BAB I PENDAHULUAN Vertigo adalah halusinasi gerakan lingkungan sekitar serasa berputar mengelilingi pasien atau pasien serasa

berputar mengelilingi lingkungan sekitar. Vertigo tidak selalu sama dengan dizziness. Dizziness adalah sebuah istilah non spesifik yang dapat dikategorikan ke dalan 4 subtipe tergantung gejala yang digambarkan oleh pasien.1 Terdapat empat tipe dizziness yaitu vertigo, lightheadedness, presyncope, dan disequilibrium. Yang paling sering adalah vertigo yaitu sekitar 54% dari keluhan dizziness yang dilaporkan pada primary care. 2 Diagnosis banding vertigo meliputi penyebab perifer vestibular (berasal dari system saraf perifer), dan sentral vestibular (berasal dari system saraf pusat) dan kondisi lain. 93% pasien pada Iprimary care mengalami BPPV, acute vestibular neuronitis, atau menire disease.2 Karena pasien dengan dizziness seringkali sulit menggambarkan gejala

mereka, menetukan penyebab akan menjadi sulit. Penting untuk membuat sebuah pendekatan menggunakan pengetahuan dari kunci anamnesis, pemeriksaan fisik, dan temuan radiologis akan membantu dokter unutk menegakkan diagnosis dan member terapi yang tepat untu pasien.3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Vertigo adalah halusinasi gerakan lingkungan sekitar serasa berputar mengelilingi pasien atau pasien serasa berputar mengelilingi lingkungan sekitar. Vertigo tidak selalu sama dengan dizziness. Dizziness adalah sebuah istilah non spesifik yang dapat dikategorikan ke dalan 4 subtipe tergantung gejala yang digambarkan oleh pasien. Dizziness dapat berupa vertigo, presinkop (perasaan lemas disebabkan oleh berkurangnya perfusi cerebral), light-headness, disequilibrium (perasaan goyang atau tidak seimbang ketika berdiri). 1 Vertigo - berasal dari bahasa Latin vertere yang artinya memutar - merujuk pada sensasi berputar sehingga mengganggu rasa keseimbangan seseorang, umumnya disebabkan oleh gangguan pada sistim keseimbangan. 3 2.2 Epidemiologi Vertigo merupakan gejala yang sering didapatkan pada individu dengan prevalensi sebesar 7%. Beberapa studi telah mencoba untuk

menyelidikiepidemiologi dizziness, yang meliputi vertigo dan non vestibular dizziness. Dizziness telah ditemukan menjadi keluhan yang paling sering diutarakan oleh pasien, yaitu sebesar 20-30% dari populasi umum. Dari keempat jenis dizziness vertigo merupakan yang paling sering yaitu sekitar 54%. Pada sebuah studi mengemukakan vertigo lebih banyak ditemukan pada wanita disbanding pria (2:1), sekitar 88% pasien mengalami episode rekuren. 2 Frekuensi Di Amerika Serikat, sekitar 500.000 orang menderita stroke setiap tahunnya. Dari stroke yang terjadi, 85% merupakan stroke iskemik, dan 1,5% diantaranya terjadi di serebelum. Rasio stroke iskemik serebelum dibandingkan dengan stroke perdarahan serebelum adalah 3-5: 1. Sebanyak 10% dari pasien infark serebelum, hanya memiliki gejala vertigo dan ketidakseimbangan. Insidens sklerosis multiple

berkisar diantara 10-80/ 100.000 per tahun. Sekitar 3000 kasus neuroma akustik didiagnosis setiap tahun di Amerika Serikat.

Jenis kelamin Insidens penyakit cerebrovaskular sedikit lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Dalam satu seri pasien dengan infark serebelum, rasio antara penderita pria dibandingkan wanita adalah 2:1. Sklerosis multiple dua kali lebih banyak pada wanita dibandingkan pria. Usia Vertigo sentral biasanya diderita oleh populasi berusia tua karena adanya faktor resiko yang berkaitan, diantaranya hipetensi, diabetes melitus, atherosclerosis, dan stroke. Rata-rata pasien dengan infark serebelum berusia 65 tahun, dengan setengah dari kasus terjadi pada mereka yang berusia 60-80 tahun. Dalam satu seri, pasien dengan hematoma serebelum rata-rata berusia 70 tahun. Morbiditas/ Mortalitas Cedera vaskular dan infark di sirkulasi posterior dapat menyebabkan kerusakan yang permanen dan kecacatan. Pemulihan seperti yang terjadi pada vertigo perifer akut tidak dapat diharapkan pada vertigo sentral. Dalam satu seri, infark serebelum memiliki tingkat kematian sebesar 7% dan 17% dengan distribusi arteri superior serebelar dan arteri posterior inferior serebelar. Infark di daerah yang disuplai oleh arteri posterior inferior serebelar sering terkait dengan efek massa dan penekanan batang otak dan ventrikel ke empat, oleh karena itu, membutuhkan manajemen medis dan bedah saraf yang agresif. Dalam satu rangkaian 94 pasien, 20 diantaranya datang dengan Glasgow Coma Scale (GCS) 8 yang mengindikasikan adanya penurunan kesadaran yang signifikan. Tingkat kematian pasien lainnya, yaitu yang GCSnya lebih dari 8, adalah 20% Neuroma akustik memiliki tingkat kematian yang rendah jika dapat didiagnosis dengan cepat. Tumor dapat diangkat tanpa mengganggu N VII, namun gangguan pendengaran unilateral dapat terjadi.

6. Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga.5 Keseimbangan dikendalikan oleh otak kecil yang mendapat informasi tentang posisi tubuh dari organ keseimbangan di telinga tengah dan mata. tumor yang menekan saraf vestibularis. gentamisin. Berbagai penyakit atau kelainan dapat menyebabkan vertigo. Penyebab umum dari vertigo:6 1. peradangan saraf vestibuler. di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak dan di dalam otaknya sendiri. mabuk laut. 3. Penyebab vertigo serta lokasi lesi :7 Labirin. Kelainan telinga : endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam yang menyebabkan benign paroxysmal positional 4. Obat-obatan : alkohol. Organ ini memiliki saraf yang berhubungan dengan area tertentu di otak. 5. Kelainan Neurologis : Tumor otak. Penyebab vertigo dapat berasal dari perifer yaitu dari organ vestibuler sampai ke inti nervus VIII sedangkan kelainan sentral dari inti nervus VIII sampai ke korteks. herpes zoster. dan patah tulang otak yang disertai cedera pada labirin. terlalu sedikit atau banyak aliran darah ke otak dan lain-lain. obat-obatan. 7.sederet penyebabnya antara lain akibat kecelakaan. Kelainan sirkularis : Gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak ( transient ischemic attack ) pada arteri vertebral dan arteri basiler. labirintis. infeksi telinga bagian dalam karena bakteri.3 Etiologi Vertigo merupakan suatu gejala. persyarafannya atau keduanya.2.stres. Keadaan lingkungan : mabuk darat. sklerosis multipel. penyakit maniere. Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam. telinga dalam vertigo posisional paroksisimal benigna . 2. gangguan pada telinga bagian dalam. vertigo.

inflamasi (misalnya pada sifilis. derivat kina atau antineoplasitik yang mengandung platina. Antimikroba lain yang dikaitkan dengan gejala vestibuler antara lain sulfonamid. Obat Insufisiensi vertebrobasiler . bakteri) toksik (misalnya oleh aminoglikosid. amikasin dan netilmisin lebih bersifat ototoksik. sedangkan kanamisin. antiinflamasi nonsteroid. Streptomisin lebih bersifat vestibulotoksik.- pasca trauma penyakit menierre labirinitis (viral.Obat-obat itu antara lain aminoglikosid. diuretik loop. demikian juga gentamisin. asam nalidiksat. streptomisin. herpes zoster) neuritis vestibular neuroma akustikus tumor lain di sudut serebelo-pontin Telinga luar dan tengah Otitis media Tumor SENTRAL Supratentorial Trauma Epilepsi Infratentorial Obat Beberapa obat ototoksik dapat menyebabkan vertigo yang disertai tinitus dan hilangnya pendengaran. metronidaziol dan minosiklin. Terapi berupa penghentian obat bersangkutan dan terapi fisik. gentamisin) oklusi peredaran darah di labirin fistula labirin Saraf otak ke VIII neuritis iskemik (misalnya pada DM) infeksi. penggunaan obat supresan vestibuler tidak dianjurkan karena jusrtru menghambat pemulihan fungsi vestibluer.

Patologik : . 2.  Mabuk ruang angkasa (space sickness) Mabuk ruang angkasa adalah fungsi dari keadaan tanpa berat (weightlessness).  Vertigo ketinggian (height vertigo) Adalah uatu instabilitas subjektif dari keseimbangan postural dan lokomotor oleh karena induksi visual. atau saraf vestibular). dan somatosensorik berfungsi baik. disertai rasa takut jatuh. Fisiologik : ketinggian. Vertigo fisiologik adalah keadaan vertigo yang ditimbulkan oleh stimulasi dari sekitar penderita. mabuk udara.sentral .7 1. Keadaan yang memperovokasi antara lain duduk di jok belakang mobil. Yang termasuk dalam kelompok ini antara lain :  Mabuk gerakan (motion sickness) Mabuk gerakan ini akan ditekan bila dari pandangan sekitar (visual surround) berlawanan dengan gerakan tubuh yang sebenarnya.penyekat alfa adrenergik. mata. Mabuk gerakan akan sangat bila sekitar individu bergerak searah dengan gerakan badan. serebelum atau otak) atau di perifer (telinga – dalam.perifer Vertigo dapat diklasifikasikan menjadi : . dimana sistem vestibulum. vasodilator dan antiparkinson dapat menimbulkan keluhan rasa melayang yang dapat dikacaukan dengan vertigo 2. atau membaca waktu mobil bergerak. dang gejala-gejala vegetatif.4 Klasifikasi Vertigo dapat berasal dari kelainan di sentral (batang otak. Pada keadaan ini terdapat suatu gangguan dari keseimbangan antara kanalis semisirkularis dan otolit.

Sentral diakibatkan oleh kelainan pada batang batang otak atau cerebellum b. gula darah yang rendah. migren basiler neuronitis vestibuler. Medical vertigo dapat diakibatkan oleh penurunan tekanan darah . batang otak. Perifer disebabkan oleh kelainan pada telinga dalam atau nervus cranialis vestibulocochlear (N. disartria. penyakit maniere. trauma Diantaranya :diplopia. Sistem vertebrobasiler dan gangguan saraf perifer) vaskular (otak.a. Dizziness yang kronik lebih sering terjadi pada usia tua karena insiden penyakit komorbid yang lebih besar. VIII) c. Pada pasien seperti ini perlu cepat dirujuk dan diinvestigasi. Ciri-ciri Lesi Vertigo perifer Vertigo sentral Sistem vestibuler (telinga dalam. neoplasma. Red flag pada pasien dengan vertigo meliputi :7    Sakit kepala Gejala neurologis Tanda neurologis Penting juga untuk mengklasifikasikan vertigo menjadi akut dan kronik. gangguan serebelar Tidak ada Tidak Penyebab Gejala gangguan Tidak ada SSP Masa laten Habituasi 3-40 detik Ya . Vertigo akut biasanya memiliki mekanisme yang tunggal sedangkan vertigo kronik memiliki mekanisme multifaktorial. atau gangguan metabolic karena pengobatan atau infeksi sistemik. parestesi. labirintis. vertebrobasiler jinak (BPPV). Kata kunci untuk vertigo yang berasal dari sentral adalah gejala atau tanda batang otak lainnya atau tanda onset akut misalnya sakit kepala tuli dan temuan neurologis lainnya misalnya trigeminal sensory loss pada infark arteri cebellar postero inferior. insufisiensi. serebelum) Vertigo posisional paroksismal iskemik batang otak. neuroma akustik. gangguan sensibilitas dan fungsi motorik.

Pada penyakit ini.5 VERTIGO PERIFER Lamanya vertigo berlangsung :9 a. parestesia. Penyakit meniere mempunyai trias gejala yaitu ketajaman pendengaran menurun (tuli). pembedahan di telinga atau oleh neuronitis vestibular. b. Episode vertigo yang berlangsung beberapa menit atau jam Dapat dijumpai pada penyakit meniere atau vestibulopati berulang. Episode (serangan) vertigo yang berlangsung beberapa detik Paling sering disebabkan oleh vertigo posisional benigna. Paling sering penyebabnya idiopatik (tidak diketahui). Berlangsung beberapa detik dan kemudian mereda. mulainya vertigo dan nausea serta muntah yang menyertainya ialah mendadak. apakah terdapat gejala lain yang khas bagi gangguan di batang otak. Dapat dicetuskan oleh perubahan posisi kepala. gejala menghilang secara spontan. perubahan sensibilitas dan fungsi motorik. Untuk menentukan gangguan di batang otak. c. Prognosis umumnya baik. Serangan vertigo yang berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu Neuronitis vestibular merupakan kelainan yang sering datang ke unit darurat. vertigo dan tinitus. misalnya diplopia.Jadi cape Intensitas vertigo Telinga berdenging atau tuli Nistagmus spontan Ya Berat Kadang-kadang dan + Tidak Ringan Tidak ada - VERTIGO SENTRAL Penyebab vertigo jenis sentral biasanya ada gangguan di batang otak atau di serebelum. rasa lemah. namun dapat juga diakibatkan oleh trauma di kepala. dan gejala ini dapat berlangsung beberapa .

perifer dan sentral Bangkitan vertigo Derajat vertigo Pengaruh gerakan kepala Gejala otonom Gangguan pendengaran Perifer Mendadak Berat (+) (++) (+) Sentral Lambat Ringan (-) (-) (-) vestibular. Arah 2. Fungsi pendengaran tidak terganggu pada neuronitis nistagmus.Intensitas . dengan frekuensi tertentu. Test Posisional .hari sampai beberapa minggu. bolak balik.Durasi . kedudukan bola mata posisi netral atau menyimpang atau test posisional atau gerakan kepala. Nystagmus 1. Membedakan nystagmus sentral dan perifer adalah sebagai berikut : No. Test dengan rangsang (kursi Dominasi arah putar. kursi berputar. tabung berputar. Nystagmus adalah gerakan bola mata yang sifatnya nvolunter. irigasi telinga) jarang ditemukan Tidak terpengaruh 5. Nystagmus merupakan bentuk reaksi dari refleks vestibulo oculer terhadap aksi tertentu.Sifat Vertigo Sentral Berubah-ubah Unilateral / bilateral Singkat Lama Sedang Susah ditimbulkan Vertigo Perifer Horizontal / horizontal rotatoar Bilateral Lebih lama Singkat Larut/sedang Mudah ditimbulkan Sering ditemukan Terhambat 4. Tabel 3. Pada pemeriksaan fisik mungkin dijumpai Selain itu kita bisa membedakan vertigo sentral dan perifer berdasarkan nystagmus. Nystagmus bisa bersifat fisiologis atau patologis dan manifes secara spontan atau dengan rangsangan alat bantu seperti test kalori. ritmis. klinis vertigo vestibular. Sifat 3. Tabel 2.Latensi . Fiksasi mata Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa .

Susunan aferen yang terpenting dalam sistem ini adalah susunan vestibuler atau keseimbangan. maka keluhan vertigo sebelumnya patut diragukan.5 Patofisiologi Vertigo timbul jika terdapat gangguan alat keseimbangan tubuh yang mengakibatkan ketidakcocokan antara posisi tubuh (informasi aferen) yang sebenarnya dengan apa yang dipersepsi oleh susunan saraf pusat (pusat kesadaran). Vertigo kalori Vertigo yang dirasakan pada saat pemeriksaan kalori. yang secara terus menerus menyampaikan impulsnya ke pusat keseimbangan. Vertigo spontan komponen cepatnya mengarah ke jurusan lirikan kedua bola mata. Rangsangan timbul dari Penyakitnya sendiri. supaya ia dapat membandingkan perasaan vertigo ini dengan serangan yang pernah dialaminya. IV dan VI. Sesuai kejadiannya. Debris ialah kotoran yang menempel pada kupula kanalis semisirkularis. Susunan lain yang berperan ialah sistem optik dan pro-prioseptik. vertigo ada beberapa macam yaitu : Vertigo spontan Vertigo ini timbul tanpa pemberian rangsangan. Bila sama.7 2. Informasi yang berguna untuk keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh reseptor . jaras-jaras yang menghubungkan nuklei vestibularis dengan nuklei N. maka keluhan vertigonya adalah betul. susunan vestibuloretikularis. Vertigo timbul karena perangsangan pada kupula kanalis semi-sirkularis oleh debris atau pada kelainan servikal. Vertigo posisi Vertigo ini disebabkan oleh perubahan posisi kepala. Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam. Vertigo ini penting ditanyakan pada pasien sewaktu tes kalori. misalnya pada penyakit Meniere oleh sebab tekanan Endolimfa yang meninggi. tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali. III. sedangkan bila ternyata berbeda. dan vestibulospinalis.jam bahkan hari.

Respons yang muncul berupa penyesuaian otototot mata dan penggerak tubuh dalam keadaan bergerak. ataksia saat berdiri/ berjalan dan gejala lainnya. visual dan proprioseptik kanan dan kiri akan diperbandingkan. akibatnya muncul gejala vertigo dan gejala otonom. berputar (yang berasal dari sensasi kortikal). unsteadiness.vestibuler. jika semuanya dalam keadaan sinkron dan wajar. mual dan muntah. serebelum) atau rasa melayang. atau ada rangsang gerakan yang aneh atau berlebihan. teori ini lebih menekankan gangguan proses pengolahan sentral sebagai penyebab. akan diproses lebih lanjut. Ketidakcocokan tersebut menimbulkan kebingungan sensorik di sentral sehingga timbul respons yang dapat berupa nistagmus (usaha koreksi bola mata). Jika fungsi alat keseimbangan tubuh di perifer atau sentral dalam kondisi tidak normal/ tidak fisiologis. Berbeda dengan teori rangsang berlebihan. atau ketidakseimbangan/asimetri masukan sensorik dari sisi kiri dan kanan. reseptor vestibuler memberikan kontribusi paling besar. . Teori konflik sensorik Menurut teori ini terjadi ketidakcocokan masukan sensorik yang berasal dari berbagai reseptor sensorik perifer yaitu antara mata/visus. Teori rangsang berlebihan (overstimulation) Teori ini berdasarkan asumsi bahwa rangsang yang berlebihan menyebabkan hiperemi kanalis semisirkularis sehingga fungsinya terganggu. ataksia atau sulit berjalan (gangguan vestibuler. vestibulum dan proprioseptik. maka proses pengolahan informasi akan terganggu. yaitu lebih dari 50 % disusul kemudian reseptor visual dan yang paling kecil kontribusinya adalah proprioseptik. 2. nistagmus.10 Ada beberapa teori yang berusaha menerangkan kejadian ketidakseimbangan tubuh : 1. Di samping itu. visual. dan proprioseptik.9 Dalam kondisi fisiologis/normal. akibatnya akan timbul vertigo. Di samping itu orang menyadari posisi kepala dan tubuhnya terhadap lingkungan sekitar. respons penyesuaian otot menjadi tidak adekuat sehingga muncul gerakan abnormal yang dapat berupa nistagmus. informasi yang tiba di pusat integrasi alat keseimbangan tubuh berasal dari reseptor vestibuler.

gejala klinis timbul jika sistim simpatis terlalu dominan. Jika pola gerakan yang baru tersebut dilakukan berulangulang akan terjadi mekanisme adaptasi sehingga berangsur-angsur tidak lagi timbul gejala. Rangsang gerakan menimbulkan stres yang akan memicu sekresi CRF (corticotropin releasing factor). menurut teori ini otak mempunyai memori/ingatan tentang pola gerakan tertentu. berkeringat di awal serangan vertigo akibat aktivitas simpatis. timbul reaksi dari susunan saraf otonom. yang berkembang menjadi gejala mual. Teori ini dapat menerangkan gejala penyerta yang sering timbul berupa pucat. muntah dan hipersalivasi setelah beberapa saat akibat dominasi aktivitas susunan saraf parasimpatis. teori dopamin (Kohl) dan teori serotonin (Lucat) yang masing-masing menekankan peranan neurotransmiter tertentu dalam mempengaruhi sistim saraf otonom yang menyebabkan timbulnya gejala vertigo. . Teori sinap Merupakan pengembangan teori sebelumnya yang meninjau peranan neurotransmisi dan perubahan-perubahan biomolekuler yang terjadi pada proses adaptasi. sebaliknya hilang jika sistim parasimpatis mulai berperan. 6. belajar dan daya ingat. Teori neural mismatch Teori ini merupakan pengembangan teori konflik sensorik. peningkatan kadar CRF selanjutnya akan mengaktifkan susunan saraf simpatik yang selanjutnya mencetuskan mekanisme adaptasi berupa meningkatnya aktivitas sistim saraf parasimpatik. 5. sehingga jika pada suatu saat dirasakan gerakan yang aneh/tidak sesuai dengan pola gerakan yang telah tersimpan. Teori otonomik Teori ini menekankan perubahan reaksi susunan saraf otonom sebagai usaha adaptasi gerakan/perubahan posisi. Teori neurohumoral Di antaranya teori histamin (Takeda).3. 4.

dan sensasi penuh pada telinga. 11 Gangguan pendengaran berupa tinnitus (nada rendah). meskipun gejala benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) tidak terjadi bertahun-tahun setelah episode. operasi dan neuritis vestibular sebelumny. Ménière’s disease 10 Ménière’s disease terjadi pada sekitar 15% pada kasus vertigo otologik. infeksi kronik telinga. 5 Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) disebabkan oleh pergerakan otolit dalan kanalis semisirkularis pada telinga dalam.2. dan tuli sensoris pada fluktuasi frekuensi yang rendah.Otoli mengandung Kristal-kristal kecil kalsium karbonat yang berasal dari utrikulus telinga dalam . . 8  Ménière’s disease Ménière’s disease ditandai dengan vertigo yang intermiten diikuti dengan keluhan pendengaran .8 merupakan akibat dari hipertensi endolimfatik. Onsetnya lebih seriang terjadi pada usia ratarata 51 tahun. Pergerakan dari otolit distimulasi oleh perubahan posisi dan menimbulkan manifestasi klinik vertigo dan nistagmus. Hal ini dapat terjadi idiopatik atau sekunder akibat infeksi virus atau bakteri telinga atau gangguan metabolic.6 Penyebab perifer Vertigo  Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan penyebab utama vertigo. Hal ini terjadi karena dilatasi dari membrane labirin bersamaan dengan kanalis semisirularis telinga dalam dengan peningkatan volume endolimfe. Hal ini terutama akan mempengaruhi kanalis posterior dan menyebabkan gejala klasik tapi ini juga dapat mengenai kanalis anterior dan horizontal. 9 Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) biasanya idiopatik tapi dapat juga diikuti trauma kepala.

dan seringkali membaik dengan terapi yang digunakan untuk migraine. Lebih sering pada usia tua dan pada paien yang memiliki factor resiko cerebrovascular disease. Verigo pada migraine lebih lama dibandingkan aura lainnya. mual. Keduanya terjadi pada sekitar 15% kasus vertigo otologik. 10  Vertebrobasilar insufficiency Vertebrobasilar insufficiency biasanya terjadi dengan episode rekuren dari suatu vertigo dengan onset akut dan spontan pada kebanyakan pasien terjadi beberapa detik sampai beberapa menit. 9  Tumor Intrakranial Tumor intracranial jarang member manifestasi klinik vertigo dikarenakan kebanyakan adalah tumbuh secara lambat sehingga ada waktu untuk kompensasi sentral. jatuh.. dan nistagmus. Vestibular Neuritis Vestibular neuritis ditandai dengan vertigo. dan lemah. Hal ini berhubungan dengan infeksi virus pada nervus vestibularis. Pemeriksaan diantara gejala biasanya normal. Sebelumnya telah dikenal sebagai bagian dari aura (selain kabur. Gejala yang lebih sering adalah penurunan pendengaran atau gejala neurologis .7 Penyebab Sentral Vertigo  Migraine Selby and Lance (1960) menemukan vertigo menjadi gejala yang sering dilaporkan pada 27-33% pasien dengan migraine. Multipel sklerosis pada batang otak akan ditandai dengan . Tumor pada fossa posterior yang melibatkan ventrikel keempat atau Chiari malformation sering tidak terdeteksi di CT scan dan butuh MRI untuk diagnosis. penglihatan ganda dan disarthria) untuk basilar migraine dimana juga didapatkan keluhan sakit kepala sebelah. ataxia.11 2. Sering juga berhungan dengan gejala visual meliputi inkoordinasi. Labirintis terjadi dengan komplek gejala yang sama disertai dengan tinnitus atau penurunan pendengaran.

dan sensiivitas visual. biasnaya universal pada pasien dengan vertigo otologik dan sentral. Vertigo vertical jarang terjadi. Namun jika menetap. vertical atau rotasi.vertigo akut dan nistagmus walaupun biasanya didaptkan riwayat gejala neurologia yang lain dan jarang vertigo tanpa gejala neurologia lainnya. Sensasi impulse mengindikasi disfungsi apparatus otolitik pada telinga dalam atau proses sentral sinyal otolit 12 Oscilopsia ilusi pergerakan dunia yang dirovokasi dengan pergerakan kepala. Vertigo. diartikan sebagai sensasi berputa. Gejala primer diakibatkan oleh gangguan pada sensorium. 12 Impulsi diartikan sebagai sensasi berpindah. Pasien dengan bilateral vestibular loss akan takut untuk membuka kedua matanya. gejala pendengaran. oscilopsia. Gejala nonspesifik berupa giddiness dan light headness. pasien biasanya merasakan sensasi pergerakan dari sisi yang berlawanan dengan komponen lambat. biasanya dideskrepsikan sebagai sensais didorong atau diangkat. Vertigo dapat horizontal. 12 Ataksia adalah ketidakstabilan berjalan. impulsion. Istilah ini tidak terlalu memiliki makna pada penggunaan biasanya. jika sementara biasanya disebabkan oleh BPPV. Vertigo rotasi merupakan jenis yang paling jarang ditemukan.12 Gejala sekunder meliputi mual. Jarang dignkan pada . gejala otonom. Jika bersamaan dengan nistagmus. kelelahan.8 Gejala Klinis Gejala klinis pasien dengan dizziness dan vertigo dapat berupa gejala primer. Jika sementara biasnaya disebabakan BPPV namun jika menetap disebabakan oleh sentral dan biasanya disertai dengan rotator nistagmus. ataxia. sekunder ataupun gejala non spesifik. biasanya berasal dari sentral dan disertai dengan nistagmus dengan gerakan ke bawah atau ke atas. pengurangan pendengaran atau distorsi dan sensasi penuh di telinga. disebabkan oleh disfungsi dari telinga dalam. Gejala pendengaran biasanya berupa tinnitus. Vertigo horizontal merupa tipe yang paling sering. 2. Gejala primer berupa vertigo. Sedangkan pasien dnegan unilateral vestibular loss akan mengeluh dunia seakan berputar ketika pasien menoleh pada sisi telinga yang mengalami gangguan. sakit kepala.

Lesi sentral biasanya menyebabkan tanda neurologis tambahan selain vertigonya. Perbedaan onset dan durasi maisng-masing penyebab vertigo dapat dilihat pada table 4. 12 Suatu informasi penting yang didapatkna dari anamnesis dapat digunakan untuk membedakan perifer atau sentral meliputi:2  Karekteristk dizziness Perlu ditanyakan mengenai sensasi yang dirasakan pasien apakah sensasi berputar. gejala awal biasanya parah namun berkurang dalam beberapa hari kedepan. atau sensasi non spesifik seperti giddiness atau liht headness. horizontal atau torsional dan tidak dapat dihambat oleh fiksasi mata pada objek.pasien dengan disfungsi telinga namun sering digunakan pada pasien vertigo yang berhubungan dengan problem medic. pada awalnya keparahan biasanya meningkat dan kemudian berkurang setelahnya. nystagmus murni vertical. Pada Ménière’s disease. . Sedangakan pasien mengeluh vertigo ynag menetap dan konstan mungkin memilki penyebab psikologis. Vertigo perifer umumnya memilki onset akut dibandingkan vertigo sentral kecuali pada cerebrovascular attack. atau hanya suatu perasaan yang berbeda (kebingungan)  Keparahan Keparahan dari suatu vertigo juga dapat membantu. 3  Onset dan durasi vertigo Durasi tiap episode memiliki nilai diagnostic yang signifikan. 2 Vertigo sentral biasanya berkembang bertahap (kecuali pada vertigo sentral yang berasal dari vascular misalnya CVA). menyebabkan ketidakseimbnagan yang parah. misalnya: pada acute vestibular neuritis. semakin lama durasi vertigo maka kemungkinan kea rah vertigo sentral menjadi lebih besar.

