LAPORAN KASUS SCABIES DENGAN INFEKSI SEKUNDER

Pembimbing : Dr. Sri Primawati Indraswari,Sp.KK, MM OLEH : MIMI SUHAINI BT SUDIN (030.08.309)

PENDAHULUAN
 Merupakan kasus yang cukup banyak (300 juta

orang di dunia)  Penyakit yang cukup mengganggu

DEFINISI
 Sinonim : the itch, gudik, budukan, gatal agogo  Penyakit kulit oleh infestasi dan sensitisasi parasit

Sarcoptes scabiei

ETIOLOGI Sarcoptes scabiei var hominis dan produknya (kotorannya)

ETIOLOGI
- Sarcoptes scabiei var.hominis termasuk filum Arthropoda, kelas Arachnida, ordo Ackarima, super famili Sarcoptes Morfologi : - Tungau kecil, Bentuk oval, punggung cembung perut rata -Tungau translusen, putih kotor, tidak bermata -Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki

Perbedaan Sarcoptes Scabei jantan dan betina Jantan 200 – 240 mikron x 150-200 mikron Pasangan kaki ketiga berakhir dengan rambut dan keempat berakhir dengan alat perekat ±10 hari Perbedaan Ukuran Betina 330-450 mikron x 250-350 mikron 2 pasang kaki di depan sebagai alat untuk melekat dan 2 pasang kaki kedua berakhir dengan rambut ±30 hari Struktur kaki Lama hidup .

Perbedaan Sarcoptes Scabei jantan dan betina .

Siklus Hidup S.Scabies jantan S.Scabiei betina melepaskan telur dan kototran dalam terowongan Nimfa S.scabiei Sarcoptes scabiei dewasa Nimfa berkaki 4 pasang 10-17 hari S. Scabies betina Sarcoptes scabiei betina bertelur dalam terowongan Larva berkaki 3 pasang 2-3 hari Larva 3-5 hari Telur Larva dalam telur .

DEWASA Diagnostik pasti .scabiei BENTUK TELUR. LARVA.Gejala Klinis PRURITUS NOKTURNA Aktifitas tungau lebih tinggi pada suhu yang lembab dan panas MENYERANG SEKELOMPOK ORANG Menular TANDA KARDINAL ADA TEROWONGAN (KUNIKULUS / BURROW) Pada tempat predileksi DITEMUKAN S. NIMFA.

4%) 207 (71.Data Pasien Kasus Baru Skabies Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Kardinah Berdasarkan Jenis Kelamin Periode Januari 2011 – Desember 2011 TOTAL : 289 kasus 82 (28.6% ) .

2% 25 (8.9% 67 (23.8% 18 (6.Pembagian Jumlah Kasus Baru Scabies Berdasarkan Usia Tahun 2011 8 (2.2% 94 (32.5% .7% 34 (11.8%) 43 (14.

FAKTOR PREDISPOSISI  Kemiskinan  Hygiene Jelek  Seksual promiskuitas (>1) .

Cara Penularan  Kontak Langsung :  Jabat tangan  Tidur bersama  Hubungan seksual  Kontak Tak Langsung  Pakaian  Handuk  Sprei  dll .

PREDILEKSI  Sela jari tangan  Pergelangan tangan  Siku luar  Lipat ketiak  Perut bagian bawah  Bokong  Lipat paha .

DIAGNOSA  2 dari 4 tanda kardinal terpenuhi .

LAPORAN KASUS .

IDENTITAS PASIEN  Nama  Jenis Kelamin  Usia  Pekerjaan  Status  Agama  Alamat : Tn M : Laki-laki : 22 tahun : : Belum menikah : Islam :ABABIL 9 RT/RW 07/06 Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan .

pukul 10.30 WIB di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Kardinah Tegal .ANAMNESIS  Autoanamnesis dilakukan pada tanggal 21 November 2013.

lengan. .KELUHAN UTAMA  Bruntus-bruntus kemerahan dan keropeng disertai rasa gatal pada sela-sela jari kedua tangan. pantat dan alat kelamin. kedua kaki.

terus menerus. digaruk hingga berdarah dan timbul keropeng Badan terasa panas. sela – sela jari. bokong. digaruk hingga berdarah dan timbul keropeng Pasien lupa Tidak berobat Timbul bisul kecil2 bernanah pada tangan. Pasien menggaruknya Timbul bruntus pada tangan. Bruntus-bruntus kemerahan. tapi tidak sampai mengigil.dan alat kelamin ± 1 bl yll Tidak berobat I hari Datang ke Poli .RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Gatal pada alat kelamin yang makin parah pada malam hari dan timbul bruntus – bruntus kemerahan. keropeng disertai rasa gatal pada sela-sela jari kedua tangan dan kedua kaki.

 Riwayat Penyakit Dahulu : -Pasien tidak memiliki riwayat alergi makanan. . obatobatan.Ayah pasien pernah mengalami gejala yang sama sebulan yang lalu dan sudah sembuh. sesak nafas disertai nafas berbunyi. pilek dan bersin terutama terhadap perubahan cuaca dan debu  Riwayat Penyakit Keluarga : .

Riwayat Kebiasaan dan lain2 / Anamnesis Khusus :  Selama ini pasien tinggal di rumah bersama ayah. Handuk tidak di pakai bergantian. Pasien selalu mengenakan alas kaki bila keluar. Sering menggunakan sabun yang dipakai bersama dengan keluarga. Sprei biasanya diganti 1 bulan sekali. jika pakaian berkeringat tidak langsung diganti sadangkan pakaian dalam diganti tiap 1 hari sekali. Pasien tidur dalam satu kamar bersama kakaknya dalam satu kasur. Pasien mengganti pakaiannya 2 kali sehari. ibu. 2 kakak dan adik. Pasien mandi 2x sehari dengan menggunakan air sumur. . Pasien mengatakan bahwa di rumah tempat dia tinggal tidak memelihara hewan apapun.

PEMERIKSAAN FISIK (STATUS GENERALIS)  Keadaan Umum  Kesadaran  Tanda Vital Tekanan Darah Nadi Suhu Pernapasan : Baik. : Compos Mentis : : 110/80 mmHg : 80 x/menit : Afebris : 20 x/menit . tampak sakit ringan.

sianosis (-). sekret (-) : Bibir kering (-). tanda radang (-)  Leher  Thorax     : deviasi (-). rhonki -/-. gerak nafas kedua dada simetris : Vokal fremitus +/+ simetris : tidak dilakukan : : BJ I-II reguler. pembesaran kelenjar getah bening (-) : : Bentuk normal. gallop (-) : SN vesikuler. oedem (-). Kepala      Bentuk Mata Hidung Mulut Telinga : Normocephali : Konjuntiva anemis (-/-). tampak lesi kulit (lihat status dermatologikus) :tampak lesi kulit (lihat status dermatologis) . Sklera ikterik (-/-) : Septum deviasi (-).murmur (-). dinding faring hiperemis (-) : Normotia. wheezing -/- Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi   Jantung Paru  Abdomen     : : Datar : Hepar dan lien tidak teraba membesar : Timpani : Bising usus (+) normal Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi  Ekstremitas  Genitalia : Akral hangat.

krusta  .PEMERIKSAAN FISIK (STATUS DERMATOLOGIS)  Distribusi : Regional  Ad Regio : ekstremitas atas ka-ki. diskret.5 mm. menimbul dari permukaan kulit. tepi tidak tampak lebih aktif. bentuk bulat. bokong dan genitalia  Lesi : Multipel. batas tidak tegas.2-0. ekstremitas bawah ka-ki. lesi kering  Efloresensi : Papul eritematosa. sebagian konfluens. ukuran miliar sampai lentikuler diameter bervariasi antara 0.

GAMBARAN LESI PADA PASIEN GAMBARAN LESI PADA EKSTREMITAS ATAS .

GAMBARAN LESI PADA PASIEN GAMBARAN LESI PADA EKSTREMITAS BAWAH .

GAMBARAN LESI PADA PASIEN GAMBARAN LESI PADA DAERAH DADA DAN PERUT GAMBARAN LESI PADA DAERAH AKSILLA .

GAMBARAN LESI PADA PASIEN GAMBARAN LESI PADA DAERAH BOKONG GAMBARAN LESI PADA DAERAH GENITAL .

PEMERIKSAAN PENUNJANG  Kerokan kulit untuk mencari parasit Sarcoptes scabiei .

dan bokong sejak satu bulan yang lalu. belum menikah. . datang berobat ke poli RSUD Kardinah tanggal 21 November 2013 pukul 10. kelamin. lipatan paha.RESUME  Seorang pasien laki-laki. Islam. selasela jari tangan. 22 tahun.30 WIB dengan keluhan munculnya bruntus-bruntus disertai keropeng dan gatal di daerah punggung tangan.

sudah berobat ke dokter umum dan keluhan membaik.RESUME  Pada anamnesis didapatkan keluhan gatal memberat saat malam hari dan membuat pasien menggaruknya. Pasien pernah sakit serupa 1 bulan yang lalu tetapi hanya terdapat di bagian kelamin. terus menerus. Pasien merasa tidak digigit serangga sebelumnya. dan tidak sampai mengigil. . Sejak 1 hari yang lalu badan terasa panas.

kelamin.RESUME  Pada pemeriksaan fisik.2-0. lipatan paha. dan bokong tampak papul eritematosa. bentuk bulat. sebagian konfluen. ukuran milier sampai lentikuler diameter bervariasi antara 0. lesi kering. status generalis didapatkan dalam batas normal. menimbul dari permukaan kulit.5 mm. Pada status dermatologikus didapatkan pada di daerah punggung tangan. diskret. multiple. selasela jari tangan. . batas tidak tegas. tepi tidak lebih aktif.

Di puskesmas diberi salep putih lengket. tangan dan bokong saja. Namun keluhan bertambah parah sejak 3 hari yang lalu dan kembali ke puskesmas. Pasien sudah mendapatkan obat dari puskesmas berupa tablet orange diminum 2x sehari selama 3 hari dan kontrol rutin ke puskesmas. . Pada anamnesis didapatkan keluhan gatal makin parah saat malam hari dan membuat pasien menggaruknya hingga berdarah. Pasien merasa tidak digigit serangga sebelumnya. Namun keluhan bertambah parah dan akhirnya pasien dirujuk ke RS. Kedua kakak pasien juga memiliki keluhan yang sama dengan pasien namun hanya gatal – gatal di kaki.

Diagnosa Banding SCABIES = ? PRURIGO DERMATITIS .

DIAGNOSIS KERJA  Skabies dengan infeksi sekunder .

 Kasur. didiamkan selama 10 jam hingga keesokan paginya.  Mencuci sprei. handuk. dan pakaian dengan bilasan terakhir menggunakan air panas. tidak boleh mandi atau kena air. dan dapat diulangi seminggu kemudian. Obat digunakan 1x.  Menjelaskan bahwa skabies adalah penyakit menular.  Menerangkan pentingnya menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan tempat tinggal.  Bila gatal sebaiknya jangan menggaruk terlalu keras karena dapat menyebabkan luka dan resiko infeksi (infeksi sekunder). . bantal dan guling agar dijemur. selimut.  Pengobatan pada semua anggota keluarga yang menderita keluhan yang sama dalam waktu yang sama untuk mencegah penularan ke anggota yang sudah sehat atau membaik.PENATALAKSANAAN  Umum :  Menjelaskan kepada pasien mengenai penyakit dan cara pengobatannya.  Menerangkan kepada pasien bahwa obat yang akan diberikan setelah dioleskan saat malam.

dapat diulangi seminggu kemudian jika belum sembuh. Asam Fusidic 2 % krim SISTEMIK Antibiotik : Amoxicilin 3x 500 mg Antihistamin : Klorfeniramin maleat 3 x 4 mg .KHUSUS : TOPIKAL Permetrin 5% krim dioleskan keseluruh tubuh pada malam hari selama 8 jam.

PROGNOSIS  Quo ad vitam  Quo ad fungtionam  Quo ad sanationam : ad bonam : ad bonam : ad bonam .

PEMBAHASAN .

pakai sabun bersama.DASAR DIAGNOSA  Ditemukan 3 tanda kardinal scabies : (syarat 2 dari 4 tanda kardinal terpenuhi)     Pruritus nokturna Keluhan gatal khususnya pada malam Menyerang sekelompok orang   Ayah pasien Pada sela jari dan telapak tangan Ditemukan kanalikuli / burrow warna putih  Faktor predisposisi:  Kontak langsung dengan penderita :  Pasien dengan ayah yang menderita keluhan sama Pemakaian sabun bersama sprei jarang diganti. air mandi air sumur   Kontak tidak langsung dengan penderita :   Hygiene yang kurang : .

Namun impetigo krustosa : Predileksinya di muka (sekitar hidung dan mulut). bokong Etiologi Streptococcus B Hemoliticus DERMATITIS • • . Namun prurigo : • gatal tidak spesifik makin parah pada malam hari • Herediter.scabiei dalam bentuk telur. nimfa. bukan tangan. atau dewasa serta produknya SCABIES PRURIGO Karena menyerupai.DIAGNOSA BANDING Karena belum dilakukan pemeriksaan dan ditemukan S. bukan kelompok Karena menyerupai. kaki. larva.

diletakkan di object glass dan dilihat dengan microskop  Sikat lesi dan ditampung di kertas putih kemudian dilihat dengan kaca pembesar  Biopsi irisan dengan menjepit lesi dengan 2 jari dan diiris tipis.PENUNJANG  Tidak dilakukan.E . kemudian dilihat di mikroskop cahaya  Biopsi eksisional dan diperiksa dengan pewarnaan H. alasan :  3 tanda kardinal sign scabies terpenuhi  Yang seharusnya dilakukan : menemukan tungau  Cari terowongan dan congkel di ujung papul dengan jarum.

scabiei  DIAGNOSIS PASTI .Alasan Anjuran Pemeriksaan  Kerokan kulit :  Menemukan S.

    Tidak efektif terhadap stadium telur. maka penggunaannya tidak boleh kurang dari 3 hari Berbau dan mengotori pakaian dan kadang-kadang menimbulkan iritasi Dapat dipakai pada bayi yang berumur kurang dari 2 tahun. Emulsi benzil benzoas (20-25%)     Gama Benzena Heksa Klorida (Gammexane) kadarnya 1% dalam krim atau losio     . kecuali jika masih ada gejala diulangi seminggu kemudian.TATALAKSANA KHUSUS  Pada scabies tatalaksana khususnya adalah :  Belerang endap (sulfur presipitatum) dengan kadar 4-20% dalam bentuk salep atau krim. Efektif terhadap semua stadium. Efektif terhadap semua stadium Mudah digunakan dan jarang memberikan iritasi Tidak dianjurkan pada anak di bawah 6 tahun dan wanita hamil karena toksik terhadap susunan saraf pusat Pemberiannya cukup sekali. diberikan setiap malam selama tiga hari Sulit diperoleh Sering menyebabkan iritasi. dan kadang-kadang makin gatal setelah dipakai.

 .   Permetrin 5% dalam krim Kurang toksik dibandingkan gameksan  Efektifitasnya sama  Aplikasi hanya sekali dan dihapus setelah 10 jam. Bila belum sembuh diulangi seminggu kemudian  Tidak dianjurkan pada anak di bawah umur 2 tahun. Krotamiton 10% dalam krim atau losio Dua efek sebagai antiskabies dan antigatal  Harus dijauhkan dari mata. mulut dan uretra.

karena :  Ada infeksi sekunder  antibiotik topikal   Sistemik : Antihistamine : clorpheniramine maleate 3x4 mg. Pada kasus ini tatalaksana khususnya adalah :  Topikal : Permetrin 5% dalam krim. karena :  Ada infeksi sekunder  antibiotik sistemik broad spectrum  . karena :  Efektif pada semua stadium  Kurang toksik dari gameksan  Mudah pemakaian  Anak lebih dari 2 tahun  AMAN  Asam Fusidic 2% krim. karena :  Gatal  Murah dan mudah didapat  Antibiotik : amoxilline 3x500 mg.

karena :  Scabies tidak mengganggu fungsi organ  Quo ad sanationam : ad bonam . karena :  Scabies tidak mengancam jiwa  Quo ad fungtionam : ad bonam . karena :  Pasien dapat sembuh dengan pengobatan yang baik dan benar .PROGNOSIS  Quo ad vitam : ad bonam .

Arif. Dermatologi. dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.. Tony Burns. Hal : 42-45. A. 4. Thomas B. 3rd Ed. Edisi Kelima.. Jakarta 2007. Scabies. Skabies. Jakarta. Erlangga. 2005.. Mc Graw Hill.DAFTAR PUSTAKA 1. Fitzpatrick. Jakarta. Richard A. cetakan kedua FK UI. In Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. Klaus. . 842-849. diedit oleh Amalia Safitri.. Edisiketiga. et al. Anis Zakaria. 2.. Hal : 122-125. Handoko. Suurmond.. common and Serious Disease. Polano. Infeksi Ektoparasit dalam Lecture Notes. Ronny P. Media Aesculapius. Mansjoer.1997. USA. Edisi Kedelapan. diedit oleh Djuanda. Robin. 2000: 110-112. KapitaSelektaKedokteran. Machiel K. Alih bahasa oleh M. Johnson.. Wolff. 3. Graham-Brown.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful