Spondylitis Tuberkulosa

05.26.00 Artikel Kedokteran, Neurologi No comments

Penyakit tuberculose pada vertebrae sudah lama dikenal di dunia kedokteran dan pertama-tama diuraikan dan ditulis oleh Pervical Pott dan karena itu penyakit tersebut dinamakan pott’s disease. Spondilitis ini paling sering ditemukan pada vertebra T8 – L3 dan paling jarang pada vertebra C1 – 2. Spondilitis tuberkulosis biasanya mengenai korpus vertebra, tetapi jarang menyerang arkus vertebrae.

Spondylitis korpus vertebra dibagi menjadi tiga bentuk : 1.Pada bentuk sentral Detruksi awal terletak di sentral korpus vertebra, bentuk ini sering ditemukan pada anak. 2.Bentuk paradikus Terletak di bagian korpus vertebra yang bersebelahan dengan diskus intervertebral, bentuk ini sering ditemukan pada orang dewasa. 3.Bentuk anterior Dengan lokus awal di korpus vertebra bagian anterior, merupakan penjalaran per kontinuitatum dari vertebra di atasnya. Umumnya penyakit ini menyerang orang-orang yang berada dalam keadaan sosial ekonomi yang rendah.

Penyakit ini juga dapat menjalar. . nanah ini dapat menjalar menuju ke beberapa tempat diantaranya dapat berupa : 1. Vertebra lumbalis juga dapat terserang dan akhirnya vertebra cervicalis pun tidak terlepas dari serangan ini. Sementara itu proses dapat menimbulkan gejala-gejala lain. Abscess dingin artinya abscess tuberculose. maka akan terdapat pembengkokan hyperkyphose yang kita kenal sebagai gibbus. 3.Abscess dapat pula menembus ke belakang dan berada di bawah fasi dan kulit di sebelah belakang dan di luar columna vertebralis merupakan suatu abscess akan tetapi tidak panas.Suatu abscess paravertebrae abscess terlihat dengan bentuk spoel di kiri-kanan columna vertebralis.Patologi Walaupun semua vertebrae dari columna vertebralis dapat diserang namun yang terbanyak menyerang bagian thorax. focus yang pertama dapat terletak pada centrum corpus vertebrae atau pada metaphyse. diantaranya dapat terkumpulnya nanah yang semakin lama semakin banyak. Umumnya abscess ini dinamakan abscess dingin. sehingga merupakan senkung’s abscess yang terlihat di bagian dada penderita. bisa juga pertama kali bersifat subperiosteal. sehingga akhirnya corpus vertebrae tidak lagi kuat untuk menahan berat badan dan seakanakan hancur sehingga dengan demikian columna vertebralis membengkok. Kalau hal ini terjadi pada bagian thorax. 2.Dapat pula abscess menjalar mengelilingi tulang rusuk.

5. akan tetapi cukup untuk memberikan tekanan yang hebat pada Medulla Spinalis. Semua abscess tersebut di atas dapat menembus kulit dan menyebabkan timbulnya fistel yang bertahun-tahun.Dapat pula abscess terlihat sebagai supraclavicular abscess. Dengan demikian banyak .4. Kecuali abses-abses tersebut di atas. Adapun pathogenesis dari proses ini dapat dijelaskan sebagai berikut : tekanan dapat berasal dari proses yang terletak di dalam canalis spinalis.Pada leher dapat juga terjadi abscess yang terletak dalam pharynx sehingga merupakan retropharyngeal abscess. ialah paraplegia. Dalam hal ini meskipun nanah hanya sedikit. umumnya disebut Pott’s Paraplegia. tuberculose pada vertebrae dapat pula memberikan komplikasi. Jika di dalam canalis spinalis ada proses tuberculose yang terletak pada corpus bagian belakang yang merupakan dasar dari canalis spinalis. maka proses tadi menimbulkan pengumpulan nanah/jaringan granulasi langsung menekan medulla spinalis. 6. Dapat pula proses tuberculosa menghancurkan corpus sehingga canalis spinalis membengkok dan menekan pada tulang dindingnya. Tekanan tadi menyebabkan paraplegia.Pada lumbar spine abscess dapat turun melalui musculus iliopsoas yang kemudian menurun sampai terjadi abscess besar yang terletak di bagian dalam dari paha. 7.Abscess juga dapat menerobos ke pleura sehingga menimbulkan empyme. Kemungkinan lain ialah terdapat sequestra dan pus di sekeliling canalis spinalis tadi yang juga menekan pada medulla spinalis. Komplikasi ini disebabkan karena adanya tekanan pada Medulla Spinalis.

