You are on page 1of 5

OBJEK PERJANJIAN PENGANGKUTAN

Terdiri atas: 1. Kapal 2. Muatan 3. Jasa Pengangkutan Orang

TANGGUNG JAWAB PENGUSAHA KAPAL

Terdiri atas: 1. Perbuatan Hukum (Ps.321 KUHD) yaitu bagi:   Mereka yang bekerja tetap di kapal : Nahkoda dan Perwira + ABK Mereka yang bekerja sementara : Kuli dan Markonis

2. Perbuatan Melawan Hukum (Ps.321 : (2) K, Ps.1367 KUH Perdata):  Merekla yang bekerja tetap : Nahkoda (Ps.342 (2) K; Ps.341) dan Perwira+ABK  Mereka yang bekerja sementara

1

serta melalui bareboat charter (tidak diatur dalam KUHD). dan bukan pemilik kapal yaitu melalui sewa (Ps. ship investment criteria 2. Pengusaha kapal terdiri atas pemilik kapal (Ps.1548 KUHD). PT (PP No. ship building contract.2 Thn.1740 KUH Per). Pemilik barang. Pengangkut pengusaha kapal bukan pemilik: bareboat character. 2.322 jo Ps. Pengangkut Pengusaha Kapal : Jual beli kapal.15. yang dimaksud dengan pengirim/penerima/pengirim penerima/penumpang dapat merupakan: 1. Ps.20 PP No.323 KUHD). Bukan pemilik barang yaitu penjual.PENGANGKUT Terdiri atas: 1. 2.320 KUHD). Bukan pengusaha kapal melalui charter yang terdiri atas waktu (time charter) dan perjalanan (voyage charter) Sedangkan dalam perjanjian pengangkutan. Bentuk usahanya dapat berupa BUMN/BUMD. rederij.322 Jo Ps. Pengusaha kapal (Ps. sewa. Pinjam pakai (Ps. perjanjian kerjasama Dalam hal ini yang dimaksud dengan pengangkut adalah: 1. koperasi atau firma. menyewa dan pinjam pakai. Pengangkut bukan pemilik kapal : Charter (waktu dan perjalanan) 3. rederij (Ps.2 Tahun 1969).1969). ekspeditur atau pembeli 2 .

PERJANJIAN PENGANGKUTAN Terdiri atas: 1.460) dan Orang (Ps.517e-517y) HAK & KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN Dalam perjanjian pengangkutan.520f)  Time charter (charter waktu) 1 kapal : Barang (Ps.520g-520t) Pelayaran tetap (reguler/liner service) : Barang (Ps. pengangkut mengadakan perjanjian pengangkutan dengan pengirim. Bukan charter :   Pengangkutan barang potongan : Barang (Ps.465) 2.518h) dan Orang (Ps. Voyage charter (charter perjalanan) bisa 1 kapal atau hanya beberapa ruangan : Barang (Ps. sehingga timbul hak dan kewajiban sebagai berikut: 3 . Charter :   Demise charter (bareboat) kapal dalam keadaan kosong.

Ps. Ps.468 (1).478. Dilengkapi dengan Nahkoda dan ABK menurut perjanjian kerja (Ps. Pasal 395 (1) KUHD mengatur perjanjian kerja. Ps.472. Ps. Pengirim (Ps. Ps. Ps.Kewajiban :   Pengangkut (Ps.395 KUHD). Perjanjian kerja 4 . Ps.469.47 Sifat Tanggung Jawab : Pengangkut : Terbatas (Ps.476) Pengirim : Tidak terbatas (Ps.469.475.504). Ps.468 (2) 9dan (3).479).473) SIAP BERLAYAR Diakatakan siap berlayar apabila: 1. Ps.470 (2). 470 (2).468 K) Tanggung jawab/Ganti Rugi :   Pengangkut (Ps.491 K) Pengirim (Ps.477 Pengirim (Ps. Ps.470 (2). Ps.474.477 dan Ps. Hak :   Pengangkut (Ps. dan Ps.478.470. Ps. sedangkan Pasal 395 (2) KUHD mengatur bukan perjanjian kerja.

369 dan Ps. Dalam hal ini Nahkoda sebagai wakil pemilih kapal (Ps.369 + Ps. perwira dan awak kapal. dan bertindak sebagai wakil pemilik barang (Ps. Kapal bersertifikat laik laut Dirjen Perhubungan Laut yang meliputi sertifikat keselamatan dan sertifikat lambung. Kapal laik laut yaitu diawaki secukupnya dan adanya pemeliharaan dan perawatan (Ps.3 (1) Schepen Ordonantie 1935. 5 . Pelanggaran terhadap hal ini maka Syahbandar akan mengajukan ke pengadilan.395 (1) KUHD yaitu bagi Nahkoda.367 KUHD).371) 2.menurut Ps. notaris dan pejabat penuntut umum). bertindak otonom yaitu terkait dengan (catatan sipil.