TUGAS DASAR DASAR AGRONOMI

PERBANYAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF

OLEH KELOMPOK 9 : 1. YUDI ADITYA (D1A912083) 2. PANTUN OKTAVIANUS (D1A012086)

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JAMBI 2013

ABSTRAK Perbanyakan secara generatif merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam proses pembiakan tanaman. Melaui perbanyakan generatif, biji yang telah memenuhi syarat ditanam hingga menghasilkan tanaman baru yang lebih banyak. Biji yang ditanam tersebut merupakan organ tanaman yang terbentuk dalam buah sebagai hasil dari pendewasaan bakal biji yang dibuahi. Keuntungan perkembangbiakan generatif diantaranya adalah biaya yang relatif murah, penyimpanan dalam waktu lama memuaskan, daya hidupnya tetap tinggi bila disimpan dalam lingkungan yang menghindari kondisi favorable untuk untuk respirasi dan kegiatan enzimatik, serta memungkinkan untuk memulai tanaman yang bebas penyakit, khususnya penyakit tertular biji (seedborne). Meskipun demikian terdapat pula kelemahan pembiakan generatif, seperti adanya segregasi sifat untuk tanaman-tanaman heterozigot, sehingga dihasilkan beberapa tanaman keturunan yang sifatnya tidak sama dengan induknya. Istilah biji digunakan untuk menyebut bagian tanaman yang berfungsi sebagai unit penyebaran tanaman secara alamiah. Biji tersebut dapat tumbuh menjadi tanaman tanpa campur tangan manusia. Benih diartikan sebagai biji tanaman yang telah mengalami pelakuan dan akan digunakan untuk tujuan perbanyakan tanaman. Menurut Sadjad (1993) biji tumbuh kalau dipelihara dan ditangani untuk tujuan budidaya dikatakan biji tersebut berfungsi sebagai benih. Elisa (2006), perkecambahan adalah proses pengaktifan kembali aktivitas pertumbuhan embryonic axis di dalam biji yang terhenti untuk kemudian membentuk bibit. Selama proses pertumbuhan dan pemasakan biji, embryonic axis juga tumbuh. Secara visual dan morfologis, suatu biji yang berkecambah umumnya ditandai dengan terlihatnya radikel atau plumula yang menonjol keluar dari biji.

teknik adalah suatu keterampilan khusus yang dibutuhkan agar dapat melakukan suatu kegiatan praktek yang produktif (Oxford. mulai dari sistem perakaran. Dari sisi tata bahasa. Oleh karena itu. Bahkan. sering dijadikan sebagai batang bawah untuk okulasi atau sambungan. Keunggulan tanaman hasil perbanyakan secara generatif adalah sistem perakarannya yang kuat dan rimbun. teknik perbenihan tanaman adalah suatu keterampilan khusus yang harus dikuasai seseorang agar dapat memproduksi benih tanaman. baik benih vegetatif (bibit) maupun benih generatif sehingga tanaman berproduksi secara optimal. tetapi bibit yang digunakan merupakan bibit-bibit unggul atau bibit biji varietas hibrida yang kualitas dan kuantitas buahnya tidak diragukan lagi. penjual bibit atau para hobi-is. Perbanyakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan yang melalui proses perkawinan antara dua tanaman induk yang terpilih melalui organ bunga pada salah satu induk. Selain itu. Caranya dengan menumbuhkan bagian-bagian tertentu dari tanaman induk yang memiliki sifat unggul. tanaman hasil perbanyakan generatif juga digunakan untuk program penghijauan di lahan-lahan kritis yang lebih mementingkan konservasi lahan dibandingkan dengan produksi buahnya. 2003). . Bertujuan menghasilkan tanaman baru sejenis yang sama unggul atau bahkan lebih. Budidaya tanaman membutuhkan berbagai teknik untuk mengoptimalkan produksi. pembenihan adalah rangkaian proses budidaya tanaman untuk menghasilkan benih. Oleh karena itu. kegiatan budidaya tanaman sayur dan beberapa jenis buahbuahan semusim seperti semangka dan melon tetap menggunakan bibit biji yang berasal dari perbanyakan secara generatif. bunga dan daun yang tergantung dari indukan yang terpilih. batang. Biji ini dapat ditanam untuk menumbuhkan tanaman yang baru yang memungkinkan terjadinya variasi karakter. kemudian terjadi penyerbukan dan menghasilkan buah dengan kandungan biji di dalamnya.PENDAHULUAN Perbanyakan tanaman sering dilakukan oleh para penangkar tanaman. sedangkan tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan.

Batasan fungsional Bertolak dari perbedaan antara fungsi benih dan biji. . Gabah untuk diberaskan dan benih padi untuk disemaikan. Proses pembentukan biji pada berbagai jenis tanaman tidak sama. akhirnya menjadi tanaman durian. Batasan struktural Mendasarkan pengertian kepada segi anatomi dari biji. 2. Sebagai contoh: gabah dan benih padi mempunyai bentuk fisik yang sama tetapi berbeda dalam fungsinya. Batasan agronomi/budidaya pertanian Batasan benih sebagai sarana budidaya pertanian mendasarkan pengertian bahwa di samping penggunaan sarana produksi lainnya yang maju maka benih yang digunakan harus memiliki tingkat kekuatan tumbuh dan daya kecambah yang tinggi sehingga mampu mencapai produksi secara maksimum.TINJAUAN PUSTAKA Menurut Sadjad (1993) biji tumbuh kalau dipelihara dan ditangani untuk tujuan budidaya dikatakan biji tersebut berfungsi sebagai benih. perkecambahan adalah proses pengaktifan kembali aktivitas pertumbuhan embryonic axis di dalam biji yang terhenti untuk kemudian membentuk bibit. 3. Menurut Elisa (2006). Hal ini akan mengakibatkan produsen benih mengalami kerugian karena sasaran kuantitatif maupun kualitatif produksi tidak tercapai. Contoh durian yang memang sengaja ditanam tanpa dipelihara sekalipun. Ketidaksempurnaan dalam proses pembuahan bakal biji akan mengakibatkan terbentuknya biji yang tidak sempurna. Secara visual dan morfologis. Di sini benih adalah biji tumbuhan yang digunakan oleh manusia untuk penanaman atau budidaya. yaitu : 1. embryonic axis juga tumbuh. suatu biji yang berkecambah umumnya ditandai dengan terlihatnya radikel atau plumula yang menonjol keluar dari biji. Menurut Sajad (1977) dalam konteks budidaya pertanian. Selama proses pertumbuhan dan pemasakan biji. benih dapat dipandang melalui empat macam titik tolak pemikiran. baik disebabkan oleh faktor genetik maupun faktor lingkungannya. biji yang ditanam itu adalah benih durian.