Diagnosis banding lain adalah infeksi kronik non tuberkulosis antara lain infeksi jamur seperti blastomikosis dan setiap proses yang mengakibatkan kifosis dengan/tanpa skoliosis.Kelemahan/kelumpuhan extremitas/gangguan fungsi buli-buli dan anus 5. Terapi 1. Diagnosis Banding Adalah fraktur kompresi traumatik atau akibat tumor. ialah jika paraplegia segera timbul sebagai kelanjutan dari proses spondylitis tuberculose.Terapi Konservatif . paraplegia ini terjadi setelah penyakit spondylitis sifatnya tenang untuk beberapa waktu lamanya kemudian timbul gejala-gejala paraplegia secara perlahan-lahan. Type kedua adalah paraplegia late onset. Tumor yang sering di vertebra adalah tumor metastatik dan granuloma eosinofilik.sebab-sebab yang dapat menekan medulla spinalis dengan keras sehingga menimbulkan gejala paraplegia.Pembengkakan setempat (abscess) 4. Secara klinis paraplegia dapat dibagi menjadi early onset.Adanya proses tbc. Gejala-gejala klinik 1.Deformitas pada punggung (Gibbus) 3.Nyeri dan kaku pada punggung 2.

Berupa istirahat di tempat tidur untuk mencegah paraplegia dan pemberian tuberkulostatik. Corset tadi dapat dibikin dari gips. Dengan memberikan corset yang mencegah gerak vertebrae/membatasi gerak vertebrae. sehingga bagian depan dari korpus vertebra itu adalah menjadi lebih tipis daripada bagian belakangnya (korpus vertebra jadi berbentuk baji) dan tampaklah suatu Gibbus pada tulang belakang itu. dari kulit/plastik. Dengan demikian terjadi suatu fraktur kompresi.Dekalsifikasi suatu korpus vertebra (pada tomogram dari korpus tersebut mungkin terdapat suatu kaverne dalam korpus tersebut) oleh karena itu maka mudah sekali pada tempat tersebut suatu fraktur patologis. Foto Roentgen suatu spondilitis tuberkulosa akan memperlihatkan : a. Dengan jalan radikal operatif penyakit tadi sering dapat sembuh dalam waktu singkat. 2.Terapi Operatif Bedah Kostotransversektomi yang dilakukan berupa debrideman dan penggantian korpus vertebra yang rusak dengan tulang spongiosa/kortiko – spongiosa. . Prognose Umumnya penyakit tuberculose tulang punggung merupakan penyakit yang sangat menahun dan jika dapat sembuh secara spontan akan memberikan cacat pembengkokan pada tulang punggung. misalnya 6 bulan. dengan corset tadi pasien dapat duduk/berjalan sehingga tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

Dalam Buku Dasar-dasar Ilmu Penyakit Saraf.Wim de Jong. Philadelphia. Jakarta. Surabaya.Diskus Intervertebrale akan tampak menyempit. 450-451. Daftar Pustaka 1. hal.Nelson. 1992. 3. hal. 12261229. 1993. Spondilitis TBC.“Dekplate” korpus vertebra itu akan tampak kabur (tidak tajam) dan tidak teratur. 169. Dalam Ilmu Bedah ORTHOPEDI. bagian 3. Jakarta. Spondilitas Tuberkulosa. c.Ngoerah. abses dingin itu akan tampak sebagai suatu bayangan yang berbentuk kumparan (“Spindle”). 98-103. 1991. .b. d.Soeharso. hal. 4. 2. Dalam Buku Ajar Ilmu Bedah.Abses dingin Foto Roentgen. Spondilitis Tuberkulosis. Dalam Buku Ilmu Kesehatan Anak. hal. Tuberculose dari spinal column.