i

HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

OLEH : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …../H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………..…..2011 dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 70/H4.21.2.4/UM.16/2011 Tanggal 14 November 2011

BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN NOVEMBER 2011

ii KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN JL.Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586200, Extr. 1064 Fax. (0411) 585188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id =================================================================== HALAMAN PENGESAHAN HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011 Judul Buku Ajar Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya : : : : : : Pendidikan Kewarganegaraan Rahmatullah, S.Ip,M.Si 19770513 200312 1 002 Penata / IIIc Ilmu Politik Pemerintahan/ Ilmu Pemerintahan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (SOSPOL) / Universitas Hasanuddin : rahmatullah_jafar@yahoo.com : Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin tahun 2011 sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …./H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………………..2011 Makassar , November 2011 UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Penulis

Prof.Dr.H.Hanapi Usman, M.S NIP.19570228 198703 1 001

Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 19770513 200312 1 002

Mengetahui : Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof.Dr.Ir.Lellah Rahim,M.Sc NIP.19630501 198803 1 004

iii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilai-nilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. Kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. Proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. Profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin pada semester awal 2008-2009 telah menindak lanjuti penggabungan mata kuliah

iv pendidikan pancasila dan kewarganegaraan menjadi mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dengan kode mata kuliah 082U003. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesia yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan profesional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit. Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”. Untuk mewujudkan peningkatan efektifitas proses pembelajaran mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, disamping strategi pembelajaran, bahan ajar juga memegang peranan penting. Itulah sehingga bahan ajar pendidikan kewarganegaraan ini disusun untuk memudahkan mahasiswa mengikuti proses pembelajaran. Penyusun menyadari bahwa bahan ajar ini masih perlu disempurnakan sehingga masukan dari pembaca khususnya tim pengajar mata kuliah pendidikan kewarganegaraan sangat diperlukan. Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan bahan ajar ini sehingga dapat diselesaikan tepat waktu.

v DAFTAR ISI Halaman sampul Lembar Pengesahan Kata pengantar Daftar isi Senarai Kata Penting (Glosarium) BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII BAB IX BAB X BAB XI BAB XII Evaluasi Pendahuluan Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Ideologi Nasional Identitas Nasional Konstitusi Negara RI Sebagai Landasan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan Strategi Nasional Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Hak Azasi Manusia Rule Of Law Hak Dan Kewajiban Warga Negara Geopolitik Indonesia Geostrategi Indonesia i ii iii v vi 1 15 33 45 66 96 127 147 173 180 192 227 238

Nilai 8. Internasionalisasi 11. 4. 6.vi SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Adapun istilah kunci : 1. Globalisasi 10. 2. Proses Upaya mendunia hegemoni menjadi negara keadaan maju tanpa isu batas dan filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu. Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis. Nasionalisme 12. Jati diri bangsa 9. Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara. 5. Kausa. 3. Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. sebab final dari sesuatu. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas tentang Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pisahkan di antara sub-sub sistem sebab material dari sesuatu. Aksiologi 7. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu . Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan tentang ilmu. Kausa materialis 14. atau ilmu antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi melalui permasalahan internasional. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu.finalis : : : : : : : : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai atau Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi manusia. Sistem 13.

Demokrasi: arti kata demos = rakyat. Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. Rechstaat 31. Rule of Law 32. Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak dalam dari adanya sesuatu. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 19. 21. Local Genius 18. tetapi melibatkan langsung rakyat dalam pemilunya demokrasi konstitusional yang menonjolkan . Welfare state 30. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) sistem presidensial 26. (hukum dasar) 23. suatu masyarakat. Definisi: Government of rule by the people. cratos = berkuasa → rakyat berkuasa 20. Direct Democracy 28. Local Wisdom : : 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi 22. disebut juga demokrasi parlementer 24. Founding Fathers : 17.vii 15. 16. kekuasaan ada pada presiden. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang bentuk Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan UUD Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) 27. Representative Democracy = Demokrasi langsung = Demokrasi tidak langsung = negara kesejahteraan = sosial sevice state = negara hukum = pemerintah berdasarkan hukum = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai. Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional. 25. Indirect Democracy 29.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MEMBANGUN MASYARAKAT DEMOKRASI BERKEADABAN Pendidikan Kewarganegaraan yang dikenal sekarang telah mengalami perjalanan panjang dan melalui kajian kritis sejak tahun 1960-an yang dikenal dengan Mata Pelajaran “Civic” di Sekolah Dasar dan merupakan embrio dari “Civic Education” sebagai “The Body of Knowledge”. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas yang berbunyi: “…berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mandiri. berilmu. serta strategi psiko-pedagosis dan . Ketentuan di atas harus dipahami sebagai pendidikan yang akan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak bangsa yang didasarkan pada nilainilai yang tumbuh.viii BAB I PENDAHULUAN A. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai instrument pengetahuan (The Body of Knowledge) diarahkan untuk membangun masyarakat demokrasi berkeadaban. Secara normative. sehat. dan berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. misi. Dalam ketentuan tersebut di atas dapat dilihat bahwa pendidikan demokrasi merupakan bagian integral dari pendidikan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan: “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. cakap. kreatif. hidup. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. Secara kontekstual dewasa ini pendidikan demokrasi sangat memerlukan adanya pemahaman bersama tentang perlunya perubahan dan penegasan kembali mengenai visi. Pendidikan Kewarganegaraan memperoleh dasar legalitasnya dalam Pasal 3 Undang-Undang No. berakhlak mulia.

serta kontrol sosial yang sering lepas dari tata karma. serta diorientasikan pada upaya sistematis dan sistemik untuk membangun kehidupan demokrasi yang lebih baik. komunikasi sosial-politik yang cenderung mau menang sendiri. nilai. dan prinsip demokrasi melalui interaksi sosial kultural dan psiko-pedagosis yang demokratis.ix sosio-andragogis pendidikan kewarganegaraan. Oleh karena itu. Hasil “National Survey of Voter Education” (Asia Foundation: 1998) menunjukkan bahwa lebih dari 60% dari sample nasional mengindikasikan belum mengerti tentang apa. Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu bidang kajian yang mempunyai objek telaah kebijakan dan budaya kewarganegaraan. pelanggaran HAM di mana-mana. aktivitas sosial kultural. serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa memerlukan wahana psikopedagosis (pengembangan potensi didik di sekolah) dan sosio-andragogis (fasilitasi pemberdayaan pemuda dan orang dewasa dalam masyarakat) yang memungkinkan . konsep. ketika pendidikan demokrasi menjadi bagian substansinya. mengapa. rekonseptualisasi pendidikan kewarganegaraan dalam konteks pendidikan demokrasi Indonesia sangatlah diperlukan karena ternyata proses pendidikan politik. dan HAM selama ini belum memberikan hasil yang mengembirakan dan prospek yang menjanjikan. hukum yang terkalahkan. juga terdegradasinya kewibawaan para pejabat negara. Indikator yang kasat mata dapat dilihat pada kebebasan untuk mengeluarkan pendapat yang cenderung anarkis. pendidikan demokrasi merupakan suatu konsep pendidikan yang sistematik dan koheren yang mencakup pemahaman tentang cita-cita. dan kajian ilmiah kewarganegaraan. dan bagaimana demokrasi. demokrasi. Komitmen Nasional untuk memfungsikan pendidikan sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak. Demikian pula. Proses rekonseptualisasi pendidikan demokrasi dapat didasarkan pada asumsiasumsi dasar sebagai berikut: 1. yang menggunakan disiplin ilmu pendidikan dan ilmu politik sebagai kerangka kerja keilmuan pokok serta disiplin ilmu lain yang relevan yang secara koheren diorganisasikan dalam bentuk program kurikuler kewarganegaraan.

nonformal. berwatak. 3. dan kontekstual agar setiap individu warga negara mampu memerankan dirinya sebagai warga negara yang cerdas. baik. melalui. strategis. and for democracy) yang dilakukan secara sistemik dalam sistem pendidikan formal termasuk pendidikan tinggi. 4. dan proses. andal. Pendidikan demokrasi yang dilakukan dalam konteks pendidikan formal. yaitu: “schoolbased democracy education” dan “society-based democracy education”. demokratis. School-based democracy merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau berbasis pendidikan formal. Untuk mendapatkan model pendidikan kewarganegaraan yang secara psiko-pedagogis dan secara sosio-andragogis akseptabel dan andal. keandalan input. pendidikan demokrasi yang dianggap paling tepat adalah pendidikan untuk mengembangkan kewarganegaraan yang demokratis (education for democratic citizenship). dalam rangka menghasilkan produk pendidikan yang memadai sesuai dengan visi dan misi pendidikan kewarganegaraan untuk masyarakat warga Indonesia (civil society/madani/masyarakat Pancasila). dan berkeadaban. 2. dan akseptabel. . dan berkeadaban. diperlukan upaya sistematis dan sistemik untuk mengembangkan model pendidikan demokrasi yang secara teoretis dan empiris valid. dan informal selama ini belum mencapai sasaran optimal dalam mengembangkan masyarakat yang cerdas. Transformasi demokrasi dalam masyarakat Indonesia memerlukan konsepsi yang diyakini benar dan bermakna yang didukung dengan sarana pendidikan yang tepat sasaran. Secara psiko-pedagosis dan sosio-andragogis. Untuk itu. kontekstual. diperlukan upaya untuk mengkaji kekuatan konteks.x terjadinya proses belajar berdemokrasi sepanjang hayat melalui pendidikan demokrasi. sedangkan society-based democracy education merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau yang berbasis kehidupan masyarakat. yang di dalamnya mewadahi pendidikan tentang. dan untuk demokrasi (education about. berwatak. 5. Pendidikan demokrasi dapat dilihat dalam 2 (dua) setting besar. through.

serta berdasarkan nilai dan sikap kewarganegaraan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU tentang Sisdiknas). pendidikan demokrasi di Indonesia belum berhasil secara mendasar karena belum dikembangkan paradigma pendidikan demokrasi yang sistemik sehingga upaya pengembangan “ civic intelligence. cakap. program kurikuler pendidikan kewarganegaraan. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. berilmu. berakhlak mulia. sehat. instrumen peraturan perundang-undangan telah menempatkan pendidikan demokrasi sebagai bagian integral dari pendidikan. serta gerakan social-kultural kewarganegaraan. yaitu kajian ilmiah pendidikan ilmu kewarganegaraan. civic participation. Menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas. Dengan demikian. kreatif. Mempersiapkan pribadi. pendidikan demokrasi di Indonesia telah digariskan dalam berbagai peraturan perundang-undangan sejak dari usulan BP KNIP tanggal 1945 sampai munculnya Undang-Undang No.xi Secara instrumental. Secara paradigmatis sistem pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya juga menyangkut sistem demokrasi memiliki tiga komponen. and responsibility” melalui berbagai dimensi “civic education” sebagai wahana utama pendidikan demokrasi tidak dapat diwujudkan secara maksimal. Dalam tatanan instrument kurikuler. sejak tahun 1945 sampai sekarang ini. termasuk Indonesia. mandiri. Secara koheren bertolak dari esensi dan bermuara pada upaya pengembangan pengetahuan kewarganegaraan. antara lain menyatakan pendidikan harus berperan efektif dalam hal: 1. pendidikan demokrasi telah disajikan dalam berbagai mata pelajaran dan mata kuliah. keterampilan kewarganegaraan harus dioptimalkan. . Namun. di New Delhi 1996. B. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI UMUM SEBAGAI DASAR NILAI DAN PEDOMAN BERKARYA BAGI LULUSAN Pendidikan abad 21 yang disepakati oleh 9 menteri pendidikan dari negaranegara berpenduduk terbesar di dunia. tujuan pendidikan nasional dinyatakan sebagai: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. sebagai warga negara dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab.

dan tidak deskriminatif. maju. serta Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada penguasaan. termasuk Indonesia. Mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. mandiri. disebut pula sebagai “masyarakat madani”. Menurut Malik Fajar (1999). Senada dengan hal di atas. . Mempersiapkan tenaga kerja masa depan yang produktif dalam konteks yang dinamis.xii 2. 2. serta penyebaran ilmu pengetahuan. adil dan bebas. manusiawi. 3. sejahtera. konfrensi dunia tentang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh UNESCO di Paris pada tahun 1998 yang dihadiri oleh wakil-wakil dari 140 negara. 2. Selain meneruskan nilai-nilai. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan pancasilais. bersatu. serta Mengubah cara berpikir. Menanamkan dasar pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bagi kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. 3. serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara. transfer ilmu pengetahuan teknologi dan seni. serta keragaman pendapat dan pandangan. dan perilaku berkarya individu atau pun kelompok masyarakat dalam rangka memprakarsai perubahan social yang berkaitan perubahan kearah kemajuan. juga melahirkan warga negara yang berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan. 3. demokratis. adil. seperti wujud visi Indonesia 2020 tersebut. Demokratis. pengembangan. teknologi. masyarakat Indonesia. menghargai perbedaan. sikap hidup. pendidikan nasional Indonesia melakukan penyesuaian yang ditungkan dalam Tap MPR No. yaitu suatu masyarakat yang memiliki “keadaban demokratis” atau masyarakat yang berkarakter sebagai berikut: 1. dan seni demi kepentingan kemanusiaan. Senyampang dengan kesepakatan dunia yang telah disebutkan di atas. menyepakati perubahan pendidikan tinggi ke masa depan yang bertumpu pada pandangan bahwa tanggungjawab pendidikan tinggi adalah: 1. kesetaraan. berkeadaban. VII Tahun 2001 yang menyatakan bahwa visi Indonesia 2020 bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang religius.

serta menjaga kesatuan dan persatuan nasional. sehat. yaitu: 1. serta 2. kompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. berilmu. yaitu sebagai berikut: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang mengakar pada masyarakat beradab dan demokratis.xiii 4. serta memiliki keahlian dan keterampilan kompetitif dengan solidaritas universal. 7. berakhlak mulia. 5. perguruan tinggi harus mampu menghasilkan: “manusia yang unggul secara intelektual. Dengan dasar semua itu. cakap. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. berkeadaban dan inklusif. 6. Membangun suatu sistem pendidikan tinggi yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang demokratis. mandiri. masyarakat madani) yang hendak diwujudkan melalui pendidikan nasional. teknologi. Mengembangkan kemampuan intelektual mahasiswa untuk menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab bagi kemampuan bersaing bangsa dalam mencapai kehidupan yang bermakna. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 memberikan rumusan tentang Visi Indonesia 2020 berupa masyarakat warga yang berkeadaban (civil society. dan seni. kreatif. serta membangun warga negara berkeadaban. serta memiliki komitment tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial”. Mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan public. anggun secara moral. Sadar serta tunduk pada hukum dan ketertiban. Untuk mencapai Visi Indonesia 2020 Pendidikan Tinggi Nasional Indonesia memiliki program jangka menengah yang disebut Visi Pendidikan Tinggi Nasional 2010. serta Belajar dan berlangsung sepanjang hayat. .

232/U/2000 tenteng Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan No. tetapi sampai sekarang yang dimaksud tidak kunjung tiba. maka Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. Secara ideal pendidika kewarganegaraan memegang peran untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai Warga negara Indonesia yang berkepribadian mantap. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan tinggi nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010. 2. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi wajib memuat: 1.xiv I. sekaligus warga negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tana air (nasionalisme) yang tinggi. Aktualisai dari pendidikan kewarganegaraa tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional.Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Pasal 37 Ayat 2 UU No. ilmuwan. pendidikan kewarganegaraan termasuk dalam kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). ataupun tenaga professional yang berkemampuan kompetitif secara internasional berdasarkan pada prinsip-prinsip dan pola Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Pendidikan Kewarganegaraan.Materi Kajian Pendidikan Kewarganegaraaan Berdasarkan paradigma pendidikan tinggi 2003-2010. Sebelum Peraturan Pemerintah keluar. II. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjuta oleh Peraturan Pemerintah. Pendidikan Agama. kompetensi pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi dapat dirumuskan sebagai berikut: . dan 3. Proses pembelajaran sebagai pemupukan nasionalisme. Menurut ketentuan ini. serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. serta kesadaran berbangsa dan bernegara bagi mahasiswa sebagai calon cendikiawan.

Perguruan Tinggi Umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. Melahirkan warga negara yang memiliki pemahaman internasional mengenai “civil society”. civic participation. 7. serta nasionalisme yang tinggi. serta berpikir kritis terhadap permasalahannya. berkompoten paradigma pendidikan pendidikan demokrasi demokrasi secara yang sistematis diharapkan dengan dapat pengembangan civic intelligence. and civic responsibility dari “civic merupakan wahana menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian profesional serta berkeadaban khas . maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. pasal 4 ayat 2. Filsafat pancasila Identitas nasional Politik dan strategi Demokrasi indonesia Ham dan rule of law Hak dan kewajiban warga negara Geopolitik indonesia Geostrategi indonesia Dengan memahami latar belakang filosofis Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum. 5. serta menghormati supremasi hukum (rule of law/rechtstaat).xv 1. Melahirkan warga negara yang mampu berpartisipasi dalam upaya menghentikan budaya kekerasan. education” Pancasila. 4. yaitu: 1. anggun secara moral. Untuk mencapai kompetensi tersebut materi kajian kewarganegaraan di perguruan tinggi sesuai Keputusan Dirjen Dikti Nomor : 43/DIKTI/Kep/2006 Tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi. Melahirkan warga negara yang mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan bangsa dan kebijakan publik. 3. 2. Melahirkan warga negara yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai ham dan demokrasi. Berdasarkan itu semua. 8. serta 5. berbangsa dan bernegara secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat bangsa yang berkeadaban. 6. 2. 4. 3. Pancasila harus menjadi core philoshopy bagi kehidupan bermasyarakat. Melahirkan warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. menyelesaikan konflik dalam masyarakat secara damai berdasar nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai universal.

KEWARGANEGARAAN (Rahmatullah Jafar. C.Si) MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011 . tekhnologi dan seni.M. serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial tersebut.S.Ip. GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN (GBRP) KODE/ MATA KULIAH : 082 U003/ PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Oleh : TIM MATA KULIAH PEND.xvi dalam penguasaan ilmu pengetahuan.

Mahasiswa dapat memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilainilai pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami identitas nasional ELEMEN KOMPETENSI A V B C D E V 1 Kompetensi Pendukung 2 3 V V V . 1. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.xvii 1. 2. 5. VISI MPK 2. 6. berdisiplin. Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan. Etis. 7.nilai Agama. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. demokratis yang berkeadaban.UNIVERSITAS HASANUDDIN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS NO : 43/DIKTI/Kep/2006 “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. 1. STANDAR KOMPETENSI MPK 3. KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK). Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU). KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAAN KELOMPOK KOMPETENSI NO 1 Kompetensi Utama 2 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. 2. Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban 3. 4. MISI MPK “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. Menjadi warga negara yang memiliki daya saing. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”.

dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. C. Mampu mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan. Kompetensi Pendukung .xviii = KELOMPOK KOMPETENSI NO 4 5 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat menerapkan konsep demokrasi Indonesia Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di indonesia Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga negara Mahasiswa dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di Indonesia. mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional. FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Kompetensi Utama Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. demokratis yang berkeadaban dan menjadi warga negara yang memiliki daya saing. Landasan kepribadian Penguasaan ilmu dan keterampilan Kemampuan berkarya Sikap dan prilaku dalam berkarya Pemahaman kaidah berkehidupan bersama sesuai dengan keahliah berkarya 3. B. Etis. Mampu memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila.berdisiplin. D. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. Estetis dan Dinamis ELEMEN KOMPETENSI A V V V V V V V V V B C D E Kompetensi Pendukung 6 7 8 1 Kompetensi Lainnya 2 3 4 Elemen Kompetensi : A. E. menerapkan konsep demokrasi indonesi. memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga Negara dan dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia. sehingga mengetahui dan memahami identitas nasional.nilai Agama.

2. civic commitment. dan idiologi keagamaan. Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. 3. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. Membandingkan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PENILAIAN I-III Mahasiswa dapat memahami latar belakang. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. 4. civic convidence. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau 10 % V Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Colaboratif Learning 5% VI Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Identitas Nasional Colaboratif Learning 10 % . Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila.xix Kompetensi Institusional Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4. 5. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. Memahami aturan perkuliahan. 6. reformatif. komprehensif. 2. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Colaboratif Learning Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional. 4. 3. Estetis dan Dinamis. 4. dan dinamis. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. 5. ideologi tertutup. sekularisme. Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. dan civic competence).nilai Agama. Mampu menerapkan nilai. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Menjelaskan Latar belakang Pend. bersikap Rasional. Budaya dan Kewarganegaraan. Menjelaskan idiologi terbuka. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan. komunisme. Memiliki kemampuan berpikir kritis.Kewarganegaraan 3.Kewarganegaraan 5% IV Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara. Etis. 2. 6. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional. epistemologi. Mahasiswa dapat: 1. 3. serta 7. 5. civic skills. Menjelaskan tujuan dan kompetensi Pend. Menjelaskan Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional. Mahasiswa dapat : 1. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. 4. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. 2. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Ceramah Interaktif Mahasiswa dapat: 1. GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (082 U003) M KESASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN PENDAHULUAN 1.

xx Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional.strategi nasional. serta 6. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. 4. Menjelaskan makna demokrasi. 3. 7. geopolitik. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya seharihari. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional = M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat: 1. Problem status kewarganegaraan. Mahasiswa dapat menjelaskan: Pengertian bangsa dan Negara. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara Rule Of Law Colaboratif Learning 5% XII Hak dan Kewajiban Warga Negara Colaboratif Learning 10 % = . Menganalisis berbagai permasalahan polsrahanka Mahasiswa dapat: 1. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia 4. 1. 2. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM. 3. Menjelaskan keunggulan demokrasi. Menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. 2. Menjelaskan pengertian dan Lingkup Rule of Law 2. BOBOT PENILAIAN VII Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional. kedudukan pembukaan UUD 1945. Asas kewarganegaraan. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara LembagaLembaga Sistem Konstitusi Indonesia Colaboratif Learning 5% VIII Mahasiswa dapat mengenali masalahmasalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. Politik dan Strategi Nasional Colaboratif Learning 5% IX Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Colaboratif Learning 10 % X Hak Asasi Manusia Colaboratif Learning 5% XI Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara. Menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. 5. Menjelaskan pengertian. 5. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. Menganalisa Isu-Isu Rule of Law 3. 4. Menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3. 3. 2. 3. 4. Mahasiswa dapat: 1. Memecah permasalahan politik. 5. Menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya Mahasiswa dapat: 1. dan bernegara. sejarah dan macammacam HAM 2. Menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. Menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan 5. Menjelaskan hubungan antara lembaga-lembaga negara Mahasiswa dapat : 1. 6. Menganalisa Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law. Penduduk dan warga Negara. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. 2. berbangsa. dan. 6. 4. Kewajiban Negara dan Pemerintah. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi.

2. 4. 3. 3. Remedial Unit Tertulis Tertulis/ Lisan/Tugas Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan/ Terpenuhinya Unsurunsur tugas 100 % 60 15 25 15 . bangsa. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik . filsafat. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan bangsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. budaya. agama dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia. Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional. Menjelaskan tentang pelaksanaan otonomi daerah. 4. kebhinekaan etnik. Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. BOBOT PENILAIAN XIII Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia Geo Politik Colaboratif Learning 15 % XIV Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Geo Strategi Colaboratif Learning 15 % I-XIV XV XVI TOTAL PROSES SCL TOTAL PROSES SCL DIKONVERSI MENJADI TUGAS MANDIRI Pemahaman materi Pemahaman materi Ujian Akhir Sem. Memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. 2.xxi M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat : 1.Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional. Mahasiswa dapat: 1. Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional.

Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. yang berbeda dengan . itulah pancasila. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan.xxii BAB II PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PENDAHULUAN A. termasuk Indonesia. Dengan pemahaman demikian. baik secara sujektif maupun objektif. Nilai-nilai baru yang masuk. pada sisi yang lain muncul masalah internal. yaitu maraknya tunttan rakyat. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing.

civic skills. epistemology. civic commitment. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka.xxiii bangsa lain didunia. B. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. epistemologi. mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. civic convidence. epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat. Dengan demikian. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. C. . jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. dan civic competence). dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. Dengan kata lain.

4. Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. 5. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila.xxiv 2. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. 6. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. serta 7. 3. .

Dengan demikian. Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat.xxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. filsafat menurut asal katanya berarti cinta akan kebijaksanaan. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. Jadi. atau mencintai kebenaran / pengatahuan. Dengan pengertian lain. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”. apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama). karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. Dikatakan sebagai filsafat. . filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah. Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani. b. Sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluasluasnya. maka itu bukan pancasila. di antaranya: 1. Adapun menurut Notonagoro. kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat. yaitu tentang hakikat pancasila. a. Dari seluruh bangsa Indonesia. pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”. yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguhsungguh terhadap sesuatu.

xxvi 2. Susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : .

meliputi. yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.4. • Sila 5. 2. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa. . serta 4) Kausa Finalis. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. serta mendasari dan menjiwa. 3. diliputi. 2. yaitu unsur mutlak negara. maksudnya berhubungan dengan tujuannya. hidup. didasari. didasari. dan menjiwa: sila 2. mendasari. dan 4. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. dan dijiwai sila 1. sila 4 dan 5. dan 5. dan 5. dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. yang tumbuh. 4) Rakyat. 2. serta . • Pancasila sebagai suatu substansi. didasari. • Pancasila sebagai suatu realitas. serta mendasari dan menjiwai sila 5. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. c. harus bekerja sama dan hergotong royong. Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis. dan dijiwai sila 1. yaitu sebagai kausa prima. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. diliputi. serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. diliputi. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. 2) Kausa Formalis.xxvii Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • Sila 1. • Sila 3. 3. yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. 3) Kausa Efisiensi. maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. dan dijiwai sila 1. diliputi. • Sila 4. 2) Manusia. dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. 4. • Sila 2. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal). & 3. dan dijiwai sila 1. didasari. 3) Satu. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri.

untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati .xxviii 5) Adil. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika. bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986). Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang. want. Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. atau apa yang mereka senangi. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being. berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. pria pemakai anting-anting. Nilai adalah ide. Misalnya. baik dan buruk. nilai. yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. dan moral bangsa. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya. Dalam ungkapan lain. Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). dan bentuk-bentuk scni lain. really. really. nyanyian-nyanyian bising. Dia nyata dalam jiwa manusia. ditegaskan oleh Sidney B. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. Selanjutnya. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat. d.

Filsafat Agama. Representatif. masyarakat. ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. dan berperi Keadilan Sosial. manusia. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan. . menghayati. Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan. berperi Kemanusiaan. berperi Kebangsaan. dan sekolah. membudayakan.xxix diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. dan melaksanakan Pancasila. Undang-undang Organik. dan Evaluatif. Politik (Filsafat Pemerintahan). berperi Kerakyatan. Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif. bangsa dan negara Indonesia berkehendak untuk mengerti. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. satu rakyat. Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Sistematis. Komprehensif. Mendalam. dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. hakikat nilai-nilai Pancasila. Mendasar. Etika (Filsafat Moral). Estetikaf Filsafat Seni). Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan). yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada). Filsafat Ilmu. Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan. bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa. dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. Ketetapan MPR. Analitis. Spekulatif. Filsafat Pendidikan.

dan Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur). sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1. 3. tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila. Pancasila sebagai sistem filsafat bangsa Indonesia Pancasila sebagai sesuatu yang ada. Pancasila adalah suatu yang ada. Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada. maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut.E. 2. Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut. maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. maka Pancasila merupakan system filsafat. Aliran Filsafat meliputi: 1) Rasionalism 2) Marxisme 3) Idealisme 4) Realisme 5) Positivisme 6) Materialisme 7) Eksistensialisme 8) Utilitarianisme 9) Hedonisme 10) Spiritualisme 11) Stoisme 12) Liberalisme e. . 5. 4. dan ada alam semesta. ada manusia. dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat. yaitu ada Tuhan.xxx 8) Filsafat hukum. 9) Filsafat Sejarah. Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal. Ke-Tuhanan Y.M. 10) Filsafat Matematika.

rakyat dan keadilan itu berada pada alam Dengan demikian dari segi objek material Pancasila dapat diterima. kerakyatan. Menurut ilmu bahasa. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri. objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. Dengan analisis penjabaran ini. satu.xxxi Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan. yaitu Ke-Tuhanan. manusia dan alam semesta untuk mewakili objek satu. dan adil. demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain. Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi. metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analitico-syntetik). Misalnya kemanusiaan. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia. atau metode menemukan hakikat. 2) Metode filsafat : Metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat. yang mutlak. Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit lagi ke dalam tiga saja. maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya. dan keadilan. ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. Demikian juga Pancasila. Khusus untuk persatuan. Kedua. tetap dan tidak berubah. terpisah dengan system lainnya. tetapi cara menemukan hakikat. yaitu metode analisa. yaitu sebab Tuhan. . jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. rakyat. Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran. semesta itu sendiri. rakyat. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an. dan adil. manusia. hal-hal yang bersatu. Jadi di sini bukan berfikirnya. maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri. persatuan. 3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system.

sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan. Sila keadilan demikian juga. tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka. Memang terdiri dari lima. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila. demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. mendasari. oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.E. Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia. ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa luas . maka sila pertama ke-Tuhanan Y. dan menjiwai semua sila. yang berada di manapun dan waktu kapanpun. dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal). Dilihat dari pemahaman ini. di mana dan kapanpun manusia itu berada. bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya.xxxii Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila. Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia. 4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan. Setiap sila mengandung. Pengertian umum itu bertingkat. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu.M. Silasila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya..

berkesatuan Indonesia. sebagai makhluk individu dan sosial. Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. yaitu terdiri atas susunan kodrat. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri. berkemanusian yang adil dan beradab. serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. Mengapa?. Untuk hal ini. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat silasila Pancasila (Kaelan. Yaitu digali dari buminya Indonesia. secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari sila-sila Pancasila adalah manusia. Dengan demikian. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. dari kebiasaannya. segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilaioleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Di samping itu. B. .xxxiii Pancasila benar-benar suatu system filsafat. Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia. Selain itu. berkerakyatan yang dipimpin 2005). serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu. serta kepercayaan dan agama-agamanya. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. 2005). kebudayaannya. Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. serta jasmani dan rohani. Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. dari khasanah kehidupannya. Selanjutnya. yaitu berupa sifat kodrat monodualis. kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. raga dan jiwa. Konsekuensmya. adaptistiadatnya. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. dari nenek moyang kita sejak lama.

Selanjutnya. yaitu: a. moral negara. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. bahwa nilai-nilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. tujuan negara. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). Oleh karena itu. b. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya.xxxiv nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. sifat negara. . Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. tentang watak pengetahuan manusia. Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. tugas/kewajiban negara dan warga negara. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. sistem hukum negara. yaitu: a. seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. tentang sumber pengetahuan manusia. serta c. Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles. tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. C. sebagaimana telah dipahami bersama. Kemudian. seperti bentuk negara.

Selain itu.xxxv b. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. serta e. c. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini. dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi. sesuai dengan sila pertama Pancasila. d. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya. maka nilai-nilai yang . dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. ketiga. Demikianlah. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak. keempat. baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. susunan Pancasila memiliki sistem logis. Karena itu. Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya. yaitu akal. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. kedua. dalam sila ketiga.Sebagai suatu paham epistemologi. dan keempat. serta mendasari dan menjiwai sila kelima. kedua. dan kelima. rasa. dan kelima. Selain itu. keempat. Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. D. dan ketiga. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia.

Selanjutnya. nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. Namun. nilai yang bersifat rohaniah . dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang.xxxvi terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. ada yang bersifat material dan nonmaterial. tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri. Sesuatu itu mengandung nilai. Akan tetapi. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai. tetapi ada pula yang sebaliknya. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya. Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. Jadi. Dengan demikian. Dalam hubungan ini. Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. Hal ini bersifat subjektit. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. Notonagoro memerinci tentang nilai. Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing. yaitu berorientasi pada nilai yang nonmaterial. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. yaitu manusia. pcrbuatan itu baik. sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. misalnya bunga itu indah. dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229). Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material. aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila.

nilai kebaikan atau nilai moral. dan perbuatan manusia Indonesia. nilai kebenaran. yang berpersatuan. nilai vital. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978). serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia. yang berkerakyatan. dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan. Kalau pengakuan. nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian. tingkah laku. tingkah laku. Menurut Notonagoro. Sehubungan dengan ini. rasa. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital. Pengakuan. sila pertama. dan yang berkeadilan sosial. Dengan demikian. yang berkemanusiaan. penghargaan. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta. dan perbuatan bangsa Indonesia. nilai keindahan atau estetis. tingkah laku. penerimaan. mengakui. seperti nilai material. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila). Secara aksiologis. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. bangsa Indonesialah yang menghargai. 2005). nilainilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis. Sebagai pendukung nilai.xxxvii sulit diukur. .

negara harus bersifat demokratis. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan. manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga). Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu organisasi hidup. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan. Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu. dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.xxxviii PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. . yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama). tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh. hierarkis. hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. dan sistematis. Maka itu. Untuk itu. Konsekuensinya. pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua). kemasyarakatan. dan keadilan. fundamental. persatuan. kemanusiaan. . Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). Dalam pengertian inilah. Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. kerakyatan. hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. dan menyeluruh.

1989. Jelaskas kajian ontologis. A. F. Poespowardoyo. 1989. Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama.Makassar. Gramedia: Jakarta.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Universitas Hasanuddin. Magnis. Suseno. CSIS: Jakarta. Implementasi Pancasila untuk ABR1. diterjemahkan oleh Rasyidi. Jelaskan pancasila sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa Indonesia! DAFTAR BACAAN Darmodiharjo. The End of History. Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern. 1971. 16 (1989). Soeryanto. Dikutip dari Modernity and Its Future. and Richard T. Jelaskan Pengertian Filsafat Pancasila! 2. 1985. PT Gramedia: Jakarta. Living Issues Philosophy.. 1984.2003 . efistimologis dan aksiologis dari pancasila! 4. Smith. 2005. Polity Press: Cambridge. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Darji. Tim Dosen Pancasila Unhas.xxxix baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat). Nolan. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Titus Harold. 1996. Pengertian Dasar bagi Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta. Pranarka. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila. dalam National Interest. Penerbit bulan Bintang: Jakarta. Notonagoro. No. 1987. Marilyn S. untuk mewujudkan tujuan.W. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima).M. Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta. Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. Dengan demikian. Filsafat Pancasila. Kaelan. dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga. Fukuyama. Franz. Jelaskan Prinsip-prinsip filsafat pancasila! 3.

Dalam arti. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. inilah yang dinamakan ideologi. Pendidikan Kewarganegaraan. Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks. sosial budaya. Tantangan sekarang ini. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. Universitas BAB III PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL PENDAHULUAN A. Menurut Noor MS. Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat.2008 Unhas. Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang.Makassar. maupun religi. nilai tradisi.xl Tim Dosen Pancasila Unhas. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. ekonomi.Makassar. ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional. nilai kepustakaan.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin.STIMIK DIPANEGARA . nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara. Bakry [1994]. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" . Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik. Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis. nilai kebudayaan. baik dalam bidang politik. Dalam beberapa pasal. Pancasila telah tampil di garda depan.

Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. persatuan. misi. kerakyatan. Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang. yang merupakan sifat hakikat manusia. Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia. Atas dasar Weltanschauung itu. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : . tanpa pedoman. Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya. keadilan. Akhir-akhir ini. Tanpa itu.xli masyarakat dunia. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan. ideologi itu tidak pernah mati. Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi). Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini. kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. Tampaknya. terasa pamor Pancasila sedang menurun. negara bergerak seperti layangan putus. yaitu ketuhanan. decline (kemunduran). Dengan demikian. Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang sakti. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. kemanusiaan. Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. Jika tidak demikian bukanlah manusia. dan tujuan negara. disusunlah visi. lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia. B. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. yang terjadi adalah emergence (kemunculan). Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia.

. memahami. ideologi tertutup. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti. sekulerrisme. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara. Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. 5. Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya b. 2. 4. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. Berbangsa dan Bernegara c. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. komunisme. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. 6. Reformasi Socio-Moral C.xlii a. dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. dan idiologi keagamaan. 3. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka d. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. komprehensif. reformatif. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya e. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara.

Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. cara fikir.xliii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A.1 Pengertian Ideologi Secara etimologi. atau paham. Jadi. dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat. Sedangkan logos berarti ilmu. cita-cita ataupun konsep. ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea. Eidos berarti idea. Jorge Larrain. A. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”. atau cita-cita tertentu. dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. gagasan. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara. pandangan ataupun paham.2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas . Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang. Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A. ajaran. gagasan-gagasan. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara.

Berbangsa.xliv Pada dimensi ini. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka. karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat. berbangsa. Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . dan bernegara. Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan. asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat. Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman. Karena itu. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri . Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya. sehingga mereka tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya. berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. ideologi mengandung nilai-nilai dasar. B. a. bangsa. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. normanorma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya. Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. dan Negara dibangun. Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak. sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. arah.

. c. Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara. Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis.xlv (dimensi realitas). pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas). Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. berbangsa. Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter). Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya. C. b. Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat. tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya. bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai. Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah.

Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter. . dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai ideologi terbuka. Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiranpemikiran baru atau metode baru yang berbeda. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima. Pancasila sebagai ideologi terbuka. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman.xlvi Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis. dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. D. bukan atas kekuasaan belaka. Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat. mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. ia selalu membutuhkan yang lain. berbangsa. Dengan demikian. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan. dan bernegara. Monodualisme ini adalah kodrati. bahwa Negara kita berdasar atas hukum. maka manusia tidak dapat hidup sendirian. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis. Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a.

nilai yang terkandung di . 1 Juni 1945). hormat menghormati. mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. spiritual. Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. tersimpul nilai satu derajat. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental. mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. keberanian membela kebenaran dan keadilan. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan. saling menerina dan memberi antar manusia dalam memasyarakat dan menegara. baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya. Ideologi Pancasila. mengandung nilai spiritual. toleransi dan nilai gotong royong. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia.xlvii Menurut konsep Pancasila. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. mengandung nilai-nilai kebangsaan. yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. sama kewajiban dan hak. Sila Persatuan Indonesia. sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua dalamnya. saling mencintai. maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama.

Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. hak kebahagiaan. hak kesamaan. yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil. namun ada keteraturan. Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. Ciri konsep dialetik tentang manusia. yaitu hak hidup. b. c. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan. Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi. sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. hak kebebasan. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas. Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik). dengan menempuh proses dialetik. yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen pada diri manusia. Laski. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu . John Locke.xlviii Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Herbert Spencer dan Harold J. Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik. Jean Jaques Rousseau. maka nilai kebebasan itulah yang utama. mengandung nilai sikap adil.

metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik. Pikiran Karl Marx tentang sosial. Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain. dikaitkan dengan landasan. Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan. ekonomi. Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. Oleh karena itu. dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara. Sehubungan dengan itu. golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas). Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx. E. Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu. Engels. konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila .xlix menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara. sadar laku (usaha) dan sadar landasan. Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat sociomoral. Secara operasional sadar berarti : a. dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis. Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran material-dialektis atau materialistik. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing). maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c.

dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia. Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. sosialisme dengan kapitalisme.l Reformasi socio-moral yg berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. para . dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. Saya berpendapat. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila. Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri. kesejahteraan yang tinggi. Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme. sejahtera. “terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar. kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan. para pemimpin. dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia. sistem kelembagaan b. menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa. walaupun nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah. Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite. Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. sistem tanggap nilai c. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila. Sebagai ideologi nasional.

2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Gramedia. Universitas . berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas.E. 1978. 1978.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Jakarta. Jelaskan peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat.2008 Unhas. Isme-isme Dewasa ini.2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin.Makassar. Jelaskan pengertian reformasi sosio-moral! DAFTAR BACAAN Alfian. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas. Fogel. Pendidikan Kewarganegaraan. Jelaskan perbandingan pancasila dengan ideology lainnya didunia! 4. Penerbit Erlangga. Berbangsa dan Bernegara! 3. Jelaskan pengertian ideology dan dimensi-dimensinya! 2.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .man. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1.Jakarta BP-7 Pusat Jakarta.Makassar.li penguasa. E.Makassar. Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia. Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat. Universitas Hasanuddin.William. 1991.STIMIK DIPANEGARA . para pengusaha.

lii

BAB IV IDENTITAS NASIONAL
PENDAHULUAN A. Latar belakang Situasi dan kondisi masyarakat dewasa ini menjadikan kita prihatin dan merasa ikut bertanggung jawab atas tercabik-cabiknya Indonesia serta kerusakan social yang menimpah masyarakatnya.Bangsa Indonesia yang dahulu dikenal sebagai “het zachste volk ter aarde” dalam pergaulan antarbangsa, kini sedang mengalami bukan saja krisis identitas, melainkan juga krisis dalam berbagai dimensi kehidupan yang melahirkan instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan tahun 1998 (Koento W:2005) Identitas Nasional saat ini bukan lagi menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya mengalami krisis multidimensi, namun juga mengalami krisis dalam berbagai aspek kehidupan yang melahirkan suatu instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan. Akibat dari semakin biasnya nilai-nilai yang terkandung dalam Identitas Nasional yang tertanam pada diri setiap warga negara Indonesia telah menjadikan situasi dan kondisi masyarakat semakin memprihatinkan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, politik, budaya, social dan sebagainya.

liii Masyarakat Indonesia yang dahulu dikenal sebagai suatu bangsa yang memiliki budi yang luhur, sopan santun yang tinggi, kerukunan, idealisme, toleransi, solidaritas social dan gotong royong, telah hilang akibat semakin derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang menerjang bangsa Indonesia. Hal ini mengakibatkan bangsa Indonsia semakin berada dalam keterpurukan. Krisis moneter disusul krisis ekonomi dan politik yang akar-akarnya tertanam pada krisis moral dan menjalar pada krisis budaya, menjadikan masyarakat kita kehilangan orientasi nilai. Masyarakat Indonesia yang dikenal ramah, hancur porak-poranda ,kemudian menjadi kasar, serta gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan spiritual. “social terrorism” muncul dan berkembang di sana-sini dalam fenomena pergolakan fisik, pembakaran, dan penjarahan yang disertai pembunuhan sebagaimana terjadi di Poso, Ambon, dan bom bunuh diri di berbagai tempat yang disiarkan secara luas, baik oleh media massa di dalam maupun di luar negeri. Semenjak pergolakan antaretnis di Kalimantan Barat, bangsa Indonesia di forum internasional dilecehkan sebagai bangsa yang telah kehilangan peradabannya. Kehalusan budi, sopan santun dalam sikap dan perbuatan, kerukunan, toleransi, serta solidaritas social, idealisme,dan sebagainya telah hilang hanyut karena derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang penuh paradoks. Berbagai lembaga kocar-kacir semuanya dalam malfungsi dan disfungsi. Trust atau kepercayaan terhadap sesama, baik vertical maupun horizontal telah lenyap dalam kehidupan bermasyarakat. Identitas nasiional kita dilecehkan dan dipertanyakan ekistensinya. Krisis multidimensi yang sedang melanda masyarakat menyadarkan kita semua bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan identitas nasional telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional, sebagaimana telah dirumuskan oleh para pendiri Negara dalam pembukaan UUD 1945 yang intinya adalah memajuan kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, secara konstitusional pengembangan kebudayaan untuk membina dan mengembangkan Identitas Nasional telah diberi dasar dan arahnya. B. Ruang Lingkup Adapun ruang lingkup yang akan dijelaskan dari Identitas Nasional meliputi : Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional, Muatan dan Unsur-unsur Identitas

liv Nasional, Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional, Keterkaitan Integrasi Nasional dan Identitas Nasional, Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan, Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasionalisme B. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa diharapkan mampu mengenali karasteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional Indonesia.

Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mengerti tentang Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional; 2. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional; 3. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional; 4. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional; 5. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional; serta 6. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional

lv

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

A. Pengertian Identitas Nasional Kata Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity” yang memiliki pengertian harafiah ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Dalam terminology antropologi ,Identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri ,golongan sendiri,kelompok sendiri, komunitas sendiri, atau negara sendiri. Mengacu pada pengertian ini identitas tidak terbatas pada individu semata, tetapi berlaku pula pada suatu kelompok. Adapun kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik, seperti budaya, agama dan bahasa maupun nonfisik, seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan. Himpunan kelompokkelompok inilah yang disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional yang akhirnya melahirkan tindakan kelompok (collective action) yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional. Kata nasional sendiri tidak bias dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme.

Bila dilihat dalam konteks Indonesia maka Identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek

lvi kehidupan dari ratusan suku yang “dihimpun” dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan Pancasila dan roh “Bhineka Tunggal Ika” sebagai dasar dan arah pengembangannya. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa hakikat identitas Nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam penataan kehidupan dalam arti yang luas. Misalnya, dalam aturan perundang-undangan atau hukum, system pemerintahan yang diharapkan, serta dalam niai-nilai etik dan moral yang secara normative diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional, dan sebagainya. Nilainilai budaya yang tercermin di dalam Identitas Nasional tesebut bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normative dan dogmatis, melainkan sesuatu yang “terbuka” yang cenderung terus-menerus bersemi karena hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinya adalah bahwa identitas nasional adalah sesuatu yang terbuka untuk ditafsirkan dengan diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. B. Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional a. Muatan Unsur-Unsur Identitas Nasional Muatan Identitas Nasional dapat digambarkan sebagai berikut:

Pandangan Hidup Bangsa Kepribadian bangsa Filsafat Pancasila

Dasar Negara

Norma Peraturan

Rule of Law

Hak dan Kewajiban WN Demokrasi dan HAM

2) Agama bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis.Agama-agama yang tumbuh berkembang di Nusantara adalah agama Islam. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa. b. bisa dikatakan bahwa Identitas Nasional adalah merupakan Pandangan Hidup Bangsa. 1) Suku bangsa adalah golongan social yang khusus bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Hal ini akhirnya menjadi etika Politik yang kemudian dikembangkan menjadi konsep geopolitik dan geostrategi Ketahanan Nasional di Indonesia. Kepribadian Bangsa.termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia. . Kristen. Filsafat Pancasila dan juga sebagai ideologi Negara. dan bahasa. Dengan demikian Identitas Nasional mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas.lvii Etika Politik Geopolitik Indonesia Deostrategi Ketahanan Dari gambaran tersebut. Dengan kata lain juga merupakan dasar Negara yang merupakan norma peraturan (Rule of Law) yang harus dijunjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa terkecuali. yaitu suku bangsa. Katolik. demokrasi serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia. agama. Unsur-unsur Identitas Nasional Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. kebudayaan. Hindu. Norma peraturan ini mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara.

dan Kong Hu Cu. Bendera Negara. 2) Identitas Instrumental. budaya. yaitu identitas sebagai alat untuk menciptakan Indonesia yang dicita-citakan. dalam hal ini adalah pancasila yang merupakan Falsafat Bangsa. 3) Identitas Alamiah. serta agama dan kepercayaan Identitas Nasional Indonesia yang bersifat pluralistic (ada keanekaragaman) baik menyangkut sosio-kultural maupun religiositas terbagi atas : • • Identitas fundamental/ideal. lambing negara. 4) Bahasa merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Dasar Negara. Bendera Kebangsaan Indonesia Merah Putih . yang bersisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya. dan Ideologi Negara. bahasa Indonesia. 3) Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Bahasa Indonesia. istilah agama resmi dihapuskan. tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. yang meliputi Negara kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku.lviii Buddha. Lambang Negara. Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. Dari Unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi tiga bagian yaitu : 1) Identitas Fundamental. Bahasa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. dan lagu kebangsaan. yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa. Agama Kong Hu Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. bahasa. dan Ideologi Negara. Alatnya berupa UUD 1945. Dasar Negara. Identitas Instrumental.

dan sekaligus sebagai peluang bagi bangsa Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi disegala aspek kehidupan. suka tidak suka telah datang dan menggeser nilai-nilai yang telah ada. Wujud lambing negara Indonesia adalah sebagai nerikut : 1. Nilai-ninlai tersebut.tantangan. 3. Kaki burung mencengkeram sebuah pita yang sedikit melengkung ke atas. ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negative. Identitas alamiah. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggambarkan semangat cinta tnah air dan kegagahan serta kebenaran. • Identitas alamiah. sedangkan kepalanya menghadap kanan. dan kepercayaan. juga mencakup di dalamnya identitas religiulitas dan sosio-kultural yang meliputi pluralistic dalam suku. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional a. Indonesia merupakan negara kepulauan. Pada pita itu tertulis “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti walaupun berbedabeda tetap satu jua. agama. budaya. Semua ini merupakan ancaman. bahasa. Globalisasi Adanya Era globalisasi dapat berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. C. seekor burung garuda yang berdiri tegak dengan mengembangkan sayapnya ke kanan dan ke kiri. Era Globalisasi tersebut mau tidak mau. 2. . tetapi merupakan penjelman dari cita-cita tinggi yang terkandung dalam jiwa bangsa Indonesia. satu di tengah dan empat di tepi. dan kemegahan negara Indonesia. kepribadian. Pada dadanya digantungsebuah perisai yang dibagi menjadi lima ruang.lix Bendera Merah Putih bukanlah semata-mata sebagai benda untuk keindahan belaka. Lambang Negara Republik Indonesia Lambang negara Garuda Pancasila menggambarkan kedaulatan.

Hal ini bisa berakibat bagaiman cara memperolehnya menjadi tidak dipersoalkan lagi. Dengan demikian. Apabila proses ini tidak segera dibendung. akan berakibat lebih serius ketika pada puncaknya masyarakat tidak bangga lagi pada bangsa dan negaranya. batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang. akan terjadi proses akulturasi. Batas antarnegara hampir tidak ada artinya. intensitas hubungan masyarakat antara satu Negara dengan Negara yang lain menjadi semakin tinggi. Di dalam pergaulan antarbangsa yang semakin kental itu. saling meniru dan saling mempengaruhi diantara budaya masing-masing. hal ini bertentangan dengan asas gotong royong. Pengaruh negative akibat proses akulturasi dapat merongrong nilai-nilai yang telah ada di dalam masyarakat. kecenderungan . akan menggagu ketahanan disegala aspek kehidupan. Untuk membendung arus globalisasi yang sangat deras tersebut maka harus diupayakan suatu kondisi (konsepsi) agar ketahanan nasional dapat terjaga. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional Dengan adanya globalisasi. pergaulan antar bangsa semakin ketat. yaitu mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. Jika semua ini tidak dapat dibendung. Arus informasi yang semakin pesat mengakibatkan akses masyarakat tehadap nilainilai asing yang negative semakin besar. yaitu dengan cara membangun sebuah konsep nasionalisme kebangsaan yang mengarah kepada konsep Identitas Nasional. bahkan akan berpengaruh pada kredibilitas sebuah ideologi. apakah dapat melunturkan tata nilai yang merupakan jati diri bangsa Indonesia? Lunturnya tata nilai tersebut biasanya ditandai oleh dua faktor yaitu : 1) semakin menonjolnya sikap individualistis. berarti etika dan moral telah dikesampingkan. b. serta 2) semakin menonjolnya sikap materialistis. Apabila ini terjadi.lx Di era globalisasi. yang berarti harkat dan martabat manusia hanya diukur dari hasil atau keberhasilan sesorang dalam memperoleh kekayaan. Adapun yang perlu dicermati dalam proses akulturasi tersebut.

Di samping itu. Pada akhirnya. antara lain terkait dengan masalah narkotika. Sebenarrnya. dan persatuan bangsa merupakan bagian dari upaya membangun dan membina stabilitas politik. Kalimantan Barat. Masalah-masalah tersebut berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa yang selama ini dijunjung tinggi. peredaran dokumen keimigrasian palsu. upaya membangun keadilan. diperlukan keadilan dan kebajikan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan ras. . upaya lain yang dilakukan. Keterkaitan Intergrasi Nasional Dan Identitas Nasional Masalah integrasi nasional di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional. Adapun keterkaitan integrasi nasional dengan Identitas Nasional adalah bahwa adanya integrasi nasional dapat menguatkan akar dari Identitas Nasional yan sedang dibangun. upaya integrasi nasional dengan strategi yang mantap perlu terus dilakukan agar terwujud integrasi bangsa Indonesia yang diinginkan. pencucian uang (money laundering). khususnya bagi generasi penerus bangsa. bahkan akan menyebabkan lunturnya nilai-nilai Identitas Nasional. Dengan demikian. Kejahatankejahatan tersebut.lxi munculnya kejahatan yang bersifat transnasional semakin sering terjadi. Hal ini ditunjukkan dengan semakin merajalelanya peredaran narkotika dan psikotropika sehingga sangat merusak kepribadian dan moral bangsa. kesatuan. dan terorisme. bahasa dan sebagainya. persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur. seperti banyaknya keterlibatan pemerintah dalam menentukan komposisi dan mekanisme parleman. Jika hal tersebut tidak dibendung akan menggagu terhadap ketahanan nasional di segala aspek kehidupan. Upaya pembangunan dan pembinaan integrasi nasional ini perlu karena pada hakekatnya integrasi nasional menunjukkan kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa yang diinginkan. dan Papua merupakan cermin belum terwujudnya integrasi nasional yang diharapkan. aman. Ambon. Konflik yang terjadi di Aceh. Untuk mewujukan. D. suku. agama. dan tentram.

ketika kita telah berhasil dan mengatakan “kesamaan persepsi”. Dalam hal ini. mantap.lxii Maka. masyarakat selalu membanggakan daerahnya masing-masing. Karena kita telah berhasil meruntuhkan bangunan ego yang telah mengakar. walaupun hal ini sangat sulit untuk dicapai. maka sebenarnya kita telah melakukan proses yang begitu “hebat”. Namun. diskriminasi merupakan musuh bersama bagi warga negara bangsa Indonesia. social-ekonomi. integrasi nasional harus mendapatkan perhatian seriusdan upaya perwujudan yang strategis. yaitu : Persamaan Persepsi Dalam integrasi nasional diperlukan persamaan persepsi di antara segenap masyarakat mengenai adanya keragaman dan memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama secara harmonis dengan prinsip mementingkan kepentingan bersama daripada individu. Untuk itu. Kesamaan persepsi merupakan solusi yang tepat. Berbagai bentuk diskriminasi ini dapat dilihat dalam wujud diskriminasi agama. sifat kedaerahan yang cenderung separatis ini menjadi penyebab dari tak terwujudnya integrasi nasional di dalam diri masyarakat Indonesia. mereka hanya bisa mengatakan bahwa hal tersebut adalah urusan pemerintah. dan actual. karena melibatkan pertarungan ego yang sungguh rumit. Asimilasi Upaya ini bertujuan untuk meminilisasi sifat-sifat kedaerahan sukuisme yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia. dan adanya diskriminasi terhadap perempuan. Upaya-upaya perwujudan integrasi nasional. akan berdampak bagi proses mempertahankan integrasi nasional. Dengan terhapusnya diskriminasi tersebut. Penghapusan segala bentuk diskriminasi ini merupakan langkah konkret penegakan supremasi hokum. Karena salah satu faktor perekat bagi integrasi nasional adalah kesetaraan antara warga negara di mata hokum dan pemerintahan. Asimilasi . Pembenahan Hukum Nasional Pembenahan hokum nasional merupakan langkah nyata penghapusan diskriminasi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di RI.

Jika integrasi nasional terwujud dengan upaya-upaya di atas. dan kepuasan kualitatif rakyat dan pola pelayanannya. Karena pada dasarnya. Harus berani terbuka dan mengakui unsure modernisasi dari proses social politik. bukan malah menjadi tangan panjang dari pejabat pemerintah untuk dilayani oleh masyarakat. Meningkatkan kualitas pengabdian birokrasi Birokrasi seharusnya tetap solid tetapi dinmis dalam merespon perubahan. interaksi sesame manusia berubah menjadi bentuk yang lebih kompleks dan rumit. Di kalangan bangsa-bangsa yang tertindas kolonialisme.lxiii memperbaiki anggapan masyarakat dan menciptakan kebersamaan sebagai suatu jalan untuk mewujudkan integrasi nasional dan mewujudkan Indonesia itu sendiri. Paham Nasionalisme Atau Paham Kebangsaan a. yakni sebagai alat untuk memutuskan/mempermudah jalannya penerapan kebijakan pemerintah. maka Identitas Nasional sebagai manifestasi nilai-nilai budaya yang dihimpun dalam satu kesatuan tentu akan semakin kukuh dan relevan. yakni persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Dalam situasi perjuangan kamerdekaan dari kolonialisme itu. dibutuhkan suatu konsep sebagai dasar pembenaran rasional dari tuntutan terhadap penentuan nasib sendiri yang dapat mengikat keikutsertaan semua orang atas . prestasi. E. lahir semangat untuk mandiri dan bebas untuk menentukan masa depannya sendiri. yaitu : Harus peka terhadap tuntutan. Hal ini dimulai dari tumbuhnya kesadaran untuk menentukan nasib sendiri. kebutuhan. Penataan Birokrasi Birokrasi sebagai komponen yang menentukan dalam integrasi nasional harus kembali pada fungsi awalnya. Dalam upaya melayani masyarakat. Paham Nasionalisme Kebangsaan Dalam perkembangan peradaban manusia. integrasi nasional menguatkan akar dari Identitas Nasional yang sedang dibangun. Ada 3 tuntutan terhadap birokrasi berkaitan dengan integrasi nasional. seperti Indonesia salah satunya.

Negara (state). Para pengikut nasionalisme tersebut berkeyakinan bahwa persamaan cita-cita yang mereka miliki dapat diwujudkan dalam sebuah identitas politik atau . dengan para tokoh yang mewakili pemikiran Islam (sebagai agama terbesar pemeluknya di Indonesia) dan Marxisme di sisi yang lain. b. kecurigaan di antara para tokoh pergerakan yang telah tumbuh disaat-saat menjelang kemerdekaan berkembang menjadi pola ketegangan politik yang lebih permanen antara Negara melalui figur nasionalis Soekarno disatu sisi. Semangat nasionalisme diharapkan secara efektif dapat dipakai sebagai metode perlawanan dan alat identifikasi oleh para penganutnya untuk mengetahui siapa lawan dan kawan. sebagaimana yang disampaikan oleh Larry Diamond dan Marc F. Dasar pembenaran tersebut. Semangat nasionalisme dipakai sebagai metode perlawanan secara efektif oleh para penganutnya. Munculnya nasionalisme terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman colonial. dan gabungan keduanya yang menjadi konsep negara bangsa (nation state) sebagai komponen-komponen yang membentuk Identitas Nasional atau Kebangsaan. lahir konsep-konsep lain seperti bangsa (nation). Dalam konteks ini. Secara garis besar terdapat tiga pemikiran besar tentang nasionalisme di Indonesia yang terjadi pada masa sebelum kemerdekaan.Plattner bahwa para penganut nasionalisme dunia ketiga secara khas menggunakan retronika antikolonialisme dan antiimperalisme. Dari sinilah. yaitu paham keislaman. Paham Nasionalisme Kebangsaan Sebagai Paham Yang Mengantarkan Pada Konsep Identitas Nasional Paham Nasionalisme atau paham Kebangsaan terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman kolonial. Seiring dengan naiknya pamor Soekarno ketika menjadi Presiden pertama RI.lxiv nama sebuah bangsa. dapat dikatakan bahwa Paham Naasional atau Kebangsaan adalah sebuah situasi kejiwaan ketika kesetiaan seseorang secara total diabdikan langsung pada negara bangsa atas nama sebuah bangsa. Marxisme dan Nasionalisme Indonesia. selanjutnya mengkristal dalam konsep paham ideology kebangsaan yang biasa disebut dengan nasionalisme.

seperti ras. Soekarno menggungkapkan keyakinan watak nasionalisme yang penuh nilai-nilai kemanusiaan. Selain itu. Kemudian. agama. Menurut penganutnya. semangat tersebut diformulasikan dalam bentuk nasionalisme yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. baik golongan Islam maupun Marxis. Sekalipun Soekarno seorang Muslim.Semangat nasionalisme Soekarno tersebut mendapat respon dan dukungan luas dari kalangan intelektual muda didikan Barat. Pada waktu itu semangat menentang kolonialisme Belanda mulai bermuculan di kalangan pribumi. Nation state atau negara bangsa merupakan sebuah bangsa yang memiliki bagunan yang memiliki bangunan politik (political building). dan budaya. Munculnya paham atau paham kebangsaan indonesia tidak bisa dilepaskan dari situasi sosial politik dekade pertama abad ke-20. Kemudian faham ini semakin berkembang paradikmanya hingga sekarang dengan munculnya konsep Identitas . Nasiaonalisme yang dikembangkan Soekarno bersifat toleran. bercorak ketimuran. pemerintah yang sah.lxv kepentingan bersama dalam bentuk sebuah wadah yang disebut bangsa (nation). Cit-cita bersama untuk merebut kemerdekaan menjadi semangat umum di kalangan tokoh-tokoh pegeakan nasional. bahasa. geografis. Unsur persamaan tersebut dapat dijadikan sebagai identitas politik bersama atau untuk menentukan tujuan organisasi politik yang dibangun berdasarkan geopolitik yang terdiri atas populasi. dan sebagainya. pengakuan luar negeri. seperti ketentuan-ketentuan perbatasan territorial. dan pemerintahan yang permanen yang disebut negara atau state. etnis. tidak sekadar mendasarkan pada perjuangan Islam. bangsa atau nation merupakan suatu wadah yang didalamnya terhimpun orangorang yang mempunyai persamaan keyakinan dan persamaan lainnya yang mereka miliki. juga meyakinkan pihak-pihak yang bersebrangan pandangan bahwa kelompok nasional dapat bekerja sama dengan kelompok mana pun. atau berwatak chauvinism. Dengan demikian. sekedar meniru dari Barat. paham Nasionalisme di Indonesia yang disampaikan oleh Soekarno bukaknlah nasionalisme yang bewatak sempit.semisal Syahrir dan Mohammad Hatta. menurutnya kebijakan ini merupakan pihak terbaik bagi kemerdekaan ataupun bagi masa depan seluruh bangsa Indonesia. dan tidak agresif sebagaimana nasionalisme yang dikembangkan di Eropa.

dan bertentangan dengan nilai-nilai pancasila itu sendiri.akan melahirkan suatu legalisme yang represif. ada yang perlu diperhatikan di sini. tetapi mereka berbeda pendapat mengenai masalah nilai atau watak nasionalisme Indonesia. Walaupun demikian. ketentuan hukum yang dibuat tanpa disertai dasar dan alasan moral. Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional a. perlu disadari bahwa moralitas Pancasila akan menjadi tanpa makna dan hanya menjadi “karikatur” apabila tidak disertai dukungan suasana dibidang hukum secara kondusif.lxvi Nasional. penyelenggaraan MPK maka harus dikaitkan dengan wawasan: 1) Spiritual.Sehubungan dengan ini.moral.bahkan lebih penting daripada aspek having dalam kerangka . moralitas Pancasila sebagaimana manifestasi Identitas Nasional pada giliranyaharus diarahkan pula pada pembinaan dan pengembangan moral. kontra produktif. untuk meletakkan landasan etika. Artinya moralitas yang tidak didukung oleh kehidupan hukum yang kondusif akan menjadi subjektivitas dengan satu sama lain akan saling berbenturan. 2) Akademis. untuk menunjukkan bahwa MPK merupakan aspek being yang tidak kalah pentingnya. Revitalisasi Pancasila Revitalisasi demikian.sebagai dasar dan arah pengembangan suatu profesi. Dalam merevitalisasi Pancasila sebagai manifestasi Identitas Nasional. yakni adanya perdebatan panjang tentang paham nasionalisme keangsaan ketika para founding father bangsa ini mempunyai kesepakatan perlunya paham nasionalisme kebangsaan. F.Sebaliknya. Antara moralitas dan hukum memang terdapat korelasi yang sangat erat. bisa dikatakan bahwa paham Nasionalisme atau Kebangsaan disini adalah merupakan refleksi dari Identitas Nasional.religiusitas. Dengan Pancasila dapat dijadikan dasar dan arah dalam upaya untuk mengatasi krisis dan disintegrasi yang cenderung sudah menyentuh kesemua segi dan sendi kehidupan.

serta menuju hariesok yang lebih baik.Selain itu. 3. b. untuk menyadarkan bahwa manusia dan bangsa di masa kini siap menghadapi dialektika perkembangan dalam masyarakat dunia yang “terbuka”.serta .untuk menumbuhkan kesadaran nasionalismenya agar dalam pergaulan antar bangsa tetap setia pada kepentingan bangsanya.melainkan terbuka bagi tafsir-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan zaman yang terus menerus berkembang.Hal ini dapat dilakukan melalui seminaratau gerakan dengan tema revitalisasi pancasila.melainkan sebagai subjek pembaharuan dan pencerahan. 2.perlu ditempuh melalui revitalisasi pancasila. Fleksibilitas : bahwa pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan tertutup atau menjadi sesuatu yang sacral.juga mampumenjari jalan keluar sendiri dalam mengatasi setiap tantangan yang dihadapi. serta bangga dan respek pada jati diri bangsanya yang memiliki ideology tersendiri. Idealitas : bahwa idealisme yang terkandung didalamnya bukanlah bsekedar utopis tanpa makna.melainkan diobjektivasikan sebagai kata kerja untuk membangkitkan gairah dan optimisme warga masyarakat agar melihat masa depan secara prospektif. Realitas : bahwa nilai-nilai yang terkandung didalamnya dikonsentrasikan sebagai cerminan kondisi objektif yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kampus utamanya . 3) Kebangsaan.relevan.lxvii persiapan SDM yang bukan sekedar instrument. Pemberdayaan Identitas Nasional Dalam rangka pemberdayaan Identitas Nasional. suatu rangkaian nilai-nilai yang bersifat sein im sollen dan das sollen im sein.serta dieksplorasikan dimensi-dimensiyang melekat padanya uyang meliputi: 1. serta 4) Mondial. diharapkan mampu untuk segera beradaptasi dengan perubahan yang terus menerus terjadi dalam masyrakat moderen.Revitalisasi sebagai manifestasi Identitas Nasional mengandung makna bahwa pancasila harus diletakkan dalam keutuhannya dengan pembukaan.Disamping itu.Dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya pancasila menjadi tetap actual.

Dalam kondisi kehidupan bermasyarakat dan b erbangsa yang sedang dilanda krisis dan disintegrasi. manusia menjadikan rasio sebagai mitos. perlu segera disadari bahwa tanpa suatu “platform” dalam format dasar Negara atau idiologi. tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai lama sebagaimana diwariskan oleh nenek moyang dan dikembangkan para pendiri Negara ini. mustahil suatu bangsa akan dapat survive menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang menyertai derasnya arus globalisasinya yang melanda seluruh dunia yang otonom. agar identitas Nasional dapat dipahami oleh masyrakat sebagaipenerus tradisi nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang maka pemberdayaan nilai ajarannya harus bermakna. Perlu disadari bahwa umat manusia masa kini hidup di abad XXI. juga nilai-nilai spiritual yang dianggap sacral. Abad XXI sebagai zaman baru mengandung arti sebagai zaman ketika umat manusia semakin sadar untuk berfikir dan bertindak secara baru. atau sebagai sarana yang andal dalam bersikap dan bertindak dalam memecahkan masalahmasalah yang dihadapi dalam kehidupan. Pancasila pun tidak terhindar dari berbagai macam gugatan.dalam arti relevan dan fungsional bagi kondisi actual yang sedang berkembang dalam masyarakat. Kesasihan tradisi. yaitu zaman baru yang sarat dengan nilai-nilai baru yang tidak saja berbeda. Dengan kemampuan refleksinya. sinisme. Namun. Nilai-nilai budaya yang diajarkan oleh nenek moyang tidak hanya diwarisi dengan barang sudah “jadi” yang berhenti dalam kebekuan normative. tetapi harus diperjuangkan serta terus-menerus ditumbuhkan dalam dimensi ruang dan waktu yang terus berkembang dan berubah. Dengan demikian. .lxviii fungsional sebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan Negara dengan jiwa dan semangat”Bhinneka Tunggal Ika”. kini dikritisi dan dipertanyakan berdasarkan visi dan harapan tentang masa depan yang lebih baik. serta pelecehan terhadap kedibilitas dirinya sebagai dasar Negara ataupun sebagai manisfestasi Identitas Nasional.

Semua nilainilai ini sangat berarti dalam memperkuat rasa nasionalisme bangsa. harus dimulai dari pengembangan nilai-nilai. serta adanya kesepakatan di antara sersama. tetapi juga segi konstekstualnya dieksplorasikan sebagai referensi kritik sosial terhadap berbagai penyimpangan yang melanda masyarakat dewasa ini. Untuk itu. lahir asumsi dasar bahwa menjadi bangsa Indonesia tidak sekedar masalah kelahiran saja. betanggunug jawab. keterbukaan. dan karsa. rasa.lxix Melalui revitalisasi Pancasila sebagai wujud pemberdayaan Identitas Nasional inilah. misalnya nilai-nilai lainnya. tetapi juga sebuah pilihan yang rasional dan emosional . cipta. seperti gotong royong. persatuan dan kesatuan. secara lngsung akan memperlihatkan jati diri bangsa yang pada akhirnya mewujudkan Identitas Nasional. Soedarsono). MPK harus dimanfaatkan ntuk mengembalikan Identitas Nasional bangsa. perlu perjuangan dan ketekunan untuk menentukan nilai. juga saling menghargai dan menghormati. (Wibisono Koento: 2005) Dari nilai-nilai budaya tersebut. yaitu nilai-nilai kejujuran. berani mengambil resiko. Untuk membentuk jati diri. Sementara itu. Dengan adanya saling pengertian di antara satu dengan yang lain. letak arti pentingnya pelaksanaan MPK dalam kerangka pendidikan tinggi untuk menembangkan dialog budaya dan budaya dialog untuk mengantarkan lahirnya generasi penerus yang sadar dan tedidikn dengan wawasan nasional yang menjangkau jauh ke masa depan. Di sinilah. Identitas Nasional dalam alur rasional-akademik tidak saja diartikan secara tekstual. yang di dalam pergaulan antarbangsa dahulu dikenal ebagai bangsa yang paling “halus” atau sopan di bumi “het zashte volk ter aarde”. (Soemaro. nilai-nilai yang ada tersebut harus digali dulu. untuk mengembangkan jati diri bangsa.

budaya. Upaya-upaya yang dapat ditempuh untuk dapat menciptakan integrasi nasional. Walaupun hal ini sangat sulit karena setiap orang mempertahankan egonya masing-masing. yaitu setiap warga negara seharusnya menanamkan kesadaran dalam diri mereka untuk bisa memfilter informasi. Selain itu. dan harus berpatokan pada nilai-nilai agama atau spiritual yang merupakan salah satu cara untuk membentengi diri dari pengaruh negative pada era globalisasi. dan paham-paham luar yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia. Selain itu yang perlu kita sadari bahwa pengaruh globalisasi tidak hanya mendatangkan dampak negative. dan tenteram. kita juga harus menaati aturan dan norma yang telah ditetapkan oleh pemerintah menyangkut budaya asing yang dapat mengancam Identitas Nasional. yaitu : Mengusahakan persamaan persepsi dalam hal memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama yang harmonis. Oleh karena itu. aman. namun juga dapat menimbulkan dampak positif bagi bangsa Indonesia dengan adanya kemajuan teknologi yang sedang meningkat dengan pesat. kita harus memanfaatkan dampak positif dari era globalisasi dan menolak hal-hal akibat adanya era globalisasi yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia. namun sebagai masyarakat .lxx PENUTUP Cara untuk mempertahankan Identitas Nasional.

Sebagai bangsa Indonesia kita harus dapat mempertahankan dan melestarikan Identitas Nasional bangsa Indonesia. yaitu pada tataran ide dan praksis. karena dengan adanya integrasi nasional. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk dapat memberdayakan Identitas Nasional bangsa Indonesia yaitu dengan cara menggali kembali nilai-nilai dasar atau muatan-muatan yang terkandung dalam Identitas Nasional. Revitalisasi pancasila harus dilakukan dalam dua tingkatan. Sedangkan dalam tatanan praksis. Selain itu. Oleh karena itu. Dengan demikian. upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan mewujudkan integrasi nasional bangsa Indonesia. gotong royong bisa menjadi “nafas” bagi representasi pancasila. Penataan birokrasi. Kita harus menyadari bahwa kemerdekaan yang telah kita raih saat ini adalah melalui perjuangan keras pahlawan bangsa yang bertujuan untuk menciptakan keadaan yang lebih baik dari masa penjajahan pada generasi selanjutnya. dan sebagainya. Melakukan pembinaan hokum bersama Mewujudkan asimilasi untuk menghindari munculnya sikap etnosentris yang dapat memunculkan suatu perselisihan dengan suku atau budaya lain. yaitu Identitas Nasional. Identitas Nasional dapat terus dipertahankan dan dilestarikan sebagai suatu kebangganan bangsa Indonesia. Gotong royong bisa dijadikan “mascot” dalam rangka revitalisasi pancasila. seperti gotong royong. Dalam tataran ide. hal yang paling penting dilakukan adalah menjawab sikap alergi masyarakat terhadap pancasila. dengan adanya rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas .lxxi Indonesia kita harus dapat mengalahkan ego yang ada pada diri kita demi kepentingan bersama. yang akan mewujudkan suatu persatuan di antara perbedaan-perbedaan yang ada. sopan santun. maka bangsa Indonesia tidak akan terpecah-pecah pada kelompokkelompok yang saling berbeda atau bertentangan. Karena itu. solidaritas social. revitalisasi pancasila harus dimulai dengan membangkitkan kegairahan dan optimisme public. sebagai wujud penghargaan kita pada pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga mereka. utamanya menyangkut relasi penyelenggaraan negara dan masyarakat. kita sebagai bangsa Indonesia harus mengembangkan dan mencari kembali nilai-nilai luhur yang pernah ada yang menggambarkan identitas atau jati diri sebagai bangsa Indonesia. maka kita harus merasa bangga pada apa yang telah ditinggalkan oleh mereka.

Kaelan. Makalah disampaikan pada Kusus Calon dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. Filsafat Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara Indonesia. Darmodiharjo. 2001. Basri. AT. M. tingkatkanlah rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas Nasional bangsa Indonesia. maka kita akan dapat melakukan suatu perubahan dn pembangunan di segala aspek kehidupan dengan tujuan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga negara. Yogyakarta . Maka. Hamdan. Pancasila sebagai visi dan referensi kritik social. armaidy. Mansoer. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Keewarganegaraan yang diselenggarakan oeh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Makalah disapaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. 2005. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Dirjen Desember Soegito. Jelaskan pengertian nasionalisme dan hubungannya dengan identitas nasional! DAFTAR BACAAN Armawi. Darji.2005. Pembelajaran Berbasis Kompetensi (Implementasi KBK). 2005. 2005.lxxii Nasional. Pokok-pokok Filsafat Hukum. Jelaskan pengertian globalisasi dan hubungannya dengan identitas nasional! 4. Universitas Sanata Dharma. hak dan kewajiban warga Negara. Jelaskan pengertian identitas nasional! 2. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. 1996. Chaidir. Geostrategic Indonesia. Jelaskan unsur-unsur pembentukan identitas nasional! 3. Pengetahuan Politik dan Strategi. Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Sastrapratedja.

Winaputra Udin S.UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Pancasila sebagai dasar etika kehidupan bermasyarakat. 2005.Makassar. yang merubah susunan lembagalembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. koento wibisono. Latar belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.lxxiii Siswomiharjo. Kelompok Gramedia: Jakarta. Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar . Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin.2008 Unhas. Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Tim sosialisasi Penyemaian jati diri bangsa. membangun kembali karakter bangsa. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. 2005. Pendidikan Kewarganegaraan. adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini. Elex Media Komputindo. berbangas dan bernegara. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. lembaga-lembaga Negara dan hubungannya. akan dibahas lebih lanjut mengenai Undang-Undang Dasar 1945. Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi. Sejak tanggal 27 Desember 1945. 2003. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. PT. Pada kurun waktu tahun 1999-2002. Universitas BAB V KONSTITUSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI LANDASAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). Dalam pembahasan. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950.

Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : a. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. memahami. d. b. . Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. e. dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia.lxxiv negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. c. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengetahui. B. d. memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. kedudukan pembukaan UUD 1945. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. c. Pengertian Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 Sistem Ketatanegaraan Negara RI Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C. b.

Konstitusi sebagai pengertian sosial politik. ide konstitusi disebutnya sebagai konstitutionalisme. dan digambarkan bahwa paradigma hukum perundang-undangan sebagai penjamin kebebasan dan hak – yaitu dengan cara membatasi secara tegas dan jelas mana kekuasaan yang terbilang kewenangan (dan mana pula yang apabila tidak demikian harus dibilang sebagai kesewenang-wenangan) – inilah yang di dalam konsep moral dan metayuridisnya disebut “konstitutionalisme”. . Paham ini mengantarkan perdebatan awal dalam sistem ketatanegaraan yang diatur dalam teks hukum dasar sebuah negara. adalah sebuah paham mengenai pembatasan kekuasaan dan jaminan hak-hak rakyat melalui konstitusi. political decision. menurut Soetandyo. Konstitusionalisme Dan Konstitusi Konstitutionalisme.lxxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Bangunan-bangunan yang ada dalam masyarakat tersebut sebagai hasil keputusan masyarakat itu sendiri. atau disebut kontitusi. Dalam pengertian yang jauh lebih luas jangkauannya.

Pengertian ini adalah suatu peraturan hukum yang tertulis.lxxvi Konstitusi sebagai pengertian hukum. Ada dua macam hukum dasar. Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan.C. serta cikal bakal lahirnya berbagai konstitusi modern di dunia B. yang kemudian harus berlaku. Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badanbadan tersebut. telah mengilhami lahirnya De Declaration des Droit de l’Homme et du Citoyen. dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut. Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar. Hukum Dasar Tertulis (Undang-Undang Dasar) E. maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif. dalam pengertian ini keputusan-keputusan masyarakat dijadikan perumusan yang normative. Contoh: aliran kodifikasi. Kutipan pikiran Rousseau di atas. kesederhanaan hukum. tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). Konstitusi sebagai suatu peraturan hukum. Dengan demikian Undang-undang dasar adalah salah satu bagian dari konstitusi. yaitu yang menghendaki sebagaian hukum ditulis dengan maksud untuk mencapai kesatuan hukum. dan pembentukan Konstitusi Perancis (1791). 1. dan kepastian hukum. yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi). . Salah satunya adalah Undang-Undang Dasar atau konstitusi negara. Pengertian Hukum Dasar Negara Setiap negara berdaulat memiliki instrument menjelaskan eksistensi sebuah negara.S. eksekutif.

c. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR. Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar.(yang dimulai sejak tahun 2000). Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap). Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: a. 1981: 95-96 ). Kedudukan.lxxvii Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. seperti: a. Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo. 2. Mekanisme pembuatan GBHN. d. Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat. 3. b. Hukum Dasar Tak Tertulis (Konvensi) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis. d. Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. Sifat Dan Isi Undang-Undang Dasar 1945 . Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR. Pengertian. c. Dapat diterima oleh seluruh rakyat. b. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya.

UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum. yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab. atau keputusan pemerintah. serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. lembaga negara. yang terdiri dari 4 alinesa. b. peraturan. Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. Batang Tubuh yang memuat pasal-pasal. Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. Pembukaan. UUD 1945 berisi norma. aturan. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak. lembaga masyarakat. dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. seperti telah dijelaskan. yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946 sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945. Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal.lxxviii a. Sebagai hukum. Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. Setiap produk hukum seperti undang-undang. (2) Batang Tubuh UUD 1945. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa . 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. dapat dipisah-pisahkan. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati.

2. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel. c. Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi. Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel. ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. Ini tidak . sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia.lxxix dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan. Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan. harus terus hidup secara dinamis. Sesungguhnya rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis. majelis itu bersidang untuk menetapkan. yang masih harus berkembang. Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara. UUD. yang hanya memuat aturan pokok. yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri. UndangUndang Dasar menjadi aturan yang luwes. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lainlain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturan-aturan pokok saja. Dengan aturan-aturan yang tertulis. dan tidak ketinggalan zaman. supel. tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. yakni hanya memuat 37 pasal.

pengubahan. pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya. terutama mengingat agar Undang-Undang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting. Isi Undang Undang Dasar 1945 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945. Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan. memuat 5 . Karena itu. Amandemen/Perubahan UUD’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi a.lxxx berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. C. maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. Proses Perubahan/Amandemen Undang Undang Dasar 1945 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya. Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik. d. Selain itu. misalnya ketetapan MPR dan undang-undang. penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab. Pasal 37. yang pembuatan.

(5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. b. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang. Masa Kemerdekaan (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui . Berketuhanan. hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. tujuan negara dan dasar negara Pancasila.lxxxi ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar. mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Sejarah pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu. yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. (2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar. jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945. (4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945. Dinamika pelaksanaan UUD’45 sejak awal kemerdekaan hingga era reformasi. 1. sifat negara. sebagai berikut: (1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat.

konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. misalnya Nasakom. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: a) b) Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945. Tapi ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. Masa Orde Lama (1959-1966) 1) Pengertian Orde Lama Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6) Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7) Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. . 7 kali yaitu: 1) Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2) Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3) Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4) Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5) Kabinet Burhanudin Harahap. dan pembubaran DPR oleh Presiden. pengangkatan Presiden seumur hidup. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. 2. karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB. karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959.lxxxii kemerdekaan Indonesia. Namun keadaan ini tidak bertahan lama. Mempunyai tujuan: i.

iii. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk. Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen. DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945. jadi hanya bersifat sementara. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika iv. Lembaga negara seperti MPR. Berbagai ancaman datang silih berganti. Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. dan Hanura secara konstitusional.lxxxiii ii. DPR. Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup. tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966. dan politik yang stabil serta . Selain itu. Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia. Masa Orde Baru 1) Pengertian Orde Baru Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966. 2) Beberapa Penyimpangan Dalam Pelaksanaan Uud 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Tritura. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen anti-kolonialisme. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. 3. Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya. kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan. perekonomian. Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup. Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara.

Melaksanakan Pemilu tepat waktu. c. yaitu DPA dan BPK. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN. Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR. Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap. MPR No. 3) Presiden.lxxxiv melaksanakan cita-cita demokrasi politik. 4) Tugas Presiden: a. Menetapkan GBHN. a. Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1) MPR mengadakan sidang umum. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945. 5) DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden. MPR No. Tap.IX/MPR/1966. dan Pemilu 2) Dalam sidang umum MPR bertugas. d. b. dan Tap MPR No. Membentuk lembaga tinggi negara. Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN.XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan. wakilnya.XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. b. DPR. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu. 4. Masa Reformasi . 2) Langkah Pengamalan UUD 1945 Oleh Orde Baru Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945. 6) Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang.

lxxxv Dalam proses reformasi dewasa ini, terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945, karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel, yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinterpretable” pada pasal-pasal UUD 1945, sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999, SidangTahunan MPR tahun 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002, UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara, MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999, Sidang Tahunan MPR 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002.

a.

SISTEM KETATANEGARAAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA a. Tujuh Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Negara R.I. Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen), yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. Meskipun UUD 1945 telah diamandemen, ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum (rechtsstaat), tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). Artinya, setiap tindakan harus berlandaskan hukum, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan

lxxxvi tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan. Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya, dalam arti formal saja, yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, tetapi juga dalam arti materiil, yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia, yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara; lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I), 4 , 5, 19, 20, 23E dan 24, 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat. 2. Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan; lihat UUD 1945 Pasal 27, 28, 28A-28J, 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). 3. Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas); lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). 4. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak; lihat UUD 1945 Pasal 24. 5. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan, wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali, dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan; lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). 6. Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia; lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 31, 33 dan 34. 2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional, bukan absolut (tidak terbatas). Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem

lxxxvii konstitusional. Dalam sistem ini, penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. 3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan, berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR, yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD, serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluanhaluan yang telah ditetapkan oleh MPR, serta bertanggung jawab kepada majelis ini. Karena ia adalah mandataris MPR, maka dia. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. Dalam melakukan kewajibannya, Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasalpasal UUD 1945 hasil amandemen keempat.

5)

Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan

Perwakilan Rakyat, antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara, pengangkatan duta dan konsul, penganugerahan gelar dan tanda jasa, pemberian amnesti dan abolisi dan lain-lain. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus, mendapatkan persetujuan DPR. Karena itu Presiden dan DPR

lxxxviii harus bekerja sama, tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A, 7B). 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan UU (lihat Pasal 17). Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri. Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang. 7) Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, ia bukan diktator, artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”. Seperti dijelaskan sebelumnya., sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak.Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat, karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden, dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara. Selain itu, karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR, DPR, dan Presiden sangat erat. D. Susunan Kekuasaan Negara R.I.

lxxxix

Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV..”...Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat....... (b)Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III). (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan. tertinggi adalah ditangan rakyat, dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif, didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) UUD 1945). (b)Kekuasaan Legislatif, didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1), Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945). (c) Kekuasaan Yudikatif, didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945). (d)Kekuasaan Inspektif, atau pengawasan didelegasikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “.... DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif, yang dalam UUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). (Pasal 16 UUD 1945). Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung, karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas. Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik

Melantik Presiden dan Wakil Presiden. (b)“Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD. (4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: a) Penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III. b) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak... (3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945.. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”. pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan. yaitu” . (d)Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan). misalnya Pasal 7B ayat (7).”. Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali. .xc dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi. Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945. serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi.. Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas. dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat. menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan. harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan perwakilan.

a) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen.. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden. b) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai. yaitu mengubah UUD. maka dimungkinkan pengambilan keputusan itu melalui suara terbanyak. (5) Pengawasan Dalam UUD 1945 termuat konsep pengawasan.. yaitu meliputi tiga hal. Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas. melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD.kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR.” sebagai asasnya.xci Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : a) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah mencapai mufakat. b) Pasal 2 ayat (1). Majelis Permusyawaratan. MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat.. Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD. Berdasarkan ketentuan tersebut maka menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan. Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. Konsep pengawasan tersebut menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2). dengan musyawarah untuk . “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut UndangUndang Dasar”.. disebut “. c) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR.

xcii Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : a) Dilakukan oleh seluruh warga negara, karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat, dan b) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat.

E. Sistem Kelembagaan Negara RI 1. Kelembagaan Negara UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya, tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasalpasalnya. Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan, wewenang, tugas dan hubungan antar lembag,a negara. Dalam Tap. MPR No.VI/MPR/1973 dan Tap. MPR No.III/MPR/1978. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Pertimbangan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Mahkamah Agung.

Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002, Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi:

xciii

Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19, 20, 20A, 21, 22B, 22C, dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden, sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR, DPD, dan DPRD (Pasal 23 E, Pasal 23F, dan 23G). Badan ini bersifat bebas dan mandiri, jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. Tugas BPK antara lain: 1. Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. 2. Merneriksa semua pelaksanaan APBN.

xciv

Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, martabat serta perilaku hakim. (Lihat Pasal 24B). Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final, menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. (Lihat Pasal 24C)

F. HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI i. Hubungan Antara MPR Dan Presiden Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). di samping DPR dan Presiden. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002, yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002, maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR.

xcv Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir, hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penvuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR, maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR. melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar. ii. Hubungan Antara MPR Dan DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota. Dewan Perwakilan Rakyat, dan anggota-anggota. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. Dengan demikian maka seluruh anggota. MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya, maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar, yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD, maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR, maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR. Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. yang dimilikinya seperti hak angket, hak amandemen, hak interpelasi, hak budget, hak tanya inisiatif (Pasal 20-A). MPR mempunyai tugas yang sangat luas, melalui wewenang DPR, MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang serta peraturan-peraturan lainnya agar

xcvi undang-undang serta peraturan-peraturan itu sesuai dengan UUD 1945. Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga-lembaga lainnya. Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara, benar-benar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis.

iii. Hubungan Antara DPR Dan Presiden Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: i. Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1), 20 dan 21). dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). ii. Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). iii. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif. Di dalam, pekerjaan untuk membuat UU, maka Iembagalembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis), yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR, dan dengan pengawasan tersebut, maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang

Menurut UUD 1945. Dengan adanya wewenang DPR tersebut. yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)). dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah. ma. . Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR. mendengarkan. maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah. Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan. Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a. maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. 2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. 1) Hak budget. Presiden harus memperhatikan. Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya. berkonsultasi dan dalam banyak hal. memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva.ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment.xcvii masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja. Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan 1) Hak amandemen (mengadakan perubahan) 2) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) 3) Hak bertanya 4) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan).

yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden. 1945. melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh . menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR. Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. akan tetapi tergantung kepada Presiden. artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan.xcviii Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh surat-surat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden. Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam penjelasan UUD. Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet. Oleh karena itu menterimenten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR. Hubungan Antara DPR Dengan Menteri-Menteri Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri. akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya. iv. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)). ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menterimenteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR.

v. menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya. Hubungan Antara Mahkamah Agung Dengan Lembaga Negara Lainnya. Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara.xcix bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas. Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur menetapkan hubungan antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya. timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. Meskipun kedudukan Para menteri tergantung. akan tetapi tergantung kepada Presiden. mereka bukan pegawai tinggi biasa. maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya. oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a. para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan. sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)).-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam .kepada Presiden. Hubungan Antara Presiden dengan Menteri-Menteri Presiden mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR. Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)). terutama berdasar Pasal 3 ayat (3). vi. Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut departemennya. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara.

kecuali apabila pengadilan. Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law.c bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim. atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. ditangkap. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan. Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila. pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan. wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence). ditahan. Semua pengadilan memberikan keterangan. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan. penggeledahan dan pesitaan. Setiap orang yang disangkakan.tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. karena alat penbuktian yang sah menurut undang-undang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab. sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya. penahanan. . Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang. Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturanaturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturanperaturan itu. not by man). selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undangundang. telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya.

BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang. bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah. dilakukan oleh instansi yang bersangkutan.undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi. 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan.lebih tinggi. XI/MPR/1998. Ketentuan ini mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung. berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat .yang . Hubungan Antara BPK Dengan DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR. yang mengandung makna. Undang-Undang No. vii. Dalam proses reformasi dewasa ini Mahkamah Agung merupakan ujung tombak terutama mernberantas KKN untuk rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang.ci Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi. sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. . badan/instansi Pemerintah atau badan swasta.

secara tertib. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana. apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana. antara BPK. Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR. ' PENUTUP . diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya. atau perbuatan yang merugikan negara. Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. Selain pelaksanaan APBN. dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam bulan. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD. DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. oleh karena. Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum dapat dikatakan cukup. maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara.cii Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat.

I. Jakarta. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. JCT. Pendidikan Pancasila. Bandung. Drs. Pradnya Paramitha. Paramitha Pradnya. 2005.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas..Makassar. III) Pen. Setiadi. Pancasila dan UUD'45 (I.Si. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. 1970. Jelaskan Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945! 4. 2003. Kansil. Erlangga. Jelaskan konstusi sebagai landasan politik dan strategi nasional Indonesia! 3.ciii Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Departemen Penerangan R. Yogyakarta. Kajian tentang UUD’ Negara R. Kaelan.2004 BAB VI .Makassar. M. Jakarta. yang pada kurun waktu tahun 1999-2002. Elly M. Purnomo. Pen. Jakarta. Pen. adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Jelaskan pengertian konstitusi negara! 2. 1962. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila.H. M. Yogyakarta. M. M.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Pradnya Paramitha. Pen. Pen. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Pen.Jakarta. R. Simorangkir. Universitas Hasanuddin. Jakarta. Pen. Pen. Yogyakarta. Jambatan. Seko ABRI. Drs. 1968. Tentang dan Sekitar UUD’45. CST. Jelaskan sistem Kelembagaan dan hubungan antar lembaga Negara Kesatuan RI! DAFTAR BACAAN Ismail Sunny. Gunawan. Gramedia Pustaka Utama.Si.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.STIMIK DIPANEGARA . (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). 1973. II. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). Tim Dosen Pancasila Unhas.I. Jakarta. 1993. Kanisius. Hutauruk. Pembagian Kekuasaan Negara. S. Bursa Buku FH-UI. Dra. Pen. 1973. Pengimplementasian UUD’45.Si. 1982. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. 2002. Pen. Kaelan.

cara. jalan. dan alat yang di gunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. yaitu Negara dan tela yang berarti urusan. berarti kesatuan masyarakat yang brdiri sendiri. kesatuan. Dalam bahasa Indonesia. dan madannya. dam tujuan yang di kehendaki. Politics dan policy memiliki hubungan yang erat dan timbale balik. Ruang Lingkup . Politik merupakan suatu rangkaian asas. Perlu di ingat bahwa penentuan kebijakan umum. Sementara itu policy yang dalam bahasa Indonesia di terjemahkan sebagai kebjaksanaan. politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa. yang akar katanya adalah polis. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara. Dengan demikian. prinsip. jalan. Latar Belakang Kata politik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani poitenia.pembagian ataupun alokasi sumber daya yang ada memerukan kekuasaan dan wewenang. sedangkan policy memberkan pertimbanagn cara pelaksanaan asas. dan arah tersebut sebaik-baiknya. B. pembagian atau alokasi sumber daya yang ada. cita-cita . politics adalah suatu rangkaian asas. Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peranan yang sangat penting dalam pembinaan kerja sama dan penyelesaian konflik yang mungkin muncul dalam proses pencapain tujuan. pengaturan . Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan Negara dan cara melaksanakannya . Politcs memberi asa. pelaksanaan tjuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan.civ POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A. jalan. arah. pngambilan keputusan. dan distribusa atua alokasi sumber daya. keadaan. Pengambilan kebijaksanaan biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin. Dalam bahasa inggris. cara. keadaan. kebijakan. cara. adalah penggunan pertimbangan pertimbangan yang di anggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha.

Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional. Stratifikasi politik nasional c. strategi nasional dan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang strategis bagi kepentingan publik. 2. dan antisipasi). serta 8. kreatif. 7. dan. Menghubungkan strategi raya dengan strategi nasional. strategi. Mengambil keputusan kolektif sebagai rekomendasi terkait dengan polstrahankam URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN . Permasalahan dan agenda pembangunan nacional. geopolitik. C. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. Pengertian politik. kritis. serta strategi nasional secara rasional (proaktif. d.yang terkait dengan politik. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahankam. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. 5. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. 6. Memecah permasalahan politik.strategi nasional. dan polstranas b. Peka terhadap permasalahan politik yang ada di lingkungannya yang terkait dengan strategi nasional. 3. 4. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategi dalam politik. Tanggap terhadap berbagai akibat dari permasalahan politik yang dapat menggangu eksistensi negara.cv Bahan pembelajaran ini akan membahas : a.

filsafat atau sejarah masyarakat yang bersangkutan. Cintoh politik ekonomi. jalan. keadaan. prinsip. jalan. prinsip. keadaan. cita-cita atau keinginan atau tujuan yang di kehendaki. wilayah serat kedaulatan Negara yang bersangkuan. dalam suatu politik misalkan politik ekonomi dalam proses pelaksanaan suatu institusi perlu memilki kebijaksanan dalam menghadapi berbagai masalah yang ada di masyarakat. agama. Misalnya NATO. Secara etimologi pengertian politik di bagi atas tiga yaitu: Politik dalam arti Politce mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa yang di rumuskan ialah suatu rangkaian asas. Struktur plitik yaitu kerangka hubungan formal yang mengatur hubungan rakyat. Pengertian Politik. Proses politik yaitu kegiatan politik dalam kenyataannya yang motivasinya bersumberkan dari kultur politik masyarakat yang bersangkutan dan di laksakan dalam kerangka struktur politiknya . Politik sebagai system dapat meliputi beberapa hal yaitu: Kultur politik yaitu nilai-nilai rohaniah serta lembaga-lembaga yang menata kehidupan politik yang berasak dari adapt. Strategi dan Polstranas 1. Contoh partai politik. dalam hal ini tujuan dari sekelompok orang yang mendirikan suatu organisasi berupa partai politik adalah unuk mencapai suatu kepentingan berupa keduduakn yang tinggi dalam suatu pemerinitahan. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujun tertentu yang dikehendaki. cara. Pengertian Politik Secara umum politik merupakan suatu rangkaian asas. cara dan alat yang digunakan oleh individu atau kelompok untuk mencapa kepentingan tertentu.cvi A. Politik dalam arti konvensional adalah alat untuk mencapai kemnangan dalam perang( pertahanan). pemerintah. Politik dalam arti policy yang d artikan kebijaksanaan yaitu berupa penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha.

kebijaksanaan negara tentang pembinaan serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Distribusi / Alokasi Sumber Daya. 2. Kekuasaan. artinya suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik. defenisi politik nasional adalah asas. strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenanagan atua pencapaian tujuan. Politik dan Strategi Nasioanal Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Karl vont Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah penggunaan pertempuran untuk memenangkan pperangan. yaitu kemampuan seseorang atau kelompok mempengaruhi tingkah laku orang lain atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. Pengambilan Keputusan. haluan. usaha. dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. dalam politik pengambilan keputusan melalui sarana umum. menengah. sementara itu perang tu sendiri merupakan kelanjutan dari politik.cvii Politik selalu membicraka hal-hal yang berkaitan dengan: Negara. untuk memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. Dengan demikian. social budaya. politik. Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional misalnya stretegi jangka pendek. yaitu pembagian atau penjatahan nilai-nilai dalam masyarakat. Strategi pada dasarnya merupakn seni dan ilmu dalam menggunakan serta mengembangkan kekuatan (ideology). yang merupakan organisasi politik paling utamu dalam suatu wlayah yang berdaulat. strategi adalah cara melaksanakan . Jadi. yaitu siapa pengambil keputusan dan untuk siapa keputusan diambil. dan jangka panjang. Kebijakan. Dalam pengertian umum. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang di artikan sebagai “the art of general” atau seni seorang panglima yang bias any digunakan dalam peperangan. 3.

dan kelompok berpengaruh (pressure group). Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden. Lembaga-lembaga tersebut adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional karena didalamnya terkandung dasar negara. media massa. dan MA. Wawasan Nusantara. dan Ketahanan Nasional. Sementara itu badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik” yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. dan konsep strategis bangsa Indonesia.cviii politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan dalam konteks politik nasional. UUD 1945. organisasi kemasyarakatan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang menyatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembagalembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Dewan Penerbangan dan . cita-cita nasional. presiden dibantu oleh berbagai lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi. 5. Dalam melaksanakan tugas ini. seperti partai politik. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Dalam penyusunan politik dan strategi nasional perlu dipahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasilan. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. 4. kelompok kepentingan (interest group).

cix Antariksan Nasional RI. sosial budaya. Proses politik dan strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. 3) Semakin meningkat kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen berdasarkan petunjuk presiden. dan bernegara. . sudah tercantum program-program yang lebih konkret yang disebut sasaran nasional. Dewan Maritim. Melalui pranata-pranata politik. masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional. masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang ditetapkan oleh MPR ataupun yang dilaksanakan oleh presiden. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. Didalamnya. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. 2) Semakin terbuka akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. Proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik dilakukan setelah presiden menerima GBHN. ekonomi. ataupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena : 1) Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat. presiden menyusun program kabinet dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program-program tersebut. Selanjutnya. berbangsa. Adapun yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. Dalam era reformasi saat ini. Dewan Otonomi Daerah dan Dewan Stabilitas Politik dan Keamanan. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden.

. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak 1) Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan Undan-Undang Dasar.cx 4) Semakin meningkat kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. atau piagam kepala negara. penggarisan masalah makropolitik bangsa dan negara untuk merumuskan tujuan nasional (national goals) berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945. serta d) Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan maklumat presiden. Pasal 5 ayat (1) atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dalam hal ihwal kepentingan yang memaksa) b) Peraturan pemerintah untuk mengatur pelaksanaan undang-undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan presiden (UUD 1945. serta 5) Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. B. Pasal 4 ayat (1). Hasil-hasilnya berbentuk a) Undang-undang yang kekuasaan pembuatnya terletak di tangan presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945. 2) Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara. c) Keputusan atau instruksi presiden yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan presiden dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional dan perundang-undangan yang berlaku (UUD 1945. tingkat penentuan kebijakan puncak ini juga mencakup kewenangan presiden sebagai kepala negara. seperti tercantum pada Pasal 10 sampai dengan Pasal 15 UUD 1945. pasal 5 ayat (2). Stratifikasi Politik Nasional Stratifikasi politik (kebijakan) nasional dalam Negara Republik Indonesia sebagai berikut : a. peraturan. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh kepala negara itu dapat berupa dekrit.

Didalam tata laksana pemerintahan. Hasil penentuan dari pimpinan lembaga nondepartemen itu lazimnya merupakan pedoman pelaksanaan. d.cxi b. Tingkat Penentuan Kebijakan Teknis Kebijakan teknis meliputi penggarisan dalam satu sector dari bidang utama diatas dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana. Keputusan. Keputusan Menteri atau Instruksi Menteri dalam bidang pemerintahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Dalam keadaan tertentu menteri juga dapat mengenal Surat Edaran Menteri. ada inspektur jenderal dalam penyelenggaraan pengendalian departemen. sistem dan prosedur dalam bidang utama tersebut. Hasilnya dirumuskan dalam bentuk Peraturan Menteri. Tingkat Kebijakan Umum Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan dibawah tingkat kebijakan puncak yang lingkupnya juga menyeluruh nasional dan berupa penggarisan mengenai masalah makro-strategis untuk mencapai tujuan nasional dalam situasi dan kondisi tertentu. Selain itu. Tingkat Penentu Kebijakan Khusus Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintahan. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan puncak dalam rangka merumuskan strategi administrasi. atau Instruksi Pimpinan Lembaga Nondepartemen/Direktur Jenderal. Wewenang kebijakan umum berada di tangan menteri berdasarkan kebijakan pada tingkat diatasnya. Ia juga mempunyai wewenang untuk membantu mempersiapkan kebijakan umum menteri. program. Hasil penentuan kebijakan dirumuskan dalam bentuk Peraturan. sekjen sebagai pembantu utama menteri bertugas mempersiapkan dan merumuskan kebijakan umum menteri dan pimpinan rumah tangga departemen. c. dan . Wewenang pengeluaran kebijakan khusus ini terletak di tangan pimpinan eselon pertama departemen pemerintahan dan pimpinan lembaga-lembaga nondepartemen.

dan keadilan sosial. perdamaian abadi. politik pembangunan harus berpedoman pada pembukaan UUD 1945. dan hasil guna sebesar mungkin dalam penggunaan sumber daya dan dana nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. wewenang itu berada di tangan gubernur. yaitu melindungi segenap seluruh bangsa Indonesia. provinsi. jabatan gubernur. dan proses. dan kepala daerah tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/Kepala Daerah. Sementara itu. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. 2) Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. struktur. serta keputusan dan instruksi bupati atau walikota untuk wilayah bupati atau walikota. Tujuan politik bangsa Indonesia telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Politik Pembangunan Nasional Dan Manajemen Nasional Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. memajukan kesejahteraan umum. daya guna. Bagi daerah provinsi.cxii kegiatan. mencerdaskan kehidupan bangsa. bupati/walikota. dibawah ini terdapat dua macam kekuasaan dalam pembuatan aturan di daerah. dan kabupaten/kota. Keterpaduan tersebut merupakan himpunan usaha untuk mencapai efisiensi. Politik pembangunan sebagai pedoman dalam pembangunan nasional memerlukan kepanduan tata nilai. sedangkan bagi daerah kota/ kabupaten berada di tangan Bupati atau Walikota. Dengan demikian. Perumusan hasil kebijaksanaan tersebut dikeluarkan dalam keputusan dan instruksi gubernur untuk wilayah provinsi. Karena itu . C. 1) Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di daerah terletak di tangan gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah yuridikasinya masing-masing. Menurut kebijakan yang berlaku sekarang. Perumusan hasil kebijakan tersebut diterbitkan sebagai kebijakan daerah dalam bentuk peraturan daerah provinsi atau kota/kabupaten. serta keputusan dan instruksi kepala daerah provinsi atau kota/kabupaten. Kebijakan teknis ini dilakukan oleh kepala daerah. serta Bupati/Kepala Daerah atau Walikota/Kepala Daerah.

serta dengan memperhatikan tantangan perkembangan global. Makna Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun pelaksanaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. melestarikan lingkungan hidup. menjaga ketertiban dan keamanan. pembangunan nasional bertujuan mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya. seperti mengikuti program wajib belajar. menaati segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan kebijaksanaan. Maksudnya. politik. serasi dan seimbang. Untuk mengetahui proses pembangunan nasional itu berlangsung. sarana dan prasarana transportasi. setiap warga negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. Sementara itu. Sistem manajemen nasional memadukan seluruh upaya manajerial yang melibatkan pengambilan keputusan berkewenangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan ketertiban nasional sosial. perumahan. dan lain-lain. Itulah sebabnya. perkantoran. Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah dan batiniah yang selaras. harus dipahami manajemen nasional yang terangkai dalam sistem. berkeadilan. pangan. contoh pembangunan yang bersifat batiniah adalah pembangunan sarana dan prasarana ibadah. tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. pabrik. Keikutsertaan setiap warga negara dalam pembangunan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara. hiburan. rekreasi. Pembangunan yang bersifat lahiriah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup fisik manusia. . maju. sejahtera. yakni sejahtera lahir dan batin. serta kukuh kekuatan moral dan etikanya. membayar pajak. a. Pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa-bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat. pengairan. mandiri. dan administrasi. Tujuan pembangunan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. kesehatan dan lain-lain. olahraga.cxiii diperlukan sistem manajemen nasional yang berfungsi memadukan penyelenggaraan siklus kegiatan perumusan. misalnya sandang. dan lain-lain. gedung.

tetap tegaknya NKRI. Misi Pembangunan Nasional 1) Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. rukun. dimaksudkan untuk mengembangkan sistem sosial politik yang tangguh sehingga sistem dan kelembagaan ketatanegaraan yang terbangun tahan menghadapi berbagai goncangan sebagai suatu sistem sosial politik yang berkelanjutan. yang meliputi Pancasila. Visi Pembangunan Nasional 1) Terwujudnya kehidupan masyarakat. Strategi ini bermaksud untuk membangun demokrasi yang dijiwai oleh Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Didalam mewujudkan visi dan menjalankan misi pembangunan nasional. Strategi pembangunan pertama. kesetaraan. bangsa dan negara yang menjunjung tinggi hukum. serta tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika 2) Strategi pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia di segala bidang merupakan perwujudan dari amant yang tertera jelas dalam pembukaan UUD 1945. i. yaitu demokrasi yang mengandung elemen tanggung jawab disamping hak. serta 3) Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak. . dan negara yang aman bersatu. c. ditempuh 2 (dua) strategi pokok pembangunan. dan damai. 2) Terwujdnya masyarakat. yaitu : 1) Strategi penataan kembali Indonesia yang diarahkan pada sistem ketatanegaraan yang dilandasi dengan berdirinya negara kebangsaan Indonesia.cxiv b. 2) Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis. serta 3) Mewujudkan Indonesia yang sejahtera. bangsa. dan hak asasi manusia. UUD 1945. serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.

dan penilaian hasil kebijaksanaan (policy evaluation) terhadap berbagai kebijaksanaan nasional. Manajemen Nasional Manajemen nasional pada dasarnya merupakan sebuah sistem sehingga lebih tepat jika digunakan istilah bersifat “sistem manajemen nasional” layaknya sebuah adalah sistem. yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. pada pembahasannya komprehensif-strategis-integral. Sistem manajemen nasional merupakan perpaduan antara nilai. Strategi pembangunan kedua. Orientasinya penemuan dan pengenalan (identifikasi) faktor-faktor strategis secara menyeluruh dan terpadu. pengaturan dan pelayanan yang diperlukan dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Struktur dan Proses Secara sederhana unsur-unsur utama sistem manajemen nasional bidang ketatatnegaraan meliputi hal-hal berikut : a) Negara sebagai “organisasi kekuasaan” mempunyai hak dan peranan atas pemilikan. daya guna dan daya nasional demi mencapai tujuan nasional.cxv ii. proses. 1. dan proses untuk mencapai kehematan. . diarahkan pada dua sasaran pokok. fungsi serta lingkungan yang mempengaruhi. d. Unsur. pedoman serta sarana bagi perkembangan proses pembelajaran (learning process) ataupun penyempurnaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat umum ataupun untuk pembangunan. struktur. sistem manajemen nasional dapat menjadi kerangka dasar. Proses penyelenggaraan yang serasi dan terpadu meliputi siklus kegiatan perumusan kebijaksanaan (policy formulation) pelaksanaan kebijaksanaan (policy implementation). termasuk usaha produksi serta distribusi barang dan jasa bagi kepentingan masyarakat umum (public goods and services). struktur. Secara lebih sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem sekurang-kurangnya harus dapat menjelaskan unsur. Dengan demikian. landasan.

d) Masyarakat adalah unsur “penunjang dan pemakai” yang berperan sebagai kontributor. Tata laksana dan tata administrasi pemerintahan merupakan tatanan dalam (inner setting) dari SISMENNAS. Keluaran tersebut pada umumnya berupa berbagai kebijaksanaan yang lazimnya dituangkan ke dalam bentuk-bentuk perundangan/peraturan . baik secara individual maupun melalui organisasi kemasyarakatan. Arus keluar ini pada dasarnya merupakan tanggapan pemerintah terhadap berbagai tuntutan. Karena itu. Masukan ini berintikan kepentingan rakyat. dan pers. Sejalan dengan pokok pikiran sebelumnya. SISMENNAS berpusat pada satu rangkaian pengambilan keputusan yang berkewenangan yang terjadi pada tatanan dalam TAN dan TLP. c) Pemerintah sebagai unsur “manajer dan penguasa” berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum serta pembanunan kearah cita-cita bangsa dan kelangsungan pertumbuhan negara. Adapun yang dilihat dari dalam ke luar adalah Tata Laksana Pemerintahan (TLP). kelompok berpengaruh. unsur-unsur utama sistem Manajemen Nasional (SISMENNAS) tersebut secara structural tersusun atas empat tananan (setting). partai politik. keputusan-keputusan itu bersifat mengikutserta dapat dipaksakan (compulsory) demham sanksi-sanksi atau dengan insentif dan disinsentif tertentu yang ditujukan kepada seluruh anggota masyarakat. Kata kewenangan disini mempunyai konotasi bahwa keputusan-keputusan yang diambil adalah berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh si pemutus kewenangan berdasarkan hukum. serta peluang dari lingkungannya. Sementara itu. Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang terhimpun dalam proses arus keluar yang selanjutnya disalurkan ke PTN dan TKM. tatanan dalam (TAN + TLP) dapat disebut Tatanan Pengembalian Berkewenangan (TPKB). Tata Administrasi Negara (TAN). tantangan. penerima dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan seperti yang telah disebutkan. Aspirasi dari TKM dapat berasal dari terselenggaranya kegiatan rakyat. organisasi kepentingan. Dilihat dari sisi prosesnya. dan Tata Kehidupan Masyarakat (TKM).cxvi b) Bangsa Indonesia sebagai unsur “pemilik negara” berperan dalam menentukan sistem nilai dan arah/haluan/kebijakan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi negara. penyelenggaraan TPKB memerlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM melalui TPN. Tata Politik Nasional (TPN). Sehubungan dengan ini.

serta merumuskan berbagai permasalahan dan kebutuhan rakyat yang terdapat pada struktur pada Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). mengenali. SISMENNAS memiliki fungsi pokok. Dengan demikian. Fungsi pengenalan kepentingan adalah untuk menemukan. Dalam proses melaraskan diri serta pengaruh mempengaruhi dengan lingkungan itu. Pemilihan kepemimpinan berfungsi memberikan masukan tentang tersedianya orang-orang yang berkualitas untuk menempati berbagai kedudukan dan jabatan tertentu. Di dalam Tata Politik Nasional (TPN). Hal ini berarti bahwa segenap usaha dan kegiatan SISMENNAS diarahkan pada penjaminan hak dan penertiban kewajiban rakyat. Sementara itu. Dalam proses arus masuk terdapat dua fungsi. Sehubungan dengan hal ini. serta menyelenggarakan berbagai tugas dan pekerjaan dalam rangka TPKB. yaitu pengenalan kepentingan dan pemilihan kepemimpinan. efek atau akibat dari terpadunya sebuah organisasi atau sistem dalam rangka pembenahan (adaptasi) serta penyesuaian (adjustment) dengan tata lingkungannya untuk memelihara kelangsungan hidup dan mencapai tujuan-tujuannya. permasalahan dan kebutuhan tersebut diolah serta dijabarkan sebagai kepentingan nasional.cxvii yang sesuai dengan permasalahan. setiap warga negara terdorong untuk setia pada negara. secara procedural. sedangkan kewajiban rakyat pada pokoknya adalah keikutsertaan dan tanggungjawab atas terbentuknya situasi dan kondisi kewarganegaraan yang baik. serta taat pada peraturan dan perundangan. . yaitu “pemasyarakatan politik”. Hak rakyat pada pokoknya adalah terpenuhinya berbagai kepentingan rakyat. terdapat suatu proses umpan balik sebagai bagian dari siklus kegiatan fungsional SISMENNAS yang menghubungkan Arus Keluar dan Arus Masuk ataupun Tatanan Pengambilan Keputusan Kerkewenangan (TPKB). serta klasifikasi kebijakan dan instansi yang mengeluarkannya. 2. Fungsi Sistem Manajemen Nasional Fungsi disini dikaitkan dengan pengaruh. taat kepada falsafah. SISMENNAS merupakan satu siklus berkesinambungan.

fungsi-fungsi yang mentransformasikan kepentingan kemasyarakatan ataupun kebangsaan yang bersifat politis terselenggara dalam bentuk-bentuk administrative untuk memudahkan pelaksanannya. dapat dikatakan bahwa pada arus keluar SISMENNAS memiliki tiga fungsi utama berikut. serta 3) Penilaian untuk membandingkan hasil pelaksanaan dengan keinginan setelah pelaksanaan selesai. serta 3) Penyelesaian segala macam perselisihan. SISMENNAS diharapkan menghasilkan : 1) Aturan. ataupun pelaksanaan berbagai kebijaksanaan nasional yang lazimnya dijabarkan dalam sejumlah program dan kegiatan. norma. penerapan. 2) Penyelenggaraan. sesuai dengan kebijaksanaan yang dirumuskan.cxviii Pada Tatanan Pengambilan Keputusan Berkewenangan (TPKB) yang merupakan inti SISMENNAS. patokan. dan operasional terhadap berbagai keputusan kebijaksanaan. pelanggaran dan penyelewengan yang timbul sehubungan dengan kebijaksanaan umum serta program tersebut dalam rangka pemeliharaan tertib hukum. 2) Pengendalian sebagai pengarahan. pedoman. untuk meningkatkan daya guna dan hasil gunanya. bimbingan dan koordinasi selama pelaksanaan. manajerial. yaitu pembuatan aturan (rule making). yaitu fungsi pengenalan kepentingan dan fungsi pemilihan kepemimpinan yang ditransformasikan dari masukan politik menjadi tindakan administratif. Fungsi-fungsi tersebut adalah : 1) Perencanaan sebagai rintisan dan persiapan sebelum pelaksanaan. Berdasarkan uraian diatas. Keputusan-keputusan tersebut merupakan hasil dari fungsi-fungsi yang dikemukakan sebelumnya. penegakan. Selain itu. Pada aspek arus keluar. dan lain-lain. Ketiga fungsi TPKB tersebut merupakan proses pengelolaan lebih lanjut secara strategis. yang secara singkat dapat disebut kebijaksanaan umum (public policies). penetapan .

c) Kualitas manusia dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup. serta munculnya masalah sosial yang mendasar. g) Masih tingginya kejahatan nasional dan transnasional. D. d) Kesenjangan pembangunan antar daerah masih lebar. Permasalahan Pembangunan Nasional a) Masih rendahnya pertumbuhan ekonomi mengakibatkan semakin rendah dan menurunnya tingkat kesejahteraan rakyat.cxix aturan (rule application). f) Belum tuntasnya penanganan secara menyeluruh terhadap aksi separatisme di Aceh dan Papua. h) Dengan wilayah yang sangat luas. Permasalahan Dan Agenda Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan agenda nasional yang merupakan perwujudan dari program kerja pemerintah untuk beberapa tahun kedepan. masih terdapat permasalahan yang mendasar. j) Rendahnya kualitas pelayanan umum terhadap masyarakat. lembaga penyelenggara negara. Pada beberapa hal dalam agenda pembangunan terdapat beberapa masalah yang dihadapi. kesetaraan. seperti : 1. i) Masih banyaknya peraturan perundang-undangan yang belum mencerminkan keadilan. serta kondisi sosial ekonomi budaya yang beragam maka potensi ancaman. antara lain: 1) Masih lambatnya karakter bangsa . perghormatan dan perlindungan terhadap HAM. baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri tidak bias diabaikan. e) Perbaikan kesejahteraan rakyat sangat ditentukan oleh hubungan infrastruktur dalam pembangunan. dan lembaga kemasyarakatan. dan penghakiman aturan (rule adjudication) yang mengandung arti penyelesaian perselisihan berdasarkan penentuan kebenaran peraturan yang berlaku. b) Kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin rendah. serta k) Belum menguatnya pelembagaan politik. Disamping masalah pokok diatas.

Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. 5). Penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk. 2. (4) Pencegahan dan penanggulangan separatisme. . 4). Prioritas Pembangunan Nasional Indonesia Agenda mewujudkan Indonesia yang damai dan aman meliputi : (1) Peningkatan saling percaya dan harmonisasi antar kelompok masyarakat. (2) Mengembangkan kebudayaan yang berlandaskan pada nilai luhur. dan penanggulangan kriminalitas. Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh. (3) Peningkatan keamanan. dan pembangunan yang berkelanjutan. 4) Belum terjawantahnya nilai-nilai utama kebangsaan. serta 5) Kegamangan dalam menghadapi masa depan serta rentannya sistem pembangunan. ketertiban. 6).cxx 2) Belum terbangunnya sistem pembangunan. (6) Peningkatan pengetahuan pertahanan negara. pembenahan sistem hukum nasional dan politik hukum. 2). yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. pemerintahan. Agenda mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis : 1). (5) Pencegahan dan penanggulangan gerakan terorisme. serta (7) Pemantapan politik luar negeri dan peningkatan kerjasama internasional. serta kesejahteraan dan perlindungan anak. 3). 7). 3) Belum berkembangnya nasionalisme. dan kenegaraan dalam menghadapi perubahan. kemanusiaan serta demokrasi politik dan ekonomi. 6) Strategi pembangunan kedua. Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan. Penghormatan. diarahkan pada dua sasaran pokok. pemerintahan. pemenuhan serta penegakan hukum dan pengakuan atas hak asasi manusia. belum berkembangnya sistem yang memungkinkan masyarakat untuk mengadopsi dan memaknai nilai-nilai kontemporer secara bijaksana.

kecil dan menengah. terdidik dan kuat serta inovatif.cxxi Agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penanggulangan kemiskinan Peningkatan investasi dan ekspor nonmigas Peningkatan daya saing industri manufaktur Revitalisasi pertanian Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro. maka ada pula nilai-nilai intrinsic dalam masyarakat yang juga menjadi sumber keberdayaan. tentu memiliki keberdayaan yang tinggi. . serta Pemantapan stabilitas ekonomi makro Agenda Pemberdayaan masyarakat : Agenda utama dalam meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat adalah Pemberdayaan Masyarakat. Namun selain nilai fisik tersebut di atas. kejuangan. Peningkatan pengelolaan BUMN Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi Perbaikan iklim ketenagakerjaan. Konsep pemberdayaan masyarakat mencakup pengertian community development (Pemberdayaan masyarakat) dan Community-based development (pembangunan yang bertumpu pada masyarakat). seperti nilai kekeluargaan. maka perlu dipahami tentang arti dan makna keberdayaan dan pemberdayaan masyarakat. dan yang khas pada masyarakat Indonesia yaitu Kebhinekaan. Proses pemahaman secara mendalam. Masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mentalk. kegotongroyongan. Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan. dan tahap selanjutnya muncul istilah Community driven development yang diterjemahkan sebagai pembangunan yang diarahkan masyarakat atau diistilahkan pembangunan yang digerakkan masyarakat.

maka juga perlu dipahami tentang tujuan pembangunan. membimbing. Konsep ini menyangkut penguasaan teknologi. Meskipin pemberdayaan masyarakat bukan semata-mata konsep ekonomi. untuk mencapai tujuan dan sasaran yang dikehendaki. dan kegiatan ekonomi yanga berlangsung adalah dari rakyat. bahwa pemberdayaan masyarakat secara implisit mengandung arti menegakkan demokrasi ekonomi.cxxii Keberdayaan masyarakat merupakan unsur-unsur yang memungkin masyarakat untuk bertahan (survive) dan dalam pengertian dinamis mengembangkan diri dan mencapai suatu kemajuan. aspirasi masyarakat yang tertampung harus diterjemahkan menjadi rumusan-rumusan kegiatan yang nyata. pendekatan. Dalam paham bangsa Indonesia. masyarakat adalah pelaku utama pembangunan. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkat harkat dan martabat lapisan masyarakat Indonesia yang dalam kondisi sekarang tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Untuk menerjemahkan rumusan menjadi suatu kegiatan nyata. Negara mempunyai birokrasi. dari sudut pandang yang lain. Keberdayaan masyarakat ini menjadi sumber dari apa yang dalam wawasan politik pada tingkat nasional disebut Ketahanan Nasional. dan untuk rakyat. akses ke pasar dan kedalam sumber-sumber informasi serta keterampilan manajemen. Agar demokrasi ekonomi dapat berjalan. Demokrasi ekonomi secara harfiah berarti kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. artinya mampu menjabarkan dan melaksanakan rumusan-rumusan kebijaksanaan Negara (public policies) dengan baik. Birokrasi tersebut harus dapat berjalan efektif. Dengan kata lain memberdayakan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat secara maksimal. pemilikan modal. serta menciptakan iklim yang menunjang masyarakat untuk berkreasi secara maksimal sesuai dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki. aspek kelembagaan beserta mekanismenya serta strategi dalam . Berkaitan hal tersebut. oleh rakyat. konsep pemberdayaan masyarakat dalam konteks perkembangan paradigm pembangunan. sedangkan pemerintah (birokrasi) berkewajiban untuk mengarahkan.

Kepala LPNK. (Khusus bahasan ini.cxxiii mewujudkannya. dan kesenjangan antar wilayah. kemiskinan yang bersifat multidimensi. Serangkaian dengan hal tersebut di atas. maka permasalah-permasalahn nyata yang terjadi di Indonesia adalah konsumsi penduduk. serta mengakomodasi arahan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. UU SPPN menyatakan bahwa dokumen perencanaan jangka menengah (RPJMN) ditetapkan dengan Peraturan Presiden paling lambat tiga bulan setelah Presiden dilantik. Turut hadir menyaksikan peluncuran Perpres tersebut adalah para Menteri KIB II dan Kepala UKP4. Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 Presiden RI telah meluncurkan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) No. Oleh karena itu. pemerintah menetapkan empat strategi. dan (3) strategi perlindungan sosial (social protection). Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). akan dikaji melalui proses diskusi kelompok pada kelas pembelajaran). yaitu memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. dan Kepala Bappeda seluruh Indonesia. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Penyusunan RPJMN ini merupakan tugas pemerintah yang diamanatkan kepada Bappenas dan tertuang dalam UU No. (2) strategi peningkatan akses pelayanan dasar bagi keluarga miskin (accessibility to basic public service). Secara umum perencanaan yang disusun di dalam dokumen tersebut merupakan penerjemahan dari visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih. Staf Khusus Presiden. para Gubernur seluruh Indonesia. 5 Tahun 2010. serta (4) strategi pemberdayaan masyarakat (community development). yaitu: (1) strategi pertumbuhan yang berkualitas (quality growth). E. RPJMN 2010-2014 merupakan tahap .

serta pembangunan kelautan berdimensi kepulauan. meningkatkan daya saing daerah melalui pengembangan sektor-sektor unggulan di tiap wilayah. Buku III menguraikan pembangunan wilayah Indonesia. memperkuat pilar-pilar demokrasi. Jawa-Bali. perlindungan anak. Nusa Tenggara. Kalimantan. dan ketiga. memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. Di dalam rencana berbagai bidang tersebut. Strategi dan arah kebijakan pengembangan wilayah jangka menengah adalah pertama. dan Berkeadilan. serta Papua. Maluku. perubahan iklim. Sulawesi. tata kelola pemerintahan yang baik serta kesetaraan gender. Di samping itu. diletakkan pengarusutamaan pembangunan yang meliputi pembangunan berkelanjutan. didalam Buku II ini juga ditekankan 4 (empat) isu lintas bidang. Untuk mewujudkan visi tersebut telah disusun 3 (tiga) misi jangka menengah. meningkatkan keterkaitan antarwilayah melalui peningkatan perdagangan antar wilayah untuk mendukung perekonomian . yaitu pertama. RPJMN 2010-2014 disusun dalam tiga buku yang merupakan satu kesatuan yang utuh: Buku I memuat strategi. dan kerangka ekonomi makro yang merupakan penjabaran dari visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. kedua. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. mendorong pertumbuhan wilayah-wilayah potensial di luar Jawa-Bali dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan di wilayah Jawa-Bali. kebijakan umum. Buku II memuat rencana pembangunan yang mencakup bidang-bidang kehidupan masyarakat sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2005-2025 yang bertema memperkuat sinergi antarbidang pembangunan dalam rangka mewujudkan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam Buku I. kedua. dan ketiga.cxxiv kedua dari RPJPN 2005-2025 yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. yaitu wilayah Sumatera. Demokratis. yang dibagi ke dalam 7 (tujuh) wilayah pembangunan. baik sektoral maupun regional untuk mencapai prioritas nasional jangka menengah. yaitu penaggulangan kemiskinan. Penyusunan ketiga buku tersebut diarahkan untuk dapat menyinergikan perencanaan pembangunan. melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. .

pelaksanaan National Summit yang bertujuan untuk mendapatkan masukan dari stakeholders. Di dalam penyusunannya. dan Berkeadilan. semua rencana kerja ini disusun lebih realistis dan implementatif. visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. serta masyarakat luas. serta ketiga. baik pada tingkatan kementerian/lembaga di pusat dalam menyusun Renstra Kementerian/Lembaga dan menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Daerah dalam menyusun rencana pembangunan daerahnya masing-masing serta masyarakat pada umumnya. Demokratis. dunia usaha. serta meningkatkan akuntabilitas dari pelaksanaan rencana tersebut. Untuk pelaksanaan lebih lanjut. Demokratis. pertama. Rencana kerja yang disusun dilengkapi dengan indikator dan sasaran yang terukur sehingga memudahkan pemantauan dan evaluasi kinerja. RPJMN akan dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang akan menjadi pedoman bagi penyusunan RAPBN 2011 yang akan kita mulai segera untuk dapat mewujudkan visi pembangunan jangka menengah kita.cxxv Lebih jauh lagi. dokumen perencanaan ini telah diupayakan semaksimal mungkin untuk dapat mengakomodasikan dan melibatkan semua pemangku kepentingan. pemerintah daerah. Dokumen ini menampung tiga hal utama. pelaksanaan Musrenbangnas RPJMN 2010-2014 yang bertujuan untuk menyosialisasikan 11 Program Prioritas Pembangunan Nasional dan mendapatkan masukan dari kementerian/lembaga. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. Perkuatan akuntabilitas juga ditekankan melalui kejelasan institusi penanggung jawab dan pelaksana setiap program dan kegiatan. yakni dengan memperhatikan. RPJMN ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan acuan bagi para pemangku kepentingan dan pelaksana pembangunan. kedua. . dan Berkeadilan. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera.

cara dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. . dan distribusi aau alokasi sumber daya. bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru. Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996. keadaan. adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. Jary dan Jary 1991. Permasalahan pembangunan nasional masih rendahnya pertumbuhan ekonomi. corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman suku bangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. pengambilan keputusan. Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. Didalam politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara kesatuan. dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia.cxxvi PENUTUP Politik merupakan suatu rangkaian asas. Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. Sehingga. pemerintahan yang bersih dari KKN. Watson 2000). Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puingpuing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society). kebijakan. dan rendahnya kualitas pelayanan umum sekarang ini. Dimana Negara kesatuan merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. kualitas sumber daya manusia semakin rendah.

Dirjendikti. Pendidikan Kewarganegaraan. Azyumardi. Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. 2005. Himpunan Perundang-undangan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. Slamet. Azra. ----------. Geopolitik Indonesia. Sinar Grafika : Jakarta. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).2008 Unhas. Handan. Fokusmedia : Jakarta. Makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. Jelaskan Stratifikasi politik nasional 4. Jelaskan mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional RI! 3. Power Point Suscadoswar 2005.2004. Jakarta ----------. Basrie.cxxvii SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Mansoer. Undang-Undang No. 2005.Makassar.2005.2005. Pendidikan Kewarganegaraan. Jelaskan pengertian politik dan strategi nasional 2. Prenada Media : Jakarta. 2000. makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. Beningan Materi Pendidikan Kewarganegaraan. PPS UB : Malang. Soeminarno. 2003. Politik Nasional dan Strategi Nasional Perwujudannya Dalam Perencanaan Berbangsa dan Bernegara. dkk. Demokrasi. Universitas . Jelaskan makna pembangunan nasional BAHAN BACAAN Abdul Wahab. Jakarta.2001. ----------. Chaidir. Dirjendikti. S. Desentralisasi dan Pembangunan Untuk Rakyat Miskin. Gramedia : Jakarta. Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Jakarta.

Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”. baik istilah maupun karateristiknya. Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai padanan kata civil society. Sementara itu.cxxviii BAB VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI PENDAHULUAN A. yang memihak pada pandangan pentingnya negara. konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan. masyarakat berbudaya. yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi. dan umumnya tujuan Negara. Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting. . seperti masyarakatwarga. Selain itu. masyarakat sipil. Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). masyarakat kewargaan. dan civil society di lain pihak. Culla (1999:3. yaitu mewujudkan tujuan nasional. Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. masyarakat beradab. di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar. Jacobin. masih ada beberapa padanan istilah lainnya. yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan. sebagaimana telah dibahas terdahulu. Misalnya. yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis. Di Indonesia.

Jenis-jenis demokrasi. 8. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. 3. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. 2. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. C. Demokrasi langsung. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. sejak kemerdekaan hingga sekarang.cxxix Dalam perjalanan sejarah bangsa. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. 9. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. 6. 2. 4. kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. Pemilu indonesia. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. demokrasi terpimpin. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. . 5. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi. Norma dasar dan asas demokrasi. 7. serta 10. Pendidikan demokrasi. Nilai-nilai demokrasi. mengapa demikian? Juga. Demokrasi perwakilan. Definisi demokrasi. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B. yaitu demokrasi liberal. Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter. disamping itu. dan demokrasi pancasila. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengerti.

Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. . Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia. 7.cxxx 3. 4. 6. Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi. 5. Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi.

berpendapat. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. Lalu. Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung.cxxxi URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives. (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. menegakkan rule of law. Dari kutipan pengertian tersebut. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih. dkk. berserikat. religion. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segal permasalahan kemayarakatan. Demokrasi. and associayion. artinya pemerintahan rakyat. Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. opinion. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. khususnya di kota Athena. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara. Selain itu. Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. (3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri. the assertion of rule of law. accompanied by respect for the rights of minoritiea. adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dapat dilihat dalam pemerintahan desa. Dalam rapat tersebut. majority rule. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. beragama. seperi padi atau pisang. Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu . kratos berarti pemerintahanm. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali.

kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. b. Disamping memilih kepala desa. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. istilah kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena halhal berikut: a. b. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi. Dalam perjalanan sejarah. c. pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh desa. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. c. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan.cxxxii milik caloon yang dipilihnya. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. Bagi negara-negara modern. Untuk memudahkan pelaksanaannya. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. Wakilwakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah . Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi.

yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. Namun. yakni “ kedaulatan rakyat. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan. demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . proses hukum yang wajar. selain meliputi sistem politik. b. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b. nilai-nilai toleransi. demokrasi dalam arti luas.” . pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. serta kerja sama dan mufakat. misalnya. kekusaan mayoritas.persamaan didepan hukum. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. hak-hak minoritas. Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. pembatasan pemerintah secara kostitusional. juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. pemilihan yang bebas dan jujur. tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain. pragmatisme. a. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. Dengan demikian. Kemudian. hak berapat. a. digunakan istilah demokrasi dalam arti luas. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut.cxxxiii demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). jaminan hak asasi manusia. Misalnya. ekonomi dan politik. pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. pluralisme sosial. Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. seperti hak kemerdekaan pers. Berdasarkan gagasan dasar itu. Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia.

demokrasi Pancasila. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik. Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat.cxxxiv B. dan seterusnya. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar. tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat.Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan pemerintahan. sejumlah rakyat mengsulkan diadakan .Referendum dibagi menjadi tiga macam” a. dalam demokrasi tidak langsung. anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenis-jenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm. b. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) 2) Demokrasi langsung. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss . Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan. Dengan kata lain. aspirasi rakyat disalurkan melalui wakil-wakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. Dalam demokrasi ini. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. a. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Jadi.

. c. Campur tangan pemeritah diminimalkan. 3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis. bahkan ditolak. rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap. Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya. Indifidu diberi kebebasan yang luas. Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. b. Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar). c.cxxxv referendum. Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari.

c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . dan tidak dapat saling membubarkan. serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara. d. Dapatkah anda memberi contoh. b) Menteri bertanggung jawab pada DPR.serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat. c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri . Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik. Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden . b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas. .cxxxvi 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. tetapi kepada presiden. demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah . d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR. Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara. negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil).

bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain. Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu. sosial. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. dan kebudayaan. . tetapi bergantung pada perkembangan sejarah. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. Didalam sistem pemerintahan ini.cxxxvii C. Disamping itu. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value).Mayo telah mencoba untuk memerinci nilai-nilai ini. Dengan demikian. Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini. bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat. yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. sebagai berikut. Di dunia Barat. pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. Oleh karena itu. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. terutama karena faktor politik. Jika dukungan rakyat tidak ada. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. Misalnya. Sebagai akibat demokrasi liberal ini. dalam pertumbuhanya. Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. Akan tetapi. bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950.Mayo: a. bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum. Atas dasar itu. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. dan budaya poltik masingmasing. aspirasi. lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal. Henry B. demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka). ekonomi.

Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi. Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingankepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. b. Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan. walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. e. dan untuk rakyat (is a government of the people. untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a. ada demokrasi liberal. menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. Abraham Lincoln menyebutkan. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. and the people). c. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. d. juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d. oleh rakyat. pemerintahan yang bertanggung jawab. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?. e.cxxxviii b. menjamin tegaknya keadilan. . Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan. seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila. c. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat. Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). seperti di Indonesia. Dengan demikian. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi. Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. Misalnya. serta f. Dalam demokrasi liberal. menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. by the people.

serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi.cxxxix Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. seperti korupsi. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila. melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat. tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi. dan lain-lain. membuat dan menata kembali progrm-program pembangunan di tengahtengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. baik dipusat maupun daerah. Belajar dari pengalaman tersebut. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. Dengan demikian. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. khususnya bagi pemerintah. penyalagunaan wewenang. Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif. Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi pelaksanaan demokrasi pancasila. Kunci semua pelaksanaan demokrasi .

rahasia. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan bebas. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru. serta adil dan beradab. Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru. Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). DPRD. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. g. D. dalam tahap awal reformasi ini. b. keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. Dengan demikian. a. demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. langsung. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. dan nepotisme). jujur. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia. dan Presiden/Wakil Presiden. korupsi. d. . meski orde baru jatuh. antara lain sebagai berikut. c. e. Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila. Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. f. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. Sebagaimana telah dijelaskan. ciri-ciri demokrasi antara lain : a. umum. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. b.cxl tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara. Diselenggarakannya pemilu 2004.

bukan untuk kepentingan rakyat. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. demokrasi terpimpin. sejak kemerdekaan hingga sekarang. Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. d. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. yaitu demokrasi liberal. Meskipun konsep awal pada periode tersebut . mengapa demikian? Juga. Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa. dan demokrasi Pancasila. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. kekuasaan merupakan amanat rakyat. segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. E. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter). Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas.cxli c. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi.

Dengan belajar dari pengalaman. Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran. perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas. kritis. a. tegas. ikhlas. Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. Dalam era reformasi ini. Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya. Jadi. Oleh sebab itu. serta pengendalian diri. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. antisipatif. demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral. Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain. janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. penuh perhitungan. teliti. Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949). diharapkan nilai-nilai demokrasi dapat ditegakkan. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. terti. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut . sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya. rasional. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu.cxlii dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila. tidak bisa tidak. dan demokrasi Pancasila. demokratis. lugas. kooperatif. kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950. serta menjaga keamanan dan kebersamaan. terbuka. seperti analisis. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. demokrasi Terpimpin. pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama.

terdapat dua kubu yang bertentangan. yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). Sukimin. Misalnya. antara lain Kabinet Syahrir I. Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). Wilopo. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet. dan Kabinet Amir Syarifuddin. Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan. Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara.cxliii secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara. Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. Sementara itu. kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. yaitu Kabinet Natsir. Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. selama tahun 1945-1959 dikenal beberapa kabinet. . Pada saat itu. Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. Ali Sastro Amidjojo II. Kabinet Syahrir II. dan Kabinet Juanda.

Secara konsepsional. yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin. Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan. Dalam konteks ini.pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden. Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi.demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan. Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat. baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi.dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap.misalnya. pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden. Persoalan sekarang. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945.cxliv b. Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru. III/MPRS/1963. dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional. kesadaran. . maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden. MPRS No. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan.

Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator.cxlv Secara konsepsional pula. Kesusilaan. Kepentingan Rakyat Banyak. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara. serta penghitungan suara pro dan kontra. Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. 2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu. 3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. b) Sebagai Alat. 4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan pokok pikiran di atas. berlainan dengan demokrasi sentralisme. konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila. bukan oleh perdebatan. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu. dan budaya bangsa. serta budaya bangsa Indonesia. selain terletak pada presiden. serta 5) oposisi. dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun. ekonomi dan sosial. Namun dalam praktiknya. juga karena . UUD 1945. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini. Penyebab penyelewengan tersebut. Yakni Batas Keselamatan Negara.

royong. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai. Semangat kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia. c. serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial. Secara konsepsional. yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab. . Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. khususnya di masyarakat pedesaan. yang berketuhanan Yang Maha Esa. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. yang berpersatuan Indonesia. tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab. Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu.cxlvi kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif. dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotong. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotongroyang. sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik. Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1. Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa. Misalnya. demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia.

dan negara kebudayaan .yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia. Aspek Materil. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam mencapai tujuan kenegaraan. Menurut S.cxlvii Dengan demikian. yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan.serta kebenaran. dan jujur untuk mencapai konsensus bersama. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945. dan budaya. indonesia sesuai dengan gambaran. dan martabat tersebut. yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. serta bersendi atas hukum. antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara.menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas. Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME. harkat. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas. pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek. sosial. 2). negara Kesejahteraan. Tujuan ini meliputi tiga hal. c. Aspek Optatif.yaitu terciptanya negara Hukum.Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”. Aspek Formal. ekonomi. Dalam demokrasi pancasila. b. aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a. keadilan.terbuka. Aspek Normatif (kaidah). Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas. d.

i. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. Penyingpangan tersebut secara transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. Jiwa demokrasi pancasila pasi. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila. Jiwa demokrasi pancasila aktif. penegakan kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat. ii. dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan. dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal.Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru. ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila. Aspek Kejiwaan. yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila. Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. Serta iv. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat. serta f. Jiwa Pengabdian. Aspek Organisasi. PNS seolah-olah digiring untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. . yaitu: a.cxlviii e. khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. iii. Namun. Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila.

cxlix d. Demikian pula. F. sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah. dan hukum. kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum. kebijakan floating mass). serta i. Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan. . adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP. dan nepotisme. g. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. korupsi. Menurut Hutington (Chaedar. Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik. tanpa demokratisasi poltik. dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” pada reformasi di Indonesia sekarang ini. Sehubungan dengan ini. berwibawa. tidak menjadi demokratisasi kolusi. Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. sosial. serta format politik yang tidak demokratis. f. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya. 1998). h. badan peradilan yang otonom. menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. ekonomi. maraknya pratik kolusi. e. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik. prinsip rule of law sulit diwujudkan.

undang-undang bidang politik. pada 10 s. serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis. undangundang tentang otonomi daerah. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a.berbangsa. menambah. d. Partai politik lebih mandiri. serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi. Selain itu.cl upaya meningkatkan partisipasi politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. Secara khusus. untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila.harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan. Perbedaanya tyerletak mewujudkan pada praktik aturan pelaksanaan yang dan sesuai praktik dengan penyelenggaraan. 13 November 1998. MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah. Konstitusi RIS. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru. yakni UUD 1945. Oleh karena itu.d . Pemilihan umum lebih demokratis. UUDS .untuk demokrasi tuntunanreformasi. Untuk itu. perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Pengaturan ham. peraturan perundang lainnya. b. Misalnya. c.

Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. 3). sikap. serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. Pendidikan demokrasi: 1). Pedidikan demokrasi secara informal. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya.cli 1950. nilai. perensentasi. yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. diskusi timbal balik. sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. konsep. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi. yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. Selain itu. c. pedagogis. Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. prisip. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan . 2). serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. G. dan sosial kultural untuk membangun citacita. Pedidikan demokrasi secara formal. Dengan demikian. Pendidikan nonformal. Pendidikan demokrasi a. dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai. b. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. Pendidikan nonformal. yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi.

Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. artinya pemerintahan rakyat. Demos artinya rakyat. Jelaskan pengertian demokrasi Jelaskan demokrasi sebagai system politik.clii PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. kratos berarti pemerintahan. Dengan demikian. demokrasi. Dalam rapat tersebut. 4. . Jadi. 2. 3. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. khususnya di kota Athena. Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. system ketatanegaraan dan sebagai system budaya Jelaskan jenis-jenis demokrasi Jelaskan pengertian demokrasi pancasila dan bandingkan dengan system demokrasi lainnya. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat.

menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki. Jelaskan mengapa? 7. Keunggulan Sistem lain ………………………………. ……………………………………………….. BIDANG Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama HAL-HAL YANG HARUS DIPERBAIKI ………………………………………………. 8. bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? 6. Kelemahan Demokrasi ………………………………………………… Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) ………………………………………………… 9. ………………………………………………. 6. Simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi. Namun. 5. Jelaskan. 2. ………………………………………………. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila . ………………………………………………… ……………………………………………….. 3.. Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1..cliii 5. 4. wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya. Sebutkan keunggulan dan kelemahan demokrasi dibandingkan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi ………………………………. dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki..

Demokrasi dan pendidikan Demokrasi. Burns. Setiadi. UU tentang susunan kedudukan MPR. Jakarta. DPD. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia. James McGregor. CST. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. DPD. 1966. Harris soche. dkk. Historis. 2005. Yudiris konstitusional. Daji darmodihardjo. DPRD. Suatu tinjauan Filosofis. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Miriam. Hans. UU tentang partai politik. dan DPRD. Tata Negara Edisi Kedua. Udin S. 1968. 1986. David. Winataputra. disampaikan Pada Suscadorwas 2005. Kelsen. 1989. Mekanisme Demokrasi Pancasila. Suny Ismail. Dasar-dasar Ilmmu Politik. DPR.cliv DAFTAR BACAAN Betham. Rahmat A. Goverment By the People. 1985.Panduan Menguasai Tata negara. 1949. or.2000. Penerbit Erlangga: Jakarta. University of california: USA. PT Hanindita: Yogyakarta. serta UU tentang Pemilu presiden. 1995.. UU tentang pemilu DPR. Ganesha Exact: Bandung. Santiaji Pancasila. Kanisius: Yogyakarta. Demokrasi. Elly M. 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Budiardjo. Kanil. General Theoryof Law and State. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. amandeman terakhir. . 2000. Perundangan: UUD 1945. Dikti: Jakarta.

clv BAB VIII HAK ASASI MANUSIA PENDAHULUAN A. HAM juga bersifat supralegal. HAM dalam tataran Global 3. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001). Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. serta d.39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. ras. keamanan. Pengertian. artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undang-undang dasar. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila . hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). kekuasaan pemerintah. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa. B. UU No. hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial. atau jenis kelamin. Ruang lingkup HAM meliputi a. HAM dalam UUD 1945 5. tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. Sejarah dan Macam-macam HAM 2. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4. dan lain-lain: b. kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan. Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia. kebebasan.

Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3. Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya . Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia.clvi C. sejarah dan macam-macam HAM 2.

yang tak dapat dicabut oleh siapapun juga. Hak asasi manusia memiliki prinsip-prinsip utama dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam kehidupan umat manusia. pada kenyataannya. ataukah tidak (?). aktivis maupun pengambil kebijakan. Ada delapan prinsip hak asasi manusia. Mr Soenarko. Menurut G. Sejarah dan Macam-Macam HAM 1. Ia berlaku menyeluruh sebagai kodrat lahiriah setiap manusia. . Sebagaimana mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad yang menyatakan bahwa. selanjutnya disingkat DUHAM 1948) itu memiliki prinsip universal. Namun untuk mencermati apa sesungguhnya hak asasi manusia? Banyak ragam pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. yang tidak bisa dikurangi atau dicabut hakhaknya oleh siapapun. Wolhoff.J. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan. merumuskan hak-hak dasar ialah hak-hak manusia yang pokok dan tak dapat dikurangi oleh siapapun juga dalam negara yang sopan. Universalitas hak-hak asasi manusia. hak asasi manusia adalah sejumlah hak yang seakan-akan berakar dalam tabiat setiap oknum pribadi manusia justru karena kemanusiaannya.clvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. yakni: Pertama. Prinsip universalitas adalah prinsip yang dimiliki dalam nilainilai etik dan moral yang tersebar di seluruh wilayah di dunia. karena bila dicabut hilang juga kemanusiaannya. Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. dan pemerintah termasuk masyarakatnya harus mengakui dan menyokong hak-hak asasi manusia. prinsip universalitas. tidak tergantung pada wilayah atau bangsa tertentu. Ini menunjukkan bahwa hak-hak asasi manusia itu ada dan harus dihormati oleh seluruh umat manusia di dunia manapun. Pengertian. Dari pendapat ini bisa diambil titik kesamaan bahwa hak asasi manusia itu merupakan hak yang melekat dalam diri manusia. Perdebatan ini sesungguhnya muncul di saat memperbincangkan apakah Universal Declaration of Human Rights 1948 (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia. yang memiliki titik kesamaan dalam menjelaskan apa itu hak asasi manusia. Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME. masih juga tidak sepenuhnya diterima oleh negara-negara tertentu yang menolak kehadiran prinsip universalitas.

Sehingga kewajiban untuk menghormati manusia sebagai manusia tersebut merupakan tanggungjawab hak-hak asasi manusia. HAM tidak menjadi universal bilamana dilihat dari perspektif tertentu. dengan adanya prinsip ini maka tidak mungkin praktek yang memperkenankan siapapun untuk melakukan eksploitasi.clviii DUHAM 1948 itu sangat menganut paham kebebasan yang bersala dari konsep barat. orientasi seksual. komunitas disable/berbeda kemampuan. memperbudak. khususnya manusia sebagai sesama makhluk ciptaan Allah. menjadi identitas peradaban tertentu yang sangat berharga dalam mengemban amanat saling menjaga dan mendorong upaya kebersamaan untuk hidup berdampingan. Dalam prinsip ini setiap orang harus menghargai manusia tanpa membeda-bedakan umur. bukanlah sekedar pekerjaan individual manusia. dari sudut pandang yang berbeda. pemartabatan terhadap manusia (human dignity). serta membangun toleransi sesama manusia. budaya. ras. Oleh sebabnya. Penghormatan terhadap manusia. Perbincangan ini sebenarnya tidak perlu terjadi bilamana memahami hak-hak asasi manusia yang universal maupun tidak. hidup damai dalam keberagaman yang bisa menghargai satu dengan yang lainnya. atau kelas sosial. tetapi juga dalam kolektiva-kolektiva lebih luas seperti dalam kehidupan masyarakat maupun bernegara. Artinya. menyiksa. mengisi perut orang yang lapar (hak atas pangan) dan hak pendidikan lebih penting dibandingkan soal hak pilih dalam pemilu. Tidak dapat dipungkiri bahwa pluralisme sosial. yang bisa dipengaruhi oleh kekuasaan politik. keyakinan. Ia (Mahathir). dimana penandatangan deklarasi tersebut hanya seperempat negara-negara yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekarang. etnisitas. kekuatan ekonomi. mencontohkan soal betapa hak-hak politik dan kebebasan begitu dominan mewarnai hak-hak asasi manusia. sepatutnya dihormati dan dihargai. . ataupun bahkan membunuh hak-hak hidup manusia. padahal di negara-negara miskin maupun berkembang (negara dunia ketiga). termasuk di dalamnya keragaman budaya dan hukum-hukum lokal. gender. Begitu juga. Prinsip yang kedua. artinya hanya sekitar 50-an negara yang kebetulan mayoritas dari negara-negara yang disebut ‘barat’. maupun realitas sosial budaya yang melahirkan keragaman pendapat soal tersebut. Prinsip ini menegaskan perlunya setiap orang untuk menghormati hak orang lain. didasarkan pada kontekstualisasi tertentu. hak-hak ekonomi sosial budaya (Hak Ekosob) menjadi hak yang sangat penting. bahasa. Bagi negara dunia ketiga.

Hak sipil dan politik. Atau juga hak atas kehidupan yang layak. adalah praktek yang justru menghambat realisasi hakhak asasi manusia. tidak bisa dihilangkan hanya dengan dibeli oleh orang yang mampu dan kemudian menggantikan posisi hak pilih.” Konsekuensi pemenuhan persamaan hak-hak juga menyangkut kebutuhan dasar seseorang tidak boleh dikecualikan. inalienability. sosial. Suatu hak tidak bisa dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. merupakan hak untuk memperoleh keadilan dalam bentuk perlakuan dalam proses peradilan. suku.clix Prinsip yang ketiga. Pemahaman prinsip atas hak yang tidak bisa dipindahkan. indivisibility. Konsep persamaan menegaskan pemahaman tentang penghormatan untuk martabat yang melekat pada setiap manusia. jenis kelamin. . Prinsip yang kelima. baik berdasarkan kelas/bangsa tertentu. Hal ini terkait dengan pandangan yang menyesatkan tentang membeda-bedakan atau pengutamaan hak-hak tertentu dibandingkan hak-hak lain. Persamaan. tidak bisa dilepaskan satu dengan yang lainnya. hak pilih dalam pemilu. equality atau persamaan. Prinsip yang keenam. dan bila dilanggar akan melahirkan pertentangan dan ketidakadilan di dalam kehidupan manusia. adat. karena keduanya satu kesatuan. Prinsip ini bersentuhan atau sangat dekat dengan prinsip non-diskriminasi. Pembedaan. keyakinan. Manusia sebagai makhluk yang memiliki hak-hak asasi tidak bisa dilepaskan dari hak-hak tersebut. warna kulit dan sebagainya. perlindungan dan pemenuhan hak-hak seseorang. adalah persamaan di muka hukum. sangat tidak mungkin dipisahkan dengan hak ekonomi. Misalnya. meskipun dibayar atau diupahi. tidak bisa dipertukarkan dengan perbudakan. agar hakhak tersebut bisa dikecualikan. Prinsip yang keempat. Jelas dan tegas. Prinsip non-diskriminasi sebenarnya bagian integral dengan prinsip persamaan. sebagai prinsip hak-hak asasi manusia: “Setiap orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat serta hak-hak yang sama. dimana menjelaskan bahwa tiada perlakuan yang membedakan dalam rangka penghormatan. non-diskriminasi. merupakan hak yang dimiliki setiap orang dengan kewajiban yang sama pula antara yang satu dengan yang lain untuk menghormatinya. dan budaya. bahwa hak-hak asasi manusia melarang adanya diskriminasi yang merendahkan martabat atau harga diri komunitas tertentu. tidak bisa dirampas atau dipertukarkan dengan hal tertentu. Hal ini terjelaskan dalam pasal 1 DUHAM 1948. Salah satu hal penting dalam negara hukum. agama.

dan praktek implementasinya di lapangan. sementara negara sama sekali tidak mengambil tindakan apapun (by omission). merupakan hal yang mendasar untuk mengkaji hak-hak asasi manusia. tetapi ia juga bisa dimintai pertanggungjawaban ketika terjadi pelanggaran hak-hak asasi manusia. adalah bagian yang tidak terpisahkan dari prinsip hak-hak asasi manusia agar bisa terwujudkan. Prinsip yang kedelapan. Secara individu. dan hak atas penghidupan dan pekerjaan yang layak. di pasar. Unsur pertanggungjawaban (terutama negara). aktor non-negara juga mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memajukan hakhak asasi manusia. interdependency (saling ketergantungan). di rumah sakit. Termasuk mempertanggungjawabkan setiap langkah atau tindakan yang diambil sebagai kebijakan tertentu dan memiliki pengaruh terhadap kelangsungan hak-hak rakyat. kemiskinan. instrumen hukum. atau juga hak atas kesehatan yang layak. Selain negara. bukan soal mengambil tindakan tertentu (by commission). Prinsip ini juga sangat dekat dengan prinsip indivisibility. dimana dalam situasi tidak terpenuhinya hak atas pendidikan. setiap orang dituntut untuk berani melawan ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak asasi manusia di depan matanya.clx Prinsip yang ketujuh. Prinsip pertanggungjawaban hak-hak asasi manusia ini menegaskan bahwa perlunya mengambil langkah atau tindakan tertentu untuk menghormati. . dalam pengertian untuk mempelajari sejarahnya. juga sangat bergantung pada penyediaan hak-hak atas pangan atau bebas dari rasa kelaparan. di hutan. desa maupun perkotaan. Pertanggungjawaban ini menekankan peran negara. baik secara individual maupun kolektiva sosial dalam organisasi kemasyarakatan. Artinya. mengajarkan dan mendorong pemahaman dan penghormatan hak-hak asasi manusia bagi sesama. hak yang satu dengan yang lainnya sangat tergantung dengan pemenuhan atau perlindungan hak lainnya. melindungi dan memenuhi hak-hak asasi manusia. Kedelapan prinsip-prinsip tersebut. sebagai bagian dari organ politik kekuasaan yang harus memberikan perlindungan terhadap warga negaranya. di sekolah. baik terhadap tekstualitas maupun kontekstualitasnya. serta menegaskan kewajiban-kewajiban paling minimum dengan memaksimalkan sumberdaya yang ada untuk memajukannya. Misalnya. Peran negara menjadi vital. dimana setiap hak-hak yang dimiliki setiap orang itu tergantung dengan hak-hak asasi manusia lainnya dalam ruang atau lingkungan manapun. responsibilitas atau pertanggungjawaban (responsibility).

hak atas kebebasan. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan). yaitu : a. 1789) d. Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara. Magna Charta (piagam Agung. 1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John b. Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. Bill of rights (Undang-Undang Hak. Naskah tersebut adalah : a.clxi 2. Berawal dari 2 perang besar didunia ( PD I dan PD II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional. Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. hak untuk memilih dsb. Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) b. Sejarah Ham Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. 1689) c. Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak. Kebebasan beragama (freedom of religion) . Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsur-angsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi.

dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan. Ham pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM. Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu. disamping hak-hak politik.Macam-Macam Ham Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • • • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat. penyidikan. mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama. penggeledahan. maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. pembelaan. mensual. yaitu: . misalnya dalam penangkapan. Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik. hak masuk dan ikut dalam parpol.clxii c. menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu. membeli.. pemeriksaan. • • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan. Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) d. Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini. pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial. diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. dan peradilan B. 3. memeluk agama.

d. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki. 2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas. Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil.clxiii a. HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak. Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. c. sosial. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. ekonomi. 2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik. 3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. . 2) masyarakat sebagai keluarga besar. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. b. politik. yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya. negara sebagai koordinator dan pengawas. 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi.

kesederajatan. politik. dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan pada prinsip saling menghormati. dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. 2) kemerdekaan dan keamanan badan. dan hubungan antarnegara serta hukum internasional berlaku. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. Pasal 55. 6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya. Sejalan dengan amanat Konstitusi. ekonomi. 8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). baik dalam penerapan. seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah. 12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. pemantauan. 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. C. sosial budaya. 7) hak untuk mendapat hak milik atas benda. 9) hak untuk bebas memeluk agama. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan.clxiv Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat. 13) hak untuk berdagang. 14) hak untuk mendapatkan pendidikan. 3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum. Sesuai dengan Pasal l (3). yang . 10) hak untuk berapat dan berkumpul. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil.

a. Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara. antiterorisme. f. 29. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. i. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. dan 30). Oleh sebab itu. g. Program penegakkan hukum dan HAM (PP No. hak atas kebebasan. HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. c. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. hak atas kesejahteraan. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. 26/2000 tentang Pengadilan HAM. hak mengembangkan diri. b. cepat. dan konsisten. 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. hak memperoleh keadilan. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. e. 39/1999 tentang HAM dan UU No.clxv HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. dan hak anak. Pancasila sila ke-4. Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. h. tidak diskriminatif. UU No. d. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. hak turut serta dalam pemerintahan. hak wanita. dan tepat. hak atas rasa aman. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia .

k. Menurut Pancasila. D. alinea 4 : Menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak bidang politik. penyelidikan. hakikat asasi (dalam . Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan. m. sosial budaya dan ekonomi) b. alinea 2 : Negara yang adil 3. Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM. Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. q. Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. dan tindakan hukum terhadap dan penyalahgunaan menghukum para narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. pengedarnya secara maksimal. Peningkatan meningkatkan penanganan penyidikan. n. Hak Asasi dalam UUD 1945 a. p. penuntutan. j. o. hukum. l.clxvi dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia. serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable. alinea 3 : Menyatakan kemerdekaan 4. Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. alinea 1 : Kebebasan untuk merdeka 2. Dalam Pembukaan UUD 1945 1. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya.

Telah mengangkat hakhak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. asasi Manusia PBB. Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289). Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis. Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. karena Pembukaan UUD 1945 dan pasalpasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945.clxvii manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga. Bangsa Indonesia telah lebih dulu dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak. Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : . Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal. kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). 1. Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut. Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh. Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”. Sehingga. adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB.

Memajukan kesejahteraan umum. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. maka pengertian bangsa..clxviii “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur..” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa..... dan diteruskan dengan kata “.. dalam rumusan tujuan negara “. maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2).. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya.”. Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut. antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang ...” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama.supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas.. Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa. negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah. Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “. hukum material. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri. tujuan negara. Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa..

Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. bangsa. dan negaranya. yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. dan agama. memilih kewarganegaraan. seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia. memilih pendidikan dan pengajaran. . jaminan perlindungan dan kepastian hukum. (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. ekonomi. Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan. sosial. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pendidikan.clxix politik. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat. Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya. (8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. kebudayaan. memilih pekerjaan.

.clxx (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva. hak kemerdekaan pikiran. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. hak untuk tidak disiksa. (6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. hak izin untuk tidak diperbudak. keluarga. Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. bertempat tinggal. hak beragama. atas kebebasan berserikat. dan hati nurani. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. (4) Setiap orang berhak untuk. . Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. serta berhak untuk mencari. dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. memperoleh. (7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. menyimpan. memiliki. kehormatan. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. (6) Setiap orang berhak.

menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. diatur. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia mengalami kemajuan. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Selain hak asasi juga dalam LJU . (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. keamanan. nilai-nilai agama. dan bernegara. hukum. (9) Perlindungan. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. tentang Hak Asasi manusia. Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral. pemajuan.clxxi (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. 39 tahun 1999. penegakkan. Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk KOMNAS HAM. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. berbangsa. dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. walaupun pelaksanaannya belum optimal. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. terutama pemerintah. Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat.

Dengan diundangkannya UU No. hak memeluk. hak wanita. hak mengembangkan diri. Pasal 28-H ayut (3). (2). ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. dan hak anak. hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3). hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). Pasal 28-E ayat (3). Jikalau. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. Pasal 28-C ayat (2). Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1). hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). UU No. hak atas kebebasan pribadi. Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. melindungi. dan konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. hak untuk hidup. meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. perlindungan hak asasi. dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. hak atas rasa aman. antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. hak memperoleh keadilan. serta hak . 39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia. hak atas kesejahteraan. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi. pasal 28A sampai dengan pasal 28J. Hak-hak asasi tersebut meliputi. hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan hukum internasional yang diterima oleh negara Republik Indonesia. 39 tahun 1999. telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA. terkandung kewajiban dasar manusia. hak turut serta dalam pemerintahan. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan.clxxii No.

Implementasi Hak Asasi Dan Kewajiban Asasi Dalam Sila-Sila Pancasila a. menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti. Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut. bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hakhak asasi manusia. bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hakhak asasi. atas pelanggaran di Timur-Timur. Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB. Dalam kenyataannya mereka-mereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. E.clxxiii memperoleh. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional. Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan. memiliki. Satu kasus yang cukup penting. mengolah. menyimpan. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. Sila Pertama Hak Asasi Kewajiban Asasi = Hak memilih dan mengakui agama dan = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan kepercayaan kepada Tuhan YME YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing . atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta. Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya. serta jaminan hukum yang memadai. Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik. yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional. diatur dalam Undang-undang No. di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. 9 tahun 1999.

pribadi golongan. artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau mengutamakan kepentingan bangsa di bersama daripada kepentingan golongan. oleh. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum untuk rakyat dalam kehidupan demokrasi e. kelompok atau kepentingan partai dll. Sila Ketiga Hak Asasi Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. atas kepentingan suku. Berarti persatuan antar suku. Sedangkan Perbedaan Kewajiban 1. partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia. Sila Keempat Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. = Saling membantu.clxxiv b. maupun non formal demi kepentingan yaitu keadilan yang memberi bersama perimbangan dimana hak milik berfungsi sosial Kewajiban Asasi Manusia Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan. agama. saling menolong dan memiliki hak asasi yang dapat bekerjasama dengan sesama manusia dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. dalam arti adanya keseimbangan dengan tidak mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lainnya. Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan . suku. Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat. d. golongan. Sila Kedua Hak Asasi Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu.

terutama dari berbagai upaya pemaksaan kehendak atau bentuk kekerasan yang dilakukan oleh organ/struktur yang berkuasa. Pendekatan sistem dalam bidang hukum. hukum sebagai sarana dan sistem perlindungan bagi rakyat yang efektif.”30 Ini berarti.clxxv 2. sebagaimana dikatakan oleh Victor M. The system approach helps to reveal the special quality of law. Penelusuruan terhadap pengakuan hak-hak asasi manusia dalam konstitusi akan menjadi tema penting dilihat sebagai bagian dari kajian sistem ketatanegaraan yang ada. Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD 1945 • Wajib membayar pajak (23) • Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. toleransi dan kerukunan beragama (29) • Wajib menghormati orang lain • Wajib bela negara. considered as a whole in comparison with one of its branches or with a simple aggregate of branches. berarti peralihan dari tertib . Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan. “It is the system approach that makes it possible to visualize more clearly the whole of law as a complex series or relationship between branches of law and legal institutions. Sarana Perlindungan Hak Asasi Manusia Salah satu pemahaman (dari banyak varian konsep) terhadap penyejahteraan warga negaranya dalam konsep tanggung jawab negara adalah upaya perlindungan hukum bagi warganya sendiri. Zivs. Artinya. Karena pengalaman bangsa Indonesia yang berulang kali mengalami pergantian dan perubahan UUD. the interaction and interrelation of the separate parts of elements. pendekatan sistem dalam bidang hukum memperhatikan pula bagaimana organ/struktur negara yang memiliki lembagalembaga (pembentuk. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F. Tschchikvadse dan Samuel L. dan pergantian UUD dalam suatu negara. The system approach also makes it possible to reveal more clearly such important features of law as a unity and differentiation. penegak) hukum bekerja untuk melindungi dan memenuhi hak-hak dalam ruang kehidupan warga negaranya.

sebagai sarana perlindungan hukum bagi rakyat. Adanya perlindungan hukum yang preventif tentunya akan mendorong pemerintah untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada diskresi. yang sifatnya mencegah sengketa.32 Dalam konteks hak-hak asasi manusia. Di samping kedua sistem tersebut. dibedakan dua macam perlindungan hukum bagi rakyat: perlindungan hukum yang preventif dan perlindungan yang represif. dimana terdapat keragaman dalam berbagai sistem hukum di dunia ini. sedangkan negaranegara dengan “common law system”. negara-negara dengan “civil law system” mengakui adanya dua set pengadilan. dan khusus hanya menangani persoalan pelanggaran HAM berat (kejahatan genosida dan kejahatan terhadap . adalah pendapat Hadjon. khususnya yang diberlakukan dalam sistem hukum di Indonesia.clxxvi ketatanegaraan yang lama ke tertib ketatanegaraan yang baru. Membicarakan pendekatan hukum. Pada perlindungan hukum yang preventif. Misalnya. Lembaga peradilan yang menangani persoalan hak-hak asasi manusia. negara-negara Skandinavia telah mengembangkan sendiri suatu lembaga perlindungan hukum bagi rakyat yang dikenal dengan nama “Ombudsman”. yang tentunya (atau seharusnya) menuju ke arah yang lebih sempurna dibandingkan sebelumnya. yaitu “ordinary court”. Dan ini pulalah yang menjelaskan situasi pendekatan hukumnya pemerintah dalam hak asasi manusia. kepada rakyat diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan (inspraak) atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah mendapat bentuk yang definitif. hanya mengenal satu set pengadilan.31 Sedangkan untuk perlindungan hukum yang represif adalah berdasarkan penyelesaian suatu sengketa. yang menyatakan “tindak pemerintahan” sebagai titik sentral. yaitu pengadilan umum (biasa) dan pengadilan administrasi. Lembaga-lembaga yang memiliki kewajiban dalam memberikan sarana perlindungan hukum bisa dilakukan oleh lembaga peradilan (judicial system) dan lembaga non-peradilan (non-judicial system). kita mengenal adanya lembaga-lembaga yang menjadi sarana perlindungan hak-hak masyarakat. Pengadilan HAM merupakan pengadilan khusus yang berada di lingkungan peradilan umum. khususnya terhadap pelanggaran HAM berat dilakukan oleh Pengadilan HAM.

antara lain Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). Ketiga lembaga peradilan tersebut merupakan sarana perlindungan hak-hak asasi manusia yang dikenal dalam konteks sistem ketatanegaraan di Indonesia. pandangan terhadap sarana-sarana perlindungan hak asasi manusia tidak bisa dikerdilkan hanya pada lembaga peradilan dan lembaga non-peradilan yang disebutkan di atas. Demikian pula halnya dengan masalah pelanggaran HAM. Setiap . koordinatif dan strategis. Sedangkan lembaga non-peradilan yang dibentuk pemerintah untuk melakukan upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia.clxxvii kemanusiaan). tetapi haruslah lintas departemen. Mekanisme Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia Setiap permasalahan semestinya harus ada mekanisme penyelesaian yang disiapkan sebagai satu kebijakan. Bahkan bilamana diperlukan sarana-sarana tersebut membuka terhadap kerjasama internasional untuk mendukung upaya perlindungan hak-hak asasi manusia. Dalam perspektif perlindungan publik atas kebijakan atau keputusan administratif pemerintah. termasuk institusi kepolisian dan TNI. dikategorikan sebagai tindak kriminal maka akan diselesaikan melalui proses peradilan umum.33 Sedangkan persoalan hak-hak asasi manusia lainnya. dan menjadi tanggung jawab seluruh jajaran pemerintahan mulai dari Presiden hingga unit pemerintahan terkecil di bawah tanpa terkecuali. dan Komisi Ombudsman Nasional. sehingga permasalahan pelanggaran HAM akan dapat tercegah dan diselesaikan secara komprehensif. maka perlindungan hak asasi manusia bisa diselesaikan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Sehingga tidak dimungkinkan lagi adanya sektoralisme penyelesaian masalah-masalah penegakan hak asasi manusia. Kelembagaan non-peradilan yang juga terkait langsung dengan upaya perlindungan hak asasi manusia secara koordinatif membangun komunikasinya dengan lembaga atau departemen pemerintah lainnya. di luar pelanggaran HAM berat. Meskipun demikian. G.

5. Penyelesaian melalui cara konsultasi 3. Komnas HAM dapat meminta bantuan Ketua Pengadilan untuk memenuhi panggilan secara paksa sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Apabila seseorang yang dipanggil tidak datang atau menolak memberikan keterangan. maka pengaduan harus disertai dengan persetujuan dari pihak yang hak asazinyna dilanggar sebagai korban.clxxviii orang dan atau kelompok orang yang memiliki alasan kuat bahwa hak azasinya telah dilanggar dapat mengajukan laporan dan pengaduan lisan atau tertulis pada Komnas HAM. . Perdamaian kedua belah pihak 2. Pemeriksaan pelanggaran HAM dilakukan secara tertutup. Komnas HAM berfungsi mediasi yang bertugas dan berwenang melakukan : 1. 2. Pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan 4. Pihak pengadu. Tidak memiliki bukti awal yang memadai Materi pengaduan bukan masalah pelanggaran HAM Pengajuan diadukan dengan itikad buruk atau ternyata tidak ada kesungguhan dari pengadu. kecuali ditentukan lain oleh Komnas HAM. Pengaduan hanya akan mendapat pelayanan apabila disertai dengan identitas pengadu yang benar dan keterangan atau bukti awal yang jelas tentang materi yang diadukan. Sedangkan untuk pengadilan pelanggaran HAM yang berat dibentuk pengadilan HAM di lingkungan peradilan Umum. korban. Pemeriksaan atas pengaduan kepada Komnas HAM tidak dilakukan atau dihentikan apabila : 1. Penyampaian rekomendasi pelanggaran HAM kepada Pemerintah atau DPR untuk ditindaklanjuti. Dalam hal pengaduan dilakukan oleh pihak lain. 3. kecuali untuk pelanggaran HAM tertetu berdasarkan kepentingan Komnas HAM. saksi dan atau pihak lainnya yang terkait wajib memenuhi permintaan/panggilan Komnas HAM. 4. Terdapat upaya hokum lebih efektif bagi penyelesaian materi pengaduan Sedang berlansung penyelesaian melalui upaya hokum yang tersedia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jelaskan prinsip-prinsip Hak asazi manusia 3. budaya dan ekonomi ). Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara. yaitu hak hidup. dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik. Jelaskan implementasi HAM di Indonesia dan mekanisme pemecahan masalah pelanggaran HAM . Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka. sosial.hak kebebasan dan hak kesamaan. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. alinia ke 2 : negara yang adil. Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional. Jelaskan secara singkat sejarah HAM di dunia 4.clxxix PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. alinia 3 : menyatakan kemerdekaan. Jelaskan pengertian Hak Asazi Manusia 2. hukum.

2005.Makassar. Tim Dosen Pancasila Unhas. Jakarta. 2002. Jakarta.Si. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Syahrial. II. Kanisius. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.STIMIK DIPANEGARA . Jakarta: Ghalia Indonesia. Paramitha Pradnya. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta). M. 1973. 1962. -----------------. Pen. CST. Dirjen Dikti Depdiknas. Jakarta. Pen. Pradnya Paramitha. Departemen Penerangan R. Bandung. 2005. S. Pen.Makassar. Purnomo. azyumardi. Bursa Buku FH-UI.2004 Azra. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. 1982. Pen. Drs. Pen. Jakarta : Dikti Soemarsono. Hutauruk. Gunawan. JCT. Pembagian Kekuasaan Negara. Hak Asasi Manusia. Pendidikan Pancasila. Dan H.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. R. UUD 1945 dan Amandemennya. 2005. 12-23 Desember 2005. M. Universitas Hasanuddin.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Gramedia Pustaka Utama. 2003. Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. Pengimplementasian UUD’45. Jakarta.I. Jambatan.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Soegito. 1968. A T. 2002. S.Jakarta. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. Soemiarno. Pen. S. 1993. Simorangkir. Pradnya Paramitha. Pen. Bandung: Fokus Media.I. III) Pen. 2003. 1970. Erlangga. Kaelan. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. 2002.Si. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta. M.clxxx BAHAN BACAAN Ismail Sunny. Yogyakarta. Syarbani. Seko ABRI. Jakarta. Elly M.H. 1973. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Pen. Dra. Pancasila dan UUD'45 (I. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I. Setiadi. Mansyur.. Jakarta : Prenada Media Indonesia. Kansil. Yogyakarta. Tentang dan Sekitar UUD’45. . Kajian tentang UUD’ Negara R. Yogyakarta. Pen.

clxxxi BAB IX RULE OF LAW PENDAHULUAN A. Konsep ini lahir untuk mengambil alih dominasi yang dimiliki kaum gereja. serta sebagai reaksi terhadap negara absolut yang berkembang sebelumnya. not rule by the man. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan yang adil bagi masyarakat. Ada tidaknya rule of law dalam suatu negara ditentukan oleh ”kenyataan”. VII/MPR/2001) dan Visi Pendidikan Tinggi 2010 ( HELTS 2003-2010-DGHE ). MPR No. apakah rakyatnya benar-benar menikmati keadilan. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. Rule of law adalah rule by the law dan bukan rule by man. pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di suatu negara merupakan suatu premis bahwa kaidah-kaidah yang dilaksanakan itu merupakan hukum yang adil. Latar Belakang Rule of law adalah suatu doktrin hukum yang mulai muncul pada abad ke 19. maka dipandang perlu memasukkan materi instruksional rule of law sebagai salah satu materi di dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). PKn sendiri merupakan desain baru kurikulum inti di PTU yang menunjang pencapaian Visi Indonesia 2020 ( Tap. serta menggeser negara kerajaan dan memunculkan negara konstitusi di mana doktrin rule of law ini lahir. ningrat. Materi ini merupakan salah satu bentuk penjabaran UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang tidak lagi menyinggung . dan kerajaan. Untuk membangun kesadaran di masyarakat tentang pentingnya rule by the law. dalam arti perlakuan yang adil. maupun dari pemerintah? Oleh karena itu. Doktrin tersebut lahir sejalan dengan tumbuh suburnya demokrasi dan meningkatnya peran parlemen dalam penyelenggaraan negara. serta merupakan elemen dalam kelompok Mata-kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Rule of law merupakan konsep tentang common law tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kelembagaannya menjunjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. baik sesama warganegara.

clxxxii masalah Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) atau di perguruan Tinggi disebut Pendidikan Kewiraan. Strategi Pelaksanaan Rule of Law. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia. dan bernegara. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia. serta ditiadakannya Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah tersendiri dari kurikulum Perguruan Tinggi. Latar Belakang Rule of Law 2. Isu-Isu Rule of Law. Sasaran Pembelajaran Modul Bertujuan mengantarkan peserta didik agar dapat berpikir. peserta didik diharapkan : peka terhadap permasalahan pelaksanaan rule of law yang ada di lingkungannya. 4. 5. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. 3. B. mampu menjadi katalis bagi proses penciptaan kondisi lingkungan yang kondusif untuk tumbuh-suburnya kesadaran akan rule of law. Pengertian dan Lingkup Rule of law. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual yang memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. bersikap rasional dan dinamis. C. berbangsa. serta 6. . Dengan kompetensi tersebut.

untuk memajukam “kesejahteraan umum”. secara hakiki. . . antara lain (1) Masih relevankah rule of law di Indonesia ? (2) Bagaimana seharusnya rule of law itu dilaksanakan? (3) Sejauh mana komitmen pemerintah untuk melaksanakan prinsip-prinsip rule of law ? (4) Apa yang harus dilakukan agar rule of law dapat berjalan efektif ? C.. Pengertian dan Lingkup Rule of Law Berdasarkan pengertiannya. . misalnya negara. tidak personal.… dan “keadilan sosial”. dan otonom.kemerdekaan Indonesia. Rule of law merupakan suatu legalisme sehingga mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang bersifat objektif. Secara formal. Friedman (1959) membedakan rule of law menjadi 2 (dua). yaitu pengertian secara formal ( in the formal sense) dan pengertian secara hakiki/materiil (ideological sence). bersatu. bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa.clxxxiii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A.. Rule of law terkait erat dengan keadilan sehingga rule of law harus menjamin keadilan yang dirasakan oleh masyarakat. tidak memihak. “adil” dan makmur. c. rule of law diartikan sebagai kekuasaan umum yang terorganisasi (organized public power). b. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia Di Indonesia.. rule of law terkait dengan penegakan rule of law karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan buruk (just and unjust law).… karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan “peri keadilan”. Isu-Isu Rule of Law Hal-hal yang sering mengemuka dalam kaitannya dengan rule of law. yang merdeka. berdaulat. prinsip-prinsip rule of law secara formal tertera dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan : a. B. Sementara itu.

Dengan demikian. antara lain bahwa setiap orang berhak atas pengakuan. . d. “… kemanusiaan yang adil dan beradab”. memuat 10 pasal. Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan. inti dari rule of law adalah jaminan adanya keadilan bagi masyarakat. yaitu : a. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja ( Pasal 28 D Ayat [2]). c. Dalam Bab X A tentang Hak Asasi Manusia. terutama keadilan sosial. Prinsip-prinsip di atas merupakan dasar hukum pengambilan kebijakan bagi penyelengaraan negara/pemerintahan. … serta dengan mewujudkan suatu “keadilan sosial” bagi seluruh rakyat Indonesia. serta f. Prinsip-prinsip tersebut pada hakikatnya merupakan jaminan secara formal terhadap “rasa keadilan” bagi rakyat Indonesia. serta perlakuan yang sama di hadapan hukum ( Pasal 28 D Ayat [1]).. Negara Indonesia adalah negara hukum (Pasal 1 Ayat [3]).disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu “Undang-Undang Dasar Negara Indonesia”. serta e.clxxxiv d. perlindungan dan kepastian hukum yang adil. b. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan (Pasal 24 Ayat [1]). . e. Penjabaran prinsip-prinsip Rule of Law secara formal termuat di dalam pasal-pasal UUD 1945. jaminan. baik di tingkat pusat maupun daerah. serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (Pasal 27 Ayat [1]). juga “keadilan sosial” sehingga Pembukaan UUD 1945 bersifat tetap dan instruktif bagi penyelenggaraan negara. yang berkaitan dengan jaminan atas rasa keadilan terutama keadilan sosial.

tidak personal. suatu aliran pemikiran hukum yang didalamnya terkandung wawasan sosial. Rule of law juga merupakan gagasan tentang hubungan antarmanusia.clxxxv D. Berdasarkan pengalaman berbagai negara dan hasil kajian. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rule of law telah banyak dihasilkan di Indonesia. Legalisme tersebut mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang sengaja bersifat objektif. masyarakat. dan negara. Secara kuantitatif. Rule of law ini juga merupakan legalisme. 2) Rule of law yang merupakan institusi sosial harus didasarkan pada akar budaya yang tumbuh dan berkembang pada bangsa. yang dengan demikian memuat nilainilai tertentu yang memiliki struktur sosiologisnya sendiri. Hal ini didukung oleh kenyataan budayanya yang khas pula. Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Prinsip-Prinsip Rule of Law secara hakiki (materiil) sangat erat kaitannya dengan “the enforcement of the rules of law” dalam penyelenggaraan pemerintahan. tidak memihak. terutama dalam hal penegakan hukum dan implementasi prinsip-prinsip rule of law. maka : 1) Keberhasilan “ the enforcement of the rules of law” harus didasarkan pada corak masyarakat hukum yang bersangkutan dan kepribadian nasional masing-masing bangsa. Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law. Agar pelaksanaan (pengembangan) rule of law berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan. menunjukkan bahwa (Sunarjati Hartono: 1982). tetapi implementasinya belum mencapai hasil yang optimal sehingga rasa keadilan sebagai perwujudan pelaksanaan rule of law belum dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. . keberhasilan “ the bahwa rule of law enforcement of the rules of law” bergantung pada kepribadian nasional setiap bangsa merupakan institusi sosial yang memiliki struktur sosiologis yang khas dan mempunyai akar E. dan otonom.

bangsa Indonesia harus berani mengangkat “Pancasila” sebagai alternatif dalam membangun “negara berdasarkan hukum” versi Indonesia sehingga dapat menjadi lebih mengedepankan komitmen moral. Arah dan watak hukum yang dibangun harus berada dalam hubungan yang sinergis dengan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Hukum progresif memuat kandungan moral yang sangat kuat. Untuk mewujudkan hal tersebut. masyarakat dan negara. tetapi sebagai suatu institusi yang bermoral. Dalam konteks ini. “rule of moral” atau ‘rule of justice” yang bersifat “ke-Indonesia-an” yang lebih mengedepankan “olah hati nurani” dari pada ‘olah otak”atau . seperti yang selama ini terjadi. gagasan tentang hubungan antarmanusia. bukan sebagai alat politik yang memihak pada kekuasaan. Hukum progresif peka terhadap perubahan-perubahan dan terpanggil untuk tampil melindungi rakyat menuju hokum yang ideal. Hukum progresif merupakan gagasan yang ingin mencari cara untuk mengatasi keterpurukan hukum di Indonesia secara lebih bermakna. hukum bukan merupakan institusi yang absolut dan final. hukum tidak dijadikan sebagai teknologi yang tidak bernurani. perlu dikembangkan hukum progresif (Satjipto Rahadjo : 2004). yaitu berdimensi kemanusiaan. asas serta aksi-aksi karena ”hukum untuk manusia”. hukum selalu berada dalam proses untuk terus-menerus ‘menjadi’(law as process. ia bebas untuk mencari format. law in the making). Artinya. bukan sebaliknya. Asumsi dasar hukum progresif bahwa “hukum adalah untuk manusia”. atau “back to law and order”. kembali pada orde hukum dan ketaatan dalam konteks Indonesia. pikiran. harus dapat ditegakkan secara adil.clxxxvi 3) Rule of law sebagai suatu legalisme yang memuat wawasan sosial. Hukum progresif menolak keadaan status quo. yang memihak hanya pada keadilan itu sendiri. juga hanya memihak pada keadilan.

12-23 Desember 2005. Jelaskan prinsif rule of law secara formal di Indonesia 3. Jelaskan pengertian rule of law dan sejarahnya 2. Rule of Low. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan adil bagi masyarakat. Negara bukanlah institusi kebal hukum. Jelaskan strategi pelaksanaan rule of law 4. Undang-Undang dasar Negara republic Indonesia Tahun 1945. 2005. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta. Sekretariat Jenderal MPR RI: Jakarta. Pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku disuatu negara merupakan merupakan hukum yang adil. MPR RI. H.A. Materi kursus Calon Dosen Kewarganegaraan. Tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kebanggaannya menjungjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. “inti dari Rule of Law adalah terciptanya tatanan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. dimana rakyat bisa memperoleh kepastian hukum. Rule Of Law mengandung asas “dignity of man “ yang harus dilindungi dari tindakan sewenang-wenang Pemerintah / penguasa.clxxxvii PENUTUP Rule Of Law adalah suatu doktrin hokum yang muncul pada abad ke-19. dan dijamin hak-hak asasinya SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Rule Of Law merupakan konsep tentang Common Law. rasa aman. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.T. Jelaskan tujuan dari implementasi rule of law BAHAN BACAAN Sugito. . Negara dapat dipersalahkan jika pelaksanaanya terjadi pelanggaran hukum. 2005. rasa keadilan.

Kewajiban Negara dan Pemerintah. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan bakat dan potensinya. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Penduduk dan warga Negara. Hak dan kewajiban warga negara merupakan hubungan fungsional antara negara dengan warga negara. adat. 6. 4. hlm. bahkan Negara memberikan pembinaan. Asas kewarganegaraan. 89). 2. serta berpemerintahan sendiri. . B. Kewajiban Warga Negara. Pengertian bangsa dan Negara. Problem status kewarganegaraan. Latar Belakang Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. Hak Warga Negara 5. Negara dapat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. 7. Depdikbud. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. 3. bangsa Inndonesia adalah sekeompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia. dan sejarah. Dengan demikian.clxxxviii BAB X HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA PENDAHULUAN A.

Asas kewarganegaraan.clxxxix C. Hak Warga Negara 13. Kewajiban Negara dan Pemerintah. 11. 14. Pengertian bangsa dan Negara. Problem status kewarganegaraan. Kewajiban Warga Negara. 10. Sasaran Pembelajaran Setelah proses pembelajaran. 12. 9. . Pendudud dan warga Negara. mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dan mengidentifikasi Hak dan Kewajiban warga Negara Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan : 8.

Wilayah. bangsa Inndonesia adalah seeompok manusia yang memepunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsaserta berproses dalam satu wilayah: Nusantara/Indonesia. tetapi syarat dan pengertiannya mencakup elemen berikut. dan kebijakan dalam mencapai tujuan.cxc URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Negara dapaat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. Pengertian Bangsa dan Negara Bangsa adaah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. yaitu batas territorial yang jelas atas darat. Pemerintah. hlm. Secara umum. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Sifat memaksa Sifat monopoli. bahkan Negara memberikan pembinan. c. serta berpemerintahan sendiri. Negara memiliki sifat yang membedakannya dengan organisasi lain. sifat tersebut adalah: a. yaitu organisasi uutama yang menyelenggarakan kekuasaan. c. d. Banyak para ahli memberikan defenisi tentang Negara. Dengan demikian. Depdikbud. 89). serta Negara memperoleh pengakuan dunia internasioanal. adat. b. setiap Negara mempunyai 4 fungsi utama bagi bangsanya. dan Sifat totalitas. yaitu semua orang yang berdomisili dan mengatakan dirinya ngin bersatu. Kedaulatan. serta udara di atasnya. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapatmengembangkan bakat dan potensinya. fungsifungsi. laut. yaitu: . Penduduk. b. a. yaitu supremasi wewenang secara merdeka dan bebas dari dominasi Negara lain. dan sejarah.

yaitu mencakup luas wilayah Negara (darat dan laut). Penduduk dan warga Negara Penduduk Indonesia menurut pasal 26 Ayat (2) UUD1945 ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tingal di Indonesia. b. tingkat pendidikan warga. Sumber daya manusia. Adapun elemen kekuatan Negara tercermin dalam hal-hal berikut. berupa kepribadian dan kepemimpinan. usaha warga Negara dalam bidang pertanian. dan kondisi kesehatan masyarakat. persatuan bangsa. Teritorial negeri. c. e. 1. letak geografis. yaitu tingkat budaya. Adapun warga Negara menurut Pasal 26 Ayat (1) ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang . industry. serta kekayaan lat dan hutan. Sumber daya alam. yaitu kondisi alam material buminya. a. yaitu segala factor yang mendukung kedaulatan Negara. berupa andungan mineral. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran. serta Fungsi keadilan menurut hak dan kewajiban. b. efisiensi birokrasi. Fungsi pengaturan dan ketertiban. dan perdagangan. Fungsi pertahanan dan keamanan. d. Bagaimana fungsi-fungsi Negara itu terlaksana. Elemen kekuatan yang tidak nyata (tidak berwujud). yaitu kapasitas power (kekuatan) yang dimiliki militer dalam hal mewujudkan kekuasaan dari pemerintah demi tecapainya tujuan Negara. nilai budaya masyarakat. dan situasi Negara tetangga. dukungan intenasional. sangat bergantung pada partsipasi politik semua warga Negara dan mobilisasi sumber daya kekuatan Negara. Kekuatan militer dan mobilitasnya. kesuburan. reputasi bangsa (nasionalisme) an sebagainya.cxci a. d. yaitu jumlah penduduk. f. Kapasitas pertanian dan industry. c.

seorang menjadi anggota atau warga suatu Negara haruslah ditentukan oleh Undang-Undang yang dibuat oleh Negara tersebut. b. yaitu orang orang asing yang tinggal sementara dalam suatu negara sesuai dengan visa yang diberikan oleh negara (kantor imigrasi) yang bersangkutan. Penduduk. B. a. Oleh sebab itu. sebagai suatu anggapan bahwa seseorang lahir di suatu wilayah negara. dalam asas kewarganegaraan dikenal dua pedoman.cxcii bansa lalin yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai warga Negara. menurut Undang-Undang No. terlebih dahulu Negara harus mengakui bahwa setiap orang harus memiliki kewarganegaraan. Asas Kewarganegaraan Setiap negara mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menentukan asas kewarganegaraan. Asas Kelahiran (Ius Soli) Asas Kelahiran (ius soli) adalah penentuan status kewarganegaraan berdasarkan tempat atau daerah kelahiran seseorang. serta berhak kembali sebagaimana dinyatakan oeh Pasal 28 E Ayat (1) UUD 1945. Bukan Penduduk. Pada awalnya asas kewarganegaraan hanyalah ius soli saja. Sebelum Negara menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. maka . 62/1958 tentang Kewarganegaraan Indonesia. Warga Negara dari suatu Negara berarti anggota dari Negara itu yang merupakan pendukung dan penanggung jawab terhadap kemajuan dan kemunduran suatu Negara. misalnya turis. yang dapat dibedakan warga negara dengan warga negara asing (WNA). ialah yang memiliki domisili atau tempat tinggal tetap di wilayah negara itu. memilih tempat tinggal di wilayah Negara dan meninggalkannya. Pernyataan ini mengandung bahwa orang-orang yang tinggal dalam wilayah Negara dapat diklasifikasikan sebagai berikut. dinyatakan bahwa Warga Negara Inonesia adalah orang yang berdasarkan perundangundangan yang berlaku sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sudah menjadi warga Negara Republik Inonesia. Sementara itu. yaitu : a.

yaitu warga negara Indonesia. orang tua yang memiliki status kewarganegaraan yang berbeda akan menjadi bermasalah jika orang tua tersebut melahirkan ditempat salah satu orang tuanya (misalnya ditempat ibunya). dengan tingginya mobilitas mausia akan diperlukan asas lain yang tidak hanya berpatokan pada kelahiran sebagai realitas. Jika asas ius soli ini tetap dipertahankan. Dengan demikian. Adapun naturalisasi pasif. yaitu paradigma suami isteri atau ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang mendambakan suasana sejahtera.cxciii otomatis dan logis ia menjadi warga negara tersebut. Asas Perkawinan Status kewarganegaraan dapat dilihat dari sisi perkawinan. Hal ini karena suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan setiap pihak. Akan tetapi. Jika suatu negara menganut asas ius sanguinis. asas perkawinan mengandung asas persamaan derajat. d. . lalu setelah mendapat kewarganegaraan itu. dan bersatu. c. Asas ini menghindari penyelundupan hukum. seperti Indonesia maka anak tersebut berhak mendapat status kewarganegaraan orang tuanya. Yang memiliki asas kesatuan hukum. Sebagai contoh. dia menceraikan isterinya. seseorang yang lahir dari orang tua yang memiliki kewarganegaraan suatu negara. Unsur Pewarganegaraan (naturalisasi) Dalam naturalisasi ada yang bersifat aktif. Asas Keturunan (ius sanguinis) Asas Keturunan (ius sanguinis) adalah pedoman kewarganegaraan berdasarkan pertalian darah atau keturunan. yaitu seseorang yang tidak mau diwarganegarakan oleh negara atau tidak mau diberi status warga negara suatu negara. b. Atas dasar inilah maka muncul asas ius sanguinis. sehat. yaitu seorang yang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehandak untuk menjadi warga negara dari suatu negara. Di samping itu. si anak tidak berhak untuk mendapatkan status kewarganegaraan bapaknya. misalnya laki laki yang berkewarganegaraan asing ingin memperoleh status kewarganegaraan suatu negara dengan cara berpura pura melakukan pernikahan dengan seorang perempuan di negara tersebut.

negara Indonesia melalui UU no. Bipatride. akan mengakibatkan status kewarganegaraan seseorang menjadi sebagai berikut : a. yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut. serta g.cxciv yang bersangkutan menggunakan hak repudiasi. Multipatride. d. f. c. b. Karena pernyataan. Dalam rangka memecahkan problem kewarganegaraan di atas. . e. c. Karena kelahiran . Apatride. sedangkan ia lahir di suatu negara yang menganut ius soli. yaitu seseorang (penduduk) yang tinggal di perbatasan antar – dua negara. b. Karena turut ayah dan ibu . setiap negara memiliki peraturan sendiri sendiri yang prinsip prinsipnya bersifat universal sebagaimana dalam UUD 1945 Pasal 28 D Ayat (4) bahwa setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. yaitu seseorang tidak mendapatkan kewarganegaraan disebabkan oleh orang tersebut lahir di sebuah negara yang menganut asas ius sanguinis. Karena dikabulkan permohonan . Problem Status Kewarganegaraan Apabila asas kewarganegaraan di atas diterapkan secara tegas dalam sebuah negara. Karena perkawinan . yaitu seseorang akan mendapatkan dua kewarganegaraan apabila orang tersebut berasal dari orang tua yang negara asalnya menganut sanguinis. C. 62 Tahun 1958 tentang kewarganegaraan Indonesia dinyatakan bahwa cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia sebagai berikut: a. Oleh sebab itu. Karena pengangkatan . Karena pewarganegaraan .

hak asasi harus dilindungi. hak ini tidak boleh diabaikan. Hak Dan Kewajiban Warga Negara Serta Tugas Dan Tanggung Jawab Negara Untuk memahami hak dan kewajban. Hak asasi manusia perlu mendapat jaminan perlindungan dari negara melalui pernyataan tertulis yang harus dimuat dalam UUD negara. serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. a. kepastian hukum yang adil. dan keharmonisan lingkungan. Oleh karean itu. dan dipertahankan. serta perlakuan yang sama di depan hukum. 9) Setiap orang berhak atas pengakuan. Selain itu. 2) Berhak berserikat. serta setiap orang wajib menghormati. berkumpul. 7) Berhak mendapatkan pendidikan. bangsa. terlebih dahulu harus dipahami pengertian hak asasi manusia. . Peranan negra sesuai dengan pasal 1 Ayat (1) UU No. 6) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. dihormati. jaminan perlindungan. telah dinyatakan bahwa hak warga negara adalah sebagai berikut : 1) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. tumbuh dan berkembang. atau dirampas oleh siapapun. 10) Setiap orang berhak untuk bekerja dan mendapatkan imbalan. Hak asasi merupakan hak dasar yang melekat secara kodrati pada diri manusia dengan sifatnya yang universal dan abadi. 39/1999 tentang HAM menyatakan bahwa negara.cxcv D. Hak asasi manusia adalah sesuatu yang melekat pada diri seseorang sebagai ciptaan Tuhan agar mampu menjaga harkat. dan melindungi hak asasi manusia. 8) Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. ilmu pengetahuan dan tekhnologi. 3) Berhak untuk hidup dan mempertahankan keidupan 4) Berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan 5) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. dan negaranya. martabat. dikurangi. hukum dan pemerintah. serta seni dan budaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. serta perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. serta mengeluarkan pikiran. Hak Warga Negara Dalam UUD 1945. menjunjung tinggi.

. 22) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi. Selain itu. bertempat tinggal. mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. 15) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. berkumpul. kehormatan. martabat. memilih pekerjaan. setiap orang berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. memilih kewarganegaraan. 18) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia. 12) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. 23) Hak untuk hidup. 16) Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. setiap orang berhak untuk mencari. dan mengeluarkan pendapat. hak beragama hak untuk tidak diperbudak. dan harta benda yang berada dibawah kekuasaannya. keluarga. 17) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. menyimpan. memperoleh. 13) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya. Di samping itu. 14) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. serta hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keaadaan apapun. serta berhak memperoleh suaka poitik negara lain.cxcvi 11) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. hak kemerdekaan pikiran dan hati murni. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. Hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. mengolah. 19) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. serta menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. serta memilih tempat tinggal di wilayah negara juga meninggalkannya serta berhak kembali. hak untuk tidak disiksa. serta berhak memperoleh layanan kesehatan. 21) Setiap orang berhak atas jaminan social yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagi manusia yang bermartabat. 20) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama dalam mencapai persamaan dan keadilan. memiliki. memilih pendidikan dan pengajaran.

Kewajiban Warga Negara adalah : 1). 3) Pemerintah berkewajiban mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional. 4). 25) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. negara memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut. b. 1) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya. 2). 3). 2) Negara atau pemerintah wajib membiayai pendidikan. 4) Negara memperioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari anggaran belanja negara dan belanja daerah. c. 6). serta penghormatan atas hak dan kebabasan orang lain. serta berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. serta 7). khususnya pendidikan dasar. wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Tugas dan tanggung jawab negara Dalam rangka terpeliharanya hak dan kewajiban warga negara.cxcvii 24) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun. 5) Pemeritah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. wajib menjunjung hukum dan pemerintahan. 5). 6) Negara memajukan kebudayaan manusia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan budayanya. wajib mengikuti pendidikan dasar. masyarakat. wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang untuk menjamin pengakuan. wajib ikut serta dalam pembelaan negara. dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai .

12) Negara bertanggung jawab atas persediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. 10) Negara berkewajiban memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar. 9) Negara menguasai bumi.cxcviii 7) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan kebudayaan nasional. 11) Negara mengembangkan sistem jaminan social bagi seluruh rakyat. air. . dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat. 8) Negara menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak. serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Jakarta: Prenada Media. Syarial. Soegito. Jakarta: Depdiknas. A T. Mansoer. S. UII Press:Yogyakarta. Jelaskan yang maksud warga negara menurut Undang-Undang No. Pendididkan Pancasila di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. Jelaskan pengertian bangsa.2002. Makalah yang disampaikan dalam ursus Calon Dosen Kewarganegaraan Angkatan I . Syarbani. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. 12 – 23 Desember. Mansyur.Jakarta: Ghalia Indonesia. 12/2006 BAHAN BACAAN Azra. Hak Asasi Manusia. Mustfa Kamal. Pendidikan Kewarganegaraan. negara. Soemasono. Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak AsasiManusia. S. Hak dan Kewajiban Warga Negara (Makalah Suscados PKn Desember 2005 di Jakarta. 2005. 2005. Jelaskan Hak dan Kewajiban sebagai warga Negara di bidang ekonomi 3. Azyumardi.Yogykarta: Citra Karsa Mandiri. Marjuki (editor). Jakarta: Dikti. penduduk dan warga negara 2. 2002. Pendididkan Kewarganegaraan. 2003. 2005. Soemiarno. Dirjen Dikti Dediknas. dan H.cxcix PENUTUP SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Pasha. 2003. . S. Hamdan (Pnyt). Marlian. Jelaskan azas kewarganegaraan dan permasalahn kewarganegaraan di Indonesia 4. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.2002. 2002 Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I. Jakarta .

dan pemerintah yang berkuasa.agama. Dalam perkembangannya pengertian Negara tidak saja di arikan sebagai wilayah. Unsur rakyat suatu Negara di samping warga Negara juga meliputi bukan warga Negara. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia.tujuan pendidikan kewarganegaraan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.dan lingkungan geografiyang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta . Secara terperinci visi dan misi bahan ajar adalah agar peserta didik mampu : 5. yaitu sebagai intitusi. 20/2003 tentang sis diknas. serta mampu berdiri dan tetap menjaga jati dirinya di tengah arus globalisasi. tetapi di artikan lebih luas. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara.khususnya penjelasan pasal 37. Bertitik tolak dari amanat UU No. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. rakyat.agar tecapai tujuan banga. Menguasai dan memahamiberbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. bangsa.filsafat. Sri Soemantri (Dikti. Permasalahan ini menjadi penting karena manusia yang telah berbangsa membutuhkan wilayah sebagai tempat tinggalnya yang kemudian di kenal dengan Negara. 2001 : 36) secara minimal meliputi unsur wilayah.kebhekaan etnik. budaya. 6. Pendidikan yang dimaksud agar warga Negara Indonesia tahu tentang hak dan kewajiban. Prasarat Negara sebagai initusi menurut Prof.cc BAB XI GEOPOLITIK INDONESIA PENDAHULUAN A. DR. Latar Belakang Geopolitik dan geostrategi merupakan permasalahan yang sangat penting pada dua abad terakhir ini. Agar Negara mencapai tujuan nasioal aman dan sejahtera (Pembukaan UUD’45 Alinea IV) perlu pendidikan kewarganegaraan. 7.

dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. Geopolitik Dan Otonomi Daerah C. agama. . Wawasan nasional 3.dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta 4. filsafat. kebhinekaan etnik. Menguasai dan memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. bangsa. Wawasan nusantara 4.cci 8. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. B. 2. budaya. 3.agar tecapai tujuan banga. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. Menjalaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara. Perkembangan Teori Geopolitik 2. Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia. Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan 5.

perebutan ruang yang menjadi hal yang menimbulkan konflik antar manusia _induvidu. Karena orang dengan tempat tinggalnya dapat di pisahkan. Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. Para ilmuwan politik dan militer menyebutnya sebagai geopolitik yang merupakan kepanjangan dari geografi politik. rakyat. Konsep wawasan bangsa tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir abad XIX dan awal abad XX dan dikenal sebagai geopolitik. 3. suatu bangsa harus mempunyai kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai wawasan nasional. yaitu geografi. meskipun bentuknya dapat secara fisik ataupn nonfisik. Kedua unsure pokok profil bangsa dan geografi inilah yang harus diperhatikan dalam membuat konsep geopolitik bangsa dan Negara. tt: 66). Keunikan lainnya adalah bahwa wilayah Nusantara berada di Garis Khatulistiwa dan diliwati oleh Geostationery Satellite Orbit ( GSO ).ccii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. masyarakat dan bangsa_ hingga kini. Sukarno pada 1 juni 1945 dihadapan siding BPUPKI (Setneg RI. yang pada mulanya membahas . Demikian. yaitu pemerintah. budaya dan sudah barang tentu ruang hidupnya. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Negara tidak hanya tempat tinggal. pandangan hidup. kata Ir. Untuk dapat mempertahankan ruang hidupnya. setelah membangsa orang menyatakan tempat tinggal sebagai Negara. Oleh karena itu. kedaulatan.lain. ideology. tt: 66) 2. Konsep wawasan nasional setiap bangsa berbeda. Indonesia berada di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua lautan (Lautan India dan Lautan pasifik) sehinnga tepatlah jika di namakan nusa diantara laut/air yang selanjutnya dinamakan Nusantara. dan lain . tetapi diartikan lebih luas lagi yang meliputi institusi. Latar Belakang Geopolitik Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan! Tidak dapat dipisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. dengan alasan sebagai berikut : 1. keluarga. Hal ini berkaitan dengan profil diri bangsa sejarah. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara kepulauan (Setneg RI.

dalam membahas masalah wawasan nasional bangsa. Holland. negara pantai (coastal archipelago) c. Selain itu. dalam lingkungan terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau. negara pulau (oceanic archipelago) b. dengan unsur air senagai penghubung. di samping membahas sejarah terjadinya konsep wawasan nasional. Negara berdasarkan bentuk geografinya dapat dibedakan dalam dua yaitu. yang kemudian dapat dibedakan menjadi: a. Rusland. 1. Oleh karena itu. misalnya England. pengertian negara identik dengan tanah sehingga banyak bangsa menamakan negaranya dengan unsur tanah. Selanjutnya. kepulauan dapat diartikan: gugusan pulau-palau ddengan perairan diantaranya dan angkasa di atasnya sebagai kesatuan utuh. berkembang konsep politik _dalam arti distribusi kuatan_ pada hamparan geografi negara sehingga tidaklah berlebihan bahwa geopolitik sebagai ilmu “baru” dicuragai sebagai pembenaran pada kosepsi ruang (Sunardi . dan yang kedua berbatasan dengan laut. perkembangan geopolitik dipengaruhi oleh orentasi manusia pada konstelasi wilayah. Pada masa lalu _sebelum abad XIX. atau Thailand. Poland. pertama dikelilingi daratan (land lock country).2004:157). Geomorfologi Negara Sebelum membahas masalah geopolitik suatu negara. Adapun pengertian Asas Kepulauan berdasarkan UNCLOS 1982 adalah Kepulauan sebagai suatu kesatuan utuh wilayah yang batas-batasannya ditentukan oleh laut. Setelah abad XIX. akan dibahas pula teori geopolitik dan implementasinya pada negara Indonesia. perlu didalami ciri khusus negara berdasarkan bentuk geomorfologinya (ciri fisik dan nonfisik). . negara kepulauan (archipelago).cciii geografi dari segi politik negara (state).

Dalam teorinya.cciv 2. bahwa bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan sumber daya yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang “primitif”. wawasan nasional bangsa selalu mengacu pada geopolitik. 3. teori geopolitik berkembang menjadi konsepsi wawasan nasional bangsa. yang pada pokoknya menyatakan bahwa negara adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektual. Perkembangan Teori Geopolitik Istilah geopolitik semula sebagai ilmu politik. Oleh karena itu. kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang sesuatu yang berhubungan dengan konstelasi ciri _khas negara yang berupa bentuk. Teori Geopolitik Kontinental Teori yang dikemukakannya adalah teori ruang yang dalam konsepsinya dipengaruhi Friedrich Ratzel (1844-1904). Kemudian. Pendapat ini dipertegas Rudolf Kjellen (1864-1922) dengan teori kekuatan. Ia menyamakan negara sebagai makhluk hidup yang makin sempurna serta membutuhkan ruang hidup yang makin meluas karena kebutuhan. letak. . iklim. Para penyelenggara pemerintah nasional hendaknya menyusun pembinaan politik nasional berdasarkan kondisi dan situasi geomorfologi secara ilmiah berdasarkan citacita bangsa. Adapun geostrategi diartikan sebagai pelaksanaan geopolitik dalam negara (Poernomo: 1972). Luas. oleh ahli biologi Charles Darwin. Dengan wawasan nasional suatu negara. Semula geopolitik adalah ilmu bumi politik yang membahas masalah politik dalam suatu negara. Beberapa Pandangan para pemikir geopolitik Sebelum membahas wawasan nasional. terlebih dahulu perlu pembahasan tentang beberapa pendapat dari para penulis geopolitik. dapat dipelajari kemana arah arah perkembangan sautu negara. dan sumber daya alam_ sutau negara untuk membangun dan membina negara. diantaraya: a. lalu berkembang menjadi ajaran yang melegitimasi Hukum Ekspansi suatu negara. Hal ini tidak terlepas sumbangsih pemikiran dari pada penulis.

serta 3) Dunia dibagi empat Pan Region. Dalam teori ahli geografi ini. dapat diketahui percaturan politik masalah lalu dan masa depan. b. Pan Asia Timur. Semboyan Macht und Erde di Jerman serta doktrin Fukoku Kyohei di Jepang melandasi pembangunan kekuatan angkatan perang kedua negara tersebut menjelang Perang Dunia II. yaitu: 1) Lebensraum (ruang hidup) yang “cukup”. tiap region dipimpin satu bangsa (nation) yang unggul. 2) Autarki (swasembada). Karl Haushofer (1869-1946).ccv Dengan kekuatannya. ia mampu mengeksploitasi negara “primitif” agar negaranya dapat swasembada. suatu bangsa harus mampu menguasai benua-benua di dunia. akan tetapi lebih cenderung menunjukkan kepada suatu wawasan yaitu 1) Wawasan Benua Sir Halford Mackinder (1861-1947) Teori Daerah Jantung (dikenal pula sebagai wawasan benua). Pengaruh Haushofer _menjelang Perang Dunia II_ sangat besar di Jerman ataupun di Jepang. serta Pan Eropa Afrika. mungkin terkandung maksud agar negara lain selalu berpaling pada pembentukan . Beberapa pemikir sering menyebutnya sebagai Darwinisme social. Ia berpendapat bahwa pada hakekatnya dunia dapat dibagi atas empat kawasan benua (Pan Region) dan dipimpin oleh negara unggul. Pan Rusia India. Wawasan Geopolitik Selanjutnya masih ada beberapa pandangan geopolitik lain. Teori Ruang dan Kekuatan merupakan hasil penelitiannya serta dikenal pula sebagai teori Pan Regional. yaitu Pan Amerika. Dari pembagian daerah inilah. Haushofer yang pernah menjadi atase militer di Jepang meramalkan bahwa Jepang akan menjadi negara yang jaya di dunia. Untuk menjadi jaya.

untuk itu diperlukan kekuatan darat yang memadai. paling tidak menyewanya.ccvi kekuatan darat. Timur Tengah. Asia. Menurut Mahan. serta semangat perdagangan yang tidak lagi mencari emas dan sutra di Timur (Simbolon. bertepatan dengan kebangkitan armada Inggris dan belanda yang ditandai dengan kemajuan teknologi perkapalan dan pelabuhan. 2/12 pulau dunia (Eropa. b. Eropa Selatan. maka Inggris berusaha menguasai pantai-pantai benua. a. karena itu ia harus memiliki armada laut yang kuat. Pada masa ini pula. Island. . Siberia. di samping hal tersebut. b. sebagian Mongolia. serta Bulan Sabit Luar (outer cresent) meliputi Afrika. Who rules the world Island commands the World. Dunia terdiri atas 9/12 air. Amerika / Benua Baru. Alfred T. Mahan (1840-1914) Teori Kekuatan Maritim yang direncanangkan oleh Raleigh. terletak di pulau dunia. Teori geopolitik Mackinder dapat disimpulkan sebagai berikut (Sunardi. yaitu Rusia. Sir W. sumber daya alam banyak terdapat di laut. serta sisanya 1/12 pulau lainnya.1995 : 425). c. maka harus dibangun armada laut yang kuat untuk menjaganya. harus menguasai Dunia Jantung. Daerah terdiri atas Daerah Jantung (Heartland). Asia Selatan. Sebagai tindak lanjut. Dengan demikian.Raleigh: Siapa yang kuasai laut akan menguasai perdagangan dunia/kekayaan dan akhirnya menguasai dunia. lahir pemikiran hukum laut internasional yang berlaku sampai tahun 1994 (setelah UNCLOS 1982 disetujui melalui SU PBB). who rules the Heartland commands the world. Australia. tidak mengganggu pengembangan armada laut Inggris. Apabila suatu negara ingin menguasai dunia. Daerah Bulan Sabit Dalam (inner cresent) meliputi Eropa Barat. Teorinya dapat disimpulkan sebagai berikut : a.Mahan: Laut untuk kehidupan. 2) Wawasan Bahari Sir Walter Raleigh (1554-1618) dan Alfred T. Asia Timur. 2004: 166): Who rules East Europe commands the Heartland. Afrika). juga perlu diperhatikan masalah akses ke laut dan jumlah penduduk karena faktor ini juga akan memungkinkan kemampuan industri untuk kemandirian suatu bangsa dan negara.

c. ada empat unsur yang perlu diperhatikan. Daerah Bulan Sabit Dalam (Rimland) akan lebih besar panga_ruhnya dalam percaturan politik dunia dari pada daerah jantung. Konsepsi Ruang.ccvii 3) Wawasan Dirgantara Giulio Douhet (1869-1930) William Mitcel (1879-1936). Teori Daerah Batas (Rimland theory). 177): 1. Karena ia adalah bangsa Belanda yang pada dasarnya bangsa mari_tim. Ruang hidup bangsa terbatas diakui internasional. serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara. Dalam teorinya. Bulan Babit Dalam(Rimland). serta d. Dunia menurunya terbagi empat daerah. Setiap bangsa sama derajatnya. Bulan Sabit Luar. berkewajiban menjaga per_damaian dunia. b.d. Bangsa Indonesia Wawasan bangsa Indonesia tersirat melalui UUD 1945 antara lain: a. 2004: hlm. maka menurutnya penguasa daerah jantung harus ada akses ke laut hendaknya menguasai pantai Eurasia. Wilayah Amerika yang paling ideal dan menjadi negara terkuat. Dari pembahasan tersebut. 4) Wawasan Kombinasi Nicholas J. yaitu (Sunardi. b. 4. Spijkman (1893-1943). disebutkan bahwa kekuatan udara mampu beroperasi hingga belakang lawan. Kedua orang ini mencita-citakan berdinya Angkatan Udara. Sebagai doktrin dasar. Teorinya dipengaruhi oleh Mackinder dan Haushover. Awal abad XX merupakan kebangkitan ilm pengetahuan pener_bangan. udara untuk kuasai dunia. Dalam teorinya tersirat: a. Kekuatan bangsa untuk mempertahankan eksistensi dan kemakmuran rakyat. terutama dalam membagi daerah. dan Dunia Baru(Benua amerika). Menggunakan kombinasi kekuatan darat. dapat disimpulkan bahwa teori geopolitik menjadi doktrin dasar bagi terbentuknya Negara nasional yang kuat dan tangguh. laut. 189 s. yang merupakan aktualisasi dari pemikiran Negara sebagai organisasi hidup. Ruang yang merupakan inti dari konsepsi geopolitik merupakan wadah dinamika . serta c. yaitu daerah jantung (Hearland).

3. Pada awal era revormasi. Konsepsi Frontier.d. istilah ini menjadi kurang popular sehingga para politisi pun enggan menggunakannya (tidak lagi tersurat dalm GBHN 19999 sebagai wawasan bangsa). Frontier merupakan batas imajiner di antara dua Negara yang saling mempengaruhi. . perlu dipersiapkan daerah penyangga yang dikenal sebagai daerah frontier yang berbatasan dengan Negara jira dan dipersiapkan secara sistematis pembangunannya. 7) sebagai akibat revolusi teknik. memandang. akan menimbulkan gejolak politik yang melibatkan pemerintah. GEOPOLITIK INDONESIA Wawasan Nasional Wawasan berasal darai kata wawas yang berarti meninjau.ccviii politik dan militer. yang merupakan konsekuensi dari kebutuhan dan lingkungan. lebih-lebih bagi negara sedang berkembang. 5 s. ataupun ekonomi. B. budaya. baik secara fisik maupun social (ekonomi. Pengaruh negara asing/tetangga _yang lebih maju_ apabila tidak ditangani secara serius. dan kehidupan social lainnya). Geopolitik akhirnya bertujuan untuk pengamanan negara. wawasan dapat diartikan konsepsi cara pandang (KBBI. 1990: 214) merupakan ciri globalisasi. budaya. yang kemudian melahirkan konsepsi geostrategi. Dunia yang meyempit dan percepatan jalannya sejarah (Wright. atau mengamati. 1941: hlm. yang ingin menjelaskan tentang kehi_dupan bernegara. Dengan demikian dunia semakin terbuka dan cita-cita dunia tanpa batas (Ohmae. Politik kekuatan yang merupakan faktor dinamika kehidupan bangsa karena dinamika organisme bangsa. Untuk itu. 2. Hal ini juga dapat dirasakan pada era Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur_ ketika kedua kutub saling mencari pengaruh di dunia ketiga (Negara Sedang Berkembang). Konsepsi Keamanan Negara dan Bangsa. Konsepsi Politik Kekuatan. Fenomena ini harus dapat ditangkal oleh setiap Negara. batas resmi (boundary) dapat bergeser karena berbagai pengaruh. Oleh karena itu. 2002: 1271). terutama masalah social. Dengan demikian. 4.

Paham Nusantara menunjukkan dua arah pengaruh. Pedoman dan pola tindak serta pola pikir kebiaksanaan nasional. serta tempat tinggal dan lingkungan bangsa tersebut. yang mengandung arti sebagai berikut : 1. . Dari ketiga aspek itu. Wawasan nasioal bangsa Indonesia dinamakan wawasan nusantara yang merupakan implementasi perjuangan pengakuan se-bagai negara kepulauan yang disesuaikan dengan kemajuan zaman. Wawasan Nusantara Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. apabila suatu bangsa dibahas. yaitu : 1. Hakekat Wawasan Nusantara dasar persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. dan turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. ke luar: berlakunya asas posisi antara yang menuntut posisi kuat bagi Indonesia untuk dapat berdiri tegak dari tarikan segala penjuru. serta lingkungan geografinya yang berwuud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka.ccix Wawasan nasional suatu bangsa terbentuk karena bangsa tersebut tinggal dalam suatu wilayah yang diakui sebagai miliknya untuk kehidupannya. 3. Oleh karena itu. akan terkait pula masalah sejarah diri dan budaya. serta kebhinekaan budaya. tercetus aspirasi bangsa yang kemudian dituangkan dalam perjanjian tertulis-konstitusi-ataupun tidak tertulis. Kesemua itu dalam rangka mencapai Tujuan Nasional. Oleh karena itu.serta 2. 2. falsafah hidup. Pada masa lalu negara kepulauan yang meliputi kumpulan pulaupulau_berdasarkan contour yang dipisahkan oleh laut. hakikat tujuan Wawasan Nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan. posisi dan potensi geografi. ke dalam: berlaku asas kepulauan yang menuntut terpenuhnya unsur tanah dan air yang selaras dan serasi untuk merealisasikan wujud tanah air. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional. Penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi. Perjanjian ini tetap menjadi catatan hidup-motivasi –yang semuanya dituangkan menjadi ajaran –doktrin dasar untuk membanngun negara yang berupa wawasan nasional.

sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam bentuk GBHN. 5. yang serasi dan selaras pada segenap aspek kehidupan nasional.Wawasan Nusantara dijelaskan peranannya untuk : 1. maka akan menimbulkan kerusakan lingkugan yang pada akhirnya akan merugikan bangsa. Sementara itu. ideology bangsa. 3. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional sebagai doktrin dasar pengaturan kehidupan nasional. Menumbuhkan rasa tanggung jawab atau pamanfaatan lingkungannya. 2. Pancasila sebagai falsafah. Oleh karena itu. Politik dan strategi nasional sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam pebangunan nasional.masa ORBA. dianjurkan dan diterima sebagai kebenaran. Peranan ini berkaitan dengan adanya hubungan yang erat dan saling terkait dan ketergantungan antara bangsa dan ruang hidupnya. dan dasar negara. Doktrin dasar adalah doktrin yang timbul dari pemikiran yang bersifat falsafah. Wawasan Nusantara sebagai geopolitik bangsa Indonesia. Doktrin dasar adalah himpunan prinsip atau teori yang diajarkan. UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Peranan Wawasan Nusantara Dalam kehidupan kehidupan nasional. Jika tidak. serta dalam usaha mencapai tujuan. untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan. politik dan strategi nasional.yang dijabarkan lebih lanjut dalam kebijaksanaan strategi pada strata di bawahnya. . 2.ccx Kedudukan Wawasan Nusantara Dalam system kehidupan nasional Indonesia sebagai paradigma kehidupan nasional Indonesia yang urutannya sebagai berikut : 1. pemanfaatan lingkungan harus bertanggung jawab. Ketahanan Nasional sebagai geostrategi bangsa dan Negara Indonesia. Mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan. 4.

ccxi 3. Menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional. Kepentingan nasional menjadi dasar hubungan antara bangsa. Apabila suatu bangsa kepentingan nasionalnya sejalan atau parallel dengan kepentingan nasional bangsa lain, maka kedua bangsa itu akan mudah terjalin hubungan persahabatan. 4. Merentang hubungan Internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian.

Wajah Wawasan Nusantara Pengertian istilah wajah adalah roman muka. Wajah manusia hanya satu, tetapi wajah itu memiliki beberapa roman muka dan tiap roman muka berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Dalam hubungan itu, dapat dikatakan bahwa geopolitik Indonesia hanya satu, yaitu Wawasan Nusantara (Wasantara). Namun, wajahnya lebih dari satu, yaitu ada 4 wajah yang meliputi : 1. Wajah Wasantara sebagai Wawasan Nasional yang melandasi konsepsi Ketahanan Nasional. 2. Wajah Wasantara sebagai wawasan pembangunan nasional. 3. Wajah Wasantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan. 4. Wajah Wasantara sebagai wawasan kewilayahan.

Wasantara Sebagai Landasan Konsepsi Ketahanan Nasional Wajah Wasantara dalam pengembangannya dipandang sebagai konspsi politik ketatanegaraan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional. Sebagai suatu konsepsi politik yang di dasarkan pada pertimbangan konstelasi geografis, wawasan nusantara dapat di katakan merupakan penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. Dengan demikian, wawasan nusantara selanjutnya menjadi landasan penentuan kebijaksanaan politik Negara. Dalam perjuangan mencapai tujuan nasional, akn banyak menghadapi tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar negri maupun dari dalam negri sendiri. Untuk menanggulanginya,dibutuhkan suatu kekuatan baik fisik maupun

ccxii mental. Semakin tinggi kekuatan itu makin tinggi pula kemampuannya. Kekuatan dan kemampuan yang diistilahkan ketahanan nasional berdasarkan rangkaian pemikiran tersebut maka ketahanan nasional diartikan sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan dalam mencapai persatuan serta kesatuan nasional dalam rangka mencapai kesejahteraan dan keamanan nasional. Bertolak dari pandangan ini maka ketahanan nasional merupakan geostrategi nasional untuk mencapai sasaran yang telah ditegaskan dalam wawasan nusantara dan perlu ditingkatkan dengan berpedoman pada wawasan nusantara.

Wasantara sebagai Wawasan Pembangunan Nasional Menurut UUD 1945 MPR wajib membuat GBHN. GBHN_masa ORBA_ menegaskan bahwa wawasan dalam penyelenggaraan pembangunan nasional adalah Wawasan Nusantara yang bersumber pada pancasila dan UUD 1945. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri serta lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Di samping itu, dengan mengutamakan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini mencakup : 1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik, yang berarti :

a. bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa b. bahwa bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah, serta memeluk/menyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan suatu kesatuan bangsa yang bulat dalam artian seluas-luasnya. c. bahwa secara psikologis bangsa Indonesia harus merata satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa. d. bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideology bangsa dan negara yang melandasi, membimbing dan menyerahkan bangsa menuju tujuannya.

ccxiii e. bahwa kehidupan politik diseluruh wilayah Nusantara merupakan suatu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. f. bahwa seluruh kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan system hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukun nasional yang mengabdi kepentingan nasional;serta g. bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan ketertiban nasional yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negri bebas dan aktif serta diabadikan pada kepen_tingan nasional 2. Pewujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi, yang berati: a. bahwa kekayaan wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air; b. tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan kehidupan ekonominya; serta c. kehiduan perekonomian di setiap wilayah Nusantara meru_pakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama mendasar atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. 3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan budaya yang berarti: a. bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, maka perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapat tingkat kemajuan masyarakat yang sama merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa; serta b. bahwa budaya bangsa Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekanyaan budaya bangsa. Kekayaan ini menjadi modal dan landasan pengembagan budaya bangsa seluruhnya. Tentunya dengan tidak menolak nilai-nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, serta hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa. 4. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai kesatuan pertahanan dan keamanan, yang berarti: a. bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan Negara; serta

ccxiv b. bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa. Dari rangkaian uraian di atas, dapat di simpulkan sebagai berikut. 1. Wawasan Nusantara merupakan penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi dan potensi geografi, serta kebhinnekaan bangsa dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan. 2. Wawasan Nusantara merupakan pola tindak dan pola pikir dalam melaksanakan pembangunan nasional.

Wasantara sebagai Wawasan Pertahanan dan Keamanan Negara. Wawasan Nusantara adalah pandangan geopolitik Indonesia dalam mengartikan tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang me-liputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara. Mengingat bentuk dan letak geografis Indonesia yang merupakan suata wilayah lautan dengan pulau-pulau di dalamnya dan mempunyai letak ekuator besarta segala sifat dan corak khasnya,maka implementasi nyata dari Wawasan Nusantara yang menjadi kepentingankepentingan pertahanan keamanan negara harus ditegakkan. Realisasi penghayatan dan pengisian Wawasan Nusantara di satu pihak menjamin keutuhan wilayah nasional dan melindungi sumber-sumber kekayaan alam beserta penyelarasannya, sedangkan di lain pihak dapat menunjukkan kedaulatan negara Republik Indonesia. Untuk dapat memenuhi tuntutan itu dalam perkembangan dunia, maka seluruh potensi pertahanan ke amanan Negara haruslah sedini mungkin ditata dan di atur menjadi suatu kekuatan yang utuh dan menyeluruh. Kesatuan pertahanan dan keamanan negara mengandung arti bahwa ancaman terhadap sebagian wilayah mana pun pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

ccxv Wasantara sebagai Wawasan Kewilayahan Sebagai faktor eksistensi suatu Negara, wilayah nasional perlu di tentukan batasbataasnya agar tidak terjadi sengketa dengan Negara tetangga. Oleh karena itu, pada umumnya batas-batas wilayah suatu negara dirumuskan konstitusi negara (baik tertulis maupun tidak tertulis). Namun, UUD’45 tidak memuat secara jelas ketentuan wilayah negara Republik Indonesia, baik dalam Pembukaan maupun dalam pasal-pasalnya. Adapun pasal-pasal yang menyebut wilayah/daerah, yaitu: 1. Pada pembukaan UUD’45, alinea IV di sebutkan “…seluruh tumpa darah Indonesia…”; serta 2. Pasal 18, UUD’45: “Pembagian daerah indnesia atas daerah besar dan kecil…”. Untuk dapat memahami manakah yang di maksudkan dengan wilayah atau tumpah darah Indonesia itu, maka perlu ditelusuri pemba_hasan-pembahasan yang terjadi pada sidingsidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada Mei s.d. Juni 1945, yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Adapun pembahasan-pembahasan tersebut bersumberkan pada Rancangan UUD dan Piagam Jakarta yang dihasilkan oleh BPUPKI. Dalam rangkaian siding-sidang BPUPKI bulan Mei s.d. Juni 1945, telah dibahas masalah wilayah Negara Indonesia merdeka yang lebih populer disebut tanah air atau juga “tumpah darah” Indonesia. Dalam sidang-sidang ini yang patut dicatat adalah pendapat Dr. Supomo, S.H. dan Muh.Yamin, S.H. pada 31 Mei 1945, serta Ir.Sukarno pada 1 Juli 1945. Supomo menyatakan,antara lain: “Tentang syarat mutlak lain –lainnya, pertama tentang daerah, saya mufakat dengan pendapat yang menga-takan: pada dasarnya Indonesia yang harus meliputi batas Hindia Belanda…” (Setneg RI, tt : 25). Muh.Yamin menghendaki, antara lain: “….. bahwa Nusantara terang meliputi Sumatera, Jawa-Madura, Sunda Kecil, Borneo, Selebes, Maluku-Ambon, dan Semenanjung Malaya, Timor dan Papua…..Daerah

Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan wilayah dan termuat dalam Ordonantie tahun 1939 yang . atau tumpah darah Indonesia meliputi batas bekas Wilayah Hindia Belanda. tt: 347). Namun. ia dapat menunjukakan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan…”(Setneg RI. antara lain: “…Orang dan tempat tidak dapat dipisihkan. dibutuhkan ketegasan tentang batas wilayah. Tidak dapat di pisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. Allah SWT membuat peta dunia. Seorang anak kecil pun. Untuk menjamin pelestarian kedaulatan. Pasal II—“Segala badan Negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku. jelaslah bahwa wilayah. Pemerintah RI meng-acu pada Aturan Peralihan UUD’45.ccxvi kedaulatan negara Republik Indonesia ialah daerah yang delapan yang menjadi wilayah pusaka bangsa Indonesia” (Setneg RI. Dalam menentukan batas wilayah negara. Dari dasar inilah. meyusun peta dunia. tt : 49). laut bukan lagi sebagai alat pemisah wilayah. tetapi juga untuk menegaskan hak bangsa dan negara dalam pergaulan internasional. serta melindungi unsur wilayah dan kepentingan nasional. selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini”—yang memberlakukan undang-undang sebelumnya. jikalau ia melihat dunia. Wujud geomorfologi Indonesia berdasarkan pancasila—dalam arti persatuan dan kesatuan—menuntut suatu konsep kewilayahan yang memandang daratan/pulau. tanah air. lautan. … Tempat itu yaitu tanah-air. serta udara angkasa di atasnya sebagai satu kesatuan wilayah. Ketegasan batas wilayah tidak saja untuk mempertahankan wilayah. daerah (=Wilayah) tidak perlu masuk dalam UUD (Setneg RI. Tanah-air itu adalah satu kesatuan. tt: 66). Sukarno__bahwa dalam UUD yang modern. Hal ini di jelaskan oleh ketua PPKI__Ir. Adapun yang disepakati sebagai wilayah negara Indonesia adalah bekas wilayah Hindia Belanda. dalam rancangan UUD atau pun dalam keputusan PPKI tentang UUD 1945 ketentuan tentang wilayah negara Indonesia itu tidak dicantumkan. Sokarno dalam pidaonya. Berdasarkan penjelasan dari Ketua PPKI tersebut. kita dapat menunjukkan di mana “kesatuan-kesatuan” di situ.

yaitu keutuhan wilayah negara di lautan. Isi pengumuman tersebut sebagai berikut: 1. penentuan lebar laut wilayah sepanjang 3 mil laut dengan cara penarikan garis pangkal berdasarkan garis pasang surut. tentang “Territoriale Zee en Maritiem Kringen Ordonantie”. tetapi didasarkan pada system penarikan garis lurus (straight base line) yang diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar dari pada pulau-pulau atau bagian pulau yang termasuk ke dalam wilayah negara Republik Indonesia (= point to point theory). Berdasarkan hal itulah. Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi didasarkan pada garis pasang surut (low water line).ccxvii diundangkan pada 26 Agustus 1939 yang dimuat dalam Staatblad No. Penentuan lebar laut wilayah dari 3 mil laut menjadi 12 mil laut. dalam kantongkantong laut nasional tidak berlaku hukum nasional. 2. pada 13 Desember 1957 dikeluarkan pengumuman Pemerintah Republik Indonesia tentang wilayah perairan Negara Republik Indonesia yang dikenal sebagai “Deklarasi Juanda” – Ir. 442 tahun 1939. 422 tahun 1939. Sementara itu. Ketentuan demikian itu mempunyai konsekuensi bahwa secara hipotetis setiap pulau yang merupakan bagian wilayah negara Republik Indonesia mempunyai laut territorial sendiri-sendiri. Di dalam deklarasi ini terkandung kepentingan dan tujuan bangsa Indonesia. yang dikenal pula mengikuti contour pulau/darat. Dengan demikian. di sisi luar atau sisi laut (outer limits) dari tiap-tiap laut territorial dijumpai laut bebas. Berdasarkan ketentuan ordonansi ini. Juanda pada periode itu sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia – yang pada hakikatnya melakukan perubahan terhadap ketentuan ordonansi pada lembaran negara (staatblad) No. . Deklarasi Juanda pada hakikatnya adalah menerapkan asas archipelago atau Nusantara. Jarak antara satu pulau dengan pulau lain yang menjadi bagian wilayah negara Republik Indonesia “dipisahkan” oleh adanya kantong-kantong laut yang berstatus sebagai laut bebas yang berada di luar yuridiksi nasional.

Negara-negara yang berkepentingan terhadap usaha perikanan laut. deklarasi ini diakomodasikan dalam rangkaian peraturan perundangundangan sebagai berikut: 1. Tidak kalah penting adalah tantangan ke dalam. serta 4. 3. antara lain tentang lalu lintas laut damai kendaraan air asing di perairan pedalaman. Undang-Undang No. diberikan penjelasan dan kejelasan sebagai berikut: a. pengertian. laut wilayah Indonesia. Makna dan pengertian perairan Indonesia. tetapi atas dasar base line. Tantangan Bangsa Indonesia Akibat Deklarasi Juanda Dengan adanya Deklarasi Juanda. Negara-negara maritim yang memiliki armada angkutan niaga besar. 4 PRP tahun 1960 tentang perairan Indonesia. Dalam UU ini. Peraturan ini menentukan aturan-aturan. Alasan atau argumentasi perlunya meninjau kembali peraturan tentang penentuan batas laut wilayah. 2005). secara yuridis formal negara Indonesia menjadi utuh tidak terpecah lagi. yakni mema-hami makna negara kepulauan dan makna “benua maritime” (Zen. 8 tahun 1960 tentang lalu-lintas laut damai perairan Indonesia. Peraturan Pemerintah No. menghilangkan paham bahwa batas wilayah tidak lagi berdasarkan garis pantai atau contour/coastline base.ccxviii Selanjutnya. Hal ini menimbulkan reaksi beberapa negara yang beragam dan dapat dikatagorikan menjadi 4 macam reaksi sebagai berikut (Kusumaatmaja. serta bentuk dan luas kedaulatan wilayah Nusantara sejak “Deklarasi Juanda 1957”. dan makna lalu lintas damai kendaraan asing. Negara maritim besar—terutama negara adidaya—dalam rangka mencapai tujuan strategi global. Selain itu. . 2. Negara-negara ASEAN termasuk Australia dan kini Timor Leste. b. serta perairan pedalaman Indonesia. 2. 2002: 26): 1.

Res Nullius: Laut tidak ada yang memiliki. Belanda dan Inggris merasa bahwa mereka tidak harus tunduk pada negara yang lebih “primitif”. 3. Namun. sebelum membahas polemik yang menghasilkan rezim hukum laut. seorang ahli hukum internasional Belanda memberikan teori “Mare Liberum” (laut bebas). serta tidak dapat dipakai sembunyi. Laut tidak dapat di kuasai suatu negara dengan jalan “okupasi” (menduduk). 2. karena itu dapat diambil dan dimiliki setiap negara. 4. laut praktis hanya menjadi milik Spanyol dan Portugal sehingga ada semacam pembagian wilayah yuridiksi dari kedua Negara tersebut. Res Communis: Laut milik masyarakat dunia. GEOPOLITIK DAN HUKUM KEWILAYAHAN Hukum Laut dan Perkembangannya Perkembangan Sejarah hukum laut tidak lepas dari kemajuan teknologi maritime— perkapalan dan kepelabuhanan – Belanda dan Inggris. falsafah hukum laut yang berbuntut pada perebutan wilayah laut yakni: 1. 1995). serta orientasi komoditi perdagangan dunia (Simbolon. karena itu tidak dapat diambil/dimiliki oleh setiap negara. Oleh Karena itu. Setelah Perang Salib sampai dengan bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). 1. hukum laut banyak ditentukan oleh polemik bangsa Belanda dan Inggris. tidak dapat dikuasai secara mutlak (tidak dapat dikaveling. sulit diberi tanda). 2. karena itu laut menjadi bebas. para ahli hukum dari kedua negara tersebut saling berpolemik mengeluarkan argumentasi tentang hak atas laut. datar dan tebuka. Oleh karena itu. . Dari hakikat tersebut timbul. teknologi maritime Belanda dan Inggris melampaui Spanyol dan Portugal. bebas.ccxix C. serta relatif tetap dan tidak mudah dirusak. serta media untuk bermacam-macam alat angkut. Bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). Hugo Grotius. ada baiknya dibahas terlebih dahulu hakikat laut. Hakikat laut adalah: 1. terutama yang bervolume besar. merdeka dan bergerak.

Selden menginginkan adanya hak lintas damai bagi kapal-kapal dengan alasan untuk membeli suplai segar dari negara pantai. Grotius memuat argument bahwa. Selanjutnya . setiap negara dapat menguasai laut. dibahas beberapa masalah yang menyangkut hukum laut: 1.ccxx 2. laut wilayah dapat dimiliki sepanjang dapat dikuasai dari darat. Ini berarti laut hanya milik negara pantai. yang merupakan tindak lanjut dari United Nations Convention on the of the sea—di kenal UNCLOS 1982—berdasarkan persetujuan 118 negara di Montego Bay. John Selden. seorang ahli hukum Inggris yang pada tahun 1635 menulis tentang hukum laut dengan judul. sebagai jawaban atas teori Grotius. Akibat konvensi hukum laut. Sebagai koreksi atas tulisan tersebut di atas.Ketentuan ini berlaku hingga tahun 1994. . Garis dasar adalah garis yang menghubungkan titik-titik terluar pulau terluar. Perairan Pedalaman (Internal Waters): wilayah laut sebelah dalam dari daratan/sebelah dalam dari GP. Laut Teritorial/Laut Wilayah (Territorial Sea): wilayah laut yang lebarnya tidak melebihi 12 mil dari garis pangkal/garis dasar (base line). timbul bermacam tipe perairan. “Mare Clausum” (hak kuasa laut). 2. laut antar pulau menjadi Perairan pedalaman (internal water) Selanjutnya. Untuk itu. Negara pantai mempunyai kedaulatan penuh. tahun 1982. Argumentasi ini didasari bahwa jangkauan meriam kurang lebih 3 mil. Dengan demikian. Jamaica. Cornelis Bijenkershoek (seorang Belanda) berpandapat bahwa laut wilayah adalah 3 mil laut dari pantai pada saat pasang surut. hal ini tidak terlepas karena perhatian orang yang besar pada laut. laut wilayah dan laut pedalaman dikenalkan sebagai laut Nusantara. Menurutnya. yaitu dengan adanya pengesahan melalui Sidang Umum PBB. Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Dekla-rasi tanggal 13 Desember 1957 mengajukan NKRI perlu laut wilaya (territory water) selebar 12 mil laut dari Garis Pangkal/Garis Dasar (base line) atas dasar “point to point theory”.

6. Landas Kontinen (Continental Shelf): wilayah laut Negara Pantai meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya. alur yang di tentukan dengan merangkai garis sumbuh pada peta.ccxxi 3. imi-grasi. Jarak 200 mil GP atau maksimal 350 mil. baik berpantai maupun tidak berpantai. atau tidak melebihi 100 mil dari kedalaman 2. 4. konservasi. Lintas damai: bernavigasi melalui laut teritorial suatu negara sepanjng tidak merugikan kedamaian. 5.antara lain: 1. Alur Laut Kepulauan: a. b. terletak di luar laut teritorial sepanjang merupakan kelanjutan alamiah wilayah. alur laut ditentukan oleh Negara Kepulauan untuk alur laut dan jalur penerbangan di atasnya yang cocok di gunakan untuk lintas kapal dan jalur pesawat terbang asing. serta . b. 3. Zona Tambahan (Contigous Zone): wilayah laut yang lebarnya ti-dak boleh melebihi 12 mil dari Laut Teritorial. Negara lain menuntut beberapa hak—yang sebenarnya adalah jaminan—dari Negara ke pulauan. Dengan adanya ketentuan di atas. Lintas: berlayar/bernavigasi melalui laut territorial. Negara yang bersangkutan mempunyai hak berdaulat untuk kepentingan eksplorasi dan eksploi-tasi. dan pengelolaan sumber kekayaan hayati perairan. termasuk masuk dan keluar perairan pedalaman untuk singgah di salah satu pelabuhan.500 m. Laut Lepas (High Seas): dikenal pula sebagai laut bebas/laut Inter-nasional : Wilayah laut > 200 mil dari Garis Pangkal. laut terbuka untuk semua negara.atau keamanan negara yang bersangkutan. fiskal. 5. 2.kapal dan pesawat terbang tidak boleh melintas lebih dari 25 mil kiri/kanan dan garis sumbuh. Laut Lepas: a. serta Lintas transit: bernavigasi melintasi pada selat ynag di gunakan untuk pelayaran internasional antara laut lepas/ZEE yang lain. serta sanitasi dalam wilayah laut territorial. semua bagian laut yang tak termaksud laut territorial baik perairan pedalam maupun ZEE. ketertiban. Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone): wilayah laut yang tidak melebihi 200 mil dari GP. 4. merupakan wilayah Negara Pantai untuk melakukan pengawasan pabean.

khususnya dari sumber kekayaan laut. Beberapa teori yang menjadi polemic para hukum di antaranya: 1. Perubahan peta bumi terjadi setelah perang dunia ke II karena telah lahir banyak Negara nasional baru yang memiliki laut. . Kemajuan teknologi berdampak pada meningkatnya kemampuan manusia dalam memanfatakan laut. serta menjadi salah satu penghidupan. 2. pembebasan udara tanpa batas atau kebebasan udara terbatas?. Bertambahnya jumlah penduduk harus diimbangi dengan kenaikan produksi. b. pemanfaatannya diken-dalikan secara internasional dan tidak boleh di jadikan subjek negara kolong. yaitu Ruang Udara dan Ruang Antariksa. Ruang Udara berada di atas suatu wilayah negara dan dikategorikan sebagai Ruang Udara Nasional atau wilayah kedaulatan negara kolong. Teori Negara berdaulat di Udara (Ari Sovereignty Theory ): behwa Negara kolong berdaulat penuh tanpa batas ke atas. 3. untuk laut lepas semua negara berhak berlayar. perlu di perhatikan: a. Beberapa Perhatian Manusia Terhadap Laut 1. Perlu pengaturan bersama pemanfatan laut dan lingkungan untuk bangsa-bangsa. 2. Laut untuk kelangsungan hidup bangsa dan kesejahteraan rakyat. Dengan demikian. terbang riset ilmiah dan menangkap ikan. karena itu timbul perbedaan persepsi. yang pemanfaatannya dikendalikan oleh negara tersebut. Hal ini juga menimbulkan perbedaan persepsi: kedaulatan negara kolong berdaulat penuh tetapi dibatasi oleh hak lintas damai?. selain itu ditinjau dari segi militer merupakan wahana pertahanan. Adapun Ruang Antariksa. laut untuk menjamin integrasi. Bagi bangsa Indonesia. Hukum Dirgantara dan Perkembangannya Ruang digantara dapat di bagi menjadi dua bagian. 4. Teori Udara Bebas (Air Freedom Theory): bahwa Ruang Udara Be-bas dapat digunakan siapa saja. sarana perhu-bungan dan tersportasi.ccxxii c.

30 km atau s.d. 5. menurut Teori Udara Schacter. Batas Wilayah Udara. Sampai kini masih belum ada kesepakatan (tahun 1910 pernah di tentukan batas ketinggian kurang lebih 500 km). Medium Earth Orbit (MEO).apalagi di bawah khatulistiwa yang memiliki jalur GSO. Geostationery Satellite Orbit (GSO) Geostationery Satellite Orbit adalah suatu orbit yang berbentuk cincin terletak pada enam radian bumi di atas garis khatulistiwa. Sementara itu. batas ruang udara dan ruang antariksa di tetapkan 100/110 km. Kemudian. Seperti halnya dengan hukum laut. Penggunaan damai bagi antariksa. disepakati ditarik garis dari “pusat bumi” sampai batas ruang angkasa/antariksa yang membentuk kerucut terbalik. Paling sedikit tujuan yang ingin di capai Indonesia ialah Ruang Udara Indonesia sebagai wilayah udarah (air soverignty) nasional dan ruang antariksa Indonesia sebagai wilayah kepentingan (air juridiction) ZEE atau landas kontinen. 4. Indonesia memiliki ruang digantara yang luas. Oleh karena itu. Low Earth Orbit (LEO). Dalamhal ini. Perjanjian Ruang Antariksa (Space Treaty): 6. Antariksa dan badan-badannya dianggap menjadi wilayah internasional. luas daerah udara lebih luas dari pada luas daratan dan lautan. Cara menentukan wilayah udara ada perbedaan. yaitu apabila ditarik garis tegak lurus dari permukaan bumi ke atas.ccxxiii 3. GSO untuk meletakkan satelit komunikasi agar satelit tersebut berada pada posisi tetap di ruang angkasa terhadap bumi. luas daratan dan lautan = luas udara.first serve” yang merugikan negara sedang berkembang. bahwa batas ketinggian s. Namun dalam perjanjian ini juga berlaku pemafaatan ruang antariksa berdasarkan “first come. balon dan pesawat terbang dapat mengapung dan diterbangkan. Sementara itu. Ketinggian GSO km di atas permukaan bumi. tetapi ada daerah yang lowong dan dapat menimbulkan masalah. GSO mempunyai tiga keunikan.d. Teori penguasaan Cooper menyatakan bahwa batas ketinggian ditentukan kemampuan teknologi setiap Negara. yang meliputi manfaatan wilayah Geostationary Satellite Orbit (GSO). Indonesia menuntut berlakunya kedaulatan negara kolong terhadap Ruang Digantara. Indonesia juga menuntut perlakuan yang sama terhadap ukum udara. Masalah Ketinggian. antara lain: .

Dasar: Pengumuman Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 PEPERPU No. GSO hanya pada padang khatulistiwa. yaitu tebal 30 km lebar 150 km. 4 detik).ccxxiv 1. 56 menit.8 juta km2. GSO menjadi sumberdaya alam terbatas. Luas Wilayah: Bertambah 5. Dasar: Ordonansi Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim No. Ukuran: 12 mil dari garis pangkal (point to point theory) Luas Wilayah: bertambah 4. Masa Penjajahan (Belanda dan Jepang). menjadi 9. Konstitusi RIS.5% keliling GSO. 442?1939. menjadi 6. 3. 13 Desember 1957. 2. serta 24 Satelit pada orbit ini akan mengelilingi bumi dari barat ke timurdengan masa orbit jam (23 jam. Wilayah Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.997 km atau 12. 2 juta km2 Setelah Proklamasi s. Dasar: Pengumuman Pemerintah tentang Zone Ekonomi Eksklusif UU No. UUDS 1950. Ukuran terbatas.d. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 ( Deklarasi Juanda).110 km. 5/1983 tentang Zone Ekonomi Eksklusif (Pembenahan Kekayaan Alam dan Potensi Alam). 4/1960 tentang Pemerintahan Indonesia. 0.2 juta km2 . Dasar: Ketentuan Peralihan UUD 1945. tetap berlaku Ordonansi No. UU No. Panjang garis khatulistiwa Indonesia 6. 3. GSO Indonesia 9. ruas GSO ada di negara khatulistiwa. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969 (Landasan Kontinen). Dasar: Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969. 3.7 km2 Pengumuman Pemerintah tahun 1980 (Zone Ekonomi Eksklusif). 1/1973 tentang Landasan Kontinen.422/1939 (territoralle Zee en Maritiem Krigen Ordonantie No.422/1939) Ukuran: 3 mil dari garis pantai pada saat pasang surut (low water) Luar Wilayah: 2.5 juta km2.9 juta km2. Luas Wilayah: Bertambah 2.

Pembagian Daerah Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi. wilayah negara dibagi atas daerah besar dan daerah kecil. Untuk keperluan tersebut. Asas ini bertentangan dengan Deklarasi Pemerintaan RI yang telah dilakukan melalui UNCLOS. GEOPOLITIK DAN OTONOMI DAERAH Latar Belakang Sentralisasi pelayanan dan pembinaan kepada rakyat tidak mungkin dilakukan dari pusat saja. yang meliputi: 1. 6/1996 tentang perairan Indonesia. . serta telah diratifikasi dengan UU No. Dekonsentrasi: diselenggarakan karena tidak semua tugas-tugas teknis pelayanan kepada rakyat dapat diselenggarakan dengan baik oleh Pemerintah Daerah (kabupaten/kota). Oleh karena itu. tetapi tujuan utamanya adalah pelayanan kepada rakyat/publik. Kebijakan desentralisasi mempunyai tujuan politis dan tujuan administrasi. 2. output-nya hendaknya berupa pemenuhan bahan kebutuhan pokok rakyat—public goods—dan peraturan daerah public regulation—agar rakyat tertib dan adanya kepastian hukum. 32/2004). Desentralisasi pelayanan rakyat/public. Otonomi daerah bertujuan memudahkan pelayanan kepada rakyat/publik. Oleh karena itu. Sejak masa masa penjajahan Belanda. Desentralisasi merupakan powersharing (otonomi formal dan otonomi material). 32/2004). otonomi daerah di Indonesia secara luas tidak/belum pernah terlaksana. diperlukan asa dalam mengelola daerah.serta daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai pemerintah daerah (pasal 2 UU No. dan setelah kemerdekaan otonomi masih dalam bentuk dekonsentrasi. Pada kenyataanya. Adapun filsafat yang dianut adalah: Pemerintah Daerah ada karena ada rakyat yang harus dilayani. Pemerintah provinsi yang berbatasan dengan laut memiliki kewenangan laut sejauh 12 mil laut diukur dari garis pantai kea rah laut lepas dan ke arah perairan kepulauan (pasal18 ayat [4] UU No. Jepang. Dekonsentrasi terdiri atas fungsional (kanwil/kandep) dan integrasi (kepala wilayah).ccxxv D.

dan kecamatan. d. Sulawesi Tengah. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. Pada masa penjajahan Belanda. penanggulangan masalah sosial llintas kabupaten/kota Kewenangan Wajib Pemerintah Daerah Provinsi (Pasal 13) . f. 2. perlu adanya perhatian khusus pada wilayah yang dilalui Alur Laut Kepulauan Riau. baik yang berupa konflik fisik maupun konflik nonfisik (keinginan memisahkan diri dengan membentuk provinsi baru). penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. kabupaten/kota. 1987: 55) jangan sampai menyemangati pemekaran wilayah atas dasar pendekatan kebudayaan sehingga menimbulkan benturan budaya yang berakibat pecahnya negara nasional (Huntington. moneter dan fiskal nasional. Pembagian Kewenangan (UU No. c. kewedaan. wilayah Indonesia terbagi berdasarkan subkultur dengan dibentuknya daerah keresidenan. Riau Kepulauan. penanganan bidang kesehatan. Kalimantan Barat. penyediaan sarana dan prasarana umum. e. keamanan.32/2004 tentang Pemerintaan Daerah) 1. Perencanaan. e. Globalisasi yang menyebabkan adanya Global Parados (Naisbit. ada yang patut diwaspadai bahwa semangat otonomi seharusnya tidak menjurus pada semangat pembentukan daerah berdasarkan etnik atau subkultur. serta Maluku dan Maluku Utara—yang bebrapa saat lalu hingga kini tetap bergejolak. a. d. b. Banten. wilayah-wilayah tersebut terbagi habis menjadi provinsi. Sulawesi Barat. Pulau Lombok. dan pengawasan tata ruang. dan agama. yustisi. g. keresidenan. c. f.ccxxvi Sehubungan dengan ini. Kewenangan Pemerintah (Pasal 10 Ayat [3]): a. 1996:100). politik luar negeri. Oleh karena itu. Selanjutnya. b. pemanfaatan. Bangka-Belitung. pertahanan.

usaha kecil. n. i. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. Pasal 14): a. l. pemanfaatan. pelayanan administrasi umum pemerintahan.ccxxvii h. pelayanan bidang ketenagakerjaan. penyediaan sarana dan prasarana umum. pelayanan administrasi umum pemerintahan. dan urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. penanganan bidang kesehatan. f. b. c. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. p. penanggulangan masalah sosial. . k. usaha kecil. p. pengendalian lingkungan hidup. penyelenggaraan pendidikan. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masayarakat. j. i. o. k. fsilitasi pengembangan koperasi. h. pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota fsilitasi pengembangan koperasi. dan menengah. j. n. g. perencanaan dan pengendalian pembangunan. perencanaan. pengendalian lingkungan hidup. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. pelayanan pertanahan. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. m. l. dan menengah. dan pengawasan tata ruang. m. Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota (pada dasarnya sama. e. termasuk lintas kabupaten/kota. d. pelayanan administrasi penanaman modal. tetapi dalam skala kabupaten/kota. o. 3. pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil.

c. b. ikut serta pemeliharaan keamanan. dana bagi hasil dari pajak dan sumber daya alam. Lain-lain penerimaan yang sah termasuk Dana Darurat. eksplorasi. Adapun batas wilayahnya adalah paling jauh 12 mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan 1/3-nya menjadi kewenangan daerah kabupaten/kota. antara lain: 1. dan ikur serta dalam pertahanan kedaulatan negara. berasal dari pinjaman APBN. Agar adil dan merata. b. d. f. dan pengelolaan laut. pengaturan administrasi. dan c. pajak daerah. b. Dari ketentuan tersebut. Dana Perimbangan Daerah.lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. e. 4. Pinjaman daerah: daerah dapat meminjam dari dalam negeri dan luar negeri (melalui Pemerintah Pusat) dengan persetujuan DPR. Pendapatan Asli Daerah : a. pengaturan tata ruang. dana alokasi khusus. Sumber Penerimaan Pelaksanaan Desentralisasi Membagi adil dan merata hasil potensi masyarakat. U . Kewenangan Pemerintah Daerah untuk mengelola sumber daya alam dan sumber daya lainnya di wilayah laut (Pasal 18): a. 2. c. dan d. terdiri atas: a. diperlukan aturan yang baku. 3. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah.retribusi daerah. hasil pengelolaan kekayaan daerah. konservasi.ccxxviii 4. eksploitasi.dana alokasi umum. dikeluarkan beberapa istilah tentang dana untuk keperluan pembinaan wilayah.

22/1999 tentang Pemerintahan Daerah. Dorongan politik. 2004: 151) terjadi antara lain: 1. RTRW Kabupaten dan Kota masih di bawah 50% yang telah menjadi Perda (dikukuhkan). serta 3. Namun. dan lain-lain). Dorongan sosial budaya. baik melalui okupasi diam-diam (silent occupation) maupun melalul penetrasi budaya dan ekonomi. dan telah menjadi Perda. Mereka sering mengabaikan daerah "hinterland' (pedalaman). Dari 91 pulau yang menjadi titik batas (point) ada 12 pulau yang rawan diserobot oleh negara lain.batas resmi. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagal Marine Cadastre. Dengan diundangkannya UU No. Pembinaan wilayah frontier laut hendaknya mendapat prioritas. Daerah frontier terbentuk karena sifat manusia yang saling bergantung. ternyata perlu mengubah K . 32/2004. berupa kesamaan subkultur (suku) dan kemudahan mendapatkan fasilitas perlindungan masa depan (sekolah. mengingat banyak pulaupulau sepanjang perbatasan yang rawan untuk dikuasai negara tetangga. Daerah frontier (Sunardi. berupa kemudahan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. yang dikukuhkan melalui perjanjian internasional dengan negara jiran.ccxxix Daerah Frontier Banyak pimpinan daerah politisi dan pejabat daerah yang tidak menyadari dan mendalami makna filosofi otonomi daerah sehingga ada wilayah yang terpencil. daerah ini merupakan daerah "frontier". Kehidupan masyarakat Indonesia dengan masyarakat negara jiran menjadi saling mempengaruhi. terjadi pergeseran batas negara secara imajiner. baik provinsi maupun kabupaten dan kota. bahkan terisolasi pada era globalisasi. antara lain adanya kepastian hukum dan tidak menutup kemungkinan adanya tuntutan referendum. Pada saat mengacu UU No. RTRW Provinsi sudah sesuai. 2. kesehatan/social security. Akibatnya. tetapi apabila hinterlatid ini berada di tapal batas . Dorongan ekonomi. Rencana Tata Ruang Wilayah Berkaitan dengan diundangkannya UU No. Untuk itu. baik dengan manusia maupun dengan alam sehingga terjadi simbiosis. perlu ditinjau kembali rencana tata ruang wilayah (RTRW). 32/2004.

2. persamaan. dan berkelanjutan. Dari gambaran tersebut. jelaslah bahwa masyarakat dan pemerintah sering mengabaikan baku mutu lingkungan.ccxxx RTRW. yaitu dengan terabaikannya salah satu sektor. maka akan didapat hal-hal berikut: 1. 2. Kewajiban memiliki analisis dampak lingkungan (amdal) sering terabaikan karena kurang disadari oleh para pejabat di daerah. Masuknya limbah B-3 sebagai barang impor menandakan bahwa Indonesia masih belum—mungkin tidak—tahu akan bahaya limbah B-3 yang dimasukkan sebagai pupuk untuk pertanian. Keterbukaan. . Kerusakan lingkungan pada pulau-pulau yang tidak berpenghuni seperti halnya kasus di atas pada gilirannya akan merugikan masyarakat. Tercapainya kelestarian lingkungan hidup. Kurangnya pemahaman akan makna hakikat negara Nusantara. semua komponen masyarakat hendaknya mengacu pada filsafat yang mendasarinya. Dengan menyadari akan filsofi ini. 4. Terjaminnya generasi masa kini clan generasi masa depan. serasi. dan perlinclungan hukum. keadilan. Pemanfaatan ruang bagi semua kepentingm secara terpadu. tidak hanya mengacu pada kepentingan daerah semata (UU No. Sebagai contoh. Padahal. dan keseimbangan antara manusia dan alam. selaras. tetapi juga provinsi lain. menyebabkan meningkatnya kerusakan lingkungan tidak saja di darat. 24/1992). 3. tetapi juga di daerah maritim. Pulau-pulau tempat teronggoknya limbah B-3 temyata belum terencana peruntukannya oleh Pemerintah. Oleh karena itu. terwujudnya manusia indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap untuk melindungi dan membina lingkungan hidup. Pengubahan RTRW hendaknya mengacu pada kepentingan nasional. yaitu: 1. perlu standardisasi penataan ruang dan sudah barang tentu mengacu pada asas negara kepulauan. keserasian. baik oleh pusat maupun daerah. berdaya guna dan berhasil guna. Kasus yang sekarang masih terkatung-katung hingga kini adalah masih adanya limbah B-3 dari Singapura yang dionggokkan di pulau-pulau Provinsi Kepulauan Riau. Selama ini sering RTRW lebih berorientasi pada negara kontinen sehingga upaya pembenahan pantai kurang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup. Tercapainya kelestarian. reklamasi pantai utara DKI Jakarta dengan menebang hutan bakau menimbulkan banjir yang tidak saja menimpa DKI Jakarta.

serta para pemimpin nonformal—di negeri ini.ccxxxi 5. tetapi tidak tabu apa atau pulau mana yang hilang. 6. Ini juga disebabkan kurangnya perhatian pengambil kebijakan—negarawan. lengkap dengan tata letak (koordinat pada peta taut) dan konfigurasinya—luas. Akibatnya. Pendaftaran Wilayah Maritim (Marine Cadastre) Tanah Air Indonesia memiliki sebanyak 17. Jangan sampai Indonesia kehilangan pulau. Oleh karena itu. Adapun keuntungan yang didapat dari Marine Cadastre. Untuk itu.703 pulau dan sisanya sebanyak 11. seperti sekarang ini yang berakibat pada konflik di kalangan masyarakat. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. antara lain: 1. 2. . diharapkan Indonesia mampu menginventarisasi jumlah pulau. penyusunan rtrw perlu benar-benar terpadu. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagai Marine Cadastre. Dapat menuntut hak (claim) atas pulau tersebut di wilayah Indonesia apabila diduduki secara diam-diam oleh negara tetangga. dokumentasi nasional tentang konfigurasi kepulauan Indonesia tidak jelas. 3. Walhasil. Dengan adanya Marine Cadastre.504 pulau dan yang bernama hanya 5. serta ciri flora dan fauna—sehingga akan mudah bagi Indonesia untuk mendaftarkan diri ke PBB di New York. 2005). serta Memberikan batas wewenang pada daerah otonom tentang batas laut berdasarkan koordinat tidak berdasarkan perkiraan. banyak pulau-pulau yang hilang—dituntut kepemilikannya oleh negara jiran ataupun menjadi rusak karena alam dan manusia Indonesia—yang tidak diketahui. serta Terlindungnya nkri dari dampak kegiatan di luar wilayah nkri yang menyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup.801 belum bernama (Data Mabes TNI. bahkan gelap. dengan upaya proaktif. politisi. letak.

Penambahan ALKI dapat mengakibatkan wilayah Indonesia terbuka kembali. 2. Dalam menghadapi australia dengan proyek australia maritimeidentification zone (amiz). serta nelayan ikut memonitor para pengganggu negara yang melakukan pencurian ikan. perlu diwaspadai adanya ”five power defence agreement” yang masih berlaku. dengan ditindak lanjuti secara proaktif dalam bentuk pengawasan. Upaya Menghadapi Geopolitik dan Geostrategi Negara Jiran Dalam menghadapi ASEAN dan Australia. yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut. Meningkatkan kemampuan nelayan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut. tindakan Indonesia paling tidak : 1. Pembangunan desa pantai. 3. Dengan demikian. Apabila menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan: 1. tidak seperti sekarang ini yang masih dibangun oleh petani gunung. karena itu nelayan harus belajar membaca peta laut dan menggunakan peralatan navigasi dengan lebih baik. 2. Dalam menghadapi negara adidaya yang sejak semula menentang negara Nusantara.ccxxxii E. dan perusakan alat navigasi laut. 3. 2. hendaknya Indonesia tetap menolak penambahan ALKI. pencemaran lingkungan. . Dalam menghadapi malaysia dan singapura yang menggunakan kekerasan. indonesia harus segera mengidentifikasikan pulau-pulau yang tersebar luas. serta Dengan adanya kunjungan presiden dan wakil presiden ke perbatasan diharapkan akan meningkatkan rasa nasionalisme rakyat indonesia. ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia. laut nusantara menjadi ”high seas”. Dalam menghadapi negara yang memiliki armada angkutan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi: 1. 4. Mewaspadai "silent occupation" dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim. penambahan ALKI sesuai dengan permintaan International Maritime Organization harus tetap ditolak karena pada hakikatnya akan membuat wilayah Indonesia menjadi terbuka sehingga kontraproduktif dibandingkan dengan Deklarasi Juanda.

sedangkan menurut istilah geopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi. 5) Otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia. 2) Geopolitik penting untuk dipelajari dan diketahui karena mengkaji makna strategis suatu wilayah geografi. Jelaskan pengertian geopolitik 2.(Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah) 6) Pelaksanaan otonomi daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang meliputi kemampuan si pelaksana. luas. sejarah dan ilmu social. dan kemampuan dalam berorganisasi. dengan merujuk kepada percaturan politik internasional. kemampuan dalam keuangan. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Menurut etimologi geopolitik berasal dari dua kata yaitu “geo” yang berarti bumi dan “politik” yang berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan. 4) Tujuan bangsa indonesia dilihat dari konsep geopolitknya adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional.ccxxxiii PENUTUP Dari pembahasan tentang Geopolitik Indonesia. 3) Geopolitik indonesia dinamakan wawasan nusantara. Jelaskan konsepsi-konsepsi geopolitik . SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan. yang mencakup lokasi. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa indonesia tentang dirinya yang bhinneka. serta sumber daya alam wilayah Negara tersebut. serta lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. ketersediaan alat dan bahan.

2001. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. London: Fontana. 2002. Bandung: Alumni. Ma : US Naval Institutem Djalal. 2003. John (terjemahan). Jakarta: Binarupa Aksara. Semakin Besar Ekonomi Dunia Semakin Kuat Perusahaan Kecil. Menjadi Indonesia. The Borderless World. Chaidir Drs. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1974. Jakarta: PT Kuadernita Adidarma. Jakarta : Balai Pustaka. Sumardi. 1995. Ditjen Dikti. Sunardi. Ketahanan Nasional. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Jakarta: Ditjen Dikti. Gambarkan secara singkat kondisi geopolitik Indonesia 4. Kenichi. 1996. Jakarta: Ditjen Dikti Depnas. DR. Depdiknas. 1991. Konsep Hukum Negara Nusantara Pada Konvensi Hukum Laut III. Prof.London. John M. Kusumatmadja. 1996. R. Buku I. Principle and Practices. 2001. Akar-akar Kebangsaan Indonesia. Ermaya dan Alex Dinuth (Pnyt). Wawasan Nasional Indonesia. Samuel P.ccxxxiv 3. Simbolon. Hasyim. Grand Strategy. 1995. Naisbitt. Jakarta: Kompas. Hak Cipta. dalam rangka nemperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. M. Serpong: Lembaga Ilmu Humaniora ITI. Juajir. Hukum Ruang Angkasa (Suatu Pengantar). Jakarta: C S I S Huntington.. 1981.Si. Power and Strategy in the Interlined Economy. Pembinaan Ketahanan Bangsa. 2004. Ohmae. Soewarso. Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK Pendidikan Kewarganegaraan. Wawasan Nusantara. Parakitri T. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan (untuk Mahasiswa) bag I & II . Anna-polis. Wawasan Nusantara. Jelaskan wawasan nusantara sebagai landasan geopolitik Indonesia BAHAN BACAAN Basrie. 1994. Jakarta: Paradigma Cipta Tatrigama . Collins. M. 1995. The Clash of Civilization and the Remaking of the World Order. Mochtar. UK: Touchstone Book Co. Indonesia and the Law of the Sea. Suradinata. 2002. Global Paradox. ---------.

baik pada masa lampau. perdamaian abadi. Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat kepada para penyelenggara negara agar dalam hidup berbangsa dan negara dalam lingkup nasional diarahkan untuk mewujudkan upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Geostrategi Indonesia pada dasarnya adalah strategi nasional bangsa Indonesia dalam memanfaatkan wilayah negara republik Indonesia sebagai ruang hidup nasional untuk merancang arahan tentang kebijakan.ccxxxv BAB XII GEOSTRATEGI INDONESIA A. maupun masa mendatang. dan hankam. Jelaskan Pengertian geostrategi 2. dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. serta sasaran pembangunan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional tersebut. Latar Belakang Geostrategi merupakan masalah penting bagi setiap bangsa. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Semua ini dalam rangka menentukan kebijakan. Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. untuk memajukan kesejahteraan umum. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. sarana. politis. sosial budaya. Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi "Ketahanan Nasional". serta tujuan nasional melalui pembangunan. B. Dengan demikian. Selain itu. ekonomis. dan sasaran perwujudan kepentingan. dan keadilan sosial. sarana. kini. mencerdaskan kehidupan bangsa. Geostrategi menjadi sangat penting karena setiap bangsa yang telah menegara membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negara sebagai ruang hidup nasional. suatu bangsa itu tetap eksis dalam arti ideologis. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional .

Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. . 3. Menyadari bahwa Ketahanan Nasional sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 2. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional. 4. Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional.ccxxxvi C. serta 5. Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional. Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1.

Pengertian Geostrategi Geostartegi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan kebijakan. Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina. melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan. b. Pengertian Geostrategi Dan Geostrategi Indonesia a. Oleh karena itu. Geostrategi dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan tujuan politik. serta sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional. Pengertian Geostrategi Indonesia Merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan. geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang. dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. aman. Isi konsep geostrategi Indonesia yang tenimus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh Komunis. Pada tahun 1965-an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: Bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. tujuan. B.ccxxxvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. juga untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan . tujuan. dan sejahtera.

baik yang berbasis pada aspek ideologi. baik bersifat internal maupun ekstemal. Hal ini untuk upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. dan hankam. Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat pokok sebagai benkut. Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam: 1 ) menegakkan hukum dan ketertiban (law and order). b. dan gangguan. Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi. 2) terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and prosperity). serta 5) tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan din (freedom of the people). sosial budaya. Gagasan ini agak lebih progresif. tapi tetap terlihat konsep geostrategi Indonesia baru sekadar membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan penangkal bahaya. tantangan. maupun aspek-aspek alamiah. Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional. politik. Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. 4) terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (yuridical justice and social . metode. justice).ccxxxviii menangkal ancaman. dan doktrin dalam pembangunan nasional. Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh negara-negara yang lain dengan bertujuan : a. 3) terselenggaranya pertahanan dan keamanan (defense and prosperity). Pada era itu konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan untuk menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga tujuan nasional dapat tercapai. hambatan.

identitas. Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia a. b. dan hankarn sehingga tercapai kesejahteraan rakyat. SKEP/1382/XG/1974. 5) Gagasan Tannas menurut GBHN 1978-1997. geostrategi Indonesia ditujukan menangkal segala bentuk ancaman. baik yang datang dari luar maupun dan dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. dan tantangan. serta perjuangan nasional.ccxxxix a. integritas. sosial budaya. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. serta eksistensi bangsa dan negara Indonesia. membahayakan integritas. 2) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1963-an.Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala kekuatan.Tannas adalah pertahanan wilayah oleh seluruh rakyat.Ketahanan Nasional adalah merupakan kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan. 3) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1969-an. ekonomi. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan. Bersifat daya tangkal. ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman. gangguan. gangguan. 4) Gagasan Tannas berdasar SK Menhankam/Pangab No. baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang langsung ataupun tidak langsung. Bersifat developmental/pengembangan. politik. . hambatan. Perkembangan Konsep Pengertian Tannas 1) Gagasan Tannas oleh Seskoad tahun 1960-an. kelangsungan hidup bangsa dan negara. Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala ancaman. yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi.Tannas adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. C. dan tantangan terhadap identitas.

Sifat-sifat ketahanan nasional adalah sebagai benkut : 1) manunggal. Kelemahan salah satu bidang akan mengakibatkan kelemahan bidang yang lain. Ketahanan nasional ini bergantung pada kemampuan bangsa dan seluruh warga negara dalam membina aspek alamiah serta aspek sosial sebagai landasan penyelenggaraan kehidupan nasional di segala bidang. Sifat-Sifat Ketahanan Nasional. Ketahanan Nasional mengandung makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional. Untuk mewujudkan ketahanan nasional. . 4) berubah menurut waktu. yang dapat memengaruhi kondisi keseluruhan. 2) mawas ke dalam. Hakikat Ketahanan Nasional Pada hakikatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.ccxl b. serta 7) tidak bergantudg pada pihak lain. Sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. baik fisik maupun sosial. serta memiliki hubungan erat antargatra di dalamnya secara komprehensif integral. 3) kewibawaan. 6) percaya pada din sendiri. dilaksanakan dengan mengelola dan menyelenggarakan kesejahteraan dan keamanan terhadap sistem kehidupan nasional. metode pendekatan dan pengkajian ketahanan nasional terdiri atas pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraaan. 5) tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan. c.

2) Model Morgenthau Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra yang cukup banyak. menggunakan kemampuannya. dan (5) Gatra Pertahanan Keamanan. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasonal 1) Model Astagatra Model ini merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dengan Model aspek kehidupan nasional yaitu: a) Aspek Trigatra Kehidupan Alamiah: (1) Gatra letak dan kedudukan geografi. maka model ini diturunkan secara analitis. (4) Gatra Sosial Budaya. serta (3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk. Dalam analisisnya. ia menganggap pentingnya perjuangan untuk mendapatkan power position dalam satu kawasan.ccxli d. Artinya. (2) Gatra keadaan dan kekayaan alam. Bila model Lemhanas berevolusi dan observasi empiris perjalanan perjuangan bangsa. b) Aspek Pancagatra Kehidupan Sosial: (1) Gatraldeologi. maka terdapat advokasi untuk memperoleh power position sehingga muncul strategi ke arah balanced power. Sebagai konsekuensinya. yang dikembangkan oleh Lemhanas ini menyiinpulkan adanya 8 unsur . (2) Gatra Politik. (3) Gatra-Ekonomi. Morgenthau menekankan pentingnya kekuatan nasional dibina dalam kaitairnya dengan negara-negara lain.

e. dapat dicapai peningkatan dan pengembangan kemampuan nasional. Baginya hubungan antemegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya. .ccxlii 3) Model Alfred Thayer Mahan Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on History" mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dapat dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: a) Letak geografi b) Bentuk atau wujud bumi c) Luas wilayah d) Jumlah penduduk e) Watak nasional atau bangsa f) Sifat pemerintahan 4) Model Cline Cline melihat suatu negara dan luar sebagaimana dipersepsikan oleh negara lain. termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalan dan negara lainnya. tetapi jumlah penduduknya kecil juga tidak akan menjadi negara besar walaupun berteknologi maju. suatu negara dengan wilayah yang besar. Sebaliknya. Komponeri Strategi Astagatra Komponen strategi Astagatra merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini. Dengan memanfaatkan dan menggunakan secara memadai segala komponen strategi tersebut. Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar pula. Model ini mengatakan bahwa suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat memproyeksikan diri sebagai negara besar.

dan pertahanan keamanan. dan penduduk. Hubungan Komponen Strategi Antargatra Hubungan komponen strategi antargatra dalam trigatra dan pancagatra. Trigatra merupakan kelompok gatra yang tangible atau bersifat kehidupan alamiah.ccxliii 1) Trigatra Komponen strategi trigatra ialah gatra geografi. Oleh karena itu. sosial budaya. . sumber kekayaan alam. serta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat dan lazim hubungan (korelasi) disebut dan ketergantungan (interdependency). politik. 2) Pancagatra Komponen strategi pancagatra adalah gatra ideologi. f. hubungan komponen strategi dalam trigatra dan pancagatra tersusun secara utuh menyeluruh (komprehensif integral) di dalam komponen strategi astagatra. ekonomi. Pancagatra merupakan kelompok gatra yang intangible atau bersifat kehidupan sosial.

1996. 1996. Armaidy Armawi (ed). Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. (ed). Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. Kewiraan Untuk Mahasiswa. Lemhanas. yaitu ketahanan nasional adalah integrasi kondisi keadilan disegenap aspek sistem kehidupan masyarakat Indonesia. Lemah dan teguhnya kondisi ketahanan nasional sangat ditentukan oleh terpenuhinya rasa keadilan sosial. Adapun perumusannya. sebab “musuh utama” dari bangsa Indonesia adalah “ketidakadilan sosial”. Dengan demikian kondisi ketahanan nasional erat kaitannya dengan kondisi rasa keadilan. prinsip keadilan merupakan hal yang senantiasa ditegakkan karena keadilan adalah daya hidup manusia. Sumbangan ilmu Sosial Terhadap Ketahanan Nasional. . Jelaskan Pengertian geostrategi 2. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional BAHAN BACAAN Ichlasul Amal.Nasionalisme dan Ketahanan Nasional. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Kondisi rasa keadilan merupakan tolak ukur yang kongkrit bagi terwujudnya ketahanan nasional dalam pengertian kualitas dan tujuan ( in terms of quality-in terms of output ). Regionalisme. Oleh karena itu. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. 1998. Diterbitkan dengan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud dan Gramedia: Jakarta. -----------------. kondisi demikian akan membawa implikasi yang sangat luas terhadap eksistansi bangsa dan negara. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. Keterbukaan Informasi dan Ketahanan Nasional. 1997. -----------------. (ed).ccxliv PENUTUP Dalam negara republik Indonesia yang berdasarkan ketuhanan yang maha esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Gramedia: Jakarta.2001.ccxlv ----------------. Suniodiningrat. Program Studi Ketahanan Nasional S. Sishankamrata/Ketahanan Nasional. Suryohadiprojo. Sunardi.S. . 2004. Sayidiman.Ps-UGM: Yogyakarta. Pembangunan Ekonomi dan Inlegrasi Bangsa. 2004. Mimeo: Jakarta.Ps . Peranan Para Pemimpin dan Patriot Bangsa dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidup Bangsa dan Negara. S. Integrasi Bangsa. Program Studi Ketahanan Nasional S. PT Kuatemita Adidarma: Jakarta. Pendidikan Kewarganegaraan.UGM: Yogyakarta. Jumal Ketahanan Nasional. Jakarta. Budi. Santoso. Gunawan. Jurnal Ketahanan Nasional. Program Studi Ketahanan Nasional S. RM. 1977.2002. Pembinaan Ketahanan Bangsa. Nasution. Jumal Ketahanan Nasional.Ps-UGM: Yogyakarta. 2001. A H.

ccxlvi EVALUASI A. 6. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. 2. 8. KONTRAK PEMBELAJARAN 1. Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional.berdisiplin. 3. 2. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. 7.Lembaga Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti. Serta menjadi warga negara yang memiliki daya saing. 3. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara Lembaga. etika. Manfaat Mata Kuliah Mata kuliah ini diharapkan dapat memberikan manfaat beruapa menjadikan ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. 1. 4. epistemologi. Deskripsi Mata Kuliah Matakuliah ini merupakan penggabungan dua materi inti kurikulum nasional yaitu pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan. dan civic competence). . civic skills. demokratis yang berkeadaban. Adapun pendidikan kewarganegaraan diarahkan pada materi civic. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. 5. idiologi bangsa dan sistem konstitusi serta sistem politik dan ketatanegaraan indonesia. democrasi dan citizenship education serta muatan PPBN (pendidikan pendahuluan bela negara) secara parsial berupa wawasan kebangsaan dan konsep ketahanan nasional. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM. civic convidence. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. Tujuan Pembelajaran Pada akhir pembelajaran mata kuliah ini. civic commitment. Pendidikan pancasila diarahkan pada materi pancasila sebagai sistem filsafat. mahasiswa diharapkan mampu : Mahasiswa dapat memahami latar belakang.

Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. TUJUAN DAN KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN . Menjadi warga negara yang memiliki daya saing. Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia 9. Bagan 1. Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia 12. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila ↑ GEOSTRATEGI INDONESIA ↑ GEOPOLITIK INDONESIA ↑ HAK DAN KEWAJIBAN WN ↑ HAM DAN RULE OF LAW ↑ DEMOKRASI INDONESIA ↑ POLITIK DAN STRATEGI Sistem konstitusi Sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia ↑ IDENTITAS NASIONAL ↑ FILSAFAT PANCASILA Pancasila sebagai sistem Filsafat Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara ↑ LATAR BELAKANG. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara 11. 10.ccxlvii Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. berbangsa. dan bernegara. demokratis yang berkeadaban. 2.berdisiplin. Skema Materi Perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan 1.

. baik dari internet maupun dari media massa lainnya. Selanjutnya diberikan tugas mandiri dan tugas kelompok dengan maksud labih memahami materi dan memperkaya pengetahuan dengan berbagai referensi yang didapatkan dari perpustakaan maupun dari sumber lainya. Mata kuliah ini menggunakan metode collaboratif learning yang diawali dengan kuliah/ceramah dengan topik tertentu sesuai dengan pokok pembelajaran. Minggu berikutnya dilanjutkan pada materi selanjutnya dengan kembali memulai proses sebelumya yaitu kuliah interaktif dan dilanjutkan dengan tugas kelompok dan tugas individu yang kemudian diskusikan. Diskusi kelompok yang dilakukan dalam bentuk diskusi panel dikelas yang mana seluruh peserta mata kuliah dapat berkonstrubusi dalam proses tersebut.ccxlviii 4. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi kelompok untuk mencari kesepahan terhadap materi yang dipelajari. Strategi Pembelajaran : SCL : Collaboratif Learning YANG DILAKUKAN DOSEN Merancang tugas yang bersifat open ended. KEMAMPUAN YANG BISA DIPEROLEH MAHASISWA Penghargaan Apresiasi pendapat/toleansi Sebagai fasilitator dan motivator Networking Share vision Group decision making Time management Metode Model YANG DILAKUKAN MAHASISWA Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas Membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri.

sesuai dengan jumlah substansi materi Pend. huruf times new roman 12. . Tugas 1. Setiap kelas dibagi menjadi 11 (sebelas) kelompok diskusi. Pembahasan. Daftar Pustaka) Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan. Kata Pengantar. Syarat tugas “makalah kelompok” : • • • • Struktur Makalah (Sampul. Persyaratan tugas kelompok Pemateri : a. Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto. spasi 1 ½. Pendahuluan. Setiap kelompok membuat makalah kelompok sesuai dengan subtansi materi yang ditugaskan. Daftar Isi. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) Makalah dikumpul dalam bentuk soft copy dan hard copy – Hard Copy dikumpul pada saat diskusi – Soft Copy (CD) dikumpul satu minggu setelah diskusi. Setiap kelompok diskusi mempresentasikan materi dalam bentuk Microsoft Power Point (sesuai jadwal pada GBRP) PEMBAGIAN KELOMPOK DISKUSI KELOMPOK I II III IV V VI VII VIII IX X XI MATERI PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL IDENTITAS NASIONAL SISTEM KONSTITUSI POLITIK DAN STRATEGI DEMOKRASI INDONESIA HAK AZASI MANUSIA RULE OF LAW HAK DAN KEWAJIBAN WN GEOPOLITIK INDONESIA GEOSTRATEGI INDONESIA 2.ccxlix 5. Kewarganegaraan b. Penutup. Sesuai dengan strategi pembelajaran (Collaboratif Learning) maka: a. c.

2 slide). spasi 1 ½.aksiologi) Pokok-pokok sila pancasila (isi arti pancasila) Fungsi dan tujuan filsafat pancasila Filsafat Pancasila Dlm Konteks PKN KELOMPOK II III. b. Setiap kelompok peserta diwakili salah seorang anggota menjelaskan sub materi yang ditugaskan (Power Point maks. Membuat pertanyaan kelompok maksimal 2 (dua) pertanyaan dan dikumpulkan diawal perkuliahan. Mahasiswa Peserta • • Setiap peserta mencermati sub-materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik Setiap peserta membuat paper sesuai dengan sub tema yang ditugaskan diketik komputer pada kertas ukuran kwarto. Kelompok Peserta • • • Sub-Materi yang didiskusikan pada minggu perkuliahan dibagi pada kelompok yang tidak mempresentasi.ccl b.kata kunci (Singkat.padat. huruf times new roman 12. IV V VI VII VIII IX X XI . c. Pembagian Sub materi setiap kelompok peserta : Kelompok I : Pancasila Sebagai Sistem Filsafat SUB MATERI Hierarkhi/ Jenjang Pengetahuan Perbandingan filsafat dengan ilmu pengetahuan Ilmu filsafat dan cabang-cabangnya Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pengertian sistem Pancasila sebagai sistem filsafat (ont. Syarat tugas “power point ” • • • Microsoft Office Power Point Memenuhi kaidah-kaidah power point berisi kalimat kunci/ kata.jelas dan menarik) Soft Copy (CD) dikumpul bersama Soft Copy Makalah Kelompok 3. Tugas Kelompok/Mahasiswa peserta : a.epis. dikumpulkan diakhir sesi perkuliahan.

Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia.VI VII. Nilai-nilai demokrasi.III IV V VII.ccli Kelompok II : Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara SUB MATERI Pengertian ideologi Isi ideologi Pancasila ideologi nasional Dimensi-dimensi ideologi Ideologi terbuka . dan polstranas Stratifikasi politik nasional Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional. X XI KELOMPOK I II. Keunggulan demokrasi.X XI . strategi.VIII IX.IV V. Demokrasi dan pelaksanaannya di indonesia. ideologi tertutup Ideologi bangsa-bangsa didunia Reformasi sosio moral Kelompok III : Identitas Nasional SUB MATERI Latar Belakang dan Pengertian Muatan dan Unsur-unsur Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional Keterkaitan Intergrasi Nasional dan Identitas Nasional Paham Nasionalisme Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional Kelompok IV : Sistem Konstitusi SUB MATERI Konstitusi Dinamika pelaksanaan UUD 1945 Lembaga Negara Kelompok V : Politik Dan Strategi SUB MATERI Pengertian politik. Pendidikan demokrasi KELOMPOK I III IV-VI VII VIII IX. Permasalahan dan agenda pembangunan nasional tahun 2004-2009 Kelompok VI: Demokrasi Indonesia SUB MATERI Makna demokrasi.VIII IX X.XI KELOMPOK I-III V-VII VIII-XI KELOMPOK I-II III-IV VI-VIII IX-XI KELOMPOK I II. Bentuk-bentuk demokrasi.

IV V-VII VIII X XI KELOMPOK I II III.IX.cclii Kelompok VII: Hak Azasi Manusia SUB MATERI Pengertian dan ruang lingkup HAM Sejarah HAM Hak asasi dalam UUD 1945 HAM Menurut UU NO 39 TH1999 Kewajiban Asasi Manusia HAM pada tatanan global. Problem status kewarganegaraan.IV V.II III-VI VII-X .XI KELOMPOK I. serta HAM di Indonesia: Permasalahan dan penegakannya Kelompok VIII: Rule Of Law SUB MATERI Latar Belakang Rule of Law Pengertian dan Lingkup Rule of law.VI VII IX X. Kelompok X : Geopolitik Indonesia SUB MATERI Perkembangan Teori Geopolitik Wawasan nasional Wawasan nusantara Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan Geopolitik Dan Otonomi Daerah Kelompok XI : Geostrategi Indonesia SUB MATERI Pengertian geostrategi Perkembangan konsep geostrategi indonesia Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia KELOMPOK I. Kelompok IX : Hak Dan Kewajiban Warga Negara SUB MATERI Pengertian bangsa dan Negara.II III IV V.XI KELOMPOK I II III.VI VIII.XI KELOMPOK I II III. Kewajiban Negara dan Pemerintah. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia.IX X. Asas kewarganegaraan. serta Strategi Pelaksanaan Rule of Law.IV V-VII VIII. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia. Penduduk dan warga Negara. Isu-Isu Rule of Law.

Tugas akhir mahasiswa : a. • Paper diketik komputer pada kertas ukuran kwarto.ccliii 4. spasi 1 ½. 15 % Geostrategi indonesia 15 % b. huruf times new roman 12. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) • Paper maksimal satu halaman per sub materi • Paper dikumpul dalam bentuk hard copy . Penilaian substansi kajian : SUBSTANSI KAJIAN SKOR (%) Pendahuluan 5% Pancasila sebagai sistem filsafat 10 % Pancasila sebagai ideologi nasional 5% Identitas nasional 10 % Sistem konstitusi 5% Politik dan strategi nasional 5% Demokrasi Indonesia 10 % Hak azasi manusia 5% Rule of law 5% Hak dan kewajiban warga negara 10 % Geopolitik ind. Rekapitulasi penilaian substansi kajian: NO I SUBSTANSI KAJIAN SKOR % 100% 5% 95% 100% 100% 100% KONSTRIBUSI NILAI PROSES SCL Pendahuluan Pengantar Kontrak perkuliahan Penjelasan materi-materi perkuliahan Penyajian substansi TUGAS MANDIRI FINAL TES TOTAL REMEDIAL 60 II III 15 25 100 Maksimal B- . b. Kriteria Penilaian Penilaian akan dilakukan sesuai dengan bentuk strategi pembelajaran : a. c. 6. Mahasiswa menjawab pertanyaan yang ada pada buku teks pembelajaran dan dikumpulkan pada MINGGU VIII Mahasiswa menyatukan simpulan setiap materi dan membuatnya dalam bentuk paper dan dikumpulkan pada MINGGU XIV Syarat Tugas Akhir : • Ruang lingkup paper sesuai dengan sub materi yang telah ditetapkan.

Nilai Mahasiswa Maksimal B2. Kriteria penilaian: • PENDAHULUAN MINGGU INDIKATOR Kehadiran I Kehadiran.75 2. MHS DENGAN NILAI < 66 3.00 d. Pelaksanaan aturan II perkuliahan Kehadiran.00 2.ccliv c. Pelaksanaan aturan III perkuliahan BOBOT 50 25 5% 25 SKOR .00 0.00 1. dan konversi untuk program diploma dan sarjana (S-1) sebagai berikut : NILAI ANGKA >85 81-85 76-<81 71-<76 66-<71 61-<66 51-<61 45-<51 <45 NILAI MUTU A AB+ B BC+ C D E NILAI KONVERSI 4. MHS DENGAN KEHADIRAN >= 80 % RENTANG NILAI : Pasal 33 (Nilai Hasil Belajar) ayat 4 (Kesetaraan nilai angka. nilai mutu.50 2.50 3. Remedial dan Rentang Nilai: Ketentuan Remedial : 1.00 3.75 3.

maka kepada seluruh mahasiswa peserta mata kuliah Bidang UPT.cclv • DISKUSI KELOMPOK “PEMAKALAH” MINGGU INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN IV-XIV …% • DISKUSI KELOMPOK “PESERTA” INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas (pr/kuis/modul) Partisipasi/ konstribusi Total BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% MINGGU IV-XIV 7.5. Aturan Perkuliahan a. MKU Universitas Hasanuddin agar dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum kiranya mengindahkan hal-hal berikut : . Peraturan Akademik Unhas • • • Kelompok Mata Kuliah – Pasal 1 ayat 34.6 & 7 Persyaratan Ujian – Pasal 29 Nilai T – Pasal 30 ayat 7 & 8 b. 38 – Pasal 11 ayat 1. Surat Edaran UPT MKU Dalam upaya lebih meningkatkan disiplin dan etika mahasiswa dalam mengikuti setiap perkuliahan.

7. 2. rapi dan bersepatu. KWN Bab. MINGGU KEHARI/TGL/WAKTU/RU ANGAN Jadwal Perkuliahan TOPIK BAHASAN BACAAN/BAB PENDAHULUAN 1. Dosen pengajar dapat mengambil tindakan penertiban apabila mahasiswa melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya dapat mengganggu jalannya perkuliahan di dalam kelas. Berpakaian bersih. Kehadiran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan minimal 80% baru dapat dievaluasi. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan Pancasila sebagai sistem filsafat Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Identitas nasional Sistem Konstitusi Indonesia I-III Buku Pend.cclvi 1. 4. Tidak diperbolehkan memakai sandal. Hadir di ruangan kuliah/praktikum tepat pada waktunya sesuai jadwal yang ada. KWN Bab. tidak mencoretcoret dinding kursi atau meja kuliah. (Sesuai dengan aturan akademik) 3. MKU. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. KWN Bab. 6. Kegiatan Extra Kurikuler (seperti Bina Akrab. dll) tidak boleh mengganggu jadwal perkuliahan UPT. Selama kuliah berlangsung Hand Phone (HP) dimatikan dan tidak diperbolehkan keluar masuk ruangan dan atau mondar-mandir dalam ruangan yang mengganggu perkuliahan.IV &Literatur lain Buku Pend. Rambut disisir rapi dan tidak acak-acakan. 5. termasuk apabila ketentuan-ketentuan di atas tidak diindahkan oleh mahasiswa c.III&Literatur lain Buku Pend.V &Literatur lain . Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah dalam ruangan. Kesepakatan Dalam Kelas Perkuliahan …………………………… 8.II&Literatur lain Buku Pend. KWN Bab. KWN Bab. baju kaos oblong dan celana compang-camping dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3.I &Literatur lain IV V VI VII Buku Pend.

Mempersiapkan presentasi materi (mengatur media pembelajaran) b. Dosen/Fasilitator : a. KWN & Literatur lain Buku Pend. 3. KWN & Literatur lain Buku Pend. Tahap Awal Pembelajaran ( 10 menit ) : 1. Menyampaikan pengantar perkuliahan b. KWN Bab. B. Menyerahkan makalah kelompok kepada dosen/fasilitator. KWN & Literatur lain B. KWN Bab. KEGIATAN BELAJAR PROSES PEMBELAJARAN A. KWN Bab. KWN Bab.VIII &Literatur lain Buku Pend. 3. KWN Bab.XI &Literatur lain Buku Pend. KWN Bab.VII &Literatur lain Buku Pend. Dosen/Fasilitator : a. Mengingatkan tentang aturan perkuliahan/kontrak belajar terkait dengan materi danstrategi pembelajaran pada minggu tersebut 2. Mahasiswa (kelompok peserta) menyerahkan pertanyaan kelompok kepada dosen/fasilitator. KWN Bab.X &Literatur lain Buku Pend.IX &Literatur lain Buku Pend. Mencermati presentasi dan mengamati dinamika kelas pembelajaran . Mahasiswa (kelompok pemateri) mempresentasikan materi dengan ruang lingkup sesuai dengan GBRP 2. Buku Pend.XII &Literatur lain Geo politik indonesia Geo strategi indonesia  Tugas Akhir  UJIAN AKHIR SEMESTER  REMEDIAL  Buku Pend. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. Mahasiswa (anggota kelompok peserta) mencermati presentasi dengan fokus pada sub materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik. Tahap Presentasi Kelompok Pemateri ( 30 menit ) : 1.cclvii VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI Rule of law  Hak dan kewajiban wn  Politik dan strategi nasional Demokrasi dan pendidikan demokrasi Hak asasi manusia.VI&Literatur lain Buku Pend.

Mencatat hal-hal yang penting. 2. Dosen/Fasilitator : a. Tahap Diskusi Kelas ( 50 menit ) : 1. Mengisi kolom-kolom penilaian C. Mengumpan balik secara tertulis tugas makalah (mengoreksi/menambahkan) c. Dosen/Fasilitator : a. Mempersiapkan jawaban pertanyaan kelompok peserta 4. Dosen/fasilitator menyerahkan pertanyaan pilihan kepada kelompok pemateri. Mencermati diskusi dan dinamika kelas pembelajaran b. Mahasiswa (kelompok pemateri) menerima makalah yang telah diumpan balik oleh dosen untuk diperbaiki dan dikumpul minggu berikutnya 3. c. Mahasiswa (setiap anggota kelompok peserta) mengumpulkan tugas individunya. Mahasiswa (kelompok pemateri) menyampaikan jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan kelompok peserta. . Mahasiswa (perwakilan kelompok peserta) menjelaskan (umpan balik) pada sub materi yang menjadi tugasnya masing-masing. Mencermati umpan balik kelompok peserta dan mengamati dinamika kelas pembelajaran b. Mengisi kolom-kolom penilaian E. Mahasiswa (anggota kelompok. Menyampaikan simpulan materi pembelajaran b. Mengisi kolom-kolom penilaian D. Membaca. Mengarahkan dan memberi alternatif pada hal-hal yang bermasalah. memilah dan memilih pertanyaan kelompok peserta diskusi d. c. 3. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. Dosen/Fasilitator : a. 3. Tahap Umpan Balik Kelompok Peserta ( 40 menit ) : kelompok 1.kelompok peserta) mengumpan balik jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. 2. Bila sasaran pembelajaran dianggap belum tercapai dengan diskusi maka dapat dimunculkan kasus terkait dengan materi pembelajaran 2.. berbeda dengan penjelasan kelompok pemateri untuk dijelaskan pada akhir perkuliahan. Mencermati umpan balik kelompok peserta b.cclviii b. Tahap Akhir Pembelajaran ( 20 menit ) : 1.

5 =0 = 60 = 30 • Struktur Makalah (Sampul.cclix C. spasi 1 ½. Daftar Pustaka) • Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan. huruf times new roman 12. Daftar Isi. Penutup. RUBRIK PENILAIAN a. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) M3= Kemutakhiran referensi o Minimal satu jurnal dan empat buku pustaka = 25 o Kurang dari ketentuan = 20 o Tidak memiliki referensi/daftar pustaka =0 P1= Ketepatan ide o Penyampaian argument bedasarkan data dan fakta. Pendahuluan. Kata Pengantar. Pembahasan. dengan rujukan buku dan ahli = 20 o Kurang/tidak tepat = 10 o Tidak menyampaikan pendapat =0 • . • Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto. Penilaian kelompok pemateri INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi KODE M M1 M2 M3 P P1 P2 P3 P4 P5 P6 BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN …% Keterangan : • M1 = Ketepatan waktu pengumpulan o Tepat waktu ( satu minggu setelah dipresentasikan) o Tidak tepat waktu o Melewati dua minggu setelah dipresentasikan • M2= Terpenuhinya bagian makalah o Terpenuhinya bagian makalah yang disyaratkan o Tidak sesuai dengan syarat tugas Syarat tugas “makalah kelompok” : • = 15 = 7.

P6= Ketuntasan Materi o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi. kesesuaian penjelasan dengan Topik bahasan o Kurang/tidak tepat o Tidak menyampaikan pendapat P3= Kerjasama tim presentasi o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi dan Menguasai penjelasan o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi/ Menguasai penjelasan o Tidak membagi tugas sesame anggota kelompok P4= Kedisiplinan o Ketepatan waktu memulai diskusi. o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi.cclx • P2= Kejelasan uraian o Mampu mendekripsi. o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point/ Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta. Penilaian kelompok peserta INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas Individu (paper) Konstribusi Total KODE K1 K2 K3 K4 K BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% . efisiensi penggunaan waktu presentasi o Ketepatan waktu memulai diskusi/ efisiensi penggunaan waktu presentasi P5= Kreativitas o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point dan Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta. = 20 = 10 =0 • = 20 = 10 =0 • = 10 =5 • = 10 =5 • = 20 = 10 b.

DAFTAR PENILAIAN DAFTAR NILAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS JURUSAN : : PROSES PEMBELAJARAN NO N I M NAMA Kehadiran IV 1 10 % V 2 5 % VI 3 10 % VII VIII 4 5 % 5 5 % IX 6 10 % X 7 5 % XI 8 5 % XII 9 10 % XIII 10 15 % XIV 11 15 % Jum lah 100 % 0 0 0 60 % 0 0 0 HARI/WAKTU RUANGAN DOSEN SCL : : : RAHMATULLAH.cclxi Keterangan : • K1 = Pertanyaan Kelompok o Ada pertanyaan klp. pertanyaan sesuai dengan materi dan dikumpul sebelum presentasi o Ada pertanyaan klp/ pertanyaan sesuai dengan materi / dikumpul sebelum presentasi o Tidak ada pertanyaan kelompok • K2 = Kehadiran dengan pelaksanaan aturan kuliah o Mahasiswa hadir dengan mengikuti aturan perkuliahan o Mahasiswa hadir tapi melanggar aturan perkuliahan o Tidak hadir K3 = Tugas individu o Mahasiswa mengumpulkan tugas pada waktu pembelajaran o Mahasiswa mengumpulkan tugas melewati waktu pembelajaran (dua minggu setelah perkuliahan) o Tidak mengumpulkan tugas individu K4 = Konstribusi o Mahasiswa yang mewakili kelompoknya mengumpan balik Sub materi yang ditugaskan/ mahasiswa yang berargumen terkait dengan materi yang dibahas o Mahasiswa yang hanya berpartisipasi (menjaga suasana diskusi yang kondusif) o Mahasiswa tidak berpartisipasi dan berkonstribusi D.Si Tgs. Final Tes Total Skor 100 % 0 0 0 E E E = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 • • = 40 = 20 =0 P I-III 5 % XV 25 % XVI 15 % 1 2 3 N I LA I . Akh.M.

cclxii .