Metode Plak Kontrol - Copy

Plak

• Dawes (1963): suatu bangunan tambahan berupa anyaman tak teratur yang menyerupai gel melekat pada permukaan gigi atau permukaan tumpatan • Manson (1975): suatu deposit lunak dan tidak mengalami kalsifikasi yang tertimbun pada permukaan gigi dan objek lain yang keras seperti tumpatan, gigi tiruan dan kalkulus • Nama lain: material alba, food debris

Proses plak • Mulut manusia  media ideal MO  makanan dan temperatur • Sumber energi utama MO  Karbohidrat (Sukrosa) • Metabolisme MO polisakharida ekstraseluler • Polisakharida ekstraseluler MO  menempel .

dan pada pelikel inilah MO dengan bantuan polisakharida ekstraseluler menempelkan diri. Adapun aquired pellicle sendiri berasal dari saliva yaitu glikoprotein . selaput ini dinamakan aquired pellicle.Tinanof (1976) • Mula-mula ada selaput tipis yang meliputi gigi.

Pengendapan protein saliva pada enamel gigi dapat terjadi karena • Daya tarik menarik antara hirdroksi apatit dengan gugus karbonil dari saliva • Akibat aktivitas bakteri yang menghasilkan enzym dan asam • Kombinasi antara keduanya .

Faktor2 yang mempengaruhi pertumbuhan plak • • • • • • • • • Anatomi dan posisi gigi Anatomi jaringan sekitar Struktur permukaan gigi Priksi makanan dan jaringan sekitarnya OH Saliva Restorasi gigi Kalkulus dan karies waktu .

1. Anatomi dan posisi gigi • Fissure merupakan tempat yang sulit dijangkau oleh sikat gigi  Plak • Diperparah oleh gigi yang crowded bulu sikat gigi tidak bisa menjangkau .

Struktur permukaan gigi • Pada saat pembentukan gigi  gangguan makanan akan menyebabkan kerusakan pada enamel • Ex: hipolasi enamel . Anatomi jaringan sekitar gigi • Jaringan sekitar gigi  self cleansing • Gingiva yang membesar ex px epilepsi dengan pengobatan dilantin  permukaan gingiva tidak beraturan dan menebal  sulit dilakukan self cleansing 3.2.

Friksi makanan • Makanan kasar mengikis plak • Tekanan pengunyahan  merangsang keluarnya saliva dari kelenjar parotis. Saliva • Glikoprotein di saliva  awal penempelan mikroorganisme • Benteng pertama tubuh aliran buffer. 5. Tindakan kebersihan • Mengosok gigi dan penggunaan dental floss 6. antibodyn dan viskositasnya .4.

makanan berserat dan tidak mengandung gula . Diet dan bakteri mulut • Mikroorganisme menempelmembentuk koloni sumber energi Mo(Sukrosa) • Penangananya : mengilangkan sisa makanan.7.

Restorasi gigi • Dalam merestorasi dianjurkan agar membangun bagian yang hilang seperti semula • Menghaluskan dan melicinkan agar tidak mudah ditempeli plak atau bakteri • Kelas II sering terjadi masalah  adanya overhanging .8.

9. Waktu • Pertumbuhan plak memerlukan waktu • 1 bulan apabila seseorang tidak membersihkan plak  gingivitis . Kalkulus dan karies • Kalkulus  plak yang mengalami mineralisasi sehingga menjadi keras • Semakin tebal kalkulus  plak juga semakin banyak • Karies merupakan tempat persembunyian yang baik bagi bakteri atau plak 10.

Pencegahan plak • Tindakan mekanis • Tindakan kimia Tindakan mekanis • Tujuan : menghancurkan plak yang telah ada • Alat : sikat gigi. dental floss. interdental stimulator • Cara yang paling efective • Menurut Snawder: teknik menyikat gigi yang sesuai marfologi gigi decidui adalah teknik horizontal dan sirkulair . tooth pack.

antibiotik.25% tetracylin • Jenkins dkk (1968) menggunakan vancomycin 0. antibakteri • Loe dkk (1969) menggunakan obat kumur 0.Tindakan khemis • Fluor.25% • Lobene dkk (1969) menggunakan erythomicin .

Senyawa antibakteri selain antibiotik • Chlorhexidine – Penetrasi kedalam lapisan plak  mikroorganisme mati  plak menjadi nekrotik  autolisis • Fluor – Koch dan Lindhe : Melakukan aplikasi 0.5% NaF 2 minggu sekali selama 3 tahun .

Efek terhadap polisakarida • Enzim yang digunakan yaitu dektranase untuk mencegah pembentukan dekstrim – Gibbons dkk: dekstranase berasal dari penicillium funiculosem – Fitzgerald : memasukkan dekstranase pada makanan dan minuman yang dilakukan pada tikus percobaan  plak tidak terbentuk – Hal ini masih jadi kontroversi .

Prosedur kontrol plak di klinik 1. Lakukan skor plak  Skor plak dapat menggunakan OHI (Oral Hygiene Index)  OHI-S (Simplified Oral Hygiene Index)  PHP (Patient Hygiene performance)  PHP-M (Modified PHP) . Tunjukkan kepada pasien 3. Lakukan identifikasi plak  Dengan menggunakan diskolsing 2.

4. cara menggunakan dental floss dan juga interdental stimulator 6. Pilih daerah plak yang mudah terlihat. tunjukkan bahwa plak merupakan lapisan yang mudah dikerok 5. Beri saran pada pasien untuk menggunakan bahan disclosing guna mengecek . Berikan petunjuk cara menyikat gigi yang benar.

Rekomendasikan penggunaan pasta gigi berfluor 9. Lakukan profilaksis untuk menghilangkan plak . Beri suplemen fluor jika kadar fluor air minum tidak optimal 8.7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful