P. 1
3-Pengantar Dan Usulan Penelitian Cibinong 24 Maret 2009

3-Pengantar Dan Usulan Penelitian Cibinong 24 Maret 2009

|Views: 645|Likes:
Published by Topan Setiadipura
Presentasi materi "Pengantar dan Usulan Penelitian" oleh Dr.T.Sembiring
Presentasi materi "Pengantar dan Usulan Penelitian" oleh Dr.T.Sembiring

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Topan Setiadipura on Aug 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

Sections

Apakah Penelitian itu?. Bagaimana dunia penelitian itu. Untuk siapa dilakukan penelitian?

Pertanyaan filosofis ini dapat didiskusikan dengan panjang lebar dengan maksud untuk memperoleh pencerahan atau berlama lama bersitegang leher karena tidak mau menerima /menghargai pendapat yang lain oleh pihak pihak yang berdiskusi. Tapi yang jelas,….

Dalam melaksanakan sebuah penelitian , terlebih dahulu harus dipahami teori teori yang mendasari suatu penelitian. Teori ini semakin lama makin berkembang bersamaan dengan berjalannya waktu , yang pengembangannya juga adalah hasil akumulasi dari penelitian penelitian baru. Seseorang harus penelitian. familier dengan dasar dasar

 Didalam banyak kasus

kemampuan menerapkan prinsip prinsip yang terpakai mempunyai hubungan erat dengan pengetahuan yang mendalam tentang metoda metoda dan seni dalam praktek yang disebut sebagai “ Experimental technique”

Tipe – tipe impeller

Didalam dunia penelitian, diinginkan tidak hanya adanya pemahaman terhadap prinsip prinsip keilmuan yang ada Namun juga mengembangkan sikap sebagai peneliti ( research aptitudes) dengan diperolehnya pengalaman dalam (selama) melakukan pengukuran pengukuran (penelitian).

Accuracy and Precission ??

Pada awalnya, sebagai pemula didunia penelitian, para peneliti muda sangat jarang yang mempunyai kemampuan (skill) dan waktu untuk merencanakan sebuah (procedure ) penelitian yang detail . Sementara metoda coba coba (trial and error method) bukanlah (selalu) menjadi suatu cara yang baik dalam mempelajari tehnik tehnik penelitian yang baik. Kemampuan teknis (skill) berkembang dengan setahap demi setahap, maka untuk para peneliti pemula masih sangat memerlukan petunjuk yang detail baik untuk peralatan yang dipakai maupun prosedur kerja didalam melakukan kegiatan penelitian

S t e r i l e w o r k

Hal yang sangat penting untuk diingat adalah, (sebagai pemula), para peneliti muda harus dapat mencerna mengapa sebuah penelitian (prosedur) harus dilaksanakan sebagaimana yang tertulis . Pengertian ini adalah bagian dari pengalaman yang sangat vital yang diperlukan untuk merencanakan penelitian khusus atau penelitian yang lebih mendalam.

1.

2.

Peneliti pemula akan menjadi lebih berpengalaman apabila mereka juga rajin untuk mengembangkan diri dengan menyusun prosedur sendiri. Hal ini dapat dipelajari dengan menelusuri atau melakukan berbagai variasi. Sebagai contoh , didalam bidang analisis, pemilihan metode yang berbeda untuk mempelajari system atau objek yang sama mengharuskan peneliti untuk melakukan modifikasi.

1. 2. 3.

4.

Sebagai peneliti, selalu diharapkan menjadi orang yang kreatif. Kreatifitas ini menuntut kemampuan untuk mengaplikasikan theory secara mendasar. Dalam kenyataan banyak metoda penelitian didasarkan atas theory fenomena yang spesifik yang melekat pada objek yang diteliti itu. Fenomena ini harus dimengerti dengan benar untuk membuat desain penelitian yang tepat dan untuk melakukan perhitungan perhitungan dari data yang terobservasi

Ketika suatu hasil yang dinantikan diperoleh, maka harus ada pengertian tentang keunikannya dan hubungannya dengan fakta fakta lain yang dikenal. Hal ini memerlukan pemahaman akan teori dasar dari bidang penelitian yang kita tekuni. Misalkan untuk penelitian dibidang Fisika kimia, maka teori dasar yang harus dikuasai antara lain adalah thermodinamika, teory quantum, statistic mekanika dst.

Beberapa hal penting apa saja yang perlu diperhatikan dalam dunia penelitian :
     

Referensi dasar atas Bahan dan peralatan. Persiapan melakukan penelitian Kesehatan dan keamanan kerja Perekaman data Penelusuran Pustaka Pelaporan

PENGETAHUAN BAHAN DAN PERALATAN

Pengetahuan akan sifat sifat bahan yang dipakai dalam suatu penelitian serta setiap peralatan baik alat ukur yang besar ataupun alat bantu yang dipakai harus dipahami dengan baik. Hal ini termasuk teori dan prosedur pemakaian alat ukur, prinsip yang dipakai dalam mengukur ataupun mengontrol suatu parameter dalam sebuah percobaan. Sehubungan dengan bahan yang dipakai dalam penelitian, terutama bahan kimia dan bahan biologi, harus diketahui dengan baik sifat sifat khusus yang menjadi hal yang kritis dari bahan yang dipakai tersebut.

PERSIAPAN MELAKUKAN PENELITIAN

Walaupun banyak pekerjaan penelitian dapat dikerjakan seorang diri, namun bekerja dengan peneliti lain dalam sebuah team work (gugus kerja) akan lebih menguntungkan. Dengan adanya team work, maka selama melakukan penelitian ada rekan sekerja yang bisa berdiskusi, bertukaf pikiran, saling berbagi baik dalam pembagian persiapan ataupun pekerjaan selama penelitian. Waktu penelitian sangat tergantung atas sifat penelitian yang dilakukan. Ada penelitian yang membutuhkan waktu singkat namun ada juga yang membutuhkan waktu yang relatif lama. (contoh antara Darwin dan Einstein)

Team Work Vs Solitaire

 Hal

utama yang harus diperhatikan seorang peneliti adalah,  Harus terlebih dahulu mempelajari hal hal yang mendasar yang harus di kuasai sebelum melaksanakan penelitian itu sendiri, terlepas dari penelitian itu suatu kegiatan laboratorium ataupun kegiatan lapangan, dengan perhatian khusus terhadap metoda, disain dari peralatan dan prosedur kerja

Which one should be choosed?

Kadang kadang diperlukan perubahan prosedur apabila peralatan dan system yang tersedia berbeda dengan yang terdapat dalam prosedur yang tersedia. Perencanaan perubahan prosedur maupun kesuksesan yang diperoleh dalam bekerja sangan ditentukan oleh tingkat pemahaman terhadap metoda penelitian. Misalkan didalam penelitian bidang Fisika kimia, dipakai peralatan dan alat bantu yang sangat komplek dan mahal. Banyak yang sudah terkonstruksi secara patent dan tidak mudah untuk diubah ubah. Oleh karena itu setiap kelompok peneliti harus bertanggung jawab penuh atas peralatan yang dipakai serta memeriksa dengan seksama sebelum memulai bekerja dengan alat tersebut.

• •

Didalam penelitian sering sekali harus dilakukan pengambilan contoh untuk analisa laboratorium. Sample atau contoh adalah hal utama dalam proses analisis dan sample yang representative adalah inti dari keterjaminan kualitas analisis dengan kata lain kualitas dari data analisis hanya sebanding dengan baik buruknya sample yang dianalisa. Tingkat representasi dari Sampel sangat ditentukan oleh “sampling strategy” . dalam hal ini perlu suatu rencana pengambilan sample yang baik.

Perencanaan pengambilan sample
Harus mengidentifikasi beberapa hal seperti :  Apa yang harus di sampling  Bagaimana caranya  Siapa yang harus melakukan  Kapan dilakukan  Dimana  Apakah diperlukan pengepakan, penyimpanan dan transportasi

Perencanaan pengambilan sample
menuntut pemahaman akan :
 Distribusi

analit didalam sample  Sifat alami dan keragaman dari sample termasuk pengaruh musim, geografi, lingkungan dll  Pengambilan sample secara statistic  Pengambilan sample secara “single lot” VS “ whole population”

 

Strategi pengambilan sample untuk masing masing jenis/objek sangat berbeda. Hal ini sangat ditentukan apakah sample yang mau diambil tersebut di laboratorium ( diambil selama proses ?) , dilapangan ( tersedia begitu saja secara alami atau didistribusikan sebelumnya). Sebagai contoh untuk mengetahui Komposisi dalam bahan makanan , maka strategy pengambilan sample harus memperhatikan hal hal berikut: Berapa outlet yang akan di ambil, Variasi dari tingkat economy outlet , Tanaman pekarangan Vs Produksi komersial, Warung pinggir jalan VS Restoran

Perlengkapan ini antara lain (tidak hanya) :  Pelindung Kaki dan Sepatu  Pelindung muka  Kaca mata (goggles)  Pelindung telinga (ear muffs)  Masker  Pakaian Kerja / laboratory coats  Pakaian pelindung dari matahari ( sun protective wear )  Pelindung Kepala/ helm (helmets)  dll. Harus diperhatikan, bahwa perlengkapan tersebut harus dipilih yang memenuhi standar perlindungan, sebab kalau hanya sekedar memakai perlengkapan yang tidak memenuhi persyaratan dapat mengakibatkan luka, sakit bahkan kematian.

