You are on page 1of 6

pengertian etika profesi keperawatan

Pengertian Etika profesi Keperawatan
Kata etika berasal dari bahasa yunani, yaitu Ethos, yang berhubungan dengan pertimbangan pembuatan keputusan, benar atau tidaknya suatu tindakan karena tidak ada undang-undang atau peraturan yang menegaskan hal yang harus di lakukan . Etika berbagai profesi digariskan dalam kode etik yang bersumber dari martabat dan hak manusia (yang memiliki sifat menerima) dan kepercayaan dari profesi. Profesi menyusun kode etik berdasarkan penghormatan atas nilai dan situasi individu yang di layani. Kode etik disusun dan di sahkan oleh organisasi atau wadah yang membina profesi tertentu baik secara nasional maupun internasional. Kode etik merupakan konsep etis karena profesi bertanggung jawab pada manusia dan menghargai kepercayaan serta nilai individu. Kata seperti etika, hak asasi, tanggung jawab, mudah di definisikan , tetapi terkadang tidak jelas letak istilah tersebut diterapkan dalam suatu situasi. Contoh: Benarkah di pandang dari segi etis, hak asasi, dan tanggung jawab bila profesional kesehatan menghentikan upaya penyelamatan hidup pada pasien yang menganggap penyakit yang pasti mengundang kematian? Faktor teknologi yang meningkat, ilmu pengetahuan yang berkembang (pemakaian mesin dan teknik memperpanjang usia, legalising abortus, pencangkokan organ manusia, pengetahuan biologi dan genetika, penelitian yang menggunakan subjek manusia) ini memerlukan pertimbangan yang menyangkut nilai, hak-hak manusia, dan tanggung jawab profesi. Organisasi profesi di harapkan mampu memelihara dan menghargai, mengamalkan, mengembangkan nilai tersebut melalui kode etik yang disusunnya. Kadang-kadang perawat di hadapkan pada situasi yang memerlukan keputusan untuk mangambil tindakan. Perawat memberi asuhan kepada klien, keluarga, dan masyarakat; menerima tanggung jawab untuk membuat keadaan fisik, sosial, dan spiritual yang memungkinkan untuk penyembuhan; dan menekankan pencegahan penyakit; serta meningkatkan kesehatan dengan mengadakan penyuluhan kesehatan. Pelayanan terhadap umat manusia adalah fungsi utama perawat dan dasar adanya profesi keperawatan. Kebutuhan pelayanan keperawatan adalah universal. Pelayanan profesional berdasarkan kebutuhan manusia-karena itu tidak membedakan kebangsaan, warna kilit, politik, status sosial, dan lain-lain. Keperawatan adalah pelayanan vital terhadap manusia yang menggunnakan manusia juga, yaitu perawat. Pelayanan ini berdasarkan kepercayaan bahwa perawat akan berbuat hal yang benar, hal yang diperlukan, dan hal yang menguntungkan pasien dan kesehatannya. Oleh karena manusia dalam berinteraksi bertingkah laku berbeda-beda maka diperlukan pedoman untuk mengarahkan bagaimana harus bertindak, bagai mana perilaku manusia, dan apakah hal dan tanggung jawabnya. Etika memberi keputusan tentang tindakan yang diharapkan benar, tepat atau bermoral. Banyak profesi di bidang hukum, kedokteran, keperawatan, menyusun pernyataan tentang keyakinan terhadap perilaku yang etis bagi anggotanya. Etika profesi sebagai pedoman menumbuhkan tanggung jawab atau kewajiban bagi anggota profesi tentang hak-hak yang di harapkan oleh orang lain. Anggota profesi memiliki pengetahuan atau keterampilan khusus yang dipergunakan untuk membuat keputusan yang mempengaruhi orang lain. Organisasi profesi menggunakan hak-hak dasar manusia dan dasar hukum untuk melindungi anggotanya dan keselamatan klien/pasien, dengan menjamin pelayanan yang diberikan berdasarkan standar dan pelaksana pelayanan merupakan tenaga profesional yang berkompeten. Perawat harus membiasakan diri untuk menerapkan kode etik yang memberi gambaran tanggung jawabnya dalam praktik keperawatan. Perawat juga harus mengerti undang-undang dan hukum yang berhubungan dengan

Etika profesi keperawatan adalah milik dan dilaksanakan oleh semua anggota profesi keperawatan. yaitu perawat. Anggota profesi keperawatan dituntut oleh semua perawat. Perawat meyakini bahwa klien mempunyai harga diri. perawat berhadapan dengan manusia/klien. Secara spesifik etika profesi memberi tautan praktik bagi anggota profesi dalam melaksanakan praktik profesinya sesuai dengan standar moral yang di yakini. terjadi proses interaksi mempengaruhi dan dapat memberikan dampak bagi tiap-tiap individu yang bersangkutan. yang perwujudannya dikenal melalui asuhan/praktik keperawatan. Perawat adalah profesi yang sifat pekerjaannya salalu berada dalam situasi yang menyangkut hubungan antar manusia. agar perawat dapat menjadi wasit untuk anggota profesi yang bertindak kurang profesional karena melakukan tindakan “dibawah” standar profesional atau merusak kepercayaan masyarakat terhadap profesi keperawatan. Perawat harus juga memperhatikan fungsi dan tanggung jawabnya. Keperawatan sebagai suatu pelayanan profesional bertujuan untuk tercapainya kesejahteraan manusia. Keputusan yang di ambil berdasarkan pertimbangan dan kemampuan penalaran ilmiah dan penalaran etika . perawat dituntut kemampuannya untuk mengambil keputusan atas dasar penalaran saintifik dan etis. keputusan di ambil berdasarkan kode etik sebagai standar yang mengukur dan mengevaluasi perilaku moral perawat. Etika profesi keperawatan adalah filsafat yang mengarahkan tanggung jawab moral yang mendasari pelaksanaan praktik keperawatan. pelayanan keperawatan harus di landasi ilmu pengetahuan. norma masyarakat. . Untuk itu. seperti yang dijelaskan oleh hukum dan yang dikeluarkan oleh organisasi profesi keperawatan. Secara umum tujuan etika profesi keperawatan adalah menciptakan dan mempertahankan kepercayaan di antara semua perawat. terutama undang-undang yang mengatur praktek keperawatan. perawat mempunyai kontrak sosial dengan masyarakat. profesi lain dan masyarakat sebagai penerima pelayanan keperawatan untuk mentaati dan menampilkan kode etik yang telah di sepakati. dan mampu menurunkan etika profesi kepada perawat generasi muda. keperawatan mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang kualitas pelayanannya juga di tentukan oleh pertimbangan hak. Selain itu pula. anggota tim kesehatan yang lain. dan kepercayaan masyarakat terhadap profesi keperawatan. dan adat istiadat klien. Dalam melaksanakan praktek keperawatan. metodologi. dan kepada profesi (ANA. Dalam penyusunan alat pengukur ini. Di samping itu. organisasi profesi keperawatan dapat meletakkan kerangka berpikir perawat untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Ini berarti masyarakat memberi kepercayaan bagi perawat untuk terus menerus memelihara dan meningkatkan mutu pelayanan yang di berikan. Sebagai suatu profesi.secara terus-menerus juga meletakkan landasan filsafat kepada keperawatan agar setiap perawat tetap menyenangi profesinya. dan di landasi pula dengan etika profesi. dan intergritas perawat harus dipertahankan dalam memberi pelayanan/asuhan keperawatan. Dengan menggunakan kode etik keperawatan.kesehatan kepada umum. Etika profesi keperawatan dikenal sebagai practice dicipline. seorang perawat harus mengambil suatu keputusan dalam upaya pelayanan keperawatan klien. Disamping itu. nilai budaya. perawat ditantang untuk mengembangkan etika profesi secara terusmenerus agar dapat menampung keinginan dan masalah baru. Dalam melaksanakan praktik keperawatan.martabat. Tujuan etika keperawatan Etika profesi keperawatan adalah alat untuk mengukur perilaku moral dalam keperawatan. dan otonomi. Sesuai dangan tujuan di atas.1976). hal yang baik bagi pelayanan keperawatan klien di ukur dari sudut keyakinan sendiri. dan standar profesional. seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan meningkatnya kebutuhan masyarakat mengakibatkan ruang lingkup pelayanan keperawatan semakin kompleks. Untuk menjamin kepercayaan ini.

yaitu ethos. Meningkatkan pengertian peserta didik tentang hubungan antar profesi kesehatan lain dan mengerti tentang peran dan fungsi anggota tim kesehatan tersebut. 2. 3. yaitu keyakinannya terhadap tindakan yang di hubungkan dengan ajaran agama dan perintah tuhan dalam: 1. 5. 2. Memberi kesempatan kepada peserta didik menerapkan ilmu dan etika keperawatan dalam praktik dan dalam situasi nyata. Menurut veatch. tidak saja di pendidikan. sesuai dengan kepercayaannya. Menurut national league for nursling (NLN [pusat pendidikan keperawatan milik perhimpunan perawat amerika]). pendidikan etika keperawatan bertujuan: 1. Etika berhubungan dangan peraturan untuk tindakan atau perbuatan yang mempunyai prinsip benar dan salah. Etika berasal dari bahasa yunani. tetapi dalam lingkungan pekerjaan dan lingkungan profesi. Mengembangkan potensi pengambilan keputusan yang bersifat moralistis. Pendidikan etika sangat penting dalam pendidikan keperawatan yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan peserta didik tentang perbedaan nilai. 2. Etika berhubungan dengan hal yang baik dan hal yang tidak baik. Etika dalam ilmu yang mempelajari nilai moral. dan kepada tuhan. maupun masyarakat. Namun. Di akui bahwa pengambangan perilaku ini melalui dilema etika. artinya konflik yang di alami. dan dengan kewajiban moral. tujuan etika profesi keperawatan adalah mampu: 1. perawat sendiri. serta prinsip moralitas karena etika mempunyai tanggung jawab dan moral. Perawat membutuhkan kemampuan untuk menghubungkan dan mempertimbangkan peran prinsip moralitas. “Model perilaku” atau standar yang di harapkan dan kriteria tertentu untuk sesuatu tindakan. etika keperawatan tidak cukup diajarkan . Mengenal dan mengidentifikasi unsur moral dalam praktik keperawatan. Membentuk strategi/cara dan menganalisis masalah moral yang terjadi dalam praktek keperawatan. kemanusiaan. kemasyarakatan. yang mengambil keputusan tentang etika profesi keperawatan adalah perawat sendiri. dan etika yang berhubungan dangan pelayanan keperawatan ialah masyarakat/orang awam yang menggunakan ukuran dan nilai umum sesuai tuntutan masyarakat. norma yang timbul dalam keputusan keperawatan. Menghubungkan prinsip moral/pelajaran yang baik dan dapat di pertanggung jawabkan pada diri sendiri. Etika juga merupakan peraturan dan prinsip bagi perbuatan yang benar. Keudukan kode etik dalam profesi keperawatan Etika adalah kode perilaku yang memperlihatkan perbuatan yang baik bagi kelompok tertentu.Penggunaan istilah etika sekarang ini banyak di artikan sebagai motif atau dorongan yang . yang menurut araskar dan david (1978) bararti “kebiasaan”. 3. Cara mengambil keputusan yang didasari oleh sikap kebiasaan dan pandangan (hal yang di anggap benar). keputusan tentang baik dan buruk yang akan dipertanggung jawabkan kepada tuhan sesuai dengan kepercayaannya. dan keperawatan. yang menjadi nilai prinsip dan kode tindakan yang ideal. 4. menyimpang dari kode etik berarti tidak memiliki perilaku yang baik dan tidak memiliki moral yang baik. Pelaksanaan kode perilaku yang disepakati oleh kelompok profesi. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang penting untuk dasar praktik keperawatan profesional. tetapi harus di tanamkan dan di yakini oleh peserta didik melalui pembinaan.Menurut american etic commission bureau on theaching. tenaga kesehatan lainnya. keluarga.yang memerlukan pengambilan keputusan yang baik dan benar di pandang dari sudut profesi. masyarakat. Mengembangkan sifat pribadi dan sifat profesional peserta didik.

manusia tidak pernah terlepas dari norma agama. Filsafat moral yang menjadi dasar etika profesi digunakan pula untuk memecahkan masalah yang mengandung unsur etis. jadi. Oleh karena itu. yaitu: 1. perlu penalaran etis. yaitu aliran deskriptif. Frankena (1973) memberikan ektika normatif menjadi: 1. Etika profesi mengatur antara perawat sebagai pelaksana keperawatan atau pemberi bantuan dengan klien/masyarakat sebagai penerima bantuan. jadi merupakan suatu ukuran yang menilai suatu prilaku yang baik dan yang benar . 1964:3). Penguasaan pengetahuan yang mendalam. Manusia sendiri bersifat sistem terbuka yang dapat dipengaruhi dan memengaruhi lingkungan dari mulai lingkungan sempit sampai lingkungan yang luas. Untuk dapat membuat keputusan secara etis. ukuran ini didasari oleh sesuatu yang diajukan oleh agama dan didasari oleh kepercayaan pelaku masing-masing. etika ini yang akan di ambil manusia untuk melakukan tindakan yang bersifat etis. misalnya tugas dan kewajiban yang dilakukan oleh manusia. dalam situasi nyata.yang diproses malalui proses belajar mengajar di lahan praktik. Dengan demikian. Ada tiga aliran tentang etika.dan etika pluralisme. Penalaran ini perlu ada latihan dan pengalaman. etika sebagai pedoman perilaku yang mengumpulkan banyak informasi untuk mengukur kompleksitas situasi tertentu dan mempertimbangkan etika. bagaimana manusia menggunakan kode tersbut. oleh karena manusia merupakan subsistem dari keluarga. Kepercayaan pelaku akan dipengaruhi oleh lingkungan sosial budaya.memengaruhi perilaku.perilaku berarti melaksanakan keputusan yang telah di ambilnya berdasarkan pertimbangan yang bersifat moralitas dan ilmiah untuk mengukur apakah keputusan tindakan yang akan diambil bersifat etis. Etika juga disebut ilmu yang memedomani perbuatan keputusan yang ber hubungan dengan moralitas tindakan manusia (Hayes. sosisal ekonomi . aliran etika normatif. individu sebagai pelaku dan penilai perilakunya adalah lingkungan luar atau masyarakat untuk memberi tanggapan dan penilaian. etika disebut pula ilmu filsafat moral. Keterangan teknis/motoris yang matang. etika sebagai ilmu untuk memutuskan tindakan manusia baik atau tidak. dan status tempat prilaku berada. Aliran etika normatif Aliran ini memberi jawaban atas pertanyaan tentang hal yang baik dan yang benar. lingkungan dalam dirinya sendiri maupun lingkungan di luar dirinya. Ketiga aliran di atas dalam praktiknya selalu berjalan bergandengan. nomra masyarakat yang di pengaruhi sosial budaya. Sikap pribadi dan profesional dalam memberikan pelayanan. Deotologi ialah etika sebagai tolak ukur perilaku yang berfokus pada formalitas. 3. 2. 2. Untuk dapat memberi bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat klien/masyarakat. Etika merupakan cabang ilmu filsafat yang objeknya adalah perilaku manusia. salah atau benar.Dalam melaksanakan . Aliran deskriptif Aliran ini memberi gambaran dan penjelasan bagaimana manusia harus berperilaku dalam lingkungannya atau dalam masyarakat untuk memperoleh suatu tujuan. Filsafat moral berarti keyakinan atau kepercayaan kepada Tuhan dari manusia . Untuk melaksanakan suatu perilaku dalam masyarakat.kelompok dan masyarakat yang saling berketergantungan dalam memperoleh kebutuhan dan mencapai tujuan. Aliran etika pluralisme Dalam aliran ini. Teleogis ialah etika sebagai pedoman perilaku yang berfokus pada penggunaannya. perawat perlu memperhatikan nilai sosial yang terkait erat dalam ciri profesi. termasuk ilmu dasar memberi kekuatan kepada manusia.

Keadilan (justice) . ketika kondisi klien bertambah buruk dan terjadi pendarahan hebat.maleficience Berarti tidak melukai atau tidak menimbulkan bahaya/cedera bagi orang lain. 2. Sebelum kondisi klien bertambah berat. akhirnya transfusi darah tidak di berikan karena prinsip benefience. mengalami pendarahan hebat akibat peyakit hati yang kronis. Cakupan etika profesi keperawatan Etika dalam keperawatan mencakup dua hal penting. Johnson (1989) menyatakan bahwa prinsip untuk tidak melukai orang lain berbeda dan lebih berat daripada prinsip untuk melakukan yang baik. Benefience merupakan prinsip untuk melakukan yang baik dan tidak merugikan orang lan. latar belakang individu. yang mangharapkan bahwa sesuatu yang dilakukan oleh tenaga keperawatan memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh perawatan sendiri. dan potter perry (1997). Dalam prinsip ini terkadang arti bahwa kehidupan merupakan hak milik yang paling berharga dan mendasar pada manusia. Dalam hal itu. Non. meskipun demikian masih terdapat berbagai keterbatasan. Otonomi Berkaitan dengan hak seseorang untuk mengatur dan membuat keputusan sendiri. klien sudah memberi pernyataan tertulis kepada dokter bahwa ia tidak akan mau di lakukan transfusi darah pada suatu saat.untuk mempertanggung jawabkan perilakunya berdasarkan keputusan yang telah di buat. Etika yang berkaitan dangan penampilan kerja merupakan respons terhadap ketentuan profesi lain. Etik dalam penampilan kerja dinyatakan dengan kata-kata teknis dan etik dalam perilaku manusia yang diwujudkan dalam bentuk kebutuhan yang ada dan nilai kehidupan manusia yang konkret. Perawat harus menghargai hak-hak klien seperti hak untuk pencegahan bahaya dan mendapatkan penjelasan secara benar. prinsip respek pada seseorang menetapkan bahwa semua etika keperawatan secara tidak langsung mengarahkan manusia untuk dapat menghargai kehidupannya sendiri dan kehidupan orang lain serta dapat menerima kematian. 3. Contoh: seorang klien yang mempunyai kepercayaan bahwa pemberian transfusi darah bertentangan dengan keyakinannya. Menurut Potter dan Perry (1997) setiap individu harus memiliki kebebasan untuk memilih rencana kehidupannya sendiri dan cara penerapan moral yang di lakukan. Penerapan informed concent secara tidak langsung menyatakan suatu trilogi hak klien. sedangkan etik yang berkaitan dengan perilaku manusiawi merupakan reaksi terhadap tekanan dari luar. Prinsip dan fungsi kode etik keperawatan Prinsip-prinsip etika keperawatan: 1. 4. dokter seharusnya menginstruksikan untuk memberikan transfusi darah. yaitu etika dalam hal kemampuan penampilan kerja dan etika dalam hal perilaku manusiawi. yang biasanya adalah individu atau masyarakat yang di layani. oleh karena itu manusia berkewajiban untuk dapat memelihara dan menjaganya. Menurut ANA (1985). terutama yang terkait dengan situasi dan kondisi. hak untuk menerima dan hak untuk menolak kepatawatan. yaitu hak untuk di hargai. campur tangan hukum dan tenaga kesehatan profesional yang ada. walaupun sebenarnya pada saat yang bersamaan terjadi penyalahgunaan prinsip malefience.dengan keyakinannya tentang kebenaran dan kebaikan keputusan tersebut. Childres dan theacher (1994) dan Potter dan Perry (1997) menyatakan bahwa para kritis menganggap model otonomi yang sangat individualis akan mengarahkan pada hasil perawatan yang kurang realistis serta berdampak pada pandangan yang tidak adekuat terhadap seseorang. Respek Diartikan sebagai perilaku perawat yang menghormati klien dan keluarganya.

3. semua bergantung pada perawat sendiri. . 5. Plasebo adalah medikasi pengganti dari obat yang klien pikir ia dapatkan. akan di ikuti orang-orang dalam profesi dan harus diterima sebagai nilai pribadi bagi anggota profesional. 6. Konflik kewajiban mungkin akan muncul pada saat perawat di minta oleh kliennya untuk merahasiakan penyakitnya. prinsip moral ini tidak berarti sendri. Kode etik memberi kerangka pikir kepada anggota profesi untuk membuat keputusan dalam situasi keperawatan. 7. Perawat menghindari pembicaraan mengenai kondisi klien dengan siapapun yang tidak secara lansung terlibat dalam perawatan klien. Memperbaiki status kepribadian 3. Perawat bebas mendengarkan kata hatinya bila telah menerima nilai yang baik. Etika akan menunjukkan standar profesi untuk kegiatan keperawatan. Konfidensialitas (kerahasiaan) Prinsip ini berkaitan dengan penghargaan perawat untuk merahasiakan semua informasi tentang klien yang di rawatnya dan perawat hanya akan memberikan informasi tersebut pada orang yang tepat. Jadi. Memopong pertumbuhan dan perkembangan kehidupan Kode etik penting dalam sistem pelayanan kesehatan dalam praktik keperawatan menurut Kozier & Erb (1990): 1. Kode etik adalah pedoman resmi untuk tindakan profesional. Menghindari ketegangan antar manusia 2. memperbaiki. maka tujuan dari asuhan keperawatan tidak akan berhasil. Veracity (kejujuran) Prinsip ini berkaitan dengan kewajiban perawat untuk mengatakan suatu kebenaran dan tidak berbohong/menipu orang lain. Kejujuran dan kesetiaan merupakan modal dalam memupuk rasa percaya klien kepada perwat. tindakan yang di lakukan untuk semua orang. Kode etik menjadi alat untuk menyusun standar praktik profesional. Tindakan yang sama tidak terlalu identik. Dalam aplikasinya.Merupakan prinsip moral berlaku adil untuk semua individu. Sebetulnya bukan soal paksaan. biasanya tanpa bahan kimia. Standar ini akan melindungi perawat dan pasien 2. Contohnya pemberian medikasi plasebo. 4. tetapi dalam hal ini persamaan berarti mempunyai konstribusi yang relatif sama untuk kebaikan kehidupan seseorang. Fungsi kode etik menurut hipocrates 1. tetapi bersifat komplementer sehingga kadang-kadang menimbulkan masalah dalam berbagai situasi. Prinsip ini mempunyai implikasi yang cukup berat bagi perawat. kata hati akan menuntunnya dan akan tertanam nilai moral. Feldelity (kesetiaan) Prinsip kesetiaan berkaitan dengan kewajiban perawat untuk selalu setia pada kesepakatan dan tanggung jawab yang telah di buat. Apabila klien dan keluarganya sudah tidak percaya lagi pada perawat yang menanganinya. sehingga ia menghendaki untuk tidak berterus terang kepada seluruh keluarganya. karena klien menganggap bahwa penyakitnya merupakan suatu keadaan yang memalukan misalnya AIDS. kode etik menghimbau perawat tentang hal boleh di lakukan dan yang tidak boleh di lakukan. karena perawat terkadang harus melakukan suatu kebohongan yang tidak di kehendakinya. perawat harus memegang janji yang di buatnya kepada klien. dan memelihara standar tersebut.