You are on page 1of 52

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK 19

disusun oleh:

KELOMPOK 6
Hajrini Andwiarmi Adfirama Dwi Jaya Sari Sabrina Sinurat Vhandy Ramadhan Meuthia Alamsyah Dodi Maulanna Bellinda Dwi Priba Auliya Bella Oktarina Pratiwi Raissa Windiani Robiokta Alfimona Ganda Putra Bhisma SM (04111001047) (04111001056) (04111001066) (04111001070) (04111001088) (04111001096) (04111001098) (04111001099) (04111001122) (04111001125) (04111001131) (04111001140)

Tutor: Dr.dr. Yulia Farida Yahya,SpKK(K)

PENDIDIKAN DOKTER UMUM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSTAS SRIWIJAYA TAHUN 2013

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas ridho dan karunia-Nya laporan Tutorial ini dapat terselesaikan dengan baik. Adapun laporan ini bertujuan untuk memenuhi rasa ingin tahu akan penyelesaian dari skenario yang diberikan, sekaligus sebagai tugas tutorial yang merupakan bagian dari sistem pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Tim Penyusun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan laporan ini. Tak ada gading yang tak retak. Tim Penyusun menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik pembaca akan sangat bermanfaat bagi revisi yang senantiasa akan penyusun lakukan.

Tim Penyusun

2

DAFTAR ISI
Halaman Judul Kata Pengantar.............................................................................................. Daftar Isi....................................................................................................... Pembahasan Skenario: I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. Skenario.............................................................................................. Klarifikasi Istilah................................................................................ Identifikasi Masalah........................................................................... Analisis Masalah................................................................................ Hipotesis............................................................................................ Sintesis............................................................................................... Kerangka Konsep.............................................................................. Kesimpulan......................................................................................... 4 5 6 7 27 28 50 51 52 1 2 3

Daftar Pustaka..............................................................................................

3

SKENARIO A BLOK 19
Mr. Squid, a 64 years old man, came to outpatient Clinic Bari Hospital with chief complaint progressive itchy thick erythematous plaques in both legs, arms, buttocks, and lower lumbosacral since 6 months ago. The condition initially manifested on his left leg as a papule with thick white scales then rapidly spread to both legs, scalp, buttocks, lumbosacral, and arms. His fingers and toe nails showed destruction of the nail plate. He feel pain and rigidity on his knees since 3 months ago. He had been treated himself with topical bethamethasone ointment and moisturizer irregularly.

Physical examination : General status : compos mentis, vital signs within normal limit Dermatological status :   Well demarceted erythematous papules to plaques with a white adherent thick scales; on both of his legs, arms, buttocks, lumbosacral. Erythematous plaque with thick white scales on his scalp.

Questions : 1. What is the differential diagnosis? 2. What is the working diagnosis? 3. What is your suggestion for further examination? 4. What is the managament of this case?

4

KLARIFIKASI ISTILAH
Itchy(pruritus) Thick erythematous plaques : kelainan kulit : plakat eritem yang tebal, padat, kemerahan

pada kulit yang dihasilkan oleh congesti pembuluh kapiler. Papule : Efluoresensi Kulit berupa lesi yang menonjol

pada permukaan kulit, berbatas tegas, dan padat pada kulit <1\2 cm White scales(Skuama) Salep Bethamethason anti inflamasi Nail plate Pain Rigidity Moisturizer : lempeng kuku : nyeri : kaku : pelembab : Efluoresensi kulit berupa skuama : Obat topikal glukokortikoid sintetis, steroid

5

The condition initially manifested on his left leg as a papule with thick white scales then rapidly spread to both legs. Physical examination : General status : compos mentis. o Erythematous plaque with thick white scales on his scalp. buttocks. arms. 3. His fingers and toe nails showed destruction of the nail plate. 5.IDENTIFIKASI MASALAH 1. 6. and lower lumbosacral since 6 months ago. He feel pain and rigidity on his knees since 3 months ago. vital signs within normal limit 7. Mr. came to outpatient Clinic Bari Hospital with chief complaint progressive itchy thick erythematous plaques in both legs. 2. arms. lumbosacral. buttocks. He had been treated himself with topical bethamethasone ointment and moisturizer irregularly. a 64 years old man. lumbosacral. buttocks. Squid. Dermatological status : o Well demarceted erythematous papules to plaques with a white adherent thick scales. scalp. on both of his legs. 6 . and arms. 4.

dan penghentian mendadak korikosteroid sistemik. Imunologik c. Berbagai penyelidikan yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebabnya yang pasti masih banyak dilakukan. yang jelas ialah waktu pulih (Keratinisasi) epidermis menjadi lebih cepat. Beberapa faktor penting yang disangka menjadi penyebab timbulnya Psoriasis adalah : a. misalnya Afrika. di Amerika Serikat 1 – 2%. Meskipun penyakit ini tidak menyebabkan kematian. pada waktu kehamilan membaik tapi menjadi lebih buruk pada masa pascapartus. Insidens pada orang kulit putih lebih tinggi daripada penduduk kulit berwarna. 2. terlebih–lebih mengingat bahwa perjalanannya menahun dan residif. Gangguan Metabolik. Genetik b. Faktor Endokrin. Di Eropa dilaporkan sebanyak 3 – 7 %. Infeksi. Bagaimana etiologi dari diagnosis? Etiologi penyakit ini belum diketahui. psoriasis terdapat pada semua usia. Stres Psikik d. sedangkan pada kulit normal lamanya 27 hari.ANALISIS MASALAH 1. tetapi umumnya pada orang dewasa. jarang dilaporkan. c. contohnya hipokalsemia dan dialisis. sedangkan di Jepang 0. demikian pula bangsa Indian di Amerika Insidens pada pria agak lebih banyak dari pada wanita. Pada bangsa berkulit hitam. antimalaria. Bagaimana epidemiologi dari diagnosis? Kasus psioriasis makin sering dijumpai. tetapi menyebabkan gangguan kosmetik. Faktor resiko : a. menjadi 3-4 hari (24-72 jam). Umumnya infeksi disebabkan oleh Kuman Streptococcus b. 7 .6%. Puncak insidens pada waktu pubertas dan menopause. litium. Obat-obatan misalnya beta-adrenergic blocking agents.

lalu ankilosis dan lesi kistik subkorteks Predileksi Kulit kepala dan wajah: kulit kepala adalah salah satu daerah yang paling umum terkena psoriasis. 3. kepala dan daerah genital. mirip dengan penyakit-penyakit kulit eritro papulo skuamus dermatosa (penyakit kulit yang memberikan gambaran bercak merah bersisik). berbatas jelas yang tiba-tiba muncul di kulit. Alkohol dan merokok.  Bercak pada umumnya berbentuk bulat atau oval. terutama di siku. imunologi. lutut. Pemeriksaan penunjang. dan beberapa berak bergabung membentuk bercak yang lebih lebar. kadang gatal. berlapis. kasar dan transparan. kering. gangguan metabolik) sangat berperan.    Selain di kulit. Gatal ringan Bercak-bercak eritema merata dan melingkar yang meninggi (plak) dengan skuama diatasnya   Skuama berlapis-lapis kasar putih seperti mika dan transparan. Bagimana gejala klinis dari diagnosis? Riwayat perjalanan penyakit. Gejala-gejala Psoriasis adalah sebagai berikut:  Awalnya.  Selanjutnya. Penyakit ini tidak dapat ditularkan secara langsung melainkan dapat diturunkan karena merupakan penyakit autoimun sehingga faktor genetik.d. psoriasis ditandai dengan bercak merah. daerah tulang ekor (sacrum). Pasien dapat merasakan adanya ketombe yang membandel. dan beberapa faktor pencetus (strespsikis. Plak khas mungkin memanjang sedikit di luar garis rambut (gambar 3). berukuran satu hingga beberapa sentimeter dan menetap dalam waktu yang lama. Beberapa 8 . psoriasis dapat mengenai kuku dan sendi (jarang). obat. Namun gambaran klinis akan makin jelas seiring dengan waktu lantaran penyakit ini bersifat menahun (kronis). Khas: fenomena tetesan lilin (skuama menjadi putih ketika digores) dan auspitz (tampak serum/darah berbintik-bintik yang disebut papilomatosis ketika skuama dikerok perlahan)  Pitting nail/nail pit berupa lekukan2 milier(50%) Pembesaran sendi. Di permukaan bercak terdapat sisik (skuama) berwarna putih mirip mika atau putih keperakan. bercak merah membesar.

Terasa gatal dan iritasi yang tidak biasa. dan kulup yang disunat dapat hadir sebagai mengkilap merah muda untuk plak tipis merah atau bahkan patch. celah intergluteal. Psoriasis kulit kepala. fisura mungkin terkadang hadir. alis. dan situasi ini dapat menyatu dengan dermatitis seboroik. Lesi tidak jarang melampaui garis rambut. lipatan inframammary. 9 . Itu sebopsoriasis istilah diciptakan untuk menggambarkan kasus ini.mungkin melibatkan wilayah glabella. Skala ini tidak jelas. Lesi psoriasis di wajah mungkin memiliki batas yang kurang tegas. Itu saluran pendengaran eksternal tidak jarang terpengaruh. Daerah Flexural: Lesi terletak di aksila. Lesi psoriasis pada wajah mungkin tidak akan sangat berbatas tegas juga adalah skala keperakan mudah dilihat. dan lipatan nasolabial. Istilah psoriasis inverse yang diciptakan untuk menggambarkan lesi ini. Gambar 3. selangkangan.

kuku buruk patuh rapuh. Pasien dengan keterlibatan kuku mungkin memiliki tinggi kejadian arthropathy. Dapat menimbulkan gejala termasuk onycholysis dengan atau tanpa fenomena oil drop. kasar dan berwarna putih seperti mika. serta transparan.  Keluhan pada Kulit o Psoriasis sesuai bentuk klinisnya memberi gambaran yang berbeda namun pada dasarnya lesi psoriasis pada kulit menunjukkan 4 tanda utama:  Kelainan kulit terdiri atas bercak-bercak eritema yang meninggi dengan skuama di atasnya. Jari dan kuku kaki dapat terpengaruh.Kuku: Keterlibatan kuku telah dilaporkan dalam 10 . nummular atau plakat. biasanya pada anak-anak dan dewasa muda dan terjadi setelah infeksi akut oleh Streptococcus  Lesi primer pada pasien psoriasis dengan kulit yang cerah (putih) adalah 10 . Psoriasis kuku juga dapat dipicu infeksi jamur.  Skuama berlapis-lapis. bidal pitting. hiperkeratosis subungual distal. jika seluruhnya atau sebagian besar lentikular disebut psoriasis gutata. Eritema sirkumsrip dan merata tetapi pada stadium penyembuhan sering eritema yang di tengah menghilang dan hanya terdapat dipinggir.80%pasien dengan psoriasis. Besar kelainan bervariasi: lentikular. kehilangan kilau dan perubahan lain. dapat berkonfluensi.

 Kemerahan. siku. terbanyak terdapat pada usia 30-50 tahun. dan kulit kepala. Kelainan pada mukosa jarang ditemukan.  Kulit Ditemukan plak tebal eritematosa dan papula-papula yang tertutup oleh sisik putih seperti perak. tebal. skalp (kulit kepala). yakni sebanyak kira-kira 50% . penyakit ini dapat pula menyebabkan kelainan pada sendi. onycholysis. namun papul dan plak berwarna keunguan dengan sisik abu-abu. Penyakit ini umumnya bersifat poliartikular (kedua sendi/banyak sendi). bagian distalnya terangkat karena terdapat lapisan tanduk di bawahnya (hyperkeratosis subungual). Lokasi plak pada umumnya terdapat pada siku. papul dan berkembang menjadi kemerahan.  Kuku Perubahan kuku termasuk pitting. kemudian terjadi ankilosis dan lesi kistik subkorteks. plak yang berbatas tegas . Sendi membesar. 11 . dan onikolisis  Keluhan sistemik  Di samping menimbulkan kelainan pada kulit dan kuku. Plak ini biasanya terdapat pada daerah lutut. tempat predileksinya pada sendi interfalangs distal. dan intergluteal.  Pada telapak tangan dan telapak kaki. Kelainan yang tak khas ialah kuku yang keruh. hiperkeratosis subungual. dan bintik-bintik coklat kekuningan di bawah nail plate. Kelainan yang agak khas pada kuku ialah yang disebut pitting nail atau nail pit berupa lekukan-lekukan miliar.  Pada pasien psoriasis dengan kulit gelap :  distribusi hampir sama. berbatas tegas dan mengandung pustule steril dan menebal pada waktu yang bersamaan. umbilikus. lutut. Keluhan pada Kuku     Psoriasis juga dapat menyebabkan kelainan kuku.

Bagimana klasifikasi dari kasus ini? Berdasarkan awitan penyakit dikenal dua tipe. Sendi Jika menyerang sendi. Pada pasien tidak ditemukan faktor reumatoid 4. membengkak dan kaku. penyakit kulit ini akan disertai artritis dan secara klasik menyerang sendi interfalang distal sehingga sendi terasa nyeri. yaitu : Psoriasis tipe I dengan awitan dini bersifat familial Psoriasis tipe II dengan awitan lambat bersifat non familial Berdasarkan bentuk klinis : Psoriasis Plakat Psoriasis gutata Psoriasis inversa Psoriasis seboroik Psoriasis pustulosa Psoriasis eritroderma 12 .

Beberapa faktor lain dapat menginduksi timbulnya psoriasis gutata.5 sampai dengan 1. obat-obatan (steroid yang dihentikan secara cepat). terutama daerah retroaurikuler. Kulit sekitar pustulosa biasanya eritematosa. yaitu terdiri dari plak eritematoskuamosa yang berbatas tegas. antara lain: a. Psoriasis plak Psoriasis bentuk ini paling sering dijumpai.5 cm yang tersebar menyerupai gambaran tetesan pada permukaan tubuh. kulit kepala berambut. yaitu psoriasis pustulosa generalisata dan psoriasis pustulosa lokalisata. tertutup skuama berwarna perak. tersebar pada batang tubuh dan ekstremitas. dan distribusi lesi biasanya simetris. Psoriasis gutata Bentuk ini sering dijumpai pada dewasa muda atau anak yang sebelumnya terdapat riwayat infeksi saluran napas atas oleh kuman streptokokus. yaitu munculnya bintik-bintik perdarahan saat lapisan terakhir dihilangkan. batas lesi sangat jelas.1. kulit di bawah skuama eritematosa adalah mengkilat dan homogen. Karakteristik lesi psoriasis terdiri atas skuama (tebal. Pada awalnya kelainan 13 . Psoriasis pustulosa Dibagi menjadi dua bentuk. diameter lesi 0. permukaan lesi terdiri atas skuama putih keperakan yang nonkoheren. jarang mengenai muka. Kedua. misalnya stres emosional. berlapis). Psoriasis pustulosa generalisata dibagi tiga. Gambaran klinisnya berupa papula atau plak eritematosa. Gambaran lesinya khas. Woronoff pertama kali menemukan gambaran cincin putih kepucatan di sekitar lesi psoriasis. Predileksi kelainan ini adalah kedua siku dan lutut. I. bila digores akan terlihat fenomena seperti menggores pada lilin (signe de la tache de bougie). Bentuk ini sangat responsif terhadap fototerapi. 3. Pustulanya bersifat steril dengan ukuran 2–3mm. indurasi (penebalan) dan berwarna putih seperti mika. Apabila dikerok berulang akan tampak fenomena Auspitz. Ukuran lesi sangat bervariasi dari sebesar koin hingga telapak tangan. Ketiga. Pertama. infeksi virus. eritema. 2. Bila lesi ukuran koin disebut psoriasis numular. lesi dapat teratur atau tidak teratur. dan umbilikus. dan bila ukuran lesi lebih besar dari telapak tangan disebut psoriasis geografika. lumbal. Umumnya tidak mengenai telapak tangan dan telapak kaki. Psoriasis pustulosa tipe von Zumbusch Psoriasis bentuk ini didominasi oleh erupsi pustula milier yang disertai dengan gejala sistemik seperti demam yang berlangsung beberapa hari.

Terdapat dua bentuk psoriasis pustulosa lokalisata. jenis erupsi obat.kulit berupa bercak dengan sejumlah pustula yang kemudian menyatu (konfluen) membentuk gambaran danau (lake of pus). iodida. tidak seperti pola von zumbush. Psoriasis pustulosa von Zumbusch merupakan komplikasi psoriasis setelah penghentian kortikosteroid topikal atau sistemik. yaitu psoriasis pustulosa palmaris et plantaris dan akrodermatitis kontinua Hallopeau. telapak tangan. serta pembesaran kelenjar getah bening. Psoriasis Inversa Psoriasis Inversa ditemukan pada ketiak. terdapat gejala sistemik seperti demam. Kelainan ini juga dapat timbul pada perjalanan psoriasis pustulosa generalisata. Namun. Lesi kulit berupa sejumlah pustula berbentuk anular atau sirsinar yang eritematosa. pangkal paha. 4. Kelainan bentuk ini sering terjadi setelah penghentian mendadak kortikosteroid sistemik maupun topikal. Umumnya bentuk ini terlihat pada awal psoriasis pustulosa. dapat juga karena obat topikal. tidak ada gejala konstitusional. c. 5. Psoriasis pustulosa anular Bentuk ini jarang ditemukan. dan di lipatan-lipatan kulit di sekitar kemaluan dan panggul Tipe psoriasis ini pertama kali 14 . Psoriasis artirtis Kelainan ini diderita oleh 10% penderita psoriasis. Tidak didapatkan gejala sistemik. menggigil. II. kelainan kulit berupa pustula yang terbatas pada jari tangan. Eritema dan pembentukan skuama yang luas dapat menyebabkan kehilangan panas dan gangguan elektrolit. dan telapak kaki. Psoriasis eritrodema Kelainan ini merupakan bentuk psoriasis yang berat. dan litium. dibawah payudara. malaise. Psoriasis pustulosa lokalisata pada bentuk ini. dan sekitar 35% penderita psoriasis akan mengeluh nyeri sendi walaupun tidak disertai dengan artritis psoriatik. 6. ada tumpang tindih antara bentuk psoriasis pustular dan pustulosis exanthematous umum akut. dimana hampir seluruh kulit termasuk kulit muka menjadi eritematosa disertai pembentukan skuama halus. dan letih. infeksi. Psoriasis pustulosa eksantematik psoriasis pustular eksantematik cenderung terjadi setelah infeksi virus dan terdiri dari pustula luas dengan psoriasis plak umum. dan gangguan cenderung untuk tidak terulang kembali. b. dan sunburn pada fototerapi.

Skuama berlapis-lapis. Psoriasis Inverse sangat (particularly irritating) menganggu karena iritasi yang disebabkan gosokan/garukan dan keringat karena lokasinya di lipatan-lipatan kulit dan daerah sensitif (tender). kasar. terutama sangat mengganggu bagi penderita yang gemuk dan yang mempunyai lipatan kulit yang dalam. Dengan batas tegas. papulovesikel. Lesi eritem dengan squama yang tipis. Pada umunya lesi bersifat diffus Sangat gatal Lesi berupa vesikel berbentuk mata uang agak lonjong dan efloresensi berupa papulovesikel kemusian membesar meluas ke samping membentuk satu lesi karakteristik seperti uang logam. ektremitas ekstensor terutama siku dan lutut serta lumbosacral Pasien mengeluh gatal. Bagaimana DD dari kasus ini? Diagnosis banding untuk psoriasis vulgaris Psoriasis Vulgaris epidemiologi predileksi Banyak pada laki-laki Predileksi di muka. 5. tetapi dapat berbentuk polisiklik dengan batas tegas. - Gejala klinis Status dermatologikus Squama berwarna coklat tembaga. dan berwarna putih seperti mika dan transparan Tinea corporis Daerah kulit tanpa rambut. rasa terbakar dan rasa tidak nyaman Berbentuk bercak-bercak eritema yang meninggi (plak) dengan skuama diatasnya. Bercak itu bisa tampak licin dan bersinar. Bentuk yang lain adalah anular dan aciner. kecuali telapak tangan dan telapak kaki Dermatitis numularis Lebih sering pada pria dari pada wanita. Kadang-kadang terlihat erosi dan krusta akhibat garukan.tampak sebagai bercak (lesions) yang sangat merah dan biasanya lack the scale associated dengan psoriasis plak. Kadang kadanga dengan vesikel dan papul di tepi. biasanya mudah pecah sehingga basah 15 .

tungkai atas dan bawah. I. seperti lilin yang digores. makin melebar. bisa pecah dan menimbulkan nyeri. sampai plakat. Bagaimana pemeriksaan penunjang dari diagnosis? o o o Fenomena Kobner adalah Fenomena ini tidak spesifik karena bisa dijumpai pada beberapa penyakit kulit lain (misalnya liken planus dan veruka plana juvenilis)  Dimana Bila kulit sehat pada orang psoriasis digaruk maka dalam 3 minggu akan timbul lesi psoriasis baru. dengan ukuran yang bervariasi. lumbosakral). Bisa ditemukan eritema sirkumskrip dan merata. serta transparan. sirsinar. tetapi pada stadium penyembuhannya sering eritema yang di tengah menghilang dan hanya terdapat di pingir. Pada psoriasis terdapat fenomena tetesan lilin. aksila). misalnya dengan pinggir gelas alas. kecuali pada psoriasis inverse (psoriasis pustular) dan digunakan untuk membandingkan psoriasis dengan penyakit kulit yang mempunyai morfologi yang sama. lutut. Skuama berlapis-lapis. sedangkan Kobner tidak khas. jarang menyebabkan gatal.  Cara mengerjakannya demikian: skuama yang berlapis-lapis itu dikerok. dan berkonfluensi. tertutup dengan sisik keperakan. skalp. daerah intertigo (lipat paha. dapat arsinar. perineum. maka pengerokan harus dilakukan perlahan-lahan. Pemeriksaan Kulit(Status Dermatologikus) : Dari autoanamnesis pasien Psoriasis Vulgaris mengeluh adanya bercak kemerahan yang menonjol pada kulit dengan pinggiran merah. umbilikus.  Cara menggores dapat dengan pinggir gelas alas.6. numular. disebabkan oleh berubahnya indeks bias. lentikular. Fenomena Auspitz adalah tampak serum atau darah berbintik-bintik yang disebabkan oleh papilomatosis. dengan gambaran yang beraneka ragam. telapak kaki dan tangan. serta kuku.Kelainan kulit pada psoriasis terdiri atas bercak-bercak eritema yang meninggi (plak) dengan skuama di atasnya. Tempat predileksi pada ekstremitas bagian ekstensor terutama (siku. jika terlalu dalam tidak akan tampak perdarahan yang berbintik-bintik melainkan perdarahan yang merata. Fenomena tetesan lilin dan Auspitz merupakan gambaran khas pada lesi psoriasis dan merupakan nilai diagnostik. Besar kelainan bervariasi dari milier. Auspitz dan Kobner (isomorfik). Setelah skuamanya habis. perbatasan skalp dengan muka. polisiklis atau geografis. karena didapati pula 16 . kasar dan berwarna putih seperti mika (mica-like scale). Fenomena tetesan lilin adalah skuama yang berubah warnanya menjadi putih pada goresan.

tempat predileksinya pada sendi interfalangs distal. misalnya garukan dapat menyebabkan kelainan yang sama dengan kelainan psoriasis. Cara megerjakannya : skuama yang berlapis-lapis itu dikerok. perpanjangan papila dermis. veruka plana juvenilis. mikro abses munro (kumpulan netrofil leukosit polimorfonuklear yang menyerupai pustul spongiform kecil) dalam stratum korneum. liken nitidus. kemudian terjadi ankilosis dan lesi kistik subkorteks. yaitu perpanjangan (akantosis) reteridges dengan bentuk clubike. karena itu mencederai kapiler yang berdilatasi (dilated capillaries) dibawah skuama. Sendi membesar. Dua puluh lima sampai lima puluh persen penderita psoriasis yang lama juga dapat menyebabkan kelainan pada kuku. seperti lilin yang digores disebabkan oleh berubahnya indeks bias. Gambaran Histopatologi Psoriasis memberikan gambaran histopatologi. tetapi jarang terjadi. maka pengerokan harus dilakukan perlahan-lahan. terbanyak terdapat pada usia 30-50 tahun. Setelah skuamanya habis. bisa dengan pinggir gelas alas. Perubahan pada kuku terdiri dari onikolosis (terlepasnya seluruh atau sebagian kuku dari matriksnya). penyakit ini dapat pula menyebabkan kelainan pada sendi. lapisan sel granuler menghilang.Pada fenomena Auspitz tampak serum atau darah berbintik-bintik yang disebakan oleh papilomatosis. 17 . jika terlalu dalam tidak akan tampak perdarahan yang berbintik-bintik melainkan perdarahan yang merata. parakeratosis. Disamping menimbulkan kelainan pada kulit dan kuku. dan koilonikia ( spooning of nail plate). Fenomena Auspitz adalah titik berdarah yang muncuk ketika skuama dibuang.pada penyakit lain. Antara 10-30 % pasien psoriasis berhubungan dengan atritis disebut Psoriasis Artritis yang menyebabkan radang pada sendi. Fenomena Kobner didapatkan insiden yang bervariasi antara 38-76 % pada pasien psoriasis. misalnya liken planus. Cara menggores dapat menggunakan pingir gelas alas. Fenomena Kobner dapat terjadi 7-14 hari setelah trauma pada kulit penderita psoriasis. hiperkeratosis subungual (bagian distalnya terangkat karena terdapat lapisan tanduk di bawahnya). Fenomena tetesan lilinialah skuama yang berubah warnanya menjadi putih pada goresan. dimana perubahan yang dijumpai berupa pitting nail atau nail pit pada lempeng kuku berupa lekukan-lekukan miliar. Umumnya bersifat poliartikular. dan penyakit Darier. pitiriasis rubra pilaris. . oil spots subungual.

beberapa terapi yang ada saat ini dapat meminimalisir lesi-lesi kulit dan gejala-gejala lainnya. lokasi psoriasis. kimia darah. Bila penyakit tersebar luas. Protein C reaktif. Pada psoriasis berat. Hal ini meningkatkan resiko terjadinya Artritis Gout. riwayat penyakit yang pernah diderita. Pemilihan terapi untuk psoriasis harus diperhatikan derajat keparahan penyakit. kolesterol. gaya hidup. Dapat juga ditemukan peningkatan metabolit asam nukleat pada ekskresi urin. Laboratorium Tidak ada kelainan laboratorium yang spesifik pada penderita psoriasis tanpa terkecuali pada psoriasis pustular general serta eritroderma psoriasis dan pada plak serta psoriasis gutata. dan asam urat. seperti pemeriksaan darah rutin. Bagaimana management dari diagnosis? (planning. gula darah. makroglobulin. Strategi pengobatan psoriasis dapat dibagi menjadi tiga langkah yaitu langkah pertama 18 . pada 50 % pasien dijumpai peningkatan asam urat. Bagaimana WD + diagnosis dari kasus ini? Mr Squid menderita Psoriasisvulgaris yang disertai oleh psoriasis artitis (radang sendi psoriasis) 8. dimana hal ini berhubungan dengan luasnya lesi dan aktifnya penyakit. dan obat psoriasis yang tersedia. Laju endapan eritrosit dapat meningkat terutama terjadi pada fase aktif. tipe psoriasis. psoriasis pustular general dan eritroderma keseimbangan nitrogen terganggu terutama penurunan serum albumin. usia dan jenis kelamin. Meskipun penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan bertujuan menganalisis penyebab psoriasis. Faktor pencetus harus tetap dihindari meskipun pasien dalam keadaan diterapi. level IgA serum dan kompleks imun IgA meningkat. dilatasi kapiler papila dermis dan pembuluh darah berkelok-kelok.penebalan suprapapiler epidermis (menyebabkan tanda Auspitz). dimana sampai saat ini peranan pada psoriasis tidak diketahui. Sebagian besar penderita tidak pernah mencapai suatu keadaan remisi yang bebas terapi. 7. infiltrat inflamasi limfohistiositik ringan sampai sedang dalam papila dermis atas.treatment) Psoriasis merupakan suatu penyakit dengan penatalaksanaan yang kompleks.

Iritasi dan alergi jarang terjadi dan meskipun ter batubara telah terbukti menjadi karsinogen dalam percobaan hewan. b) Kortikosteroid topikal Kortikosteroid topikal yang digunakan dalam bentuk cream. antralin. Topikal Terapi-terapi topikal yang digunakan untuk penatalaksanaan psoriasis meliputi preparat ter. tapi kemungkinan dapat juga memberikan iritasi yang besar. calcipotriol. imunomodulator topikal (takrolimus dan pimekrolimus). anti-proliferatif. dan imunosupresif. langkah kedua adalah fototerapi dan langkah ketiga adalah obat sistemik (apabila luas lesi melebihi 20 persen luas permukaan lesi) 1. sehingga yang biasa digunakan adalah yang berasal dari kayu atau batubara. Dalam suatu penelitian terhadap para spesialis kulit di Amerika Serikat terlihat 85% responden 19 . Konsentrasi yang biasa digunakan 2-5% dimulai dengan konsentrasi rendah jika tidak ada perbaikan maka dapat ditingkatkan. Obat ini merupakan jenis yang paling banyak dipakai untuk pengobatan psoriasis ringan atau terbatas. Kortikosteroid kelas I digunakan maksimal selama 2 minggu. Ter dari batubara lebih efektif dari kayu. salep dan lotion. Untuk meningkatkan hasil pengobatan maka daya penetrasinya harus dipertinggi dengan cara menambahkan asam salisilat 3-5%. Terapi kortikosteroid dikenal sebagai anti-inflamasi. Folikulitis adalah efek samping utama dari ter batubara. dan keratolitik (seperti asam salisilat).adalah terapi topikal (apabila luas permukaan yang terkena kurang dari 20 persen). Hasilnya akan lebih baik jika dikombinasikan dengan terapi sinar ultraviolet. Terapi topikal digunakan secara tunggal atau kombinasi dengan agen topikal lainnya atau dengan fototerapi. Terapi-terapi tersebut merupakan pilihan untuk penderita-penderita dengan psoriasis plak yang terbatas atau menyerang kurang dari 20% luas permukaan tubuh. a) Preparat ter Preparat ter biasanya kurang efektif jika digunakan tunggal. Pada psoriasis yang telah menahun lebih baik digunakan ter yang berasal dari batubara. karsinoma hanya diprovokasi oleh aplikasi klinis yang jarang terjadi. Preparat ter yang berasal dari fosil biasanya kurang efektif. derivate vitamin D topikal dan analog vitamin A. kortikosteroid topikal. dan untuk yang akut biasanya digunakan ter yang berasal dari kayu. Preparat ter berfungsi sebagai anti proliferasi dan anti inflamasi.

lipatan. muka dan daerah lipatan digunakan krim. dan genitalia eksterna dipilih potensi sedang misalnya Triamcinolon acetoninide. Walaupun lesi dapat menghilang 20 . kortikosteroid topikal tersedia dalam bentuk salep. dan solusio. menghambat proliferasi. Obat ini mampu mengobati psoriasis ringan sampai sedang. Di Indonesia. Efek samping yang dijumpai adalah iritasi. Reaksi iritasi dapat mengawali keberhasilan terapi. Jika telah terjadi perbaikan maka potensinya harus dikurangi. Walaupun tidak seefektif kortikosteroid superpoten. c) Antralin Antralin merupakan obat lama untuk mengobati psoriasis ringan sampai sedang. Untuk penggunaan 24 jam dapat digunakan 0. Pada batang tubuh dan ekstremitas digunakan salep dengan potensi kuat bergantung pada lama penyakit. Respon terapi terlihat setelah dua minggu pengobatan.1%.1 sampai 1% dengan kontak singkat (15-30 menit) untuk mencegah iritasi. Obat ini dikatakan efektif tetapi bersifat iritatif dan kekurangan lainnya ialah mewarnai kulit dan pakaian. Pada kulit kepala. sedangkan di lipatan berupa stria attrifikans. dan ditempat lain digunakan salep. Digunakan setiap hari mampu membersihkan lesi psoriasis. d) Calcipotriol Calcipotriol merupakan sintetik dari vitamin D. Pada daerah muka. Calcipotriol merupakan pilihan utama atau kedua dalam pengobatan psoriasis. obat ini hanya memiliki sedikit efek samping.memilihnya sebagai pilihan pertama. juga menghambat produksi sitokin yang berasal dari keratinosit maupun limfosit. respons maksimal baru terlihat setelah 6-8 minggu. Antralin digunakan hanya pada plak yang kronik. Mekanisme kerja sediaan ini adalah anti-proliferasi keratinosit. Penyembuhan dalam 3 minggu. Jika diberikan potensi kuat pada mata dapat memberikan efek samping diantaranya teleangiektasis. Sediaan ini banyak diterima oleh pasien karena pemakaiannya malam hari. tetapi ada pula yang tetap teriritasi dalam pemakaian ulangan. dan meningkatkan diferensiasi sel. dan maksimum sampai 1%. preparatnya berupa salep atau krim. setiap3-4 hari. Antralin mempunyai efek anti mitotik dan menghambat beberapa enzim yang terlibat di dalam proliferasi epidermal. Pengobatan psoriasis dengan antralin memberikan efek yang maksimal ketika dikombinasikan dengan UVB. krim. Konsentrasi 0. jika tidak terdapat efek samping konsentrasinya dapat ditingkatkan.

f) Emolien Terapi topikal apapun yang dipakai.05%0. Tazaroten tersedia dalam bentuk gel dan krim dengan konsentrasi 0. Metotreksat menekan reproduksi sel epidermal. Metotreksat berespon baik dalam pengobatan psoriasis arthritis. Bila dikombinasikan dengan steroid topikal potensi sedang dan kuat maka akan mempercepat penyembuhan dan mengurangi iritasi. Jadi emolien sendiri tidak mempunyai efek antipsoriasis. penetrasi akan lebih baik dan terapi lebih efektif. Metotreksat biasanya dipakai bila pengobatan topikal dan fototerapi tidak berhasil. dan eritema pada 30% pada kasus yang bersifat fotosintesis. sebagai anti inflamasi dan immunosupresif sehingga kontraindikasi pada pasien dengan infeksi sistemik. fungsinya juga sebagai emolien dengan akibat meninggikan daya penetrasi bahan aktif. Indikasinya diberikan pada psoriasis sedang sampai berat. dan terutama diberikan pada daerah badan. Emolien yang lain adalah lanolin dan minyak mineral. Sistemik a) Metotreksat Metotrexat adalah antagonis asam folat yang menghambat dihydrofolat reduktase. Efek sampingnya adalah iritasi berupa gatal dan rasa terbakar.sempurna. Untuk meredakan proses iritasi. 2. Sintesis DNA terhambat setelah pemakaian Metoteksat akibat penurunan tiamin dan purin. Obat ini juga diberikan 21 . jika terlebih dahulu skuama psoriasis yang kering dikendurkan (loosen). e) Tazaroten Tazaroten merupakan molekul retinoid asetelinik topikal. Biasanya digunakan salep dengan bahan dasar vaselin. Efek emolien adalah melembutkan permukaan tubuh selain lipatan. Tazaroten digunakan satu kali dalam sehari pada kulit yang kering. Obat ini terbukti merupakan obat yang efektif dibandingkan dengan obat oral lainnya. calcipotriol dapat dikombinasikan dengan kortikosteroid superpoten. juga pada ekstremitas atas dan bawah. dilunakkan (soften) dan atau dilepaskan. yaitu dengan menggunakan moisturizer dan emolien. tetapi eritema dapat bertahan. efeknya menghambat proliferasi dan normalisasi dari differensiasi keratinosit dan menghambat inflamasi.1%. dapat digunakan sebagai monoterapi atau dikombinasikan dengan obat lain seperti steroid topikal pada lokasi plak psoriasis.

juga menghambat presentasi antigen oleh sel Langerhans dan degranulasi sel mast yang dimana hal itu berkontribusi pada patogenesis terjadinya psoriasis. Toksisitas sum-sum tulang belakang merupakan efek samping yang akut. Dosis optimal penggunaan acitretin pada orang dewasa adalah 25-50 mg/hari. Toksisitas yang dapat timbul pada penggunaan acitretin adalah hipervitaminosis A. kalsifikasi ligamen. Efek samping sistemik yang sering terjadi adalah kenaikan lipid serum terutama trigliserida. Efek samping yang juga mungkin muncul adalah osteoporosis. Etretinat disetujui untuk pengobatan psoriasis tetapi karena keberadaannya dalam jaringan tubuh persisten.5 mg dengan interval 12 jam dalam seminggu dengan dosis total 7. dan hiperostosis skeletal. Pemakaian obat dengan pemantauan yang teliti dapat mengurangi efek samping.5 mg-25 mg dosis tunggal setiap minggu. xerofthalmia. fungsi hati. b) Acitretin Acitretin merupakan bentuk metabolit dari Etretinat. Sebelum memberikan metotreksat.m 7.dalam jangka panjang pada psoriasis berat dan efektif untuk mengontrol psoriasis pustulosa dan psoriasis eritroderma. dan kerontokan rambut.5 mg. Dengan demikian metotreksat tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan hati dan alkoholisme. Acitretin bersifat teratogen dan dapat menyebabkan kelainan bawaan. sebaliknya hepatotoksisitas adalah efek samping jangka panjang. c) Siklosporin Siklosporin merupakan pengobatan yang sangat efektif pada penyakit psoriasis. memungkinkan terjadi teratogenitas tetapi acitretin memiliki waktu paruh yang lebih cepat dibandingkan etretinat. ginjal. Jika terjadi efek yang tidak dikehendaki maka diberikan dosis 3 x 2. Siklosporin dalam bentuk 22 . Cara lain dengan diberikan i. Jika tidak tampak perbaikan dosis dinaikkan 2. Cara pemberian mula-mula diberikan tes dosis inisial 5 mg untuk mengetahui apakah ada gejala sensitivitas atau gejala toksik.5 mg – 5 mg per minggu. Metotreksat mampu menekan proliferasi limfosit dan produksi sitokin. Obat ini menghambat calcineurin fosfatase dan transkripsi IL-2 pada sel T. dan sistem hematopoetik pasien harus dalam kondisi yang baik. Efek samping yang umum adalah kulit dan membran mukosa kering.

pusing dan sakit kepala. tetapi sayang tidak dapat diukur dan jika berlebihan maka akan memperparah psoriasis. Karena psoralen bersifat fotoaktif.mikroemulsi lebih baik diserap oleh lambung daripada jenis sebelumnya. Siklosporin sangat efektif untuk segala bentuk psoriasis tetapi dengan mempertimbangkan berbagai efek samping dan kurangnya pengalaman. muntah. Fototerapi Sinar ultravioet mempunyai efek menghambat mitosis. Hipertensi dan disfungsi ginjal adalah efek samping yang harus diperhatikan dalam penggunaan silosporin. Dilakukan 2x seminggu. atau bersama-sama dengan preparat ter yang dikenal sebagai pengobatan cara Goeckerman. sehingga dapat digunakan untuk pengobatan psoriasis. mual. 3. kesembuhan terjadi 2-4 kali pengobatan. PUVA efektif pada 85 % kasus ketika psoriasis tidak berespon terhadap terapi yang lain.6 mg/kgBB secara oral 2 jam sebelum penyinaran ultraviolet. Pengobatan bisa sukar. Krem steroid dan salep diyakini sangat efektif. digunakan sinar ultraviolet artifisial. Perubahan anatomik yang dapat terjadi antara lain fibrosis intestinal. terutama pada lipatan-lipatan kulit. obat ini jarang dipakai oleh dermatologis.5 mg/kgBB/hari dipakai sebagai terapi awal dengan dosis maksimum 4 mg/kgBB/hari. Efek samping umum yang mungkin muncul adalah intoleransi gastrointestinal yang bermanifestasi diare. Selanjutnya dilakukan pengobatan rumatan (maintenance) tiap 2 bulan. atrofi tubular. terutama penipisan pada kulit dan meninggalkan tanda. arteriolpati. nyeri abdominal dan penekanan sumsum tulang. Efek samping ini merupakan akibat dari berkurangnya aliran darah ke ginjal dan efek toxic pada sel-sel ginjal. maka dengan UVA akan terjadi efek sinergik. Diberikan 0. Cara yang terbaik adalah dengan penyinaran secara alamiah. Adapun kanker kulit (karsinoma sel skuamosa) yang dianggap sebagai resiko PUVA masih kontroversial. Karena itu. Efek samping overdosis dari fototerapi berupa mual. Karena pada daerah ini cenderung timbul infeksi disebabkan yeast dan jamur. Bersifat nerotoksik dan hepatotoksik. Penggunaan berlebihan atau kesalahan pemakaian steroid. diantaranya sinar A yang dikenal sebagai UVA. 23 . Biasa terjadi pada pasien yang mengkonsumsi siklosporin jangka panjang ( ± 1 tahun). tetapi tidak boleh di tutup dengan plastic. karena kulit peka pada daerah lipatan-lipatan. Dosis rendah 2. dapat menimbul efek samping. metoksalen) dan disebut PUVA. Sinar tersebut dapat digunakan secara tersendiri atau berkombinasi dengan psoralen (8-metoksipsoralen. muntah.

Pada umumnya Elidel tidak se-efektif Protopic. 1% atau 2% hydrocortisone dengan anti-yeast atau anti-jamur. bisa juga efektif untuk pengobatan psoriasis pada lipatan kulit. seperti Dovonex(daivonex). seperti penggunaan macam-macam bedak kulit. pembuatannya dicampur oleh seorang apoteker. Pengobatan dengan penyuntikan pertama kali dipelajari dan diakui untuk penderita psoriasis plak. banyak dokter kulit menemukan bahwa obat ini bekerja dengan baik pada bercak-bercak psoriasis pada lipatan kulit. coal tar atau anthralin. Obat berbentuk cairan dapat dioleskan pada bercak kulit dan dapat membantu mengeringkan bercak-bercak psoriasis pada lipatan kulit.dokter akan menguji untuk infeksi dan mungkin akan menggunakan krem cair oles steroid di gabungkan dengan obat-obatan lain. Krem/salep lain. badan POM Amerika mensahkan (approved) obat yang disebut Protopic (dikenal juga dengan nama generik tacrolimus) untuk eksim. Bila telah terbukti adanya infeksi streptokokus maka pemberian antibiotika yang sesuai dapat membantu memperbaiki lesi psoriasis. Penderita psoriasis inverse yang telah parah mungkin sewaktu-waktu memerlukan obat telan/minum seperti methotrexate (MTX). Elidel (dikenal juga dengan nama generik pimecrolimus) dapat juga dipergunakan untuk penderita psoriasis inverse. tapi lebih tidak berminyak. Zeasorb dan Zeasorb AF adalah bedak yang efekfif untuk digunakan untuk psoriasis inverse. Obatobatan ini harus dipergunakan secara hati-hati dan dibawah pengawasan dokter. atau dibawa keluar negeri dengan nama brand Castederm) digunakan untuk pengobatan psoriasis inverse. Sebagian orang akan menggunakan krem pada malam hari dan bedak pada pagi hari. Kadang-kadang sebuah obat yang diberikan pakai resep oleh seorang dokter. tetapi bisa menyebabkan iritasi. obat tersebut efektif juga dipergunakan untuk mengobati psoriasis inverse. untuk mengontrol penyakit mereka. seperti. Desember 2000 yang lalu. Cara Pencegahan Menghindari berbagai faktor-faktor pemicu:  Stres     Infeksi fokal Trauma Gangguan metabolik dan endokrin Alkohol dan merokok 24 .

25 . Aktivasi dan pembengkakan sel endotel mengakibatkan perluasan ruang interstisial. o Telah didemonstrasikan bahwa sitokin yang disekresi oleh sel epidermis yang mengalami psoriasis berpotensi mengaktivasi limfosit T jauh lebih banyak dari pada sitokin yang disekresi oleh sel epidermis kulit yang normal. berkembang. Emosi tak terkendali. Growth factors. Defek primer terdapat pada keratinosit. pemahaman tentang tahapan menuju angio-proliferasi dapat membantu menemukan obat anti-psoriasis baru. litium. dan inflamasi. dan menempel pada membran basal dengan pericytes yang menyokong struktur untuk membentuk jaringan pembuluh darah baru. Sel endotel yang teraktivasi bermigrasi. tapi mekanisme pasti dari angiogenesis pada psoriasis belum diketahui. Bila Psoriasis sudah muncul dan kemudian digaruk/dikorek. Bagimana Patofisiologi dari diagnosis?    Aktivasi sel T o Telah banyak diketahui bahwa regulasi abnormal dari sel T yang berhubungan dengan interaksi antara keratinosit dan jaringan kompleks sitokin terlibat dalam patogenesis psoriasis. oleh karena reseptor spesifik yang dimilikinya atau mekanisme penyampaian sinyal. yang dihasilkan dari berbagai macam tipe sel diyakini mengontrol proliferasi. misalnya pada saat gatal digaruk terlalu kuat atau penekanan anggota tubuh terlalu sering pada saat beraktivitas. sel endotel membengkak dan teraktivasi memunculkan apparatus golgi prominen dan Weibel-Palade bodies. maka akan mengakibatkan kulit bertambah tebal. Angiogenesis o Keratinosit diduga sebagai sumber utama sitokin pro-angiogenik. dan pembuluh darah dermis berdilatasi.  Obat: beta blocker.   Mengoleskan obat terlalu keras bagi kulit. yaitu 4 hari. limfosit T. 4. o Dipastikan juga bahwa hanya keratinosit yang mengalami psoriasis yang berespon terhadap pesan dari set T teraktivasi dengan mengadakan hiperproliferasi. Hiperproliferasi keratinosit o Waktu yang dibutuhkan keratinosit yang mengalami psoriasis untuk berproliferasi sangat pendek. o Meskipun angiogenesis mungkin bukan peristiwa utama pada patogenesis psoriasis. Sedangkan pada keratinosit normal proses pembentukan dan pematangan adalah 26 hari. o Pada pembentukan plak psoriasis. sedangkan trauma fisik maupun kimia pada keratinosit yang mengalami defek tersebut dapat mengaktifkan sintesis dan pelepasan sitokin yang berakibat aktivasi limfosit T yang antigen-independent. penghentian kortikosteroid mendadak Garukan/gesekan dan tekanan yang berulang-ulang . Hal ini lebih jauh lagi akan menyebabkan pelepasan sitokin tambahan yang diikuti oleh proliferasi keratinosit. antimalaria.

yang meningkat pada psoriasis dalam level lokal maupun sistemik. dan pekerjaan penderita juga sangat dipengaruhi oleh penyakit jika kelainan kulitnya mengenai tempat tertentu (misalnya muka. Keluarga juga dapat terkena efek tersebut karena pengobatan yang menghabiskan waktu. mengajukan pertanyaan yang menjengkelkan pasien atau bahkan menghindari pasien. Keterlibatan PACAP yang merupakan suatu neuropeptida menyebabkan kecenderungan psoriasis memburuk dengan stres. berkomentar. mempengaruhi pekerjaannya dan membuat hidup pasien selalu menderita. Hubungan antar arthritis dan psoriasis belum dipahami. Kehidupan pribadi. atau alat kelamin). orang yang melihatnya dapat saja mengamati. Perubahan arthritis ini dapat terjadi sebelum atau sesudah munculnya lesi kulit. Bila tidak diobati dengan benar. Pemakaian salep yang mengotori dan pengelupasan sisik yang terus – menerus dapat mengacaukan kehidupan rumah serta 26 . o Pituitary adenylate cyclase activating polypeptide (PACAP) adalah suatu mediator inflamasi yang kerjanya meningkat pada lesi psoriasis. Para remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap efek psikologik dari penyakit ini. Bagaimana komplikasi dari diagnosis? Umumnya psoriasis tidak membahayakan jiwa walaupun sangat mengganggu kualitas hidup. Mediator inflamasi o Aspek inflamasi pada psoriasis secara fisik ditandai dengan adanya kemerahan pada plak psoriasis. 5. telapak tangan/kaki. . karena neuropeptida diketahui berhubungan dengan interaksi kulit dan sistem saraf. Komplikasi lainnya berupa keadaan psoriatic eksfoliatif dimana penyakit tersebut berlanjut dengan mengenai seluruh permukaan tubuh. sosial. Penyakit ini pada akhirnya bisa menghabiskan sumber daya pasien. Dasar biokimia dari jalur inflamasi dari beberapa mediator sistem imun adalah variasi sitokin yang dihasilkan dari keratinosit dan protein lainnya yang terlibat dalam respon inflamasi. Psoriasis dapat menimbulkan keputusasaan dan frustasi pada pasien . penyakit bisa mengalami komplikasi (penyakit menjadi lebih buruk) seperti psoriatic eritroderma (seluruh kilit tubuh menjadi merah) atau psoriasis pustulosa generalisata (psoriasis dengan gelembunggelembung kecil berisi nanah) yang dapat membahayakan jiwa penderita. Penyakit ini dapat disertai arthritis asimetris pada lebih satu sendi dengan factor rheumatoid yang negative.

64 tahun. Bagaimana prognosis dari diagnosis? Prognosis baik jika mendapat terapi yang efektif namun angka kekambuhan dan perbaikan spontan tidak dapat diduga sebelumnya. Squid. 7. Jarang dilaporkan kematian karena kasus ini. mengalami psoriasis vulgaris tipe plakat dengan komplikasi psoriasis atrhitis.menimbulkan kekesalan. Bagaimana KDU dari diagnosis? 3A Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Kardiovaskular. Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan. tetapi biasanya angka kesakitan pasien akan meningkat akibat seringnya kekambuhan dari penyakit. Frustasi pasien dapat diekspresikan lewat sikap bermusuhan yang ditunjukkan kepada petugas kesehatan dan orang lain. HIPOTESIS Tn. yaitu infak miokard Limfoma Kesulitan psikososial 6. serta merujuk ke spesialis yang relevan (bukan kasus gawat darurat). 27 .

bermigrasi ke dermis dan memicu pelepasan sitokin (TNF-α. EPIDEMIOLOGI Kasus psoriasis sering dijumpai secara universal di berbagai belahan dunia. Penyebab psoriasis tidak diketahui. Kelainan ini dikelompokkan dalam penyakit eritroskuamosa dan ditandai bercakbercak eritema berbatas tegas. pada umumnya) menyebabkan terjadinya inflamasi dan produksi sel kulit yang cepat. Beberapa faktor dapat memicu timbulnya psoriasis. Prevalensi kasus psoriasis pada berbagai populasi bervariasi dari 0. adanya penyakit sistemik seperti infeksi streptococcus dan HIV serta faktor endokrin. II. Di Eropa insiden tertinggi yang dilaporkan. psoriasis fleksular. ditemukan sekitar 80-90% dari penderita psoriasis. psoriasis guttata. sinar matahari. merokok. yaitu stress. dan psoriasis arthritis.2% sampai 2. tetapi faktor genetik dapat mempengaruhi timbulnya penyakit ini. psoriasis pada mukosa oral. Pada psoriasis vulgaris terjadi percepatan proliferasi sel-sel epidermis dibandingkan sel-sel pada kulit normal. konsumsi alkohol. dan pada lokasi tertentu seperti psoriasis scalp.8%). Penyakit ini secara klinis tidak mengancam jiwa dan tidak menular tetapi timbulnya dapat terjadi pada bagian tubuh manapun sehingga dapat menurunkan kualitas hidup seseorang bila tidak dirawat dengan baik. psoriasis eritroderma. Psoriasis merupakan suatu penyakit kulit yang bersifat kronik residif dengan gambaran klinik bervariasi.8% berdasarkan laporan yang dipublikasikan.9%) dan Faeroe Island (2. yaitu Denmark (2.1% hingga 11. dengan prevalensi rata-rata dari Eropa Utara sekitar 2%.6% dengan hampir 150.000 kasus 28 . ditutupi oleh skuama tebal berlapis-lapis berwarna putih mengkilat seperti mika disertai fenomena tetesan lilin.SINTESIS PSORIASIS VULGARIS I. tanda auspitz dan fenomena kobner. Pergantian epidermis hanya terjadi dalam 3-4 hari sedangkan turn over epidermis normalnya adalah 28-56 hari. psoriasis pustular. PENDAHULUAN Kata psoriasis berasal dari bahasa Yunani “psora” yang berarti gatal. Ada beberapa tipe psoriasis yaitu meliputi psoriasis plak. Psoriasis plak atau dikenal juga sebagai psoriasis vulgaris merupakan tipe yang paling sering dijumpai. psoriasis kuku. Di Amerika Serikat prevalensinya berkisar dari 2. Psoriasis juga sering dikatakan sebagai penyakit kelainan sel imun dimana sel T menjadi aktif.

Sebuah penelitian di Jerman menunjukkan awal penyakit psoriasis puncaknya terjadi pada onset usia 22 tahun pada pria dan 16 tahun pada wanita. Pada bangsa berkulit hitam misalnya di Afrika jarang dilaporkan demikian pula bangsa Indian di Amerika. Mediator inflamasi yang berperan adalah T-cell. Bila orang tuanya tidak menderita psoriasis risiko mendapatkan psoriasis 12%. Pada psoriasis pembentukan epidermis (turn over time) lebih cepat. obat (glukokortikoid sistemik. trauma. Di Indonesia sendiri prevalensi penderita psoriasis mencapai 1-3 persen (bahkan bisa lebih) dari populasi penduduk Indonesia. pada umumnya) menyebabkan proliferasi keratinosit. bermigrasi ke dermis dan memicu pelepasan sitokin (TNF-α. Telah dilaporkan bahwa 35% dari kasus penyakit onset sebelum usia 20 tahun dan 58% sebelum 30 tahun.4%. sedangkan di Cina dilaporkan rata-rata usia penderita adalah 36 tahun. Psoriasis ditandai dengan adanya hiperproliferasi yang dipicu oleh aktivitas sel-sel radang. psoriasis memiliki dua puncak onset yaitu puncak onset pertama pada masa remaja dan dewasa muda (16 hingga 22 tahun) dan puncak onset kedua pada usia lanjut (57 hingga 60 tahun). gangguan metabolik.4 hari sedangkan pada kulit normal lamanya 27 hari. berarti ada sekitar 2-6 juta penduduk yang menderita psopriasis yang hanya sebagian kecil saja sudah terdiagnosis dan tertangani secara medis. 29 . dan faktor endokrin rupanya mempengaruhi perjalanan penyakit. Berbagai faktor pencetus pada psoriasis. endokrin. Laki-laki dan perempuan memiliki prevalensi yang sama untuk terjadinya psoriasis vulgaris. sedangkan jika salah satu orang tuanya menderita psoriasis maka resikonya mencapai 34-39%. alkohol dan merokok. angiogenesis dan terjadinya kemotaksis dari sel-sel radang dalam dermis dan epidermis. cytokine type 1 seperti IL-2. obat anti malaria. III. Terjadinya proliferasi epidermis di awali dengan adanya pergerakan antigen. ETIOPATOGENESIS Penyebab psoriasis tidak diketahui. Psoriasis juga sering dikatakan sebagai penyakit kelainan sel imun dimana sel T menjadi aktif. baik eksogen maupun endogen oleh sel Langerhans. dan beta adrenergik blocker). Stres psikis merupakan faktor pencetus utama. hanya 3 . Sementara insiden psoriasis di Asia hanya 0. lithium. infeksi.baru yang didiagnosis setiap tahunnya. IL-6. usia rata-rata penderita adalah 28 tahun.4 Sel langerhans juga berperan pada imunopatogenesis psoriasis. Dalam sebuah penelitian di Jerman. diantaranya stress psikis. Dalam sebuah survey besar USA. Jika penduduk Indonesia saat ini berkisar 200 juta. tetapi faktor genetik berperan dalam penyakit ini. interferon.

ekstensor lengan. simetris. Plak eritematous yang tebal menandakan adanya hiperkeratosis. Perubahan pada kuku ini 2 kali lebih sering terjadi pada usia lebih dari 40 tahun. Auspitz sign ialah bila skuama yang berlapislapis dikerok akan timbul bintik-bintik pendarahan yang disebabkan papilomatosis yaitu papilla dermis yang memanjang tetapi bila kerokan tersebut diteruskan maka akan tampak pendarahan yang merata. akantosis. Pendarahan terjadi akibat dari rupture kapiler ketika skuama dikerok. Psoriasis pada kuku mengenai matrix. (2) skuama berlapis-lapis. MANIFESTASI KLINIS Lesi psoriasis vulgaris berupa plak eritematous. IV. (3) pada kulit terdapat eritema mengkilap yang homogen dan terdapat perdarahan kecil jika skuama dikerok (Auspitz sign) (4) ukuran lesi bervariasi-lentikuler. kasar. tetapi pada stadium lanjut sering eritema yang ditengah menghilang dan hanya terdapat dipingir.IL-8. berbatas tegas. Bentuk kelainan bervariasi : lentikuler. Kelainan kuku ditemukan pada 25-50% pasien dengan psoriasis. siku. plakat. Pada psoriasis terjadi peningkatan mitosis sel epidermis sehingga terjadi hiperplasia. Fenomena kobner ialah bila kulit penderita psoriasis terkena trauma misalnya garukan maka akan muncul kelainan yang sama dengan kelainan psoriasis.3). juga terjadi penebalan dan pelebaran kapiler sehingga tampak lesi eritematous. tebal dengan ukuran yang beragam serta dilapisi oleh skuama tebal berlapis-lapis dan berwarna putih seperti mika. numuler. dan hyponychium. IFN γ dan TNF α serta IL-8 yang menyebabkan terjadinya akumulasi neutrofil. Lesi psoriasis memiliki empat karakteristik yaitu: (1) bercak-bercak eritem yang meninggi (plak) dengan skuama di atasnya. Keluhan yang dirasakan adalah gatal dan kadang rasa panas yang membuat pasien merasa tidak nyaman. dorsum manus dan dorsum pedis (skor PASI 4. pada pasien dengan psoriasis sedang hingga berat atau pada pasien yang telah menderita psoriasis lebih dari 50 tahun. pelebaran pembuluh darah dan inflamasi. kaki. Tempat predileksi lesi psoriasis yaitu pada scalp. parakeratosis. lempeng kuku. Eritema sirkumskripta dan merata. numular atau plakat dapat berkonfluensi. dan berwarna putih seperti mika dan transparan. Tanda yang paling umum dari psoriasis kuku ini adalah pitting selain itu juga perubahan warna lokal yang spesifik yaitu bercak berwarna kuning atau coklat disebabkan karena debris seluler di bawah kuku. 30 . IL-12. lutut. Pada psoriasis terdapat fenomena yang khas yaitu fenomena tetesan lilin dimana bila lesi yang berbentuk skuama dikerok maka skuama akan berubah warna menjadi putih yang disebabkan oleh karena perubahan indeks bias. kering.

Dermatosis seboroik Gambaran klinis yang khas pada dermatitis seboroik ialah skuama yang berminyak dan kekuningan dan berlokasi di tempat-tempat yang seboroik. Pada awalnya terjadi perubahan pada permukaan dermis saja berupa dilatasi kapiler dan edema papilla dermis dan infiltrasi limfosit yang mengelilingi pembuluh darah. parakeratosis dengan adanya netrofil pelebaran pembuluh darah di papilla dermis. sama dengan lesi pertama hanya lebih kecil. Psoriasis berbeda dengan dermatitis seboroik karena terdapat skuama yang berlapis-lapis berwarna putih seperti mika disertai tanda tetesan lilin dan Auspitz. PEMERIKSAAN PENUNJANG Gambaran laboratorium penderita psoriasis tidak menunjukkan angka yang spesifik dan tidak ditemukan pada semua pasien psoriasis. 31 . Limfosit akan meluas sampai bagian bawah epidermis yang akhirnya akan mengalami spongiosis. Stadium lesi yaitu lesi awal. Dermatitis seboroik biasanya pada alis. Lesi psoriasis lanjut ditandai oleh akantosis dengan pemanjangan rete riges. lesi yang berkembang dan lesi lanjut. hingga menyerupai pohon cemara terbalik. 2. susunannya sejajar dengan kosta. yaitu : 1. umumnya di badan.V. hilangnya lapisan granular. VI. mitosis suprabasal. yaitu siku. berbentuk oval dan anular. Lesi berikutnya timbul 4-10 hari setelah lesi pertama. penipisan suprapapillari plate dan sebukan sel radang ringan terdapat pada dermis dan atau papilla dermis. Tempat predileksi pada badan. lutut dan scalp. lengan atas bagian proksimal dan paha atas. solitar. telinga. diameternya kira-kira 3 cm. DIAGNOSIS BANDING Psoriasis dapat di diagnosis banding dengan beberapa penyakit lain yang diantaranya ada yang juga tergolong dermatosis eritroskuamosa. Asam urat serum menunjukkan peningkatan sampai 50% dan biasanya berhubungan dengan luasnya lesi dan aktifitas penyakit serta beresiko berkembang jadi arthritis gout. Sedangkan psoriasis banyak terdapat pada daerah-daerah ekstensor. Tempat predileksinya juga berbeda. memberi gambaran yang khas. sudut nasolabial. Pitiriasis rosea Pitiriasis berarti skuama halus. daerah sternum dan fleksor. Hal ini berbeda dengan proriasis dimana skuamanya tebal. Kelainan terutama terdapat pada pasien pustular generalisata dan psoriasis eritroderma. Tanda khas pada Pitiriasis rosea yaitu adanya lesi awal berupa herald patch.

Terapi topikal digunakan secara tunggal atau kombinasi dengan agen topikal lainnya atau dengan fototerapi. Topikal Terapi-terapi topikal yang digunakan untuk penatalaksanaan psoriasis meliputi preparat ter. usia dan jenis kelamin. Faktor pencetus harus tetap dihindari meskipun pasien dalam keadaan diterapi. Hasilnya akan lebih baik jika dikombinasikan dengan proliferasi dan anti inflamasi. Strategi pengobatan psoriasis dapat dibagi menjadi tiga langkah yaitu langkah pertama adalah terapi topikal (apabila luas permukaan yang terkena kurang dari 20 persen). berskuama. dan keratolitik (seperti asam salisilat). Pemilihan terapi untuk psoriasis harus diperhatikan derajat keparahan penyakit. calcipotriol. derivate vitamin D topikal dan analog vitamin A. Liken planus Gejala klinis sangat gatal. Terapi-terapi tersebut merupakan pilihan untuk penderita-penderita dengan psoriasis plak yang terbatas atau menyerang kurang dari 20% luas permukaan tubuh.3. VII. antralin. umumnya setelah satu atau beberapa minggu setelah kelainan pertama timbul diikuti oleh penyebaran lesi. Terdapat fenomena Kobner. Garis-garis anyaman berwarna putih. Kelainan yang khas terdiri atas papul yang poligonal. datar dan berkilat. imunomodulator topikal (takrolimus dan pimekrolimus). Kadang-kadang ada cekungan di sentral. lokasi psoriasis. Sebagian besar penderita tidak pernah mencapai suatu keadaan remisi yang bebas terapi. riwayat penyakit yang pernah diderita. kortikosteroid topikal. Tempat predileksi yang paling sering yaitu pada pergelangan tangan bagian fleksor atau lengan bawah. Preparat ter berfungsi sebagai anti 32 . tipe psoriasis. Meskipun penyakit ini tidak dapat disembuhkan. a) Preparat ter Preparat ter biasanya kurang efektif jika digunakan tunggal. PENATALAKSANAAN Psoriasis merupakan suatu penyakit dengan penatalaksanaan yang kompleks. dan obat psoriasis yang tersedia. gaya hidup. langkah kedua adalah fototerapi dan langkah ketiga adalah obat sistemik (apabila luas lesi melebihi 20 persen luas permukaan lesi) 1. terapi sinar ultraviolet. beberapa terapi yang ada saat ini dapat meminimalisir lesi-lesi kulit dan gejala-gejala lainnya.

dan untuk yang akut biasanya digunakan ter yang berasal dari kayu. Pada daerah muka. Konsentrasi 0. c) Antralin Antralin merupakan obat lama untuk mengobati psoriasis ringan sampai sedang. Sediaan ini banyak diterima oleh pasien karena pemakaiannya malam hari. karsinoma hanya diprovokasi oleh aplikasi klinis yang jarang terjadi. Obat ini dikatakan efektif tetapi bersifat iritatif dan kekurangan lainnya ialah mewarnai kulit dan pakaian. Jika telah terjadi perbaikan maka potensinya harus dikurangi. salep dan lotion. Jika diberikan potensi kuat pada mata dapat memberikan efek samping diantaranya teleangiektasis.1 sampai 1% dengan kontak singkat (15-30 menit) untuk mencegah iritasi. lipatan. dan solusio. sedangkan di lipatan berupa stria attrifikans. sehingga yang biasa digunakan adalah yang berasal dari kayu atau batubara. krim. anti-proliferatif. Folikulitis adalah efek samping utama dari ter batubara. dan ditempat lain digunakan salep. Di Indonesia. dan imunosupresif. b) Kortikosteroid topikal Kortikosteroid topikal yang digunakan dalam bentuk cream. Pada batang tubuh dan ekstremitas digunakan salep dengan potensi kuat bergantung pada lama penyakit. Antralin mempunyai efek anti mitotik dan menghambat beberapa enzim yang terlibat di dalam proliferasi epidermal. tapi kemungkinan dapat juga memberikan iritasi yang besar. Konsentrasi yang biasa digunakan 2-5% dimulai dengan konsentrasi rendah jika tidak ada perbaikan maka dapat ditingkatkan. Pada psoriasis yang telah menahun lebih baik digunakan ter yang berasal dari batubara. Efek samping yang dijumpai adalah iritasi. Dalam suatu penelitian terhadap para spesialis kulit di Amerika Serikat terlihat 85% responden memilihnya sebagai pilihan pertama. Untuk meningkatkan hasil pengobatan maka daya penetrasinya harus dipertinggi dengan cara menambahkan asam salisilat 3-5%. Digunakan setiap hari mampu membersihkan lesi psoriasis. muka dan daerah lipatan digunakan krim. Ter dari batubara lebih efektif dari kayu. Obat ini merupakan jenis yang paling banyak dipakai untuk pengobatan psoriasis ringan atau terbatas. kortikosteroid topikal tersedia dalam bentuk salep. Penyembuhan dalam 3 minggu. dan genitalia eksterna dipilih potensi sedang misalnya Triamcinolon acetoninide.Preparat ter yang berasal dari fosil biasanya kurang efektif. Untuk penggunaan 24 jam dapat 33 . Pada kulit kepala. Terapi kortikosteroid dikenal sebagai anti-inflamasi. Iritasi dan alergi jarang terjadi dan meskipun ter batubara telah terbukti menjadi karsinogen dalam percobaan hewan. Kortikosteroid kelas I digunakan maksimal selama 2 minggu.

respons maksimal baru terlihat setelah 6-8 minggu. dan maksimum sampai 1%. obat ini hanya memiliki sedikit efek samping.digunakan 0. Efek emolien adalah melembutkan permukaan tubuh selain lipatan. 34 . Obat ini mampu mengobati psoriasis ringan sampai sedang. fungsinya juga sebagai emolien dengan akibat meninggikan daya penetrasi bahan aktif. menghambat proliferasi. Walaupun tidak seefektif kortikosteroid superpoten. Pengobatan psoriasis dengan antralin memberikan efek yang maksimal ketika dikombinasikan dengan UVB. juga pada ekstremitas atas dan bawah. Biasanya digunakan salep dengan bahan dasar vaselin. dan eritema pada 30% pada kasus yang bersifat fotosintesis.1%. tetapi eritema dapat bertahan. yaitu dengan menggunakan moisturizer dan emolien. setiap34 hari. dapat digunakan sebagai monoterapi atau dikombinasikan dengan obat lain seperti steroid topikal pada lokasi plak psoriasis. f) Emolien Terapi topikal apapun yang dipakai. tetapi ada pula yang tetap teriritasi dalam pemakaian ulangan. dan terutama diberikan pada daerah badan. Mekanisme kerja sediaan ini adalah anti-proliferasi keratinosit. Walaupun lesi dapat menghilang sempurna. Bila dikombinasikan dengan steroid topikal potensi sedang dan kuat maka akan mempercepat penyembuhan dan mengurangi iritasi.1%. Emolien yang lain adalah lanolin dan minyak mineral. efeknya menghambat proliferasi dan normalisasi dari differensiasi keratinosit dan menghambat inflamasi. Reaksi iritasi dapat mengawali keberhasilan terapi. Untuk meredakan proses iritasi. Indikasinya diberikan pada psoriasis sedang sampai berat. calcipotriol dapat dikombinasikan dengan kortikosteroid superpoten. dan meningkatkan diferensiasi sel. preparatnya berupa salep atau krim. Antralin digunakan hanya pada plak yang kronik. Tazaroten tersedia dalam bentuk gel dan krim dengan konsentrasi 0. penetrasi akan lebih baik dan terapi lebih efektif. e) Tazaroten Tazaroten merupakan molekul retinoid asetelinik topikal. Tazaroten digunakan satu kali dalam sehari pada kulit yang kering. Efek sampingnya adalah iritasi berupa gatal dan rasa terbakar. Jadi emolien sendiri tidak mempunyai efek antipsoriasis. jika terlebih dahulu skuama psoriasis yang kering dikendurkan (loosen). d) Calcipotriol Calcipotriol merupakan sintetik dari vitamin D. juga menghambat produksi sitokin yang berasal dari keratinosit maupun limfosit. Calcipotriol merupakan pilihan utama atau kedua dalam pengobatan psoriasis.05%-0. jika tidak terdapat efek samping konsentrasinya dapat ditingkatkan. Respon terapi terlihat setelah dua minggu pengobatan. dilunakkan (soften) dan atau dilepaskan.

a. dan kerontokan rambut. 35 . Efek samping yang umum adalah kulit dan membran mukosa kering. Sebelum memberikan metotreksat.m 7. sebaliknya hepatotoksisitas adalah efek samping jangka panjang. Sintesis DNA terhambat setelah pemakaian Metoteksat akibat penurunan tiamin dan purin. xerofthalmia. Sistemik Metotreksat Metotrexat adalah antagonis asam folat yang menghambat dihydrofolat reduktase.5 mg. Toksisitas yang dapat timbul pada penggunaan acitretin adalah hipervitaminosis A. Pemakaian obat dengan pemantauan yang teliti dapat mengurangi efek samping. Dengan demikian metotreksat tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan hati dan alkoholisme.5 mg dengan interval 12 jam dalam seminggu dengan dosis total 7. sebagai anti inflamasi dan immunosupresif sehingga kontraindikasi pada pasien dengan infeksi sistemik. Metotreksat berespon baik dalam pengobatan psoriasis arthritis.5 mg – 5 mg per minggu. Efek samping sistemik yang sering terjadi adalah kenaikan lipid serum terutama trigliserida. memungkinkan terjadi teratogenitas tetapi acitretin memiliki waktu paruh yang lebih cepat dibandingkan etretinat. ginjal. Cara lain dengan diberikan i. b. Dosis optimal penggunaan acitretin pada orang dewasa adalah 25-50 mg/hari.5 mg-25 mg dosis tunggal setiap minggu. Acitretin bersifat teratogen dan dapat menyebabkan kelainan bawaan. Obat ini juga diberikan dalam jangka panjang pada psoriasis berat dan efektif untuk mengontrol psoriasis pustulosa dan psoriasis eritroderma.2. Metotreksat mampu menekan proliferasi limfosit dan produksi sitokin. Obat ini terbukti merupakan obat yang efektif dibandingkan dengan obat oral lainnya. fungsi hati. dan sistem hematopoetik pasien harus dalam kondisi yang baik. Metotreksat biasanya dipakai bila pengobatan topikal dan fototerapi tidak berhasil. Metotreksat menekan reproduksi sel epidermal. Etretinat disetujui untuk pengobatan psoriasis tetapi karena keberadaannya dalam jaringan tubuh persisten. Acitretin Acitretin merupakan bentuk metabolit dari Etretinat. Toksisitas sum-sum tulang belakang merupakan efek samping yang akut. Jika terjadi efek yang tidak dikehendaki maka diberikan dosis 3 x 2. Cara pemberian mula-mula diberikan tes dosis inisial 5 mg untuk mengetahui apakah ada gejala sensitivitas atau gejala toksik. dan hiperostosis skeletal. kalsifikasi ligamen. Jika tidak tampak perbaikan dosis dinaikkan 2. Efek samping yang juga mungkin muncul adalah osteoporosis.

muntah. Obat ini menghambat calcineurin fosfatase dan transkripsi IL-2 pada sel T. kesembuhan terjadi 2-4 kali pengobatan. digunakan sinar ultraviolet artifisial. 3. juga menghambat presentasi antigen oleh sel Langerhans dan degranulasi sel mast yang dimana hal itu berkontribusi pada patogenesis terjadinya psoriasis. metoksalen) dan disebut PUVA. 36 .5 mg/kgBB/hari dipakai sebagai terapi awal dengan dosis maksimum 4 mg/kgBB/hari. Dilakukan 2x seminggu. Siklosporin Siklosporin merupakan pengobatan yang sangat efektif pada penyakit psoriasis. atrofi tubular. maka dengan UVA akan terjadi efek sinergik. Fototerapi Sinar ultravioet mempunyai efek menghambat mitosis. pusing dan sakit kepala. sehingga dapat digunakan untuk pengobatan psoriasis. Efek samping ini merupakan akibat dari berkurangnya aliran darah ke ginjal dan efek toxic pada sel-sel ginjal. Diberikan 0. Cara yang terbaik adalah dengan penyinaran secara alamiah. Karena psoralen bersifat fotoaktif.6 mg/kgBB secara oral 2 jam sebelum penyinaran ultraviolet. Siklosporin dalam bentuk mikroemulsi lebih baik diserap oleh lambung daripada jenis sebelumnya. Sinar tersebut dapat digunakan secara tersendiri atau berkombinasi dengan psoralen (8metoksipsoralen. obat ini jarang dipakai oleh dermatologis. Karena itu. Hipertensi dan disfungsi ginjal adalah efek samping yang harus diperhatikan dalam penggunaan silosporin. Bersifat nerotoksik dan hepatotoksik. Efek samping umum yang mungkin muncul adalah intoleransi gastrointestinal yang bermanifestasi diare. Selanjutnya dilakukan pengobatan rumatan (maintenance) tiap 2 bulan. PUVA efektif pada 85 % kasus ketika psoriasis tidak berespon terhadap terapi yang lain. mual. tetapi sayang tidak dapat diukur dan jika berlebihan maka akan memperparah psoriasis. diantaranya sinar A yang dikenal sebagai UVA. nyeri abdominal dan penekanan sumsum tulang. Efek samping overdosis dari fototerapi berupa mual. arteriolpati. Dosis rendah 2. atau bersama-sama dengan preparat ter yang dikenal sebagai pengobatan cara Goeckerman.c. Siklosporin sangat efektif untuk segala bentuk psoriasis tetapi dengan mempertimbangkan berbagai efek samping dan kurangnya pengalaman. Biasa terjadi pada pasien yang mengkonsumsi siklosporin jangka panjang ( ± 1 tahun). Adapun kanker kulit (karsinoma sel skuamosa) yang dianggap sebagai resiko PUVA masih kontroversial. Perubahan anatomik yang dapat terjadi antara lain fibrosis intestinal. muntah.

Prognosis psoriasis adalah baik. Sehingga diperlukan pemberian edukasi kepada penderita tentang bagaimana psoriasis itu dan bagaimana menghindari faktor pencetus yang memungkinkan terjadinya psoriasis. Namun jika pustul timbul pada daerah psoriasis dan juga kulit di luar lesi. X. tertutup skuama tebal. Jarang dilaporkan kematian karena kasus ini. PROGNOSIS Prognosis baik jika mendapat terapi yang efektif namun angka kekambuhan dan perbaikan spontan tidak dapat diduga sebelumnya. obat. KOMPLIKASI Komplikasi dari psoriasis antara lain : 1.VIII. yaitu infiltrasi selsel radang di dermis dan hyperplasia epidermis. Skuama ini selalu menunjukkan gambaran menebal yang konstan dan perlekatannya kendor. tetapi dapat dikontrol dengan pengobatan yang rutin dan teratur. infeksi lokal. lutut. dan merokok. bersifat kronik residif. dan genitalia berupa makula eritematous yang berbentuk bulat. Berbagai faktor pencetus pada psoriasis diantaranya stres psikis. dan disertai gejala sistemik berupa panas atau rasa terbakar disebut Zumbusch. Sampai sekarang etiopatogenesis psoriasis belum diketahui secara pasti. tetapi diperkirakan ada dua komponen patogenesis psoriasis. KESIMPULAN Psoriasis merupakan dermatosis yang sering dijumpai. endokrin. tetapi bersifat residif. gangguan metabolik. 37 . Pengobatan psoriasis terbagi tiga. terdiri dari pengobatan topikal. kepala. Dapat menyerang sendi menimbulkan arthritis psoriasis Jika menyerang telapak kaki dan tangan serta ujung jari disebut psoriasis pustul tipe barber. 3. Psoriasis eritroderma jika lesi psoriasis terdapat di seluruh tubuh dengan skuama yang halus disertai gejala konstitusi berupa malaise IX. Di Indonesia sendiri secara prevalensi jumlah penderita psoriasis mencapai 1-3 persen (bahkan bisa lebih) dari populasi penduduk Indonesia. Kasus psoriasis sering djumpai secara universal di berbagai belahan dunia. trauma. Lesi kulit yang pertama kali timbul biasanya pada tempat yang mudah terkena trauma seperti pada siku. Pada psoriasis terdapat fenomena tetesan lilin. tetapi biasanya angka kesakitan pasien akan meningkat akibat seringnya kekambuhan dari penyakit. Meskipun tidak dapat disembuhkan. sistemik dan fototerapi. Meskipun psoriasis tidak menyebabkan kematian. 2. Auspitz dan Kobner (isomorfik). sakrum. alkohol.

maka gejalanya akan lebih banyak menyerupai ankilosing spondilitis. cyclosporin dan 38   . Psoriasis merupakan suatu kelainan kulit menahun yang sering ditemukan. Pada sekitar 75% kasus. Pada beberapa penderita. nyeri pergelangan tangan. pembengkakan dan nyeri persendian (artritis). PENGOBATAN Obat anti peradangan non-steroid atau salisilat diberikan untuk mengurangi nyeri dan peradangan sendi.PSORIASIS ARTRITIS (RADANG SENDI PSORIASIS)  DEFINISI Artritis Proriatik (Psoriatic arthritis) adalah suatu peradangan sendi (artritis) yang terjadi pada orang-orang yang menderita psoriasis pada kulit atau kuku. Jika melibatkan tulang belakang. Penyakit ini bisa timbul dalam berbagai bentuk. tetapi bisa juga pada persendian lainnya. penyakit ini bersifat berat dan biasanya menyerang jari-jari tangan dan tulang belakang. methotrexate. Beberapa obat yang efektif untuk mengobati artritis rematoid juga digunakan untuk mengobati penyakit ini. biasanya pada persendian jari tangan dan jari kaki. DIAGNOSIS Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya lesi kulit disertai pembengkakan dan nyeri tekan pada persendian. artritis didahului oleh psoriasis. tetapi tidak menghasilkan antibodi spesifik seperti halnya artritis rematoid. bisa disertai kuku yang berlubang). nyeri pinggul. Diantaranya adalah senyawa emas. nyeri pergelangan kaki nyeri dan pembengkakan pada tempat persambungan tendo dengan tulang mungkin melibatkan tendo Achilles. Artritis biasanya bersifat ringan dan hanya melibatkan sebagian kecil persendian.  GEJALA Gejalanya berupa: kelainan kuku atau lesi kulit karena psoriasis (kulit menjadi bersisik-sisik kemerahan dan terjadi penebalan. Sekitar 1 diantara 20 penderita psoriasis akan menderita artritis. nyeri sikut. Bisa dilakukan pemeriksaan rontgen persendian. nyeri lutut.  PENYEBAB Penyebabnya tidak diketahui. Biasanya penderita psoriasis memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita artritis. yang menyebabkan timbulnya bercak-bercak merah di kulit. Penyakit ini mirip dengan artritis rematoid. tetapi diduga melibatkan faktor genetik.

sekresi kelenjar. karena bisa menyebabkan kelainan bawaan sehingga tidak boleh diberikan kepada wanita hamil. Tetapi.sulfasalazine. persendian bisa mengalami kerusakan yang hebat. Obat lainnya adalah etretinat.Untuk meningkatkan mobilitas persendian. yang biasanya efektif pada kasus yang berat tetapi memiliki efek samping yang serius. Kombinasi metotreksat per-oral dengan pengobatan sinar ultraviolet (PUVA). karena itu wanita sebaiknya tidak hamil selama pengobatan atau minimal 1 tahun setelah pemakaian obat dihentikan. karena sendi yang terkena lebih sedikit dan penyakitnya seringkali bersifat ringan. Kadang steroid disuntikkan langsung ke persendian yang terkena. pengatur suhu tubuh. Etretinat menetap di dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama. Prognosis untuk artritis psoriatik biasanya lebih baik dibandingkan dengan artritis rematoid. Struktur Kulit Kulit. dilakukan latihan khusus untuk persendian yang terkena. bisa mengurangi gejala kulit dan peradangan pada tulang kecuali tulang belakang. Atau bisa juga digunakan terapi panas dan dingin maupun hidroterapi. Jarang perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki atau mengganti persendian yang terkena. atau dikenal juga sebagai integumen. pendeteksi sensasi sensoris di kulit. dan sintesis vitamin D. 39 . melapisi permukaan luar tubuh dan berfungsi sebagai pelindung.

stratum granulosum. 4) Stratum spinosum Terdiri atas sel-sel keratinosit yang saling terhubung oleh desmosom atau interceluller bridges. Dari lapisan luar ke dalam: stratum korneum. dan stratum basale. tidak berinti. yang menyusun hampir seluruh epidermis. kulit tersusun atas tiga lapisan: 1. Pada sitoplasma keratinosit. terdapat granul-granul keratohialin. 3) Stratum granulosum Terdiri dari beberapa lapis sel-sel keratinosit yang mulai mengalami apoptosis. Protoplasma keratinosit jernih dengan inti terletak di tengah-tengah. 1) Stratum korneum (lapisan tanduk) Lapisan kulit paling luar dan terdiri dari beberapa lapis sel-sel mati keratinosit berbentuk gepeng. stratum lusidum (hanya ada pada thick-skin). Mukosa biasanya tidak mempunyai lapisan ini. stratum spinosum. dan protoplasmanya telah berubah menjadi keratin (zat tanduk).Secara garis besar. Keratinosit. Mengandung keratin dalam jumlah besar. Lapisan epidermis Ada empat tipe sel utama di epidermis: a. tersusun dalam empat lapisan (atau lima pada thick skin atau kulit tebal seperti di telapak tangan dan kaki). Merupakan lapisan sel-sel gepeng keratinosit tanpa inti dengan protoplasma yang berubah menjadi protein yang disebut eleidin. Keratinosit 40 . 2) Stratum lusidum Lapisan ini hanya terdapat pada thick-skin seperti telapak tangan dan kaki.

Berdasarkan struktur jaringan. Lapisan dermis Terletak di bawah lapisan epidermis dan lebih tebal daripada epidermis. Sel langerhans berfungsi dalam respon imun dan melindungi kulit dari mikroba. dermis terbagi menjadi dua regio: a. Sel merkel terletak pada lapisan paling dalam dari epidermis (stratum basale) dan terhubung dengan saraf sensori. Regio ini membentuk tonjolan-tonjolan (papil) ke arah epidermis. b. 2. Pars papillary tersusun dari jaringan ikat aerolar dengan kolagen yang tipis dan serat elastik halus. Melanosit menghasilkan glanuler melanin (glanuler pigmen) yang memberikan warna pada kulit dan dapat mengabsorp sinar ultraviolet (UV) sehingga tidak terjadi kerusakan DNA nukleus. Sel ini berfungsi dalam menyampaikan sensasi sentuhan. 5) Stratum basale Merupakan lapisan epidermis paling bawah yang tersusun dari keratinosit berbentuk kubus (kuboid) atau kolumnar. Sel langerhans dan melanosit juga terdapat pada lapisan ini. c.berbentuk polygonal dan semakin gepeng semakin dekat dengan permukaan. Papil-papil tersebut dapat mengandung kapiler dan beberapa 41 . Dermis tersusun dari jaringan ikat yang mengandung kolagen dan serat-serat elastik. Melanosit dan sel merkel tersebar di antara sel-sel keratinosit lapisan ini. Sel keratinosit pada lapisan ini masih memiliki organel yang lengkap. d.

Apendises Kulit à Terdiri dari kelenjar keringat ekrin dan apokrin. Mikrosirkulasi berasal dari interkonekting di atas. jamur dan parasit. Lapisan subkutis Disebut juga lapisan hipodermal. seperti badan Meissner yang peka terhadap sentuhan dan ujung-ujung saraf bebas. bundel kolagen. Dilapisan ini terdapat badan paccini yang sensitif terhadap tekanan.reseptor taktil. regulasi temperatur dan tekanan darah. sakit. mikrobiologik. Kulit melindungi sel-sel tubuh bagian yang lebih dalam terhadap gesekan. serta kerusakan akibat ultra violet. Serat-serat kolagen pada regio ini saling menyilang dan membentuk struktur seperti jaring. dan kelenjar sudoriferous (kelenjar keringat) mengisi ruang-ruang antar serat-serat tersebut. Di sekitar bulbus dan folikel rambut terdapat badan Ruffini untuk sensasi rabaan halus. serta respon inflamasi. 42 . serta kelenjar minyak. mekanik. Sel-sel ini membentuk kelompok yang dipisahkan satu sama lain oleh trabekula dan fibrosa. dan gatal. untuk vaskularisasi epidermis dan apendises. Persyarafan dan Inervasi Kulit Ujung syaraf bebas untuk sensasi dingin. panas. Pars reticuller tersusun dari jaringan ikat padat ireguler yang mengandung fibroblast. b. Terdiri dari jaringan ikat areolar dan sel-sel adiposa (lemak) berbentuk bulat besar dengan inti yang terdesak ke pinggir sitoplasma. pembuluh darah. folikel rambut. Lapisan sel-sel lemak disebut panikulus adipose. Sel-sel lemak. saraf. Di sekitar sel Merkel terdapat badan Hederiform IVY-shaped untuk sensasi sentuhan. Fisiologi kulit a. Di sekitar papila dermis palmar dan plantar banyak terdapat badan Meissner untuk sensasi rabaan atau sentuhan. di bagian lebih dalamnya terdapat badan Paccini untuk sensasi vibrasi atau tekanan. kelenjar sebasea (kelenjar minyak). 3. Sensasi vibrasi ini terkait dengan badan glomus yang berhubungan dengan regulasi tekanan darah. Vaskularisasi berfungsi nutrisi. Vaskularisasi Kulit Vaskularisasi di sini terdiri dari 3 dimensi yaitu 2 sistem pleksus paralel dengan kulit dan 1 sistem vertikal yang menghubungkan bagian atas dan bawah dari dari kedua pleksus tadi. dan serat elastik kasar. tekanan. dan saraf.

Persepsi e. bagian yang terbuka di atas dasar jaringan lunak kulit pada ujung jari disebut nail plate. Proses ini berlangsung terus menerus seumur hidup. Kelenjar keringat (glandula sudorifera) : kelenjar ekrin dan apokrin. dan terdapat pada orang dewasa. dan rambut terminal yaitu rambut kasar dengan banyak pigmen. dan yang paling ujung adalah bagian kuku yang bebas. dan sampai sekarang belum sepenuhnyadimengerti. Keratinosit dimulai dari sel basal mengadakan pembelahan. yaitu lanugo yang merupakan rambut halus dan tidak mengandung pigmen. Rambut : terdiri dari akar rambut yang terbenam dalam kulit dan batang rambuut yang berada di luar kulit. Bagian kuku yang terbenam dalam kulit jari disebut nail root. Ada dua macam tipe rambut. rambut.b. Adneksa Kulit 1. Kelenjar palit (glandula sebasea) : biasanya terletak disamping akar rambut. Proteksi b. Pembentukan pigmen g. e. Memproses substansi antigenik untuk disajikan ke dalam proses imunologik selanjutnya. melanosit. mempunyai medula. Kuku : bagian terminal lapisan tanduk (stratum korneum) yang menebal. makin ke atas sel menjadi sel tanduk yang amorf. lapisan epidermis dewasa mempunyai 3 jenis sel utama yaitu keratinosit. Mengatur dan memelihara temperatur tubuh. karena terdapatnya struktur keratinisasi khusus. Langerhans. 2. Fungsi pengaturan suhu tubuh f. Absorpsi c. Sebagai alat neuroreseptor dalam monitoring berbagai stimulan lingkungan. b. sel basal yang lain akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi sel spinosum. Pembentukan vit D Pada fungsi keratinisasi. d. 3. Keratinisasi h. Berfungsi kosmetik dan protektif. c. Proses ini 43 . dan kuku. Fungsi Kulit : a. Kelenjar kulit a. Ekskresi d.

Lapisan ventral yang dibentuk oleh lapisan tanduk dasar kuku dan hiponikium yang mengandung keratin lunak.1 mm/ hari. Lapisan dorsal tipis yang dibentuk oleh matriks bagian proksimal (1/3 bagian). LK terdiri dari tiga lapisan horizontal yang masing-masing adalah: 1. terletak di dorsalo paling distal. Daerah di bawah LK disebut hiponikium. Lipat kuku proksimal merupakan perluasan epidermis.0 mm. LK terbentuk dari bahan tanduk yang tumbuh ke arah dorsal untuk waktu yang tidak terbatas. 3. Warna putih lunula disebabkan epitel yang lebih tebal dari epitel kasar kuku dan kurang melekatnya epitel dibawahnya sehingga transmisi warna pembuluh drah kurang dipancarkan. bersama kuku yang melindungi matriks kuku. dan memberi perlindungan kulit terhadap infeksi secara mekanis fisiologik. keras. Tebal kuku tangan bervariasi 0. transparan.berlangsung normal selama kira-kira 14-21 hari. Produk akhirnya adalah kutikel. Lunula atau bulan sabit terletak di proksimal LK.5 mm. kuku jari kaki 1/31/2 kecepatan kuku jari tangan.0.75mm. Kuku Kuku tersusun atas protein yang mengeras disebut keratin. Lunula merupakan ujung akhir matriks kuku. Fungsinya sebagai pelindung ujung jari tangan dan jari kaki. 2. Kecepatan tumbuh kuku jari tangan: lebih kurang 0. Lempeng kuku (LK) berbentuk empat persegi panjang. Alur kuku dan lipat kuku merupakan batas dan pelindung kuku. cembung ke arah lateral dan dorsal. Lapisan intermediet yang dibentuk oleh matriks bagian distal (2/3 bagian). dan pada kaki dapat mencapai 1. Pada matriks kuku terdapat sel melanosit 44 .

8) Eponikium : merupakan dinding kuku bagian proksimal. memperpanjang masa hidup eritrosit dan platelet darah. mengurangi proliferasi fibroblast. BETAMETHASON Betametason adalah glukokortikoid sintetik yang mempunyai efek sebagai antiinflamasi dan imunosupresan. Durasi aktivitas antiinflamasi sejalan dengan durasi penekanan HPA (Hipotalamik-Pituitari-Adrenal) aksis. 4) Alur kuku (nail groove) : merupakan celah antara dinding dan dasar kuku. mencegah pelepasan hidrolase perusak asam dari leukosit. 9) Hiponikium : merupakan dasar kuku. glukoneogenesis dan penyebaran kembali lemak dari perifer ke daerah pusat tubuh. Deksklorfeniramin maleat adalah antihistamin derivat propilamin. menghasilkan neutrofilia dan eosinopenia. mengurangi daya pelekatan leukosit pada kapiler endotelium.Bagian-bagian kuku : 1) Matriks kuku: merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru. menghasilkan limpositopenia. mengendapkan kolagen dan mekanisme lainnya. Juga mengurangi absorbsi intestinal dan menambah ekskresi kalsium melalui ginjal. 45 . Obat dapat mengurangi aktivitas dan volume limfatik. menghambat akumulasi makrofag pada daerah radang. 7) Lunula : merupakan bagian lempeng kuku berwarna putih dekat akar kuku berbentuk bulan sabit. maka bila digunakan untuk pengobatan insufisiensi adrenokortikal. mengurangi permeabilitas dinding kapiler dan terjadinya edema. sering tertutup oleh kulit. 2) Dinding kuku (nail wall) : merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian pinggir dan atas. 6) Lempeng kuku (nail plate) : merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku. betametason harus dikombinasikan dengan suatu mineralokortikoid. meningkatkan katabolisme protein. menurunkan konsentrasi imunologi reaktivitas jaringan interaksi antigen-antibodi sehingga menekan respon imun. 5) Akar kuku (nail root): merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku. Betametason juga menstimulasi sel-sel eritroid dari sumsum tulang. Karena efek retensi natriumnya (sifat mineralokortikosteroid) sangat sedikit. melawan aktivitas histamin dan pelepasan kinin dari substrat. kulit arinya menutupi bagian permukaan lempeng kuku. Efek antiinflamasi terjadi karena betametason menstabilkan leukosit lisosomal. 3) Dasar kuku (nail bed): merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku. kulit ari di bawah kuku yang bebas (free edge) menebal.

maka pemberian IV biasanya tidak perlu. Sediaan Betametason umumnya tersedia di pasar dalam bentuk Salep. tablet dapat dihancurkan. betametason dapat diberikan secara IM atau IV. Namun. khususnya pada penggunaan transdermal atau pada kerusakan kulit. Farmakologi Betametason dapat diabsorpsi oleh saluran cerna.Deksklorfeniramin menghambat aksi farmakologis histamin secara kompetitif (antagonis histamin reseptor H1). sejumlah betametason dapat diabsorbsi dan selanjutnya memberikan efek sistemik.anak : < 12 tahun : penggunaannya tidak direkomendasikan. Penderita yang sedang diimunisasi. krim. juga pada pemberian secara lokal. terutama dalam kondisi reaksi distonik akut. Tukak lambung. Penderita yang mendapat terapi penghambat monoamin oksidase (MAO). Dosis. Infeksi fungi sistemik. Indikasi : Alergi yang membutuhkan terapi dengan kortikosteroid. Pada pemberian secara injeksi. Saat digunakan secara lokal. > 13 tahun : gunakan seminimal mungkin untuk periode yang singkat untuk menghindari supresi aksis HPA. Kontra indikasi : Penderita yang sensitif terhadap betametason dan sulfit. 46 . Cara Pemberian dan Lama Pemberian Pemberian Topikal : - Anak . karena onset dan khasiat yang setara antara pemberian IM dan IV. injeksi dan tablet. Jika pasien mengalami kesulitan menelan.

purpura. termasuk fraktur kompresi 47 . hipopigmentasi. episode pingsan. kulit rapuh. Dewasa : Krim : gunakan sekali atau dua kali sehari. dermatitis perioral. tromboflebitis. perforasi usus kecil dan besar. dermatitis perioral. SC atrofi lemak. kekeringan. maserasi kulit. distensi abdomen. vertigo. ruptur miokard  Kejang. esofagitis ulseratif.Krim : gunakan sekali atau dua kali sehari. infeksi sekunder. eritema.   Timbul jerawat atau memperparah jerawat. Efek Samping  Absorpsi melalui kulit dapat mensupresi adrenal dan sindrom cushing tergantung luas permukaan kulit dan lama pengobatan. peningkatan TIO. menyengat dan cracking / mengencangkan kulit. dermatitis kontak. kelemahan.  Pada kulit dapat terjadi peningkatan lebar dan buruknya infeksi yang tidak diobati. glaukoma. ulkus peptikum dengan perforasi dan perdarahan. atrofi kulit. penindasan reaksi tes kulit. miliaria. Lotion : gunakan sekali atau dua kali sehari. iritasi. striae.  Gangguan penyembuhan luka. Pankreatitis. striae. letusan acneiform. gatal.pemakaian jangan melebihi 2 minggu atau 45 Lotion : gunakan sekali atau dua kali sehari. penipisan kulit dan perubahan struktur kulit. telangiectasia.   Katarak subkapsular posterior. mg/minggu. sakit kepala. dermatitis kontak alergi. tekanan intrakranial meningkat dengan papilledema (pseudotumor cerebri). mual. hipertensi. Tromboemboli atau emboli lemak. eritema. angiitis nekrosis. nekrosis aseptik femoral dan kepala humerus. tipis. kelelahan. pemakaian jangan melebihi 50 mL/minggu. pemakaian jangan melebihi 50 mL/minggu. aritmia jantung atau ECG perubahan.  Otot (misalnya. lupus eritematosus seperti luka. edema angioneurotic.pemakaian jangan melebihi 2 minggu atau 45 mg/minggu. folikulitis. perineum iritasi. osteoporosis. mati rasa jari. nafsu makan meningkat dan berat badan. exophthalmos. hipertrikosis. neuritis / parestesia. insomnia. Aplikasi topikal dapat menyebabkan pembakaran. urtikaria. dermatitis alergi. patah tulang spontan. psikosis. hirsutisme. muntah. pruritus. petekie dan ekimosis. depigmentasi sedang dan hipertrikosis. hiperpigmentasi. tendon pecah. miopati.

Penggunaan topikal dapat menghasilkan reaksi merugikan yang sama terlihat dengan penggunaan sistemik. dyspnea. Ketika beberapa dosis harus diberikan. malaise . kelemahan otot. dan asam salisilat. osteoporosis. Makanan juga tidak mempengaruhi efek penyerapan dan mekanisme kerja betametason.  Pemberian pada anak-anak sering menyebabkan terjadinya efek samping. pembengkakan ekstremitas bawah. sakit tenggorokan berkepanjangan. hirsutisme. muntah. perubahan cushingoid.  Pembeian dosis tinggi pada ibu hamil dapat menyebabkan depresi adrenal pada janin. hipersensitif. hipoglikemia (overdosis akut). anoreksia. hipotensi ortostatik. miopati.   Pemberian betametason hendaknya tidak dihentikan secara tiba-tiba. demam.   obat ini harus diberikan sebelum 9 pagi untuk hasil terbaik. kejengkelan atau masking infeksi. jerawat.vertebral dan fraktur patologis dari tulang panjang). hendaknya diberikan dengan dosis terbagi yang merata sepanjang hari. beritahu pasien untuk melakukan identifikasi terhadap pemberian terapi steroid. kelemahan. mialgia. anoreksia. diabetes. kulit deskuamasi.  Jika pasien menderita diabetes. pusing. obesitas sentral. moonface. termasuk reaksi anafilaktik. Over Dosis Berikut adalah beberapa gejala overdosis. Interaksi Betametason tidak aktif dengan karbon aktif. demam. perlu memantau adanya peningkatan kadar glukosa darah dan kemungkinan adanya peningkatan pemberian dosis insulin. Peringatan dan Perhatian  Betametason hendaknya digunakan bersama dengan makan atau makanan ringan untuk menghindari mual. muntah darah. diare. disfungsi seksual. Anjurkan pasien sebelum menggunakan Betametason untuk melaporkan bila ada gejala-gejala seperti penurunan berat badan yang tidak biasa. mual. striae.  Jika pasien memerlukan terapi jangka panjang. atau dingin. mual. wajah membengkak. hipertensi. malaise. artralgia. pusing. pingsan. ekimosis. kotoran berwarna hitam. tetapi obat ini tidak disekresi melalui air susu. 48 .

A tidak bisa sembuh total tapi hanya berkurang & memerlukan jangka waktu tertentu. ketidakseimbangan elektrolit dan cairan (overdosis kronis) Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah kedap dan terhindar dari cahaya Pada kasus : Obat bethametasone topikal ( antiinflamasi ) & moisturizer ( pelembut permukaan kulit ) yang diberikan hanya merupakan terapi paliatif atau bersifat simptomatik saja bukan sebagai terapi kausatif sehingga gejala-gejala klinis pada Tn.hiperlipidemia. Simtomatiknya tidak bisa sempurna dan akan memperlambat penyembuhan / timbulnya gejala klinis dari penyakit yang diderita Tn A yang juga sangat dipengaruhi oleh factor bawaan/genetik. 49 . Apalagi jika pemakaian obat tersebut tidak teratur maka efek Tx. ulkus peptikum. infark.

Squid.KERANGKA KONSEP Faktor genetik (familial) tn. 64tahun mengalami reaksi autoimun Faktor pencetus (non familial) Aktivasi sitokin Aktivasi sel langerhans Aktivasi fibroblas dan sinovial Proliferasi stratum basale stratum korneum Proliferasi epidermis (turn over time 3-4 hari Papule + squama putih tebal Kaku dan nyeri sendi Media yang baik untuk pertumbuhan jamur Destruksi kuku Pitting nails Erythematous plaque Pemeriksaan auspitz (+) Tetesan lilin (+) 50 .

mengalami psoriasis vulgaris tipe plakat dengan komplikasi psoriasis atrhitis.KESIMPULAN Tn. 51 . Squid.64 tahun.

.org/content/34/1/56.id www. Fitzpatrick’s Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology Fifth Edition. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit.2008.org/arthritis-info/psoriatic-arthritis/diagnosis.html Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Sylvia Anderson dkk.DAFTAR PUSTAKA Price. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2010.com/article/1108072-diagnosis http://majalah-farmacia.oxfordjournals.com/rubrik/one_news. www.Balai Penerbit FKUI. Mc.jpg http://www. http://ard..hopkins-arthritis.extract.usu.com/doi/10. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.1529-8019.id 52 . 2006. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin.asp?IDNews=6 http://onlinelibrary. Klaus et all.x/full http://rheumatology. Jakarta: EGC Wolff.ac. FKUI.full http://emedicine. Edisi kelima.com/content/64/suppl_2/ii3.unair.medscape.bmj. Jakarta.wiley. Graw Hill Djuanda Adhi. 2007.ac.01215.1111/j.