Finest work, need high accuracy and precision

 Perlindungan

Mata  Perlindungan Kepala  Perlindungan Telinga  Perlindungan Sistem pernafasan  Perlindungan Tangan  Perlindungan Kaki  Pakaian Pelindung yang lain

Catatan laboratorium (log book) adalah penghubung yang sangat esensi antara laboratorium dengan dunia diluarnya. Log book ini merupakan referensi utama tentang apa yang terjadi dilaboratorium. Buku ini tidak hanya sebagai sumber untuk membuat laporan atau publikasi, tetapi juga sebagai rekaman permanen yang masih bisa dipakai setelah bertahun tahun lamanya. Antara lain untuk patent, bukti penemu (invention) dll Adalah merupakan praktek standard didalam kegiatan dunia penelitian untuk merekam semua hal hal yang relevan mulai dari data, perhitungan, catatan dan komentar, penelusuran litteratur dan termasuk juga grafik grafik yang dibuat.

Rekaman ini dilakukan didalam log book yang terjilid rapi serta mempunyai nomor halaman. Log book yang terjilid dengan spiral sangat baik untuk dipakai karena bisa terbuka rata pada setiap halaman yang dibuka. Catatlah semua data yang diperoleh langsung pada Log book!!! Jangan pernah menggunakan lembaran yang lepas untuk mencatat data secara insidental, seperti mencatat berat, pembacaan tekanan, suhu,dll dengan maksud nanti akan dipindahkan dicatat kembali di log book. Jika ada diperlukan catatan dari sumber lain, (kurva kalibrasi, buku referensi dll) tuliskanlah di log book dengan referensi yang tepat.

Untuk mencatat data, janganlah memakai pensil atau tinta yang bisa larut oleh kelembaban. Pakailah ballpoin atau fullpen yang memakai tinta permanent. Jika perlu melakukan koreksi, coretlah dengan satu garis ditengah data ataupun catatan yang dikoreksi tersebut, lalu tulislah data atau catatan yang benar diatas atau disamping data yang dikoreksi sebelumnya. Jika terjadi sesuatu dengan data misalnya kesalahan dalam kebenaran data/ data yang rusak, “cross out” data dan buat catatan tentang penyebabnya

 

 

Perlu diingat bahwa tidak boleh ada halaman yang dilepas dari Log book. Jangan pernah mengosongkan halaman ataupun membiarkan ruang kosong yang cukup luas untuk beberapa baris , kecuali bila penelitian sudah berakhir. Catatlah semua data dalam bentuk serial ( kronologi) kecuali kalau data di catat dalam bentuk table. Kerapian dan pengaturan yang baik sangat diperlukan tetapi pengkodean (labeling), keutuhan dan legibilitas merupakan kebutuhan utama.

 Pada

setiap percobaan/penelitian yang dilakukan, mulailah dengan membuat daftar isi di bagian depan log book . petunjuk nomer halaman dan tanggal dimulainya kegiatan penelitian.  Jika penelitian yang panjang mempunyai pentahapan/pembagian yang jelas, hal ini juga harus dimasukkan pada daftar isi

APAKAH YANG HARUS DICATAT? DICATAT

Setiap halaman data pada log book harus mempunyai judul termasuk nama yang mengerjakan pekerjaan ( satu orang atau lebih), pekerjaan yang dilakukan, tanggal dan nomer halaman. Log book harus memuat semua informasi yang diperlukan untuk memungkinkan seseorang yang lain dapat melakukan percobaan yang sama dengan cara yang sama Bersamaan dengan semua pengukuran dan pengamatan yang juga merupakan hasil dari penelitian/kegiatan, semua data yang relefan untuk interpretasi hasil harus dicatat. Tidak perlu menduplikasi informasi yang tersedia dalam bentuk catatan lain seperti jurnal atau catatan laboratorium tetapi cukup memberikan catatan referensi yang jelas.

APAKAH YANG HARUS DICATAT? DICATAT

 

 

Data harus ditulis langsung di log book, jika memungkinkan dalam bentuk table. Tuliskan judul dengan lengkap dan jelas , jangan percayakan kepada memory anda tentang symbol symbol dan singkatan singkatan yang tidak konvensional. Pastikan semua data ( angka angka) diikuti oleh unit yang tepat. Sering sekali diperlukan dan amatlah bijak kalau mencatat kondisi laboratorium seperti suhu ruangan, tekanan atmosfer, dan/ atau kelemban.

APAKAH YANG HARUS DICATAT? DICATAT

Hasil rekaman instrument seperti spectral record, chromatogram dll, harus diberi tanggal dan di tandatangani oleh peneliti. Record ini dapat di stapler atau di lack ke Log book jika ukurannya memadai atau bisa juga diperkecil sebelumnya dengan mesin fotocopy. Hal tersebut tidak boleh dilakukan jika terdapat banyak record sejenis selama penelitian. Bila hal ini terjadi, buatlah nomer record tersebut, satukan didalam ordner/ ring binder, tempatkan di File laboratorium untuk penggunaan lebih lanjut. Jangan lupa memberi referensi yang jelas pada log book.

Data recording from equiptment

APAKAH YANG HARUS DICATAT? DICATAT

Untuk kebutuhan perhitungan jangan lupa selalu mencatat ketidak pastian yang ada dari setiap alat dan / atau instrument yang dipakai. Ketidak pastian ini memberikan sejauh mana keakuratan data dan reprodubilitasnya apabila kegiatan yang sama dilakukan kembali dilain waktu. Ketidak pastian (uncertainity) terdapat pada setiap alat ukur dimulai dari timbangan, gelas ukur, piknometer, dan lain lain.

Data Keeping and Maintenance

Hasil yang diperoleh dalam penelitian kadang kadang perlu dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya tentang objek yang sama. Dalam hal ini maka perlu dilakukan penelusuran pustaka. Sehubungan dengan itu diingatkan kepada peneliti muda, bahwa jangan sekali sekali menggunakan sumber data sekunder yang terdapat didalam buku, dimana data tersebut diambil dari publikasi resmi seperti tulisan didalam jurnal. Lebih baik mencatat jurnal yang disitasi buku tersebut serta langsung menelusuri jurnal yang dipakai sebagai referensi dalam penulisan buku tersebut

  

Ada anggapan bahwa pengukuran/penelitian terakhir lebih tepat dibanding pengukuran sebelumnya. Asumsi ini berdasarkan atas fakta bahwa metoda dan peralatan secara constant terus mengalami perbaikan. Tapi ini bukan berarti alas an yang tepat untuk me reject atau menganggap data yang sudah dipublikasikan usang karena Kualitas dari data sangat tergantung kepada keutuhan, ketelitian dan kesabaran dari peneliti yang mengerjakannya. Banyak sekali data yang dihasilkan sejak dulu kala sampai saat ini masih belum diadakan perbaikan. Dalam mengevaluasi hasil berdasarkan data lama yang berkualitas, satu hal yang harus diingat yaitu dengan melakukan koreksi dengan adanya kemajuan dan pengembangan theory atau dengan adanya pembaharuan konstanta.( k).

Evaluasi dari suatu kegiatan penelitian adalah berdasarkan isi dari laporan tertulis. Penelitian belum selesai sebelum semua hasil dilaporkan dengan baik. Sebuah laporan yang baik harus teratur dan terbaca dengan baik sehingga orang yang tidak familier dengan penelitian tersebut dapat mengikuti dengan baik sehingga dapat menangkap makna apa yang sudah dilakukan dan apa saja hasilnya. Tata bahasa yang baik sangat diperlukan agar tidak terjadi mis interpretasi.

Reporting and Evaluation

  

  

Hal yang sangat penting diingat adalah, laporan harus merupakan tulisan yang orisinil. Mengkopi sebagian dari text book, atau laporan yang lain tidak baik dan harus dihindari. Kecuali untuk konstanta atau persamaan theory, setiap data yang diambil dari sumber lain harus mencantumkan referensi yang lengkap kepada sumber itu. Panjang atau pendeknya laporan yang dibuat sangat tergantung dari kebutuhan. Untuk laporan hasil penelitian cukup dilaporkan kemungkinan kesalahan secara kualitatif dan sampai pada diskusi hasil saja. Untuk laporan yang lebih lengkap diikuti dengan penyampaian , perhitungan dan hasil penting dari penelitian yang dilakukan yang meliputi. Abstrak, Pendahuluan, Bahan dan metoda, Hasil , Diskusi, Referensi dan Lampiran

Dr.Ir.T Sembiring 2008, usulan penelitian

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Mengetahui proses penyusunan usulan penelitian.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
• Mampu merumuskan masalah penelitian. • Mampu membuat ICP (Idea Concept Paper). • Mampu menyusun struktur dan isi usulan penelitian. • Mampu melakukan perkiraan biaya serta alokasi sumber daya usulan penelitian.

PER TANY AAN:
Mengapa kita perlu memiliki kemampuan dalam membuat usulan penelitian?

KON SE P DASAR “P EN EMU AN”
• Invention: Penemuan (proses) dan Temuan (hasil).Temuan lahir karena adanya tuntutan untuk pemecahan masalah teknis, artinya muncul sebagai “barang” atau “cara” baru untuk menyelesaikan masalah yang berciri teknis. • WIPO: temuan adalah solusi baru untuk suatu masalah teknis. • An invention that is fully planned is not 'invented' at all. Improvements can be planned, but inventions cannot. It must be born, and then raised.

PRO SES PEN EMU AN (IDEAL)
• • • •

Wu al ah… ( kesal,..ditemukannya ada suatu masalah teknis). Ba gai ma na …, (berfikir keras berusaha untuk memecahkan masalah teknis tersebut). Eureka!!!! (ditemukannya ide untuk memecahkan masalah teknis tersebut/ ada temuan baru ). Tra laa la, lali…. ( lupa capeknya, ide/temuan tersebut laku dijual $$$$$).

PRO SES PEN EMU AN (dal am kebias aan / prakte k)
• • Ahaaaa, ini dia !!!! (adanya kesempatan untuk mengajukan proposal penelitian). Aaah..du du du.,hhh!!! (sibuk nulis proposal , lobi sana-sini, terdesak dead line). Hua..ha..ha..duniya..!!! (proposal
disetujui).

• • •

Horre..eee..!!! ( dana diterima). Hara rese..he..he..he..!!! (senyum masam,…nyengir aja, muka tembok! who care’s!!!, Target tak tercapai ).

Apabi la seseorang bertanya kepada ki ta, Mengapa anda mel akukan penel iti an ? Jawaban tersebut mungkin saj a : prof esi, ingin tahu, untuk mengatasi perm asalahan yang ada, ada pesanan, perl u dat a dan inf ormasi unt uk mengambi l kebi jakan, untuk mencar i jaw aban at as hal /pert anyaan yang bel um terj awab dan lain lai n. Namun yang sangat jel as suatu penel itian mem erl ukan bi aya. Harus ada sponsor/pem beri dana penel it ian ,bisa perorangan, organi sas i / perusahaan atau pemeri nt ah/ Negara. Pi hak penyandang dana mengharapkan data dan inf orm asi akurat yang dii ngi nkan berasal dari suatu kegiatan peneli tian Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian a kual itasnya. yang dapat di per cay

 Kegiatan penelitian (research) pada dasarnya

dapat dibagi bagi menjadi beberapa klasifikasi. Klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Exploratory research, 2. Basicresearch 3. Applied research , 4.Development research , 5. Production research,

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

JEN IS- JEN IS PEN ELI TIAN

I

II

III

I: Penelitian dasar (basic research). II: Penelitian terapan (applied research). III: Penelitian “Joke” (badut,..asalan.)

PEN ELI TI AN DASAR • Bertujuan untuk memahami proses atau pengembangan teknologi baru. • Diperlukan bila penelitian terapan (tipe II) gagal. • Ciri-ciri: ide baru, pendekatan baru, pemahaman secara mendalam tentang ilmu pengetahuan/rekayasa proses.

PEN ELI TI AN TERAPAN • Diperlukan untuk menyusun proses baru. Contoh: efek suhu, pH dan komposisi media pada produksi. • Orientasi pada proses tertentu. • Tidak berkepentingan dalam pengembangan teknologi baru  menggunakan teknologi yang sudah ada.

PEN ELI TI AN “ Joke”
• Replikasi penelitian-penelitian sebelumnya tanpa ada kontribusi baru terhadap ilmu pengetahuan (mirip praktikum di sekolah). • Tujuan utama sangat jelas: iseng, untuk pengumpulan angka kredit (KUM) semata.Tidak didasarkan teori atau akal sehat. • Contoh: (misalnya pemanfaatan udara dingin menguapkan air, Perbedaan bentuk benda terhadap luas kontak/ luas permukaan, dll.).

ALUR PENELITIAN
ICP Usulan Penelitian Rancangan Penelitian

Pengolahan, analisis dan presentasi hasil analisis

Koleksi Data

Penulisan Ilmiah

Lembaga penelitian atau unit penelitian di sebuah organisasi, menugaskan para peneliti di lembaga / organisasi tersebut karena lembaga / organisasi tersebut mendapat dana dari perorangan / perusahaan ataupun pemerintah untuk melaksanakan penelitian tersebut.

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

Ditinjau dari alurnya’  Penelitian bisa berawal dari usulan para peneliti ataupun penugasan dari lembaga untuk dilaksanakan oleh para peneliti.  Terlepas dari apakah penelitian tersebut berupa penugasan ataupun ide dari para peneliti, maka untuk dapat dilaksanakan, suatu penelitian harus terlebih dahulu dibuat suatu usulan penelitian yang disetujui terutama oleh pemberi dana.
Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

1. Usul an penel iti an yang diset ujui untuk di laksanakan harus mengi kuti kai dah kai dah / logika bahwa penel it ian ter sebut layak / berm anf aat dan dapat di laksanakan dengan baik (feasibl e) . 2. Didal am per jal anannya, penel iti an tersebut akan di awasi melal ui perangkat cont rol seper ti pel aporan dan moni tori ng, yang pada akhi rnya setel ah sel esai, dil akukan kegi atan evaluasi secara keseluruhan. 4. Di agr am bl ok di bawah menggam barkan proses yang di lal ui ol eh sebuah penel iti an Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian ini har us

System perencanaan proyek

Usulan penelitian Seleksi Usulan

Proses System Manajemen Proyek

Pemrograman Proyek System Pengawasan Proyek Pelaporan Kemajuan Tindakan Koreksi

System Evaluasi Proyek
Dr.Ir.T Sembiring 2008, usulan penelitian

Evaluasi Proyek Tracking

Idea Concept Paper adalah garis besar usulan penelitian untuk sebuah ide penelitian atau konsep baru, yang mungkin berhasil diajukan sebagai proyek penelitian. ICP harus memuat estimasi periode penelitian dan waktu penyelesaiannya, budget, dan uraian ringkas dari tujuan kegiatan, tinjauan dari isi, metodologi yang akan dipakai dan hasil yang diharapkan.
Dr.Ir.T Sembiring 2008, usulan penelitian

Format atau bentuk ICP memuat rangkuman isi dari ide ide kegiatan. Format ini harus merefleksikan karakteristik dasar dari kegiatan yaitu: Deskripsi ringkas dari pekerjaan dan estimasi kasar dari lama kegiatan dan besarnya dana.

Dr.Ir.T Sembiring 2008, usulan penelitian

IDEA CONCEPT PAPER (ICP)
 Berisi

konsep/gagasan penelitian secara menyeluruh dalam kurun waktu tertentu hingga tercapainya tujuan penelitian yang diinginkan.  ICP digunakan sebagai acuan (TOR) dalam penyusunan proposal penelitian (umumnya proposal dibuat per tahun untuk anggaran dari DIPA).  Dalam ICP sebaiknya dicantumkan pula roadmap penelitian dan roadmap teknologi yang akan diteliti (state-of-the-art review)

(1) JUDUL KEGIATAN (2)NAMA PENGUSUL/NIP

:

PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU

UNIT KERJA/ JABATAN (3) LAMA PENELITIAN KEGIATAN PROGRAM (4) PERKIRAAN DANA

PUSAT PENELITIAN FISIKA DARI 2007 SAMPAI 2009 (3 TAHUN) Tahun I 300.000.000 Tahun II 400.000.000 Tahun III 450.000.000 Jumlah 1.150.000.000

(5) TUJUAN Membantu mengatasi pencemaran sampah organik dan produksi biogas Aplikasi/ pengembangan compressed gas-bioreactor untuk pengolahan sampah organic padat 1. Pengolahan sampah organik menjadi sumber energi alternatif / Methan 2. Pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos 3. Pembuatan briket Arang dari bahan sampah organik

(6) ISI POKOK BAHASAN Penimbunan sampah organik padat (biowaste) merupakan salah satu masalah besar di lingkungan perkotaan, baik dari segi kesehatan, lingkungan maupun estetika. Penanganan yang ada sampai saat ini dengan disediakannya TPA sudah tidak bisa lagi menampung semua permasalahan yang ada. Sedangkan penggunaan teknologi lain seperti incerator, memerlukan cost yang cukup tinggi.. Dalam penelitian ini degradasi bahan-bahan organik padat tersebut akan dilakukan menggunakan mikroorganisme melalui proses fermentasi, yang selanjutnya akan menghasilkan gas methan yang dapat dipakai sebagai bahan bakar atau pemanfaatan sampah organik sebagai bahan baku kompos serta pengolahan sampah organik secara pirolisis menjadi briket arang yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

(7) KATA KUNCI Lingkungan,Biowaste, biodeteroriasi, pirolisis , methan, kompos,briket (8) METODOLOGI Dalam rangka mencapai tujuan penelitian ini maka akan dilakukan: I. Pengolahan sampah organik menjadi gas methan dan kompos • Survey dan pengambilan sample sampah organik padat • Seleksi sampah (raw material) untuk dijadikan masukan bioreaktor • Grinding (pencacahan) sampah organik padat • Pembuatan suspensi sampah organic dan pemisahan serat organik • Pembuatan reaktor skala laboratorium dan pemisahan unit pengomposan • Percobaan fermentasi secara batch dan semi kontinyu (skala laboratorium) dan pengkomposan serat organik • Optimasi dan analisis parameter proses fermentasi dan pengomposan • Pembuatan reaktor skala semi pilot (2 m3 ) • Optimati proses (reduksi HRT atau penambahan loading rate) • Uji coba lapangan • II. Pirolisis sampah organik menjadi briket arang 2.1. Uji coba awal sistem peralatan 2.2.Uji coba tungku pembakaran dengan parameter • Karakterisasi sampel sampah Rancang bangun dan konstruksi peralatan proses skala Lab. Kapasitas 10-20 kg sampah

