http://abusuhud.blogspot.com/2009/09/ibadah-taqwa.

html

IBADAH & TAQWA

I B A D A H
A. Siapa Manusia itu ?
Pandangan dalam mengartikan manusia secara umum:
1. Animal rasional = hewan berpikir
2. Homo socius = makhluk sosial
3. Homo economicus = makhluk ekonomi dll.

Islam memandang manusia sebagai makhluk fungsional yang punya tugas dan bertanggungjawab.
Dalam QS, al-Mukminun, 23: 115 ada 3 penegasan:
¯¦+¯l´OE···Ò¡ E©^^Ò¡ ¯ª7¯E4^³ÞUE=
L14l4N ¯ª7¯^^Ò¡4Ò 4L^1·¯)³ ºº
4pON¬E_¯O¬>
Artinya: Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan
bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?


1. Manusia makhluk ciptaan Tuhan,
2. Manusia diciptakan tak sia-sia tetapi berfungsi
3. Manusia akan dikembalikan (dan bertanggungjawab) kepada. Tuhan.

B. Apa fungsi manusia ?

Mmanusia dalam eksistensinya:
1. Berpribadi = berfungsi pada dirinya. Ia punya 3 unsur: perasaan, akal dan jasmani. Ini harus
seimbang
2. Hidup dengan orang lain = berfungsi pada masyarakat: berlaku baik pada sesama manusia.
3. Hidup dalam alam = berfungsi pada alam: melestarikan alam.
4. Diciptakan dan diasuh Tuhan = berfungsi pada Tuhan: memuja dan menyembah Tuhan.

Dalam menfungsikan pribadinya, apabila lebih menitik beratkan pada:
1. perasaan = spirualistis
2. akal = rasionalistis
3. jasmani = materialistis / positivistis = Islam mengajarkan keseimbangan.

Unsur perasaan cenderung pada:
1. rindu kebaikan = terpenuhi bila diisi dengan nilai moral;
2. kemuliaan = terpenuhi bila diisi dengan nilai taqwa;
3. kesucian = terpenuhi bila diisi dengan sifat-sifat terpuji;
4. keindahan = terpenuhi bila diisi dengan nial budaya.

Semua di atas ditempuh untuk mencapai taqwa.
Sebagai manusia taqwa manusia harus menyesuaikan diri sebagai makhluk Tuhan, sebagai diri pribadi,
sebagai masyarakat, sebagai. bagian dari alam dengan. berpedoman ajaran Tuhan.
Berfungsinya manusia menunjukkan ia taqwa, dan taqwa artinya ibadah. Dengan demikian bila ia
berfungsi = ia telah beribadah.

C. Ibadah Unsur Mutlak dalam Agama
1. Kepercayaan pada Tuhan = manusia rindu memuja, menyembah dan mengabdi pada Tuhan =
banyak penyembahan.
2. Rasul = ajaran= memberitahu siapa yag berhak disembah dan bagaimana caranya.
3. Ibadah dalam pengertian khusus = ada caranya dan tidak boleh dirubah.

D. Pengertian Ibadah

 Etimologis = pengabdian.
 Terminologis = pengabdian dengan menyerahkan diri kepada kehendak dan ketentuan Allah swt.
untuk memperoleh Ridla Allah.
 Ibnu Taimiyah = tunduk dan cinta, yaitu tunduk mutlak kpada Allah disertai cintah sepenuhnya
kepada Nya.

Dengan demikian unsur ibadah:
1. Taat dan tunduk kpada Allah yaitu merasa berkewajiban melaksanakan peraturan Allah yang
dibawa Rasul berupa perintah maupun larangan.
2. Cinta kepada Allah yaitu rasa wajib dan tunduk itu harus timbul dari hati yang cinta kpada Allah.

E. Macam dan bidang Ibadah

1. Ibadah umum (ammah, ghairah mahdah)= menjalani kehidupan untuk mencari ridha Allah
dengan mentaati syariat Nya, sep. makan, tidur, sekolah, kerja, kawin. Unsur penting yaitu cara
dan niatnya harus baik.
2. Ibadah khusus (mahdhah)= ibadah yang macam dan caranya telah ditentukan syara', seperti
wudlu, shalat, puasa, zakat, haji dll.

