You are on page 1of 88

LAPORAN APOTEK

BAB I PENDAHULUAN

2013

A. Latar Belakang Kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum yang harus diwujudkan melalui pembangunan yang berkesinambungan. Pembangunan kesehatan diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal, maka perlu dilakukan suatu upaya kesehatan misalnya dengan cara peningkatan kualitas tenaga kesehatan, adanya sistem pelayanan yang teroganisir dengan baik dan ditunjang oleh sarana kesehatan yang memadai. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintregasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat. Salah satu sarana kesehatan untuk melaksanakan upaya kesehatan adalah apotek. Apotek adalah tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi serta perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Adapun pekerjaan kefarmasian tersebut meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat, dan obat tradisional. Apotek dipimpin oleh seorang apoteker yang disebut Apoteker Pengelola Apotek (APA). Untuk dapat mengelola apotek seorang apoteker tidak cukup dengan berbekal ilmu teknis kefarmasian saja tetapi juga harus memiliki kemampuan memahami manajerial yang meliputi pengelolaan administrasi, persediaan sarana keuangan dan pengelolaan sumber daya manusia. Pelayanan farmasi saat ini telah bergeser orientasinya yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan yang komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Sebagai konsekuensi perubahan tersebut, perlu dilakukan penerapan asuhan kefarmasian yang baik atau GPP (Good Pharmaceutical Practice) di apotek yang telah diatur dalam Permenkes 1027 tahun 2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Dalam Peraturan Pemerintah No. 51 Pasal 21 ayat 2 disebutkan, bahwa yang boleh melayani pemberian
Universitas Andalas Page 1

LAPORAN APOTEK

2013

obat berdasarkan resep dokter adalah apoteker. Apoteker dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku untuk dapat melaksanakan interaksi langsung dengan pasien. Selain itu, Apoteker juga harus bertanggung jawab atas semua obat yang digunakan oleh pasien sehingga dapat memastikan semua terapi yang digunakan efektif, efisien, rasional, aman, bermutu dan terjangkau. Apoteker sebagai tenaga profesional di Apotek memiliki peran yang cukup penting dalam melaksanakan pelayanan kesehatan, terutama dalam bidang kefarmasian. Untuk dapat mempersiapkan calon apoteker yang memiliki dedikasi tinggi yang mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan dapat mengelola Apotek dengan baik, selain penguasaan teori ilmu kefarmasian dan perapotekan, calon Apoteker juga perlu dibekali dengan pengalaman praktek kerja secara langsung di Apotek. Berdasarkan hal tersebut, maka diadakan kerjasama antara Program Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerja sama dengan PT. Kimia Farma (Apotek) menyelenggarakan Pelatihan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PPKPA) di Apotek Kimia Farma. Kegiatan PPKPA dilaksanakan di Apotek Kimia Farma Bisnis Manager Palembang yang berlokasi di beberapa tempat di wilayah Palembang. Pelaksanaannya dimulai dari tanggal 8 April – 17 Mei 2013, yang terdiri dari serangkaian kegiatan yang meliputi pengarahan, peninjauan lapangan, pelaksanaan tugas khusus serta presentasi tugas. B. Tujuan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) Tujuan dari Pelatihan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PPKPA) yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerja sama dengan PT. Kimia Farma Apotek adalah : 1. Meningkatkan pemahaman calon apoteker tentang peran, fungsi, posisi dan tanggung jawab apoteker dalam pelayanan kefarmasian di apotek. 2. Membekali calon apoteker agar memiliki wawasan, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman praktis untuk melakukan pekerjaan kefarmasian di apotek. 3. Memberi kesempatan kepada calon apoteker untuk melihat dan mempelajari strategi dan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka pengembangan praktek farmasi komunitas di apotek. 4. Mempersiapkan calon apoteker dalam memasuki dunia kerja sebagai tenaga farmasi yang profesional.

Universitas Andalas

Page 17

LAPORAN APOTEK

2013

5. Memberikan gambaran nyata tentang permasalahan pekerjaan kefarmasian di apotek. C. Manfaat PKPA 1. Mengetahui, memahami tugas dan tanggung jawab apoteker dalam mengelola apotek. 2. Mendapat pengalaman praktis mengenai pekerjaan kefarmasian di apotek. 3. Mendapatkan pengetahuan manajemen praktis di apotek. 4. Meningkatkan rasa percaya diri untuk menjadi apoteker yang profesional.

Universitas Andalas

Page 17

LAPORAN APOTEK
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2013

A. Apotek 1. Definisi Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

No.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.922/Menkes/Per/X/1993, Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat (4). Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, perbekalan kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian, yang dimaksud dengan pekerjaan kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas dasar resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat, dan obat tradisional. Sediaan farmasi meliputi obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetika (1,4).

2. Landasan Hukum Apotek Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang diatur dalam : a) Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. b) Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. c) Undang-undang No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. d) Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. e) Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1980 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 1965 mengenai Apotek. f) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.889/Menkes/Per/V/2011 tentang Registrasi Izin Praktik dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian . g) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek.
Universitas Andalas Page 17

1332/Menkes/ SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. harus siap dengan tempat (lokasi dan bangunan). Persyaratan Apotek Suatu apotek baru dapat beroperasi setelah mendapat Surat Izin Apotek (SIA). 4. pencampuran dan penyerahan obat atau bahan obat. SIA adalah surat izin yang diberikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia kepada Apoteker atau Apoteker yang bekerjasama dengan pemilik sarana apotek untuk menyelenggarakan pelayanan apotek pada suatu tempat tertentu.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. perlengkapan termasuk sediaan farmasi dan perbekalan farmasi lainnya yang merupakan milik sendiri atau milik pihak lain.LAPORAN APOTEK h) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2013 No. c. pengubahan bentuk. Universitas Andalas Page 17 . 3.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek. b) Sarana apotek dapat didirikan pada lokasi yang sama dengan kegiatan pelayanan komoditi lainnya diluar sediaan farmasi. 25 tahun 1980 adalah sebagai berikut : a. i) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. c) Apotek dapat melakukan kegiatan pelayanan komoditi lainnya di luar sediaan farmasi. apoteker yang telah memenuhi persyaratan baik yang bekerjasama dengan pemilik sarana atau tidak.922/Menkes/Per/X/1993. b. pada pasal 6 ditetapkan persyaratan apotek yaitu : a) Untuk mendapatkan izin apotek. Tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan. Tugas dan Fungsi Apotek Tugas dan fungsi apotek berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Sarana penyalur perbekalan farmasi harus menyebarkan obat yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata. Sarana farmasi yang melaksanakan peracikan.

Surat izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa : 1) SIPA bagi Apoteker penanggung jawab di fasilitas pelayanan kefarmasian. 4) Asisten Apoteker adalah mereka yang berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku berhak melakukan pekerjaan kefarmasian sebagai Asisten Apoteker. 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian.1332/Menkes/SK/X/2002. 2) Apoteker Pendamping adalah Apoteker yang bekerja di Apotek di samping APA dan atau menggantikan pada jam-jam tertentu pada hari buka Apotek. Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA) Untuk memperoleh SIPA sesuai dengan PP RI No. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. yaitu Apoteker yang telah memiliki Surat Izin Apotek (SIA). 3) Apoteker Pengganti adalah Apoteker yang menggantikan APA selama APA tersebut tidak berada ditempat lebih dari 3 bulan secara terus-menerus. STRA ini dapat di peroleh jika seorang apoteker memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1) Memiliki Ijazah Apoteker 2) Memiliki sertifikat kompentensi apoteker 3) Surat Pernyataan telah mengucapkan sumpah atau janji apoteker 4) Surat keterangan sehat fisik dan mental dari dokter yang mempunyai surat izin praktek Membuat pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi Setiap tenaga kefarmasian yang akan menjalankan pekerjaan kefarmasian wajib memiliki surat izin sesuai tempat tenaga kefarmasian bekerja. seorang Apoteker harus memiliki Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA). telah memiliki Surat Izin Kerja (SIK) dan tidak bertindak sebagai APA di Apotek lain. 3) SIK bagi Apoteker yang melakukan pekerjaan kefarmasian di fasilitas produksi atau fasilitas distribusi/penyaluran. 2) SIPA bagi Apoteker pendamping di fasilitas pelayanan kefarmasian.LAPORAN APOTEK 2013 Persyaratan lain yang harus diperhatikan untuk mendirikan suatu apotek antara lain: a. personil apotek terdiri dari : 1) Apoteker Pengelola Apotek (APA). atau 4) SIKTTK bagi Tenaga Teknis Kefarmasian yang melakukan pekerjaan kefarmasian pada fasilitas kefarmasian. Universitas Andalas Page 17 .

3) Pegawai tata usaha adalah petugas yang melaksanakan administrasi apotek dan membuat laporan pembelian. Selanjutnya pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Apotek harus dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. sarana pelayanan kesehatan. sehingga kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi serta kegiatan pemeliharaan perbekalan farmasi dapat terjamin. lingkungan yang higienis dan faktor-faktor lainnya. Pada halaman apotek terdapat papan petunjuk yang dengan jelas tertulis kata „APOTEK‟. 2) Kasir adalah orang yang bertugas menerima uang.LAPORAN APOTEK 2013 Sedangkan tenaga lainnya yang diperlukan untuk mendukung kegiatan di apotek terdiri dari : 1) Juru resep adalah petugas yang membantu pekerjaan Asisten Apoteker. penjualan. Bangunan dan kelengkapannya Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Lokasi dan tempat Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. jumlah dokter. penyimpanan dan keuangan apotek. 922/Menkes/Per/X/1993 luas apotek tidak diatur lagi. c. 287/Menkes/Sk/V/1981 tentang persyaratan luas apotek minimal 50 m². jumlah penduduk. Bangunan apotek setidaknya terdiri dari : 1) Ruang tunggu pasien 2) Ruang peracikan dan penyerahan obat 3) Ruang administrasi 4) Ruang penyimpanan obat 5) Ruang tempat pencucian alat Universitas Andalas Page 17 . 922/Menkes/Per/X/1993 lokasi apotek tidak lagi ditentukan harus memiliki jarak minimal dari apotek lain dan sarana apotek dapat didirikan pada lokasi yang sama dengan kegiatan pelayanan komoditi lainnya di luar sediaan farmasi. namun sebaiknya harus mempertimbangkan segi penyebaran dan pemerataan pelayanan. namun harus memenuhi persyaratan teknis. b. Apotek berlokasi pada daerah yang dengan mudah dikenali oleh masyarakat. mencatat penerimaan dan pengeluaran uang.

4) Papan nama apotek. 5) Alat dan perlengkapan laboratorium untuk pengujian sederhana. 4) Alat administrasi seperti blanko pemesanan obat. 2013 2) Penerangan yang cukup sehingga dapat menjamin pelaksanaan tugas dan fungsi apotek. nama APA. gelas piala dan sebagainya. yang memuat nama apotek. 3) Perlengkapan dan tempat penyimpanan perbekalan farmasi seperti lemari obat dan lemari pendingin. seperti Farmakope edisi terbaru dan kumpulan peraturan perundang-undangan serta buku-buku penunjang lain yang berhubungan dengan apotek. 2) Wadah untuk bahan pengemas dan bahan pembungkus. Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK 6) Kamar kecil (WC). 3) Alat pemadam kebakaran minimal dua buah yang masih berfungsi dengan baik. peracikan obat seperti: timbangan. salinan resep. Perlengkapan apotek Perlengkapan yang harus dimiliki oleh apotek: 1) Alat pembuatan. mortir. nomor Surat Izin Apotek (SIA). 6) Pustaka. d. alamat apotek dan nomor telpon apotek (bila ada) Bangunan apotek harus memenuhi persyaratan seperti berikut : 1) Atap dari genteng atau bahan lain yang tidak boleh bocor 2) Dinding harus kuat dan tahan air. alat tulis dan sebagainya. nota penjualan. tidak mudah mengelupas dan mudah dibersihkan 3) Langit-langit terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak dan berwarna terang 4) Lantai dari ubin atau semen atau bahan lain dan tidak boleh lembab 5) Harus berventilasi dan mempunyai sisitem sanitasi yang baik. pengelolaan. dan permukaan dalam harus rata. Selain itu bangunan apotek harus dilengkapi dengan : 1) Sumber air yang memenuhi persyaratan kesehatan. faktur. kartu stok obat.

922/Menkes/Per/X/1993 tentang ketentuan dan tata cara pemberian izin apotek pada pasal 1 dijelaskan bahwa APA adalah seorang apoteker yang telah diberikan Surat Izin Apotek (SIA).LAPORAN APOTEK 5. strategi dan program kerja 3) Membuat dan menetapkan peraturan atau SOP pada setiap fungsi kegiatan apotek 4) Membuat dan menentukan indikator form record pada setiap fungsi kegiatan apotek 5) Membuat sistem pengawasan dan pengendalian SOP dan program kerja pada setiap fungsi diapotek. mampu berkomunikasi antar profesi. Apoteker Pengelola Apotek Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik 2013 Indonesia No. juga bertanggung jawab kepada pemilik modal jika bekerja sama dengan pemilik sarana apotek. Seorang APA bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup apotek yang dipimpinnya. kemampuan mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) secara efektif. menempatkan diri sebagai pimpinan dalam situasi multidisipliner. mengambil keputusan yang tepat. Fungsi dan tugas apoteker di Apotek adalah sebagai berikut : 1) Membuat visi dan misi 2) Membuat tujuan. selalu belajar sepanjang karier dan membantu memberi pendidikan serta memberi peluang untuk meningkatkan pengetahuan. 184/Menkes/Per/II/1995 adalah: 1) Ijazah telah terdaftar pada Departemen Kesehatan 2) Telah mengucapkan sumpah atau janji sebagai Apoteker 3) Memiliki Surat Izin Kerja (SIK) dari Menteri Kesehatan 4) Memenuhi syarat-syarat kesehatan fisik dan mental untuk melaksanakan tugasnya sebagai Apoteker 5) Tidak bekerja di suatu perusahaan farmasi dan tidak menjadi APA di apotek lain.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Universitas Andalas Page 17 . Persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi Apoteker Pengelola Apotek berdasarkan PerMenkes RI No. Apoteker Pengelola Apotek (APA) berkewajiban menyediakan dan memberikan pelayanan yang baik.

apoteker harus memiliki Surat Izin Apotek yaitu surat yang diberikan Menteri Kesehatan Republik Indonesia kepada apoteker atau apoteker yang bekerja sama dengan pemilik sarana apotek untuk mendirikan apotek di suatu tempat tertentu. b) Menata apotek sedemikian rupa sehingga berkesan bahwa apotek menyediakan berbagai obat dan perbekalan kesehatan lain secara lengkap. nyaman dan ekonomis. pembekuan izin. c) Menetapkan harga jual produknya dengan harga bersaing. d) Mempromosikan usaha apoteknya melalui berbagai upaya. 6.LAPORAN APOTEK Sedangkan wewenang dan tanggungjawab apoteker di apotek adalah: a) Menentukan arah terhadap seluruh kegiatan b) Menentukan sistem atau peraturan yang akan digunakan c) Mengawasi pelaksanaan SOP dan program kerja d) Bertanggungjawab terhadap kinerja yang diperoleh. f) Mengupayakan agar pelayanan di apotek dapat berkembang dengan cepat. yaitu pengelolaan bisnis (non teknis kefarmasian) dan pengelolaan di bidang pelayanan (teknis kefarmasian). e) Mengelola apotek sedemikian rupa sehingga memberikan keuntungan. maka untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan sukses seorang APA harus melakukan kegiatan sebagai berikut : a) Memastikan bahwa jumlah dan jenis produk yang dibutuhkan senantiasa tersedia dan diserahkan kepada yang membutuhkan. Permohonan Surat Izin Apotek Dalam mendirikan apotek. Selanjutnya Kepala Dinkes Kabupaten/Kota wajib melaporkan pelaksanaan pemberian izin.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek adalah sebagai berikut: Universitas Andalas Page 17 . Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan wajib melaporkan kepada Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan. Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Wewenang pemberian SIA dilimpahkan oleh Menteri Kesehatan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (Dinkes Kabupaten/Kota). pencarian izin dan pencabutan izin apotek sekali setahun kepada Menteri Kesehatan dan tembusan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. 2013 Pengelolaan apotek oleh APA ada dua bentuk.

h) Apabila Apoteker menggunakan sarana pihak lain. maka penggunaan sarana dimaksud wajib didasarkan atas perjanjian kerjasama antara Apoteker dan pemilik sarana. dengan menggunakan contoh formulir model APT-4. dapat meminta bantuan teknis kepada Kepala Balai POM untuk melakukan pemeriksaan setempat terhadap kesiapan apotek untuk melaksanakan kegiatan. d) Dalam hal pemeriksaan sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (2) dan (3) tidak dilaksanakan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota selambat-lambatnya 6 hari kerja setelah menerima permohonan. Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK 2013 a) Permohonan izin apotek diajukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota dengan menggunakan contoh formulir model APT-1 b) Dengan menggunakan formulir model APT-2. apoteker diberi kesempatan untuk melengkapi persyaratan yang belum dipenuhi selambatlambatnya dalam waktu satu bulan sejak tanggal surat penundaan. i) Pemilik sarana yang dimaksud ayat (8) harus memenuhi persyaratan tidak pernah terlibat dalam pelanggaran peraturan perundang-undangan dibidang obat sebagaimana dinyatakan dalam Surat Pernyataan yang bersangkutan. c) Tim Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota atau Kepala Balai POM selambatlambatnya 6 hari kerja setelah permintaan bantuan teknis dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota melaporkan hasil pemeriksaan setempat dengan menggunakan contoh formulir model APT-3. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota setempat mengeluarkan Surat Izin Apotek dengan menggunakan Contoh formulir model APT-5. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat dalam waktu 12 hari kerja mengeluarkan Surat Penundaan dengan menggunakan contoh formulir APT-6. g) Terhadap Surat Penundaan sebagaimana dimaksud ayat (6). apoteker pemohon dapat membuat surat pernyataan siap melakukan kegiatan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota setempat dengan tembusan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. e) Dalam jangka waktu 12 hari kerja setelah diterima laporan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud ayat (3) atau pernyataan ayat (4). f) Dalam hal hasil pemeriksaan Tim Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Kepala Balai POM dimaksud ayat (3) masih belum memenuhi syarat.

c) Apoteker pengelola apotek berhalangan melakukan tugasnya lebih dari 2 tahun secara terus-menerus. g) Apotek tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai apotek Pelaksanaan dikeluarkannya: a) Peringatan tertulis kepada apoteker pengelola apotek sebanyak 3 kali berturutturut dengan tenggang waktu masing-masing 2 bulan. obat keras. menyimpan dan menyerahkan perbekalan farmasi yang bermutu baik dan terjamin keabsahannya serta tidak memenuhi kewajiban dalam memusnahkan perbekalan farmasi yang tidak dapat digunakan lagi atau dilarang digunakan dan mengganti obat generik yang ditulis dalam resep dengan obat paten. f) Pemilik sarana apotek terbukti terlibat dalam pelanggaran perundang-undangan dibidang obat.LAPORAN APOTEK 2013 j) Terhadap permohonan izin apotek yang ternyata tidak memenuhi persyaratan apotek dan apoteker pengelola apotek atau lokasi tidak sesuai dengan permohonan maka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat dalam jangka waktu selambat-lambatnya 12 hari kerja wajib mengeluarkan Surat Penolakan disertai alasan-alasan dengan menggunakan formulir model APT-7. 7. b) Pembekuan izin apotek untuk jangka waktu selama-lamanya 6 bulan sejak dikeluarkannya penetapan pembekuan kegiatan di apotek pencabutan izin apotek dapat dilaksanakan setelah Universitas Andalas Page 17 . e) Surat izin kerja apoteker pengelola apotek dicabut. Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. Kepala Dinas Kesehatan dapat mencabut surat izin apotek apabila: a) Apoteker yang sudah tidak memenuhi ketentuan atau persyaratan sebagai apoteker pengelola apotek.1332/Menkes/SK/X/2002. Pencabutan Surat Izin Apotek Setiap apotek harus berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d) Terjadi pelanggaran terhadap ketentuan Peraturan Perundang-undangan mengenai narkotika. psikotropika serta ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. b) Apoteker tidak memenuhi kewajiban dalam menyediakan.

2) Pengadaan. b) Narkotika. 3) Pelayanan informasi mengenai perbekalan farmasi yang meliputi: Universitas Andalas Page 17 . dibidang kefarmasian pengelolaan apotek meliputi: 1) Pembuatan. penyimpanan. c) Apoteker pengelola apotek wajib melaporkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota atau petugas yang diberi wewenang tentang penghentian kegiatan disertai laporan inventaris yang dimaksud di atas. Pengelolaan apotek dibedakan atas: a) Pengelolaan teknis farmasi. Pengelolaan apotek sepenuhnya berada ditangan apoteker. Hal ini dilakukan setelah Kepala Balai Besar POM setempat melakukan pemeriksaan. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.LAPORAN APOTEK 2013 Pembekuan izin apotek dapat dicairkan kembali apabila apotek telah membuktikan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. 8.1332/Menkes/SK/2002. pencampuran. Apabila surat izin apotek dicabut. psikotropika dan resep harus dimasukkan dalam tempat yang tertutup dan terkunci. penyimpanan dan penyerahan obat atau bahan obat. Keputusan pencabutan surat izin apotek dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan atau Kota disampaikan langsung kepada apoteker pengelola apotek dengan menggunakan contoh formulir model APT-15. oleh karena itu apoteker harus mengelola secara efektif sehingga obat yang disalurkan kepada masyarakat akan lebih dapat dipertanggung jawabkan. obat keras tertentu dan obat lainnya dan seluruh resep yang tersisa di apotek. Bab VI pasal 10. pengelolaan. penyaluran dan penyerahan perbekalan farmasi lainnya. Pengamanan tersebut dilakukan dengan tata cara sebagai berikut: a) Dilakukan inventarisai terhadap seluruh persediaan narkotika. Pengelolaan Apotek Pengelolaan apotek merupakan segala upaya dan kegiatan yang dilakukan oleh seorang apoteker dalam rangka memenuhi tugas dan fungsi apotek. perubahan bentuk. peracikan. tembusan kepada menteri dan kepala Dinas Kesehatan Provinsi setempat serta Kepala Balai Pemeriksaan Obat dan makanan setempat. karena kualitas dan keamanannya selalu terjaga. apoteker pengelola apotek atau apoteker pengganti wajib mengamankan perbekalan farmasinya.

personalia. bahaya. Pelayanan Apotek Pelayanan dapat diartikan sebagai kegiatan atau keuntungan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat tidak kasat mata dan tidak berujung pada kepemilikan. 9. b) Pengelolaan non teknis farmasi Pengelolaan ini meliputi semua kegiatan administrasi. mutu obat dan perbekalan lainnya. 3) Pedoman dalam pengawasan praktek apoteker. Hal lainnya yang harus diperhatikan dalam pengelolaan apotek adalah: 1) Apoteker berkewajiban menyediakan. Pelayanan informasi tentang obat dan perbekalan farmasi lainnya yang diberikan baik kepada dokter atau tenaga kesehatan lainnya maupun kepada masyarakat. menyimpan dan menyerahkan perbekalan farmasi yang bermutu baik dan keabsahannya terjamin 2) Obat dan perbekalan farmasi lainnya yang karena suatu hal tidak dapat digunakan atau dilarang digunakan. b. keamanan.1027/Menkes/ SK/2004 pelayanan kesehatan meliputi : Universitas Andalas Page 17 . maka hal tersebut dianggap merupakan pelayanan yang bermutu tinggi. maka perlu ditetapkan standar pelayanan farmasi di apotek. 2) Melindungi profesi dari tuntutan masyarakat yang tidak wajar. keuangan. salah satunya adalah dengan memberikan pelayanan prima yaitu jika perlakuan yang diterima oleh pelanggan lebih baik daripada yang diharapkan. Tujuan dari standar pelayanan ini adalah: 1) Melindungi masyarakat dari pelayanan yang tidak profesional. Pengamatan dan pelaporan informasi mengenai khasiat. kegiatan material (arus barang) dan bidang lainnya yang berhubungan dengan apotek. harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau ditanam atau dengan cara lain yang telah ditetapkan oleh Balai Besar POM. 4) Pembinaan serta meningkatkan mutu pelayanan farmasi di apotek Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Supaya pelayanan prima dapat selalu diwujudkan suatu perusahaan dalam hal ini adalah apotek. Dengan semakin meningkatnya persaingan pasar banyak perusahaan mengembangkan strategi jitu dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.LAPORAN APOTEK 2013 a.

inkompatibilitas. dan berat badan pasien. kesesuaian (dosis. aktivitas serta makanan dan minuman yang harus dihindari selama terapi. dosis. e) Apoteker harus memenuhi informasi yang benar. Pelayanan resep 1) Skrining resep 2013 a) Persyaratan administratif. Informasi obat pada pasien sekurang-kurangnya meliputi : cara pemakaian obat. menimbang. potensi. mencampur. akurat. bijaksana dan terkini. umut. c) Pertimbangan klinis : adanya alergi. jelas dan mudah dimengerti. dosis.LAPORAN APOTEK a. jangka waktu pengobatan. apoteker harus melaksanakan pemantauan penggunaan obat. etis. mengemas dan memberikan etiket pada wadah. durasi. cara dan lama pemberian. jumlah obat dan lain-lain) 2) Penyiapan obat a) Peracikan yang merupakan kegiatan menyiapkan. potensi. efek samping. nama. Konseling terutama ditujukan untuk pasien penyakit kronis (hipertensi. dan alamat dokter. nama obat. f) Apoteker harus memberikan konseling kepada pasien sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup pasien. b) Kesesuaian farmasetik : bentuk sediaan. asma dan lain-lain). jumlah yang diminta. jenis kelamin. tidak bias. tanggal penulisan resep. g) Setelah penyerahan obat kepada pasien. interaksi. alamat. b) Etiket harus jelas dan dapat dibaca. diabetes melitus. SIK. c) Kemasan obat yang diserahkan harus rapi dan cocok sehingga terjaga kualitasnya. Universitas Andalas Page 17 . cara penyimpanan obat. seperti : nama. TBC. cara pemakaian serta informasi lainnya. stabilitas. d) Penyerahan obat pada pasien harus dilakukan pemeriksaan akhir terhadap kesesuaian antara obat dengan resep dan penyerahan obat dilakukan oleh apoteker disertai pemberian informasi obat dan konseling kepada pasien.

apoteker harus membuat catatan pengobatan pasien (medication record). 10. indikasi. 2. 6 dan harus ditandai dengan etiket atau brosur yang Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK b. serta cara penyimpanannya. nama dan alamat pabrik.1 sampai P. obat keras serta obat narkotika dan psikotropika. Obat bebas terbatas termasuk obat keras dimana pada setiap takaran yang digunakan diberi batas dan pada kemasan ditandai dengan lingkaran hitam mengelilingi bulatan berwarna biru serta sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. khususnya untuk kelompok lansia dan pasien dengan penyakit kronis. Dalam kemasan obat disertakan brosur yang berisi nama obat. mengelilingi bulatan berwarna hijau yang dapat dilihat dengan lebih jelas pada Gambar II. nomor registrasi. c. a) Obat Bebas Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. aturan pakai. No.6355/Dirjen/SK/69 tanggal 5 November 1975. No. dosis. Pelayanan residensial (home care) Apoteker sebagai care giver diharapkan juga dapat melakukan pelayanan kefarmasian yang bersifat kunjungan rumah. Penandaan obat bebas b) Obat Bebas Terbatas Obat bebas terbatas yaitu obat yang digunakan untuk mengobati penyakit ringan yang dapat dikenali oleh penderita sendiri. Gambar II. Untuk kegiatan ini. Pada kemasan ditandai dengan lingkaran hitam. Promosi dan Edukasi 2013 Apoteker harus memberikan edukasi kepada pasien yang ingin melakukan upaya pengobatan diri sendiri (swamedikasi) untuk penyakit yang ringan dengan memilihkan obat yang sesuai dan apoteker harus berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ini. nama dan isi zat berkhasiat. obat bebas terbatas. disertai tanda peringatan P. nomor batch. Sediaan Farmasi Sediaan farmasi digolongkan menjadi 5 bagian yaitu obat bebas. efek samping . 2.

petunjuk penggunaan. obat baru yang belum tercantum dalam kompendial/farmakope terbaru yang berlaku di Indonesia serta obat-obat yang ditetapkan sebagai obat keras melalui keputusan Menkes Republik Indonesia. Obat yang masuk ke dalam golongan obat keras ini adalah obat yang dibungkus sedemikian rupa yang digunakan secara parenteral. 5. 3.LAPORAN APOTEK 2013 menyebutkan nama obat yang bersangkutan. nomor batch. 5. daftar bahan berkhasiat serta jumlah yang digunakan. 3 dan Gambar II. nama dan alamat produsen. Tanda dapat dilihat dengan lebih jelas pada Gambar II. nomor registrasi. cara pemakaian. peringatan serta kontra indikasi. Penandaan obat bebas terbatas c) Obat Keras Obat keras adalah obat yang hanya boleh diserahkan dengan resep dokter. Penandaan terhadap obat bebas terbatas beserta Penandaan peringatan dapat dilihat pada Gambar II. 4. tanggal kadaluarsa. baik dengan cara suntikan maupun dengan cara pemakaian lain dengan jalan merobek jaringan. indikasi. Gambar II. dimana pada bungkus luarnya diberi tanda bulatan dengan lingkaran hitam dengan dasar merah yang didalamnya terdapat huruf “K” yang menyentuh garis tepi. Gambar II. Penandaan obat keras Universitas Andalas Page 17 .

Kewajiban menuliskan resep dan atau menggunakan obat generik pada fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. dan dapat menimbulkan ketergantungan. Obat yang dapat diserahkan tanpa resep dokter harus memenuhi kriteria: a. dalam Bab I pasal 1 Psikotropika adalah zat atau obat.LAPORAN APOTEK d) Obat Narkotika 2013 Menurut Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. dalam Bab I pasal 1 Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. 11. hilangnya rasa. Obat Generik Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang telah ditetapkan dalam Farmakope Indonesia dan Internasional Non Proprietary Name (INN) WHO untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.919/Menkes/Per/X/1993. Selain itu obat generik dapat juga merupakan obat yang telah habis masa patennya. Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil. b. Ada dua jenis obat generik yaitu obat generik bermerek dagang dan obat generik berlogo yang dipasarkan dengan merek kandungan zat aktifnya. obat wajib apotek adalah obat keras yang dapat diserahkan pada pasien tanpa resep dokter dengan mengikuti peraturan dari Menteri Kesehatan. 12.085/Menkes/Per/I/1989 pasal 7 ayat (1) dan (3). sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti. Universitas Andalas Page 17 . mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. e) Obat Psikotropika Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Obat Wajib Apotek Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. Pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan resiko pada kelanjutan penyakit. yang dibedakan ke dalam golongan-golongan. anak dibawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun.

Penggunaan diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia.2 yang termasuk dalam Obat Wajib Apotek Golongan 2 sebagai berikut : NAMA OWA Golongan 2 Albendazol Bacitracin Benorilate Bismuthsubcitrate Carbinoxamin Clindamicin Dexametason Dexpanthenol Diclofenac Niclosamide Universitas Andalas Diponium Fenoterol Flumetason Hydrocortison Butyrat Ibuprofen Isoconazol Ketokonazole Levamizole Methylprednisolon Omeprazole Page 17 .LAPORAN APOTEK 2013 c.yang termasuk dalam Obat Wajib Apotek Golongan 1 sebagai berikut : NAMA OWA Golongan 1 Aminophylline Benzoxonium Benzocain Bromhexin Centrimide Chlorhexidin Cholinetheophyllinate Dexbromoheniramine maleate Dipheenhydramine Docusate Sodium Hexetidine Ibuprofen Lidocain Mebendazol Oxymetazoline Theophylline Tolnaftate Triprolidine Menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. e.924/Menkes/Per/X/1993 Tentang Daftar Obat Wajib No. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No. d.925/Menkes/Per/X/1993 Tentang Daftar Perubahan Golongan Obat No.1 . Obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri. Penggunaan tidak memerlukan cara dan atau alat khusus yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Universitas Andalas Page 17 . layak dan menjamin kestabilan bahan. yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. maka harus dicegah terjadinya kontaminasi dan harus ditulis informasi yang jelas pada wadah baru. wadah sekurang-kurangnya memuat nomor bets dan tanggal kadaluarsa. Pengelolaan Narkotika Berdasarkan Undang-Undang No.LAPORAN APOTEK 2013 13. b. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Perencanaan Dalam membuat perencanaan pengadaan sediaan farmasi perlu diperhatikan pola penyakit dan kemampuan masyarakat. b) Narkotika Golongan II adalah Narkotika berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dalam terapi dan/atau digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. Semua bahan obat harus disimpan pada kondisi yang sesuai. 14. c. baik sintetis maupun semisintetis. narkotika dapat didefinisikan sebagai suatu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman. hilangnya rasa. Dalam hal pengecualian atau darurat dimana isi dipindahkan pada wadah lain. serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Penyimpanan obat Obat atau bahan obat harus disimpan dalam wadah asli dari pabrik. Pengadaan Untuk menjamin kualitas pelayanan kefarmasiaan maka pengadaan sediaan farmasi harus melalui jalur resmi. Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Perbekalan Kesehatan Pengelolaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan dilakukan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku meliputi : a. dan dapat menimbulkan ketergantungan yang dibedakan ke dalam golongan-golongan yaitu : a) Narkotika Golongan I adalah Narkotika yang hanya digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi.

Narkotika sangatlah bermanfaat dan diperlukan untuk pengobatan dan pelayanan kesehatan serta pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam rangka mempermudah pengawasan penggunaan Narkotika di wilayah Indonesia maka Pemerintah menetapkan PT. 28/Menkes/per/1978 pasal 5 yaitu apotek harus memiliki tempat khusus untuk menyimpan narkotika. Kimia Farma sebagai satu-satunya perusahaan yang diizinkan untuk memproduksi. b) Penyimpanan narkotika Narkotika yang berada di apotek wajib disimpan secara khusus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dalam UU No. maka diadakan pengawasan terhadap penggunaan narkotika yang meliputi pembelian. 35 tahun 2009 pasal 14 ayat (1). Universitas Andalas Page 17 . Pengelolaan narkotika meliputi kegiatan: a) Pemesanan narkotika Pemesanan narkotika hanya dapat dilakukan pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) Kimia Farma.LAPORAN APOTEK 2013 c) Narkotika Golongan III adalah Narkotika berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Pesanan narkotika bagi apotek ditandatangani oleh APA dengan menggunakan surat pesanan rangkap empat. namun dapat menimbulkan ketergantungan yang dapat merugikan pemakai apabila dipergunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama. Narkotika sering digunakan dengan cara maupun tujuan yang salah untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika. Tempat khusus tersebut harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1) Harus seluruhnya terbuat dari kayu atau bahan lain yang kuat. mengimpor dan mendistribusikan narkotika di Indonesia. dimana tiap jenis pemesanan narkotika menggunakan satu surat pesanan yang dilengkapi dengan nomor SIK apoteker dan stempel apotek. menjamin ketersediaan Narkotika untuk kepetingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembagan ilmu pengetahuan dan teknologi. penyimpanan. Adapun tata cara penyimpanan narkotika diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI No. administrasi serta penyampaian laporannya. 2) Harus mempunyai kunci ganda yang kuat. penjualan.

apotek dilarang melayani salinan resep yang mengandung narkotika. maka lemari tersebut harus dibuat pada tembok dan lantai. 4) Apabila tempat tersebut berukuran 40 x 80 x 100 cm. 3) Salinan resep dari resep narkotika dengan tulisan iter tidak boleh dilayani sama sekali. walaupun resep tersebut baru dilayani sebagian atau belum dilayani sama sekali. Oleh karena itu dokter tidak boleh menambah tulisan iter pada resep-resep yang mengandung narkotika Universitas Andalas Page 17 . kecuali ditentukan oleh Menteri Kesehatan. sedangkan bagian kedua dipergunakan untuk menyimpan narkotika lainnya yang dipakai sehari-hari. apotek boleh membuat salinan resep tetapi salinan resep tersebut hanya boleh dilayani oleh apotek yang menyimpan resep aslinya.336/EE/SE/1977 antara lain dinyatakan: 1) Sesuai dengan bunyi pasal 7 ayat (2) undang-undang no. Selain itu pada pasal 6 Peraturan Menteri Kesehatan RI No.LAPORAN APOTEK 2013 3) Dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama digunakan untuk menyimpan morfin. 2) Untuk resep narkotika yang baru dilayani sebagian atau belum dilayani sama sekali. 9 tahun 1976 tentang narkotika. petidin dan garam-garamnya serta persediaan narkotika. 2) Lemari khusus tidak boleh dipergunakan untuk menyimpan barang lain selain narkotika. masing-masing bagian dengan kunci yang berlainan. 3) Anak kunci lemari khusus dikuasai oleh penanggung jawab atau pegawai lain yang diberi kuasa. 4) Lemari khusus diletakkan di tempat yang aman dan tidak boleh terlihat oleh umum c) Pelayanan resep mengandung narkotika Apotek hanya melayani pembelian narkotika berdasarkan resep dokter dengan ketentuan berdasarkan surat edaran BPOM No.28/Menkes/Per/I/1978 dinyatakan bahwa: 1) Apotek harus menyimpan narkotika dalam lemari khusus sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 5 Peraturan Menteri Kesehatan No. 28/Menkes/Per/1978 dan harus dikunci dengan baik.

kemudian dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Republik Indonesia Propinsi setempat dengan tembusan kepada: 1) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 2) BPOM setempat 3) Penanggung jawab narkotika PT. Laporan tersebut meliputi laporan pemakaian narkotika dan laporan pemakaian morfin dan petidin. apotek. SIA. e) Pemusnahan narkotika Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. menyampaikan. rumah sakit. Laporan harus di tandatangani oleh apoteker pengelola apotek dengan mencantumkan SIK. Kimia Farma Tbk 4) Arsip Laporan yang ditandatangani oleh APA meliputi: 1) Laporan penggunaan sediaan jadi narkotika 2) Laporan penggunaan bahan baku narkotika 3) Laporan khusus penggunaan morfin dan petidin Laporan narkotika tersebut dibuat setiap bulannya dan harus dikirim selambatlambatnya tanggal 10 bulan berikutnya. 22 Tahun 1997 tentang narkotika disebutkan bahwa pemusnahan narkotika dilakukan dalam hal: 1) Diproduksi tanpa memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku dan atau tidak dapat digunakan dalam proses produksi 2) Kadaluarsa. 28/Menkes/Per/I/1978 Pasal 9 disebutkan bahwa pemegang izin khusus dan atau APA dapat memusnahkan narkotika yang rusak atau tidak memenuhi syarat. dan lembaga ilmu pengetahuan wajib membuat. sarana penyimpanan sediaan farmasi pemerintah. 3) Tidak memenuhi syarat lagi untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan dan atau untuk pengembangan ilmu pengetahuan. dan menyimpan laporan berkala mengenai pemasukan dan/atau pengeluaran arkotika yang berada dalam penguasaannya. pedagang besar farmasi. 35 tahun 2009 Pasal 14 ayat (2) dinyatakan bahwa industri farmasi. nama jelas dan stempel apotek. pusat kesehatan masyarakat.LAPORAN APOTEK d) Pelaporan narkotika 2013 Berdasarkan Undang-Undang No. Universitas Andalas Page 17 . balai pengobatan. Berdasarkan Undang-Undang No. dokter.

Pengelolaan Psikotropika Psikotropika menurut Undang-undang No. Pelaksanaan pemusnahan narkotika yang rusak atau tidak memenuhi persyaratan pada apotek adalah sebagai berikut: 1) Bagi apotek di tingkat propinsi. yang berupa: teguran. 5 Tahun 1997 merupakan zat atau obat.LAPORAN APOTEK 4) Berkaitan dengan tindak pidana 2013 Berdasarkan Pasal 61 Undang-Undang No. orang atau badan usaha yang bertanggung jawab atas produksi dan atau peredaran narkotika. 5) Cara pemusnahan. sarana kesehatan tertentu serta lembaga ilmu pengetahuan dengan disaksikan oleh pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. penghentian sementara kegiatan atau pencabutan izin. 4) Nama dan jumlah narkotika yang dimusnahkan. pemusnahan narkotika dilaksanakan oleh pemerintah. disebutkan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan mengenai penyimpanan dan pelaporan narkotika dapat dikenai sanksi administratif oleh Menteri Kesehatan. 22 Tahun 1997. bulan dan tahun pemusnahan. 3) Nama seorang saksi dari pemerintah dan seorang saksi lain dari apotek tersebut. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui Universitas Andalas Page 17 . 2) Nama pemegang izin khusus atau apoteker pengelola apotek. pelaksanaan pemusnahan disaksikan oleh petugas dari BPOM setempat. peringatan. denda administratif. 15. Pemegang izin khusus atau apoteker pengelola apotek yang memusnahkan narkotika harus membuat berita acara pemusnahan paling sedikit 3 rangkap. tanggal. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 2) Bagi apotek di tingkat Kabupaten/Kota pemusnahan disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tingkat II. 6) Tanda tangan penanggung jawab apotek dan saksi-saksi f) Pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan narkotika Dalam Undang-Undang No. Berita acara pemusnahan tersebut memuat: 1) Hari.

Penyaluran psikotropika tersebut diatur dalam UndangUndang No.LAPORAN APOTEK 2013 pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. 5 Tahun 1997 adalah segala yang berhubungan dengan psikotropika yang mempunyai potensi yang mengakibatkan ketergantungan. 2) Mencegah terjadinya penyalahgunaan psikotropika. 5 Tahun 1997 pasal 12 ayat (2) dinyatakan bahwa penyerahan psikotropika oleh apotek hanya dapat dilakukan kepada apotek lainnya. Pemesanan psikotropika tidak memerlukan surat pemesanan khusus dan dapat dipesan apotek dari PBF atau pabrik obat. 3) Memberantas peredaran gelap psikotropika. 4) Psikotropika golongan IV adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan untuk terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Ruang lingkup pengaturan psikotropik dalam Undang-Undang No. yaitu: 1) Menjamin ketersediaan psikotropika guna kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan. 3) Psikotropika golongan III adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. serta mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Psikotropika dibagi menjadi beberapa golongan : 1) Psikotropika golongan I adalah psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi. Kegiatan-kegiatan pengelolaan psikotropika meliputi: a) Pemesanan psikotropika Tata cara pemesanan obat-obat psikotropika sama dengan pemesanan obat lainnya yakni dengan surat pemesanan yang sudah ditandatangani oleh APA yang dikirim ke pedagang besar farmasi (PBF). 2) Psikotropika golongan II adalah psikotropika yang berhasiat pengobatan digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. rumah Universitas Andalas Page 17 . Tujuan dari pengaturan psikotropika ini sama dengan narkotika.

sarana penyimpanan sediaan farmasi pemerintah. Pelaporan psikotropika dilakukan setahun sekali dengan ditandatangani oleh APA dilakukan secara berkala yaitu setiap tahun kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dengan tembusan kepada Kepala Dinas Kesehatan setempat dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan. maka disarankan agar menyimpan obat-obatan psikotropika tersebut dalam suatu rak atau lemari khusus yang terpisah dengan obat-obat lain. c) Penyerahan psikotropika Penyerahan psikotropika oleh apotek hanya dilakukan kepada apotek lainnya. wajib membuat dan menyimpan catatan mengenai kegiatan yang berhubungan dengan psikotropika dan wajib melaporkannya kepada Menteri Kesehatan secara berkala. PBF. d) Pelaporan psikotropika Berdasarkan UU No. dokter dan lembaga penelitian dan atau lembaga pendidikan.LAPORAN APOTEK 2013 sakit. pabrik obat. puskesmas. tidak harus dikunci dan membuat kartu stok psikotropika. balai pengobatan. Namun karena obat-obatan psikotropika ini cenderung untuk disalahgunakan. puskesmas. Satu lembar surat pesanan psikotropika dapat terdiri dari satu jenis obat psikotropika. rumah sakit. 5 Tahun 1997 pasal 53 tentang psikotropika. balai pengobatan. 5 Tahun 1997. Universitas Andalas Page 17 . b) Penyimpanan psikotropika Sampai ini penyimpanan untuk obat-obatan golongan psikotropika belum diatur dengan suatu perundang-undangan. puskesmas. dokter dan kepada pasien berdasarkan resep dokter. rumah sakit. kadaluarsa atau tidak memenuhi syarat untuk digunakan pada pelayanan kesehatan dan atau untuk kepentingan ilmu pengetahuan. balai pengobatan. dokter dan pelayanan resep. e) Pemusnahan psikotropika Berdasarkan UU No. diproduksi tanpa memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku dan atau tidak dapat digunakan dalam proses psikotropika. pemusnahan psikotropika dilakukan bila berhubungan dengan tindak pidana. apotek.

disaksikan oleh petugas yang ditunjuk Kepala POM setempat. 922/MenKes/Per/X/1993 pasal 17 ayat 2 menyebutkan bahwa resep harus dirahasiakan dan disimpan di apotek dengan baik dalam jangka waktu 3 tahun. 1332/MenKes/SK/X/2002 pasal 12 ayat (2) disebutkan bahwa sediaan farmasi yang karena sesuatu hal tidak dapat digunakan lagi atau dilarang digunakan harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau ditanam atau dengan cara lain yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. tanggal. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.922/MenKes/Per/X/1993 pasal 13 menyebutkan bahwa pemusnahan sediaan farmasi dilakukan oleh Apoteker Pengelola Apotek atau apoteker pengganti dibantu oleh sekurang-kurangnya seorang karyawan apotek yang bersangkutan. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Penyimpanan dan Pemusnahan Resep a) Pengelolaan obat rusak dan kadaluarsa Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2) Nama pemegang izin khusus atau apoteker pengelola apotek. 3) Nama seorang saksi dari pemerintah dan seorang saksi lain dari apotek tersebut. b) Penyimpanan dan Pemusnahan Resep Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 5) Cara pemusnahan. 6) Tanda tangan penanggung jawab apotek dan saksi-saksi . 16. sedangkan pemusnahan obatobatan golongan narkotik dan psikotropika wajib mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Berita acara pemusnahan tersebut memuat: 1) Hari. 4) Nama dan jumlah psikotropika yang dimusnahkan. Pada pemusnahan tersebut wajib dibuat berita acara pemusnahan dengan menggunakan formulir model APT-8. bulan dan tahun pemusnahan. Pengelolaan Obat Rusak dan Kadaluarsa.LAPORAN APOTEK 2013 Pemusnahan psikotropika wajib dibuat berita acara dan disaksikan oleh pejabat yang ditunjuk dalam waktu 7 hari setelah mendapat kepastian. 280 tahun 1981 tentang ketentuan dan tata cara pengelolaan apotek pada pasal 7 ayat 3 dan 4 menyebutkan bahwa resep yang telah disimpan lebih dari 3 tahun tersebut dapat Universitas Andalas Page 17 .

Pemusnahan resep dilakukan oleh Apoteker Pengelola Apotek atau apoteker pengganti dibantu oleh sekurang-kurangnya seorang karyawan apotek yang bersangkutan dan harus dibuat berita acara pemusnahan sesuai dengan bentuk yang telah ditentukan dalam empat rangkap serta ditandatangani oleh Apoteker Pengelola Apotek dan petugas apotek yang melakukan pemusnahan resep tersebut. 4) Melayani resep yang tidak jelas dokternya. maka pelanggaran di apotek dapat dikategorikan dalam 2 macam. 8) Melayani salinan resep narkotika dari apotek lain. 17. 9) Lemari narkotika tidak memenuhi syarat. 5) Kerjasama dengan PBF dalam menyalurkan obat kepada pihak yang tidak berhak dalam jumlah besar. 3) Menjual obat daftar G kepada yang tidak berhak. 11) Buku narkotika tidak diisi atau tidak dapat dilihat atau diperiksa Universitas Andalas Page 17 . 6) Tidak menunjuk apoteker pendamping atau apoteker pengganti pada waktu APA keluar daerah. 10) Resep narkotika tidak dipisahkan. 2) Mengubah denah apotek tanpa izin. Pelanggaran Apotek Berdasarkan berat ringannya pelanggaran. tidak mepunyai penandaan atau belum dimusnahkan 6) Obat dalam kartu stok tidak sesuai dengan jumlah yang ada 7) Salinan resep yang tidak ditandatangani oleh apoteker. 5) Menyimpan obat rusak. 4) Menjual narkotika tanpa resep dokter.LAPORAN APOTEK 2013 dimusnahkan dengan cara di bakar atau dengan cara lain yang lebih memadai. Kegiatan yang termasuk pelanggaran berat di apotek meliputi : 1) Melakukan kegiatan tanpa ada tenaga teknis farmasi 2) Terlibat dalam penyaluran atau penyimpanan obat palsu atau gelap 3) Pindah alamat apotek tanpa izin. Kegiatan yang termasuk pelanggaran ringan apotek meliputi : 1) Tidak menunjuk Apoteker pendamping pada waktu APA tidak bisa hadir pada jam buka apotek (apotek yang buka 24 jam).

baik sanksi administratif maupun sanksi pidana. apoteker lain. perawat.922/MENKES/PER/X/1993 adalah : a) Peringatan secara tertulis kepada APA secara 3 kali berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing 2 bulan. Komunikasi adalah pancaran ide dari satu pemikiran ke pemikiran lain melalui interaksi antara dua pihak yaitu komunikator dan penerima pesan melalui suatu proses sehingga terjadi pemindahan pesan secara sempurna. KIE adalah bagian penting dalam pelayanan kesehatan dimana setiap profesi kesehatan dituntut tanggung jawabnya untuk selalu mengefektifkan KIE sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Komunikasi. dan terkini kepada dokter. reaksi penerima. KIE merupakan kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh apoteker untuk memberikan informasi secara akurat. Komunikasi merupakan pembentukan pesan dari pemikiran. Sanksi administratif yang diberikan menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No. B.1332/MENKES/SK/X/2002 dan Permenkes No. Universitas Andalas Page 17 . Setiap pelanggaran apotek terhadap ketentuan yang berlaku dapat dikenakan sanksi. b) Pembekuan izin apotek untuk jangka waktu selama-lamanya 6 bulan sejak dikeluarkannya penetapan pembekuan izin apotek. mengartikan pesan oleh penerima atau. tidak bias. penyampaian pesan kepada penerima (receiver) atau.LAPORAN APOTEK 2013 12) Tidak mempunyai atau mengisi kartu stok hingga tidak dapat diketahui dengan jelas asal usul obat tersebut. c) Pembekuan izin apotek tersebut dapat dicairkan kembali apabila apotek tersebut dapat membuktikan bahwa seluruh persyaratan yang ditentukan dalam keputusan Menteri Kesehatan RI dan Permenkes tersebut telah dipenuhi (5). dan terutama pasien. Informasi dan Edukasi (KIE) 1) Definisi Kombinasi dari komunikasi informasi dan edukasi (KIE) adalah strategi dan metode yang memungkinkan seorang apoteker untuk melakukan pencegahan dan pemeliharaan kesehatan dari setiap pasien. profesi kesehatan lain. perilaku pengirim (sender) atau. perasaan. Keputusan pencabutan SIA disampaikan lagsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Menteri Kesehatan dan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat.

pikiran (disadari atau tidak). Biasanya menggambarkan pesan perasaan. c. Alur Proses Komunikasi 3) Tahapan. 6. Tahap perilaku : Adanya persiapan untuk memberi informasi tersebut. dan lebih terpercaya Berikut digambarkan proses terjadinya komunikasi : Informasi Komunikator r Media Pesan Komunikan Gambar II. Tahap pembentukan sikap : Keinginan untuk berinteraksi antara komunikator dan komunikan. Tipe dan Hambatan dalam Komunikasi Tahapan dari komunikasi terhadap pendengar yaitu sebagai berikut : a. b) Komunikasi antar pribadi (Interpersonal Communication) merupakan komunikasi antara 2 orang atau lebih secara tatap muka. yaitu : 2013 a. mengekspresikan wajah/gerakan. Penghubungnya adalah bahasa. anggota badan. bunyi. Universitas Andalas Page 17 . Berbagai tipe komunikasi diantaranya sebagi berikut : a) Komunikasi dengan diri sendiri (Intrapersonal Communication) merupakan proses komunikasi dalam diri sendiri. b. Komunikasi verbal adalah komunikasi secara lisan yang terjadi apabila dua orang atau lebih bertemu baik secara langsung atau tidak langsung. Komunikasi non verbal adalah semua tingkah laku yang bukan lisan dan tidak secara tertulis. Penghubungnya antara lain ekspresi wajah. biasanya sulit dibuat-buat. c) Komunikasi publik (Public Communication) merupakan komunikasi yang disampaikan oleh pembicara dengan tatap muka di depan khalayak yang lebih besar.LAPORAN APOTEK 2) Klasifikasi Komunikasi Komunikasi dapat dibedakan menjadi dua. Tahap pengenalan : Mulai mengenal sambil mencari informasi b.

perawat dan penderita. kesukaran berbicara.LAPORAN APOTEK 2013 d) Komunikasi massa (Mass Communication) merupakan komunikasi dimana pesan dikirim dari sumber yang melembaga bagi khalayak. 2) Ruangan. Hambatan lain dalam berkomunikasi adalah lingkungan. d. Salah satu implementasi dari KIE adalah kegiatan konseling. Dalam berkomunikasi terdapat berbagai macam hambatan. penderita dan khusus di rumah sakit melibatkan perawat. Barrier psikologis 1) Bias 2) Prasangka 3) Wawasan sempit 4) Takut / khawatir 5) Emosi 6) Tidak kompatibel 7) Tidak ada saluran komunikasi c. penyiapan dan penyerahan obat kepada penderita menunjukkan adanya suatu interaksi antara dokter. informasi obat menjadi sangat penting terutama informasi dari apoteker. gangguan telepon. keadaan sakit/lemah. baik untuk dokter. Barrier fisik. contohnya kurang leluasa. Barrier non-verbal yaitu hambatan yang berupa kurang nya kontak mata antara komunikator dan komunikan. farmasis. yang diantaranya disebut dengan a. Dalam pelayanan kesehatan yang baik. contohnya : 1) Fisik pasien. pemilihan. terdapat penghalang kaca. contohnya gangguan pendengaran/penglihatan. suara berisik. counter terlalu tinggi. b. faktor pasien dan apoteker. Konseling merupakan suatu proses yang sistematik untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan Universitas Andalas Page 17 . 4) Penerapan KIE Pelayanan obat kepada penderita melalui berbagai tahapan pekerjaan meliputi diagnosis penyakit. Barrier waktu dan administrasi 1) Apoteker tidak dibayar untuk melakukan konsultasi 2) Pasien sudah lelah menunggu dokter 3) Segan berkomunikasi.

Termasuk di dalamnya adalah penampilan. waktu. Nada bicara. Universitas Andalas Page 17 . tekanan dan ekspresi mempunyai pengaruh yang kuat dalam berkomunikasi. b. tanda-tanda toksisitas. Agar dapat berkomunikasi dengan baik dan efektif diperlukan usaha. ras dan keterbatasan fisik. dan penggunaan obat-obat lain. Tidak ada satupun pengalaman yang sama pada situasi yang sama meskipun dapat terlihat melakukan hal yang sama tetapi tetap mempunyai perasaan yang berbeda. Ada respon yang berbeda-beda untuk orang yang satu dengan yang lain. Hal itu dapat dicapai melalui beberapa cara sebagai berikut : a. d. lama penggunaan obat. tujuan pengobatan. apoteker harus memiliki keterampilan komunikasi yang prima supaya peningkatan derajat kesehatan dapat terwujud. efek samping obat. pakaian. jenis kelamin. Berkomunikasi secara aktif dan efektif dengan memperhatikan respon pasien untuk meyakinkan bahwa pasien mengerti esensi dari informasi yang disampaikan. jadwal pengobatan. Lakukan kontak mata ketika berkomunikasi. Tujuan dilakukannya konseling yaitu untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai obat kepada pasien dan tenaga kesehatan. kemauan untuk belajar dan yang tak kalah pentingnya adalah menumbuhkan rasa percaya diri. Anggapan dan harapan Pendapat awal tentang seseorang seringkali berdasarkan pada apa yang dilihat dan didengar. Tidak bersikap kasar dan merendahkan pasien c.LAPORAN APOTEK 2013 masalah pasien yang berkaitan dengan pengambilan dan penggunaan obat oleh pasien. Dalam hal menangani pasien. Menyediakan perhatian penuh kepada pasien b. f. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi adalah sebagai berikut: a. cara penyimpanan obat. e. Minta pasien untuk mengulang informasi yang sudah disampaikan dan lakukan koreksi jika ada yang tidak sesuai. cara menggunakan obat. Gunakan pertanyaan terbuka untuk menggali berbagai informasi yang diperlukan. diantaranya mengenai nama obat. usia. tekanan dan ekspresi Nada bicara.

Dengan mengamati sikap orang lain. 2) Ekspresi wajah Ekspresi wajah menggambarkan tentang suasana hati dan emosi. mengenai bagaimana memperhatikan dan membujuk. volume suara dan kecepatan yang tepat dan tanpa interupsi atau suara yang kaku. Nada dapat menyampaikan pengertian yang lebih dibandingkan dengan kata-kata yang sebenarnya.LAPORAN APOTEK c. Volume harus diatur sesuai dengan keadaan dan dapat menegaskan kata kuncinya. Penggunaan komunikasi vokal yang efektif diperlukan agar dapat menjadi cakap dalam berbicara dengan nada suara yang hangat dan penuh percaya diri. 3) Kontak mata Menghindari kontak mata adalah jalur yang paling sukses untuk menghindari komunikasi. d. Ekspresi wajah dari seorang apoteker saat memulai percakapan akan sangat menentukan bagaimana penerimaan dari pasien akan suatu saran atau informasiyang diberikan. Bahasa tubuh 1) Isyarat/sikap Isyarat tangan berguna untuk menekankan sebuah pokok pembicaraan atau untuk mendeskripsikan sesuatu. puncak. Kecepatan berbicara harus tetap diperhatikan agar dapat dimengerti oleh pendengarnya. karena akan mengurangi penggunaan kata-kata sehingga dapat membingungkan pendengarnya. Sangat penting bagi seorang apoteker untuk dapat membaca maksud dari ekspresi wajah. volume dan kecepatan. Dalam hal ini yang penting adalah menghormati level pemahaman pasien atau penerimaannya. karena hal itu menunjukkan ketertarikan dalam subjek dan juga berguna untuk menentukan giliran siapa yang berbicara. Pemeliharaan kontak mata adalah penting untuk memastikan kontinyuitas dari proses. Universitas Andalas Page 17 . Komunikasi dengan suara 2013 Kualitas suara dijelaskan dengan nada. Apoteker harus menggunakan isyarat yang tepat untuk meyakinkan suatu pokok pembicaraan atau menggambarkan sebuah prosedur. Bagaimanapun juga yang terpenting adalah tidak menggunakannya secara berlebih. bisa memberikan informasi yang berguna.

Dalam melakukan Konseling terdapat beberapa tahapan yaitu sebagai berikut: Universitas Andalas Page 17 . Dasar pemberian informasi dan edukasi maupun konsultasi obat kepada pasien dapat dilakukan pada waktu penyerahan obat. e. dalam bernegosiasi. b) Mendapatkan lebih dari dua pengobatan.LAPORAN APOTEK 4) Kontak fisik 2013 Hal ini adalah aspek yang penting dalam proses komunikasi dan dapat digunakan untuk mempertinggi komunikasi non verbal. Kontak fisik harus disesuaikan dengan aturan sosial yang berbeda untuk masing-masing kultur. Perilaku tegas sangat berguna sekali ketika menyelesaikan konflik. Konseling diberikan untuk pasien yang membawa resep dengan beberapa kriteria: a) Penggunaan obat 4 macam atau lebih. g) Pasien ibu hamil dan menyusui. Pola perilaku dalam berkomunikasi Perilaku tegas adalah baik dalam menjalin relasi dengan orang lain. kepemimpinan dan memotivasi. 5) Sikap tubuh Sikap tubuh akan mempunyai pengaruh yang besar tentang bagaimana menciptakan komunikasi yang baik. kesan yang baik dan kepastian dalam mengendalikan situasi. atau duduk dalam kondisi yang rileks. Postur tubuh yang baik adalah posisi condong ke arah orang yang berbicara. Selain itu pasien juga sangat membutuhkan informasi dan edukasi. e) Obat mempunyai efek samping dengan perhatian khusus. c) Obat dengan indeks terapi sempit. Pasien lanjut usia dan bayi. terutama dalam situasi yang buruk. d) Obat dengan cara penggunaan khusus. f) Pasien penyakit kronis atau menahun seperti tekanan darah tinggi. ketika memberi dan menerima arus balik tersebut. melakukan komunikasi seefektif mungkin. Harus dipertimbangkan bahwa sikap yang dapat diterima oleh suatu budaya bisa saja tidak dapat diterima oleh budaya yang lain. Komunikasi yang tegas dapat memberi rasa percaya diri. dalam bekerja sama dan dalam pertemuan atau rapat. jantung dan diabetes. terutama dalam kondisi konflik.

Biasanya swamedikasi dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan mulai dari batuk. d) Pengujian yang bertujuan untuk memastikan pasien memahami. ketika sedang sakit. Sedang konsep modern swamedikasi adalah upaya pencegahan terhadap penyakit. sakit kepala. Self-care adalah tindakan individu yang dilakukan untuk diri mereka sendiri dalam rangka menjaga dan memelihara kesehatan. diantaranya : a) Harga obat yang melambung tinggi. gatal-gatal hingga iritasi ringan pada mata. mengerti apa yang sudah diterangkan. dimana self-medication adalah satu unsur dari self-care 2) Latar Belakang Ada beberapa hal yang melatarbelakangi berkembangnya swamedikasi di kalangan masyarakat saat ini. ditambah biaya pelayanan kesehatan yang makin mahal. Universitas Andalas Page 17 . pilek. mengubah sikap dari pasien agar mengerti dan mengikuti regimen terapetik.LAPORAN APOTEK 2013 a) Pengenalan yaitu dengan cara memperkenalkan diri dan menjelaskn tujuan konseling. C. Self-medication adalah penggunaan dan pemilihan obat (meliputi pula herbal dan produk tradisional) oleh individu untuk memperlakukan berbagai penyakit atau gejalanya. Swamedikasi 1) Definisi Swamedikasi (Self Medication) bagi sebagian masyarakat adalah melakukan pengobatan mandiri. e) Kesimpulan dan penutup dilakukan dengan menawarkan bantuan jika ada masalah. c) Pelaksanaan yang bertujuan untuk merangsang. mencegah maupun berhadapan dengan penyakit. demam. maag. tanpa melalui dokter. menyebabkan sebagian masyarakat berinisiatif mengobati dirinya sendiri dengan obat-obatan yang tersedia di pasaran tanpa melalui konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. dengan mengkonsumsi vitamin dan food suplement untuk meningkatkan daya tahan tubuh. b) Penilaian yang bertujuan untuk menilai kepahaman pasien tentang obat yang diberikan.

gangguan jiwa dan kanker. Obat bisa digunakan secara salah.LAPORAN APOTEK 2013 b) Selain itu. terlalu lama atau dalam takaran yang terlalu besar. diabetes. c) Keluhan-keluhan yang dapat diobati sendiri Pada umumnya gangguan-gangguan agak ringan seperti selesma. a) Resiko yang mungkin terjadi dalam swamedikasi 1) Tidak dikenalinya keseriusan gangguan. terdapat pergeseran pola pengobatan dari kuratif-rehabilitatif ke arah preventive-promotive. flu. Layanan swamedikasi adalah lahan yang cukup potensial jika dikembangkan dengan profesional. antara lain gangguan-gangguan jantung dan pembuluh darah. Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat mulai sadar dan memposisikan dirinya ke dalam golongan masyarakat yang memiliki paradigma baru dalam dunia pengobatan. 3) Resiko dan Keluhan Swamedikasi berarti mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat yang dibeli bebas di apotek atau toko obat atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dokter. b) Keluhan-keluhan yang perlu ditangani dokter Penyakit-penyakit yang lebih serius tidak boleh dicoba untuk diobati sendiri. buang air besar atau kecil dengan darah dan diare atau muntah yang hebat. penyakit infeksi. Universitas Andalas Persiapan yang matang diperlukan agar farmasis dapat Page 17 . sehingga kemudian dokter perlu menggunakan obat-obat yang lebih keras atau bahkan pasien sudah datang terlambat berobat ke dokter. misalnya keluhan pada mata. Sejumlah gejala berbahaya yang tidak boleh diobati sendiri karena menunjukkan suatu penyakit serius. 2) Penggunaan yang kurang tepat. sehingga pengobatan sendiri bisa dilakukan terlalu lama. Pertama-tama keseriusan keluhan-keluhan dapat dinilai secara salah atau mungkin tidak dikenali. sekali-sekali nyeri lambung. punggung atau nyeri otot dapat dilakukan usaha pengobatan sendiri (swamedikasi). Gangguan-gangguan tersebut dapat bertambah serius. Salah satu keuntungan swamedikasi adalah dapat menghemat banyak waktu dan biaya karena tidak perlu konsultasi dengan dokter. nyeri kepala dan tenggorokan. misalnya dengan mengkonsumsi food suplement atau obat-obatan bebas.

LAPORAN APOTEK

2013

mengembangkannya menjadi keunggulan dari satu pelayanan Apotek. Pada kenyataannya bekal pengetahuan untuk mengarahkan sampai kepada drug of choice mungkin masih kurang sehingga harus senantiasa di-upgrade pengetahuan tentang obat dan penggunaan obat oleh seorang farmasis. 4) Konseling Swamedikasi Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam swamedikasi adalah : a) Baca secara teliti informasi yang tertera pada kemasan atau brosur yang disisipkan di dalam kemasan. Informasi yang diberikan meliputi komposisi zat aktif, indikasi, kontraindikasi, efek samping, interaksi obat, dosis, dan cara penggunaan. b) Pilih obat dengan jenis kandungan zat aktif sesuai keperluan, misalnya : jika gejala penyakitnya hanya batuk saja, maka pilih obat yang hanya untuk mengatasi batuk saja, tidak perlu obat penurun demam. c) Penggunaan obat swamedikasi hanya jangka pendek (seminggu), jika gejala menetap atau memburuk maka segera konsultasi ke dokter. d) Perhatikan aturan pemakaian: bagaimana cara memakainya, berapa jumlahnya, berapa kali sehari, dipakai sebelum atau sesudah makan atau menjelang tidur, serta berapa lama pemakaiannya. e) Selain itu juga perlu diperhatikan masalah kontra indikasi (pada keadaan mana obat tidak boleh digunakan) dan makanan, minuman atau obat lain apa yang perlu dihindarkan, serta bagaimana cara penyimpanan obat (obat disimpan dimana dan dapatkah sisa obat yang disimpan untuk digunakan lagi). Untuk lebih mengarahkan ketepatan pemilihan obat pada saat melakukan pelayanan swamedikasi, konseling pra pelayanan swamedikasi dapat dilakukan kepada pasien dengan 5 arahan pertanyaan penuntun sebagai berikut : W : who (Untuk siapa obat tersebut) W : what symptoms (Gejala apa yang dirasakan) H : how long (Sudah berapa lama gejala tersebut berlangsung) A : action (Tindakan apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi gejala tersebut) M : medicine (Obat-obat apa saja yang sedang digunakan oleh pasien). 5) Kendala Dalam Pemberian Obat dan Konseling Berbagai kendala dalam memberikan konseling dapat terjadi pada proses pengobatan dan pemberian konseling, diantaranya :
Universitas Andalas Page 17

LAPORAN APOTEK

2013

a) Kendala yang berasal dari pasien. Antara lain : perasaan marah, malu, sedih, takut dan ragu-ragu. b) Kendala yang berasal dari latar belakang pendidikan, budaya dan bahasa c) Kendala yang berasal dari fisik dan mental. Dapat diatasi dengan upaya mengunakan alat bantu yang sesuai atau melibatkan orang yang merawat. d) Kendala yang berasal dari tenaga farmasi. Dapat berupa mendominasi percakapan, menunjukkan sikap yang tidak memberikan perhatian dan tidak mendengarkan apa yang pasien sampaikan, cara bicara yang tidak sesuai, dan lain-lain. e) Kendala lingkungan pada saat konseling dilakukan. Seperti tempat yang terbuka, suasana bising, dan lain-lain. D. Pelayanan (Service) 1. Definisi Pelayanan adalah kegiatan atau keuntungan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangible atau tindakan atau perbuatan seseorang atau organisasi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan atau nasabah. 2. Fungsi Pelayanan yang Bermutu Dengan semakin meningkatnya persaingan pasar maka organisasi yang mempunyai program memfokuskan pada pelanggan akan mendapatkan banyak keuntungan. Melalui pelayanan bermutu tinggi, organisasi tersebut mampu untuk : 1) Menjadikannya berbeda dari pesaing 2) Memperbaiki citra di mata pelanggan. 3) Meminimalkan faktor sensitivitas harga. 4) Meningkatkan keuntungan yang maksimal. 5) Meningkatkan kepuasan dan mempertahankan pelanggan. 6) Meningkatkan reputasi. 7) Memastikan produk dan jasa yang diberikan ‟tepat sasaran‟. 8) Meningkatkan kepuasan dan mempertahankan karyawan. 9) Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan. 10) Mengurangi biaya. 11) Mendorong partisipasi karyawan. 12) Memperbesar hubungan pelanggan internal atau pemasok.
Universitas Andalas Page 17

LAPORAN APOTEK
13) Menyebabkan terjadinya perbaikan pada operasional

2013
secara

berkesinambungan. 3. Pelayanan Prima Ciri-ciri pelayanan prima : 1) Tersedianya karyawan yang baik. 2) Tersedianya sarana dan prasarana yang baik. 3) Bertanggung jawab kepada setiap pelanggan sejak awal hingga selesai. 4) Mampu melayani secara cepat dan tepat. 5) Mampu berkomunikasi. 6) Memberikan jaminan kerahasiaan setiap transaksi. 7) Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik. 8) Memahami kebutuhan pelanggan. 9) Mampu mendapatkan kepercayaan kepada pelanggan 4. Sikap Melayani Pelanggan Pada umumnya sikap kita dalam berhubungan dengan pelanggan dapat dibedakan dalam 2 cara : a) Berhubungan langsung, artinya karyawan berhadapan langsung dengan pelanggan. b) Berhubungan tidak langsung, artinya karyawan tidak berhadapan langsung dengan pelanggan dan hanya melalui alat sebagai perantara seperti telepon, fax, surat dan e-mail.

Universitas Andalas

Page 17

LAPORAN APOTEK
BAB III TINJAUAN UMUM

2013

A. PT. Kimia Farma (Persero) Tbk 1) Sejarah Sejarah PT. Kimia Farma (Persero) Tbk, tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah bangsa, dan khususnya perkembangan dunia kefarmasian di Indonesia. Setelah proklamasi kemerdekaan tanggal 17 agustus 1945, perusahaanperusahaan swasta milik Belanda masih beroperasi di wilayah Republik Indonesia. Berdasarkan SK Penguasa Perang Pusat No. Kpb/Peperpu/0348/ 1958 dan SK Menkes No. 58041/Kab/1958 maka terbentuklah BAPPHAR (Badan Pusat Penguasaan Perusahaan Farmasi Belanda). Selain itu, BAPIT (Badan Pusat Penguasaan Industri dan Tambang-Departemen perindustrian) juga turut menerima penyerahan beberapa perusahaan Belanda. Berdasarkan Undang-Undang No 86 tahun 1956, Pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan farmasi Belanda dan menurut Peraturan Pemerintah No 69 tahun 1961 statusnya diubah menjadi Perusahaan Negara Farmasi (PNF). Perusahaan Negara Farmasi tersebut adalah PN Farmasi dan Alat Kesehatan Radja Farma (Jakarta), PN Famasi dan Alat Kesehatan Nurani Farma (Jakarta), PN Farmasi dan Alat Kesehatan Nakula Farma (Jakarta), PN Bio Farma, PN Farmasi dan Alat Kesehatan Bhineka Kina Farma (Bandung), PNF Sari Husada (Yogyakarta) dan PN Farmasi dan Alat Kesehatan Kasa Husada (Surabaya). Pada tanggal 23 januari 1969, berdasarkan Peraturan Pemerintah No 3 tahun 1969 perusahaan-perusahaan negara tersebut digabung menjadi PNF Bhineka Kimia Farma dengan tujuan penertiban dan penyederhanaan perusahaan-perusahaan negara. Selanjutnya tanggal 16 Agustus 1971, Perusahaan Negara Farmasi Kimia Farma mengalami peralihan bentuk hukum menjadi Badan Usaha Milik Negara dengan status sebagai Perseroan Terbatas, sehingga selanjutnya disebut PT. Kimia Farma (Persero). Proses berdirinya PT. Kimia Farma melalui beberapa tahap sesuai fungsi dan perannya dalam mendukung perekonomian bangsa seiring dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat itu, diantaranya:

Universitas Andalas

Page 17

b) Misi 1. Radjawali Pharmaceutical Company dari N. Perusahaan Negara Persero (State Company). 2) Visi dan Misi a) Visi Visi dari PT. 3/1969 didirikan PN. Farmasi Kimia Farma diubah menjadi PT. BUMN/2000 PT. Farmasi berdasarkan UU No. f) Pada tanggal 4 Juli tahun 2002 PT. Kimia Farma (Persero) Tbk menjadi perusahaan farmasi utama di Indonesia dan berdaya saing di pasar global. 69 tahun 1961.LAPORAN APOTEK 2013 a) Pembentukan PT. PN Farmasi Nakula Farma dan PN Sari Husada. 7009/BPU/Kab/1967.19/Prp/tahun 1960 tentang Perusahaan Negara dan berdasarkan PP No. Kimia Farma dipisahkan menjadi dua anak perusahaan agar dapat mengelola perusahaan lebih terarah dan berkembang dengan cepat. Radja Farma berdasarkan SK Menkes No. Mengembangkan bisnis farmasi dan jasa kesehatan lain untuk meningkatkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dan pihak lain yang Universitas Andalas Page 17 . g) Pada tanggal 4 januari 2002 PT. e) Berdasarkan PP No. Kimia Farma resmi terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sebagai perusahaan publik. d) Pendirian PN.17/1967 dan digolongkan menjadi 3 yaitu Perusahaan Negara Jawatan (Departement Agency). b) Pembentukan Badan Pimpinan Umum (BPU) Farmasi Negara dari Bapphar dan membentuk beberapa PN. Nakula Farma ke dalam PN.179/Bph/59 tanggal 4 Mei 1959. S-59/M-PM. Rathkamp berdasarkan Instruksi Direksi Bapphar No. Farmasi “Kimia Farma” berdasarkan Inpres RI No. mengadakan dan menyalurkan sediaan farmasi. 2.V. PN Farmasi Bhineka Kina Farma. alat kesehatan dan jasa kesehatan lainnya yang berkualitas dan bernilai tambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kimia Farma diprivatisasi. Kimia Farma dan pada tanggal 7 maret 2000 berdasarkan Surat Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN No. Menyediakan. c) Peleburan PN. 16/1971 PN. Berdasarkan PP No. Perusahaan Negara Umum (Public Corporation). Farmasi “Bhineka Kimia Farma” yang merupakan gabungan dari Farmasi Negara dan PN Farmasi Radja Farma.

Struktur organisasi PT. PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Kimia Farma Apotek (Persero) Tbk dapat dilihat pada Lampiran 1. dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang membawahi 4 Direktorat yaitu Direktorat Pemasaran. PT Kimia Farma Trading and Distribution (T&D) membawahi PBF yang tersebar di seluruh Indonesia. maupun dari produsen-produsen yang lain ke apotek-apotek. Dalam upaya perluasan. Direktorat Keuangan. mempunyai 2 anak perusahaan yaitu PT Kimia Farma Trading and Distribution dan PT Kimia Farma Apotek yang masing-masing berperan dalam penyaluran sediaan farmasi. PBF mendistribusikan produk-produk baik yang berasal dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk. PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Bidang industri 1) Riset dan teknologi PT. baik distribusi melalui PBF maupun pelayanan kefarmasian melalui apotek.. Kimia Farma Apotek dan PT. Direktorat Umum dan Personalia. 3.LAPORAN APOTEK 2013 berkepentingan.. Kimia Farma memiliki fasilitas laboratorium riset yang berlokasi di Jl. Direktorat Produksi. Mengembangkan sumber daya manusia perusahaan untuk meningkatkan kompetensi dan komitmen guna pengembangan perusahaan serta dapat berperan aktif dalam pengembangan industri farmasi nasional 3) Struktur Organisasi PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. Kimia Farma PBF) a.. penyebaran. penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. toko obat dan institusi pemerintahan maupun swasta. Fasilitas tersebut Universitas Andalas Page 17 . Kimia Farma Holding dan bidang pemasaran dilakukan oleh dua anak perusahaannya yaitu PT. 4) Bidang Kegiatan PT. Kimia Farma (Persero) Tbk memiliki beberapa bidang kegiatan antara lain bidang industri yang dilakukan oleh PT. Cihampelas no. Kimia Farma Trading and Distribution (PT. telah membentuk suatu jaringan distribusi yang terorganisir. tanpa meninggalkan prinsip-prinsip Good Cooperate Governance.. pemerataan dan pendekatan pelayanan kefarmasian pada masyarakat. 5 Bandung yang berfungsi antara lain melakukan kegiatan pengembangan dan riset dalam rangka meningkatkan kemampuan perusahaan. PT Kimia Farma Apotek membawahi Apotek Kimia Farma (KF) di seluruh wilayah Indonesia.

Unit ini menghasilkan obat-obatan dalam bentuk sediaan tablet. Kimia Farma didukung oleh unit-unit usaha di bidang bahan baku (manufaktur). b) Unit Produksi Formulasi Bandung (UPFB) Memproduksi obat dalam bentuk sediaan tablet.LAPORAN APOTEK 2013 diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI pada tanggal 19 Juli 1991. Dalam kegiatan pengembangan formula produk baru. suspensi. PT. Kimia Farma menggunakan teknologi tepat guna dan melakukan kerjasama penelitian dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Universitas Andalas Page 17 . Dalam pengembangan produknya. tablet salut. krim dan injeksi. Dalam melaksanakan kegiatannya PT. sirop. Kegiatan pengembangan dan penelitian ini didukung oleh 53 orang ahli. 2) Produksi Kegiatan produksi PT. krim dan kapsul. suspensi dan pil keluarga berencana. d) Unit Produksi Bandung (UPB) Menghasilkan bahan baku garam kina dan memproduksi alat kontrasepsi dalam rahim serta obat asli Indonesia seperti Enkasari. PT. Kegiatan pengembangan dan penelitian yang dilakukan selain pengembangan obat asli Indonesia juga berupa pengembangan formula produk baru maupun reformulasi produk lama untuk meningkatkan efektivitas obat dan efisiensi produksi. unit produksi obat jadi (formulasi) dan unit usaha pelayanan distribusi farmasi (baik Pedagang Besar Farmasi maupun Apotek) di seluruh Indonesia. tetes mata. sirop kering. c) Unit Produksi Formulasi Tanjung Morawa (UPFT) Berfungsi mengisi kebutuhan obat-obatan khususnya di wilayah Sumatera. sirop. kapsul. unit kerja ini mendapatkan masukan terutama dari divisi pemasaran. Kimia Farma difokuskan pada komitmen terhadap mutu dan ketersediaan produk sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Kimia Farma memiliki 6 unit produksi yang terdiri dari: a) Unit Produksi Formulasi Jakarta (UPFJ) Memproduksi obat dalam bentuk sediaan tablet. granul.

PT. obatobatan. Kimia Farma (Persero) Tbk.LAPORAN APOTEK e) Unit Produksi Semarang 2013 Memproduksi minyak jarak (castor oil) untuk produk kosmetika. salep. kapsul lunak. Kimia Farma Apotek mempunyai mempunyai 372 Apotek Pelayanan yang terkoordinasi dalam 34 Bisnis Manager yang mengelola bagian pengadaan. cat. administrasi dan Universitas Andalas Page 17 . Divisi pemasaran secara konsisten melakukan penelitian pasar baik berdasarkan data primer dan data sekunder sehingga mampu menghasilkan strategi pemasaran yang tepat bagi perusahaan. sirop dan cairan obat luar/dalam. Ethical dan Obat Lisensi. b. Kimia Farma Apotek dan PT. Kimia Farma membentuk 2 anak perusahaan yaitu PT. tablet salut. Divisi ini juga membuat rencana pemasaran secara terpadu yang dikoordinasikan dengan unit terkait seperti produksi dan distribusi. f) Unit Produksi Watudakon (UPW) Kegiatan meliputi pertambangan Yodium dan produksi obat jadi dengan sediaan seperti tablet. klinik laboratorium klinik dan layanan kesehatan lainnya   Saluran distribusi utama bagi produk sendiri dan produk prinsipal Pengembangan bisnis waralaba dan peningkatan pendapatan lainnya (Fee-Based Income) Pada tahun 2011 PT. OTC. Selain itu juga menghasilkan bahan baku fero sulfat untuk tablet besi. Pada tanggal 4 Januari 2003 PT.. membagi kegiatan pemasarannya masing-masing untuk produk obat generik. karet. Kimia Farma Trading and Distribution. Kimia Farma Apotek a) Visi Menjadi perusahaan jaringan layanan kesehatan terkemuka dan mampu memberikan solusi kesehatan masyarakat di indonesia. 1) PT. Bidang Pemasaran Kegiatan pemasaran ditangani oleh divisi pemasaran. b) Misi Menghasilkan pertumbuhan nilai perusahaan melalui :  Jaringan layangan kesehatan yang terintegrasi meliputi jaringan apotek.

Kimia Farma Apotek dalam melakukan kegiatannya selain melayani resep dokter juga melengkapinya dengan swalayan farmasi atau “Hand Verkoop” (HV) yang berisi obat-obat bebas dan bahanbahan kebutuhan sehari-hari. matahari terbit adalah tanda memasuki babak baru yang lebih baik. 3. Komitmen. matahari selalu terbit dari arah timur dan tenggelam ke arah barat secara teratur dan terus-menerus. Kimia Farma yang baru memposisikan dirinya sebagai sumber energi bagi kesehatan masyarakat. memiliki makna adanya komitmen dan konsistensi dalam menjalankan segala tugas yang diemban oleh PT. Kimia Farma dalam bidang farmasi dan kesehatan. Kimia Farma a. Simbol matahari: 1. 5) Logo Gambar III. Kimia Farma Trading and Distribution mempunyai 35 unit pedagang Besar Farmasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Paradigma baru. 2. Optimis. Kimia Farma Trading and Distribution. 1. 2) PT. laboratorium klinik dan optik sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien. Kimia Farma dalam menjalankan bisnisnya. sehingga sangat memungkinkan terwujudnya penyebaran dan pemerataan obat-obatan baik untuk sektor swasta maupun pemerintah. matahari memiliki cahaya sebagai sumber energi. PT. juga menyediakan tempat praktek dokter. 4. Universitas Andalas Page 17 . cahaya tersebut adalah penggambaran optimisme PT. Sumber energi.LAPORAN APOTEK 2013 keuangan. PT. matahari merupakan sumber energi bagi kehidupan dan PT. Logo PT.

karena prinsip sebuah identitas harus berbeda dengan identitas yang telah ada. Harmonisasi antara kedua warna tersebut menjadi satu makna yaitu semangat yang abadi. b. Merespon perubahan yang terjadi di masyarakat. 6) Layanan Plus Apotek Kimia Farma a. 2) Dinamis. dengan jenis huruf kecil dengan lengkung. Hal ini ditandai dengan pengembangan usaha baru dilayanan laboratorium klinik dan klinik kesehatan. Semangat yang abadi. Jenis huruf Dirancang khusus untuk kebutuhan PT. dengan jenis huruf italic memperlihatkan kedinamisan dan optimisme. Paradigma baru menyangkut pelayanan kesehatan itu terus dikembangkan. Dengan demikian. memperlihatkan PT. Kimia Farma (Persero) Tbk yang disesuaikan dengan nilai dan image yang telah menjadi energi bagi PT. warna biru berarti keabadian. untuk menambah rasa nyaman bagi konsumen PT.LAPORAN APOTEK 2013 5. Kimia Farma telah mencanangkan perubahan paradigma menjadi “health care company”. memperlihatkan keramahan PT. Apotek Kimia Farma yang berjumlah 372 Apotek Pelayanan telah disulap menjadi one stop service provider untuk komunitas disekitarnya. apotek Kimia Farma tentunya tidak lagi sekedar menyediakan obat. warna orange berarti semangat. antara lain dengan terus meningkatkan jumlah layanan swalayan farmasi di apotek serta penambahan ruang praktek dokter. Universitas Andalas Page 17 . Kimia Farma. 3) Bersahabat. Kimia Farma sebagai perusahaan terbesar dalam bidang farmasi yang memiliki bisnis dari hulu ke hilir dan merupakan perusahaan farmasi pertama yang dimiliki Indonesia. Kimia Farma dalam melayani konsumennya. tetapi juga menawarkan penunjang diagnosa dan pemeliharaan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. c. Sifat huruf 1) Kokoh. Selain itu. Kimia Farma juga terus melakukan renovasi sekaligus penataan lay out ruangan. c. khususnya menyangkut peningkatan kesadaran kesehatan. b.

Apotek Kimia Farma SumbagSel 2013 Apotek Kimia Farma SumbangSel merupakan salah satu unit usaha dari PT. KF 209 (Rosarum) 3. KF 398 (Sudirman) 5. KF 27 4. balai kesehatan masyarakat. Kimia Farma Apotek yang khusus bersifat pelayanan kepada masyarakat dimana kegiatan administrasi dilakukan oleh Bisnis Manager Palembang yang terletak di Jl. Universitas Andalas Page 17 . Lokasi Semua Apotek Kimia Farma cabang Palembang berlokasi di tepi jalan dua arah yang cukup ramai dan terletak dalam lingkungan pertokoan serta permukiman penduduk. KF 208 5. Terdapat juga beberapa sarana penunjang di sekitar apotek yaitu puskesmas. Lokasi yang strategis menjadikannya mudah dijangkau oleh masyarakat yang menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. praktek dokter dan praktek bidang. Kol. KF 244 Pangkal Pinang : 2 apotek 1) KF 29 2) KF 118 Bengkulu : 3 apotek 1. KF 363 1) Lokasi dan Tata Ruang 1. KF 299 2.LAPORAN APOTEK B. KF 220 3. KF 117 3. Bisnis Manager di Palembang membawahi cabang Apotek Kimia Farma se Sumantera bagian selatan. meliputi: Palembang : 5 apotek 1. KF 239 (Diatari) 4. KF 72 2. KF Jaya Jambi : 5 apotek 1. Atmo Palembang. KF 80 (Atmo) 2. klinik.

Ruangan ini dilengkapi fasilitas untuk peracikan seperti timbangan. Tempat penyerahan resep dan pengambilan obat. Tenaga kerja di Apotek Universitas Andalas Page 17 . Apotek Kimia Farma dipimpin oleh seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA) yang sekaligus merangkap sebagai Manager Apotek Pelayanan (MAP) yang bertanggung jawab langsung kepada Bisnis Manager. wewenang dan tanggung jawab personil dalam menjalankan tugas masing-masing. bahan baku. minyak angin. produk-produk susu. Tablette Crusher. 3. dan lain-lain. 2) Struktur Organisasi Struktur organisasi yang baik sangat penting agar kegiatan apotek dapat berjalan lancar dan memudahkan pengawasan terhadap pembagian tugas. 4. bedak tabur. 6. Tempat ini berupa counter yang membatasi ruang dalam apotek dengan pasien atau pelanggan. Ruang Tunggu Ruang ini dilengkapi dengan pendingin ruangan sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi pasien yang menunggu. dan alat-alat untuk meracik lainnya. mushola dan lapangan parkir. lumpang.LAPORAN APOTEK 2. Tata Ruang 2013 Pembagian ruang atau tempat yang terdapat di dalam apotek antara lain: 1. 2. Tempat peracikan Ruangan ini merupakan tempat dilakukannya peracikan obat-obat yang berdasarkan resep dokter. Ruang bagian administrasi Ruangan ini dilengkapi dengan komputer yang digunakan untuk membuat Bon Permintaan Barang Apotek (BPBA) serta menginput barang-barang yang dikirim oleh distributor. Selain itu juga terdapat koran dan majalah yang dapat dibaca di tempat selama pasien menunggu. Swalayan farmasi Penjualan obat bebas menggunakan konsep swalayan dimana barangbarang yang dijual di swalayan farmasi antara lain obat-obat bebas. 5. Ruang praktek dokter Selain ruangan-ruangan tersebut. Apotek Kimia Farma juga dilengkapi oleh fasilitas umum seperti kamar mandi.

00 WIB). Tugas dan Fungsi Apoteker Pengelola Apotek : 1. dan tujuan 2. shift malam (pukul 17. mengontrol dan menyusun penyimpanan obat dan perbekalan farmasi lainnya sesuai dengan bentuk dan jenis barang yang disusun secara alfabetis. Memeriksa ketersediaan obat dan perbekalan farmasi lainnya berdasarkan resep yang diterima. mengorganisasikan. Dalam melaksanakan pelayanan apotek. 2. Melaksanakan business plan dan strategic plan 3. APA bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan apotek dan bertindak sebagai MAP yang memiliki kemampuan untuk merencanakan. jam kerja apotek dibagi 3 shift yaitu shift pagi (pukul 07. Menerima resep dan memeriksa keabsahan dan kelengkapan resep sesuai dengan peraturan kefarmasian. shift siang (pukul 15.00 WIB).00-22. 3) Tugas dan Tanggung Jawab Personil Apotek a) Pemimpin Apotek Pemimpin Apotek Kimia Farma adalah seorang Apoteker Pengelola Apotek yang telah memiliki Surat Izin Kerja (SIK) dan Surat Izin Apotek (SIA). 3. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kerja pada setiap fungsi yang ada di apotek. misi. memimpin dan mengawasi jalannya apotek.00-15. Mengarahkan dan mengelola kegiatan penjualan apotek untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Mengatur. 4. Universitas Andalas Page 17 . Mengawasi pelaksanaan seluruh kegiatan di apotek.LAPORAN APOTEK 2013 Kimia Farma terdiri dari Apoteker Pengelolah Apotek (APA).00-24. 2. Menentukan arah/kebijakan terhadap seluruh kegiatan yang ada di apotek. asisten apoteker (AA) yang merangkap sebagai kasir. Melaksanakan visi. orang juru resep dan cleaning service. b) Asisten Apoteker Tugas Asisten Apoteker adalah sebagai berikut: 1. Memutuskan pemecahan masalah yang dihadapi bawahan untuk memastikan adanya peningkatan kemampuan dan kompetensi bawahan. 3. Wewenang dan tanggung jawab Apoteker Pengelola Apotek: 1.00 WIB).

11. Menyerahkan obat dan perbekalan farmasi lainnya kepada pasien dan memberikan penjelasan tentang penggunaan obat atau informasi lain yang dibutuhkan. 6. jumlah obat. 8. 10. Kegiatan Teknis Kefarmasian Kegiatan Teknis Kefarmasian yang dilakukan di apotek meliputi pengadaan. Menerima dan mengeluarkan uang sesuai dengan fisiknya. Melakukan pelayanan informasi mengenai cara pemakaian obat melalui penyerahan obat dari asisten apoteker kepada pelanggan. meracik. 4) Kegiatan Apotek Kegiatan utama yang dilakukan oleh Apotek Kimia Farma meliputi kegiatan teknis kefarmasian maupun kegiatan non teknis kefarmasian. penyimpanan. Melaporkan semua hasil penjualan harian baik tunai ataupun kredit. mengemas obat dan memberikan etiket. 1. Memeriksa kebenaran obat yang akan diserahkan kepada pasien meliputi bentuk sediaan. peracikan. Melakukan pemeriksaan akhir terhadap hasil penyiapan obat. Universitas Andalas Page 17 . menimbang bahan. 4. 3. nama. Memelihara dan menjaga keamanan dari resiko kehilangan.LAPORAN APOTEK 4. 7. Menyerahkan uang hasil penjualan tunai kepada kasir besar disertai bukti penyetoran. Memberikan harga pada setiap resep dokter yang masuk. 2. Mencatat masuk dan keluarnya obat pada kartu stok barang. penjualan obat dan perbekalan farmasi lainnya serta pengelolaan psikotropika dan narkotika. c) Bagian Kasir Tugas dan fungsi bagian kasir : 1. Melayani dan meracik obat sesuai dengan resep dokter antara lain menghitung dosis obat untuk racikan. 2013 5. kerusakan uang. Membuat kuitansi atau salinan resep untuk obat yang hanya diambil sebagian atau bila diperlukan oleh pasien. nomor resep dan cara pemakaian. 9.

Permintaan barang dilakukan dari masing-masing apotek di bawah Bisnis Manajer dengan cara mengisi lembar Bon Permintaan Barang Apotek (BPBA) kemudian dikirim secara online dan akan terbaca secara otomatis di komputer Bisnis Manajer. Apotek pelayanan dapat melakukan pembelian mendesak jika obat atau perbekalan farmasi lainnya dibutuhkan segera tetapi tidak ada persediaan. 4. Kemudian bagian pembelian melakukan pemesanan kepada PBF. Prosedur pembelian barang melalui BM: 1. 2. nama barang. Adapun dasar pemilihan PBF atau distributor adalah sebagai berikut: 1. dan potongan harga yang kemudian ditandatangani oleh bagian pembelian dan Universitas Andalas Page 17 . Bagian pembelian BM membuat surat pesanan yang berisi nama distributor. Cara pembayaran tunai atau kredit. pengadaan dilakukan oleh masing-masing apotek pelayanan melalui surat pesanan. 5. 2. Pembelian obat dan perbekalan farmasi lainnya tidak saja berasal dari PBF Kimia Farma tetapi juga dari PBF atau distributor resmi/berizin lainnya. Barang yang dipesan oleh apotek akan diantar langsung oleh PBF yang bersangkutan ke apotek pemesan. Pemesanan dilakukan oleh BM setiap hari kecuali hari Minggu. kemasan.LAPORAN APOTEK a) Pengadaan barang 2013 Pengadaan barang baik berupa obat dan perbekalan farmasi dilakukan oleh seorang asisten apoteker yang bertanggung jawab kepada Apoteker Pengelola Apotek (APA). Bagian pembelian di BM mengumpulkan data barang yang harus dipesan berdasarkan permintaan dari masing-masing apotek. Kualitas barang yang dikirim dapat dipertanggungjawabkan. Kecepatan pengiriman barang yang tepat waktu. Akan tetapi hal ini tetap harus dikomunikasikan dengan bagian pembelian di BM. Besarnya potongan harga (diskon) yang diberikan. Pengadaan barang di Apotek Kimia Farma dilakukan melalui Bisnis Manajer. 3. Khusus untuk pengadaan narkotika. jumlah barang. Ketersediaan barang.

Untuk obat-obat yang dapat dibeli bebas diletakkan di swalayan farmasi ataupun dibelakang kasir. Apabila pesanan dilakukan mendadak maka bagian pembelian akan melakukan pemesanan dengan langsung mengambil barang ke tempat distributor 4. Salinan faktur umumnya berjumlah 3 lembar. sisa barang dan paraf petugas yang melakukan pengisian/pengambilan barang. 1 lembar disimpan oleh apotek sebagai arsip. kemasan. Setiap asisten apoteker bertanggung jawab terhadap stok barang yang ada di lemari. 1. jumlah. nomor dokumennya. Kemudian faktur ditandatangani dan diberi stempel apotek. 3. Penyimpanan di ruang peracikan Penyimpanan obat atau perbekalan farmasi di ruang peracikan dilakukan oleh asisten apoteker. b) Penyimpanan barang Apotek Kimia Farma melakukan penyimpanan barang di ruang peracikan dan di tempat penjualan bebas. harga barang serta nama distributor. jumlah dan kondisi barang serta dilakukan pencocokan antara faktur dan salinan faktur dengan surat pesanan yang meliputi nama. Universitas Andalas Page 17 . Kartu stok ini diletakkan di masingmasing obat/barang. Faktur asli diserahkan kembali kepada petugas pengantar barang atau distributor untuk kemudian dijadikan bukti pada waktu pembayaran. Setelah membuat surat pesanan. jumlah barang yang diisi/diambil. PBF akan mengantar langsung barang yang dipesan oleh apotek yang bersangkutan dan setelah barang yang dipesan datang dilakukan penerimaan dan pemeriksaan nama. bagian pembelian langsung memesan barang ke distributor. sedangkan 2 lembar disimpan untuk kepentingan administrasi dan pembayaran hutang dagang. Surat pesan dibuat rangkap dua untuk dikirim ke distributor dan arsip bagian pembelian.LAPORAN APOTEK 2013 Apoteker Pengelola Apotek. kemasan. Setiap pemasukan dan penggunaan obat/barang harus diinput ke dalam komputer dan untuk ketelitian sebaiknya dicatat pada kartu stok yang meliputi tanggal pengisian/pengambilan.

Asisten apoteker pada bagian penerimaan resep menerima resep dari pasien. Prosedur pelayanan resep tunai adalah sebagai berikut: 1.LAPORAN APOTEK 2013 Penyimpanan barang disusun berdasarkan kelas terapi. Lemari penyimpanan obat generik. bentuk sediaan dan alfabetis. Penyimpanan obat/barang yang dapat dibeli bebas Obat/barang yang dapat dibeli secara bebas disimpan di rak-rak penjualan obat bebas swalayan farmasi disamping ruang tunggu pasien ataupun dibelakang kasir. salep dan tetes mata. 5. Asisten apoteker akan memeriksa ada atau tidaknya obat dalam persediaan. selanjutnya dilakukan pemberian harga dan diberitahukan kepada pasien. Lemari penyimpanan sediaan sirup atau suspensi. 2. c) Penjualan Penjualan yang dilakukan oleh Apotek Kimia Farma meliputi: 1) Penjualan obat tunai dengan resep dokter Penjualan obat dengan resep tunai dilakukan terhadap pelanggan yang langsung datang ke apotek untuk menebus obat yang dibutuhkan dan dibayar secara tunai. Lemari penyimpanan ampul. 3. 2. Lemari penyimpanan obat tetes/drops. lalu memeriksa kelengkapan dan keabsahan resep tersebut. syringe dan infus. Penyimpanan obat/barang di ruang peracikan disusun sebagai berikut: 1. 8. Pengaturan penyimpanannya didasarkan pada bentuk dan jenis sediaan serta kegunaannya agar memudahkan petugas dalam mengambil obat/barang yang diinginkan oleh pembeli. Universitas Andalas Page 17 . Bila obat yang dibutuhkan tersedia. Lemari penyimpanan obat ethical. Obat narkotika disimpan dalam lemari khusus yang terkunci. Lemari penyimpanan bahan baku. serum dan vaksin. Lemari penyimpanan obat psikotropika. 9. 6. 2. 4. 7. jenis sediaan. Lemari es untuk penyimpanan obat yang termolabil seperti suppositoria.

3. 8. kemudian resep asli diserahkan ke bagian peracikan atau penyiapan obat. Obat diserahkan kepada pasien sesuai dengan nomor resep. 7. hanya saja pada pelayanan resep kredit terdapat beberapa perbedaan seperti: Universitas Andalas Page 17 . Selanjutnya nomor resep tersebut diserahkan kepada pasien untuk mengambil obat pada bagian penyerahan obat. Resep diberi nomor urut resep. Alamat dan nomor telepon pasien dicatat. Setelah obat selesai disiapkan maka obat diberi etiket dan dikemas.LAPORAN APOTEK 2013 Setelah pasien setuju segera dilakukan pembayaran atas obat pada bagian counter yang dijaga oleh asisten apoteker. 2) Penjualan obat dengan resep kredit Penjualan obat dengan resep kredit berdasarkan perjanjian kerjasama yang telah disepakati oleh suatu perusahaan/instansi dengan apotek yang pembayarannya dilakukan secara kredit melalui penagihan kepada perusahaan secara berkala. Sebelum obat diberikan. jumlah dan etiketnya serta dilakukan pemeriksaan salinan resep sesuai resep aslinya dan kebenaran kwitansi. nama pasien. Asisten apoteker pada bagian peracikan atau penyiapan obat akan meracik atau menyiapkan obat sesuai dengan resep dibantu oleh juru resep. Prosedur pelayanan resep kredit pada dasarnya sama dengan pelayanan resep tunai. lalu pasien diberikan informasi tentang cara pemakaian obat dan informasi lain yang diperlukan pasien. 4. dilakukan pemeriksaan kembali meliputi nomor resep. 5. kebenaran obat. Kasir mencatat jumlah obat dalam resep dan harganya pada lembar laporan penjualan harian. Bila obat hanya diambil sebagian maka petugas membuat salinan resep untuk pengambilan sisanya. Bagi pasien yang memerlukan kuitansi dapat pula dibuatkan kuitansi dan salinan resep di belakang kuitansi tersebut. Lembaran resep asli dikumpulkan menurut nomor urut dan tanggal resep dan disimpan sekurang-kurangnya tiga tahun. 6.

(4) Barang beserta bukti pembayaran penjualan bebas diserahkan kepada pasien (setiap pengambilan obat jadi untuk pelayanan HV maka jumlah obat yang tertera pada kartu stok harus dipotong). Kegiatan pencatatan dilakukan oleh bagian administrasi dan keuangan di Bussiness Manager (BM). Kegiatan pencatatan yang dilakukan meliputi kegiatan administrasi dan keuangan. (2) Setelah disetujui oleh pembeli. Kegiatan non teknis kefarmasian dimulai dari kegiatan pencatatan. d) Penjualan bebas Penjualan bebas yang dimaksud adalah penjualan obat dan perbekalan farmasi lainnya yang dapat dibeli tanpa resep dari dokter seperti obat OTC (over the counter) baik obat bebas maupun bebas terbatas. 2. Kegiatan Universitas Andalas Page 17 . Prosedur penjualan bebas yang dilakukan adalah sebagi berikut: (1) Petugas HV menerima permintaan barang dari pasien dan langsung menginformasikan harga. pembeli langsung membayar ke kasir kecil (3) Bagian kasir menerima uang pembayaran dan membuat bukti penyerahan nota penjualan bebas. Penjualan ini dikenal sebagai pelayanan HV (Hand Verkoop).LAPORAN APOTEK 2013 (1) Setelah resep kredit diterima dan diperiksa kelengkapannya maka tidak dilakukan penetapan harga dan pembayaran oleh pasien tetapi langsung dikerjakan oleh petugas apotek. Kegiatan Non Teknis Kefarmasian Kegiatan non teknis kefarmasian yang dilakukan oleh Apotek Kimia Farma hanya berupa administrasi harian dalam bentuk pembuatan laporan harian baik penjualan tunai maupun kredit. penyerahan BPBA ke BM serta memasukkan data resep tunai dan kredit. (2) Penomoran resep kredit dibedakan dengan resep tunai. (3) Resep disusun dan disimpan terpisah dari resep tunai kemudian dikumpulkan dan dijumlahkan nilai rupiahnya berdasarkan masing-masing instansi atau perusahaan untuk dilakukan penagihan pada saat jatuh tempo pembayaran yang telah disepakati bersama.

harga barang. termasuk penerimaan dan pengeluaran uang. supervisor administrasi dan keuangan dibantu oleh beberapa staf bagian: a) Administrasi Pembelian Setiap transaksi pembelian tunai maupun kredit akan dicatat oleh bagian administrasi pembelian ke dalam buku pembelian apotek setiap hari. Kasir besar bekerjasama dengan bagian Tata Usaha dalam hal administrasi. pembukuan dan laporan. Kegiatan keuangan Kegiatan keuangan ditangani oleh seorang kasir besar yang betanggungjawab langsung setiap hari. c) Administrasi Personalia/Sumber Daya Manusia Administrasi Personalia/umum mencatat semua data tentang pegawai. nama dan jumlah barang. serta kasir besar bertanggung jawab langsung kepada BM. nama faktur. Sedangkan untuk penjualan kredit. Untuk penjualan tunai maupun kredit. yang kemudian di-entry datanya ke komputer. 2. hasil penjualan tunai dari kasir kecil masing-masing apotek pelayanan diserahkan ke kasir besar di BM untuk dibukukan pada buku kas. dari masing-masing apotek pelayanan hanya menyerahkan copy kwitansi kepada bagian administrasi dan dibukukan di kartu piutang.LAPORAN APOTEK 2013 administrasi ditangani oleh beberapa staf administrasi dan keuangan yang bertanggung jawab kepada supervisor administrasi dan keuangan. sedangkan penjualan kredit dicatat ke dalam laporan piutang dagang. Universitas Andalas Page 17 . Dalam pencatatan dicantumkan nama distributor. tanggal pembelian dan besarnya potongan harga. b) Administrasi Penjualan Setiap penjualan tunai maupun kredit dicatat oleh bagian administrasi penjualan setiap hari berdasarkan Laporan Ikhtisar Penjualan Harian (LIPH). Penjualan tunai dicatat ke dalam buku kas (jurnal umum). 1. Supervisor administrasi dan keuangan. Dalam melaksanakan tugasnya. menyiapkan usulan perubahan status pegawai yang berhak mendapatkan kenaikan pangkat dan membuat laporan absensi pegawai. Kegiatan administrasi Pembelian dilakukan oleh BM sehingga dokumen dari bagian pembelian akan dibukukan oleh tata usaha di kartu utang sebagai utang apotek. sedangkan kegiatan keuangan ditangani oleh kasir besar.

dengan tembusan kepada: Universitas Andalas Page 17 Dinas Pelayanan . Laporan dibuat rangkap lima dan ditandatangani oleh APA dengan mencantumkan nama jelas. Pemesanan narkotika Pemesanan sediaan narkotika dilakukan secara tertulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apotek tidak melayani pembelian obat narkotika tanpa resep atau pengulangan resep yang ditulis oleh apotek lain. d. e. Penerimaan narkotika Penerimaan narkotika dari PBF harus diterima oleh APA atau dilakukan dengan sepengetahuan APA. dan satu lembar sebagai arsip apotek. alamat apotek. dan stempel apotek yang kemudian dikirimkan kepada Kesehatan Kota Palembang.LAPORAN APOTEK 5) Pengelolaan Narkotika 2013 Pengelolaan narkotika diatur secara khusus mulai dari pengadaan sampai pemusnahan untuk menghindari terjadinya kemungkinan penyalahgunaan obat tersebut. yang masing-masing diserahkan ke PBF yang bersangkutan (SP asli dan 2 lembar copy SP). b. Penyimpanan narkotika Obat-obat yang termasuk golongan narkotika di Apotek Kimia Farma disimpan dalam lemari khusus yang terkunci. Kemudian surat pesanan narkotika yang sudah ditandatangani oleh APA dikirim ke BM. Pelaksanaan pengelolaan narkotika di Apotek Kimia Farma meliputi: a. Pelayanan narkotika Apotek Kimia Farma hanya melayani resep narkotika dari resep asli atau salinan resep yang dibuat oleh Apotek Kimia Farma sendiri yang belum diambil sama sekali atau baru diambil sebagian. Apoteker akan menandatangani faktur tersebut setelah dilakukan pencocokan dengan surat pesanan. Pemesanan dilakukan ke PBF Kimia Farma selaku distributor tunggal dengan membuat surat pesanan khusus narkotika yang dibuat rangkap empat. Pada saat diterima dilakukan pemeriksaan yang meliputi jenis dan jumlah narkotika yang dipesan c. Pelaporan narkotika Pelaporan penggunaan narkotika di Apotek Kimia Farma dibuat setiap bulan yang meliputi laporan penggunaan sediaan jadi narkotika dan laporan penggunaan bahan baku narkotika.

e) Nama dan tanda tangan Apoteker pengelola Apotek Berita acara tersebut dikirimkan kepada: a) Kepala Balai Besar POM Propinsi Sumatera Selatan. Pemesanan psikotropika dilakukan dengan menggunakan Surat Pesanan Psikotropika yang boleh berisi Universitas Andalas Page 17 . Pemusnahan narkotika: Prosedur pemusnahan narkotika dilakukan sebagai berikut: 1) Apoteker pengelola apotek membuat dan 2013 mendatangani surat permohonan untuk pemusnahan narkotika yang berisi antara lain jenis dan jumlah narkotika yang rusak dan atau tidak memenuhi syarat. b) Nama. 4) Bila pemusnahan narkotika telah dilaksanakan. d) Petugas yang melakukan pemusnahan. jenis dan jumlah narkotika yang dimusnahkan. Petugas Balai POM dan Kepala Kantor Dinkes Kota Palembang. 2) Surat permohonan yang telah ditandatangani oleh APA dikirimkan ke Balai Besar POM Sumatera Selatan. 3) Kemudian dibentuk panitia pemusnahan yang terdiri dari Apoteker Pengelola Apotek. bulan. 3) Dinas Kesehatan Kota 4) Arsip (Apotek dan Bisnis Manager) f. tahun dan tempat dilakukannya pemusnahan. Balai Besar POM akan menetapkan waktu dan tempat pemusnahan. c) Arsip apotek. Pemesanan psikotropika Pemesanan psikotropika di apotek Kimia Farma dilakukan dengan pemesanan secara langsung ke PBF.LAPORAN APOTEK 1) Kepala Balai Besar POM Propinsi Sumatera Selatan. Asisten Apoteker. Kemudian surat pesanan psikotropika di tanda tangani oleh APA setelah itu di kirim ke BM. 6) Pengelolaan Psikotropika Pengelolaan psikotropika di Apotek Kimia Farma meliputi: a. c) Cara pemusnahan. maka dibuat Berita Acara Pemusnahan yang berisi : a) Hari. tanggal. b) Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan. 2) Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan.

serta stempel apotek dengan tembusan kepada: 1) Kepala Balai Besar POM Propinsi Sumatera Seatan. 2) Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan 3) Arsip Apotek. Apotek tidak melayani pembelian psikotropika tanpa resep atau pengulangan resep yang ditulis oleh apotek lain. Universitas Andalas Page 17 . Dalam pelaksanaannya pemusnahan psikotropika dapat dilakukan bersamaan dengan pemusnahan narkotika. Pemusnahan psikotropika Tata cara pemusnahan psikotropika sama dengan tata cara pemusnahan narkotika. jumlah penerimaan. Penyimpanan psikotropika Pemyimpanan psikotropika dilakukan dilemari khusus yang terpisah dari sediaan yang lain. d. Laporan psikotropika memuat nama apotek. Laporan ditandatangani dilengkapi dengan nama APA dan nomor SIK. tujuan pemakaian dan stok akhir. Surat pemesanan dibuat rangkap 2. yang masing-masing diserahkan ke PBF yang bersangkutan dan sebagai arsip di apotek. c. jumlah pengeluaran. Pelaporan psikotropika Laporan penggunaan psikotropika dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan setiap bulan. Pelayanan psikotropika Apotek Kimia Farma melayani resep psikotropika dari resep asli atau salinan resep yang dibuat oleh Apotek Kimia Farma sendiri yang belum diambil sama sekali atau baru diambil sebagian. e.LAPORAN APOTEK 2013 lebih dari satu jenis psikotropika. nama obat. b. nama distributor.

Apotek Kimia Farma bekerjasama dengan beberapa instansi yang terkait. 1332/MenKes/SK/X/2002. Pada bagian dalam Apotek terdapat papan nama Apotek yang memuat nama Apotek. tergantung dari kesepakatan antara Universitas Andalas Page 17 . Pelayanan Komunikasi. Sistem pelayanan resep dapat dilakukan di seluruh Apotek Kimia Farma atau hanya di Apotek-apotek Kimia Farma tertentu saja. ruang peracikan yang dilengkapi dengan bak cuci. racik. ruang administrasi. dan serahkan) yang harus diisi oleh masing-masing petugas yang melakukan pengambilan obat maupun yang melakukan peracikan. Apotek Kimia Farma memiliki area parkir. mushola. swalayan farmasi. telah dibuat semacam kartu HKRS (harga.LAPORAN APOTEK BAB IV PEMBAHASAN 2013 Apotek Kimia Farma merupakan apotek pelayanan yang berada di bawah koordinasi Unit Bisnis Manager wilayah Palembang. Dari segi tata ruang. Atmo Palembang. Apotek Kimia Farma ini berlokasi di Jalan Kol. praktek dokter umum dan dokter spesialis yang merupakan salah satu kelebihan tersendiri bagi apotek dan sebagai faktor penunjang keberhasilan Apotek Kimia Farma. Ruangan yang ada di Apotek dilengkapi dengan pendingin udara dan penerangan yang baik sehingga memberikan kenyamanan baik bagi petugas apotek maupun pasien. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kesalahan obat dan memudahkan penelusuran kembali bila sewaktu-waktu terjadi kekeliruan atau masalah yang berkaitan dengan obat dalam resep atau adanya komplain dari pasien. nama APA dan nomor SIK APA. Pada saat pengerjaan resep. ruang penyimpanan obat. praktek dokter dan toilet. Selain itu. penerimaan resep dan penyerahan obat. Selain itu letaknya dekat dengan klinik-klinik. Untuk Apotek Kimia Farma sendiri penggunaan kartu HKRS sudah dijalankan. kemas. Informasi dan Edukasi (KIE) untuk pasien serta swamedikasi diberikan oleh apoteker. Apotek Kimia Farma telah mempunyai tempat khusus untuk melakukan konseling antara apoteker dengan pasien. lokasinya cukup strategis. karena terletak di tepi jalan raya dan mudah dijangkau oleh masyarakat dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi dan berada pada pemukiman penduduk sehingga cukup dikenal masyarakat sekitar. Hal ini dapat terlihat dari adanya penataan ruang yang terpisah antara ruang tunggu pasien. Apotek Kimia Farma dinilai sudah cukup baik untuk dapat menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan karena sudah sesuai dengan KepMenKes RI No. Dalam melayani resep kredit. sehingga memudahkan pengunjung yang memiliki kendaraan.

ada upaya untuk memenuhi permintaan konsumen dengan menawarkan obat lain sebagai pengganti obat yang tidak ada dengan komposisi yang sama. Resep ASKES InHealt memiliki beberapa keuntungan dan kerugian. selain itu obat yang kurang pun akan dijanjikan untuk disediakan obatnya sehari setelah pembelian. hidung. obat golongan psikotropika dan narkotik. telinga. Selain itu juga dilakukan pencatatan terhadap resep yang ditolak guna mempersiapkan persediaan obat agar mengurangi penolakan resep di masa mendatang. Penyimpanan narkotik dan psikotropik berada di dalam lemari khusus dan tertutup tetapi tidak terkunci dengan baik. Sedangkan kerugiannya yaitu pembayaran dilakukan secara kredit sehingga perlu menambah modal kerja. Selain melayani resep kredit instansi. Banyaknya pelayanan resep kredit sebenarnya menunjukkan bahwa suatu Apotek cukup bagus dalam pengembangan usaha tetapi bila resep kredit yang diterima oleh Apotek semakin banyak.LAPORAN APOTEK 2013 instansi dengan Kimia Farma. Keuntungannya antara lain obat telah distandarisasi sehingga menghemat modal kerja Apotek. kemungkinan obat tidak laku kecil dan dapat membeli obat dalam jumlah besar untuk memperoleh discount. Jika ada obat yang persediaannya habis. Apotek Kimia Farma atau juga melayani resep ASKES InHealt. Penyimpanan obat-obat di Apotek Kimia Farma diurutkan berdasarkan kelompok tertentu seperti obat-obat generik. maka dilakukan pengecekkan stok obat di gudang dan jika obat tersedia maka obat dapat langsung diberikan kepada pasien. obat yang disusun berdasarkan bentuk sediaan (obat suntik. obat tetes oral. insulin dan sebagainya). Untuk memudahkan dalam Universitas Andalas Page 17 . mata. ovula. Selain itu juga terdapat tempat khusus untuk penyimpanan alat-alat kesehatan. maka semakin besar pula modal Apotek yang tertahan dalam bentuk piutang. Untuk obat-obat bebas disusun di counter swalayan berdasarkan khasiat secara alfabetis. obat bermerek dagang yang disusun secara farmakologis. dan inhaler). sediaan cair. Berdasarkan pengamatan secara visual selama PPKPA. Apabila ada obat dalam resep yang tidak tersedia. Semua kelompok obat tersebut disusun secara alfabetis untuk mempermudah pencarian. dan lain-lain yang bekerjasama dengan Apotek Kimia Farma dalam pengobatan karyawannnya serta pelanggan dari praktek dokter bersama dengan Apotek Kimia Farma (doctor in house) sehingga tidak tersedianya obat di Apotek Kimia Farma sangat jarang terjadi. discount harga diminta oleh perusahaan asuransi. Tetapi jika tidak ada maka pasien ditawarkan untuk menunggu obat atau obat diantarkan ke rumah pasien tanpa harus menunggu. serta obat-obat yang stabilitasnya dipengaruhi suhu dan udara sehingga harus disimpan di dalam lemari es (suppositoria. Apotek Kimia Farma jarang melakukan penolakan resep karena sebagian besar pelanggan Apotek Kimia Farma adalah pelanggan dari PTBA. PLN.

Data tersebut sekaligus menjadi medical record pasien yang terkomputerisasi serta bisa digunakan untuk kepentingan tertentu bagi APA seperti konseling. Sistem komputer kasir mengharuskan petugas memasukkan alamat dan nomor telepon pasien yang dapat dihubungi sebelum melakukan pencetakan struk pembayaran. petugas yang bekerja di bagian pelayanan atau penjualan telah melayani dengan ramah.LAPORAN APOTEK 2013 pengontrolan obat. Setiap pasien yang membeli atau menebus obat di apotek selain obat bebas tanpa membawa resep. maka petugas apotek akan mencatat nama dan alamat pasien di komputer sehingga bisa ditelusuri riwayat pengobatan pasien. etiket obat yang disertai dengan jumlah obat. Hal-hal yang dilakukan seperti: penataan obat berdasarkan kelas terapi. pemberian informasi obat pada saat penyerahan obat kepada pasien serta keramahan kepada pasien. nama obat. stempel pada copy resep. Hal ini dapat menghambat dan memperlama kegiatan stock opname yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Petugas juga bersikap santun dan informatif dengan selalu berbicara dengan bahasa yang baik. Apotek Kimia Farma sudah menerapkan konsep GPP dalam rangka menjamin kualitas. tanggal kadaluarsa. masing-masing obat memiliki kartu stok pada kotak penyimpanannnya. keamanan dan khasiat obat. penelitian dan lain-lain. Stock opname juga berfungsi untuk mengecek barang secara fisik apakah sesuai dengan jumlah yang ada di komputer atau tidak. diskusi dengan dokter. maka Apotek Kimia Farma membuat semacam kertas berwarna yang di tempel pada kotak obat untuk menunjukkan tahun kadaluarsa obat. Agar obat yang ada tidak kadaluarsa. Hal ini dilakukan untuk membantu apotek dalam mengatasi masalah yang mungkin baru diketahui setelah obat diserahkan kepada pasien. Namun dalam hal ini petugas terkadang mengalami kendala yaitu pada jam-jam sibuk. sticker aturan/ peringatan penggunaaan obat. Setiap ada obat yang masuk (berasal dari pembelian maupun dari apotek lain) dan keluar (karena penjualan maupun droping ke apotek lain) harus dicatat di kartu stok masing-masing dan di-entry ke komputer. Proses administrasi di Apotek Kimia Farma dilakukan secara komputerisasi untuk meningkatkan kelancaran dan efisiensi pelayanan apotek. biasanya dimulai dengan sapaan dan tawaran bantuan serta diakhiri dengan ucapan terima kasih sebagai penutup. Hal ini penting dilakukan untuk mempermudah dalam pengontrolan stok obat dan kesesuaian antara jumlah fisik obat dengan jumlah obat pada kartu stok. Secara umum. petugas tidak sempat mencatat pada kartu stok sehingga jumlah barang yang ada seringkali tidak sesuai dengan kartu stok. jika konsumen tidak mampu menebus obat maka dicarikan obat dengan zat aktif atau khasiat sama dengan Universitas Andalas Page 17 . setelah mengambil obat. Petugas selalu tanggap dan cepat menangani keluhan serta membantu mengatasi kesulitan konsumen. Misalnya.

Selain itu. sehingga dapat memperoleh diskon yang lebih besar dari distributor serta mengurangi tugas apotek pelayanan dalam pengadaan barang karena pada sistem DC semua administrasi pembayaran yang berhubungan dengan pengadaan barang dilakukan oleh BM (semua pembayaran di BM). Barang-barang yang sudah hampir habis dibuat BPBA untuk kemudian dikirimkan ke Apotek BM. Validasi dilakukan terhadap semua transaksi. Berdasarkan sistem ini. Dalam setiap pergantian shift. khusus untuk pemesanan narkotika dan psikotropik tidak termasuk ke dalam sistem DC melainkan langsung dilakukan oleh masing-masing apotek pelayanan. Barang yang mencapai minimum stok akan dikirim oleh BM berdasarkan kebutuhan masing-masing apotek pelayanan. Keadaan tersebut perlu terus dipertahankan dan sedapat mungkin ditingkatkan karena keramahan petugas merupakan salah satu unsur pendorong untuk menimbulkan minat pelanggan sehingga melakukan pembelian. Universitas Andalas Page 17 . baik tunai maupun kredit. Sedangkan untuk obat-obat psikotropik.LAPORAN APOTEK 2013 harga yang lebih terjangkau atau ditebus sebagian dulu. Sistem DC memiliki keuntungan diantaranya jumlah barang yang dipesan banyak. dibuat Bon Permintaan Barang Apotek (BPBA) dimana dilakukan dua kali dalam seminggu untuk pemesanan barang (hari Senin dan Kamis) sehingga pengecekan barang secara fisik oleh petugas apotek dilakukan satu hari sebelum pengirim BPBA. Karena itu. permintaan barang harus menggunakan SP khusus rangkap dua dan dalam satu SP dapat memesan beberapa jenis psikotropik tetapi satu distributor dan harus ditandatangani oleh APA. Validasi adalah proses pengecekan data transaksi dari hasil entry. Pengadaan barang di Apotek Kimia Farma dilakukan dengan menggunakan sistem Distribution Center (DC). Untuk obat-obat narkotik. lalu bukti setoran kas untuk transaksi tunai dicocokkan dengan kas yang ada. permintaan barang harus menggunakan Surat Pesanan (SP) khusus rangkap empat yang dalam satu SP hanya dapat memesan satu macam obat dan harus ditandatangani oleh Apoteker Pengelola Apotek (APA). petugas apotek yang bertanggung jawab harus melaporkan seluruh hasil penjualan apotek dalam bentuk bukti setoran kasir apotek untuk selanjutnya divalidasi. pengeluaran dan pemasukan barang di apotek langsung terhubung secara komputerisasi dengan gudang Bussiness Manager (BM) sehingga gudang BM dapat mengetahui barang yang mencapai minimum stok.

Apotek Kimia Farma merupakan apotek pelayanan yang menggunakan sistem pengadaan barang secara desentralisasi yaitu pengadaan barang dilakukan oleh bagian pembelian di Unit Bisnis Manager dan administrasi telah didukung oleh sistem komputerisasi sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan di apotek. Kesimpulan Berdasarkan pengamatan selama Pelatihan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PPKPA) di Apotek Kimia Farma. Penyimpanan obat golongan narkotika dan psikotropika di Apotek Kimia Farmadisimpan pada rak yang terpisah. 8. Penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma berdasarkan efek farmakologi dan bentuk sediaan dimana penyusunannya secara alfabetis sehingga memudahkan petugas untuk mengambil obat. pasar. pertokoan. 3. 6. Dalam rangka meningkatkan pelayanan. Apoteker Pengelola Apotek (APA) di Apotek Kimia Farma dalam melaksanakan tugasnya di apotek memiliki tanggung jawab yang besar dalam pelayanan kefarmasian dan berwenang untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan mutu pelayanan apotek dan manajemen apotek. Apotek merupakan suatu sarana yang memiliki peranan penting dalam pelayanan kefarmasian serta tanggung jawab moral dan etika profesi. Lokasi Apotek Kimia Farma cukup strategis karena berada di pinggir jalan raya yang berdekatan dengan pemukiman penduduk. 5. 2. rumah sakit dan banyak dilalui oleh kendaran umum sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Apotek Kimia Farma menyediakan layanan pesan antar obat (Delivery Service). Apotek Kimia Farma memiliki praktek dokter in house. Penambahan dan pengurangan barang dicatat dalam kartu stok masing-masing barang. 7. 4.LAPORAN APOTEK BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 2013 A. maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Universitas Andalas Page 17 . klinik.

5.LAPORAN APOTEK B. Saran 2013 1. informasi maupun edukasi tentang obat kepada pasien. agar pengetahuan dan keterampilan karyawan dapat ditingkatkan sesuai dengan tuntutan konsumen akan pelayanan yang baik dan tepat. misalnya dengan membuat kuisioner yang dapat diisi langsung oleh pasien pada saat datang ke apotek sehingga dapat diketahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Pelayanan tersebut dapat disampaikan melalui leaflet. Untuk meningkatkan fungsi pelayanan seorang apoteker kepada masyarakat luas. Pembinaan dan pelatihan seluruh personil di apotek sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan. 3. Hal ini untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian antara jumlah fisik obat dengan kartu stok dengan stok di komputer. apotek harus mengoptimalkan pelayanannya baik dalam komunikasi. Perlu dilakukan evaluasi secara berkala terhadap penilaian kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh Apotek Kimia Farma. 2. Penggunaan sarung tangan dan masker bagi karyawan yang mengerjakan obat racikan. brosur maupun poster. Universitas Andalas Page 17 . 4. Perlu meningkatkan kedisiplinan petugas apotek dalam hal mencatat pemasukan dan pengeluaran obat.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 1027/MENKES/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di apotek. Undang-undang No. LeBoeuf. 2010. 1997. Jakarta: Elex Media Komputindo Gramedia. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Materi Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA). 101 Cara Meningkatkan Kepuasan Pelanggan. Michael. 2009. 1997. Jakarta: Pustaka Tangga. Foster. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2009. Solo: CV. 2009. Jakarta. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1997. Jakarta. Departemen Kesehatan RI.1332/Menkes/Sk/X/2002. Universitas Andalas Page 17 . Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Amerika serikat: The McGrow-Hill Companies. Cipolle J Robert.1992 Memenangkan dan Memelihara Pelanggan. 4-5. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Umar M.26 Tahun 1965 tentang Apotek. dkk. Jakarta. tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek. Anonim. Jakarta. Hal. .LAPORAN APOTEK DAFTAR PUSTAKA 2013 Anonim. Timothy. Jakarta : PT. Peraturan Pemerintah No. Manajemen Apotek. 5-85. Hal.V. Jakarta: 2004. Undang-undang No. HDW Hartono. Jakarta: Depot Informasi Obat. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1998. 2000. Jakarta. (2005) Manajemen Apotek Praktis. R. Kimia Farma Apotek. Jakarta. Undang-undang No. 1980. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.992/Menkes/PER/X/1993.Ar-rahman. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.25 tahun 1980 tentang Perubahan atas PP No. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Pharmaceutical Care Practice. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Struktur Organisasi PT. Kimia Farma Apotek Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK 2013 Lampiran 1.

Struktur Organisasi Bisnis Manager Palembang PT.LAPORAN APOTEK Lampiran 2. Kimia Farma Apotek 2013 Universitas Andalas Page 17 .

Alur Pelayanan Penerimaan Resep 2013 Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK Lampiran 3.

LAPORAN APOTEK Lampiran 4. Alur Penjualan Resep Tunai 2013 Universitas Andalas Page 17 .

Alur Penjualan Resep Kredit 2013 Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK Lampiran 5.

LAPORAN APOTEK Lampiran 6. Bon Permintaan Barang Apotek (BPBA) 2013 Universitas Andalas Page 17 .

Kartu Barang (Stok) 2013 Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK Lampiran 7.

Copy Resep 2013 Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK Lampiran 8.

Bon Pengambilan Obat (Dropping) 2013 Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK Lampiran 9.

Contoh Bungkus. Etiket Obat. Labeling 2013 Labeling Aturan Pakai Obat Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK Lampiran 10.

Pembungkus Puyer. Contoh Label.LAPORAN APOTEK Lampiran 11. Alat pembungkus puyer 2013 Alat Pembungkus Puyer Sendok memasukan pulvis ke Bungkus Bungkus Puyer Universitas Andalas Page 17 .

Alat cetak kapsul dan cangkang kapsul 2013 Alat Cetak Kapsul Ukuran Berbagai Cangkang Kapsul Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK Lampiran 12.

LAPORAN APOTEK Lampiran 13. Contoh Form 1a dan form 1b 2013 Universitas Andalas Page 17 .

LAPORAN APOTEK 2013 Universitas Andalas Page 17 .

LAPORAN APOTEK Lampiran 14. Surat Pesanan Narkotika 2013 Universitas Andalas Page 17 .

LAPORAN APOTEK Lampiran 15. Surat Pesanan Psikotropika 2013 Universitas Andalas Page 17 .

Faktur Penerimaan Barang 2013 Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK Lampiran 16.

LAPORAN APOTEK Lampiran 17. Contoh Laporan Buku Kas Kecil dan Kas Besar 2013 Universitas Andalas Page 17 .

LAPORAN APOTEK 2013 Universitas Andalas Page 17 .

LAPORAN APOTEK Lampiran 18. Contoh Laporan Penggunaan Narkotika 2013 Universitas Andalas Page 17 .

Beberapa Distributor Apotek Kimia Farma Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK 2013 Lampiran 19.

Denah Apotek Kimia Farma Universitas Andalas Page 17 .LAPORAN APOTEK 2013 Lampiran 20.