Penyediaan sarana dan peralatan terdiri dari:

(9) HASIL YANG DIHARAPKAN Prototipe pengolahan sampah organik (biowaste) dan produksi gas methan Publikasi Ilmiah (Nasional : Teknologi Indonesia, dll)

PENGUSUL

KABID

TIM PME

KAPUS/KAPUSLIT/ KARO/KA UPT/ KA BALAI

DISETUJUI*) DIGABUNG*) DIPERBAIKI*) DITOLAK*) Dengan catatan:
• • • •

• • • •

DISETUJUI*) DIGABUNG*) DIPERBAIKI*) DITOLAK*) Dengan catatan:

DISETUJUI*) DIGABUNG*) DIPERBAIKI*) DITOLAK*) Dengan catatan:
• • • •

TANGGAL: Tanda Tangan:

TANGGAL: Tanda Tangan:

TANGGAL: Tanda Tangan:

TANGGAL: Tanda Tangan:

Alur Idea Concep Paper
Tolak / Perbaiki

Pengusul
OK Tolak / Perbaiki

Kepala Bagian ( Ess. III )

OK

Kepala Pusat ( Ess. II )

Esselon I

PME

Tujuan : adalah untuk penyampaian ide ide baru kegiatan penelitian dalam bentuk padat /ringkas ke tingkat management yang lebih tinggi untuk didiskusikan, dieksplorasi dan kemungkinan persetujuan.
Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

Def inisi : Usulan penelitian adalah sebuah dokumen, bermula dari ICP yang disetujui, yang mendiskripsikan konsep ide dengan lebih mendetail berkembang kearah aspek tehnik, financial dan manajerial dari kegiatan. Untuk memfasilitasi kesepahaman , seleksi dan persetujuan dari usulan penelitian yang potensial, diperlukan format proposal yang spesifik yang memuat informasi yang cukup, jelas dan terarah (concisely).
Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

Tujuan dari Usulan Penelitian adalah untuk menggambarkan profil profil umum dari tujuan dan sasaran, pekerjaan yang akan dilakukan , Hasil yang diharapkan dan deskripsi pendanaan yang detail dari proyek/kegiatan tersebut. Informasi ini dipakai untuk proses seleksi dan untuk membuat perangkat pengawasan dan evaluasi

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

Tu jua n se cara terpe ri nci dap at diuraika n sb b: : • Untu k pen gama na n da n petu njuk ba gi man ajeme n. • Untu k me mas tikan bah wa keg iatan ya ng di re nc ana ka n ko ns ist en den ga n tuj uan jang ka pan jan g • Untu k me ng urangi Ove rl ap pi ng, ko mi tmen pe nelitian ya ng si a si a dan ko nflik ke bu tuh an su mb er daya . • Untu k me nd apa tka n semu a perjanjian (agre ement)/ komi tm en, te ntang pe kerj aan , pe ra n, tug as, wak tu dan pe njad wa lan. • Untu k me ny iap ka n dasa r/a lat untu k Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian n pen gama tan pe nga wa sa n da

• •


Suatu usulan penelitian harus mengikuti format yang sudah ditentukan oleh penyandang dana Struktur Usulan penelitian yang harus ada : abstrak, kata kunci, latar belakang permasalahan, tujuan dan sasaran, pendekatan atau metodologi biaya dan penjadwalan. Dengan mereview hal hal tersebut akan dengan cepat dapat ditentukan apakah penelitian tersebut berbobot atau tidak.

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

Usulan penelitian yang baik merupakan peta perjalanan (tahapan) penelitian yang mantap

STRUKTUR PROPOSAL (1)
• Lembar Informasi Proyek (Keterangan Umum, Data Kegiatan, Lembar Pengesahan). • Judul. • Abstrak. • Kata Kunci.

STRUKTUR PROPOSAL (2)
• Pendahuluan. • Latar Belakang, Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian. • Perumusan Masalah. • Tujuan dan Sasaran. • Kerangka Analitik. • Hipotesis. • Daftar Pustaka.

STRUKTUR PROPOSAL (3)
• Metodologi. • Faktor Resiko Keberhasilan. • Faktor Pendukung Keberhasilan. • Faktor Penghambat Pencapaian Sasaran. • Road Map Hasil Penelitian. • Hasil yang telah dicapai. • Hasil yang diharapkan.

STRUKTUR PROPOSAL (4)
• • • • • Aspek Strategis. Pelaksana Penelitian dan Institusi Mitra. Jadwal Kegiatan. Personalia Penelitian. Pembiayaan. • Biaya sesuai umur kegiatan. • Rincian biaya tahun anggaran yang diusulkan (gaji/upah, bahan, perjalanan, peralatan dan mesin, lain-lain).

