Laporan Kasus Obstetri Mini-CEX 4

Nama NIM Stase Tempat Tanggal Kasus Penilai

: Anida Shofiana : 09711203 : Ilmu Obstetri dan Ginekologi : Bangsal Cempaka : November 2013 : Hiperemesis Gravidarum : dr. Rahman, Sp.OG

A. ANAMNESIS 1. Identitas Penderita Nama Umur : Ny. M : 38 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan Agama Alamat No.CM : IRT : Islam : Ringinanom, Sragen kulon, Sragen : 337779

2. Keluhan Utama Mual muntah terus menerus

3. Riwayat Penyakit Sekarang Wanita, 38 tahun, PIII A0datang dengan keluhan mual dan muntah terus menerus sejak 3 SMRS. Mual dan muntah awalnya setiap pagi hari dan setelah makan dan minum namun sejak 3 hari SMRS muntah setiap hari 5-8x sehari. Yang dimuntahkan berupa makanan yang dikonsumsi sebelumnya. Muntahan tidak disertai darah. Selain itu pasien mengeluhkan lemas dan mengganggu aktivitas sehari-hari, pasien sering merasa kehausan dan bibir terasa kering. Pasien merasa nafsu makan menurun. Pasien juga mengeluhkan nyeri di ulu hati, tidak ada demam maupun nyeri kepala.

4. Riwayat Penyakit Dahulu  Riwayat penyakit serupa : Disangkal
1

    

Riwayat penyakit lambung : Disangkal Riwayat Hipertensi , penyakit jantung, DM, asma : Disangkal Riwayat Alergi Obat/makanan : Disangkal Riwayat Mondok Riwayat Transfusi : Disangkal : Disangkal

5. Riwayat Penyakit Keluarga       Riwayat keluhan serupa : Disangkal

Riwayat penyakit lambung : Disangkal Riwayat Hipertensi , penyakit jantung, DM, asma : Disangkal Riwayat Alergi Obat/makanan : Disangkal Riwayat Mondok Riwayat Transfusi : Disangkal : Disangkal

6. Riwayat Haid       Menarche : 13 tahun Siklus haid tidak teratur Lama haid : 7-14 hari Darah haid sedikit Nyeri saat haid : (+) HPHT : 9 September 2013 HPL : 16 Juni 2014 Umur kehamilan : 6 minggu

7. Perkawinan Pasien menikah 1x, dengan suami sekarang sudah 15 tahun.

8. Riwayat Obstetri I. II. III. Laki-laki, BBL : 2400gram, partus spontan di bidan. lahir prematur, 13 tahun Laki-laki, BBL : 3000 gram, partus spontan di bidan. Lahir normal, 8 tahun Sekarang

2

9. Riwayat Keluarga Berencana Pasien menggunakan KB suntik, 3 bulanan sejak 13 tahun yang lalu

PEMERIKSAAN FISIK 1. Status Interna   Keadaan Umum : Baik, CM, Gizi cukup Tanda Vital :  TD  Rr     : 100/70 mmHg  Nadi : 100x / menit : 20 x / menit  Suhu : 36,8º C Kepala :bentukmesochepal Mata Leher : Tidak didapatkan konjungtiva pucat dan skleraIkterik : Tidak ada pembesaran limfonodi, tidak adaPembesarankelenjar tiroid, JVP

tidak meningkat Thorax : Gld. Mammae dalam batas normal, areola mammaetidak hiperpigmentasi Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Paru-paru Inspeksi : Retraksi dada tidakdidapatkan, pengembangan dada : Ictus cordistidakterlihat : Ictus cordistidakkuatangkat : Batas jantungkesantidakmelebar : Bunyijantung I-II murni, reguler, tidakditemukanBising

kanansamadengan dada kiri, simetriskanandankiri Palpasi Perkusi Auskultasi  Abdomen: Hati Lien TFU  Anggotagerak : Tidakteraba : Tidakteraba : Belumteraba : Tidakdidapatkanoedem di : Fremitus taktilkanansamadengankirikiri : Sonorpadaseluruhlapangparu, bataspengembanganparu 2 jari : Suaradasarvesikuler, tidakdidapatkansuaratambahan

seluruhekstremitasrefleksfisiologisdidapatkanseluruhekstremitas
3

2. Status Ginekologis Pemeriksaan Dalam   Inspeksi V/V : terdapatmons pubis, tidak tampak massa pada labia mayor dan minor, perineum, tidakterdapatkeputihandankeluarnyadarahdari vagina. VT : tidak dilakukan

C. PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Darah tanggal 30 Oktober 2013 Hb : 11,6gr/dl Hct : 35,5 % Eritrosit : 3,94 juta/uL Leukosit : 5,400 /uL Trombosit : 259 ribu/uL Gol darah : O PP Test : Positif (+)

D. DIAGNOSA Ny. M, 38 tahun. GIII PII A0, umur kehamilan 6 minggu dengan hiperemesis gravidarum grade I

F. PENATALAKSANAAN 1. Infus RL 20 tpm 2. Inj. IV Ondancentron 4 mg / 8 jam 3. Antasida syrup, 3x 1 cth 4. Bed rest total, asupan makan adekuat

G. PROGNOSA Dubia ad bonam

4

Koreksi : HIPEREMESIS GRAVIDARUM
1.1 Definisi Mual dan muntah ( Morning Sickness, Emesis Gravidarum) adalah mual dan muntah selama kehamilan yang terjadi antara 4 dan 8 minggu kehamilan dan terus berlanjut hingga 14-16 minggu kehamilan dan gejala biasanya akan membaik. Mual dan muntah selama kehamilan dapat berupa gejala yang ringan hingga berat. Mual dan muntah adalah keluhan utama pada 70 %-80 % kehamilan. Hiperemesis Gravidarum adalah kondisi mual dan muntah yang berat selama kehamilan, yang terjadi pada 1 %-2 % dari semua kehamilan atau 1-20 pasien per 1000 kehamilan. Hiperemesis gravidarum menyebabkan nutrisi dan tidak seimbangnya cairan, elektrolit, asam-basa, defisiensi kehilangan berat badan yang cukup berat. Pada hiperemesis

gravidarum dapat terjadi dehidrasi, asidosis akibat kelaparan, alkalosis akibat hilangnya asam hidroklorida pada saat muntah, hipokalemia dan ketonuria, sehingga mengharuskan pasien masuk dan dirawat di rumah sakit. 2.2 Klasifikasi Hiperemesis gravidarum dapat diklasifikasikan secara klinis menjadi tiga tingkat, yaitu  Tingkat I

Hiperemesis gravidarum tingkat I ditandai oleh muntah yang terus menerus disertai dengan intoleransi terhadap makan dan minum.

Terdapat penurunan berat badan dan nyeri epigastrium. Pertama-tama isi muntahan adalah makanan, kemudian lendir beserta sedikit cairan

empedu, dan kalau sudah lama bisa keluar darah. Frekuensi nadi meningkat sampai 100 kali/menit dan tekanan darah sistolik menurun. Pada pemeriksaan fisis ditemukan mata cekung, lidah kering, turgor kulit menurun, dan urin sedikit berkurang.  Tingkat II

Pada hiperemesis gravidarum tingkat II, pasien memuntahkan segala yang dimakan dan diminum, berat badan cepat menurun, dan ada rasa haus yang hebat. Frekuensi nadi 100-140 kali/menit dan tekanan darah
5

sistolik kurang dari 80 mmHg. Pasien terlihat apatis, pucat, lidah kotor, kadang ikterus, dan ditemukan aseton serta bilirubin dalam urin.  Tingkat III

Kondisi tingkat III ini sangat jarang, ditandai dengan berkurangnya muntah atau bahkan berhenti, tapi kesadaran menurun (delirium sampai koma). Pasien mengalami ikterus, sianosis, nistagmus, gangguan jantung, dan dalam urin ditemukan bilirubin dan protein.

3.3 ETIOLOGI DAN PATOGENESIS

6

4.4 Diagnosis

Secara

klinis

penegakan

diagnosis

hiperemesis

gravidarum dahulu

dilakukan dengan

menegakkan

diagnosis

kehamilan

terlebih

(amenore yang disertai dengan tanda-tanda kehamilan). Lebih lanjut pada anamnesis didapatkan adanya keluhan mual dan muntah hebat yang dapat mengganggu pekerjaan sehari-hari. Pada pemeriksaan fisis diijumpai

tanda-tanda vital abnormal, yakni peningkatan frekuensi nadi (>100 kali per menit), penurunan tekanan darah, dan dengan semakin beratnya penyakit dapat dijumpai kondisi subfebris dan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisis lengkap dapat dijumpai tanda-tanda dehidrasi, kulit tampak pucat dan sianosis, penurunan berat badan, uterus yang besarnya sesuai dengan usia kehamilan dengan konsistensi lunak, dan serviks yang livide saat dilakukan inspeksi dengan spekulum. Pada pemeriksaan laboratorium dapat diperoleh peningkatan relatif hemoglobin dan hematokrit, hiponatremia dan hipokalema, benda keton dalam darah, dan proteinuria.
7

8

Terapi Farmakologi Hiperemesis Gravidarum

9

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful