You are on page 1of 14

Potensi Sumber Energi Listrik Terbarukan dan Ramah Lingkungan

Pendahuluan Terlena Mungkin terlena adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia pada umumnya dan dunia ketenagalistrikan Indonesia pada khususnya. Lalu mengapa terlena ? Indonesia dikaruniai sumber daya yang luar biasa. Tanah yang subur (ibaratnya apabila tongkat kita tanam, bisa tumbuh menjadi pohon), kekayaan alam mineral yang berlimpah, hutan hujan tropis yang terbentang dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia, dan yang sering kita lupakan, lautan luas yang menyatukan satu pulau dengan pulau lainnya. Di awal kemerdekaan, ketika konsumsi energi listrik belum besar seperti sekarang, dan Indonesia merupakan salah satu penghasil minyak bumi yang signifikan di dunia, tentunya bahan bakar minyak adalah solusi yang tepat sebagai sumber energi listrik di saat itu. Seiring berjalannya waktu, konsumsi listrik kita semakin meningkat, begitu pula harga minyak bumi yang tendensinya selalu meningkat. Di lain pihak, ternyata produksi minyak bumi kita menurun, bahkan kita harus mengimpor dari negara-negara Timur Tengah, pertumbuhan penggunaan sumber energi listrik selain minyak bumi juga tidak seiring dengan laju pertumbuhan konsumsi. Ketidakreaktifan kita terhadap situasi dan keterlenaan kita terhadap kondisi yang nyaman membuat masalah timbul silih berganti. Ketika situasi sudah menjadi buruk, seperti pemadaman bergilir menjadi keseharian di tanah air, kita baru mencanangkan program PLTU batu bara 10.000 MW, dan saat ini sudah mulai dicanangkan program PLTU batu bara 10.000 MW edisi II. Jika kita lebih reaktif dan tidak terlena terhadap kondisi Indonesia yang begitu nyaman seperti surga, mungkin permasalahan yang telah disebutkan tidak perlu terjadi. Dan dengan beralihnya kita dari minyak bumi menuju batu bara, apakah permasalahan kita sekarang akan terulang kembali di masa depan? Tenaga Nuklir Ada solusi yang coba dipaparkan di sini. Nuklir adalah salah satu solusi. Perdebatan terhadap implementasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) masih terus menjadi hambatan di Indonesia. Di luar itu, nuklir memiliki beberapa keuntungan : Satu gram uranium sebagai bahan bakar dapat menghasilkan energi panas yang setara dengan hasil pembakaran 4 ton bahan bakar batubara atau 2 ton bahan bakar minyak bumi. Bahkan saat ini sedang ada penelitian satu unit PLTN dapat bekerja non-stop selama 30 tahun tanpa dibutuhkan uranium tambahan. Dalam artian, PLTN dapat lebih ekonomis dan minimnya risiko pemanasan global akibat emisi gas karbon dioksida. Permasalahan akan sampah radioaktif dan tingkat keamanan tentunya menjadi isu penting dalam PLTN. Saat ini, limbah radioaktif sisa PLTN tidak dibuang begitu saja, namun dilakukan proses daur ulang untuk

dapat digunakan kembali. Sehingga jumlah sampah yang dihasilkan akan semakin sedikit dan menjadi tidak berbahaya. Mengenai masalah keamanan, jika kita melihat negara Prancis yang telah menggunakan PLTN sejak tahun 1956, tidak ada satu pun insiden yang membahayakan yang terjadi. Prancis mengklaim tingkat keamanan PLTN mereka mencapai 99,9999%. Risiko penggunaan PLTN sudah sedemikian kecil seiring dengan perkembangan teknologi saat ini. PLTN bisa jadi merupakan salah satu solusi permasalahan Indonesia. Energi terbarukan dan ramah lingkungan Namun begitu, PLTN tetap menggunakan bahan bakar yang tidak terbarukan (Uranium), yang dalam artian akan habis dalam waktu dekat mengingat persediaan Uranium yang tidak banyak di bumi ini. Untuk memperoleh sumber energi yang berkelanjutan, kita memerlukan sumber energi yang terbarukan. Energi terbarukan merupakan energi dimana siklus materi pembawanya lebih cepat dari konsumsinya. Sehingga dapat dianggap tidak akan pernah habis dalam jangka waktu yang terbatas. Pada umumnya, dilihat dari sudut pandang sumber energi listrik, energi terbarukan memiliki keuntungan: - Sumber energi yang ketersediaannya dapat dikatakan tak terbatas - Dapat diperoleh secara cuma-cuma - Ramah lingkungan Sedangkan hambatannya adalah: - Investasi yang mahal - Energi yang fluktuatif, sehingga kurang dapat diandalkan Tentunya penelitian-peneliti an yang dilakukan saat ini difokuskan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Secara umum, energi terbarukan dapat dibagi berdasarkan sumber energinya, yaitu: - Energi yang berasal dari matahari o Energi matahari secara langsung (photovoltaic dan thermal) o Tenaga angin o Biomassa dan biogas

o Perbedaan suhu air laut o Pasang-surut air laut (gravitasi matahari dan bulan) - Energi yang berasal dari bumi o Energi panas bumi/geothermal o Tenaga air (gravitasi bumi) Selain biomassa dan biogas, sumber energi terbarukan merupakan energi yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan gas-gas yang berbahaya terutama karbon dioksida yang dapat mengakibatkan pemanasan global. Perlu kita ingatkan, bahwa Indonesia memiliki semua potensi itu, bahkan berlimpah. Negara kita terletak di khatulistiwa, sehingga energi matahari selalu tersedia sepanjang tahun. Selain itu, Indonesia juga dilewati oleh rangkaian gunung berapi aktif yang berarti potensi panas bumi yang dapat dimanfaatkan sangat berlimpah di Indonesia. Dan juga lautan yang luas di negeri kita, dapat dijadikan sumber energi yang sangat berlimpah. Potensi Menurut penelitian yang dilakukan oleh KNIWEC dan PLN pada tahun 2004, besarnya potensi dan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Potensi dan pemanfaatan energi terbarukan Indonesia Jenis Energi Unit Panas Bumi Tenaga Air Surya MW MW GW Total Exist % 27140 807 3,0 75000 4125 5,5 1200 9290 0,008 0,0007 0,6 0,0065

Tenaga Angin MW Biomass Biogas Gambut Tidal MW MW

49810 445 0,9 680 0,0 0,0 0,0 0,0

MILL. BOE 16880 0,0 MW 240000 0,0

Sumber: Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2006-2015, PT PLN (Persero), Juli 2005. Dapat kita lihat bahwa pemanfaatan energi terbarukan masih sangat minim di Indonesia. Alasannya klise, masalah dana, dan Indonesia masih terlena dengan bahan bakar fosil yang ada. Bahkan, masih ada sumber energi terbarukan yang tidak tersentuh sama sekali untuk dikembangkan. Program pengembangan desa mandiri energi

Ternyata pemerintah tidak tinggal diam saja, sebagai langkah awal pada tahun 2009, pemerintah mencanangkan pengembangan desa mandiri energi sebanyak 350 desa. Adapun pengembangan listrik perdesaan meliputi pembangunan PLTMH sebanyak 51 unit (2.741 kW), PLTS sebanyak 77.433 unit (3.872 kWp), PLTB sebanyak 6 unit (480 kW), gardu distribusi sebanyak 983 unit (46.075 kVA). JTM 3.146 kms dan JTR 2.891 kms. Sebaran pengembangan desa mandiri di Indonesia dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Program pengembangan desa mandiri 2009. Hingga saat ini, penulis belum mendapat informasi mengenai keberlanjutan dan keberhasilan dari program ini di Indonesia. Kapasitas terpasang saat ini dan rencana ke depan Komposisi pemanfaatan energi primer Indonesia pada tahun 2006 dan rencana pada tahun 2025 menurut Departemen ESDM terlihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Komposisi energi primer nasional Pada tahun 2006, sebesar 95,57% energi primer Indonesia adalah bahan bakar fosil ! dan minyak bumi sebesar 51,66% ! Inilah yang menyebabkan PLN terus menggerogoti APBN Republik Indonesia. Pada tahun 2025, Indonesia menetapkan untuk mengurangi ketergantungannya terhadap minyak bumi hingga menjadi 20%, dan dapat kita lihat efek dari proyek PLTU batu bara 2 x 10000 MW, yang membuat porsi batu bara menjadi 33%, lebih besar dari minyak bumi. Yang menjadi fokus di sini adalah, di tahun 2025, Indonesia masih bergantung kepada bahan bakar fosil dan belum memanfaatkan secara maksimal energi terbarukan. Perbandingan dengan Prancis

Apabila kita bandingkan dengan komposisi energi di negara Prancis pada Gambar 3, dapat kita lihat bahwa ada tahun 2007, Prancis hanya bergantung kepada bahan bakar fosil sebesar 10,7%! 76,9% kebutuhan energi Prancis dipenuhi dari nuklir, dan sisanya adalah energi yang terbarukan. Saat ini, Prancis sedang gencar melaksanakan penelitian mengenai energi terbarukan, hal ini diindikasikan dengan berubahnya fungsi laboratorium penelitian tenaga atom di Prancis menjadi laboratorium penelitian energi terbarukan, terutama energi matahari, angin, dan hidrogen.

Gambar 3. Komposisi energi di Prancis Sumber : Programmation pluriannuelle des investissements de production dlectricit, priode 2009 2020 , Ministre de lcologie, de lnergie, du Dveloppement Durable et de lAmnagement du Territoire de France. Referensi Programmation pluriannuelle des investissements de production dlectricit, priode 2009 2020 , Ministre de lcologie, de lnergie, du Dveloppement Durable et de lAmnagement du Territoire de France. Direktur energi baru terbarukan dan konservasi energi (Pusdatin ESDM) Indonesia. Departemen ESDM. Perpres No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan energi nasional, Skenario Energi Mix Nasional. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2006-2015, PT PLN (Persero), Juli 2005. -Dari PPI Toulouse untuk PPI Prancis dan Indonesia-

http://ppitoulouse.wordpress.com/2010/03/10/potensi-sumber-energi-listrik-terbarukan-dan-ramahlingkungan/

LANGKAH STRATEGIS MENGATASI KRISIS ENERGI LISTRIK

Kegiatan industri, kegiatan komersial maupun dalam kehidupan sehari-hari rumah tangga. Energi listrik dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan penerangan dan juga proses produksi yang melibatkan barang-barang elektronik dan alat-alat/mesin industri. Mengingat begitu besar dan pentingnya manfaat energi listrik sedangkan sumber energi pembangkit listrik terutama yang berasal dari sumber daya tak terbarui keberadaannya terbatas, maka untuk menjaga kelestarian sumber energi ini perlu diupayakan langkah-langkah strategis yang dapat menunjang penyediaan energy listrik secara optimal dan terjangkau.

Upaya menambah pembangkit sebenarnya telah dilakukan pemerintah. Namun membutuhkan proses yang lama dan anggaran yang besar. Apalagi saat ini PLN sedang mengalami kerugian dan menanggung utang yang cukup besar. Hal ini tak lepas dari akibat praktek KKN yang masih melekat pada birokrasi dan kepengurusan PLN. Oleh karena itu, kerja sama dan partisipasi berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengatasi krisis energy listrik ini. Berbagai upaya perlu untuk mengatasi krisis energy listrik ini secara simultan dan terstruktur. Adapun langkah strategis yang dapat dilakukan diantaranya perbaikan system distribusi listrik, mengurangi ketergantungan kepada BBM sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik, internalisasi hidup hemat kepada khalayak baik dari mulai level rumah Perbaikan sampai perusahaan besar, system dan perapihan internal pengurus PLN. listrik

distribusi

Saat ini system distribusi listrik yang digunakan oleh PLN umumnya adalah system sentralisasi listrik. System tersebut ternyata dapat membawa dampak buruk dalam distribusi listrik di Indonesia. Diantaranya menyebabkan banyaknya wilayah yang sulit dicapai oleh jaringan listrik dan faktor geologisnya buruk, tidak dapat menikmati listrik. Selain itu, dapat juga menyebabkan terjadinya penyusutan tenaga listrik, tidak stabilnya tegangan listrik hingga pada pemadaman aliran listrik yang berakibat seluruh wilayah yang bergantung pada gardu tertentu akan mengalami black out.

