You are on page 1of 9

Kelurahan Mandiri Anggur Merah Program Lokal berbasis Pemberdayaan Masyarakat

 

Category: Warta Bappeda Kota Kupang Ditulis pada tanggal : 21 May 2012 Penulis : Arif Share inShare digg Dalam upaya mendukung suksesnya Program Pemberdayaan Lokal Pemerintah Provinsi berbasis Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan, Pemerintah Kota Kupang terus mengembangkan Program Anggur merah di Tahun 2012 hal ini terukur dengan penyiapan data profil kelurahan yang secara teknis masuk dalam kriteria Program Anggur Merah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dengan pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi angka kemiskinan dan menciptakan calon wirausahawan baru di Kota Kupang.

Pada Bulan Januari lalu, telah dipilih 6 kelurahan baru yang akan didampingi oleh 6 PKM Anggur merah diantaranya adalah kelurahan Alak, Kelurahan Fatubesi, Kelurahan Belo, Kelurahan Naikoten I, Kelurahan Lasiana, dan Kelurahan Liliba. Pendamping (fasilitator) di setiap desa/kelurahan tersebut direkrut melalui seleksi dan dibekali dengan pelatihan di tingkat provinsi, tentunya bertujuan untuk peningkatan Kapasitas PKM Anggur Merah, pembekalan tersebut dengan melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat Lokal.

Kelurahan Naioni Untuk Kelurahan Naioni sampai dengan September 2011 dari total dana sebesar Rp 250.telah realisasi semuanya sebesar RP.000.000 atau 58.atau 31 % dari Total Dana sebear Rp.. Identifikasi jenis usaha ekonomi produktif.. Proses awal dimulai dengan pembentukan kelompok masyarakat.. .698.302.302. Sisa Rp 104.Dana yang terrealasir sebagamana tersebut diatas.-. 77.000. 250.000. realisasi pencairan dana Anggur Merah sebesar Rp..000.dalam proses pembuatan proposal. terdistribusi dalam 3 kelompok yang terdiri dari :   Untuk ternak sapi sebanyak 1 kelompok Untuk ternak babi sebanyak 2 kelompok. Dengan bertambahnya 6 (enam) Kelurahan baru ini. Dari total dana Rp 145. Kriteria utama penerima program ini adalah kelurahan yang memiliki prosentase rumah tangga miskin tertinggi. 250 juta untuk masing-masing Kelurahan sesuai dengan plotting anggaran pada APBD Provinsi.000 terdistribusi dalam 2 kelompok usaha budidaya ikan air tawar . penataan administrasi dan pelaporan dan dokumentasi Adapun hasil perkembangan pelaksanaan program Desa/Kelurahan mandiri Anggur Merah di Kota Kupang pada tahun 2011yang lalu adalah sebagai berikut : Kelurahan Bakunase Pelaksanaan program desa/kelurahan Mandiri Anggur Merah di Kelurahan Bakunase sampai dengan September 2011 telah mencairkan dana sebesar Rp 145. ditambah dengan 4 (empat) kelurahan di tahun 2011 terdahulu.000. pendampingan dan bimbingan kepada kelompok. namun kriteria lain yang tak kalah pentingnya adalah ketersediaan sumber daya atau potensi wilayah untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ekonomi produktif. Kota Kupang tetap mengacu pada Peraturan Gubernur NTT Nomor 33 Tahun 2010 tentang Pedoman Pembangunan Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah Provinsi NTT Tahun 2011-2013. analisa potensi kelurahan.. Kelurahan Fatukoa Untuk kelurahan Fatukoa sampai dengan sptember 2011. dan penyusunan proposal kelompok. maka Kota Kupang saat ini memiliki 10 Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) pada setiap Kelurahan penerima bantuan Program Mandiri Anggur Merah.Saat ini PKM telah mulai bekerja di 6 Kelurahan untuk proses pendampingan. Pemprov memberikan dukungan anggaran sebesar Rp. Dalam pelaksanaan Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah. Tugas dan fungsi PKM antara lain pembentukan kelompok usaha ekonomi produktif masyarakat.000.000.atau 100 % yang terdistribusi 10 Kelompok yang terdiri dari :   Untuk penggemukan ternak sapi sebanyak 8 kelompok Untuk penggemukan ternak babi sebanyak 2 kelompok.000.12 % dari total dana sebesar Rp 250.000.000. 250.500.

Kelurahan Oesapa Barat Sedangkan pelaksanaan program desa/Kelurahan mandiri Anggur Merah di kelurahan Oesapa barat berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Pndamping Kelompok Masyarakat.telah realisasi sebesar Rp 249...Usaha Garam sebanyak .yang diperuntukkan pada 4 kelurahan di 4 Kecamatan.84% dari total dana Rp.Usaha Bengkel . 250.Usaha sayur : : : : : : : 7 4 3 3 1 1 1 Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Pelaksanaan Program Desa Kelurahan Anggur Merah di Kota Kupang Sampai dengan saat ini telah terealisir sebesar Rp 718. atau 71.Usaha Kios .6 % Dari Total dana yang terealisir tersebut terdistribusi pada 20 kelompok usaha yang terdiri dari : . Tentunya kita berharap Program serupa juga menjadi catatan untuk terus dikembangkan kedepan. bahwa sisa dana yang belum terealisir telah diajukan proposalnya untuk diverifikasi oleh tim Propinsi.000.Usaha Ikan .. akan mengarah pada peningkatan penghasilan masyarakat lokal.atau 99. Harapan kita dengan semakin banyaknya program lokal berbasis pemberdayaan masyarakat. pastinya akan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT pada umumnya dan khususnya masyarakat Kota Kupang .000.Usaha Meubeler ..000.443.000. sampai dengan keaaan Septemberr 2011 terinformasi bahwa dari total dana sebesar Rp.000.Usaha ayam potong .yang terdisribusi pada 35 kelompok usaha. 1.500.000.000.Sesuai informasi yang diperoleh dari Pendamping kelompok masyarakat di kelurahan Fatukoa.

Pada tahun 2009 terdapat sebanyak 1.100 orang (23.03%) dan di tahun 2010 juga.PROGRAM ANGGUR MERAH DI NTT ANGGUR MERAH: Memabukan. Data kehidupan bernegara di NTT sebagaimana yang dipublis BPS. Klaster 2 (kedua) Program Pemberdayaan Masyarakat. semestinya diarahkan pada penciptaan kesejahteraan warganya. Sedangkan pada tahun 2010.250. Itu berarti. pro-poor.014. Kegiatan ekonomi produktif yang . Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya penanggulangan kemiskinan telah menetapkan kebijakan operasional pembangunan berbasis desa/kelurahan.31%) penduduk miskin di NTT. serta Klaster 4 (keempat) Program Pro Rakyat. Bertolak pada realiata kemiskinan di tahun 2010 ini. NTT menempati peringkat keenam provinsi termiskin di Indonesia.200 orang (23. pembangunan untuk mensejahterakan warga belum berjalan maksimal. maka di Tahun Anggaran 2011. pembangunan atau yang disebut dengan istilah apapun. dengan harapan kebijakan tersebut mampu menciptakan masyarakat desa yang maju dan produktif. tujuan utama pembangunan adalah kesejahteraan manusia (Human Welfare).013. Di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih merupakan bagian integral dari Indonesia. Pemerintah Provinsi NTT mengalokasikan dana untuk 287 desa/kelurahan dengan nilai per desa/kelurahan sebesar Rp.. jumlah penduduk miskin di NTT bertambah menjadi 1. Pembangunan Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah rencananya akan dilaksanakan secara partisipatif. Sinkronisasi kebijakan idealnya diwujudkan dalam bentuk program dan kegiatan sesuai kewenangan masing-masing yang diorientasikan melalui pencapaian strategi pembangunan yang progrowth. transparan dan terpadu dengan melibatkan semua stakeholders melalui pengembangan ekonomi produktif.? Oleh. Klaster 3 (ketiga) Program Pemberdayaan Usaha Kecil dan Mikro. yaitu Pembangunan Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah. pro-job. Pembangunan yang mensejahterakan rakyat ini akan memperoleh keberhasilan dalam pembangunan secara nasional sangat tergantung dengan sinergitas kebijakan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat dan antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.00. Buktinya. Secara statistik jumlah orang miskin di NTT semakin parah dari tahun ketahun.000. menunjukan bahwa penduduk miskin provinsi NTT pada Maret 2010 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Maret 2009. Paul SinlaEloE Dalam berbagai literatur ilmu sosial. Dalam program ini. dan pro-environment serta pengembangan program-program percepatan pengurangan kemiskinan melalui: Klaster 1 (pertama) Program Bantuan Sosial Berbasis Keluarga.000.

00. Kesalahan penganggaran.KUP/01/2012. Pembelian/pengadaan barang dan/atau pemakaian jasa ini mencakup belanja barang pakai habis.00 pada belanja barang dan jasa yaitu pada Belanja Penyelenggaraan Program Desa Mandiri dimana anggaran tersebut merupakan anggaran untuk pemberian bantuan pinjaman modal usaha kepada masyarakat melalui desa/kelurahan. bahan/material. sewa sarana mobilitas.500. yang selanjutnya dana anggur merah akan ditransfer ke rekening desa/kelurahan.73. Permendagri No.000.000.73. selanjutnya kelompok masyarakat yang mengajukan proposal oleh bendahara pengeluaran Bappeda.328. makanan dan minuman. potensi dan keunggulan ekonomi komparatif desa/kelurahan sasaran. (Pasal 52 Ayat (1). Kemudian atas dasar rekomendasi tersebut Kepala Bappeda mengajukan SPP-LS dan SPM-LS kepada Biro Keuangan untuk diterbitkan SP2D. kemudian dari rekening desa/kelurahan dana tersebut ditransferkan ke rekening kelompok.500.73. 13 Tahun 2006). penganggaran Belanja Penyelenggaraan Program Desa Mandiri Anggur Merah Sebesar Rp. perjalanan dinas. premi asuransi. 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Permendagri No. jasa kantor.500. Kedua. kemudian Kepala Desa/Lurah menyampaikan proposal kepada Gubernur cq Kepala Bappeda beserta syarat-syarat administratif untuk diverifikasi oleh tim verifikasi provinsi yang akan direkomendasikan kepada Gubernur untuk diberikan dana anggur merah.dikembangkan ini nantinya akan disesuaikan dengan karakteristik.00 pada Belanja Barang dan Jasa kurang tepat dan tidak sesuai dengan Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Peraturan Mentri Dalam Negeri 12 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang mengamanatkan bahwa Belanja barang dan jasa hanya digunakan untuk pengeluaran pembelian/pengadaan barang yang nilai manfaatnya kurang dari 12 (duabelas) bulan dan/atau pemakaian jasa dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintah daerah. cetak/penggandaan. (Pasal 52 Ayat (2). Itu berarti. Berdasarkan DPPA Bappeda TA 2011 program pembangunan desa/kelurahan mandiri anggur merah dianggarkan sebesar Rp. Permendagri No. 13 Tahun 2006). Dalam implementasinya. pakaian kerja. sewa rumah/gedung/gudang/parkir. pakaian dinas dan atributnya.000. pakaian khusus dan hari-hari tertentu. Tertanggal 20 Januari 2012. Buktinya hasil audit BPK RI didokumentasikan dalam LHP BPK RI Nomor: 20/S/XIX. sewa perlengkapan dan peralatan kantor. menunjukan bahwa terdapat berbagai persoalan berkaitan dengan program pembangunan Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah diantaranya adalah: Pertama. Untuk pelaksanaan program desa/kelurahan mandiri anggur merah ini. 559 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Permendagri No. Pemeriksaan secara uji petik atas administrasi pencatatan dana anggur merah pada desa/kelurahan yang dilakukan oleh BPK RI diketahui ditemukan .328. dalam DPA/DPPA Bappeda Provinsi NTT telah dianggarkan anggaran sebesar Rp. sewa alat berat. perawatan kendaraan bermotor. perjalanan dinas pindah tugas dan pemulangan pegawai. Mekanisme penyaluran dana Anggur Merah berdasarkan proposal kegiatan usaha yang diajukan oleh kelompok masyarakat kepada Kepala Desa/Lurah dengan tembusan disampaikan kepada Bupati/Walikota cq Bappeda Kabupaten/Kota.328. kemudian masyarakat mengembalikan kembali bantuan modal usaha tersebut kepada desa/kelurahan untuk digulirkan kembali. program pembangunan Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah ini berjalan bagaikan “orang yang lagi mabuk anggur merah”. Administrasi dan pelaporan belum tertib.

