You are on page 1of 23

PASIEN HIPERTENSI PADA USIA LANJUT DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 3 CIRACAS

Laporan Kasus Blok Elektif

Disusun Oleh : Fahmi Azhari Basya NIM : 110 2009 103 Kelompok 2 Bidang Kepeminatan Geriatri Tutor : dr. Fathul Jannah, M. Si

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Tahun 2012

ABSTRAK
Background: Hypertension is defined as an increase in systolic blood pressure ≥ 140 mmHg or diastolic blood pressure ≥ 90 mmHg. In Indonesia hypertension is likely to increase. Household Health Survey (Household Health Survey) in 2001 showed that 8.3% of patients with hypertension and increased to 27.5% in 2004. The prevalence of hypertension is estimated to increase to> 1.5 billion people worldwide suffer from hypertension in 2025 Case: mrs. K 79 years old with hypertension who live in the social nursing home Discussion and Conclusions: Most elderly patients suffering from isolated systolic hypertension. That increase in systolic blood pressure without being followed by the diastolic blood pressure. In Isolated Systolic Hypertension is recommended the use of diuretics and calcium antagonists as a therapy. It should be a comprehensive treatment of hypertension in the elderly of various aspects, lifestyle changes, the pattern of food, blood pressure monitor, and giving drugs as indicated.

LATAR BELAKANG Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan diastolik ≥ 90 mmHg, berdasarkan rata-rata dari dua pemeriksaan yang diambil dari pemeriksaan kedua dan ketiga setelah pemeriksaan tekanan darah awal. Pemeriksaan tunggal dinilai tidak adekuat untuk menegakkan hipertensi, terutama bila pasien disertai dengan gejala penyakit. Hipertensi juga dapat ditemukan pada pasien dengan stress yang berlebih dan pasien dengan penyakit akut. Tekanan darah ≥135/85 mmHg di luar pemeriksaan seorang dokter juga bisa dipertimbangkan sebagai hipertensi. Keadaan pre-hypertension merupakan keadaan dimana tekanan darah pasien berada pada range 120-139 mmHg untuk sistolik dan 80-89 mmHg untuk diastolik2. Dalam rekomendasi penatalaksanaan hipertensi yang kesemuanya didasarkan atas bukti penelitian (evidence based) antara lain dikeluarkan oleh The Sevent Report of The Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC-7), 2003, World Health Organization/International Society of Hypertension (WHO-ISH), 1999, Brittish Hypertension Society, European Society of Hypertension/European Society of Cardiology (ESH/ESC), definisi hipertensi sama untuk semua golongan umur. Pengobatan juga didasarkan bukan atas umur akan tetapi tingkat tekanan darah dan adanya risiko kardiovaskular yang ada pada pasien3. Insidensi dari hipertensi sulit untuk dinilai oleh karena secara klinis sering tidak diketahui. Incidence rate sebesar 3-18 % telah dilaporkan berdasarkan pada populasi yang diteliti. Di dunia, sebesar 8,4 juta ibu hamil menderita hipertensi

Table 1. Di UK pada tahun 2006. Di Indonesia hipertensi cenderung meningkat. 2001. sekitar 35. Prevalensi hipertensi diperkirakan meningkat menjadi > 1. definisi dan klasifikasi tingkat tekanan darah menurut WHO 6. paling sering terjadi pada etnis Black African dan Black Caribbean. Prevalensi di dunia diperkirakan sekitar 1 milyar populasi menderita hipertensi pada tahun 2000. Peningkatan angka kejadian pasien hipertensi juga bisa dilihat dari umur (30% pada umur 45-54 tahun dan 70% pada umur > 70 tahun). Hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada tahun 2001 menunjukkan bahwa 8.000 pasien yang masuk rumah sakit di Inggris menderita hipertensi. Di dunia sekitar 1 juta pasien meninggal akibat hipertensi pada tahun 2004.5% pada tahun 2004. dan 2004 menunjukkan penyakit kardiovaskular merupakan penyakit nomor satu penyebab kematian di Indonesia dan sekitar 20-35% kematian tersebut disebabkan oleh hipertensi 5.3% pasien menderita hipertensi dan meningkat menjadi 27.5 milyar penduduk dunia menderita hipertensi pada tahun 2025. 31% pria dan 28% wanita menderita hipertensi. Kategori Optimum Sistolik < 120 mmHg Diastolik < 80 mmHg Normal Normal-tinggi Hipertensi derajat 1 (ringan) Subkelompok : borderline Hipertensi derajat 2 (sedang) Hipertensi derajat 3 (berat) Hipertensi sistolik terisolasi Subkelompok : borderline < 130 mmHg 130-139 mmHg 140-159 mmHg 140-149 mmHg 160-179 mmHg ≥ 180 mmHg ≥ 140 mmHg 140-149 mmHg < 85 mmHg 85-89 mmHg 90-99 mmHg 90-94 mmHg 100-109 mmHg ≥ 110 mmHg < 90 mmHg < 90 mmHg .pada tahun 2004. Hasil SKRT tahun 1995. Hipertensi merupakan penyebab kematian terbanyak pada negara-negara berkembang 4. Pada tahun 2008.

semakin besar pula risiko komplikasi kardiovaskular 3 . Keadaan ini diakibatkan oleh kehilangan elastisitas arteri karena proses menua.8. Pengelolaan hipertensi pada dasarnya sama setiap tingkatan usia. Pengobatan hipertensi harus dimulai sejak dini untuk mencegah kerusakan organ sasaran.9 . klasifikasi tekanan darah umur ≥ 18 tahun menurut JNC-7 versus JNC-6 6 . Kekakuan aorta akan meningkatkan Tekanan Darah Sistolik (TDS) dan pengurangan volume aorta yang pada akhirnya menurunkan Tekanan Darah Diastolik (TDD). Semakin besar perbedaan TDS dan TDD atau tekanan nadi. direkomendasikan agar tekanan darah dapat mencapai kurang dari 140/90 mmHg 3. JNC-7 tekanan kategori JNC-6 tekanan kategori Tekanan sistolik darah Dan/atau Tekanan diastolic (mmHg) darah Normal Pre-hipertensi Optimal < 120 mmHg 120-129 mmHg Dan Atau Dan Atau < 80 mmHg 80-89 mmHg < 85 mmHg 85-89 mmHg Normal Normal-tinggi Hipertensi Derajat 1 Derajat 2 Derajat 2 Derajat 3 Hipertensi Derajat 1 <130 mmHg 130-139 mmHg 140-159 mmHg ≥ 160 mmHg 160-179 mmHg ≥ 180 mmHg Atau Atau Atau Atau 90-99 mmHg ≥ 100 mmHg 100-109 mmHg ≥ 110 mmHg Hipertensi Sistolik Terasosiasi (HST) merupakan keadaan yang sering diderita pada pasien hipertensi usia lanjut. gagal ginjal. dan hipertrofi ventrikel kiri 7. Pada usia .Tabel 2. Komplikasi yang tersering adalah stroke. gagal jantung kongestif. Pada usia lanjut penurunan takanan darah harus dilakukan hati-hati dengan memperhaikan apakah terdapat hipertensi berat yang lama.

orang tua dan anak pasien juga memiliki riwayat hipertensi. penulis akan menjelaskan tentang sebuah kasus hipertensi pada pasien usia lanjut. pusing. pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi keturunan. K pada tanggal 19 November 2012 adalah 140/80 mmHg. . Ny. Case Report IDENTITAS PASIEN Nama Usia Pekerjaan Pendidikan Alamat Status Keluarga Agama Ruang Ciracas No. Rekam Medis Riwayat alergi Riwayat masuk : Ny. Berdasarkan hal tersebut di atas. dan mata kunang-kunang. Pasien tidak memiliki gejala diabetes seperti cepat haus. pasien merasa sehat dan tidak merasakan adanya keluhan tetapi berdasarkan keterangan pasien. Dari hasil anamnesis. suami bekerja sebagai pegawai bank : Kristen Protestan : Mawar 3 Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya 3 : Tidak diketahui :: Operasi benjolan di kaki ± 40 tahun yang lalu Riwayat pemberian obat : amilodipin 5 mg dan vitamin B complex. Selama ini pasien tidak pernah merokok dan minum alkohol.K : 79 tahun : Bekas Juru Masak : Tidak sekolah : Tanjung Duren : Menikah : 2 anak perempuan. sampai sekarang Masuk Panti Tahun : 14 Januari 2007 Pada saat anamnesis.lanjut penurunan berat badan (pada penderita obesitas) dan mengurangi asupan garam amat penting dalam pengelolaan hipertensi 3. Tekanan darah terakhir Ny.K memiliki keluhan sering nyeri di sekitar leher belakang.

rambut . Selama ini pasien meminum obat antihipertensi yaitu amilodipin 5 mg dan rajin meminum vitamin B complex. Vital sign . Prognosis pasien dubia ad malam. Status gizi . Status generalis A. pasien tidak pernah didiagnosis adanya penyakit muskuloskeletal. Pasien tidak pernah menderita sesak napas dan nyeri pada dada.telinga .respirasi . dan sering bengkak pada pergelangan kaki kanan hanya pada saat pagi hari. Nyeri hilang pada saat istirahat dan timbul kembali pada saat aktivitas yang berlebih.tinggi badan : 150 cm . dan nafsu makan meningkat.sering buang air kecil. dari hasil pemeriksaan gula darah sewaktu terakhir pasien dinyatakan normal.mata . Keluhan lain yang sering dirasakan pasien yaitu sering sakit pada persendian terutama pada kedua lutut.tekanan darah : 140/80 mmHg (19 November 2012) . tidak terdapat deviasi septum . Kepala .nadi .bentuk .suhu 3.hidung : normocephal : hitam dan hampir setengah dari luas permukaan dipenuhi uban : normal : normal : normal.berat badan : 40 kg . Dari hasil rekam medis pasien selama 2 tahun terakhir. Pemeriksaan fisik 1.IMT : 17.7 % : tidak diketahui : tidak diketahui : tidak diketahui 4.Keadaan umum Kesadaran : baik : compos mentis 2.

tenggorokan : tidak terdapat deviasi trakea . dikarenakan memiliki permasalahan dengan menantunya. Leher : normal C. Keluarga pasien rutin menjenguk Ny. pasien memutuskan untuk tinggal di PSTW dengan mengurus segala administrasi secara mandiri. Pasien masuk ke PSTW ini pada tanggal 14 Januari 2007 setelah sebelumnya pasien tinggal bersama keponakannya. Ny. tidak terdapat laserasi maupun infeksi B. K saat ini tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulya 3 Ciracas. . Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan Auskultasi : tidak dilakukan Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan Gula darah Sewaktu : 128 gr/dl (23 September 2012) Riwayat keluarga Orang tua dan anak Pasien mempunyai riwayat Hipertensi Ny. K sendiri pun sampai sekarang tidak tahu keberadaan suaminya. K setiap 1 tahun sekali. K sudah 30 tahun tidak bertemu dengan anak sendiri. Oleh karena pasien tidak kerasan tinggal bersama sanak saudara.mulut : normal.. Thorak Inspeksi Palpasi Perkusi : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan Auskulitasi : tidak dilakukan D. Ny.

dan membantu memotong sayuran.Keseharian Ny. K mulai mendapatkan pengobatan semenjak tinggal di PSTW. dll. biasanya pasien meminta kepada para petugas di PSTW tetapi terkadang petugas menjawab stok obat tidak tersedia. Makanan yang sehari-hari dimakan oleh Ny. K tidak pernah mengikuti kegiatan rutin yang diadakan oleh PSTW seperti kerajinan tangan. . Hipertensi esensial melibatkan interaksi yang sangat rumit antara faktor genetik dan lingkungan yang dihubungkan oleh penjamu mediator neurohormonal. Dengan begitu manusia secara progresif akan kehilangan daya tahan terhadap infeksi dan akan menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural yang disebut sebagai “penyakit degeneratif” (seperti hipertensi. Ny. panggung gembira. diabetes mellitus dan kanker) 10. mencuci baju. Pasien sering mendapat obat dari para praktikan seperti perawat dari sebuah institusi yang praktek lapangan di PSTW. tetapi hal tersebut juga tidak bisa menjamin ketersediaan obat. K mengikuti apa yang disediakan oleh pihak panti. Secara umum disebabkan oleh peningkatan tekanan perifer dan/atau peningkatan volume darah. Pasien juga mengeluhkan tentang pengadaan pakaian yang kurang di PSTW yang hanya diberikan 1 tahun sekali. DISKUSI Menua atau aging adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita. aterosklerosis. Ny. Ketika obat pasien habis. K adalah dengan melakukan kegiatan layaknya ibu rumah tangga di PSTW seperti menyapu. K terkadang mengeluh sulit untuk mendapatkan obat dari PSTW dan bertemu dokter hanya 3 bulan sekali. Ny. mengepel. walaupun terkadang pasien mengeluh nafsu makannya berkurang.

2. dan kalium yang rendah. dan endotelin 2. dan resistensi insulin ditemukan pada banyak pasien hipertensi yang tidak memiliki diabetes klinis. Hipertensi sering terjadi pada penderita diabetes. Respon maladaptif terhadap stimulasi sistem saraf simpatis 2. urodilatin. Resistensi insulin dan kadar insulin yang tinggi meningkatkan aktivitas saraf simpatis dan RAA. Memediasi kerusakan organ akhir pada jantung (hipertrofi). Interaksi kompleks yang melibatkan resistensi insulin dan fungsi endotel. dan ginjal. BNF). magnesium. 3. Resistensi insulin berhubungan dengan penurunan pelepasan endothelial oksida nitrat dan vasodilator lain serta memengaruhi fungsi ginjal. seperti pembatasan asupan garam. Perubahan gen pada reseptor ditambah kadar katekolamin serum yang menetap. . Secara langsung menyebabkan vasokonstriksi tetapi juga meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis dan menurunkan kadar prostaglandin vasodilator dan oksida nitrat 2. ANF).Teori terkini mengenai hipertensi primer meliputi : Peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis 1. Memediasi remodelling arteri (perubahan struktural pada dinding pembuluh darah). 3. Gangguan aktivitas peptide natriuretik otak (brain natriuretic peptide. Pemahaman mengenai patofisiologi mendukung intervensi terkini yang diterapkan dalam penatalaksanaan hipertensi. 1. adrenomedulin. peptide natriuretik atrial (atrial natriuretic peptide. pembuluh darah. Peningkatan aktivitas sistem rennin-angiotensin-aldosteron (RAA) 1. Berhubungan dengan asupan diet kalsium. Defek pada transport garam dan air 1.

vasodilator nonspesifik. dan klirens kreatinin 12.menurut distribusi penyakit pada bulan Mei tahun 2012 sebanyak 20 WBS (Warga Binaan Sosial) mengalami hipertensi dari total 80 WBS yang menderita penyakit atau sekitar 25% penyakit yang ada di PSTW merupakan hipertensi. Di PSTW Budi Mulya 3. diuretic. hal tersebut juga disertai dengan penurunan renal blood flow. seperti berkurangnya kemampuan β-adrenergik untuk membuat pembuluh darah elastis.4% penduduk di dunia menderita hipertensi. glomerular filtration rate. di Indonesia prevalensi hipertensi 29.8%. penghambat RAA. Rennin dalam plasma dan rennin pada ginjal yang berfungsi untuk membuang sodium dari tubuh berkurang aktivitasnya seiring dengan bertambahnya usia. Factor resiko yang menyebabkan hipertensi . dan obat-obatan eksperimental baru yang mengatur ANF dan endotelin11. Penyebab paling besar sekitar 95% dari hipertensi merupakan hipertensi primer atau essential hypertension. penghambat system saraf simpatis. dan pengontrolan diabetes. Data WHO tahun 2000 menunjukkan 26. Sensitivitas baroreseptor direduksi. Tabel 3 patofisiologi dan kerusakan organ pada usia lanjut 8.penurunan berat badan. Ada beberapa penyebab yang menyebabkan hipertensi pada pasien usia lanjut. Pasien usia lanjut memiliki perubahan dalam fungsi peredaran darah. Menurut Riskesdas 2007. Perubahan patofisiologi sering dikaitkan dengan hipertensi pada usia lanjut.

dan vomitus17. dan mortalitas karena kardiovaskular 18 . sleep apnea. Gejala-gejala hipertensi merupakan gejala-gejala komplikasinya. riwayat keluarga hipertensi. Hipertensi Sistolik Terisolasi (HST) merupakan hipertensi yang paling banyak pada usia lanjut. ditemukan bahwa pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi herediter. hipertrofi ventrikel kiri. dan obesitas13. Dari hasil anamnesis pasien. Suatu krisis hipertensi ditandai dengan peninggian tekanan darah diastolik yang nyata (biasanya lebih dari 120 mmHg) yang berkaitan dengan tanda-tanda ensefalopati akut: sakit kepala. HST berhubungan dengan peningkatan resiko infark miokard. Berbanding terbalik dengan hipertensi sekunder yang jarang terjadi pada pasien usia lanjut. abnormalitas hormonal. pingsan) hampir sama dengan kebanyakan orang normotensi16. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diketahui penyebabnya. intake sodium yang tinggi. Hipertensi primer merupakan hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya14. stroke. Pada beberapa pasien hipertensi primer terdapat kecenderungan herediter yang kuat15. iritabilitas. kenaikan tekanan darah baru diketahui pada saat pemeriksaan kesehatan. Beberapa penyebab dari hipertensi sekunder diantaranya : penyakit ginjal. Hal tersebut diatas berkaitan dengan gejala pasien yaitu sering mengalami pusing dan mata kunang-kunang walaupun pada saat anamnesis pasien (20 November 2012) pasien merasa sehat dan tidak ada gejala pada saat itu. sekitar 60% sampai 75% hipertensi pada usia lanjut berlanjut menjadi HST. Hal ini didapat dari hasil riwayat . HST lebih sering terjadi pada pasien usia lebih dari 60 tahun.primer diantaranya : bertambahnya usia. pusing. disfungsi ginjal. gangguan sensorium. dan penyakit vaskular ginjal13. Dari hasil rekam medis pasien. nausea. Ras African American. Gejala umum hipertensi (sakit kepala. Penderita hipertensi biasanya tidak menunjukkan gejala. dimana anak dan orang tua pasien juga menderita hipertensi. tinitus. Hal ini dapat menjadi faktor pendukung penyebab dari penyakit hipertensi pada pasien. HST sendiri didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih rendah dari 90 mmHg. konsumsi alkohol yang berlebihan. didapatkan pasien menderita HST.

2 . Keterbatasan SDM dan kapasitas perawat untuk mendiagnosis suatu penyakit hipertensi merupakan suatu masalah yang harus segera diselesaikan. hal ini dikarenakan karena kurangnya tenaga medis yang terdapat di PSTW. Perawatperawat tersebut dirasa sangat kurang untuk merawat sekitar 125 orang WBS (data terakhir bulan November 2012). tetapi pihak PSTW mengatakan bahwa dokter datang 1 bulan sekali. Sebelum diberikan pengobatan. mengingat beberapa orang lanjut usia menunjukkan pseudohipertensi (pembacaan spigmomanometer tinggi palsu) akibat kekakuan pembuluh darah yang berat 6. Mengubah hipertensi lanjut pola usia. 3. Pasien mengatakan bahwa dokter hanya datang setiap 3 bulan sekali. Tanggal 29 Agustus 2010 12 Juni 2011 27 Desember 2011 Hasil pemeriksaan Tekanan Darah 148/80 mmHg 150/80 mmHg 170/80 mmHg Banyak penelitian menunjukkan bahwa pentingnya terapi hipertensi pada lanjut usia. 1.K saat ini sulit untuk mendapatkan pemeriksaan tekanan darah yang teratur. Beberapa pola hidup yang perlu diperbaiki adalah : menurunkan berat badan jika ada kegemukan. Hasil pemeriksaan tekanan darah pasien bisa dilihat di tabel berikut. meningkatkan aktivitas fisik aerobik. mengurangi . 2. hasil pemeriksaan tekanan darah pasien menurut rekam medis No. hidup/intervensi seperti halnya nonfarmakologis pada semua pada penderita sangat penderita.pemeriksaan tekanan pasien. pemeriksaan tekanan darah pada lanjut usia hendaknya dengan perhatian khusus. Tabel 4. Pasien Ny. mengurangi minum alkohol. Tenaga medis yang stand by di PSTW saat ini hanyalah seorang perawat dan 2 pegawai yang bekerja sebagai perawat (dengan latar belakang bukan perawat). dimana terjadi penurunan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular 6. menguntungkan untuk menurunkan tekanan darah.

Pola makan Ny. . karena Ny. sedangkan kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan di lantai dasar PSTW. Saat ini PSTW memberikan makanan yang bervariasi dihari-keharinya. Menurut JNC VI pilihan pertama untuk pengobatan pada penderita hipertensi lansia adalah diuretik atau penyekat beta. dll. yaitu pengajian. Pada HST. Antagonis kalsium nikardipin. Hal yang sudah baik dilakukan. PSTW juga menyediakan susu tiap harinya. Hal yang telah dilakukan PSTW sudah baik dalam penanganan pasien hipertensi dari pola makan. mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol 19. tahu. sayursayuran. diuretic. Intervensi melalui pola hidup seperti ini sangat penting untuk terapi pada penderita hipertensi di PSTW. seharusnya intensitas dari senam lansia ini ditingkatkan dan diwajibkan kepada WBS yang mempunyai penyakit kardiovaskular.K di PSTW mengikuti apa yang diberikan oleh PSTW. seperti ikan. ayam. keterampilan dalam pembuatan karya.K mengaku tidak pernah melakukan kegiatan-kegiatan tersebut.asupan garam. Adanya penyakit penyerta lainnya akan menjadi pertimbangan dalam pemilihan obat antihipertensi. tempe. Senam lansia sendiri hanya dilakukan 1 hari dalam 1 minggu. menghentikan merokok. Pada penderita hipertensi dengan gangguan fungsi jantung dan gagal jantung kongestif. Umur dan adanya penyakit merupakan faktor yang akan mempengaruhi metabolisme dan distribusi obat. penyekat beta mungkin bermanfaat. pertahankan kalium yang adekuat. Hendaknya pemberian obat dimulai dengan dosis kecil dan kemudian ditingkatkan secara perlahan.20. penghambat ACE (angiotensin converting enzyme) atau kombinasi keduanya merupakan pilihan terbaik 19.K berada di lantai 2). Ny. namun demikian penggunaannya pada keadaaan-keadaan seperti gagal jantung/kelainan bronkus obstruktif. direkomendasikan penggunaan diuretik dan antagonis kalsium. PSTW juga mempunyai kegiatan-kegiatan pada tiap harinya. panggung gembira. Usaha yang dilakukan PSTW untuk memodifikasi makanan adalah dengan membuat makanan menjadi lebih lembek agar dapat dimakan para lansia dan rendah garam. dan senam lansia.K sendiri malas untuk turun ke bawah (kamar Ny. karenanya harus dipertimbangkan dalam pemberian obat antihipertensi. Pada penyakit jantung koroner.

kekurangannya tenaga perawat membuat tekanan darah Ny. management of isolated Systolic hypertension 24 Target tekanan darah pada terapi pasien HST adalah dibawah 140 mmHg untuk sistolik dan 85-90 mmHg untuk diastolik 18. Ny.K adalah pemberian dari para praktikan (seperti perawat sebuah institusi pendidikan) yang praktek lapangan di tempat tersebut.K untuk memperoleh obat-obatan tersebut. Amilodipin merupakan golongan antagonis kalsium dan sudah tepat indikasi untuk HST apabila digabungkan pemakaiannya dengan diuretic. Permasalahan yang ada saat ini adalah kesulitan Ny. .tabel 5. Selain itu.K sulit untuk dikontrol. Persediaan obat antihipertensi yang ada di PSTW saat ini hanyalah kaptopril. Saat ini persediaan obat Ny. K saat ini rajin meminum obat antihipertensi yaitu amilodipin 5 mg.

‟ „Lalu apa lagi?‟. tanyaku.‟” (QS.Lalu adab seorang dokter muslim untuk merawat orang yang berusia lanjut dijelaskan dalam Al-Qur‟an sebagai berikut. Al-`Israa` [17]: 25) 1 . dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. disebutkan bahwa berbakti kepada kedua orangtua termasuk amaliah yang paling dicintai Allah swt. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas‟ud ra.‟” 22 Salah satu cara berbakti kepada kedua orangtua adalah dengan mendoakannya. seperti diperintahkan dalam firman Allah: “Dan ucapkanlah.: „Amaliah apa yang paling dicintai Allah?‟ Rasulullah menjawab: „Shalat pada waktunya.. Beliau menjawab: „Jihad fii sabilillaah (di jalan Allah). Al-Israa` [17]: 23) 1 Bahkan. „Wahai Tuhanku. dia berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Beliau menjawab: „Berbakti kepada kedua orangtua.. kasihilah mereka berdua. yaitu mendoakan agar mereka diampuni dosa-dosanya dan dirahmati oleh Allah swt. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. sebagaimana mereka berdua telah mendidikku (di) waktu kecil..” (QS.‟ „Lalu apa lagi?‟. dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaikbaiknya. tanyaku.

Doa untuk kedua orangtua yang merupakan upaya untuk berbakti kepada keduanya itu tidak hanya harus dilakukan saat mereka masih hidup. Hal ini didasarkan pada firman Allah swt. melaksanakan janji mereka berdua setelah keduanya (wafat). kemudian dia bertanya: „Wahai Rasulullah. Abu Dawud.: “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Alloh swt) bagi orang-orang musyrik. dan menghormati teman keduanya. Tetapi bila ternyata keduanya (atau salah satunya) tidak beragama Islam. (yaitu) menshalatkan keduanya. dalam sebuah hadits yang berbunyi: Diriwayatkan dari Abu `Usaid Malik bin Rabi‟ah as-Sa‟idi ra. maka kita dilarang untuk memohonkan ampunan untuknya. tiba-tiba seorang lelaki dari Bani Salamah mendatangi beliau. masih adakah (kewajiban) berbakti kepada ibu-bapakku setelah keduanya meninggal?‟ Rasulullah menjawab: „Ya. 4/336 (5142) 23 Hanya saja. seperti disabdakan oleh Baginda Rasulullah saw.‟” (HR. perlu digarisbawahi bahwa hal itu boleh dilakukan bila kedua orangtua kita beragama Islam. memohonkan ampunan untuk keduanya. tetapi juga ketika mereka sudah meninggal dunia. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Alloh swt) untuk bapaknya. bahwa dia berkata: “Ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah. (masih ada).. menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) yang tidak akan tersambung kecuali melalui keduanya. tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka ketika jelas bagi . sesudah jelas bagi mereka bahwa orangorang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam. walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya.

4. HST berhubungan dengan peningkatan resiko infark miokard. Pasien harus mengontrol asupan makanannya (diet rendah garam) untuk mengontrol tekanan darah pasien agar tidak berkembang menjadi komplikasi lebih lanjut. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Alloh. monitor tekanan darah. Pada pasien usia lanjut. aterosklerosis. yaitu perubahan pola hidup. pengaturan pola makan. dan pemberian obat-obatan yang sesuai indikasi. diabetes mellitus dan kanker) 9. Pasien harus bersikap pro-aktif dengan meminta agar tekanan darahnya dikontrol secara teratur dengan petugas PSTW. 2. Pasien harus mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan penyakitnya dan apa saja komplikasi yang dapat terjadi. Saran – saran penulis kepada pasien sehubungan dengan pembahasan tersebut diatas : 1. disfungsi ginjal. manusia secara progresif akan kehilangan daya tahan terhadap infeksi dan akan menumpuk makin banyak distorsi metabolic dan structural yang disebut sebagai “penyakit degeneratif” (seperti hipertensi. dan mortalitas karena kardiovaskular. maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Saran – saran penulis untuk PSTW sehubungan dengan kasus tersebut diatas adalah : . Perlu penanganan yang komprehensif dalam penanganan hipertensi pada lansia dari berbagai aspek. hipertrofi ventrikel kiri. Hipertensi Sistolik Terasosiasi (HST) biasanya sering terjadi.” (QS At-Taubah :113-114) 1 SIMPULAN Hipertensi merupakan kasus yang sangat sering ditemukan baik di dunia maupun di Indonesia. Pasien harus menyesuaikan kegiatannya dengan melakukan aktivitas yang diadakan oleh PSTW. 3. stroke.

4. Perlu adanya penambahan tenaga medis terutama perawat yang terampil. Mengirimkan pegawai-pegawai terutama perawat ke pelatihan atau seminar agar perawat lebih terampil dalam menangani pasien 6. PSTW perlu melakukan pemeriksaan yang rutin terhadap semua WBS di PSTW Budi Muya 3 dengan secara pro-aktif menggandeng semua instansi kesehatan baik pemerintahan maupun institusi pendidikan. menciptakan lingkungan ramah. Hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak terjadi. Penggalangan dana perlu dilakukan untuk mensukseskan program diatas sesuai dengan UU no. serta menunjang kreativitas dalam meningkatkan kesejahteraan lansia20. .13 tahun 1999 tentang tanggung jawab pemerintah dan dinas sosial masyarakat dalam meningkatkan upaya perlindungan sosial dan agama lansia. 5. sehingga PSTW perlu perhatian yang cukup terhadap penyakit tersebut. Perlu pengadaan dokter jaga di PSTW agar penanganan pasien lebih optimal 7. 2. Melakukan screening terhadap berbagai penyakit agar pegawai PSTW tahu bagaimana penanganan berbagai penyakit di PSTW.1. 3.

ACKNOWLEDGEMENT Pada bagian ini penulis ingin berterimakasih kepada Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Ciracas yang telah memberikan kesempatan untuk berkunjung dan pengumpulkan data. Msi yang telah memberikan bimbingannya sehingga terselesaikannya laporan kasus ini. Susilowati. Mkes dan DR.Faisal Sp. .Hj Titiek Djannatun dan teman-teman kelompok 2 kepeminatan geriatrii dan teman sejawat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Kepada Ny. Kepada seluruh WBS di PSTW Budi Mulya 3 yang dengan hangat menerima mahasiswa kepeminatan geriatri. K yang telah bersedia untuk diambil data-datanya demi terciptanya laporan ini. dr. Kepada dr. Hj. Fathul Jannah. Tidak lupa kepada dr. Drh.PD.

“Primary Care Medicine”. SECOND EDITION.& Martono. AL QUR‟AN dan terjemahannya. 10. M. The Sixth Report of the Joint National Committee on prevention. 2009. H. R. Aronow. 5. A. Goroll. 2009. Neves M. Surat Al-Isra ayat 25. 2011 11. B. 2011. 98-4080 November 1997. A. L. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Sudoyo. CLINICAL APLICATION OF PATOPHYSIOLOGY. detection. Rahajeng. 2010 3.L. Shaddick. Jakarta : Pusat Penelitian Biomedis dan Farmasi Badan Penelitian Kesehatan Departemen Kesehatan RI. K. AND MANAGEMENT. Why and How We Should Treat Elderly Patients with Hypertension?. Office Evaluation and Management of the Adult Patient. Mireille B. Gavin. P : 334. Bernini. Hal: . Kaplan. S. 2001 . hypertension in Elderly : An Evidence-based Review. and treatment of high blood pressure. Oxford Handbook of Epidemiology for Clinicians. New York Medical College. NIH publication No. Bruno. & Victor.W.. Albert G. Allan H. Philladelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Buku Ajar Boedhi-Darmojo GERIATRI (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Toledano. Elliot. Hal : 899 – 901.. N. Brashers. Sixth Edition. Alwi. 2010. G. Bethan. DIAGNOSTIC REASONING. 7. Wilbert S.Daftar Pustaka 1. Geriatrics. P : 103 8. Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia. 9. and Pulmonary/Critical Care. Davies.G. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi V. Fritsch. 2009. S. Ghiadoni. Prananka. Simadibrata. Jakarta : InternaPublishing. V. E. 6. Setiati. 2012. surat Al-Isra ayat 23. Helen. 2. P: 2. Tenth Edition. evaluation.M. 4.M. Muley. I. New York : Division of Cardiology. Surat At-Taubah ayat 113-114. Elshevier Science. R. P: 1-2. Virdis. Paul. ASSESMENT. Setiyohadi. S. Tuminah. Kaplan‟s Clinical Hypertension. Taddei. Ward.

Pompa.) Penerbit Erlangga..J. Siahaan S..A. Reichel‟s Care of the Elderly Clinical Aspect of Aging.30:240–247. I. p: 5-6. Morgan. 2. H. Hadits Riwayat Abu Dawud.S. Gray.. JNephrol. Trans. J. 2009. 18.. W.(A. Hal : 59. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.E. Kidney Blood Press Res 2007. (Eds).D. V.. fifth edition. Gallo. Anggraini A. Henry R. H.J. T. Chobanian.C.. Murphy. 1999 13. Black.D. 2007.G. Kuswardhani. Rebecca A.. Hadits Riwayat Bukhari Muslim. J. 2006 20. Volume 7.(Lukmanto. et all. Philladelphia: Lippincott Williams & Wilkins. F. 11st ed.H.W. P: 245. 1995.. & Simpson. Aucella.12. 24. an imprint of Elsevier Inc. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien yang Berobat di Poliklinik Dewasa Puskesmas Bangkinang Periode Januari sampai Juni 2008. 2007 14. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC 16. T. Rachmawati. 2005 17. Trans.. Joseph J. Asputra H. A. UNDANG – UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 1999 TENTANG KESEJAHTERAAN LANJUT USIA 22. Peter V. Giudice.M. Elliot. Burnside. Isolated Systolic Hypertension in the Elderly. K.. Penatalaksanaan Hipertensi pada usia lanjut. Siliman. Agoes. Hypertension in the Elderly. 19. Vol. 15. J. 23.D.4). Waren A. 21.. Hall J..H. Hypertension A Companion to Braunwald‟s Heart Disease. 2008.T. Guyton A. Busby-Whitehead. John B. The New England Journal of Medicine. McGlyn. 2010.(2005).. Adams Diagnostic Fisik(Edisi 17).D. Lecture Notes Kardiologi (Edisi Keempat ed. A. Westhoff. Situmorang E. Jurnal Penyakit dalam. 2007.(Eds).) Jakarta: EGC. Dawkins. . P: 129-130. Philladelphia : Saunders. Too Old to Benefit from Sports? The Cardiovascular Effects of Exercise Training in Elderly Subjects Teated for Isolated Systolic Hypertension. RA. & A.

25. Lampiran 1 KETERANGAN : SAMPAI DENGAN AKHIR BULAN MEI 2012 JUMLAH WBS (WARGA BINAAN SOSIAL) PSTW BUDI MULIA 3 CIRACAS BERJUMLAH : 127 ORANG LAKI-LAKI PEREMPUAN MUSLIM KRISTEN KATOLIK TOTAL CARE : 55 ORANG : 72 ORANG : 110 ORANG : 16 ORANG : 1 ORANG : 35 ORANG KETERANGAN PENYAKIT DENGAN HIPERTENSI DENGAN DM DENGAN EPILEPSI DENGAN PARKISON DENGAN TBC DENGAN FRAKTUR DENGAN HERNIA DENGAN KATARAK : 20 ORANG : 6 ORANG : 1 ORANG : 1 ORANG : 1 ORANG : 2 ORANG : 2 ORANG : 11 ORANG DENGAN PSIKOTIK DENGAN ASMA DENGAN DEMENSIA DENGAN STROKE DENGAN TUNA NETRA DENGAN GANGREN : 7 ORANG : 2 ORANG : 12 ORANG : 5 ORANG : 5 ORANG : 1 ORANG DENGAN GATAL-GATAL : 3 ORANG DENGAN OBESITAS :1 ORANG .

20 15 10 5 0 .