You are on page 1of 10

DIET BEBAN GLIKEMIK RENDAH MEMPERBAIKI GEJALA PADA PASIEN AKNE VULGARIS : UJI COBA TERKONTROL SECARA ACAK

Abstrak : Latar belakan : Meskipun patogenesis jerawat pada saat ini masih belum diketahui, studi epidemiologi baru-baru ini pada populasi non-baratan menunjukkan bahwa faktor makanan, termasuk beban glikemik, mungkin terlibat. T!"!an : Menentukan apakah diet beban glikemik rendah mengurangkan jumlah lesi jerawat pada pria muda. Met#$e : Empat puluh tiga pasien laki-laki dengan jerawat berusia 15-25 tahun direkrut untuk 12 minggu, desain parallel, menggabungkan intervensi diet dan penilaian dermatologi tersamarkan. engobatan eksperimental adalah diet rendah glikemik terdiri dari 25! energ" dari protein dan #5! dari karbohidrat indeks glikemik rendah. $ebalikn"a, situasi %ontrol menekankan makanan karbohidrat padat tanpa menga%u pada indeks glikemik. &umlah lesi jerawat dan keparahan dinilai selama kunjungan bulanan dan sensitivitas insulin 'menggunakan model penilaian homeostasis( diukur pada awal dan 12 minggu. Has%l : $etelah 12 minggu, rata-rata '$EM( jumlah lesi total lebih menurun ' ).)*( di kelompok beban glikemik rendah '2*.5*.+( dibandingkan pada kelompok %ontrol '-12.) , *.5(. Eksperimental diet ini juga menghasilkan pengurangan besar dalam berat '-2.+ , ).dibandingkan ).5 , ).* kg. P / ).))1( dan indeks massa tubuh 'dalam kg0m 2. -).+2 , ).25 dibandingkan dengan ).)1 , ).11. P 1 ).))1( dan peningkatan "ang lebih besar dalam sensitivitas insulin '-).22 , ).12 dibandingkan ).#2 , ).*1. P 1 ).)23( berbanding pada situasi diet %ontrol. Kes%&'!lan : erbaikan jerawat dan sensitivitas insulin setelah diet rendah glikemik

menunjukkan bahwa gi4i- berhubungan faktor ga"a hidup mungkin memainkan peran dalam pathogenesis jerawat. 5amun, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengisolasi efek independen dari pengurangan berat badan dan intervensi diet dan untuk lebih menjelaskan mekanisme patofisiologis "ang mendasari.

1

)leh karena itu. /iperinsulinemia terli!at dalam pato.ita an . Para penulis !erspekulasi !ahwa konsumsi sering kar!ohidrat tinggi 3( mungkin !erulang kali mengekspos remaja untuk terjadi hiperinsulinemia akut. jerawat tetap langka di non ' !aratan mas&arakat seperti (nuit. telah terjadi penilaian kem!ali hu!ungkait diet dan jerawat karena pemahaman &ang le!ih !esar tentang !agaimana diet dapat mempengaruhi .ikasian tentang respon glikemik terhadap kar!ohidrat . jerawat diperkirakan mempengaruhi 79-95 % dari populasi remaja. 1ang menarik adalah konsep indeks glikemik 2 3( 4 . *tas dasar pengamatan ini dan pendapat dokter. mungkin terli!at dalam patogenesis jerawat.aktor ga&a hidup. )kinawa (slanders. /u!ung kait diet dan jerawat akhirn&a jatuh pada tahun #909 ketika se!uah studi klinis tidak menemukan eksaser!asi lesi jerawat dalam kelompok &ang makan +okelat di!andingkan dengan kelompok &ang menelan !ar plase!o.ikan terhadap tinggin&a pre alensi jerawat terlihat di negara-negara Barat .aktor etnis &ang terli!at dalam pre alensi jerawat.arena 3( han&a dapat digunakan untuk mem!andingkan makanan dari kandungan kar!ohidrat &ang sama . !an&ak perde!atan telah mengepung su!jek diet pengelolaan jerawat. *+he pem!uru.aktor endokrin &ang terli!at dalam jerawat.aktor pertum!uhan insulin. termasuk pola makan. 40-54 % dari indi idu le!ih tua dari "5 tahun.ek glikemik pada seluruh makanan atau diet 2 3( 5 diet kar!ohidrat tersedia4. pengamatan ini diperumit oleh temuan !ahwa tingkat insiden jerawat telah meningkat dengan penerapan ga&a hidup Barat. %e+ara historis. Dalam populasi Barat.Pen$a(!l!an &erawat adalah pen"akit kulit "ang umum dan kompleks "ang mempengaruhi individu dari segala usia.( 2 (37 . 2 .pengumpul dan .isiologi jerawat karena hu!ungann&a dengan peningkatan !ioa aila!ilitas androgen dan konsentrasi !e!as . Pada #9$0. %e!alikn&a. -eskipun keluarga dan . dan #" % wanita dan $ % pria dengan usia pertengahan. Pengamatan ini menunjukkan !ahwa . kemudian !e!an glikemik dikem!angkan untuk mengkarakterisasi e.se!uah sistem pengklasi.ek endokrin pada diet ini. pasien tidak digalakkan makan kar!ohidrat dalam jumlah !erle!ihan dan makanan tinggi gula. kita !erhipotesis !ahwa inter ensi makanan rendah glikemik mungkin memiliki e.(4. . *ki!atn&a.ek terapeutik pada jerawat !erdasarkan keuntungan e.epulauan. jerawat dianggap pen&akit meta!olisme kar!ohidrat terganggu karena pada awaln&a men&arankan !ahwa toleransi glukosa terjadi pada pasien jerawat. 6ordain et al mendalilkan !ahwa diet tinggi glikemik mungkin kontri!utor &ang signi. tujuan awal penelitian ini adalah untuk mengetahui kemanjuran dari diet !e!an rendah glikemik dalam mengurangi keparahan gejala jerawat. Baru-!aru ini .

(n. (ndi idu dikeluarkan jika saat ini mereka sedang mengam!il o!at-o!atan &ang diketahui mempengaruhi jerawat atau meta!olisme glukosa. dan jerawat wajah dinilai pada setiap kunjungan bulanan 'minggu ). ada semua kunjungan. :itik akhir primer dari penelitian ini adalah jumlah perubahan lesi inflamasi 'papula. #< tahun4. periode washout selama 0 !ulan diperlukan untuk su!jek &ang se!elumn&a mengam!il retinoid oral atau " !ulan untuk su!jek &ang telah mengam!il anti!iotik oral atau agen anti!akteri atau retinoid topikal. enelitian ini didesain sebagai studi intervensi diet parallel dengan penilaian dermatologi tersamarkan. %elain itu. distandarkan untuk kedua kelompok. ada awal dan 12 minggu.sided 5!( untuk mendeteksi perbedaan sebesar 2)! dalam pengurangan lesi jerawat antar kelompok. pustula. $ekitar 2-* minggu setelah perekrutan. dan nodul( dan total jumlah lesi 'lesi inflamasi dan lesi non3 enga%akan dilakukan oleh komputer berdasarkan nomor a%ak. dan indeks massa tubuh '.omite =tika -anusia 9-(:. 5# subjek terdaftar dalam penelitian ini. esertan"a direkrut antara &uni 2))* dan &uni 2))#. Penelitian ini han&a meli!atkan peserta laki-laki !erusia #5-"5 tahun dengan jerawat wajah &ang ringan sampai sedang. tinggi dan berat badan diukur. $emua subjek ditimbang dengan pakaian ringan.M<( dihitung sebagai berat badan 'kg( 0 tinggi badan kuadrat 'm(. #. peserta menghadiri janji awal mereka dan se%ara a%ak ditugaskan ke salah satu kelompok rendah glikemik '898( atau kelompok kontrol. sampel darah vena diambil setelah puasa semalam dan tes oral glukosa insulin sensitivitas '=9<$( dilakukan dalam subkelompok peserta dari kelompok 898 dan kelompok kontrol. dan penelitian dilakukan di 9-(: 8ni ersit& setelah mendapat persetujuan dari . oleh pihak ketiga. :erapi topikal. dan 12( di klinik penelitian akademis. Peserta diperlukan untuk memiliki jerawat untuk > 0 !ulan se!elum perekrutan.S!b)ek $an Met#$e $ub"ek ria dengan wajah "ang berjerawat direkrut melalui sele!aran &ang diposting di 8ni ersitas 9-(: 2-el!ourne. 6esain $tudi 6ihitung bahwa 1+ sub"ek per kelompok akan memberikan da"a -)! 'pada tingkat 2. dalam bentuk pembersih non%omedogeni%. -. 7ntuk mengimbangi penarikan subjek.ormed +onsent didapat dari setiap peserta atau wali 2jika umur . *ustralia4 dan iklan surat ka!ar. dan alokasi untuk kelompok dilakukan . dengan asumsi $6 dari 22!.

