1.

Etiologi pneumonia berdasarkan usia pada anak Umur Lahir-20 hari Penyebab yang sering Bakteria  Escherichia colli  Group B streptococci  Listeria monocytogenes Penyebab yang jarang Bakteria An aerobic organism  Group D streptococci  Haemophillus influenzae  Streptococcus pneumoniae  Ureaplasma urealyticum Virus  Cytomegalovirus  Herpes simplex virus Bateria  Bordetella pertusis  Haemophillus influenza type B and non typeable  Moxarella catarrhalis  Staphylococcus aureus  Ureaplasma urealyticum Virus  Cytomegalovirus Bacteria  Haemophillus influenza type B  Moxarella catarrhalis  Neisseria meningitis  Staphylococcus aureus Virus  Varicella zoster virus Bakteria  Haemophillus influenza  type B  Legionella species

3 minggu- 3 bulan

Bakteria  Clamydia trachomatis  Streptococcus pneumoniae Virus  Respiratory syncytial virus  Influenza virus  Para influenza virus 1,2  and 3  Adenovirus

4 bulan-5 tahun

5 tahun- remaja

Bakteria  Streptococcus pneumoniae  Clamydia pneumoniae  Mycoplasma pneumoniae Virus  Respiratory syncytial virus  Influenza virus  Parainfluenza virus  Rhinovirus  Adenovirus  Measles virus Bakteria  Clamydia pneumoniae  Mycoplasma pneumoniae  Streptococcus pneumoniae

diikuti dengan 0.5 g/kgBB IV bolus. Pernberian manitol ini harus disertai pemantauan kadar osmolalitas serum. Keadaan ini dapat dicegah dengan pembatasan ketat pemberian cairan hipotonik. Terapi cairan  Pada edema serebri Terapi pada edema serebri adalah terapi osmotik Manitol Dosis awal manitol 20% 1-1.5 g/kgBB IV bolus tiap 4-6 jam. Salin Hipertonik Cairan salin hipertonik (NaC1 3%) juga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti manitol dalam terapi edema otak.25-0. Osmolalitas serum yang rendah dapat menyebabkan edema sitotoksik sehingga harus dihindari.  Kebutuhan cairan anak 10 kg I = 100cc/kgBB/hari 10 kg II = 50 cc/kgBB/hari 10 kg III = 20 cc/kgBB/hari . Efek maksimum terjadi setelah 20 menit pemberian dan durasi kerjanya 4 jam. Kadar osmolalitas serum tidak boleh lebih dan 320 mOsmol/L.Staphylococcus aureus Virus  Adenovirus  Epstein barr virus  Influenza virus  Parainfluenza virus  Rhinovirus  Respiratory syncytial virus  Varicella zoster virus  2. yaitu dehidrasi osmotik. Mekanisme kerjanya kurang lebih sama dengan manitol.

Pengertian batuk dan DD batuk Batuk adalah pengeluaran sejumlah volume udara secara mendadak dari rongga toraks melalui epiglotis dan mulut. adanya riwayat asma atau penyakit atopi pada keluarga. asma. Diagnosis banding pada pasien dengan batuk kronik: TB. TB. asma. mengi. 4. pertusis. gagal jantung. Pengertian sesak Ketidaknyamanan perasaan dalam bernapas yang bersifat subjektif dan sulit diukur. pneumotoraks. pertusis. Penggunaan bronkodilator pada pneumonia 6. Pada pemeriksaan fisik. Batuk dengan wheezing: asma. bronkiektasis. efusi/empiema. abses paru Batuk pada pagi hari: Pada keadaan bangun tidur di pagi hari kondisi lendir / dahak di tenggorokan menjadi lebih kental. maka diagnosis kerjanya  ASMA . pneumonia 5. Diagnosis asma yang sederhana Pada anamnesis didapatkan gejala sulit bernapas. Jika terdapat dugaan-dugaan ini kemudian diberikan bronkodilator berhasil. penyakit jantung bawaan. bronkiolitis.Kebutuhan cairan pada pasien ini (10 x 100) + (3 x 50) = 1150 cc/hari Jika pasien demam hari itu. benda asing. bronkiolitis. dada terasa berat yang bersifat episodic dan berkaitan dengan musim. maka ditambahkan 10% dari jumlah cairan yang dibutuhkan. sehingga dapat terjadi gejala seperti itu. jika sedang tidak serangan tidak didapatkan kelainan. saat serangan didapatkan wheezing. Diagnosis banding pada pasien batuk dan kesulitan bernafas: pneumonia. 3.

CRP juga digunakan pada penyakit kronik untuk menilai terjadinya peradangan aktif. Golod standar diagnosis pneumonia Gold standar untuk pneumonia adalah ditemukannya infiltrate paru pada pemeriksaan radiologi paru. CRP meningkat 6 jam setelah adanya peradangan.Jika masih terdapat keraguan dalam diagnosis asma ringan pada anak. . maka diagnosis kerja  ASMA 7. dapat dilakukan tes berlari selama 6 menit. CRP Merupakan suatu protein fase akut yang disintesis oleh hepatosit. 8. jika terjadi serangan.