4. Batasan ini merupakan batasan teknologi yang membatasi bidang teknologi benih untuk tidak berbuat ceroboh dalam menangani benih. Materi yang membentuk kulit biji ada berbagai ragam. Batasan teknologi Batasan teknologi memberikan pengertian kepada benih sebagai kehidupan biologi benih. Benih tegasnya suatu tanaman mini yang tersimpan baik di dalam suatu wadah dan dalam keadaan istirahat. . Benih juga harus diusahakan semurni mungkin bagi suatu varietas yang disebutkan. Perlakuan teknologi sangat penting untuk menyelamatkan benih dari kemunduran kualitasnya dengan memperhatikan sifat-sifat kulit bijinya.

2.  Varietas baru yang muncul belum tentu baik. terutama tanaman keras.Perbanyakan Tanaman Secara Generatif Perbanyakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan yang melalui proses perkawinan antara dua tanaman induk yang terpilih melalui organ bunga pada salah satu induk. inti generatif serbuk sari akan membelah menjadi dua sel sperma (gamet jantan).  Waktu berbuah lebih lama. Proses yang terjadi ialah pada saat setelah terjadinya penyerbukan.  Tahan penyakit yang disebabkan oleh tanah. Kekurangan:  Tanaman baru yang dihasilkan belum tentu memiliki sifat yang bagus/unggul yang sama seperti induknya. Sperma yang lain menyatu dengan kedua inti sel yang terdapat di tengah kantung embrio untuk membentuk endosperma. Bisa tumbuh akibat proses alam.  Kualitas tanaman baru akan diketahui ketika tanaman telah berbuah. 1. Penyatuan dua sel sperma dengan sel-sel yang berbeda dalam kantung embrio disebut pembuahan ganda. bakal biji akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi buah. bersihkan daging bauh dan lendir yang menempel agar tidak menjadi tempat tumbuhnya jamur. Untuk biji . Setelah fertilisasi ganda. bunga dan daun yang tergantung dari indukan yang terpilih. karena tanaman yang dihasilkan dari biji memiliki akar yang kuat. Yang akan ditanam untuk menghasilkan tanaman baru tadi ialah dengan jalan menanam biji yang berada di dalam buah tersebut.  Varietas-varietas baru dapat dengan mudah diperoleh dengan jalan menyilangkan perkawinannya. batang. A.  Memiliki keragaman genetik yang digunakan untuk pemuliaan tanaman. Kelebihan:  Tanaman bisa diperoleh dengan mudah dan cepat. mulai dari system perakaran. Satu sperma membuahi sel telur untuk membentuk zigot. Menyiapkan Biji Setelah biji dikeluarkan dari buah atau polongnya. ataupun dengan bantuan manusia yang menanamnya. kemudian terjadi penyerbukan dan menghasilkan buah dengan kandungan biji di dalamnya.  Tanaman yang dihasilkan memiliki perakaran yang kuat. Biji ini dapat ditanam untuk menumbuhkan tanaman yang baru yang memungkinkan terjadinya variasi karakter.

biji diseleksi dengan melihat penampilan fisiknya. Bisa juga menggunakan larutan formalin 4% atau sublimat 1% dengan dosis sesuai dengan aturan yang tertera di label kemasan.  Benih harus bebas hama dan penyakit. Setelah bersih. Pilih biji yang tenggelam. Kemampuan potensi lapang dari benih untuk keperluan budidaya diharapkan benih tidak hanya baik tapi juga mempunyai kekuatan tumbuh. artinya tidak tercampur dengan biji-biji atau benih lain serta bersih dari kotoran. bentuk dan ukurannya seragam. baik di tanah yang basah maupun kering bibit dapat memanfaatkan persediaan makanan dalam benih semaksimum mungkin sehingga dari bibit dapat tumbuh jaringan-jaringan yang baru  laju tumbuhnya tinggi  menghasilkan produksi yang tinggi dalam waktu tertentu. atau biji yang terbungkus lapisan pembungkus (pectin) seperti biji pepaya. lalu dicuci dengan air bersih. Ciri-ciri benih yang kuat sebagai berikut:      dapat tahan bila disimpan berkecambah cepat dan merata tahan terhadap gangguan mikroorganisme bibit tumbuh kuat. untuk biji berukuran kecil seperti biji jambu. .  Benih yang baik akan tenggelam bila direndam dalam air. permukaan kulitnya bersih dan tidak cacat. karena ini menandakan daya kecambahnya lebih tinggi dibandingkan dengan biji yang terapung. Sementara itu. pembersihan dilakukan dengan meremas-remasnya menggunakan abu gosok sampai lendirnya hilang. rendam biji di dalam larutan fungisida dan bakterisida seperti Benlate atau Dithane dengan dosis 2-3 gram/liter.  Benih diambil dari jenis yang unggul atau stek yang sehat. Biij-biji inilah yang digunakan untuk memperbanyak tanaman secara generatif. Persyaratan Benih Benih yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut:  Benih utuh.  Benih harus murni.yang berukuran bersar seperti biji mangga atau durian. untuk mencegah serangan penyakit. Kemudian biji hasil seleksi fisik direndam dalam air. artinya tidak luka atau tidak cacat. Sementara itu. pembersihan cukup dilakukan dengan mencucinya menggunakan air bersih. Biji yang memenuhi syarat sebagai benih adalah biji yang padat dan bernas.  Mempunyai daya kecambah 80%.

lemak dan protein menjadi bentuk-bentuk yang melarut dan ditranslokasikan ke titik-titk tumbuh  asimilasi dari bahan-bahan tersebut di atas pada daerah meristematik untuk menghasilkan energi bagi pertumbuhan sel-sel baru  pertumbuhan kecambah melalui proses pembelahan. Sementara daun belum dapat berfungsi sebagai organ untuk fotosintesa maka pertumbuhan kecambah sangat tergantung pada persediaan makanan yang ada dalam biji. melunaknya kulit benih dan hidrasi dari protoplasma  terjadi kegiatan-kegiatan sel dan enzim-enzim serta naiknya tingkat respirasi benih  terjadi penguraian bahan-bahan seperti karbohidrat. 1.  memiliki satu kotiledon untuk kecambah dari monokotil dan dua bagi dikotil. 2.  perkembangan hipokotil baik dan sempurna tanpa ada kerusakan pada jaringan. Berikut ini adalah uraian kriteria kecambah normal dan abnormal.  pertumbuhan plumula sempurna dengan daun hijau tumbuh baik. Tahap-tahap yang terjadi pada proses perkecambahan benih adalah:  penyerapan air oleh benih. terutama akar primer dan akar seminal paling sedikit dua. fisiologi dan biokimia. Epikotil tumbuh sempurna dengan kuncup normal. Kecambah normal  kecambah memiliki perkembangan sistem perakaran yang baik. pembesaran dan pembagian sel-sel pada titik tumbuh. Kriteria Kecambah Normal dan Abnormal Daya kecambah benih memberikan informasi kepada pemakai benih akan kemampuan benih tumbuh normal menjadi tanaman yang berproduksi wajar dalam lingkungan yang optimum. Kecambah abnormal .Proses Perkecambahan Benih Proses perkecambahan benih merupakan suatu rangkaian kompleks dari perubahan-perubahan morfologi.

cahaya dan kelembabannya. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkecambahan Benih Perkecambahan benih dapat dipengaruhi oleh faktor dalam yang meliputi: tingkat kemasakan benih. serta biji tanaman kehutanan seperti jati dan sengon. Biji seperti ini disebut biji orthodok. tetapi berakibat pada lambatnya proses perkecamabahan. biji tanaman buah berumur pendek seperti semangka. dormansi. mangga. daya .  bentuk kecambah cacat. Ada beberapa tanaman yang bijinya harus segera disemai setelah dikeluarkan dari buah atau polongnya.  kecambah lunak. Pada tingkat kemasakan yang bagaimanakah sebaiknya panen dilakukan agar diperoleh benih yang memiliki viabilitas maksimum. serta faktor luar yang meliputi: air. temperatur. Biji seperti ini dikenal dengan biji rekalsitrans yaitu biji yang daya kecambahnya akan menurun jika disimpan terlalu lama. ukuran benih. B. hipokotil. mahoni. kecambah kerdil.  kecambah tidak membentuk klorofil. meranti. perkembangan bagian-bagian penting lemah dan kurang seimbang. akar pendek. kecambah rusak tanpa kotiledon. 1. benih yang demikian tidak akan dapat berkecambah. ada juga biji yang tetap berdaya kecambah tinggi walaupun sudah dikeringkan sampai kadar airnya hanya 5-10% dan disimpan dalam waktu yang lama. Pada beberapa jenis tanaman. durian. walaupun media semainya sudah cocok. Berikut ini jenis-jenis dormansi biji dan cara mengatasinya. dan penghambat perkecambahan. Asalkan dikemas dengan baik dan selalu terjaga suhu. kotiledon membengkok. dormansi merupakan cara embrio biji mempertahankan diri dari keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan. Tingkat kemasakan benih Benih yang dipanen sebelum mencapai tingkat kemasakan fisiologis tidak mempunyai viabilitas tinggi. Perlakuan Biji Ada kalanya biji yang disemai lambat berkecambah bahkan tidak berkecambah sama sekali. Namun. Contohnya adalah biji kemiri. atau bahkan tidaka akan tumbuh jika dikeringkan. embrio pecah. Hal ini disebabkan oleh dormansi yaitu keadaan terbungkusnya lembaga biji oleh lapisan kulit atau senyawa tertentu. Hal ini diduga benih belum memiliki cadangan makanan yang cukup dan pembentukan embrio belum sempurna. dan pepaya. Contohnya adalah biji sayuran seperti cabai dan tomat. dan cahaya. dan nangka. Sebenarnya. oksigen. dan akar primer pendek. Plumula terputar. epikotil. melon.

Dinyatakan juga bahwa berat benih berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan dan produksi. maupun sorgum. . karena berat benih menentukan besarnya kecambah pada pada saat permulaan dan berat tanaman pada saat dipanen.95 533. Hal ini perlu dilakukan penelitian. goncangan (impaction). Ukuran benih Karbohidrat. Benih dorman adalah benih yang sebenarnya hidup tetapi tidak mau berkecambah meskipun diletakkan pada lingkungan yang memenuhi syarat untuk berkecambah. Pengaruh tingkat kemasakan benih tomat (Lycopersicon esculentum Mill) varitas Money-maker terhadap berat benih. 1977).2 83. dan adanya bahan-bahan penghambat perkecambahan.40 570. Tingkat kemasakan buah pada saat benih diambil Hijau matang Merah masak Lewat masak Ratarata berat 100 biji (gram) 0.37 Rata-rata persentase Perkecambahan (%) 64. halangan perkembangan embrio oleh sebab-sebab mekanis. persentase perkecambahan di laboratorium dan produksi di pot (Sutopo. jagung. kuat.7 86. protein. embrio rudimenter. Benih dorman dapat dirangsang untuk berkecambah dengan perlakuan seperti: pemberian suhu rendah pada keadaan lembab (stratifikasi). Berdasarkan hasil penelitian. Bahan-bahan tersebut diperlukan sebagai bahan baku dan energi bagi embrio saat perkecambahan. dan berproduksi tinggi. ukuran benih mempunyai korelasi yang positip terhadap kandungan protein pada benih sorgum. atau direndam dalam larutan asam sulfat.kecambah maksimum serta menghasilkan tanaman dewasa yang sehat. Penyebab dormansi antara lain adalah: impermeabilitas kulit biji terhadap air atau gas-gas (sangat umum pada famili leguminosae).37 0. dan mineral ada dalam jaringan penyimpanan benih. Tabel 1. gandum. khususnya untuk benih-benih serealia. 3.29 0.6 Rata-rata produksi Per tanaman (gram) 387. lemak. seperti padi. Kami mencoba untuk menampilkan pengaruh tingkat kemasakan benih terhadap perkecambahan benih meskipun bukan pada komoditas tanaman pangan namun pada benih tomat sebagai ilustrasi (Tabel 1). Makin besar/berat ukuran benih maka kandungan protein juga makin meningkat.59 2.

Oksigen Proses respirasi akan berlangsung selama benih masih hidup. optimum dan maksimum untuk perkecambahan beberapa jenis tanaman (Milfhorpe & Moorby dalam Sutopo. Cahaya Kebutuhan benih terhadap cahaya untuk berkecambah berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman. . bahan-bahan yang terkandung dalam buah. Pada saat perkecambahan berlangsung. serta bahan yang menghambat respirasi (sianida dan fluorida). proses respirasi akan meningkat disertai dengan meningkatnya pengambilan oksigen dan pelepasan karbon dioksida . yaitu: sifat kulit pelindung benih dan jumlah air yang tersedia pada medium sekitarnya. Minimum Optimum Maksimum Jenis tanaman (oC) (oC) (oC) Beras 11 32 38 Jagung 9 33 42 Gandum 4 25 32 Rye 2 25 35 Lucerne 1 30 38 7.4. Di bawah temperatur minimum atau di atas temperatur maksimum akan terjadi kerusakan benih dan terbentuknya kecambah abnormal. larutan mannitol dan NaCl yang mempunyai tingkat osmotik tinggi. 8. Jumlah air yang diperlukan untuk berkecambah bervariasi tergantung kepada jenis benih. umumnya tidak melampaui dua atau tiga kali dari berat keringnya. Penghambat perkecambahan Banyak zat-zat yang diketahui dapat menghambat perkecambahan benih. Benih yang dikecambahkan pada keadaan kurang cahaya atau gelap dapat menghasilkan kecambah yang mengalami etiolasi. auksin. Semua persenyawaan tersebut menghambat perkecambahan tetapi tak dapat dipandang sebagai penyebab dormansi. 6. Temperatur minimum/maksimum adalah temperatur terendah/tertinggi saat perkecambahan akan terjadi. air dan energi. 5. Temperatur minimum. 1993. Istilah induksi dormansi digunakan bila benih dapat dibuat berkecambah lagi oleh beberapa cara yang telah disebutkan. Namum demikian beberapa jenis tanaman seperti padi (Oryza sativaL. Air Faktor yang mempengaruhi penyerapan air oleh benih ada 2. Proses perkecambahan dapat terhambat bila penggunaan oksigen terbatas. yaitu Tabel 2.) mempunyai kemampuan berkecambah pada keadaan kurang oksigen. Temperatur Temperatur optimum adalah temperatur yang paling menguntungkan bagi berlangsungnya perkecambahan benih. Contoh zat-zat tersebut adalah: herbisida.

1 Penyemaian di Bedengan Biji yang biasa disemai di bedengan adalah biji buah-buahan berukuran besar seperti mangga. keranjang kayu (besek). menggesekkan pada lantai kasar. mengikir-asah. cempedak. atau dengan membakarnya sebelum disemai. polibag. nangka. kenari. pot plastik. B. Cara mengatasinya.3 Dormansi Kimia dormansi kimia sering terjadi pada biji yang mengandung lapisan pektin seperti biji pepaya. rendam biji di dalam air dingin selama 1-2 hari agar air dapat menembus pori-pori kulit biji dan sampai ke embrionya. advokad. Penyebabnya adalah kulit biji yang terlalu keras sehingga sulit ditembus calon akar dan tunas. Jika disemai massal.2 Dormansi Mekanis dormansi mekanis sering terjadi pada biji jati. B. rendam biij di dalam larutan Atonik dengan dosis 1 cc per 2 liter air selama 1 jam. Caranya dengan mengetok pukul. akasia.terjadinya pemanjangan yang tidak normal pada hipokotil atau epikotil. dan mangga. C. Pada biji mangga. siram dan rendam biji dalam air panas selama 2-5 menit sampai kulitnya menjadi lebih lunak. C. wadah yang digunakan adalah bedengan. Penyebabnya adalah adanya kandungan zat tertentu di dalam biji yang menghambat perkecambahan. dormansi ini dapat diatasi dengan menyayat dan membuang kulit bijinya. jambu mete dan kaliandra. Kemudian peram biji dengan gulungan kain basah selama 24 jam. Jika disemai satu per satu wadah yang digunakan adalah wadah-wadah kecil seperti kotak kayu. Cara mengatasinya. rusak atau retak agar mudah ditembus calon akar dan tunas. Penyebabnya adalah kulit biji yang tidak dapat dilewati oleh air. Penyemaian Biji dapat disemai secara massal atau satu per satu. durian atau tanaman kehutanan yang memerlukan banyak bibit dalam pembudidayaannya . kecambah pucat dan lemah. Sementara itu. Kemudian. pada biji yang terbungkus tempurung seperti biji kemiri dan kenari. menggesek menggunakan kertas pasit.1 Dormansi Fisik Dormansi fisik sering terjadi pada biji tanaman sayuran dan beberapa jenis tanaman kehutanan seperti sengon. atau gelas bekas air mineral. B. dormansi mekanis dapat diatasi dengan membuang tempurungnya menjadi tipis. kemiri.

sehingga tidak efisien jika disemai di dalam wadah-wadah kecil. serta memudahkan pemindahan bibit ke media penyapihan atau ke lahan tanam yang sesungguhnya. Untuk tanaman buah-buahan dan tanaman kehutanan. Bagian sisi calon tunas dan akar harus menghadap ke bawah. nangka atau advocad harus dengan posisi yang tepat. buat bedeng semai dengan lebar 100 cm dan tinggi 30 cm atau lebih. Tujuannya adalah untuk . mangga. Lahan untuk bedeng semai dipilih yang permukaan tanahnya relatif rata. barulah biji disemai. Setelah itu. taburkan insektisida dan nematisida berbahan aktif Carbofuran diatas permukaan bedeng semai. Untuk mencegah longsornya tanah bedeng.5 cm dengan pola jarak 510 cm x 7. dan Petrofur dengan dosis 10-20 gram per m2. Tanah bedeng semai yang remah dan subur membuat akar-akar tanaman muda tumbuh lurus dan rimbun. sistem drainasenya baik dan dekat dengan sumber air untuk penyiraman. Indofuran. Perlu diperhatikan. Panjang bedeng disesuaikan dengan kebutuhan dan luas lahan. beri penahan dari belahan bambu di sekeliling bedeng semai. pertumbuhan akar dan batang membengkok sehingga mengganggu pertumbuhan bibit. Agar tanah bedeng semai menjadi remah dan subur campurkan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos sebanyak satu kaleng minyak per meter persegi bedengan. Sebaiknya bedeng semai dibuat ditempat terbuka dan menghadap ke arah utara-selatan agar mendapat sinar matahari penuh terutama di pagi hari untuk membantu mempercepat perkecambahan biji yang disemai. peletakan biji berukuran besar seperti biji durian. bijinya cukup ditebar diatas permukaan bedeng semai lalu ditutup lapisan tanah secara tipis agar tidak terbawa air saat penyiraman atau ketika turun hujan. Tambahkan juga pasir atau sekam padi dengan jumlah yang sama. lubang tanam ditutup tanah atau pasir setebal 1 cm. Untuk menghindari serangan hama. Setelah itu. sampah serta bebatuan. Untuk tanaman sayur dan tanaman hias.. Setelah itu. Kemudian diolah dengan cara dicangkul sedalam 25-30 cm. lalu haluskan dan bersihkan dari gulma. Jika terbalik. Tanah yang digunakan untuk menutup lubang tanam dicampur dengan insektisida dan nematisida berbahan aktif carbofuran seperti Furadan.5 – 10 cm. bijinya dimasukkan ke dalam lubang tanam yang dibuat sedalam 7.

Cara lain untuk mensterilkan media adalah dengan mengukusnya selama 30 menit pada suhu 750C atau bisa juga dengan menamburkan insektisida atau nematisida berbahan aktif carbofuran seperti Furadan. Biji cabai atau tomat berkecambah 3-5 hari setelah semai.  Setelah wadah dan media semai telah siap. pupuk kandang. berkecambah 3-6 minggu setelah semai. . Untuk itu. Curaterr. permukaan bedeng semai ditutup dengan jerami atau serbuk gergaji. Lamanya perkecambahan biji di bedeng semai tergantung pada jenis tanamannya. kecuali jika wadah yang digunakan berupa besek karena sudah memiliki lubang-lubang. Naungan baru boleh dibuka setelah biji berkecambah tetapi bibit tetap harus disiram pada pagi atau sore hari. dan sekam dengan perbandingan 1:1:1  Untuk menambah kesuburan. pupuk kandang. pemasangannya harus dibuat condong ke arah barat agar bibit di persemaian cukup menerima sinar matahari pagi. Setelah itu. dasar wadah yang digunakan untuk menyemaikan biji harus diberi lubang. tiap 1 m3 campuran media tambahkan 2-3 kg TSP atau NPK yang telah dihaluskan. Selain itu. atau Petrofur dengan dosis sesuai dengan aturan yang tertera di label kemasan. atap jerami. diatas bedeng semai juga dipasang naungan berupa paraner.2 Penyemaian di Bedengan Sebelum media dimasukkan. Untuk menjaga agar kelembabannya tetap tinggi. lalu disterilisasikan dengan menjemurnya selama 3-4 hari. Cara penanaman dan jumlah biji yang disemai tergantung pada wadah yang digunakan. dan 90-100 cm di sebelah barat. barulah biji disemai.menghindari serangan hama. Tujuannya melancarkan keluarnya air siraman sehingga tidak menggenang di dalam wadah. Biji tanaman buah seperti mangga atau durian. C. dan pasir atau sekam dengan perbandingan 1:1:1  Campuran Spgagnum moss dan pasir dengan perbandingan 3:2  Campuran pasir. Jika naungan yang digunakan bukan paranet. anyaman bambu atau daun kelapa untuk melindunginya dari sinar terik matahari dan air hujan. wadah diisi dengan salah satu campuran media sebagai berikut berikut:  Campuran tanah. tiang naungan dibuat setinggi 120 cm di sebelah timur.

sebagian bibit harus dipindahkan ke media penyapihan agr pertumbuhannya dapat berlangsung baik. hanya satu bibit terbaik yang dipelihara sampai siap dipindahkan ke media penyapihan atau ke lahan tanam sesungguhnya. ditutup dengan lapisan tanah setebal 1 cm. permukaannya ditutup dengan kain dan disiram rutin dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Penyapihan juga dilakukan kepada bibit yang tumbuh di dalam wadah-wadah kecil atau media khusus non-tanah karena media ini tidak dapat menampung perakaran bibit yang terus berkembang. biji dapat juga disemai di media non-tanah seperti coco pot atau rockwool. penutup media berupa plastik dapat juga digunakan. bibit tanaman sayuran dan tanaman buah semusim seperti melon dan semangka lebih baik disampih di dalam polibag. C. Penyapihan Bibit Bibit yang tumbuh secara massal di bedeng semai biasanya tumbuh saling berdesakan karena rapatnya jarak penebaran biji. D.  Setelah itu. jika semua biji berkecambah. tetapi harus dibuka terlebih dahulu saat melakukan penyiraman. coco pot atau rockwool direndam terlebih dahulu di dalam air sampai mengembang lima kali lipat dari ketebalan awal. . di bawah naungan pohon. Penyapihan bibit dilakukan di bedeng sapih atau di dalam polibag.3 Penyemaian Menggunakan Coco Pot Selain disemai menggunakan media tanah. Sementara itu. besek. biji cukup ditebar diatas permukaan media. Untuk menjaga lekembabannya. lalu disiram sampai basah  Jika wadah yang digunakan berupa wadah-wadah tunggal seperti polibag. Misalnya. lalu letakkan wadahnya di tempat terlindung. pot plastik atau gelas kemasan air mineral. Oleh karena itu. siram media semai sampai basah. siram dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Setelah itu. Namun. Sebelum digunakan. Kemudian letakkan media ditempat yang teduh. Jika wadah yang digunakan adalah kotak kayu. Keuntungan memakai media ini adalah lebih praktis karena berukuran kecil. Selain kain. di teras rumah atau dibuatkan naungan khusus dari paranet. ringan serta lebih steril. biji dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 1-3 butir per wadah. Kain atau plastik penutup baru dilepas saat biji mulai berkecambah. dan dilengkapi dengan pot-pot kecil sebagai wadahnya. Sementara itu. Biasanya media seperti ini dijual dalam kemasan tray. Biji yang disemai dimasukkan sebanyak 2-3 butir ke lubang yang tersedia di tengah media. untuk menjaga agar media tetap lembab. Penyapihan di bedengan lebih cocok digunakan untuk bibit tanaman buah tahunan atau tanaman kehutanan.

Sebelum dipindahkan. Jarak tanam ini sudah cukup untuk menjamin tumbuhnya bibit sehingga tidak saling bersentuhan sampai berumur 1-2 tahun. Sementara itu. dan tarik ke atas secara perlahan sampai terlepas dari bola akar. tidak sehat dan perakarannya bengkok sebaiknya dibuang. Bibit yang telah diseleksi dari persemaian ditanam sebatas leher akar. jika dijadikan batang bawah. bibit yang tumbuh lambat. sisanya tetap dibiarkan tumbuh di bedeng semai dan disampih sampai cukup besar untuk disambung. Hanya bibit yang tumbuh subur dan kekar dengan perakaran lurus yang dipindahkan. Bibit yang tumbuh secara individual di dalam polibag tidak perlu dipindahkan sampai siap tanam di lahan. Penyapihan dilakukan setelah bibit tumbuh setinggi 5-10 cm untuk tanaman berbiji kecil dan 15-20 cm untuk tanaman berbiji besar. kerdil. Untuk bibit yang tumbuh di bedeng semai tidak perlu dipindahkan semuanya. Namun di bedeng sapih dibuatkan lubang-lubang tanam sedalam 10 cm dengan jarak 75 x 75 cm. 1. Bahkan . Setelah itu. dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1:1. lakukan penyeleksian bibit terlebih dahulu. PENYAPIHAN DI BEDENGAN. bibit diangkat beserta medianya lalu pindahkan ke media penyapihan. untuk bibit yang tumbuh di gelas kemasan air mineral.karena hanya disapih selama 2-4 minggu sebelum tanam di lahan tanam. Sementara itu. Caranya dengan meremas-remas secara berlahan bagian luar wadah sampai media yang menempel di wadah terlepas. diokulasi. Pemindahan dilakukan dengan mengangkat bibit secara hati-hati dari persemaian beserta media yang ada di sekitar perakarannya. pasir. Bedeng sapih dibuat sama dengan bedeng semai berukuran lebar 100 cm dan tinggi 30 cm. wadahnya harus dilepas terlebih dahulu sebelum bibit ditanam di media penyapihan. siram bedengan . Sementara itu. atau ditanam di lahan. lalu lubang tanam ditutup dengan lapisan tanah dan dipadatkan agar akar bibit dapat menyatu dengan tanah bedengan. selipkan bagian batang bibit diantaranya jari telunjuk dan jari tengah tangan. lalu balikkan posisi wadah ke arah bawah. penyambungan atau penempelan batas atas dapat dilakukan saat bibit masih berada di dalam polibag. hanya untuk penjarangan. Media yang digunakan untuk penyapihan bibit adalah campuran tanah. jika disemai menggunakan media tanam coco pot atau rockwool. Kemudian. Sementara itu. Usahakan tidak ada akar bibit yang putus atau rusak agar kondisinya tetap baik saat ditanam di media sapih. Lakukan dengan hati-hati agar bola akar tidak terbongkar dan perakaran tidak terputus. Berikut ini langkah-langkah melakukan penyapihan.

penyambungan atau okulasi dengan batang atas dapat dilakukan di bedeng sapih. Untuk mengatasi hama dan penyakit. dan 120 cm di sebelah barat. setiap 1-2 bulan sekali tambahkan 100-150 gr NPK 15-15-15 ditambah 100 gr urea per bibit. Selain ituk. Setelah itu. Sebelum digunakan. Caranya. Jika . Saat sudah besar. angkat bibit dan bungkus bola akarnya dengan karung plastik agar tidak pecah.secukupnya. atau campuran 50-100 gr urea. manggis baru dapat disambung saat berumur 24 bulan. Pemindahannya harus dilakukan secara hatihati agar akar bibit tidak rusak atau terputus. bibit di bedeng sapih dapat ditanam di lahan atau di pot permanen untuk pembesaran. Sementara itu. Bibit ditanam sebatas leher akar. Untuk bibit yang dijadikan batang bawah. 15 x 30 cm atau 20 x 30 cm. Untuk melindungi bibit dari sengatan sinar matahari. 200-40 gr SP-36 dan 50-70 gr KCl per bibit. 2. 2/3 bagian polibag diisi dengan media. untuk bibit tanaman buah tahunan digunakan polibag yang lebih besar. Ukuran polibag yang digunakan sebagai wadah menyapih bervariasi tergantung pada jenis tanamannya. Awalnya naungan dibuat rapat agar intensitas cahaya matahari yang masuk hanya sekitar 50%. Beri pupuk kandang setiap 2-3 bulan sekali agar pertumbuhan bibit semakin cepat. Sementara itu. baru setelah itu gali media di setengah lingkaran bola akar sebelah kanan. perlahan-lahan kerapatan naungan dikurangi sampai akhirnya dibuka seluruhnya. lalu dibuat lubang tanam tepat di tengah media. jangan terlalu basah atau air siraman jangan sampai menggenang. Namun seiring dengan perkembangan bibit. beri naungan setinggi 180 cm di sebelah timur. digunakan polibag berukuran 10 x 15 cm. durian dan advocad dapat disambung sejak usia 2-3 bulan. dan Dithane dengan dosis sesuai dengan aturan pakai yang ada dikemasannya. Umur batang bawah siap sambung bervariasi antara 1-24 bulan. Pegasus atau Decis serta fungisida seperti Antracol. gali media di setengah lingkaran bola akar sebelah kiri. Oleh karena itu bola akarnya tidak langsung dicabut tetapi digali secara bertahap. PENYAPIHAN DALAM POLIBAG Penyapihan ini paling baik dilakukan karena memudahkan proses pemindahan bibit ke lahan pembesaran atau saat pengangkutan. Untuk bibit sayuran dan buah-buahan semusim. tergantung pada jenis tanamannya. mangga. Sebagai contoh. berukuran 15 x 20 cm. Proses penyambungan atau okulasi tersebut dilakukan di dalam polibag sehingga bibit harus tetap berada di polibag dalam waktu cukup lama. semprotkan insektisida seperti Curacron. jeruk dapat diokulasi saat berumur 1 bulan. 1-2 tahun.

: Biji pada tumbuhan Fabaceae. semprotkan insektisida seperti Curacron. Growmore atau Hyponex Hijau dengan dosis satu sendok per bibit. Gandapan Maxima.akar tunggang bibit terlalu panjang. Biji albuminous. Struktur Biji  Berkembang dari ovulum (bakal biji)  Berisi embrio dan cadangan makanan (endosperm. adalah biji yang mengandung endoperm atau perispem Perisperm. Satu bulan sekali bibit diberi pupuk daun dengan kandungan N tinggi seperti Bayfolan. Pegasus. Penyiraman sebaiknya dilakukan menggunakan gembor atau gayung yang cucuran airnya dihambat dengan telapak tangan agar media tidak terbongkar atau terbawa air siraman. perisperm)  Dorman saat dewasa Berdasarkan kehadiran endoperm. Nymphaeaceae . potong terlebih dahulu agar sesuai dengan ukuran polibag. biji dapat dibedakan menjadi : A. Kemudian. Untuk mengatasi hama dan penyakit. adalah biji yang hanya mengandung sedikit endosperm atau tidak ada sama sekali Mis. misalnya pada tumbuhan Piperaceae. bibit disiram rutin dua kali sehari pada pagi dan sore hari. tutup lubang tanam dengan sisa media dan padatkan agar bibit dapat berdiri tegak. Gandasil D. Biji exalbuminous. atau Decis serta fungisida seperti Antracol dan Dithane dengan dosis sesuai dengan aturan pakai di kemasannya. Citrus(mengandung klorofil) B. Selama penyapihan. jaringan nuselus yang persisten dan volumenya bertambah sejalan dengan perkembangan biji.

berkembang dari satu atau 2 integumen. tebal dan keras –Endotesta –lapisan terdalam. arilus tebal berdaging Nephelium lappaceum Myristica fragrans. Sinapis alba. Fungsi : penyebaran biji oleh semut B. arilus yang mengandung minyak/lemak. B. Testa. berwarna merah Elaeosoma. Citrus aurantiaca Lapisan testa: –Sarkotesta –lapisan terluar –Sklerotesta –bagian tengah. jaringan yang berkembang pada permukaan biji mis. Durio zibethinus. arilus. nuselus (kadang-kadang) Struktur anatomi kulit biji/testa.Bagian-bagian biji 1. –sarkotesta.Eksternal (luar) A. bagian tengah. bagian terluar berwarna hijau/merah –sklerotesta. selaput tipis & berdaging Pada Gnetum gnemon. keras –endotesta. arilus berdaging kering. berupa selaput tipis . A.

Mis. pori/lubang tempat keluarnya radikula saat perkecambahan Hilum. sarkotesta berair Rambut atau sayap      Gossypium –rambut Swietenia macrophylla –sayap Mikropil.Pada Salacca edulis. tempat/sisa pelekatan (titik temu) funikulus dengan biji Raphe. bagian/tempat pelekatan funikulus dengan integumen. pada biji anatrop. sarkotesta –putih berdaging Pada Punica granatum. kampilotrop ..

Endosperm (poliploid).  hasil pembuahan inti polar + inti sperma  penyimpanan cadangan makanan & nutrisi untuk embrio B.Pada beberapa tumbuhan dikotil.Pada Nicotiana tabacum dan Ricinus communis. ex. endosperm persisten dan besar. Fabaceae. .Internal (dalam) A.2. endosperm menghilang saat pendewasaan embrio C.

communis. keras) -Coffea arrabica  lapideus (keras seperti batu) –Palmae  aquosus (berair) –C. endosperm mengisi 70% biomassa biji Endosperm :  lap. nucifera  hyalinus (bening) –Arenga pinnata. C. Myristicaceae •Sifat endosperm. lontar/siwalan . Annonaceae.Pada tumbuhan monokotil.  carnosus (berdaging).  halus/rata (umum)  ruminan. R. Aleuron –protein  Endosperm –karbohidrat Struktur endosperm. nucifera  corneum (tanduk.  farinosus (berbutir). Passifloraceae.

Faktor Internal Faktor internal yang mempengaruhi proses perkecambahan adalah : 1.Kotiledon. tidak mempunyai viabilitas tinggi.  Merupakan daun pertama  Tempat penyimpanan cadangan makanan  Organ fotosintesis pertama untuk tumbuhan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkecambahan Tanaman 1.Embrio. 2. Kemasakan benih Benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologisnya tercapai. Diduga pada tingkatan tersebut benih belum memiliki cadangan makanan yang cukup dan juga pembentukan embrio yang belum sempurna. bakal sporofit  radikula  plumula 3. Ukuran benih .

Di dalam jaringan penyimpanannya. Sitokinin. 1. sitokinin juga mampu memicu pembelahan sel dan pembentukan organ. yang berperan dalam mobilisasi bahan makanan selama fase perkecambahan. protein. Hormon Tidak semua hormon tumbuhan (fitohormon) bersifat mendukung proses perkecambahan. Giberelin. Selain itu. Tipe dormansi pada adalah after ripening. Perendaman biji dengan auksin dapat membantu menaikkan kuantitas hasil panen serta dapat memacu proses terbentuknya akar. Bahan-bahan ini diperlukan sebagai bahan baku dan energi bagi embrio pada saat perkecambahan. lemak dan mineral. Pertumbuhan embrio selama perkecambahan bergantung pada persiapan bahan makanan yang berada di dalam endosperma. Diduga bahwa benih yang berukuran besar dan berat mengandung cadangan makanan lebih banyak dibandingkan dengan benih yang kecil. mungkin pula embrionya lebih besar. Fitohormon yang berfungsi merangsang pertumbuhan perkecambahan antara lain : Auksin. adapula beberapa fitohormon yang menghambat proses perkecambahan. 1. Peran giberelin diketahui mampu meningkatkan aktivitas enzim amilase. . benih memiliki karbohidrat. yang berperan untuk : Mematahkan dormansi biji dan akan merangsang proses perkecambahan biji. Untuk keperluan kelangsungan hidup embrio maka terjadilah penguraian secara enzimatik yaitu terjadi perubahan pati menjadi gula yang selanjutnya ditranslokasikan ke embrio sebagai sumber energi untuk pertumbuhannya. Dormansi Suatu benih dikatakan dorman apabila benih itu sebenarnya viabel (hidup) tetapi tidak mau berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan lingkungan yang memenuhi syarat bagi perkecambahannya. yang akan berinteraksi dengan giberelin dan auksin untuk mematahkan dormansi biji.

Air juga berfungsi sebagai fasilitas masuknya oksigen ke dalam biji melalui dinding sel yang di-imbibisi oleh air sehingga gas dapat masuk ke dalam sel secara difusi. menyebabkan Meskipun yang rendahnya pada konsentrasi auksin dalam dan mesokotil. . Selain itu. asimilasi dan pertumbuhan. dengan menstimulasi bersifat benih. Faktor Eksternal Faktor Eksternal yang mempengaruhi proses perkecambahan adalah : 1. dimana biji membutuhkan suatu level hydration minimum yang bersifat khusus untuk perkecambahan. Fungsi air pada perkecambahan biji antara lain. Adanya etilen dapat jaringan. yang berperan menghambat transportasi auksin secara basipetal dan lateral. perkecambahan dormansi asam absisat akan menghambat proses pertumbuhan tunas. menghambat Selain itu. air juga berguna untuk mengencerkan protoplasma sehingga dapat mengaktifkan sejumlah proses fisiologis dalam embrio seperti pencernaan. koleoptil Asam absisat (ABA). begitu. axis. apabila protoplasma tidak mengandung air yang cukup. 1. Air yang diserap oleh biji berguna untuk melunakkan kulit biji dan menyebabkan pengembangan embrio dan endosperma hingga kulit biji pecah atau robek. Temperatur Temperatur merupakan syarat penting yang kedua bagi perkecambahan benih. Air Air salah satu syarat penting bagi berlangsungnya proses perkecambahan benih.Fitohormon yang berfungsi sebagai penghambat perkecambahan antara lain : Etilene.etilene juga mampu menstimulasi perpanjangan batang. pernapasan. Tetapi ini tidak bersifat mutlak sama seperti kebutuhan terhadap air untuk perkecambahan. Air juga Sebagai alat transportasi larutan makanan dari endosperma kepada titik tumbuh pada embryonic protoplasma baru. yang mana diperlukan untuk membentuk 1. Proses-proses tersebut tidak akan berjalan secara normal. tanaman.

1.5 – 35oC. Serta yang ketiga adalah suhu maksimum. Suhu diatas maksimum biasanya mematikan biji. Bagi kebanyakan benih tanaman. Pada saat perkecambahan berlangsung. Umumnya biji akan berkecambah pada kondisi udara yang mengandung 20% O2 dan 0. Suhu maksimum umumnya berkisar antara 30 – 40oC. karena keadaan tersebut menyebabkan mesin metabolisme biji menjadi non aktif sehingga biji menjadi busuk dan mati. Jika benih berada di tempat yang bersuhu rendah seperti itu. proses respirasi akan meningkat disertai dengan meningkatnya pengambilan oksigen dan pelepasan karbon dioksida.03% CO2 memiliki kemampuan untuk berkecambah pada keadaan yang kurang oksigen. Suhu optimum berkisar antara 26. Oksigen Faktor oksigen berkaitan dengan proses respirasi. maka kemungkinan besar benih akan gagal berkecambah atau tetap tumbuh namun dalam keadaan yang abnormal.Dalam proses perkecambahan dikenal adanya tiga titik suhu kritis yang berbeda yang akan dialami oleh benih. suhu optimum yakni suhu dimana kecepatan dan persentase biji yang berkecambah berada pada posisi tertinggi selama proses perkecambahan berlangsung. yakni suhu tertinggi dimana perkecambahan masih mungkin untuk berlangsung secara normal. termasuk kisaran suhu minimumnya antara 0 – 5oC. Dan tiga titik suhu kritis tersebut dikenal dengan istilah suhu cardinal yang terdiri atas pertama. Terbatasnya oksigen yang dapat dipakai akan mengakibatkan terhambatnya proses perkecambahan benih. suhu minimum. Biji dapat . air dan energi yang berupa panas. yakni suhu terkecil dimana proses perkecambahan biji tidak akan terjadi selama periode waktu perkecambahan. Perkecambahan biji dipengaruhi oleh komposisi udara sekitarnya. Kedua. Temperatur ini merupakan temperatur yang menguntungkan bagi berlangsungnya perkecambahan benih.

bahkan bisa berkecambah 4 – 5 cm di bawah permukaan air. hanya saja yang lebih dahulu akan keluar bukan radikel melainkan plumulanya. yang tersusun darichromophore dan protein. maka fitokrom merah akan berubah menjadi fitokrom infra merah. Bila pada benih yang sedang berimbibisi diberikan cahaya merah. yang mana menimbulkan reaksi yang merangsang perkecambahan. cahaya merah mendominasi cahaya infra merah sehingga pigmen fitokrom diubah ke bentuk fitokrom infra merah yang aktif. . Pada keadaan di alam. Dalam keadaan tanpa cahaya. dengan adanya oksigen dan temperatur yang rendah. Sebaliknya bila diberikan cahaya infra merah. 4. fitokrom infra merah akan berubah menjadi fitokrom merah yang kemudian menimbulkan reaksi yang menghambat perkecambahan. proses perubahan itu akan berlangsung lambat. Chromophore adalah bagian yang peka pada cahaya. Fitokrom memiliki dua bentuk yang sifatnya reversible (bolak-balik) yaitu fitokrom merah yang mengabsorbsi sinar merah dan fitokrom infra merah yang mengabsorbsi sinar infra merah. Cahaya Hubungan antara pengaruh cahaya dan perkecambahan benih dikontrol oleh suatu sistem pigmen yang dikenal sebagai fitokrom.berkecambah baik di tempat dengan kelembaban tinggi.

Kesimpulan Perbanyakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan yang melalui proses perkawinan antara dua tanaman induk yang terpilih melalui organ bunga pada salah satu induk.  Memiliki keragaman genetik yang digunakan untuk pemuliaan tanaman. Kekurangan:  Tanaman baru yang dihasilkan belum tentu memiliki sifat yang bagus/unggul yang sama seperti induknya.  Tanaman yang dihasilkan memiliki perakaran yang kuat. bunga dan daun yang tergantung dari indukan yang terpilih. Seperti pada perbanyakan vegetatif.  Kualitas tanaman baru akan diketahui ketika tanaman telah berbuah. . Biji ini dapat ditanam untuk menumbuhkan tanaman yang baru yang memungkinkan terjadinya variasi karakter. terutama tanaman keras. karena tanaman yang dihasilkan dari biji memiliki akar yang kuat. 2. perbanyakan secara generatifpun memiliki kelebih dan kekuranganyang akan dijelaskan seperti di bawah ini: 1. Kelebihan:  Tanaman bisa diperoleh dengan mudah dan cepat.  Tahan penyakit yang disebabkan oleh tanah. kemudian terjadi penyerbukan dan menghasilkan buah dengan kandungan biji di dalamnya.  Varietas baru yang muncul belum tentu baik.  Varietas-varietas baru dapat dengan mudah diperoleh dengan jalan menyilangkan perkawinannya. batang. mulai dari sistem perakaran.  Waktu berbuah lebih lama.

com/2010/11/bahan-ajarmengembangbiakan-tanaman.struktur-dan-tipe-perkecambahan. Penebar swadaya.2012. Jakarta. 1996.pdf di akses pada tanggal 25 september 2013 . 2007. http://sebuah-sepet. http://theonewhd.wordpress.DAFTAR PUSTAKA Redaksi Agromedia. Angkasa Bandung Lakitan. Heddy.html di akses pada tanggal 25 september 2013 Anonimous. 2004.com/2013/03/definisi-perbanyakangeneratif-pada.2012. Jakarata Anonimous. Hormon tumbuhan. Ke-3 2008. http://labpemuliaantanaman.html di akses pada tanggal 25 september 2013 Iriawati.ac.blogspot. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. B. Cet.dasar Pengetahuan Zat Pengatur Tumbuh.id/files/2012/02/modul-1. Kunci Sukses Memperbanyak Tanaman. Dasar.staff. Rajawali pers. Agromedia Pustaka.com/2012/07/06/kelebihandankeuntungan-vegetatif-dan-generatif/ di akses pada tanggal 25 september 2013 Anonimous. 1982. http://nandagokilz1. Jakarta.2012.2012.blogspot. Abidin.ub.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful