You are on page 1of 6

Nama : Rizki Kurniasari Npm12109064

MASYARAKAT PERDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN

MASYARAKAT PERKOTAAN

Definisi adalah uraian ringkas untuk memberikan batasanbatasan mengenai sesuatu persoalan, dalam hal ini beberapa sarjana mendefinisikan masyarakat Masyarakat perkotaan sering juga disebut urban community. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain, keluarganya sukar untuk disatukan, sebab perbedaan perbandingan kepentingan, paham politik, agama. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.

Kegiatan penduduk desa berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris. Kota merupakan pusat kegiatan sektor ekonomi sekunder yng meliputi bidang industri, disamping sektor ekonomi tertier yaitu bidang pelayanan jasa. Jadi kegiatan di desa adalah mengolah bahan-bahan mentah, baik bahan-bahan kebutuhan pangan, sandang maupun lainlain bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia a. Masyarakat perdesaan bukanlah dua komunitas yang terpisah. b. Terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan. c. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan. d. Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya : buruh bangunan atau perbaikan jalan raya / jembatan dan tukang becak. e. Para pekerja dari pedesaan adalah pekerja-pekerja musiman. f. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang juga diperlukan 1 oleh orang desa.

PERBEDAAN MASYARAKAT PERDESAAN DENGAN MASYARAKAT PERKOTAAN

ASPEK POSITIF DAN NEGATIF . Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota. Untuk itu, maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya. 2. Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus di kerjakan dengan cepat dan tepat, agar tidak disusul dengan masalah yang lainnya. 3. Masalah keamanan kota harus dapat di tangani dengan baik sebab kalau tidak, maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru. 4. Dalam rangka pemekaran kota, harus di tingkatkan kerja sama yang baik antara pemimpin kota dengan para pemimpin daerah

MASYARAKAT dan PERDESAAN

merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang terdapat suatu daerah dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain

Masyarakat perdesaan yang agraris dinilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat tenang damai, harmonis, masyarakatnya yang adem ayem, sehingga tidak jarang orang kota melepaskan segala kelelahan dan kekusutan

Sebenarnya desa itu adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dengan lingkungannya, yang berwujud di muka bumi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografi, sosial ekonomi, politik dan kultural

Daerah dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak beserta penggunaanya, termasuk juga unsur lokasi, luas atau batas yang merupakan lingkungan geografis setempat. Penduduk adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk desa setempat. Corak kehidupan di desa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat.

Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat maupun cepat, hal mana tergantung dari pada keadaan masyarakat yang berangkutan

Masyarakat perdesaan kehidupannya berbeda dengan masyarakat perkotaan, hal ini akibat adanya perbedaan yang mendasar dari keadaan lingkungan. Yang mengakibatkan adanya dampak terhadap personalitas dan segi kehidupan. Untuk menentukan suatu komunitas, apakah itu termasuk masyarakat perdesaan atau perkotaan, dari segi kuantitatif sulit dibedakan karena adanya hubungan antara konsentrasi penduduk dengan gejala sosial dan perbedaannya GRADUAL

pengertian

D1

Hakikat dan sifat masyarakat perdesaan

Sistem nilai budaya petani di indonesia

a. Para petani di Indonesia terutama di Jawa pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan. b. Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadangkadang untuk mencapai kedudukannya. c. Mereka berorientasi pada masa kini, kurang memperdulikan masa depan, mereka kurang mampu untuk itu. Bahkan kadang-kadang ia rindu masa lampau, mengenang kekayaan masa lampau. d. Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain itu hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima, kurang adanya agar peristiwa-peristiwa macam itu tidak berulang kembali. e. Dan untuk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotong royong, mereka sadar bahwa dalam hidup itu pada hakikatnya tergantung pada sesama -Daerah dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak beserta penggunaanya, termasuk juga unsur lokasi, luas atau batas yang merupakan lingkungan geografis setempat. -Penduduk adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk desa setempat. -Corak kehidupan di desa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat. - Masyaakat merupakan sesuatu gemeinschaft yang memiliki unsur gotong royong yang kuat.

Unsur desa

Unsur desa

(1) Fungsi desa dalam hubungannya dengan kota. (2) Sebagai lumbung bahan mentah atau tenaga kerja yang tidak kecil artinya. (3) Dan segi kegiatan, kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan

F1

Ukuran komonitas

Deferensiasi sosial

Kepadatan penduduk

Pelapisan sosial

Mobilta sosial

Interaksi sosial

Pengawassan sosial

Niali dan sitem nilai

Pola kepempinan

Standar kehidupan

Pekerjaan atau mata pencarian

Lingkungan umum dan orentasi terhadap alam

Homogenitas dan Herogintas

Kesetiakawanan sosial