You are on page 1of 32

RANCANGAN PENELITIAN EKSPERIMENTAL

TRIAWANTI FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM

PRINSIP DASAR
 Inti pokok pada penelitian eksperimental : kejadian yang akan terjadi akibat adanya intervensi oleh peneliti Tujuan penelitian eksperimental : ingin menguji hubungan antara suatu sebab (cause) dengan akibat (effect) Beberapa unsur dalam penelitian eksperimental: kelompok kontrol dan kelompok uji serta intervensi (perlakuan)

RANCANGAN EKSPERIMENTAL
 suatu rencana dalam melakukan penelitian eksperimental, sehingga diperoleh informasi yang relevan dengan permasalahan yang diteliti dan memungkinkan analisa yang obyektif untuk memperoleh kesimpulan yang valid

RANCANGAN EKSPERIMENTAL  Kegunaan : mendapatkan informasi yang relevan dengan permasalahan penelitian secara maksimal. dengan materi. waktu dan biaya yang minimal.  Merupakan suatu usaha untuk meminimalkan adanya confound effect (efek ikutan) yaitu efek dari variabel di luar perlakuan .

PRINSIP YANG HARUS DIPENUHI  Replikasi  Randomisasi  Kontrol Jika 3 prinsip dipenuhi : true experimental Jika hanya sebagian : pre-experimental Jika sudah diusahakan ketiga prinsip tetapi belum sempurna : quasi-experimental .

REPLIKASI Istilah yang harus diketahui lebih dulu : Unit eksperimen Perlakuan Unit sampling atau unit analisa Unit eksperimen : unit material. kepada siapa perlakuan diaplikasikan Contoh : seorang pasien. sekelompok pekerja dan lain-lain . seekor binatang.

Perlakuan kombinasi misal : jenis obat dan dosisnya . pemberian diet. dapat juga kombinasi Contoh : pemberian obat.REPLIKASI Perlakuan : suatu prosedur atau kondisi yang efeknya akan diukur. pengaturan suhu dan lain-lain. dapat hanya satu macam perlakuan.

REPLIKASI Unit sampling /unit analisa : unit dimana pengukuran dilakukan. Misalnya pada binatang yang telah diberi perlakuan. maka pengukuran efek perlakuan hanya dilakukan pada darahnya saja. .

Perlu dibedakan antara Replikasi dan Pengulangan pengukuran .REPLIKASI Definisi : banyaknya unit eksperimen yang mendapat perlakuan yang sama pada kondisi tertentu.

Meningkatkan dan memperluas jangkauan generalisasi hasil esperimen .REPLIKASI Fungsi : 1. Meningkatkan presisi hasil eksperimen 3. Untuk mengestimasi kesalahan eksperimen 2.

Menggunakan rancangan eksperimental yang lebih efisien .Kesalahan Eksperimental Ada 2 kelompok : 1. Mencegah semaksimal mungkin masuknya faktor luar 3. Kesalahan sistematik 2. Menggunakan unit eksperimen yang homogen 2. Kesalahan random Kesalahan eksperimenatal dapat dikurangi dengan : 1.

REPLIKASI Semakin banyak replikasi akan berdampak pada: • makin tinggi validitas informasi yang diperoleh dari suatu eksperimen. • presisi eksperimen semakin tinggi. • meningkatkan kuat uji statistik • Meningkatkan validitas generalisasi hasil eksperimen .

RANDOMISASI Random : keadaan dimana setiap unit eksperimen mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapat perlakuan Randomisasi : proses untuk mewujudkan keadaan random tersebut .

RANDOMISASI Tujuan randomisasi : 1. Merupakan asumsi dasar yang harus dipenuhi agar statistik inferensial dapat digunakan . estimasi harga rata-rata perlakuan dan kemaknaan perbedaan antar perlakuan 3. Menjaga validasi generalisasi hasil eksperimen kepada populasinya 2. Menjamin validasi estimasi kesalahan eksperimental.

KONTROL / PERLAKUAN BANDING Fungsi atau tujuan: • Agar rancangan eksperimental menjadi lebih efisien • Menghasilkan uji kemaknaan menjadi lebih sensitif • Mengurangi besarnya kesalahan eksperimental .

KONTROL / PERLAKUAN BANDING Harus diperhatikan :  Kelompok kontrol dan kelompok uji harus random  Kelompok kontrol dan kelompok uji harus “identik” (diusahakan sebanyak mungkin ciriciri yang sama Adanya kelompok kontrol dan random akan menjamin validitas internal dan eksternal .

Validitas Eksternal dan Internal Validitas Eksternal : jawaban terhadap seberapa besar derajat representatif hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Dapat dijamin dengan adanya randomisasi Validasi Internal : jawaban terhadap pertanyaan apakah perlakuan memang benar-benar menghasilkan kemaknaan hasil. Dapat dijamin oleh adanya replikasi dan kontrol .

Eksperimental sesungguhnya (true experimental) 3. Eksperimental semu (quasi experimental) . Pra eksperimental (pre-experimental) 2. randomisasi dan kontrol (banding) : 1.MACAM-MACAM RANCANGAN EKSPERIMENTAL Ada 3 kelompok berdasarkan pemenuhan pada 3 prinsip replikasi.

.Pre-experimental Design Belum merupakan eksperimen sungguhsungguh karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel independen. • Contoh : Pengaruh alat kerja baru diklat (P) terhadap produktifitas kerja karyawan (O). a. One-Shot Case Study • Terdapat suatu kelompok diberi treatment/perlakuan selanjutnya diobservasi hasilnya.

Pre-experimental Design b. One-Group Pretest-Posttest Design Pada design ini terdapat pretest (O1) sebelum diberi perlakuan (P) sehingga hasil perlakuan (O2) dapat diketahui lebih akurat karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. O1  P  O2 Contoh : penelitian untuk mengetahui apakah daun tapak dara dapat menyembuhkan penderita anemia .

 O2 Contoh : • sekelompok orang dengan kadar kolesterol tinggi diberi diet ubi negara (P) sampai periode tertentu kemudian diukur kadar kolesterolnya (O1) • Sekelompok orang lainnya dengan kadar kolesterol tinggi juga tanpa diberi diet ubi diukur kadar kolesterolnya (O2) • Lalu O1 dan O2 nya dibandingkan untuk melihat pengaruh diet ubi negara (P) . The Static Group Comparison Dalam rancangan ini sudah dimulai usaha adanya kontrol walaupun belum randomisasi dan matched antara perlakuan dan kontrol P  O1 .Pre-experimental Design c.

.True Experimental  Peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen.  Sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu sehingga cirinya adalah kelompok kontrol dan sampel dipilih secara random.

Pretest-Posttest control group design • Terdapat dua kelompok yang dipilih secara random kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan kelompok antara eksperimen dan kelompok kontrol. • Hasil pretest yang baik bila tidak terdapat perbedaan antara kedua kelompok tersebut. .True Experimental a.

Kelompok pertama diberi perlakuan X dan kelompok yang lain tidak. Posttest-only control design Terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random.True Experimental b. . Jika terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol maka perlakuan yang diberikan berpengaruh secara signifikan.

True Experimental c. Factorial Design Digunakan bila ingin mengetahui sekaligus efek dari kombinasi dua atau lebih perlakuan pada unit eksperimen Contoh : penelitian tentang efek obat hipertensi (H) yang diberi bersama-sama obat tidur (T) terhadap efek diuretik .

True Experimental Rancangan Faktorial : Faktor T H1 T1 T2 H1T1 H1T2 Faktor H H2 H2T1 H2T2 H3 H3T1 H3T2 .

 Validitas eksternal dan internal lebih rendah dibanding true experimental .Quasi Experimental  Desain ini mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.

 O4 .Quasi Experimental a. The nonrandomized control group pretest postest design rancangan ini sama dengan pretest-postest controlled group tetapi tanpa randomisasi O1  P  O2 O3  .

Dalam hal ini hanya satu kelompok saja tidak perlu kontrol. • Perlakuan diberikan setelah kedaan kelompok stabil. O1  O2  O3  O4  P O5  O6  O7 . Time series design • Kelompok yang digunakan untuk penelitian diberi pretest sampai empat kali dengan maksud untuk mengetahui kestabilan dan kejelasan keadaan kelompok sebelum diberi perlakuan.Quasi Experimental b.

kadang-kadang tidak ada secara berutan (PO1)  (KO2)  (PO3)  (KO4) Untuk mengetahui perbedaan P dan K diuji perbedaan rata-rata selisih O1 dan O3 dengan ratarata selisih O2 dan O4 .Quasi Experimental c. Equivalent Time-Samples design Rancangan ini berusaha menghilangkan pengaruh luar selama seri pengukuran Perlakuan P kadang-kadang ada.

KESIMPULAN • Jenis rancangan eksperimental yang dipilih harus sesuai dengan tujuan penelitian • Jenis rancangan eksperimental yang paling baik adalah yang memiliki 3 prinsip sekaligus yaitu replikasi. randomisasi dan kontrol (pembanding) .