perilymphatic fistula from trauma or surgery. Infeksi virus yang baru pada saluran pernapasan atas kemungkinan berhubungan dnegan acute vestibular neutritis atau acute labyrhinti. Vertigo dapat disebabkan oleh fistula perilimfatik Fistula perimfatik dapat disebabkn oleh trauma baik langsung ataupun barotraumas.  Stess psikis yang berat dapat menyebabkan vertigo. late stages of acute vestibular neuronitis Benign paroxysmal positional vertigo. penyebab yang paling mungkin adalah BPPV. multiple sclerosis Psychogenic Beberapa hari Beberapa minggu  Faktor Pencetus Faktor pencetus dan dapat mempersempit diagnosis banding pada vertigo vestibular perifer. migraine. acoustic neuroma Early acute vestibular neuronitis*. menanyakan tentang stress psikologis atau psikiatri terutama pada pasien yang pada anamsesis tidak cocok dengan penyebab fisik vertigo manapun.Tabel 4. Adanya fenomena Tullio’s (nistagmus dan vertigo yang disebabkan suara bising pada frekuensi tertentu) mengarah kepada penyebab perifer. Faktor yang mencetuskan migraine dapat menyebabkan vertigo jika pasien vertigo bersamaan dengan migraine. stroke. mengejan. migraine. perilymphatic fistula Detik sampai menit Beberapa menit Posterior transient ischemic attack. Bersin atau gerakan yang mengakibatkan telinga ke bawah akan memprovokasi vertigo pada pasien dengan fistula perilimfatik. Jika gejala terjadi hanya ketika perubahan posisi. perilymphatic fistula sampai satu jam Beberapa jam Ménière’s disease. Perbedaan Durasi gejala untuk berbagai Penyebab verigo Durasi episode Beberapa detik Kemungkinan Diagnosis Peripheral cause: unilateral loss of vestibular function. 3 .

mual. head trauma.g. multiple sclerosis Spontaneous episodes (i.. benign positional paroxysmal vertigo. cerebrovascular disease (stroke or transient ischemic attack). migraine Immunosuppression Herpes zoster oticus (e. cerebellopontine angle tumor. Vertigo sering bersamaan dengan muntah dan mual pada acute vestibular neuronitis dan pada meniere disease yang parah dan BPPV.e.Tabel 3. no consistent provoking factors) Recent upper respiratory viral illness Stress Acute vestibular neuronitis Psychiatric or psychological causes. loud noises  Gejala Penyerta Gejala penyerta berupa penurunan pendnegaran. penyakit invasive pada tulang temporal. advanced age.. Perbandingan Faktor Pencetus dari masing-masing penyebab Vertigo Faktor pencetus Perubahan posisi kepala Kemungkinan diagnosis Acute labyrinthitis. Kebanyakan penyebab vertigo dengan gangguan pendengaran berasal dari perifer. stress) Changes in ear pressure. nyeri. Ménière’s disease. Perilymphatic fistula . multiple sclerosis. immunosuppressive medications. perilymphatic fistula Acute vestibular neuronitis. muntah dan gejala neurologis dapat membantu membedakan diagnosis peneybab vertigo. Nyeri yang menyertai vertigo dapat terjadi bersamaan dengan infeksi akut telinga tengah. kecuali pada penyakit serebrovaskular yang mengenai arteri auditorius interna atau arteri anterior inferior cebellar. atau iritasi meningeal. migraine.

disarthria.. acoustic neuroma.Pada vertigo sentral mual dan muntah tidak terlalu parah. cholesteatoma. muntah. perilymphatic fistula. neoplasma. ataksia atau perubahan lain pada fungsi sensori dan motoris lebih mengarahkan diagnosis ke vertigo sentral misalnya penyakit cererovascular. fotofobia. acoustic neuroma. transient ischemic attack or stroke involving anterior inferior cerebellar artery. herpes zoster oticus Temuan deficit Cerebellopontine angle tumor. dan fonofobia. cerebrovascular neurologis fokal disease. mual. penurunan kesadaran. atau multiple sklerosis. unilateral. otosclerosis. 21-35 persen pasien dengan migraine mengeluhkan vertigo. kadnag disertai aura). cerebellopontine angle tumor (usually severe) Nistagmus Peripheral or central vertigo Fonofobia. Pasien denga migraine biasanya merasakan gejala lain yang berhubungan dengan migraine misalnya sakit kepala yang tipikal (throbbing. herpes zoster oticus Acute vestibular neuronitis (usually moderate). parestesia.g. Ménière’s disease Imbalans . otitis media. Gejala neurologis berupa kelemahan. Ménière’s disease Nyeri telinga mastoid Kelmahan wajah atau Acoustic neuroma. herpes zoster oticus) Acoustic neuroma. multiple sclerosis (especially findings not explained by single neurologic lesion) Sakit kepala Tuli Acoustic neuroma. Gejala penyerta untuk berbagai penyebab vertigo Gejala Sensasi telinga penuh Kemungikanan diagnosis di Acoustic neuroma. migraine Ménière’s disease. acute middle ear disease (e.fotofobia Migraine Tinnitus Acute labyrinthitis. 3 Tabel 5. gangguan penglihatan dan pendengaran.

antihipertensi. nistagmus. Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat . Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik. 2 Nistagmus vertical 80% sensitive untuk lesi nucleus vestibular atau vermis cerebellar. dan sedative. obat anti epilepsy. menire disease. arrhythmia. atau yuli pada usia muda perlu ditanyakan. kejang. hal ini tidak dapat dgunakan dalam mendiagnosis vertigo. Romberg’s sign Pasien dengan vertigo perifer memiliki gangguan keseimbangan namun masih dapat berjalan. 2. sedangkan pasien dengan vertigo sentral memilki instabilitas yang parah dan seringkali tidak dapat berjalan.  Pemeriksaan Neurologik Pemeriksaan neurologic meliputi : pemeriksaan nervus cranialis untuk mencari tanda paralisis nervus. atau cerebrovascular event3. pemeriksaan dan leher dan system cardiovascular. Gait test 1. Nistagmus horizontal yang spontan dengan atau tanpa nistagmus rotator konsisten dengan acute vestibular neuronitis.  Riwayat pengobatan Beberapa obat dapat menginduksi terjadinya vertigo melipti obat-obatab yang ototoksik. tuli sensorineural. seizure. walaupun Romberg’s sign konsisten dengan masalah vestibular atau propioseptif. Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan.9 Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan neurologis. Pada sebuah studi. Riwayat keluarga Adanya riwayat keluarga dengan migraine. hanya 19% sensitive untuk gangguan vestibular dan tidak berhubungan dengan penyebab yang lebih serius dari dizziness (tidak hanya erbatas pada vertigo) misalnya drug related vertigo. mula-mula dengan kedua mata terbuka kemudian tertutup.

pada mata terbuka badan penderita tetap tegak. Keadaan ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi.toe walking test 3.menentukan posisinya (misalnya dengan bantuan titik cahaya atau suara tertentu). 2 Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama satu menit. Gambar 1. Pada kelainan vestibuler posisi penderita akan menyimpang/berputar ke arah lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram. kepala dan badan berputar ke arah lesi. Pada kelainan vestibuler hanya pada mata tertutup badan penderita akan bergoyang menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi. Heel-to. . kedua lengan bergerak ke arah lesi dengan lengan pada sisi lesi turun dan yang lainnya naik. Sedangkan pada kelainan serebeler badan penderita akan bergoyang baik pada mata terbuka maupun pada mata tertutup. Unterberger's stepping test 1 (TPasien disuruh untuk berjalan spot dengan mata tertutup – jika pasien berputar ke salah satu sisi maka pasien memilki lesi labirin pada sisi tersebut) . Uji Romberg 2.

1.Gambar Uji Unterberger 4. Hal ini dilakukan berulang-ulang dengan mata terbuka dan tertutup. Past-pointing test (Uji Tunjuk Barany) Dengan jari telunjuk ekstensi dan lengan lurus ke depan. Fungsi Vestibuler . Pada kelainan vestibuler akan terlihat penyimpangan lengan penderita ke arah lesi. kemudian diturunkan sampai menyentuh telunjuk tangan pemeriksa.Dix-Hallpike manoeuvre 1 . Gambar Uji Tunjuk Barany Pemeriksaan untuk menentukan apakah letak lesinya di sentral atau perifer. penderita disuruh mengangkat lengannya ke atas.

kemudian kepalanya dimiringkan 45º ke kanan lalu ke kiri. sehingga kepalanya meng-gantung 45º di bawah garis horisontal. Dix hallpike mhnuever . nistagmus dan vertigo berlangsung lebih dari 1 menit. Perhatikan saat timbul dan hilangnya vertigo dan nistagmus.Dari posisi duduk di atas tempat tidur. Gambar. dengan uji ini dapat dibedakan apakah lesinya perifer atau sentral. hilang dalam waktu kurang dari 1 menit. Sentral : tidak ada periode laten. Perifer (benign positional vertigo) : vertigo dan nistagmus timbul setelah periode laten 2-10 detik. 2008). penderita dibaring-kan ke belakang dengan cepat. akan berkurang atau menghilang bila tes diulang-ulang beberapa kali (fatigue). bila diulang-ulang reaksi tetap seperti semula (non-fatigue) ( Allen.

dapat disuntikkan air es 20 mL selama 30 detik. Tabung suntik berukuran 20 mL dengan ujung jarum yang dilindungi oleh karet ukuran no 15 diisi dengan air bersuhu 30ºC (kira-kira 7º di bawah suhu badan) air disemprotkan ke liang telinga dengan kecepatan 1 mL/detik. 5  Tes Kalori Tes ini membutuhkan peralatan yang sederhana. (Tujuannya ialah agar bejana lateral di labirin berada dalam posisi vertikal. Kepala penderita diangkat ke belakang (menengadah) sebanyak 60º. Jika pasien merasakan vertigo tanpa nistagmus maka didiagnosis sebagai sindrom hiperventilasi.5 menit. secara lambat. Setelah istirahat 5 menit. Pada penderita sedemikian 5 mL air es diinjeksikan ke telinga. sehingga lamanya injeksi berlangsung ialah 20 detik. demikian juga frekuensinya (biasanya 3-5 kali/detik) dan lamanya nistagmus berlangsung dicatat. Jika nistagmus terjadi setelah hiperventilais menandakan adanya tumor pada nervus VIII.Lamanya nistagmus berlangsung berbeda pada tiap penderita. Arah gerak nistagmus ialah ke sisi yang berlawanan dengan sisi telinga yang dialiri (karena air yang disuntikkan lebih dingin dari suhu badan) Arah gerak dicatat.- Test hiperventilasi Tes ini dilakukan jika pemeriksaan-pemeriksaan yang lain hasilnya normal. Bila tidak timbul nistagmus. Hal yang penting diperhatikan ialah membandingkan lamanya nistagmus pada kedua sisi.2 menit. Pasien diinstruksikan untuk bernapas kuat dan dalam 30 kali. . Biasanya antara ½ . dengan demikian dapat dipengaruhi secara maksimal oleh aliran konveksi akibat endolimf). yang pada keadaan normal hampir serupa. Lalu diperiksa nistagmus dan tanyakan pasien apakah prosedur ersebut menginduksi terjadinya vertigo. Bola mata penderita segera diamati terhadap adanya nistagmus. dengan demikian gendang telinga tersiram air selama kira-kira 20 detik. telinga ke-2 dites. Pada keadaan normal hal ini akan mencetuskan nistagmus yang berlangsung 2-2.

pandangan dihalangi (mata ditutup) dan tempat berdiri terfiksasi (serupa dengan tes romberg) c. Tes garpu tala : Rinne. pandangan melihat pemandangan yang bergoyang dan tumpuan berpijak digoyang.  Posturografi Dalam mempertahankan keseimbangan terdapat 3 unsur yang mempunyai peranan penting : sistem visual. dan ia berdiri pada tempat yang terfiksasi.Bila ini juga tidak menimbulkan nistagmus. Tes ini dilakukan dengan 6 tahap : a. Pada tahap ini tempat berdiri penderita terfiksasi dan pandangan pun dalam keadaan biasa (normal) b. pandangan yang dilihat biasa. Tes ini memungkinkan kita menentukan apakah keadaan labirin normal hipoaktif atau tidak berfungsi. Dengan menggoyang maka informasi sensorik menjadi rancu (kacau. dengan demikian nistagmus tersebut dapat dianalisis secara kuantitatif. e. Fungsi Pendengaran a. mata ditutup dan tempat berpijak digayang. f. pandangan melihat pemandangan yang bergoyang. dan somatosensorik. dengan tujuan untuk merekam gerakan mata pada nistagmus. Untuk membedakan tuli konduktif dan tuli perseptif . d. maka input visus tidak dapat digunakan sebagai patokan untuk orientasi ruangan. Weber. Dengan bergeraknya yang dipandang. Dengan bergoyangnya tempat berpijak. Swabach. vestibular.tidak akurat) sehingga penderita harus menggunakan sistem sensorik lainnya untuk input (informasi) 2. maka input somatosensorik dari badan bagian bawah dapat diganggu. namun tumpuan untuk berdiri digoyang. maka dapat dianggap bahwa labirin tidak berfungsi.  Elektronistagmogram Pemeriksaan ini hanya dilakukan di rumah sakit.

Pemeriksaan Kepala dan Leher Pemeriksaan kepala dan leher meliputi : pemeriksaan membrane timpani untuk menemukan vesikel (misalnya herpes zoster auticus (Ramsay Hunt Syndrome)) atau kolesteaatoma (Sura et Newell. Jika ada sakade setelahnya maka mengindikasikan bahwa terdapat lesi pada vestibular perifer pada siis itu (Allen. Dimulai dengan pemeriksa menolehkan kepala pasien ke salah satu sisi pelan-pelan setelah itu pemeriksa menolehkan kepala pasien sisi lainnya horizontal 20 o dengan cepat.b.  - : Loudness Balance Test. Audiometri Tone Decay. 2008). Pada orang yang normal tidak ada saccades mengindikasikan pandangan mereka terfiksasi di objek.2 pada siis yang bermasalah) - Valsava maneuver (exhalasi dengan mulut dan hidung ditutup untuk meningkat tekanan melawan tuba eusthacius dan telinga dalam) dapat menyebabkan vertigo pada pasien dengan fistula perilimfatik atau dehiscence kanalis semisirkularis anterior. - Hennebert sign (vertigo atau nistagmus yangterjadi ketika mendorong tragus dan meatus akustikus eksternus mengindikasikan fistula perikimfatik . Namun nilai diagnostic berdasarkan klinis ini masih terbatas. SISI. 3 - Head impulses test Pasien duduk tegak dengan mata terfiksasi pada objek sejauh 3 m dan diinstruksikan untuk tetap melihat objek ketika pemeriksa menolehkan kepala pasien. . Bekesy Audiometry. 2010).

. Head impulses test  Pemeriksaan Cardiovascular Perubahan orthostatic pada tekanan darah sistolik (misalnya turun 20 mmHg atau lebih) dan nadi (misalnya meningkat 10 denyutan per menit) pada pasien dengan vertigo dapat menentukan masalah dehidrasi dan disfungsi otonom.Gambar 2.

Tes audiologik tidak selalu diperlukan. Namun jika diagnosis tidak jelas maka .10 Diagnosis Penunjang Pemeriksaan penunjang pada vertigo meliputi tes audiometric. evalusi laboratories dan evalusi radiologis. vestibular testing. Tes ini diperlukan jika pasien mengeluhkan gangguan pendengaran.2.

gula darah. Pemeriksaan laboratories meliputi pemeriksaan elekrolit.11 Diagnosis Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. funsi thyroid dapat menentukan etiologi vertigo pada kurang dari 1 persen pasien. tuli unilateral yang progresif. dysfunction . dan periventrikular white matter. Diagnosis juga dapat ditentukan berdasarkan komplek gejala yang terdapat pada pasien (table . dan durasi gejala (table ) Diagnosis Banding Dianosis banding dari vertigo dapat dilihat pada table berikut ini: Table 1 Penyebab vertigo Vertigo dengan tuli Ménière’s disease Vestibular neuritis Vertigo tanpa tuli Vertigo dengan tanda intracranial Tumor Cerebellopontine angle Labyrinthitis Benign positional vertigo Vertebrobasilar insufficiency dan thromboembolism Labyrinthine trauma Acute vestiblar - Tumor otak Misalnya. Sekitar 20 sampai 40% pasien dapat didiagnosis segera setelah anamnesis dan pemeriksaan fisik. Vestibular testing tidak dilakukan pada semau pasieen dengan keluhan dizziness . MRI kepala mengevaluasi struktur dan integritas batang otak.dapat dilakukan audiometric pada semua pasien meskipun tidak mengelhkan gangguan pendengaran (Chain. Vestibular testing membantu jika tidak ditemukan sebab yang jelas. ada factor resiko untuk terjadinya CVA. 11 Pemeriksaan radiologi sebaiknya dilakukan pada pasien dengan vertigo yang memiliki tanda dan gejala neurologis. dan kompleks nervus VIII. cerebellum. 11 2.

meksilin. Lamanya pengobatan bervariasi. Antihistamin yang dapat meredakan vertigo seperti obat dimenhidrinat.12 Terapi Prinsip umum terapi Vertigo  Medikasi Karena penyebab vertigo beragam. barbiturate Syringobulosa 2. Antihistamin yang mempunyai anti vertigo juga memiliki aktivitas anti-kholinergik di susunan saraf pusat.epyndimoma metastasis atau pada ventrikel keempat Acoustic neuroma Medication induced e. . lobe phenytoin.g aminoglycosides Acute cochleovestibular dysfunction Syphilis (rare) Following flexion-extension injury Aura epileptic Cervical spondylosis Multiple sklerosis vertigo Migraine attack-terutama temporal epilepsy Obat-obatanmisalnya. siklisin. Beberapa golongan yang sering digunakan : ANTIHISTAMIN Tidak semua obat antihistamin mempunyai sifat anti vertigo. Sebagian besar kasus terapi dapat dihentikan setelah beberapa minggu. seringkali menggunakan pengobatan simptomatik. difenhidramin. sementara penderita seringkali merasa sangat terganggu dengan keluhan vertigo tersebut.

Obat antagonis kalsium Cinnarizine (Stugeron) dan Flunarizine (Sibelium) sering digunakan. Efek samping yang umum dijumpai ialah sedasi (mengantuk). Namun. dan sesekali “rash” di kulit. dapat diberikan untuk mengatasi gejala vertigo. . diberikan dengan dosis 25 mg (1 kapsul) – 50 mg.Difhenhidramin Hcl (Benadryl) Lama aktivitas obat ini ialah 4 – 6 jam.Betahistin Senyawa Betahistin (suatu analog histamin) yang dapat meningkatkan sirkulasi di telinga dalam. Dapat diberi per oral atau parenteral (suntikan intramuscular dan intravena).Dimenhidrinat (Dramamine) Lama kerja obat ini ialah 4 – 6 jam. Maksimum 6 tablet dibagi dalam beberapa dosis. rasa enek. . 3 kali sehari.  Betahistin Mesylate (Merislon) Dengan dosis 6 mg (1 tablet) – 12 mg. antagonis . ANTAGONIS KALSIUM Dapat juga berkhasiat dalam mengobati vertigo.  Betahistin di Hcl (Betaserc) Dengan dosis 8 mg (1 tablet). 4 kali sehari. Merupakan obat supresan vestibular karena sel rambut vestibular mengandung banyak terowongan kalsium. 4 kali sehari per oral. . Dapat diberikan dengan dosis 25 mg – 50 mg (1 tablet).Mungkin sifat anti-kholinergik ini ada kaitannya dengan kemampuannya sebagai obat antivertigo. Pada penderita vertigo yang berat efek samping ini memberikan dampak yang positif. Obat ini dapat juga diberikan parenteral. 3 kali sehari per oral. Efek samping ialah mengantuk. Efek samping Betahistin ialah gangguan di lambung. Efek samping mengantuk.

Khlorpromazine (Largactil) dan Prokhlorperazine (Stemetil) sangat efektif untuk nausea yang diakibatkan oleh bahan kimiawi namun kurang berkhasiat terhadap vertigo. 3 – 4 kali sehari. sedangkan efek samping ekstrapiramidal lebih sedikit disbanding obat Fenotiazine lainnya. Efek samping ialah sedasi (mengantuk).Cinnarizine (Stugerone) Mempunyai khasiat menekan fungsi vestibular.kalsium sering mempunyai khasiat lain seperti anti kholinergik dan antihistamin. 4 kali sehari per oral atau parenteral (suntikan intramuscular atau intravena). rasa cape. Dosis biasanya ialah 15 – 30 mg. Namun tidak semua mempunyai sifat anti vertigo. Diberikan dengan dosis 12. . Efek samping yang sering dijumpai ialah sedasi (mengantuk). diare atau konstipasi. .5 mg – 25 mg (1 draze). Efek samping ialah rasa mengantuk (sedasi). . Sampai dimana sifat yang lain ini berperan dalam mengatasi vertigo belum diketahui. mulut rasa kering dan “rash” di kulit. FENOTIAZINE Kelompok obat ini banyak mempunyai sifat anti emetik (anti muntah).Khlorpromazine (Largactil) Dapat diberikan pada penderita dengan serangan vertigo yang berat dan akut. . 3 kali sehari atau 1 x 75 mg sehari.Promethazine (Phenergan) Merupakan golongan Fenotiazine yang paling efektif mengobati vertigo. Lama aktivitas obat ini ialah 4 – 6 jam. Obat ini dapat diberikan per oral atau parenteral (suntikan intramuscular atau intravena). Dapat mengurangi respons terhadap akselerasi angular dan linier. Dosis yang lazim ialah 25 mg (1 tablet) – 50 mg.

Diazepam Dosis dapat diberikan 2 mg – 5 mg.OBAT SIMPATOMIMETIK Obat simpatomimetik dapat juga menekan vertigo. . Efek samping ialah insomnia.Skopolamin . Salah satunya obat simpatomimetik yang dapat digunakan untuk menekan vertigo ialah efedrin.Lorazepam Dosis dapat diberikan 0. . Khasiat obat ini dapat sinergistik bila dikombinasi dengan obat anti vertigo lainnya. OBAT PENENANG MINOR Dapat diberikan kepada penderita vertigo untuk mengurangi kecemasan yang diderita yang sering menyertai gejala vertigo. Dosis dapat diberikan 10 -25 mg. OBAT ANTI KHOLINERGIK Obat antikolinergik yang aktif di sentral dapat menekan aktivitas sistem vestibular dan dapat mengurangi gejala vertigo.Efedrin Lama aktivitas ialah 4 – 6 jam. .5 mg – 1 mg . 4 kali sehari.efek samping seperti mulut kering dan penglihatan menjadi kabur. jantung berdebar (palpitasi) dan menjadi gelisah – gugup.

Namun kadang-kadang dijumpai beberapa penderita yang kemampuan adaptasinya kurang atau tidak baik.6 mg. sehingga perlu latihan fisik vestibular. Melatih gerakan bola mata. kemudian dengan mata ditutup. 5. 4. Melatih gerakan kepala yang mencetuskan vertigo atau disekuilibrium untuk meningkatkan kemampuan mengatasinya secara lambat laun. Melirikkan mata kearah horizontal dan vertikal. 6.  Terapi fisik Susunan saraf pusat mempunyai kemampuan untuk mengkompensasi gangguan keseimbangan. Kadangkadang obat tidak banyak membantu. Olahraga yang menggerakkan kepala (gerakan rotasi. kemudian dengan mata tertutup. gerak miring). 7. Tujuan latihan ialah : 1. membiasakan atau mengadaptasi diri terhadap gangguan keseimbangan. Berdiri tegak dengan mata dibuka. latihan fiksasi pandangan mata. tumit kaki yang satu menyentuh jari kaki lainnya dalam melangkah). 3. Latihan bertujuan untuk mengatasi gangguan vestibular. Jalan menaiki dan menuruni lereng. Berjalan “tandem” (kaki dalam posisi garis lurus. fleksi. Melatih meningkatkan kemampuan keseimbangan Contoh latihan : 1.3 mg – 0. Dari sikap duduk disuruh berdiri dengan mata terbuka. . ekstensi. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya gangguan lain di susunan saraf pusat atau didapatkan deficit di sistem visual atau proprioseptifnya. 3 – 4 kali sehari.Skopolamin dapat pula dikombinasi dengan fenotiazine atau efedrin dan mempunyai khasiat sinergistik. 2. 2. 3. Jalan di kamar atau ruangan dengan mata terbuka kemudian dengan mata tertutup. Dosis skopolamin ialah 0.

 Arahkan kepala ke kanan lalu jatuhkan badan ke sisi kiri. Terapi Spesifik  BPPV Pada kondisi ini tidak direkomendasikan terapi bat-obatan. salah satunya adalah latihan Brand-Darrof. modifikasi maneuver epley.8. Pasien perlu tetap tegak selama 24 jam setelah reposisi kanalit utnuk mencegah deposit kalsium kembali ke kanalis semisirkularis. Masing-masing gerakan lamanya sekitar satu menit. Kompensasi . Vertigo dapat membaik dengan maneuver rotasi kepala hal ini akan mmemindahkan deposit kalsium yang bebas ke belakang vestibule. Keterangan Gambar:  Ambil posisi duduk.  Arahkan kepala ke kiri. jatuhkan badan ke posisi kanan..  Untuk awal cukup 1-2 kali kiri kanan. Terapi Fisik Brand-Darrof Ada berbagai macam latihan fisik.  Vestibular neuronitis dan Labirynthis Terapi focus pada gejala menggunakan terapi obat-obatan yang mensipresi vestibular yang diikuti dengan latihan vestibular. dapat dilakukan berulang kali. Melatih gerakan mata dengan mengikuti objek yang bergerak dan juga memfiksasi pada objek yang diam. Manuver ini meliputi reposisi kanalit berupa maneuver epley. kemudian balik posisi duduk. makin lama makin bertambah.

clopidogrel) dan terkadang antikoagulasi (warfarin). menurunkan level kolesterol. hal ini kurang efektif dalam mengobati ketulian dan tinnitus. Pada kasus yang jarang intervensi bedah seperti dekompresi dengan shunt endolimfatik atau cochleosacculoctomy dibutuhkan jika penyakit ini resisten terhadap pengobatan diuretic dan diet. mengurangi merokok.vestibular terjasi lebih cepat dan lebih sempurna jika pasien mulai 2 kali sehari latihan vestibular sesegera mungkin setelah vertigo berkurang dengan obatobatan. . Sesegera mungkin jika keluhan dapat ditoleransi obat-oabatan harus di tapper off dan latihan rehabilitasi vestibular harus segera dimulai.  Meniere disease Terapi dengan menurunkan tekanan endolimfatik. Vertigo akut yang disebabkan oleh stroke pada batang otak atau cerebellum diobati dengan obat-oabat yang mensupresi vestibular dan meminimalisrir pergerakan kepala pada hari pertama.  Iskemik Vascular Terap TIA dan stroke meliputi mencegah terjadinya ulangan kejadian melalui control tekanan darah. Penempatan stent vertebrobasilar diperlukan pada pasien dengan stenosis arteri vertebralis dan refrakter terhadap penaganan medis. Perdarahan pada cerebellum dan batang otak member risiko kompresi sehingga diperlukan dekompresi mellau neurosurgery. Walaupun diet rendah garam dan diuretic seringkali mengurangi vertigo. menginhibisi fungsi platelet (misalnya aspirin.

7. migraine and vestibular migraine in Journal Nerology 2009:25:333-338 3. Marril KA. Neuhauser. Lewis. The Practitioner September 2010 . DJ. S. R. Swartz. NE. Diunduh tanggal 8 April 2011. Sidharta P. WebMD LLC. Symposium Neurology :Systematic Approach that Needed for establish of Vetigo. Longwell. Newell. Diagnosing and Treating: Benign Paroxysmal Positional Vertigo in Journal Gerontological of Nursing. No 6 8.2005:71:6. Mark. P. Treatment of Vertigo in Journal of American Family Physician March 15. June 2008. British Journal of Hospital Medicine. Symposium on Clinical Emergencies: Vertigo Clinical Assesment and Diagnosis. Initial Evaluation of Vertigo ini Journal American Family Physician January 15. 2006. 2010. Neurologi Klinis Dasar. S. T. Kovar. Turner. BJMP 2010. Epidemiology of vertigo. H. Jones. Number 2 4. T. 2008. 2006. Diunduh dari http://emedicine. Vertigo. 2010. Lempert. RH. Jepson.com/article/794789-clinical#a0217 6. 2005.254 (1732): 19-23. 21 Januari 2011. Mardjono M.Diagnosis and management in primary care. A. B. Vol 69.medscape. M. December:2006 9. 2009. Sura. Labuguen. 2006 ◆ Volume 73.3(4):a351 2. 2008 5. Central Vertigo [Internet]. .DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta: Dian Rakyat.

Diunduh tanggal 8 April 2011. Practical Neurology 3rd edition: Approach to the Patient with Dizziness and Vertigo.10. 10 September 2009. TC.com/article/884048-overview#a0104 .medscape. Chain.2009. Diunduh dari http://emedicine. CNS Causes of Vertigo [Internet]. Antunes MB. Illnois:wolter kluwerlippincot William and wilkins) 11. WebMD LLC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful