BAB I PENDAHULUAN

Tekanan darah tinggi sering dijumpai pada orang dewasa. Angka kejadiannya di dunia sebagaimana yang dihimpun dan dilaporkan oleh Kearney dkk., (2005) ialah sekitar 2 ! pada orang dewasa, dengan berbagai perbedaan antar"negara. Tekanan darah tinggi (hipertensi) bila ditinjau dari pre#alensi yang $ukup tinggi dan akibat yang ditimbulkannya merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat. %ipertensi sendiri tidak menunjukan gejala maka sering baru disadari bila telah menyebabkan gangguan organ misalnya gangguan &ungsi jantung atau gangguan koroner, gangguan &ungsi ginjal, gangguan &ungsi kogniti& atau stroke. Tidak jarang hipertensi ditemukan se$ara tidak sengaja waktu pemeriksaan kesehatan rutin atau datang dengan keluhan lain. 'ampai saat ini hipertensi masih tetap menjadi masalah karena beberapa hal antara lain meningkatnya pre#alensi hipertensi , masih banykanya pasien hipertensi yang masih belum mendapat pengobatan maupun yang sudah diobati tetapi tekanan darahnya belum men$apai target, serta adanya penyakit penyerta dan komplikasi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. (ata epidemiologi menunjukan bahwa dengan makin meningkatnya populasi usia lanjut, maka jumlah pasien dengan hipertensi kemungkinan besar juga akan bertambah, dimana baik hipertensi sistolik maupun kombinasi hipertensi sistolik dan diastoli$ sering timbul pada lebih dari separuh orang yang berusia lebih dari 5 tahun. 'elain itu, laju pengendalian tekanan darah yang dahulu terus meningkat dalam de$ade terakhir tidak menunjukan kemajuan lagi (pola kur#a mendatar), dan pengendalian tekanan darah ini hanya men$apai )*! dari seluruh pasien hipertensi. 'ampai saat ini, data hipertensi yang sudah lengkap sebagian berasal dari +egara yang sudah maju. (ata dari The National Health and Nutrition Examination Survey (+%+,') menunjukan bahwa dari tahun -..."2000 insiden hipertensi pada orang dewasa adalah sekitar 2.")-!yang berarti terdapat 5/" 5 juta orang yang menderita hipertensi di Amerika dan terjadi peningkatan -5 juta dari data +%+,' 000 tahun -.//"-...-. %ipertensi tidak selalu menimbulkan keluhan. Keadaan yang asimptomatik dapat menghambat penegakan diagnosis. 1engobatan yang berkesinambungan dan medical check up
1

berkala yang rutin sangat diperlukan dalam tatalaksana pasien dengan hipertensi. 'angat disayangkan hal ini sulit dijalankan oleh sebagian besar masyarakat, mengingat ketidakpahaman akan suatu penyakit yang dideritanya dan menyangkut masalah ekonomi.(alam tatalaksana hipertensi selain dibutuhkan obat"obatan minum, juga memerlukan kerja sama dan kepatuhan yang kuat antara seorang pasien yang mempunyai hipertensi dan dokter yang merawatnya dalam hal pengaturan pola makan, pola hidup dan kebiasaan. Terkadang dibutuhkan obat"obatan penurun tekanan darah yang merupakan obat kombinasi, dimana aksinya saling melengkapi. 'elain itu pemilihan jenis obat, harga obat, e&ek samping obat, dan edukasi pasien sangatlah penting. ,dukasi pasien tentang penyakit yang dideritanya sangatlah penting untuk membantu pasien mengerti tentang hipertensi yang dideritanya, dimana dibutuhkan kepatuhan, kesadaran akan kesehatan dan pengontrolan yang $ukup kuat agar tekanan darah seorang pasien dapat terkontrol dan sesuai target yang diharapkan-,2. Kebanyakan penderita hipertensi lalai dengan pengobatannya, karena hipertensi umumnya tidak menyebabkan gangguan, tidak menyebabkan kurang nyaman , malah tidak jarang pasien merasa kurang nyaman bila minum obat tekanan darah tinggi. Tidaklah mengherankan hipertensi dijuluki sebagai the silent killer. %al ini perlu diedukasikan kepada pasien serta perlunya kesepakatan antara dokter dan pasien untuk men$ari obat yang e&ek sampingnya paling sedikit. 2reis (-.35) meneliti man&aat pengobatan hipertensi untuk men$egah terjadinya stroke. 'ebanyak 30 pasien hipertensi diberikan terapi, dan dibandingkan dengan 3) pasien yang tidak mendapatkan pengobatan.Tekanan diastole mereka berkisar antara --5" -2.mm%g. 'etelah follow up selama -/ bulan, didapatkan pada kelompok yang mendapat pengobatan - (-,*!) mendapat stroke, sedangkan pada yang tidak mendapat pengobatan 3,2! mendapat stroke. (ari penelitian tersebut jelas terlihat bahwa mengobati tekanan darah tinggi dapat mengurangi kematian dari dampak terhadap organ lain yang mungkin terjadi)

2

BAB II HIPERTENSI

II.1 Pengertian %ipertensi adalah suatu kondisi medis yang kronis dimana tekanan darah (T() meningkat diatas tekanan darah yang disepakati normal *. 4empunyai de&inisi tekanan darah arterial yang tinggi dapat tidak memiliki sebab yang diketahui (essensial atau idiopati$) atau yang berkaitan dengan penyakit lain (secondary) . Tekanan darah terbentuk dari interaksi antara aliran darah dan tahanan pembuluh darah peri&er. Tekanan darah meningkat dan men$apai suatu pun$ak apabila aliran darah deras misalnya pada waktu sistol, kemudian menurun pada waktu aliran darah berkurang seperti pada waktu diastole. (engan demikian didapatkan dua ma$am tekanan darah, yaitu tekanan darah sistolik (normal 5 -20 mm%g) dan tekanan darah diastoli$ (normal 5 /0 mm%g). 1erbedaan antara tekanan sistolik dan diastoli$ disebut tekanan nadi ( pulse pressure , normal 5 *0 mm%g) *. Tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan dimana upaya penurunan tekanan darah akan memberikan man&aat lebih besar dibandingkan dengan tidak melakukan upaya tersebut. (isadari bahwa tekanan darah adalah kontinum, dimana resiko kardio#askular bila tekanan darah diatas --0635 mm%g, jadi tidak ada angka yang pasti yang dapat menggambarkab bertambahnya resiko tersebut, 'uatu angka adalah suatu $onsensus atau kesepakatan bersama 2.

II.2 Epidemiologi %ipertensi sering dijumpai pada orang dewasa. Angka kejadiannya di dunia sebagaimana yang dihimpun dan dilaporkan oleh Kearney dkk (2005) ialah sekitar 2 ! pada orang dewasa, dengan berbagai perbedaan antar +egara2. 4enurut data National Health and Nutition Examination Survey ( +%A+,') pada tahun -.3 "2000, pre hipertensi dan hipertensi mengenai lebih dari -00 juta penduduk di Amerika 'erikat. 'ekitar *2 juta penduduk laki"laki dan 2/ juta
3

penduduk wanita dengan usia di atas 20 tahun menderita prehipertensi.'ekitar -) juta penduduk laki"laki dan -2 juta wanita menderita hipertensi derajat 0 serta sekitar * juta penduduk laki"laki dan 3 juta wanita menderita hipertensi derajat 00. 4enurut data dari +%A+,' , 2/,3! penduduk dewasa di Amerika 'erikat atau 5/,* juta orang menderita hipertensi ( T( sistolik 7-*0 mm%g dan T( diastoli$ 7 .0 mm%g), dan sekitar )),5! penderita hipertensi yang terbanyak adalah orang kulit hitam. 1eneltian juga mengatakan penderita hipertensi akan meningkat dengan bertambahnya usia, dimana usia 7 0 tahun memeiliki pre#alensi *,5! dari seluruh penderita hiperrtensi. +amun dari sekitar *-,. juta orang dengan hipertensi , )-! (-),- juta) nya tidak menyadari akan hipertensi yang dialaminya, -3! (3 juta) mengetahui akan hipertensinya namun tidak mengobatinya, 2.! (-2 juta) mengobati hipertensi namun tidak terkontrol , dan hanya 2)! yang mengobati hipertensi nya dalam keadaan terkontrol.. Tabel -. ,pidemiologi 1re#alensi %ipertensi yang 4eningkat 'esuai 8sia

4

Tabel 2. 1re#alensi 1engontrolan dan 1engobatan %ipertensi 4enurut 8sia

II.3. Fi iologi Pengat!ran Te"anan Dara# 1engaturan tekanan darah arteri rata"rata dilakukan dengan mengontrol $urah jantung, resistensi peri&er total dan #olume darah. Tekanan darah arteri rata"rata adalah gaya utama yang mendorong darah ke jaringan. Tekanan ini harus diatur se$ara ketat dengan 2 alasan, pertama tekanan tersebut harus $ukup tinggi untuk menghasilkan gaya dorong yang $ukup, tanpa tekanan ini otak dan jaringan lain tidak akan menerima aliran yang adekuat , Kedua tekanan tidak boleh terlalu tinggi sehingga menimbulkan beban kerja tambahan bagi jantung dan meningkatkan resiko kerusakan pembuluh serta kemungkinan rupturnya pembuluh"pembuluh halus 5. 'e$ara hemodinamik, tekanan darah ditentukan oleh cardiac output (9:) dan tahanan peri&er . 9: adalah penentu tekanan darah sistolik, sedangkan tahanan peri&er adalah penentu utama tekanan darah diastoli$. (engan demikian, pasien yang memiliki tekanan darah sistolik tinggi berarti cardiac output meningkat, sedangkan yang memiliki tekanan darah diastoli$ tinggi berarti
5

2aktor"&aktor resiko yang menyebabkan timbulnya kenaikan tekanan darah antara lain = -. (engan demikian pre load se$ara tidak langsung menentukan cadiac output. tetapi remodeling dari endotel . 2aktor yang meningkatkan stroke volume atau laju jantung meningkatkan tekanan darah sistolik.1 S! !nan ara& otonom 6 . II. stroke volume < laju jantung. II. Tekanan rata"rata dapat dihitung dengan rumus 4A1= -6) 11 > (?1. 'istem sara& simpatis = tonus simpatis dan #ariasi diurnal ). Fa"tor Re i"o Hiperten i %ipertensi adalah penyakit multi&aktorial yang timbul terutama karena interaksi antara &a$tor"&aktor resiko tertentu. dan aldosteron-.$. (ilatasi #ena sentralis menurunkan pre load yang selanjutnya akan menurunkan tekanan darah*. otot polos. dimana endotel pembuluh darah berperan utama. 9: . stress. Mean artery pressure (4A1) atau tekanan darah rata"rata adalah tekanan rata"rata dalam satu siklus denyut jantung.tahanan peri&er meningkat. 2aktor resiko . ras. meroko. (arah dari #entrikel kanan dipompa ke paru kemudian masuk ke #entrikel kiri dan dipompa ke sirkulasi sistemik.%. sedangkan stroke volume atau isi sekun$up ditentukan oleh kontraktilitas miokard. dan interstisium juga memberikan kontribusi akhir *. 1engaruh sistem otokrin setempat yang berperan pada sistem renin .% Pato&i iologi ?eberapa komponen yang ikut bertanggung jawab terhadap terjadinya hipertensi. genetis 2. Keseimbangan antara modulator #asodilatasi dan #asokonstriksi. angiotensin. @olume darah dari #ena sentralis yang kembali ke jantung membentuk tekanan pengisian pada #entrikel kanan disebut pre-load. antara lain). seperti = diet dan asupan garam. *= II. obesitas.

demikian pula sebaliknya. Atau obat"obat yang dapat menghambat e&ek dari noradrenalin atau adrenalin seperti B blo$ker dan C blo$ker juga menurunkan tekanan darah. atau terjadi penurunan jumlah elektrolit seperti +a>. %al ini disebabkan karena katekolamin dalam darah meningkat. Aadi sistem sara& otonom mempunyai peranan yang penting dalam mempertahankan tekanan darah yang normal. II. terjadilah penebalan dan kekakuan dinding arteriol. Aadi.%. Apabila sistem ini terganggu.2 'toreg!la i peri&er 1ada keadaan normal.blo$ker memiliki e&ek menurunkan tekanan darah. juga mengatur tonus #as$ular dan akti#itas sara& simpatis. dan $airan tubuh.%. +a>. maka ginjal akan menahan lebih banyak garam dan air untuk meningkatkan tekanan darah. dan 9l" di tubulus distal ginjal. atau metildopa semuanya dapat menurunkan tekanan darah. Apabila keadaan ini berlangsung lama. II. penambahan matriks dan densitas kolagen yang erat hubungannya dengan stimulasi rennin angiotensin. maka sel ju<taglomerular pada arteriol ginjal akan 7 . 9a>>. Akti#itas sara& simpatis ( adrenergi$) yang meningkat menyebabkan tekanan darah meningkat.di arteri yang akan menyebabkan #asokonstriksi. maka akan terjadi lebih banyak mengalir dalam sirkulasi. %al ini akan merangsang proses otoregulasi di jaringan lo$al menyebabkan arteriol berkontraksi. Apabila tekanan darah turun. dan C". 'istem DAA mengatur keseimbangan K>.. tubuh memiliki volume pressure adaptive mechanism dari ginjal yang mempertahankan tekanan darah tetap normal.3 (e"ani me Renin Angioten in Aldo teron 'istem Denin"Angiotensin"Aldosteron (DAA) ikut berkontribusi pada homeostasis tekanan darah.Aadi obat"obat yang mampu menghambat pengeluaran katekolamin seperti reserpin. klonidin.di jantung yang meningkatkan 9ardia$ output. adrenalin dan noradrenalin yang merupakan katekolamin utama dalam tubuh merangsang adrenoreseptor B. obat" obat yang memiliki e&ek #asodilatasi seperti hidralasin.'timulasi sistem sara& otonom dapat menyebabkan konstriksi arteriola dan dilatasi arteriola. 'elanjutnya terjadi peningkatan resistensi peri&er yang mengakibatkan tekanan darah meningkat. K>. juga merangsang adrenoreseptor C. Apabila karena suatu sebab tekanan per&usi pada ginjal menurun. 99?.

kekurangan K> dalam darah menyebabkan peningkatan resistensi peri&er. 1emberian diureti$ selain menurunkan #olume darah. inhibitor selain menghambat pembentukan Ang"00.%.2 dan 1FA yang disekresi dari ginjal mampu meningkatkan sekresi air dan +a>."inhibitor atau obat"obat yang menghambat e&ek Ang"00 seperti Angiotensin Deseptot ?lo$ker (AD?) juga Direct Renin 0nhibitor ((D0) berman&aat menurunkan tekanan darah. II. antara lain = a.). Denin akan mengubah angiotensiogen menjadi angiotensin".melepaskan banyak rennin ke dalam sirkulasi (pelepasan rennin juga dapat dirangsang oleh katekolamin). Angiotensin 00 memiliki beberapa e&ek. b. 4erangsang hipertro&i dinding arteri dan miokardium.% )er! a"an Endotel 8 . juga meningkatkan prostaglandin dan bradikinin sehingga A9. 1F. ?eberapa progtaglandin (1F) dan kinin memiliki e&ek #asodilatasi. 'ebaliknya diit rendah garam menurunkan presentasi hipertensi. %al ini disebabkan peningkatan +a> meningkatkan #olume darah dan hormone natriuretik. merangsang angiotensin reseptor (AT"-) pada dinding arteri menyebabkan #asokonstriksi. A9. 9a>> dan K> juga mempengaruhi tekanan darah. (iit rendah 9a>> menyebabkan ketidakseimbangan 9a>> intra dan ekstraselular menyebabkan #asokonstriksi.$ Pengar!# ele"trolit 'tudi epidemiologi menunjukan diit tinggi garam berhubungan dengan pre#alensi stroke dan hipertensi yang tinggi. II. 4eningkatkan sekresi aldosteron dari kelenjar adrenal d. (engan demikian obat" obat yang menghambat pembentukan Ang"00 seperti A9.akan diubah menjadi Ang"00 oleh Angiotensin 9on#erting . ?eberapa studi melaporkan bahwa gangguan sistem prostaglandin atau gangguan sistem kallikrein"kinin dapat mengakibatkan hipertensi.(Ang"-) yang selanjutnya Ang". 1eningkatan +a> dalam sirkulasi juga meningkatkan sensiti#itas adrenoseptor C".%. 4eningkatkan pelepasan adrenalin $.terhadap katekolamin. +amun bagaimana mekanisme terjadinya belum diketahui se$ara pasti. 'ama halnya dengan K>."inhibitor juga AD? digunakan sebagai obat antihipertensi.nEyme (A9. juga menurunkan konsentrasi +a> di dalam darah sehingga diureti$ digunakan sebagai obat"anti hipertensi.

penting untuk mempertahankan otoregulasi pembuluh darah terhadap keadaan patologis.A#A& P*#23*# - .ndotel yang sehat memiliki e&ek anti" adhesi#e untuk men$egah sel darah menempel pada dinding pembuluh darah./#A& JA+)/+0 1 )A&A+A+ %ipertensi . Dadikal bebas menyebabkan penurunan bioa#ailabilitas +: sehingga terjadi gangguan relaksasi #as$ular. .. Kerusakan endotel dihubungkan dengan adanya peningkatan radikal bebas dan mikroin&lamasi. 1eningkatan 9A dan6atau peningkatan T1 autoregula si 9 . Kerusakan endotel selanjutnya akan menyebabkan remodeling #as$ular dan penurunan compliance yang akhirnya meningkatkan resistensi peri&er Asupan garam berlebih Jumlah nefron berkuran g stres s Perubaha n genetis obesit as Bahan bahan !ang berasal "ari en"otel #etensi natrium gin$al Penurunan permukaa n filtrasi Akti%itas berlebih saraf simpatis #ennin angiotens in berlebih Perubaha n membran e sel hiperinsulinemi a ' %olume "arah (onstriksi %ena ' preloa" 'kontraktilit as (onstriksi fungsionil &ipertrofi struktural )*(A+A+ . 'ama halnya dengan mikroin&lamasi. ?erbagai substan yang dilepaskan oleh endotel seperti nitric oxide (+:) dan endotelin".ndotel memiliki peranan sangat luas dalam menentukan &isiologi dan patobiologi pembuluh darah. sebaliknya terjadi peningkatan reakti#itas kontraktil #as$ular. tumor necrosis factor ! (T+2 C) dan 0ntreleukin " (0G" ) meningkat pada pendetita hipertensi dibanding orang normal. beberapa studi melaporkan bahwa petanda in&lamasi seperti reactive protein (9D1).

Klasi&ikasi berdasarkan . merokok. keseimbangan antara modulator dilatasi dan #asokonstriksi (d). pengaruh sistem otokrin setempat yang berperan pada sistem rennin.%ipertensi primer (essensial) 'embilan puluh lima persen penderita hipertensi termasuk golongan hipertensi primer atau penyebabnya tidak dapat diidenti&ikasi.* )la i&i"a i dan Etiologi Hiperten i A.tiologi (apat dibedakan menjadi hipertensi primer ataupun sekunder A.Fambar-.sistem sara& simpatis yang dipengaruhi oleh tonus simpatis dan #ariasi diurnal ($).. obesitas. %ipertensi essensial adalah penyakit multi&aktorial yang timbul terutama karena interaksi antara &aktor"&aktor resiko tertentu dimana penyebabnya merupakan interaksi yang kompleks antara &a$tor geneti$ dan berbagai &a$tor lingkungan diantaranya = (a) &a$tor resiko seperti diet dan asupan garam.2 2aktor H&aktor yang berperan dalam hipertensi II. genetis (b). 14 . stress. ras. 2aktor"&aktor yang berpengaruh pada %ipertensi Fambar.

1enyebab %ipertensi 'ekunder yang dapat diidenti&ikasi) Apnoe tid!r Dipi+! ole# o. 1ada sekitar 5! kasus hipertensi dapat diduga penyebabnya.2.at Pen-a"it gin.2 %ipertensi sekunder 1re#alensi hipertensi sekunder adalah sekitar 5"/! dari seluruh penderita hipertensi . A. 1ada table dikemukakan kemungkinan penyebabnya Tabel 2.. Ang"0 kemudian oleh A9.angiotensin.er"aitan dengan o. suatu peptide yang memiliki e&ek #asokonstriksi dan meningkatkan sekresi aldosteron dari kelenjar adrenal*. dikon#ersi menjadi Ang"00. .a" "roni Aldo teroni me primer Pen-a"it Reno/a "!lar Terapi dengan teroid "roni dan 0! #ing indom Feo"romo itoma )oar"ta io aorta Pen-a"it tiroid ata! paratiroid A. Fen"gen yang berpengaruh pada mekanisme 11 .at ata! . dan aldosteron.Fenetik %ipertensi dapat disebabkan oleh mutasi dari satu gen yang diturunkan berdasarkan hukum mendel. 1eningkatan rennin se$ara $epat mengkon#ersi angiotensionogen menjadi Ang"0.

%ipertensi terjadi karena berkurangnya permukaan &iltrasi glomerulus menyebabkan gangguan ekskresi garam dan air sehingga terjadi peningkatan #olume intra#as$ular. 1enyebab yang lain adalah in&lamasi dan perubahan &ibroti$ pada pembuluh darah intrarenal menyebabkan per&usi di jaringan ginjal menurun sehingga terjadi peningkatan akti#itas sistem DAA. Tanda"tanda hipertensi reno#askular adalah =a).2. A. 1enyakit 1arenkim Finjal 1enyakit parenkim ginjal seperti dia"etic nefropati# inflammatory $lomerular disease# tu"ular interstisial disease# dan polycystic kidney disease merupakan penyebab utama hipertensi sekunder. b). gen yang meregulasi reakti#itas otot polos #as$ular. A. %ipertensi resisten terhadap )"* obat antihipertensi $).2.2. %ipertensi terjadi pada umur antara 20"50 tahun. %ipertensi reno#askular Adanya penyempitan arteri renalis akibat fi"rous muscular hyperplasia %fi"romuscular dysplasia) yang sering mengenai wanita muda atau atheros$lerosis yang terjadi pada lansia dapat menurunkan aliran darah ke ginjal.epigastrik atau a.).terjadinya hipertensi adalah gen yang meregulasi substansi pressor angiotensin 00. d). ditemukan penyakit aterosklerotik pada aorta atau arteri peri&er (dilaporkan bahwa -5"25! penderita dengan penyakit aterosklerotik ekstremitas bawah yang simptomatik 12 .renalis. Adanya bising pada a. Telah dibuktikan bahwa penurunan 50! tekanan per&usi ginjal akan mengakibatkan peningkatan sekresi renin dari ju<taglomerular #asa a&eren yang mempresipitasi terjadinya hipertensi.

Terjadi perburukan paradoksikal dari hipertensi setelah pemberian diureti$ h). %ipertensi pada sindrom $ushing mungkin disebabkan oleh retensi garam dan air akibat peningkatan kadar mineralokortikoid atau mungkin berhubungan dengan sintesis berlebihan dari angiotensinogen dari hati akibat rangsangan glukokortikoid yang selanjutnya akan meningkatkan kadar Angiotensin 00 dalam darah. hal ini sangat men$urigakan suatu hiperaldosteronisme primer. Apabila dalam perhitungan ditemukan aldosteron plasma6renin plasma 7 )0 dengan konsentrasi aldosteron I -5 ng6dl. 'etelah lokasi adenoma adrenal ditemukan melalui pemeriksaan 4D0 atau 9T s$an . %al ini terutama disebabkan karena o#er dosis dari pemberian obat"obat kortikosteroid.2. atau disebabkan produksi hormone kortikosteroid yang berlebihan dari korteks adrenal akibat adenoma hipo&ise (hipersekresi A9T% dari hipo&ise) atau tumor adrenal.5 ng6ml6jam).2.juga menderita stenosis pada a. Apabila terjadi perburukan &ungsi ginjal setelah pemberian A9. 1emberian obat antagonis Angiotensin 00 seperti 13 .ng6dl). gagal jantung berulang.* %iperaldosteronisme 1rimer 1enyakit ini disebabkan adanya adenoma atau hyperplasia adrenal bilateral sehingga terjadi sekresi aldosteron se$ara berlebihan dari korteks adrenal.5. A. hipokalemia dan eksresi K> melebihi normal di dalam urine.5 mg6dl). AEotemia ( serum kreatinin le#el I -. inhibitor. renalis).maka pengangkatan tumor dapat menyembuhkan hipertensi. proteinuria sedang (J -. 'indrom 9ushing 4erupakan kumpulan gejala sebagai akibat kelebihan hormone kortikosteroid. (iagnosis biasanya berdasarkan temuan adanya peningkatan konsentrasi aldosteron plasma (normal -". penurunan akti#itas renin plasma (normal = -"2. &). A. e). atau insu&isiensi renal yang progresi& g).5 gran6hari).

dan B. 1enyebabnya adalah tumor medulla adrenal. $emas. ?erhubung penyebabnya adalah o#er stimulasi pada adrenoseptor C.radialis.di pembuluh darah dan jantung. tremor. Tandanya adalah T( sistolik sangat tinggi pada ekstremitas atas atau pada a. 9oar$tasio Aorta 9oar$tasio aorta adalah penyakit $ongenital dimana terjadi penyempitan ar$us aorta tepat di distal per$abangan arteri sub$la#ia sinistra.3. A. Kadar metane&rin I2. ?eberapa tes yang dapat digunakan untuk mendiagnosis &eokromositoma antara lain = a.2. A. (engan demikian biasanya khas yaitu sakit kepala. perspirasi. sedangkan T( sistolik di ekstremitas bawah rendah (pulsasi di ekstremitas bawah lemah).2. maka terapi &eokromositoma adalah C.dan C.blo$ker dapat juga diberika 99? seperti ni&edipin dan amlodipin. T( diastoli$ pada 14 . 1engobatan de&initi& adalah men$ari lokasi tumor penyebab dan dilakukan reseksi. 2eokromositoma 1re#alensi &eokromositoma adalah 0. 1eningkatan hasil metabolisme katekolamin yaitu @anillyl 4adeli$ A$id (@4A) di dalam urine $. atau kadar katekolamin I-)5 ug6mg kreatinin dalam urine.. tekanan darah &luktuati&. dimana tumor ini melepaskan banyak adrenalin sehingga terjadi o#er stimulasi adrenoseptor B".salarasin e&ekti& menurunkan tekanan darah.2 ug6mg kreatinin dalam darah. 1eningkatan kadar adrenalin dan noradrenalin dalam darah dan urine sewaktu terjadi serangan b. Kelainan ini biasanya disertai dengan katup aorta bi$uspid.-! dari seluruh penderita hipertensi . palpitasi.

akromegali. A.2. T( biasanya masih tinggi pada tahun pertama karena telah terjadi perubahan sistem DAA.2. A. Apabila disertai kejang"kejang.2.. dimana studi epidemiologi menunjukkan bahwa pre e$lampsia dan e$lampsia disebabkan oleh suatu reaksi imunologis. 1eningkatan tekanan darah pada kehamilan I 20 minggu dengan proteinuria disebut pre"e$lampsia.-0 Gain"lain ?erbagai kondisi yang dilaporkan dapat menyebabkan hipertensi antara lain hiperkalsemia. %al ini disebabkan adanya ekspansi #olume akibat peningkatan sekresi rennin substrat dari hepar yang selanjutnya meningkatkan akti#itas sistem DAA. 1enatalaksanaan penyakit ini adalah dengan dengan bedah atau stenting. peningkatan tekanan intra$ranial. hiper atau hipotiroidea. dan +'A0(s. 1enggunaan estrogen Telah dilaporkan bahwa 5! wanita yang menggunakan kontrasepsi ( terutama usiaI )5 tahun dan obesitas) terjadi peningkatan tekanan darah./ Kehamilan Termasuk disini adalah pre"e$lampsia dan e$lampsia. ta$olimus.ekstremitas atas dan bawah biasanya sama. hal ini disebabkan adanya per&usi pla$enta yang tk adekuat sehingga merangsang pelepasan Eat #asoakti& dan &a$tor angiogenik yang mengakti&kan sistem koagulasi dan #asokonstriksi. Teori baru mengatakan bahwa penyakit ini merupakan jejas endotel dan kelainan otot polos #as$ular dimana banyk substansi berperan yang dapat merusak endotel A. Tanpa inter#ensi bedah prognosis pasien $oar$tasio aorta buruk. penggunaan obat"obatan seperti $y$losporine. Kalaupun telah dilakukan inter#ensi. 15 . maka hal ini disebut e$lampsia. 1atogenesis hipertensi karena kehamilan merupakan multi&a$tor.

5.6/0"/* -)0"-)./ 'in$lair dkk(-.2 " " 0.) Aumlah 1asien "%ipertensi essensial "1enyakit Finjal Kronis "1enyakit Deno#askular "Koarktasio aorta "Aldosteronisme primer "'indrom 9ushing "2eokromositoma "Kontrasepsi *). 1erubahan klasi&ikasi Tekanan darah A+9 @0 dan A+9 @00/ 1N0 2I 'ptimal Normal Borderline Hiperten i Stage I SBP 3 DBP J-206/0 -20"-2.2 " ?erglund Dudni$k dkk (-. 7-*06.0.0. 0.0 -*0"-5.Tabel )..0".2 " 0. 16 ommittee on 'revention# Detection# Evaluation# and Treatment of Hi$h (lood 'ressure (A+9 @00) membagi hipertensi menjadi * 1N0 2II Normal Pre#iperten i Hiperten i Stage I . 5 * 0.. Klasi&ikasi ?erdasarkan Tekanan darah 4enurut The Seventh Report of the &oint National kategori = Tabel*.2 (anielson (-.5. .2.0 ?.0.* 5 0.) 2./3) )3/) . /.2 0.) 0.) 0.3 ) /.6.5 0.3 0./-) -000 .* 0. Aenis (iagnosis 1enyebab serta 2rekuensinya (!) 1ada %ipertensi) (iagnosis Fi&&ord (-.0.2 0." " " dkk (-.6/5"/. .33) 5 .0.-.* * 0.

%ipertensi sistolik isolasi = sistolik 7 -*0 mm%g 17 . )la i&i"a i TD Normal Pre6#iperten i Hiperten i Dera. mm%g &. mm%g diastolik -00 H -0. mm%g diastolik /5 H /.Stage II Stage III . ?erdasarkan K%: H 0'% (-.0 (iagnosis hipertensi ditegakkan bila tekanan darah 7-*06. :ptimal b.at II 7.. %ipertensi grade 0 (ringan) = sistolik -*0 H -5. %ipertensi grade 000 (berat) = sistolik 7-/0 mm%g diastolik 7--0 mm%g g.* mm %g e. mm%g diastolik . -*0"-5.0 H -3. dara# (an Atau Atau Atau Te"anan J /0 /0"/.6 -00"-0.Tingkatan hipertensi ditentukan berdasarkan ukuran tekanan darah sistolik dan diastoli$.at I Te"anan J-20 -20"-). +ormal = sistolik J -20 mm%g diastolik J /0 mm%g = sistolik J-)0 mm%g diastolik J /5 mm%g $./.0 H . . mm%g 'ubgrup = ?orderline = sistolik -*0 H -*. klasi&ikasi dari le#el tekanan darah = a. %igh +ormal = sistolik -)0 H -).0"-3.. Klasi&ikasi Tekanan (arah 4enurut A+9 @00.. %ipertensi grade 00 (sedang) = sistolik . L-00 Dara# i toli" 4mmHg5 dia toli+ 4mmHg5 Hiperten i Dera. 7-/06--0 Stage II S(' ) Sistolic (lood 'ressure* D(') Diastolic (lood 'ressure Tabel 5.). mm%g d..0".0 mm%g. mm%g diastolik .0 H .200)).

baik se$ara langsung maupun tidak langsung. dan lain"lain. Kerusakan organ Horgan target yang umum ditemui pada pasien hipertensi adalah = -. mm%g diastolik J . stress oksidati&. 7.0 mm%g 'ubgrup = ?orderline = sistolik -*0 H -*. 1enelitian lain juga mengatakan bahwa diet tinggi garam dan sensiti#itas terhadap garam berperan besar dalam timbulnya kerusakan target organ. 1enyakit arteri peri&er 5.angiotensin 00. atau karena e&ek tidak langsung antara lain adanya antibody terhadap reseptor AT. down re$ulation dari ekspresi nitric oxide synthase. )er! a"an Target 'rgan %ipertensi dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh .0 mm%g II.ttack %ipertro&i #entrikel kiri Angina atau in&ark miokardium Fagal jantung ).diastolik J . 2aktor resiko penyakit kardio#askular pada 18 . Adanya kerusakan target organ terutama pada jantung dan pembuluh darah akan memperburuk prognosis pasien hipertensi. 1enyakit Finjal Kronis *. Detinopati ?eberapa penelitian menemukan bahwa penyebab kerusakan organ"organ tersebut dapat melalui akibat langsung dari kenaikan tekanan darah pada organ. Tingginya morbiditas dan mortalitas pasien hipertensi terutama disebabkan oleh timbulnya penyakit kardio#askular. :tak • 'troke atau Transient +schemic . Aantung • • • 2.

:besitas (?40I )0 kg6m 2) ()). 1enelitian a$ak. 'ementara pasien dengan keadaan pre hipertensi namun dengan keadaan resiko lain. adanya &a$tor resiko yang lain. Diwayat keluarga dengan penyakit jantung kardio#askular dini laki J 55 tahun. 1enurunan kejadian penyakit jantung koroner &atal dan non &atal akibat kardio#askular dan mortalita stotal tidak begitu men$olok . seperti penyakit ginjal kronis.0 mm%g untuk indi#idu beresiko tinggi ( diabetes.8. Tatala" ana Hiperten i Tujuan pengobatan pasien hipertensi adalah = • Target tekanan darah J -*06. proteinuria) J -)06/0 mm%g • • 1enurunan morbiditas dan mortalitas kardio#askular 4enghambat laju penyakit ginjal proteinuria 'elain pengobatan hipertensi. ?anyak hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi obat pada hipertensi stadium 00 mengurangi angka kejadian stroke sebanyak )0"50! . 4ikroalbuminuria atau perhitungan G2FJ 0 ml6menit (3). berkelola. wanita J 5 tahun) II. 19 . diabetes mellitus. 'trati&ikasi resiko hipertensi ditentukan berdasarkan tingginya tekanan darah. Tekanan sistol dan diastole meningkat dengan bertambahnya usia. pengobatan terhadap &a$tor resiko atau kondisi penyerta lainnya seperti diabetes mellitus atau dislipidemia juga harus dilaksanakan hingga men$apai target terapi masing"masing kondisi. harus diterapi untuk men$apai target J -)0 6 /0 mm%g). 4orbiditas dan mortalitas oleh komplikasi hipertensi berkaitan langsung dengan tingkatan tekanan darah. 1engobatan hipertensi terdiri dari terapi non &armakologis dan &armakologis-. (iabetes mellitus ( ). 8mur (laki"laki I 55 tahun perempuan J 5 tahun) (/). Kurangnya akti#itas &isik (*). (islipidemia (5). gagal jantung . se$ara konsisten menunjukan bahwa terapi dengan obat antihipertensi mengurangi reisko stroke &atal dan meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. berkisar -0"-5 !. gagal jantung kongesti& *0"50! dan progresi perburukan hipertensi. adanya kerusakan target organ dan adanya penyakit penyerta tertentu. (2).pasien hipertensi antara lain= (-) merokok.

1erubahan pola hidup 1erubahan pola hidup 1erubahan pola hidup > obat > obat > obat Kerusakan :rgan Target = • • %ipertro&i #entrikel kiri (G@%) Kenaikan kadar kreatinin 24 . mmHg K:T = Kerusakan :rgan Target ( Target :rgan (amage) KKT = Kondisi klinik terkait ( Asso$iated 9lini$al 9ondition) > obat > obat > obat :1*.68< mmHg TD i toli" 1$. perlu juga diperhatikan adanya kerusakan organ target dan 4 &a+tor re i"o 65 i toli" 13. dislipidemia. diabetes mellitus.61%< 1erubahan pola hidup 1erubahan pola hidup 1erubahan pola hidup mmHg TD dia toli+ <. umur. (i samping itu. maka resiko terjadinya gangguan kardio#askuler atau renal perlu distrati&ikasikan lebih lanjut. Tabel . Tambahan &a$tor resiko yang belum lama di identi&ikasi yaitu lingkar perut yang dihubungkan dengan sindrom metaboli$ dan kadar penyakit penyerta.613< 1erubahan pola hidup mmHg TD dia toli+ 8.. Telah disepakati se$ara internasional bahwa resiko kardio#askular dihitung se$ara tradisional berdasarkan studi -ramin$ham ( dengan beberapa tambahan &a$tor resiko) yaitu tingginya tekanan darah.:leh karena itu tujuan utama penanggulangan hipertensi adalah menurunkan morbiditas dan mortalitas kardio#askuler dan renal. merokok. 'trati&ikasi &a$tor resiko dan ren$ana penanggulangan2 Te"anan 4mmHg5 TD dara# Re i"o 9r!p A Re i"o 9r!p B 4162 &a"tor re i"o5 1erubahan pola hidup Re i"o 9r!p 0 4:3 &a"tor re i"o 3 D( 3 )'T3))T5 1erubahan pola hidup > obat -reactive protein (9D1) yang dihubungkan dengan in&lamasi.6<< mmHg TD i toli" mmHg TD dia toli+ :1.

re#askularisasi koroner) Finjal (ne&ropati diabeti$. gangguan &ungsi ginjal) 1embuluh darah peri&er Detinopati (eksudat.• • 4ikroalbuminuria Fangguan pembuluh darah (penebalan intima media. proteinuria. plak sklerotik) 1enyakit penyerta= • • • • • 9erebro#askular (stroke iskemik6 perdarahan. perdarahan. angina pe$toris. gagal jantung. Tatalaksana %ipertensi 4enurut A+9 @00 21 . edema papil)2 Tabel 3. T0A) Aantung (in&ark miokard.

22 .

Fambar ). Algoritma penanggulangan hipertensi 23 .

.-. 4odi&ikasi Faya hidup (lifestyle) 8ntuk 4en$egah dan 4enagatasi %ipertensi (odi&i"a i 1enurunan ?erat badan Re"omenda i Per"iraan Pen!r!nan SBP rata6rata 4enjaga berat badan normal 5"20 mm%g (?40 -/./. Terapi +on&armakologis terdiri dari= Tabel /.gelas per hari untuk wanita D.* gr sodium6 gr sodium $hloride) Akti#itas &isik Akti#itas &isik seperti olah raga *".00. sayuran. /"-* mm%g produk makanan rendah lemak Dietery sodium reduction( (iit) 4ereduksi makanan bergaram 2"/ mm%g L-00 mmol6hari (2. mm%g ringan berjalan minimal )0 menit6hari Konsumsi al$ohol 4embatasi asupan al$ohol L2 2"* mm%g gelas per hari untuk laki"laki dan L .5"2*. kg6m2) (A'% diet Konsumsi buah. Terapi non &armakologis %arus dilaksanakan oleh semua pasien hipertensi dengan tujuan menurunkan tekanan darah dan mengendalikan &a$tor"&aktor resiko serta penyakit penyerta lainnya.SH# Dietary .pproaches to Stop Hypertension* S('# systolic "lood pressure • • • • • 4enghentikan merokok 4enurunkan berat badan berlebih 4enurunkan konsumsi al$ohol berlebih Gatihan &isik 4enurunkan asupan garamM 24 .

?erkurangnya #olume plasma menurunkan preload selanjutnya menurunkan $ardia$ output. 9alsium 9hannnel ?lo$ker (e). klorotiaEid./. a. dan &a$tor resiko yang terdapat pada pasien. bendro&lumetiaEid. (iuretik (b).2 :bat Hobat antihipertensi (alam mengobati hipertensi di$oba obat tunggal (monoterapi) dan hasilnya mungkin sudah memadai. :bat Hobat yang bekerja pada sistem DAA. dan loop diureti$. a. (iuretik menyebabkan ekskresi +a> dan air melalui ginjal meningkat. 4elalui mekanisme ini diureti$ menurunkan tekanan darah. Anti adrenergi$ ($).• 4eningkatkan konsumsi buah dan sayur serta menurunkan asupan lemak 00. (iuretik berman&aat pada orang tua karena karena tekanan darah orang tua sangat dipengaruhi oleh #olume. kombinasi 2 ma$am obat atau lebih mungkin dibutuhkan. 'elain itu. :bat diureti$ TiaEide tampaknya merupakan obat lini pertama yang palin baik dalam mengurangi stroke dan kematian ) .1 Di!reti" Tia=id Terdapat beberapa obat yang termasuk golongan tiaEid antara lain hidroklorotiaEid . berkurangnya konsentrasi +a> dalam darah menyebabkan sensiti#itas adrenoseptor"C terhadap katekolamin menurun. 1emberian diureti$ sebagai obat antihipertensi tunggal dilaporkan e&ekti& menurunkan tekanan darah pada 50! penderita %ipertensi ringan sampai sedang. sehingga terjadi #asodilatasi atau resistensi peri&er menurun. 0ndikasi lain dari pemberian diureti$ adalah gagal jantung kongesti& dan atau edema peri&er*. Gima golongan obat yang diterima se$ara uni#ersal sebagai obat antihipertensi adalah = (a). Di!reti" (iuretik yang digunakan sebagai obat antihipertensi adalah diuretk tiaEid . @asodilator (d). ?ergantung pada hasil monoterapi . diureti$ hemat kalium. dan diureti$ lain yang memiliki gugus aryl"sul&onamida 25 .

atau dengan kombinasi antihipertensi lainnya karena -). Kelebihan 0ndapamide adalah menurunkan tekanan darah sistol tanpa mempengaruhi tekanan darah diastole.al > tia=id "e#ilangan e&e"ti/ita menyebabkan hipokalemia. dan pro&il lipid. Pada pa ien gagal gin. %idroklorotiaEid (%9T) adalah yang paling banyak dilakukan uji klinik. tetapi kemaknaannya dalam peningkatan resiko penyakit jantung koroner 26 antidi!reti" dan anti#iperten in-a. %9T memiliki e&ek retensi 9a>> sehingga dapat men$egah osteoporosis. TiaEid juga mening"at"an "adar "ole terol LDL dan triglli erida. TiaEid dapat digunakan sebagai obat tunggal pada hipertensi ringan sampai sedang. 1ada dosis ini dilaporkan %9T dapat menurunkan tekanan darah. menurunkan morbiditas dan mortalitas dan ke$il e&ek sampingnya sehingga dianjurkan sebagai obat anti#iperten i lini pertama untuk kebanyakan pasien hipertensi. obat ini menurunkan tekanan darah tanpa meningkatkan produksi urine. (osis maksimum adalah 25 mg6 hari. 'elain itu.&ek 'amping TiaEid yang diberikan dalam dosis tinggi dapat menyebabkan #ipo"alemia yang dapat berbahaya pada pasien yang mendapat digitalis.( 0ndapamid dan Klortalidon). 2) men$egah retensi $airan oleh antihipertensi lain. (ulu %9T diberikan pada dosis besar 25"50 mg6hari sehingga banyak menimbulkan e&ek samping peningkatan asam urat. . tiaEid juga dapat menghambat ekskresi asam urat dari ginjal sehingga pada pasien hiperurisemia dapat men$etuskan erangan go!t a"!t. TiaEid juga menyebabkan hiponatremia dan hipomagnesemia serte hiperkalsemia. serta sering untuk keadaan seperti ini dianjurkan penggunaan loop diureti$.5"25 mg6hari. 1enggunaan 'aat ini %9T digunakan dalam dosis ke$il yaitu -2. 0ndapamide adalah diureti$ tiaEid yang non dieresis. 8ntuk menghindari e&ek metaboli$ ini tiaEid harus digunakan dalam dosis rendah. (apat meningkatkan e&ekti#itas antihipertensi lainnya dengan mekanisme kerja yang berbeda sehingga dosis nya dapat dikurangi. gula darah. misalnya pada orang tua. TiaEid e&ekti& untuk pasien hipertensi dengan kadar rennin yang rendah. 9hlortalidone adalah preparat lain dari diureti$ tiaEid . .

1ada penderita (m.5 mg6dl*.belum jelas.ila di. 2arsi<N.3.al atau bila dikombinasi dengan penghambat A9. 'pironolakton ( Alda$toneN. 1enggunaan nya terutama dalam kombinasi dengan duretik lain untuk men$egah hipokalemia. 1ada pasien pria.erat ata! pada Hiperten i/e Heart 27 . :bat ini $epat sekali menguras $airan tubuh dan elektrolit. a. ?umetanide (?ume< N). tiaEid dapat menyebabkan #ipergli"emia karena mengurangi sekresi insulin.2 Di!reti" Hemat )ali!m Amilorid. penggunaan harus dihindarkan bila konsentrasi serum kreatinin lebih dari 2.eri"an pada pa ien dengan gagal gin. 9l" dan menghambat resorbsi air dan elektrolit. 1reparat loop diureik antara lain 2urosemide ( Gasi<N. selalu dikombinasi dengan %9T atau &urosemide untuk men$egah terjadinya hipokalemia. triamteren dan spironolakton merupakan diureti$ lemah. 'pironolakton dianjurkan pada penderita in&ar" mio"ard dengan hipertensi karena memiliki e&ek men$egah remodeling. sehingga obat ini jarang diberikan sebagai obat tunggal dalam terapi hipertensi.agai o. 0nhibitor. memiliki antihipertensi lemah sehingga jarang diberikan sebagai obat tunggal dalam terapi hipertensi.!l"an #iper"alemia . A0+' atau dengan suplemen kalium.!r"an e. sehingga tida" dian.at anti#iperten i "e+!ali pada pa ien #iperten i -ang . (iuretik hemat kalium dapat menim.de$rin N). 'pironolaton disebut hemat kalium karena mening"at"an "adar "ali!m dalam pla ma. Getonal N 25 mg dan -00 mg) adalah anti aldosteron. dan . AD?. a. B"blo$ker. 9arpiatonN. gangguan &ungsi seksual merupakan e&ek samping tiaEid yang kadang"kadang $ukup mengganggu*.!ga menderita reten i +airan .3. K>. 2urosemide tersedia dalam tablet (*0mg6tablet) dan dalam bentuk #ial (20mg6ampul). 0ndikasi lain dari diureti$ hemat kalium adalah untuk hiperaldosteronisme.3 Loop Di!reti" 4 Di!reti" "!at> 0eiling Di!reti+5 (iuretik kuat bekerja di ansa henle asenden bagian epitel tebal dengan $ara menghambat kotransport +a>. 8resi<N).tha$ryni$ a$id ( .

.. Anti adrenergi+ 'tudi membuktikan bahwa golongan obat ini e&ekti& menurunkan tekanan darah dna member keuntungan pada pasien hipertensi.&ek samping Goop diretik mengakti&kan sisitem Denin" Angiotensin" Aldosteron ('istem DAA) hal ini dilaporkan dapat memper. . anuria (obstruksi post renal). $hronis renal insu&&i$ien$y. :leh sebab itu. 4eskipun obat anti adrenergi$ mulai ditinggalkan di +egara barat sebagai anti hipertensi namun se$ara &armakologi.. hiponatremia. (engan demikian pemberian 28 .!r!" "er! a"an gin. . sedangkan tiaEid menimbulkan hipokalsiuria dan meningkatkan kadar kalsium darah. .3. insomnia dan sebagainya. susunan sara& pusat maupun peri&er..1.mg6tablet) 4engurangi jumlah katekolamin yang tersimpan di #esikel ujung sara& adrenergi$. obat golongan ini merupakan pilihan utama bagi pasien hipertensi yang memiliki akti#itas sara& simpatis tinggi seperti takikardi. Kelebihan lain dari obat ini adalah murah.Fail!re.al.. . anti adrenergi$ adalah obat yang paling &isiologis menurunkan tekanan darah dibandingkan obat"obat antihipertensi laiinya. Kontraindikasi loop diureti$ adalah hipo#olemia. atau $irrhosis hepatis yang sudah re&rakter terhadap diureti$ lain.1 0entral a+ting Anti adrenergi$ yang kerja sentral menurunkan akti#ita ssara& simpatis.&ek sampingnya yang lain hampir sama dengan tiaEid ke$uali bahwa diureti$ kuat menimbulkan hiperkalsiuria dan menurunkan kalsium darah.1 Re erpin ( 'erpasilN 0. dan pasien yang alergi terhadap preparat sul&a*. hiperhidrosis. 0ndikasi lain yaitu edema pada sindrom ne&rotik. gelisah.

2 ?1 Blo+"er 29 . dimana penghentian tiba"tiba obat ini dapat menyebabkan tekanan darah meningkat drasti$. .. 1erangsangan reseptor ini menurunkan pelepasan katekolamin sehingga menurunkan akti#itas sara& adrenergi$. Kondisi ini menyebabkan cardiac output.2 0lonidin ( 9atapressN) Tersedia dalam bentuk tablet 35 ug dan -50 ug6 tablet dan #ial (-50ug6ampul).1. 4elalui mekanisme ini 9lonidin menurunkan tekanan darah.1. ?iasanya diberikan 2 kali .mg6hari*. resistensi peri&er maupun sekresi rennin menurun sehingga tekanan darah menurun. (etildopa (Aldomet N. yaitu mengakti&kan ne$ative feed"ack mechanism menurunkan pelepasan katekolamin sehingga menurunkan tekanan darah.&ek samping obat ini menyerupai klonidin. 250 mg6tablet) :bat ini memiliki e&ek seperti 9lonidin. Indi"a i !tama metildopa adala# i.reserpin mempunyai suatu simpatomimetik se$ara &armakologi. .. dosis reserpin dianjurkan tidak melebihi 0. 8ntuk men$egah e&ek samping.&ek samping reserpin kebanyakan berhubungan dengan susunan sara& pusat misalnya sedasi. dan yang paling berat adalah depresi. hari.3.. .. 9lonidin merupakan agonis adrenoseptor C2 yang banyak terdapat di susunan sara& pusat maupun di ujung sara& adrenergi$ peri&er. sulit berkonsentrasi.! #amil -ang memp!n-ai #iperten i. dengan dosis dianjurkan tidak melebihi -50 ug6hari. . laju jantung. . tetapi kurang menyebabkan hipotensi orthostati$.&ek samping yang paling serius dari 9lonidin adalah rebound %ypertension . .

penbutolol.%ambatan reseptor C.agai o.agai o. +amun hal ini juga menyebabkan re&le< takikardi dan peningkatan akti#itas rennin plasma pada awal pemberian obat. juga e&ekti& untuk menghambat kon#ersi 34 .at anti#iperten i t!nggal mening"at"an in iden gagal . +amun studi melaporkan bahwa penggunaan do<aEosin e.menyebabkan #asodilatasi di arteriol dan #enula sehingga menurunkan resistensi peri&re. ?eberapa preparat Cblo$ker yang beredar antara lain 1raEosin (minipressN) ... hati mempengaruhi metabolisme.ant!ng.dan B2 atau dengan kata lain memblokade adrenoseptor B. B blo$ker non selekti& $o$ok untuk pasien yang ada ke$enderungan mengalami hipokalemia seperti hiperaldosteronisme. miokard in&ark akut. 'elain murah.3. (o<aEosin ( 9arduraN). sehingga dapat menimbulkan banyak e&ek yang tidak diinginkan. Kelebihannya adalh tidka menimbulkan hipokalemia dan e&ekti& meredakan gejala tremor. ?erdasarkan si&at"si&at &armakologi. B blo$ker dibagi menjadi 5 kelompok 1embagian B"blo$ker = . TeraEosin ( %ytrinN) .at anti#iperten i t!nggal . (engan demikian.1 @ Blo+"er non ele"ti& Oang termasuk dalam kelompok ini adalah propanolol. pindolol. ?eberapa keuntungan C.3 @6Blo+"er Akri#asi adrenoseptor B pada jantung dan organ #is$eral laiinya oleh katekolamin endogen menimbulkan banyak penyakit dan juga dapat menyebabkan hipertensi. dan nadolol memiliki a&initas sama terhadap adrenoseptor B.lo+"er dig!na"an e. 'eperti misalnya penghambatan adrenoseptor C2 di paru"paru menyebabkan bronkospasme.blo$ker adalah memperbaiki pro&il lipid dan gejala hipertro&i prostat. B" blo$ker menurunkan $ardia$ output dan resistensi peri&er sehingga memiliki e&ek antihipertensi.dan B2 di seluruh tubuh. %al ini menyebabkan berbagai guideline tida" mengan. (i samping itu #enodilatasi menyebabkan aliran balik #ena berkurang yang selanjutnya menurunkan $urah jantung yang bere&ek menurunkan tekanan darah. timolol.!r"an lagi ?1 . di pan$reas. atau pasien yang selalu tremor.

nipradilol memiliki e&ek memblokade adrenoseptor C. 1enggunaan lebih disukai oleh klinisi karena e&ek samping seperti B blo$ker non selekti& kurang. . bisoprolol. . dan 9arteolol memiliki e&ek meningkatkan produksi +itri$ :<ide (+:). 9ar#edilol juga memiliki e&ek anti oksidan dan blo$kade kanal 9a>>. labetalol. esmolol dan metoprolol.tiroksin menjadi 2T) dan e&ekti& men$egah #is$eral bleeding akibat $irrhosis hepatis.ili=ing a+ti/it. ?isoprolol merupakan yang paling selekti& di antara B"blo$ker selekti&.. telah direkomendasikan dalam A+9 @00 untuk pengobatan gagal jantung dalam kombinasi dengan A9.3.2 @ Blo+"er "ardio ele"ti& Oang termasuk dalam kelompok ini adalah atenolol.4(SA5 4emiliki e&ek anestesi lo$al seperti kinidin .%. .3. Oang lain seperti 9eliprolol..di arteri. B ?lo$ker yang memiliki mem.$ B blo$ker yang memiliki Intrin i+ Simpatomimeti+ A+ti/it.lo+"er genera i "etiga 'eperti $ar#edilol.3.3. a$ebutolol. @ . 0nhibitor3. 4elalui mekanisme ini B"blo$ker mengurangi konsumsi :2 pada miokard 31 . bu$indolol.3.rane ta.4 ISA5 'angat baik diberikan pada laju jantung yang sangat lambat atau tekanan darah rendah saat istirahat. B blo$ker golongan ini memiliki e&ek antihipertensi yang lebih kuat dan memperbaiki &ungsi #entrikel pada pasien gagal jantung..&ek utama B"blo$ker adalah mengurangi laju jantung (kronotropik negati#e) dan kontraktilitas miokard ( inotropik negati#e) terutama pada waktu sara& simpatis terangsang.yang dominan di jantung. +ebo#olol. be#antolol. (isebut kardioselekti& karena memiliki a&initas tinggi terhadap adrenoseptor B. ..

stress atau akibat e&ek samping obat. 2arnorminN. 0ndikasi dan 1enggunaan 0ndikasi B blo$ker adalah untuk pasien yang belum mengalami gagal jantung. &eokromositoma. 'elain itu metoprolol dan bisoprolol memilik e&ek memperbaiki &ungsi #entrikel melalui sutau mekanisme yang belum diketahui se$ara pasti. (engan demikian dapat menurunkan tekanan darah. (osis = -"2 < 50 mg atau -< -00 mg 32 . selain itu juga dapat menghambat sekresi rennin dari ginjal dan menurunkan resistensi peri&er. • Takiaritmia.&ek inotropik dan kronotropik menurun menyebabkan cardiac output menurun. e&ekti& menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi akibat stimulasi berlebih sara& simpatis. • %ipertensi. hipertensi portal. B blo$ker e&ekti& meredakan nyeri dada angina karena menurunkan kebutuhan oksigen miokard. (er!pa"an o. semua B blo$ker e&ekti& menurunkan laju jantung pada pasien takikardi dan takiaritmia yang disebabkan oleh tirotoksikosis. • 4igrain. tersedia dalam tablet 50 dan -00 mg. 'ediaan ?eberapa B blo$ker yang sering dipakai = • 1ropanolol ( 0nderal N). • 1enyakit jantung koroner (1AK). .at pili#an !tama pada pa ien #iperten i -ang di ertai P1). • Atenolol ( Tenormin N. (ua kemasan -0 mg dan *0 mg6 tablet dengan dosis 2") < -0 mg atau 2") < 20 mg.sehingga berman&aat bagi pasien takiaritmia atau pada pasien penyakit jantung koroner (1AK). ?etablokN). serta glau$oma. merupakan Bblo$ker yang non kardioselekti&.

%idralasin dosis 25"-00 mg diberikan 2 kali sehari./ . @"blo$N. ?lore$N). namun memilik e&ek yang sama yaitu memblokade kanal kalsium pada membrane sehingga menghambat kalsium masuk ke dalam sel. • 9ar#edilol ( (ilblo$N. 'ementara minoksidil merupakan . (osis = -< -2. sel otot polos pembuluh darah mengalami hiperpolarisasi dan terjadi #asodilatasi. peningkatan akti#itas sisten DAA dan peningkatan sekresi hormone natriuretik. dosis = -"2 < 50 mg atau -< -00 mg • ?isoprolol ( 9on$orN. 'aat ini minoksidil hanya digunakan pada kasus hipertensi berat yang re&rakter terrrhadap obat antihipertensi lain.5 mg dan 5 mg. 1eningkatan akti#itas sara& simpatis selanjutnya meningkatkan 9:. dan e&ek terapeutik. tersedia dalam tablet 25 mg. karena pada penggunaan lama dilaporkan e&ekti#itasnya berkurang dan banyak e&ek samping .T'channel openers# dengan membuka kanal kalium. GopresolN. +.• 4etoprolol ( 'elokenN. dan 9ardioselN). 2a odilator @asodilator seperti hidralaEin ( %ydralaEineN) dan 4inoksidil (4ino<idilN) saat ini jarang dipakai lagi sebagai obat antihipertensi. sedangkan peningkatan akti#itas sistem DAA dam penurunan sekresi hormone natriuretik menyebabkan retensi +a> dan $airan tubuh. maka tubuh mengadakan suatu re&le< kompensasi yang diregulasi oleh baroreseptor yaitu terjadi peningkatan akti#itas sara& simpatis. 4aintateN) tersedia dalam tablet 2. si&at &armakologi. (osis = -"2 < 2.5 atau 52 mg.5 mg atau -< 5 mg. Calcium Channel Blocker 400B> Antagoni 0al i!m5 99? merupakan sekumpulan obat yang berbeda dalam struktur kimia . %al ini disebabkan karena pada waktu tekanan darah turun akibat #asodilatasi. tersedia dalam tablet 50 dan -00 mg. 33 . d. Deaksi kompensasi ini akan menyebabkan peningkatan tekanan darah lagi.

'ebagaimana diketahui kalsium adalah Eat yang tersebar di seluruh tubuh dan merupakan intracellular messan$er untuk menjembatani suatu rangsangan menjadi respon. dimana semakin elasti$ peluhuh darahm semakin baik juga $omplians. 'emua 99? memiliki e&e" anti i "emi" mio"ard melalui mekanisme menurunkan resistensi peri&er. 99? memiliki e&ek #asodilatasi. . sehingga 99? sebagai obat antihipertensi memiliki e&ek proteksi terhadap penyakit jantung.&ek"e&ek ini membuat 99? mampu menghambat proses dan progresi#itas aterosklerosis.1 Di#idropiridin 34 . meningkatkan suplai. Aadi tanpa 9a>>. . d. (alam penelitian dibuktikan bahwa 99? menurunkan produksi angiotensin 00 (Ang"00) melalui mekanisme penghambatan terhadap akti#itas A9. menurunkan kebutuhan :2. 'elain itu 99? yang memblokade kanal kalsium di jantung digunakan juga sebagai obat antiaritmia.&ek 99? terhadap antisklerotik atau e&ek yang menurunkan ketebalan tunika media dan meningkatkan kandungan elastin pada arteri meningkatkan komplians.. dan meningkatkan per&usi ginjal pada penderita %ipertensi. 99? juga menghambat #asokonstriksi . 1enelitian selanjutnya menemukan bahwa 9a>> intraselular tidak hanya ber&ungsi dalam suatu kontraktilitas. 'ementara peran proteksi nya terhadap ginjal terjadi akibat kemampuan memperbaiki e&ek #asokonstriksi #asa a&eren ginjal yang diinduksi oleh Ang"00 atau adrenalin. anti sklerotik dan anti agregasi. memperlambat laju jantung dan menurunkan kkontraktilitas miokard sehingga menurunkan tekanan darah. (engan menghambat kalsium masuk ke dalam sel. dan penyakit ginjal. dan hipertro&i pembuluh darah yang diinduksi oleh Ang"00. indikasi utama dari 99? adalah sebagai obat antihipertensi. 'ebuah sel dapat berkontraksi apabila terjadi peningkatan 9a>> intrasel baik disebabkan oleh masuknya 9a>> ekstrasel melalui kanal kalsium atau karena dilepaskan dari intraseluler store. usus. (engan demikian meningkatkan $lomerular capillary pressure. hiperplasi. penyakit pembuluh darah. meningkatkan $lomerulo flow rate. menurunkan beban jantung. sel otot polos pembuluh darah. maka sel kontraktil seperti miokard. (engan demikian. sel kelenjar sekretoris dan lain"lain tidak dapat berkontraksi. akan tetapi memiliki banyak &ungsi lain termasuk sebagai intra$ellular messenger bagi sistem DAA.

Kemasan 5 dan -0 mg diberikan per oral sekali sehari. (apat diberikan pada wanita hamil.3. ni$ardipin. palpitasi. Ni+ardipine 4PerdipineA5. d.&ek samping utama adalah &lushing. d. penyakit #as$ular peri&er. d. amlodipin. memiliki si&at antioksidan dan meningkatkan produksi +: sehingga mampu memper.:nset obat ini sangat $epat namun durasi nya pendek yaitu "/ jam saja.1. aterosklerotik. :bat ini menurunkan tekanan darah se$ara perlahan sehingga tidak menimbulkan re&le< takikardi. &elodipin.1 Ni&edipin 4erupakan generasi pertama 99? yang paling kuat menyebabkan #asodilatasi. adalah 99? yang dapat diberikan se$ara parenteral. isradipin.Oang termasuk dalam golongan ini adalah ni&edipin. diantaranya A+9 @00 (200)) dan .1. isolated systoli$ hypertension.ssociation 2003*. nimodipin. . . Felodipin 4 PlendilA> NirmadilA5 d. mual. angina pe$toris. sakit kepala. Aadi indikasi obat ini juga seperti B"blo$ker yaitu 35 . dan edema peripheral.1. :bat ini memiliki a&initas besar terhadap kanal kaslium di jantung sehingga memiliki e&ek kronotropik dan inotropik negati#e mirip B"blo$ker. hipotensi orthostati$.merican Stroke . d. niterdipin.&ek samping amlodipin adalah edema pretibial.ai"i &!ng i endotel. (ihidrodipin dilaporkan sangat berman&aat pada pasien hipertensi usia lanjut.1.$. ?eberapa guideline merekomendasikan ni$ardipine digunakan pada hipertensi emergensi. Tersedia dalam dua kemasan ( 5 mg dan -0 mg) diberikan se$ara oral.2 Amlodipin 4Nor/a " A> Ten i/a "A5 ?ersi&at lon$ actin$. (ihidrodipin memiliki a&initas yang besar pada kanal kalsium di pembuluh darah sehingga memilik e&ek #asodilatasi yang kuat.2 Fenilal"ilamin 1rototipe dari golongan ini adalah #erapamil (0soptinN).

&ek samping #erapamil adalah bradikardi. merupakan regulator yang penting dalam mengatur tekanan darah. Akhir"akhir ini terbukti bahwa komponen sistem DAA yaitu Denin. dan selanjutnya dengan bantuan angiotensin $on#erting enEyme (A9.at Si tem Renin Angioten in Aldo teron 'istem Denin Angiotensin Aldosteron (DAA). A@ blok.eti+ ne&ropati> at#ero +lero i . sakit kepala.0! sistem DAA terdapat didalam jaringan yang berperan pada pengaturan tonus #as$ular. keseimbangan $airan. . diberikan 2") < sehari. sara& dan lain"lain.&ek samping antara lain = pusing dan bradikardi.e erA5 adalah 99? non dihidropiridin yang menyebabkan dilatasi #asa a&eren dan e&eren glomerulus. Kaskade sistem DAA dibagi menjadi kaskade klasik dan alternati&. e. peningkatan 'F:T dan 'F1T serta gatal"gatal.). dan proli&elasi sel jantung. Angiotensin (Ang) 0 dan 00 dapat diproduksi se$ara lo$al pada berbagai ma$am organ seperti jantung. paru"paru dan #as$ular. Ang 0 dirubah menjadi Ang 00. Angiotensinogen. Tersedia bentuk oral (/0 mg6tablet) dan injeksi (-0 mg6#ial). ginjal . &lushing. hipotensi dan konstipasi. 'edangkan .Peng#am. . dan elektrolit. Ang 00 yang berlebihan memiliki e&ek buruk terhadap sistem kardio#askular karena 36 .eri"an pada pa ien #iperten i dengan angina pe+tori > ta"iaritmia> dia. sehingga memilik e&ek lebih baik melindungi pasien diabeti$ ne&ropati yang diukur dari proteinuria.sebagai obat anti#iperten i> antiaritmia> anti angina > dan anti at#ero +lero i . -. 'istem DAA dalam sirkulasi yang mengatur tekanan darah serta homeostasis $airan dan elektrolit hanya berjumlah -0! dari seluruh sistem DAA dalam tubuh. proses remodeling . d. Ter!tama di. Kaskade Klasik = (imulai dengan biosintesis rennin yang berperan dalam mengubah angiotensinogen yang dihasilkan di hati menjadi angiotensin 0. injeksi ( -0 mg dan 50 mg ampul) dengan dosis 5"-5 ug6kg?b6menit. ginjal. Tersedia dalam bentuk tablet )0 mg6tablet.3 Ben otia=epin 1rototipe dari golongan ini adalah Diltia=em 4Her.&ekti& menurunkan tekana darah pada pasien krisis hipertensi. otak. 8ntuk pengobatan hipertensi biasanya 2") < /0 mg 6hari.. @erapamil biasanya diberikan pada pasien yang kontraindikasi terhadap B"blo$ker.

stenosis arteri renalis. 'ekresi meningkat bila terjadi penurunan aliran darah ginjal (misalnya akibat penurunan tekanan darah..n$iotensin Reseptor (locker (AD?) . reabsorbsi natrium. Angiotensinogen disintesis dalam hati dan beredar dalam darah. dan proli&erasi sel serta pembentukan kolagen pada pembuluh darah dan jantung . gagal jantung.3 . Denin mengubah angiotensinogen menjadi Ang 0 dimana selanjutnya Ang 0 akan diubah oleh A9. sehingga mempertinggi #olume $airan dalam sirkulasi dan memperkuat e&ek #asokonstriksi. dan rangsangan adrenergi$ melalui reseptor B -. :bat yang masuk dalam golongan penghambat akti#itas sitem DAA adalah A9. 'emua ini akan berakibat meningkatkan tekanan darah. dan Direct Renin +nhi"itor ((D0)*. Angiotensin 00 juga meningkatkan sekresi katekolamin dari ujung sara& simpatis dan menambah e&ek #asokonstriksi dan stimulasi jantung. 2. Denin adalah enEim proteolitik yang disintesis oleh sel"sel ju<taglomeruler di ginjal dan merupakan penentu akti#itas sistem DAA. . angiotensin 00 menyebabkan rangsangan langsung pada reseptor angiotensi (AT -) pada otot polos pembuluh darah menimbulkan #asokonstriksi arteriol dan #enula (e&ek pada arteriol lebih kuat) dan meningkatkan kekuatan kontraksi miokard. angiotensin 00 menyebabkan stimulasi rasa haus dan peningkatan sekresi A(% (#asopressin). Kaskade Alternati& = 1enelitian selanjutnya ditemukan bahwa penghambat enEim A9. perdarahan dan dehidrasi). hiperagregasi trombosit. dengan demikian diketahui ada kaskade sistem DAA alternati#e atau disebut kaskade non A9. (alam jangka panjang angiotensin 00 merangsang proli&erasi sel otot polos pembuluh darah dan mio$ard serta mem&asilitasi proses aterosklerosis. hiponatremia. akti#asi sara& simpatis. 'elain itu ditingkat susunan sara& pusat. 37 . menjadi Ang 00 yang memiliki e&ek #asokonstriksi yang sangat kuat dan merangsang sekresi aldosteron dari korteksadrenal . tidak mampu memblok semua angiotensin 00 pada sirkulasi dan juga pembentukan angiotensin 00 pada miokardium.menyebabkan #asokonstriksi #as$ular. 1ada sistem kardio#askular. inhibitor.

0nhibitor menurunkan tekanan darah adalah melalui= a. 0nhibitor semuanya diekskresi melalui ginjal sehingga pada pasien gangguan &unsi ginjal dosis harus dikurangi. 38 . perindopril. lisinopril. Oang mengandung (i$arboksyl = enalapril. mekanisme A9. 8ntuk hipertensi.itor A9. 1enderita hipertensi dengan akti#itas plasma renin yang tinggi misalnya pada stenosis arteri renalis. 0nhibitor dibagi menjadi ) golongan = a. 1enderita lansiabiasanya memiliki akti#itas plasma rennin rendah sehingga respons kurang baik. benaEepril. pas$a mio$ard in&ark dimana A9. 4enghambat pelepasan endotelin d. 4emperbaiki insulin resisten g. 1rostaglandin e. ramipril. 4eningkatkan produksi substansi #asodilatasi seperti +:. b. ?radikinin. Oang mengandung 'ul&hydryl grup = $aptopril b. 0nhibitor menurunkan a&ter load dan pre load. 4enghambat akti#itas sara& simpatis dengan menurunkan pelepasan noradrenalin $. 0nhibitor = a. 4enurunkan retensi sodium dengan menghambat produksi aldosteron &. 4enghambat pembentukan ang 00 di sirkulasi maupun di jaringan b. 4enurunkan rasio elastin6 kolagen pembuluh darah Dekomendasi 1enggunaan A9.1 A0E In#i. Oang mengandung 1hosphorius = &osinopril 2armakokinetik obat"obat A9.e. $elaEapril $. Puinapril. 1enderita hipertensi dengan (4 yang disertai denga gagal jantung.

0nhibitor sehingga indikasi AD? dan e&ek samping hampir sama seperti A9.5 mg dan 25 mg. :toryl N.n$iotensin Reseptor (locker (AD?) yang pertama dipasarkan adalah losartan (-. $.&ek samping = ?atuk"batuk. e. 2armoten N. angioedema. Kontro#ersi ini menyebabkan beberapa studi menganjurkan AD? sebagai pengganti A9. disebabkan karena selain memblokade AT . Akhir"akhir ini beberapa studi menunjukkan bahwa AD? sebagai obat anti hipertensi meningkatkan insiden in&ark mio$ard. 'ediaan = &alsartan. 9aptensinN ) tersedia dalam table -2.menghambat proses &ibrosis dan kerusakan pada mio$ard. AD? pernah dilaporkan lebih unggul dari A9. sehingga terjadi perangsangan AT 2 lebih banyak oleh Ang 00 yang menyebabkan #asodilatasi dan anti proli&erasi. irbesartan.Deseptor. $andesartan.5). 0nhibitor. AD? tidak menurunkan konsentrasi Ang 00 dalam darah. 1reparat = Kaptopril (9apoten N. menurunkan hipertro&i #as$ular. dengan demikian memperbaiki geometri #entrikel kiri sehingga &ungsi sistolik dan diastolik ikut membaik.Deseptor. 0nhibitor. dosis oral mulai dari . . serta dalam penelitian dilaporkan bahwa kombinasi A9. (engan memblokade AT .&ek ini mirip dengan e&ek A9. hilangnya rasa penge$ap yang bersi&at re#ersible (dysgeusia). AD? menyebabkan #asodilatasi . A9. Kombinasi yang paling baik adalah dengan diuretik. telmisarta. 0nhibitor kontraindikasi pada wanita hamil. eprosartan. (e<a$ap N. 0nhibitor dengan B blo$ker e&ekti& menurunkan tekanan darah. olmesartan. peningkatan ekskresi +a > dan $airan (mengurani #olume plasma) . 39 . hanya diberikan bagi yang tidak dapat menerima A9. losartan . 0nhibitor..2 Angiotensin Reseptor Blocker 4ARB5 . hepatotoksik. dan proteinuria merupakan e&ek samping yang jarang. skin rash. .25 mg sampai 50 mg diberikan 2") <6 hari sebelum makan. 0nhibitor.

5 H 25 -. @alsartan > %9T (9o(io#an N) .itor Denin yang dulunya dianggap sebagai enEim yang di produksi oleh ginjal untuk mengubah angiotensinogen menjadi angiotensin 0 ternyata juga diproduksi di berbagai organ.at (iuretik TiaEid Klortalidon %idroklorotiaEid 0ndapamid 4etolaEon (iuretik Goop ?umetanid 2urosemid )i aran Do i Harian 4mg5 -2.<&orge N) +i&edipin> atenolol (+02"T. ?isoprolol > %9T (GodoE N). diabeti$ ne&ropati.e.. 0rbesartan > %9T (9o" Apro#el N) .+ N). 2000) menunjukkan bahwa untuk men$apai T( J -*06 .2 H 2 20 H /0 Fre"!en i Do i 2 2 44 .25 H 2. retinopati.5 0.5! dari total renin) dimana prorenin meningkat pada gagal jantung. %al ini disebabkan ketidak patuhan pasien menggunakan obat serta pemberian obat antihipertensi yang tidak adekuat. Telmisartan > %9T (4i$ardis 1lus N) . penyakit komplikasi $ardio#as$ular sehingga menunjukkan bahwa renin dan prorenin terlibat langsung dalam end organ damage.5 H 25 -2.) Kombinasi :bat"obat Anti %ipertensi (ata"data menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol. 9ontoh kombinasi 2 obat antihipertensi antara lain = amlodipin > #alsartan (. 'ediaan yang pertama dipasarkan adalah Aliskiren (DasileE N). 1rorenin sebagai prekursorenin jumlahnya lebih banyak dari rennin (. Kombinasi obat hipertensi dengan obat lain juga tersedia seperti kombinasi amlodipin dengan ator#astatin ($aduet N). 'pironolakton > ?utiEide (AldaEid N). 0! pasien hipertensi membutuhkan 2 atau ) jenis obat anti hipertensi.5 0.3 Dire+t Renin In#i. Denin 0nhibitor berman&aat diberikan kepada pasien obesitas*. :bat Antihipertensi )ela '. The Ameri$an AGG%AT 'tudi (The Antihypertensi#e and Gipid Gowering Treatment to 1re#ent %eart Atta$k Trial. Deserpin > %ydralaEine > %9T ('erapes N) .0 mm%g. 00. Tabel . .

atau 2 .5 " 5 5 25 " 50 50 " -00 25 H 50 5 "20 2.atau 2 2 2 2 2 2 .atau 2 2 .atau 2 .5 H -0 -"* / H )2 *00 H /00 -50 H )00 25 H -00 20 H *0 20 H /0 /0 " )20 -/0 H ) 0 -/0 H */0 . 0nhibitor ?enaEepril 9aptopril . 9al$ium 9hannel ?lo$ker (iltiaEem @erapamil 9al$ium (ihydrawpyridines Amlodipine 2elopodipine 0sradipine +i$ardipine +i&edipine +isoldipine Antagonis.5 H )0 5 H *0 -.atau 2 .Torsemid (iuretik Q 1otasium 'paringR Amilorid 'prironolakton Triamteren ?eta ?lo$ker Atenolol ?eta<olol ?isoprolol 4etoprolol +adolol 1ropanolol Timolol ?eta ?lo$ker dengan 0'A A$ebutolol 9arteolol 1enbutolol 1indolol Al&a 6 ?eta ?lo$ker 9ar#edilol Gabeatiol A9.nalapril 2osinopril Gisinopril 4oe<ipril Suinapril Damipril Trandolapril Angiotensin Deseptor ?lo$ker 9andesartan .5 H 5 20 -0 " *0 -2.5 H 20 -0 H 20 5 H 20 3.5 H -0 50 "-00 *0 H /0 *0 H -20 -0 " *0 200 H /00 2.5 H -00 2.atau 2 2 .atau 2 2 atau ) .5 H 25 200 " /00 -0 H 20 -2.prosartan 0rbesartan Gosartan :lmesartan Telmisartan @alsartan 9al$ium Antagonis. 2.5 H 5 20 H *0 )0 H -20 20 H 0 2 2 2 - 41 .atau 2 5 H 20 5 H 20 2.

ili" "iri . Komplikasi %ipertensi2 )ompli"a i Hiperten i 4 Sangat dim!ng"in"an e#!.al Di e" i aorta )ompli"a i at#ero "leroti" Trom.<.II.!ngan dengan tinggin-a te"anan dara# Hiperten i malignan -ang diper+epat En+e&alopati Perdara#an Sere.ral In&ar" mio"ard Pen-a"it .ant!ng "oroner Sindrom 0la!di+atio 42 .ant!ng 9agal 1ant!ng )onge ti& In !&i ien i gin. )ompli"a i Hiperten i Tabel-0.ral 4ota"5 Hipertro&i .o i +ere.

1 Penangg!langan Hiperten i Pada )elainan 1ant!ng dan Pem. :bat antihipertensi yang dapat digunakan pada keadaan khusus III.at Anti#iperten i Pada )eadaan )#! ! Tabel --.!l!# Dara# 43 .BAB III PEN99UNAAN 'BAT6'BAT ANTIHIPERTENSI Pengg!naan '.

A. Pen-a"it 1ant!ng I "emi" 1enyakit jantung iskemik merupakan kerusakan organ target yang paling sering ditemukan pada pasien dengan hipetensi. 0nhibitor dan B blo$ker 1ada pasien simptomatik dengan dis&ungsi #entrikel atau penyakit jantung Qend sta$eR direkomendasikan untuk menggunakan A9. 9agal . in&ark miokard).i. 1ada situasi seperti ini pengontrolan tekanan darah sangat penting untuk men$egah terjadinya progresi&itas menjadi dis&ungsi #entrikel kiri2. dan Angiotensin resptor blo$ker (AD?) bersama dengan pemberian diureti$ QloopR. dan antagonis aldosteron terbukti sangat menguntungkan tanpa melupakan penatalaksanaan lipid pro&il yang intensi& dan penggunaan aspirin. 'ehingga penatalaksanaan hipertensi dan pro&il lipid yang agresi& merupakan upaya pen$egahan terjadinya gagal jantung. 1ada pasien hipertensi dengan angina pe$toris stabil obat pilihan pertama adalah 0 "locker dan sebagai alternati#e calcium channel "locker (99?). B blo$ker. ??.ant!ng Fagal jantung dalam bentuk dis&ungsi #entrikel sistolik dan diastoli$ terutama disebabkan oleh hipertensi dan penyakit jantung iskemik. 1ada pasien dengan sindrom koroner akut ( angina pe$toris tidak stabil dan in&ark miokard).1enyakit jantung dan pembuluh darah yang disertai hipertensi yang perlu diperhatikan adalah penyakit jantung iskemik (angina pe$toris. gagal jantung dan penyakit pembukuh darah peri&er2. 1ada pasien pas$a in&ark miokard. a. 1ada pasien asimptomatik dengan terbukti dis&ungsi #entrikel rekomendasinya adalah A9. inhibitor dan kemudian dapat ditambahkan antihipertensi lain bila diperlukan. 44 . A9. 0nhibitor. pengobatan hipertensi dimulai dengan Bblo$ker dan A9.

i pada pasien asimptomatik 1A1 ekstremitas bawah dapat dipertimbangkan untuk menurunkan kejadian kardio#askular.i pada pasien simptomatik 1A1 ekstremitas bawah beralasan untuk menurunkan kejadian kardio#askular..al ?ila ada gangguan &ungsi ginjal . Antihipertensi dapat menurunkan per&usi tungkai dna berpotensi mengeksaserbasi symptom klaudikasio ataupun iskemia tungkai kronis.2 Penangg!langan Hiperten i dengan gangg!an &!ng i gin. III. Kemungkinan tersebut harus diperhatikan saat memberikan antihipertensi . Kelas 00a 1enggunaan A9. Kelas 00b 1enggunaan A9.0 mm%g ( untuk non diabetes) atau target tekanan darah J -)06/0 mm%g ( untuk diabetes) B"blo$ker merupakam agen antihipertensi yang e&ekti& dan tidak merupakan kontraindikasi untuk pasien hipertensi dengan 1A1. +amun sebagian besar pasien dapat mentolerir terapi hipertensi tanpa memperburuk symptom 1A1 dan penanggulangan sesuai pedoman dperlukan untuk tujuan menurunkan resiko kejadian kardio#askular. hipertensi primer) ataupun gangguan atau penyakit ginjalnya yang menimbulkan hipertensi. 45 . Hiperten i Pada pa ien dengan pen-a"it arteri peri&er Dekomendasi Kelas 0 1emberian antihipertensi pada 1A1 ekstremitas in&erior dengan tujuan untuk men$apai target tekanan darah J -*06. maka haruslah dipastikan dahulu apakah hipertensi menimbulkan gangguan &ungsi ginjal ( hipertensi lama..

• 1emakaian golongan A9. %ipertensi dengan gangguan &ungsi ginjal • 1ada keadaan ini penting diketahui derajat gangguan &ungsi ginjal ( 99T.a.i atau AD? dan 99? golongan non dihidropiridin. kreatinin) dan derajat proteinuri • 1ada 99TJ25 ml6menit diureti$ golongan tiaEid ( ke$uali metolaEon) tidak e&ekti&. Tekanan darah diturunkan sampai J -)06/0 mm%g ( untuk men$egah pro&resi gangguan &ungsi ginjal) 46 . b. %ipertensi akibat gangguan ginjal atau adrenal • 1ada gangguan ginjal terjadi penumpukan garam yang membututuhkan penurunan asupan garam atau diureti$ golongan &urosemid atau dialysis.i atau AD? perlu memperhatikan penurunan &ungsi ginjal dan kadar kalium • 1emakaian golongan B blo$ker dan 99? retali& aman2. derajat proteinuri ikut menentukan progresi gangguan &ungsi ginjal. 1edoman 1engobatan %ipertensi (engan Fangguan 2ungsi Finjal -. sehingga proteinuri perlu ditanggulangi se$ara maksimal dengan pemberian A9. • Aldosteronisme primer ( baik karena ademona maupun hyperplasia kelenjar adrenal) dapat ditanggulangi se$ara medi$al ( dengan obat antialdosteron) ataupun intre#ensi • (i samping hipertensi.

