You are on page 1of 3

Pasar Valas Tunggu ECB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada perdagangan hari ini, Kamis (5/7/2012) kurs rupiah potensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi. Pelaku pasar global diprediksi cenderung menahan diri sambil menantikan keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BOE) malam nanti hingga potensi memberi sentimen positif untuk rupiah. ECB dan BOE diharapkan memangkas tingkat suku bunga dan membeli lagi obligasi untuk membantu pertumbuhan ekonomi di Eropa. Para analis dari BNI unit Treasury mengatakan, peningkatan peringkat kredit Filipina oleh lembaga pemeringkat kredit Standard & Poor berpotensi memberi angin segar untuk perdagangan obligasi domestik. Aliran arus modal ke bursa saham dalam negeri diprediksi berlanjut meski rawan aksi ambil untung setelah IHSG mampu kembali bertenggernya di level 4.000- an. Penjagaan BI turut mengamankan rupiah hingga potensi bergerak stabil di kisaran Rp 9.300 - 9.400-an per dollar AS. Pada Rabu (4/7/2012) kurs rupiah ditutup melemah di level Rp 9.375 per dollar AS dibandingkan dengan level pembukaan pada Rp 9.340 per dollar AS setelah bergerak di kisaran Rp 9.300 9.460. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter beberapa bank sentral dunia demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi global ternyata tak kuasa menopang IDR terapresiasi. Padahal lelang term deposits valas berhasil melampaui target yang ditetapkan sebelumnya menjadi 1,025 juta dollar AS dari target 750 juta dollar AS.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/07/05/10141750/Pasar.Valas.Tunggu.ECB

seperti fasilitas pendanaan jangka panjang." ujarnya. http://bisnis. VIVAnews ." kata Boediono. Terutama masalah akses sejumlah bank menengah dan kecil yang tidak memiliki secondary reserves yang cukup.co.news. "Perluasan fasilitas bank sentral. Jumat 30 Januari 2009 malam.viva.id/news/read/26064-pasar_uang_antar_bank_belum_normal . Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia. Kondisi ini terlihat dari volume transaksi harian terutama akses sejumlah bank menengah dan kecil terhadap sumber dana. Beberapa langkah-langkah yang telah diambil belum mampu memecahkan seluruh masalah.Pasar Uang Antar Bank Belum Normal Perbankan nasional harus kompak menggairahkan pasar antarbank dalam negeri. dalam pidato acara 'Bankers Dinner'. "Kami di BI selalu terbuka untuk membicarakan dengan perbankan mengenai hal ini. Boediono berharap perbankan nasional kompak mengambil inisiatif dan peran lebih aktif untuk menggairahkan kembali pasar antarbank di dalam negeri. Boediono.Masalah pasar uang antar bank dalam negeri belum berjalan normal. bukan subtitute sempurna bagi pasar antarbank yang berjalan baik.