You are on page 1of 21

What are the audiometric frequencies affected are the responsible for the hearing complaint in the hearing

loss for ototoxicity after the oncological treatment?

Patricia Helena Pecora Liberman1, M. Valeria Schmidt Goffi-Gomez2, Christiane Schultz1, Luiz Fernando Lopes3. 1) Master in Sciences. Speech Therapy. 2) PhD in Communication Disorder Sciences. Speech Therapist. 3) PhD in Medicine. Pediatric Oncology.

Frekuensi audiometri mana yang terkena dan bertanggung jawab atas keluhan pendengaran pada gangguan pendengaran disebabkan oleh ototoksik setelah pengobatan onkologi?

Patricia Helena Pecora Liberman1, M. Valeria Schmidt Goffi-Gomez2, Christiane Schultz1, Luiz Fernando Lopes3. 1) Master in Sciences. Speech Therapy. 2) PhD in Communication Disorder Sciences. Speech Therapist. 3) PhD in Medicine. Pediatric Oncology.

Sao Paulo membuat GEPETTO (Kelompok Studi Anak tentang Efek Samping dari Pengobatan Onkologi)  Terapi onkologi dapat menjadi ototoksik dan menyebabkan kemungkinan hilangnya pendengaran frekuensi tinggi dan frekuensi rendah  Gangguan pendengaran adalah kehilangan cara penting untuk kontak dengan dunia luar atau lingkungan sekeliling.  .  Setiap ada pemblokiran konduksi suara ke sistem saraf pendengaran.Pendahuluan Departemen Anak RS Camargo. dapat terjadi kehilangan isi pesan dan kerugian terbesar ada di anak-anak yang masih dalam perkembangan karena dapat terjadi gangguan penguasaan bahasa.

.Pendahuluan  Tujuan Penelitian ◦ Mengetahui frekuensi audiometri mana yang terpengaruh dan bertanggung jawab atas keluhan pendengaran pasien yang diobati dengan terapi onkologi di masa kecil.

.Permasalahan    Gangguan pendengaran karena ototoksik sering diremehkan. Keluhan pasien berupa lingkungan yang bising. Hilangnya info akustik mengurangi kemungkinan untuk memahami pembicaraan. hingga tidak memahami sebagian pesan yang menyebabkan keluarga pasien tidak percaya bahwa anaknya mengalami gangguan pendengaran. yang terjadi ialah gangguan pada frekuensi nada tinggi menyebabkan sulitnya mempresepsikan huruf konsonan.

Pertanyaan Penelitian  Frekuensi audiometri mana yang bertanggung jawab atas keluhan pendengaran pada gangguan pendengaran disebabkan oleh ototoksik setelah pengobatan onkologi? .

.Hipotesis  Terapi onkologi menyebabkan ototoksik dan inilah yang menyebabkan kemungkinan adanya Neurosensoral Hearing Loss yang bilateral dengan frekuensi tinggi lebih banyak terjadi dibanding frekuensi rendah.

71 tahun Diobati antara periode 1961-1996 Stop terapi onkologi setidaknya 8 tahun  Kriteria Eksklusi ◦ Tidak bersedia ikut menjadi subjek penelitian .4.21 +/.Bahan dan Cara (Metodologi)  Kriteria Inklusi ◦ ◦ ◦ ◦ Pasien kanker Anak-anak berumur 6.

ada 104 (52%) laki-laki dan 96 (48%) perempuan.Bahan dan Cara (Metodologi)  Dari 200 pasien yang menderita kanker di masa kecil. ◦ 51 pasien melakukan perawatan yang tdk disertakan RTX kepala leher & tdk menggunakan kemoterapi Cisplatin (CDPP) ◦ 64 CDPP tp tdk RTX ◦ 75 RTX tp tdk CDPP ◦ 10 RTX dan CDPP .

Bahan dan Cara (Metodologi)       Mendapat persetujuan dari komisi etik Pasien dapat berkonsultasi dan menyetujui penelitian Dilakukan anamnesis terhadap keluhan audiologi. jika ada langsung dirujuk Mengisi kuesioner dengan pertanyaan “Apakah anda pikir anda dapat mendengar dengan baik?” serta lebih dari satu pertanyaan yang terkait dengan ketajaman pendengaran dan dering Meatascopy Rujuk ke SpTHT jika ada serumen / obstruksi sebelum di evaluasi .

Bahan dan Cara (Metodologi) Pemeriksaan audiometri dilakukan dengan Audiometer Madsen Orbiter 922 dan Headset TDH 39  Disebut terdapat gangguan pendengaran apabila dalam pemeriksaan terjadi gangguan disaat ambang melebihi 20dBHL di setiap frekuensi antara 0.25 dan 8 kHz  Fisher Uji Pasti digunakan untuk memeriksa hubungan variabel keluhan pendengaran dan gangguan pendengaran  .

memakai kesalahan a=5%.Bahan dan Cara (Metodologi) Untuk uji statistik keseluruhan.05  Pasien dikelompokkan sesuai dengan nada hasil audiometri dan ada atau tidaknya keluhan pendengaran  . yaitu hasilnya dianggap statistik signifikan saat p<0.

Distribusi pasien dengan atau tanpa hearing loss dan hubungannya dengan keluhan pendengaran)  Tabel 1 With loss Keluhan + n(%) 34 (17%) Keluhan – n(%) 41 (21%) Total n(%) 75 (38%) p 0.000 1 Without loss Total  10 (5%) 44 (22%) 115 (57%) 125 (78%) 125 (62%) 200 (100%) Pasien dengan keluhan (+) tetapi tidak disertai gangguan pendengaran terdiri dari 4 pasien yang memakai CDPP dan 2 pasien dengan RTX. .Hasil Hearing loss ditemukan pada kedua telinga  Ada 44 pasien (22%) dengan keluhan (+) 34nya disertai gangguan pendengaran (Tabel 1.

Distribusi pasien menurut evaluasi audiologi dan ada atau tidaknya keluhan pendengaran) Keluhan (+) 10 1 3 10 14 6 44 Keluhan (-) 115 15 19 6 1 0 156 Total 125 16 22 16 15 6 200 Evaluation Result Audiological Normal hearing Hearing loss in 8kHz Hearing loss in 6-8kHz Hearing loss in 4-8kHz Hearing loss in 2-8kHz Hearing loss in <1-8kHz TOTAL  v .Hasil  Gangguan pendengaran dipisahkan dengan frekuensi audiometri untuk mengamati hilangnya frekuensi yang memiliki hubungan statistik yang signifikan dengan keluhan (Tabel 2.

semakin tinggi onset keluhan pendengaran. menunjukan hubungan statistik yang signifikan antara gangguan pendengaran dari 4kHz dan keluhan pendengaran (p=0.Hasil  Bisa diamati bahwa semakin besar jumlah frekuensi terkena gangguan pendengaran.001) .

dan simetris.  Karakteristik gangguan pendengaran digambarkan bilateral. tapi. menempatkan pasien dalam risiko kesulitan untuk komunikasi.  Bahkan.Diskusi Dengan meningkatnya kelangsungan hidup dan kekhawatiran akan kualitas hidup pasien. adalah penting untuk tidak hanya memantau pendengaran. gangguan pendengaran menurun menyiratkan kesulitan persepsi fonem akut dalam berbicara. juga penting untuk merehabilitasi pendengaran dan pemahaman dari kebutuhan pendengaran setiap individu.  . terutama di lingkungan yang bising. menurun.

Teixeira et al.  . juga menemukan dalam populasi nya 50 individu tua. 3 orang tua (6%) dengan pendengaran normal dengan keluhan (+). tetap diingat bahwa itu dianggap sebagai keluhan dan mungkin juga hadir pada individu dengan pendengaran normal.  Bahkan.Diskusi Meskipun telah ditemukan 10 pasien (5%) dengan pendengaran normal dengan keluhan (+).

 Ada banyak cara untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran akibat ototoksisitas. semakin besar terjadinya keluhan pendengaran. itulah disaat keluhan pendengaran (+).  . tetapi dari semuanya kurang efektif jika dipakai frekuensi ambang rata-rata 500. dan bahwa semakin besar frekuensi yang terpengaruh.  Gangguan pendengaran minor dapat menjadi asimtomatik maka ini juga memperkuat pentingnya investigasi audiologi di seluruh pasien kanker. meskipun tidak ada keluhan.Diskusi Peneliti mengamati bahwa sebagian besar pasien dengan gangguan pendengaran mungkin juga telah memiliki keluhan pendengaran. 1000. 2000 Hz karena tidak efektif dalam populasi kanker sehubungan dengan frekuensi yang mulai terkena adalah 4000 Hz.

gangguan ini mungkin memiliki konsekuensi penting pada populasi anak dalam perkembangan bicara dan bahasa . terutama pada populasi anak .  .Diskusi  Meskipun tidak pernah pasien dewasa muda praktis memiliki keluhan dengan gangguan pendengaran pada 6K dan 8kHz . Penelitian ini sangat penting pada pasien kanker karena ketika frekuensi 4kHz dipengaruhi kita bisa memberitahu ke oncologist bahwa gangguan pendengaran saat ini akan memiliki dampak penting dalam kehidupan pasien itu dan oncologist dapat menggunakan informasi tersebut untuk definisi perilaku .

Kesimpulan  Semakin besar jumlah frekuensi yang terkena semakin besar kemungkinan terjadinya keluhan pendengaran. terutama ketika frekuensi bicara tidak terlibat. . dan keterlibatan 4 kHz sudah menentukan penampilan keluhan.

THANK YOU .