You are on page 1of 12

Istilah Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja sering diartikan terjemahan dari juvenile delinquency. Secara etimologis pengertian juvenile delinquency berasal dari kata juvenile yang berarti anak, dan delinquency yang berarti kejahatan. Jadi secara etimologis juvenile delinquency adalah kejahatan anak. Dari berbagai pengertian tentang kenakalan remaja atau juvenile delinquency dapat disimpulkan bahwa kenakalan remaja atau juvenile delinquency memiliki arti kejahatan yang dilakukan oleh anak remaja. Dengan demikian kenakalan remaja merupakan perbuatan yang melanggar hukum yang dapat dikenai sanksi pidana bagi yang melanggar larangan tersebut. Masa remaja dikenal dengan masa Strom dan Stres dimana terjadi pergolakan emosi yang diiringi dengan pertumbuhan fisik dan pertumbuhan psikis yang bervariasi. Masa remaja identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi, membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif.

Bila aktifitas-aktifitas yang dijalani di Sekolah tidak memadai untuk memenuhi gejolak energinya, maka remaja seringkali meluapkan kelebihan energinya kearah yang tidak positif, dengan melukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dan disebut dengan kenakalan remaja. Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja Bentuk-bentuk kenakalan remaja meliputi: 1.Kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain: perkelahian, perkosaan, perampokan, pembunuhan, dan lain-lain. 2.Kenakalan yang menimbulkan korban materi: perusakan, pencurian, pencopetan, pemerasan, dan lain-lain. 3.Kenakalan sosial yang tidak menimbulkan korban di fihak orang lain: pelacuran, penyalahgunaan obat. 4.Kenakalan yang melawan status, misalnya mengingkari status anak sebagai pelajar dengan cara membolos, mengingkari status orang tua dengan cara minggat dari rumah atau membantah perintah mereka 5.Kenakalan Remaja Non Kriminal yang mengalami masalah jenis ini cenderung tertarik pada kesenangankesenangan yang sifatnya menyendiri, apatis terhadap kegiatan masyarakat atau sekolah. Remaja ini suka mengasingkan diri, menghindarkan diri dari kegiatan yang menumbuhkan kontak dengan orang lain. Perasaannya sangat peka dan mudah terluka, cepat tersinggung dan membesar-besarkan kekurangannya sendiri, dengan gejala umum sering menyendiri, melamun, apatis tidak bergairah, sangat mudah tersinggung, sangat mudah panik, sangat mudah bingung sehingga

cenderung menjadi peminum, pemabuk, penghisap candu, narkotika, menjadi morfinis dan sebagainya, bahkan tega untuk bunuh diri. Faktor-faktor Kenakalan Remaja Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi remaja yang nakal antara lain: 1.Kehidupan Keluarga 2.Kehidupan masyarakat modern 3.Pengaruh Budaya Asing Pencegahan dan Penanganan Kenakalan Remaja Usaha-usaha pencegahan kenakalan remaja dapat dilakukan dengan cara moralitas maupun abolisionalistis. Cara moralistis menekankan pada upaya pembentukan dan pembinaan moral dan mental remaja, yang dapat dilakukan melalui penyuluhan kesadaran hukum bagi anak dan remaja, penanaman rasa tanggungjawab sosial, penanaman kesadaran beragama dan penyuluhan tentang sebab-musabab kenakalan remaja. Cara ablisionalitis dalam pencegahan kenakalan remaja dilakukan dengan mengurangi sebab-sebab yang mendorong anak remaja melakukan perbuatan delinkuen. Selain itu upaya pencegahan kenakalan remaja juga dapat dilakukan dengan cara berusaha mengerti pribadi anak dan minatnya serta memberikan cinta kasih yang simpatik. Kesimpulannya kenakalan remaja sebagai perilaku yang melanggar norma-norma yang ada dalam masyarakat, dan biasanya dilakukan oleh anak remaja yang berusia 16-18 tahun. Minimnya pengawasan orang tua beserta para guru dan masyarakat umum menyebabkan remaja melakukan perbuatan yang negatif. Jadi, saran yang baik buat anak remaja itu adalah Dibutuhkan pendekatan yang baik terhadap remaja yang diawali dari keluarga, sekolah dan masyarakat umum, sehingga remaja tidak termotivasi untuk melakukan hal-hal yang negatif. Cara Pencegahan Kenakalan Remaja
Cara Mengatasi Kenakalan Remaja Masa remaja erat kaitannya dan sering sekali dihubung-hubungkan dengan yang namanya kenakalan remaja. Masa remaja secara umum merupakan peralihan transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Sebenarnya kenakalan remaja itu timbul akibat dari ketidak mampuan anak dalam menghadapi tugas perkembangan remaja yang harus dipenuhi. Pada masa remaja banyak sekali perubahan yang terjadi pada diri anak, baik segi psikis maupun fisiknya. Dalam segi psikis bayak teori-teori perkembangan yang memaparkan ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanantekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan pada lingkungan. Jika tidak diwaspadai, perubahan-perubahan psikis yang terjadi sebagai tugas perkembangan remaja itu akan berdampak negatif pada remaja. Untuk tugas perkembangan remaja bisa lihat disini Masalah yang timbul apabila tidak memenuhi tugas perkembangan remaja

Read more: Cara Mengatasi Kenakalan Remaja Menurut Hurlock (1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu : Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai. Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua. Remaja masa kini banyak sekali tekanan-tekanan yang mereka dapatkan, mulai dari perkembangan fisiologi, ditambah dengan kondisi lingkungan dan sosial budaya serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya masalah-masalah psikologis berupa gangguan penyesuaian diri atau perilaku yang mengakibatkan bentuk penyimpangan perilaku yang disebut kenakalan remaja. Menurut hemat saya, tekanan-tekanan yang timbul dari lingkungan dan orang tua yang menginginkan anak melakukan peran dewasa, padahal mereka masih tergolong dalam masa remaja, secara psikologis anak belum mampu menghadapinya. Stres, kesedihan, kecemasan, kesepian, keraguan pada diri remaja membuat mereka mengambil resiko dengan melakukan kenakalan remaja (Fuhrmann, 1990). Faktor-faktor yang menyebabkan kenakalan remaja (dari segi lingkungan) Faktor lingkungan merupakan peran untama dalam membantu masa remaja untuk menyelesaikan tugas perkembangannya. Adapun faktor faktor yang dapat menyebabkan munculnya kenakalan remaja adalah Keluarga (rumah tangga), Sekolah, dan Kondisi Masyarakat (lingkungan social). 1. Keluarga (rumah tangga) Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik atau disharmoni keluarga, maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak yang dibesarkan dalam keluarga sehat atau harmonis (sakinah). 2. Sekolah Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik, yang pada gilirannya dapat memberikan peluang pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. Misalnya, kurikulum sekolah yang sering berganti-ganti, muatan agama/budi pekerti yang kurang. Dalam hal ini yang paling berperan adalah guru Agama, guru PKN dan Bimbingan Konseling, meskipun semua elemen sekolah bertanggung jawab atas perilaku anak di sekolah. 3. Kondisi Masyarakat (Lingkungan Sosial) Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau rawan, merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. Faktor lingkungan yang sehat misalnya:ini dapat dibagi dalam 2 bagian, yaitu pertama, faktor kerawanan masyarakat dan kedua, faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas). Kriteria dari kedua faktor tersebut, antara lain: Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan) Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini hari Peredaran alkohol, narkotika, obat-obatan terlarang lainnya

1. 2.

1. 2.

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Pengangguran Anak-anak putus sekolah/anak jalanan Wanita tuna susila (wts) Beredarnya bacaan, tontonan, TV, Majalah, dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan Perumahan kumuh dan padat Pencemaran lingkungan Tindak kekerasan dan kriminalitas Kesenjangan sosial Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas) Penyalahgunaan alkohol, narkotika dan zat aditif lainnya Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal Kebut-kebutan Pencurian, perampasan, penodongan, pengompasan, perampokan Perkosaan Pembunuhan Tindak kekerasan lainnya Pengrusakan Coret-coret dan lain sebagainya Kondisi psikososial yang seperti ini, merupakan faktor yang kondusif (rawan) bagi terjadinya kenakalan remaja.

Penyebab Kenakalan Remaja


Dalam pandangan kristiani anak lahir dalam keadaan kristiani, yakni berpotensi tauhid, dan berpotensi untuk berbuat baik. Tidak ada anak yang memiliki bakat jelek, apabila diberi kesempatan dan diberi peluang untuk mengembangkan potensi baiknya, ia akan mampu menjadi insan kamil. Secara psikologis kenakalan memabutuhkan kretifitas dan keberanian yang keduanya bukan potensi sejak lahir, tetapi perolehan dari hasil belajar dan interaksi dengan lingkungan. Menurut Simandjuntak sebab-sebab kenakalan remaja terletak pada faktor-faktor sebagai berikut: Faktor intern. Yang dimaksud dengan faktor intern ialah faktor yang datangnya dari dalam tubuh manusia sendiri, tanpa pengaruh lingkungan sekitar, termasuk dalam faktor ini adalah: 1. Personaliti (kepribadian). Menurut ahli-ahli bahwa personaliti seseorang dapat menjadi penyebab melakukan kenakalan. Memepersoalkan tentang kepribadian seseorang, maka yang terjadi perhatian adalah tingkah laku ini erat hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan. Tiap anak mempunyai disposisi untuk mengalami pertumbuhan, baik pisikis dan fisik. Potensi anak ada yang dapat mengarah pada halhal yang positif, tetapi ada juga yang mengarah pada hal-hal yang negatif, tergantung pada lingkungan masing-masing. Hal yang negatif itulah yang dapat menyebabkan kenakalan. 2. Kelamin. Perbedaan sex memang dpat mempengaruhi tindakan atau sikap. Hal ini sangat jelas pada periode pubertas. Hal ini pernah diadakan penelitian oleh Paul Tapan. 3. Kedudukan dalam keluarg. Kedudukan yang dimaksud adalah urut-urutan kelahiran.

Faktor ekstern 1. Lingkungan keluarga. Keluarga merupakan wadah utama dalam pendidikan. Kebiasaan orang tua sehari-hari sangat berpengaruh terhadap pembentukan mental anak. Anak yang hidup pada keluarga yang damai maka mereka akan berperilaku yang positif, sedangkan anak yang hidup pada keluarga yang kurang baik maka hal itu dapat menyebabkan kenakalan. 2. Lingkungan sosio budaya. Ligkungan tempat anak berpijak adalah masyarakat. Tidah jauh juga dengan lingkungan keluarga, apabila anak hidup dalam masyarakat yang baik maka perilaku anak akan menjadi baik begitu juga sebaliknya, anak yang hidup di lingkungan masyarakat yang kurang baik juga akan berpengaruh buruk pada pribadi anak.(Simanjuntak, 1984:112-120) Cara pembagian faktor penyebab kelainan perilaku remaja dikemukakan pula oleh orang-orang lain seperti Philip Graham lebih mendasarkan teorinya pada pengamatan empiris dari sudut kesehatan mental anak dan remaja. Ia juga membagi faktor-faktor penyebab itu ke dalam 2 golongan (Graham, 1983), yaitu: Faktor lingkungan 1. Malnutrisi (kekurangan gizi) 2. Kemiskinan di kota-kota besar 3. Gangguan lingkungan (polusi, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, dan lain-lain) 4. Migrasi (urbanisasi, pengungsian karena perang, dan lain-lain) 5. Faktor sekolah (kesalahan mendidik, faktor kurikulum, dan lain-lain) 6. Keluarga yang tercerai berai (perceraian, perpiahan yang terlalu lama, dan lain-lain) 7. Gangguan dalam pengasuhan oleh keluarga : Kematian orang tua, Orang tua sakit berat atau cacat, Hubungan antaranggota keluarga tidak harmonis, Orang tua sakit jiwa, Kesulitan dalam pengasuhan karena pengangguran, kesulitan keuangan, tempat tinggal tidak memenuhi syarat, dan lain-lain. Faktor pribadi 1. Faktor bakat yang mempengaruhi temperamen (menjadi pemarah, hiperaktif, dan lainlain) 2. Cacat tubuh 3. Ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri. (Sarwono, 1997:199) Menurut prof. H. M. Arifin, M. Ed., beliau mengungkapkan faktor-faktor yang menjadi sumber sebab kenakalan remaja itu ada dua macam, yaitu:

1. Faktor internal, yaitu hal-hal bersifat intern yang berasal dari dalam diri remaja itu sendiri baik sebagai akibat perkembangan atau pertumbuhannya maupun akibat dari suatu jenis penyakit mental atau penyakit kejiwaan yang ada dalam diri pribadi remaja itu sendiri. 2. Faktor eksternal, yaitu hal-hal yang mendorong timbulnya kenakalan remaja yang bersumber dari luar diri pribadi remaja yang bersangkutan yaitu lingkungan sekitar atau keadaan masyarakat.

Jenis jenis kenakalan remaja


Contoh Kenakalan Remaja. Remaja adalah usia yang dipenuhi dengan semangat yang sangat tinggi tetapi adakalanya semangat tersebut mengarah ke yang bersifat negatif sehingga sering disebut dengan kenakalan remaja. Ada banyak contoh kenakalan remaja terutama saat ini dimana kenakalan remaja tersebut sangat banyak di pengaruhi oleh faktor - faktor eksternal.

Apakah itu kenakalan remaja ? Oleh beberapa ahli Kenakalan remaja (juvenile delinquency) didefenisikan sebagai suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak dan dewasa. Sedangkan Menurut Paul Moedikdo,SH kenakalan remaja adalah : 1. Semua perbuatan yang dari orang dewasa merupakan suatu kejahatan bagi anak-anak merupakan kenakalan jadi semua yang dilarang oleh hukum pidana, seperti mencuri, menganiaya dan sebagainya. 2. Semua perbuatan penyelewengan dari norma kelompok tertentu untuk menimbulkan keonaran dalam masyarakat. 3. Semua perbuatan yang menunjukkan kebutuhan perlindungan bagi sosial. Faktor-faktor penyebab kenakalan remaja. - Reaksi frustasi diri - Gangguan berpikir dan intelegensia pada diri remaja - Kurangnya kasih sayang orang tua / keluarga - Kurangnya pengawasan dari orang tua - Dampak negatif dari perkembangan teknologi modern - Dasar-dasar agama yang kurang. - Tidak adanya media penyalur bakat/hobi - Masalah yang dipendam - Broken home - Pengaruh kawan sepermainan - Relasi yang salah - Lingkungan tempat tinggal - Informasi dan tehnologi yang negatif - Pergaulan Dan masih banyak faktor yang lainnya sebagai penyebab kenakalan remaja masa kini Defenisi Kenakalan Remaja Kenakalan remaja biasa disebut delinkuen dengan istilahJuvenile berasal dari bahasa Latin juvenilis, yang artinya anak-anak, anak muda, ciri karakteristik pada masa muda, sifat-sifat khas pada periode remaja, sedangkan delinquent berasal dari bahasa latin delinquere yang berarti terabaikan, mengabaikan, yang kemudian diperluas artinya menjadi jahat, nakal, anti sosial, kriminal, pelanggar aturan, membuat ribut, pengacau peneror, dan lain sebagainya. Juvenile elinquency atau kenakalan remaja adalah perilaku jahat atau kenakalan anak- anak muda, merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anakanak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk kenakalan remaja yang berefek pengabaian sosial, sehingga mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. Istilah kenakalan remaja mengacu pada suatu rentang yang

luas, dari tingkah laku yang tidak dapat diterima sosial sampai pelanggaran status hingga tindak kriminal. Mussen dkk, menegaskan definisi kenakalan remaja sebagai perilaku yang melanggar hukum atau kejahatan yang biasanya dilakukan oleh anak remaja yang berusia 16-18 tahun, jika perbuatan ini dilakukan oleh orang dewasa maka akan mendapat sangsi hukum. Hurlock juga menyatakan kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh remaja, tindakan tersebut dapat membuat seseorang individu yang melakukannya masuk penjara. Sedangkan Sarwono mengungkapkan definisi kenakalan remaja sebagai tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana, bahwa kenakalan remaja suatu tindakan anak muda yang dapat merusak dan menggangu, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Mencermati beberapa pendapat tersebut, penulis menyimpulkan bahwa definisi kenakalan remaja adalah kecenderungan remaja untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan yang dapat mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain yang dilakukan remaja di bawah umur 17 tahun.

Dampak Kenakalan Remaja Latar Belakang Masalah sosial adalah kejadian yang ada pada masyarakat namun yang kehadirannya tidak diinginkan oleh masyarakat karna tidak sesuai dengan nilai yang ada dalam masyarakat.Masalah yang tergolong masalah sosial adalah masalah yang berhubungan dengan terjadinya benturan antarinstitusi,rendahnya pengawasan sosial, atau kegagalan menggunakan kaidah-kaidah teknologi yang tepat. Masalah yang sering muncul dalam kehidupan kita adalah kenakalan remaja.Timbulnya macam-macam kenakalan-kenakalan dan penyimpangan yang dilakukan oleh remaja yang pada dasarnya bersumber dari gejolak jiwa yang tak terkendali Karena ketidak tahuan kita. Remaja sebagai manusia yang tumbuh,perlu pengalaman-pengalaman baru dalam upayanya menggapai masa depannya sehingga nampaklah ulah remaja yang aneh,membuat kita was-was,terkejut bercampur heran,membingunkan,kagum dan sebagainya.Apa sebab mereka melakukan hal seperti itu? Dimasa sekarang ini,banyak orang tua yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menjalankan tugas dan kewajiban diluar rumah.Hal itu menyebabkan perhatian orang tuanya hanya beberapa jam setiap harinya.Anakanak hanya dicukupi kebutuhan materinya saja,sedang kebutuhan-kebutuhan kasih sayang orang tua sangat kurang.Anak-anak hanya bergaul dengan pembantu rumah tangga yang kurang pendidikannya.

B.

1. 2. 3. 4. 5. 6. C. 1. 2. 3. 4. 5. 6. D. 1. 2. 3. 4. 5. 6. A.

Seringkali anak-anak sekolah dijadikan sasaran oleh orang-orang tertentu untuk mencari keuntungan pribadi dengan menawarkan berbagai produk yang menyesatkan,seperti buku bacaan yang tidak mendidik,bahkan narkoba.Pada keluarga golongan ekonomi lemah,kenakalan remaja lebih disebabkan karena kesulitan ekonomi,kondisi perumahan yang tidak memenuhi syarat,seta lingkungan pergaulan yang kurang baik. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang dapat didefinisikan,yaitu sebagai berikut : Siapakah remaja itu? Bagaimana gejolak jiwa remaja terhadap pergaulan muda-mudi? Apakah kenakalan remaja itu? Apa yang menyebab kenakalan remaja itu? Bagaimana contoh perilaku menyimpang oleh remaja? Bagaimana cara mengatasi kenakalan remaja? Tujuan Makalah ini bertujuan untuk : Untuk mengetahui tentang remaja. Untuk mengetahui gejolak jiwa remaja terhadap pergaulan muda mudi. Untuk mengetahui tentang kenakalan remaja. Untuk mengetahui Apa yang menyebab kenakalan remaja. Untuk mengetahui contoh perilaku menyimpang oleh remaja. Untuk mengatahui cara mengatasi kenakalan remaja Manfaat Manfaat dari makalah kami : Agar kami bisa mengetahui tentang remaja. Agar kami bisa mengetahui gejolak jiwa remaja terhadap pergaulan muda mudi. Mengetahui tentang kenakalan remaja. Mengetahui Apa yang menyebab kenakalan remaja. Mengetahui contoh perilaku menyimpang oleh remaja. Mengatahui cara mengatasi kenakalan remaja Remaja Banyak yang mengidentikkan remaja dengan bermacam-macam sebutan,yang suka menentan,mudah tersinggung,kebut-kebutan dan sebutan lain yang menggambarkan tingkah laku remaja.Jika digolongkan menurut masa,maka remaja ini masuk dalam masa setengah jadi.Artinya,remaja bukanlah kanakkanak bukan juga tergolong remaja dewasa.Bila dilihat dari segi umur memang tidak berada ditengah dari usia manusia rata-rata,bahkan berada dibawahnya. Gejolak jiwa remaja Ingin bebas Setiap remaja yang normal,menginginkan kehidupannya berjalan dengan baik sesuai dengan kehendak-kehendaknya.Keinginan dapat terpenuhi dengan baik tampa hambatan,menikmati keindahan alam sepuas-sepuasnya,bergaul tampa dibatasi oleh norma,dan tampa tekanan dari orang tua ataupun orang lain yang mengurangi kebebasan gerak mereka merupakan gejolak yang diharapkan oleh

