P. 1
ISOLASI SOSIAL

ISOLASI SOSIAL

|Views: 61|Likes:
ANALISA DIAGNOSA KEPERAWATAN
ANALISA DIAGNOSA KEPERAWATAN

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ns.Jek Amidos Pardede,M.Kep.,Sp.Kep.J on Nov 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2014

pdf

text

original

ISOLASI SOSIAL

ANALISA DIAGNOSA KEPERAWATAN

Minggu II Residensi I di Ruang Utari RSMM, Bogo Tanggal 16 – 21 September 2013

Jek Amidos Pardede 1106122556

ANALISIS DIAGNOSA KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL

A. PENGKAJIAN 1. Pengertian Isolasi sosial adalah keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya (Keliat dkk, 2011). Pasien isolasi sosial mengalami kegagalan individu dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disebabkan oleh pikiran negatif atau mengancam. Pasien mungkin merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain.

2. Karakteristik Perilaku Karakteristik perilaku isolasi sosial yang dapat ditemukan dengan wawancara (data subjektif), adalah : a. Pasien menceritakan perasaan kesepian atau ditolak oleh orang lain. b. Pasien merasa tidak aman berada dengan orang lain. c. Pasien mengatakan hubungan yang tidak berarti dengan orang lain. d. Pasien merasa bosan dan lambat menghabiskan waktu. e. Pasien tidak mampu berkonsentrasi dan membuat keputusan. f. Pasien merasa tidak berguna. g. Pasien tidak yakin dapat melangsungkan hidup.

Pertanyaaan-pertanyaan berikut ini dapat perawat tanyakan pada waktu wawancara untuk mendapatkan data subjektif: a. Bagaimana pendapat pasien terhadap orang2 disekitarnya. (keluarga atau tetangga)? b. Apakah pasien mempunyai teman dekat? Bila punya siapa teman dekat itu? c. Apa yang membuat pasien tidak memiliki orang yang terdekat dengannya?

d. Apa yang pasien inginkan dari orang2 disekitarnya? e. Apakah ada perasaan tidak aman yang dialami oleh pasien? f. Apa yang menghambat hubungan yang harmonis antara pasien dengan orang disekitarnya? g. Apakah pasien merasakan bahwa waktu begitu lama berlalu? h. Apakah pernah ada perasaan ragu untuk bisa melanjutkan kehidupan?

Karakteristik perilaku isolasi sosial yang dapat diobservasi (data objektif): a. Tidak memiliki teman dekat. b. Menarik diri. c. Tidak komunikatif. d. Sulit menjalin hubungan dengan lingkungan e. Menghindari orang lain f. Asyik dengan pikirannya sendiri. g. Tidak ada kontak mata. h. Tampak sedih, afek tumpul.

B. POHON MASALAH Risiko gangguan sensori persepti: Halusinasi

Core Problem

Isolasi Sosial

Harga Diri Rendah

Gangguan Citra tubuh

C. DIAGNOSIS KEPERAWATAN

Isolasi sosial

D. TINDAKAN KEPERAWATAN 1. Tindakan keperawatan untuk klien. a. Tujuan: 1) Klien mampu membina hubungan saling percaya 2) Klien mampu mengidentifikasi penyebab isolasi sosial 3) Klien mampu berinteraksi dengan orang lain secara bertahap b. Tindakan: 1) Membina hubungan saling percaya a) Mengucapkan salam setiap kali berinteraksi dengan klien b) Sapa klien dengan ramah c) Berkenalan dengan klien: Perkenalkan nama dan nama panggilan yang perawat sukai, serta tanyakan nama dan nama panggilan klien d) Menanyakan perasaan dan keluhan klien saat ini e) Buat kontrak asuhan keperawatan/ interaksi: Apa yang akan perawat lakukan bersama klien, tujuannya apa, berapa lama akan dikerjakan, dan di mana tempatnya f) Tunjukkan sikap empati setiap saat pada klien g) Jujur dan tepati janji h) Beri perhatian dan penuhi kebutuhan dasar klien 2) Membantu klien mengidentifikasi perilaku isolasi sosial yang dilakukan a) Menanyakan pendapat klien tentang kebiasaan berinteraksi dengan orang lain b) Menanyakan apa yang menyebabkan klien tidak ingin berinteraksi dengan orang lain

3) Membantu klien mengidentifikasi keuntungan berhubungan dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain a) Membantu klien mengidentifikasi keuntungan berhubungan dengan orang lain b) Membantu klien mengidentifikasi kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain (1) Berdiskusi dengan klien kerugian jika klien hanya mengurung diri dan tidak bergaul dengan orang lain (2) Menjelaskan pengaruh isolasi sosial terhadap kesehatan fisik klien 4) Membantu klien untuk berinteraksi dengan orang lain secara bertahap a) Berkenalan dengan satu orang (1) Diskusikan dengan klien tentang cara berkenalan:

menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, hobi dan alamat (2) Beri kesempatan klien mempraktekkan cara berinteraksi dengan orang lain yang dilakukan di hadapan perawat (3) Membantu klien untuk berinteraksi dengan 1 orang (perawat, teman, atau keluarga) (4) Berikan reinforcement positif untuk setiap kemajuan interaksi yang telah dilakukan klien (5) Identifikasi kemampuan/ ketrampilan sosial klien yang telah dilakukan dalam hubungan interpersonal dengan orang lain b) Berkenalan dengan 2 orang atau lebih. (1) Membantu klien untuk berinteraksi dengan 2 orang/ lebih (perawat, teman, atau keluarga) (2) Berikan reinforcement positif untuk setiap kemajuan interaksi yang telah dilakukan klien

(3) Identifikasi kemampuan/ ketrampilan sosial klien yang telah dilakukan dalam hubungan interpersonal dengan orang lain c) Berinteraksi dalam kelompok Membantu klien untuk ikut TAK Sosialisasi

E. ANALISA KASUS Berdasarkan hasil analisa selama melakukan praktik keperawatan Residensi I di unit psikiatrik ditemukan adanya masalah keperawatan dengan isolasi sosial pada klien dengan individu. Dari beberapa klien yang dirawat secara intensif didapat masalah keperawatan dengan isolasis sosial.

Perilaku yang teramati pada individu yang mengalami gangguan kepribadian ditandai oleh respon maladaptif dan kronis. Berbagai faktor bisa menimbulkan respon sosial yang maladaptif Stuart (2009). Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan beberapa ahli, belum ada satupun yang menyatakan secara jelas apa yang menyebabkan hal gangguan sosial ini bisa terjadi, tetapi Stuart (2009) mengemukakan kemungkinan yang bisa dilihat adalah faktor perkembangan, faktor biologis, faktor sosiokultural

Jika dilihat dari pengkajian yang dilakukan terhadap klien yang di kelola, kemungkinan besar masalah maladaptif sosial ini adalah disebabkan oleh faktor perkembangan dan juga faktor sosiokultural. Dimana rata-rata klien mengalami masalah dengan orang tua atau orang yang berada di lingkungan serumah, dan juga dipengaruhi oleh pergaulan sehingga adanya beberapa penyimpangan yang terjadi dalam pergaulan terutama masa remaja. Beberapa dari klien ini pernah menggunakan narkoba.

Intervensi keperawatan yang diberikan pada klien ini adalah berupa terapi modalitas individu maupun kelompok, seperti Asertif training, CT, Sosial Skill Training, bahkan sampai pada CBT jika ada perilaku kekerasan, karena tidak jarang pada klien dengan isolasi sosial terjadi perilaku kekerasan, hal ini

diantisipasi dengan memberikan terapi modalitas untuk dapat secara asertif dalam melakukan tindakan.

F. KESIMPULAN Individu dengan isolasi sosial disebabkan berbagai faktor, sehingga perlu digali (dikaji) faktor predis posisi dan presipitasi, konsep diri dan hingga mekanisme koping yang digunakan. Pemberian intervensi keperawatan cukup berdampak positif, sehingga bila ditunjang dengan terapi spesialis dapat memberikan hasil yang maksimal dan klien dapat berdayaguna untuk dirinya sendiri dan lingkungan tentunya harus membantu hal ini untuk tercapai. Denga praktik residensi keperawatan jiwa di unit psikiatrik ini diharapkan dapat membantu klien dalam mengenali potensi diri yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Referrensi Keliat, dkk (2011). Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas : CMHN (Basic Course). Jakarta. EGC Stuart, Gail W. (2009). Principles & Practice of Psychiatric Nursing (9th ed) Philadelphia: Elsevier Mosby

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->