P. 1
Mrsa

Mrsa

|Views: 6,750|Likes:
Published by krisiori

More info:

Published by: krisiori on Aug 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

Tinjauan Pustaka

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus
(MRSA)

Oleh:

Imam Kris Biantoro

03/1967/IV-SP/0286

Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam
FK UGM/RS Dr. Sardjito
Yogyakarta
2008

Disetujui tanggal: ..............................................................

Pembimbing: dr. Soebagjo Loehoeri, SpPD-KPTI

Dipresentasikan tanggal: ...................................................

Pembimbing: dr. Soebagjo Loehoeri, SpPD-KPTI

ii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ……………………………………………................................

i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………

ii

DAFTAR GAMBAR …………………………………………………………………

iii

DAFTAR TABEL …………………………………………………………………

iv

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………

1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

…………………………………………………

3

A. Infeksi Staphylococcus aureus …………………………………………

3

1. Bakteri Staphylococcus aureus

....................................................

3

2. Epidemiologi dan Patogenesis Penyakit Staphylococcus …………

5

B. Mekanisme Resistensi Antibiotik …………………………………………

7

C. Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus …………………………

9

1. Definisi dan Epidemiologi MRSA …………………………………

10

2. Deteksi Staphylococcus aureus dan MRSA …………………………

14

3. Diagnosis MRSA

…………………………………………………

19

4. Manajemen pasien dengan infeksi MRSA …………………………

21

BAB III RINGKASAN

…………………………………………………………

41

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………

43

iii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Struktur S. Aureus …………………………………………………………

3

Gambar 2. Patogenesis invasi S.aureus pada jaringan

………………………....

6

Gambar 3. Transfer gen resistensi secara horisontal …………………………………

8

Gambar 4. Proses PVL menimbulkan nekrosis jaringan

…………………………

14

iv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Kronologi infeksi S. aureus dan resistensinya

…………………………

10

Tabel 2. Karakteristik antara HA-MRSA dan CA-MRSA …………………………

13

Tabel 3. Faktor-faktor risiko untuk terjadinya MRSA

…………………………

20

Tabel 4. Area risiko klinis transmisi MRSA …………………………………………

26

Tabel 5. Sistem klasifikasi Eron untuk pasien SSTI …………………………………

30

Tabel 6. Panduan terapi pada keadaan yang berhubungan dengan infeksi MRSA …

33

Tabel 7. Dosis antibiotik yang diberikan pada infeksi serius MRSA …………………

34

Tabel 8. Antibiotik yang digunakan pada infeksi MRSA …………………………

35

1

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam kurun waktu ±50 tahun ini telah terjadi peningkatan kejadian infeksi yang

disebabkan oleh mikoorganisme yang resisten terhadap berbagai agen antimikroba atau

antibiotik. Suatu mikroorganisme dianggap multi resisten jika banyak diantara antibiotik yang

biasa digunakan tidak dapat membunuh mikroorganisme tersebut. Mikroorganisme dengan

resistensi multi-obat akan banyak menyebabkan banyak masalah dalam lingkungan perawatan

kesehatan dan bahkan dalam masyarakat (Alangaden, 1997; EPIC, 2006).

Beberapa faktor dapat menyebabkan terjadinya peningkatan ini, diantaranya adalah salah

pemilihan dan penggunaan dari agen antibiotik sehingga muncul adanya mikroorganisme yang

resisten. Hal ini akan menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas, serta peningkatan

biaya perawatan (Alangaden, 1997).

Ada beberapa macam keadaan dimana mikroorganisme resisten terhadap antibiotik,

antara lain methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), vancomycin-resistant

Enterococci (VRE), dan methicillin-resistant Acinobacter baumanii (MRAB). Diantara infeksi

resistensi diatas, yang paling banyak mendapat perhatian adalah MRSA (EPIC, 2006).

Diperkenalkannya benzyl-penicillin (penicillin G) pada tahun 1940-an untuk sementara

waktu memecahkan masalah infeksi Staphylococcus aureus (S. aureus). Namun pada 1945 ada

laporan tentang adanya jenis S. aureus yang resisten terhadap penicillin. Menjelang 1948 jenis

yang resisten meningkat sehingga sangat menurunkan nilai klinis penicillin G. Resistensi S.

aureus berkembang lebih lanjut dan menjelang akhir 1950-an mikroorganisme ini resisten

2

terhadap hampir semua antibiotik sistemik, termasuk erythromycin, streptomycin dan tetracyclin

(EPIC, 2006).

Methicillin diperkenalkan pertama kali pada tahun 1959 untuk mengobati infeksi yang

disebabkan oleh jenis-jenis S. aureus yang resisten penicillin. Hanya dua tahun kemudian ada

laporan dari para peneliti yang menyatakan bahwa S. aureus telah menjadi resistan terhadap

methicillin (EPIC, 2006).

MRSA merupakan penyebab utama infeksi di rumah sakit dan telah meluas dengan cepat

di banyak bagian dunia. Makin lama makin sulit untuk melawan MRSA dan cara terbaik untuk

mencegah penularannya masih banyak diperdebatkan. Di samping menjadi masalah di rumah-

rumah sakit di dunia, MRSA juga makin banyak ditemukan kembali dari pasien di fasilitas

perawatan jangka panjang seperti wisma para usia lanjut, dan bahkan dari orang-orang di

masyarakat atau di tempat-tempat olahraga (EPIC, 2006).

3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->