You are on page 1of 31

KOMPOSISI JENIS DAN KELIMPAHAN ZOOPLANKTON DI BAGAN IKAN PERAIRAN RENDANI TELUK DORERI MANOKWARI

Skripsi

Oleh : Donny Nathalies Silooy 2007–31–008

JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PETERNAKAN PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS NEGERI PAPUA MANOKWARI 2012

KOMPOSISI JENIS DAN KELIMPAHAN ZOOPLANKTON DI BAGAN IKAN PERAIRAN RENDANI TELUK DORERI MANOKWARI

Skripsi

Oleh : Donny Nathalies Silooy 2007–31–008

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Kelautan Pada Fakultas Peternakan Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua

JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PETERNAKAN PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS NEGERI PAPUA MANOKWARI 2012

LEMBAR PENGESAHAN NAMA NIM JUR/PS JUDUL : : : : DONNY NATHALIES SILOOY 2007 31 008 ILMU KELAUTAN KOMPOSISI JENIS DAN KELIMPAHAN ZOOPLANKTON DI BAGAN IKAN PERAIRAN RENDANI TELUK DORERI MANOKWARI Menyetujui, komisi pembimbing Pembimbing I Luky Sembel, S.Ik.,M.Si Nip.197610162005011004 Mengetahui, Dekan Fakultas Peternakan Perikanan dan Ilmu Kelautan Dr.Ir. Irba U. Warsono, MP Nip. 195711291987031001 Ketua Jurusan Ilmu Kelautan Pembimbing II Ir. Ridwan Sala, M.Si Nip.19670324 199103 1001

Gandi Y.S. Purba, M.Sc Nip. 197803112005012002

Tanggal Lulus, 21 Desember 2012

RINGKASAN
Donny N Silooy, 2007 31 008. Komposisi Jenis Dan Kelimpahan Zooplankton Di Bagan Ikan Perairan Rendani Teluk Doreri Manokwari. Dibawah bimbingan Lucky Sembel S.Ik.,M.Si dan Ir. Ridwan Sala, M.Si. Perairan Teluk Doreri merupakan perairan dengan aktifitas penduduk yang cukup tinggi, baik aktifitas langsung dalam lingkungan perairan itu sendiri (transportasi), maupun aktifitas di sekitar perairan. Aktivitas manusia yang membawa dampak perubahan alam sehingga akan mempengaruhi kondisi fisika, kimia dan biologi perairan, yang akhirnya menyebabkan perubahan kelimpahan dan keanekaragaman zooplankton. Kelimpahan dan keanakaragaman yang tinggi dapat menunjukkan kondisi kesuburan dan kestabilan suatu perairan, yang menunjukkan kehidupan di dalam perairan tersebut tidak dalam keadaan tertekan Komposisi jenis pada seluruh waktu sampling di lokasi penelitian ditemukan 42 jenis zooplankton yang terbagi atas 33 jenis holoplankton dan 9 jenis meroplankton, komposisi dan kelimpahan jenis pada bulan gelap lebih tinggi dibandingkan dengan bulan terang. Komposisi jenis dan kelimpahan zooplankton terdapat melimpah pada saat bulan gelap yang dipengaruhi oleh cahaya lampu pada bagan, yang mana cahaya tarssebut berfungsi sebagai penarik fitoplankton sehingga zooplankton melimpah disaat bulan gelap. Sedangkan pada saat bulan terang komposisi jenis dan kelimpahan tidak begitu melimpah, hal ini disebabkan karena adanya pengaruh cahaya bulan yang mempolarisasi cahaya dari bagan, sehingga zooplankton akan menyebar ke seluruh perairan dan tidak fokus pada cahaya bagan.

RIWAYAT HIDUP
Donny Nathalies Silooy dilahirkan di ambon pada tanggal 25 Desember 1989 sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, dari pasangan Bapak Nicolas Silooy dan Ibu Dora Aponno. Penulis menyelesaikan pendidikan di taman Kanak-kanak TK Kutilang Manokwari pada tahun 1995, pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Dasar SD YosSudarso 1 Sanggeng Manokwari, kemudian pada tahun 2000 dipindahkan ke SD YPK 1 Sanggeng Manokwari dan lulus pada tahun 2001, pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 02 Manokwari dan lulus pada tahun 2004, kemudian pada tahun yang sama penullis melanjutkan pendidikkan di SMA Negeri 01 Manokwari dan lulus pada tahun 2007. Pada tahun yang sama penulis melanjutkkan pendidikan di Universitas Negeri Papua dan terdaftar sabgai mahsiswa Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan, Perikanan Dan Ilmu Kelautan melalui jalur lokal.

KATA PENGANTAR Perairan Teluk Doreri merupakan perairan dengan aktifitas penduduk yang cukup tinggi, baik aktifitas langsung dalam lingkungan perairan itu sendiri (transportasi), maupun aktifitas di sekitar perairan. Aktivitas manusia yang membawa dampak perubahan alam sehingga akan mempengaruhi kondisi fisika, kimia dan biologi perairan, yang akhirnya menyebabkan perubahan kelimpahan dan keanekaragaman zooplankton. Kelimpahan dan keanakaragaman yang tinggi dapat menunjukkan kondisi kesuburan dan kestabilan suatu perairan, yang menunjukkan kehidupan di dalam perairan tersebut tidak dalam keadaan tertekan Zooplankton sangat melimpah dalam seluruh perairan laut termasuk kehadirannya dalam perairan di bawah bagan. Zooplankton merupakan organisme yang kurang beraktifitas pada siang hari, sebagian besar zooplankton akan bermigrasi menjauhi permukanan pada siang hari karena intensitas cahaya dan panas matahari yang tinggi serta menghiindari predator. Pada malam hari zooplankton akan naik ke permukaan perairan untuk mencari makan. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diperlukan untuk dapat menyempurnakan tulisan ini, karena ″tak ada gading yang tak retak″ semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat sepenuhnya kepada pembaca.

Manokwari, 2012

Penulis

UCAPAN TERIMA KASIH Puji dan syukur penulis panjatkan kepada TUHAN YESUS KRISTUS atas berkat lindungan dan kasih karunia-Nya berupa ilmu pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Komposisi Jenis Dan Kelimpahan Zooplankton Di Bagan Ikan Perairan Rendani Teluk Doreri Manokwari” yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua Manokwari. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Luki Sembel, S.Ik., M.Si selaku pembimbing I, Ir Ridwan Sala M.Si, selaku

pembimbing II, atas segala bimbingan dan kesabaran mulai dari penyusunan skripsi hingga selesai. Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Rektor Universitas Negeri Papua atas kesempatan dan segala fasilitas yang diberikan kepada penulis selama menempuh kuliah. 2. Dr.Ir. Irba Unggul Warsono, MP selaku Dekan Fakultas Peternakan Perikanan dan Ilmu Kelautan atas segala fasilitas yang diberikan kepada penulis selama menempuh kuliah. 3. Ketua Jurusan Ilmu Kelautan beserta seluruh staf Dosen, dan staf pendidikan atas segala fasilitas dan ilmu yang diberikan selama penulis menempuh kuliah. 4. Keluarga Wenno (Papa, Mama, Anak Serani, Bongso, Taken, Buken) trima kasih atas kekeluargaan dan kebersamaan yang terjalin, serta dukungn Doa yang diberikan kepada penulis selama menempuh kuliah. 5. Kakak Amelian Wenno beserta keluarga Kakak Econ dan anak Alfa terima kasih atas tenaga, pikiran, kekeluargaan dan kebersamaan yang terjalin, serta dukungn Doa yang diberikan kepada penulis.

6. Keluarga tercinta : Omo Teda, Ina, Bapa Dan Mama Serani, Kakak Rivan, Kakak Jefri, Kakak Rio, Kakak Vita (Alm), Kakak Michael, Mama Yosi, Adik Ernes Dan Juan, Om Devi, semua di Ambon, untuk kasih sayang dan Doa yang diberikan kepada penulis. 7. Keluarga Gasper (Opa Max (Alm), Oma Ann, Kakak Yanti, Kakak Onya, Kakak Eda) untuk kasih sayang, nasehat serta Doa yang diberikan kepada penulis. 8. Ade Vian dan Lia, ade Dian, kakak Maya terima kasih atas dukungan serta Doa kepada penulis. 9. Keluarga Manalip: Papa, Mama, Fandi, Oni, Rio, Iin, terima kasih untuk pengertian, perhatian dan Doa serta dukungan kepada penulis. 10. Mom Ati Abbdillah beserta keluarga: Pratama, Iryawan, Fauzan, Teguh dan Nisa, atas Doa serta dukungan kepada penulis. 11. Kakak Dyah Retno Rini S.Hut, atas dukungan serta Doa untuk penulis. 12. Kakak Peres Rumsayor sekeluarga, trima kasih atas doa serta dukungan kepada penulis. 13. Tim survey : Kakak Tomas, Daud, Benny, Michros, Antex, Rimer, Hence, Viki yang telah membantu penulis dalam pengambilan data, trima kasih atas bantuan dan dukungan doa untuk penulis. 14. Teman-teman seperjuangan angkatan “2007” (Agustinus, Axelius, Arsula, Antex, Bara, Erick, Eky, Eduar, Ermin, Elsa, Fitriyanti, Fahkri, Hesti, Helni, Hence, Hendra bu, Mikhael Cristal, Mariana, Samuel, Legina, Lodik, Rosdiana, Rosanti, Sefriyanto, Jackonias, Xantosoma, Viki awak. terima kasih atas kebersamaan dan persaudaraan yang selama ini terjalin. 15. Teman-teman Ilmu Kelautan angkatan 2005 - 2010

16. Keluarga besar Mabes tanpa terkecuali trima kasih untuk kekeluargaan, kekompakan dan kebersamaan yang terjalin, serta dukungn Doa yang diberikan kepada penulis. 17. Semua pihak yang penulis tidak dapat sebutkan satu persatu yang telah membantu sejak awal hingga selesainya tulisan ini. Akhirnya dengan segala ketulusan dan kerendahan hati penulis

mempersembahkan karya ini untuk “Papa dan Mama” atas segala Doa, nasehat, dorongan, semangat dan kasih sayang yang senantiasa tercurah kepada penulis.

My Special Thanks For My Love Dian Julita Manalip S.Ik, Thanks You So Much For All Time, Your Prayer and Love For Me, It Would Never Be Changes

DAFTAR ISI Teks LEMBAR PENGESAHAN................................................................................. RINGKASA.......................................................................................................... RIWAYAT HIDUP.............................................................................................. KATA PENGANTAR.......................................................................................... UCAPAN TERIMA KASIH............................................................................... DAFTAR ISI......................................................................................................... DAFTAR GAMBAR............................................................................................ DAFTAR TABEL................................................................................................. DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................ BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang............................................................................................ 1.2. Perumusa Masalah....................................................................................... 1.3. Tujuan…….................................................................................................. 1.4. Manfaat....................................................................................................... BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi dan Klasifikasi............................................................................... 2.2. Makanan Zooplankton................................................................................. 2.3. Distribusi Zooplankton................................................................................ 2.4. Kelimpahan Zooplankton............................................................................ 2.5. Faktor - faktor yang Mempengaruhi Distribusi Zooplankkton................... 2.5.1 Suhu................................................................................................ 2.5.2 Salinitas........................................................................................... 2.5.3 Cahaya............................................................................................. 2.5.4 Arus................................................................................................. 2.5.5 Derajat Keasamaan (pH)................................................................. 2.3. Cara Kerja Bagan Ikan................................................................................ BAB III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu Dan Tempat Penelitian.................................................................... 3.2. Deskripsi Lokasi Penelitian........................................................................ 3.3. Prosedur Penelitian..................................................................................... 3.4. Teknik Pengambilan Sampel....................................................................... hal i ii iii iv v viii x xi xii

1 3 4 4

5 6 7 10 10 11 12 13 14 14 15

17 17 19 19

3.5. Analisa Laboratorium.................................................................................. 3.6. Analisa Data................................................................................................ BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Kualitas air.................................................................................................. 4.1.1. Suhu.................................................................................................. 4.1.2. Salinitas............................................................................................. 4.1.3. Oksigen Terlarut (Do)....................................................................... 4.1.4. Derajat Keasaman (pH)..................................................................... 4.1.5. Kecepatan Arus................................................................................. 4.2. Identifikasi Dan Kelimpahan Zooplankton................................................. 4.2.1. Komposisi Jenis Dan Kelimpahan Zooplankton............................... 4.2.2. Komposisi jenis dan kelimpahan zooplankton berdasarkan waktu... 4.2.2. Komposisi Jenis dan kelimpahan holoplankton berdasarkan waktu 4.2.3. Komposisi Jenis dan kelimpahan meroplankton berdasarkan waktu 4.3. Indeks Keanekaragaman, Keseragaman Dan Dominansi............................ BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. kesimpulan.................................................................................................. 5.2. Saran........................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... LAMPIRAN..........................................................................................................

20 20

24 24 25 26 27 29 30 30 33 36 39 43

44 45 45 47

DAFTAR GAMBAR Teks Gambar 1. Pola Pergerakan Harian Plankton....................................................... Gambar 2. Stasiun Pengambilan Data................................................................. Gambar 3. Diagram Alir Prosedur Penelitian...................................................... Gambar 4. Grafik Variasi Suhu Pada Lokasi Penelitian...................................... Gambar 5. Grafik Variasi Salinitas Pada Lokasi Penelitian................................ Gambar 6. Grafik Variasi Do Pada Lokasi Penelitian......................................... Gambar 7. Grafik Variasi pH Pada Lokasi Penelitian......................................... Gambar 8. Grafik Variasi Kecepatan Arus Pada Lokasi Penelitian..................... Gambar 9. Grafik Komposisi Jenis Zooplankton Bulan Terang.......................... Gambar 10. Grafik Komposisi Jenis Zooplankton Bulan Gelap.......................... Gambar 11. Grafik 11 jenis zooplankton yang memiliki kelimpahan tertinggi... Gambar 12. Grafik Jumlah Jenis Zooplankton.................................................... Gambar 13. Grafik Kelimpahan Zooplankton..................................................... Gambar 14. Grafik Jumlah Jenis Holoplankton................................................... Gambar 15. Grafik Kelimpahan Holoplankton.................................................... Gambar 16. Grafik Jumlah Jenis Meroplankton.................................................. Gambar 17. Grafik Kelimpahan Meroplankton................................................... hal 8 17 19 25 26 27 28 29 30 31 32 33 36 37 39 40 42

DAFTAR TABEL Teks Tabel 1. Alat dan bahan....................................................................................... Tabel 2. Indeks Keanekaragaman, Keseragaman Dan Dominansi Pada Lokasi Penelitian........................................................................... 42 hal 18

DAFTAR LAMPIRAN Teks Lampiran 1. Alat-alat Pengamatan...................................................................... Lampiran 2. Proses Pengambilan Zooplankton…............................................. Lampiran 3. Pengamatan Laboratorium.............................................................. Lampiran 4. Tabel Perhitungan Indeks Keanekaragaman, Keseragaman dan Dominansi...................................................................................... Lampiran 5. Tabel Jenis-jenis Zoplankton Yang Ditemukan Di Bagan Ikan Rendani Teluk Doreri Manokwari.................................................. Lampiran 6. Jenis-jenis Zoplankton Yang Ditemukan Di Bagan Ikan Rendani Teluk Doreri Manokwari................................................................ 55 54 52 hal 48 50 51

BAB III. METODE PENELITIAN

3.1.

Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan selama ± 5 bulan, bulan Maret-Juli 2012 dari tahap

persiapan proposal, pengambilan sampel di salah satu bagan (rumah terapung tempat menangkap ikan) di perairan Rendani Teluk Doreri, dan pengamatan di laboratorium ilmu kelautan FPPK UNIPA. 3.2. Deskripsi Lokasi Penelitian Perairan Teluk Doreri secara geografi terletak di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat yang memiliki luas wilayah 12.500 ha, dengan posisi georafis 00 54’24.39” LS dan 1340 04’58.91” BT. Perairan ini memiliki batasan wilayah yaitu (DKP, 2009).

PETA TELUK TELUK DORERI DORERI PETA

S 00˚ 54’ 04, 9” LS E 104˚ 00’ 52, 2” BT

P. Lemon P. Mansinam

LOKASI PENELITIAN

Skala 1:6.000

Gambar 2. Stasiun Pengambilan Data (Google Earth)

Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur

: Berbatasan dengan Samudera Pasifik : Berbatasan dengan Kabupaten Wasior : Berbatasan dengan Kabupaten Sorong : Berbatasan dengan Kabupaten Biak Numfor

Pantai Rendani terletak di perairan Teluk Doreri dengan posisi geografis 00 54’04.38” LS dan 1340 02’57.20” BT dengan luas wilayah pantai Rendani termasuk dalam wilayah administrasi Kelurahan Manokwari Selatan Distrik Manokwari Selatan, batas – batas wilayah pantai Rendani yaitu (DKP, 2009). Sebelah Selatan Sebelah Utara Sebelah Barat Sebelah Timur : Berbatasan dengan Gunung Arfak : Berbatasan dengan Kota Manokwari : Berbatasan dengan Sowi Gunung : Berbatasan dengan Pulau Lemon

Tabel 1. Alat dan Bahan Alat : No Nama alat 1 Plankton Net 2 Botol sampel 3 Botol semprot

4 5 6 7 8 9 10 11
12

Ember Perahu Kamera digital Receiver GPS pH meter Refrakto meter Do meter Termometer
Current meter

Kegunaan Untuk mengoleksi sampel zooplankton Digunakan Untuk menampung sampel Digunakan untuk menyemprot sampel yang tersaring di tabung Bucket untuk keperluan pengawtan sampel Digunakan untuk mengambil sampel di laut Transportasi ke lokasi dan pengambilan data Digunakan untuk dokumentasi selama penelitian Untuk penentuan titik koordinat di lapangan Untuk mengukur pH perairan Untuk mengukur kadar salinitas air Untuk mengukur kandungan oksigen terlarut air laut Untuk mengukur suhu
Untuk mengukur kecepatan arus

13

Sedgwick-Rafter Cell yang Untuk pencacahan zooplankton

Table 1. lanjutan berukuran panjang 5 cm, lebar 2 cm dan tinggi 1 mm Gelas ukur Digunakan untuk mengendapkan sampel agar dapat diukur tinggi endapan untuk keperluan pengenceran Alat suntik kapasitas 1 ml Digunakan untuk pengambilan fraksi sampel zooplankton Alat tulis-menulis Untuk mencatat data yang diperoleh. Senter Digunakan untuk penerangan Mikroskop Trinokuler untuk mengamati serta identifikasi zooplankton Buku identifikasi Untuk identifikasi sampel zooplankton

14

15 16 17 18 19

Bahan : 1 Alkohol dengan konsentrasi Digunakan untuk pengawetan sampel 10 % 2 Aquades Digunakan untuk mencuci alat lingkungan

perameter

3.3.

Prosedur penelitian Penelitian dilakukan dengan langkah-langkah secara bertahap, yaitu (1) penentuan

titik sampel, (2) pengambilan sampel, (3) identifikasi di laboratorium, (4) penyusunan laporan hasil penelitian (Gambar 2). secara rinci tahapan tersebut diuraikan sebagai berikut:

Penentuan Titik Sampling

Pengambilan Sampel di Lapangan

Identifikasi di Laboratorium

Penyusunan laporan hasil

Gambar 3. Diagram Alir Prosedur Penulisan

3.4.

Teknik Pengambilan Sampel Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling method

(penempatan titik sampel dengan sengaja). Stasiun pengambilan sampel di bagan ( satu bagan) perairan Rendani Teluk Doreri. Pengambilan sampel dilakukan malam hari saat bulan purnama dan bulan gelap. Pengambilan sampel dilakukan ulangan sebanyak 3 kali pada setiap jam pengamatan. Pengamatan dilakukan pada jam 21.00 WIT, 00.00 WIT, 03.00 WIT. Sampel diambil secara vertikal pada permukaan sampai kedalaman ± 1 meter, Pengambilan sampel menggunakan ember dengan kapasitas 5 liter, kemudian dituangkan atau disaring sebanyak 20 kali ke dalam plankton net, Setelah itu sampel akan tersaring ke dalam tabung bucket kemudian tabung tersebut akan disemprot menggunakan botol semprot berisi alkohol pada konsentrasi akhir 10%, untuk keperluan pengawetan sampel. Sampel yang diperoleh dimasukkan ke dalam botol 300 ml, setelah itu sampel diberi label sesuai stasiun dan waktu pengambilan sampel. Penentuan posisi titik stasiun pengamatan dilakukan dengan menggunakan GPS, dan dilakukan pengukuran parameter hidrologi yaitu arus, suhu, salinitas, DO, pH pada waktu yang bersamaan yaitu pada bulan purnama dan bulan gelap. Setelah itu sampel yang diperoleh kemudian akan diidentifikasi di laboratorium dengan bantuan mikroskop binokuler dan buku identifikasi sampel zooplankton. 3.5. Analisa Laboratorium Sampel yang diperoleh dibawa ke laboratorium, kemudian diendapkan dalam gelas ukur 100 ml selama 24 jam, untuk mengukur volume endapan, setelah itu diencerkan 10 kali, diambil 5 tetes (1 ml) dan diamati di bawah mikroskop dan

diidentifikasi menurut buku Yamaji, (1997), Newell and Newell (1963), Basmi (2000), Smith (1977), dan Davis (1955).

3.6.

Analisa Data Penentuan kelimpahan plankton dihitung dengan menggunakan rumus Sachlan

(1972), sebagai berikut:

n
Dimana : N n Vr Vo Vs

x

= = = = =

Jumlah sel per liter (ind/l) Jumlah sel yang diamati atau ditemukan zooplankton Volume air tersaring (ml) Volume air yang diamati (ml) Volume air yang disaring (l)

Untuk mengetahui keanekaragaman hayati zooplankton yang diteliti digunakan Indeks keanekaragaman (diversity index). Apabila indeks makin tinggi, berarti komunitas biota (zooplankton) di perairan itu makin beragam dan tidak didominasi oleh satu atau dua takson saja. Indeks keanekaragaman dihitung berdasarkan rumus, Dianthani (2003):

s H’ = - ∑ pi. lnPi i=1

Dengan : H’ Pi ni N S ∑

= = = = = =

Indeks keanekaragaman Shannon & Wienner proporsi antara ni/N jumlah individu jenis ke-i jumlah total individu jumlah jenis jumlah

Indeks Keanekaragaman tersebut juga dapat menggambarkan sifat komunitas biota didalamnya. Berkaitan dengan itu beberapa ahli biologi juga membagi kualitas perairan secara ringkas sebagai berikut : Juga menurut Nugroho (2006), indeks keseragaman bertujuan untuk mengetahui apakah penyebaran jenis tersebut merata atau tidak. Jika nilai indeks keseragaman tinggi maka kandungan dalam setiap jenis seragam atau tidak terlalu berbeda. Nilai keseragaman diketahui melalui cara membandingkan indeks keanekaragaman dengan nilai maksimumnya, yang dihitung dengan rumus :

Ket : E (Eveness) H’ H’ Maks S = = = = Indeks Keseragaman Indeks Keanekaragaman ln S Jumlah jenis

Menurut Au doris, et al (1989) dalam Nugroho (2006) nilai indeks keseragaman (E) berkisar antara 0-1, sebagai berikut : a. Jika indeks keseragaman (E) mendekati 0, maka keseragaman antara spesies rendah, hal ini mencerminkan bahwa kekayaan individu masing-masing spesies sangat jauh berbeda.

b. Jika indeks keseragaman (E) mendekati nilai 1, maka keseragaman antara spesies relatif merata dan perbedaannya tidak begitu mencolok. Menurut Nugroho (2006) nilai indeks dominasi (C) bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak jenis yang mendominasi dalam suatu perairan. Untuk mengetahui nilai indeks dominasi digunakan rumus sebagai berikut :

Dengan : C = indeks dominasi ni = jumlah individu jenis ke-i N = jumlah total individu n = jumlah genera (jenis) Nilai indeks dominasi berkisar antara 0-1, sebagai berikut : a. Jika indeks dominasi (C) mendekati 0, maka hampir tidak ada spesies yang mendominasi suatu perairan. Hal ini menandakan kondisi dalam komunitas yang relatif stabil. b. Jika indeks dominasi (C) mendekati nilai 1, maka ada salah satu jenis yang mendominasi jenis lain. Hal ini disebabkan oleh komunitas dalam keadaan labil dan terjadi tekanan ekologis (stress).

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh sebagai berikut : 1. Komposisi jenis pada seluruh waktu sampling di lokasi penelitian ditemukan 42 jenis zooplankton yang terbagi atas 33 jenis holoplankton dan 9 jenis meroplankton, komposisi dan kelimpahan jenis pada bulan gelap lebih tinggi dibandingkan dengan bulan terang. 2. Pada sampling bulan terang, jumlah jenis tertinggi ditemukan pada pukul 21.00 WIT yaitu 22 jenis dan yang terendah ditemukan pada 00.00 WIT yaitu 17 jenis. Untuk jumlah jenis Zooplankton pada sampling bulan terang, yang selalu muncul pada keseluruhan waktu sampling berjumah 14 jenis. Sedangkan yang ditemukan pada sampling bulan gelap, jumlah jenis tertinggi ditemukan pada pukul 21.00 WIT yaitu 37 jenis, yang terendah ditemukan pada pukul 00.00 WIT yaitu 32 jenis. Sedangkan yang selalu muncul untuk keseluruhan waktu sampling berjumlah 26 jenis zooplankton. 3. Kelimpahan individu zooplankton pada sampling bulan terang tertinggi pada pukul 03.00 WIT yaitu 3.488.889 ind/l dan kelimpahan terendah ditemukan pada sampling pukul 21.00 WIT yaitu 1.344.444 ind/l. Pada sampling bulan gelap kelimpahan tertinggi pada sampling pukul 03.00 WIT yaitu 8.955.556 ind/l, dan kelimpahan terendah pada pukul 21.00 WIT yaitu 3.755.556 ind/l. 4. Hasil perhitungann Indeks Keanekaragaman, Indeks Keseragaman dan Indeks Dominansi menunjukan bahwa komunitas zooplankton di perairan sekitar bagan

berada dalam kondisi stabil dan ditunjang dengan kualitas air yang mendukung keberadaaan zooplankton di perairan. 4.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang dapat diberikan sebagai berikut : 1. Perlu dilakukannya penelitian lanjutan yang lebih komprehensif mengenai komposisi jenis zooplankton di perairan pada beberapa bagan disekitar Teluk Doreri Manokwari dengan melihat pergerakan bulan. 2. Perlu dilakukan penelitian tentang jenis-jenis zooplankton yang menjadi makanan dari ikan-ikan ekonomis penting yang tertangkap di bagan.

DAFTAR PUSTAKA Arinardi, O. H, A. B. Sutomo, S.A. Yusuf, Trimaningsih, E. Asnaryati, S.H. Riyono 1997. Kisaran Kelimpahan dan Komposisi Plankton Predominan di Perairan kawasan Timur Indonesia. Lembaga Oseanografi Nasional LIPI. Jakarta. 140 p Arsyad, M 2006. Skripsi S1: Analisis Tingkat Pencemaran Dengan Pendekatan Plankton Sebagai Bioindikator Di Perairan Teluk Doreri Manokwari . Jurusan Perikanan. Universitas Negeri Papua. Manokwari Tidak Dipublikasikan. Ayodhyoa 2003, Fungsi cahaya pada penangkapan ikan, Universitas Indonesia. Jakarta. Basmi, J 2000. Planktonologi : Cladocera Penuntun Identifikasi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 129 hal. Davis, C.C. 1955. The Marine and Fresh-Water Plankton. Michigan State University Press. 562 p. Dinisia, A 2009. Skripsi Komposisi Jenis, Kelimpahan Zooplankton Dan Parameter Hidrologi Di Perairan Teluk Baguala Ambon. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. Universitas Pattimura. Ambon. Tidak Dipublikasikan. Dianthani, D. 2003. Identifikasi Jenis Plankton di Perairan Muara Badak, Kalimantan Timur. Institut Pertanian Bogor. Djarijah 1996. Komunitas Plankton Sangat Berperan Penting Dalam Struktur Rantai Makanan Di Laut Disertasi .bogor . sekolah pascasarjana institut pertanian bogor. DKP, 2009. Sumberdaya Pesisir dan Laut di Sekitar Teluk Doreri Manokwari Http://www.blokspot.com Effendi, H 2003. Telaah Kualitas Air : Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. 257 hal. Erubun 2003. Kelimpahan Dan Kepadatan Zooplankton Http:/ /Id.Wikipedia .Org/ Wiki/ (7 Juni 2012) Gross 1990. Distribusi Harian Plankton http://kuliahplanktonologi.blogspot.com Huliselan 2006, Pola Pergerakan Harian Plankton http:// coretan dan celoteharie. wordpress.com/ (15 juni 2012) Hutabarat dan Evaans, 1985. Kondisi Plankton di Perairan Sekitar Pulau Biak dan Teluk Cenderawasih, Irian Jaya. Buletin Ilmu Kelautan TORANI, No.2. Volume 6. Universitas Hasanuddin. Ujung Pandang. Iskandar, M.D., H.A.U. Ayodhyoa, D.R Monintja & I. Jaya 2001. Hasil analisis tangkapan bagan bermotor pada tingkat pencahayaan yang berbeda di perairan teluk semangka, kabupaten tanggamus. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Lalli, C and T. R. Parsons 1997. Biological Oceanography, An Introduction. Second Edition. The Open University Set. Book. Butterword-Heinemann. Oxford. 313 pp. Longhurst, A.R dan D. Pauly. 1987. Ecology of Tropical Oceans. Academi Press Inc. Sandiego. Lionard, 2005. Influence of Changes in salinity and Light Intensity on Growth of Phytoplankton Communities from the Schelde River and Estuary.

Hydrobiologia. 540: 105-115. Cabrita M.T, Catarino F. & S. Gerd. 1999. Interactions of light, temperature and inorganic nitrogen in controlling planktonic nitrogen utilisation in the Tagus estuary. Kluwer Academic Publishers. Printed in the Netherlands. Aquatic Ecology 33: 251–261. Mampioper, X. T 2012. Skripsi Inventarisasi Jenis-Jenis Acidian Di Perairan Teluk Doreri Manokwari. Jurusan Ilmu Kelautan. Universitas Negeri Papua. Manokwari Morintoh 2001. kandungan oksigen dalam dalam perairan. Universitas Trisakti. Jakarta. 145 p. Muchyiddin, T. P 2006. Analisis Kandungan Timbal (Pb) pada Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk.) di Tambak Kecamatan Gresik. http://puslit2.petra.ac.id. 23 Februari 2009. 15.35 wit. Newell & Newell 1977. Marine Plankton. Hutchinson and Co Ltd. London. 245 p. Nontji 2007. Laut Nusantara. Djambatan. Jakarta. 372 p. Nugroho 2006. Bioindikator Kualitas Air. Universitas Trisakti. Jakarta. 145 p. Nuraini, R.A.T 1997. Kepekaan Komunitas Zooplankton Terhadap Ketersediaan Bahan Organik dan Kelimpahan Fitoplankton di Tambak Bersubstrat Pasir. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Nybakken 1992.Intensitas Cahaya Mempengarui Kehidupan Organisme Di Laut. Universitas Indonesia. Jakarta. Prasad 1990, Proses Fotosintesis Dilakukan Oleh Fitoplankton. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. LIPI Press. Jakarta. Rasyid, I.J 2009. Skripsi S1: Komposisi Dan Kelimpahan Plankton Di Perairan Teluk Doreri. Jurusan Ilmu Kelautan. Universitas Negeri Papua. Manokwari. Tidak Dipublikasikan. Rohmimohtarto dan Juwana 2003 Rangsangan Yang Mengakibatkan Gerak Migrasi Vertikal. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Sabariah, V dan H. Ayhuan 2007. Komposisi Dan Kelimpahan Plankton Di Perairan Muara Sungai Manokwari. Jurusan Perikanan. Universitas Negeri Papua. Manokwari. Sachlan, M. 1972. PLANKTONOLOGY. Direktorat Djendral Perikanan Departemen Pertanian, Djakarta. Shirota, A. 1996. THE PLANKTON OF SOUTH VIETNAM. Oyerseas Technical Cooperation Agency Japan. Smith, D.L 1977. A Guide to Marine Coastal Plankton and Marine Invertebrate Larvae. Kendall/Hunt Publishing Company 2460 Kerper Boulevard Dubuque. Iowa. 155 p. Subani dan HR Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut di Indonesia. Jurnal Penelitian Perikanan Laut. No. 50. Jakarta: Balai Penelitian Perikanan Laut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Suherman 2005. Struktur Komunitas Zooplankton Di Perairan Teluk Jakarta., artikel Manajemen Sumberdaya Perairan. Wiadnyana, N. N, G. A. Wagey 2004. Plankton, Produktivitas dan Ekosistem Perairan. DKP dan LIPI. Jakarta. Yamaji 1997. Ilustration of The marine Plankton of Japan. Hoikusha Publishing Co. Ltd. Japan.369 p.

LEMPIRAN 1 Alat – alat Pengamatan

Botol sampel

Refrakto

Botol semprot

GPS

pH meter

Do meter

Senter

Bucket

Lanjutan…

Ember

Planktonet

Gelas ukur

Pipet

Sedgwick Rafter Cell

Mikroskop Trinokuler

Computer

LAMPIRAN 2 Proses Pengambilan Sampel Zooplankton

1 1.Pengambilan sampel menggunakan ember 5 Liter sebanyak 20x pengambilan yang disaring ke dalam plankton net

2 2. Setelah itu sampel akan tersaring ke dalam tabung bucket

3 3. Tabung bucket dilepaskan dari plankton net

4 4.Semprotkan tabung dengan Alkohol 10% untuk keperluan pengawetan

5 5. Setelah itu dituangkan ke dalam botol sampel

6 6. Sampel siap dibawa ke laboratorium

LAMPIRAN 3 Pengamatan Laboratorium

 Sampel di masukan ke dalam gelas ukur 100ml  Kemudian didiamkan selama 24 jam untuk melihat pengendapan  Setelah itu dilakukan pengenceran untuk mendapatkan volume air  Kemudian sampel diambil dengan menggunakan pipet  Dimasukan kedalam Sedgwick rafter cell sebanyak 1 ml  Setelah itu diamati dibawah mikroskop trinokuler dengan pembesaran 10x10.

Data Bulan Gelap
Zooplankton

LAMPIRAN 4 Tabel Perhitungan Indeks keanekaragaman, Keseragaman dan Dominansi
Pukul 21.00 WIT Pi ln (Pi) 0.017 0.017 0.219 0.111 0.062 0.052 0.125 0.104 0.030 0.265 0.0172 0.167 0.030 0.017 0.071 0.071 0.017 0.118 0.364 0.030 0.088 0.096 0.052 0.030 0.030 0.118 0.071 0.041 0.030 0.030 0.0172 0.062 0.017 0.017 2.615 Zooplankton Pukul 00.00 WIT Pi ln (Pi) 0.035 0.045 0.272 0.111 0.064 0.023 0.073 0.023 0.143 0.064 0.267 0.009 0.093 0.131 0.089 0.016 0.069 0.345 0.009 0.159 0.060 0.077 0.040 0.077 0.104 0.016 0.023 0.055 0.146 Zooplankton Pukul 03.00 WIT Pi ln (Pi) 0.036 0.077 0.270 0.246 0.058 0.026 0.045 0.091 0.077 0.224 0.074 0.008 0.119 0.041 0.062 0.328 0.208 0.074 0.074 0.074 0.008 0.014 0.031 0.191 0.026 0.031 0.041 0.074 0.008 0.008

Acartia niglegens Acrocalanus sp. Calanus minor Calanus sinicus Calanus tenuicornis Candacia Cantocalanus Copilia sp. Corycaeus catus Cypridina noticula Eucalanus crassus Eucalanus sp. Eucirela sp. Lucicutia ovalis Lucicutia sp. Macrosetella Metridia sp. Microsetella Nauplius sp. Neanthes diversicolor Oithona sp. Oncaea media Oncaea venusta Paroithona Radiolaria Scolecithricella minor Scolecithrix danae Larva gastropoda Larva kepiting brachyura Larva molusca Larva euphausid Larva polychaeta Larva echinodermata Larva mysid Total

Acartia niglegens Acrocalanus sp Calanus minor Calanus sinicus Calanus tenuicornis Candacia Cantocalanus Centropages gracilia Copilia sp Corycaeus catus Cypridina noticula Eucaeta sp Eucalanus sp Lucicutia sp Macrosetella Metridia sp Microsetella Nauplius sp Neanthes diversicolor Oithona sp Oncaea media Oncaea venusta Paroithona Scolecithricella minor Scolecithrix danae Larva gastropoda Larva euphausid Larva polychaeta Larva echinodermata

Acartia niglegens Acrocalanus sp Calanus minor Calanus sinicus Calanus tenuicornis Candacia Cantocalanus Copilia sp Corycaeus catus Cypridina noticula Eucalanus sp Euglena sp. Lucicutia sp Macrosetella Microsetella Nauplius sp Oithona sp Oncaea media Oncaea venusta Paroithona Radiolaria Sapphirina gastrica Scolecithricella minor Scolecithrix danae Larva gastropoda Larva euphausid Larva polychaeta Larva echinodermata Larva mesogastropoda Larva teritip

Total

2.651

Total

2.657

Data Bulan Terang
Pukul 21.00 WIT Pi ln (Pi) Acrocalanus sp.1 Calanus minor Calanus sinicus Calanus tenuicornis Candacia sp.1 Candacia sp.2 Canthocalanus sp. Cypridina noticula Copilia sp.1 Eucalanus sp.1 Eucalanus sp.2 Lucicutia sp.1 Macrosetella sp. Metridia sp.2 Microsetella sp. Nauplius sp. Neanthes diversicolor Oithona sp. Oncaea media Oncaea venusta Paroithona sp. Scolecithricella minor Scolecithrix danae Larva Echinodermata Larva Teririp Larva Polychaeta Total 0.067 0.067 0.091 0.067 0.164 0.091 0.039 0.039 0.039 0.217 0.148 0.112 0.229 0.039 0.239 0.249 0.039 0.112 0.091 0.290 0.091 0.039 0.067 0.039 0.039 0.091 2.812 Acrocalanus sp.1 Calanus minor Calanus tenuicornis Candacia sp.1 Copilia sp.1 Eucalanus sp.1 Eucalanus sp.2 Macrosetella sp. Microsetella sp. Nauplius sp. Oncaea media Oncaea venusta Scolecithricella minor Larva Echinodermata Larva Polychaeta Larva Gastropoda Larva Euphausid Pukul 00.00 WIT Pi ln (Pi) 0.051 0.029 0.087 0.051 0.029 0.087 0.165 0.203 0.116 0.350 0.051 0.228 0.243 0.070 0.029 0.029 0.037 Calanus minor Calanus sinicus Calanus tenuicornis Candacia sp.1 Candacia sp.2 Canthocalanus sp. Cypridina noticula Copilia sp.1 Eucalanus sp.1 Emplectonema gracile Lucicutia sp.1 Macrosetella sp. Metridia sp.2 Microsetella sp. Nauplius sp. Oithona sp. Oncaea media Oncaea venusta Paroithona sp. Scolecithricella minor Scolecithrix danae Larva Echinodermata Larva Polychaeta Larva Euphausid Pukul 03.00 WIT Pi ln (Pi) 0.093 0.117 0.151 0.065 0.018 0.117 0.163 0.018 0.055 0.018 0.163 0.065 0.018 0.018 0.352 0.157 0.055 0.032 0.117 0.145 0.101 0.044 0.018 0.018

Zooplankton

Zooplankton

Zooplankton

Total

1.865

Total

2.130

H` Lokasi Penelitian = Ln S = E` Lokasi Penelitian = C Lokasi Penelitian =

2.45 3.73 0.65 0.34