You are on page 1of 15

TUGAS ENERGI TERBARUKAN

“PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN TERNAK DI DESA
SEPATAN KAB. TANGERANG SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF BIOGAS”

Disusun oleh : Cahyo Diyanto (3331081417)

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON – BANTEN 2013

dan bila sudah kering dapat disimpan dalam karung untuk penggunaan selanjutnya. Hal ini karena pada pembuatan biogas kotoran ternak yang sudah diproses dikembalikan ke kondisi semula yang diambil hanya gas metana (CH4) yang digunakan sebagai bahan bakar. tidak mengurangi jumlah pupuk organik yang bersumber dari kotoran ternak. Makin tingginya harga bahan bakar. selain digunakan untuk kebutuhan pangan juga dapat berpotensi sebagai sumber energi dengan cara pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas. 1. Usaha untuk mengatasi hal-hal yang demikian ini mendorong pemikiran akan perlunya pencarian sumber-sumber energi alternatif agar kebutuhan bahan bakar dapat dipenuhi tanpa merusak lingkungan. terutama bahan bakar gas dan minyak untuk kebutuhan rumah tangga makin meresahkan masyarakat.2 Rumusan Masalah Beberapa rumusan masalah yang akan di angkat dalam penulisan laporan karya ilmiah ini adalah : a) Langka dan mahalnya harga bahan bakar minyak b) Belum termanfaatkannya limbah peternakan oleh masyarakat . Kotoran ternak yang sudah diproses pada pembuatan biogas dapat dipindahkan ke tempat lebih kering. telah mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat mengatasi masalah energi secara bersama-sama.BAB I PENDAHULUAN 1. Pemanfaatan kotoran ternak sebagai sumber energi. bahan bakar tersebut juga makin langka di pasaran. Indonesia sebagai negara agraris yang beriklim tropis memiliki sumber daya pertanian dan peternakan yang cukup besar. Apalagi pemanfaatan kotoran ternak sebagai sumber bahan bakar dalam bentuk biogas. Pemanfaatan limbah peternakan (kotoran ternak) merupakan salah satu alternative yang sangat tepat untuk mengatasi naiknya harga pupuk dan kelangkaan bahan bakar minyak. Teknologi dan produk tersebut merupakan hal baru bagi masyarakat petani dan peternak kita terutama di desa Bobo.1 Latar Belakang Kelangkaan bahan bakar minyak. Selain mahal. Sumber daya tersebut. yang salah satunya disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan.

. pembuatan benda uji.1. dan sistematika penulisan laporan. pengujian impak.4 Sistematika Penulisan Laporan Laporan penulisan Tugas ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:  BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang.3 Maksud Dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari penulisan karya ilmiah ini ialah : a) Untuk mengetahui ketersediaan bahan baku guna pembuatan biogas di desa Sepatan b) Melakukan kajian terhadap data dan informasi potensi sumber bahan baku yang diperoleh dalam hal analisa mengenai jumlah biogas yang akan dihasilkan dari potensi yang ada. d) Dapat dijadikan sebagai bahan acuan atau masukan bagi masyarakat khususnya masyarakat desa Sepatan mengenai pemanfaatan biogas berdasarkan potensi yang ada. 1.  BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI Bab ini berisi tentang tinjauan pustaka dan dasar teori.  BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi tentang diagram alur penelitian. dan foto makro. Dasar teori ini dijadikan sebagai penuntun untuk memecahkan masalah yang berbentuk uraian kualitatif atau model matematis.     BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang hasil pengujian impak dan foto makro. tujuan dan manfaat penelitian. pembatasan masalah. c) Memberikan pengetahuan / pemahaman kepada masyarakat tentang pemanfaatan limbah peternakan sebagai bahan pembuatan biogas guna pengganti BBM yang semakin hari semakin langka. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN . Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang hasil-hasil riset yang didapat oleh peneliti terdahulu dan berhubungan dengan penelitian ini.

dan potongan-potongan kecil sisa-sisa tanaman. Proses degradasi material organik ini tanpa melibatkan oksigen disebut anaerobik digestion Gas yang dihasilkan sebagian besar (lebih 50 % ) berupa metana. Bahan organik yang bias digunakan sebagai bahan baku industri ini adalah sampah organik. Bakteri ini akan menguraikan sampah pada tingkat hidrolisis dan asidifikasi. karbohidrat menjadi senyawa yang sederhana. Gas methan adalah gas yang mengandung satu atom C dan 4 atom H yang memiliki sifat mudah terbakar.Gas methan yang dihasilkan kemudian dapat dibakar sehingga dihasilkan energi panas. Hidrolisis yaitu penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai panjang seperti lemak. Setelah material organik berubah menjadi asam asam. Perkembangan proses Anaerobik digestion telah berhasil pada banyak aplikasi. serta air yang cukup banyak . . Sedangkan asifdifikasi yaitu pembentukan asam dari senyawa sederhana. methanosarcina. material organik yang terkumpul pada digester (reaktor) akan diuraiakan menjadi dua tahap dengan bantuan dua jenis bakteri. methano bacterium. Tahap pertama material orgranik akan didegradasi menjadi asam asam lemah dengan bantuan bakteri pembentuk asam.1 SEJARAH BIOGAS Biogas merupakan sebuah proses produksi gas bio dari material organik dengan bantuan bakteri. Pada prinsipnya. teknologi biogas adalah teknologi yang memanfaatkan proses fermentasi (pembusukan) dari sampah organik secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri methan sehingga dihasilkan gas methan. Aplikasi anaerobic digestion telah berhasil pada pengolahan limbah industri. limbah pertanian limbah peternakan dan municipal solid waste (MSW). protein. limbah yang sebagian besar terdiri dari kotoran. seperti jerami dan sebagainya. maka tahap kedua dari proses anaerobik digestion adalah pembentukan gas metana dengan bantuan bakteri pembentuk metana seperti methanococus. Proses ini memiliki kemampuan untuk mengolah sampah / limbah yang keberadaanya melimpah dan tidak bermanfaat menjadi produk yang lebih bernilai.BAB II LANDASASAN TEORI 2.

dan sebaliknya semakin kecil kandungan metana semakin kecil nilai kalor. nitrogen yang kandungannya sangat kecil.Gambar 2. Pada saat yang sama akan membentuk Sulphur acid (H2SO3) suatu senyawa yang lebih korosif.Semakin tinggi kandungan metana maka semakin besar kandungan energi (nilai kalor) pada biogas. yaitu sulphur dioksida /sulphur trioksida (SO2 / SO3). Bila gas dibakar maka hidrogen sulphur akan lebih berbahaya karena akan membentuk senyawa baru bersama-sama oksigen.1 Diagram alur proses fermentasi anaerobik. bila biogas mengandung senyawa ini maka akan menyebabkan gas yang berbahaya sehingga konsentrasi yang di ijinkan maksimal 5 ppm. kandungan air dan karbon dioksida (CO2). senyawa ini lebih beracun. Energi yang terkandung dalam biogas tergantung dari konsentrasi metana (CH4). dan beberapa kandungan lainnya yang jumlahnya kecil diantaranya hydrogen sulfida (H2S) dan ammonia (NH3) serta hydrogen dan (H2). Parameter yang kedua adalah menghilangkan kandungan karbon dioksida yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas. Hidrogen sulphur mengandung racun dan zat yang menyebabkan korosi. Biogas sebagian besar mengandung gas metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2). sehingga gas dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan. Kualitas biogas dapat ditingkatkan dengan memperlakukan beberapa parameter yaitu : Menghilangkan hidrogen sulphur. .

Sebaliknya jika C/N rendah. Jerami padi 12. 9. 3. 8. Ukuran reaktor biogas Apabila C/N terlalu tinggi. 7. Rasio Karbon dan Nitrogen (C/N) dari beberapa bahan (Karti dan Dixit/1984) 1. Di dalam digester ini . Kotoran bebek Kotoran manusia Kotoran ayam Kotoran kambing Kotoran babi Kotoran domba Kotoran sapi/kerbau Enceng gondok Kotoran gajah :8 :8 : 10 : 12 : 18 : 19 : 24 : 25 : 43 : 60 : 70 : 90 : > 200 10. lubang pemasukan bahan baku dan pengeluaran lumpur sisa hasil pencernaan (slurry). Kandungan total padatan 5. 5. pH – asam (6-7) 3. C/N rasio 20 – 30 2. 4.5 yang menyebabkan berkurangnya bakteri metanogenik. Serbuk gergaji Prinsip pembangkit biogas. yaitu menciptakan alat yang kedap udara dengan bagian-bagian pokok terdiri atas pencerna (digester). 2. Produksi biogas dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah sebagai berikut 1. nitrogen akan dibebaskan dan berakumulasi dalam bentuk amoniak (NH4) shg pH > 8. Batang jagung 11. dan pipa penyaluran biogas yang terbentuk. 6. Kadar air dan suhu (25-350 C) 4. nitrogen akan dikonsumsi dengan cepat oleh bakteri metanogenik untuk pertumbuhannya dan hanya sedikit yang bereaksi dengan karbon akibatnya gas yang dihasilkan rendah.Kandungan air dalam biogas akan menurunkan titik penyalaan biogas serta dapat menimbukan korosif. Jerami gandum 13.

di negara-negara berkembang kebutuhan akan sumber energi yang murah dan selalu tersedia selalu ada. Pada akhir abad ke-19. Selain di negara berkembang. Akibat kemudahan dalam memperoleh BBM dan harganya yang murah pada tahun 1950an.Sedangkan. dan Papua Nugini. Selama Perang Dunia II. Dari keenam jenis digester biogas tersebut. 2. jenis horizontal. Saat ini. Korea.3 KOMPONEN – KOMPONEN UTAMA REAKTOR BIOGAS a) Unit pencampur : untuk mencampur bahan baku yaitu kotoran ternak dengan air. telah melakukan berbagai riset dan pengembangan alat penghasil biogas . proses pemakaian biogas ini mulai ditinggalkan.2 BERBAGAI JENIS REAKTOR BIOGAS Ada beberapa jenis reaktor biogas yang dikembangkan diantaranya adalah reaktor jenis kubah tetap (Fixed dome). 2. Filipina. gas tersebut dapat dialirkan ke kompor yang terletak di dapur. Gas methan sudah lama digunakan oleh warga Mesir. Beberapa tahun terakhi ini dikembangkan jenis reaktor balon plastik yang banyak digunakan sebagai reaktor sedehana dalam skala kecil. reaktor jenis balon. . teknologi biogas juga telah dikembangkan di negara maju seperti Jerman. dan Roma kuno untuk dibakar dan digunakan sebagai penghasil panas. Adapun alat penghasil biogas secara anaerobik pertama dibangun pada tahun 1900. reaktor terapung (Floating dome). Gas tersebut dapat digunakan untuk keperluan memasak dan lain-lain . Dengan pipa yang didesain sedemikian rupa. proses fermentasi lebih lanjut untuk menghasilkan gas methan ini pertama kali ditemukan oleh Alessandro Volta (1776).Hasil identifikasi gas yang dapat terbakar ini dilakukan oleh Willam Henry pada tahun 1806. yang sering digunakan adalah jenis kubah tetap (Fixed dome) dan jenis Drum mengambang (Floating dome). China. di India kegiatan produksi biogas terus dilakukan semenjak abad ke-19. banyak petani di Inggris dan Benua Eropa yang membuat alat penghasil biogas kecil yangdigunakan untuk menggerakkan traktor.Dan Becham (1868). murid Louis Pasteur dan Tappeiner (1882). riset untuk menjadikan gas methan sebagai biogas dilakukan oleh Jerman dan Perancis pada masa antara dua Perang Dunia.terdapat bakteri methan yang mengolah limbah bio atau biomassa dan menghasilkan biogas. Taiwan. dan jenis ferrocement. adalah orang pertama yang memperlihatkan asal mikrobiologis dari pembentukan methan. Tetapi. jenis lubang tanah. seperti China. negara berkembang lainnya. Oleh karena itu.

Reaktor drum tunggal Mengunakan satu unit drom sebagai pencerna dan sebuah ban bekas sebagai penampung biogas.4 KONSTRUKSI BIOGAS SEKALA RUMAH TANGGA Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga diperlukan sebuah reactor setidaknya berukuran 500 liter. Unit pencampur b. Ada beberapa macam model dan tipe reactor biogas skala rumah tangga dari ukuran kecil hingga sedang. Unit penampung gas Gambar 2. dan pipa penyaluran biogas yang terbentuk. a. Digester c.berikut beberapa gambar reaktor biogas sekala rumahtangga.karena semakin besar ukuran reactor akan dapat menampung kotoran semakin banyak sehingga jumlah bakteri yang bekerja juga lebih banyak dan biogas yang dihasilkan akan lebih cepat dengan volumenyapun lebih banyak pula. mudah dalam pengoperasian dan juga mudah dipindah-pindah. keuntungan menggunakan reakto jenis ini adalah mudah dalam pembuatan. Namun selain keuntungan tersebut. a. ada pula kekurangan yang dimiliki diantaranya yaitu ukuran reaktor yang kecil akan menghasilkan biogas . Namun untuk lebih aman reactor harus berukuran 1000 liter hal ini menjaga agar produksi biogas oleh bakteri metan dapat memenuhi kebuthan masak setiap harinya. sehingga gas dapat di simpan dengan aman dan digunakan sesuai keperluan. selain itu dengan penampung gas yang berupa karet dapat memberikan tekanan terhadap biogas yang dihasilkan sehingga pada saat kita menggunakan gas akan lebih mudah karena gas akan ditekan menuju kompor dengan sendirinya.b) Digester (reactor) : Digester / reactor ini merupakan alat yang kedap udara dengan bagian-bagian pokok terdiri atas lubang pemasukan bahan baku pencerna. lubang pengeluaran lumpur sisa hasil pencernaan (slurry). c) Unit penampung gas : Untuk menampung gas yang terbentuk.2 Komponen Utama Reaktor Biogas 2.

kontinyuitas dari penggunaan reactor ini juga terhambat karena tidak memiliki saluran pengisian dan pembuangan kotoran yang portable sehingga mengalami kesulitan dalam mengisi dan mengganti bahan baku kotoran. ukuran penampung yang kecil juga hanya dapat menampung gas yang sedikit pula.4 Reaktor drum ganda c. Reaktor drum ganda Reaktor jenis ini tidak terlalu jauh berbeda dengan reaktor di atas keduanya masih menggunakan bahan drum sebagai reaktornya.Reaktor drum tunggal b. Melihat konstruksinya yang simple. reaktor ini juga sangat mudah di buat. Pada reactor ini. Gambar 2.3 .namun karena reaktor ini terbuat dari logam sehingga ketahanan terhadap korosi (karat) masih kurang baik. sudah memiliki saluran masuk dan buang yang terdapat pada kedua sisi reaktor sehingga kontinyuitas dari penggunaan reaktor ini dapat berlangsung baik. Reaktor Plastik Reaktor jenis ini hampir keseluruhan perangkatnya terbuat dari plastic polyetilena. Penggunaannya pun memang sangat mudah namun perlu perawatan yang seksama karena melihat konstruksinya yang dari plastic tentunya reaktor ini sangat rentan terhadap kebocoran sehingga perlu pengecekan/ perawatan berkala untuk mengantisi pasi terjadinya . Namun perbedaan yang bisa kita lihat yaitu terdapat pada jumlah drum yang di gunakan dan desain yang dimiliki oleh reaktor ini. Gambar 2.yang sedikit.

sedangkan limbah/ kotoran ternaknya belum termanfaatkan secara optimal. sedangkan selebihnya kotoran ternak hanya dibiarkan terbuang ke lingkungan dan mencemari lingkungan sekitar.5 Reaktor Plastik 2. kambing. Bahan bakar minyak memang mudah dalam penggunaanya. maka biogas dianggap layak dan cocok untuk dimanfaatkan serta . maka kita dituntut untuk melestarikan lingkungan dan juga mengurangi penggunaan BBM. Desa Sepatan yang merupakan daerah pertanian yang memiliki potensi untuk pengembangan biogas. dilihat dari segi bahan baku serta latar belakang mata pencaharian penduduk setempat yang mayoritas adalah petani yang juga sebagian adalah merangkap sebagai peternak. dan kita dituntut untuk mulai menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan dan juga terbarukan. Para petani dan peternak hanya memanfatkan ternaknya sebagai alat transportasi (pedati) dan penghasil daging. belum lagi cadangan minyak bumi yang semakin menipis. 5 KONDISI DAN KETERSEDIAN BAHAN Seiring dengan meraknya isu Global Warming dan juga kelangkaan bahan bakar minyak saat ini. cadangan minyak di bumi kita hanya mampu bertahan untuk beberapa puluh tahun kedepan. Hal ini memcu kita untuk tidak lagi mengandalkan bahan bakar minyak sebagai bahan bakar utama. Reaktor ini mampu bertahan kurang lebih selama 4 tahun. Menurut perkiraan para ahli. Hampir semua petani yang ada di desa Sepatan memiliki kerjaan sambilan yaitu beternak baik itu ternak sapi. namun di samping itu. hanya sebagian dari warga saja yang telah memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk. Gambar 2. unggas dan lain-lain. Banyaknya jumlah ternak di Sepatan saat ini belum termanfaatkan secara optimal. ada hal-hal negatif yang ditimbulkan dan selama ini kurang diperhatikan oleh masyarakat. untuk mengatasi hal ini perlu adanya perhatian dari semua pihak sehingga tdak lagi terjadi hal-hal tersebut di atas.kebocoran.

Oleh karena itu. potensi yang dimiliki oleh desa Sepatan ini bisa dikatakan cukup besar untuk penggunaan dan pemanfaatan biogas.dikembangkan. akan tetapi masih banyak lagi bahan bahan yang dari lingkungan pertanian desa ini seperti: jerami padi. serta ketersediaan pupuk untuk lahan pertanian mereka. akan menambah nilai ekonomis dalam keluarga masyarakat setempat.7 ANALISA POTENSI BIOGAS Dari survey yang kami lakukan terhadap kondisi ternak yang ada di desa Sepatan . Sebenarnya bukan hanya kotoran ternak saja yang bisa di buat biogas.6 kandang ternak milik warga 2. serbuk gergaji. sisa makanan ternak dan masih banyak bahan –bahan lain yang dianggap berpotensi.6 SURVEY LOKASI POTENSIAL Menurut survey yang saya lakukan. Sehingga masalah yang dihadapi sekarang serperti kelangkaan bahan bakar minyak dan mahalnya harga pupuk organik dapat teratasi. dan setelah itu kita bisa mengunakan bahan-bahan lainnya seebagai penghasil biogas. Karena dengan termanfaatkannya limbah dari peternakan mereka. kulitkulit pisang. terutama dalam hal ketersediaan bahan bakar untuk rumah tangga yanh ramah lingkungan. potensi untuk pembuatan biogas ini dimiliki oleh hampir seluruh para petani desa Sepatan hampir semua petani yang ada di sini merangkap sebagai peternak yang semuanya tersebar di setiap RT di Sepatan. Namun biasanya untuk memulai awal pembentukan reaktor ini diperlukan kotoran ternak sebagai pemicu awal pembuatan biogas supaya gas yang dihasilkan cepat terbentuk. 2. Hanya ada sebagian kecil warga yang benar-benar bekerja sebagai peternak yaitu terdapat di dusun IV. Gambar 2.

4. C/N rasio 20 – 30 (lihatketerangan) 2. b) Rasio Karbon dan Nitrogen (C/N) dari beberapa bahan (Karti dan Dixit/1984) 1.Kususnya ternak sapi. nitrogen akan dibebaskan dan berakumulasi dalam bentuk amoniak (NH4) shg pH > 8. Jerami gandum 13. Serbuk gergaji c) Potensi produksi biogas dari berbagai kotoran per kg . pH – asam (6-7) 3. Batang jagung 11. 5. Jerami padi 12. 8. nitrogen akan dikonsumsi dengan cepat oleh bakteri metanogenik untuk pertumbuhannya dan hanya sedikit yang bereaksi dengan karbon akibatnya gas yang dihasilkan rendah. 7. Kotoran bebek Kotoran manusia Kotoran ayam Kotoran kambing Kotoran babi Kotoran domba Kotoran sapi/kerbau Enceng gondok Kotoran gajah :8 :8 : 10 : 12 : 18 : 19 : 24 : 25 : 43 : 60 : 70 : 90 : > 200 0 10. Kandungan total padatan 5. Sebaliknya jika C/N rendah. 3. 2. 6. Unuk menganalisa potensi biogas yang dapat dihasilkan kita merujuk pada data-data ilmiah sebagai berikut: a) Hal-hal yang mempengaruhi produksi biogas: 1. 9. Ukuran reaktor biogas Apabila C/N terlalu tinggi.5 yang menyebabkan berkurangnya bakteri metanogenik. Kadar air dansuhu (25-35 C) 4. data yang kami peroleh bahwa seekor sapi mampu menghasilkan 10 Kg kotoran perharinya.

040 m 2.35 3 m atau setara dengan 0. Sehingga untuk 10 kg kotoran sapi berpotensi menghasilkan 0.8 PROSES PEMBUATAN BIOGAS a. Berikut kami sajikan analisa perhitungan potensi penggunaan biogas.035 x 10 atau sama dengan 3 3 0.21) atau ± 3 ekor sapi yang digunakan kotorannya untuk pembuatan biogas.04 m biogas. sedangkan 1 m biogas setara dengan 0. 2.116 m 4.6 liter minyak tanah.7 / 0.020 – 0. Babi : 0. Sketsa reaktor dan kompor biogas Berikut gambar sketsa pembuatan reaktor dan juga kompor biogas dari bahan drum dan kaleng yang sangat sederhana. Menurut survey yang kami lakukan Rata rata satu ekor sapi/lembu di desa Sepatan menghasilkan ±10kg kotoran/hari. Jumlah anggota keluarga dalam satu kepala keluarga rata-rata berjumlah 4 orang. Jadi satu ekor sapi yang menghasilkan 10 Kg kotoran perharinya berpotensi menghasilkan biogas 0. .059 m 3 3 3 3 3.35 m³ biogas.75 liter minyak tanah perhari untuk keperluan beranggotakan 4 orang memerlukan masaknya. Manusia : 0. Dari data yang ada kami peroleh 1 kg kotoran sapi menghasilkan 0. Sehingga reactor biogas skala rumah tangga yang dibuat memerlukan (0.028 m Dari data-data di atas kita dapat mamperhitungkan jumlah ternak yang diperlukan untuk keperluan satu reaktor sekala rumah tangga dan potensi biogas yang dihasilkan.1.040 – 0. Unggas : 0.21 liter minyak tanah.023 – 0. Kami tampilkan sketsa ini karena pembuatannya yang mudah dan juga bahan-bahan yang digunakan sangat mudah kita peroleh di sekitaran kita.065 – 0. Menurut survey satu keluarga yang 0.023 – 0. Sapi/kerbau : 0.

Masukkan kotoran kedalam wadah pencampur 2. Proses Pembuatan Biogas Berikut adalah langkah-langkah pembuatan biogas yang cukup mudah dan murah. Tuangkan kotoran kedalam reaktor melalui saluran masuk. Ulangi proses ini hingga kotoran memencukupi ukuran tabung reaktor.7 Sketsa reaktor dan kompor biogas b. 1.Gambar 2. 3. . Tambahkan air dengan perbandingan 1:1 atau sesuai dengan kadar kelembaban kotoran. Tutup kran saluran keluar gas 5. Aduk hingga merata 4.

BAB III PERSIAPAN PENGUJIAN DAN ALAT UJI 3. Metodologi Penelitian mulai Pemilihan material dan lokasi pengujian Pembuatan / perakitan peralatan pengujian Pemasangan alat ukur Pengambilan data pengujian Pengolahan data hasil pengujian lengka T p Y perakitan peralatan pengujian dengan variasi warna Pemasangan alat ukur Pengambilan data pengujian T lengka p Y Pengolahan data hasil pengujian Perbandingan Kesimpulan Selesai .1.