1enanggulangan hipertensi pada usia lanjut amat berman&aat dan telah terbukti dapat mengurangi kejadian komplikasi kardio#askular. 'elain itu. terbukti men$egah terjadinya penyakit jantung kongesti&.'ekitar 0! hipertensi pada usia lanjut adalah hipertensi sistolik terisolasi ( +solated Systolic Hypertension) dimana terdapat kenaikan tekanan darah sistolik disertai penurunan tekanan darah diastolik. :bat"obat yang biasa dipakai meliputi diureti$ (%9T) -2. penanggulangan hipertensi pada usia lanjut dimulai dengan perubahan gaya hidup.gram62* jam tekanan darah diusahakan lebih rendah (L -25635 mm%g) *. :bat lain seperti golongan A9.0 mm%g bila kondisi dan harapan hidup baik T( sistolik 7 -*0 mm%g disertai (4 atau merokok atau disertai &a$tor resiko lainnya. Kombinasi 2 atau lebih obat dianjurkan untuk memperoleh e&ek pengobatan yang optimal. 1engobatan dimulai bila= • • T( sistolik 7 . pre#alensi gagal jantung dan stroke juga tinggi.!t %ipertensi pada usia lanjut mempunyai pre#alensi yang tinggi. terbukti dapat mengendalikan tekanan darah. ?ila ada proteinuria dipakai A9. keduanya merupakan komplikasi hipertensi.5 mg. termasuk menghindari makanan yang diawetkan dan penurunan berat pada obesitas. pada usia di atas 5 tahun didapatkan antara 0"/0!.i. (iet rendah garam. ?ila proteinuria I . 99? kerja panjang dan obat"obatan lainnya dapat digunakan.i atau AD? ( sepanjang tidak ada kontraindikasi) ).i atauAD? ( kreatinin tidak boleh naik I 20! ) dan kadar kalium (hiperkalemia) III. 1erlu perhatian untuk perubahan &ungsi ginjal pada pemakaian A9. 47 . 'eperti halnya pada usia muda. penanggulangan hipertensi amat penting dalam mengurangi morbiditas dna mortalitas kardio#askular pada usia lanjut. :leh karena itu. 3 Penangg!langan Hiperten i Pada U ia Lan.2.

menurunkan berat badan. gagal jantung. Khusus untuk pasien stroke yang disertai in&ark miokard. 'asaran ( target penurunan) tekanan darah = • • Tekanan darah J -)0 6 /0 mm%g ?ila disertai proteinuria 7. metabolisme glukosa.gram62* jam = L -25635 mm%g. Apabila tekanan darah turun terjadi #asodilatasi. gagal ginjal.!r"an adala# A0E In#i.% Penangg!langan Hiperten i Pada Dia.III. serta mengurangi konsumsi garam. 48 . diseksi aorta.:tak memiliki kemampuan autoregulasi agar aliran darah tetap konstan pada tekanan per&usi serebral dalam batas 50"-50 mm%g. resistensi insulin. maka tekanan darah diturunkan sampai batas hipertensi ringan atau sebelum stroke. • 2armakologis= %al yang perlu diperhatikan dalam memilih obat anti hipertensi adalah pengaruh terhadap pro&il lipid.at anti#iperten i -ang dian. III. retinopati dan edema papil.ete 0ndikasi pengobatan = ?ila tekanan darah sistolik 7 -)0 mm%g dan atau tekanan diastoli$ 7/0 mm%g. sebaliknya jika tekanan darah naik terjadi #asokonstriksi. Penangg!langan Hiperten i Pada 9angg!an Ne!rologi" %ipertensi ditemukan pada /0! pasien stroke akut ketika masuk rumah sakit. menghentikan merokok dan al$ohol. '.itor ata! 00B golongan di#idropidine. Kenaikan tekanan darah pada stroke iskemik akut sebagian besar bersi&at sementara akibat peningkatan akti#itas sara& simpatis. 1engelolaan= • +on &armakologis = perubahan gaya hidup.$. meningkatkan akti#itas &isik.

sehingga memperbaiki kematangan &etus. :bat"obat yang tidal bnoleh diberikan selama kehamilan adalah A9. (0uretik juga tidka digunakan mengingat e&ek pengurangan #olume plasma yang dapat mengganggu kesehatan janin.hipoglikemia. 99? golongan non dihidropiridin. AD?.i. ?ila gagal men$apai target organ ditambahkan terapi &armakologis.i ( berkaitan dengan kemungkinan kelainan perkembangan &etus) dan AD?. dan in&ark miokard. * Penangg!langan Hiperten i Pada )e#amilan Tekanan darah I . hipertensi ne&ropati. Terapi de&initi#e ialah menghentikan kemhamilan atas indikasi pre eklampsia berat setelah usia kehamilan I )5 minggu III. • 1ada penderita (m dengan T( sistolik antara -)0"-).7 Penangg!langan Pada )edar!ratan Hiperten i Hiperten i emergen i adalah kondisi dimana tekanan darah harus diturunkan dalam satu jam untuk menghindari resiko morbiditas yang serius atau kematian. pre" e$lampsia. mm%g atau T( diastoli$ antara /0"/.Target penurunan tekanan darah yang hendak di$apai adalah 525! pada -"2 jam pertama. (iberikan terapi kombinasi apabila target terapi tidak dapat di$apai dengan monoterapi. mm%g diharuskan melakukan perubahan gaya hidup sampai ) bulan.0 mm%g disamping perubahan gaya hidup dapat diberikan terapi &armakologis se$ara langsung. • 1enderita (m dengan T( sistolik 7-*0 mm%g atau T( diastoli$ 7. kemudian diturunkan sampai . Hiperten i !rgen i adalah situasi yang lebih ringan dari emergensi .06-00 mm%g pada 2" jam berikut. diureti$ dosis rendah. termasuk T( sistolik I220 mm%g atau T( diastoli$ I-25 mm%g pada pasien asimptomatis. Al&a blo$ker. III. :bat Hobat yang dapat dipergunakan adalah = A9. ?eta blo$ker.06-00 mm%g harus diturunkan untuk melindungi ibu terhadap resiko stroke atau untukk memungkinkan perpanjangan masa kehamilan.Kondisi ini termasuk en$e&alopati . perdarahan otak. diseksi aorta. atau pada mereka yang tekanan darah meningkat disertai kerusakan target 49 . :bat yang dapat digunakan ialah metildopa dan +i&edipin.

-5 mg (-50 ug)*. ?iasanya dosis kurang dari -. +i$ardipine (1erdipineN) = (osis -0")0 ug6kg?b diberikan 0@ bolus perlahan"lahan diikuti 2"-0ug6kg?b6menit $.organ yang progresi&. :bat"obat antihipertensi yang dianjurkan untuk hipertensi emergensi adalah= a.ml) mengandung 0. b. +a> +itropruside 4erupakan obat pilihan untuk hipertensi emergensi.5 ug6kg?b6menit sudah terjadi penurunan tekanan darah. serangan jantung dan kematian pada laki"laki dan perempuan dengan hipertensi sistolik dan diastoli$ dan kualitas hidup dapat lebih 54 . BAB I2 )ESI(PULAN 1enelitian a$ak. Klonidin ( 9atapressN) 'atu ampul (. berkelola.ml) +a> +itropruside berisi 50 mg diberikan melalui in&use pump mulai dengan 0. se$ara konsisten menunjukan bahwa terapi obat dengan antihipertensi mengurangi resiko stroke &atal dan non &atal. 1emberiannya harus dititrasi mulai dosis ke$il yang ditingkatkan perlahan dengan tekanan darah harus dimonitor melalui artery line. (osis 5"-5 ug6kg?b6menit e&ekti& menurunkan tekanan darah pada krisis hipertensi d.25 ug6kg?b6menit. (iltiaEem ( %erbesserN) tersedia dalam #ial -0 mg dan 50 mg. 'atu #ial (.

nya dalam mengatasi hipertensi. ed 0@. 1entingnya mengontrol tekanan darah baik dengan modi&ikasi gaya hidup dan juga penggunaan obat antihipertensi dapat dibuktikam dapat men$egah ke arah komplikasi yang terjadi akibat hipertensi yang tidka terkontrol. Kalupun demikian. 1rognosis dari keadaan hipertensi yang terkontrol tentu akan meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi.. 'etiohadi ?. 51 . terutama dalam menghadapi multidiagnosa . (uku . serta juga e&ek samping yang dapat terjadi pada penggunaan obat antihipertensi itu sendiri. (engan pengobatan. 'udoyo AK. dkk. 200 . penurunan komplikasi lebih banyak pada stroke. 'elain setiap obat antihipertensi memiliki dampak yang berbeda"beda dalam hubungan nya dengan penggunaan bersama obat lain. :rang usia lanjut dengan tingkatan tekanan darah yang meninggi juga mempunyai kemungkinan untuk mengalami komplikasi. jadi tidak ada ambang di mana komplikasi hipertensi mendadak lebih banyak. Aakarta = 2K80T hal 5. 'elain menurunkan morbiditas dan mortalitas juga akan meningkatkan kualitas hidup seorang pasien. dan gagal jantung. Alwi 0. ada kemungkinan untuk menurunkan dosis dan jumlah obat antihipertensi se$ara bertahap yang diawasi se$ara ketat oleh klinisi. +amun penggunaan obat antihipertensi harus disesuaikan dengan kondisi dari seorang pasien.1ar +lmu 'enyakit Dalam jilid -." 0). Tingkat tekanan darah yang serupa lebih berbahaya pada orang yang bertambah usia. Tidak ada batas dimana komplikasi tiba"tiba meningkat dalam kekerapannya.baik. 8ntuk men$apai hal ini dibutuhkan kepatuhan seorang pasien untuk bekerja sama dengan klinisi nya dalam pengobatan hipertensi yang sering dalam sepamjang usia hidupnya.4orbiditas dan mortalitas oleh komplikasi hipertensi berkaitan langsung dengan tingkatan tekanan darah.?eragam golongan obat antihipertensi diakui peranan DAFTAR PUSTA)A -. man&aat pada pengurangan in&ark miokard tidak begitu menonjol. Desiko komplikasi serupa pada laki"laki dan perempuan.

20-0.?raunwald dkk.ardiovaskular Secara Rasional.200/. Kot$hen TA.ed2.in www. -isiolo$i manusia dari Sel ke Sistem. -5*. (iakses pada 20 4ei 20--. 3. ?la$k %D. 200-. Kabo 1. 'herwood G.ntihipertensi dalam -armakolo$i dan Terapi ed5. Hypertensive 3ascular Disease.et al. National The Seventh Report of the &oint ommittee on 'revention# Detection# Evaluation# and Treatment of Hi$h (lood 'ressure .F9. Aakarta = 1erhimpunan %ipertensi 0ndonesiaT hal -"25. The A+9 @00 Deport.Aakarta= (epartemen 2armakologi dan Terapeutik 2K80. (alam 2au$i. Aakarta= ?alai 1enerbit 2K80T hal= )"-02 5.$om6hypertension.+ew Oork=4$Fraw%illTp.#ol 00.AA4A. Tekanan Darah Tin$$i. Gumbantobing '+.emedi$ine.200/.200)T p 2/. . %arrissonMs 1rin$iple o& 0nternal 4edi$ine -3th ed. Rin$kasan Eksekutif 'enan$$ulan$an Hipertensi. 2003.. ?akris FG.. Aakarta= ."-5 2 52 .hal =))0" )) 65 %ypertension. 9hobanian A@. Aakarta = ?alai 1enerbit 2K80T hal *. /.hal=)*-") 0. 200/. 25 0"32 . (a$aimana Men$$unakan 2"at-2"at . 1erhimpunan %ipertensi 0ndonesia (0na'%).2. ). +a&rialdi.