You are on page 1of 16

Strategi Perpajakan

Gumulya Sonny Marcel K.

Tapi. karena merupakan kewajiban bagi perusahaan untuk membayar pajak maka harus tetap dibayarkan. sama seperti biaya yang lain maka akan ditekan sekecil mungkin pembayarannya.• Pajak bagi perusahaan memang merupakan biaya. . Sudah sewajarnya perusahaan akan berusaha untuk membuat tax planning baik dengan cara tax avoidance maupun tax evasion sehingga pajak yang dibayarkan menjadi kecil.

. • Tax evasion adalah suatu skema memperkecil pajak yang terhutang dengan cara melanggar ketentuan perpajakan (illegal).• Tax Avoidance adalah suatu skema transaksi yang ditujukan untuk meminimalkan beban pajak dengan memanfaatkan kelemahan-kelemahan (loophole) ketentuan perpajakan suatu negara sehingga ahli pajak menyatakan legal karena tidak melanggar peraturan perpajakan.

yaitu: Langkah 1: tetapkan sasaran atau perangkat tujuan Langkah 2: tentukan situasi sekarang Langkah 3: identifikasi pendukung dan penghambat tujuan Langkah 4: kembangkan rencana atau perangkat tindakan untuk mencapai tujuan .Perencanaan Pajak dan Proses Manajemen Empat langkah pokok dalam perencanaan.

. • bahasa yang digunakan dalam surat keputusan atau surat edaran • teknik strategi penghindaran pajak merupakan kombinasi antara kepentingan bisnis dan strategi penghindaran pajak yang menguntungkan kedua belah pihak.Dalam mengelola perpajakan ada empat hal dasar yang harus diperhatikan. yaitu: • Pemahaman mengenai masalah perpajakan jangan hendaknya dibatasi kepada pemahaman Undang-undang Pajak saja • persoalan perpajakan adalah persoalan perundang-undangan.

Langkah-Langkah Pokok • Menetapkan sasaran atau tujuan manajemen pajak • Situasi sekarang dan identifikasi pendukung dan penghambat tujuan • Pengembangan rencana atau perangkat tindakan untuk mencapai tujuan .

. Ditinjau dari segi perpajakan alternatif tersebut pada umumnya menyangkut masalah keuntungan dan biaya. Seorang pengambil keputusan hendaknya mampu mengidentifikasi konsekuensi potensi pajak yang terkait alternative-alternatif yang sedang dipertimbangkan untuk memaksimalkan penghasilan setelah pajak. dan oleh karena itu pemilihan alternatif jatuh kepada alternatif yang menjanjikan keuntungan yang terbesar.Pajak dan Pengambilan Keputusan • Pada hakikatnya pengambilan keputusan merupakan proses mengevaluasi beberapa alternatif yang tersedia.

dan hubungan dagang yang memungkinkan tercapainya beban pajak pada tax events yang serendah mungkin dan sejalan dengan tercapainya tujuan perusahaan . Dengan demikian.• Setiap wajib pajak akan membuat rencana pengenaan pajak atas setiap tindakan (taxable events) secara seksama. bisa dikatakan bahwa perencanaan pajak adalah proses pengambilan faktor pajak yang relevan dan faktor nonpajak yang material untuk menentukan: – – – – Apakah Kapan Bagaimana Dengan siapa (pihak mana) dilakukan transaksi. operasi.

Untuk mencapai tujuan manajemen pajak ada hal yang perlu dikuasai. maka wajib pajak dapat melaksanssn kebijakan perajakan.• Jika perencanaan telah siap. yaitu: – Memahami ketentuan peraturan yang berlaku – Menyelenggarakan pembukuan yang memenuhi syarat .

• Untuk pendanaan asset tetap dapat dipertimbangkan sewa guna usaha dengan hak . • Mendirikan perusahaan dalam satu jalur usaha (corporate company) • Mendirikan perusahaan ada sebagai pusat laba dan ada yang hanya berfungsi sebagai pusat biaya • Memberikan tunjangan kepada karyawan • Pemilihan metode penilaian persediaan.Strategi mengefisiensikan beban pajak • Mengambil keuntungan dari berbagai pilihan bentuk badan hukum (legal entity) yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan jenis badan hukum • Memilih lokasi perusahaan yang akan didirikan.

• Menghindari pelanggaran terhadap peraturan perpajakan dapat dilakukan dengan cara menguasai peraturan perpajakan yang berlaku.• Melalui pemilihan metode penyusutan yang diperbolehkan peraturan perpajakan yang berlaku • Menghindari pengenaan pajak dengan cara mengarahkan pada transaksi yang bukan objek pajak • Mengoptimalkan kredit pajak yang diperkenankan. • Menghindari pemeriksaan pajak. • Penundaan pembayaran kewajiban pajak dapat dilakukan dengan cara melakukan pembayaran pada saat mendekati jatuh tempo. .

Pengenaan pajak penghasilan orang pribadi dengan badan memiliki perbedaan yang cukup mencolok. .Pemilihan Bentuk Usaha yang Tepat • Pilihan antara wajib pajak badan atau wajib pajak orang pribadi Pilihan bentuk usaha pertama-tama dapat dipilih antara wajib pajak badan atau wajib pajak orang pribadi.

000 s.000.000.000 (5%) Diatas Rp 50.000.000 Badan Tidak ada PTKP Pajak Penghasilan Istri yang digabung: Rp24.000.000 Perhitungan PPh terutang Tariff progresif Sampai dengan Rp 50.000.025.000 (15%) Diatas Rp 250.300. akan mendapat tarif 25% .WP Penghasilan Tidak Kena Orang Pribadi WP: Rp24.000 (30%) Berapapun PKP.d Rp 250.300.025.000 Tanggungan: Rp2.000 s .000 (25%) Diatas Rp 500.000 Status Kawin: Rp2.000. d Rp 500.

• Bentuk Perseorangan • Bentuk Badan Usaha • Badan Usaha adalah organisasi yang di bentuk oleh lebih dari seseorang dengan disaksikan notaris. dengan tujuan usaha yang sama dari kegiatan bisnis (profit/non profit). (pribadi) tapi melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia. Berikut Bentuk Usaha di Indonesia. .BENTUK USAHA • Dalam ketentuan pajak dari ketiga bentuk usaha di bawah ini memperoleh perlakuan pajak yang berbeda. • Bentuk Usaha Tetap • Bentuk Usaha Tetap didirikan oleh Badan Usaha atau Pribadi yang tidak berdomisili di Indonesia atau berdomisili di Indonesia tetapi kurang dari 183 Hari pertahun.

apabila Wajib Pajak diberi kebebasan untuk setiap saat berganti tahun pajaknya. yaitu: – Prinsip penerimaan dan pengeluaran kas (cash basis) – Prinsip akrual (accrual basis) • Pemakaian tahun pajak. . Hal ini terutama untuk mencegah kemungkinan adanya penggeseran laba atau rugi. baik berdasarkan tahun takwim atau tahun buku harus taat asas (konsisten).Penggunaan Metode Akuntansi dan Periode Akuntansi Dalam Perencanaan Pajak • Pada dasarnya ada dua prinsip metode akuntansi yang digunakan. Oleh karena itu apabila Wajib Pajak ingin mengadakan perubahan tahun pajak maka kepadanya diwajibkan untuk terlebih dahulu meminta persetujuan dari Direktur Jenderal Pajak.

Selain bentuk usaha. Sebelum memulai usaha. memaksimalkan pengurangan. . Untuk merencanakan dalam rangka mendapatkan penghasilan setelah pajak sebanyak mungkin tersebut disebut perencanaan pajak. pemecahan-pemecahan perusahaan menjadi beberapa perusahaan. perencanaan merupakan bagian yang sangat penting. • • . Seorang pengambil keputusan hendaknya mampu mengidentifikasi konsekuensi potensi pajak. Sebagai awal dari seluruh kegiatan. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bentuk usaha yang paling menguntungkan karena bentuk usaha tersebut sangat mempengaruhi pengenaan pajak. metode akuntansi dan periode akuntansi yang dipakai sangatlah penting untuk direncanakan terlebih dahulu. Wajib pajak memiliki hak untuk mengecilkan jumlah pajak yang dibayarkan selama hal tersebut tidak melanggar Undang-Undang. hal yang perlu diperhatikan adalah dengan mengetahui prinsip taxable dan deductible.Kesimpulan • Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa. memaksimalkan pengecualian-pengecualian. Perencanaan pajak tidak terlepas dari fungsi pengambilan keputusan.