A.

Klasifikasi dan Ciri Morfologi Ikan Tembang Ikan tembang merupakan ikan-ikan yang dalam Bahasa Inggris lebih dikenal dengan nama sardine (Nontji, 2002). Menurut Adrim et al. (2004), Saanin (1984) dan Sardjono (1979) klasifikasi ikan tembang adalah sebagai berikut: Kingdom Phylum Sub Phylum Class Ordo Family Genus Spesies : Animalia : Chordata : Vertebrata : Actinopterygii : Clupeiformes : Clupeidae : Sardinella : Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847

Gambar 1. Ikan tembang (Sardinella fimbriata)

Ikan tembang memiliki bentuk badan memanjang dan gepeng. Sisik-sisik duri terdapat di bagian bawah badan. Awal sirip punggung sedikit ke depan dari pertengahan badan, berjari-jari lemah 16-19. Tapisan insang halus, berjumlah 60-80 pada busur insang

Ikan pelagis kecil hidup pada daerah pantai yang kondisi lingkungannya tidak stabil menjadikan kepadatan ikan juga berfluktuasi dan cenderung mudah mendapat tekanan akibat kegiatan pemanfaatan. dan ukurannya pun semakin besar.pertama bagian bawah. Ikan ini hidup bergerombol membentuk gerombolan besar. 1979). Bulan Februari sampai Maret adalah akhir musim ikan ini dan ukurannya pun lebih besar dari sebelumnya. Ikan tembang sendiri sebagai salah satu ikan pelagis kecil.5 cm. Warna sirip-siripnya pucat kehijauan dan tembus cahaya (Sardjono. Sumberdaya perikanan pelagis kecil merupakan sumberdaya yang paling melimpah di perairan Indonesia. Sumberdaya ini adalah sumberdaya neritik.12. sumberdaya ini dapat membentuk biomassa yang sangat besar (Widodo dan Suadi. 1979). 2002). Setelah Maret ikan ini kemudian lenyap . ke utara sampai Taiwan. Dan umumnya ditangkap di perairan-perairan pantai. karena penyebarannya adalah berada di dekat pantai. Setiap tahun pada permulaan musim hujan yakni pada bulan September sampai Oktober ikan ini mulai muncul dengan ukuran 10 . namun umumnya 12. 2006). B. Ukurannya dapat mencapai 16 cm. Salah satu jenis yang terkenal di Selat Bali adalah Sardinella longiceps. dan ke barat sampai Laut Merah (Sardjono. karena daerah pantai mudah dijangkau oleh aktivitas manusia. daerah penyebarannya terdapat di seluruh perairan Indonesia. putih perak pada bagian bawah. Di daerah-daerah dimana sering terjadi kenaikan air (upwelling). ke selatan sampai ujung utara Australia. Warnanya biru kehijauan pada bagian atas. Habitat dan Penyebaran Ikan Tembang Ikan tembang merupakan salah satu ikan pelagis kecil yang menyebar di perairan Indonesia (Nontji.5 cm. Ikan ini dikenal sebagai ikan musiman karena kehadirannya di sana hanya pada musim tertentu saja. Lama kelamaan jumlahnya semakin banyak dan mencapai puncaknya pada bulan Desember sampai Januari.

Bagan Perahu Bagan merupakan alat tangkap yang beroperasi dengan menggunakan bantuan cahaya lampu untuk mengumpulkan ikan. Komposisi hasil tangkapan yang dominan tertangkap oleh Purse seine terdiri dari ikan Layang (Decapterus sp). Secara umum. peralatan pokok bagan perahu terdiri dari perahu bagan. Seperti juga pada alat penangkapan ikan lainnya. bahan bakar. dengan demikian gerakan ikan ke arah horisontal dapat dihalangi. Setelah itu. Perahu bagan sebagai bangunan utama merupakan tempat terkonsentrasinya seluruh peralatan seperti generator listrik. dan peralatan tambahan lainnya. maka satu unit purse seine terdiri dari jaring. sebagai akibat dari intensitas cahaya yang mampu menarik ikan pada jarak yang jauh baik secara vertikal maupun horizontal yang menyebabkan hasil tangkapannya lebih banyak dibanding bagan lainnya. Pukat cincin (purse seine) Pukat cincin adalah jaring yang umumnya berbentuk empat persegi panjang tanpa kantong dengan banyak cincin di bagian bawahnya dan digunakan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan dan berada dekat dengan permukaan air (sea surface).seakan-akan tanpa meninggalkan bekas dan baru muncul lagi pada musim berikutnya (Nontji. Alat tangkap ini tergolong alat tangkap non selektif dikarenakan mampu menangkap jenis lain yang bukan menjadi tujuan penangkapan. dan lain-lain. Alat Tangkap Ikan Tembang 1. dan alat bantu (roller. lampu. dan sebagainya). bagian bawah jaring dikerucutkan untuk mencegah ikan lari ke arah bawah jaring (Sudirman dan Mallawa. Selar bentong (Selaroides spp). Kembung (Rastrelliger spp). Tembang (Clupea sp). Dalam hal ini bagan perahu berbeda dengan bagan rambo . 2. rangka. jaring. kapal. 2002). 2004). sehingga jaring tersebut membentuk dinding vertikal. lampu dan generator. Tembang (Katsuwonus pelamis). keranjang. C. Prinsip penangkapan ikan dengan purse seine ialah melingkari gerombolan ikan dengan jaring.

Bagan perahu merupakan alat tangkap hasil modifikasi bagan tancap. Alat tangkap ini telah mengalami modifikasi baik dari segi bentuk. 1981). 1981). .yang tidak menggunakan kapal pengantar untuk mensuplay air bersih. anak buah kapal (ABK) dan es curah tapi bagan itu sendiri yang langsung dirapatkan ke pantai yang juga berfungsi sebagai kapal transportasi sekaligus mengangkut hasil tangkapan untuk dipasarkan ke tempat pendaratan ikan (TPI) (Ayodhyoa. Bagan tancap memiliki efektifitas kerja yang terbatas sehingga dikembangkanlah sistem bagan perahu yang dapat menjangkau daerah penangkapan yang lebih jauh. Ukuran perahu yang lebih besar dan penggunaan alat listrik generator memungkinkan menarik ikan lebih besar (Ayodhyoa. bahan bakar. ukuran maupun saranan pencahayaan.

Makalah Hasil – Hasil Perikanan IKAN TEMBANG (Sardinella fimbriata) Disusun Oleh Muh.Rizal (L23110271) Muhammad Janwar (L23109 JURUSAN PERIKANAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013 .