Pada bagian ini disampaikan secara “Lugas” kegiatan yang akan dilaksanakan dengan menjelaskan masalah ilmiah yang akan diteliti dan latar belakangnya, tahapan penelitian, hipotesa yang akan dibuktikan serta dampak atas hasil hipotesis tersebuut atau kegunaan hasil penelitian serta metodologi yang dipakai untuk mengungkap masalah penelitian Dr.Ir.Ttersebut. usulan penelitian Sembiring 2005,

Tuliskan kata kunci yang dapat berupa; • Obyek •lokasi, • issue, •permasalahan, •sasaran

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

Mencakup tinjauan pustaka dan state of the art dari penelitian yang akan dilakukan (review atas paten, riset sebelumnya, perbedaan dengan riset yang ada/ tinjauan paten dll)

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

•Jelaskan masalah yang akan diteliti dan rencana penyelesaiannya sesuai dengan metodologi dilengkapi dengan tehnik observasi dan pengumpulan data, pengolahan data dan penafsirannya. •Sampaikan juga kesiapan tenaga pelaksana penelitian yangmendukung keberhasilan.
Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

Tu ju an d an sa saran
umum dan spesi fi k

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

Kegunaan Khusus/ Tujuan Khusus: Khusus Jela skan m anfa at dari Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian hasil p enelitia n.

Hipotesis adalah jawaban tentative terhadap masalah riset berdasarkan pengetahuan yang ada dan logika, yang kemudian akan dibuktikan kebenarannya. Tidak selamanya hipotesis harus dicantumkan apabila corak penelitian yang dilakukan tidak mengharuskan adanya hipotesis. Tujuan pembuatan hipotesis adalah : membuat rambu rambu agar perhatian peneliti dalam kegiatan penelitian tersebut lebih terfokus pada informasi ataupun data yang diperlukan bagi pengujian hipotesis

Uraikan secara rinci bagaimana cara mendekarti/memecahkan permasalahan untuk mencapai hasil yang diharapkan seperti , cara dan instrument pengumpulan data, pengolahan dan analisis data serta uji mutu data yang sesuai dengan rancangan penelitian yang dibuat.

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

Kelengkapan komponen

Kewajaran jumlah keseluruhan

Kewajaran pada tiap tiap bagian

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

Bia ya /R encana Biaya
•Merupakan aspek yang sangat penting. •Penyusunan rencana anggaran harus dibuat secara rasional ( ABC fro m A BS ) •Kelayakan biaya sering berpengaruh dalam penentuan layak tidaknya usulan untuk dibiayai.

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

•Menunjukkan bagaimana pengusul akan mengatur waktu pelaksanaan seluruh kegiatan sampai hasil yang diharapkan dapat dicapai. •Dalam menyusun jadwal , perlu mempertimbangkan berbagai hal yang terkait langsung dengan rencana kegiatan penelitian yang diusulkan seperti : Kelonggaran waktu dan kesempatan (lapangan) Musim Faktor pendukung yang berupa sarana, dana dan fasilitas lainnya. •Susunlah jadwal berdasarkan Activity Block Schedule (ABS). sedapat mungkin hindari bottle neck dalam melaksanakan tahapan kegiatan. Apabila mungkin laksanakanlah tahapan kegiatan secara parallel, sekali lagi faktor sumber daya sangat menentukan.

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

Activity Block Schedule
KEGIATAN a START KEGIATAN B KEGIATAN C 1 KEGIATAN “X” 20 KEGIATAN z KEGIATAN Q KEGIATAN P KEGIATAN R KEGIATAN X KEGIATAN n s E L E S A I

6 26 Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

R Sdm, Alat, Bahan u p i a h

Activity Barchart (Schedule)
Dari blok schedule diubah ke dalam bentuk barchart, ditampilkan sebagai jadwal
Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agu Sep Okt Nov Des
-2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9 -10 -11 -12 -13 -14

No
-1

Rencana Kerja

1

Pengadaan bahan dan peralatan

///

/////

/////

/////

/////

/////

/////

/////

2 3 4

Suevey Lapangan Pengambilan sample Karakterisasi contoh :

///// //////

///// ////// //////

///// ////// //////

///// ///// //////

////// ///// //////

////// ///// //////

////// ///// //////

////// ///// ////// /////

-

Kimia fisik

Mikro organisme (bakteri, fungi)

6

Perc. skala lab. : Biodegradasi

/////

/////

/////

/////

/////

/////

/////

7 8

Koordinasi Pelaporan

/////

///// /////

/////

/////

///// /////

/////

/////

///// /////

/////

///// /////

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

Dr.Ir.T Sembiring 2005, usulan penelitian

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->