Topik 6.

Rangkaian Tergandeng Magnetis (Lanjutan)
SubTopik:
1. Perjanjian Bintik (Dot Convention). 2. Pengukuran Induktansi Bersama

Tujuan:
1. Memahami perjanjian bintik (Dot Convention). 2. Mampu menganalisa dan mementukan persamaan-persamaan tegangan pada masingmasing kumparan. 3. Mampu menyelesaikan persamaan-persamaan tegangan pada masing-masing kumparan. 4. Memahami perhitungan pengukuran induktansi bersama.

6.1. Perjanjian Bintik (Dot Convention)
Dalam bahasan sebelumnya, gulungan-gulungan kumparannya adalah sedemikian hingga tanda aljabar suku-suku tegangan bersama yang mengandung M adalah positif untuk tegangan dan arus yang diberikan. Dalam praktek, tentu saja tidak perlu ditunjukkan secara terinci arah gulungan pada transformator. Dalam analisis diperlukan suatu perjanjian bintik yang menunjukkan polaritas tegangan bersamanya. Lambang-lambang rangkaian untuk transformator pada gambar 6.1, ditunjukkan oleh gambar 6.2 dengan bintik-bintik yang sesuai. Tanda-tanda kutubnya ditetapkan sedemikian hingga arus yang meningkat secara positif yang mengalir ke kutub yang berbintik (atau yang tidak berbintik) pada salah satu gulungannya mengimbas suatu tegangan positif pada kutub yang berbintik (atau yang tidak berbintik) pada gulungan yang lain. Dalam menuliskan persamaan uraiannya digunakan aturan berikut: Suatu arus i yang memasuki kutub berbintik (tidak berbintik) dalam salah satu gulungan pada suatu transformator, mengimbas suatu tegangan M di/dt dengan polaritas positif pada kutub berbintik (tidak berbintik) pada gulungan yang lain. Dalam aturan tersebut, tidak penting apakah arus itu meningkat atau tidak karena tanda untuk arus imbasnya telah diperhitungkan dalam di/dt. Jadi jika I meningkat maka tegangan imbas M di/dt positif dan jika I berkurang maka tegangan imbasnya akan negative. Tentu saja jika I adalah arus searah maka tegangan imbasnya akan sama dengan nol.

20

E-Learning Rangkaian Listrik 2

.. Induktansi Bersama Antara Dua Kumparan Gambar 6.….. Tampak bahwa i2 menuju arus yang kutub berbintik sehingga tegangan bersama M di2/dt mempunyai polaritas positif pada kutub yang berbintik di gulungan primernya.Gambar 6..2.1). Demikian pula... karena i1 memasuki kutub berbintik maka tegangan bersama M di1/dt mempunyai polaritas positif di kutub yang berbintik pada sekundernya. Penerapan hukum tegangan Kirchoff sepanjang rangkaian primer dan sekunder untuk rangkaian transformator itu memberikan persamaan (6. Lambang Bintik Untuk Transformator Sebagai contoh..(6...1) dt dt 21 E-Learning Rangkaian Listrik 2 ........……………………………..1. di di v1 = L1 1 + M 2 dt dt v2 = M di1 di + L2 2 ………. tinjau gambar 6.2a..

….Gambar 6.…………………….. Jika tidak.………………………………….(6. dengan menerapkan hukum tegangan Kirchoff diperoleh: di di v1 = L1 1 + M 2 dt dt v2 = -M di1 di .L2 2 ….3. arah arus i2 diubah. Susunan Bintik Yang Berbeda dan Arah Arus Yang Berbeda Pada Suatu Transformator Dengan menerapkan hukum tegangan Kirchoff dan berdasarkan penentuan aturan bintik.(6.3b. suku induktansi bersama dan induktansi diri untuk masing-masing pasangan kutub tersebut mempunyai tanda yang sama.2) dt dt v2 = -M Pada gambar 6.. diperoleh: v1 = L1 di1 di -M 2 dt dt di1 di + L2 2 …………………………….……………... 22 E-Learning Rangkaian Listrik 2 ..….. keduanya akan berlawanan tanda.3) dt dt Hasil-hasil di atas juga dapat diperoleh dengan cara lain penentuan tanda tegangan bersamanya sebagai berikut: Jika kedua arus dalam suatu transformator memasuki (meninggalkan) kutub berbintik.

5) = (L1 + L2 . Nilai induktansi kumparan primer dapat diperoleh dengan menyambungkannya ke kutub alat ukur itu dengan kutub sekundernya dalam hubungan terbuka...4) dt Jadi induktansi yang terukur antara kutub alat ukur tersebut adalah (L1 + L2 + 2M). 23 E-Learning Rangkaian Listrik 2 . empat kali impedansi bersama tranformator.2. Arus I yang mengalir dalam kedua kumparan akan sama besar. biasanya lebih mudah untuk mengukur nilai induktansi bersama dengan pertolongan alat ukur khusus yang dirancang untuk mengukur induktansi. tegangan jatuh di antara kutub-kutub hubungan seri itu adalah: v = L1 v = L1 di di di di -M + L2 -M dt dt dt dt di ………………………………………………………. mula-mula primer dan sekunder transformator dihubungkan secara seri seperti gambar 6.... Jika kumparan itu dihubung seri dengan cara yang berbeda seperti gambar 6. Demikian pula induktansi diri kumparan sekunder dapat diukur dengan kutub primernya dalam hubungan terbuka.2M) dt Dengan mengambil selisih pembacaan induktansi untuk kedua kemungkinan hubungan seri tersebut diperoleh nilai 4M. atau jika letak bintiknya berbeda dengan yang pertama. Pengukuran Induktansi Bersama Dalam praktek.4b.4a. tidak akan ada tegangan imbas dalam kumparan primer kecuali karena induktansi dirinya. diperoleh tegangan jatuh antra kedua kumparan dalam hubungan seri tersebut: di di di di +M + L2 +M dt dt dt dt di = (L1 + L2 + 2M) ……………………………….. Dengan menggunakan hukum Tegangan Kirchoff. Alat ukur semacam ini mempunyai sepasang kutub tempat induktansi yang akan diukur dipasangkan dan nilai induktansi L dibaca melalui suatu meter atau dengan penyetelan cakra (dial ) tertentu.(6.6..……………………6. Untuk mengukur induktansi bersama. Dengan cara itu.

Edisi Kedua.4. Rangkaian Untuk Pengukuran Induktansi Bersama Rangkuman: 1. Penerbit ITB. Edminister. Jilid Kedua. Rangkaian Listrik . dengan nilai-nilai R1=5Ω.Gambar 6. R2=10Ω. 2. 1995. 2. L1=L2=M=100mH dan v1(t)=10cos50t volt. 1995. Joseph A. Tentukan nilai I1 dan I2 Referensi: 1. 24 E-Learning Rangkaian Listrik 2 . Penerbit Erlangga. Rangkaian Listrik. Pengukuran Induktansi Bersama Latihan soal: M R1 I1 V1 I2 L1 L2 R2 + - Berdasarkan rangkaian tersebut diatas. Budiono Mismail. Perjanjian Bintik (Dot Convention).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful