You are on page 1of 9

LAPORAN

PELATIHAN QUALITY CONTROL PESAWAT SINAR ROENTGEN ANGKATAN IV TAHUN 2013

Disusun Oleh Kelompok A: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Muryani Linda Widajati Eny Rubianti Listy Abdurahman Handis Wardono Naeli Ni’matin Ahadiyah

BP – TRAINING CENTRE UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

B.3 + 0.5 236. 1250 tahun 2009 nilai kuat penerangan untuk empat kali pengukuran bernilai > 100 lux.5 Lapangan Penyinaran ( cm ) Sisi I Sisi II 5 5 7 7 Citra Lapangan ( cm ) Sisi I Sisi II 4.A.8 5 7.2 + 0 = 1 cm .25 800 200 Kuadran I Ilustrasi kolimator Kuadran III Kuadran II Kuadran IV Kesimpulan : Penerangan lampu kolimator masih dikatakan baik karena menurut KMK No. PENGUKURAN KUAT PENERANGAN LAMPU KOLIMATOR Luas lapangan FFD Pengukuran ke 1 2 3 4 : 35 x 40 cm : 100 cm Kuadran I 239 186 132 154 Kuat Penerangan Lampu (lux) Kuadran II Kuadran III Kuadran IV 248 241 182 233 262 264 174 166 220 180 164 155 Jumlah Total Rata-rata Rata-rata 227. UJI KESESUAIAN BERKAS FFD : 100 cm Luas lapangan : 10 x 14 cm Tegangan : 44 kVp mAs : 12.25 173 163.5 Dimensi Panjang Lebar Total pergeseran berkas : X1 + X2 + Y1 + Y2 = 0.3 6.5 + 0.

C. AKURASI TEGANGAN mAs : 12. Tegangan terukur : 55.32 Untuk mendapatkan Selisih Tegangan yaitu : Tegangan terukur – Tegangan dipilih x 100% Tegangan terukur Misal : 1.78 60. X tertutup Lebar Citra Hitam 1 cm 2. D.54 1.5 No 1 2 3 4 5 Tegangan dipilih (kVp) 55 60 70 81 90 Tegangan Terukur (kVp) 55.93 1. terjadi adanya kebocoran pada jendela kolimator dikarenakan jendela kolimator tidak berfungsi dengan baik.2 cm Kesimpulan : Berdasarkan hasil pengamatan.28 82. Berdasarkan hasil perhitungan total pergeseran berkas menunjukkan bahwa berkas cahaya lampu kolimator masih sesuai dengan berkas keluaran sinar-X.94 71.39 1. Sedangkan menurut KMK No 1250 Tahun 2009 jendela kolimator dikatakan berfungsi dengan baik apabila tidak tampak adanya densitas pada film.21 Selisih Tegangan (%) 1. KEBOCORAN JENDELA KOLIMATOR Tegangan : 81 kVp mAs : 40 Kondisi Jendela X terbuka.79 1. Y tertutup Y terbuka. Hal itu ditunjukkan adanya gambaran citra hitam pada film.78 kVp Tegangan dipilih : 55 kVp .60 91.Kesimpulan : Menurut KMK No 1250 Tahun 2009 total pergesaran untuk semua sisi tidak boleh melebihi dari 3 cm.

Oleh karena itu.Selisih Tegangan = 55.4626 .655 1.5 32 ( ) ( ) ( ) ( ) Dosis terukur 0.1 0.608 1.78 – 55 55. E.450 1. keluaran dosis radiasi masih dalam batas toleransi ≤10% (KMK No. HVL (HALF VALUE LAYER) Tegangan : 81 kVp mAs No.502 1. 1250 Tahun 2009 suatu nilai tegangan tabung akurat apabila persentase selisih tegangan dipilih dengan tegangan terukur .253 -0.285 1.041 Ln I/Io 0 -0.39 % Kesimpulan : Menurut KMK No.121 % Kesimpulan : Berdasarkan hasil perhitungan diatas. 1250 Tahun 2009). 1 2 3 4 5 6 : 32 Tebal Al (mm) 0 0.78 x 100% = 1.5 1 1.0400625 Nilai : = | =| | x 100 % | x 100% = 0.282 Dosis /mAs 0.3623 -0.0288 -0. DOSIS RADIASI KELUARAN Tegangan : 70 kVp No.5 2 Dosis mGy 1. 1 2 mAs dipilih 12. F.15 1. tengangan tabung pada pesawat mobile yang dilakukan pengukuran masih dikatakan akurat.1322 -0.04016 0.

5 x (ketebalan) 0.1 mm menghasilkan intensitas sebesar 1.3 -0.655 mGy dengan diberi filter tambahan 0.35 -0. G.5 Kesimpulan : Pada hasil pengukuran pada intensitas mula-mula 1. Jika dihitung nilai HVLnya yaitu sebesar 2.2 -0.1 Io = 1. 1250 Tahun 2009 pada tegangan 80 kV adalah ≥ 2.15 ln I/Io -0. REPRODUKSIBILITAS Tegangan : 60 kVp mAs : 16 .45 -0.608.655 I = 1.Misal : x = 0.5 1 1.25 -0.05 0 -0.4 -0.1 -0.5 2 2. 3 mm.608 = Grafik HVL 0 -0. Hal ini menunjukkan bahwa ketebalan ini sesuai dengan KMK No.40 mm Al.

00877 mGy.05.431 mGy Pengukuran Deviasi Standart = √ ∑( ̅) ( Dn .432 5 0.3 0. reproduksibilitas pesawat masih dalam batas toleransi dan pesawat dapat dikatakan baik.025433 0. H. . Oleh karena itu.̅ )2 1 x 10-6 0 1 x 10-6 1 x 10-6 1 x 10-6 0 0 Deviasi Standart = 8.431 7 0.164 x 10-4 mGy = 0.001 0.0 0.Dosis (mGy) (Dn) 1 0.00189 Kesimpulan : Berdasarkan KMK No.001 0 0 ( Dn .432 2 0.̅ ) 0.001 0 0.001 0.0 mGy/h 0.431 3 0.9 2.0 0. KEBOCORAN RUANG TABUNG Tegangan : 60 kV mAs : 16 Posisi MPD Anoda Katoda Depan Belakang Bawah Dosis mR/h 2.020171 0 0 0 1 mR = 0. 1250 Tahun 2009 batas toleransi pada uji reproduksibilitas yaitu nilai CV ≤0.432 6 0.431 Dosis Rata-rata = 0.432 4 0.

33 0. 14. 1250 tahun 2009 nilai kebocoran maksimum adalah 1 mGy/ jam.89 2.98 3.77 2.Kesimpulan : Berdasarkan KMK No. 19. 3. 9. UJI SENSITIFITAS FILM RADIOGRAFI No.25 0. 17. 11. Densitas (D) 0. 13.01 3.53 1.27 0.57 2. 6.96 2. 15.22 1.02 3. 1. 2.93 2. ruang tabung masih dalam keadaan baik. 10. 12.29 0.50 0. 5.71 0. 21. 18. 7.93 1.40 0. Dengan demikian. I.25 2.04 . 16. 8.02 3. Pengujian yang dilakukan nilai kebocoran ruang tabung yaitu kurang dari 1 mGy/ jam. 4. 20.

kurva karakteristik 3.5 Log relative exposure pada densitas 2.25 = 0.5 1 0. 1 I 2604 Kuadran Luminance II III 2391 2218 IV 2054 Luminance Luminance Tengah Pinggir 2420 2281 .6 2.6 Gradien = Gradien = ( J.25 = 2.25 D min = 0.25 yaitu 1.25 yaitu 0. UJI TINGKAT PENCAHAYAAN VIEWING BOX No. K.25 + 0.5 0.5 0 0 3 6 9 12 15 18 21 Log Relative Exposure D max = 2. ) ( ) UJI KEBOCORAN KASET RADIOGRAFI Kesimpulan : Pengujian dilakukan dengan cara kaset berisi film disinari lampu selama 15 menit dan kemudian dilakukan prosessing.6 Densitas 2 1.0 + 0. Hasil pengujian menunjukkan tidak ditemukan kebocoran kaset radiografi atau citra hitam sedikit pun pada film.6 Log relative exposure pada densitas 0.5 3 1.

33 Total Rata-rata = Total Rata-rata = Ilustrasi Gambar I Pinggir II Tengah IV Pinggir III = 2348. .88 Kesimpulan : Menurut Bushberg dkk (2002) luminance dikatakan baik apabila nilai ratarata luminancenya 1500 cd/m2.5 Dosis mGy 0 Intensitas cahaya 0 Kesimpulan : Berdasarkan hasil pengujian. Dengan demikian pencahayaan viewing pada pengujian ini terlalu terang dan kurang baik. L.67 2393 1887 6498 2166 2060 2189 6303 2101 2522 2501 7443 2481 1445 2077 5803 1934. UJI KEBOCORAN KAMAR GELAP Tegangan : 46 kV mAs : 12.33 2701 1996 7088 2362.2 3 Jumlah Rata-rata 3691 2850 9145 3048. tidak ditemukan adanya kebocoran kamar gelap.