eberapa makanan pokok disediakan dan peserta didorong untuk mengkonsumsi makanan ini atau makanan "ang sama setiap hari . $etiap peserta menerima ren%ana diet individual "ang %o%ok dengan kalori diet dasar mereka seperti "ang ditetapkan dari 2 . :itik akhir sekunder adalah termasuk perubahan pengukuran antropometri dan indeks sensitivitas insulin. A"ris $oftware. intake gi4i dihitung dari *-d ditimbang dan diukur %atatan makanan setiap bulan dengan menggunakan analisis diet ?ustralia-spesifik software '@oodworks. tapi didesak untuk memasukkan karbohidrat sebagai bagian rutin dari diet mereka. $ebalikn"a. kelompok kontrol menerima karbohidrat padat dan diperintahkan untuk makan makanan ini atau makanan serupa setiap hari. roti gandum . embersih :opikal $tandar $emua peserta diberikan dengan pembersih topikal 'pembersih kulit Cethapil.d ditimbang dan diukur %atatan makanan . 6iet 898 di%apai dengan memodifikasi jumlah dan jenis karbohidrat . ?ustralia(. Makanan "ang disediakan memiliki nilai 9< sedang sampai tinggi dan tipikal diet normal mereka terbukti dari 2 . @ren%hs @orrest.d ditimbang dan diukur %atatan makanan . $ub"ek mulai menggunakan pen%u%i topikal 2 minggu sebelumn"a dan diminta untuk mempertahankan tingkat standar penggunaanselama penelitian. Bighgate Bill. >epatuhan diet dipantau melalui wawan%ara telepon biasa. ?ustralia( dan disarankan untuk menggunakann"a di tempat pen%u%i normal mereka.inflamasi( setelah 12 minggu. 6iet "ang dianjurkan 898 terdiri dari 25! energi dari protein. daging tanpa lemak atau ikan ( atau dengan makanan rendah 9< ' misaln"a . $emua peserta diberi instruksi tentang %ara menggunakan timbangan makanan dan untuk membuat %atatan makanan. 9alderma. atau pembersih. 4 . . >elompok 898 diperintahkan untuk mengganti makanan tinggi 9< dengan makanan "ang lebih tinggi protein ' misaln"a . pasta. $elama masa penelitian. >elompok kontrol tidak diberitahu tentang 9<. sama ada sabun. #5 ! dari karbohidrat rendah 9< dan *) ! energi dari lemak . <ntervensi 6iet eserta diberitahu bahwa maksud penelitian adalah untuk membandingkan rasio diet karbohidrat dengan protein dan tidak diinformasikan dari maksud sebenarn"a studi tersebut . dan buah (. penilaian beban glikemik setiap hari dan sampel urin 2# jam 'minggu ) dan 12( untuk penilaian relatif ekskresi urea terhadap kreatinin urin sebagai penanda asupan protein.

7ntuk memastikan bahwa semua lesi jerawat dihitung. dan ujung hidung. seperti telinga. &ika diperlukan. Degistrar menilai jerawat wajah dan keparahann"a han"a menggunakan teknik penghitungan lesi Cunliffe-8eeds dimodifikasi '1#(. han"a seorang dokter "ang melakukan semua penilaian dermatologi ini. 8andmark anatomi wajah. 9ambar 1. 7ntuk mempertahankan kemampuan untuk keberhasilan prosedur ini. :ujuh peserta tidak men"elesaikan studi '5 dalam %ontrol dan 2 pada kelompok 898( dan # telah dihapus dari set data '2 mulai mengambil obat jerawat dan 2 "ang patuh(. dagu. registrar meraba kulit untuk menentukan jenis lesi. Has%l $ub"ek Empat puluh tiga subjek men"elesaikan studi per protokol ' 3am!ar #(. terletak. en"elesaian rekrutmen peserta setelah 12 minggu 5 . $ekelompok ke%il relawan 'n 1 #( dihitung 1 minggu terpisah untuk mengevaluasi reproduktifitas oleh dokter "ang sama. $etiap sisi wajah itu dinilai se%ara terpisah. digunakan untuk memastikan konsistensi antara penilaian. dan dinilai berdasarkan ukuran dan tingkat keparahan. lesi dipetakan dengan menempatkan film plastik transparan dengan grid laser di%etak lembut terhadap kulit.enilaian 6ermatologi $%aling jerawat itu dilakukan oleh registrar dermatologi "ang tidak mengetahui tentang tugas kelompok peserta.

dengan kedua model menunjukkan ke%enderungan untuk meningkatkan sensitivitas insulin pada kelompok 898 dan ke%enderungan untuk meningkatkan resistensi insulin pada kelompok kontrol.Basil $tudi $eperti ditunjukkan dalam 3am!ar ". kelompok 898 mengalami penurunan lebih besar "ang berarti dalam jumlah total dan inflamasi lesi daripada kelompok kontrol. Data-rata jumlah lesi total turun sebesar 2*. 8angkah analisis ulang "ang menggunakan jumlah awal sebagai kovariat menunjukkan perbedaan se%ara keseluruhan antara 898 dan kelompok kontrol 'efek utama kelompok ( .M< pada jumlah lesi jerawat.M< ' P 1 ). erubahan B=M? berkorelasi dengan perubahan indeks =9<$ 'r 1 ).))1( dan B=M? .) '*1!( pada kelompok kontrol ' P 1 ).<D ' P 1 ). . kedua kelompok 898 dan kelompok kontrol menunjukkan penurunan jumlah lesi inflamasi dan lesi total dari ) sampai 12 minggu. Contoh perbaikan jerawat di kelompok 898 ditunjukkan pada 3am!ar $.)2 (. 6 . ada 12 minggu.) '#5!( pada kelompok 898 dan turun sebesar 2. kami tidak menemukan interaksi "ang signifikan antara efek pengobatan diet dan perubahan .)23 ( bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. &umlah lesi inflamasi turun 12. tetapi tidak jumlah lesi inflamasi ' P 1 ). tapi tidak ada perubahan "ang signifikan seiring waktu ' efek utama waktu ( atau perbedaan waktu antara kelompok ' group E interaksi waktu ( diamati .M< ditemukan untuk mengubah hasil B=M?-<D 'P 1 ).))1(. 5amun.)2(. >elompok 898 juga menunjukkan penurunan "ang signifikan pada berat badan ' P 1 /). P 1 ).)* (.*3.# '2*!( pada kelompok kontrol ' P 1 ).)*5(.1)( dan jumlah lesi total 'P 1 ).)#(.5 '51!( pada kelompok 898 dan sebesar 12. en"esuaian statistik titik akhir penelitian untuk perubahan .

$EM( dari baseline pada jumlah lesi inflamasi dan total jumlah lesi jerawat di kelompok rendah glikemik 'garis utuh. n1 2)( pada setiap kunjungan 7 . erubahan persentase Mean '.9ambar 2. n12*( dan kelompok kontrol 'garis putus-putus.

pada awal dan setelah 12 minggu.: $ubjek ? pada awal dan setelah12 minggu. dan E dan @: subjek C pada awal dan setelah 12 minggu. ? dan .9ambar *. C dan 6: subjek . 8 . @oto-foto perbaikan jerawat pada kelompok rendah glikemik '898(.

evaluasi retrospektif asupan makanan menunjukkan hubungan positif antara asupan susu dan didiagnosa dokter menderita jerawat parah. asam lemak nonesterified tinggi dan obesitas (. . ?nalisis data titik akhir primer juga menunjukkan bahwa perbedaan antara kelompok tetap signifikan setelah model intention-to-treat "ang digunakan. penelitian ini juga telah dikritik karena ukuran sampel "ang ke%il.eberapa penelitian diet "ang terkendali dengan baik telah meneliti efek diet pada jerawat. . di %rossover studi single-blind. $etelah pen"esuaian untuk perbedaan keparahan jerawat pada awal. sekresi gonadotropin releasing hormone dan hormone seksual . insulin telah terbukti menurunkan protein "ang mengikat <9@ -< . @ulton et al. hiperphagia. tidak menemukan efek %okelat pada jerawat bila dibandingkan dengan bar plasebo. 5amun. $e%ara keseluruhan. atau ka%ang-ka%angan dan menemukan tidak ada pengaruh pada jerawat. kemungkinan karena jerawat adalah kondisi dinamis di mana kedua perbaikan spontan dan flare dapat terjadi dari waktu ke waktu.ukti klinis dan eksperimental menunjukkan bahwa insulin dapat meningkatkan dan mempengaruhi produksi androgen. penulis mengakui bahwa hubungan ini mungkin telah dipengaruhi oleh ketidaktepatan dalam pengukuran asupan makanan melalui re%all diet. $elain itu. kami menemukan bahwa kelompok 898 memiliki pengurangan lebih besar se%ara keseluruhan dalam total dan jumlah lesi inflamasi berbanding kelompok kontrol. stres ditemukan menjadi faktor utama "ang berkontribusi dan diet dinilai dengan menggunakan nonkualitatif. .aru-baru ini. kami tidak menemukan pengaruh signifikan waktu terhadap jerawat. Chiu et al menunjukkan pada mahasiswa .aru-baru ini. 5amun. 5amun. susu. 5amun. 2( deskuamasi 9 .produksi globulin pengikat hormone. hubungan antara memburukn"a kualitas diet dan eksaserbasi jerawat selama periode pra ujian. melalui pengaruhn"a terhadap en4im steroidogenik. hal ini mungkin mempengaruhi 1 atau lebih dari # pen"ebab jerawat: 1( peningkatan proliferasi keratinosit basal dalam saluran piloseba%eous. . pemeriksaan kemudian terhadap bahan dalam bar plasebo menunjukkan bahwa komposisi asam lemak dan kandungan gula "ang hampir identik dengan "ang ditemukan dalam %okelat. diet tinggi glikemik terlibat sebagai etiologi jerawat karena kemampuan mereka untuk meningkatkan kebutuhan insulin dan faktor lain "ang berhubungan dengan resistensi insulin ' misaln"a. tindak lanjut pendek dan kurangn"a kontrol. di mana mempermudah efek <9@ -< terhadap proliferasi sel. ?nderson meneliti efek dari konsumsi sehari-hari %okelat.D%sk!s% enelitian ini adalah intervensi terkontrol se%ara a%ak "ang pertama untuk menguji pengaruh beban glikemik makanan pada penilaian klinis jerawat. 5amun.

$etelah 12 minggu. dan # ( kolonisasi dan inflamasi komedo oleh Propioni!a+terium a+nes. efek gabungan dari makanan rendah 9< dan penambahan protein mungkin telah mengurangi asupan makanan ad libitum. enelitian ini didukung oleh penelitian sebelumn"a "ang menunjukkan ad libitum diet 898 mengurangi asupan energi 10 .M<. >etika statistik data disesuaikan untuk perubahan .M< pada keseluruhan efek pengobatan. *( peningkatan androgen dimediasi produksi sebum.abnormal %orneo%"tes folikel. ini adalah studi pertama "ang menunjukkan efek terapeutik intervensi diet pada jerawat. =leh karena itu. <ni mungkin karena efek ganda "aitu menambahkan protein dan makanan rendah 9< karena keduan"a mempengaruh rasa lapar dan ken"ang. eserta pada kelompok 898 hilang berat badan meskipun menerima saran diet untuk menjaga asupan energi dasar mereka. Meskipun kita tidak bisa mengisolasi efek diet 898 terhadap penurunan berat badan. "ang membuat peserta sulit untuk mempertahankan kepadatan energi dari diet dasar mereka. temuan ini konsisten dengan saran sebelumn"a tentang hubungan antara hiperinsulinemia dan jerawat. enelitian makanan menunjukkan bahwa makanan rendah 9< dapat meningkatkan rasa ken"ang. peningkatan sensitivitas insulin mungkin tidak han"a disebabkan penurunan beban glikemik tetapi juga pengurangan massa tubuh. 7ntuk pengetahuan. efek diet 898 pada jumlah lesi total dan B=M? . 5amun. engamatan ini perlu didukung dan mekanisme "ang mendasari perlu ditentukan dalam studi skala besar. 6ikarenakan peserta dalam kelompok 898 hilang berat badan. Bal ini menunjukkan bahwa efek terapeutik mungkin merupakan faktor berat badan turun atau mungkin penurunan berat badan merupakan manifestasi lain dari diet 898. enelitian kami juga menunjukkan bahwa perubahan jerawat mungkin terkait erat dengan perubahan dalam sensitivitas insulin karena kami mengamati efek positif dari diet 898 terhadap sensitivitas insulin dibandingkan dengan diet kontrol. diet 898 terbukti se%ara signifikan mengurangi jumlah lesi jerawat dan meningkatkan sensitivitas insulin bila dibandingkan dengan diet tinggi glikemik. kita tidak bisa menghindarkan peran dalam perubahan . menunda kelaparan dan mengurangi asupan makanan bila dibandingkan dengan makanan tinggi 9<.<D hilang. Efek "ang sama telah dilaporkan untuk makanan berprotein tinggi dibandingkan dengan karbohidrat tinggi atau makanan isolari% tinggi lemak. tanpa perlu untuk pembatasan energi eksternal "ang dipaksakan.