Contoh kasus listrik terbesar yang terjadi adalah mati listrik Jawa-Bali pada 18 Agustus 2005 di Indonesia, di mana listrik di Jakarta dan Banten mati total selama tiga jam. Mati listrik ini terjadi akibat kerusakan di jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 KV Jawa-Bali. Dampak yang diakibatkan antara lain : Sebanyak 42 perjalanan kereta rel listrik (KRL) rute Jakarta-Bogor-Tanggerang-Bekasi dibatalkan. Sebanyak 26 KRL yang sedang beroperasi tertahan di beberapa perlintasan. Potensi kehilangan pendapatan mencapai Rp 200 juta. Di Bandara Soekarno-Hatta gangguan listrik berlangsung sekitar empat jam dan menyebabkan 15 penerbangan tertunda. PLN memperkirakan ada sekitar 3,2 juta pelanggan yang terkena pemadaman total, terutama di daerah Jakarta dan Banten (Kompas,19/08/05)

Mati listrik bagi masyarakat pada umumnya bila dilihat sepintas memang merupakan hal yang sepele, tapi bayangkan jika hal ini terjadi pada sebuah pabrik produksi skala besar atau pusat perbelanjaan dan perkantoran yang tidak

dapat hidup tanpa pasokan listrik. Satu menit aliran listrik sangat berarti bagi mereka. Gara -gara mati listrik, satu pekerjaan terhambat akan membuat efek domino hingga pekerjaan lain pun terhambat. Bila hal ini dibiarkan, kegiatan perekonomian, pendidikan, dan bidang vital lainnya akan terganggu.

Meninjau masalah di atas, sangatlah diperlukan suatu sistem baru yang dapat menyokong penyediaan energi listrik saat ini. Suatu sistem yang dapat menjangkau seluruh pelosok tanah air. Itulah sistem desentralisasi listrik. Sistem ini menggunakan pembangkit listrik berskala kecil yang terdesentralisasi (tersebar) di seluruh daerah rawan listrik dan membutuhkan pasokan listrik yang besar. Saat ini alat untuk mendukung sistem desentralisasi listrik telah tersedia, misalnya turbin gas mikro, dan mikro hidro. Yang perlu dilakukan sekarang adalah bagaimana PLN, para akademisi, dan Kurangi investor melakukan kaji ulang dan mengimplementasi kepada sistem tersebut. BBM

Ketergantungan

BBM merupakan sumber daya yang tak dapat diperbarui yang semakin lama akan semakin berkurang persediaannya. Oleh karena itu, ketergantungan terhadap BBM sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik harus dikurangi. Pemenuhan kebutuhan energi yang tergantung pada BBM sering kali mengganggu pasokan energi nasional, apalagi jika terjadi kelangkaan atau meningkatnya harga BBM di pasar internasional.

Selama 2-3 tahun terakhir ini harga minyak mentah di dunia meningkat. Pasokan listrik akan berkurang dan subsidi listrik pun meningkat. Perlu diketahui bahwa cadangan minyak bumi di tanah air hanya tinggal 1,2 % dari cadangan minyak bumi dunia. Kalau tidak ada penemuan baru, maka cadangan kita tinggal hanya bertahan sampai 20 tahun. Gas tinggal sekitar 60 tahun saja, kalau tidak ada penemuan baru. Batu bara lebih panjang dari itu, masih 150 tahun lagi. (Sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Peresmian PLTU Tanjung Jati B Jepara, Jawa Tengah) Upaya mengurangi pemanfaatan minyak bumi dan beralih pada sumber energi lain, terutama sumber energi non fosil dan energi terbarukan perlu kita lakukan. Indonesia memiliki cadangan sumber energi non fosil yang cukup melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal, misalnya bahan bakar nabati dari jarak, singkong, tebu, kelapa sawit, dan sampah.

Salah satu perkembangan teknologi yang mendukung penyediaan energy saat ini adalah pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Beberapa waktu lalu ITB telah membuat PLTSa walaupun ada pro dan kontra. Sebagai tambahan, saat ini sampah telah menjadi masalah besar terutama di kota-kota besar di Indonesia. Hingga tahun 2020 mendatang, volume sampah perkotaan di Indonesia diperkirakan akan meningkat lima kali lipat. Tahun 1995, menurut data yang dikeluarkan Asisten Deputi Urusan Limbah Domestik, Deputi V Menteri Lingkungan Hidup, Chaerudin Hasyim, di Jakarta baru-baru ini, setiap penduduk Indonesia menghasilkan sampah rata-rata 0,8 kilogram per kapita per hari, sedangkan pada tahun 2000 meningkat menjadi 1 kilogram per kapita per hari. Pada tahun 2020 mendatang diperkirakan mencapai 2,1 kilogram per kapita per hari. (kompas, 18/09/03). Semoga dengan adanya PLTSa ini, persoalan sampah dapat terselesaikan sekaligus krisis energi listrik dapat tertangani. Internalisasi Hidup Hemat

Pemborosan merupakan salah satu penyebab terbesar krisis energy listrik yang terkadang dirasakan kecil pengaruhnya. Padahal bila kita kalkulasikan secara kumulatif, energy yang terbuang secara sia-sia akibat pemborosan listrik ini sungguh besar. Mengutip kata-kata bijak dari Bapak H. Usep Romli dalam artikel Pikiran Rakyat 23 April

2006, bahwa perkara kecil memang suka dianggap sepele dan tak penting. Justru yang kecil itulah, yang tak ditangani serius, yang akan mengubah situasi dan kondisi secara fatal. Virus hanya sebentuk makhluk kecil yang dikategorikan mikroskopis. Hanya dapat dilihat dengan mikroskop berkekuatan lipat-ganda. Tetapi dari virus itulah muncul aneka macam penyakit. Terutama flu, baik flu manusia maupun flu burung yang menghebohkan itu. Dalam sejarah Arab pra-Islam, pasukan gajah Abrahah dikalahkan oleh burung-burung ababil yang kecil-kecil. Dalam sejarah Mesir Kuno, seorang Firaun dikalahkan oleh serangan kutu-kutu kecil dan katak-katak kecil. Oleh karena itu, janganlah menyepelekan yang hal kecil.

Saat ini, jumlah kerugian akibat pemborosan listrik mencapai triliunan rupiah. Kondisi memiriskan ini, memaksa kita berhemat untuk memakai listrik. Sampai-sampai ketika 2 tahun yang lalu para pejabat negara dan pihak-pihak dari instansi mencanangkan gerakan hemat listrik di kantornya. Gerakan itu merupakan pengejawantahan dari Inpres No 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi yang dikeluarkan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juli 2005.

Memang terjadi telah penghematan yang cukup signifikan, terutama pada instansi pemerintah. Namun seiring dengan waktu, gerakan hemat listrik ini tinggal sejarah. Pola konsumsi listrik berlebihan dan tidak berdaya guna, kembali menjadi kebiasaan di mana-mana. Di gedung pemerintahan sekalipun, itu hanya tinggal sebatas imbauan di atas kertas yang ditempel di dinding-dinding kantor. Di sana, lampu dibiarkan tetap menyala bahkan disengaja untuk dihidupkan kendati cahaya mentari sudah cukup memberi terang pada tiap ruang. Gerakan ini idealnya tetap dilaksanakan dan harus dilaksanakan. Tapi, perlu adanya kerjasama antara pihak pemerintah, LSM, para pelajar, dan media untuk menyuarakan gerakan hemat listrik secara berkelanjutan.

Untuk menghemat energi listrik masyarakat disarankan untuk mengurangi penggunaan alat elektronik yang banyak menyedot daya listrik, seperti kulkas, mesin cuci, AC dan mesin pompa air. Diharapkan juga untuk menggunakan lampu hemat energi (LHE). Komparasi penggunaan LHE jauh berbeda dengan lampu pijar biasa. Bagi pengguna LHE, misalnya dengan daya 900 watt bisa menghemat biaya 10.000 sampai 12.000 rupiah per bulan. Rekening listrik Perapihan yang dan dibayarkanpun Transparansi akan Internal semakin Pengurus berkurang. PLN

Dibandingkan dengan negara-negara lain, harga pokok listrik di Indonesia tergolong tidak efisien. Harga pokok listrik di Indonesia mencapai 6,5 sen dollar AS per kWh, masih lebih tinggi daripada negara-negara lain di sekitarnya. Seperti Malaysia dengan biaya listriknya hanya 6,2 sen dollar AS per kWh, Thailand hanya 6,0 sen dollar AS per kWh, Vietnam 5,2 sen dollar AS per kWh.(http://portal.djlpe.esdm.go.id)

Jika dibandingkan dengan berbagai inovasi yang dilakukan swasta dalam mengatasi energinya sendiri, tidak sedikit biaya produksi listrik swasta lebih rendah dari PLN, terutama listrik untuk kebutuhan perusahaan sendiri. Namun, karena PLN masih bersifat monopoli, tidak ada pembanding dan tidak ada tekanan terhadap PLN untuk melakukan efisiensi. Yang terjadi selama ini dalam sejarah PLN tidak lain adalah rangkaian KKN, yang memeras sumber daya perusahaan ini. Pembangkit swasta bernuansa KKN dipaksakan masuk ke PLN dengan harga penjualan daya listrik lebih tinggi dari harga PLN, yang dijual kepada masyarakat. Pengadaan mesin yang tidak efisien banyak terjadi di lingkungan PLN.

Hasil audit BPK yang telah menurunkan defisit yang diajukan PLN sebenarnya masih bisa menemukan titik kritis lebih jauh lagi di dalam sistem tubuh PLN, terutama masalah inefisiensi. Biaya yang diajukan PLN terlalu besar, yakni sebesar 93,2 triliun rupiah, tanpa ada upaya efisiensi semaksimal mungkin

Dalam hal ini, PLN ditantang untuk bisa berlaku transparan terhadap besaran BPP yang ditanggungnya. Hal ini diperlukan agar masyarakat bisa mengetahui seberapa besar biaya pruduksi yang ditanggung PLN untuk memproduksi listrik. Dari situ dapat diketahui pula apakah PLN sudah melakukun efisiensi dan efektivitas dalam manajemen. Di samping perlu juga dilakukan evaluasi soal sejauh mana upaya PLN dalam mencegah pencurian listrik. Penutup Beberapa langkah strategis yang dijelaskan di atas tidak akan bermakna manakala tidak adanya kerjasama antara pihak pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait dalam menangani krisis energi listrik. Oleh karena itu, kerjasama antara pihak-pihak tersebut amatlah penting. Mulai dari penanaman budaya hemat listrik, sampai masalah teknis penanganan dan pengelolaan sistem distribusi listrik baik dalam hal pemakaian pembangkit listrik maupun akuntabilitas finansialnya yang diharapkan lebih transparan. Semoga krisis energi listrik tidak terjadi lagi di negara kita tercinta ini. (Aep Saepudin)

http://www.forplid.net/artikel/77-langkah-strategis-mengatasi-krisis-energi-listrik-.html

POSTED BY GAMIL ABDULLAH AT 9:53 AM LABELS: ENERGY

0 COMMENTS:
Post a Comment

LINKS TO THIS POST


Create a Link Newer PostOlder PostHome

Subscribe to: Post Comments (Atom)

DAFTAR JUDUL ARTIKEL (LIST OF ALL ARTICLES)

Silakan klik disini (Please click here)

PENGUNJUNG (VISITORS)

Going to the south...

CONCERN

The system cannot be trusted.

A REFLECTION

Pada umumnya para kapitalis (global maupun lokal) sangat senang berbisnis di negara yang kaya sumber daya alam tetapi pemerintahannya korup. [ga]

ARTICLES

2012 (3) o April (1) o March (1) o February (1) Kebijakan Energi dan Kebutuhan Energi Nasional 2011 (14) 2010 (19) 2009 (40) 2008 (52)

CATEGORY

Art (4)

Energy (56) Enlightning (9) Environment (4) Governance (36) Industry (21) Management (5) Social (14) Sustainable Development (2) Traveling (2)

COPYRIGHT

Tidak ada hak cipta pada tulisan di blog ini. Silakan menyalin atau mengutip bila diperlukan. Saya akan berterima kasih jika disebutkan sumbernya.

DISCLAIMER

Artikel atau tulisan di blog ini merupakan pendapat pribadi penulis (atau sumber lain yang disebutkan), sama sekali tidak dimaksudkan untuk mencerminkan pendapat atau kebijakan instansi tempat penulis bekerja. {Articles in this blog are sole opinions (or other sources that mentioned herein), not intended to reflect any opinion or policies of agency/institution I am working for.}

1G CIRCLE

The group for those who simply want to learn and act real.

http://gamil-opinion.blogspot.com/2012/02/kebijakan-energi-dan-kebutuhan-energi.html

Sistem pengisian listrik


Sistem pengisian ini akan memproduksi listrik untuk disimpan dalam baterai yang akan dipergunakan untuk keperluan komponen elektronik lainnya. Rangkaian sistem pengisian terdiri dari komponen alternator , regulator , ignition switchdan baterai. Fungsi alternator adalah untuk mengubah energi mekanis dari mesin menjadi tenaga listrik. Komponen utama alternator adalah rotor, stator, dan diode.

Komponen lainnya adalah rotor/ medan magnet penghasil listrik, juga bearing-bearing yang membuat rotor dapat berputar. Selain itu, ada kipas yang berfungsi mendinginkan bagian dalam alternator , dan puli. Komponen puli berfungsi untuk tempat tali kipas penggerak rotor. Rotor merupakan bagian yang berputar di dalam alternator . Pada rotor terdapat kumparan (rotor coil) yang berfungsi untuk membangkitkan kemagnetan. Kukukuku yang terdapat pada rotor bertugas sebagai kutub-kutub magnet. Untuk menyalurkan listrik ke kumparan rotor dipasang dua slip ring. Konstruksi rotor ditumpu oleh dua buah bearing. Stator yang bertugas menghasilkan arus bolak-balik memiliki kumparan di bagian dalamnya. Stator memiliki tiga kumparan yang pada salah satu ujungnya dijadikan satu. Umumnya konstruksi yang dipakai adalah model Y atau bintang tiga phase. Bagian tengah yang menjadi satu adalah pusat gulungan yang disebut titik netral atau terminal N. Pada bagian ujungnya stator arus listrik bolak-balik berasal. Ketiga ujung stator dihubungkan dengan diode. Fungsi diode adalah menyearahkan arus bolak-balik (AC) yang dihasilkan stator coil menjadi arus searah (DC). Selain itu, diodejuga berfungsi untuk mencegah arus balik dari baterai ke alternator . Regulator Tegangan listrik dari alternator tidak selalu bersifat konstan. Karena arus listrik alternator tergantung daripada kecepatan putaran rotor, maka semakin cepat putarannya makin besar pula daya arusnya.

Begitu pula sebaliknya. Sementara fungsi regulator adalah mengatur besar arus listrik dari rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan alternator tetap konstan. Walaupun putarannya berubah-ubah, tetapi regulator mampu menstabilkan arus listrik. Regulator juga berfungsi untuk mematikan lampu pengisian. Lampu tanda pengisian akan otomatis mati apabila alternator sudah menghasilkan arus listrik. Rangkaian sistem pengisian listrik pada kendaraan bekerja saat kunci kontak diputar ke posisi on. Arus dari baterai akan mengalir ke rotor yang memerintahkan rotor coil untuk bekerja. Pada saat yang sama arus baterai juga mengalir ke lampu pengisian (CHG) dan akibatnya lampu menjadi menyala (On). Sesudah mesin hidup dan rotor berputar, tegangan listrik dibangkitkan dalam stator coil. Selanjutnya, tegangan neutral dipergunakan untuk mengaktifkanvoltage relay. Karena itu lampu charge menjadi mati. Lampu pengisian akan menyala, bila alternator tidak mengirimkan jumlah listrik yang normal. Ini terjadi kalau tegangan dari terminal N alternator kurang dari jumlah yang diperlukan. Lampu indikator accu yang menyala terus saat mesin hidup adalah tanda terjadi masalah pada sistem pengisian. Penyebabnya bisa karena undercharge atau overcharge. Pada prinsipnya pasokan dan kebutuhan listrik harus setara. Energi listrik yang dihasilkan alternator ini harus sesuai dengan beban listrik yang dipakai. Mobil umumnya mempunyai tegangan standar alternator 13 volt hingga 15,2 volt. Pasokan listrik dari alternator tidak boleh di bawah atau di atas angka tersebut. Jika pasokan listrik di bawah angka standar, maka disebut undercharge. Sebaliknya, jika lebih dari 15,2 volt disebut overcharge. Bila dibiarkanundercharge , bisa berpotensi aki kekurangan listrik, sehingga mesin tidak dapat di starter . Pasalnya untuk menstarter mesin dibutuhkan listrik yang besar. Sebaliknya, kondisi overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat dlam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi. Oleh karena itu kedua kondisi ini harus dihindari.

http://anton-rivai.blogspot.com/2011/12/sistem-pengisian-listrik.html