You are on page 1of 92

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan 1.3 Ruang Lingkup Pedoman 1.4 Istilah dan Definisi 1.5 Acuan Normatif 1.6 Kedudukan Pedoman RTR KSK 1.7 Fungsi dan Manfaat Pedoman RTR KSK 1.8 Pengguna Pedoman KETENTUAN UMUM RTR KSK 2.1 Kedudukan RTR KSK 2.2 Fungsi dan Manfaat RTR KSK 2.3 Isu Strategis Kabupaten 2.4 Tipologi KSK 2.5 Ketentuan Umum penentuan Muatan RTR KSK KETENTUAN TEKNIS MUATAN RENCANA RTR KSK 3.1 Delineasi KSK 3.2 Fokus Penanganan RTR KSK 3.3 Skala Peta RTR KSK 3.4 Muatan RTR KSK 3.4.1 Tujuan, Kebijakan, dan Strategi 3.4.2 Rencana Pengembangan Jaringan Prasarana 3.4.3 Rencana Pola Ruang KSK (Zoning Map) 3.4.4 Ketentuan Pemanfaatan Ruang 3.4.5 Peraturan Zonasi KSK 3.5 Hak, Kewajiban dan Peran Masyarakat 3.6 Format Penyajian 3.7 Masa Berlaku RTR KSK PROSES DAN PROSEDUR PENYUSUNAN RTR KSK DAN PERATURAN ZONASI 4.1 Proses Penyusunan RTR KSK 4.1.1 Tahap Persiapan Peyusunan 4.1.2 Tahap Pengumpulan Data dan Informasi 4.1.3 Tahap Pengolahan dan Analisa Data 4.1.4 Tahap Perumusan Konsepsi Rencana 4.1.5 Tahap Penyusunan Naskah Rancangan Peraturan Daerah 4.2 Proses Penyusunan Peraturan Zonasi 4.2.1 Tahap Persiapan 4.2.2 Pengumpulan Data dan Informasi

i iii iv 1 1 1 1 1 3 5 7 7 8 8 9 9 12 21 33 33 40 45 46 46 62 64 65 65 72 73 73 74 74 75 75 76 77 78 78 78 78

BAB II

BAB III

BAB IV

Kementerian Pekerjaan Umum i

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

4.3 4.4 BAB V

4.2.3 Analisis dan Perumusan Ketentuan Teknis 4.2.4 Penyusunan Raperda tentang Peraturan Zonasi Prosedur Penetapan RTR KSK dan Peraturan Zonasi Prosedur Penetapan RTR KSK dan Peraturan Zonasi

79 79 81 87 88

PENUTUP

Kementerian Pekerjaan Umum ii

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Tabel 2.2 Tabel 2.3 Tabel 2.4 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4 Tabel 3.5 Tabel 4.1

Penetapan Tipologi KSK Berdasarkan Sudut Kepentingan, Kriteria, dan Isu Strategis Kabupaten Penetapan kriteria Lokasi KSK Jenis KSK yang ada dalam RTRW kabupaten Ketentuan Umum Muatan Pedoman RTR KSK Penentuan Delineasi KSK Penentuan Jarak, Luas dan Fungsi KSK Fokus Penanganan KSK Skala Peta RTR KSK Penetapan Peraturan Zonasi pada KSK Jangka Waktu Penyusunan RTR KSK dan Peraturan Zonasi

13 22 20 28 33 36 40 45 71 80

Kementerian Pekerjaan Umum iii

2 Gambar 2.4 Gambar 4.1 Gambar 4.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Gambar 2.1 Gambar 2.3 Gambar 2.2 Gambar 4.3 Kedudukan Pedoman terhadap Peraturan Perundang-Undangan Bidang Penataan Ruang Kedudukan RTR KSK dalam Sistem Penataan Ruang Ilustrasi bentuk KSK berbasis kawasan dan berbasis Objek Ilustrasi Lokasi KSK Tata Cara Perumusan Muatan KSK Proses dan Prosedur Penyusunan RTR KSK Tata Cara Proses Penyusunan RTR KSK Alur Proses Penyusunan Peraturan Zonasi RTR KSK 6 8 22 23 27 83 85 86 Kementerian Pekerjaan Umum iv .

Pedoman ini bertujuan mewujudkan RTR KSK yang sesuai dengan ketentuan UU 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan peraturan pelaksanaannya.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten BAB I PENDAHULUAN 1.2. 1. rencana pola ruang wilayah kabupaten. ketentuan teknis muatan RTR KSK. diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan peraturan pelaksanaan dalam rangka implementasi UU 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. rencana struktur ruang wilayah kabupaten. LATAR BELAKANG Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) merupakan kawasan yang menjadi harapan bagi setiap kabupaten untuk didorong pertumbuhannya atau dilindungi kelestariannya agar nilai strategis dari kawasan tersebut memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat kabupaten. KSK tersebut telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK). pemerintah daerah. RUANG LINGKUP Pedoman ini memuat ketentuan umum muatan RTR KSK. kebijakan. penetapan kawasan strategis kabupaten. Kawasan strategis dimaksud memerlukan acuan yang lebih rinci agar dalam perwujudan pemanfaatan ruangnya nilai strategis kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. meliputi : Bagian dari wilayah kabupaten yang memiliki ciri perkotaan Bagian dari wilayah kabupaten yang berupa kawasan perdesaan dan direncanakan menjadi kawasan perkotaan ISTILAH DAN DEFINISI 1. 1. Pedoman RTR KSK ini tidak berlaku untuk kawasan perkotaan yang ada di wilayah kabupaten. arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten.1. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten adalah rencana tata ruang yang bersifat umum dari wilayah kabupaten yang merupakan penjabaran dari RTRW provinsi.4. dan prosedur penyusunan RTR KSK. Kementerian Pekerjaan Umum 1 . strategi penataan ruang wilayah kabupaten. dan para pemangku kepentingan lainnya. dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten. Berdasarkan Pasal 14 ayat 3 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang disebutkan bahwa RTR KSK merupakan rencana rinci dari rencana tata ruang wilayah kabupaten yang disusun sebagai perangkat operasional. MAKSUD DAN TUJUAN Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan dalam penyusunan RTR KSK oleh Pemerintah. 1. yang berisi tujuan. Dengan adanya pedoman penyusunan RTR KSK.3.

12. Kawasan Strategis Kabupaten adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara dalam lingkup kabupaten terhadap perkembangan ekonomi. baik yang batasnya telah maupun belum ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan. tumbuhan. 8. pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten yang selanjutnya disingkat RTR KSK adalah rencana rinci dari rencana tata ruang wilayah kabupaten yang memuat: tujuan. yang mempengaruhi fungsi kawasan inti atau dipengaruhi oleh kawasan inti secara langsung. ilmu pengetahuan. Zona adalah kawasan atau area yang memiliki fungsi dan karakteristik spesifik. sosial. pelayanan sosial. pengolahan. Kawasan Teknologi Tinggi adalah kawasan yang menggunakan teknologi untuk kegiatan pengamatan. 15. Kementerian Pekerjaan Umum 2 . Kawasan Agropolitan adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hierarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis. dan strategi pengembangan kawasan. ketentuan pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang serta pengelolaan kawasan. 13. 14. Kota Terpadu Mandiri adalah kawasan Transmigrasi yang pertumbuhannya dirancang menjadi Pusat Pertumbuhan melalui pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan. serta pelaporan data dan informasi terkait dengan keadaan bumi dan angkasa. 17. 7. Kawasan Perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan. Warisan Budaya/Adat Tertentu adalah kekayaan budaya (cultural capital) yang mempunyai nilai penting bagi pemahaman dan pengembangan sejarah. 5. dan tanah). berbagai jenis logam. 3. Kawasan Perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 2. 10. pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Kawasan Budi Daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam. Kawasan Inti KSK adalah kawasan di mana kegiatan utama KSK berada. dan mikroorganisme) dan abiotik (minyak bumi. 9. 4. 16. dan/atau lingkungan. dan sumber daya buatan.dan kegiatan ekonomi. Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budi daya. 11. dan kebudayaan dalam kerangka memupuk kepribadian masyarakat dan bangsa. konsep pengembangan kawasan. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten adalah rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten. budaya. perekaman. air. sumber daya manusia. Kawasan Penyangga KSK adalah kawasan sekitar kawasan inti. pelayanan jasa pemerintahan. Kawasan Sumber Daya Alam adalah kawasan yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia berupa komponen biotik (hewan. 6. termasuk pengelilaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan. Kawasan Lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. gas alam. kebijakan.

Ketentuan Perizinan adalah ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah kabupaten sesuai kewenangannya yang harus dipenuhi oleh setiap pihak sebelum pemanfaatan ruang. 21. 1. ekonomi. Peraturan Zonasi adalah ketentauan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setaip blok/zona peruntuakn yang penetapan zonannya dalam rencana rinci tata ruang. untuk bermitra dan bergerak dalam menyelenggarakan penataan ruang. membatasi pertumbuhan. Undang–Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Kawasan Tertinggal. dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 18. politik. 19. geografis. Undang Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 25. Undang–Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 28. (b) dampak proses kegiatan geologi dan perubahan ekosistem serta terjadinya bencana alam secara alami. sosial. Masyarakat adalah orang perseorangan. adalah kawasan yang relatif kurang berkembang dibading kawasan lain dan berpenduduk relatif tertinggal. yang digunakan sebagai alat dalam melaksanakan pembangunan keruangan yang tertib sesuai dengan rencana tata ruang yang telah disusun dan ditetapkan. mencapai kesiapan. Kementerian Pekerjaan Umum 3 . meredam. biologis. 5. 4. Arahan Sanksi adalah arahan untuk memberikan sanksi bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang yang berlaku. 2. 3. Izin Pemanfaatan Ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Rawan Bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis. budaya. kelompok orang termasuk masyarakat hukum adat. 24. Ketentuan Insentif dan Disinsentif adalah perangkat atau upaya untuk memberikan imbalan terhadap pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan rencana tata ruang dan juga perangkat untuk mencegah. dan (c) dampak kegiatan manusia dan perubahan alam yang sangat rentan dan mempunyai risiko tinggi. 27. dan teknologi pada suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah. Kawasan Kritis Lingkungan adalah kawasan yang berpotensi mengalami masalah dan berdampak kepada kerusakan lingkungan nasional dan global sebagai akibat (a) dampak kegiatan manusia yang berlebihan dalam memanfaatkan sumber daya alam. hidrologis. 22. 26. 20. Kawasan Cagar Budaya adalah satuan ruang geografis yang memiliki dua situs cagar budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan/atau memperlihatkan ciri tata ruang yang khas. 23. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi. korporasi dan/atau pemangku kepentingan non pemerintah lain dalam penyelenggaraan penataan ruang. ACUAN NORMATIF Pedoman ini disusun dengan memperhatikan antara lain: 1.5. Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. klimatologis. atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan rencana tata ruang. Peran Masyarakat adalah berbagai kegiatan masyarakat yang timbul atas kehendak dan keinginan sendiri di tengah masyarakat.

35. Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Undang–Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Undang–Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Permendagri Nomor 50 tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Daerah. 33. Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. 31. 29. Kementerian Pekerjaan Umum 4 . Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2010 tentang Wilayah Pertambangan. 28. 15. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 19. 14. Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil. 6. 18. 13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata ruang Wilayah Nasional. 26. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan. 20. 8. 24. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk Penataan Ruang Wilayah. Undang-Undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. 25. Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2008 tentang Tata Hutan Dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan Serta Pemanfaatan Hutan . 16. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar. Undang–Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial. Permen PU Nomor 41 tahun 2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya. Peraturan Pemerintah Nomor 76 tahun 2009 tentang Reklamasi Dan Rehabilitasi Hutan. 30. 17. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 59 tahun 2007 tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 2004 tentang Perencanaan Kehutanan. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2010 tentang Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil Terluar. Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1993 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya. 34. Pemerintah Daerah Provinsi. 32. Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. 11. 10. Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. 21. 27. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. 9. 23. 22.

38. Pedoman bidang penataan ruang saling terkait satu sama lain sehingga masing-masing mempunyai fungsi tersendiri dan bersifat komplementer. Permendagri Nomor 50 tahun 2009 tentang Pembentukan BKPRD . 37. Permen PU Nomor 15 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional. Permen PU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota.1 sebagai berikut: Kementerian Pekerjaan Umum 5 . Permen PU Nomor 16 tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten. KEDUDUKAN PEDOMAN 1.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 36. 39.6. Secara diagramatis keterkaitan pedoman ini dengan peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang termasuk pedoman bidang penataan ruang lainnya ditunjukkan pada Gambar 1.

1 Kedudukan Pedoman terhadap Peraturan Perundang-Undangan Bidang Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum 6 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Gambar 1.

b. FUNGSI DAN MANFAAT PEDOMAN RTR KSK a. Manfaat Manfaat pedoman penyusunan RTR KSK yaitu untuk: 1) memberikan panduan untuk mencapai standardisasi kualitas RTR KSK.7. konsep pendekatan. 2) memberikan kemudahan dalam menginterpretasikan persoalan dan keanekaragaman setiap KSK. PENGGUNA PEDOMAN Pengguna pedoman ini meliputi seluruh pemangku kepentingan dalam penyusunan dan penetapan RTR KSK. serta koridor dalam penyusunan RTR KSK.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 1. dan 3) membantu percepatan penyusunan RTR KSK. serta masyarakat dalam rangka pemahaman pokok-pokok pengaturan RTR KSK. arahan proses dan prosedur. 1.8. dan 2) acuan yang secara khusus memberikan prinsip-prinsip. Kementerian Pekerjaan Umum 7 . Fungsi Fungsi pedoman penyusunan RTR KSK yaitu sebagai: 1) acuan yang secara umum memberikan pengertian dan wawasan aspek ketataruangan. arahan muatan teknis. serta dasar hukum yang melandasi penyusunan RTR KSK.

sebagai berikut: Gambar 2.1 KEDUDUKAN RTR KSK Dalam sistem perencanaan tata ruang dan sistem perencanaan pembangunan nasional. Kementerian Pekerjaan Umum 8 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten BAB II KETENTUAN UMUM MUATAN RTR KSK 2. Muatan RTR KSK ditentukan oleh nilai strategis yang menjadi kepentingan pemerintah kabupaten. kedudukan RTR KSK dapat ditunjukkan pada Gambar 2.1 Kedudukan RTR KSK dalam Sistem Penataan Ruang RTR KSK merupakan penjabaran RTRW Kabupaten yang disusun sesuai dengan tujuan penetapan masing-masing KSK. Kepentingan pemerintah kabupaten dalam penyusunan dan penetapan RTR KSK harus menguatkan ketetapan yang telah dijabarkan di dalam RTRW kabupaten. RTR KSK menjadi acuan teknis bagi seluruh pemangku kepentingan di wilayah kabupaten dalam mengisi pembangunan fisik dan sebagai acuan dalam penyelenggaraan penataan ruang.1.

antara lain: Kementerian Pekerjaan Umum 9 . masyarakat dan swasta d. serta swasta dan masyarakat dalam rangka pelaksanaan pembangunan untuk mewujudkan KSK. menjamin terwujudnya tata ruang KSK yang berkualitas b. dasar dalam sinkronisasi program Pemerintah dengan pemerintah provinsi dan kabupaten. Fungsi Fungsi RTR KSK yaitu sebagai : a. kebijakan dan strategi yang telah ditetapkan di dalam RTRW Kabupaten serta Visi dan Misi yang telah ditetapkan di dalam RPJP dan RPJM Kabupaten.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 2. acuan lokasi investasi dalam KSK yang dilakukan pemerintah. alat operasionil dalam sistem pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pembangunan fisik di KSK yang dilaksanakan oleh Pemerintah. 2. 2) sosial dan budaya. mewujudkan keterpaduan antara pembangunan KSK dengan wilayah kabupaten d.2 FUNGSI DAN MANFAAT RTR KSK a. pemerintah daerah. acuan pengendalian pemanfaatan ruang KSK Manfaat RTR KSK : Manfaat RTR KSK yaitu sebagai : a. mewujudkan keterpaduan pembangunan dalam KSK e. b. acuan dalam pemanfaatan ruang/pengembangan KSK f. Isu strategis Kabupaten dapat berasal dari potensi maupun permasalahan di wilayah Kabupaten yang dianggap memiliki nilai strategis berdasarkan RTRW Kabupaten Isu strategis Kabupaten selain muncul dari hal tersebut di atas. dasar koordinasi dalam penyelenggaraan penataan ruang pada KSK yang diselenggarakan oleh seluruh pemangku kepentingan. swasta dan/ atau masyarakat b. ketentuan bagi penetapan kawasan yang diprioritaskan untuk disusun program pengembangan kawasan dan pengendalian pemanfaatan ruangnya pada setiap KSK c. referensi dalam adminsitrasi pertanahan h. 3) pendayagunaan sumber daya dan/atau teknologi tinggi. Isu strategis Kabupaten tersebut tercantum dan terkandung dalam berbagai dokumen RTRW Kabupaten. c. acuan dalam penyusunan RPJPD dan RPJMD e. juga harus menunjang tujuan. acuan bagi penerbitan izin pemanfaatan ruang KSK g. Isu strategis Kabupaten dikelompokkan berdasarkan sudut kepentingan strategis Kabupaten yaitu 1) pertumbuhan ekonomi.3 ISU STRATEGIS KABUPATEN Isu strategis Kabupaten merupakan hal-hal yang menjadi perhatian Kabupaten yang diwujudkan dalam bentuk penataan ruang Kawasan Strategis Kabupaten dalam rangka melindungi kepentingan Kabupaten di dalamnya. dan 4) fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.

Belum meratanya penyediaan sarana dan prasarana wilayah antara lain transportasi (jalan. g. terutama di daerah transmigrasi. Belum adanya perlindungan dan pengamanan terhadap keberadaan permukiman suku asli yang memiliki adat istiadat dan tradisi yang kuat dan penting untuk budaya bangsa memerlukan pengamanan dan pelestarian. energi. c. Belum tersedianya alokasi ruang dan pengamanan ruang untuk kegiatan terkait penelitian-pemanfaatan-pengelolaan teknologi tinggi dan pengamatan-pengolahan-pelaporan data dan informasi strategis yang 2) 3) Kementerian Pekerjaan Umum 10 . b. Sosial dan Budaya a. e. sehingga kehidupan sosial ekonominya kurang dapat berkembang. Kurangnya upaya pemeliharaan dan pengelolaan terhadap bangunan cagar budaya. Perlunya pengamanan ekonomi kabupaten dengan strategi pembangunan yang berbasis pertanian. angkutan sungai). Belum meratanya pembangunan infrastruktur seperti jaringan jalan di setiap kecamatan. yang ditandai dengan belum adanya penataan kawasan dan pengendalian kegiatan di sekitarnya. merupakan kebutuhan yang harus diantisipasi pada masa mendatang guna memacu pembangunan pertanian. yang pada akhirnya akan dapat mengganggu program swasembada pangan. c. dan telekomunikasi yang terjangkau secara ekonomi dan ramah lingkungan untuk mencapai pembangunan ekonomi berkelanjutan. Masih adanya kantong-kantong kemiskinan dan ketertinggalan yang secara spatial merupakan dusun (permukiman) yang terpencil. yang secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan masih rendahnya tingkat pendapatan masyarakat. h. Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan/atau Teknologi Tinggi a. Terjadinya pencemaran lingkungan dan abrasi sungai oleh berbagai aktifitas Industri. Masih lemahnya struktur perekonomian di wilayah kabupaten yang ditandai dengan masih rendahnya produktifitas dan nilai tambah sektor-sektor ekonomi terutama sektor pertanian. Adanya pergeseran lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman di lokasilokasi pinggiran kawasan perkotaan yang tidak seimbang dengan perkembangan perluasan lahan pertanian. sehingga kondisi bangunan terkesan terlantar bahkan beralih fungsi.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 1) Pertumbuhan Ekonomi: a. Dengan penyebab utama adalah rendahnya kualitas SDM dan rendahnya infrastruktur. sumber daya air (sumber air bersih dan irigasi). d. Belum adanya perencanaan dan pengelolaan yang ideal dan berorientasi pada pelestarian sejarah bangsa terhadap bangunan-bangunan peninggalan sejarah. terisolir dan sebagaian besar berada pada lereng-lereng pegunungan. b. sehingga aksesibilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat. Terjadinya konflik penggunaan lahan antara masyarakat dengan pemilik industri. sehingga penyediaan ruang yang memadai dan sistem pengolahan lahan yang lebih baik. f.

kabupaten perlu menyikapi melalui inventarisasi dan penegasan kembali fungsi kawasan lindung dan hutan lindung.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten b. Tingginya konversi hutan lindung menjadi hutan produksi dan lahan pertanian khususnya hortikultura serta perlu peningkatan pengendalian konversi kawasan hutan lindung untuk mempertahankan kawasan resapan tinggi serta pencegahan erosi dan banjir. c. b. energi sumberdaya air (mikrohidro) dan panas bumi (geothermal) dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan ekosistem dan lingkungan. h. menjamin keselamatan masyarakat dan lingkungan hidup di sekitar kawasan. tsunami dan letusan gunung api terhadap kepulauan di Indonesia akibat keberadaan pertemuan lempeng bumi dan lintasan gunung api aktif (ring of fire). longsor. Belum dimanfaatkanya secara optimal potensi pertambangan dan industri pengolahannya. Adanya proses degradasi pantai yang mulai terjadi di beberapa wilayah lebih banyak disebabkan aktivitas pembangunan terutama kegiatan permukiman. d. Perlu dilakukan revitalisasi terhadap kawasan hutan. Pentingnya antisipasi potensi bencana gempa bumi. pembangunan infrastruktur dan bangunan yang mampu meminimalisasi dampak bencana. banjir. dan memperhatikan kesiapan mitigasi bencana. sumber mata air. khususnya bagi kawasan hutan lindung. c. i. Menurunnya daya dukung lingkungan yang ditandai dengan meningkatnya gangguan lingkungan terutama kekeringan. dan menurunnya kualitas air. hulu sungai. terutama hutan lindung. Perlunya pengendalian terhadap perkembangan permukiman di kawasan rawan bencana. kecenderungan proses degradasi pantai terus meningkat seiring dengan meningkatnya kegiatan pertanian. Dengan adanya konpensasi dari Negara-negara industri kepada negara yang memiliki potensi hutan tropis untuk mempertahankan keberadaan kawasan hutan. Adanya perkembangan isu Carbon Trade (perdagangan karbon). Adanya kerawanan bencana banjir kawasan-kawasan yang berada di sepanjang daerah aliran sungai sehingga perlu pencegahaan dengan mengelola DAS. hutan lindung. sempadan sungai/situ dalam kerangka memulihkan dan menjaga kesimbangan alam serta menanggulangi bencana banjir sebagai akibat berkurangnya kawasan hutan. pertanian dan perkebunan. g. menjamin berfungsi kawasan secara baik dalam jangka panjang. Perlunya penataan lahan-lahan bekas area pertambangan dan pemanfaatan kolong-kolong yang terjadi akibat kegiatan TI (Tambang Inkonvensional). Belum dipertimbangkannya aspek penataan ruang dalam kegiatan pemanfaatan SDA dan pasca pemanfatan SDA. Kementerian Pekerjaan Umum 11 . f. e. harus dilakukan secara seksama dalam rangka revitalisasi kawasan. 4) Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup a.

kawasan konservasi cagar budaya dan sejarah.4 TIPOLOGI KSK Penyusunan RTR KSK didekati melalui tipologi KSK. c. kawasan teknologi tinggi. kawasan ekonomi cepat tumbuh. Apabila terdapat beberapa kepentingan dalam satu KSK. Berdasarkan pertimbangan di atas. kawasan perdesaan. sebagai berikut : kawasan perkotaan. kawasan tertinggal/terisolir. Kawasan strategis yang sudah di tetapkan di masing-masing RTRW kabupaten. d. Adapun pertimbangan penetapan tipologi didasarkan pada: a. Tipologi KSK bermanfaat untuk memastikan kebutuhan penataan ruang yang sesuai dengan kebutuhan kawasan dan untuk mengantisipasi keragaman KSK. Penambahan tipologi dapat dilakukan apabila terdapat KSK lain di luar KSK yang telah ditetapkan dalam RTRW Kabupaten yang tidak terakomodasi dalam 13 (tiga belas) tipologi tersebut. Penetapan dan kriteria KSK berdasarakan permen PU no 16 tahun 2009 tentang tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 2. ditetapkan 13 (tiga belas) tipologi KSK. b. Kementerian Pekerjaan Umum 12 . kawasan pengembangan SDA darat. Isu-isu strategis yang ditetapkan dalam RTRW kabupaten. maka prioritas penataan ruang diarahkan kepada dasar sudut kepentingan penetapan KSK tersebut dalam RTRW Kabupaten. kawasan perlindiungan dan pelestarian lingkungan hidup (darat). kawasan koridor ekonomi. kawasan kritis lingkungan dan kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil. kawasan rawan bencana. Sudut kepentingan berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. kawasan konservasi permukiman/komunitas adat tertentu.

fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan . d. dan 3. f Isu : a.c. sehingga 4. sumber daya air (sumber air bersih dan irigasi). b. Kriteria. b. telekomunikasi yang terjangkau secara ekonomi dan ramah lingkungan untuk mencapai pembangunan ekonomi berkelanjutan. Belum meratanya pembangunan infrastruktur seperti 1.f a. atau g. d. f Isu : a. d. Dengan penyebab Kawasan ekonomi cepat tumbuh Kriteria : a. e. c.e. memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh. Perlunya pengamanan ekonomi kabupaten dengan startegi pembangunan yang berbasis pertanian. b. energi.f.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Tabel 2. d.e. sehingga aksesibilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat Masih lemahnya struktur perekonomian di wilayah kabupaten yang ditandai dengan masih rendahnya produktifitas dan nilai tambah sektor-sektor ekonomi terutama sektor pertanian. merupakan kebutuhan yang harus diantisipasi pada masa mendatang guna memacu pembangunan pertanian. h. penyediaan ruang yang memadai dan sistem pengolahan lahan yang lebih baik. b. b. h Kementerian Pekerjaan Umum 13 . c. d. terutama di daerah transmigrasi.1 Penetapan Tipologi KSK Berdasarkan Sudut Kepentingan. b. g.c. kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi f. b. c. dan Isu Strategis Kabupaten SUDUT KEPENTINGAN Pertumbuhan Ekonomi KRITERIA a. Belum meratanya penyediaan sarana dan prasarana wilayah antara lain transportasi (jalan. b. angkutan sungai). memiliki sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi. c. Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota Kawasan koridor ekonomi Kriteria : a. e. fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energy dalam rangka mewujudkan ketahanan energy. Kawasan yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal di dalam wilayah kabupaten ISU STRATEGIS KABUPATEN TIPOLOGI Kawasan perkotaan. jaringan jalan di setiap kecamatan. e.c. yang secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan masih rendahnya tingkat pendapatan perkapita masyarakat 2. e. Masih adanya kantong-kantong kemiskinan dan ketertinggalan yang secara spatial merupakan dusun (permukiman) yang terpencil. c. f Isu : a. dukungan kawasan perumahan dan permukiman yang dilengkapi dengan jaringan prasarana dan utilitas serta sarana pemerintahan penunjang kegiatan ekonomi e. potensi ekspor: d. terisolir dan sebagaian besar berada pada lereng-lereng pegunungan.f Kawasan perdesaan Kriteria : a.

dan e. d. f. Sosial dan Budaya pengembangan adat istiadat atau budaya. b. infrastruktur. Kawasan konservasi Cagar Budaya/sejarah Kriteria : a. merupakan tempat perlindungan peninggalan budaya. c. pengembangan teknologi kedirgantaraan a. f. g Isu :a. memiliki fungsi bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan lokasi dan posisi geografis sumber daya alam strategis.c. sehingga kondisi bangunan terkesan terlantar bahkan beralih fungsi. memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. c. Belum tersedianya alokasi ruang dan pengamanan ruang 8. merupakan tempat pelestarian dan a. b. Kawasan Pengembangan sumber daya alam (SDA darat) Kriteria : a. f. sehingga kehidupan sosial ekonominya kurang dapat berkembang. f. Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan/atau Teknologi Tinggi a. e. b. Kurangnya upaya pemeliharaan dan pengelolaan terhadap 7.e. d. memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial a. g. merupakan prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya. g Isu :a. c b. dan berorientasi pada pelestarian sejarah bangsa terhadap bangunan-bangunan peninggalan sejarah. b Kawasan Konservasi Permukiman/ Komunitas Adat Kriteria : a. d.c Kementerian Pekerjaan Umum 14 . b Isu : b. bangunan cagar budaya. merupakan aset yang harus dilindungi dan dilestarikan. Terjadinya pencemaran lingkungan dan abrasi sungai oleh berbagai aktifitas Industri Belum adanya perencanaan dan pengelolaan yang ideal 6. Belum adanya perlindungan dan pengamanan terhadap keberadaan permukiman suku asli yang memiliki adat istiadat dan tradisi yang kuat dan penting untuk budaya bangsa memerlukan pengamanan dan pelestarian untuk kegiatan terkait penelitian-pemanfaatan-pengelolaan teknologi tinggi dan pengamatan-pengolahan-pelaporan data dan informasi strategis yang menjamin berfungsi TIPOLOGI Kawasan Tertinggal/ Terisolir Kriteria : h Isu : a. yang pada akhirnya akan dapat mengganggu program swasembada pangan Terjadinya konflik penggunaan lahan antara masyarakat dengan pemilik industri. yang ditandai dengan belum adanya penataan kawasan dan pengendalian kegiatan di sekitarnya. c. b. c. d.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten SUDUT KEPENTINGAN KRITERIA ISU STRATEGIS KABUPATEN utama adalah rendahnya kualitas SDM dan rendahnya 5. Adanya pergeseran lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman di lokasi-lokasi pinggiran kawasan perkotaan yang tidak seimbang dengan perkembangan perluasan lahan pertanian. h. e.

TIPOLOGI Kawasan Teknologi Tinggi Kriteria : b. 13. Dengan adanya konpensasi dari Negara-negara industri kepada negara yang memiliki potensi hutan tropis untuk mempertahankan keberadaan kawasan hutan. atau g. ISU STRATEGIS KABUPATEN kawasan secara baik dalam jangka panjang.d. merupakan kawasan rawan bencana alam. c. b. Adanya kerawanan bencana banjir kawasan-kawasan yang berada di sepanjang daerah aliran sungai sehingga perlu pencegahaan dengan mengelola DAS Perlunya penataan lahan-lahan bekas area pertambangan dan pemanfaatan kolong-kolong yang terjadi akibat kegiatan TI (Tambang Inkonvensional). 10. energi sumberdaya air (mikrohidro) dan panas bumi (geothermal) dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan ekosistem dan lingkungan. Kawasan Kritis Lingkungan Kriteria : e. terutama hutan lindung. merupakan kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. Belum dimanfaatkanya secara optimal potensi pertambangan dan industri pengolahannya. c Isu : a b. Kawasan Rawan Bencana Kriteria : f.e 11. g Isu : c. a. Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup a. e. d. merupakan tempat perlindungan keanekaragaman hayati. b. menuntut prioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidup.h 12. memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian. atau e. kabupaten perlu menyikapi melalui inventarisasi dan penegasan kembali fungsi kawasan lindung dan hutan lindung Tingginya konversi hutan lindung menjadi hutan produksi dan lahan pertanian khususnya hortikultura serta perlu peningkatan pengendalian konversi kawasan hutan lindung untuk mempertahankan kawasan resapan tinggi serta pencegahan erosi dan banjir. harus dilakukan secara seksama dalam rangka revitalisasi kawasan 9. Kawasan Perlindungan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kriteria : a. fungsi sebagai pusat pemanfaatan dan pengembangan teknologi kedirgantaraan d. d. c. d. fungsi sebagai lokasi dan posisi geografis penggunaan teknologi kedirgantaraan teknologi tinggi strategis lainnya. flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan. Kementerian Pekerjaan Umum 15 . fungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir. b. b. c.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten SUDUT KEPENTINGAN KRITERIA serta tenaga atom dan nuklir. g Isu : c. kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup Kriteria :a. c. sumber daya alam strategis c. c. khususnya bagi kawasan hutan lindung. menjamin keselamatan masyarakat dan lingkungan hidup di sekitar kawasan. d.g. b. f. f. memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro. g Isu : a. Belum dipertimbangkannya aspek penataan ruang dalam kegiatan pemanfaatan SDA dan pasca pemanfatan SDA Adanya perkembangan isu Carbon Trade (perdagangan karbon). g Isu : f. b. merupakan kawasan yang sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan.

banjir. pembangunan infrastruktur dan bangunan yang mampu meminimalisasi dampak bencana. Menurunnya daya dukung lingkungan yang ditandai dengan f. g. i. sumber mata air. pertanian dan perkebunan. hutan lindung. meningkatnya gangguan lingkungan terutama kekeringan. Perlu dilakukan revitalisasi terhadap kawasan hutan. tsunami dan letusan gunung api terhadap kepulauan di Indonesia akibat keberadaan pertemuan lempeng bumi dan lintasan gunung api aktif (ring of fire). dan menurunnya kualitas air. h. dan memperhatikan kesiapan mitigasi bencana Sumber : PP 26/2008 dan Hasil Analisis. sempadan sungai/situ dalam kerangka memulihkan dan menjaga kesimbangan alam serta menanggulangi bencana banjir sebagai akibat berkurangnya kawasan hutan. longsor. Pentingnya antisipasi potensi bencana gempa bumi. Perlunya pengendalian terhadap perkembangan permukiman di kawasan rawan bencana. 2011 Kementerian Pekerjaan Umum 16 . hulu sungai. kecenderungan proses degradasi pantai terus meningkat seiring dengan meningkatnya kegiatan pertanian. Adanya proses degradasi pantai yang mulai terjadi di beberapa wilayah lebih banyak disebabkan aktivitas pembangunan terutama kegiatan permukiman.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten SUDUT KEPENTINGAN KRITERIA ISU STRATEGIS KABUPATEN TIPOLOGI e.

Wilayah dengan kemampuan keuangan lokal (celah fiskal). . jembatan. dan kegiatan ekonomi. khususnya dalam mendorong industri pengolahan di dalam negeri berbahan baku lokal sebagai potensi penggerak pengembangan perekonomian kawasan secara berkelanjutan. tumbuh dan ketersedian pencadangan lahan bagi pengembangan investasi. pelayanan jasa pemerintahan. .Wilayah dengan tingkat aksesibilitas rendah.keterkaitan pengelolaan pembangunan antarpusat pertumbuhan.Wilayah dengan prasarana (infrastruktur) wilayahnya rendah. termasuk Perdesaan pengelolaan sumber daya alam . dan kegiatan ekonomi. Tertinggal/terisol .Administrasi wilayah desa bukan kelurahan.potensi ketersediaan sumberdaya alam yang meliputi sektor dan Ekonomi cepat produk-produk unggulan yang dapat diperbaharui. peralatan pengolahan dan distribusi. .potensi infrastruktur atau prasarana dasar yang relatif memadai seperti jalan. dan/atau .Merupakan kawasan yang ditetapkan dalam RTRW dan berpengaruh penting terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah kabupaten Kawasan .Sistem jaringan prasarana pendukung kegiatan pertanian . bahan bakar.Tempat permukiman perdesaan termasuk kawasan transmigrasi. peternakan. dan .Bentang alam berciri pola ruang pertanian dan lingkungan alami Kawasan . . asi .Wilayah dengan perekonomian masyarakat rendah.Mata pencaharian penduduk umumnya pertanian.wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian. serta sarana penunjang. dan telekomunikasi. gudang.wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian Ekonomi .Merupakan kawasan perdesaan yang ditetapkan dalam RTRW dan berpengaruh penting terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah kabupaten .2 Penetapan Kriteria KSK Berdasarkan Tipologi KRITERIA LOKASI TIPOLOGI KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN Kawasan Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor perkotaan. dan perikanan . pelayanan sosial.Kepadatan penduduk rendah .wilayah dengan susunan fungsi sebagai tempat permukiman perdesaan. kesesuaian lahan. sesuai kebutuhan pengembangan bisnis sektor dan produk uggulan di kawasan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten NO 1 2 3 4 5 Tabel 2. . pelayanan sosial. air bersih. dan/atau Kementerian Pekerjaan Umum 17 .Merupakan kawasan cepat tumbuh. listrik. pelayanan jasa pemerintahan. dan pusat pertumbuhan dengan daerah tertinggal di sekitarnya dalam suatu keterpaduan sistem wilayah pengembangan ekonomi Kawasan . . pendingin (coldstorage). seperti alat angkutan/transportasi. 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota Kawasan Koridor .wilayah dengan susunan fungsi sebagai tempat permukiman pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi perdagangan/jasa.Wilayah dengan sumberdaya manusia rendah. dan/atau .

atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun. ilmu pengetahuan. pertambangan minyak dan gas bumi Luasan kawasan pertambangan. atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun.000 (dua ribu) meter di atas permukaan laut. kawasan hutan yang mempunyai kemiringan lereng paling sedikit 40% (empat puluh persen). jenis tanah. ketebalan gambut 3 (tiga) meter atau lebih yang terdapat di hulu sungai atau rawa kawasan yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air Kementerian Pekerjaan Umum 18 . atau kawasan hutan yang mempunyai ketinggian paling sedikit 2. dan/atau Merupakan kawasan yang ditetapkan dalam RTRW dan mempunyai pengaruh sangat penting yang dalam perlindungan sejarah di wilayah kabupaten Kawasan dimana teknologi tinggi. dikembangkan dan dikomersialisasikan. serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah. serta gejala dan keunikan alam yang khas yang perlu dilindungi kawasan hutan dengan faktor kemiringan lereng.  wilayah izin usaha pertambangan (WIUP). ditampilkan. ilmu pengetahuan. ilmu pengetahuan dan kebudayaan dan/atau Merupakan kawasan yang ditetapkan dalam RTRW dan mempunyai pengaruh sangat penting yang dalam perlindungan budaya/sejarah di wilayah kabupaten Wilayah dimana terdapat permukiman/komunitas adat tertentu dimana terdapat kelompok permukiman tradisionil yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten NO TIPOLOGI - 6 Kawasan konservasi cagar Budaya/Sejarah - - - 7 Kawasan konservasi Permukiman/Ko munitas adat tertentu - - 8 Kawasan teknologi tinggi - 9 Kawasan Pengembangan SDA darat - - 10 Kawasan Pelindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup - - KRITERIA LOKASI KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN Merupakan kawasan yang ditetapkan dalam RTRW dan perlu penanganan khusus karena berpengaruh penting terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah kabupaten Wilayah dimana terdapat benda buatan manusia. bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok. Wilayah dimana terdapat benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah. dan/atau Merupakan kawasan yang mempunyai pengaruh sangat penting dalam perlgembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di wilayah kabupaten Kawasan yang memiliki nilai strategis kabupaten terdiri atas pertambangan mineral dan batubara. dan kebudayaan. dan kebudayaan. atau bagianbagiannya atau sisa-sisanya.  wilayah pertambangan rakyat (WPR) kawasan yang memiliki keanekaragaman biota. berdasarkan :  wilayah usaha pertambangan (WUP). yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun. serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah. ekosistem. dan intensitas hujan yang jumlah hasil perkalian bobotnya sama dengan 175 (seratus tujuh puluh lima) atau lebih.

wilayah dengan elevasi rendah yang pernah atau berpotensi tsunami  Letusan gunung berapi.  kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya. ekosistem. Merupakan kawasan yang mempunyai pengaruh sangat penting dalam perlindungan dan pelestarian lingkungan di wilayah kabupaten kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup (darat) dengan luas minimal 250 Ha kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana. kawasan yang memiliki keanekaragaman biota. cadangan sumber air terbatas. labil.  kawasan pantai berhutan bakau. guguran batu pijar dan gas beracun  Rawan gempa bumi. wilayah yang terkena aliran uap panas.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten NO TIPOLOGI - 11 Kawasan rawan Bencana - 12 Kawasan Kritis Lingkungan - - 13 Kawasan perlindungan pesisir dan Pulau –Pulau Kecil - - KRITERIA LOKASI KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN hujan dan sebagai pengontrol tata air permukaan. wilayah yang pernah atau berpotensi mengalami gempa bumi dengan skala 7 – 12 MMI  Bencana lainnya wilayah yang berpotensi mengalami masalah dan berdampak kepada kerusakan lingkungan wilayah dimana terdapat pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan wilayah dimana terjadi proses kegiatan geologi dan perubahan ekosistem. terjal. lahar. Kawasan rawan bencana terdiri dari :  Longsor. wilayah yang memiliki kerentanan gerakan tanah tinggi  Zona patahan aktif.  suaka margasatwa laut. dengan luas kurang dari 2. wilayah berada 250 m dari zona patahan aktif  Tsunami.  taman wisata alam laut.  cagar alam laut. atau  daratan sepanjang tepian laut yang bentuk dan kondisi fisik pantainya curam atau terjal dengan jarak proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik pantai.000 Km2 kawasan perlindungan pesisir dan pulau kecil. lempengan. wilayah sekitar kawah/kaldera. serta terjadinya bencana alam secara alami. kawasan tertentu dengan iklim yang sangat tergantung cuaca. terdiri dari . yaitu : suatu daratan yang pada saat pasang tertinggi tidak tertutupi air. Kementerian Pekerjaan Umum 19 . Pulau-pulau kecil. serta gejala dan keunikan alam yang khas yang perlu dilindungi Kawasan pesisir yang dilindungi yaitu :  daratan sepanjang tepian laut dengan jarak paling sedikit 100 (seratus) meter dari titik pasang air laut tertinggi ke arah darat.  taman nasional laut. wilayah tertentu dengan kondisi geologi dan kualitas ekosistem yang rendah seperti kesuburan tanah. patahan dsb. kawasan yang ditetapkan dalam RTRW dan berpengaruh sangat penting terhadap Kepentingan pencegahan kerusakan lingkungan kawasan di tingkat kabuapaten.

kawasan koridor pantai .kawasan permukiman pedesaan .kawasan wisata alam .kawasan wanawisata .kawasan pembangkit listrik . JENIS KSK YANG TERDAPAT DI RTRW KABUPATEN Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota .kawasan techno park 2 Kawasan Koridor Ekonomi 3 Kawasan Perdesaan 4 Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh 5 Kawasan Tertinggal/terisolasi 6 Kawasan konservasi Cagar Budaya/Sejarah 7 Kawasan konservasi Permukiman/Komunitas adat tertentu 8 Kawasan teknologi tinggi Kementerian Pekerjaan Umum 20 .kawasan ekonomi sekitar pelabuhan .kawasan peternakan .kawasan tertinggal .kawasan perkampungan tradisionil .bangunan bersejarah/monumen .kawasan terisolasi .kawasan minapolitan .kawasan perkebunan .3 Jenis KSK yang ada di RTRW Kabupaten NO 1 TIPOLOGI Kawasan perkotaan.kawasan agropolitan .kawasan ekonomi sekitar bandara .kawasan pengolahan minyak dan gas bumi .kawasan upacara adat/kesenian tradisionil .kawasan perbatasan kabupaten .makam tokoh masyarakat/pahlawan .kawasan cepat tumbuh koridor jalan .kawasan kampung suku adat tertentu .kawasan strategis cepat tumbuh (KSCT) .kawasan pariwisata .kawasan minawisata .kawasan koridor sungai .desa budaya .kawasan perikanan .tempat ibadat/religi .kawasan industri besar .kawasan industri .kawasan BTS telekomunikasi .kawasan agro indutri .kawasan terpadu perikanan dan kelautan .kawasan tertinggal disebabkan oleh kemiskinan .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Tabel 2.rumah adat .kawasan transmigrasi .museum .kawasan kampung nelayan .kawasan pertanian .kawasan kurang berkembang .

meliputi: 1) Bentuk KSK Pada umumnya KSK terdiri dari kawasan inti dan kawasan penyangga.2): Kementerian Pekerjaan Umum 21 . abrasi dan tsunami kawasan DAS dan atau sub DAS kawasan sekitar waduk kawasan karst kawasan reklamasi tambang kawasan pelestarian mangrove kawasan pesisir pantai dan muara sungai kawasan konservasi fauna tertentu terumbu karang kawasan taman laut kawasan karang atol kawasan taman nasional laut kawasan konservasi laut daerah (KKLD) 12 Kawasan Kritis Lingkungan 13 Kapasan perlindungan Pesisir dan Pulau– Pulau Kecil - dan Sumber : RTRW kabupaten 2.5 KETENTUAN UMUM PENENTUAN MUATAN RTR KSK Ketentuan umum penentuan muatan RTR KSK memberikan informasi mengenai kerangka pikir RTR KSK sesuai dengan tipologi KSK.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten NO 9 TIPOLOGI Kawasan Pengembangan SDA darat Kawasan Pelindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup - 10 11 Kawasan rawan Bencana JENIS KSK YANG TERDAPAT DI RTRW KABUPATEN kawasan teknopolitan kawasan pertambangan minyak dan gas bumi kawasan pertambangan mineral kawasan pertambangan non mineral kawasan suaka margasatwa kawasan cagar alam kawasan hutan lindung kawasan gambut kawasan taman nasional kawasan DAS kawasan sekitar sekitar waduk/danau kawasan resapan air kawasan lindung flora dan fauna tertentu kawasan rawan longsor kawasan rawan letusan gunung berapi kawasan rawan angin puyuh kawasan rawan patahan/jalur sesar kawasan rawan banjir kawasan rawan gelombang pasang. Bentuk KSK meliputi KSK berbasis kawasan dan KSK berbasis objek strategis. hal ini akan berimplikasi pada kepentingan pengaturan konsep pengembangan KSK. Namun tidak semua tipologi KSK memerlukan kawasan penyangga. Bentuk KSK diuraikan sebagai berikut (Lihat gambar 2.

2 Ilustrasi Bentuk KSK Berbasis Kawasan dan Obyek Strategis KSK dapat berimpit dengan kawasan lain seperti KSN. Beberapa contoh ilustrasi kedudukan KSK dapat dilihat pada gambar berikut: Kementerian Pekerjaan Umum 22 . kawasan agropolitan dan kawasan tertinggal KSK berbasis obyek strategis merupakan KSK yang dicirikan oleh keberadaan obyek strategis berkaitan dengan fungsi strategis obyek yang ditetapkan sebagai KSK.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten a) b) KSK berbasis kawasan merupakan KSK yang dicirikan oleh keberadaan wilayah yang direncanakan relatif luas dalam satu kesatuan/dominasi fungsi. Gambar 2. di dalam wilayah administrasi kabupaten. Contoh KSK berbasis kawasan antara lain kawasan perkotaan. KSP dan/atau kawasan perkotaan kabupaten yang diatur dengan RDTR. Contoh KSK berbasis objek antara lain kawasan bangunan bersejarah dan kawasan teknologi tinggi.

3. Ilustrasi Lokasi KSK Kementerian Pekerjaan Umum 23 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Gambar 2.

merupakan pengembangan hierarkhi jaringan prasarana yang ditetapkan dalam struktur ruang yang termuat dalam RTRW kabupaten. lingkungan dan budaya masyarakat. Dan Strategi Penataan Ruang KSK Penentuan tujuan. kebijakan. b) potensi perekonomian kawasan. Pengaturan tingkat ketelitian peta disesuaikan dengan informasi yang dibutuhkan dalam proses perencanaan RTR KSK dan pemanfaatan produk rencana tata ruang KSK tersebut. Deliniasi KSK sangat penting terutama berkaitan dengan fokus pengaturan yang harus ditetapkan pada setiap tipologi KSK. d) potensi sumber daya alam kawasan. Tujuan. Rencana jaringan prasarana berfungsi sebagai : Pembentuk sistem pelayanan. c) interaksi sosial. Rencana Jaringan Prasarana KSK Rencana jaringan prasarana KSK. 3) pada bagian legenda peta harus dijelaskan bidang apa yang menjadi pusat perhatian setiap deliniasi KSK. dan 4) penggambaran peta KSK harus mengikuti peraturan perundanganundangan terkait pemetaan rencana tata ruang. 2) pada peta KSK juga harus digambarkan deliniasi kawasan strategis nasional dan/atau provinsi yang berada di dalam wilayah kabupaten bersangkutan. terutama pergerakan di dalam kawasan Dasar peletakan jaringan serta rencana pembangunan prasarana dan utilitas dalam kawasan sesuai dengan fungsi pelayanan Dasar rencana sistem pergerakan dan aksesibilitas lingkungan rencana teknis sektoral 4) 5) 6) Kementerian Pekerjaan Umum 24 . g) pertimbangan batas fisik dan/atau administrasi. dan h) ketentuan peraturan perundang-undangan terkait. Kebijakan. ekonomi. Tingkat Ketelitian Peta KSK Kebutuhan data spasial pendukung dan output peta RTR KSK didasarkan pada karakteristik tipologi KSK.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 2) Delineasi KSK Penentuan delineasi KSK mengikuti ketentuan pemetaan KSK sebagai berikut: 1) deliniasi kawasan strategis harus dituangkan dalam peta pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah kabupaten secara keseluruhan. serta dilakukan dengan pertimbangan antara lain: a) Kondisi riil kawasan. e) kondisi daya dukung dan daya tampung fisik dasar. Penentuan delineasi KSP dilakukan sesuai dengan karakteristik tipologi dan keterkaitan kawasan secara fungsional. 3) Fokus Penanganan KSK Fokus penangan KSK dilakukan dengan mempertimbangkan upaya yang perlu diprioritaskan untuk mewujudkan fungsi kawasan berdasarakan nilai dan isu strategis kawasan sesuai dengan tipologi KSK. f) keberadaan infrastruktur. dan strategi penataan ruang KSK dilakukan dengan mempertimbangkan isu strategis dan fokus penanganan KSK.

Rencana pola ruang berfungsi sebagai : Alokasi ruang untuk berbagai kegiatan sosial. berupa rencana kebutuhan dan sistem air minum e. jaringan sekunder dan jaringan sekunder dan jaringan lingkungan. zona yang memberikan perlindungan terhadap zona di bawahnya. serta kegiatan pelestarian fungsi lingkungan dalam kawasan Dasar penerbitan izin pemanfatan ruang Dasar penyusunan RTBL Dasar penyusunan rencana jaringan prasarana Kementerian Pekerjaan Umum 25 . sesuai fungsi dan peranan kawasan Ketentuan peraturan perundang-undangan terkait. terdiri atas sistem jaringan drainase yang berfungsi untuk mencegah genangan dan rencana kebutuhan sistem jaringan drainase yang meliputi jaringan primer. jasa. berupa rencana kebutuhan dan sistem telekomunikasi d. Rencana pengembangan jaringan prasarana lainnya. sesuai dengan kebutuhan pengembangan kawasan Sedangkan materi rencana jaringan prasarana lainnya. Rencana pengembangan jaringan telekomunikasi. perkantoran. zona perlindungan setempat. Rencana pengembangan jaringan energi/kelistrikan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Rencana jaringan prasarana dirumuskan berdasarkan : Rencana struktur ruang wilayah kabupaten yang termuat dalam RTRW kabupaten Kebutuhan pelayanan dan pengembangan bagi kawasan Rencana pola ruang kawasan yang termuat RTRW kabupaten Sistem pelayanan. ekonomi. jalan lokal dan jalan lingkungan dan jaringan jalan lain yang belum termuat dalam RTRW kabuapaten. meliputi sistem pembuangan air limbah setempat (on site sistem) maupun pembuangan air limbah terpusat (off site sistem). Rencana pola ruang dimuat dalam peta yang juga berfungsi sebagai zoning map bagi peraturan zonasi. Rencana pengembangan jaringan pergerakan. Rencana pengembangan jaringan drainase. Rencana pengembangan jaringan air limbah. perumahan. merupakan seluruh jaringan primer dan jaringan sekunder dalam kawasan yang meliputi jalan arteri. b. f. Rencana pengembangan jaringan air minum. Materi rencana jaringan prasarana untuk KSK meliputi : a. direncanakan sesuai dengan kebutuhan pengembangan kawasan. industri. kawasan dan skala lingkungan. 7) Rencana Pola Ruang KSK (zoning map) Rencana pola ruang dalam RTR KSK merupakan rencana distribusi zona peruntukan yang antara lain meliputi hutan lindung. misalnya untuk kawasan rawan bencana wajib menyediakan jalur evakuasi bencana yang meliputi jalur evakuasi dan tempat evakuasi sementara yang terintegrasi baik untuk skala kabupaten. perdagangan. terutama pergerakan. ke dalam blok-blok. jalan kolektor. merupakan penjabaran dari jaringan distribusi dan pengembangannya berdasarkan prakiraan kebutuhan energi/kelistrikan di kawasan yang termuat dalam RTRW. c. g.

Sumber pendanaan. Waktu dan tahapan pelaksanaan Kementerian Pekerjaan Umum 26 . Besaran. terdiri atas : a) Zona lindung  Zona hutan lindung  Zona yang memberikan perlindungan terhadap zona di bawahnya  Zona perlindungan setempat  Zona RTH  Zona suaka alam dan cagar budaya  Zona lindung lainnya b) Zona budidaya  Zona perumahan  Zona perdagangan dan jasa  Zona perkantoran  Zona sarana pelayanan umum  Zona industri  Zona khusus  Zona lainnya  Zona campuran 8) Ketentuan Pemanfaatan Ruang KSK Ketentuan pemanfaatan ruang dalam rencana kawasan strategis. Instansi pelaksana f. rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) kabupaten. Ketentuan pemanfaatan ruang berfungsi sebagai : Dasar pemerintah dan masyarakat dalam pemrograman investasi pengembangan kawasan Ketentuan untuk sektor dalam penyusunan program Dasar estimasi kebutuhan pembiayaan dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan dan penyusunan program tahunan untuk setiap jangka 5 (lima) tahun Acuan bagi masyarakat dalam melakukan investasi Ketentuan pemanfaatan ruang disusun berdasarkan : Rencana pola ruang dan rencana jaringan prasarana Ketersediaan sumber daya dan sumber dana pembangunan Kesepakatan para pemangku kepentingan dan kebijakan yang ditetapkan Masukan dan kesepakatan dengan para investor Prioritas pengembangan kawasandan pentahapan rencana pelaksanaan program sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP). e. perkiraan jumlah usulan program prioritas d. dimana usulan program akan dilaksanakan c. Program pemanfaatan ruang prioritas b. serta rencana terpadu dan program investasi infrastruktur jangka menengah (RPI2JM) Program dan pemanfaatan ruang.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Rencana pola ruang. meliputi : a. Lokasi. merupakan upaya mewujudkan rencana kawasan strategis dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan sampai akhir tahun masa perencanaan yang tahapan waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan tahapan waktu pelaksanaan RTRW Kabupaten beserta indikasi sumber pembiayaan.

Lingkup pengaturan muatan pedoman rencana tata ruang Kawasan Strategis Kabupaten yang akan diatur untuk masing-masing tipologi dijabarkan pada gambar 2.4.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 9) Ketentuan Peraturan Zonasi KSK Uraian selengkapnya peraturan zonasisebagai bagian yang tidak terpisahkan dari RTR KSK ini .4 berikut : Gambar 2. akan diuraikan pada bab III di sub bab 3.3 dan tabel 2.4 Tata Cara Perumusan Muatan KSK Kementerian Pekerjaan Umum 27 .6 pedoman ini.

insentif disinsentif.sistem prasarana. 3 Kawasan Perdesaan Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis Kawasan .Rencana jaringan energi/listrik .ketenagakerjaan. dan sanksi.Besaran satuan usulanprogram . dan strategi difokuskan pada .penetapan kegiatan ekonomi.kawasan penyangga Fungsi kawasan Difokuskan dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan perdesaan yang terpadu dengan ditunjang dukungan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi dalam rangka mendorong investasi untuk tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.Program pemanfaatan ruang prioritas .Peningkatan kualitas sarana dan prasarana . perizinan.pengaturan zona pada kawasan inti dan . swasta dan masyarakat .Mengoptimalkan potensi ekonomi .pengaturan zona pada kawasan inti dan .Instansi pelasana Difokuskan pada peraturan zonasi. dilakukan oleh dinas/ lembaga daerah yang menangani kawasan perdesaandan bidang terkait lainnya.Rencana jaringan drainase .pengaturan zona pada kawasan penyangga Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . .Program pemanfaatan ruang prioritas . Rencana pola ruang meliputi .pengaturan zona pada kawasan penyangga Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . dilakukan oleh dinas/ lembaga daerah yang menangani pengelolaan kawasan perkotaan. kebijakan.4 Ketentuan Umum Muatan Pedoman RTR KSK Konsep Pengembangan Bentuk KSK No 1 2 Tipologi Kawasan perkotaan Kawasan koridor ekonomi Delineasi Kawasan Fokus Penanganan Tingkat Ketelitian Peta Tujuan. Kementerian Pekerjaan Umum 28 .Rencana jaringan telekomunikasi .Rencana jaringan air minum .Lokasi usulan program .ketenagakerjaan. .Rencana jaringan pergerakan . Kebijakan dan Strategi Rencana Jaringan Prasarana Rencana Pola Ruang (zoning map) Ketentuan Pemanfaatan Ruang Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Ketentuan Pengelolaan Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota Ditentukan sebagai KSK dengan bentuk berbasis kawasan Deliniasi kawasan ditetapkan berdasarkan fungsi kawasan Difokuskan dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan koridor ekonomi yang terpadu dengan ditunjang dukungan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi dalam rangka mendorong investasi untuk pengembangan kawasan koridor ekonomi yang cepat tumbuh Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.Rencana jaringan drainase Rencana prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : .Rencana jaringan telekomunikasi .Sumber pendanaan dari APBN. APBD. dan .Instansi pelasana Difokuskan pada peraturan zonasi.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Tabel 2.Sumber pendanaan dari APBN. Tujuan kebijakan dan strategi difokuskan pada . Perumusan tujuan.penetapan kegiatan ekonomi.Rencana prasarana lainnya. dan sanksi. insentif disinsentif.perlindungan kawasan Rencana pola ruang meliputi .Rencana jaringan pergerakan .Mengembangkan sektor unggulan .Lokasi usulan program .Peningkatan daya saing kawasan . swasta dan masyarakat .Rencana jaringan air minum .Rencana jaringan energi/listrik . .Besaran satuan usulanprogram .Kawasan inti . . APBD. perizinan. dan Rencana jaringan prasarana : .sistem prasarana.

5 Kawasan tertinggal/ terisolir Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan .Program pemanfaatan ruang prioritas .Interaksi sosialekonomi masyarak at .Perlindungan terhadap kawasan/objek warisan budaya. dan sanksi.Rencana jaringan drainase . APBD. dan strategi difokuskan pada .Rencana jaringan Rencana Pola Ruang (zoning map) Rencana pola ruang meliputi .Rencana jaringan energi/listrik . .Lokasi usulan program Difokuskan pada peraturan zonasi. dan strategi difokuskan pada . insentif disinsentif.Program pemanfaatan ruang prioritas . swasta dan masyarakat .Rencana jaringan pergerakan .Besaran satuan usulanprogram . . dan strategi difokuskan pada . kebijakan.pengaturan zona pada kawasan Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . dan sanksi.ketenagakerjaan. 6 Kawasan Konservasi cagar Budaya dan sejarah Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan/ Objek strategis Fungsi kawasan Difokuskan dalam rangka mewujudkan konservasi lingkungan terhadap obyek/kawasan budaya dan sejarah yang lestari pada Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. perizinan.Rencana jaringan telekomunikasi .Lokasi usulan program .Lokasi usulan program . swasta dan masyarakat .Rencana jaringan telekomunikasi .Rencana prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : .Kawasan penyangga Delineasi Kawasan Fungsi kawasan Fokus Penanganan Difokuskan dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan ekonomi sektor unggulan yang terpadu dengan ditunjang oleh prasarana dan fasilitas dalam rangka mendorong investasi dan berjalannya sistem dan usaha agribisnis pada sektor unggulan selektif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah.Mengembangkan sektor unggulan .Sumber pendanaan dari APBN. kebijakan. perizinan.ketenagakerjaan. kebijakan. APBD.Rencana jaringan pergerakan . Perumusan tujuan.Rencana zona lindung . dan .penetapan kegiatan ekonomi.Rencana jaringan air minum .Rencana jaringan air minum . Perumusan tujuan. perizinan. dilakukan oleh dinas/lembaga daerah yang menangani bidang social budaya dan Kementerian Pekerjaan Umum 29 .Rencana jaringan drainase . dan sanksi.perlindungan kawasan Rencana pola ruang . Kebijakan dan Strategi Perumusan tujuan. insentif disinsentif.Rencana zona budidaya Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : .Instansi pelasana Difokuskan pada peraturan zonasi.sistem prasarana. dilakukan oleh dinas/ lembaga daerah yang menangani bidang ekonomi.perlindungan kawasan Rencana Jaringan Prasarana Rencana jaringan prasarana : .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Konsep Pengembangan Bentuk KSK No 4 Tipologi Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan .Rencana jaringan energi/listrik . insentif disinsentif. .pengaturan zona pada kawasan inti dan . Rencana pola ruang berupa .sebaran potensi eonomi masyarak at Difokuskan dalam rangka Meningkatkan perekonomian dan infrastruktur kawasan melalui dukungan kebijakan pembangunan dan dukungan sistem jaringan prasarana dan sarana untuk meningkatkan ketertinggalan kawasan Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.Besaran satuan usulanprogram . Tujuan.Instansi pelasana Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Difokuskan pada peraturan zonasi.pengaturan zona pada kawasan penyangga Ketentuan Pemanfaatan Ruang Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . .Rencana jaringan pergerakan . Ketentuan Pengelolaan dilakukan oleh dinas/ lembaga daerah yang menangani bidang ekonomi.Sumber pendanaan dari APBN.Kawasan inti .Rencana prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : . Tingkat Ketelitian Peta Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.Program pemanfaatan ruang prioritas . dan .pengaturan zona pada kawasan inti dan .sistem prasarana.penetapan kegiatan ekonomi.

pengaturan zona pada kawasan penyangga.Rencana jaringan drainase .pengaturan sistem jaringan prasarana. insentif disinsentif. Kebijakan dan Strategi .Sumber pendanaan dari APBN.pengaturan zona pada kawasan penyangga Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : .pengaturan zona pada kawasan inti dan .Rencana jaringan air minum . APBD. .Rencana jaringan telekomunikasi . kebijakan.Sumber pendanaan dari APBN. kebijakan.Rencana jaringan telekomunikasi .Rencana jaringan energi/listrik .pemanfaatan SDA. Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : .Instansi pelasana Difokuskan pada peraturan zonasi. Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.pengaturan kegiatan. 7 Kawasan Konservasi permukiman /komunitas adat tertentu Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan/ Objek strategis kawasan inti. APBD. Kementerian Pekerjaan Umum 30 . dan strategi difokuskan pada . dilakukan oleh dinas/lembaga daerah yang menangani bidang social budaya dan sejarah. kawasan penyangga difokuskan dalam rangka mewujudkan keseimbangan ekosistem kawasan dengan melindungi/memanfaa tkan SDA secara aman Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. swasta dan masyarakat . .Pengendalian dan pengembangan kawasan penyangga untuk melindungi kawasan inti Rencana Jaringan Prasarana energi/listrik . Tingkat Ketelitian Peta Tujuan.Rencana prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : . 8 Kawasan Pengembanga n Sumber Daya Alam Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan/ objek strategis kawasan inti.Lokasi usulan program . dilakukan oleh dinas/lembaga daerah yang menangani pengembangan kawasan dan SDA. perizinan.Rencana prasarana Rencana Pola Ruang (zoning map) penyangga. dan sanksi.Pengendalian dan pengembangan kawasan inti sesuai kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya. APBD. dan .Rencana jaringan air minum .pengaturan zonasi.pengelolaan kawasan penyangga Rencana pola ruang meliputi . .Rencana jaringan pergerakan .Program pemanfaatan ruang prioritas .Rencana jaringan pergerakan . Perumusan tujuan.Program pemanfaatan ruang prioritas . perizinan.Besaran satuan usulanprogram . Rencana pola ruang berupa . kawasan penyangga Difokuskan dalam rangka mewujudkan konservasi lingkungan terhadap /kawasan permukiman komunitas adat tertentu yang lestari pada jangka panjang. dan strategi difokuskan pada .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Konsep Pengembangan Bentuk KSK No Tipologi Delineasi Kawasan Fokus Penanganan jangka panjang.Sumber pendanaan dari APBN. insentif disinsentif. .pengaturan keseimbangan ekosistem kawasan dan pemanfaatan sumber daya alam pada kawasan inti dan .pengelolaan lingkungan.Pengendalian dan pengembangan kawasan inti sesuai kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya. . swasta dan masyarakat . swasta dan masyarakat .Perlindungan terhadap kawasan permukiman.Rencana jaringan energi/listrik .Rencana jaringan telekomunikasi .Rencana prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : .Pengendalian dan pengembangan kawasan penyangga untuk melindungi kawasan inti Perumusan tujuan.Besaran satuan usulanprogram .Lokasi usulan program .Besaran satuan usulanprogram . dan sanksi. . Ketentuan Pemanfaatan Ruang . .Instansi pelasana Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Ketentuan Pengelolaan sejarah.Instansi pelasana Difokuskan pada peraturan zonasi.Rencana jaringan drainase .

perizinan.pengaturan zona di kawasan penyangga untuk menjamin operasionalisasi instalasi teknologi tinggi Ketentuan Pemanfaatan Ruang Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . dan dukungan prasarana kawasan.Besaran satuan usulanprogram . insentif disinsentif. dilakukan oleh dinas/ lembaga daerah yang menangani lingkungan hidup dan sektor terkait.pengendalian pemanfaatan ruang pada kawasan rawan bencana Perumusan tujuan. .Lokasi usulan program . kawasan penyangga 11 Kawasan rawan bencana Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan Kawasan rawan bencana. dan sanksi. perizinan.pengaturan kegiatan.pengaturan zona pada kawasan penyangga Difokuskan pada peraturan zonasi. dan sanksi.Instansi pelasana Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . teknologi tinggi Rencana pola ruang meliputi .Sumber pendanaan dari APBN.Lokasi usulan program .pengaturan zona pada kawasan evakuasi Difokuskan pada peraturan zonasi. swasta dan masyarakat .Besaran satuan usulanprogram . swasta dan masyarakat . APBD. Ketentuan Pengelolaan 9 Kawasan teknologi Tinggi Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis obyek strategis kawasan inti. .penetapan kegiatan dalam upaya mitigasi dan adaptasi bencana. kawasan evakuasi difokuskan dalam rangka mewujudkan kawasan lindung bagi perlindungan ekosistem.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Konsep Pengembangan Bentuk KSK No Tipologi Delineasi Kawasan Fokus Penanganan Tingkat Ketelitian Peta Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. . dan . flora/fauna.Perlindungan dan persyaratan teknis kawasan teknologi tinggi.Besaran satuan usulanprogram . dan . dan sanksi.Program pemanfaatan ruang prioritas . kebijakan. perizinan. 12 Kawasan kritis Ditentukan WS/DAS.Sumber pendanaan dari APBN. Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.Rencana prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : . APBD. keseimbangan tata guna air.Sumber pendanaan dari APBN. dilakukan oleh dinas /lembaga daerah yang menangani pengembangan kawasan dan sector terkait. Tujuan. Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. Perumusan tujuan.Instansi pelasana Mewujudkan RTR kawasan Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Difokuskan pada peraturan zonasi. APBD. .Rencana jaringan pergerakan .Rencana jaringan telekomunikasi .pengaturan kegiatan. kawasan penyangga difokuskan dalam rangka mewujudkan lingkungan kawasan dan/atau objek teknologi tinggi berfungsi maksimal sesuai dengan jangka waktu rencana operasional 10 Kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup (darat) Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan kawasan inti.pengaturan sistem evakuasi. Kebijakan dan Strategi Rencana Jaringan Prasarana lainnya Rencana jaringan prasarana : . dan strategi difokuskan pada .Rencana jaringan pergerakan .pengaturan zonasi.Rencana prasarana lainnya Rencana pola ruang meliputi .pengelolaan lingkungan.Program pemanfaatan ruang prioritas . keseimbangan iklim makro yang menjamin keserasian kemampuan dan pemanfaatan unsur dalam alam secara timbal balik difokuskan dalam rangka mewujudkan pemanfaatan ruang yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi pada kawasan rawan bencana . kebijakan. . swasta dan masyarakat .Rencana jaringan pergerakan . insentif disinsentif. kebijakan.Rencana jaringan energi/listrik . dan strategi difokuskan pada .Program pemanfaatan ruang prioritas .pengaturan zona pada kawasan inti dan .Lokasi usulan program . dan . Rencana jaringan prasarana : . insentif disinsentif. difokuskan dalam Mengguna-kan Rencana jaringan Rencana pola ruang Difokuskan pada dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum 31 .pengaturan zona pada KRB. dan strategi difokuskan pada .pengendalian pemanfaatan ruang pada kawasan penyangga Perumusan tujuan.Instansi pelasana Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . Perumusan tujuan.Rencana prasarana lainnya Rencana Pola Ruang (zoning map) Rencana pola ruang meliputi .pengelolaan kawasan penyangga dilakukan oleh dinas /lembaga daerah yang menangani pengembangan kawasan.

difokuskan dalam rangka mewujudkan lingkungan kawasan pesisir dan pulaupulau kecil yang lestari pada jangka panjang. .Besaran satuan usulanprogram .Instansi pelasana Difokuskan pada peraturan zonasi. Kebijakan dan Strategi kebijakan. longsor.Lokasi usulan program . perizinan. dilakukan oleh dinas /lembaga daerah yang menangani pengembangan kawasan dan sector terkait. . dan strategi yang difokuskan pada . Ketentuan Pengelolaan dinas /lembaga daerah yang menangani pengembangan kawasan dan sector terkait. 13 Kawasan perlindungan pesisir dan pulau kecil Ditentukan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil Mengguna-kan skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. Rencana Jaringan Prasarana prasarana : . .pengaturan fungsi lindung dan fungsi budidaya. .Rencana jaringan pergerakan . swasta dan masyarakat . Tingkat Ketelitian Peta skala sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.Rencana jaringan pergerakan . dan menurunnya kualitas air. dan strategi yang difokuskan pada .Sumber pendanaan dari APBN.pengaturan komposisi kawasan lindung dan kawasan budi daya yang menjamin keserasian kemampuan dan pemanfaatan Mewujudkan RTR kawasan starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : .pengelolaan lingkungan. APBD. . .pengelolaan lingkungan. dan sanksi.Lokasi usulan program . Rencana jaringan prasarana : . Kementerian Pekerjaan Umum 32 . insentif disinsentif. kebijakan. kawasan penyangga Fokus Penanganan rangka mewujudkan kawasan yang lestari pada jangka panjang.Instansi pelasana Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang peraturan zonasi.pengaturan komposisi kawasan lindung dan kawasan budi daya yang menjamin keserasian kemampuan dan pemanfaatan Ketentuan Pemanfaatan Ruang starategis dalam bentuk program selama 5 tahunan selama 20 tahun : . dengan memberikan prioritas tinggi dalam rangka menjaga daya dukung lingkungan untuk mencegah berbagai bentuk gangguan lingkungan terutama banjir.pengendalian sistem jaringan prasarana.Program pemanfaatan ruang prioritas .pengendalian sistem pusat pelayanan.pengendalian sistem jaringan prasarana. Perumusan tujuan. APBD. dan sanksi.pengaturan fungsi lindung dan fungsi budidaya. Tujuan.Sumber pendanaan dari APBN.Besaran satuan usulanprogram .Rencana prasarana lainnya Rencana pola ruang meliputi . perizinan. insentif disinsentif.pengendalian sistem pusat pelayanan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Konsep Pengembangan Bentuk KSK No Tipologi lingkungan sebagai KSK dengan basis Basis kawasan Delineasi Kawasan kawasan ekosistem.Program pemanfaatan ruang prioritas .Rencana prasarana lainnya Rencana Pola Ruang (zoning map) meliputi . swasta dan masyarakat .

Keterkaitan fungsional sosial-ekonomi b.1 Penentuan Delineasi KSK TIPOLOGI 1. . 3. ekologi dan sumber daya air e. Keterkaitan kegiatan di kawasan inti dan/atau kawasan penyangga.1 DELINEASI KSK Delineasi merupakan batas yang ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu yang digunakan sebagai batas wilayah perencanaan RTR KSK. d.1 sebagai berikut Tabel 3.Kawasan penyangga merupakan kawasan dengan radius tertentu dari batas kawasan inti dengan perlakuan khusus yang memiliki fungsi menyediakan bahan baku bagi kawasan inti yang dimaksud. Kawasan Perdesaan 4. Aksesibilitas antara kawasan sentra produksi dengan dengan kawasan penghasil bahan baku c. Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh 5. Ketersedian fasilitas dan perekonomian wilayah c. Kawasan perkotaan 2. Ketentuan peraturan perundang-undangan a. Kawasan tertinggal/terisolir Kementerian Pekerjaan Umum 33 . Sebaran pusat-pusat pelayanan kegiatan ekonomi c. a. Kriteria tertentu yang dimaksud disesuaikan dengan tipologi KSK. . ekologis dan sumber daya air c.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten BAB III KETENTUAN TEKNIS MUATAN RTR KSK 3. Faktor keseimbangan ekologis dan sumber daya air. Pertimbangan dalam penentuan delineasi untuk masing-masing tipologi diuraikan dalam tabel 3. Keterkaitan kawasan dengan kawasan lainnya dalam rangka meningkatkan pengembangan kawasan b.Kawasan inti merupakan kawasan dengan batas tertentu dan memperoleh fasilitas tertentu yang ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian tertentu. Delineasi KSK mencakup kawasan inti dan kawasan penyangga yang penetapannya didasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau ketentuan teknis sektoral. Faktor keseimbangan ekologis dan sumber daya air. Daya dukung fisik lingkungan . Intreraksi sosial budaya masyarakat b. Kawasan Koridor ekonomi ASPEK YANG DIPERTIMBANGAN PENENTUAN DELINEASI KSK Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota a. Perkembangan area terbangun d. Faktor keseimbangan daya dukung. Ketentuan peraturan perundang-undangan a. Sebaran fasilitas perekonomian kawasn d. Ketentuan peraturan perundang-undangan. b.

Kawasan inti merupakan kawasan dengan batas tertentu sebagai objek/kawasan warisan budaya/sejarah. b. a.kawasan penyangga merupakan kawasan dengan radius tertentu dari batas kawasan inti yang memiliki fungsi melindungi kawasan inti yang dimaksud. . ketentuan peraturan perundang-undangan a. Ketentuan peraturan perundang-undangan. Keterkaitan kegiatan di kawasan inti dan/atau kawasan penyangga dalam rangka pengelolaan perlindungan dan pelestarian obyek/kawasan cagar budaya/sejarah.kawasan penyangga merupakan kawasan dengan radius tertentu dari batas kawasan inti yang memiliki fungsi melindungi kawasan inti yang dimaksud. .Kawasan penyangga merupakan kawasan dengan radius tertentu dari batas kawasan inti yang berpotensi mempengaruhi kawasan inti atau sebaliknya sebagai kawasan yang berpotensi dipengaruhi oleh kawasan inti. . Ketentuan peraturan perundang-undangan. .kawasan penyangga pada kawasan teknologi tinggi yaitu kawasan dengan radius tertentu dari batas kawasan inti yang berpotensi mempengaruhi kawasan inti atau sebaliknya sebagai kawasan yang berpotensi dipengaruhi oleh kawasan inti b. Kawasan pengembangan SDA darat 9.Kawasan inti merupakan kawasan dengan batas tertentu sebagai objek/kawasan permukiman/komunitas tertentu. . . Kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup Kementerian Pekerjaan Umum 34 . a. b. Kawasan resapan air). (b)perlindungan setempat. . keterkaitan kegiatan di kawasan inti dan kawasan penyangga dalam rangka melindungi objek vital teknologi tinggi: .Kawasan inti merupakan kawasan dengan batas tertentu sebagai kawasan hutan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup sesuai ketentuan perundang-undangan. wilayah pertambangan rakyat (WPR). Keterkaitan kegiatan di kawasan inti dan kawasan penyangga.kawasan inti pada kawasan teknologi tinggi yaitu kawasan dengan batas tertentu sebagai wilayah instalasi teknologi tinggi dan kegiatan-kegiatan pendukung .kawasan inti merupakankawasan dengan batas tertentu yang ditetapkan sebagai kawasan dengan batas tertentu sebagai kawasan pemanfaatan sumber daya alam berupa wilayah usaha pertambangan (WUP). Kawasan Teknologi Tinggi 10. wilayah izin usaha pertambangan (WIUP). Kawasan Konservasi Cagar Budaya/ Sejarah 7. a. Ketentuan peraturan perundang-undangan. b. meliputi : (a) Perlindungan Kawasan bawahannya (Kawasan hutan lindung. Keterkaitan kegiatan di kawasan inti dan kawasan penyangga. Ketentuan peraturan perundang-undangan a. dan cagar budaya 6. Kawasan Bergambut. (c) KSA/KPA. Kawasan Konservasi permukiman/kom unitas adat tertentu 8. Keterkaitan kegiatan di kawasan inti dan/atau kawasan penyangga dalam rangka pengelolaan perlindungan dan pelestarian obyek/kawasan permukiman/komunitas adat tertentu.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI ASPEK YANG DIPERTIMBANGAN PENENTUAN DELINEASI KSK d.

Pulau-Pulau Kecil merupakan suatu daratan yang pada saat pasang tertinggi tidak tertutupi air. . a. ketentuan peraturan perundang-undangan 11.Hasil kajian evakuasi bencana yang telah ada didasarkan pada sejarah penanganan evakuasi dan hasil kajian penanganan evakuasi yang mewadahi sistem evakuasi. dengan luas kurang dari 2. . a. Kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil Kementerian Pekerjaan Umum 35 .Pesisir b.Kriteria teknis kawasan ekosistem . Kawasan ekosistem meliputi. . Kawasan rawan bencana 12. Kawasan rawan bencana/KRB (disaster zona). Keterkaitan kegiatan di kawasan rawan bencana/KRB dan hasil kajian evakuasi bencana yang telah ada berdasarkan karakteristik bencana: a. . Kawasan kritis lingkungan ditentukan berdasarkan batas wilayah sungai (WS) atau daerah aliran sungai (DAS) yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. dan lainnya . Kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil ditentukan berdasarkan batas wilayah pesisir dan pulau-pulau yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. b.000 Km2 . (e) Kawasan lindung geologi.Ketentuan peraturan perundang-undangan.sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI ASPEK YANG DIPERTIMBANGAN PENENTUAN DELINEASI KSK (d) Rawan bencana alam. Kawasan Kritis Lingkungan 13.Kawasan penyangga merupakan kawasan dengan radius tertentu dari batas kawasan inti sebagai kawasan yang berpotensi mempengaruhi kawasan inti.pertimbangan dampak bencana dengan memperhatikan sejarah bencana di masa lalu (histori) dan potensi tinggi mengalami bencana alam/letusan gunung berapi/gempa bumi dll. .

Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain . Kawasan tertinggal/teri solir Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota .Ditentukan berdasarkan RTRW kegiatan pelayanan berdasarkan masterpaln kawasan kabupaten .Ditentuakan berdasarkan hasil kajian kebutuhan ruang bagi pengembangan . Luas dan Fungsi KSK TIPOLOGI 1.Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain  Permukiman perdesaan  Konservasi SDA  Katahanan pangan (pertanian) .Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain  Pusat kegiatan ekonomi  Industri  Perdagangan dan jasa . perikanan) .Ditentukan berdasarkan RTRW kabupaten .Berdasarkan masterpaln kawasan  Permukiman perdesaan  Konservasi SDA  Katahanan pangan (pertanian.Jarak terjau dari pusat kegiatan 100 km  Konservasi SDA  Pertanian Kementerian Pekerjaan Umum 36 . Kawasan perkotaan 2.Ditentuakan berdasarkan hasil kajian kebutuhan ruang bagi pengembangan .Ditentukan berdasarkan hasil kajian kebutuhan ruang bagi pengembangan .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Tabel 3. Kawasan Koridor ekonomi Luas Fungsi 3.Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain  Permukiman perdesaan .Ditentukan dalam RPJPD kegiatan pelayanan berdasarkan masterpaln kawasan kabupaten . Kawasan Perdesaan 4. Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh 5.Ditentukan berdasarkan RTRW kegiatan pelayanan berdasarkan masterpaln kawasan kabupaten . perkebunan.2 Penentuan Jarak.

Kawasan penyangga . dibagi dalam sistem zona.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI 6.Kawasn inti.Kawasn inti.Zona pengembangan . berdasarkan : .Kawasan inti . Kawasan pengembang an SDA darat 9.Kawasan pengembangan .Zona penunjang Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain Luasan kawasan pertambangan. Kawasan Konservasi Cagar Budaya/ Sejarah Luas Ditentukan berdasarkan hasil kajian dengan mengutamakan peluang peningkatan kesejahteraan rakyat.Kawasan inti . dibagi dalam sistem zona.Kawasn inti. .wilayah usaha pertambangan (WUP). terdiri dari .tidak terkait dengan wilayah admiinistrasi dapat lintas provinsi maupun kabupaten/kota Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain . terdiri dari . untuk :  Permukiman  pertanian 7. kawasan penggunnan SDA (pertambangan) .kawasan penunjang Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain Ditentukan berdasarkan hasil kajian dengan mengutamakan peluang peningkatan kesejahteraan rakyat. Kawasan Teknologi Tinggi .Kawasan penyangga . .wilayah izin usaha pertambangan (WIUP).Kawasan penyangga.Kawasan penyangga.Ditetapan dalam RPJMD kabupaten . Konservasi cagar budaya . Kawasan Konservasi permukiman/ komunitas adat tertentu 8. kawasan pengembangan teknologi tinggi . untuk :  Permukiman  Pertanian Kementerian Pekerjaan Umum 37 . untuk :  Permukiman  Perdagangan/jasa  pertanian . untuk :  Permukiman  Pengembangan SDA  pertanian . Konservasi permukiman adat .Kawasan inti.wilayah pertambangan rakyat (WPR) .Kawasan penyangga.Ditentuakan berdasarkan hasil kajian kebutuhan ruang bagi pengembangan kegiatan pelayanan berdasarkan masterpaln kawasan Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain Fungsi .Kawasan penyangga.

kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup (darat) dengan luas minimal 250 Ha .Untuk bencana letusan gunung api dibagi dalam 3 tipe  Tipe A.Kawasn inti.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI 10. wilayah berada 250 m dari zona patahan aktif . cebderung mengalami keruskan parah pada setiap bangunan  Tipe E merupakan jalur sesar yang dekat dengan epicentrum yang dicerminkan intensitas gempa yang tinggi dan mengakibatkan kerusakan fatal  Tipe F kawasan pada landasan tsunami sangat merusak dan sepanjang zona sesar mempunyai kerusakan fatal saat gempa .Kawasan penyangga. (kerawanan tinggi) cenderung menagalami kerusakan cukup parah dan kerusakan bangunan beton  Tipe D kawasan yang mempunyai 2-3 faktor dominan yang saling melemahkan. untuk :  Hutan produksi  perkebunan  Permukiman  pertanian . Kawasan rawan bencana Luas .Kawasan penyangga. untuk :  Hutan produksi  perkebunan  Permukiman  pertanian Batas kawasan ditentuakan berdasarkan informasi geologi dan tingakat resiko bencana. resiko tinggi .Untuk bencana gempa bumi dibagi dalam 6 tipe  Tipe A kawasan yang berlokasi jauh dari daerag sesar yang rentan terhadap getaran gempa  Tipe B kawasan yang mempunyai 1 faktor dominan. resiko rendah  Tipe B.Kawasn inti. cenderung menagalami kerusakan cukup parah  Tipe C kawasan yang mempunyai 2 faktor dominan. resiko sedang  Tipe C. Kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup 11. .Batasan Zona patahan aktif.Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain Fungsi .Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain Kementerian Pekerjaan Umum 38 . kawasan lindung . kawasan lindung .

Kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil . Kawasan Kritis Lingkungan Luas . dengan luas kurang dari 2.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI 12. yaitu : suatu daratan yang pada saat pasang tertinggi tidak tertutupi air. kawasan lindung .  Kawasan pantai berhutan bakau minimal 130 x nilai rata-rata perbedaan air pasang tertinggi dan terendah tahunan diukur dari air surut terendah kea rah darat .Kawasan pesisir yang dilindungi :  daratan sepanjang tepian laut dengan jarak paling sedikit 100 (seratus) meter dari titik pasang air laut tertinggi ke arah darat.Kawasn inti.Pulau-pulau kecil.000 Km2 Kementerian Pekerjaan Umum 39 . untuk :  Hutan produksi  perkebunan  Permukiman  pertanian 13.Kawasan penyangga. kawasan lindung . untuk :  Hutan produksi  perkebunan  Permukiman  Pertanian .Kawasn inti.Batasan wilayah menggunakan batas desa/batasan lain Fungsi . atau  daratan sepanjang tepian laut yang bentuk dan kondisi fisik pantainya curam atau terjal dengan jarak proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik pantai.Kawasan penyangga.

Kawasan Perdesaan Kementerian Pekerjaan Umum 40 . Pengaturan kegiatan ekonomi utama yang mendukung kawasan koridor ekonomi yang direncanakan dalam RTRW dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional b. Penetapan fokus penanganan dimaksudkan sebagai upaya untuk mengatur hal-hal penting yang perlu ditangani untuk masing-masing tipologi KSK. Pengaturan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan berupa penyusunan peraturan zonasi agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan Difokuskan dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan perdesaan yang terpadu dengan ditunjang dukungan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi dalam rangka mendorong investasi untuk tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. Kawasan Koridor ekonomi 3. Penetapan sub kawasan yang diprioritaskan penangannya f. Berikut fokus pengaturan minimal untuk masing-masing tipologi KSK : Tabel 3. Mengatur pola pemanfatan ruang selama 20 tahun yang dibagi dalam program 5 tahunan e. Pengaturan sistem jaringan prasarana yang mundukung fungsi perkotaan c. Mengatur pola pemanfatan ruang selama 20 tahun yang dibagi dalam program 5 tahunan a. meliputi : a. meliputi : a. Mengatur pola ruang yang serasi antara peruntukan kegiatan lindung dan kegiatan budidaya untuk pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat d. Kawasan perkotaan 2. Mengatur pola ruang yang serasi antara peruntukan kegiatan lindung dan kegiatan budidaya untuk pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat d. Pengaturan sistem jaringan prasarana yang mundukung fungsi perdesaan c.3 Fokus Penanganan KSK FOKUS PENANGANAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN Diatur dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota Difokuskan dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan koridor ekonomi yang terpadu dengan ditunjang dukungan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi dalam rangka mendorong investasi untuk pengembangan kawasan koridor ekonomi yang cepat tumbuh.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 3.2 FOKUS PENANGANAN KSK Fokus penangan merupakan pokok-pokok yang menjadi tujuan utama penangan yang menjadi pertimbangan utama dalam perumusan muatan RTR di masing-masing tipologi KSK. Pengaturan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan TIPOLOGI KSK 1. Pengaturan kegiatan ekonomi utama yang mendukung sistem perdesaan yang direncanakan dalam RTRW dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional b.

Pengaturan kelembagaan pengelola kawasan Difokuskan dalam rangka Meningkatkan perekonomian dan infrastruktur kawasan melalui dukungan kebijakan pembangunan dan dukungan sistem jaringan prasarana dan sarana untuk meningkatkan ketertinggalan kawasan.pengaturan zona dan kegiatan. sektor primer (kehutanan. . c. Pengaturan penyediaan lapangan pekerjaan. Pengaturan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan berupa penyusunan peraturan zonasi agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan j. pertanian.). meliputi : a. sektor pariwisata. . Pengaturan aksesibilitas antara kawasan tertinggal dan pusat pertumbuhan wilayah. Pengaturan kawasan inti. Pengaturan pengembangan usaha (bussiness development) yang berisi antara lain bussiness plan dan pengembangan kasus pada minimal 1 (satu) komoditas unggulan. Mengatur pola pemanfatan ruang selama 20 tahun yang dibagi dalam program 5 tahunan i. Pengaturan sistem pusat pelayanan pendukung sentra ekonomi unggulan dengan memperhatikan sistem perkotaan yang telah ditetapkan dalam RTRW Provinsi dan kabupaten. Pengaturan kegiatan ekonomi b. d. Pengaturan sistem jaringan prasarana yang mendukung fungsi kawasan g. peningkatann akses masyarakat ke sumber pembiayaan.pengaturan standarisasi pelayanan minimal sistem jaringan prasarana. d. dan Kementerian Pekerjaan Umum 41 . dan sektor industri. e. Pengaturan sentra unggulan ekonomi meliputi. f. dan peternakan). Pengaturan di kawasan inti untuk kegiatan Industri pengolahan Perdagangan dan jasa e. Mengatur pola ruang yang serasi antara peruntukan kegiatan lindung dan kegiatan budidaya untuk pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat h. Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh 5. perikanan. jasa. terdiri atas. sektor sekunder (industri pengolahan) dan sektor tersier (perdagangan. pengembanganan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi masyarakat. Kawasan tertinggal/ terisolir FOKUS PENANGANAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN perkotaan berupa penyusunan peraturan zonasi agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan Difokuskan dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan ekonomi sektor unggulan yang terpadu dengan ditunjang oleh prasarana dan fasilitas dalam rangka mendorong investasi dan berjalannya sistem dan usaha agribisnis pada sektor unggulan selektif.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI KSK 4. perkebunan. b. sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah meliputi : a. c. Pengaturan di kawasan penunjang untuk kegiatan Penghasil bahan baku f.

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

TIPOLOGI KSK

6. Kawasan konservasi Cagar Budaya/Sejarah

7. Kawasan konservasi permukiman/ko munitas adat tertentu

8. Kawasan teknologi Tinggi

FOKUS PENANGANAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN g. peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan kegiatan ekonomi. Difokuskan dalam rangka mewujudkan konservasi lingkungan terhadap obyek/kawasan budaya dan sejarah yang lestari pada jangka panjang, meliputi :. a. Pengaturan kawasan inti meliputi : - Pengaturan zona dan kegiatan yang difokuskan pada perlindungan/pelestarian warisan budaya/adat tertentu; - Pengaturan jenis dan kualitas pelayanan prasarana pendukung berbasis nilai-nilai warisan budaya dan adat tertentu. b. Pengaturan kawasan penyangga meliputi; - Pengaturan batas/radius kawasan penyangga untuk perlindungan kawasan inti; - Pengaturan zona dan kegiatan di kawasan penyangga; c. Pengaturan prasarana pendukung pengembangan kawasan penyangga, termasuk antisipasi bencana banjir dan kebakaran. Difokuskan dalam rangka mewujudkan konservasi lingkungan terhadap /kawasan permukiman komunitas adat tertentu yang lestari pada jangka panjang, meliputi :. a. Pengaturan kawasan inti meliputi : - Pengaturan zona dan kegiatan yang difokuskan pada perlindungan/pelestarian warisan budaya/adat tertentu; - Pengaturan jenis dan kualitas pelayanan prasarana pendukung berbasis nilai-nilai warisan budaya dan adat tertentu. b. Pengaturan kawasan penyangga meliputi; - Pengaturan batas/radius kawasan penyangga untuk perlindungan kawasan inti; - Pengaturan zona dan kegiatan di kawasan penyangga; c. Pengaturan prasarana pendukung pengembangan kawasan penyangga, termasuk antisipasi bencana banjir dan kebakaran. difokuskan dalam rangka mewujudkan lingkungan kawasan dan/atau objek teknologi tinggi berfungsi maksimal sesuai dengan jangka waktu rencana operasional, meliputi : a. pengaturan kawasan inti: - pengaturan zonasi dan kegiatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan - pengaturan pembangunan prasarana pendukung sesuai dengan peraturan perundang-undangan b. pengaturan kawasan penyangga: - pengaturan batas/radius kawasan penyangga untuk pelindungan kawasan inti dan pelindungan keselamatan penduduk di sekitar kawasan inti - pengaturan zonasi dan kegiatan di kawasan penyangga - pengaturan prasarana pendukung pengembangan kawasan penyangga - pengaturan pelindungan kawasan inti dari ancaman bencana, yang antara lain dapat berupa pelindungan dari

Kementerian Pekerjaan Umum 42

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

TIPOLOGI KSK

9. Kawasan pengembanga n SDA darat

10. Kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup

FOKUS PENANGANAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN potensi ganggung sosial, cahaya, suara, getaran, kebakaran, banjir, dan bencana akibat posisi geografis difokuskan dalam rangka mewujudkan keseimbangan ekosistem kawasan dengan melindungi/memanfaatkan SDA secara aman, meliputi : a. Pengaturan keseimbangan ekosistem kawasan; b. Pengaturan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan terkait dampak pemanfaatan sumber daya alam; c. Pengaturan zona dan kegiatan terkait kawasan-kawasan pasca pemanfaatan sumber daya alam, d. Pengaturan kawasan inti, meliputi; - Pengaturan zona dan kegiatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan (zona eksploitasi, zona pembuangan limbah, dan zona penunjang), - Pengaturan sistem jaringan jalan poros/jalan utama kawasan yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung struktur pengembangan wilayah pasca pemanfaatan sumber daya alam. e. Pengaturan kawasan penyangga; - Pengaturan batas/radius kawasan penyangga untuk perlindungan kawasan inti; - Pengaturan zona dan kegiatan; - Pengaturan prasarana pendukung pengembangan kawasan penyangga untuk mengantisipasi kemungkinan kesenjangan dengan kawasan inti. f. Pengaturan keberlanjutan fungsi pusat pelayanan pasca pemanfaatan sumber daya alam. difokuskan dalam rangka mewujudkan kawasan lindung bagi perlindungan ekosistem, flora/fauna, keseimbangan tata guna air, keseimbangan iklim makro yang menjamin keserasian kemampuan dan pemanfaatan unsur dalam alam secara timbal balik, meliputi : a. Pengaturan kawasan inti meliputi: - mencegah pemanfaatan ruang di kawasan lindung yang berpotensi mengurangi fungsi lindung kawasan - membatasi pengembangan prasarana dan sarana di dalam dan di sekitar kawasan lindung yang dapat memicu perkembangan kegiatan budi daya - merehabilitasi fungsi lindung kawasan yang menurun akibat dampak pemanfaatan ruang yang berkembang di dalam dan di sekitar kawasan lindung - pengaturan zona dan kegiatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; - pengaturan pembangunan prasarana pendukung sesuai peraturan perundang-undangan. b. Pengaturan kawasan penyangga; - pengaturan batas/radius kawasan penyangga untuk perlindungan kawasan inti. - Pengaturan zona dan kegiatan, - membatasi pengembangan prasarana dan sarana di dalam

Kementerian Pekerjaan Umum 43

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

TIPOLOGI KSK

11. Kawasan rawan bencana

12. Kawasan Kritis Lingkungan

13. Kawasan Pelindungan Pesisir dan Pulau- pesisir Kecil

FOKUS PENANGANAN KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN dan di sekitar kawasan lindung yang dapat memicu perkembangan kegiatan budi daya, - mengembangkan kegiatan budi daya tidak terbangun di sekitar kawasan lindung yang berfungsi sebagai kawasan penyangga yang memisahkan kawasan lindung dengan kawasan budi daya terbangun; c. Pengaturan sistem jaringan prasarana utama dan keberadaan pusat-pusat pelayanan yang berpotensi mengganggu kawasan inti difokuskan dalam rangka mewujudkan pemanfaatan ruang yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi pada kawasan rawan bencana, meliputi : a. Pengaturan sistem evakuasi; b. Pengaturan fungsi lindung dan fungsi budidaya sesuai karakteristik daya dukung pada kawasan rawan bencana/KRB; c. Pengaturan kegiatan pada kawasan rawan bencana/KRB (termasuk hunian sementara) terkait pengelolaan kegiatan pada kawasan rawan bencana/KRB; d. Pengaturan sistem prasarana pendukung di lokasi evakuasi sesuai standar pelayanan minimal yang ditentukan. difokuskan dalam rangka mewujudkan kawasan yang lestari pada jangka panjang, dengan memberikan prioritas tinggi dalam rangka menjaga daya dukung lingkungan untuk mencegah berbagai bentuk gangguan lingkungan terutama banjir, longsor, dan menurunnya kualitas air, meliputi : a. Penetapan kriteria keberlanjutan kawasan ekosistem; b. Pengaturan komposisi kawasan lindung dan kawasan budi daya yang menjamin keserasian kemampuan dan pemanfaatan unsur dalam alam secara timbal balik; c. Pengaturan fungsi budidaya terkait daya rusak air khususnya sistem pusat pelayanan, fasilitas ekonomi penting, sistem transportasi, serta sistem jaringan sumber daya air difokuskan dalam rangka mewujudkan lingkungan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang lestari pada jangka panjang, meliputi : a. Pengaturan kawasan inti meliputi: - pengaturan zona dan kegiatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; - pengaturan pembangunan prasarana pendukung sesuai peraturan perundang-undangan. b. Pengaturan kawasan penyangga; - pengaturan batas/radius kawasan penyangga untuk perlindungan kawasan inti. - Pengaturan zona dan kegiatan, - Pengendalian sistem pelayanan dan sistem prasarana, c. Pengaturan sistem jaringan prasarana utama dan keberadaan pusat-pusat pelayanan yang berpotensi mengganggu kawasan inti

Kementerian Pekerjaan Umum 44

000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. Skala peta RTR KSK dapat berbeda antara kawasan inti dan penyangga dimana skala peta pada kawasan inti lebih detail dari kawasan penyangga. Kawasan Teknologi Tinggi 9.3 SKALA PETA KSK Penetapan skala peta KSK dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan informasi yang diperlukan dalam proses perencanaan tata ruang KSK.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. Kawasan rawan bencana Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25.000 2.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5. Kawasan koridor ekonomi 3. Kawasan konservasi cagar budaya dan sejarah 7.000 Kementerian Pekerjaan Umum 45 .000 4. 20/2011 tentang Pedoman Penyusunan RDTR dan PZ Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya 1:25.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 3. serta mempertimbangkan luasan geografis dan nilai strategis KSK.4 Skala Peta RTR KSK TIPOLOGI KSK 1.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. Kawasa tertinggal/terisolir 6. Kawasan pengembangan Sumber Daya Alam 10.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5. Kawasan Perdesaan Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:10.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. Kawasan konservasi permukiman /komunitas adat tertentu 8. Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh 5. tergantung pada urgensi penanganan Skala peta KSK untuk masing-masing tipologi KSK yaitu sebagai berikut: Tabel 3. Pembedaan skala tersebut tidak harus berlaku universal untuk semua tipologi KSK.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. Kawasan perkotaan SKALA PETA Mengacu Permen PU No. Kawasan Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup 11.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:5.

Infrastruktur ekonomi d. dan strategi adalah sebagai berikut. kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten TIPOLOGI KSK 12. a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan kawasan koridor ekonomi dalam batas area tertentu melalui serta dukungan jaringan prasarana yang memadai Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan.4 MUATAN RTR KSK 3. Kawasan kritis lingkungan 13.000 Tujuan. kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. Kebijakan. Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. kebijakan penetapan aksesibilitas kawasan. Area terbangun di sekitar kawasan Berdasarkan pertimbangan di atas. maka acuan muatan pengaturan tujuan. dan Strategi 1. Perumusan kebijakan difokuskan pada: 2. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : Kementerian Pekerjaan Umum 46 . kebijakan.000 Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:10.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. Kawasan Perkotaan Muatan yang diatur dalam RTR KSK kawasan perkotaan akan diatur lebih lanjut dengan Pedoman Penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota (Permen Pu No 20 tahun 2011). b) (1) (2) (3) (4) (5) c) kebijakan penetapan kegiatan. Ketenaga kerjaan dan penyediaan permukiman c.000 Kawasan penyangga : sekurang-kurangnya 1:25. kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan).1 SKALA PETA Kawasan inti : sekurang-kurangnya 1:10. Posisi geografis kawasan terhadap pusat-pusat pertumbuhan di sekitar kawasan b.4. Kawasan Koridor Ekonomi Muatan yang diatur dalam RTR KSK kawasan koridor ekonomi dirumuskan dengan mempertimbangkan : a. Kawasan Perlindungan pesisisr dan pulau-pulau kecil 3.

dan kegiatan di sekitar kawasan c. kondisi sosisl ekonomi masyarakat e. menetapkan komposisi tenaga kerja lokal. penetapan jenis kegiatan dengan mempertimbangkan persaingan dan daya saing usaha Perumusan strategi terkait kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. penyediaan sistem jaringan energi.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (1) Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan jenis kegiatan yang akan dikembangkan pada kawasan. meliputi: (5) penyediaan permukiman. Posisi geografis kawasan terhadap pusat-pusat pertumbuhan di sekitar kawasan b. regional dan internasional. menetapkan pola penyediaan permukiman Perumusan strategi terkait kebijakan dukungan sistem jaringan prasarana utama kawasan meliputi penetapan standar pelayanan minimum pelayanan sistem jaringan transportasi Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung kawasan termasuk hunian khusus. strategi pengaturan aksesibilitas menuju kawasan koridor ekonomi 3. terbangun. kondisi lingkungan nonterbangun. penyediaan sistem jaringan sumber daya air. Kawasan Perdesaan Muatan yang diatur dalam RTR KSK kawasan perdesaan dirumuskan dengan mempertimbangkan : a. meliputi : (2) menetapkan jenis kegiatan ekonomi yang memiliki keterkaitan bahan baku atau potensi ke pasar lokal. penyediaan sistem jaringan telekomunikasi. penyediaan sistem jaringan air limbah Perumusan strategi terkait kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan) meliputi: - pengaturan ruang sekitar kawasan mempertimbangkan dampak keberadaan terhadap kawasan sekitar sekaligus perlindungan kawasan dari kegiatan disekitar kawasan yang berpotensi mengganggu. Kementerian Pekerjaan Umum 47 . penyediaan sistem penyediaan air minum. daya dukung fisik dasar terkait dengan potensi bencana yang mengancam kawasan d. kondisi sistem jaringan prasarana pendukung kawasan. meliputi: (3) (4) menetapkan target penyerapan tenaga kerja.

penyediaan sistem jaringan air limbah Perumusan strategi terkait kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan) meliputi: - pengaturan ruang sekitar kawasan mempertimbangkan dampak keberadaan terhadap kawasan sekitar sekaligus Kementerian Pekerjaan Umum 48 . menetapkan pola penyediaan permukiman Perumusan strategi terkait kebijakan dukungan sistem jaringan prasarana utama kawasan meliputi penetapan standar pelayanan minimum pelayanan sistem jaringan transportasi Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung kawasan termasuk hunian khusus. penyediaan sistem jaringan telekomunikasi. Perumusan strategi terkait kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. menetapkan komposisi tenaga kerja lokal. penyediaan sistem jaringan energi. meliputi: (3) (4) menetapkan target penyerapan tenaga kerja. meliputi: (5) penyediaan permukiman. (2) kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. kebijakan. dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan kawasan perdesaan dalam batas area tertentu melalui dukungan jaringan prasarana yang memadai Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. (5) kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan). penyediaan sistem penyediaan air minum.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Muatan pengaturan tujuan. meliputi : b) c) (2) menetapkan jenis kegiatan ekonomi yang memiliki keterkaitan bahan baku atau potensi ke pasar lokal. penyediaan sistem jaringan sumber daya air. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) kebijakan penetapan kegiatan. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan jenis kegiatan yang akan dikembangkan pada kawasan. regional dan internasional. (3) kebijakan penetapan aksesibilitas kawasan. (4) kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung.

dan strategi adalah sebagai berikut. Kementerian Pekerjaan Umum 49 . dan strategi penataan ruang dirumuskan dengan mempertimbangkan: a) kondisi sektor unggulan pendukung pertumbuhan ekonomi wilayah. nasional dan atau internasional) dalam batas area tertentu melalui dukungan jaringan sarana dan prasarana kawasan yang memadai. (5) kebijakan pengembangan aksesibilitas kawasan. Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. dan/atau internasional. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan jenis kegiatan pengembangan ekonomi sektor unggulan yang akan dikembangkan pada kawasan. (2) kebijakan terkait dengan pengembangan ekonomi lokal (3) kebijakan terkait dengan penguatan sistem pusat pelayaan kegiatan ekonomi (4) kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. kebijakan. maka acuan muatan pengaturan tujuan. (6) kebijakan pengembangan prasarana utama dan prasarana lainnya. Berdasarkan pertimbangan di atas. dan dukungan ketenagakerjaan dan sistem perkotaan. melalui pertimbangan pasar regional. nasional. b) c) kondisi infrastruktur ekonomi.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten perlindungan kawasan dari kegiatan disekitar kawasan yang berpotensi mengganggu. pengembangan teknologi pertanian. sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah dengan membuka kesempata pengembangan investasi Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) kebijakan penetapan sektor unggulan kabupaten. jasa penunjang. 4. meliputi : Perumusan strategi pengembangan faktor-faktor pendukung pengembangan ekonomi unggulan wilayah yang meliputi agro industri. (7) kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan). Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh Tujuan. a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan cluster ekonomi kawasan melalui pengembangan ekonomi sektor unggulan selektif (memiliki kekuatan pasar baik lokal. meliputi: b) c) (2) (3) - menetapkan target penyerapan tenaga kerja. serta kelembagaan pengelolaa kawasan Perumusan strategi terkait kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. kebijakan.

b) kondisi perekonomian kawasan c) kondisi infrastruktur dan sarana penunjang kawasan d) kondisi area terbangun sekitar kawasan. kebijakan dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten kawasan tertinggal. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait kebijakan yang akan dikembangkan pada kawasan tertinggal/terisolasi. penyediaan sistem jaringan sumber daya air. meliputi : b) c) Kementerian Pekerjaan Umum 50 . meliputi. Kawasan Tertinggal/Terisolir Pertimbangan perumusan tujuan. a) kondisi posisi geografis kawasan terhadap pusat-pusat pertumbuhan di sekitar kawasan. Berdasarkan pertimbangan di atas. penyediaan sistem jaringan telekomunikasi. (3) kebijakan penetapan aksesibilitas kawasan. maka acuan muatan pengaturan tujuan. menetapkan pola penyediaan permukiman Perumusan strategi terkait kebijakan dukungan sistem jaringan prasarana utama kawasan meliputi penetapan standar pelayanan minimum pelayanan sistem jaringan transportasi Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung kawasan termasuk hunian khusus. (4) kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (4) (5) menetapkan komposisi tenaga kerja lokal. Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. penyediaan sistem jaringan air limbah Perumusan strategi terkait kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan) 5. kebijakan. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) kebijakan penetapan kegiatan. penyediaan sistem jaringan energi. a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada peningkatan pengembangan kawasan teringgal/terisolasi dalam batas area tertentu melalui serta dukungan jaringan prasarana yang memadai Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. (5) kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan). (2) kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. meliputi: (6) penyediaan permukiman. penyediaan sistem penyediaan air minum. dan strategi adalah sebagai berikut.

b) Kondisi lingkungan non terbangun. meliputi: a) Nilai keunikan dan kearifan lokal warisan budaya/adat tertentu. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. meliputi: (3) (4) menetapkan target penyerapan tenaga kerja. kebijakan. penyediaan sistem jaringan sumber daya air. maka acuan muatan pengaturan tujuan. Berdasarkan pertimbangan di atas. terbangun dan kegiatan di sekitar kawasan dan/atau obyek cagar budaya/sejarah yang berpotensi mendukung maupun mengganggu.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (2) Perumusan strategi terkait kebijakan ketenagakerjaan dan penyediaan permukiman. 6. menetapkan komposisi tenaga kerja lokal. dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan cagar budaya/sejarah. Kebijakan terkait kawasan inti. penyediaan sistem jaringan energi. banjir dan pergerakan tanah). d) Kondisi sistem jaringan prasarana pendukung kawasan. penyediaan sistem penyediaan air minum. c) Daya dukung fisik dasar terkait potensi bencana yang mengancam kawasan dan/atau obyek cagar budaya/sejarah (khususnya kebakaran. kebijakan. b) Kementerian Pekerjaan Umum 51 . Kawasan Konservasi Cagar Budaya/Sejarah Pertimbangan perumusan tujuan. meliputi: (5) penyediaan permukiman. penyediaan sistem jaringan air limbah Perumusan strategi terkait kebijakan perlindungan kawasan (termasuk didalamnya RTH kawasan) . pengaturan zona dan kegiatan pada kawasan warisan budaya/adat tertentu dan pelayanan sistem jaringan prasarana kawasan dan sarana penunjang sesuai standar pelayanan minimum serta kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) (2) Kebijakan terkait kawasan dan atau obyek cagar budaya/sejarah yang harus dilindungi. dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan lingkungan kawasan dan/atau obyek budaya yang lestari pada jangka panjang. penyediaan sistem jaringan telekomunikasi. menetapkan pola penyediaan permukiman Perumusan strategi terkait kebijakan dukungan sistem jaringan prasarana utama kawasan meliputi penetapan standar pelayanan minimum pelayanan sistem jaringan transportasi Perumusan strategi terkait kebijakan penetapan standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendukung kawasan termasuk hunian khusus.

terbangun dan kegiatan di sekitar kawasan dan/atau obyek permukiman/komunitas adat tertentu yang berpotensi mendukung maupun mengganggu. Perumusan strategi perwujudan kawasan penyangga. kebijakan. obyek cagar penetapan target dan wujud perlindungan. penetapan intensitas. eksplorasi (penjabaran) kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya. batas. meliputi: - penetapan batas kawasan penyangga. b) Kondisi lingkungan non terbangun. meliputi: (3) penetapan jenis. Kawasan Konservasi Permukiman/Komunitas Adat Tertentu Pertimbangan perumusan tujuan. Perumusan strategi terkait kawasan inti. dukungan sistem jaringan prasarana kawasan dan sistem pusat pelayanan sesuai standar pelayanan minimum yang ditetapkan di kawasan penyangga. zonasi. penetapan zonasi dan kegiatan kawasan penyangga. penetapan kegiatan. penetapan dukungan sistem jaringan prasarana minimum kawasan penyangga. c) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. c) Daya dukung fisik dasar terkait potensi bencana yang mengancam kawasan dan/atau obyek permukiman/komunitas adat tertentu (khususnya kebakaran. Penetapan sistem pusat pelayanan kawasan yang tidak berpotensi mengganggu kelanjutan nilai-nilai warisan budaya/adat tertentu. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait perlindungan kawasan dan atau obyek cagar budaya/sejarah dikoordinasikan dengan pengelola kawasan. Penetapan sistem jaringan prasarana utama yang tidak berpotensi menggangu keberlanjutan nilai-nilai warisan budaya/adat tertentu. banjir dan pergerakan tanah).Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (3) Kebijakan terkait kawasan penyangga. Kementerian Pekerjaan Umum 52 . penetapan pengelolaan. meliputi: (2) penetapan kawasan dan/atau budaya/sejarah yang harus dilindungi. dan memberikan dukungan pengembangan jasa wisata 7. d) Kondisi sistem jaringan prasarana pendukung kawasan. meliputi: a) Nilai keunikan dan kearifan lokal warisan budaya/adat tertentu. dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan permukiman/komunitas adat tertentu. penetapan jenis dan standar pelayanan minimum berbasis kearifan lokal dan nilai warisan budaya.

meliputi: - penetapan batas kawasan penyangga. penetapan jenis dan standar pelayanan minimum berbasis kearifan lokal dan nilai warisan budaya. Perumusan strategi terkait kawasan inti. kebijakan. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait perlindungan kawasan dan atau obyek cagar budaya/sejarah dikoordinasikan dengan pengelola kawasan. Penetapan sistem jaringan prasarana utama yang tidak berpotensi menggangu keberlanjutan nilai-nilai warisan budaya/adat tertentu. penetapan zonasi dan kegiatan kawasan penyangga. eksplorasi (penjabaran) kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya. meliputi: (3) penetapan jenis. penetapan pengelolaan. obyek cagar penetapan target dan wujud perlindungan. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) (2) Kebijakan terkait kawasan dan atau obyek permukiman/komunitas tertentu yang harus dilindungi. b) (3) c) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. maka acuan muatan pengaturan tujuan. pengaturan zona dan kegiatan pada kawasan permukiman/ komunitas tertentu dan pelayanan sistem jaringan prasarana kawasan dan sarana penunjang sesuai standar pelayanan minimum serta kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya. penetapan dukungan sistem jaringan prasarana minimum kawasan penyangga. dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan lingkungan kawasan dan/atau obyek budaya yang lestari pada jangka panjang. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. Kementerian Pekerjaan Umum 53 . penetapan kegiatan. batas. dukungan sistem jaringan prasarana kawasan dan sistem pusat pelayanan sesuai standar pelayanan minimum yang ditetapkan di kawasan penyangga. Kebijakan terkait kawasan inti. zonasi.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Berdasarkan pertimbangan di atas. Perumusan strategi perwujudan kawasan penyangga. penetapan intensitas. meliputi: (2) penetapan kawasan dan/atau budaya/sejarah yang harus dilindungi. Kebijakan terkait kawasan penyangga.

penetapan jenis bahan tambang yang dieksploitasi. Kebijakan terkait dukungan sistem jaringan prasarana kawasan sesuai standar pelayanan minimum yang ditetapkan. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) (2) (3) (4) (5) c) Kebijakan terkait pemanfaatan hasil kegiatan pertambangan dan energi. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. b) Kebutuhan tenaga kerja dan penyediaan permukiman. b) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan khususnya pada kawasan inti disesuaikan dan/atau dikoordinasikan dengan pengelola kawasan/sektor terkait. Kementerian Pekerjaan Umum 54 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten - Penetapan sistem pusat pelayanan kawasan yang tidak berpotensi mengganggu kelanjutan nilai-nilai warisan budaya/adat tertentu. d) Daya dukung fisik dasar terkait lokasi kawasan pertambangan dan energi e) Teknologi pemanfaatan sumber daya alam. kebijakan dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan pertambangan dan energi. Kebijakan terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. c) Kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar kawasan pertambangan dan energi. maka acuan muatan pengaturan tujuan. Kawasan Pengembangan Sumber Daya Alam Pertimbangan perumusan tujuan. Berdasarkan pertimbangan di atas. kebijakan dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan keseimbangan ekosistem kawasan dalam rangka menjaga potensi sumber daya alam terkait pemanfaatan sumber daya alam yang aman. Kebijakan terkait zonasi dan pengaturan kegiatan pada kawasan inti. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait pemanfaatan sumber daya alam disesuaikan dengan kebijakan dan strategi pihak pengelola/sektor terkait. Kebijakan terkait pengelolaan kawasan penyangga. dan memberikan dukungan pengembangan jasa wisata 8. meliputi: a) Nilai kepentingan dari kegiatan pertambangan dan energi dalam lingkup kabupaten. meliputi: - penetapan batas eksploitasi.

zona pembuangan limbah. meliputi: (3) penetapan kawasan perlindungan. dan strategi penataan ruang dirumuskan dengan mempertimbangkan: a) nilai kepentingan dan standardisasi kondisi lingkungan yang harus diciptakan untuk operasionalisasi teknologi tinggi secara maksimal dan sesuai dengan waktu pemanfaatan yang telah ditetapkan. kegiatan di sekitar kawasan teknologi tinggi yang berpotensi mengganggu operasionalisasi teknologi tinggi. zona hunian dan zona publik).Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (2) perkiraan kapasitas sesuai jangka waktu eksploitasi (target sampai akhir tahun perencanaan). kebijakan. eksploitasi. penetapan zonasi dan kegiatan kawasan penyangga. dan pengelolaan) pada setiap zona kawasan sumber daya alam. Perumusan strategi terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dikoordinasikan dengan kebijakan dan strategi pihak pengelola/sektor terkait. penetapan teknologi eksploitasi. Perumusan strategi terkait pelayanan sistem jaringan prasarana utama kawasan pertambangan dan energi (dikoordinasikan dengan pengelola kawasan). - 9. Kawasan Teknologi Tinggi Tujuan. Perumusan strategi terkait zonasi dan pengaturan kegiatan kawasan sumber daya alam dikoordinasikan dengan pengelola kawasan/sektor terkait. dan kondisi keselamatan Kementerian Pekerjaan Umum 55 . pengelolaan limbah. zona administrasi. khususnya pertimbangan dampak kegiatan pengelolaan sumber daya alam) dan sebaliknya kemungkinan pengaruh negatif kegiatan sekitar kawasan. pelaksanaan dan pasca pertambangan. meliputi: - penetapan batas kawasan penyangga. meliputi : (4) Penetapan zonasi (zona perlindungan. dan penetapan kegiatan (jenis. zona pengolahan hasil eksploitasi. b) kondisi lingkungan nonterbangun dan terbangun. perbaikan kondisi kualitas kesejahteraan sosial-budayaekonomi masyarakat di sekitar kawasan kegiatan pemanfaatan sumber daya alam. meliputi: (5) penetapan kebutuhan sistem jaringan prasarana utama terkait pengembangan wilayah. penetapan jenis dan standar pelayanan minimum Perumusan strategi terkait perwujudan kawasan penyangga. intensitas. penetapan pengelolaan lingkungan pada saat persiapaan. penetapan dukungan sistem jaringan prasarana di kawasan penyangga untuk menjaga kesetaraan pelayanan dengan kawasan fungsional.

strategi terkait dengan perwujudan kawasan inti yang dikoordinasikan dengan sektor terkait. meliputi: - strategi penetapan jenis kegiatan. dan pergerakan tanah). kebijakan. maka secara rinci muatan tujuan. Kementerian Pekerjaan Umum 56 . c) daya dukung fisik dasar terkait dengan potensi bencana yang mengancam kawasan teknologi tinggi (khususnya kebakaran. Perumusan kebijakan difokuskan pada: 1) kebijakan terkait dengan instalasi teknologi tinggi yang harus dilindungi dan persyaratan teknis kawasan pendukung operasionalisasi teknologi tinggi. kebakaran. Perumusan strategi difokuskan pada: 1) strategi terkait dengan pelindungan instalasi teknologi tinggi. meliputi: 2) strategi penetapan dilindungi. dan d) potensi gangguan sosial terhadap kawasan teknologi tinggi.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten masyarakat yang berpotensi terganggu akibat operasionalisasi teknologi tinggi. Perumusan tujuan difokuskan pada perwujudan lingkungan kawasan dan/atau objek teknologi tinggi berfungsi maksimal sesuai dengan jangka waktu rencana operasional. serta dukungan prasarana dan sarana penunjang kawasan inti. kebijakan terkait dengan perwujudan kawasan inti yang pelaksanaannya dikoordinasikan dengan sektor terkait. meliputi pengaturan zona dan kegiatan pada kawasan penyangga. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. pengendalian sistem jaringan prasarana utama. b) 2) 3) c) Strategi Strategi disusun sebagai penjabaran kebijakan ke dalam langkahlangkah operasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. pelindungan dari bencana yang mengancam kawasan inti terutama ancaman bahaya banjir. instalasi teknologi yang harus strategi penetapan persyaratan teknis kawasan pendukung operasional instalasi teknologi tinggi. meliputi pengaturan zona dan kegiatan pada kawasan inti. dan strategi penetapan tujuan dan wujud pelindungan instalasi teknologi tinggi. kebijakan terkait dengan pengendalian kawasan penyangga yang pelaksanaannya dikordinasikan dengan sektor terkait. Berdasarkan pertimbangan di atas. dan e) kondisi sistem jaringan prasarana pendukung kawasan. banjir. dan gerakan tanah. dan strategi penataan ruang yaitu sebagai berikut: a) Tujuan Tujuan disusun sebagai arahan perwujudan KSK yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. serta gangguan sosial.

Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) (2) (3) Kebijakan terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Berdasarkan pertimbangan di atas. Kawasan Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (darat) Pertimbangan perumusan tujuan. kebijakan. Kebijakan terkait persyaratan pembangunan sistem jaringan prasarana kawasan (disesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku dalam rangka perlindungan kawasan). penetapan kegiatan. Kebijakan terkait kawasan penyangga. 10. penetapan batas. dan strategi pengendalian sistem pusat pelayanan yang berpotensi mengganggu operasionalisasi teknologi tinggi. kebijakan dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan lingkungan kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup yang lestari pada jangka panjang. b) Kondisi pemanfaatan ruang kawasan dan sekitar kawasan. khususnya pertimbangan dampak kegiatan teknologi tinggi dan pengaruh negatif kegiatan sekitar kawasan teknologi tinggi. dan strategi penetapan standar pelayanan minimal. zonasi dan kegiatan kawasan - strategi pengendalian sistem jaringan prasarana utama yang berpotensi mengganggu operasionalisasi teknologi tinggi. strategi penetapan pengelolaan kegiatan. c) Kondisi sistem jaringan prasarana di dalam dan sekitar kawasan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 3) strategi penetapan intensitas kegiatan. maka acuan muatan pengaturan tujuan. zonasi. meliputi: a) Fungsi kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup terkait besarnya manfaat perlindungan setempat dan perlindungan kawasan bawahnya serta kekayaan keanekaragaman hayati. strategi penetapan penyangga. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. meliputi: - strategi penetapan batas kawasan penyangga. dan strategi terkait dengan pengendalian kawasan penyangga. dukungan sistem jaringan prasarana dan sarana kawasan b) (4) Kementerian Pekerjaan Umum 57 . Kebijakan terkait zonasi dan pengaturan kegiatan pada kawasan inti.

kebijakan. intensitas dan pengelolaan) pada setiap zona pada kawasan fungsional. meliputi: (4) penetapan kebutuhan. Kementerian Pekerjaan Umum 58 . 11. Perumusan strategi terkait perwujudan kawasan penyangga. dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan rawan bencana. merehabilitasi fungsi lindung kawasan yang menurun akibat dampak pemanfaatan ruang yang berkembang di dalam dan di sekitar kawasan inti dan mengembangkan kegiatan budi daya yang berfungsi sebagai kawasan penyangga kawasan inti Perumusan strategi terkait zonasi dan pengaturan kegiatan kawasan fungsional. Perumusan strategi terkait pelayanan sistem jaringan prasarana kawasan inti (dikoordinasikan dengan instansi yang berwenang). penetapan zonasi dan kegiatan kawasan penyangga. Kawasan Rawan Bencana Pertimbangan perumusan tujuan. pengendalian sistem jaringan prasarana dan sistem pusat pelayanan kawasan penyangga untuk menjaga kelestarian kelestarian kawasan inti. Kondisi sebaran dan sosial-ekonomi penduduk kawasan rawan bencana.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten c) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut: (1) Perumusan strategi terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. meliputi: a) b) c) Area kawasan rawan bencana atau perkiraan kawasan rawan bencana atau kawasan dengan histori bencana. sebagai berikut: - penetapan batas kawasan penyangga. meliputi: (3) penetapan zonasi. penetapan jenis dan standar pelayanan minimum. meliputi: (2) mencegah pemanfaatan ruang di dalam dan disekitar kawasan fungsional yang berpotensi mengurangi fungsi lindung kawasan. Kondisi pemanfaatan ruang kawasan rawan bencana dan sekitarnya terutama keberadaan pusat kegiatan dan pusat pelayanan di sekitar kawasan rawan bencana. dan penetapan kegiatan (jenis. khususnya pertimbangan pengaruh negatif kegiatan sekitar kawasan. membatasi pengembangan prasarana dan sarana di dalam dan di sekitar kawasan inti yang dapat memicu perkembangan kegiatan budi daya yang tidak sesuai.

penetapan ruang hunian sementara terkait fungsi pelayanan kebutuhan pengembangan kawasan produksi. (2) penetapan kawasan budidaya sesuai daya dukung KRB pada saat tidak terjadi bencana (khususnya untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat setempat Perumusan strategi terkait penetapan kegiatan pada kawasan rawan bencana/KRB. meliputi: - penetapan lokasi diluar kemungkinan bencana. b) (3) c) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. dan kondisi sarana pada kawasan rawan bencana. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) (2) Kebijakan terkait penetapan fungsi lindung dan fungsi budi daya pada kawasan rawan bencana/KRB. sistem jaringan prasarana lainnya. meliputi: (3) penetapan kegiatan ekonomi (budidaya pertanian) yang sesuai dengan karakteristik sumber daya masyarakat setempat dan karakteristik daya dukung. sekaligus berfungsi sebagai jalur evakuasi dalam sistem evakuasi bencana.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten d) Kondisi sistem jaringan prasarana utama. penetapan infrastruktur pendukung sistem jaringan transportasi. kebijakan. Kementerian Pekerjaan Umum 59 . dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan Aspek tujuan difokuskan pada mewujudkan pemanfaatan ruang yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi pada kawasan rawan bencana. meliputi: - penetapan kawasan lindung sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan penetapan baru sesuai pertimbangan daya dukung serta ketetapan instansi yang bertanggungjawab. maka acuan muatan pengaturan tujuan. dan e) Sebaran kawasan evakuasi Berdasarkan pertimbangan di atas. KRB yang terjamin dari penetapan sistem evakuasi bencana terkait ruang evakuasi bencana. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut : (1) Perumusan strategi terkait kebijakan fungsi lindung dan fungsi budidaya pada kawasan rawan bencana/KRB. Kebijakan terkait penetapan kegiatan pada kawasan rawan bencana/KRB (termasuk penetapan kegiatan hunian sementara di KRB). termasuk penetapan sistem jaringan prasarana utama evakuasi. Perumusan strategi terkait sistem evakuasi. Kebijakan terkait sistem evakuasi.

maka acuan muatan pengaturan tujuan. Kawasan Kritis Lingkungan Pertimbangan perumusan tujuan. sistem transportasi dan prasarana sumber daya air. dan merehabilitasi fungsi lindung yang menurun akibat pemanfaatan ruang yang tidak sesuai Perumusan strategi terkait zonasi dan pengaturan kegiatan di kawasan ekosistem. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. d) Kondisi sebaran keanekaragaman hayati. Kebijakan terkait zonasi (fungsi lindung dan budidaya) dan pengaturan kegiatan di kawasan ekosistem. e) Kondisi sebaran penduduk dan permukiman. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut: (1) Perumusan strategi terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. kebijakan dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan kritis lingkungan. c) Kondisi sebaran dan fungsi kawasan lindung. sistem transportasi serta prasarana sumber daya air berbasis mitigasi bencana b) c) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. membatasi pengembangan prasarana dan sarana di kawasan ekosistem yang dapat memicu perkembangan kegiatan budi daya yang tidak sesuai. dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan komposisi kawasan lindung dan kawasan budidaya yang menjamin keserasian kemampuan dan pemanfaatan unsur dalam alam secara timbal balik. Perumusan kebijakan difokuskan pada. f) Kondisi kebencanaan terkait kawasan kritis lingkungan. b) Kondisi neraca air. meliputi: a) Kondisi pemanfaatan ruang. (1) (2) (3) Kebijakan terkait bentuk pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. 12. meliputi: (2) mencegah pemanfaatan ruang yang berpotensi merusak ekosistim kawasan dan menurunkan kualitas tata air. seperti banjir dan tanah longsor Berdasarkan pertimbangan di atas. meliputi: Kementerian Pekerjaan Umum 60 . Kebijakan terkait penetapan fungsi budidaya khususnya kawasan hunian. kebijakan. fasilitas ekonomi penting.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten - penetapan dukungan sarana dan sistem jaringan prasarana lainnya pendukung kawasan evakuasi sesuai standar pelayanan minimum yang ditentukan. fasilitas ekonomi penting.

perlindungan fasilitas ekonomi penting. Kebijakan terkait kawasan penyangga. kebijakan. Acuan minimal strategi diuraikan sebagai berikut: (1) Perumusan strategi terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. b) Kondisi pemanfaatan ruang kawasan dan sekitar kawasan. Kebijakan Kebijakan disusun sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. Berdasarkan pertimbangan di atas. meliputi: a) Fungsi kawasan perlindungan pesisisr dan pulau-pulau kecil terkait besarnya manfaat perlindungan setempat dan perlindungan kawasan bawahnya serta kekayaan keanekaragaman hayati. zonasi. penetapan batas. dukungan sistem jaringan prasarana dan sarana kawasan b) (4) c) Strategi Muatan strategi berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. meliputi: - pengendalian sistem pusat pelayanan. Kebijakan terkait persyaratan pembangunan sistem jaringan prasarana kawasan (disesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku dalam rangka perlindungan kawasan). Kawasan Perlindungan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Pertimbangan perumusan tujuan. c) Kondisi sistem jaringan prasarana di dalam dan sekitar kawasan. Kementerian Pekerjaan Umum 61 . meliputi: - mencegah pemanfaatan ruang di dalam dan disekitar kawasan fungsional yang berpotensi mengurangi fungsi lindung kawasan. penetapan sistem transportasi serta prasana sumber daya air 13. Perumusan kebijakan difokuskan pada: (1) (2) (3) Kebijakan terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. maka acuan muatan pengaturan tujuan. Kebijakan terkait zonasi dan pengaturan kegiatan pada kawasan inti. dan penetapan kegiatan (jenis. penetapan kegiatan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (3) penetapan zonasi. dan strategi Kawasan Strategis Kabupaten tipologi kawasan perlindungan pesisir dan pulaupulau kecil. intensitas dan pengelolaan) pada setiap zona pada kawasan ekosistem Perumusan strategi terkait penetapan fungsi budidaya penting berbasis mitigasi bencana terkait kawasan ekosistem. kebijakan dan strategi adalah sebagai berikut: a) Tujuan: Aspek tujuan difokuskan pada perwujudan lingkungan kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil yang lestari pada jangka panjang.

intensitas dan pengelolaan) pada setiap zona pada kawasan fungsional. Sistem pelayanan.2 Rencana Pengembangan Jaringan Prasarana Rencana jaringan parasarana merupakan pengembangan hierarkhi sistem jaringan parasarana yang telah ditetapkan dalam rencana struktur ruang yang termuat dalam RTRW kabupaten.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (2) membatasi pengembangan prasarana dan sarana di dalam dan di sekitar kawasan inti yang dapat memicu perkembangan kegiatan budi daya yang tidak sesuai. Ketentuan peraturan perundang-undangan terkait Rencana jaringan prasarana dirumuskan dengan criteria : a. terutama pergerakan sesuai dengan fungsi dan peran kawasan e. 3. dan penetapan kegiatan (jenis. Rencana struktur ruang wilayah kabupaten yang telah termuat dalam RTRW Kabupaten b. pengendalian sistem jaringan prasarana dan sistem pusat pelayanan kawasan penyangga untuk menjaga kelestarian kelestarian kawasan inti.4. Mengakomodasi kebutuhan pelayanan prasarana dan utilitas KSK Kementerian Pekerjaan Umum 62 . Rencana pola ruang sebagai mana termuat dalam RTR KSK d. Perumusan strategi terkait perwujudan kawasan penyangga. meliputi: (4) penetapan kebutuhan. Kebutuhan pelayanan dan pengembangan c. Perumusan strategi terkait pelayanan sistem jaringan prasarana kawasan inti (dikoordinasikan dengan instansi yang berwenang). Menjamin keterpaduan dan prioritas pelaksanaan pembangunan prasarana dan utilitas pada kaSK c. sebagai berikut: - penetapan batas kawasan penyangga. Memperhatikan rencana struktur ruang dagian wilayah lainnya dalam wilayah kabupaten yang berbatasan langsung dengan KSK b. khususnya pertimbangan pengaruh negatif kegiatan sekitar kawasan. penetapan zonasi dan kegiatan kawasan penyangga. meliputi: (3) penetapan zonasi. Rencana jaringan prasarana dirumuskan berdasarkan : a. merehabilitasi fungsi lindung kawasan yang menurun akibat dampak pemanfaatan ruang yang berkembang di dalam dan di sekitar kawasan inti dan mengembangkan kegiatan budi daya yang berfungsi sebagai kawasan penyangga kawasan inti Perumusan strategi terkait zonasi dan pengaturan kegiatan kawasan fungsional. penetapan jenis dan standar pelayanan minimum.

terdiri atas : sistem penyediaan air minum. terdiri atas : jaringan sub transmisi jaringan distribusi primer jaringan distribusi sekunder rencana pengembangan jaringan telekomunikasi rencana pengembangan jaringan telekomunikasi. terdiri atas : rencana pengembangan infrastruktur dasar telekomunikasi rencana penyediaan jaringan telekomunikasi kabel rencana penyediaan jaringan telekomunikasi nirkabel rencana pengembangan sistem televise kabel rencana penyediaan jaringan serat optic rencana peningkatan pelayanan jaringan telekomunikasi rencana pengembangan jaringan air minum rencana pengembangan jaringan air minum. jalan lokal. mencakup perpipaan dan bukan perpipaan bangunan pengambil air baku pipa transmisi air baku dan instalasi produksi pipa unit distribusi hingga pesil bangunan penunjang dan bangunan pelengkap bak penampung rencana pengembangan jaringan drainase Rencana pengembangan jaringan drainase terdiri atas : Sistem jaringan drainase yang berfungsi untuk mencegah genangan Rencana kebutuhan sistem jaringan drainase. Mengakomodasi kebutuhan fungsi dan peran peleyanan kawasan di dalam struktur ruang KSK Materi rencana pengembangan jaringan parasarana KSK. jalan lingkungan dan jaringan jalan lainnya yang belum termuat dalam RTRW kabupaten Jaringan jalan arteri primer dan sekunder Jaringan jalan kolektor primer dan sekunder Jaringan jalan lokal primer dan sekunder Jaringan jalan lingkungan primer dan sekunder Jaringan jalan lainnya. tersier dan lingkungan rencana pengembangan jaringan air limbah jaringan air limbah meliputi sistem pembungan air limbah setempat (on site) terdiri atas : bak septic instalasi pengolah lumpur tinja /IPLT b) c) d) e) f) Kementerian Pekerjaan Umum 63 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten d. berupa rencana kebutuhan dan sistem penyediaan air minum. jalan masuk/keluar parkir rencana pengembangan jaringan energi/kelistrikan rencana pengembangan jaringan energi/kelistrikan merupakan penjabaran dari jarinmgan distribusi dan pengembangannya berdasarkan prakiraan kebutuhan energi/kelistrikan kawasan yang termuat dalam RTRW. meliputi : a) Rencana pengembangan jaringan pergerakan Rencana pengembangan jaringan pergerakan merupakan seluruh jaringan primer dan jaringan sekunder yang meliputi jalan arteri. jalan kolektor. sekunder. yang meliputi jaringan primer. seperti jalan masuk/keluar terminal.

mesin. kesehatan. zona perumahan juga dapat dirinci berdasarkan kekhususan jenis rumah. Memperhatikan mitigasi dan adaptasi bencana Materi rencana pola ruang KSK.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten g) sistem pembungan air limbah terpusat (off site). oleh raga. yang meliputi : zona perumahan yag dirinci ke dalam perumahan dengan kepedatan sangat tinggi. Mengacu kepada pola ruang yang telah ditetapkan dalam RTRW kabupaten b. seperti rumah tradisional.4. rendah dan sangat rendah. logam dasar.3 Rencana Pola Ruang Kawasan (Zoning Map) Rencana pola ruang dirumuskan dengan kriteria : a. perumahan dan perkantoran dll) 2) Apabila di setiap KSK hanya memiliki satu jenis sub zona dari zona tertentu. Memeperhatikan rencana ruang di wilayah yang berbatasan dengan KSK c. meliputi : 1) Zona lindung. peribadatan dll) Zona industri (kimia dasar. terdiri atas : seluruh saluran pembuangan bangunan pengolah air limbah rencana pengembangan jaringan prasarana lainnya rencana penyediaan parasarana lainnya direncanakan sesuai dengan kebutuhan pengembangan kawasan 3. yang meliputi : zona hutan lindung zona yang memberikan perlindungan terhadap zona dibawahnya zona perlindungan setempat zona RTH kota zona suaka alam dan cagar budaya zona rawan bencana alam zona lindung lainnya Zona budidaya. sub zona tersebut dapat dijadikan zona tersendiri. budaya. kecil dan aneka industri) Zona khusus. Sub zona juga dapat dijadikan zona tersendiri apabila sub zona tersebut memiliki luas yang Kementerian Pekerjaan Umum 64 . sedang. TPA dan zona khusus lainnya Zona perumahan Zona pertanian Zona pariwisata Zona pertambangan Zona campuran/terpadu (perumahan dan perdagangan jasa. rumah sosial dan rumah singgah Zona perdagangan dan jasa Zona perkantoran (pemerintah dan swasta) Zona sarana pelayanan umum (pendidikan. seperti zona pertahanan keamanan. zona IPAL. rumah sederhana.

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten signifikan atau memiliki presentase yang besar terhadap luas KSK. b. d.4. termasuk di dalamnya air right development dan pemanfaatan ruang di bawah tanah c.4 Ketentuan Pemanfaatan Ruang KSK ketentuan pemanfaatan ruang KSK merupakan upaya perwujudan rencana tata ruang yang dijabarkan ke dalam indikasi program utama pengembangan KSK dalam jangka waktu perencanaan 5 (lima) tahunan sampai akhir tahun perencanaan (20 tahun). Meminimalkan gangguan atau dampak negative terhadap zona Kementerian Pekerjaan Umum 65 . Acuan dalam memberikan izin pemanfaatan ruang.5 Ketentuan Pengendalian Pemanfaatan Ruang KSK Peraturan Zonasi (Zoning regulation) yang merupakan perangkat aturan pada skala blok yang umum digunakan untuk melengkapi RTR KSK agar lebih operasional. Apabila diperlukan sub zona dapat dibagi lagi menjadi beberapa sub zona Zona/sub zona/sub-sub zona memiliki luas minimum 5 (lima) Ha di dalam KSK. Menjamin dan menjaga kualitas ruang KSK minimal yang ditetapkan b. Acuan dalam pengenaan sanksi e. berasal dari: a. Acuan dalam pemberian insentif dan disinsentif d. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Swasta pembiayaan masyarakat. Dalam penyusunan program pengembangan KSK dilakukan perumusan dan sinkronisasi program/kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah. c. f. Sumber pembiayaan program pemanfaatan ruang KSK. dan/atau masyarakat. apabila luasnya kurang dari 5 (lima) HA dapat dihilangkan dari klasifikasi zona dan dimasukan ke dalam daftar kegiatan di dalam matriks peraturan zonasi (ITBX) 3. Perangkat operasional pengendalian pemanfaatan ruang b. pemerintah daerah. 3. Rujukan teknis dalam pengembangan atau pemanfaatan lahan dan penetapan lokasi investasi Peraturan zonasi bermanfaat untuk : a. Menjaga kualitas dan karakteristik zona dengan meminimalkan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan karakteristik zona c. dan/atau sumber lainnya yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. e.4. Peraturan zonasi berfungsi sebagai : a. Penyusunan program pemanfaatan ruang KSK menghasilkan program pengembangan KSK.

Materi Peraturan Zonasi Peraturan zonasi ini pada dasarnya mengatur tentang klasifikasi zona. dan prosedur pelaksanaan pembanguna.X untuk kegiatan dan penggunaan lahan pada suatu zonasi didasarkan pada : Pertimbangan umum.B. pemanfaatan lahan. kelestarian lingkungan. berisi kegiatan dan penggunaan lahan yang diperbolehkan. meliputi : a) Ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan. keseimbangan kawasan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten A.T. - b) Ketentuan intensitas pemanfaatan ruang. antara lain : Koefisien tapak basement (KTB) maksimum Koefisien wilayah terbangun (KWT) maksimum Kepadatan bangunan atau unit maksimum Kementerian Pekerjaan Umum 66 . disusun berdasarkan rujukan mengenai ketentuan atau standar yang berlaku dalamperaturan bangunan setempat dan rujukan mengenai ketentuan khusus bagi unsur bangunan atau komponen yang dikembangkan. ketentuan dalam peraturan bangunan setempat dan ketentuan khusus bagi unsur bangunan atau kompoen yang dikembangkan Ketentuan teknis zonasi terdiri atas : Klasifikasi I = pemanfaatan yang diperbolehkan/diizinkan Klasifikasi T = pemanfatan bersyarat secara terbatas Kalsifikasi B = pemanfaatan bersyarat tertentu Kalsifikasi X = pemanfaatan yang tidak diperbolehkan Penentukan klasifikasi I. antara lain kesesuaian dengan arahan pemanfaatan ruang dalam RTRW kabupaten. tolenrasi terhadap tingkat gangguan serta kesesuaian dengan kebijakan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten. ketentuan besaran pembangunan yang diperbolehkan pada suatu zona. Peraturan zonasi berisi: 1) Materi Wajib. yang meliputi KDB maksimum KLB maksimum Ketinggian bangunan maksimum KDH minimal Beberapa ketentuan lain yang dapat ditambahkan. diperbolehkan dengan syarat secara terbatas. diperbolehkan dengan syarat tertentu dan kegiatan dan penggunaan lahan yang tidak diperbolehkan Ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan dirumuskan berdasarkan ketentuan maupun standar yang terkait dengan pemanfaatan ruang . Pertimbangan khusus.

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

Kepadatan penduduk maksimal Ketentuan lebih lanjut distur dalam ketentuan umum peraturan zonasi pada RTR KSK, intensitas pemanfaatan ruang dapat didetailkan kembali lebih lanjut dalam RTBL c) Ketentuan tata bangunan, yang mengatur bentuk, besaran, peletakan, dan tampilan bangunan pada suatu zona, meliputi : GSB minimal Tinggi bangunan masmimal Jarak anatar bangunan Tampilan bangunan, yang ditetapkan berupa warna bangunan, bahan bangunan, tekstur bangunan, muka bangunan, gaya bangunan, serta keserasian dengan lingkungan sekitarnya.

d)

Ketentuan tata bangunan mendetailkan lebih lankut tata bangunan yang diatur dalam ketentuan umum peraturan zonasi dalam RTRW kabupaten atau juga dapat juga berisi sama dengan tata bangunan yang diatur dalam ketentuan umum peraturan zonasi pada RTRW kabupaten. Tata bangunan dapat didetailkan kembali lebih lanjut dalam RTBL. Ketentuan sarana dan prasarana minimal, berfungsi sebagai kelengkapan dasar fisik lingkungan dalam rangka menciptakan lingkungan yang nyaman melalui penyediaan prasarana dan sarana yang sesuai agar zona berfungsi secara optimal. Prasarana yang diatur dalam peraturan zonasi dapat berupa prasarana parker, aksesibilitas untuk penyandang cacat (difabel ), jalur sepeda, bongkar muat, dimensi jaringan jalan, kelengkapan jalan, kelengkapan prasarana lainnya yang diperlukan. Ketentuan pelaksanaan, terdiri dari : Ketentuan variasi pemanfaatan ruang yang merupakan ketentuan yang memberikan kelonggaran untuk penyesuaian dengan kondisi tertentu dengan tetap mengikuti ketentuan masa ruang yang ditetapkan dalam peraturan zonasi. Hal ini dimaksudkan untuk menampung dinamika pemanfaatan ruang mikro dan sebagai dasar bagi TDR (transfer 0f development rigt), dan air development Ketentuan pemberian insentif dan disinsentif, ketentuan insentif bagi kegiatan pemanfaatan ruang yang sejalan dengan rencana tata ruang dan memberikan dampak positif bagimasyaakat, sdangkan disinsentif adalah sebaliknya. Ketentuan sanksi bagi untuk kegiatan dan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peraturan zonasi, ketentuan ini berlaku untuk pemanfaatan ruang yang izinnya diterbitkan sebelum penetapan RTR KSK/ peraturan zonasi dan izin tersebut diperoleh dengan prosedur yang benar.

e)

Kementerian Pekerjaan Umum 67

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

2)

Materi pilihan, meliputi : a) Ketentuan tambahan, ketentuan lain yang ditambahkan pada suatu zona untuk melengkapai aturan dasar yang sudah ditetapkan. Ketentuan tambahan berfungsi memberikan aturan pada kondisi yang spesifik pada zona tertentu dan belum diatur dalam ketentuan dasar Ketentuan khusus, adalah ketentuan yang mengatur pemanfaatan zona yang memiliki fungsi khusus dan diberlakukan ketentua khusus sesuai dengan karakteristik zona dan kegiatan Komponen ketentuan khusus, antara lain meliputi : Zona keselamatan operasional bandara Zona cagar budaya atau adat Zona rawan bencana Zona pertahanan keamanan Zona pusat penelitian Zona pengembangan nuklir Zona pembangkit listrik Zona gardu induk listrik Zona sumber air baku Zona BTS Dll Standard teknis, adalah aturan teknis pembangunan yang ditetapkan berdasarkan peraturan/standar/ketentuan teknis yang berlaku, misalnya SNI tentang tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan dll. Ketentuan pengaturan zonasi adalah varian dari zonasi konvensional yang dikembangkan untuk memberikan fleksibilitas dalam penerapan aturan zonasi dan ditujukan untuk mengatasi permasalahan dalam penerapan peraturan zonasi dasar, sehingga sasaran pengendalian pemanfaatan ruang dapat dicapai secara efektif,

b)

c)

d)

B.

Ketentuan Perizinan Izin pemanfaatan ruang diberikan untuk: menjamin pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang, peraturan zonasi, dan standar pelayanan minimal bidang penataan ruang; mencegah dampak negatif pemanfaatan ruang; dan melindungi kepentingan umum dan masyarakat luas. Izin pemanfaatan ruang diberikan kepada calon pengguna ruang yang akan melakukan kegiatan pemanfaatan ruang pada suatu kawasan/zona berdasarkan rencana tata ruang. Izin pemanfaatan ruang untuk kegiatan pemanfaatan sumber daya alam diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kementerian Pekerjaan Umum 68

Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten

Perizinan merupakan acuan bagi pejabat yang berwenang dalam pemberian izin pemanfaatan ruang berdasarkan rencana struktur dan pola ruang yang ditetapkan dalam Peraturan daerah kabupaten ini. izin pemanfaatan ruang diberikan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan kewenangannya. Pemberian izin pemanfaatan ruang dilakukan menurut prosedur sesuai dengan ketentuan peraturan daerah. Pemberian izin pemanfaatan ruang yang berdampak besar dan penting dikoordinasikan oleh Menteri. C. Ketentuan Pemberian Insentif Dan Disinsentif Insentif dan disinsentif diberikan dalam rencana tata ruang maupun pada saat ijin permohonan diajukan kepada pemerintah daerah Pemberian insentif dan disinsentif dalam penataan ruang diselenggarakan untuk: meningkatkan upaya pengendalian pemanfaatan ruang dalam rangka mewujudkan tata ruang sesuai dengan rencana tata ruang; memfasilitasi kegiatan pemanfaatan ruang agar sejalan dengan rencana tata ruang; dan meningkatkan kemitraan semua pemangku kepentingan dalam rangka pemanfaatan ruang yang sejalan dengan rencana tata ruang. Pemberian insentif dan disinsentif merupakan acuan bagi pemerintah daerah kabupaten dalam pemberian insentif dan pengenaan disinsentif. Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan zonasi yang diatur dalam Peraturan Daerah . Disinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatasi, atau dikurangi keberadaannya berdasarkan ketentuan dalam Peraturan daerah Insentif kepada masyarakat diberikan, antara lain, dalam bentuk: keringanan pajak; pemberian kompensasi; imbalan; sewa ruang; urun saham; penyediaan infrastruktur; kemudahan prosedur perizinan; dan/atau penghargaan. Disinsentif dari Pemerintah kepada masyarakat dikenakan, antara lain, dalam bentuk: - pengenaan pajak yang tinggi; - pembatasan penyediaan infrastruktur; - pengenaan kompensasi; dan/atau - penalti Prosedur Pemberian insentif /disinsentif 1) Pemerintah daerah yang berhak disinsentif. memberikan insentif dan

Kementerian Pekerjaan Umum 69

b. d. peringatan tertulis. sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. g. d. pemanfaatan ruang dengan izin yang diperoleh dengan prosedur yang tidak benar. pembatalan izin.9 berikut: Kementerian Pekerjaan Umum 70 . b. penutupan lokasi. f. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana struktur ruang dan pola ruang wilayah kabupatenl. denda administratif. Pemerintah menetapkan jenis insentif dan disinsentif pada jenis kegiatan/pemanfaatan ruang pada kawasan/wilayah tersebut di atas. Pemerintah memberlakukan/menerapkan insentif dan disinsentif tersebut pada saat permohonan pembangunan diajukan baik oleh perorangan. c.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 2) 3) 4) Pemda menetapkan kegiatan/pemanfaatan ruang yang akan diberikan insentif atau disinsetif pada suatu kawasan/wilayah tertentu. pemanfataan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum. pembongkaran bangunan. pemulihan fungsi ruang. f. pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RTR KSK. dan/atau g. penghentian sementara kegiatan. e. dan/atau i. pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RTR KSK. pelanggaran ketentuan arahan peratuan zonasi kabupaten. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RTR KSK . h. e. c. kelompok masyarakat maupun badan hukum D. penghentian sementara pelayanan umum. pencabutan izin. Penetapan pengaturan pemanfaatan ruang dan peraturan zonasi KSK berdasarkan tipologi dapat dilihat pada Tabel 3. Terhadap pelanggaran dikenakan sanksi administratif berupa: a. Ketentuan Sanksi Pengenaan sanksi merupakan tindakan penertiban yang dilakukan terhadap pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi Ketentuan sanksi merupakan acuan dalam pengenaan sanksi terhadap: a.

dan tidak diperbolehkan intensitas pemanfaatan ruang prasarana dan sarana minimum ketentuan lain yang dibutuhkan Pengaturan Perizinan Pengaturan Pemberian Insentif dan Disinsentif Pengaturan Sanksi sosial dan budaya pendayagunaa n sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi fungsi dan daya dukung lingkungan Kawasan perkotaan Kawasan koridor ekonomi Kawasan Perdesaan Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh Kawasan tertinggal/ terisolir Kawasan Konservasi cagar Budaya/ Sejarah Kawasan Konservasi permukiman/ komunitas adat tertentu Kawasan Teknologi Tinggi Kawasan Pengembangan Sumber Daya Alam Darat (SDA darat) Kawasan Perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup (SDA darat) Kawasan Rawan Bencana Kawasan Kritis Lingkungan Kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil (SDA Laut) √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kementerian Pekerjaan Umum 71 .5 Penetapan Peraturan Zonasi pada KSK Peraturan Zonasi Muatan Peraturan Zonasi Sudut Kepentingan Pertumbuhan Ekonomi Tipologi KSK jenis kegiatan yang diperbolehkan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Tabel 3. bersyarat.

Perwakilan organisasi masyarakat kabupaten d. Kementerian Pekerjaan Umum 72 . kelonggaran aturan dalam penetapan peraturan zonasi Mengetahui secara terbuka setiap produk RTR KSK dan peraturan zonasi di wilayah kabupaten yang bersangkutan Memantau pelaksanaan RTR KSK dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan Melaporkan kepada instansi atau pejabat yang berwenang dalam hal menemukan dugaan penyimpangan atau pelanggaran kegiatan pemanfaatan ruang yang melanggar RTR KSK dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan Mengajukan keberatan terhadap keputusan pejabat yang berwenang terhadap pembangunan yang dianggap tidak sesuai dengan RTR KSK/peraturan zonasi Mendapat perlindungan dari kegiatan-kegiatan yang merugikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Organisasi masyarakat di tingkat kabupaten c. pengolahan dan analisis data serta perumusan konsep rencana. Hak. arah pengendalian. Orang perseorangan atau kelompok orang b. KEWAJIBAN. kewajiban. pembatasan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 3. Perwakilan organisasi masyarakat kabupaten yang secara sistemik dengan wilayah yang sedang disusun RTR KSK dan peraturan zonasinya Hak masyarakat. meliputi. saran dan masukan dalam penentuan tujuan. Masyarakat sebagai pemangku kepentingan. PERAN MASYARAKAT Pelibatan peran masyarakat dalam proses perencanaan dimulai sejak awal hingga akhir kegiatan. meliputi : Mengajukan inisiatif untuk melakukan penyusunan dan atau mengevaluasi dan atau mengubah RTR KSK dan peraturan zonasinya Memberikan masukan penyusunan RTR KSK dan peraturan zonasi Memberikan pendapat. meliputi : a. Kewajiban masyarakat. persiapan penyusunan. pengumpulan data dan informasi. data dan keterangan secara konkrit dan bertanggungjawab dalam setiap tahapan penyusunan RTR KSK dan peraturan zonasi Berlaku tertib dan mendukung kelancaran proses penyusunan RTR KSK dan Peraturan zonasi Bentuk peran serta masyarakat dalam perencanaan tata ruang.5 HAK. dan peran masyarakat diatur sesuai dengan Permen PU No 16 tahun 2009 tentang pedoman penyusunan RTRW kabupaten . meliputi : Memberikan informasi. berupa : a) Masukan mengenai : Persiapan penyusunan rencana tata ruang Penentuan arah pengembangan wilayah atau kawasan Pengidentifikasian potensi dan masalah pembangunan Perumusan konsepsi rencana tata ruang Penetapan rencana tata ruang b) Bekerjasama dengan pemerintah daerah atau sesama unsur masyarakat dalam perencanaan tata ruang.

RTR KSK dapat ditinjau kembali kurang dari 5 (lima) tahun jika: a.7 MASA BERLAKU RTR KSK RTR KSK berlaku dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun atau sesuai dengan jangka waktu berakhirnya RTRW kabupaten dan ditinjau kembali setiap 5 (lima) tahun. perubahan batas teritorial kabupaten c. 2) Buku rencana yang disajikan dalam format A4. yang terdiri atas: 1) Raperda yang merupakan rumusan pasal per pasal dari buku rencana dan disajikan dalam format A4. antara lain berkaitan dengan bencana alam skala besar dan pemekaran wilayah kabupaten yang ditetapkan dengan peraturan perundangundangan. terjadi bencana alam besar yang ditetapkan dengan peraturan penundangundangan b. terjadi dinamika internal di wilayah KSK yang mempengaruhi pemanfaatan ruang secara mendasar. Materi teknis RTR KSK. dan 2) Lampiran yang terdiri atas peta rencana struktur ruang dan peta rencana pola ruang yang disajikan dalam format A3. b. dan/atau d. 3.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 3. Kementerian Pekerjaan Umum 73 . Naskah rancangan peraturan daerah (raperda) kabupaten tentang RTR KSK. serta tabel indikasi program utama. dan 3) Album peta yang disajikan dengan tingkat ketelitian skala minimal dalam format A1 yang dilengkapi dengan peta digital yang mengikuti ketentuan sistem informasi geografis (SIG) yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang.6 FORMAT PENYAJIAN Konsep RTR KSK disajikan dalam dokumen sebagai berikut: a. terjadi perubahan kebijakan dan strategi kabupaten yang mempengaruhi pemanfaatan ruang KSK. yang terdiri atas: 1) Buku data dan analisis yang dilengkapi dengan peta-peta.

meliputi pemahaman Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Penyiapan Rencana Anggaran Biaya (RAB). paling lama 24 (dua puluh empat) bulan terhitung sejak pelaksanaan penyusunan rencana rinci tata ruang.1 Tahap Persiapan Penyusunan a.1 PROSES PENYUSUNAN RTR KSK Proses penyusunan RTR KSK dilakukan melalui tahapan persiapan penyusunan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten BAB IV PROSES DAN PROSEDUR PENYUSUNAN RTR KSK DAN PERATURAN ZONASI Berdasarkan pasal 39 ayat (2) PP No 15 tahun 2010 Jangka Waktu Penyusunan dan penetapan Rencana Rinci Tata Ruang. 4. Kerangka acuan kerja harus memuat hal-hal sebagai berikut: Pertanyaan kritis dan rumusan permasalahan mengenai kebutuhan penataan ruang bagi KSK dimaksud. pengumpulan data dan informasi. 4. Penganggaran kegiatan penyusunan RTR KSK oleh Pemerintah kabupaten yang disiapkan minimal setahun sebelum kegiatan penataan ruang KSK yang akan dilakukan. pengolahan dan analisis data. Namun pedoman ini lebih menekankan pada proses dan prosedur penyusunan RTR KSK dan hanya sedikit menjelaskan proses dan prosedur penetapan (legalisasi) RTR KSK. Sedangkan pada ayat (3) jangka waktu penyusunan dan penetapan rencana rinci tata ruang tidak melebihi masa berakhirnya rencana tata ruang yang sedang berlaku. dan penyusunan naskah rancangan peraturan daerah. Kegiatan persiapan penyusunan meliputi: 1) Penyusunan kerangka acuan kerja (KAK) yang disiapkan oleh Pemerintah kabupaten dengan memperhatikan kebutuhan penataan ruang bagi KSK yang dimaksud. Prosedur penyusunan RTR KSK dan peraturan zonasi. prosedur penyusunan peraturan zonasi yang berisi zoning text dan zoning map (apabila RTR KSK tidak disusun atau telah ditetapkan sebagai perda sebelum keluarnya pedoman ini. Persiapan awal pelaksanaan kegiatan. prosedur penyusunan RTR KSK. dan Harapan yang bisa dituangkan dalam penanganan persoalan KSK melalui penataan ruang untuk jangka panjang.1. meliputi: 1. Pelaksanaan perencanaan tata ruang KSK meliputi serangkaian proses dan prosedur penyusunan dan penetapan (legalisasi) rencana tata ruang. Persoalan yang dihadapi sekarang oleh KSK dan kemungkinan persoalan di masa datang. perumusan konsep rencana. 2) 3) 4) Kementerian Pekerjaan Umum 74 . 2. Pemberitaan kepada publik oleh pemerintah kabupaten perihal akan dilakukannya penyusunan RTR KSK.

Target kajian data awal terdiri atas: Identifikasi nilai strategis pembentukan KSK. Persiapan teknis pelaksanaan yang meliputi: penyimpulan informasi dan data awal (termasuk dengan menyimpulkan hasil kajian awal data sekunder dilangkah sebelumnya). metodologi pendekatan pelaksanaan pekerjaan yang akan digunakan. 3) Data kondisi fisik/lingkungan dan sumber daya alam. penyiapan metodologi pendekatan pelaksanaan kegiatan. 6) b. panduan observasi dan dokumentasi.2 Tahap Pengumpulan Data dan Informasi a. pengaturan. identifikasi kebijakan terkait wilayah perencanaan. dan perangkat survei data primer dan sekunder yang akan digunakan pada saat proses pengumpulan data dan informasi (survei). dan/atau pengendalian KSK. dan Identifikasi hal-hal lain terkait dengan pengembangan.1. panduan wawancara. Pengumpulan data dan informasi paling sedikit meliputi: 1) Data terkait nilai strategis dan isu strategis KSK. hasil kajian awal. pengaturan. 4. dan identifikasi awal batas delineasi kawasan. serta gagasan awal pengembangan. 3) 4) 5) c. rencana kerja pelaksanaan penyusunan RTR KSK. Hasil pelaksanaan kegiatan persiapan penyusunan Hasil kegiatan persiapan penyusunan RTR KSK ini paling sedikit meliputi: 1) 2) gambaran umum wilayah perencanaan. 2) Data kebijakan penataan ruang dan sektoral terkait (termasuk peruntukan ruang). Identifikasi dan perumusan isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK. dan/atau pengendalian wilayah perencanaan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 5) Kajian awal data sekunder. serta mobilisasi peralatan dan personil yang dibutuhkan. mencakup review RTRW Kabupaten terkait dan kebijakan terkait lainnya. tergantung dari kondisi kawasan dan pendekatan yang digunakan. dan penyiapan perangkat survei (checklist data yang dibutuhkan. 4) Data pemanfaatan ruang/penggunaan lahan Kementerian Pekerjaan Umum 75 . terdiri atas: identifikasi nilai strategis pembentukan KSK. dan lain-lain). potensi dan permasalahan awal wilayah perencanaan. kuesioner. penyiapan rencana kerja rinci. Waktu pelaksanaan kegiatan Waktu pelaksanaan kegiatan persiapan adalah 1 (satu) bulan. identifikasi dan perumusan isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK.

dan analisis pembiayaan pembangunan 2) 3) 4) Hasil dari keseluruhan kegiatan analisis meliputi : 1) 2) 3) visi pengembangan kawasan.1. Data kelembagaan. kebijakan. Kementerian Pekerjaan Umum 76 . 6) Rencana jaringan prasarana 7) Rencana Pola Ruang Kawasan (Zoning map). Data kependudukan dan sumber daya manusia. yang meliputi: analisis daya dukung kawasan dan optimasi pemanfaatan ruang. dan 10) Ketentuan Peraturan Zonasi.3 Tahap Pengolahan dan Analisa Data a. Peta dasar (RBI dan citra satelit). Waktu pelaksanaan kegiatan Waktu pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan informasi adalah 23 (dua sampai dengan tiga) bulan. 3) Fokus pengaturan. analisis daya tampung kawasan. 2) Delineasi kawasan. peluang dan tantangan penataan ruang KSK. 4. 4) Tingkat ketelitian peta. dan strategi. Analisis yang dilakukan paling sedikit meliputi : 1) analisis terkait dengan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) sesuai dengan tipologi KSK. dan budaya. Data perekonomian. sosial. 5) Tujuan. dan Data lainnya sesuai dengan karakteristik tipologi KSK c. analisis pengembangan kawasan untuk menentukan: rencana jaringan prasarana rencana pola ruang zona yang diprioritaskan Penangannya analisis kebutuhan ruang. 8) Penetapan zona yang diprioritaskan Penangannya 9) Ketentuan pemanfaatan ruang. Pengolahan dan analisa data Pengolahan dan analisis data paling sedikit meliputi perangkat dan teknik analisis yang terkait dengan nilai strategis kawasan yang dimilikinya.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 5) 6) 7) 8) 9) 10) b. potensi dan masalah penataan ruang KSK. Penggunaan perangkat dan teknik analisis disesuaikan dengan kebutuhan analisis berdasarkan kisi-kisi mengenai lingkup pengaturan sesuai dengan tipologi KSK yang meliputi: 1) Bentuk kawasan. Data sumber daya buatan/ prasarana dan sarana. Hasil pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan informasi Hasil kegiatan pengumpulan data dan informasi disatukan dalam buku data dan analisa.

Kementerian Pekerjaan Umum 77 . Kerangka buku data dan analisis disusun sebagai suatu kesatuan laporan yang terintegrasi. Perumusan konsepsi rencana Perumusan konsepsi RTR KSK paling sedikit harus : 1) mengacu pada: . e. kecenderungan perkembangan dan kesesuaian pengembangan KSK. perkiraan kebutuhan konsep pengembangan KSK. Hasil pelaksanaan kegiatan perumusan konsepsi rencana Hasil pelaksanaan kegiatan perumusan konsepsi rencana adalah berupa rumusan konsep RTR KSK.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 4) 5) 6) d. 4.1.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten. Waktu pelaksanaan kegiatan Waktu pelaksanaan kegiatan perumusan konsepsi rencana adalah 2-3 (dua sampai dengan tiga) bulan.Ketentuan pemanfaatan ruang. . yang terdiri atas:  rencana pengembangan jaringan prasarana  rencana pola ruang  Zona yang diprioritaskan penangannya . dan .Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten .Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten . c.ketentuan pengembangan KSK.Pedoman dan petunjuk pelaksanaan bidang penataan ruang. 2) memperhatikan: . dan . kebijakan. dan strategi pengembangan KSK. .Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dan/atau Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten dimana KSK berada.Rencana Sektor lainnya yang terkait. kebijakan Pengolahan dan analisa data Hasil kegiatan pengolahan dan analisis data dibukukan sebagai satu kesatuan dengan dengan hasil pelaksanaan kegiatan tahapan sebelumnya dalam buku data dan analisis. dan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup KSK. . b.4 Tahap Perumusan Konsepsi Rencana a.Ketentuan peraturan zonasi. yang dibukukan dalam rencana tata ruang KSK yang merupakan materi teknis RTR KSK.tujuan. 3) merumuskan: . Waktu pelaksanaan kegiatan Waktu pelaksanaan kegiatan pengolahan dan analisis data adalah 2-3 (dua sampai dengan tiga) bulan. .

Penyusunan naskah Rancangan Peraturan Daerah kabupaten Penyusunan naskah rancangan peraturan daerah tentang RTR KSK dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.2. meliputi : penjaringan aspirasi masyarakat. 4. meliputi : Penyimpulan data awal Penyiapan metodologi Penyiapan rencana kerja Penyiapan perangkat survey d. Persiapan teknis. Hasil pelaksanaan kegiatan penyusunan naskah Rancangan Peraturan Daerah kabupaten Hasil pelaksanaan kegiatan adalah berupa naskah rancangan peraturan daerah kabupaten yang siap untuk diproses dalam kegiatan selanjutnya yaitu penetapan Raperda.5 Tahap Penyusunan Naskah Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten a.2. Pengumpulan data primer. perumusan konsep rencana. dilakukan pengumpulan data primer dan data sekunder. pengumpulan data dan informasi. dan penyusunan naskah rancangan peraturan daerah. Pembertaan kepada public perihal dilakukan penyusunan peraturan zonasi Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan persiapan penyusunan peraturan zonasi adalah 1 (satu) bulan. meliputi : a. Persiapan awal pelaksanaan mencakup pemahaman terhadap KAK/TOR b. Proses dilakukan melalui tahapan persiapan penyusunan.2 Tahap Pengumpulan Data dan Informasi Untuk keperluan pengenalan karakteristik RTR KSK dan penyusunan rencana. pengolahan dan analisis data. temu wicara (FGD) dll pengenalan kondisi fisik dan sosial ekonomi di KSK secara langsung melalui survey langsung Kementerian Pekerjaan Umum 78 .2 PROSES PENYUSUNAN PERATURAN ZONASI RTR KSK Proses penyusunan peraturan zonasi RTR KSK dilakukan secara paralel dengan penyusunan RTR KSK.1. mencakup peninjauan kembali terhadap : RTRW kabupaten RTR KSK (apabila ada) RTBL (apabila ada) c. Waktu pelaksanaan kegiatan Waktu pelaksanaan kegiatan penyusunan rancangan peraturan daerah kabupaten tentang RTR KSK adalah 1 (satu) bulan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 4. Kajian awal data sekunder. 4. c. b.1 Tahap Persiapan Penyusunan Kegiatan yang dilakukan dalam tahap persiapan. melalui penyebaran angket. 4.

3 Tahap Analisis dan Perumusan Ketentuan Teknis Analisis dan ketentuan teknis. meliputi : Tujuan peraturan zonasi Klasifikasi zonasi Daftar kegiatan Delineasi blok peruntukan Ketentuan teknis zonasi.2. terdiri atas :  Ketentuan variasi pemanfaatan ruang  Ketentuan insentif dan disinsentif  Ketentuaan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peraturan zonasi Ketentuan dampak pemanfaatan ruang Kelembagaan Perubahan peraturan zonasi Hasil dari tahap analisis didokumentasikan dalam buku data dan analisis dan menjadi bahan untuk menyusun peraturan zonasi.4 Tahap Penyusunan Raperda Tentang Peraturan Zonasi Kegiatan penyusunan naskah raperda tentang peraturan zonasi merupakan proses penuangan materi teknis ke dalam bentuk pasal-pasal dengan mengikuti kaidah penyusunan peraturan perundang-undangan. meliputi : jenis penggunaan lahan jenis dan intensitas kegiatan identifikasi masalah dari masing-masing kegiatan serta kondisi fisik kajian dampak terhadap kegiatan yang ada standar teknis dan administrasi peraturan perundang-undangan pemanfaatan lahan dan bangunan peraturan perundang-undangan terkait dengan penggunaan lahan Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengumpulan data adalah 2. Teks zonasi (zoning text) 2.2. Peta zonasi (zoning map) Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perumusan rancangan peraturan zonasi adalah 2 – 4 (dua sampai empat) bulan.3 (dua sampai tiga) bulan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Sedangkan pengumpulan data sekunder. berupa 1. Kementerian Pekerjaan Umum 79 . 4. 4. terdiri atas :  Ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan  Ketentuan intensitas dan pemanfaatan ruang  Ketentuan tata bangunan  Ketentuan prasarana minimal  Ketentuan tambahan  Ketentuan khusus Standar teknis Ketentuan pengaturan zonasi Ketentuan pelaksanaan.

Tabel 4.1. pertahanan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyusunan naskah raperda peraturan zonasi adalah maksimal 2 (dua) bulan. Prosedur penetapan RTR KSK merupakan tindak lanjut dari prosedur penyusunan RTR KSK sebagai satu kesatuan proses. keamanan. Total jangka waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan perencanaan tata ruang KSK diperkirakan paling sedikit yaitu 10 (sepuluh) bulan dan paling lama 13 (tiga belas) bulan yang secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4. Alur Proses Penyusunan Peraturan zonasi RTR KSK dapat dilihat pada gambar 4. sosial. Prosedur penetapan RTR KSK dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Waktu yang dibutuhkan untuk setiap tahap penyusunan RTR KSK disesuaikan dengan situasi dan kondisi KSK yang bersangkutan. ketersediaan data.1 Jangka Waktu Penyusunan dan Penetapan RTR KSK dan Peraturan Zonasi TAHAPAN Uraian Kegiatan Perkiraan Waktu yang Dibutuhkan Uraian Kegiatan Perkiraan Waktu yang Dibutuhkan Perkiraan Waktu yang Dibutuhkan PROSES PENYUSUNAN RTR KSK Persiapan Penyusunan RTR KSK Pengumpulan Data dan Informasi Pengolahan dan Analisis Data Perumusa n konsep RTR KSK Naskah Akademik Naskah Raperda 1 bulan 2-3 bulan 2-3 bulan 2-3 bulan 2 bulan 1 bulan 10 – 13 bulan PROSES PENYUSUNAN PERATURAN ZONASI RTR KSK Persiapan Penyusunan Peraturan Zonasi Pengumpulan Data dan Informasi Pengolahan dan Analisis Data dan Perumusan Ketentuan Teknis 1 bulan 2-3 bulan 7 – 10 bulan 2-4 bulan PROSES PENETAPAN RTR KSK 3-7 BULAN Kementerian Pekerjaan Umum 80 . budaya. keuangan/pembiayaan pembangunan daerah. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk tahap penetapan disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Situasi dan kondisi dimaksud dapat terkait dengan aspek politik. dan faktor-faktor lainnya baik yang berada di dalam maupun di luar/sekitar KSK bersangkutan.3 Tata cara penyusunan RTR KSK secara lebih rinci dapat dilihat pada pada Gambar 4.2.

 Penyepakatan perumusan isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK. c.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 4. pada tahap pengolahan dan analisis data. pemerintah telah melibatkan masyarakat secara pasif dengan pemberitaan mengenai informasi penataan ruang melalui media publikasi sesuai kebutuhan.  Penyepakatan metodologi pelaksanaan pekerjaan. pada tahap pengumpulan data. pembentukan tim penyusun RTR KSK yang beranggotakan unsur-unsur SKPD di kabupaten yang berada dalam lingkup BKPRD. dan/atau pengendalian wilayah perencanaan.  Penyepakatan nilai strategis pembentukan KSK. Pembahasan dilakukan berdasarkan empat tahapan proses dan membahas halhal sebagai berikut: Tahap ke-1 mengenai persiapan penyusunan RTR KSK:  Pembahasan rencana kegiatan pelaksanaan penyusunan RTR KSK. dan  Pembahasan rencana kegiatan analisis. masyarakat dapat terlibat secara aktif dan bersifat dialogis/komunikasi dua arah melalui berbagai bentuk media komunikasi/interaksi. dan Lembaga/organisasi yang ada di kabupaten pelibatan peran masyarakat melalui: pada tahap persiapan. serta gagasan awal pengembangan. dan  Penyepakatan potensi dan permasalahan awal wilayah perencanaan. pada tahap perumusan konsepsi RTR KSK. peran masyarakat/organisasi masyarakat dapat dilakukan lebih aktif dalam berbagai bentuk media komunikasi/interaksi sesuai dengan situasi dan kondisi tiap KSK.3) : Pemerintah Kabupaten Peran masyarakat. pengaturan. dan - - Kementerian Pekerjaan Umum 81 . dan  Penyepakatan target setiap tahapan pelaksanaan penyusunan RTR KSK Tahap ke-2 mengenai pengumpulan data dan informasi:  Pembahasan hasil-hasil pengumpulan data dan informasi. - - - d. peran masyarakat/organisasi masyarakat dapat dilakukan secara atif melalui keterlibatannya dalam membahas hasil-hasil pengolahan dan analisis data. b.  Penyepakatan kebijakan terkait wilayah perencanaan. yang dilaksanakan pada semua tahapan penyusunan RTR KSK. pelaksanaan penyusunan RTR KSK memperhatikan keterlibatan pemangku kepentingan sesuai dengan jenis tipologi KSK. Pemangku kepentingan yang harus dilibatkan yaitu (Tabel 4. Tahap ke-3 mengenai pengolahan dan analisis data:  Pembahasan hasil-hasil analisis.  Penyepakatan pertama mengenai batas delineasi kawasan (sebelum survei).3 PROSEDUR PENYUSUNAN RTR KSK DAN PERATURAN ZONASI Prosedur penyusunan RTR KSK dan peraturan zonasi meliputi: a.

dan  Pencapaian konsensus mengenai batas delineasi kawasan. Tahap ke-3 mengenai pengolahan dan analisis data:  Pencapaian konsensus mengenai hasil-hasil analisis. Tahap ke-4 mengenai perumusan konsep rencana KSK:  Pembahasan rumusan Konsep RTR KSK. hanya penyepakatan pada tahap pembahasan. dilakukan - dilakukan - - Kementerian Pekerjaan Umum 82 . Tahap ke-2 mengenai pengumpulan data dan informasi:  Tidak dilakukan konsensus secara khusus. Tahap ke-4 mengenai perumusan konsep rencana KSK:  Pencapaian konsensus mengenai rumusan Konsep RTR KSK. Konsensus dilakukan berdasarkan empat tahapan proses dan membahas hal-hal sebagai berikut: Tahap ke-1 mengenai persiapan penyusunan RTR KSK:  Tidak dilakukan konsensus secara khusus.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten  e. Penyepakatan batas delineasi kawasan (setelah tahapan pengolahan data dan informasi). hanya penyepakatan pada tahap pembahasan.

Arahan pemanfaatan ruang.1 Proses dan Prosedur Penyusunan RTR KSK KEGIATAN 1 1.perumusan tujuan. - Pelibatan Pemerintah Kabupaten Pelibatan SKPD. Analisis daya dukung. . . .Tujuan. dan strategi penataan ruang Kawasan Strategis Kabupaten.perumusan beberapa alternatif konsep pengembangan. PROSES 1.2 Pelibatan Pemangku Kepentingan (selain masyarakat) Lihat Proses Tahap 1 Pembentukan tim penyusun RTR KSK yang beranggotakan unsur-unsur dari instansi terkait khususnya yang berada dalam lingkup BKPRD. Lihat Proses Tahap 3 - Lihat Proses Tahap 4 - Pelibatan Pemerintah Kabupaten . b. Identifikasi nilai strategis pembentukan KSK. Identifikasi kebijakan terkait wilayah perencanaan.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Gambar 4.Data perekonomian. . Analisis delineasi kawasan. dan budaya. b. e. dan . - Pelibatan Pemerintah Kabupaten Pelibatan SKPD dan Pelibatan Lembaga/ Organisasi yang ada di daerah (bila relevan). dan Pelibatan Lembaga/ Organisasi yang ada di daerah (bila relevan).Peta dasar (RBI dan citra satelit). pengaturan. . . c. daya tampung. dan . Kementerian Pekerjaan Umum 83 . serta gagasan awal pengembangan.Survei data primer. e. yang terdiri atas arahan peraturan zonasi.Wawancara. Review terhadap RTRW Kabupaten terkait KSK.1 Pembentukan Tim Penyusun 2. f. dan strategi pengembangan Kawasan Strategis Kabupaten. d. kebijakan.Arahan pengendalian pemanfaatan ruang (dirumuskan bila relevan. . Pelibatan SKPD. dan . c. Potensi dan permasalahan awal wilayah perencanaan. Review terhadap KLHS terkait KSK.1 Tahapan Proses a.Data lainnya sesuai dengan karakteristik tipologi KSK Lihat Proses Tahap 2 PENGOLAHAN & ANALISIS DATA minimal dan disesuaikan dengan tipologi KSK: a. dan optimasi pemanfaatan ruang.Rencana struktur ruang (bila relevan). kebijakan. arahan perizinan. sosial.Data sumber daya buatan/ prasarana dan sarana. dan g. Analisis penguatan nilai strategis dan isu strategis KSK. . dan Pelibatan Lembaga/Organisasi yang ada di kabupaten (bila relevan).Data pemanfaatan ruang/penggunaan lahan . TAHAP ke-1 2 Persiapan Penyusunan RTR KSK TAHAP ke-2 3 Pengumpulan Data dan Informasi TAHAP ke-3 4 Pengolahan dan Analisis Data TAHAP ke-4 5 Perumusan Konsep RTR KSK RTR KSK 2. Analisis regional (analisis kawasan pengaruh).Data kependudukan dan sumber daya manusia. . arahan disinsentif. dan arahan sanksi) . dan/atau pengendalian wilayah perencanaan. arahan insentif. dan Pelibatan Lembaga/ Organisasi yang ada di daerah (bila relevan). Identifikasi dan perumusan isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK. PENGUMPULAN DATA & INFORMASI dilakukan melalui: . Penyusunan Rencana: . . Analisis lainnya sesuai dengan karakteristik tipologi KSK. dan d. Identifikasi awal batas delineasi kawasan.Data kebijakan penataan ruang dan sektoral terkait (termasuk peruntukan ruang).Survei data sekunder. PERUMUSAN KONSEP RTR KSK dilakukan dengan merumuskan konsep pengembangan dan menyusun rencana: Perumusan Konsep Pengembangan: . DATA & INFORMASI: . . .Data kelembagaan. .Data terkait nilai strategis dan isu strategis KSK. - Pelibatan Pemerintah Kabupaten Pelibatan SKPD.Rencana pola ruang (bila relevan).Observasi.Data kondisi fisik/lingkungan dan sumber daya alam.

perangkat survei data primer dan sekunder. 2.Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten KEGIATAN 1 2. dan 2. rencana kerja pelaksanaan penyusunan RTR KSK. Perumusan konsepsi rencana. 4. - masyarakat dapat terlibat secara aktif dan bersifat dialogis/komunikasi dua arah melalui berbagai bentuk media komunikasi/interaksi. dan 2. hanya dilakukan penyepakatan pada tahap pembahasan Tidak dilakukan konsensus secara khusus. Mengorganisasikan hasil-hasil pengumpulan data dan informasi. Penyepakatan perumusan isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK. Penyusunan Buku Data & Analisis. Kementerian Pekerjaan Umum 84 . Lihat Proses Tahap 2 Target minimal: 1. Lihat Proses Tahap 4 Target minimal: 1. Tidak dilakukan konsensus secara khusus. TAHAP ke-3 4 TAHAP ke-4 5 - peran masyarakat/ organisasi masyarakat dapat dilakukan lebih aktif dalam berbagai bentuk media komunikasi/interaksi sesuai dengan situasi dan kondisi tiap KSK. dan Pencapaian konsensus mengenai batas delineasi kawasan Lihat Proses Tahap 3 Pencapaian konsensus mengenai rumusan Konsep RTR KSK. Penyepakatan potensi dan permasalahan awal wilayah perencanaan. penyepakatan metodologi pelaksanaan pekerjaan. hanya dilakukan penyepakatan pada tahap pembahasan - Pencapaian konsensus mengenai hasil-hasil analisis. hasil kajian awal. - Pembahasan rumusan Konsep RTR KSK 2. Penyepakatan kebijakan terkait wilayah perencanaan. Penyepakatan nilai strategis pembentukan KSK. dan 2. dan/atau pengendalian wilayah perencanaan. 3. serta gagasan awal pengembangan. gambaran umum wilayah perencanaan 2.5 Konsensus Penyepakatan target setiap tahapan pelaksanaan penyusunan RTR KSK. pengaturan. Penyepakatan pertama mengenai batas delineasi kawasan (sebelum survei). metodologi pendekatan pelaksanaan pekerjaan. dan - Pembahasan hasil-hasil pengumpulan data dan informasi.3 Pelibatan Peran Masyarakat TAHAP ke-1 2 Pemerintah telah melibatkan masyarakat secara pasif dengan pemberitaan mengenai informasi penataan ruang melalui media publikasi sesuai kebutuhan. TARGET Lihat Proses Tahap 1 Target minimal: 1.4 Pembahasan - Pembahasan rencana kegiatan pelaksanaan penyusunan RTR KSK. dan 5. Pembahasan hasil-hasil analisis. dan Pembahasan rencana kegiatan analisis. TAHAP ke-2 3 peran masyarakat/organisasi masyarakat dapat dilakukan lebih aktif dalam berbagai bentuk media komunikasi/ interaksi sesuai dengan situasi dan kondisi tiap KSK. 3. Penyusunan Buku Data & Analisis. dan Penyepakatan batas delineasi kawasan (setelah tahapan pengolahan data dan informasi). Penyusunan Buku Rencana RTR KSK. Melakukan pengolahan dan analisis data dan informasi. Target minimal: 1.

2 Tata Cara Proses Penyusunan RTR KSK penentuan nilai strategis KSK tahap persiapan penyusunan RTR KSK data awal perumusan isu strategis penentuan delineasi berita acara pembahasan delineasi dengan daerah pengumpulan data & info penyiapan peta kerja .tahap pengumpulan data dan informasi fakta dan analisis . kebijakan dan strategi input KLHS tahap perumusan konsep RTR KSK perumusan konsep pengembangan perumusan arahan pemanfaatan ruang dan arahan pengendalian pemanfaatan ruang perumusan kelembagaan kesepakatan dengan daerah tahap penyusunan naskah raperda dokumen KLHS materi teknis yang telah disepakati penyusunan naskah raperda Kementerian Pekerjaan Umum 85 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Gambar 4.tahap pengolahan dan analisis data perumusan tujuan.

3 Alur Proses Penyusunan Peraturan Zonasi RTR KSK Kementerian Pekerjaan Umum 86 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Gambar 4.

Kementerian Pekerjaan Umum 87 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten 4.4 PROSEDUR PENETAPAN RTR KSK DAN PERATURAN ZONASI Prosedur penetapan RTR KSK dan Peraturan Zonasi merupakan tindak lanjut dari proses dan prosedur penyusunan RTR KSK sebagai satu kesatuan sistem perencanaan. Prosedur penetapan RTR KSK dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

setiap penyusunan RTR KSK tetap harus memperhatikan faktor dan karakteristik lokal di atas. Oleh karenanya. Pedoman ini juga bersifat fleksibel dengan tetap memperhatikan pentingnya faktor dan karakteristik lokal yang ada di setiap KSK. Kementerian Pekerjaan Umum 88 .Draft Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten BAB V PENUTUP Pedoman ini telah disusun dengan memperhatikan peraturan perundangan terkait dan perkiraan penambahan ataupun perkembangan KSK di masa datang.