihan yaitu perkembangan dari sastra Melayu klasik ke sastra Melayu Modern. Misalnya Hikayat Abdullah ( otobiografi ). Ajip menegaskan. Dalam buku Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (penerbit Kepustakaan Populer Gramedia bekerja sama dengan Ecole Francaise d`ExtremeOrient. ”Sebagai fiksi. yang kini tinggal di Jakarta. banyak sarjana dan pakar melakukan pendekatan sejarah. Pembaharuan yang ia lakukan tidak hanya dalam segi isi. tetapi tentang kehidupan manusia dan masyarakat yang nyata. Amin Sweeney juga membahas secara mendalam tentang sastra lisan dan pernaskahan. Amin Sweeney yang juga tampil mendampingi Ajip Rosidi pada sesi dialog menegaskan. Ia tidak lagi menggunakan bahasa Melayu yang ke Arab-araban. tetapi juga bahasa. tetapi tidak masuk ke dalam teks itu sendiri. sebagai saksi tentang apa yang terjadi dan diceritakannya seperti Singapura terbakar. Di hadapan sekitar 200 orang yang hadir dalam bedah buku itu.Kenyataan itu terungkap ketika budayawan Ajip Rosidi membahas tiga jilid buku Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi yang ditulis Amin Sweeney. Mereka memeriksanya dengan data-data sejarah yang mereka peroleh di luar teks. meskipun dalam karangan-karangannya Abdullah Munsyi selalu menggunakan kata ganti orang pertama. maka usaha para sarjana yang mencoba memeriksa data-data historis berhubungan dengan karya-karya Abdullah Munsyi hanya perbuatan sia-sia belaka.

Kisah pelayaran Abdullah ke Negeri jeddah karya Abdullah Munsyi 4. Hikayat Kalilah dan Daminah karya Abdullah Munsy . Kisah pelayaran Abdullah ke Kelantan karya Abdullah Munsyi 5. Hikayat Abdullah karya Abdullah Munsyi 7. Syair Singapura dimakan Api karya Abdullah Munsyi 6.1. Panji Tanderan karya Abdullah Munsyi 8. Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji 3. Syair Abdul Muluk karya Siti Suleha 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->