F. Prinsip-prinsip Ibadah dalam Islam

1. Yang berhak disembah hanya Allah QS, An-Nisa, 4: 36
W-Ò÷³+:;N-4Ò -.- ºº4Ò W-O7)O;¯¬
·gO) 6*^OE-
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.

2. Ibadah tanpa perantara. QS, Qof, 50: 16
;³·³·¯4Ò 4L^³ÞUE= =}=Oee"-
O¦ÞUu¬4^4Ò 4` +E÷O¯c4O¬> ·gO)
+OOO^¼4^ W ÷}^4º±4Ò C·4O^~Ò¡ gO^O·¯)³
;}g` ÷¯lEO g³CjO4O^¯-
Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya,
dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

3. Ikhlas dalam melaksanakannya. QS, Al-Kahfi, 18: 110
¯¬~ .E©^^)³ ¦4^Ò¡ ¬O=¯E´
¯7¯¬Uu1g)` -/EÒONC ©OÞ¯)³ .E©^^Ò¡
¯ª7¯÷_·¯)³ ¬O·¯)³ /³gÞ4Ò W }E©··
4p~E W-ON_¯O4C 47.·³g¯ ·gO)Þ4O
¯E©u¬4O·U·· 1E4©4N w·)U= ºº4Ò
'´)O;¯+C jEE14lg¬) ¼·gO)Þ4O
-©³4ÞÒ¡
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa
Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan
Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan
seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

4. Ibadah sesuai dengan tuntunan. QS, Ali Imran, 3: 31
¯¬~ p)³ ¯¦+L7 4pOcl´·¬> -.-
Og^ON¬)lE>·· Nª7¯¯l):¯·NC +.-
¯Og¼^¯4C4Ò ¯7¯·¯ ¯7¯4O+^¬O ¯ +.-4Ò
EOO¬¼EN _¦OgO·O
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

5. Memelihara keseimbangan unsur rohani dan jasmani. QS, Al-Qashash, 28: 77
;u4-¯-4Ò .E©Og· ¬C¯4>-47 +.-
4O-O.- ÞE4O´=E- W ºº4Ò ¬w4·>
El4l1´4^ ¬;g` 4Ou^O³¯- W
}´O;OÒ¡4Ò .E©º± =}=O;OÒ¡ +.-
¬C^O·¯)³ W ºº4Ò ;u¯l·> E1=OE¼^¯-
O)× ^·¯O·- W Ep)³ -.- ºº OUg47©
4ׯg³´O^¼÷©^¯-
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan
janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

6. Mudah dan Ringan, QS, Al-Baqarah, 2: 286
ºº ÷-ggU·¯NC +.- ·O^¼4^ ·º)³
E_E¬¯cNÒ _ E_·¯ 4` ;e4:=OE
Og¯OÞU4N4Ò 4` ;e4:=O4^- ¯
E4+4O ºº .4^'Og·-E·¬> p)³
.4L1´O4e uÒÒ¡ 4^··Cu=Ò¡ _ E4+4O
ºº4Ò ¯g©¯··> .4L^1ÞU4N -6O;)³
E©E +O4·UE©EO OÞ>4N ¬-¯g~-.-
}g` 4L)U¯:·~ _ 4L+4O ºº4Ò
E4·Ug-©E·¬> 4` ºº ·O·~·C E4·¯
·gO) W ÷-;N-4Ò E44N ¯Og¼^N-4Ò
E4·¯ .4L;©EO¯O-4Ò _ =e^Ò¡
4L¯·¯¯O4` 4^¯OO^·· OÞ>4N
g¬¯O·³^¯- ¬-¯jOg¼E:^¯-
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari
kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka
berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan
Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada
orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak
sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah
penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir."


KEHIDUPAN TAQWA


1. PENGERTIAN.

Definisi yang paling populer dari taqwa adalah: “memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti
segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Definisi yang lebih ringkas: “mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya”.

„Afif Abd al-Fattah Thobbarah mendefinisikan taqwa dengan: “Seseorang memelihara dirinya dari segala
sesuatu yang mengundang kemarahan Tuhannya dan dari segala sesuatu yang mendatangkan mudharat,
baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain”.


2. INDIKATOR KETAQWAAN.

Dengan mengacu pada QS. Al-Baqarah (2): 177 dapat disarikan bahwa indikator ketaqwaan adalah:
"·^1-¯ ·O´¯^¯- pÒ¡ W-Oe¯4O¬>
¯ª7¯E-ON_NÒ º4:g~ ´-)O;¯E©^¯-
´·@O^¯E©^¯-4Ò O}´¯·¯4Ò ·O´¯^¯-
;}4` =}4`-47 *.) g¬¯O4O^¯-4Ò
@O´=E- gOE:j·^ÞUE©^¯-4Ò
´U4-´¯^¯-4Ò =}·j´O)±EL¯-4Ò
O4·-474Ò 4·E©^¯- _OÞ>4N ·gO)O:NO
OjÒ·O _©Þ.¯O¬³^¯- _OE©4-41^¯-4Ò
4×-´¯=OE©^¯-4Ò 4×^¯-4Ò
÷O):OO¯- 4×-)-j*.OO¯-4Ò O)×4Ò
´±·~@´O¯- 4¬·~Ò¡4Ò ÞE_OÞUO¯-
O4·-474Ò ÞE_Oº±EO¯- ¬]O¬·O÷©^¯-4Ò
¯ªg-g³;_E¬) -·O)³ W-Ò÷³E_4N W
4ׯ)O´¯O¯-4Ò O)× g7.Ec·4l^¯-
g7.-·O-ׯ-4Ò 4×-gÞ4Ò +E·4l^¯- ¯
Elj·^·¯Òq¡ 4ׯg~-.- W-O¬~E³= W
Elj·^·¯Òq¡4Ò Nª¬- 4pO¬³+-÷©^¯-
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya
kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan
memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir
(yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba
sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia
berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah
orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.


 Memelihara fitrah iman.
 Mencintai sesama umat manusia.
 Memelihara ibadah formal.
 Memelihara kehormatan diri.
 Memiliki semangat perjuangan.

Dari lima indikator itu dapaat disarikan dalam dua kecenderungan sikap, yaitu:
1. Sikap konsisten memelihara hubungan secara vertikal dengan Allah SWT yang diwujudkan
melalui keyakinan yang lurus, ketulusan dalam ibadah dan kepatuhan terhadap ketentuan dan
aturan yang dibuat-Nya.
2. Memelihara hubungan harizontal, yakni cinta dan kasih sayang keopada sesama ummat manusia
yang diwujudkan dalam segala tindakan kebajikan.

3. KEDUDUKAN TAQWA.
a. Pokok segala pekerjaan.
b. Ukuran kemulyaan manusia di sisi Allah SWT. QS. Al-Hujurat (49): 13
c. Dasar persamaan hak antara pria dan wanita (suami Isteri) dalam keluarga, karena wanita dan pria
diciptakan dari jenis yang sama. QS. 4: 1.
d. (Dalam konteks Indonesia kata taqwa) menjadi kata kunci dalam kehidupan penyelenggaraan negara.



4. RUANG LINGKUP TAQWA
.
Ruang lingkup taqwa dalam makna memelihara meliputi empat jalur hubungan manusia, yaitu:

a. Hubungana manusia dengan Allah SWT.
b. Hubungan manusia dengan hati nurani dan dirinya sendiri.
c. Hubungan manausia dengan sesama manusia.
d. Hubungan manusia dengan lingkungan hidup.


5. BUAH TAQWA (di Dunia dan Akherat).
a. Mendapatkan sikap furqon, yaitu sikap tegas membedakan antara hak dan battil, benar dan salah, halal
dan haram serta terpujidan tercela. QS. Al-Anfal (8): 29.
b. Mendapatkan limpahan berkah dari langit dan bumi. QS. Al-A‟raf (7): 96.
c. Mendapatkan jalan keluar dari kesulitan. QS. At-Thalaq (65): 2.
d. Mendapatkan rezeqi tanpa diduga-duga QS. At-Thalaq (65): 3.
e. Mendapatkan kemudahan dalam urusannya. QS At-Thalaq (65): 4.
f. Menerima penghapusan dan pengampunaan dosa serta menda-patkan pahala yang besar. QS.At-Thalaq
(65): 5 dan QS Al-Anfal (6) 29.
Lima buah yang pertama dirasakannya di dunia dan yang terakhir di akherat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful