You are on page 1of 21

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Angka kematian ibu bersalin dan angka kematian perinatal merupakan indikator yang paling peka untuk menilai keberhasilan program kesehatan ibu dan anak. Malpresentasi dapat mengakibatkan timbulnya penyebab kematian perinatal termasuk diantaranya adalah kelainan presentasi bokong, kejadian hipoksia dan trauma lahir pada perinatal sering ditemui pada kasus persalinan dengan malpresentasi yaitu pada presentasi bokong. Kejadian presentasi bokong ditemukan sekitar 3-4% dari seluruh persalinan tunggal. Presentasi bokong adalah suatu keadaan pada letak janin memanjang dimana prsentasi bokong dengan atau tanpa kaki merupakan bagian terendahnya. Selain itu sampai saat ini mortalitas dan morbiditas neonatus pada bayi prematur masih sangat tinggi yang disebabkan oleh persalinan dengan kehamilan preterm. al ini tentunya berkaitan dengan maturitas organ pada bayi lahir seperti paru, otak dan gastrointestinal. Angka kejadianpersalinan preterm pada umunya adalah sekitar !"#% . anya ",$ % persalinan terjadi pada usia kehamilan kuarang dari 3% minggu dan #,$ % pada kehamilan kurang diri %& minggu namun,kehamilan ini merupakan %'3 dari kematian neonatal.Kesulitan utama dalam persalian preterm ialah pera(atan bayi preterm,yg semakin usia kehamilan yg semakin besar morbiditas dan mortalitas. Penelitian lain menunjukan bah(a umur kehamilan dan berat bayi lahir saling berkaitan dengan resiko kematian perinatal. )i negara barat sampai &#% dari kematian neonatus adalah akibat prematuritas, dan pada bayi yang selamat "#% mengalami permasalahan dalam jangka panjang. Penyebab persalinan dengan kehamilan preterm sering dapat di kenali dengan jelas, namun, pada banyak kasus penyebab pasti tidak

dapat di ketahui. *eberapa +aktor mempunyai andil dalam terjadinya persalinan preterm seperti +aktor pada ibu, +aktor janin dan plasenta ataupun +aktor lain seperti sosioekonomik. Pendekatan obstetrik yang baik terhadap persalinan preterm akan memberikan harapan terhadap ketahanan hidup dan kualitas hidup bayi preterm. )i beberapa negara maju angka kematian neonatal pada persalinan prematur menunjukkan penurunan yang umumnya di sebakan oleh meningkatanya peranan neonatal intensi, -are dan akses yang lebih baik dari pelayanan ini. )i Amerika Serikat bahkan menunjukan kemajuan yang deramatis berkaitan dengan meningkatnya umur kehamilan, dengan $#% neonatus selamat pada persalinan usia kehamilan %$ minggu, dan lebih dari .#% pada usia %&-%. minggu, hal ini menunjukan bah(a teknologi dapat berperan banyak dalam keberhasilan persalinan bayi preterm. B. Tujuan /ujuan 0mum ". Mengetahui +aktor-+aktor yang dapat menyebabkan timbulnya persalinan prematur. %. 0ntuk mengetahui bagaimana etiologi, diagnosis dan penanganan persalinan bokong. 3. Menambah pengetahuan tentang persalinan patologis. /ujuan Khusus ". Mengetahui pengimplementasian atau tindakan asuhan kebidanan yang seharusnya dilakukan sesuai dengan kasus nyata. C. Manfaat

Man+aat dari makalah ini adalah penulis mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai teori serta praktik asuhan yang diterapkan untuk kasus ini. Serta untuk pemba-a dapat mengingatkan kembali dan menambahkan (a(asan mengenai materi yang diterangkan didalam makalah ini. D. Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri $ *ab, dengan sistematika penulisan sebagai berikut 1 *A* 2 *A* 22 1 Pendahuluan terdiri dari latar belakang masalah tujuan penulisan, man+aat dan sistematika penulisan. 1 /injauan teori uraian tentang de+inisi, diagnosis, etiologi, penanganan pada persalinan dengan presentasi bokong dan preterm. *A* 222 *A* 52 *A* 5 )a+tar Pustaka 1 3aporan kasus penerapan Asuha Kebidanan pada ibu bersalin di 4S2A *udi Kemuliaan 1 Pembahasan membandingkan kesesuaian antara teori yang ada dan praktik di klinik 1 Penutup Kesimpulan dan saran

BAB II TINJAUAN TE !I A. Presentasi B"k"ng 2. )e+inisi Presentasi bokong adalah janin letak memanjang dengan bagian terendahnya bokong, kaki, atau kombinasi lainnya. )engan insidensi 3-4 % dari seluruh kehamilan tunggal pada umur kehamilan -ukup bulan 6> 37 minggu8, presentasi bokong merupakan malpresentasi yang paling sering dijumpai. Sebelum umur kehamilan %& minggu, kejadian presentasi bokong berkisar antara %$ 9 3# % dan sebagian besar akan berubah menjadi presentasi kepala setelah umur kehamilan 34 minggu. )ikenal beberapa jenis letak sungsang, yakni presentasi bokong, presentasi bokong kaki sempurna, presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki. pada presentasi bokong akibat ekstensi kedua sendi lutut, kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujungnya setinggi bahu atau kepala janin. )engan demikian pada pemeriksan dalam hanya dapat diraba bokong. Pada presentasi bokong kaki sempurna disamping bokong dapat diraba kedua kaki. pada presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki disamping bokong sedangkan kaki yang lain terangkat keatas 6Sar(ono, %##78. 22. )iagnosis Presentasi bokong dapat dikeahui melalui pemeriksaan palpasi abdomen. Manu,er 3eopold perlu dilakukan pada setiap kunjungan pera(atan antenatal bila umur kehamilan : 34 minggu.

Pada pemeriksaan luar, dibagian ba(ah uterus tidak dapat diraba bagian yang keras dan bulat, yakni kepala, dan kepala teraba di+undus uteri. Kadang 9 kadang bokong janin teraba bulat dan seolah 9 olah memberikan kesan kepala, tetapi bokong tidak dapat digerakan semudah kepala. 0ntuk memastikan apabila masih terdapat keraguan pada pemeriksaan palpasi, dapat dilakukan pemeriksaan dalam ,agina dan atau pemeriksaan ultrasonogra+i. Pemeriksaan yang hanya menunjukkan adanya presentasi bokong saja belum -ukup untuk membuat perkiraan besarnya risiko guna pengambilan -ara persalinan yang hendak dipilih. /aksiran berat janin, jenis presentasi bokong, keadaan selaput ketuban, ukuran dan struktur tulang panggul ibu, keadaan hiperektensi kepala janin, kemajuan persalinan, pengalaman penolong dan ketersediaan +asilitas pelayanan intensi+ neonatal merupakan hal-hal yang penting untuk diketahui. 222. ;tiologi 3etak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. Pada kehamilan sampai kurang lebih 3% minggu, jumlah air ketuban relati+ lebih banyak, sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. )engan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala, letak sungsang atau letak lintang. Pada kehamilan tri(ulan terakhir janin tumbuh dengan -epat dan jumlah air ketuban relati+ berkurang. Karena bokong dengan dua tungkai yang terlipat lebih besar dari pada kepala, maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di +undus uteri, sedangkan kepala diruang yang lebih ke-il di segmen ba(ah uterus. )engan demikian dapat dimengerti mengapa pada

kehamilan -ukup bulan, janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala. <aktor 9 +aktor lain yang memegang peranan penting dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas, hamil kembar, hidramnion, hidrose+alus, plasenta pre,ia, dan panggul sempit. Kadang 9 kadang letak sungsang disebabkan oleh kelainan uterus dan kelainan bentuk uterus. Plasenta yang terletak di daerah kornu +undus uteri dapat pula menyebabkan letak sungsang, karena plasenta mengurangi luas ruangan didaerah +undus. 25. Penanganan /ujuan penanganan pada masa kehamilan adalah men-egah malpresentasi pada (aktu persalinan. Pada saat ini ada tiga -ara yang dipakai untuk mengubah presentasi bokong menjadi presentasi kepala yaitu ,ersi luar, moksibusi atau akupuntur dan posisi dada-lutut pada ibu. =amun tindakan tersebut hanya ,ersi luar yang baru direkomendasikan. 5ersi luar adalah prosedur yang dilakukan dengan menggunakan tekanan dan maneu,er tertentu pada perut ibu untuk mengubah presentasi janin menjadi presentasi kepala. Prosedur ,ersi luar -ukup aman dan e+ekti+, namun komplikasi yang dapat terjadi adalah bradikardi janin yang bersi+at sementara, solusio plasenta, komplikasi pada tali pusat, perdarahan +eto-maternal dengan kemungkinan sensitisasi, ketuban pe-ah dini. 2ndikasi kontra dilakukannya ,ersi luar adalah semua keadaan indikasi kontra persalinan ,aginal, terdapat pula indikasi kontra yang si+atnya relati,e yaitu ketuban pe-ah dini, oligohidroamnion, perdarahan uterus yang tidak diketahui penyebabnya. 0mur kehamilan terbaik untuk melakukan ,ersi luar belum begitu jelas. Pada dasarnya semakin tua umur kehamilan, akan

semakin ke-il tingkat keberhasilannya, umumnya dilakukan pada umur kehamilan 34-3! minggu. 5ersi luar juga dapat dilakukan sebelum umur kehamilan 34-3! minggu, tetapi kemungkinan untuk kembali lagi menjadi presentasi bokong -ukup besar.
Pemeriksaan adanya indikasi dan kontra indikasi versi luar

/idak

Memenuhi persyaratan

ya

Observasi (rencana persalinan va inal! atau bedah sesar e"ekti"

/idak bersedia

#a$arkan % konselin versi luar


*ersedia

&n"ormed consent
=on-reasuring

*ersi luar tak dilakukan+ lakukan prosedur yan sesuai

'(#
4eassuring

)akukan versi luar ,encanakan versi luar ulan atau observasi (rencanakan
reasuring >agal berhasil

'(#

'(#

)akukan prosedur yan sesuai

Observ asi

>ambar "." Skema pengelolaan presentasi bokong pada masa kehamilan

B. #e$amilan Preterm 2. )e+inisi Persalinan preterm adalah persalinan yang berlangsug pada umur kehamilan %#-37 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir 6A?@> "..$8. *adan Kesehatan )unia 6A @8 menyatakan bah(a bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan 37 minggu atau kurang. Persalinan preterm merupakan hal yang berbahaya kerena potensial meningkatkan kematian perinatal sebesar !$%-7$%, umumnya berkaitan dengan berat lahir rendah. *erat lahir rendah dapat disebabkan oleh kelahiran preterm dan pertumbuhan janin yang terhambat. 22. ;tiologi dan <aktor Predisposisi Persalinan prematur merupakan kelainan proses yang multi+aktorial. Kombinasi keadaan obstetrik, sosiodemogra+i, dan +aktor medik mempunyai pengaruh terhadap terjadinya persalinan prematur. Kadang hanya risiko tunggal dijumpai seperti distensi berlebih uterus, ketuban pe-ah dini, atau trauma. *anyak kasus persalinan prematur sebagai akibat proses patogenik yang merupakan mediator biokimia yang mempunyai dampak yang terjadinya kontraksi rahim dan perubahan ser,iks, yaitu1 Akti,asi aksi kelenjar hipotalamus-hipo+isis-adrenal baik pada ibu maupun janin, akibat stres pada ibu atau janin 2n+lamasi desidua-korioamnion atau sistemik akibat in+eksi asenden dari traktus gebitourinaria atau in+eksi sistemik

Perdarahan desidua Peregangan uterus patologik Kelianan pada uterus atau ser,iks )engan demikian, untuk memprediksi kemungkinan terjadinya persalinan prematur harus di-ermati beberapa kondisi yang dapat menimbulkan kontraksi, menyebabkan persalianan prematur atau seorang dokter terpaksa mengakhiri kehamilan pada saat kehamilan belum genap bulan. Kondisi selama kehamilan yang berisiko terjadinya persalinan preterm adalah 1 ". Banin dan plasenta %. 2bu Penyakit berat pada ibu )iabetes mellitus Preeklamsia' hipertensi 2n+eksi saluran kemih' genetal' intrauterin Penyakit in+eksi dengan demam Stres psikologik Kelainan bentuk uterus'ser,iks 4i(ayat persalinan preterm'abortus berulang 2nkompetensi ser,iks 6panjang ser,iks kurang dari "-m8 Pemakaian obat narkotik Perdarahan trimester a(al Perdarahan antepartum 6plasenta pre,ia, solusio plasenta, ,asa pre,ia8 Ketuban pe-ah dini 6KP)8 Pertumbuhan janin terhambat ?a-at ba(aan janin Kehamilan ganda'gameli Polihidramnion

222.

/rauma Perokok berat Kelainan imunologi' kelainan resus

<aktor-<aktor yang Mempengaruhi Persalinan Preterm <aktor- +aktor yang dapat mempengaruhi terjadinya persalianan preterm dapat diklasi+ikasikan se-ara rin-i sebagai berikut1 a. Kondisi umum b. Keadaan sosial ekomoni rendah -. Kurang giCi d. Anemia e. Perokok berat, dengan lebih dari "#batang'hari. +. 0mur hamil terlalu muda kurang dari atau terlalu tua di atas 3$ tahun. g. Penyakit ibu yang menyertai kehamilan h. Penyulit kebidanan

25.

)iagnosis Sering terjadi kesulitan dalam menentukan diagnosis an-aman persalinan preterm. /idak jarang kontraksi yang timbul pada kehamilan tidak benar-benar merupakan an-aman proses persalinan. *eberapa kriteria dapat dipaki sebagai diagnosis an-aman persalinan preterm, yaitu 1 a. Kontraksi yang berulang sedikitnya setiap 7-& menit sekali atau %-3 kali dalam (aktu "# menit b. Pemeriksaan ser,iks menunjukan telah terjadi pembukaan sedikitnya % -m -. Selaput keuban pe-ah dapat merupakan tanda a(al terjadinya persalinan pretem d. /erjadi pada usia kehamilan %%-37 minggu

1/

5.

Penatalaksanaan 2bu hamil yang diidenti+ikasi memiliki risiko persalinan preterm akibat amnionitis dan yang mengalami gejala persalinan preterm membakat harus ditangani seksama untuk meningkatkan keluaran noenatal. Pada kasus-kasus amnionitis yang tidak mungkin ditangani akspektati+, harus dilakukan inter,ensi, yaitu dengan 1 a8 Akselerasi pematangan +ungsi paru b8 Pemberian antibioti-8 Pemberian tokolitik

52.

Pera(atan =eonatus 0ntuk pera(atan bayi preterm baru lahir perlu diperhatikan keadaan umum, biometri, kemampuan bernapas, kelainan +isik dan kemampuan minum. Keadaan kritis bayi premature yang harus dihindari adalah kedinginan, pernapasan yang tidak adekuat atau trauma. Suasana hangat diperlukan untuk men-egah hipotermia pada neonates 6suhu badan diba(ah 3!,!-8 bila mungkin bayi sebaiknya dira(at -ara kangguru untuk menghindari hipotermia. Kemudian dibuat peren-anaan, pengobatan dan asupan -airan. AS2 diberikan lebih sering, tetapi bila tidak mungkin diberikan dengan sonde atau dipasang in+us. Semua bayi baru lahir harus mendapat nutrisi sesuai dengan kemampuan dan kondisi bayi. Sebaiknya persalinan bayi terlalu muda atau terlalu ke-il berlangsung pada +asilitas yang memadai, seperti pelayanan perinatal dengan personel dan +asilitas yang adekuat termasuk pera(atan perinatal intensi+.

11

BAB III LAP !AN #ASUS =y. S berusia %$ tahun, beragama 2slam, pendidikan terkhir SMP, seorang ibu rumah tangga. *ersuamikan /n. S usia %7 tahun, pendidikan terkhir SMA, pekerjaan buruh di /anah Abang. Pasangan ini tinggal di Bembatan *esi. Pasien ini dirujuk oleh *d. Buniarti, selam A=? dikatakn normal. 0S> terkhir kesan letsu. *erdasarkan anamnesa yang dilakukan di 0>) tanggal %#-!-%#"3 jam "4.3#, didapatkan data 1 P / "7-""-%#"% dengan banyaknya %-3 pembalut'hari, dengan siklus haid 3# hari 6teratur8 konsistensi -air dan gumpalan. )ari data tersebut didapatkan ta+siran persalinannya pada tanggal %4-&-%#"3. =y. S mengaku pertama kali merasakan gerakan bayinya pada bulan Maret dan pergerakan bayi dalam %4 jam terkhir sebanyak %" kali. /idak ada ri(ayat kehamilan dan persalinan terdahulu karena kehamilan ini merupakan kehamilan yang pertama. =y S memeriksakan kehamilannya teratur di *d. Buniarti dan telah imunisasi // sebanyak % kali yaitu saat hamil 4 bulan dan hamil $ bulan. Pada ri(ayat kesehatan, =y S mengatakan bah(a ia tidak pernah menderita penyakit-penyakit seperti jantung, hipertensi, diabetes mellitus, /*?, dan penyakit hubungan seksual seperti 25'A2)S, klien juga tidak pernah mengalami operasi dan tidak tidak mempunyai alergi obat. Pada ri(ayat kesehtan kelurga, klien mengatakan bah(a tidak ada ri(ayat penyakit seperti hipertensi, jantung, asma, diabetes miletus serta tidak ada ri(ayat kembar baik dalam keluarganya maupun suaminya. Selama hamil pasien sering mengkonsumsi mie instan dan pasien mengaku jarang makan nasi dikarenakn pasien tidak suka nasi. Menurut pasien selama hamil ini berat badan pasien turun hingga "# kg. )alam sehari pasien minum air mineral & gelas.

12

Klien belum pernah menggunakan alat kontrasepsi, bagi klien dan suaminya pernikahan ini merupakan pernikahan yang pertama. Kedua pasangan ini menginginkan kehamilannya dan jenis kelamin yang diharapkan apa saja, asalakan bayi lahir selamta dan sehat. harmonis. )ari perilaku kesehatan, klien tidak pernah mengkonsumsi rokok, al-ohol, obat terlarang serta jamu-jamuan. Akti,itas kesehatianya, klien mengatakan istrahat siang " jam, istirahat malam 7 jam. #ala I S % Klien datang sendiri ke 0>) tanpa surat pengantar dengan keluhan mules sering sejak pukul #$.## D keluar air-air sejak pukul #%.##. Pasien tidak merasa mual, pusing serta klien mengatakan tidak muntah dan melihat sekitar jelas. Pasien tidak ada ri(ayat minum rumput <atimah. Pergerakan janin yang dirasakan pasien dalam %4 jam terkhir akti+. Klien mengatakan bah(a belum ada pengeluaran darah lender namun pasien merasakan keluar air-air dari kemaluan. *A* dan *AK terakhir kira-kira jam #!.##. Pasien sudah makan tadi pagi dengan bubur setengah porsi dan minum teh manis hangat " gelas. % Setelah dilakukan pemeriksaan, didapatkan data keadaan umum baik, kesadaran -omposmentis, keadaan emosional stabil, konjungti,a tidak pu-at, sklera tidak ikhterik. /) 1 ""#'7# mm g = 1 .%E'mnt 4r 1 %%E'mnt Sh 1 3!,$?. Pada palpasi abdomen di peroleh /<0 %3 -m, 3eopold 2 1 teraba bulat, keras, tidak melenting. 3eopold 22 1 bagian kanan teraba keras , panjang, seperti papan, bagin kiri teraba bagian-bagian ke-il janin. 3eopold 222 1 teraba tidak melenting, lunak, agak bulat. 3eopold 25 1 teraba 3'$ bagian. is 1 3 E "#F 3$FF relaksasi /*B klinis 1 "7#$ gram. )enyut janting janin didengarkan pada pun-tum maksimum yaitu " jari diatas pusat disebalah kanan )B< "3#E'mnt. Pemeriksaan anogenital se-ara inspeksi tampak air ketuban mengalir dari ,agina, dinding ,agina tidak ada ,ari-es dan tidak ada oedema. ubungan klien dengan suami juga keluarganya -ukup

13

)ilakukan inspekulo hasil 1 ostium terbuka, tampak air ketuban mengalir (arna jernih. ?ek 3;A hasil 1 negati,e, p 1 7,$. )ilakukan pemeriksaan 22, dalam atas indikasi menilai keadaan persalinan, diperoleh hasil 1 pembukaan ! -m, selaput ketuban 9 6S4M (. jernih8, presentasi bokong, penurunan *Sag 6-8, golongan darah A 4,%7 jt'u3. b 1 "%," gr% 3 1 .,& posisi sa-rum kanan depan. )ilakukan pemeriksaan penunjang hasilnya t 1 3$,.% /r 1 3"& ;r1 asil asil 0S> 1 Banin tunggal presentasi bokong )B< gerak *P)

.%%. mg, <3 !&3# mg, <( 1 %#7# gram pla- -orpus depan grade 222. =S/ 1 reakti+ A

% >"P#A# hamil 3" minggu :$ hari dengan PK 2 akti+ D ketuban pe-ah 3# menit D susp. 20>4 Banin /unggal idup Presentasi *okong Masalah Potensial 1 2bu 1 22P, )ry 3obour Banin 1 A+ter -oming head, ga(at janin, as+iksia

% ". Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga. /) 1 ""#'7# mm g pembukaan ! -m )BB 1 "3#E'mnt. 2bu dan keluarga mengerti %. Memberitahu kepada ibu dan keluarga bah(a ibu akan dira(at. 2bu dan keluarga setuju 3. Memberitahu kepada ibu bah(a akan dilakukan pemeriksaan penunjang seperti -ek )P3, skreaning, 0S>, =S/. 2bu dan keluarga bersedia 4. Memantau his dan dj+ setiap 3# menit, serta memantau tanda-tanda in+eksi pada ibu. $. Melakukan kolaborasi dengan dokter umum untuk tindakan selanjutnya )okter umum lapor dokter konsulen 1 ad,i-e 1 Siapkan s- -ito atas indikasi presentasi bokong. *ri-asma G amp ?ortidek % amp

14

!. Memberikan in+ormasi kepada petugas kamar opersai bah(a akan dilakukan s- -ito atas indikasi presentasi bokong 7. Melakukan dokumentasi setiap tindakan #ALA I& jam "4.$$ S 1 Pasien masuk ruang terima kamar operasi Pusing, pandangan kabur, mual 1 tidak ada Mules >erakan bayi 1 Status >eneralis 1 K0Hbaik, KesadaranH?M Konjungti,aH/idak pu-at SkleraH/idak 2khterik /) 1 ""#'7# mm g =d 1 7&E'mnt Sh 1 3!.$I? 4r 1 %"E'mnt Status @bstetri 1 Palpasi /<0 1 %3 -m )B< 1 "4!E'mnt is 1 3E"#F3$FF /erpasang in+. 43 " kol+ A 1 >"P#A# hamil 3" minggu : $ hari dengan PK 2 akti+ D ketuban pe-ah $$ menit D susp. 20>4 Banin /unggal idup Presentasi *okong Masalah Potensial 1 P% ". Memberikan hasil pemeriksaan kepada ibu /) 1 ""#'7# mm g "4!E'mnt %. Membantu ibu menggunakan topi operasi 3. Memberikan support dan dukungan kepada pasien dan keluarga sebelum dilakukan S? 4. Melakukan obser,asi K0, //5, 2S, )B< $. Melakukan persiapan partus S? Bam "$."# pasien dapat ampi-illin subkutan % gram, hasil 9 )B< 1 2bu 1 22P, )ry 3obour Banin 1 A+ter -oming head, ga(at janin, as+iksia is 1 3E"#F3$J Keadaan emosional 1 Stabil

15

Bam "$.34 operasi dimulai Bam "$.37 bayi lahir menangis kuat, kulit kemerahan, tonus otot baik, jenis kelamin1 laki-laki A'S &'. ** 1 "&$# gram P* 1 4" -m Bam "!."$ opersi selesai 3aporan S? 1 Benis pembedahan Benis anastesi pusat. Perdarahan total Bam "!.3# S 1 Pasien masuk 44 Pusing 1 /idak ada Mual 1 /idak ada Muntah 1 /idak ada Sesak 1 /idak ada Kedua kaki belum bisa digerakkan 1 Status >eneralis 1 K0 1 *aik Kesadaran 1 ?omposmentis /) 1 "%7'!& mm g =d 1 7%E'mnt 4r 1 %"E'mnt Sh 1 3!," ? Palp. Abdomen1 lemas Kont. 0terus 1 baik /<0 3uka @P 1 Sepusat 1 /ertutup 1 %## ml 1 S?/PP 1 Spinal

Plasenta berimplantasi di +undus, lahir dengan tarikan pada tali

4embesan 1 /idak ada Perdarahan 1 =ormal K intek /erpasang in+ 43 D %# 0 synto /erpasang @% % liter /erpasang )? (arna kuning jernih A 1 P"A# P.S? atas indikasi letsu

16

P1 ". Memberitahukan kepada suami dan keluarga bah(a bayi sudah lahir dan operasi sudah selesai. Suami mengerti dan akan mengaCani anaknya %. Memberitahukan kepada suami bah(a keadaan pasien dan bayi dalam keadaan sehat. 3. Mengin+ormasikan kepada ibu dan suami bah(a bayi akan di orbser,asi di 3t. 5. 2bu dan suami mengerti 4. Melakukan obser,asi K0, //5, Kontaksi uterus, perdarahan $. Melakukan obser,asi luka operasi, rembesan serta balan-e -airan !. Memberikan terapi sesuai instruksi

17

BAB I& PEMBAHASAN Pada kasus ini pasien melakukan A=? teratur di *d. B dan dirujuk ke 4S2A *udi Kemuliaan. =amun dalam sistem perujukan bidan tersebut tidak memenuhi syarat sistem *AKS@K0)@ yang baik dan benar. )imana pasien ini datang ke 4S2A *udi Kemuliaan tidak diantar oleh bidan. Selain itu dalam merujuk, pasien ini tidak disertai surat rujukan dari *d. B. =amun keluarga tetap mendampingi saat pasien datang ke 4S2A *udi Kemuliaan. Menurut Manuaba, 1998 berat badan ibu hamil yang normal dari trimester 2 sampai trimester 222 berkisar dari !,$-"$ kg. =amun pada kasus ini ibu mangaku selama hamil berat badan turun hingga "# kg yang disebabkan karena ibu selama hamil sering mengkonsumsi mie instan dikarenakan ibu mengaku tidak suka nasi. Selain itu, dari +aktor ekonomi tidak -ukup untuk membeli makanan yang dianjurkan seperti empat sehat lima sempurna. Pasien ini mengaku usia kehamilan 3" minggu :$ hari. =amun pada pemeriksaan /<0 hasi yang didapat hanya %3 -m. al ini tidak sesuai dengan teori, dimana seharusnya usia kehamilan 3" minggu :$ hari /<0 yang diperoleh setinggi prosesus Ei+oideus atau menggunakan rumus M-. )onald 1 besarnya /<0 -%, D% dari usia kehamilan yaitu 34-3& -m. Pada kasus ini dengan >"P#A# hamil 3" minggu :$hari, ketuban pe-ah 3# menit, susp. 20>4 Banin tunggal idup Presentasi *okong. ! -m, his 3 E "#F 3$FF.

)imana penangan kasus ini pengambilan keputusan sudah tepat yaitu dilakukan S? -ito. Bika dilihat dari kriteria sebagai diagnosis an-aman persalinan preterm yang sesuai dengan Sarwono, 2010 yaitu antara lain kontraksi yang berulang setiap 7-& menit, terjdinya pembukaan sedikitnya % -m, usia kehamilannya %%-37 minggu. Penatalaksaan kasus ini sebelum di lakukan seksio sesaria sudah tepat sesuai dengan teori dimana pasien ini diberikan tokolisis yaitu bri-asma G amp dan -ortidek

1-

% amp serta antibiotika. /indakan Pemberian

suntikan -ortideE "%g'2M untuk

pematangan paru janin sudah sesuai untuk mengurangi +aktor 4)S, karena janin akan segera dilahirkan dengan usia kehamilan prematur. 2njeksi ini bertujuan untuk membantu mempersiapkan al,eolus paru untuk lebih mudah berkembang saat pertama kali janin berna+as'menangis. 0ntuk Masalah potensial pada kasus ini dapat ditambahkan As+iksia mengingat janin yang akan lahir kurang bulan 634 mgg8, sehingga tenaga medis dapat segera mempersiapkan alat-alat resusitasi. Pada saat bayi lahir dengan diagnosa ga(at janin, bayi lahir dengan nilai AS .'"#, hal ini terjadi dikarenakan ketepatan dan kesigapan pengambilan keputusan klinis sehingga dapat mengurangi resiko yang mungkin terjadi .

1.

BAB & PENUTUP A. #esim'ulan =y. S P"A# telah melahirkan bayi tunggal pada tanggal %.-!%#"3 pukul "$.37 A2* dengan jenis kelamin laki-laki, berat badan "&$# gram, panjang badan 4" -m, 3ingkar kepala 3% -m, lingkar lengan atas 7,$ -m. Perdarahan total %## ml. )alam penangan kasus ini sangat tepat sekali sesuai dari prosedur baik dari tenaga medis maupun dari +asilitas dan alat-alat medis yang -ukup memadai. Selain itu keadaan terakhir baik dari bayi maupun ibunya -ukup baik. )ilihat dari setelah bayi lahir, bayi segera diba(a ke 3t.5 untuk obser,asi lebih lanjut. Sedangkan pasien kondisi emosional stabil sehingga proses persalinan berjalan lan-ar. B. Saran ". *agi 4S2A *udi Kemuliaan Mempertahankan asuhan kebidanan pada ibu bersalin, serta lenih membimbing mahasis(a dalam memberikan asuha kebidanan pada ibu bersalin di lahan praktik. %. 2nstitusi Pendidikan Meningkatkan e,aluasi terhadap mahasis(a yang sedang menerapkan asuhan kebidanan pada ibu bersalin di lahan praktik agar tujuan pemberian asuhan ter-apai.

2/

3. Mahasis(a 3ebih akti+ dan meningkatkan ketrampilan, pengetahuan, dan sikap dalam melakukan asuhan kebidanan pada ibu bersalin. DA(TA! PUSTA#A B=PK-K4. %##&. Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal. Bakarta 1 B=PK 9 K4 Manuaba, 2da *agus >de <ajar. %#"#. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandun an, dan K!" Bakarta 1 *uku Kedokteran ;>?. Pra(irohardjo, Sar(ono. %#"#" Ilmu Kebidanan. Bakarta 1 *ina Pustaka Sar(ono Pra(irohardjo
http://ririnhealth.blogspot.com

21