You are on page 1of 2

VIII.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada pembuatan n-butil asetat, 15 mL n-butanol yang merupakan senyawa alkohol direaksikan dengan 40 mL asam asetat glasial yang merupakan senyawa asam karboksilat didalam labu dasar bulat, asam karboksilat yaitu asam asetat glasial direaksikan secara berlebih yang sesuai dengan hukum kesetimbangan, jika perbandingan butanol dan asam karboksilat adalah 1:1, maka untuk menggeser reaksi ke arah produk memperbanyak ester! salah satu pereaksi harus ditambah jumlahnya" #sam asetat glasial yang berlebih ini dilakukan untuk memperbanyak ester yang dihasilkan, kemudian pada larutan ini ditambah sedikit demi sedikit $ tetes asam sul%at pekat, penambahan asam sul%at pekat ber%ungsi sebagai katalis untuk mempercepat berlangsungnya reaksi antara n-butanol dan asam asetat glasial" Penambahan asam sul%at harus secara perlahan karena asam sul%at bersi%at esoterm, jika dimasukkan sekaligus akan menghasilkan panas dan berasap" &etika asam sul%at pekat dimasukkan, larutan harus sambil diaduk secara konstan" 'elain dengan penambahan katalis, reaksi dilakukan pada suhu tinggi karena jika suhu dinaikkan maka energi kinetik partikel akan bertambah besar dan laju reaksi akan semakin cepat" 'elanjutnya larutan didalam labu dasar bulat di didihkan yang sebelumnya telah ditambahkan ( butir batu didih agar ketika larutan dipanaskan tidak terjadi bumping atau timbulnya letupan-letupan pada larutan saat dipanaskan" 'ementara itu reaksi dilakukan dengan re%luks yaitu dengan medidihkan campuran lalu mengkondensasi uap dengan pendingin air dan kembali mencair ke labu reaksi" Pemanasan dilakukan selama ( sampai $ jam karena reaksi esteri%ikasi berlangsung sangat lama" 'uhu larutan dijaga agar tidak melebihi )1 0*, hal ini dlilakukan, karena senyawa ester memiliki titik didih rendah dibawah 100 0, yaitu antara +00* , )00*" 'etelah ( jam terbentuklah n-butil asetat dan air" -asil re%luks dibiarkan hingga dingin selama $0 menit pada suhu kamar, setelah itu di ekstrak dalam corong pisah sebanyak empat tahap untuk memisahkan n-butil asetat dengan air dan .at-.at pengotor lain" /isini harum khas dari ester n-butil asetat! sudah tercium, baunya seperti cat kuku" Proses pemisahan menggunakan corong pisah, 0etode yang digunakan adalah ekstrasi cair , cair" Prinsip ekstraksi cair , cair adalah berdasarkan perbedaan kelarutan" -asil larutan yang telah dire%luks dan di dinginkan dimasukkan ke dalam corong pemisah, pertama ester di ekstraksi dengan $0 mL air kemudian di kocok dengan kuat dan diamkan hingga terpisah ( bagian, ester berada di atas permukaan air yang larut

pemberian 2a-*3$ karena 2a-*3$ ketika direaksikan dengan asam akan membentuk gas *3( dan -(3" menurut persamaan reaksi : *-$*33.16 7" -asil ini tidak sesuai dengan hasil teori dimana menurut perhitungan massa yang dihasilkan adalah sebanyak kurang lebih 15")05 gram" -al ini dikarenakan masih ada pengotor sisa asam atau air! dalam ester yang kami buat " IX.kelebihan! 4 2a-*3$ *-$*332a 4 *3( 4 -(3 &emudian dikocok berulang . produk dicuci dengan menggunakan + mL 2a-*3$ dan ditambah (5 mL air.5 gram dengan warna coklat pekat dengan yield 1$1"61 7 (" 8ster yang di hasilkan tidak murni karena seharusnya warna ester yang di hasilkan itu tidak berwarna akan tetapi hasil dari percobaan yang kita lakukan ester baewarna coklat pekat hal ini menandakan masih banyak pengotornya sisa asam atau air!" . ulang agar homogen" 'etelah didiamkan terbentuk dua lapisan" Lapisan atas adalah ester sedangkan lapisan bawah adalah cairan sebagai hasil samping. karena 2a('34 bersi%at menyerap air dehidrator! 0assa ester yang di hasilkan sebesar (4.5 gram dengan yield 1$1.dengan sisa butanol karena memiliki berat jenis yang lebih besar dan air berada dibawah sehingga air terlebih dahulu di keluarkan dari corong pisah sehingga tersisa ester" 1ntuk menghilangkan kelebihan asam asetat pada ester. kemudian dilakukan pemisahan" 'etelah dipisahkan ditambahkan 2a('34. penambahan 2a('34 digunakan untuk menghilangkan air dari ester. KESIMPULAN 1" 8ster yang dihasilkan sebanyak (4.