You are on page 1of 103

CYBER SEX DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF

DAN HUKUM ISLAM



















Oleh:

AGUS ERIYANSYAH
104045101538




KONSENTRASI KEPIDANAAN ISLAM
PROGRAM STUDI JINAYAH SIYASAH
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1429H/2008M





CYBER SEX DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF
DAN HUKUM ISLAM



Skripsi
Diajukan kepada fakultas syariah dan Hukum
Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
Gelar Sarjana Hukum Islam (SHI)
Oleh:

AGUS ERIYANSYAH
104045101538



Pembimbing



Prof. Dr. Hj. Huzaimah Tahido Yanggo, MA.


KONSENTRASI KEPIDANAAN ISLAM
PROGRAM STUDI JINAYAH SIYASAH
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLLAH
JAKARTA
1429H/2008M

PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi berjudul CYBER SEX DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN
HUKUM ISLAM telah diujikan dalam sidang Munaqasah fakultas Syariah dan
Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada 12 Juni
2008. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana
Hukum Islam (SHI) pada Program Studi Jinayah Siyasah (Pidana Islam).

Jakarta, 12 Juni 2008
Mengesahkan,
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum


Prof. DR. H. Muhammad Amin Suma, SH, MA, MM
NIP.150 210 422


PANITIA UJIAN
1. Ketua : Asmawi, M.Ag. (………………..)
NIP.150 282 394

2. Sekretaris : Sri Hidayati, M.Ag. (………………..)
NIP.150 282 403

3. Pembimbing : Prof. DR. Hj. Huzaimah Tahido Yanggo, MA. (………………..)
NIP.150 165 267

4. Penguji I : Asmawi, M.Ag. (………………..)
NIP.150 282 394

5. Penguji II : Sri Hidayati, M.Ag. (………………..)
NIP.150 282 403



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………… i
DAFTAR ISI………………………………………………………….. iv
BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah………………………………….. 1
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah…………………….. 5
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian…………………………… 6
D. Review Pustaka…………………………………………… 7
E. Metode Penelitian………………………………………… 10
F. Sistematika Penulisan……………………………………. 12
BAB II: KEJAHATAN MELALUI KOMPUTER
A. Sekilas Perkembangan Komputer……………………….. 13
B. Pengertian Cyber Sex……………………………………. 24
C. Yang Menjadi Penyebab Timbul nya Cyber Sex………… 31
1. Sosial
2. Ekonomi
BAB III: TINDAK KRIMINAL YANG DI TIMBULKAN CYBER SEX
A. Tindakan Kriminal Akibat Pengaruh Cyber sex………… 36
B. Dampak Cyber Sex Terhadap Remaja………………….. 40
C. Upaya Penanggulangan Cyber Sex……………………… 47



BAB IV: PANDANGAN HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM TENTANG
CYBER SEX
A. Cyber Sex Dalam Hukum Positif………………………… 54
B. Cyber Sex Dalam Hukum Islam………………………… 64
C. Penegakan Hukum Dalam Penanggulangan Cyber Sex… 70
D. Analisis Penulis Tentang Cyber Sex……………………. 77
BAB V: PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………….. 87
B. Saran……………………………………………………. 90
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................... 92
1



BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang masalah
Peradaban dunia pada masa kini dicirikan dengan fenomena kemajuan
teknologi informasi dan globalisasi yang berlangsung hampir di semua bidang
kehidupan. Globalisasi pada dasarnya bermula dari awal abad ke-20, yakni pada
saat terjadi revolusi transportasi dan elektronika yang menyebarluaskan dan
mempercepat perdagangan antar bangsa, disamping pertambahan dan kecepatan
lalu lintas barang dan jasa.
1

Perkembangan teknologi dan informasi pada abad ke-21 berkembang
pesat seperti computer yang pada awalnya merupakan mesin penghitung yang
cepat dapat menerima informasi input digital.
2
Computer dalam
perkembangannya tidak hanya sebagai mesin penghitung, tetapi tetap digunakan
sebagai tenaga pengganti manusia. Fenomena tersebut terlihat diberbagai aktivitas
manusia seperti bekerja, membaca, menulis, dan berkomunikasi. Perkembangan
teknologi tersebut melahirkan suatu sistem jaringan yang dapat menghubungkan
antara computer yang satu dengan computer yang lain.
3
Jaringan tersebut adalah
internet, jaringan ini dapat berpengaruh terhadap pendidikan, ekonomi,
pemerintahan, organisasi-organisasi dan lain sebagainya. Computer adalah suatu

1
Drs. Dikdik M. Arief Mansur, SH. , MH dan Elisatris Gultom, SH. , MH, Cyber Law Aspek
Hukum Teknologi Informasi, (Bandung:Refika Aditama, 2005), cet. ke-1, h..1.
2
Jogiyanto Hartono, Pengenalan Computer, yogyakarta, Andi Yogyakarta, 1999, Edisi
Pertama, Cet. Ke-1, h. 2.
3
Ibid. h..331
2



peralatan (mesin) atau sekelompok peralatan (mesin) yang melaksanakan
pekerjaan, dikendalikan serta dikontrol oleh intruksi / program yang dimasukkan
ke dalam memory / strage unit.
4

Internet membuka cakrawala informasi, pengetahuan dan apapun
fakta-fakta dari seluruh penjuru dunia karena itu teknologinya disebut virtual
technology atau teknologi maya, salah satunya mengakses internet berarti
komunikasi dengan tampilan teks yang monoton,
5
dan hal tersebut menjadikan
informasi yang terbuka dalam arti tidak terlihat batasan-batasan suatu Negara,
tidak lagi dipersoalkan warna kulit, ras, dan golongan, jarak dan waktu sudah
bukan lagi kendala yang dihadapi untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan
oleh pemakai internet, disamping itu dengan perkembangan sekarang ini mudah
sekali untuk mengakses sesuatu yang diinginkan dengan melalui fasilitas search
engine diwebsite yang tersedia dengan hitungan menit. Kemudahan tersebut dapat
dilihat dalam berbagai bentuk kerja sama seperti pertemuan ekonomi, politik,
budaya selain dilakukan secara fisik, juga dilakukan dengan menggunakan media
teknologi komunikasi atau disebut tele-coference. Dunia menjadi komunitas baru
yang serba efektif, efisien dan modern. hal tersebut menjadikan dunia maya
menjadi kekuatan tersendiri, seakan ada alam lain didalamnya selain alam nyata
yang setiap hari dialami manusia. Dalam dunia maya manusia bebas
mengekspresikan kehendak nuraninya tanpa batas, teknologi informasi

4
Drs. Jhon. Longkutoy, Pengenalan Computer, Cendamas, 1979, cet, ke-2, h. 69.
5
Syarif Hidayatullah dan Zulfikar S Dharmawan, Islam virtual Jakarta, Mifta, 2004, h.. 9.
3



mempunyai peranan sangat penting yang dikendalikan oleh operatornya atau
manusia pengendalinya.
Saat ini, internet telah membentuk masyarakat dengan kebudayan
baru. Masyarakat yang tidak lagi dihalangai oleh batas-batas teritorial antara
Negara yang terdahulu ditetapkan sangat rigid sekali. Masyarakat baru dengan
kebebasan beraktivitas dan berkreasi yang paling sempurna. Namun dibalik
gemerlap itu, internet juga melahirkan keresahan-keresahan baru. Di antaranya,
muncul kejahatan yang lebih canggih dalam bentuk “cyber crime”. Hal ini
ditandai dengan berkembang pesatnya situs porno dalam berbagai tampilan situs
yang sangat menggoda atau tempat penyebaraan kabar bohong (fitnah) yang
paling efektif. Bahkan berbagai data, terakhir menunjukkan bahkan transaksi
terbesar perdagangan melalui internet diperoleh dari bisnis pornografi ini.
6

Teknologi informasi dapat menunjang laju pertumbuhan berbagai
aspek kehidupan. Internet merupakan sebuah ruangan informasi dan komunikasi
yang dapat mempercepat penyebaran informasi ilmu pengetahuan serta
menambah wawasan serta kemudahan-kemudahan membantu manusia dalam
pekerjaanya. Selain itu perkembangan teknologi memicu timbulnya kejahatan
baru dengan memanfaatkan sarana computer. Kejahatan ini dikenal dengan
kejahatan dunia maya atau cyber crime.

6
Edmon Makarim, SH, S.kom, Kompilasi Hukum Telematika, Jakarta, PT. Raja Grafindo
Persada, 2003, cet. Ke-1,h.8.
4



Cyber Crime menggunakan media komunikasi dan computer untuk
kejahatan ini tentu saja dilakukan oleh orang yang mahir dalam menggunakan
computer dengan mencari kelemahan dan kelebihan sesuatu dari hardware dan
sofwarenya.
7
Kejahatan tersebut dapat menimbulkan pengaruh dibeberapa aspek
seperti militer, pemerintah, politik, ekonomi, dan sosial,. dan salah satu bentuk
kejahatan tersebut adalah cyber sex.
Cyber Sex dapat diakses tanpa mengenal batasan umur dalam artian
jika dia mahir atau setidaknya tahu maka dia dapat mengakses hal tersebut. Cyber
sex dapat memberikan remaja pengaruh negative tersebut cenderung pada remaja
karena rasa ingin tahu, pergaulan yang kurang baik dan daya pikir yang terkadang
tidak melihat prospek apa yang akan dihadapi. Namun pada dasarnya dengan
daya pikir manusia yang berkembang dan pendidikan yang memadai serta adanya
financial yang cukup, para remaja mampu menjelajahi situs cyber sex tersebut
tanpa batas dan tanpa pengawasan.
Menurut hasil penelitian nasional center for technology education anak
dibawah umur mengenal fornografi dari internet, sekitar 24% anak berusia 8-17
tahun berada diAsia dan 86 % anak dibawah umur yang masuk ke chatroom
(ruang), sering melakukan percakapan yang dilarang dengan teman cyber nya.
8

Oleh karena itu, penulis akan mencoba membahas mengenai satu jenis
tindak kejahatan dan penyalahgunaan teknologi computer melalui media utama

7
WWW. Students. ukdw . ac. id/22033391/Aam pernama/uplusdakarang_files/page 338. htmL.
8
Http:/www. glorianet. org/internet/artikel /artikena. html.
5



internet, yaitu: Cyber sex. Untuk menjawab persoalan tersebut dan menuangkan
dalam penelitian skripsi ini, penulis mengambil judul: “CYBER SEX DALAM
PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM”.
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
Dalam skripsi ini, penulis ingin mengemukakan suatu fenomena
masyarakat yang sudah menjamur bahkan tumbuh berkembang dalam kehidupan
sehari-hari. Hal tersebut adalah masalah cyber sex yang saat ini marak dan sudah
cukup memprihatinkan terutama bagi generasi bangsa Indonesia. Karena luasnya
bahasan mengenai cyber sex, maka penulis membatasi kepada beberapa
permasalahan, yaitu:
1. Tentang factor penyebab timbulnya cyber sex.
2. Dampak cyber sex terhadap remaja dan penanggulangannya.
3. Pandangan hukum Islam dan hukum positif di Indonesia tentang cyber sex
dan sanksinya.
Dari beberapa pembatasan masalah diatas, kemudian penulis
merumuskan permasalahan utama dalam skripsi ini, sebagai berikut:
1. Apa penyebab timbulnya cyber sex?
2. Bagaimanakah dampak tindakan criminal akibat pengaruh cyber sex, serta
penanggulangan cyber sex menurut hukum Islam dan hukum positif?.
3. Bagaimana pandangan hukum Islam tentang cyber sex dan apa sanksi yang
dikenakan terhadap pelaku tindak pidana cyber sex dalam hukum pidana
islam?.
6



4. Bagaimana pandangan hukum positif tentang cyber sex di Indonesia dan
seberapa jauh tingkat efektifitas hukum publik, dalam menangani kasus cyber
sex, yang terdapat dalam KUHP?.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan yang hendak di capai dari penulisan skripsi ini adalah:
1. Untuk memberikan penjelasan mengenai hukum islam tentang cyber sex dan
sanksi yang dikenakan terhadap pelaku tindak pidana cyber sex.
2. Untuk mengetahui pandangan hukum positif tentang cyber sex di Indonesia.
3. Untuk memberikan penjelasan tentang dampak yang ditimbulkan cyber sex
terhadap remaja serta penanggulangannya.
Sedangkan manfaat dari penelitian ini diharapkan:
1. dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kejahatan baru
yang berhubungan dengan teknologi, computer dan internet.
2. Mendapat tanggapan yang serius dari para ulama dan tokoh masyarakat
terutama pemerintah serta organisasi-organisasi, terutama organisasi-
organisasi Islam.
3. Agar tidak menimbulkan tindakan criminal akibat pengaruh cyber sex dan
dampak yang negative bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.




7



D. Review Pustaka
Dari beberapa skripsi dan literatur buku yang ada diperpustakaan
syariah penulis akan mengambilnya untuk menjadikan sebuah perbandingan
mengenai kasus-kasus cyber crime khususnya cyber sex dalam perspektif hukum
positif dan hukum Islam.
Adapun judul-judul skripsi dan buku itu adalah :
Pada pembahasan sebelumnya dari pelacakan karya ilmiah mahasiswa (skripsi) di
fakultas syari’ah terdapat skripsi yang ditulis oleh Ahmad Zarkasi yang berjudul:
Dampak pornografi terhadap tindak pidana perkosaan oleh anak dibawah umur
dalam perspektif hukum islam dan hukum positif.
Mengutarakan landasan dan criteria pornografi serta dampak yang
ditimbulkan terhadap tindak pidana perkosaan oleh anak dibawah umur secara
umum. Namun dalam penelitian tersebut hanya menceritakan tentang seberapa
jauh masyarakat mengenal ponografi secara umum terhadap tindak pidana
perkosaan oleh anak dibawah umur.
Selain itu studi terdahulu mengenai pornografi memang ada sebagai
rujukan penulis dari penelitian skripsi yang ditulis oleh Taryudi jurusan
perbandingan mazhab dan hukum yang berjudul:masalah pornografi dan
pornoaksi ditinjau dari hukum Islam.
Mengutarakan tentang pornografi dan pornoaksi yang sangat bertolak
belakang dalam pornografi dan pornoaksi dalam pengertian itu sendiri. Namun
pada pembahasan kali ini penulis ingin mencari titik temu dari berbagai
8



pandangan tentang cyber sex itu sendiri, sehingga tidak membingungkan
masyarakat serta mudah dicerna para pembaca.
Pornografi dan pornoaksi ditinjau dari hukum islam yang ditulis oleh Neng
Djubaedah, SH. M.H.
Meskipun masalah pornografi dan pornoaksi telah menjadi isu yang
mengemukan diberbagai lapisan masyarakat. Akan tetapi pro-kontra isu ini tidak
pernah mencapai titik temu final. Bahkan dikalangan umat Islam sendiri masih
kerap menjadi silang pendapat tentang kriteria dan batasan pornografi dan
pornoaksi. Membahas soal pornografi dan pornoaksi dalam tinjauan hukum Islam
secara komprehensif dan mendalam. Membandingkan ketentuan hukum positif di
Indonesia (KUHP) dengan hukum Islam dalam hal pornografi / pornoaksi, serta
usulan dan solusi penanggulangan isu ini dari perspektif hukum Islam.
Tindak pidana mengenai kesopanan yang ditulis oleh Drs. Adami Chazawi, SH.
Kesimpulan dari buku diatas adalah tindak pidana kesopanan dibentuk
untuk melindungi kepentingan hukum terhadap rasa kesopanan masyarakat.
Sekarang ini tindak pidana mengenai kesopanan sering terjadi dimasyarakat
seperti kejahatan pornografi, kejahatan memaksa anak dibawah umur untuk
melakukan pengemisan, kejahatan memperdagangkan anak yang belum dewasa,
kejahatan membuat mabuk seseorang anak yang belum terusia enam tahun, dan
memaksa orang untuk meminum yang memabukkan dan lain-lain. Namun hanya
sebagian kecil saja tindak pidana mengenai kesopanan yang dapat diangkat
keberkas pidana adalah sukarnya pembuktian pada sebagian tindak pidana
9



kesopanan. Sehubungan dengan kesulitan pembuktian ini, diperlukan pengertian
bagi anggota masyarakat mengenai seluk-beluk tindak pidana ini, sehingga
kemungkinan menjadi korban tindak pidana terhadap kesopanan dapat diperkecil.
Cyber law Aspek Hukum Teknologi informasi, yang ditulis oleh Drs. Dikdik
M.Arief Mansur, SH., MH. Dan Elisatis Gultom. SH, MH.
Kemunculan teknologi informasi seiring dengan globalisasi telah
menciptakan sebuah dunia baru yang dikenal dengan dunia maya (cyber space).
Perkembangan teknologi informasi ini telah menyentuh segala aspek kehidupan
termasuk membawa masyarakat untuk melakukan perubahan kearah yang lebih
baik berikut kemudahan yang ditawarkannya,
sebagaimana aktivitas didunia nyata, didalam cyber space terdapat
aktivitas manusia semestinya yang tidak diperbolehkan untuk dilakukan didunia
nyata seperti pencurian, penipuan, pemerkosaan dan beragam tindakan kejahatan
lainya, justru lebih retan dilakukan melalui media cyber / cyber crime.
Ironisnya, ketika banyak Negara menyediakan perangkat perundang-
undangan untuk mengantisipasi pengaruh yang sangat besar dari penggunaan
teknologi informasi terhadap kehidupan negaranya, justru Indonesia hingga saat
ini belum memiliki undang-undang yang mengatur masalah pemanfaatan
teknologi informasi (cyber law). Sementara aktivitas warga Negara telah
selangkah lebih maju dengan berkecimpung dibidang teknologi informasi. Hal ini
tentu saja akan mempengaruhi semua aktivitas yang terjadi karena akan
menimbulkan ketidak jelasan.
10



E. Metode Penelitian.
Metode penelitian yang akan digunakan oleh penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini adalah metode-metode yang umumnya berlaku dalam
penelitian yaitu:
1. Jenis Penelitian.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian
yang dimaksudkan untuk memberikan data yang seteliti mungkin tentang
manusia, keadaan dan gejala-gejala lainnya.
9

2. Pendekatan penelitian.
Mengingat penelitian yang akan dilakukan bersifat deskriptif maka
pendekatan yang akan digunakan adalah dengan pendekatan doctrinal atau
normatif dan sosiologis atau empiris. Pendekatan hukum normatif adalah
penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka. Sedangkan
pendekatan sosiologis atau empiris adalah pendekatan yang dilakukan terhadap
gejala yang terjadi dalam kenyataannya.
3. Jenis Data.
Jenis data yang akan digunakan dalam skripsi ini adalah data sekunder
yaitu data-data yang memberikan penjelasan mengenai data primer yang
mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku dan literatur-literatur yang
berhubungan dengan cyber sex.


9
Soerjono. Soekanto, pengantar penelitian hukum, Jakarta, UI-Press, 2007, cet.ke-3, h.10.
11




4. Pengumpulan Data.
Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini
adalah studi dokumen (library Research). Penulis melakukan pengumpulan data
dengan cara menelusuri buku-buku dan literatur yang berhubungan dengan
permasalahan yang dibahas.
5. Pengolahan dan Analisa Data.
Setelah data tersebut diolah dengan cara dikumpulkan dibaca, dikaji,
dan dikelompokkan, lalu penulis menganalisanya dengan metode sebagai berikut:
a. Metode Induktif yaitu suatu cara dalam menganalisa data yang bertitik tolak
dari data yang bersifat khusus kemudian ditarik atau diambil kesimpulan yang
bersifat umum.
b. Metode Deduktif yaitu suatu logika yang bertitik tolak dari pengetahuan yang
bersifat umum, kemudian dijadikan titik tolak dalam menilai suatu fakta yang
bersifat khusus dan konkrit.
Sedangakan teknik yang digunakan dalam menyusun skripsi ini,
penulis memakai acuan dari “pedoman penulisan skripsi, yang diterbitkan oleh
UIN syarif Hidayatullah jakarta 2007”.




12



F. Sistematika penulisan.
Sistematika penyusunan dalam penelitian ini terdiri dari lima Bab,
diantaranya sebagai berikut :
BAB I : Pendahuluan, yang terdiri dari: latar belakang masalah, pembatasan
dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, review
pustaka, metode penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II : kejahatan melalui komputer, yang terdiri dari: pertama, sekilas
perkembangan computer, kedua, cyber crime dan cyber sex, ketiga,
yang menjadi penyebab timbulnya cyber sex yang meliputi factor
sosial, factor ekonomi, dan IPTEK.
BAB III : Tindak criminal yang ditimbulkan cyber sex, yang terdiri dari:
pertama, tindakan criminal akibat pengaruh cyber sex, kedua, Dampak
cyber sex terhadap remaja, dan ketiga, upaya penanggulangan cyber
sex.
BAB IV : Cyber sex dalam hukum positif dan hukum islam, terdiri dari:
pertama, cyber sex dalam hukum positif, kedua, cyber sex dalam
hukum islam, ketiga, penegakan hukum.
BAB V : Penutup, yang terdiri dari: kesimpulan dan saran dan dimana pada
bagian akhir terdapat daftar pustaka dan lampiran-lampiran.



13



BAB II
KEJAHATAN MELALUI KOMPUTER

A. Sekilas Perkembangan Komputer
Jika kita lihat pengetian computer dewasa ini, maka tampaknya ia
mempunyai arti dan makna yang luas dimana keberadaannya sebenarnya diambil
dari bahasa latin, computare yang berarti menghitung (to compute). Sesuai asal
katanya, computer berarti si penghitung atau subjek yang melakukan suatu
komputasi, yang dalam hal ini dapat diartikan si orangnya (someone who
computes) atau pun perangkat pengolah komputasi itu sendiri (a computing
machine). Jika kita cermati lebih dalam, sepatutnya istilah computer tidak hanya
diartikan dalam artian perangkatnya saja melainkan juga keberadaan subjek
pelakunya. Dalam konteks ini, keberadaan computer tidak dapat dilepaskan dari
keberadaan orangnya karena tidak lain computer sebagai perangkat ditujukan
untuk membantu keperluan dari si orangnya untuk melakukan komputasi.
Selanjutnya, sesuai dengan perkembangannya, terjadinya perbedaan
antara istilah computer dengan istilah kalkulator dimana computer ditujukan
untuk tujuan yang lebih luas (multi purpose), sedangkan kalkulator hanya
ditujukan untuk pengalkulasikan matematika saja, (single purpose). Semula
komputasi dilakukan dengan manual, kemudian karena keterbatasan kemampuan
memori manusia diperlukanlah perangkat bantu untuk melakukan komputasi itu
(contohnya Abatus/sempoa). Sedangkan, seiring dengan perkembangan
14



elektronika, berkembanglah sistem computer tersebut yang semula dilakukan
secara mekanis, kemudian berkembang menjadi secara elektronik.
10

Awal mula computer yang sebenarnya dibentuk oleh seorang Profer
matematika Inggris, charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage
memperhatikan kasesuaian alam antara mesin mekanik sangat baik dalam
mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan, sedangkan
matematika membutuhkan repitisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertentu.
Masalah tersebut kemudian berkembang hingga menempatkan mesin mekanik
sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama
untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan
suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensial. Mesin tersebut
dinamakan mesin differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut
dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak
hasilnya secara otomatis.
11
Berkembang ditahun 1940, seiring dan berpadunya
teori algoritma dan logika matematika, serta ditemukannya computer elektronik
dengan kemampuan penyimpanan program adalah Alam turing dan Kurl Godel,
yang pada tahun 1930-an berhasil memadukan algoritma, logika dan perhitungan
matematika serta merealisasikannya dalam sebuah alat atau rule system. Prinsip
algoritma yang digunakan adalah dari Ada lovalace, yang dikembangkan 60 tahun
sebelumnya. Dan penemu algoritma sendiri yang tercatat dalam sejarah awal

10
Ibid, Makarim, Edmon, Pengantar hukum telematika (suatu kajian kompilasi), 2005, h.57-58.
11
http:// www. Ilmu computer . internux.net. id/ pengantar/ ivan sudirman- sejarah computer.php.
15



adalah dari seorang yang bernama Abu Abdullah Muhammad ibn musa al-
khawarizmi adalah seorang ahli matematika dari Uzbekistan yang hidup dimasa
tahun 770-840 masehi. Dileteratur barat ia lebih terkenal dengan Algorizm. Kata
algoritma sendiri berasal dari sebutan ini. Sedangkan computer analog diciptakan
oleh Vannevar Bush pada tahun 1920, dan disusul dengan computer elektronik.
Dikembangkan oleh Howard Aiken dan Konrad Zuse tahun 1930.
Kemudian Jhon Von Neumann mendemontrasikan salah satu karya
fenomenalnya pada tahun 1945, yaitu sebuah arsitektur computer yang disebut
“Van Neumann Machine”, dimana program disimpan dimemori. Arsitektur
computer inilah yang kemudian digunakan oleh computer modern sampai
sekarang.
Tahun 1960 adalah babak baru dimulainya Formulasasi ilmu
computer. Dasar ilmu computer adalah matematika dan engineering (teknik).
Matematika menyumbangkan metode analisa, dan engeering menyumbangkan
metode desain pada bidang ini.
12
Berkembang ditahun 1977, ada dua orang anak
muda kreatif, Steve Johs dan Steve Woznaik dari lembah Silicon Valley,
California. Mereka memperkenalkan konsep baru, sebuah personal computer,
yang diberi nama Apple Komputer Generasi I. Dengan harapan satu orang satu
computer, mereka berdua mendirikan sebuah perusahaan computer Inc.
13
Harapan

12
http:// www. Ittutor. net/ forums/ lovifersion/ index. php/ t9479. html.
13
http:// www. Ilmu computer. Internux. Net. Id/ pengantar/ ivan sudirman sejarah computer. Php.
16



tersebut adalah setiap rumah tangga harus memiliki satu computer. Ternyata
konsep ini disambut hangat oleh rakyat Amerika.
Membanjirnya personal computer ditengah masyarakat, menimbulkan
pemikiran, dapat kiranya hubungan antara computer yang satu dengan computer
yang lain, terjalin dalam satu jaringan kabel, atau tanpa kabel melainkan
menggunakan satelit, sehingga dapat saling menukar informasi.
Kemudian, terbentuklah sebuah jaringan computer yang dapat
tersambung antara yang satu dengan yang lain dalam posisi sama kuat. Jaringan
itu menimbulkan kenyamanan bagi para operator computer, karena memudahkan
cara kerja para pemakai computer. Dengan adanya system internet yang
berkembang pada tahun 1969 terciptanya APRA (Advanced Researcg Project
Agency) net. Serta didukung dengan fasilitas internet seperti:
• E-mail
E-mail oleh para pengguna computer di Indonesia juga disebut dengan
surat elektronik, merupakan fasilitas yang paling sederhana, paling mudah
penggunaannya dan dipergunakan secara luas oleh pengguna computer. E-mail
merupakan fasilitas yang memungkinkan dua orang atau lebih melakukan
komunikasi yang bersifat tidak sinkron (asynchroncus communication mode) atau
tidak bersifat real time. Tetapi justru karakteristik seperti itulah yang menjadikan
e-mail menjadi sarana komunikasi paling murah.
14



14
http:// www. total. or. id/ info.php.
17



• Mailing List (mills)
Mailing list merupakan perluasan penggunaan e-mail, dengan fasilitas
ini pengguna yang telah memiliki alamat e-mail bisa bergabung dalam suatu
kelompok diskusi, dan melalui mills ini bisa dilakukan diskusi untuk
memecahkan suatu permasalahan secara bersama-sama, dengan saling
memberikan saran pemecahan (brain storming). Komunikasi melalui mills ini
memiliki sifat yang sama dengan e-mail, yaitu bersifat tidak sinkron (asyn
chronous communication mode) atau bersifat an-real time.
• File Transfer Protocol (FTP)
FTP adalah fasilitas internet yang memberikan kepada pengguna untuk
mencari dan mengambil arsip file (down load) disuatu server yang terhubung ke
internet pada alamat tertentu yang menyediakan berbagai arsip (file), yang
memang diizinkan untuk mengambil oleh pengguna lain yang membutuhkannya.
File ini bisa berupa hasil penelitian, artikel-artikel, jurnal dan lain-lain. Disamping
itu FTP juga dipergunakan untuk meng-upload file materi situs (home page)
sehingga bisa diakses oleh pengguna dari seluruh pelosok dunia.
• News group
News group dalam internet adalah fasilitas untuk melakukan
komunikasi antara dua orang atau lebih secara serempak dalam pengertian waktu
yang sama (real time), dan dengan demikian berarti komunikasi yang dilakukan

18



adalah komunikasi yang sinkron (synchronous communication mode). Bentuk
pertemuan ini lazim disebut sebagai konferensi, dan fasilitas yang digunakan bisa
sepenuhnya multimedia (audio-visual) dengan menggunakan fasilitas video
conferencing, atau pun text saja atau text dan audio dengan menggunakan fasilitas
CHAT (IRC).
• World Wide Web
WWW merupakan kumpulan koleksi besar tentang berbagai macam
dokumentasi yang tersimpan dalam berbagai server diseluruh dunia, dan
dokumentasi tersebut dikembangkan dalam format hypertext dan hypermedia,
dengan menggunakan hypertext mark up language (HTML) yang memungkinkan
terjadinya koneksi (link) dokumen yang satu dengan yang lain atau bagian dari
dokumen yang satu dengan yang lain atau atau bagian dari dokumen yang satu
dengan bagian yang lainnya, baik dalam bentuk text, visual dan lain-lainnya.
WWW bersifat multimedia karena merupakan kombinasi dari text, foto, grafika,
audio, animasi dan video, dengan demikian maka WWW pada saat ini merupakan
puncak pencapaian yang tidak mungkin dicapai oleh media-media yang tergabung
didalamnya secara sendiri-sendiri.
15

Zaman sekarang, internet merupakan kebutuhan bagi banyak orang
karena dengan internet kita bisa mengakses dan menemukan segala informasi
diseluruh dunia dengan cepat dan mudah kebutuhan internet yang sangat penting
sehingga peningkatan jumlah pemakai internet setiap tahun yang selalu meningkat

15
Htpp:// www. Mrzie3r. wordpress. Com/ 2007/ 04/ 17/ internet untuk pemula. Php.
19



diseluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlah pemakai internet selalu meningkat
dengan peningkatan yang cukup besar.
Sehingga banyak sekali layanan-layanan akses internet yang bisa kita
pilih sesuai dengan layanan akses internet dari PT. Telkom seperti Telkomnet dan
telkom speedy Telkomnet instan merupakan layanan akses. Dial-up dengan
kecepatan berkisar antara 40 kbps-56 kbps sedangkan telkom speedy merupakan
akses ADSL dengan kecepatan upto 384 kbps. Selain itu masih banyak sekali
layanan-layanan akses internet yang bisa kita pilih. Ada lagi layanan internet yang
menggunakan wirelesslan yang merupakan akses internet tanpa kabel atau
menggunakan gelombang elektromagnetik seperti akses GPRS menggunakan
handphone, PDA, laptop, dan lain-lain. Selain itu sinyal hatspot yang sering
disebarkan ditempat-tempat seperti mall, café, kampus, atau berbagai tempat
lainnya bisa digunakan untuk mengakses internet baik dengan kabel atau tanpa
kabel selain diperlukan juga sebuah alat yang disebut modern, berfungsi sebagai
protocol yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital atau sebaliknya.
16

Maka mereka dapat saling tukar pengetahuan, tukar informasi atau
saling tukar data, antara computer yang satu dengan computer yang lain dengan
kecepatan cukup tinggi, tidak membutuhkan tempat yang besar. Cukup dilakukan
dirungan kecil yang hemat biaya.
Perkembangan teknologi informasi dengan internet yang didukung
dengan akses dan aplikasinya telah mempercepat proses perubahan. Masyarakat

16
http:// www. Alfandra. Blogspot. Com/ 2007/ 08/ perkembangan internet di Indonesia.
20



dengan paradigma baru dipenuhi oleh nuansa kebebasan. Berbagai cara dilakukan
untuk memperoleh kebebasan, salah satu alat penunjang untuk kebebasan tersebut
adalah teknologi yang dapat direkayasa dengan cara apapun sesuai kehendaknya.
Berkat kemajuan teknologi manusia dapat berkomunikasi dengan manusia lain
dibelahan dunia dengan menggunakan internet yang menjadi medianya.
Otomatis keberadaan internet yang merupakan medium komunikasi
elektronik global yang merupakan perwujudan dari gabungan semua jaringan
computer yang ada didunia (gigantic network), dimiliki oleh setiap orang atau
pihak-pihak yang membangunnya secara personal, namun pada saat
pengoperasiannya dan pemanfaatannya merupakan kepentingan global. Dengan
kata lain, harta bendanya secara fisik baik perangkat computer maupun perangkat
komunikasi memang dimiliki oleh masing-masing orang, namun keberadaan
sistem komunikasi yang lancar dan aman tentunya merupakan kewajiban semua
orang yang menggunakan sistem komunikasi global ini.
17

Kegiatan manusia menjadi meluas, sehingga terbentuklah dunia maya
sebagian dari dunia mereka untuk berkomunikasi tukar-menukar budaya, politik,
seni, ekonomi, bahkan idiologi. Dunia maya kemudian menjadi kekuatan sendiri,
seakan-akan ada alam lain selain alam nyata yang dialami manusia. Dalam dunia
maya, manusia bebas mengekpresikan kehendak nuraninya. Karena internet
merupakan sebuah ruang informasi dan komunikasi yang dapat melampaui batas-
batas Negara dan dapat mempercepat ilmu pengetahuan, gagasan para ilmuan dan

17
Ibid, Makarim, edmon, pengantar hukum telematika (suatu kajian kompulasi), 2005, h.526.
21



cendikiawan diseluruh dunia. Ruang maya terhubungnya computer dengan
saluran jasa internet dapat diakses kapan saja dinamakan cyberspace.
Istilah “cyber space” dianggap berkait erat dengan pengertian berikut
dunia maya, dunia internet, virtual space. Kata ini dipopulerkan oleh William
Gibson dalam novel fantasinya yang berjudul Neuromancer (1984) untuk
menerangkan dunia computer dan masyarakat yang berkumpul disekitar
menurutnya, substansi cyber space sebenarnya adalah keberadaan informasi dan
komunikasi yang dalam konteks ini dilakukan secara elektronik dalam bentuk
visualisasi tatap muka interaktif. Komunikasi virtual (Virtual Communication)
tersebut yang dipahami sebagai virtual reality sering disalah pahami sebagai alam
maya, padahal keberadaan sistem elektronik itu sendiri adalah konkrit dimana
komunikasi virtual sebenarnya dilakukan dengan cara representasi informasi
digital yang bersifat diskrit. Dalam prakteknya dari ruang lingkup sistem, dalam
cyber space dikenal sebagai: content, computing, communication dan community.
Arti istilah content dianggap berkaitan erat dengan isi. Isi atau substansi data atau
informasi berupa input dan output dari penyelenggara sistem informasi yang
disampaikan pada public, mencangkup semua bentuk data/ informasi baik yang
tersimpan dalam bentuk cetak maupun elektronik, maupun yang disimpan sebagai
basis data (data bases) maupun yang dikomunikasikan sebagai bentuk pesan (data
message). Kemudian arti komputing dapat diartikan sebagai sistem pengolahan
informasi yang berbasis sistem computer (computer based information sistem)
berupa jaringan sistem informasi (computer network) organisasional yang efisien,
22



efektif dan legal. Dalam hal ini, suatu sistem informasi merupakan perwujudan
penerapan perkembangan teknologi informasi ke dalam suatu bentuk
organisasional / organisasi perusahaan (bisnis).
18

Dan menurut Prof. Norbert Wiener dari Massachusetts Institute of
technology (MIT) menulis buku yang terkenal berjudul “cyber netics” 1948,
beliau tentu tidak pernah membayangkan bahwa kata yang beliau alih-ejakan ke
bahasa inggris dari kata yunani kuno “kubernetes itu akan begitu populer seperti
sekarang. Prof Winner merekayasa kata (eksternal) antara mahluk hidup ciptaan
tuhan dan mesin hasil rekayasa manusia. Kita maklumi bersama bahwa pada masa
itu istilah computer belumlah sepopuler sekarang. Satu-satunya benda didunia
yang dinamai computer waktu itu barulah ENIAC (Electronik Numerical
Integrator and computer), sebuah “raksasa” 18.000 tabung hampa (vacumm tubes)
yang memenuhi ruang seluas 1500 sq.ft (sekitar 150 meter persegi) di University
of Pennsylvania di philadel phia, Amerika serikat (ketika peralatan ini
pertamakali dihidupkan, tegangan listrik dikota philadelphia turun, sehingga
sempat meredupkan nyala lampu). Dua kata 2C (control dan communication)
yang mendasari “cyber netics” setengah abad yang lalu telah berkembang menjadi
tiga kata -3C- yaitu “computer”, “communication” dan content pada cybernetics
diera informasi global mellenium ketiga ini. Potongan kata “cyber” pun kemudian
menjadi sah-sah saja mengawali berbagai istilah baru seperti misalnya yang
sering kita dengar atau baca: “cyber space” (ruang siber), cyber-organism yang

18
http:// www. Total. Or. id/ info. Php.
23



disingkat menjadi “cyberg”(makhluk sibernetika), “cyber-café”(warung internet
disingkat “warnet”), “cyber law”(hukum internet) sampai “cyber-city” (kata
siber). Cyber- everydhyng is a “cyber-thing”.
19

Teknologi cyber space merupakan revolusi ini perkembangan
teknologi computer dan teknologi yang kemudian melahirkan sebuah industri
baru teknologi informasi dan elektronika keduanya saling berkaitan.
Karena sifat cyber space yang telah interaktif, maka konsumen dapat
memilih informasi yang ingin dia dapatkan dan juga cyber space dapat
dinavigasikan sendiri oleh para penggunanya dan hal ini tidak terdapat pada
tradisional media seperti Koran, radio, dan televisi.
20
Tidak hanya itu cyber space
menawarkan manusia untuk hidup dalam dunia alternative atau dunia maya.
Sebuah dunia yang dapat mengambil alih dan menggantikan realitas yang ada
yang lebih menyenangkan bagi penggemarnya.
Didunia internasional cyber space dapat digunakan sebagai sarana
perang informasi, terutama dalam rangka pembentukan opini internasional.
Sarana ini juga dapat digunakan untuk kepentingan kejahatan.
Cyber space tidak hanya dimiliki dan dikuasai oleh masyarakat dunia
dalam hal positif, namun juga dimiliki oleh para penjahat atau pelaku criminal
(sebagai sarana untuk mencampai tujuannya. Mereka melakukan dengan jaringan
melalui internet karena dirasakan lebih aman. Disamping itu pula digunakan

19
http:// www. Unlas. Ac. Id/ arhiza/ cyber netics. Rtf.
20
Rahdian. Pocipic. Net. Id/ content/ view/ 51/ 27.
24



untuk mencari informasi tentang berbagai hal, misalnya mencari wanita-wanita
pekerja sex komersial. Semua itu dimungkinkan karena mencari informasi
diinternet dengan mudah. Cukup dengan cara searching atau pencarian dengan
layanan jasa internet seperti: google, altavista, lycos, yahoo, aolany where.
Dengan suatu kata kunci computer akan menampilkan yang dikehendaki.
B. Pengertian Cyber Sex
Cyber sering diidentikan sebagai computer crime. Tetapi secara
terperinci pengertian cyber crime adalah tindak pidana yang dilakukan dengan
memanfaatkan teknologi informasi. Berbagai definisi pernah dikemukakan oleh
para ahli, namun belum terdapat keseragaman terhadap definisi tersebut. Secara
teknis tindak pidana tersebut dapat dibedakan menjadi offline crime, semi online,
cyber crime. Masing-masing memiliki karakteristik tersendiri, namun perbedaan
utama diantara ketiganya adalah keterhubungan dengan jaringan informasi public.
Cyber crime merupakan perkembangan lebih lanjut dari kejahatan atau tindak
pidana yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi computer. Jenis-jenis
kejahatan diinternet terbagi dalam berbagai versi. Salah satu versi menyebutkan
bahwa kejahatan ini terbagi dalam dua jenis, yaitu kejahatan dengan motif
intelektual. Biasanya jenis yang pertama ini tidak menimbulkan kerugian dan
dilakukan untuk kepuasan pribadi. Jenis kedua adalah kejahatan dengan motif
politik, ekonomi, atau criminal yang potensial menimbulkan kerugian bahkan
perang informasi. Versi lain membagi cyber crime menjadi tiga bagian yaitu
pelanggaran akses, pencurian data, dan penyebaran informasi untuk tujuan
25



kejahatan.
21
Andi Hamzah dalam bukunya Aspek-aspek pidana dibidang
computer (1989) mengartikan: kejahatan dibidang computer secara umum dapat
diartikan sebagai penggunaan computer secara ilegal.
22

Cyber crime merupakan bentuk kejahatan yang relative baru apabila
dibandingkan dengan bentuk-bentuk kejahatan lain yang sifatnya konvensional
(street crime). Cyber crime muncul bersamaan dengan lahirnya revolusi teknologi
informasi. Sebagaimana dikemukakan oleh Ronni R.Nitibaskara bahwa: interaksi
sosial yang meminimalisir kahadiran secara fisik, merupakan ciri lain revolusi
teknologi informasi. Dengan interaksi semacam ini, penyimpangan hubungan
sosial yang berupa kejahatan (crime), akan menyesuaikan bentuknya dengan
karakter baru tersebut.
23

Dari beberapa pengertian diatas, computer crime dirumuskan sebagai
perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan memakai computer dengan
sebagai sarana/ alat atau computer sebagai objek, baik untuk memperoleh
keuntungan ataupun tidak dengan merugikan pihak lain. Secara ringkas computer
crime didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan
menggunakan teknologi computer yang canggih. Kejahatan ini dilakukan tidak
perlu menggunakan kemampuan fisik secara langsung atau dengan kekerasan,

21
Yankabayan. Blogspot. Com/ 2007/ 12/ cyber crime.
22
www. Bi. Go. Id/ NR/ rdon lyres/ BAC5998C-cyber crime.
23
Dikdik M. Arief Mansur dan Elisatris Gultom, cyber law Apek hukum teknologi informasi, bandung,
PT. Refika Aditama, cet. Ke-1,h 25.
26



namun cukup menggunakan kemampuan penguasaan computer dan internet
sebagai medianya.
Definisi dari cyber sex adalah bukan lagi sebuah seni bercinta akan
tetapi dengan melihat, mendengar, dan merasakan tanpa harus berhubungan badan
atau terjadi kontak fisik. Pada intinya hanya menggunakan imajinasi dalam
meraih kepuasan sexsual. Banyak kalangan menganggap cyber sex adalah sebuah
kebohongan, meskipun tidak melibatkan kontak secara fisik. Meskipun tidak
terjadi kontak fisik selama melakukan cyber sex, namun pelaku cyber sex ini
dapat mengeluarkan semua fantasi seksual pada orang lain, selain pasangan
tetapnya. Banyak yang menganggap bahwa pelaku tidak cukup puas dengan yang
telah didapat dari pasangannya. Ada juga sebagian berpendapat bahwa terkadang
seseorang itu merasa kurang cukup puas dengan hubungan nya selama ini. Ia pun
cenderung berpantasi secara seksual untuk memuaskan kebutuhan seksualnya.
Cyber sex ini juga bisa menjadi hobi yang menyehatkan selama kita
melakukannya dengan level yang wajar atau sebagai variasi seks yang dilakukan
dengan pasangan tetap. Mungkin banyak dari kita semua membutuhkan suatu
tantangan dan virtual sex semacam ini.
Ada alasan lain mengapa seseorang cendrung melakukan cyber sex,
mungkin karena cyber sex adalah cara termudah yang bisa mereka akses sebagai
sex entertainment online. Bagi banyak kaum lelaki, cyber sex adalah sebuah
27



permainan dan tujuan utamanya adalah merayu kaum perempuan juga untuk
membangkitkan gairah seks lawan jenis.
24

Teknologi komunikasi telah mengakibatkan perubahan besar dalam
kehidupan manusia. Sejak perkembangan computer dan dikomersialkannya
internet pada media 1990-an, telah terjadi ledakan besar dalam penggunaan istilah
cyber space, cyber punk, cyber sex, cyber porn, cyber media, dan cyber love
adalah beberapa diantara sekian banyak istilah yang dilekatkan pada kata cyber.
Penggunaan dua konsep tersebut tentunya telah meleburkan makna awal dari
masing-masing kata dan melahirkan pemaknaan baru setelahnya.
Peralihan teknologi manual teknologi kabel sudah bukan zamannya
lagi. Persoalaan nilkabel yang kini tengah menguak didalam kehidupan manusia
past modern, telah menjadi menu sehari-hari. Ditiap penjuru dunia, kini transfer
informasi dan komunikasi berlangsung dari detik demi detik. Perubahan esensi
fisik tidak lagi mengagetkan umat manusia. Yang menjadi persoalan kemudian
adalah substansi dari wujud fisik tersebut. Bagaimana substansi tersebut
berpindah dan bermutasi dari pikiran satu ke pikiran yang lainnya (mind to
mind).
25

Cyber sex merupakan media atau alat komunikasi yang dibuat
menyampaikan gagasan-gagasan tentang sex atau pornografi atau pornoaksi
melalui sarana computer dengan jaringan internet. Cyber sex itu sendiri erat

24
http:// www. Kapan lagi. Com/ clubbing/ view topic-cyber sex.
25
http:// www. Defickry. Word press. Com/ 2007/ 06/ 06/ cyber love. Cyber porn- cyber sex:
komunikasi.
28



kaitannya dengan pornografi, yang kata pornografi berasal dari kata yunani,
pornoe dan graphos. Porno berarti “wanita jalang” dan grapos berarti “gambar
atau tulisan”. Jadi pornografi bisa diartikan menjadi “gambar atau tulisan tentang
wanita jalang”. Terdengar sederhana tetapi kenyataannya tidaklah sesederhana
itu. Karena sekarang ini pornografi terdapat dalam dunia maya.
Jaringan komunikasi global interaktif melalui fasilitas internet
relaychat (chatting) dapat digunakan untuk menyebarluaskan informasi tentang
cerita ataupun gambar pornografi (baik untuk sisi gelap maupun sisi terang dari
pornografi) atau disebut juga cyber sex. Ada dua bentuk dari cyber sex dalam
ruangan chatting, yaitu computer mediated interactive masturbation in rel time
dan computer mediated telling of interactive sexual stories (in real time) with the
intent of arousal (Robin Hamman, 1996).
26

Cyber sex merupakan salah satu kejahatan dari cyber crime. Yang
dilakukan secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi. Situs ini dapat diakses
dengan bebas, meskipun mereka yang mengakses ini masih belum cukup umur.
Dan dicafe internet atau pun dipenyediaan layanan internet lainnya tidak ada
aturan batasan umur, pembatasan akses, dan aturan lain yang membatasi akses
yang negative.
Menjadikan benda sebagai substitusi tubuh yang dapat menimbulkan
rangsangan seksual. Game seksual ini telah mensubtitusi tubuh wanita bagi para
pria untuk mendapatkan kepuasan seksual. Jika kita kembali melihat teori

26
http:// www. Unisoed. Ac. Id/ new cmsfask/ userfiles/ file/ hukum/ cyberporn-pp.htm.
29



psikoanalisis yang dikembangkan oleh freud yang mengatakan bahwa kepuasan
seksual dari sebuah objek seksual tidak dapat dipisahkan dari image yang
dikembangkan oleh seseorang ketika berhadapan dengan realitas anatomi
sebatang tubuh (misalnya tubuh perempuan), dan image tersebut kemudian
dijadikan sebagai sebuah penanda (signifier), yang menghasilkan makna atau
petanda (signi fied) tertentu. Disinilah tubuh wanita yang dihasilkan dari Binary
code, telah menjadi sebuah fantasi, halusinasi dan imajinasi dan sebuah visual
pleasure yang biasa bagi para pria.
Visual sex reality adalah semacam tiruan dunia nyata kedalam dunia
computer tiga dimensi. Biasanya seseorang akan memakai kacamata seperti
kacamata penyelam dan kemudian dia akan memasuki dunia maya yang image-
nya adalah hasil dari rekayasa computer. Jadi seolah-olah orang itu memasuki
sebuah dunia baru. Virtual rality banyak digunakan untuk para pilot baru yang
belum diperbolehkan menerbangkan pesawat, jadi mereka belajar dulu dengan
simulasinya, atau para calon dokter yang ingin belajar cara membedah pasien.
Virtual sex reality dapat memungkinkan seseorang untuk bercinta dengan bentuk
wanita yang tampil utuh dalam tiga dimensi, pengguna virtual sex ini dapat
memprogram sendiri mulai dari bentuk, wajah, gesture, jenis ras pasangan sex
yang diinginkan. Virtual seks ini benar-benar dapat memuaskan imajinasi dan
fantasi para penggunanya. Dalam akhir-akhir ini berbagai riset mengenai ini
tengah dikembangkan, khususnya riset dalam menyimulasi berbagai fungsi otak,
fungsi syaraf yang berkaitan dengan sentuhan, rabaan, penciuman, memang
30



sedang dilakukan. Jadi mungkin tidak mungkin dimasa mendatang ketika
teknologi virtual sex reality mesin terus berkembang maka kenikmatan seksual
yang sesungguhnya yang didapatkan dengan manusia asli akan dikalahkan dengan
mesin ini. Inilah matinya dunia nyata.
Pada akhirnya realitas mungkin akan lenyap diatas muka bumi,
manusia mungkin akan lebih senang bercinta dengan mesin computer ketimbang
bercinta didunia nyata. Karena mesin computer dapat lebih menghadirkan sebuah
imajinasi dan fantasi yang lebih hebat dan tidak ditemukan didunia nyata.
Manusia akan lebih senang dengan virtual lips, virtual clitoris, virtual penis, cyber
dildo, virtual sex machine dan juga virtual orgasm.
27

Kata-kata yang ditiap keybord untuk menggambarkan interaksi seksual
dengan pasangan chatting diinternet hingga membuat kedua belah pihak
terstimulasi secara seksual adalah definisi asas sexchat, sebagai salah satu aktiviti
cyber sex. Jadi sebenarnya sexchat adalah kegiatan penunjang daya khayal untuk
merangsang diri sendiri, sama seperti melancap atau masturbasi. Secara ilmiah,
sexchat tidak menanggung resiko penukaran penyakit kalamin.
28
Situs-situs yang
dapat diakses antara lain: www. 17 tahun. Com, www. Naked-celebsfree. Com,
www. Baylonx. Com, www. Britneynudepics. Com, www. Holywood. Com,
www. Top4all. Com, www. Skankycelebs. Com, www. Asiacarrera. Com, dan

27
Rachdian.com/ old/ content/ view/ 5/ 1/ 27/ cyndication.
28
http:// www. Geocities. Com/ gaymelayuz/ point/ koleksi cerita sex bay.
31



masih banyak situs semacam ini diinternet. Dalam situs dapat dicari apa saja
tentang pornografi, dan ini akan mempengaruhi orang-orang yang mengaksesnya.
Pada bulan maret 2005, satuan cyber crime Diroktorat Reserse
Kriminal khusus Polda Metro Jaya menangkap mahasiswa semester terakhir
Universitas Negeri di Bandung yang bernama Ajie Wibowo alis Asep Awaludin
alias Ismail Husein karena tindak pidana kejahatan terhadap kesopanan, yaitu
sebagai pengedar VCD porno dan software bajakan malalui jaringan internet.
Penangkapan dilakukan di Bandung dan tindakan karena hobinya
terhadap computer dan masalah ekonomi. Situs yang dibangun sendiri oleh
tersangka merupakan oline store atau belanja online melalui jaringan internet
yang menjual VCD porno dan software bajakan. Dalam praktinya pembeli dapat
memesan barang yang diinginkan kepada situs tersebut dengan melakukan
pembayaran melalui transfer ATM atas nama tersangka.
29


C. Yang Menjadi Penyebab Timbulnya Cyber Sex
Pengguna internet untuk mengakses situs-situs porno terkadang sangat
sulit dihadiri, mengingat situs-situs semacam ini tersedia sangat banyak dalam
dunia maya. Dengan menjamurnya situs sex diinternet. Ini timbul karena ada hal-
hal yang didasari dengan rasa ketidak puasan dan rasa keingintahuan, seperti:



29
Jkt. Delik news. Com/ indek. Php/ delik.
32



1. Sosial
Manusia dikatakan mahluk sosial (zonn polition) yang artinya tidak
bisa hidup sendiri-sendiri selalu membutuhkan orang lain. Manusia berinteraksi
secara individu maupun kelompok dengan interaksi itu seseorang dapat
mengetahui informasi-informasi baik secara bersentuhan langsung (secara fisik)
maupun tidak.
30
Laporan lembaga yang merupakan bagian National Pepulation
and Family Development Boord itu juga mengatakan bahwa situs-situs porno
menyebabkan para remaja mendapatkan pengertian yang salah tentang seks
karena tidak adanya tuntunan orang tua dalam hal itu. Ini menjadi alasan adanya
peningkatan kejahatan seksual terhadap wanita dan anak-anak. Seperti diketahui
situs porno dan layanan-layanan seks lainya begitu mudah didapatkan lewat
internet, baik yang gratis maupun yang harus membayar untuk bisa
mengaksesnya. Bahkan situs-situs yang menawarkan pornografi merupakan
bagian bisnis dunia maya yang bertahan dikala situs-situs lain berjatuhan.
31

Dari interaksi tersebut muncul rasa keingintahuan tentang informasi
yang didapat seperti: seorang pelajar atau mahasiswa bergaul dengan temannya
dan mendapatkan tentang cyber sex hasil dari obrolan yang dilakukan secara
beramai. Tentu saja dia pada obrolan selanjutnya tidak ingin ketinggalan, maka
dia mencoba mencari tahu sendiri dengan datang ke warnet yang terdekat
kemungkinan nantinya dia terjebak dalam situs cyber sex tersebut.

30
Taufik Rahman Dhohiri, Tarsisius, Wartono, Didi wiratmadja, sosiologi, Jakarta, yudistira, 2000, h
27.
31
http:// www. Glorianet. Org/ arsip/ b00267. htlm.
33



Tidak mudah memang untuk menetapkan batasan-batasan atau ruang
lingkup delik kesusilaan, karena pengertian dan batas-batas kesusilaan cukup luas
dan dapat berbeda-beda dan nilai-nilai yang berlaku didalam masyarakat khusus
untuk usaha penanggulangan cyber crime yang terkait dengan kesusilaan ini
sebenarnya tidak bisa disentuh lewat kebijakan hukum pidana positif karena
sifatnya pribadi dan maya. Maka wajar apabila tindak kejahatan ini ditempuh
melalui pendekatan teknologi, pendekatan budaya atau cultural, pendekatan moral
bahwa pendekatan global.
32
Hal tersebut sangat jelas ketika melakukan kontak
sosial dapat diarahkan dalam dua pilihan kehal positif atau negative.
2. Ekonomi
Teknologi informasi telah mengubah perilaku dan pola hidup
masyarakat global. Perkembangan teknologi informasi telah pula menyebabkan
dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyebabkan perubahan ekonomi
secara signifikan berlangsung demikian cepat. Teknologi informasi saat ini
menjadi pedang bermata dua, karena selain memberikan kontribusi bagi
peningkatan kesejahteraan, kemajuan, dan peredabatan manusia, sekaligus
menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum. Minimnya informasi dan
meluasnya cyber sex di Indonesia, memotivasi perlunya kajian yang berkaitan
dengan intensitas mengakses situs seks dan permisivitas pelaku seksual remaja.
Saat ini bertebaran warung-warung internet atau populer disebut
warnet diberbagai tempat. Dengan harga sewa yang relative murah, tidak sulit lagi

32
http:// www. Umy. Ac. Id/ berita. Php.
34



untuk mengakses aneka situsnya yang diinginkan, termasuk situs yang memuat
materi porno untuk memuaskan hasrat seks melalui internet atau dikenal dengan
cyber sex. Kelompok yang ingin mencari uang dengan dengan cara sesat.
Diantaranya adalah kehadiran para wanita pelanggan yang sengaja menggunakan
media online untuk menjajakkan diri. Ini pula yang dimanfaatkan kelompok
pekerja komersial untuk menjaring para pelanggannya. Mereka dengan sengaja
memasukkan data diri mereka kejaringan online ini. Penegakan hukum telah
berusaha menekan laju pertumbuhan prostitusi lewat media baik lewat razia
maupun aturan yang berlaku, tetapi cyber sex tetap berkembang, karena para
pelakunya merasa mendapatkan keuntungan yang lumayan.
33

Cyber sex tidak hanya dibuat oleh orang asing menciptakan sebuah
nama dalam URL berbau vulgar, membeli domain, lalu meng up-load beberapa
foto dewasa kedalam situsnya. Atau menawarkan gambar-gambar vulgar yang
dapat membuat libido naik, namun dalam cyber ini terdapat peluang bisnis yang
dapat merauk keuntungan jutaan rupiah. Ini merupakan suatu bisnis yang
menggiurkan serta mencangkup seluruh dunia.
Hal ini tentu saja membuat orang atau kelompok tergiur untuk
membuat berbagai atribut mengenai cyber sex dan berbisnis diinternet. Tidak
hanya itu saja, pemicu timbulnya cyber sex terletak pada tenaga kerja sex (actor,
aktris, dan mode porno) yang berbiaya murah yang meramaikan industri
pornografi didunia maya.

33
Wap. Idosiar. Com/ berita-3. asp.
35



Perkembangan cyber sex dimasyarakat tanpa disadari menimbulkan
hal-hal yang negative. Mungkin karena sifat internet yang bebas dan terbuka
untuk siapa saja. Industri seks di Indonesia menurutnya sangat besar secara
ekonomi dan permintaan makin banyak. Wisata seks dan pedofilia masih terus
terjadi dibali, bagaikan gunung es yang baru terlihat pada permukaannya akibat
timbulnya cyber sex.
34

Inilah yang dinamakan simbiosa mutualistis antara idustri seks virtual
dan internet, sama-sama saling membutuhkan dan saling membantu. Itu baru dari
segi teknologi. Dan bahkan akses terhadap situs-situs seks sebegitu besarnya
sehingga menghasilkan nilai omset sementara dengan 1,3 miliyar dolar Australia
setahunnya. Tidaklah mengejutkan seberapa besar kenaikan peran serta wanita
dalam industri seks dimaksud, sebatas konsumen tentu saja. Dibandingkan 10
tahun silam, saat kaum wanita hanya mengkonsumsi kira-kira 10% saja dari
produk-produk prnografi online, sementara sampai hari ini jumlahnya meningkat
menjadi melebihi 40%.
35
Kehidupan alternative atau pelarian masyarakat barat
dan pada reality kehidupan masyarakat modern yang bagi kumpulan subbudaya
dibarat sedang menuju kahancuran.





34
http:// www. Topix. Com/ forum/ world/ Malaysia/ prostitution.
35
http:// yudhim. Blogspot. Com/ 2008/ 02/ membedah kejahatan internet di Indonesia.
36



BAB III
TINDAK KRIMINAL YANG DITIMBULKAN CYBER SEX

A. Tindak Kriminal Akibat Pengaruh Cyber Sex.
Kehadiran teknologi informasi bukan berarti merevolusi semua produk
hukum yang sedang berlaku pada saat ini. Pembuat kebijakan hukum harus
melihat bahwa sebenarnya produk hukum yang berlaku sekarang mampu
mengeliminir bentuk kejahatan diinternet. Walaupun kita mengakui ada beberapa
hal yang masih dalam perdebatan akademik saat ini, terutama menyangkut
masalah-masalah pembuktian dan yuridiksi diinternet. Oleh karena itu, kehadiran
aturan hukum baru memang tidak bisa kita hindari, namun sifatnya sebaiknya
hanya pelengkap dari perangkat hukum yang telah ada sekarang.
Dalam perkembangannya, fungsi internet sebagai media komunikasi
mulai menimbulkan akses-akses yang negative. Internet yang semula menjadi
media yang paling efektif dalam menyampaikan kebebasan berekpresi, kini telah
dipenuhi berbagai informasi yang dibuat oleh orang-orang yang tidak
bertanggung jawab. Pornografi yang melibatkan anak-anak, fitnah, atau kabar
bohong, propa ganda, yang menyesatkan masyarakat, penipuan, atau bahkan klip-
klip video yang menggambarkan proses penyiksaan, pemerkosaan, bahkan
pembunuhan sesama manusia yang sangat sadis dapat pula kita temui diinternet.
Kehadiran internet yang semula disambut dengan kegembiraan, karena
37



keberadaan yang mempermudah hidup umat manusia, kini seakan menjelma
sebagai bahaya sosial yang bersifat global.
36


Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan mendasar
pada tatanan sosial dan budaya dalam skala global. Dengan menggunakan
internet, pengguna dimanjakan untuk berkelana menembus batas kedaulatan suatu
Negara, batas budaya, agama, politik, ras, hirarki, birokrasi dan sebagainya.
Internet juga menjadi sarana yang baik bagi masyarakat dalam pekerjaan, dirumah
maupun ditempat-tempat pelayanan public lainnya.
Para pengakses situs porno atau cyber sex tanpa disadari dapat
melakukan tindakan yang bersifat potologis. Artinya situs porno dapat
menimbulkan tindak criminal dan perilaku sex yang menyimpang.
37
Hal yang lain
cyber sex seringkali menciptakaan fantasi-fantasi seksual yang dapat
mempengaruhi para netler melupakan waktu dan fikiran yang kearah negative,
jika sudah kecanduan anda akan:
1. Tidak peduli dengan masa depan.
2. Perbuatan maksiat
3. Kurang produktif.
38

Psikologi dari New York City, spesialisasi untuk korban kecanduan
cyber sex, sebagai berikut:

36
Ibid, Edmon makarim, kompilasi hukum telematika, 2003, h197-200.
37
http:// www. Sarikata. Com/ imdek. Php.
38
http:// www. Ummigroup. Co. id/ annida/ cetak. Php.
38



1. Anda tidak sabar menanti sesi selanjutnya.
Anda lebih menantikan saat-saat menonton gambar-gambar porno diinternet atau
chat dengan pasangan situs tersebut, ketimbang bergaul dengan orang lain
(bahkan pasangan) didunia nyata.
2. Hasrat anda lebih besar pada saat online, hidup anda hanya diisi dengan aktivitas
online, online dan online diinternet, apabila untuk menyumbangi pasangan anda
disitus porno.
3. Sulit konsentrasi kerja dikantor, tidak bisa berinteraksi dengan keluarga dirumah.
4. Anda merasa tidak bisa berhenti, situs porno sudah mengendalikan anda.
5. Hidup anda hanya menjelajahi situs porno, siapa tahu ada situs terbaru yang
belum anda tahu.
6. Anda lebih suka mencari situs-situs porno ketimbang menemani anak-anak ke
mall diakhir pekan.
7. Anda mencari situs porno untuk memuaskan hasrat seksual anda. Akibatnya, anda
lebih suka bermastrubasi atau onani dengan pasangan disitus esek-esek ini
ketibang hubungan intim yang nyata dengan pasangan.
8. Jika sehari tidak melongak situs porno anda langsung depresi. Satu-satunya obat
untuk mengatasinya adalah browsing situs favorit dan menjumpai pasangan anda
didunia nyata.
39

Ternyata cyber sex dapat menghambat kinerja dalam kehidupan
sehari-hari dan menjadikan pula. Terhambat terjadinya kontak sosial, dan

39
http:// www. Kompas. Com/ wanita/ news/ 0412/ 16/ 152000. htm.
39



mengarah pada bentuk penyimpangan, baik penyimpangan individual maupun
peyimpangan secara kelompok, serta pengaruh tersebut dapat dirasakan secara
langsung maupun tidak.
Mills ini terjadi kontribusi beberapa rublik yang diasuh tim
MIKRODATA. Termasuk rublik-rublik yang ada dimedia lain. Memakai,
menyebarluaskan, dan memperbanyak software bajakan adalah tindakan
criminal.
40
Selain itu komunikasi melalui internet seringkali digunakan untuk
mengeksploitasi pornography yang melibatkan anak-anak dan remaja, serta alat
yang dipakai untuk menyamarkan identitas seksual seseorang dengan tujuan
tertentu. Parahnya lagi, sebagian dari pengunjung situs porno konon hanya untuk
menyalurkan kelainan seksnya. Hal inilah yang sangat berbahaya karena dapat
menimbulkan tindakan-tindakan yang menjurus kekerasan dan criminal.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa situs porno mendorong
terjadinya tindakan criminal dan prilaku seks menyimpang. Situs porno
memungkinkan user/ netter untuk melakukan berbagai komunikasi erotik malalui
computer dari tingkatan yang bersifat godaan atau lolucon porno, pencarian dan
tukar menukar informasi mengenai pelayanan seksual sampai pada diskusi
terbuka tentang prilaku seks menyimpang.
Akan menjadi masalah besar jika materi pornografi dikonsumsi anak-
anak dan remaja. Akan memberikan rangsangan kuat untuk melakukan hubungan
seks padahal mereka belum siap untuk itu. Akan melahirkan banyak masalah

40
www. Mail-archive. Com/ forum @ mikrodata
40



seperti kehamilan diluar nikah, putus sekolah, aborsi, single parent, penyebaran
penyakit kelamin HIV/ AIDS, tidak criminal seks seperti perkosaan dan
pembunuhan yang dipicu pelampisan nafsu seks akibat mengkonsumsi materi
pornografi atau cyber sex.
41



B. Dampak Cyber Sex Terhadap Remaja
Dalam kamus bahasa Indonesia, kata remaja berarti sudah sampai
umur (anak laki-laki atau perempuan) putera atau putri, berumur 12-15 tahun.
42

Dan dalam kamus umum Bahasa Indonesia, remaja adalah dikatakan kepada anak
wanita yang mulai haidh dan anak laki-laki yang sudah akil baligh.
43

Pornografi tak jauh beda dengan narkotika. Keduanya memberi candu
dan mamberi efek yang membahayakan, tidak hanya diri perilaku melainkan
masyarakat sekitarnya. Pornografi potensial melahirkan permisivitas seks yang
karenanya muncul sex bebas (free seks), pemerkosaan dan pelecehan seksual
terhadap perempuan.
Efek negative lain yang tak kala berbahayanya menimpa anak-anak.
Ketika anak suka melihat gambar porno melalui televisi, penjaja Koran dan
majalah, maka bacaan tersebut dapat mempengaruhi libiditas seksual anak. Jika
seorang anak SD sebelumnya tabu mempermainkan anak perempuan sebaya,

41
Wagur. Multiply. Com/ jurnal/ item/ 40/ rumahku surgaku-candu pornografi.
42
Eddy Soetritno, Kamus populer bahasa Indonesia, 2006, h, 42.
43
Departemen pendidikan dan kebudayaan, kamus besar bahasa Indonesia, , 1989, cet.3, h. 1182.
41



melalui pornografi mereka akan melakukan pembenaran atas perilaku yang
sebelumnya dia anggap sebagai tabu. Seorang pelajar SMP,SMU, dan Perguruan
Tinggi, akan terlecut libiditas seksualnya manakala sering melihat tayangan atau
bacaan pornografi, secara keseluruhan, pornografi memberi efek tidak baik bagi
siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, pendidikan dan status sosial.
44

Menurut psikologi remaja terkemuka Australia, Dr. Michael Carr-
Gregg, kemudahan para remaja mengakses pornografi diinternet telah memicu
sebagian besar gadis remaja mempraktekkan aksi pornografi. Beberapa
perempuan belia kini, lanjut greed, sudah tak sungkan untuk melakukan oral, anal,
maupun seks secara berkelompok. Kahayalan kondisi ononimitas diinternet telah
memberikan para gadis remaja ini sebuah kebenaraan virtual ini merupakan bukti
yang jelas bahwa situasi ini semakin buruk.
45

Melalui fasilitas YPI menyediakan layanan informasi kesehatan
reproduksi termasuk tentang HIV/ AIDS. Ada beberapa yang memerlukan
tindakan medik lanjutan akan dirujuk kerumah sakit. Dari konsultasi dengan
remaja, umumnya mereka dari keluarga broken home, pengguna obat-obatan dan
menjalani pergaulan atau hubungan seks bebas. Pada 52 % kelompok remaja yang
masih aktif menjalani hubungan seks, umumnya sudah berpropesi sebagai
pekcuan atau remaja yang menjajakan diri pada “oom senang” atau siapa saja
yang mau memberinya uang atau imbalan lainnya. Ada beberapa diantara mereka

44
Chairil A Adjis & Dudi Akasyah, Kriminologi syariah kritik terhadap sistem Rehabilitasi, Jakarta,
RM books, 2007 cet.1, h. 93.
45
www. Kompas cetak. Com/ ver1/ kesehatan.
42



yang sampai hamil namun semua diaborsi, dan mengindap penyakit kelamin.
Kemudian 43% menyakut hal yang berkaitan dengan masalah seks, mulai dari
menonton film porno, khayalan tentang sex, petting, homoseksual, kehamilan dan
pengguguran kandungan.
46

Aktifitas cyber sex yang marak dilakukan sekarang ialah chatt
webcom hal ini dan hal tersebut didukung dengan kemajuan salah satu alat
komunikasi yang disebut dengan hp dengan memiliki kemampuan muti fungsi
sehingga berpotensial menjadi cyber sex. Para pelajar mengaku mengetahui
masalah pornografi diinternet dan kesemuanya pernah membuka situs tersebut.
Tidah hanya itu para pelajar pernah mengakui melakukan chatt web com bersama
pasangannya, tentu saja warnet yang berpenyekat. Para psikologi dan ahli ilmu
sosial lainnya telah lama menaruh perhatian pada dampak yang ditimbulkan oleh
situs-situs porno atau sering disebut juga sebagai “cyber sex”. Ada dua pandangan
yang muncul sehubungan dengan hal tersebut. Pertama, pandangan yang
menganggap situs porno mendorong terjadinya hal-hal yang bersifat potologis
bagi user. Pandangan ini cenderung berfokus pada perilaku addictive dan
compulsive. Kedua, pandangan yang menganggap bahwa situs porno hanya
merupakan sarana untuk mengekplorasi dan mencari informasi mengenai
masalah-masalah seksual. Dengan kata lain mengakses situs porno merupakan
suatu ekspresi seksual.

46
Haru biru. Blok spot. Com/ 2005/ 09/42.
43



Situs porno merupakan user/ netter untuk melakukan berbagai
komunikasi erotik melalui computer dari tingkatan yang bersifat godaan atau
lelucon porno, pencarian dan tukar-menukar informasi mengenai pelayanan
seksual sampai pada diskusi terbuka tentang perilaku seks menyimpang. Selain itu
komunikasi melalui internet sering kali digunakan untuk mengeksploitasi
pornografi yang melibatkan anak-anak dan remaja serta alat yang dipakai untuk
menyamarkan identitas seksual seseorang dengan tujuan tertentu. Hasil penelitian
Bingham dengan Piotrowski (1996), mengungkapkan 4 karakteristik yang
terdapat pada individu pecandu situs porno (addicted to cyber sex). Keempat
karakter tersebut adalah ketrampilan sosial yang tidak memadai, bergulat dengan
fantasi-fantasi yang bersifat seksual, berkomunikasi dengan figur-figur ciptaan
hasil imajinasinya sendiri, tidak mampu mengendalikan diri untuk tidak
mengakses situs porno.
Sementara itu dampak terhadap perilaku kompulsif dalam mengakses
situs porno terungkap bahwa perilaku tersebut didorong oleh factor-faktor seperti
kesepian (loneliness), kurang percaya diri (lack of self-esteem), dan kurangnya
pengendalian diri terhadap masalah seksual (lack of sexsual self-control). Dan
situs porno sebagai tempat yang menyediakan berbagai informasi “super cepat”
mengenai masalah-masalah seksual dan sekaligus menawarakan cara-cara yang
baru dan tersembunyi (paling tidak user merasa tidak ada orang lain yang tahu)
untuk memuaskan keingin tahuan seseorang dalam melakukan ekplorasi seksual.
44



Dari uraian diatas dapat terlihat bahwa pengguna internet memiliki berbagai
tujuan dan alasan dalam mengakses situs porno atau cyber sex.
47

Dampak negative yang timbul dari adanya cyber sex bagi remaja
adalah:
1. kecanduan akan internet yang dikenal dengan istilah “internet addiction
disorder”. Beberapa ciri orang yang mengalami internet addiction disorder antara
lain: semakin sering menggunakan internet, waktu yang digunakan untuk online
lebih banyak dari pada waktu yang digunakan untuk kegiatan lain, mengalami 2
gangguan atau lebih seperti gangguan psikomotor, bermimpi atau berfantasi
tentang internet, serta adanya perasaan sangat terganggu atau sangat bermasalah
ketika mematikan koneksi internet. Menurut Ivan Goldberg dari internet
Addiction Support Group, orang sangat tergantung pada internet disebabkan
karena adanya keinginan untuk terus-menerus mencoba browser-browser baru,
terlalu banyak bergabung dengan groups, dan men-download banyak data dari
internet, menghabiskan semakin banyak waktu untuk online, mengabaikan tugas-
tugas sosial, pekerjaan dan rumah tangga, telah berusaha mengurangai waktu
online, tapi gagal, disebabkan agitas dan kekhawatiran akan adanya sesuatu yang
hilang selama mereka offline, meneruskan surfing diinternet untuk mengalihkan
dari masalah-masalah insomnia, konflik dengan pasangan, masalah ditempat
kerja, masalah dengan pergaulan.
48


47
www. Halamansatu. Net/ index. php.
48
Aprilia. Multi. Com/ journal/ item/ 8.
45



2. Tidak peduli dengan masa depan
Disalah satu kota di Jakarta pernah ditemukan kasus banyaknya siswa
yang ketagihan game online, para siswa sampai lupa waktu bahkan sampai
memakai uang bayaran sekolah.
49
Menurunnya prestasi kerja atau pun akademis,
berkurangnya interaksi sosial, terjadinya gangguan tidur (kurang tidur), makin
maraknya cyber sex dan cyber-affair, terganggunya hubungan pasangan/
perkawinan.
Akibat gencarnya ekspose seks dimedia masa, meyebabkan remaja
modern kian terbuka terhadap sex. Jika pada masa silam, buku klasik tentang
pelajaran seks yang bertajuk kama sutra hanya dibaca oleh orang tua dan selalu
disembunyikan, maka sekarang oreintasi telah berubah. Buku tersebut telah
menjadi barang laris ditoko buku, dan dikosumsi oleh berbagai kalangan,
termasuk remaja. Bukan menjadi suatu keanehan pula apabila putra-putri kita
dimasa sekarang lebih mengenal berbagai buku yang menonjolkan pornografi dan
blue film dari pada ornag tuanya. Hal ini menunjukan bahwa diera sekarang
pandangan remaja terhadap sex telah mengalami pergeseran bahkan sangat jauh
sekali.
50

Diantara budaya akibat cyber sex ini, terutama bagi mental dan pola
pikir pria yang belum menikah adalah pengaruh paling kecil, cyber sex akan
mendorong seseorang berfantasi tentang hubungan seks. Ketika tingkat birahi

49
www. Ummi. Group, co. id/ cetak. Php?id-101
50
Abu AL-Ghifari, Pernikahan Dini, dilema generasi ekstravaganza, Bandung, mujahid press, 2000,
cet. 2, h, 38-39.
46



telah tinggi, seseorang ingin memuaskan hal itu, namun ketika sarana-sarana
kearah kepuasan ini tidak ada. Maka cyber sex memberikan fatamorgana negative
dalam daya khayal mereka yang berakibat, mereka tersiksa dari sudut mental
karena tidak adanya penyaluran (mereka yang belum menikah). Dan juga
menggagu proses berpikir kreatif .
3. Terjadinya penyimpangan perilaku seksual
Akibat cyber sex dapat memicu tindakan pemuasan seksual dengan
diri sendiri. Hal ni juga bisa para remaja dapat melakukan perbuatan yang
dilarang oleh agama dan hukum positif seperti tindakan kesusilaan. Tidak sedikit
ABG melakukan penyimpangan seksual secara keroyokan bersama-sama
temannya setelah terlebih dahulu menonton porno secara bersama-sama.
51

Demikian pula terhadap perbuatan onani atau masturbasi yang
dilakukan didepan umum, baik yang diakibatkan oleh tindak pidana pornografi
atau tindak pidana pornoaksi maupun tidak, dapat dijatuhi hukuman berdasarkan
ta’zir. Hal ini perlu dikemukakan, karena saat ini sering terjadi perbuatan onani
atau masturbasi dilakukan ditempat penyewaan internet (tempat umum) yang
disebut on-cyber sex, sebagai akibat vasualisasi pornografi melalui situs internet
yang ditontonnya.
52
Anak yang masih belia, karena sering menonton film porno
mendadak berubah insting seksnya menjadi benar-benar dewasa. Anak kecil

51
Charril A Adjis & Dudi Akasyah, loc. Cit h..95.
52
Neng Djubaedah, loc, cit h.163.
47



tersebut telah menjadi generasi hewani yang lebih mengedepankan nafsu
dibandingkan nalar.
Karena dorongan seksualnya sudah tidak terkendali, sehingga
melepaskan hasrat seksualnya (syahwatnya) kepada orang sejenis yang penting
tersalurkan. Akibatnya, sekalipun semula orang sejenis merasa menyimpang,
tetapi lama-kelamaan dirinya menikmati seksual yang sejenis yaitu dengan cara
homoseksual dan lesbian. Dan para remaja merasa penasaran untuk melihat yang
lebih seru lagi dicyber sex. Dari persoalan itulah muncul keinginan terus melihat,
melihat dan melihat lagi. Akibatnya ia pun ketagihan terhadap cyber sex.
Akibat lain juga bisa mendorong pemuasan seksual pada sosok yang
tak berdaya (pemerkosaan) pada lawan jenis. Hal ini terbukti, gencarnya
pornografi dalam berbagai media, dimana-mana bermunculan kasus pemerkosaan
anak kecil dan lebih sadis lagi munculnya berbagai kasus sodomi, dapat memisu
hubungan seks ekstramarital atau pemuasan hubungan seksual dengan anggota
keluarga sendiri.
53

C. Upaya Penanggulangan Cyber sex
Dalam hal ini masyarakat tidak terpaku pada konsep bahwa yang
bertanggung jawab atas keamanan aparat penegak hukum semata. Namun
tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Pandangan konsep ini
masyarakat disamping sebagai objek juga sebagai subjek.

53
Ibid, Abu Al-ghifari, pernikahan dini dilema generasi, ekstravaganza, h. 27-28.
48



Sebagai subjek, masyarakat merupakan perilaku aktivitas komunikasi
antara yang satu dengan yang lain, serta pengguna jasa kegiatan internet dan
media lainnya, sebagai objek masyarakat dijadikan sasaran dan kejahatan bagi
segenap aktivitas kriminalitas diinternet.
Dilihatnya masyarakat dalam pencegahan kejahatan mempunyai dua
tujuan pokok menurut Muhammad Kemal Dermawan.
1. Mengeliminir factor-faktor kriminogen yang ada dalam masyarakat
2. Mengerakan potensi masyarakat dalam hal mencegah dan mengurangi
kejahatan.
54

Tugas masyarakat tidak hanya sebatas mengurangi angka kejahatan
semata, melainkan juga ikut menganalisis, mengenal dan memahami ancaman
kejahatan tersebut.
Pengamanan software jarinagan computer antara lain:
1. Mengatur akses (access contro) melalui mekanisme outhenticontron dengan
menggunakan password.
2. Firewall, program yang merupakan sebuah perangkat yang diletakkan
kedalam maupun keluar dapat terkontrol.
3. Intruder Detection system (IDS), diantaranya adalah auto buse, mendeteksi
probing dengan monitor log file.
4. Back-up, untuk cara cadangan manakala system dimasuki pihak lain (intruder)

54
Mohammad Kemal Demarwan, strategi pencegahan kejahatan, PT.citra Aditya, bandung, 1994,
h,10.
49



Kemudian pengamanan hardware yaitu:
Penguncian computer, untuk computer baru memang tidak dilengkapi
dengan kunci seperti tipe computer lama, padahal hal ini merupakan salah satu
cara yang cukup efektif dari kegiatan orang-orang yang tidak dikehendaki.
Intruksi presiden no.6 tahun 2001 menetapkan kerangka kebijakan pengembangan
dan pendayagunaan teknologi telematika (ICT), di Indonesia yang tertuang dalam
INPRES no.6 tahun 2001. Dalam INPRES tersebut terlihat bahwa warung internet
(warnet) merupakan ujung tombak untuk mencapai tujuan yang diinginkan
disamping warung telekomunikasi (wartel). Teknologi warung internet
memungkinkan masuk kedesa-desa terpencil dipegunungan maupun dipantai asal
ada infra struktur telekomunikasi meskipun mungkin tidak sebaik perkotaan.
Konsumen terbanyak dari pengguna warnet adalah mahasiswa, siswa
smp, smu/ smk, pegawai/ karyawan dan masyarakat umum. Kebanyakan dari
mereka menggunakan internet kebanyakan untuk chatting, membaca surat kabar,
melihat gambar porno, dan sedikit yang memanfaatkannya untuk penelitian.
Keinginan untuk melihat gambar porno dari internet merupakan daya taring bagi
pengguna untuk mengakses internet. Sedemikian mudahnya untuk mengakses
situs porno sehingga bagi warnet ini merupakan daya tarik tersendiri, tetapi bagi
masyarakat yang masih memegang nilai-nilai budaya dan religi yang sebenarnya
dapat menjadi saran control, tidak lagi menjadi sarana yang ampuh untuk itu.
Untuk menanggulangi maraknya pengakses situs porno, maka hukum
pidana dapat digunakan untuk sebagai alat meskipun hanya bersifat pengobatan
50



simptomatik. Kebijakan atau upaya penaggulangan kejahatan hakekatnya
merupakan bagian integral dari upaya perlindungan masyarakat (social defence)
dan upaya mencapai kesejahteraan masyarakat (sosial welfare). Oleh karena itu
dapat dikatakan bahwa tujuan akhir atau tujuan utama dari politik criminal ialah
“perlindungan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan masyarakat”.
Upaya penanggulangan kejahatan perlu ditempuh dengan pendekatan
kebijakan yang meliputi adanya keterpaduan (integralitas) antara politik criminal
dan politik sosial dan keterpaduan antara upaya penaggulangan kejahatan dengan,
penal dan non penal. Upaya penaggulangan kejahatan yang integral mengadung
arti pula bahwa masyarakat dengan seluruh potensinya harus dipandang sebagai
bagian dari politik criminal (Barda Nawawi Arief, 1996).
55

Dalam persoalan pornografi diinternet, penggunaan cara dalam
tindakan hukum tidak dapat berjalan dengan baik karena adanya kemandegan
dalam penafsiran unsur-unsur dalam pasal tentang pornografi. Disamping itu
adalah kesulitan dari aparat keamanan untuk melacak jejak keberadaan pemilik
situs atau website untuk menawarkan gambar atau tulisan porno. Selain itu adalah
keengganan hakim kita untuk mendobrak tradisi lama yang logism crriented
dengan pendekatan baru yang mengedepankan searching for truth and Justine.
Melihat cara dalam tindakan hukum yang tidak lagi efektif dalam
penaggulangan cyber sex ini, maka langka yang harus ditempuh adalah dengan

55
Barda Nawawi Arief, Bunga rampai kebijakan hukum pidana, Bandung, PT. Citra Aditya, 1996, h.
27.
51



menggunakan sarana non penal yaitu dengan melibatkan berbagai komponen
dalam masyarakat seperti pengusaha warnet/ jasa layanan internet, masyarakat
dan pengguna itu sendiri. Koordinasi ini sulit dilakukan karena terjadi
pertentangan diantara komponen masyarakat tersebut. Pada satu sisi pornografi
merupakan daya tarik dari internet, pengusaha warnet yang berharap keuntungan
akan datang dan pada sisi lain dari keinginan masyarakat untuk mempertahankan
nilai-nilai kemasyarakatan dan kebudayaan.
Untuk mencapai tujuan bersama berupa keinginan untuk memberantas
pornografi, maka ada kompromi diantara mereka. Masyarakat berkeinginan agar
pornografi diinternet dapat ditekan sehingga dampak burung yang muncul tidak
akan membahayakan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat. Hal ini menjadi tugas
bersama anggota masyarakat, pengakses, orang tua (terutama yang anaknya
senang main internet dan juga dirinya sendiri), pengusaha atau pemilik warnet
dan aparat penegak hukum.
Selain menjadi ujung tombak dari kerangka pemberdayaan teknologi
telematika, warung internet juga merupakan ujung tombak dari penikmat situs-
situs porno. Dalam konteks penaggulangan cyber sex, pengusaha atau pemilik
warnet menghadapi dilema-lema tersebut adalah:
1. Situs porno merupakan daya tarik yang luar biasa dan menjadi alasan anak
muda untuk mengenal dan menikmati internet dan bagi pengusaha ini
merupakan icon keuntungan.
52



2. Adanya larangan atau himbauan bagi pengujung untuk tidak mengakses situs
porno akan menurunkan jumlah pengunjung.
3. Untuk mengontrol pengguna internet agar tidak memasuki situs porno agak
susah karena pemakai internet diwartel juga banyak dan langka ini
memerlukan tenaga yang berarti telah jauh adalah tambahnya pengeluaran.
4. Pembatasan usia pengujung juga akan semakin memperparah dan
mempersulit pemasaran yang akibat lebih jauh adalah bangkrutnya warnetnya.
5. Tidak semua pengusaha atau pemilik warnet mempunyai kemampuan tidak
memasang software yang mampu menyaring situs-situs mana yang boleh
dibuka.
Bagi para pemilik personal computer yang terhubung keinternet (dan
juga para warnet yang mampu untuk itu) ada beberapa software yang dapat
digunakan untuk menyaring situs-situs mana yang tidak boleh dibuka oleh mereka
yang belum cukup umur. Software yang dimaksud bernama W-Blokcer. Selain
software tersebut masih ada software lain yang bisa digunakan (Robert Feldman,
1996), yaitu surf watch, Net Nanny dan cyber patrol.
Bahwa usaha untuk penaggulangan cyber sex secara non penal dapat
dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosial budaya (berupa ikut
compurnya mereka-mereka yang terlibat dalam bisnis layanan jasa internet) dan
53



secara teknis atau techno prevention berupa penambahan software –software
tertentu pada perangkat computer yang digunakan untuk akses keinternet.
56

Tidak mudah memang untuk menetapkan batasan-batasan atau ruang
lingkup delik kesusilaan, karena pengertian dan batas-batas kesusilaan cukup luas
dan dapat berbeda-beda menurut pandangan dan nilai-nilai yang berlaku didalam
masyarakat. Khusus usaha penggulangan cyber sex yang terkait dengan
kesusilaan ini sebenarnya tidak bisa disentuh lewat kebijakan hukum pidana
positif karena sifatnya pribadi dan maya. Maka wajar apabila tidak kejahatan ini
ditempuh melalui pendekatan teknologi, pendekatan budaya atau cultural,
pendekatan moral bahkan pendekatan global.
57

Maka karena sifat karakteristik cyber sex yang tanpa batas terkadang
setiap Negara mempuyai penafsiran yang berbeda mengenai cyber sex. Secara
karakteristik pada user yang sering menggunakan situs terlarang tersebut akan
berbahaya yang mengakibatkan dalam fikirannya selalu berfikir hal-hal yang
berbau sex serta dapat mengambil tindakan yang bersifat cabul atau tindak
senonoh.


56
www. Unsoed. Ac. Id/ newcmfak/ user file cyber porn.
57
www. Umy. Ac. Id/ berita. Php.
54



BAB IV
PANDANGAN HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM TENTANG CYBER
SEX

A. Cyber Sex Dalam Hukum Positif
cyber crime merupakan suatu bentuk kejahatan baru melalui internet
sebagai jaringan. Kejahatan tersebut telah melahirkan suatu bentuk hukum baru di
Indonesia. Tidak kejahatan tersebut dilakukan oleh orang yang ahli dibidang
tertentu, seperti cyber sex yang merupakan salah satu bentuk dari cyber crime
dengan teknologi informasi sebagai fasilitas.
Mengenai cyber sex dalam suatu peraturan hai itu tidak akan berkaitan
dengan cyber crime itu sendiri, namun pada perkembangan peraturan yang
mengatur masalah-masalah mengenai cyber crime terdapat dalam bentuk RUU.
Tetapi karena cyber sex merupakan pornografi dan porno aksi yang
dilakukan melaui internet. Maka hal tersebut dapat melihat KUHP dengan
menggunakan penafsiran dan penarapannya. Serta untuk pertimbangan tersebut
dapat dilihat dalam:
1. Buku kedua, kejahatan BAB XIV
Pasal 281:
Diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan
atau pidana denda paling banyak empat ribu lim,a ratus rupiah:
1. Barang siapa dengan sengaja dimuka umum melanggar kesusilaan.
2. Barang siapa dengan sengaja dan didepan orang lain yang ada disitu
bertentangan dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan.

55



Dalam pasal ini tidak disebutkan secara spesifik mengenai
pelanggaran yang dilakukan melalui teknologi informasi, selanjutnya dalam pasal:
Pasal 282:
1. Barang siapa menyiarkan, mempertunjukan atau menempelkan dimuka umum
tulisan, gambaran atau benda yang telah diketahui isinya melanggar
kesusilaan, atau barang siapa dengan maksud untuk disiarkan, dipertunjukkan
atau ditempelkan dimuka umum, membikin tulisan, gambaran atau benda
tersebut, memasukkannya kedalam negeri, meneruskannya, mengeluarkannya
dari negeri, atau memiliki persediaan, ataupun barang siapa secara terang-
terangan atau dengan mengedarkan surat tanpa diminta, menawarkannya atau
menunjukkanya sebagai bisa diperoleh, diancam dengan pidana penjara paling
lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima
ratus rupiah.
2. Barang siapa menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan dimuka
umum tulisan, gambaran atau benda yang melanggar kesusilaan, ataupun
barang siapa dengan maksud untuk disiarkan, dipertunjukkan atau
ditempelkan dimuka umum, membikin, memasukkan kedalam negeri, atau
memiliki persediaan, ataupun barang siapa secara terang-terangan atau dengan
mengedarkan surat tanpa diminta, menawarkan, atau menunjuk sebagai bisa
diperoleh, diancam, jika ada alasan kuat baginya untuk menduga, bahwa
tulisan, gambaran atau benda itu melanggar kesusilaan, dengan pidana paling
lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus
rupiah.
3. Kalau yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam ayat pertama
sebagai pencarian atau kebiasaan, dapat dijatuhkan pidana penjara paling lama
dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak tujuh puluh lima
ratus rupiah.

Pasal ini walau pun tidak begitu mengena tapi pasal tersebut
menjelaskan mengenai hal-hal yang berbau pornografi dan porno aksi, dan dalam
pasal berikut.
Pasal 283:
1. Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana
denda paling banyak sembilan ribu rupiah, barang siapa menawarkan,
memberikan untuk terus maupun untuk sementara waktu, menyerahkan atau
memperlihatkan tulisan, gambaran atau benda yang melanggar kesusilaan,
56



maupun alat untuk mencegah atau menggugurkan kahamilan kepada seorang
yang belum dewasa, dan yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa
umurnya belum tujuh belas tahun, jika isi tulisan, gambaran, benda atau alat
itu telah diketahuinya.
2. Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa membaca isi tulisan yang
melanggar kesusilaan dimuka orang yang belum dewasa sebagaimana
dimaksud dalam ayat yang lalu, jika isi tadi telah diketahuinya.
3. Diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan atau pidana
kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak sembilan
ribu rupiah, barang siapa menawarkan, membiarkan untuk terus maupun
untuk sementara waktu, menyerahkan atau memperlihatkan, tulisan, gambaran
atau benda yang melanggar kesusilaan, maupun alat untuk mencegah atau
menggurkan kehamilan kapada seorang yang belum dewasa sebagaimana
dimaksud dalam ayat pertama, jika ada alasan kuat baginya untuk menduga,
bahwa tulisan, gambaran atau benda yang melanggar kesusilaan atau alat itu
adalah alat untuk mencegah dan menggugurkan kehamilan.

Pasal tersebut dapat dilihat mengenai hal pornografi dan pornoaksi
yang menjadi konsumsi anak dibawah umur dengan secara diperlihatkan atau
dengan menawarkan berang tersebut dengan berkelanjutan dan dapat dilihat pula
dalam pasal.
Pasal 296:

Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan
perbuatan cabul dengan orang lain, dan mejadikannya sebagai pencarian atau
kebiasaan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan
atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

Dalam pasal ini merupakan salah satu sifat dari hal yang berbau porno
yang dapat meraih keuntungan bagi sipembuat dan yang memyebabkan. Dan hal
sama ini pula terdapat dalam pasal.
2. Buku ketiga, pelanggaran BAB III
Pasal 506:

57



Barang siapa yang menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang
wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian, diancam dengan pidana
kurungan paling lama satu tahun.

Selanjutnya dua pasal berikut pornografi ditempat umum serta pasal
yang menjelaskan mengenai perlindungan terhadap remaja.
BAB VI tentang pelanggaran kesusilaan
Pasal 532 ayat 3

Diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga hari atau pidana
denda paling banyak dua puluh lima rupiah:
1. Barang siapa dimuka umum menyayikan lagu-lagu melanggar kesusilaan.
2. Barang siapa dimuka umum mengadakan pidato yang melanggar kesusilaan.
3. Barang siapa ditempat terlihat dari jalan umum mengadakan tulisan atau
gambaran yang melanggar kesusilaan.

Pasal 533

Diancam dengan pidana kurungan dengan piling lama dua bulan atau
pidana denda paling banyak tiga ribu rupiah:
1. Barang siapa ditempat untuk lalu lintas umum dengan terang-terangan
mempertunjukan atau menempelkan tulisan dengan judul, kulit atau isi yang
dibikin terbaca, maupun gambar atau benda, yang mampu mengundang nafsu
birahi para remaja.
2. Barang siapa ditempat untuk lalu lintas umum dengan terang-terangan
mendengarkan isi tulisan yang mampu membangkitkan nafsu birahi para
remaja.
3. Barang siapa secara terang-terangan atau tanpa diminta menawarkan suatu
tulisan, gambar atau barang-barang yang meransang nafsu birahi para remaja
maupun secara terang-terangan atau dengan menyiarkan tanpa diminta,
menunjuk sebagai bisa didapat, tulisan atau gambar yang dapat
membangkitkan nafsu birahi para remaja.
4. Barang siapa menawarkan, memberikan untuk terus atau sementara waktu,
menyerahkan dan memperlihatkan gambar atau benda yang demikian, pada
seoarang belum dewasa dan dibawah umur tujuh belas tahun.
5. Barang siapa memperdagangkan isi tulisan yang demikian dimuka seseoarang
yang belum dewasa dan dibawah umur tujuh belas tahun.

58



Ada pun peraturan lainnya seperti undang-undang No.18 tahun 2002
tentang sistem nasional penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Dalam pasal 23 ayat 3 mengenai perlindungan bagi
masyarakat sebagai konsumen, terhadap pengguna ilmu pengetahuan dan
teknologi sesuai dengan peraturan undang-undang, undang-undang No.40 tahun
1999 tentang pers. Terdapat dalam pasal 13 (a) mengenai pers dilarang memuat
iklan yang berakibat merendahkan martabat suatu agama, serta bertentangan
dengan rasa kesusilaan masyarakat, dan keputusan menteri Riset Teknologi
Nomor : III/ M/ Kp/ IX/ 2004 tentang visi pengetahuan dan teknologi dalam
perinsip dasar ayat tiga mengenai pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan
kwalitas hidup bangsa.


Pada perkembangannya pemerintah mengeluarkan suatu rancangan
undang-undang yang dapat memberikan aturan hukum yang baik dari sebelumnya
seperti:
1. RUU tahun 2003 tentang anti pornografi yang terdapat dalam:
Pasal 4:
Setiap orang dilarang membuat, menyebarlauskan, dan menggunakan
pornogarafi dalam media massa cetak, media massa elektronik, dan alat
komunikasi media.

59



Dalam RUU merupakan pengaturan mengenai pornogarfi dan
pornoaksi melalui internet disebutkan secara jelas bahwa hal tersebut dilarang,
dan ada pula RUU selanjutnya.
2. RUU Tentang pemanfaatan teknologi
Pasal 16 ayat (2)
Nama donmain tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum,
kesusilaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

RUU tersebut mengenai penyalah gunaan nama donmain yang
seharusnya menjadikan sajian hal yang positif mejadi berbau porno dan hal
tersebut banyak ditemui diinternet berikutnya.
3. RUU Tindak pidana dibidang teknologi informasi
Pasal 3 ayat (7)
Setiap orang dilarang dengan sengaja atau tidak sengaja menggunakan
teknologi informasi untuk menyebarkan gambar, tulisan atau kombinasi dari
keduanya yang mengandung sifat-sifat pornogarfi.

Dalam RUU ini sangat mengena sekali untuk masalah cyber sex secara
jelas dalam penggunaan teknologi informasi. Serta dalam RUU-KUHP tidak
banyak melakukan perubahan dan hampir sama dengan pasal-pasal dalam KUHP,
gambaran RUU tersebut seperti:
RUU-KUHP
Pasal 411:
Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda
paling banyak katagori III, setiap orang yang:
1. Melanggar kasusilaan dimuka umum, atau
60



2. Melanggar kesusilaan dimuka orang lain yang hadir tanpa kemauannya
sendiri.

Pasal 412:
1. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling
banyak katagori III, setiap orang yang:
a. Menyiarkan, mempertunjukan atau menempelkan tulisan, gambar atau
benda sehingga terlihat oleh umum atau memperdengarkan rekaman
sehingga terdengar oleh umum, yang isinya melanggar kesusilaan.
b. Membuat atau mempunyai persediaan tulisan, gambar, atau benda dengan
maksud untuk disiarkan, dipertunjukan atau ditempelkan sehingga terlihat
oleh umum atau membuat atau mempunyai persediaan rekaman dengan
maksud untuk memperdengarkan sehingga terdengar oleh umum, yang
isinya melanggar kesusilaan.
c. Secara terang-terangan dengan kehendak sendiri mengedarkan,
menawarkan atau menunjukan untuk dapat memperoleh tulisan, gambar,
benda atau rekaman, yang isinya melanggar kesusilaan, atau
d. Melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud butir a, b, atau c, jika ada
alasan yang kuat baginya untuk menduga bahwa tulisan, gambar, benda
atau rekaman tersebut melanggar kesusilaan.
2. Jika pembuat tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) melakukan
perbuatan tersebut sebagaimana mata pencarian atau kebiasan dipidana
dengan pidana paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak katagori
III.

Pasal 413 huruf (c)
Dipidana dengan pidana pidana denda paling banyak katagori I, setiap
orang yang, ditempat terlihat dari jalan umum membuat tulisan atau gambar yang
melanggar kesusilaan.
Pasal 414:
Dipidana penjara dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun
dengan denda paling banyak katagori III, setiap orang yang:
a. Menawarkan, memberikan untuk seterusnya atau senemtara waktu,
menyerahkan atau memperlihatkan tulisan, gambar, benda atau rekaman yang
diketahui atau patut diduga melanggar kesusilaan, atau alat untuk mencegah
menggugurkan kehamilan kepada orang yang diketahui atau patut diduga
belum berumur 18 tahun (delapan belas) tahun dan belum kawin.
61



b. Membacakan tulisan atau memperdengarkan rekaman atau memperhatikan
gambar yang diketahui atau patut diduga belum berumur 18 (delapan belas)
tahun dan belum kawin, atau
c. Melakukan perbuatan sebagaimana yang dimaksud dalam butir a dan b jika
alasan kuat untuk menduga, bahwa tulisan, gambar, benda atau rekaman
tersebut menyinggung perasaan kesusilaan atau alat tersebut adalah alat
mencegah kehamilan.

Pasal 415
Dipidana dengan pidana denda paling banyak katagori II, setiap orang
yang:
a. Ditempat lalu lintas umum secara terang-terangan mempertunjukan atau
menempelkan tulisan dengan judul, sampul, atau isi sehingga terbaca, atau
mempertunjukan atau menempelkan gambar atau benda, yang mampu
membangkitkan birahi oaring yang berumur 18 tahun dan belum kawin.
b. Ditempat lau lintas umum secara terang-terangan memperdengarkan isi
tulisan yang mampu membangkitkan nafsu birahi oaring yang berumur 18
tahun dan belum kawin.
c. Secara terang-terangan atau tanpa diminta menawarkan, mempertunjukan
tulisan, gambar atau barang yang mampu membangkitkan birahi remaja atau
secara terang-terangan atau dengan menyiarkan tulisan tanpa diminta,
menunjukan sebagai dapat diperoleh, tulisan atau gambar yang mampu
membangkitkan birahi orang yang belum berumur 18 tahun dan belum kawin.
d. Menawarkan, memberiakan untuk seterusnya atau sementara waktu,
menyerahkan atau memperlihatkan gambar atau benda yang mampu
membangkitkan birahi pada orang yang belum berumur 18 tahun dan belum
kawin.
e. Memperdengarkan isi tulisan yang mampu membangkitkan birahi dimuka
orang yang berumur 18 tahun dan belum kawin.

Dalam RUU-KUHP hal yang membedakan merupakan poin pasal
serta denda yang diaturnya, adapun denda yang yang diatur RUU-KUHP yaitu:
Pasal 75 ayat (3)

Pidana denda paling banyak ditetapkan berdasarkan katagori, yaitu:
a. Kategori I Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu)
b. Kategori II Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu)
c. Kategori III Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah)
62



d. Kategori IV Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)
e. Kategori V Rp 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah)
f. Kategori VI RP 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah)

Berdasarkan ketentuan diatas ternyata KUHP dan RUU-KUHP seperti
dalam pasal 282 KUHP dan 412 RUU-KUHP, merupakan memiliki kesamaan
dalam memberikan suatu perspektif tentang masalah pornografi yang dapat
menimbulkan kejahatan kesusilaan dan pelanggaran. Hal ini dapat timbul jika
seseorang telah melakukan kegiatan netter terhadap situs tertentu, lalu melakukan
suatu tidakan yang bertentangan dengan pasal-pasal kesusilaan maka netter
tersebut dapat terjerat.
Tetapi untuk lebih kepada teknologi informasi dimana seorang netter
dalam melakukan penjelajahan situs tertentu, dan dia tidak melakukan apa-apa
sesudahnya dapat diperkirakan netter tersebut tidak akan terjerat pasal diatas.
Namun RUU tentang anti pornografi , RUU pemanfaatan teknologi dan RUU
tindak pidana dibidang teknologi informasi memberikan suatu batasan terhadap
penggunaan media komunikasi yang secara lebih jelas.
Serta dalam kaitannya, undang-undang No. 18 tahun 2002 dan Riset
teknologi merupakan salah satu bentuk antisipasi pemerintah terhadap
penyalahgunaan teknologi informasi yang dapat membawa kapada hal-hal yang
buruk. Disamping dari beberapa peraturan tersebut sebagai perbandingan
terdapatnya artikel bahwa pornografi dalam bentuk kecil merupakan benar-benar
63



satu pelanggaran, yang menjabarkan secara jelas tentang ketentuan pornografi
tentang:
a. Perbuatan pornografi dalam bentuk kecil yang bertujuan menyalurkan melaui
sistem computer.
b. Menawarkan atau membuat tersedianya pornogarfi dalam bentuk kecil
melalui sistem computer.
c. Menyalurkan atau memindahkan pornografi dalam bentuk kecil untuk diri
sendiri atau orang lain.
d. Memperoleh pornografi dalam bentuk kecil untuk diri sendiri atau orang lain.
e. Menyimpan pornografi kecil dalam bentuk kecil dalam sistem computer atau
penyimpan data yang berkakuatan sedang.
58


Maka dapat dilihat ketika penyimpanan-penyimpanan yang dilakukan
pada point kedua dan hal itu melanggar undang-undang nomor 18 tahun 2002
tentang sistem nasional penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi mengenai penyalah gunaan nama domain. Sedangkan
dari sudut materil hal ini peraturannnya baru tahap terbentuk rancangan. Tetapi
hal tersebut tidak berlaku di Negara-negara eropa yang pada dasarnya hal tersebut
bersifat legal. Sehingga tidak ditemukannya unsur melawan hukum. Bahwa sanksi
hukum yang ditimbulkan cyber sex akan berbeda pada setiap Negara, di Indonesia
cyber sex dapat menimbulkan suatu pertanyaan yang berkenaan dengan hukum,
jika media massa konvensional seperti majalah dan Koran yang menyebarkan
pornografi bisa kena sanksi hukum sesuai dengan kitab undang-undang hukum
pidana (KUHP), bagaimana dengan media internet, orang yang memilki website
dengan menyediakan situs porno bisa saja berkelit tidak menyebarkan pornografi

58
Convention on cyber crime buapeest, 23.XI. 2001, offences realited to child pornography, article 9.
64



karena situs tersebut justru diakses sendiri oleh masyarakat serta kejahatan
pornografi dalam internet, misalnya. KUHPidana pasal 282 mensyaratkan unsur
dilakukan ditempat umum. Pertanyaanya, apakah penayangan pornografi
diinternet dapat dikatagorikan dilakukan ditempat umum. Pada hal programming
pornografi itu dilakukan dikamar tertutup, misalnya. Sedangkan jika diperluas
kepenayangan internet, apakah tidak termasuk melakukan analogi, yang dilarang
dalam hukum pidana, demikian pula soal locus delicti, tempat tindak pidana
dilakukan merupakan hal yang tidak mudah ditentukan karena sifat dunia maya
yang melampaui khusus, kombes pol. Edmon IIyas mengomentari penagkapan
seseorang penjual VCD porno melalui internet, kita bisa saja meminta instansi
terkait menutup akses situs yang berbau pornografi dari dan keluar negeri, tapi
kita tidak dapat dituntut karena penuntutan itu tidak ada dasar hukumnya.
59

B. Cyber Sex Dalam Hukum Islam
Tanpa disadari internet telah berkembang. Banyak manfaat positif
yang didapat dengan internet, tetapi banyak juga manfaat negatifnya, salah
satunya adalah timbulnya fenomena ribuan situs-situs porno bermunculan.
Keberadaan situs porno tersebut seolah tak terbendung dan setiap hari jumlahnya
tanpa banyak.
Gejala keseksualan diinternet ialah melalui “chat”. Komunikasi
diinternet banyak dorongan kepada yang intim dan seksual. Mungkin karena ciri-

59
www. Pii.or.id/dunia-ir/di0803no02seminar1.html-24k.
65



ciri berkomunikasi diinternet banyak dapat melindungi kekurangan seseorang
kepada mata pasangan yang berkomukasi dengannya.
Satu penomena yang berlaku sekarang ialah orang-orang kita mencari
pasangan seksual melalui ruang “chat”. Biasanya yang nampak menampilannya
adalah dari golongan anak-anak muda yang cepat melahirkan hasrat mereka.
Apabila mempertanyakan kepada mereka tentang pengetahuan mereka tentang
“high risk behavior” atau kelakuan berisiko tinggi, ternyata mereka begitu jahil
sekali. Ada yang telah tahu tetapi seolah-olah mengalami “self-denial” atau
menipu diri sendiri. Bagi mereka hubungan sex jika dilakukan dengan seorang
yang bukan pelacur tidak akan mendatangkan kemudaratan. Hakikatnya pasangan
yang bersedia untuk berhubungan seksual mungkin sudah bertukaran pasangan
berkali-kali dan mereka ini mungkin lebih buruk dari seorang pelacur. Seorang
pelacur itu mungkin melacurkan diri dikarnakan kebutuhan ekonomi dan mereka
mungkin akan meletakkan syarat-syarat tertentu dalam melakukan hubungan seks
untuk melindungi dirinya dalam profesinya itu.
Mengakses internet adalah pengalaman yang sangat pribadi bagi setiap
orang dengan hal tersebut dapat terlihat warnet dengan penyekat lebih banyak
diminati dari pada yang tidak pakai penyekat. Di internet setiap netter mengakses
situs-situs porno ini umumnya dilakukan secara diam-diam. Tetapi yang jelas
pasti setiap netter pernah mengunjungi situs-situs porno dengan alasan karena
ingin tahu, coba-coba, diajak teman, untuk sekedar hiburan, iseng atau yang
66



lainnya. Namun sebagian kecil dari mereka merupakan konsumen setia situs
porno dan sering melakukan kegiatan cyber sex diinternet.
Dan ada satu penelitian yang dilakukan oleh Net Value bahwa
diketahui jumlah pengguna internet diasia yang mengunjungi situ porno semakin
meningkat. Cyber sex tidak hanya dinikmati dengan mengeluarkan uang yang
cukup besar namun hanya dengan Rp 3000,00 (tiga ribu rupiah) para netter dapat
menikmatinya, karena selain ada situs yang bayar dan ada juga situs-situs porno
yang menyediakan akses dengan gratis. Dengan uang sejumlah itu setiap orang
dapat melihat ribuan gambar-gambar wanita tanpa busana yang seksi dalam
berpose, dan bisa juga menonton puluhan film pendek yang menampilkan adegan
striptease dan hubungan badan dalam berbagai gaya. Atau bisa juga dengan
cerita-cerita yang bernuansa erotis, bisa pula dengan mengobrol (chatting)
sepuasnya tentang sex.
Dengan hal tersebut cyber sex dapat menampilkan dengan berbagai
bentuk yang diinginkan para netter. Dan cyber sex menyediakan berbagai kategori
seperti:
1. Foto atau gambar yang menggiurkan seperti terdapat dalam situs www.
Dijital*****Girl. Com, www. Pink*****star. Com.
2. Video porno yang terdapat dalam situs www. Fbmbing*****club. Com.
3. Chatting plus web cam.
60


60
www. Glorianet. Org/ internet/ artikel/ artimeni. Html.
67



Keadaan umat manusia dari waktu ke waktu terus berkembang sesuai
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Al-Qur’an dari masa
kemasa tetap relevan, bahkan mendorong umat manusia untuk maju dan
menjadikan rahmat bagi alam semesta seperti yang terdapat dalam surat Al-
Anbiya ayat 107”
.4`4Ò ¬CE4·UEc¯OÒ¡ ·º)³ LO4·;OEO
¬--g☺ÞUE¬·Ug¢¯ ^¯´_÷

Artinya:
Dan tidaklah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi alam
semesta.
Pornografi selalu dikaitkan dengan bentuk atau lekukan tubuh yang
sensual dari perempuan atau laki-laki yang dapat membangkitkan nafsu birahi
bagi lawan jenis maupun sejenis. Perbuatan tersebut tentu saja tergantung kapada
pemilik tubuh pelaku yang tidak lepas dari prinsip kepemilikan masing-masing
tubuh.
Menurut ajaran Islam, tubuh manusia merupakan amanah Allah, bagi
pemilik tubuh yang bersangkutan wajib dipelihara dan dijaga dari perbuatan
tercela dan terjerumus dalam kemaksiatan.
Dalam alenia tersebut islam telah mengantisipasi mengenai hal
keburukan yang dapat ditimbulkan pornografi, dan hal tersebut tertuang dalam
beberapa surat yang terkandung di dalam Al-Quran yaitu:
1. Surat Al-Isra ayat 32 yang melarang setiap orang mendekati zina.
68



ºº4Ò W-O+4O^³·> -OE+@´O¯- W
+O^^)³ 4p~⌧ LO4=´··· 47.Ec4Ò
1⌧O):Ec ^@g÷
Artinya:
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah
suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

2. Surat An-Nur ayat 30 dan 31 mengatur tentang menggunakan pakaian dan
pergaulan bagi laki-laki dan perempuan.
¬~ ¬--gLg`u·÷☺·Ug¢¯ W-OO_7¯4C
;}g` ;eg-@O=¯Ò¡
W-OO¬⌧¼^4·©4Ò ¯¦÷_E_ÒNO¬· _
Elg¯·O _O·.^eÒ¡ ¯ª+¤O± ¯ Ep)³
-.- lOO)lE= E☺) 4pON¬E4¯4C
^@´÷

Artinya:
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: hendaklah mereka
menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah
lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka
perbuat.
¬~4Ò ge4Lg`u·÷☺·Ug¢¯
=};_¬_^¯4C ;}g` O}g-@O=¯Ò¡
=};¬⌧¼^4·©4Ò O}÷_E_ÒNO¬· ºº4Ò
¬-¯g³¯lNC O}÷_44[C)e ·º)³ 4`
4OE_·÷ E_u4g` W 4×^¯)O;×4O^¯4Ò
O}g-@O÷☺¬C·± _OÞ>4N O}jgj±ON1N_ W
ºº4Ò ¬-¯g³¯lNC O}÷_44[C)e ·º)³
·;)_g·¯ON¬+lg¯ uÒÒ¡
·;)_j*.4-47 uÒÒ¡ g7.4-47
·;)_g-·¯ON¬+ uÒÒ¡
·;)_j*.E4¯Ò¡ uÒÒ¡ g7.E4¯Ò¡
·;)_g-·¯ON¬+ uÒÒ¡ O})_g^4Ou=)³
uÒÒ¡ ×/j_4 ·;)_g^4Ou=)³ uÒÒ¡
×/j_4 O})_g>4OE=Ò¡ uÒÒ¡
O})_j*.=O)e uÒÒ¡ 4` ;e·¯ÞU4`
O}÷_NLE☺uCÒ¡ jÒÒ¡
69



¬--g¬)l+¯- )O¯O⌧N Oj¯Òq¡
gO4¯Oe"- =}g` ´·~E}@´O¯-
jÒÒ¡ ÷^¼g]C¯- ¬-¯g~-.- ¯¦·¯
W-ÒNOE_;¬4C _OÞ>4N gª4O¯O4N
g7.=Og)4¯- W ºº4Ò 4×^¯)O;×EC
O})_)UN_¯OÒ) =ªÞUu¬NOg¯ 4`
4×-g¼^C7© }g` O})_g4[C)e _
W-EO+O¬>4Ò OÞ¯)³ *.-
¬1g··- 4OGCÒ¡ ¬]ONLg`u·÷☺^¯-
u7¯+UE¬·¯ ¬]O÷·)U^¼¬> ^@¯÷

Artinya:
Katakanlah kepada wanita yang beriman: hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memlihara kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan
hendaklah mereka menutup kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau putra putra
mereka, putra putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau
putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam atau budak-
budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempuyai
keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat
wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan
yang mereka sembuyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai
orang-orang yang beriman supaya kamu berhuntung.
Begitu juga sabda Rosulullah saw yaitu:
ْ ﻲِ ﺑَ أ ْ ﻦَ ﻋ َ ﻪْ ﻴِ ﺑَ أ ْ ﻦَ ﻋ ٍ ﻞْ ﻴَ ﻬُ ﺳ ْ ﻦَ ﻋ ُ ﺮْ ﻳِ ﺮَ ﺟ ﺎَ ﻨَ ﺛﱠ ﺪَ ﺣ ٍ بْ ﺮَ ﺣ ُ ﻦْ ﺑ ُ ﺮْ ﻴَ هُ ز ﻲَﻨَﺛﱠ ﺪَﺣ
َ لﺎَ ﻗ َ ةَ ﺮْ ﻳَ ﺮُ ه : ﱠ ﻠَ ﺳَ و ِ ﻪْ ﻴَ ﻠَ ﻋ ُ ﷲا ﻰﱠ ﻠَﺻ َ ﷲا ُ لْ ﻮُ ﺳَ ر َ لﺎَ ﻗ ِ ﻞْ هَ أ ْ ﻦِ ﻣ ِ نﺎَ ﻔْ ﻨِ ﺻ َ ﻢ
َ سﺎﱠ ﻨﻟا ﺎَ ﻬِ ﺑ َ نْ ﻮُ ﺑِ ﺮْ ﻀَ ﻳ ِ ﺮَ ﻘَ ﺒْ ﻟﺎِ ﺑ ﺎَ ﻧْ ذَ ﺄَ آ ٌ طﺎَﻴِﺳ ْ ﻢُ ﻬَ ﻌَ ﻣ ٌ مْ ﻮَﻗ ﺎَ ﻤُ هَ رَ أ ْ ﻢَ ﻟ ِ رﺎﱠ ﻨﻟا
ِ ﺔَ ﻠِ ﺋﺎَ ﻤْ ﻟا ِ ﺖْ ﺨُ ﺒْ ﻟا ِ ﺔَ ﻤِ ﻨْ ﻣَ ﺄَ آ ﱠﻦُ ﻬُ ﺳْ وُ ءُ ر ٌ تَ ﻼِ ﻧﺎَ ﻣ ٌ تَ ﻼْ ﻴِ ﻤُ ﻣ ٌ تﺎَﻴِﺳﺎَآ ٌ ءﺎَﺴِﻧَو
ﺎَ ﻬَ ﺤْ ﻳِ ر َ نْ ﺪِ ﺠَ ﻳ َ ﻻَ و َ ﻦْ ﻠُ ﺧْ ﺪَ ﻳ َ ﻻ اَ ﺬَ آَ و اَ ﺬَ آ ِ ةَ ﺮْ ﻴِ ﻤَ ﻣ ْ ﻦِ ﻣ ُ ﺪَ ﺟْ ﻮُ ﻴَ ﻟ ﺎَ ﻤَ ﺤْ ﻳِ ر ﱠ نِ إَ و
) ﻢﻠﺴﻣ ﻩاور (

Artinya:

Diriwayatkan oleh zuhair bin Harb dan jarir dari suhail dari ayahnya
dari Abu Hurairah, beliau berkata: Rosulullah bersabda: Dua macam dari umat
70



(calon penghuni neraka) yang belum aku pernah melihatnya: satu golongan yang
menggunakan pecut seperti ekor-ekor sapi untuk memukuli orang dan segolongan
perempuan yang berbusana telanjang, melenggok-melenggokan jalannya untuk
menjerat mangsanya, kepala seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk
surga dan tidak mencium baunya, padahal baunya tercium dari jarak sekian dan
sekian. (HR. Muslim).

Rasulullah saw dalam hadis ini menegaskan bahwa cara berpakaian
dengan mempertontonkan lekuk-lekuk tubuh itulah yang termasuk pakaian yang
meransang.
Serta adanya kepedulian terhadap hukum pidana Islam, khususnya
terhadap pornografi telah diwujudkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI),
sebagai salah satu lembaga perwakilan umat Islam yang peduli terhadap
pornografi yang dapat menimbulkan dampak negative dimasyarakat. MUI
merekomendasikan dalam melalui keputusan fatwa MUI Nomor 287 tahun 2001
tentang pornografi dan porno aksi, pada tanggal 22 agustus 2001, yang
putusannya sebagai berikut.
1. Menggambarkan secara langsung atau tidak langsung tingkah laku secara
erotis, baik dengan lukisan, gambar, tulisan, suara, reklame, iklan, maupun
ucapan baik melalui media cetak maupun elektronik yang dapat
mengakibatkan nafsu birahi adalah haram.
2. Memperbanyak, mendengarkan, menjual, maupun membeli dan melihat atau
memperlihatkan gambar orang, baik cetak maupun fisual yang terbuka
auratnya atau berpakaian ketat atau tembus pandang yang dapat
71



mengakibatkan nafsu birahi, atau gambar hubungan seksual atau adegan
seksual adalah haram.
Meskipun pengaturan tersebut tidak menjelaskan secara langsung
tentang cyber sex tetapi dapat dijadikan suatu pertimbangan dalam menangani
masalah cyber sex yang semakin berkembang.
C. Penegakan Hukum Dalam Penaggulangan Cyber Sex
Sulit menciptakan peraturan-peraturan dicyber crime, khususnya
membuat cyber crime law, disebabkan perbahan-perubahan yang dibawa revolusi
teknologi informasi yang membalikkan paradigma-paradigma. Untuk membuat
ketentuan hukum yang memadai didunia nyata. Tampaknya terpaksa harus rela
menunuggu revolusi melalui reda. Kiranya penting untuk belajar tentang
bagaimana dahulu teknologi massal mengawali kematangan. Untuk mengisi
kekosongan aturan khusus tentang dunia maya dalam hal ini cyber sex, hukum
pidana dapat dijadikan jalan pintas mengatasi persoalan-persoalan yang
berkembang, memang ada kelemahan namun ini lebih baik dari pada tidak ada
aturan sama sekali.
Penegakkan hukum pidana salah satu manivestasi dan politik criminal
banyak makna, yang utama tentu untuk membuat hukum tidak hanya sebagai
barang rosongkan yang tidak berguna. Kemudian penegakan hukum ini
diharapkan menimbulkan efek general proventif (provensi umum) atau efek jera
bagi orang yang mencoba melakukan pelanggaran, atau minimal mampu menekan
angka kejahatan didunia maya.
72



Penegakkan hukum pidana pasca reformasi menurut muladi adalah
mewujudkan melalui perlindungan terhadap hak sipil, selain upaya
mengembalikan fungsi hukum sesuai tatanan nilai-nilai demokrasi seperti
keterbukaan, tanggung jawab kebebasan dan keadilan. Untuk mencapai hal
tersebut kita memerlukan kondisi-kondisi awal yang mewujudkan bahwa proses
penegakan hukum tersebut dapat dilaksanakan. Kondisi awal itu antara lain
meliputi keberadaan pemerintah yang terbuka, bertanggung jawab, dan
responsive. Ini artinya pemerintah tersebut harus membuka peluang seluas-
luasnya bagi keterbukaan informasi, persamaan hukum, keadilan, kepastian
hukum dan peran serta masyarakat.
61
`
Sektor cyber sex, juga bersentuhan dengan sektor-sektor lain. Dan
sektor tersebut telah memiliki aturan khusus dalam pelaksanaannya, ada beberapa
aturan yang bersentuhan dengan dunia cyber sex, ini dapat digunakan untuk
menjerat pelaku sehingga sepak terjang semakin sempit.
Peraturan-peraturan khusus tersebut sebagai berikut.
1. Undang-undang Nomor 26 tahun 1999 lembaran Negara Republik Indonesia
tahun 1990 nomor 154 tentang Telekomunikasi.
2. Undang-undang Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM
3. Undang-undang Nomor 18 tahun 2002 tentang sistem nasional penelitian,
pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

61
Muladi, penegakan hukum pasca revormasi di Indonesia, artikel pada jurnal vol.3 no September
2001.
73



4. Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4235 Tentang Perlindungan Anak.
5. Undang-undang Nomor 19 tahun 2002 lembaran Negara Republik Indonesia
tahun 2002 Nomor 85 tentang hak cipta.
6. Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers.
Membuat undang-undang cyber crime, cyber law merupakan bagian
yang mutlak bagi pembanggunan hukum di Indonesia. Sebagai sebuah instrument
hukum diharapkan menjadi payung bagi aktifitas pengguna internet di Indonesia.
Selama ini payung hukum yang dipakai adalah ketentuan lain. Meskipun
ketentuan itu bersifat khusus namun belum memberikan pemenuhan kebutuhan
secara maksimal atas persoalan hukum dalam mengaplikasikan persoalan
pelanggaran didunia cyber.
Cyber sex dengan semakin berkembangnya teknologi internet, tak
selamanya memberikan efek positif bagi kehidupan umat manusia, akan selalu
ada dampak negative teknologi karena teknologi selalu menyentuh aspek
organisasi dan budaya suatu masyarakat. Salah satu efek negative dari internet
adalah pornografi.
62

Sangat mudah untuk mengakses situs-situs yang berisi materi porno
dengan hanya sekali klik. Cukup dengan mencari keyword dengan kata-kata cabul
seseorang dapat mengakses situs-situs porno. Terkadang situs ini muncul dengan
sendirinya tanpa diminta dan dicari. Mungkin bagi pengakses yang sudah dewasa,

62
www. Unlsoed. Ac. Id/ new empak/ user file cyber porn.
74



situs ini relative aman. Tetapi apabila anak-anak yang mengakses situs ini
memberikan dampak yang negative. Untuk mengatasi situs ini, di Amerika
Serikat dikeluarkan undang-undang yang mengatur perihal ini yaitu
Communication Decency Act (CDA) yang dikeluarkan tahun1996 untuk regulasi
materi-materi yang bersifat cabul didunia maya. CDA ini kemudian mengudang
kritikan dimana dianggap membatasi kebebasan individu, selain itu CDA
dianggap akan menjadi tolak ukur yang mana orang yang enggan untuk
berpendapat karena sensor yang dilakukan dan selain itu, anggapan mengenai
mana yang patut disensor atau tidak pada dasarnya bersifat relative dan timbul
kekhawatiran akan munculnya sensor yang berlebihan.
Selain CDA, muncul pula child online protection act (COPA) pada
tahun 1998. inti dari peraturan ini adalah melarang anak-anak dibawah usia 17
tahun untuk mengakses materi-materi internet yang berbau porno dan
membahayakan kaum minoritas. COPA berlaku secara efektif dalam kondisi
ketika materi tersebut berbahaya bagi kaum minoritas, untuk tujuan komersil,
dikomunikasikan melalui internet, dan orang yang memasukkan materi tersebut
ke internet, ketika orang dengan kondisi yang disebutkan diatas, maka orang
tersebut dapat dikenai pelanggaran terhadap COPA.
COPA pun mendapat tantangan seperti halnya CDA dimana dianggap
membatasi kebebasan berbicara dan cakupan hukum yang sempit karena hanya
mengurus perkara yang berkaitan dengan kaum minoritas. Selain undang-undang
tersebut, langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk menjaga anaknya dari
75



situs porno adalah melalui filtering yaitu dengan menambahkan saft ware yang
dapat memblokir akses kesitus porno. Filtering ini juga dilakukan pada
perpustakaan yang menyediakan layanan internet gratis dimana computer ini
dilengkapi oleh fibrary filtering. Selain filtering pada internet, dilakukan filtering
pada TV dimana dilengkapi dengan V-Chip yang berfungsi memonitor tayangan
yang mengandung unsur kekerasan. Libel, hate speech, cyber stolking dan
copyright seperti halnya dunia nyata berbagai macam kejahatan juga dapat terjadi
melalui internet. Berbagai kejahatan yang mungkin terjadi dalam dunia maya
antara lain: libel (pencemaran nama baik). Hal ini umum terjadi, dan banyak kita
dapat jumpainya dalam berbagai macam website yang menyediakan fasilitas
forum.
63

Melalui fasilitas ini, seseorang bebas menulis apa saja tentang
seseorang maupun institusi di sisi buruknya. Banyak sekali public figure yang
mengalami hal seperti ini. Bentuk kejahatan lainnya adalah penyebaran suatu ras,
etnis, agama, bangsa, oreintasi seksual maupun gender. Untuk mengatasi masalah
penyebaran kebencian ini, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan undang-
undang Hate crime prevention act pada tahun 2003. latar belakang sosial
dikeluarkannya peraturan ini adalah pelaku hate crime yang memotivasi orang
sehingga melakukan kekerasan terhadap korban. Selain itu, muncul pula cyber
stalking yaitu tindakan menjelekkan seseorang dengan menggunakan identitas

63
www. Pc media. Co, id/ detail. Asp? Id =425& Cid=22 Eid=-28k.
76



seseorang yang telah dicuri sehingga menimbulkan kesan buruk terhadap orang
itu.
Teknologi baru dan kaitannya dengan undang-undang seiring dengan
berkembangnya teknologi, sehingga diperlukan peraturan yang mengatur
penggunaan teknologi ini untuk dapat menjamin penggunaan dapat
menggunakannya secara aman. Setidaknya muncul metode encryption yang
memungkinkan pengguna mengamankan informasi yang ada. Bahkan saat ini
dalam kepolisian sudah ada bagian yang khusus menangani kejahatan didunia
maya.
64

Pelanggaran berupa deface situs, kerja sama cracking dengan pihak
luar, pemilikan password untuk keuntungan pribadi, pengguna alat/ kools untuk
mengakses, mengubah, menghilangkan, merusak tanpa hak akan mendapatkan
ganjaran. Kesempatan ini polri menyampaikan kesiapan peralatan teknologi
tinggi, dan kamampuan personal yang mengikuti berbagai pelatihan untuk
menangkal kegiatan cyber crime.
65

Ketentuan hukum itu adalah ketentuan yang dapat menjerat para
pelaku kriminalitas internet dan akses telekomunikasi, seperti ketentuan
telekomunikasi, perlindungan konsumen, anti monopoli, pornografi dan pornoaksi
dan lainya.

64
www. Whandi. Net/ e-mail dan privasi.
65
www. Cordiac. Com/ blog/ 2007/ 06/ 12/ cyber crime.
77



Tujuan pembuatan undang-undang yang khusus mengatur tentang
dunia maya adalah untuk memberantas atas tindakan pelaku, dan mengatur sifat
khusus dari system pembuktian.
Meskipun memiliki tujuan yang baik, namun perlu kesadaran yang
tinggi dalam upaya sungguh-sungguh untuk terus meyakinkan pemerintah akan
perlunya undang-undang cyber ini, serta dengan adanya undang-undang yang
mengatur khusus tentang cyber crime dapat mempermudah bagi aparat penegak
hukum terhadap penegakkan hukum dalam penggulangan cyber sex.
D. Analisis Penulis Tentang Cyber Sex
Dalam merumuskan pengertian cyber sex tentunya harus berdasarkan
keadaan suatu masyarakat atau bangsa. Misalnya Negara barat akan berbeda
pemahamannya dengan Negara di Asia, seperti Indonesia. Hal ini dikarenakan
budaya dari masing-masing Negara berbeda. Budaya barat yang dalam berbusana
lebih terbuka, berbeda dengan Indonesia yang lebih mengarah pada budaya
ketimuran yang lebih mengutamakan moral dan segala hal, sehingga ironisnya,
ditengah-tengah arus informasi yang mudah diakses melalui internet, cyber sex
pun semakin menjamur. Sebut saja. Triple x, Asian-Thumbs, schoolgirl. Tak
hanya itu cyber sex lokal pun tak kalah serunya. Apalagi kalau kita melihat
beberapa situs. Dengan maraknya situs-situs panas, gambar dan foto bugil, VCD
“HOT” bak jamur dimusim hujan tiba, yang dapat menyesatkan akidah umat
Islam. Bak gayung bersambut. Ketua Komisi Fatwa MUI, KH. Maruf Amin,
78



mengeluarkan fatwa pengharaman terhadap segala bentuk dan prilaku senonoh
tersebut, tegasnya.
66

Apa yang diistilahkannya itu seperti ada sekumpulan atau segelincir
masyarakat yang berkongsi impian yang sama mengenai reality yang dikelirukan.
Mereka seperti melarikan diri dari pada kekeliruan realiti yang dialami dan terjun
kedalam ruang maya. Kehidupan dibalik skrin adalah kehidupan alternative atau
pelarian masyarakat barat dan pada reality kehidupan masyarakat modern yang
bagi kumpulan subbudaya dibarat sedang menuju kehancuran.
Tepat disebut hukum dalam pengertian sebenar-benarnya hukum, dan
juga tidak tepat disebut sebagai law in cyber space atau cyber space law atau
cyber law. Teori mereka mengenai hukum itu lebih tepat dikatakan sebagai sebab-
sebab yang memungkinkan munculnya cyber space. Kemudian timbulnya
pertanyaan mengapa konfigurasi atau arsitektur seperti itu yang sarat dengan
teknologi dikatakan oleh mereka sebagai hukum. Sebenarnya konfigurasi seperti
itu lebih tepat dikatakan sebagai teknik, artinya untuk dapat berkomunikasi
melalui jaringan komunikasi global dan masuk ke cyber space, ada persyaratan
teknis yang harus dipenuhi, baik pada komputernya sendiri maupun pada jaringan
komunikasi global itu. Persyaratan-persyaratan seperti itulah yang disebut sebagai

66
www. Ummi. Co. Id/ cetak. Php?id=102.
79



hukum yang mau tidak mau harus dipenuhi sebagai standard dalam
berkomunikasi atau berperilaku dicyber sex.
67

Jika mengacu pada proses yang menyebabkan timbulnya standard
pada peralatan yang ada pada computer maupun jaringan komunikasi global,
maka prosesnya didasarkan pada sebuah perjanjian (agreement) yang dalam
tingkat dunia dikordinasikan oleh internasional organization of standardization
(ISO). Berdasarkan konfigurasi dan proses tersebut, maka tidaklah salah jika
mereka menyebut architecture of cyber space sebagai hukum atau law in cyber
space atau cyber space law. Akan tetapi, jika digunakan criteria hukum yang
terdapat dalam ilmu hukum, konfigurasi semacam itu belum dapat dikatakan
sebagai hukum. Setelah cyber space muncul baru akan muncul pertanyaan hukum
apa yang berlaku atau diperlukan dalam ruang yang dinamakan cyber space itu.
Cyber sex memiliki karakteristik yang borderless, sehingga menimbulkan
persoalan mengenai rezim hukum apa yang dapat diberlakukan disana. Beberapa
Negara mencoba untuk mengatur prilaku manusia dicyber sex, akan tetapi karena
Negara itu memiliki kedaulatan dan dibatasi oleh wilayah teritorial, menjadi
pertanyaan sesungguhnya sampai batas mana Negara itu mengatur cyber sex.
Pertanyaan ini muncul karena ada pendapat yang mengatakan bahwa aturan
bersifat local ordinance.

67
Agus Rahajo. SH. M. Hum, cyber crime, pemahaman dan upaya pencegahankejahatan teknologi,
h.21.
80



Pada bab ini, penulis akan mengemukakan tentang cyber sex serta
hukum dan penanggulangannya dengan beberapa bentuk dari kedua hukum
tersebut.
1. Cyber Sex Dalam Perspektif Hukum Islam
Seperti yang telah dikemukan diatas, bahwa Islam tidak secara jelas
menjelaskan tentang hukum pidana cyber sex, melainkan Islam menerangkan
secara garis besarnya saja. Bahwa Islam adalah agama yang sempurna, dalam
artian Islam mencangkup segala aspek kehidupan manusia. Tanpa sex, maka kita
tidak akan pernah lahir, karena Nabi Adam dan Ibu Hawa tidak hanya diem-
dieman belaka setelah diusir dari surga.
Sobat muda muslim, pencegahan lebih baik dari pengobatan. Bukan
apa-apa secara umum banyak orang berkencan dan mendapatkan sumber erotik
dari sex on line. Satu hal yang pasti dalam hal ini adalah kita tidak melibatkan
kontak fisik. Cyber sex menurut ahli terapi seks joel D. block. PHD adalah
perangsang seksual bagi sebagian orang, suatu cara menjadi terangsang secara
aman tanpa resiko emosional dan fisik.
68
Sebagian muslim dinegara ini ber Islam
tidak secara kaffah. Selama ini, ruh agama tidak dibawa dalam hidup keseharian.
Manurut hukum islam, cyber sex itu termasuk mengarah kepada perbuatan zina,
karena cyber sex itu adalah factor yang paling dominan untuk seseorang berbuat
zina bahkan perkosaan, karena cyber sex itu bisa membangkitkan nafsu seksual
seseorang.

68
Sobat muda. Multiphy. Com/ jurnal/ item.
81



Islam juga melarang segala sesuatu yang dapat menjerumuskan pada
perbuatan zina, misalnya seks bebas, bacaan porno, film, cyber porn, atau VCD
porno dan jogged yang sangat erotis. Syariat islam juga mewajibkan menutup
aurat sebagai syarat utama berpakaian yang islami, karena dengan jalan itu
peluang bagi terjadinya cyber sex tersebut dapat dieliminir. Penegasan tersebut
terdapat dalam surat An-Nur ayat 30-31 dan surat AL-Ahzab ayat 33 seperti yang
telah penulis kemukakan. Juga terdapat dalam hadis Nabi berbunyi:
َ ﻻﺎَ ﻗ ﱡ ﻲِ ﻧَ ﺮَ ﺤْ ﻟا ِ ﻞْ ﻀَ ﻔْ ﻟا ُ ﻦْ ﺑ ُ ﻞﱠﻣَ ﺆُ ﻣَ و ﱡ ﻲِ آﺎَ ﻄْ ﻧَ ﻻْ ا ِ ﺐْ ﻌَ آ ُ ﻦْ ﺑ َ بْ ﻮُ ﻘْ ﻌَ ﻳ ﺎَ ﻨَ ﺛﱠ ﺪَ ﺣ
ْ ﻦَ ﻋ َ ةَ دﺎَ ﺘَ ﻗ ْ ﻦَ ﻋ ٍ ﺮْ ﻴِ ﺸَ ﺑ ِ ﻦْ ﺑ ِ ﺪْ ﻴِ ﻌَ ﺳ ْ ﻦَ ﻋ ُ ﺪْ ﻴِ ﻟَ ﻮْ ﻟا ﺎَ ﻨَ ﺛﱠ ﺪَ ﺣ ُ ﻦْ ﺑ ُ بْ ﻮُ ﻘْ ﻌَ ﻳ َ لﺎَ ﻗ ٍ ﺪِ ﻟﺎَ ﺧ
ْ ﺖَ ﻠَ ﺧَ د ٍ ﺮْ ﻜَ ﺑ ِ ﻲَ ﺑأ ِ ﺖْ ﻨِ ﺑ َ ءﺎَ ﻤْ ﺳَ ا ْ نَ أ ﺎَ ﻤُ ﻬْ ﻨَ ﻋ ُ ﷲا َ ﻰِ ﺿَ ر َ ﺔَ ﺸِ ﺋﺎَ ﻋ ْ ﻦَ ﻋ ٍ ﻚْ ﻳَ رُ د
َ ضَ ﺮْ ﻋَ ﺄَ ﻓ ٌ قﺎَﻗِر ٌ بﺎَﻴِﺛ ﺎَﻬْ ﻴَﻠَﻋَو َ ﻢﱠ ﻠَ ﺳَ و ِ ﻪْ ﻴَ ﻠَ ﻋ ُ ﷲا ﻰﱠ ﻠَ ﺻ ِ ﷲا ِ لْ ﻮُ ﺳَ ر ﻰَﻠَﻋ
ِ ﻪْ ﻴَ ﻠَ ﻋ ُ ﷲا ﻰﱠ ﻠَﺻ ِ ﷲا ُ لْ ﻮُ ﺳَ ر ﺎَﻬْ ﻨَﻋ َ لﺎَ ﻗَ و َ ﻢﱠ ﻠَ ﺳَ و : اَذِإ َ ةَ أْ ﺮَ ﻤْ ﻟا ﱠ نِ إ ُ ءﺎَ ﻤْ ﺳَ ا ﺎَ ﻳ
ﻰَ ﻟِ إ َ رﺎَ ﺷَ أَ و اَ ﺬَ هَ و اَ ﺬَ ه ﱠ ﻻِ إ ﺎَﻬْ ﻨِﻣ ىَ ﺮُ ﻳ ْ نَ أ ْ ﻢُ ﻠْ ﺼَ ﺗ ْ ﻢَ ﻟ َ ﺾْ ﻴِ ﺤَ ﻤْ ﻟا ِ ﺖَ ﻐَ ﻠَ ﺑ
ِ ﻪْ ﻴﱠ ﻔَ آَ و ِ ﻪِ ﻬْ ﺟَ و ) دواد ﻮﺑا ﻩاور (
Artinya:
Di riwayatkan oleh ya’kub bin ka’ab Al-Anthaky dan muammal bin
Al-Fadhli Al-Harany berkata Diriwayatkan oleh Al-Walid dan Sa’id bin Basyir
dari Qatadah dari khalid berkata ya’kub bin Duraik atau Aisyah RA, Asma bin
Abu Bakar pernah bertemu Rosulullah saw, dengan memakai pekaian tipis. Maka
Rosulullah saw berpaling darinya, dan bersabda: Hai Asma, sesungguhnya jika
seseorang perempuan yang telah haidh tidak dibenarkan untuk diperlihatkan
darinya, kecuali ini dan ini, seraya Rosulullah mengisyaratkan kepada muka dan
kedua telapak tangan nya (HR. Abu Daud).

Bahwa hadis diatas sangat berkaitan dengan larangan Allah swt untuk
mendekati perbuatan zina, karena dengan sesuatu yang dianggap sepele yaitu
dengan melihat keindahan tubuh perempuan pada akhirnya akan ditakutkan
82



menjadi sebuah hal yang berakibat fatal yaitu perzinahan, untuk itulah rasulullah
saw melarang melihat atau bagi kaum perempuan memperlihatkan keindahan
tubuhnya pada orang lain, hanya muka dan telapak tangan saja yang menjadi
dispensasi dalam hal ini.
Hadits ini menunjukkan bahwa dalam berpakaian seseorang tidak
dibenarkan mengenakan pakaian tipis yang dapat memperlihatkan lekuk-lekuk
tubuhnya terutama bagi perempuan, karena aurat perempuan lebih banyak
dibanding aurat laki-laki. Larangan ini ditujukan kepada perempuan yang telah
mengalami masa haidh yang pertama, sebagai salah satu petanda bahwa ia telah
balig. Tujuan larangan Rasulullah saw ini karena berpakaian tipis seperti itu bisa
menimbulkan pikiran yang tidak baik bagi seseorang yang melihatnya.
Dari ayat-ayat maupun hadits-hadits diatas, dapatlah dipahami bahwa
Islam sangat tegas dalam mengatur kehidupan seksual. Dengan mengharuskan
menutup aurat, terutama bagi perempuan dan larangan memamerkan bagian-
bagian tubuh baik secara langsung atau media-media elektronik (cyber sex) yang
mampu membangkitkan nafsu seksual sehingga dapat membawa kapada perbutan
jahat dan nista. Dengan begitu jelaslah bahwa dalam islam, cyber sex adalah
perbuatan haram dan dilarang agama.
Begitu juga menurut fatwa MUI tentang pornografi dan pornoaksi No.
287 tahun 2001 yang menjelaskan bahwa cyber sex itu adalah haram.
83



Sedangkan hukum yang ditentukan terhadap perilaku tidak pidana
cyber sex adalah Ta’zir yang dapat menberikan efek jera bagi pelakunya. Adapun
bentuk hukuman ta’zir itu sesuai dengan perbuatan yang dilakukan oleh si pelaku.
Apabila hukuman ta’zir itu dijatuhkan, maka diharapkan tindak pidana
cyber sex ini dapat diberantas, ditanggulangi dan dicegah, kemudian pendekatan
dengan cara pendidikan moral, kembali kepada nilai-nilai spiritual,
mengembangkan citra media yang kontruktif, dan gerakan kampanye anti cyber
sex. Agar kemaslahatan hidup bermasyarakat dan bernegara menjadi lebih
terarah, baik didunia maupun diakhirat.
2. Cyber Sex Dalam Perspektif Hukum Positif.
Perkembangan teknologi informasi yang terjadi dimasyarakat
berkembang dengan meningkatnya daya pikir masyarakat terhadap hal tersebut,
kejahatan pun timbul akibat dari masyarakat. Karena tidak dapat dipungkiri jika
sesuatu berkembang dengan baik maka akan ada sesuatu keburukan. Adapun
kejahatan menurut Mabel A. Elliot dalam bukunya crime in modern society
(1952), melihat kejahatan dari beberapa sudut:
a. Crime as a social problem. Dilihat dari sudut sosiologi, maka kejahatan adalah
salah satu masalah yang paling gawat dari disorganisasi sosial karena penjahat
bergerak dalam aktivitas-aktivitas yang membahayakan bagi dasar-dasar
pemerintahan, hukum, undang-undang, ketertiban dan kesejahteraan.
b. Crime as a psychological problem. Psikologi selalu mengingatkan bahwa
kejahatan itu dibuat oleh penjahat. Kejahatan itu dibuat oleh penjahat dan
84



penjahat itu adalah manusia, yang atas dasar apapun juga mempunyai motif
untuk melakukan perbuatan –perbuatan yang dilarang oleh undang-undang.
Oleh karena itu, dilihat dari sudut psikologis, kejahatan kecuali memang
adalah perbuatan yang dilakukan oleh seorang penjahat adalah perbuatan dari
orang-orang yang sama dengan kita. (The experience of crime behaviours is
not different from the experience of human behoviour).
c. Crime as a psychosocial problem. Kelakuan dari seorang penjahat, bila mana
dilihat dari sudut masyarakat adalah suatu kelakuan yang menyeleweng
(deviant behaviour).
d. Crime as a legal. Sosial problem. Definisi kejahatan, setiap perbuatan atau
kegagalan untuk melakukan suatu perbuatan yang dilarang atau diharuskan
oleh undang-undang yang untuk tindakannya tersebut dapat dijatuhi pidana
dalam bentuk denda atau punishment, hilang kemerdekaan, dibuang keluar
daerah, pidana mati dan lain-lain.
69

Dalam hal ini cyber sex dipandang sebagian kalangan netter sebagai
hal yang menyenangkan. Melakukan kegiatan tersebut tanpa disadari
mengakibatkan kecanduan, serta dapat menimbulkan hal yang bersifat patologis
bagi user.
70


69
Ibid, Purnianti, Mashab dan penggolongan teori dan kriminologi citra aditya, bandung, 1994, h.5-6.
70
Semua tingkah laku yang melarang adapt-istiadat masyarakat.2. situasi sosial yang dianggap oleh
sebagian besar dari warga masyarakat mengganggu, tidak dikehendaki, berbahaya, dan merugikan
banyak orang.
85



Tentu saja hal tersebut suatu sikap perilaku seks menyimpang yang
akan bertentangan dengan KUHP yang berkaitan dengan kesusilaan dan
pelanggaran kesusilaan. Yang terdapat dalam buku II KUHP Bab XIV tentang
kejahatan kesusilaan pasal 281, 282, 283, serta buku ke III KUHP Bab VI tentang
pelanggaran kesusilaan. Dan RUU-KUHP pasal 378 (14.02) dan RUU tentang
Anti Pornografi pasal 18 sampai pasal 31.
Dalam KUHP pasal 282 dan pasal 283, dipandang kurang efektif dan
tidak memberikan hasil yang maksimal dalam memberantas, menaggulangi, dan
mencegah tindak pidana cyber sex tetapi justru sebaliknya, semakin marak dan
terus berkembang sehingga sampai pada tahap yang memprihatinkan.
Sedangkan dalam RUU Tentang Anti Pornografi, sudah cukup
memadai, sanksi-sanksi terhadap perilaku tindak pidana cyber sex ini sudah
sangat sesuai dengan perbuatannya. Namun sangat disayangkan, RUU tentang
anti pornografi ini belum disyahkan oleh pemerintah.
Tetapi tujuan dari KUHP pasal 282, dan 283, RUU KUHP pasal 387
(14.02) serta RUU Anti Pornografi adalah ingin membuat atau agar pelaku tindak
pidana cyber sex ini jera dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.
Secara karakteristik pada user yang sering menggunakan situs
terlarang tersebut akan berubah yang mengakibatkan dalam pikirannya selalu
berfikir hal-hal yang berbau sex, serta dapat mengambil tindakan yang bersifat
cabul, atau tidak senonoh.
86



Suatu perbuatan dapat dijatuhi pidana, jika telah memenuhi unsur-
unsur tindak pidana atau rumusan delik, hanya tidak selalu suatu perbuatan dapat
dijatuhi pidana jika perbuatan tersebut tercantum didalam rumusan delik,
71
maka
diperlukan tiga syarat, bahwa perbuatan tersebut merupakan tindak pidana, yaitu:
a. Perbuatan manusia.
b. Bersifat melawan hukum, dan
c. Perbuatan yang dapat dicela.
Dalam kaitannya dengan kejahatan yang dilakukan dalam dunia maya
perbuatan hukum yang dilakukan akan terbentur dengan KUHP pasal 1 ayat 1
mengenai asas legalitas, yang berkaitan dengan hukum positif.
Apabila hukum sudah bisa ditegakkan, maka diharapkan tindak pidana
positif cyber sex dapat diberantas, ditanggulangi dan dicegah, kemudian
penegakkan hukum pidana, mengoptimalkan undang-undang cyber crime. Agar
kebaikan hidup bermasyarakat dan bernegara menjadi lebih baik disemua
lingkungan masyarakat dan pemerintah.


71
D. Schaffmeister, H. kelijzer, H. kelijzer, E. PH. Sutorus, Hukum Pidana Yogyakarta, liberty, 1995,
cet. Ke-1, h. 27.
87



BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan.
Dengan melihat dari pembahasan Bab-bab sebelumnya, adapun
kesimpulan yang dapat kemukakan antara lain:
Pengguna internet untuk mengakses situs-situs porno terkadang sangat
sulit dihidari, mengingat situs-situs semacam ini tersedia sangat banyak dalam
dunia maya. Dengan menjamurnya situs sex diinternet. Ini timbul karena ada hal-
hal yang didasari dengan rasa ketidak puasandan rasa keingintahuan, seperti:
Factor sosial dari interaksi tersebut muncul rasa keingintahuan tentang
informasi yang didapat dari temannya dan mendapatkan tentang cyber sex hasil
dari obrolan yang dilakukan secara beramai. Tentu saja obrolan selanjutnya tidak
ingin ketinggalan. Maka dia mencari tahu dengan datang kewarnet untuk mencari
tahu tentang cyber sex.
Factor ekonomi saat ini bertebaran warung-warung internet atau
populer disebut dengan warnet. Dengan harga sewa yang relatif murah, tidak sulit
lagi untuk mengakses materi porno untuk memuaskan hasrat sex melalui internet
atau dikenal dengan cyber sex.
Para pengakses situs porno atau cyber sex tanpa disadari dapat
melakukan tindakan yang bersifat pontologis. Artinya situs porno dapat
menimbulkan tindak krimanal dan perilaku sex menyimpang. Hal yang lain cyber
88



sex sering kali menciptakaan fantasi-fantasi seksual yang dapat mempengaruhi
para netter melupakan waktu dan fikiran kearah negative, jika sudah kencaduan
cyber sex sebagai berikut
1. Tidak peduli dengan masa depan.
2. Perbutan maksiat.
3. Kurang produktif.
Upaya penaggulangan kejahatan perlu ditempuh dengan pendekatan
kebijakan yang meliputi adanya keterpaduan (intergralitas)antara politik criminal
dan politik sosial dan keterpaduan antara upaya penaggulangan kejahatan dengan,
penal dan non penal. Upaya penggulangan kejahatan yang intergral mengandung
arti pula bahwa masyarakat dengan seluruh potensinya harus dipandang sebagai
bagian dari politk criminal memberikan suatu perlindungan terhadap masyarakat
untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.
Menurut hukum Islam cyber sex itu termasuk mengarah kepada
perbuatan zina, karena cyber sex itu adalah factor yang paling dominan untuk
seseorang berbuat zina bahkan pemerkosaan, karena cyber sex itu bisa
membangkitkan nafsu seksual seseorang. Sedangkan hukum yang ditentukan
terhadap perilaku tindak pidana cyber sex adalah ta’zir yang dapat memberikan
efek jera bagi pelakunya.
Dalam hal ini cyber sex dipandang sebagian kalangan netter sebagai
hal yang menyenangkan. Melakukan kegiatan tersebut tanpa disadari
mengakibatkan kecanduan, serta dapat menimbulkan hal yang bersifat pantalogis
89



bagi user. Tentu saja hal tersebut suatu sikap prilaku seks menyimpang yang akan
bertentangan dengan KUHP yang berkaitan dengan kesusilaan dan pelanggaran
kesusilaan. Yang terdapat dalam buku II KUHP Bab XIV tentang kejahatan
kesusilaan. Apabila hukum sudah bisa ditegakkan, maka diharapkan tindak pidana
positif cyber sex diberantas, ditanggulangi dan dicegah.
Perkembangan teknologi computer melahirkan suatu sistem jaringan
internet yang pada awalnya berkembang dimiliter. Dalam perkembangannya
teknologi informasi tersebut menimbulkan kejahatan jenis baru, menimbulkan
permasalahan hukum serta dampak yang ditimbulkan, disebut cyber crime dengan
menggunakan fasilitas computer melalui jaringan internet. Salah satu diantaranya
cyber sex yaitu merupakan suatu perbuatan pornografi dan pornoaksi.
Cyber sex diinternet mengalami perkembangan, dengan menggunakan
media tersebut seseorang dapat memiliki kesempatan dan kemampuan melakukan
hal yang berkaitan dengan tindakan kesusilaan serta tidak tersentuhnya hukum
mengenai teknologi yang menunjang terjadinya cyber sex, yang dapat diakses,
disebarluaskan oleh siapa saja dan kapan saja. Berbeda dengan hukum Islam,
mengenai masalah cyber sex dipandang sesuatu yang haram untuk dilakukan,
jangankan untuk dilakukan untuk didekati pun dilarang oleh Allah SWT. Cyber
sex dapat memberikan dampak negative, terutama pada remaja, dalam hal ini
mereka tentu saja akan terganggu pada sikap mental dan prilaku yang dapat
merugikan bagi dirinya. Tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan penegakan
hukum, peran serta masyarakat dan kemajuan teknologi. Karena perkembangan
90



cyber itu sendiri tidak dapat dihentikan secara langsung namun dapat diatasi
dengan kemajuan teknologi dengan menggunakan penyaring perangkat lunak
(software) untuk memblokir situs porno tersebut.
Berdasarkan ketentuan diatas ternyata KUHP dan RUU-KUHP seperti
dalam pasal 282 KHUP dan 412 RUU-KUHP, merpukan memiliki kesaman
dalam memberikan suatu perspektif tentang masalah pornografi yang dapat
menimbulkan kejahatan kesusilaan dan pelanggaran. Hal ini dapat timbul jika
seseorang telah melakukan kegiatan netter terhadap situs tertentu, lalu melakukan
suatu tindakan yang bertentangan dengan pasal-pasal kesusilaan maka netter
tersebut dapat terjerat.
Tetapi untuk lebih kepada teknologi informasi dimana seorang netter
dalam melakukan penjelajahan situs tertentu, dan dia tidak melakukan apa-apa
sesudahnya dapat diperkirakan netter tersebut tidak akan terjerat pasal diatas.
Namun RUU tentang anti pornografi, RUU pemanfaatan teknologi dan RUU
tindak pidana dibidang teknologi informasi memberikan suatu batasan terhadap
penggunaan media komuniksi yang secara lebih jelas.
B. Saran-saran
Berpedoman pada pembahasan yang telah dilakukan, ada beberapa
saran yang perlu dikemukakan antara lain:
1. Kepada legislative dapat segera segera menyusun suatu bentuk perundang-
undangan yang khusus mengatur permasalahan cyber sex karena akibatnya
dapat merusak moral generasi muda, serta belum adanya kontroler terhadap
91



perkembangan cyber sex. Maka perlu dibentuknya Uundang-undang cyber sex
tersebut.
2. Untuk mengefektifkan undang-undang tersebut maka diperlukan kepada
setiap pimpinan daerah DPRD dan walikota untuk menyusun suatu perda
untuk pengawasan dan kontroling ditingkat daerah.
3. Kepada para intansi-intansi terkait untuk melakukan penelitian terhadap
perkembangan cyber sex. Agar dapat memberikan solusi atau meminimalisir
pada permasalahan cyber sex.
4. Adanya kerja sama antara aparat dengan masyarakat untuk memberikan
informasi kepada semua elemen masyarakat terutama remaja terhadap
kejahatan cyber sex, dengan cara memberikan pendidikan moral serta
pendidikan agama juga diiringi dengan kampanye anti cyber sex.
5. memberikan batasan dan pengawasan terhadap remaja saat memasuki dunia
maya yang dilakukan oleh orang tua dan guru.




92



DAFTAR PUSTAKA

Arief, Nawawi. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, Bandung, PT, Citra
Aditya, 1969.
Chazawi, Adami, Tindak pidana mengenai kesopanan, Jakarta, PT. Raja Grafindo
Persada, 2005.
Chairil A Adjis & Dudi Akasyah, Kriminologi syariah kritik terhadap sistem
Rehabilitasi, Jakarta, RM books, 2007 cet.1, h. 93.
Convention on cyber crime buapeest, 23.XI. 2001, offences realited to child
pornography, article 9.
Djubaedah, Neng, Pornografi dan pornoaksi di tinjau dari hukum islam, Bogor,
kencana, 2003.
D. Schaffmeister, H. kelijzer, H. kelijzer, E. PH. Sutorus, Hukum Pidana Yogyakarta,
liberty, 1995, cet. Ke-1, h. 27.
Departemen pendidikan dan kebudayaan, kamus besar bahasa Indonesia, Jakarta,
balai pustaka, 1989, cet.3, h. 1182.
Eddy Soetritno, Kamus populer bahasa Indonesia, ladang pustaka &intimedia,
Jakarta , 2006, h, 42.
Ghifari -AL, Abu. Pernikahan Dini, dilema generasi ekstravaganza, Bandung,
mujahid press, 2000, cet. 2, h, 38-39.
Hartono, Jogiyanto. Pengenalan Computer, Yogyakarta, yogyakarta Andi, 1999,
Edisi Pertama, cet. Pertama.
Hidayatullah, Syarif. dan S Dharmawan Zulfikar, Islam virtual, Jakarta, Mifta, 2004.
Judhariksawan, pengantar hukum telekomunikasi, Jakarta, PT Raja Grafindo persada,
2005.
93



M. Arief Mansur, Dikdik. dan Gultom Elisatris, Cyber Law Aspek Hukum Teknologi
Informasi, (Bandung:Refika Aditama, 2005), cet. ke-1.
Makarim, Edmon, pengantar hukum telematika (suatu kajian kompilasi), Jakarta, PT
Raja Grafindo, Persada, 2005, h. 57-58.
Mohammad Kemal Demarwan, strategi pencegahan kejahatan, PT.citra Aditya,
bandung, 1994, h,10.
Sutanto, Hermawan Sulistio. dan Longkutoy, Jhon, Pengenalan Computer,
Cendamas, 1979, cet, kedua.
Sugiarto Ouk, Cyber Crime Motif dan Penindakan, Jakarta , Grafindo Indah, 2005.
Taufik Rahman Dhohiri, Tarsisius, Wartono, Didi wiratmadja, sosiologi, Jakarta,
yudistira, 2000, h 27.
www. Umy. Ac. Id/ berita. Php.
www. Halamansatu. Net/ index. php.
www. Whandi. Net/ e-mail dan privasi.
www. Kompas cetak. Com/ ver1/ kesehatan
www. Ummi. Group, co. id/ cetak. Php?id-101
www. Mail-archive. Com/ forum @ mikrodata.
www. Cordiac. Com/ blog/ 2007/ 06/ 12/ cyber crime.
www. Unsoed. Ac. Id/ newcmfak/ user file cyber porn.
www. Bi. Go. Id/ NR/ rdon lyres/ BAC5998C-cyber crime.
www.students.ukdw.ac.id/22033391/Aam pernama/uplusdakarang_files/page
338.html.
Wagur. Multiply. Com/ jurnal/ item/ 40/ rumahku surgaku-candu pornografi Wap.
Idosiar. Com/ berita-3. asp.
Aprilia. Multi. Com/ journal/ item/ 8.
Haru biru. Blok spot. Com/ 2005/ 09/42.
94



Jkt. Delik news. Com/ indek. Php/ delik.
Sobat muda. Multiphy. Com/ jurnal/ item.
Rahdian. Pocipic. Net. Id/ content/ view/ 51/ 27.
Yankabayan. Blogspot. Com/ 2007/ 12/ cyber crime.
htpp:// www. Total. Or. id/ info. Php.
http:// www. Umy. Ac. Id/ berita. Php.
http:// www. Sarikata. Com/ imdek. Php.
http:// www. Glorianet. Org/ arsip/ b00267. htlm.
http:// www. Ummigroup. Co. id/ annida/ cetak. Php.
http://www. glorianet. org/internet/artikel /artikena. html.
http:// www. Topix. Com/ forum/ world/ Malaysia/ prostitution.
http:// www. Kapan lagi. Com/ clubbing/ view topic-cyber sex.
htpp:// www. Ittutor. net/ forums/ lovifersion/ index. php/ t 9179. html.
http:// www. Geocities. Com/ gaymelayuz/ point/ koleksi cerita sex bay.
http:// www. Kompas. Com/ wanita/ news/ 0412/ 16/ 152000. htm.
htpp://. Mrzier. Wordpress. Com/ 2007/ 04/ 17/ internet untuk pemula. Php.
http:// www. Unisoed. Ac. Id/ new cmsfask/ userfiles/ file/ hukum/ cyberporn-pp.htm.
http:// yudhim. Blogspot. Com/ 2008/ 02/ membedah kejahatan internet di Indonesia.
http:// www. Alfandra. Blogspot. Com/ 2007/ 08/ perkembangan internet di Indonesia
http:// www. Ilmu computer. Internux. Net. Id/ pengantar/ ivan sudirman-sejarah
computer. Php.
http:// www. Defickry. Word press. Com/ 2007/ 06/ 06/ cyber love. Cyber porn-
cyber sex: komunikasi.







95






KATA PENGANTAR
_____________________

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillahi Rabbil’alamin, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat
Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis mampu
menyelesaikan penulisan skripsi ini. Tidak lupa penulis menyampaikan sholawat dan
salam kepada Nabi Muhammad sang pembawa risalah kebenaran dan suri tauladan
bagi manusia.
Penulisan skripsi ini tidaklah dapat selesai oleh penulis sendiri, dalam
perjalanya penulisan skripsi ini tidak hanya menguras pikiran dan tenaga penulis
sendiri, begitu banyak pengorbaan, perhatian dan bantuan baik doa maupun wujud
kongkrit yang penulis terima dari orang-orang yang selalu ada di dalam hati dan
fikiran penulis. Didasari hal di atas, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih
yang tak terhingga kepada yang terhormat :
1. Prof. Dr. H.Muhammad Amin Suma, SH. MA. MM. Dekan Fakultas Syari’ah dan
Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Drs. H. Afifi Fauzi Abbas, MA. dan Drs. Abu Tamrin, SH. M Hum. Sebagai Pjs
Ketua dan Sekretaris Jurusan Jinayah Siyasah yang tanpa henti memberikan
dorongan dan semangat kepada penulis.
3. Drs H. Odjo Kusnara N. M Ag selaku Dosen Pembimbing skripsi penulis, yang
dengan sabar telah memberikan banyak masukan dan saran-saran sehingga skripsi
96



ini dapat selesai dengan baik. Semoga apa yang telah bapak ajarkan mendapat
balasan dari Allah SWT.
4. Kedua orang tua penulis, Ayahanda Sayuti Lubis dan Ibunda Siti Khadijah
Nasution yang tapa henti mendukung penulis baik secara moril ataupun materiil,
serta berkat kesabaran dan do’a beliaulah skripsi ini dapat penulis selesaikan.
5. Teman-teman di kelas Pidana Islam, Big Bos Syarifudin, Ustad Kholis, Iwan
(Keong), Fazrie, Ayung, Opik, Ulfa, D-bie, Sahli (Gompal), Hadi, Khoir, Nasrol,
Aziz, Sefti, Uhla, Ritta, Uwoh, Novi, Desi, Wiwiek, kalian akan selalu ada di
dalam hatiku.
6. Sriyati (Chi-chi) yang selalu ada di sampingku di saat suka maupun duka, yang
memberikan perhatian dan bantuan yang sagat membantu penulis. Tanpamu
apalah artinya aku, semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk menatap hari
depan yang lebih baik.
7. Terakhir kepada semua teman-teman yang telah memberikan batuan moril
maupun materiil kepada penulis yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu,
penulis mengucapkan banyak terima kasih semoga teman-teman mendapat
balasan yang setimpal dari Allah SWT.
Wassalamu’alaikum wWr. Wb.
Penulis,

Jakarta, 16 Juli 2006
DAFTAR ISI
97




KATA PENGANTAR………………………………………………………………iii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………v
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah…………………………………………………..1
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah……………………………………..8
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian……………………………………………9
D. Metode Penelitian dan Teknik Penulisan………………………………..10
E. Sistematika Penulisan……………………………………………………12
BAB II. KURIKULUM FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
A. Sejarah dan Perkembangan Fakultas Syari’ah dan Hukum……………….
B. Program Studi…………………………………………………………….
C. Kurikulum Program Studi PMH, SAS dan SJS………………………….
D. Kompetensi dan Gelar Lulusan…………………………………………..
BAB III. ADVOKAT MENURUT UU NO.18 TAHUN 2003
A. Pengertian Advokat………………………………………………………
B. Kedudukan Hukum Advokat……………………………………………….
C. Syarat-syarat Menjadi Advokat……………………………………………
D. Hak dan Kewajiban Advokat………………………………………………

BAB IV. TANTANGAN SARJANA HUKUM ISLAM (SHi) MENJADI
ADVOKAT PASCA UU NO 18 TAHUN 2003
98



A. Profesi Advokat di Indonesia……………………………………………
B. Organisasi Advokat……………………………………………………..
C. Tantangan Sarjana Hukum Islam (SHi) Menjadi Advokat…………….
a) Tantangan dari Segi Internal……………………………………….
b) Tantangan dari Segi Eksternal……………………………………..
BAB V. PENUTUP
A. Kesimpulan………………………………………………………………..
B. Saran-saran………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………..
LAMPIRAN…………………………………………………………………………