Pembangunan yang mensejahterakan rakya mengalami kegagalan di era orde baru karena telah menjadikan ekonomi sebagai panglima pembangunan. (Tulisan ini pernah dipublikasikan dalam Harian Umum Victory News. Sedangkan keuntungan yang diperoleh penggunaannya disesuaikan dengan kesepakatan kelompok disetiap desa/kelurahan”. Kondisi yang demikian tidak sejalan dengan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 33 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pembangunan Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2011 – 2013 Lampiran Bab V 5.2 huruf c angka 6 yang menyatakan bahwa “Untuk menjamin kesinambungan pengelolaan dana hibah. Menurut BPK RI. media elektronik maupun media OnLine juga membenarkankan bahwa pelaksanaan program desa/kelurahan mandiri anggur merah ini juga mengalami berbagai persoalan. 5 Tahun 2011). Laporan konsolidasi harus disampaikan setiap semester (enam bulan) dan akhir tahun. seharusnya moral senantiasa dijadikan sebagai panglima pembangunan.KUP/01/2012. maka penerima dana hibah wajib menyetor kembali dana pokok ke rekening desa/kelurahan. Kecamatan Kualin. tidak mempertanggung jawabkan pengadaan sapi untuk kelompok dampingan. Salah satu contohnya adalah pengadaan sapi untuk program pembangunan Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah di desa Kualin. Penting untuk diingat juga adalah “Mengulangi kesalahan dalam pembangunan untuk kesejahteraan rakyat hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang mabuk anggur !!”. fakta yang sudah menjadi pemberitaan utama dalam berbagai media baik itu media cetak. . Pasalnya. (LHP BPK RI Nomor: 20/S/XIX.bahwa desa/kelurahan belum membuat pencatatan untuk penerimaan dan pengeluaran uang dana anggur merah tersebut. (Pasal 15 Ayat (2) PERGUB NTT No. belum ada pencatatan mengenai pengembalian dana yang sudah disetorkan oleh kelompok. Tanggal 20 Januari 2012). TTS yang bermasalah. serta belum menyampaikan laporan konsolidasi seluruh laporan kelompok masyarakat kepada Gubernur. Pada akhirnya perlu diingat bahwa dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat. Hal ini menjadi penting karena sejarah mencatat bahwa Indonesia pernah gagal ketika politik dijadikan panglima pembangunan di era orde lama. pendamping kelompok masyarakat (PKM) desa tersebut. Selain berbagai persoalan yang menjadi data temuan BPK RI diatas. Selanjutnya BPK RI juga berpendapat bahwa realita ini sangat tidak sesuai dengan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 5 Tahun 2011 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Program Pembangunan Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah di Provinsi NTT Tahun 2011-2013 pasal 15 Ayat (1) yang menyatakan bahwa ”Kepala Desa/Lurah menyampaikan laporan konsolidasi seluruh laporan kelompok masyarakat kepada Gubernur dengan tembusan disampaikan keada Bupati/Walikota. Kepala Bappeda dan Kepala Biro Keuangan’. tanggal 11 Mei 2012).

"Kami dari Fraksi Demokrat tidak ingin Gubernur disalahkan karena dinilai gagal dalam program desa mandiri anggur merah. Dan kepada Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) diharapkan berperan aktif dalam mengelola dana Rp 250 juta per desa itu. Namun sejauh ini ada Desa tertentu yang sampai sekarang belum mengetahui program desa mandiri anggur merah seperti di Desa Naiola. Ketua Komisi B DPRD NTT. berpendapat. Kecamatan Biboki Selatan. Jika Juknis tidak jelas maka program itu bisa gagal. dan dianggap pemerintah NTT tidak berhasil." kata Gabrial. Untuk itu. Drs. Jumat (4/3). Frans Lebu Raya dinilai gagal menjalankan programnya sendiri. Untuk itu maka SKPD yang ditugaskan untuk menangani program itu harus bekerja serius. "Kalau sampai hari ini ada masyarakat desa yang belum tau tentang program tersebut maka itu adalah kelemahan dinas atau SKPD yang bertugas menangani program itu. Fraksi Partai Demokrat tidak ingin Gubernur NTT. Ia mengatakan. Jhon Umbu Deta mengatakan. DPRD NTT akan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke daerah untuk melakukan evaluasi tentang sejauhmana pelaksanaan program desa mandiri anggur merah. maka diharapkan pemerintah sungguh-sungguh menjalankan program tersebut. dalam minggu ini. Total dana untuk program desa mandiri anggur merah sebesar Rp 87 miliar untuk 287 desa yang dianggap layak mendapatkan dana tersebut. Juknis itu penting untuk DPR demi kepentingan fungsi pengawasan.5 juta per bulan. terutama pendamping di desa/kelurahan. anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Demokrat.TERKAIT PROGRAM DESA MANDIRI ANGGUR MERAH Kupang-SI. "PKM harus sungguh-sungguh dan serius mengelola dana tersebut." katanya. Termasuk PKM-nya juga lemah. Padahal. "Kita di DPR harus dapat Juknis untuk kepentingan fungsi pengawasan. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Untuk itu kata Umbu Deta." tegasnya. Karena gaji PKM sangat besar yakni Rp 2. untuk mensukseskan program desa mandiri anggur merah maka Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani program tersebut harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di desa/kelurahan." kata Umbu Deta di Kantor DPRD NTT. oleh karena itu keluhan masyarakat di TTU itu segera dilayanai oleh pihak yang berwajib. Sementara itu. (Andi Sulabessy) . program desa mandiri anggur merupakan program yang sangat bagus asalkan petunjuk teknis (Juknis) pengelolaan dana tersebut jelas. Ia juga menyampaikan. Gabriel Suku Kotan. DPRD NTT belum mendapat Juknis tentang pengelolaan dana desa mandiri anggur merah dimaksud.

pengenalan konsep SIYB . Pelatihan dilaksanakan di Hotel Jemmy-Waingapu Kabupaten Sumba Timur selama 5 hari mulai dari tanggal 21-25 Juni 2011.Pengenalan Konsep usaha Mikro. Kecil dan Menengah . Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Sumba Timur pada tanggal 21 Juni 2011. Materi-materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut antara lain: .Pelibatan Penyandang Cacat dalam Usaha .Pengembangan Konsep Gender Mainstreaming dan Pemberdayaan Perempuan .ILO EAST NTT laksanakan pelatihan pengembangan kewirausahaan bagi PKM daratan Sumba Lembaga Perburuhan Internasional (ILO-EAST) perwakilann NTT bekerja sama dengan Bappeda Provinsi NTT melaksanakan Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan bagi 22 orang PKM sedaratan Sumba.Analisis Mata Rantai (Value Chain Analisys) .Mobilisasi Masyarakat .Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga .Analisis Peluang kerja dan Usaha .Menemukan ide bisnis .

I Wayan Dharmawa kepada Tirilolok mengaku. pemerintah provinsi bisa berbenah dan mencapai tujuan peluncuran program Desa Keluraha Mandiri Anggur Merah. Wayan Dharmawa menyatakan. Kepala Bappeda NTT. Wayan menambahkan. Pendamping Kelompok Masyarakat – PKM Program Desa Kelurahan Mandiri Anggur Merah yang ditempatkan pada 287 desa kelurahan Mandiri Anggur Merah sejak Janurari lalu mulai melaporkan kegiatannya kepada gubernur NTT melalui Bappada.TIRILOLOK News Detail Posted at 15-03-2011 | 01:13:52 PENDAMPING PROGRAM ANGGUR MERAH LAPORKAN KEGIATANNYA KEPADA GUBERNUR. Ia menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang mengkritisi program Desa Kelurahan Mandiri Anggur Merah karena dengan kritikan tersebut. sesuai peraturan gubernur tentang pedoman teknis pelaksanaan Desa Kelurahan Mandiri Anggur Merah. pemerintah provinsi NTT pada tahun 2011 hingga 2013 meluncurkan program Desa Kelurahan Mandiri Anggur Merah dengan mengalokasikan dana 250 juta rupiah per desa kelurahan pada 287 kecamatan se-NTT disertai 287 PKM. setiap PKM wajib membuat rencana kerja dan bekerjasama dengan bank NTT untuk memanfaatkan dana 250 juta yang dialokasikan. dari laporan PKM terlihat ada yang bagus namun ada yang belum berbuat apa-apa. Wayan Dharmawa menjelaskan. (VN-01) . sehingga nanti yang bagus diberikan penghargaan dan yang tidak bagus pasti diberikan peringatan. Seperti diketahui. Bappeda NTT sebagai penanggungjawab program tersebut akan melakukan evaluasi kinerja PKM tersebut.