P. 1
Juknis-Katalogisasi Bahan Pustaka Monograf

Juknis-Katalogisasi Bahan Pustaka Monograf

|Views: 319|Likes:
Published by Andika Solo Vocal
mengulas tentang bahan pustaka
mengulas tentang bahan pustaka

More info:

Published by: Andika Solo Vocal on Nov 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/05/2014

pdf

text

original

Sections

  • PENDAHULUAN
  • FUNGSI KATALOG
  • LANGKAH-LANGKAH PRAKATALOGISASI
  • LANGKAH-LANGKAH KATALOGISASI
  • A. PENENTUAN TAJUK ENTRI UTAMA
  • 1. Nama Pengarang Perorangan
  • 2. Nama Pengarang Badan Korporasi
  • 3. Judul
  • B. PENENTUAN TAJUK ENTRI TAMBAHAN
  • A. TAJUK NAMA PENGARANG
  • 1. Karya pengarang tunggal
  • 2. Karya pengarang ganda
  • 3. Karya lebih dari 3 orang pengarang
  • B. TAJUK ENTRI PADA KARYA EDITOR
  • 1. Karya editor dengan judul kolektif
  • 2. Karya editor tanpa judul kolektif
  • C. TAJUK ENTRI PADA KARYA CAMPURAN
  • 1. Karya terjemahan
  • 2. Karya saduran
  • 3. Karya hasil wawancara
  • 4. Karya anonim
  • A. TAJUK UNTUK NAMA PERORANGAN
  • 1. Pemilihan Nama
  • 2. Jenis-jenis Nama
  • c. Nama Indonesia
  • B. TAJUK UNTUK NAMA BADAN KORPORASI
  • A. SUSUNAN DESKRIPSI
  • B. SUMBER INFORMASI UTAMA
  • C. SINGKATAN
  • D. TANDA BACA
  • 1. Daerah judul dan pernyataan kepengarangan
  • 2. Daerah edisi
  • 3. Daerah impresum
  • 4. Daerah kolasi
  • 5. Daerah seri
  • 6. Daerah catatan
  • 7. Daerah ISBN dan harga
  • E. POLA DESKRIPSI
  • 1. Pengarang sebagai tajuk entri utama
  • 2. Judul sebagai tajuk entri utama
  • F. DAERAH DESKRIPSI BAHAN PUSTAKA
  • 2. Daerah Edisi
  • 3. Daerah Publikasi / Impresum
  • 4. Daerah kolasi / deskripsi fisik
  • 5. Daerah Seri
  • c. Anak Judul Seri
  • LAMPIRAN
  • Contoh 6: Katalog untuk karya Badan Korporasi
  • Contoh 8: Katalog untuk karya editor (tiga orang)

Seri Pengembangan Perpustakaan Pertanian no.

38

PETUNJUK TEKNIS KATALOGISASI BAHAN PUSTAKA MONOGRAF

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian 2006

Seri Pengembangan Perpustakaan Pertanian no. 38

PETUNJUK TEKNIS KATALOGISASI BAHAN PUSTAKA MONOGRAF

Oleh : Tuti Sri Sundari Suni Triani

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian 2006

KATA PENGANTAR
Petunjuk teknis katalogisasi bahan pustaka monograf ini merupakan Seri Pengembangan Perpustakaan Pertanian no. 38 yang berisi uraian terperinci tentang tata cara katalogisasi bahan pustaka monograf atau buku, dan sejenisnya. Petunjuk teknis ini dimaksudkan untuk memudahkan petugas perpustakaan dan sekaligus untuk mewujudkan keseragaman pengolahan bahan pustaka bagi koleksi perpustakaan terutama di lingkup Departemen Pertanian. Peraturan katalogisasi yang dipakai berdasarkan peraturan internasional yang umum digunakan, yaitu Anglo American Cataloguing Rules second edition (AACR 2). Petunjuk teknis ini dilengkapi dengan contoh-contoh halaman judul buku diikuti dengan contoh uraian katalog utamanya. Dengan mengikuti uraian petunjuk teknis ini diharapkan petugas perpustakaan dapat memahami dan membuat katalog secara manual. Sedangkan untuk pengisian data katalog secara elektronis dan cara pencetakan kartunya dengan menggunakan komputer dapat mengikuti uraian dalam Seri Pengembangan Perpustakaan Pertanian no. 4 dan no. 5. Untuk kesempurnaan petunjuk teknis ini sehingga dapat menjadi pedoman yang lebih komprehensif, masih diperlukan tanggapan dan saran dari pihak-pihak yang terkait. Diharapkan petunjuk teknis ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan bagi pengelola perpustakaan lingkup Departemen Pertanian. Bogor, Oktober 2006 Kepala Pusat

i

.......... B...... Langkah-Langkah Prakatalogisasi .......... 2.............................. Langkah-Langkah Katalogisasi ... 3...................DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar .......................................... Karya editor tanpa judul kolektif ........................................... Penentuan Tajuk Entri Tambahan ..... 2......................... 1.. Tajuk Entri Pada Karya Editor ............... viii KATALOGISASI BAHAN PUSTAKA MONOGRAF Pendahuluan ........................................................ Karya lebih dari 3 orang pengarang ................ .............................. Judul ... 1.. Nama Pengarang Badan Korporasi ...................... 1....................... 1.......................................................... vii Daftar Lampiran ....................... C....... 3... PENCANTUMAN TAJUK-TAJUK ENTRI Tajuk Nama Pengarang .................................................... Karya pengarang tunggal ......................................... Karya editor dengan judul kolektif ........ ii Daftar Gambar ............................................................ 2....................................................................................... ii 1 2 2 3 A........ A....................................................... Fungsi Katalog ........................... Karya terjemahan ..................... PROSES KATALOGISASI I................................................................................ 5 5 6 7 7 9 9 10 11 12 12 13 14 15 B...... Karya pengarang ganda ........................................................... i Daftar Isi ............................. Tajuk Entri Pada Karya Campuran ................................................................................................. PENENTUAN TAJUK ENTRI Penentuan Tajuk Entri Utama ........ Nama Pengarang Perorangan ..................... II....

........................ Nama China asli ......... c....... 15 Karya hasil wawancara .................... Karya saduran ....... Pengarang Belanda ................................2...............1... d..................... 2......... Nama orang dengan nama keluarga ................... Pengarang Inggris ...................... Nama orang lebih dari satu bagian ............... binti............................. Pemilihan Nama .................... c.............. 3............. c........ 4.. c............. Nama yang berakhiran dengan inisial yang kepanjangannya tidak diketahui .................. b......................................... Cara Penulisan Nama Majemuk ........ Pengarang Jerman ................................................... Nama Indonesia yang terdiri lebih dari satu bagian ..................................... 16 Karya anonim ................ Tajuk Untuk Nama Badan Korporasi . iii....4............................................... iv................................... b............. Pengarang Italia ........ i... b... c.... Nama Indonesia ...................................... Nama majemuk ............ A. c.... III................3.. PENULISAN TAJUK-TAJUK ENTRI Tajuk Untuk Nama Perorangan ..... Nama keluarga dengan tanda hubung .2... ii... Nama utama dengan berbagai bentuk nama ..................... 17 18 19 19 19 19 20 20 21 21 21 21 21 21 22 22 23 23 23 24 24 24 25 25 25 B............................... iii .......2..........1....................... Nama dengan gelar kebangsawanan/ kehormatan ............ Nama keluarga dengan kata sandang dan kata depan ........................ b... 1........... a........................ b.... a....................... Nama dengan tambahan tanggal ............................... 3...................... Nama samaran .............................. Jenis-jenis Nama ...5.................. a..... Nama yang memuat kata bin..... ibni ............. Nama tunggal ....

............ Konferensi dan pertemuan lainnya ....... Nama perusahaan .... d....2............ B....................1.......... e.. e........ b......................... Badan Korporasi yang dimiliki oleh berbagai Badan Korporasi yang berbeda ....................2............... D............... Sumber Informasi Utama ...............3... e..... Badan Korporasi lingkup Nasional (Badan Korporasi Indonesia) ....... Nama Badan korporasi dalam berbagai bentuk ................... Badan pemerintahan .................1..... iv ............. Unsur Tambahan Pada Tajuk Nama Badan Korporasi .. e........................ Badan korporasi dengan nama sama .......................... d... Pemilihan Nama Dan Cara Penulisannya .. Tanda Baca ....... Nama konvensional ................... e............... DESKRIPSI BAHAN PUSTAKA Susunan Deskripsi ...... c............. Nama yang paling banyak digunakan pada halaman judul .................... a.................. IV.................... Nama lengkap ................... b........................... e...............................5. C.......3.......................... Badan Korporasi lingkup Internasional............... f.................................... d............ Badan Korporasi yang merupakan instansi bawahan dari Badan Korporasi lain yang lebih tinggi ................................1................... Nama tepat Badan Korporasi ... b..................1...4.......................................4............... e...................... b. 26 26 26 26 26 27 27 27 27 28 28 28 28 29 29 30 30 31 32 33 33 34 35 A........... Nama Badan Korporasi dalam berbagai bahasa................................. Singkatan ..... Nama resmi ......................2..... Nama Badan Korporasi yang mengalami perubahan ............................ Pejabat Pemerintah ...6..................... b...........................

......................... Daerah Impresum .......................... Daerah Seri .................... Daerah Edisi . Judul sejajar / paralel ............. Pernyataan penanggungjawab/kepengarangan ...................................................................... 2........................ 1........................... 2. b.... a.......... Daerah ISBN dan Harga ............................. 1..................... Tempat penerbitan.... F................. Bahan yang disertakan ......... b.. Nama penerbit................ c............ Pola Deskripsi . Tahun terbit.... a......................... Daerah Kolasi / Deskripsi Fisik ...................... Daerah Catatan .............................. c. Ukuran buku ... Daerah Publikasi / Impresum ........... Daerah Judul dan Pernyataan Kepengarangan ....... a......................... Anak judul seri .... tahun distribusi dan sebagainya ................... e........ Judul sebagai tajuk entri utama ............. 2.................... Judul seri ........................................................... Daerah Edisi ......................................................... d............ Judul utama/judul pokok ..... 4....... distributor dan sebagainya ............................................ 3.................................................E...... d........................ 3.......... 5.... Daerah Seri .... b................... Daerah Deskripsi bahan Pustaka ........ 1.......... International Standard Serial Number (ISSN) ................................................................................................. Anak judul ...... c....... Keterangan ilustrasi ........................... Daerah Judul dan Pernyataan Penanggungjawab/ Kepengarangan ................. 6.................... 5........ 4. Pengarang sebagai tajuk entri utama ........................ Jumlah volume / halaman .................. b........ c................ Pernyataan penanggung jawab ............................................................................................................... a................. v 36 36 36 37 37 37 37 37 38 39 39 39 40 41 42 43 45 46 46 47 49 50 50 52 53 54 55 55 55 55 56 56 ....... d.... 7..................... distribusi dan sebagainya ....... Judul sejajar/paralel ... Daerah Kolasi .........

.. Kolasi ...................................... 7......... c............................................................................... Isi dokumen / catatan tambahan .............................................. d.............................. e................................. Impresum/penerbitan ....................... 56 57 57 58 58 58 58 58 59 59 Lampiran ................................6.................... 60 vi .... b................. f.... ISBN .......................... Nomor seri ........ Harga .................................................................................. Edisi ........................ Judul dan kepengarangan .......... a.......................................................... Daerah ISBN dan Harga ............................ b.. a... Daerah Catatan ................................

........... 3 Gambar 2: Contoh Satu Set Katalog Lengkap ......DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1: Contoh Katalog Dasar/Utama .................................... 4 vii .......

..... Contoh 9: Katalog untuk karya editor/penyunting tiga orang......................................................... Contoh 4: Katalog untuk karya perorangan lebih dari tiga orang................ dengan seorang penterjemah dan seorang penyunting) .... Contoh 10: Katalog untuk kumpulan karya perorangan.. dengan judul kolektif. dan disunting oleh empat orang penyunting ...................... Contoh 6: Katalog untuk karya Badan Korporasi ..........................DAFTAR LAMPIRAN Halaman Contoh 1: Katalog untuk karya pengarang perorangan tunggal ....... dengan bahan pustaka merupakan monograf berseri ......... Contoh 2: Katalog untuk karya pengarang perorangan tunggal dengan judul sejajar ..... Contoh 3: Katalog untuk karya pengarang perorangan ganda (tiga orang)............ yang mempunyai judul kolektif................ Contoh 12: Katalog untuk karya campuran (terdiri dari pengarang asli/perorangan tunggal.................... tajuk utama pada judul karya ........... Contoh 7: Katalog untuk karya sekumpulan orang/tim yang berada di bawah suatu Badan Korporasi................. dengan beberapa orang penyunting ............ Contoh 5: Katalog untuk karya perorangan lebih dari tiga orang dengan judul seri ... dan berbentuk monograf berseri .......... dengan seorang penterjemah dan seorang penyunting) ............................. Contoh 11: Katalog untuk karya campuran (terdiri dari pengarang asli/perorangan tunggal...... dua orang penyunting.................. Contoh 8: Katalog untuk karya editor (tiga orang) ............................................................ viii 60 63 65 67 69 72 74 76 79 81 84 87 ...

.............. Contoh 15: Katalog untuk karya berisi peraturan pemerintah atau peraturan perundang-undangan ..Contoh 13: Katalog untuk karya hasil pertemuan ................................................... Contoh 17: Katalog tesis ....................................... 90 92 95 97 99 ix .. Contoh 14: katalog untuk karya hasil kongres yang diselenggarakan secara berkala ............................. Contoh 16: Katalog untuk karya berisi peraturan perundangundangan yang dikeluarkan oleh departemen/ kementrian .................................................

menyusun deskripsi bibliografi dan membuat jejakan kartu katalog. Katalogisasi dibentuk menurut aturan tertentu yaitu berpedoman pada AACR2 (Anglo American Cataloguing Rules Second Edition). Demikian pula koleksi perpustakaan yang setiap tahun jumlahnya terus bertambah. Salah satu sarana temu kembali informasi adalah katalog yang merupakan wakil dokumen bagi koleksi perpustakaan. Hal ini berdampak terhadap jumlah informasi yang terkemas dalam bentuk cetak maupun elektronis. baik dalam bentuk kartu maupun pangkalan data elektronis.KATALOGISASI BAHAN PUSTAKA MONOGRAF PENDAHULUAN Informasi pertanian berkembang sejalan dengan berkembangnya ilmu dan teknologi pertanian. serta pencantuman nomor panggil buku. sehingga perlu dibuatkan sarana penemuan kembali informasi secara mudah dan cepat. baik secara manual maupun elektronis mengenai buku-buku atau bahan pustaka lainnya yang dimiliki oleh perpustakaan. Katalog adalah daftar atau susunan data. 1 . Katalog dibuat melalui proses katalogisasi yaitu kegiatan membuat entri dalam katalog.

). Pengelompokan bahan pustaka menurut jenisnya. 2. laporan tahunan. dan 2 . cukup dengan menambahkan nomor induk barunya saja. Menunjukkan dimana bahan pustaka tersebut disimpan. buletin. • • Menunjukkan apa yang dimiliki perpustakaan dari pengarang tertentu atau mengenai subyek tertentu. untuk memverifikasi keberadaan bahan pustaka dengan judul yang sama (duplikat). CD. Pengecekan pada katalog kendali (shelflist) atau pada pangkalan data. terbitan berseri (majalah. Hal ini penting dilakukan. karena setiap jenis bahan pustaka berbeda cara pengolahannya. LANGKAH-LANGKAH PRAKATALOGISASI Sebelum dilakukan katalogisasi pada bahan pustaka. dan bahan bukan buku (non book material seperti: foto. terdapat dua langkah yang harus dilakukan yaitu: 1. kaset. dsb. peta.) brosur/leaflet. judul atau subyeknya. seperti monograf (buku). dsb.FUNGSI KATALOG • Sebagai alat/sarana yang disediakan perpustakaan untuk menemukan kembali bahan pustaka yang sudah diketahui pengarang. atlas. slide. sehingga pustakawan tidak perlu mengolah buku tersebut lebih lanjut.

Proses katalogisasi: a. Menentukan tajuk entri utama (main entry) b. . 1979. 261 p. 21 cm. Katalog dasar/utama b. 258-261 1069/D/2004 1. LANGKAH-LANGKAH KATALOGISASI 1. Judul II. Menyusun deskripsi bibliografis/deskripsi fisik c. Katalog tambahan Gambar 1: Contoh Katalog Dasar/Utama 636.mencantumkan nomor panggil (call number) yang sama dengan buku sebelumnya. Makanan ternak – Indonesia I. R. Pembuatan katalog: a. Membuat jejakan katalog 2.085 ANG ANGGORODI. Anggorodi . i Ilmu makanan ternak umum di Indonesia / oleh R. Bibliografi: p. Balai Penelitian Ternak Tajuk entri utama Nomor panggil buku/ Call number Jejakan Katalog Deskripsi bibliografis 3 . : ill. xii. – Bogor : Balai Penelitian Ternak.

. : ill.Indonesia I.085 untuk Judul ANG ANGGORODI. Judul II. .Gambar 2: Contoh Satu Set Katalog Lengkap (Katalog Dasar/Utama beserta Katalog-katalog Tambahan) Makanan ternak – Indonesia Katalog tambahan 636. Anggorodi . xii.085 untuk Subjek ANG ANGGORODI. Makanan ternak . 261 p. i Ilmu makanan ternak umum di Indonesia / oleh R.085 ANG ANGGORODI. 21 cm. Anggorodi . Bibliografi: p. R. – Bogor : Balai Penelitian Ternak. 1979. i Ilmu makanan ternak umum di Indonesia / oleh Balai Penelitian Ternak 636.085 ANG ANGGORODI. – Bogor : Balai Penelitian Ternak. – Bogor : Balai Penelitian Ternak. Anggorodi . i Ilmu makanan ternak umum di Indonesia / oleh R. R. 258-261 1069/D/2004 1. 636. Balai Penelitian Ternak Katalog Tambahan untuk Penerbit Katalog Utama / Dasar Keterangan: Kalimat yang tertulis pada baris paling atas dalam setiap katalog tambahan di atas adalah tajuk entri tambahan 4 . R. Ilmu makanan ternak . 1979. i Ilmu makanan ternak umum di Indonesia / oleh R. R. Katalog tambahan 636. .

Tajuk digunakan sebagai titik telusur (access point) utama untuk mencari bahan pustaka yang telah diolah. disebut juga sebagai tajuk (heading) suatu karya (bahan pustaka). pemahat. PENENTUAN TAJUK ENTRI PENENTUAN TAJUK ENTRI UTAMA Tajuk entri utama adalah kata pertama yang dicantumkan dalam katalog utama. dsb.PROSES KATALOGISASI I. Tajuk entri utama bisa berupa: 1.) Fotografer Penyusun bibliografi Kartografer (pembuat peta) 5 . atau judul. Nama Pengarang Perorangan Pengarang perorangan adalah orang yang bertanggung jawab terhadap isi dari suatu karya. misalnya: Penulis buku Komposer musik Artis (pelukis. A. nama pengarang perorangan. nama badan korporasi.

b. c. sekte. kegiatan. e.2.. misalnya: laporan tahunan. Nama Pengarang Badan Korporasi Badan korporasi adalah suatu organisasi atau sekelompok orang yang mempunyai satu nama bersama dan bertanggung jawab terhadap isi dari suatu karya. kebijaksanaan. hak milik. Badan korporasi ditetapkan sebagai tajuk entri utama pada suatu karya. atau laporan suatu 6 . komisi. Suatu hukum atau kumpulan hukum. Suatu laporan panitia. d. keuangan. Suatu koleksi makalah yang disajikan pada suatu konferensi seperti prosiding (asalkan nama konferensi tercantum dengan jelas pada dokumen yang sedang diolah). dsb. personalia. Administrasi yang berhubungan dengan badan korporasi yang bersangkutan. perjanjian. apabila karya tersebut memuat/berhubungan dengan: a.. dsb.. Suatu teks liturgi gereja. dsb. dsb. seperti: Perusahaan bisnis Lembaga Pemerintah Pertemuan: Konferensi Seminar Simposium Lokakarya. peraturan administrasi.

dan tidak ada badan korporasi yang bertanggung jawab. laporan komosi/panitia. 3. selain melalui tajuk entri utama. akan tetapi isinya bukan memuat informasi seperti administrasi. kumpulan hukum. Judul Judul suatu karya dijadikan sebagai tajuk entri utama apabila: Nama pengarang perorangan tidak diketahui. dan tidak ada badan korporasi yang bertanggung jawab terhadap isi karya tersebut. Suatu karya atau kumpulan karya yang diproduksi di bawah pimpinan editor dan mempunyai satu judul kolektif. c. sehingga karya tersebut dapat ditemukan kembali melalui titik telusur lainnya. Karya yang dikeluarkan oleh badan korporasi. kegiatan sekte. a. Karya tersebut ditulis oleh lebih dari 3 (tiga) pengarang. B. teks liturgi gereja. Entri tambahan dibuat untuk: 7 . b.ekspedisi (asalkan nama ekspedisi tercantum dengan jelas pada dokumen yang sedang diolah). d. PENENTUAN TAJUK ENTRI TAMBAHAN Pada katalog dapat diberikan tajuk entri tambahan. atau prosiding konferensi.

penterjemah. Pada katalog tambahan. editor.1. Nama pengarang kedua dan ketiga. Jumlah katalog tambahan yang dibuat adalah sebanyak jejakan yang tercantum. 2. 3. Tajuk entri tambahan dibuat berdasarkan jejakan yang ada di katalog dasar/utama. apabila tajuk entri utama bukan judul karya. 8 . terutama yang ikut bertanggung jawab terhadap isi dokumen. tajuk entri tambahan tercantum pada baris paling atas. Judul karya dan judul seri.. apabila karya tersebut dibuat oleh dua atau tiga nama orang atau badan korporasi yang terlibat. dsb. Nama penerbit. biasanya instansi pemerintah yang menjadi penerbit.

A. membuat tulisan berjudul “Pengendalian hama terpadu dan implementasinya di Indonesia”. maka: Tajuk entri utama : Nama pengarang tersebut Tercantum : OKA. PENCANTUMAN TAJUK-TAJUK ENTRI TAJUK NAMA PENGARANG Penentuan nama pengarang yang akan ditetapkan sebagai tajuk entri berpedoman pada peraturan AACR2 yang secara garis besar dirangkum sebagai berikut: 1. Ida Nyoman Tajuk entri tambahan : Tercantum : Judul karya Pengendalian hama terpadu … (Catatan: untuk pola-pola penulisan nama perorangan. dan mempunyai satu katalog tambahan untuk judul karya. Katalog dasar yang dibuat mempunyai tajuk entri utama pada nama pengarang tersebut. Contoh: Satu orang penulis bernama “Ida Nyoman Oka”. mohon lihat pada uraian lebih lanjut mulai halaman 18 dan seterusnya) 9 .II. Karya pengarang tunggal Adalah karya yang ditulis oleh 1 (satu) orang pengarang.

yaitu 2 (dua) katalog tambahan apabila karya ditulis oleh dua orang. menyusun satu buku berjudul “Prospek dan arah pengembangan sagu di Maluku”. M. Janes Berthy Tajuk entri tambahan : Tercantum Contoh: Tiga orang penulis bernama “M. Karya pengarang ganda Adalah karya yang ditulis oleh 2 (dua) sampai 3 (tiga) orang pengarang. Katalog dasar yang dibuat mempunyai tajuk entri utama pada nama pengarang yang disebut pertama kali pada dokumen. dan S. Asikin”. yaitu untuk pengarang kedua dan ketiga. atau 3 (tiga) katalog tambahan apabila karya ditulis oleh tiga orang. Thamrin. Sjahrul Prospek dan arah … 10 . maka: Tajuk entri utama : Nama pengarang pertama Tercantum : THAMRIN. maka: Tajuk entri utama : Nama pengarang pertama Tercantum : ALFONS. : Nama pengarang kedua dan Judul karya Bustaman. yaitu untuk pengarang kedua dan judul karya. menyusun satu buletin teknik berjudul “Pengendalian hama tikus terpadu di lahan pasang surut”. Heru Sutikno. dan mempunyai beberapa katalog tambahan. serta judul karya Contoh: Dua orang penulis bernama “Janes Berthy Alfons dan Sjahrul Bustaman”.2.

Agus Priatno. Karya lebih dari 3 orang pengarang Adalah karya yang ditulis oleh lebih dari 3 (tiga) orang pengarang yang mempunyai kontribusi yang sama pada karya tersebut. Katalog dasar yang dibuat mempunyai tajuk entri utama pada judul karya tersebut. dan Subakti”. Contoh: Suatu karya hasil penelitian berjudul “Pengaruh suplementasi rayap sebagai sumber protein dalam ransum ayam pedaging”. nama pengarang ketiga. S. Pengendalian hama tikus … 3. Noorman. yaitu “Harry Prasetyo.Tajuk entri tambahan : Tercantum : Nama pengarang kedua. Harry 11 . dan kartu tambahan dibuatkan hanya sebanyak satu buah untuk nama pengarang yang disebut pertama kali pada dokumen. ditulis oleh empat orang penulis. dan Judul karya Sutikno. maka katalog yang dibuat terdiri dari dua katalog sebagai berikut: Tajuk entri utama : Judul karya Tercantum : PENGARUH suplementasi rayap sebagai sumber protein dalam ransum ayam pedaging Tajuk entri tambahan : Tercantum : Nama pengarang pertama yang tercantum dalam dokumen Prasetyo. Heru Asikin.

Editor bukan penanggung jawab isi suatu karya. judul karya yang pertama kali tercantum. Contoh 1: Suatu buku yang berisi beberapa karya hasil penelitian berjudul “Hybrid rice for food security. disunting oleh tiga orang editor. poverty alleviation. and environmental protection”. yaitu dari keberadaan judul setiap karya atau kumpulan karya. “Edited by S. dan diterbitkan dengan menggunakan satu judul yang sama (judul kolektif).S. judul sebenarnya. Penentuan tajuk entri utama untuk karya editor dapat ditentukan dari judul dokumen yang bersangkutan. Berbagai macam judul dalam karya editor antara lain. yang disunting oleh satu orang editor atau lebih. Karya editor dengan judul kolektif Karya yang tercakup dalam kategori ini adalah suatu karya yang merupakan kumpulan karya dari beberapa orang pengarang perorangan dan masing-masing mempunyai judul karya tersendiri.B. TAJUK ENTRI PADA KARYA EDITOR Suatu buku atau tulisan yang termasuk dalam kategori karya editor adalah karya kontribusi dari beberapa orang pengarang yang berbeda yang disunting oleh satu orang editor atau lebih. 12 . yang tertulis dalam halaman judul sebagai berikut. atau judul kolektif. 1. karena hanya berperan untuk menyunting hasil karya pengarang lain. atau badan korporasi yang bekerja di bawah pimpinan editor.

disunting oleh empat orang penyunting. Indroyono Soesilo. Marzan Aziz Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPTP) : Nama editor pertama. maka katalog yang dibuat terdiri dari tiga katalog sebagai berikut: Tajuk entri utama : Judul karya Tercantum : TEKNOLOGI untuk negeri Tajuk entri tambahan : Tercantum : Nama editor pertama yang disebut dalam dokumen dan nama instansi Iskandar.X. berjudul “Teknologi untuk negeri”.X. yaitu “Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPTP) Jakarta”. Hardy”. kedua. poverty alleviation. and environmental protection Tajuk entri tambahan : Tercantum Contoh 2: Suatu buku yang berisi beberapa karya para pengarang yang berafiliasi dalam satu instansi. C. and B. maka katalog yang dibuat terdiri dari empat katalog sebagai berikut: Tajuk entri utama : Judul karya Tercantum : HYBRID rice for food security. Mao. “Marzan Aziz Iskandar. S. 2. dan Riza”. Wahono Sumaryono. C. Mao. Karya editor tanpa judul kolektif Karya yang tercakup dalam kategori ini adalah suatu karya yang merupakan kumpulan karya dari beberapa orang pengarang 13 . dan ketiga yang tercantum dalam dokumen Virmani.Virmani. B.S. Hardy.

nama pengarang dari karya kedua. Ida Pemupukan berimbang pada … Tercantum : C. dan judul karya pertama Nurhamdi Nurlaila.perorangan dan masing-masing mempunyai judul karya tersendiri. yang ditulis oleh “Ida Nurlaila”. maka katalog yang dibuat terdiri dari empat katalog sebagai berikut: Tajuk entri utama : Pengarang pertama dari karya pertama Tercantum : MUSTOFA. dan diterbitkan menggunakan judul penelitian pertama yang tedapat dalam dokumen. TAJUK ENTRI PADA KARYA CAMPURAN Suatu karya dapat tercipta dari kontribusi para perorangan atau badan korporasi yang masing-masing mempunyai tanggung jawab yang berbeda terhadap isi intelektual atau artistik karya 14 . yang ditulis oleh “Agus Mustofa dan Nurhamdi”. Contoh: Suatu buku yang berisi dua karya hasil penelitian berjudul “Pemupukan berimbang pada tanaman padi”. dan karya kedua berjudul ”Pemberantasan hama belalang dengan insektisida nabati”. Agus Tajuk entri tambahan : Nama pengarang kedua dari karya pertama. namun tidak menggunakan satu judul kolektif. yang disunting oleh satu orang editor atau lebih.

Karya tersebut disebut sebagai karya campuran. dengan pengarang asli bernama “Edward Gemund”. 1. misalnya ada yang memberikan kontribusi dalam hal penulisan. maka katalog dibuat untuk tiga entri berikut: Tajuk entri utama : Nama pengarang asli Tercantum : GEMUND. penterjemahan. Edward Tajuk entri tambahan : Tercantum : Nama penterjemah dan Judul karya Savitri Pengaruh ekosistem penangkapan … 2.tersebut. Karya terjemahan Adalah karya yang merupakan karya hasil terjemahan (alih bahasa) dari karya asli pengarang perseorangan. dan sebagainya. dan terdapat penterjemah yang hanya mengalihkan bahasa saja dan tidak mengubah isi karya tersebut. Contoh: Satu orang bernama “Savitri” menterjemahkan buku yang diberi judul “Pengaruh ekosistem penangkapan ikan di Laut Mediteranian”. Pada karya ini yang menjadi tajuk entri utama adalah 15 . pengilustrasian. Karya saduran Adalah satu karya dari pengarang asli yang kemudian disadur oleh orang lain (penyadur) dan terjadi beberapa perubahan dari karya aslinya. penyaduran. penyuntingan.

penyadur. Yus Rusila Tajuk entri tambahan : Tercantum : Nama pengarang asli dan Judul karya saduran Howes. Tajuk entri utama : Yang diwawancarai Tajuk entri tambahan : Pewawancara dan judul karya 16 . sedangkan pewawancara hanya berkontribusi sebagai penulis kembali atau perangkum terhadap hasil wawancara. dan tercantum nama pengarang aslinya “John Howes dan David Bakewell”. Karya hasil wawancara Adalah karya hasil wawancara yang ditulis oleh seseorang. dengan judul karya aslinya “Shorebirds studies manual“. Contoh: Seorang penyadur buku bernama Yus Rusila Noor dan memberi judul “Panduan studi burung pantai”. John Bakewell. karena dia yang merupakan nara sumber dan sebagai pihak yang mengeluarkan ide. karena dia mengubah isi karya tersebut dan merupakan penanggung jawab utama terhadap isi karya. maka katalog dibuat untuk tiga entri tambahan berikut: Tajuk entri utama : Nama penyadur Tercantum : NOOR. Pada karya semacam ini yang bertanggung jawab terhadap isi karya adalah orang yang diwawancarai. David Panduan studi burung … 3.

Karya anonim Adalah karya tanpa nama pengarang. baik pengarang perorangan maupun badan korporasi yang bertanggung jawab terhadap isi karya. Tajuk entri utama : Judul karya 17 .4.

Tetapkan bagian tertentu dari nama yang dipilih untuk menjadi kata pertama dalam tajuk. 3. nama samaran. Dalam menentukan nama orang sebagai tajuk perlu diperhatikan 3 langkah sebagai berikut: 1. nama dengan gelar. Buatlah rujukan/penunjukan dari nama-nama yang berbeda untuk orang yang sama. 2. Sebagian besar kasus. 18 . atau nama yang tercantum pada sumber informasi utama (halaman judul) dari setiap karyanya. kadangkala berupa nama sebenarnya. Misalnya pada perbedaan penulisan ejaan kata. singkatan nama dan sebagainya. inisial atau jenis nama lainnya. nama dalam agama.III. akan tetapi dalam beberapa kasus satu orang diidentifikasikan dengan dua atau lebih nama misalnya nama sebenarnya. nama panggilan. kata pertama tersebut adalah nama keluarga. nama samaran. PENULISAN TAJUK-TAJUK ENTRI TAJUK UNTUK NAMA PERORANGAN Nama seseorang yang dicantumkan pada suatu karya. Pilih nama yang paling dikenal. A. Sebagian orang hanya dikenal dengan satu nama.

Tiap jenis nama tersebut mempengaruhi cara penulisannya sebagai tajuk. maka tajuk entri ditentukan pada nama samaran tersebut. Orang yang selalu menggunakan nama samaran pada setiap karyanya. iii. a. untuk menentukan tajuk entri. Berdasarkan peraturan yang berlaku. Nama Samaran 2. iv. ii.1. Nama yang sering muncul dalam bahan referensi. maka nama orang tersebut dipilih berdasarkan urutan sebagai berikut: i. Pemilihan Nama Ketentuan pemilihan nama diri pengarang perorangan: Nama utama dengan berbagai bentuk nama Kadang-kadang seseorang mencantumkan atau menggunakan beberapa bentuk nama dalam berbagai karyanya. 19 . Nama yang paling akhir digunakan. b. Nama yang muncul lebih banyak pada terbitan dari karya orang tersebut. Jenis-jenis Nama Nama seseorang ada yang terdiri dari satu bagian (nama tunggal) dan ada pula yang terdiri dari beberapa bagian (nama majemuk). Nama yang paling umum dikenal.

a. Sri Hastuti Saragih. dan sebagainya. Cara penulisan nama majemuk dengan pembalikan nama (inverted name). Nama tunggal Adalah nama diri seseorang yang terdiri dari satu bagian. Contoh: Nama Suparwaty Sunardi b. Nama majemuk Adalah nama diri seseorang yang terdiri lebih dari satu bagian. disertai nama keluarga/marga. Izzuddin Suhartini. maka yang menjadi tajuk adalah nama tersebut. Contoh: Nama Izzuddin Noor Sri Hastuti Suhartini Bungaran Saragih Tajuk Noor. Bungaran Tajuk Suparwaty Sunardi 20 . yaitu pada bagian nama yang terakhir diikuti tanda koma dan bagian-bagian nama lainnya.untuk elemen entri atau bagian pertama dari tajuk entri ditentukan berdasarkan nama tunggal atau nama keluarga. gelar kebangsawanan.

Frank van den Ver Doren. Tajuk Williams-Elis. Iskandar Sandi. a. Daisy 21 . Contoh: Nama Jan Pieter Robide van der Aa Jan van Wayenburg Albert van Driesche Frank van den Wijngaert Daisy Ver Doren Tajuk Aa. Amabel Susanto-Wijaya. Pengarang Belanda yang berawalan van. van den kata utama/tajuk pada bagian nama sesudah awalan itu. Rani Nama keluarga dengan kata sandang dan kata depan i. maka tajuk pada awalan tersebut. Nama orang dengan nama keluarga: b.3. Kecuali pada awalan Ver. Cara Penulisan Nama Majemuk Nama orang lebih dari satu bagian Contoh: Nama Iskandar Alisjahbana I Made Sandi Tajuk Alisjahbana. Jan Pieter Robide van der Wayenburg. Jan van Driesche. van der.1. I Made b. Nama keluarga dengan tanda hubung Contoh: Nama Amabel Williams-Elis Rani Susanto-Wijaya b.2. Albert van Wijngaert.

Martin Von Braun. Contoh: Nama August Am Thym Erich Vom Ende Josef Paul Zum Busch Otto Zur Linde Johann Wolfgang von Goethe Peter von der Muhl iii. De la. Wernher . Vom.ii. kata utama pada kata sandang seperti: A. Zur. Johann Wolfgang von Muhl. Contoh: Nama Gilbert Abbott A Beckett Knightley D’Anvers Augustus De Morgan Walter De la Mare MartinVan Buren Wernher Von Braun 22 Tajuk A Beckett. Le. Augustus De la Mare. Pengarang Jerman yang nama keluarganya didahului kata sandang. kata utama pada kata sandang seperti: Am. Peter von der Pengarang Inggris yang nama keluarganya didahului kata sandang. Otto Goethe. Walter Van Buren. Van. Kecuali nama keluarga yang didahului kata depan. Gilbert Abbott D’Anvers. Erich Zum Busch. Zum. Josef Paul Zur Linde. Kata utama pada bagian nama sesudah kata depan seperti: von dan von der. Knightley De Morgan. De. Du. D’. Tajuk Am Thym. August Vom Ende. atau kata depan diikuti kata sandang. Von.

Contoh: Nama Giovanni A Prato Nicola D’Arienzo Lorenzo Da Ponte Pietro Maria De Amicis Isidoro Del Lungo Gioacchino Li Greci Niccolo Lo Savio Eufrosino Della Volpaia Antonio degli Alberti Pietro Martire d’ Anghiera Lorenzo de’ Medici c. del Della. Nicola Da Ponte. kata utama pada kata sandang tersebut. D’. Pietro Martire d’ Medici. Pietro Maria Del Lungo. Pengarang Italia yang nama keluarganya didahului kata sandang seperti: A. Giovanni D’Arienzo.1. Lorenzo De Amicis. Nama Indonesia c. maka kata utama pada nama keluarga. Niccolo Della Volpaia. Lo. Di. Antonio degli Anghiera.iv. De. Da. I Made Hatta. Li. Tajuk A Prato. Kecuali untuk nama keluarganya didahului data depan. Iskandar Sandi. Eufrosino Alberti. Lorenzo de’ Nama Indonesia yang terdiri lebih dari satu bagian Contoh: Nama Iskandar Alisyahbana I Made Sandi Muhammad Hatta Tajuk Alisyahbana. Muhammad 23 . Isidoro Li Greci Gioacchino Lo Savio.

. 24 dengan Tajuk Patunru.5.3. biasanya digunakan untuk orang yang . binti. Bermawi Sutan Batuah. Nama dengan gelar kebangsawanan/kehormatan Contoh: Nama Abdurrajak Daeng Patunru Bermawi Sutan Radja Emas Ahamad gelar Datuk Batuah Raden Mas Purbacaraka Andi Malarangeng Haji Abdul Kadir c. Mahmud Nahiri H. Nama yang memuat kata bin. Mahmud Marga T. Abdurrajak Daeng Radja Emas. c. Tajuk Djakaria N. Haji tanggal (lahir dan tambahan kematian). Ahamad gelar Datuk Purbacaraka.M. Nama Contoh: yang berakhiran dengan inisial yang kepanjangannya tidak diketahui Nama Djakaria N. Raden Mas Malarangeng.4.2. Nahiri H. Nama terkenal.M. ibni Contoh: Nama Abdullah bin Nuh Aisyah binti Mahmud Tajuk Abdullah bin Nuh Aisyah binti Mahmud c. Marga T.c. Andi Abdul Kadir.E.E.

Yauw Tjin Oei. 25 . Tjong Bo Tajuk Sukarno. namum mempunyai perubahan nama yang berbeda. Menentukan ketepatan nama badan korporasi. 4. termasuk penambahan nama lainnya yang digunakan sebagai pembeda. 2. 1930 B.Contoh: Nama Sukarno Suharto d. Memilih nama yang akan dijadikan tajuk. Membuat rujukan/penunjukkan dari badan korporasi yang sama. Apabila badan korporasi merupakan suatu konferensi atau pertemuan lainnya. dan tercantum dalam kalimat yang relatif panjang. TAJUK UNTUK NAMA BADAN KORPORASI Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat tajuk untuk Badan Korporasi yaitu: 1. 1920-1967 Suharto. 3. Nama China asli Contoh: Nama Lim Yauw Tjin Oei Tjong Bo Tajuk Lim. maka dapat dibuat penghilangan khusus dengan memberi tanda baca tiga titik (…) yang ditambahkan sesuai peraturan.

Nama konvensional Contoh: PERHUTANI BIOTROP UNESCO b. Nama resmi 26 .1.3. kecuali bila menurut peraturan telah ditentukan harus dibuat tajuk pada badan induknya atau nama pemerintahnya.1. harus dilakukan pemilihan bentuk nama tepat. Dalam hal ini penentuan tajuk dilakukan berdasarkan: b. Nama Badan korporasi dalam berbagai bentuk Nama Badan korporasi yang tertera dalam berbagai bentuk nama. Pemilihan Nama Dan Cara Penulisannya Nama tepat Badan Korporasi Nama badan korporasi tersebut ditentukan langsung pada namanya sendiri.2. Nama lengkap Contoh: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi b. a. Contoh: Institut Pertanian Bogor Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian b.

Nama Badan Korporasi dalam berbagai bahasa Nama-nama badan korporasi yang dikenal secara nasional maupun internasional dan mempunyai berbagai nama yang dituliskan dalam berbagai bahasa. Nama yang paling banyak digunakan pada halaman judul c.4. maka tajuk nama badan 27 . yaitu untuk karya yang muncul di bawah nama itu.b. Contoh: Pusat Perpustakaan Pertanian dan Biologi Lihat juga Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Lihat juga Pusat Perpustakaan Pertanian dan Biologi d. Nama Badan Korporasi yang mengalami perubahan Buatlah satu tajuk di bawah nama badan korporasi yang baru. kemudian buatkan acuan dari tajuk nama badan korporasi yang lama ke tajuk nama badan korporasi yang baru dan sebaliknya (acuan timbal balik).

e. Pada bahasa asing lainnya yang paling dikenal di Indonesia. ii.2. d. Pada nama dalam bahasa Indonesia. Pada nama resmi dalam bahasa asing lainnya yang paling dikenal di Indonesia. Pada nama resmi dalam bahasa Inggris.1. Badan korporasi dengan nama sama. tambahkan bentuk perusahaan atau bentuk badan hukumnya Contoh: Prima Jaya (C. Badan Korporasi lingkup Internasional: i. Badan Korporasi lingkup Nasional (Badan Korporasi Indonesia): i.1. Unsur Tambahan Pada Tajuk Nama Badan Korporasi e. Nama perusahaan. Pada nama dalam bahasa Inggris. yang dapat berupa: 28 .V. berikan keterangan tambahan yang berfungsi sebagai unsur pembeda. ii.) Abadi Nusantara (Firma) e. iii.korporasi tersebut ditentukan berdasarkan prioritas sebagai berikut: d.2.

Penulisan Badan Pemerintah sebagai tajuk dilakukan dengan mencantumkan bentuk nama badan tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia. Konferensi dan pertemuan lainnya Badan korporasi yang merupakan suatu pertemuan. tajuk ditentukan 29 . Keterangan tahun berdirinya. Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Barat.4. seminar.3. Universitas Nasional (Jakarta) Universitas Nasional (Semarang) Contoh: e. Keterangan lain yang dianggap sesuai. Contoh: Jawa Barat.- Tempat kedudukan badan korporasi (kota. Badan pemerintahan adalah Badan Korporasi yang mempunyai wilayah kekuasaan atau Badan pemerintahan yang tidak mempunyai badan lain di atasnya. wilayah. dan lainnya). Pemerintah Daerah Tingkat I Indonesia. negara. konferensi dan sejenisnya. Majelis Permusyawaratan Rakyat e.

frekuensi. atau tahun penyelenggaraan.pada nama suatu konferensi atau pertemuan tersebut. Apabila konferensi tersebut mencakup keterangan seperti nomor. maka keluarkan unsur-unsur ini dari dalam tajuk dan cantumkan sebagai unsur pembeda yang ditulis dalam tanda kurung di belakang tajuk. Badan Korporasi yang dimiliki oleh berbagai Badan Korporasi yang berbeda Nama Badan Korporasi yang diperkirakan dimiliki oleh lebih dari satu Badan. Contoh: Conference of Library Survey (1999 : Chicago) International Conference on the Biology (2006 : Jakarta) Latihan Pengelolaan Kebun Percobaan Padi (Ke-3 : 2003 : Sukamandi) Indonesian Cancer Conference (2nd : 2005 : Bandung) e.5. maka penulisan tajuknya adalah dengan menuliskan nama Badan Korporasi bawahan yang dimasukkan secara tidak langsung. melainkan dengan mencantumkan nama Badan 30 .

Presiden ( 2004 . Masa periode jabatan dan nama pejabat yang bersangkutan dicantumkan dalam tanda kurung sebagai unsur pembeda. Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada. Contoh: Institut Pertanian Bogor. Contoh: Indonesia. Gubernur (2001 .Korporasi di atasnya terlebih dahulu sebagai unsur pembeda. Pejabat Pemerintah Nama-nama pejabat pemerintah secara tidak langsung dapat ditentukan sebagai tajuk dengan menuliskan wilayah pemerintahan sebagai tajuk. Perpustakaan Indonesia. yang diikuti dengan nama atau posisi jabatannya. Menteri Pertanian (2003 – 2005 : Bungaran Saragih) Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Fakultas Pertanian Universitas Indonesia.: Sutiyoso) 31 .: Susilo Bambang Yudoyono) Indonesia. Fakultas Ekonomi.6. Departemen Pertanian e.

Contoh: Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan 32 .f. maka tajuknya ditentukan langsung pada nama Badan Korporasi yang bersangkutan. Badan Korporasi yang merupakan instansi bawahan dari Badan Korporasi lain yang lebih tinggi. namun dapat berdiri sendiri.

B. Sumber informasi utama mengenai deskripsi bibliografi itu diambil dari bahan pustaka yang bersangkutan. 2. DESKRIPSI BAHAN PUSTAKA A. brosur atau bahan pustaka tercetak lainnya. sebagaimana dijelaskan dalam bagian IV. informasi tersebut terdapat di halaman judul dan 33 .F (Daerah Deskripsi Bahan Pustaka.IV. SUMBER INFORMASI UTAMA Deskripsi bibliografi suatu bahan pustaka seperti judul. 6. misalnya pada buku. 7. 5. SUSUNAN DESKRIPSI Dalam proses katalogisasi bagian-bagian pada suatu bahan pustaka dideskripsikan/diuraikan menjadi 7 daerah yaitu: 1. 3. Judul dan pernyataan kepengarangan Edisi Penerbitan atau impresum Deskripsi fisik Seri Catatan Nomor standar dan harga Setiap daerah terdiri atas sejumlah unsur. penerbit. dan sebagainya merupakan bagian yang akan tercantum dalam katalog. halaman 39). 4. pengarang.

atau diambil dari luar dokumen. Daerah 1 2 3 4 5 6 7 Unsur Informasi Judul dan kepengarangan Edisi Impresum Kolasi Seri monogrf Catatan ISBN dan Harga Sumber Informasi Utama Halaman judul Halaman judul dan halaman permulaan lainnya Halaman judul dan halam permulaan lainnya Terbitan itu sendiri (dari halaman mana saja pada terbitan tersebut) Terbitan itu sendiri (dari halaman mana saja pada terbitan tersebut) Terbitan itu sendiri atau dari luar terbitan Terbitan itu sendiri atau dari luar terbitan C. Singkatan yang digunakan dalam deskripsi 34 . atau pun dibuat sendiri oleh pembuat katalog. Apabila informasi mengenai deskripsi bahan pustaka tidak tercantum dalam dokumen. maka informasi tersebut dicantumkan dalam tanda kurung siku.halaman lain dari dokumen tersebut. SINGKATAN Beberapa informasi dalam deskripsi bibliografi dapat ditulis dalam bentuk singkatan.

rev.l. Arti et alli (dan lainnya) dan kawan-kawan editor editor lebih dari satu edisi revisi sine loco (tempat terbit/cetak tidak diketahui) sine nomine (nama penerbit/ percetakan tidak diketahui) sine anno (tahun terbit/cetak tidak diketahui) illustrasi ilustrasi sentimeter halaman pagina/page 2 3 D.bibliografi harus konsisten. tanda pisah. TANDA BACA Penulisan setiap daerah deskripsi bibliografi didahului oleh tanda baca yaitu: titik. spasi. p. s. s. Berikut ini uraian susunan deskripsi dan tanda bacanya: 35 . --). s.a. hlm.n. Eds. dan di dalam setiap daerah terdapat pula tanda baca yang telah ditentukan. ilus. berikut adalah singkatan yang sering digunakan: Daerah 1 Singkatan et al. dkk. cm. Ed. ed. 4 ill. tanda pisah (.

2.1. Daerah edisi Unsur Deskripsi Bibliografi Pernyataan edisi Pernyataan kepengarangan sehubungan dengan edisi tersebut Tanda Baca . -: . -/ 3. . Daerah judul dan pernyataan kepengarangan Unsur Deskripsi Bibliografi Judul utama/judul pokok anak judul Judul sejajar Pernyataan kepengarangan yang pertama Pernyataan kepengarangan yang kedua dan selanjutnya yang sama peran dan kontribusinya Pernyataan kepengarangan berikutnya yang berbeda peran dan kontribusinya Tanda Baca : = / . 36 . Daerah impresum Unsur Deskripsi Bibliografi Tempat terbit Nama penerbit Tahun terbit Tanda Baca .

E. + 5. -: . POLA DESKRIPSI Uraian deskripsi bibliografi disajikan dalam berbagai macam pola. 7. penulisan pada paragraf baru.4. Daerah seri Unsur Deskripsi Bibliografi ( Pernyataan seri/judul seri Pernyataan anak seri ISSN Nomor seri ) Tanda Baca . -: . yaitu cara penulisan bagian-bagian daerah deskripsi bibliografi yang berkaitan dengan pengaturan dan pembagian paragraf. yaitu 1) Pola berparagraf yang digunakan untuk penulisan katalog dengan tajuk entri utama pada pengarang atau badan korporasi. Umumnya terdapat dua pola. . 6. Daerah kolasi Unsur Deskripsi Bibliografi Jumlah halaman Pernyataan ilustrasi Ukuran Bahan yang disertakan Tanda Baca . penulisan pada paragraf baru. Daerah catatan Tanpa tanda baca. Daerah ISBN dan harga Tanpa tanda baca. dan 2) Pola indensi 37 .

(Pernyataan seri : anak seri. nomor seri) Catatan ISBN dan harga Subjek Jejakan 38 . -. -. Tahun terbit. Dua (2) pola yang digunakan oleh PUSTAKA dan dikembangkan penggunaannya oleh perpustakaan-perpustakaan lingkup Departemen Pertanian. dengan kontribusi berbeda.menggantung. -. kepengarangan pertama dengan kontribusi berbeda. yang digunakan untuk penulisan katalog dengan judul sebagai tajuk entri utama. adalah sebagai berikut: 1. kepengarangan kedua. dst. ISSN . Jumlah halaman : pernyataan ilustrasi . Pengarang sebagai tajuk entri utama Tajuk entri utama Judul utama : anak judul = Judul sejajar : anak judul sejajar / Pernyataan kepengarangan pertama.Edisi / Pernyataan kepengarangan sehubungan dengan edisi. dst. dengan kontribusi sama . ukuran buku + Lampiran.Tempat terbit : Nama penerbit. pernyataan kepengarangan kedua.

1. dst.2.Tempat terbit : Nama penerbit. kepengarangan pertama dengan kontribusi berbeda. 39 . judul sejajar/paralel yang merupakan judul terjemahan dan anak judul (apabila ada pada halaman judul). dengan kontribusi sama . pernyataan kepengarangan kedua. nomor seri) Catatan ISBN dan harga Subjek Jejakan F. Judul sebagai tajuk entri utama Judul utama : anak judul = Judul sejajar : anak judul sejajar / Pernyataan kepengarangan pertama. -. -. ukuran buku + Lampiran. Tahun terbit. dengan kontribusi berbeda. kepengarangan kedua. pernyataan kepengarangan kedua. ISSN .(Pernyataan seri : anak seri. -. Jumlah halaman : pernyataan ilustrasi .Edisi / Pernyataan kepengarangan sehubungan dengan edisi. DAERAH DESKRIPSI BAHAN PUSTAKA Daerah Judul dan Pernyataan Penanggungjawab/ Kepengarangan Daerah ini memuat informasi tentang judul utama/judul pokok dari suatu karya. dst.

3. Jika bahan pustaka yang sedang dikatalog merupakan volume. atau bagian yang terpisah atau suplemen dari suatu penerbitan yang lebih besar. maka cantumkan judul utama sebagai judul dari karya yang lebih besar diikuti oleh bagian yang lebih kecil Contoh: Petunjuk pengolahan tanah. maka cantumkan nama tersebut sebagai judul utama Contoh: Byron (suatu buku puisi) a. Cantumkan judul utama seperti apa yang tercantum pada sumber informasi utama. Buku 1 40 .1.2.a. Jika judul utama terdiri dari nama orang atau badan korporasi yang bertanggung jawab atas karya tersebut. kecuali tanda baca dan huruf kapital disesuaikan dengan yang berlaku Contoh: The big money Sensus penduduk 1971 Pemberantasan hama padi a. Judul utama / judul pokok a.

Nyatakan penghilangan tersebut dengan tanda penghilangan ( … ) Contoh: Prosiding seminar nasional klinik teknologi pertanian sebagai basis …. maka beri judul utama dari halaman lain atau dibuat sendiri yang dicantumkan dalam kurung siku Contoh: [Petunjuk teknis jagung] b. sama dengan. Manado. maka tetapkan salah satu sebagai judul utama dan lainnya sebagai judul sejajar. Judul Sejajar / Paralel Jika pada halaman judul suatu bahan pustaka muncul judul dalam dua atau lebih bahasa. 9-10 Juni 2004 a.a. Jika pada sumber informasi utama (halaman judul) suatu bahan pustaka tidak terdapat judul utama.4. Jangan menghilangkan lima kata pertama dalam judul utama. Penulisan judul sejajar didahului oleh spasi. Judul utama yang panjang dapat dipersingkat hanya bila tidak menghilangkan informasi yang penting di dalamnya.5. spasi ( = ) 41 .

spasi ( : ) Contoh: AGROVOC : multilingual agricultural thesaurus (Catatan: multilingual agricultural thesaurus adalah anak judul) c.Contoh: Pemberantasan hama padi = Pest control on rice (Catatan: Pest control on rice adalah judul sejajar) c.1. Cantumkan informasi judul lain yang ada pada sumber informasi utama sebagai anak judul. tetapi dinyatakan dalam daerah catatan. titik dua. Apabila anak judul terlalu panjang dapat diabaikan. maka buat informasi tambahan ringkas sebagai anak judul yang dituliskan sama dengan bahasa judul utamanya dan dicantumkan dalam kurung siku Contoh: Lokakarya hasil penelitian Pertanian : [prosiding] Badan Litbang (Catatan: kata prosiding dalam kurung siku adalah informasi tambahan) 42 .2. Penulisan anak judul didahului dengan spasi. Jika judul memerlukan penjelasan. Anak judul c.

Suhaemi. Cantumkan nama orang atau badan korporasi yang bertanggung jawab atas suatu karya baik sebagai penulis. Editor Edi Suwandi. spasi ( / ) Contoh: Angka kemiskinan di Indonesia / Biro Pusat Statistik Pertumbuhan tanaman tebu di daerah Cirebon / Oleh Anto Sugiarto Pemanfaatan lahan sawah / Penyusun Ahmad Ginanjar. garis miring. maka cantumkan apa adanya dan tidak perlu diulang pada pernyataan penanggung jawab/kepengarangan. Marzuki d. 43 .1. Jika nama pengarang. penerbit dan sebagainya merupakan bagian integral dari judul. Contoh: Lima tahun perjalanan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. didahului dengan spasi. sesuai dengan bentuk dan urutan yang dituliskan/tercantum di sumber informasinya.2. Laporan Penelitian Balai Penelitian Tanaman Padi. editor.d. penyusun. Pernyataan penanggungjawab / kepengarangan d. penterjemah dan sebagainya.

.. [et al. sedangkan nama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.. kualifikasi dan sebagainya yang dihubungkan dengan nama perorangan seperti Prof. Solehuddin. dan sebagainya dihilangkan. edited by Nicole.B. Drs. Jika pernyataan penanggung jawab tunggal mencantumkan nama lebih dari tiga orang atau badan korporasi yang mempunyai kontribusi yang sama. Ir.] .(Catatan: Contoh diatas adalah judul buku. M. [et al.. Gelar.A.. M.] (Catatan: Buku ditulis oleh Yusri Gondok.Si. maka tuliskan nama yang pertama dan hilangkan nama kedua dan seterusnya.3. Achmad Baihaki.4. dan Samijan) Anthurium reproduction technique with tissue culture / Harry Smith . serta Balai Penelitian Padi yang juga merupakan nama pengarang tidak dicantumkan lagi di daerah penanggung jawab) d. Samuel dan Nirrine serta diedit oleh Nicole) d. Dr. [et al. Barry. (Catatan: Buku ditulis oleh Harry Smith......] ) Contoh: Potensi tebu konsumsi rakyat di Kepulauan Mentawai / oleh Yusri Gondok . 44 .. diikuti dengan tanda penghilangan dan keterangan tambahan yang sesuai ( .

(Catatan: dalam halaman judul tercantum pengarang buku ini adalah Drs. Daerah Edisi Pernyataan edisi dicantumkan seperti yang ada pada sumber informasi utama. a. Kata-kata pernyataan edisi diganti dengan singkatan. 5 Cet. Singkatan baku yang digunakan adalah: Pernyataan edisi yang tercantum New edition Revised edition Edited by Third edition Edisi kelima Cetakan ketiga b. by 3rd ed. Kalau tidak ada edisi maka cetakan terakhir dapat digunakan. MS. dan Dra.Contoh: Petunjuk teknis pengembangan koleksi perpustakaan / oleh Surya Mansyur dan Sulastuti Sophia. ed. MLS. Sulastuti Sophia. biasanya pada halaman balik judul.) 2. tetapi tidak semua buku yang dikatalogisasi harus ada penanggung jawab edisi tersebut 45 . Surya Mansyur. 3 Pernyataan penanggung jawab yang sehubungan dengan edisi. Ed. Ed. Singkatan yang digunakan New ed. Rev.

5 A dictionary of modern English usage / by H. Jika suatu penerbit mempunyai lebih dari 2 tempat. -. ) 46 . Tempat penerbitan.1. / revised by Ernest Gowers 3. distribusi dan sebagainya a. -. Contoh: Jakarta London Soerabaja Batavia a. ditulis dengan menggunakan tanda baca titik koma ( .2.2nd ed. atau boleh juga ditulis nama tempat yang lainnya apabila diperlukan. Cantumkan nama tempat penerbit sebagaimana yang tertera pada terbitan tersebut. dan tahun buku tersebut diterbitkan.Ed. maka cantumkan nama tempat yang pertama saja. nama penerbit atau distributor dan sebagainya. Daerah Publikasi / Impresum Daerah ini memuat informasi tentang tempat terbit.W. Homakonda. a. Fowler.Contoh: Pengantar klasifikasi persepuluhan Dewey / oleh Towa P.

l. distributor dan sebagainya seperti yang tercantum dalam sumber informasi didahului oleh tanda spasi.Contoh: New York .1.] b. spasi ( : ) Contoh: : Balai Pustaka 47 . Nama Penerbit. Apabila nama tempat penerbit tidak tercantum pada buku yang dikatalogisasi. London Jakarta .4. Jika tempat penerbit sama sekali tidak diketahui.3. titik dua. distributor dan sebagainya b. tetapi dapat diperkirakan. maka cantumkan s. maka cantumkan tempat penerbit yang diperkirakan tersebut diikuti dengan tanda tanya dalam kurung siku. Contoh: [Surabaya ?] [Canberra ?] a. (sine loco) dalam kurung siku Contoh: [s. Semarang a.l. Cantumkan nama penerbit.

n. Hilangkan perusahaan Contoh: Nama yang tertera pada sumber informasi CV. Jika nama penerbit sama sekali tidak diketahui. dapat dimengerti dan mudah untuk diidentifikasi Contoh: : UI : FAO b. Inc. dalam bentuk singkatan yang sudah baku. Sumur Bandung Da Capo. maka cantumkan s.2. maka cantumkan nama tempat yang pertama saja. atau boleh juga ditulis yang lainnya apabila diperlukan Contoh: : MacGraw-Hill : Penebar Swadaya . UI Press Nama yang dicantumkan Sumur Bandung Da Capo UI Press kata yang menunjukkan fungsi bentuk b. distributor dan sebagainya.n. Sumur Bandung b. (sine nomine) Contoh: : [s.3.b. Jika suatu penerbit mempunyai lebih dari 2 tempat.4.] 48 .5. Cantumkan nama penerbit.

3. Penulisan tahun terbit didahului tanda koma dan spasi (. maka cantumkan tahun cetak terakhir atau kalau tidak ada tahun cetak maka cantumkan tahun copy right yang didahului dengan “c” Contoh: . Jika tidak ada pernyataan edisi. cetak dan copy right tidak diketahui. ) Contoh: . maka cantumkan tahun penerbitan pertama dari karya yang sedang dikatalog. 2005 . 49 . Apabila tahun terbit. dan cantumkan dalam huruf Arab. maka cantumkan tahun terbit perkiraan diikuti tanda tanya ( ? ). Apabila tahun terbit tidak diketahui. atau didahului oleh circa (ca. Cantumkan tahun penerbitan. tahun distribusi dan sebagainya c.1.2. c 2003 c. 2006 . distribusi dan sebagainya dari edisi ke dalam daerah edisi pada katalog.) dan ditulis dalam kurung siku. Tahun terbit.c. 1990 c.

1. 27 p.]. 57 p.n. 2000] Contoh penulisan pada daerah publikasi / impresum secara lengkap: Jakarta : Gramedia. 1999 New York . A – K (Catatan: penulisan nomor halaman pada dokumen aslinya memakai huruf) 50 . Jumlah volume / halaman a. Daerah kolasi / deskripsi fisik Daerah ini memuat informasi tentang jumlah halaman. 2005 Rome : FAO. Pilih singkatan yang akan digunakan secara konsisten. Cantumkan jumlah halaman atau jumlah jilid dari karya yang sedang dikatalog Contoh: 324 hal. vii.Contoh: . 2004? Surabaya : [s. Hal. c 1989 Jakarta . Bandung : Penebar Swadaya . Sumur Bandung. [ca. ukuran buku dan keterangan lampiran. ilustrasi. 2000 4. London : MacGraw-Hill. [2000 ?] . a.

255 .523. (765 p.3.765 Apabila perpustakaan memiliki volume lengkap. (54. misalnya jilid I terdiri dari halaman 1 . jilid II halaman 255 . Untuk karya yang terdiri dari beberapa jilid dan masing-masing jilid dimulai dengan nomor baru.2. maka penulisannya sebagai berikut: 3 jil. maka penulisannya sebagai berikut: 3 jil.4. dan jilid III terdiri dari halaman 524 .523 a.a. dan jilid III terdiri dari halaman 1 – 35. 35 p. maka cantumkan perkiraan nomor halaman tanpa kurung siku dan diawali dengan “ ca. penulisannya sebagai berikut: p. jilid II halaman 1 . tetapi jika nomor tidak dapat diketahui. dan misalnya hanya memiliki volume II saja.34.54. misalnya jilid I terdiri dari halaman 1 .) Apabila perpustakaan tidak memiliki volume lengkap. 34. Untuk karya yang terdiri dari beberapa jilid dan setiap jilid bernomor halaman secara berkesinambungan.254. Jika halaman dari suatu volume tidak bernomor tetapi jumlahnya mudah diketahui.) a. maka berikan nomor dalam kurung siku.“ 51 .

: ilus.1. Cantumkan jumlah ilustrasi apabila jumlah ilustrasi tersebut dapat diketahui dengan mudah/cepat atau apabila ilustrasi tersebut didaftar dan ditetapkan nomornya/jumlahnya bersangkutan.3.. grafik. spasi Contoh: : ill.Contoh: [205] p.2. photo. berikan singkatan dari jenis ilustrasi yang terdapat dalam karya tersebut dengan susunan alfabet dipisahkan oleh koma Contoh: : ill. Apabila diperlukan dan dianggap penting. 200 p. map. : ill. 12 map 52 pada bahan pustaka yang . Keterangan Ilustrasi b. didahului spasi. dimasukkan ke dalam ilustrasi.. photo b. titik dua. b. ca. b. Contoh: : 48 ill. dan sebagainya. Gambar.

Apabila dokumen tersebut semuanya/didominasi oleh ilustrasi Contoh: : semua ill.). Apabila buku berukuran konvensional.3 cm.b. Ukuran buku c. spasi ( . ) c. 32 cm. .. 21 cm. Cantumkan ukuran buku dengan mengukur tinggi dari jilid buku tersebut dalam sentimeter (cm. 53 .4. titik koma. maka lakukan pembulatan hasil pengukuran dalam satuan sentimeter terdekat ke atas (misalnya tinggi buku 20. c. 20 x 34 cm. maka cantumkan 21 cm. 20 x 8 cm. .2. Apabila lebar buku kurang dari setengah tinggi buku atau lebih besar dari tinggi buku. c.). Penulisan didahului tanda spasi. maka cantumkan tinggi x lebar buku tersebut Contoh: . Contoh: .3.1.

4. spasi ( + ) Contoh: + lampiran d.28 cm. (54. Bahan yang disertakan d.) : ill. Apabila dokumen dilengkapi dengan bahan yang disertakan. 24-28 cm. 45 cm. : ill.25 cm. 23 .c. d.1. Apabila buku disertai oleh bahan dalam bentuk fisik yang berbeda. . 20 . maka penulisannya didahului oleh spasi. . maka cantumkan ukuran buku yang terkecil sampai yang terbesar Contoh: . misalnya suatu buku disertai satu set CD atau peta sebagai pelengkap dari buku tersebut Contoh: + 1 CD + 2 peta Contoh penulisan pada daerah kolasi / deskripsi fisik secara lengkap: xii .2. Apabila buku terdiri dari beberapa volume/jilid dengan ukuran yang berbeda. 256 p. tanda tambah. + 1 CD 54 . . 35 p. 3 jil. 34.

spasi ( = ) Contoh: = Agriculture Developmental Series = Biology Series c. Judul sejajar/paralel Cantumkan judul sejajar/paralel apabila judul tersebut tertera pada dokumen. Daerah ini dicantumkan dalam tanda kurung biasa. sama dengan. Penulisannya didahului oleh spasi. penulisannya didahului oleh spasi. a. dan penomoran seri. anak judul seri. titik dua. ISSN yang berhubungan dengan seri tersebut. Anak Judul Seri Cantumkan anak judul seri. pernyataan penanggung jawab sehubungan dengan seri tersebut. Daerah Seri Daerah ini memuat informasi tentang judul seri.5. judul sejajar. Judul Seri Apabila dokumen merupakan salah satu seri dan judul seri tertera dalam dokumen tersebut. maka cantumkan judul seri tersebut yang diawali dengan tanda kurung buka Contoh: (Seri Pengembangan Pertanian (Seri Biologi b. spasi ( : ) 55 . apabila tertera pada dokumen.

) dan singkatan huruf ISSN disertakan Contoh: . spasi (. ISSN 0306 1108 . Penulisan diawali oleh koma. yang tertera pada dokumen. spasi ( /) Contoh: / Surachmat / John Smith e. Penulisan . Penulisannya didahului oleh spasi.Contoh: : Buah-buahan : Binatang d. dan cantumkan 56 penomoran dalam angka arab. seperti “no” untuk nomor atau “jil. Nomor Seri Cantumkan nomor seri dari dokumen apabila nomor tersebut tertera pada dokumen yang dikatalogisasi. Gunakan singkatan baku. International Standard Serial Number (ISSN) Nomor ISSN dicantumkan apabila tertera pada dokumen. Pernyataan Penanggung Jawab Cantumkan pernyataan penanggung jawab baik orang atau badan korporasi yang berhubungan dengan seri.” untuk jilid. ISSN 1410-637X f. garis miring.

12) Contoh penulisan pada daerah seri secara lengkap: (Seri Biologi : Binatang . no. Contoh: . 6) . no. 6) 6. Daerah Catatan Daerah ini memuat informasi yang dianggap perlu dikemukakan untuk memperjelas atau menambah keterangan tentang setiap daerah deskripsi bibliografis. titik koma.Institut Teknologi Bandung. 2006 57 . spasi dan akhiri dengan kurung tutup. ISSN 0306 1108 . Judul dan kepengarangan Contoh: Judul asli : Three notable stories Terjemahan dari: Three notable stories Thesis (MS) .buahan / Surachmat. dan susunan informasi mengikuti urutan daerah. 12) (Seri pengembangan pertanian = Agriculture Developmental Series : Buah. Informasi yang biasa diberikan dalam daerah catatan adalah: a.didahului dengan spasi.

Edisi Contoh: Edisi revisi dari: The portable Dorothy Parker Cetak ulang dari Ekonomi dan keuangan c. Isi dokumen / Catatan tambahan Contoh: Bibliografi : hal. Apabila dalam dokumen tersebut 58 . Jilid 2 : Zoology Dilengkapi dengan 1 CD yang dikemas terpisah d. 25 . Impresum/penerbitan Contoh: Terbit juga di Bandung oleh Sumur Bandung tahun 1999 e. Jilid 1 : Botani.18 induk buku) (Catatan : Nomor ini menunjukkan notasi klasifikasi) 7.30 Termasuk bibliografi 256/Ref/2005 (Catatan : Nomor ini menunjukkan nomor 633.b. Daerah ISBN dan Harga International Standard Book Number (ISBN) tidak selalu dimiliki oleh setiap dokumen. Kolasi Contoh: Terdiri dari 2 jilid. Cantumkan nomor standard tersebut apabila terdapat pada dokumen.

500 59 .terdapat satu atau lebih ISBN. 55. a. Harga Informasi tentang harga dokumen boleh dicantumkan. ISBN Contoh: ISBN 0853-7654-00 ISBN 0543-7890-00 b. namun apabila tidak diperlukan pencantumkan juga tidak menjadi masalah Contoh: ISBN 0853-7654-00 : Rp. 74. cantumkan salah satu ISBN yang kkusus untuk dokumen yang sedang dikatalogisasi sesuai dengan yang tertulis.000 ISBN 0543-7890-00 : Rp.

LAMPIRAN CONTOH-CONTOH KATALOG KARYA PENGARANG PERORANGAN Contoh 1: Katalog untuk karya pengarang perorangan tunggal 60 .

61 .

. Judul 62 . I. . Hama . .Cet. 255 p. Ida Nyoman p Pengendalian hama terpadu dan implementasinya di Indonesia / Ida Nyoman Oka. 1995 xi..632.935(594) OKA OKA. 952/D/2004 ISBN: 979-420-349-1 1. .Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. 24 cm.Pengendalian terpadu I. : ill.

Contoh 2: Katalog untuk karya pengarang perorangan tunggal dengan judul sejajar 63 .

. 24 cm.Perdagangan bebas I. Ketahanan pangan . Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian II.6 ADN ADNYANA. . Orasi pengukuhan Ahli Peneliti Utama bidang ekonomi pertanian 659/D/2005 1. 2005 74 p. . : ill. Judul 64 .Bogor : Badan Litbang Pertanian. Made Oka l Lintasan dan marka jalan menuju ketahanan pangan terlanjutkan dalam era perdagangan bebas = Pathway and roadmarker toward sustainable food security in world free trade millennium / Made Oka Adnyana.439.338.

Contoh 3: Katalog untuk karya pengarang perorangan ganda (tiga orang). dengan bahan pustaka merupakan monograf berseri 65 . dua orang penyunting.

B. S. . 2001 v. Judul 66 . Penyunting: Izzuddin Noor.234 THA THAMRIN. . p Pengendalian hama tikus terpadu di lahan pasang surut / M.632. Prayudi. Hama tikus . Heru II. Thamrin.Lahan pasang surut I.Pengendalian . 21 cm.Banjarbaru : BALITTRA. 27 p. Prayudi. Asikin. S.(Buletin teknik. Izzuddin IV.. B. ISSN 1410637X) 359/D/2006 1.693. Sutikno. Noor. Asikin . Balai Penelitian Tanaman Pangan Lahan Rawa VI. III. : ill. V. M.. Heru Sutikno. .

tajuk utama pada judul karya 67 .Contoh 4: Katalog untuk karya perorangan lebih dari tiga orang.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian 68 . 2004 173 p. 24 cm. II.Bogor : Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian. Ketahanan pangan . . Saliem … [et al.338. 720/D/2005 ISBN: 979-3566-20-5 1.] . Handewi P. Saliem. : ill. .Perdagangan bebas I.439 DAM DAMPAK liberalisasi perdagangan terhadap kinerja ketahanan pangan / Handewi P.

Contoh 5: Katalog untuk karya perorangan lebih dari tiga orang dengan judul seri 69 .

70 .

(Seri pengembangan perpustakaan pertanian. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian 71 .. no. 2004 114 p. UDC – Indonesia I. Sophia.. . 21 cm. 33) 1.025.]. Sulastuti II. .4 BAG BAGAN klasifikasi UDC (Universal Decimal Classification) berbahasa Indonesia (kelas 630-639) / Oleh Sulastuti Sophia … [et al. .Bogor : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

KARYA PENGARANG BADAN KORPORASI Contoh 6: Katalog untuk karya Badan Korporasi 72 .

Sorgum .Jakarta : Direktorat Perbenihan. 2004 55 p. Judul 73 .1 DIR DIREKTORAT PERBENIHAN p Pedoman produksi benih sorgum / Direktorat Perbenihan. 679/D/2004 1..Produksi I. . . 25 cm.17-153.Benih .633.

dengan beberapa orang penyunting 74 .Contoh 7: Katalog untuk karya sekumpulan orang/tim yang berada di bawah suatu badan korporasi.

631. Kasdi II.Adopsi teknologi I. . : ill. Subagyono. 75 p. Judul 75 . Tim Pakar Prima Tani Kumpulan teknologi unggulan pendukung prima tani / Oleh Tim Pakar Prima Tani Badan Litbang Pertanian.17 TIM k BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN. Pertanian .Jakarta : Badan Litbang Pertanian. 187/D/2006 1. 30 cm.Teknologi tepat guna . 2005 v. .]. Penyunting: Kasdi Subagyono … [et al.

KARYA EDITOR Contoh 8: Katalog untuk karya editor (tiga orang) 76 .

77

633.18:338.439 HYB HYBRID rice for food security, poverty alleviation, and environmental protection / Ed. by S.S. Virmani, C.X. Mao, B. Hardy. - - Los Banos : IRRI, 2003 viii, 407 p. : ill. ; 23 cm. ISBN 971-22-0188-0 1. Padi hibrida - Ketahanan Pangan - Kemiskinan Proteksi lingkungan I. Virmani, S.S. II. Mao, C.X. III. Hardy, B.

78

Contoh 9: Katalog untuk karya editor/penyunting tiga orang, dengan judul kolektif, dan berbentuk monograf berseri

79

Tanaman Pangan .Lahan pasang surut I. . Trip III. Noor. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa 80 . Alihamyah. Achmadi IV.1/. Achmadi Jumberi.4-156 PEN PENGELOLAAN pasca panen dan agroindustri tanaman pangan di lahan pasang surut / Penyunting: Izzuddin Noor.Banjarbaru : BALITTRA. : ill. Trip Alihamyah. .633. Izzuddin II. Jumheri. ISSN 1410637X) 422/D/2006 1. -.(Monograf Seri. 2002 v.Pasca panen . 77 p. 26 cm.

dan disunting oleh empat orang penyunting 81 .Contoh 10: Katalog untuk kumpulan karya perorangan. yang mempunyai judul kolektif.

82 .

Teknologi – Penelitian dan Pengembangan I. . 1998 v. 77 p. Marzan Aziz II.62. Iskandar. 422/D/2006 1.]. . : ill. 26 cm.Jakarta : BPTP.5 TEK TEKNOLOGI untuk negeri / Penyunting : Marzan Aziz Iskandar … [et al. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 83 ..001.

KARYA CAMPURAN Contoh 11: Katalog untuk karya campuran (terdiri dari pengarang asli/perorangan tunggal. dengan seorang penterjemah dan seorang penyunting) 84 .

85 .

Cet. 21 cm. Penerjemah: Ahmad Baiquni . Baiquni.3:297 MER MERNISSI.329. Wanita muslim I. Sari 86 . Penyunting: Sari Meutia. .1. Ahmad III... : ill. Meutia. . 1999 xv. 271 p. Fatima t Teras terlarang : kisah masa kecil seorang feminis muslim / Fatima Mernissi . . Judul II. Diterjemahkan dari Dreams of trespass: tales of a harem girlhood ISBN 979-433-234-8 1.Bandung : Mizan.

Contoh 12: Katalog untuk karya campuran (terdiri dari pengarang asli/perorangan tunggal. dengan seorang penterjemah dan seorang penyunting) 87 .

88 .

Kebiasaan manusia I.Ed. 345 p. . Lyndon III.082 COV COVEY. : ill...Jakarta : Binarupa Aksara. . . 25 cm. proofreader Lyndon Saputra. Judul 89 . 1997 xvi. 753/D/2000 1.636.597. s The 7 habits of highly effective people = 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif / Stephen R. Stephen R. alih bahasa Budijanto . rev. Covey . Budijanto II. Saputra.

KARYA BADAN KORPORASI (SEMINAR / PERTEMUAN / KONFERENSI) Contoh 13: Katalog untuk karya hasil pertemuan 90 .

13-14 September 2005 / Penyunting : Nurhasanah Hidayati … [et al. Hidayati. 2005 x.63. : ill. .007 TEM TEMU TEKNIS NASIONAL TENAGA FUNGSIONAL p PERTANIAN (Bogor : 2005) Prosiding temu teknis nasional tenaga fungsional pertanian: Bogor. Judul 91 . . 326/D/2006 1.Pertanian I. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan III. 385 p.Bogor : Puslitbangnak.]. Nurhasanah II.. 29 cm. Tenaga fungsional .

Contoh 14: Katalog untuk karya hasil diselenggarakan secara berkala kongres yang 92 .

93 .

Gizi I. . . 17-19 Mei 2004 / Editor: Soekirman … [et al. Judul 94 .] .641 WID WIDYAKARYA NASIONAL PANGAN DAN GIZI p (Ke-8 : Jakarta : 2004) Prosiding widyakarya nasional pangan dan gizi … : Jakarta.. 30 cm. : ill. Pangan . 599 p. 2004 ix.Jakarta : LIPI. Soekirman II. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia III. Tema: Ketahanan pangan dan gizi di era otonomi daerah dan globalisasi 290/D/2005 1.

KATALOG TAJUK SERAGAM Contoh 15: Katalog untuk karya berisi peraturan pemerintah atau peraturan perundang-undangan 95 .

14 : 34 DIR DIREKTORAT JENDERAL BINA SARANA PERTANIAN h [ Undang-undang. 29 cm.Peraturan I.Jakarta : Ditjen Bina Sarana Pertanian. Judul 96 . 2004 164 p. Sarana pertanian .631. Peraturan.Undang-undang . dsb.] Himpunan peraturan perundang-undangan bidang sarana pertanian. 728/D/2005 1.. . .

Contoh 16: Katalog untuk karya berisi peraturan perundangundangan yang dikeluarkan oleh departemen/ kementrian 97 .

Menteri Negara Agraria p [ Undang-undang. Kepala Badan Pertanahan Nasional.Peraturan I.] Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor 2 Tahun 1999 tentang izin lokasi / Menteri Negara Agraria. Judul 98 .Jakarta : Departemen Agraria.. Agraria . 221 p.349. Peraturan.42 IND INDONESIA. . dsb. 19 cm. 115/D/1999 1. . [1999?] xii.

CONTOH KATALOG TESIS Contoh 17: Katalog tesis 99 .

082 SUP SUPARYANTO. 28 cm.Budidaya I.636. .Produktivitas ternak . Thesis (MS)-Institut Pertanian Bogor. 117 p. . Itik . Agus P Peningkatan produktivitas daging itik mandalung melalui pembentukan galur induk / Agus Suparyanto.597. : ill. Judul II.Bogor : Program Pascasarjana IPB. 2005 xii. Institut Pertanian Bogor 100 . 2005 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->