B. a.

sekian banyak remaja.Namun ada remaja yang rela kebebasan bergaulnya dibatasi atau masalah lain yang prinsip sifatnya mau melepaskan dan membatasi diri,tetapi remaja lain cukup apa yang dikatakan oleh orang tua merupakan sesuatu yang baik baginya. Dunia luar juga merupakan tujuan dari perhatiannya.Dia meninggalkan alam dongeng untuk mulai berfikir tentang hal-hal yang nyata,mengenal,berbuat atau bekerja.Inilah salah satunya yang melatarbelakangi kenapa remaja sering berada diluar rumah,kesana kemari tanpa tujuan yang pasti.Menjelajahi jalanan,meninjau daerah satu kedaerah yang lain meskipun mereka bukan pejabat , nongkrong diplaza-plaza hanya untuk mencuci mata katanya atau ditempattempat permainan yang dianggap menarik dan baru adalah obyek melahirkan kangen untuk senantiasa doyan kesana. Adapun faktor yang merupakan gejolak jiwa dimana remaja ingin bebas,antara lain : 1. Merasa dirinya telah dewasa 2. Rasa tak mau mengalah dan menganggap dirinya benar b. Ingin kepuasan saat itu juga Kita semua merasakan kegelisahan tentang masa depan.Apakah pekerjaan yang layak, makanan yang cukup, suami / istri yang kita inginkan,mampukah menyekolahkan anak sampai keperguruan tinggi?.Dan masih banyak pertanyaan tentang masa depan yang tidak jelas.Masa depan ini dirasakan samar-samar oleh remaja.Sungguh menggelisahkan.Ibarat baying baying tidak karuan.Bagi banyak remaja,masa depan adalah hutan yang gelap disitu banyak peristiwa yang anehaneh bahkan sangat menakutkan.Remaja mempunyai banyak idealisme ,anganangan, atau keinginan yang hendak diwujudkan dimasa depan.Namun, sesungguhnya remaja belum memiliki banyak kemampuan yang memadai untuk mewujudkan semua itu.Sering kali angan-angan dan keinginannya jauh lebih besar dibandingkan dengan kemampuannya. C. Pengertian Kenakalan Remaja Istilah kenakalan remaja merupakan penggunaan lain dari istilah kenakalan anak sebagai terjemahan dari juvenile delinquency. Menurut Drs. B. Simanjuntak, SH pengertian juvenile delinquency ialah apabila perbuatanperbuatan tersebut bertentangan dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat dimana ia hidup. Masalah delinkwensi anak-anak atau remaja ternyata banyak menarik perhatian beberapa ahli ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kehidupan anak-anak atau remaja. Soerjono Soekanto menguraikan secara singkat sebagai berikut: Delikwensi anak-anak yang terkenal adalah masalah cross boy dan cross girl yang tergabung dalam satu ikatan atau organisasi formil atau semi formil dan yang mempunyai tingkah laku yang kurang atau tidak disukai oleh masyarakat pada umumnya. D. Faktor-faktor Penyebab Kenakalan Remaja Faktor internal:

1.

2.

1.

2. 3.

Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku nakal. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Faktor eksternal: Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja. Teman sebaya yang kurang baik Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

E.

Contoh perilaku menyimpang oleh remaja Adapun perilaku meyimpang yang biasa dilakukan oleh remaja adalah : 1. Hubungan seksual di luar nikah. Hubungan seksual di luar nikah tidak dibenarkan oleh norma sosial dan norma agama.Hubungan seksual hanya di benarkan apabila seseorang sudah resmi menikah.Hubungan seksual diluar nikah merupaka tindakan menyimpang dan ditentang oleh masyarakat.Jenis hubungan seksual diluar nikah adalah pelacuran,pemerkosaan,dan kumpul kebo.Hubungan seksual diluar pernikahan dalam masyarakat Indonesia dianggap melanggar norma dan moral.Dan hukum adat di beberapa daerah,apabila terjadi pelanggaran semacam itu akan mendapat hukuman.Dalam agama Islam disebut zina .yang mendapat hukuman berat. Menurut agama Kristen katolik ini merupakan dosa besar. Pelakunya dianggap telah menodai keluarga dam masyarakat di lingkungannya. Wanita yang telah melakukan hubungan seksual di luar nikah, umumnya merasa was-was dan ketakutan menghadapi masa depannya. 2. Minum-minuman keras Minuman minuman keras yang memabukkan akan membuat akal manusia tercemar dan hilang kesadarannya.Yang termasuk jenis minuman keras ialah anggur, whisky, brendy, Malaga, dan lain sebagainya.Selain jenis minuman yang sifatnya cair, ada juga yang padat, seperti candu, ganja, morfin.Apabila seseorang sudah kecanduan minum-minuman keras maka akalnya akan rusak.Sedangkan kedudukan akal adalah untuk membedakan antara manusia dan binatang.Orang yang mabuk cenderung tidak dapat mengendalikan diri sendiri.Orang-orang tersebut sering menimbulkan keributan ,keonaran ,pencurian , pemerkosaan, dan pembunuhan.Pengedar minuman keras dianggap melanggar norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat.Mereka akan dikenakan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

3.

Penyalahgunaan narkotika Narkotika menurut farmakologis media adalah obat yang dapat menghilangkan rasa nyeri, yang berasal dari daerah viscea dan dapat menimbulkan efek stupor ( bengong,masih sadar tetapi masih harus digertak ). Menurut Undang-undang Nomor 9 tahun 1967,narkotika adalah obat atau bahan yang tergolong dalam pengertian di atas yang berasal dari tanaman kokain dan tanaman ganja. Penyalahgunaan narkotika ialah penggunaan narkotika tampa izin dengan tujuan untuk memperoleh kenikmatan.Penggunaan narkotika dianggap sah apabila digunakan untuk kepentingan yang positif,misalnya untuk membius pasien yang akan di operasi dan dipergunakan dilabotarium. Penggunaan jenis obat bius di atur dengan norma-norma yang jelas. Apabila penggunaan narkotika tidak sesuai dengan norma-norma dengan tujuan negatif,tindakan itu termasuk penyimpangan. 4. Perkelahian antar pelajar Perkelahian antar remaja termasuk jenis kenakalan remaja yang pada umumnya terjadi di kota-kota besar, sebagai akibat kompleksnya kehidupan kota.Perkelahian pelajar termasuk perilaku menyimpang, karena bertentangan dengan norma-norma atau nilai-nilai masyarakat.Perkelahian pelajar berkaitan dengan krisis moral karena tindakannya berlawanan dengan norma agama atau sosial.Tujuan perkelahian bukan untuk mencapai nilai yang positif, melainkan hanya untuk membalas dendam atau pamer kekuatan.Biasanya pelajar yang berbuat demikian tidak memikirkan risiko perbuatannya.Perkelahian yang semakin meluas dapat berakibat fatal, baik bagi pelakunya sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Penyebab perkelahian pada umumnya terletak pada usia mereka yang masih remaja. F. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. G. 1. 2. 3. Akibat Kenakalan Remaja Adapun akibat yang ditimbulkan dari kenakalan remaja yaitu: Berdosa kepada Allah SWT. Membuat malu kedua orang tua serta keluarga Dikucilkan dari keluarga, teman, dan masyarakat Hidup tidak tenang karna dibayang-bayangi akan dosa Hamil diluar nikah Kecanduan narkotika Ikut-ikutan dengan budaya barat

Hal-hal yang bisa dilakukan/ cara mengatasi kenakalan remaja: Mendekatkan diri kepada Allah swt. Kembali kepada Al-Quran dan As Sunnah. Bertobat dengan sungguh-sungguh dan tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. 4. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.

5.

Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja. 6. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul. 7. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.