You are on page 1of 22

INDEPENDENSI AUDITOR

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Auditor merupakan profesi yang berlandaskan kepada kepercayaan dari masyarakat atau publik yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara profesional dengan memberikan hasil audit yang berkualitas dan dapat memenuhi kebutuhan akan transparansi dan kewajaran laporan keuangan, baik di perusahaan swasta maupun di sektor publik kepada pihak yang berkepentingan baik pihak internal (Klien) maupun pihak eksternal (Pihak Ketiga). Oleh karena itu, dalam menjalankan tugasnya auditor harus bertindak objektif dan independen berdasarkan standar dan kode etik profesi mereka. Akan tetapi, saat ini banyak terjadi kebangkrutan dan skandal korporasi di berbagai perusahaan di dunia yang disebabkan memburuknya independensi auditor, salah satunya praktik-praktik profesi yang mengabaikan standar akuntansi bahkan etika. Dalam Skala Internasional, integritas Akuntan Amerika Serikat dicoreng dengan skandal yang melanda Enron Crop, World Com, Xerox, Tyco, Global Crossing, dan Merril Lynch (Gutomo, 2003:1). Di Indonesia, isu pelanggaran etika dan prinsip profesi akuntansi berkembang, baik yang dilakukan oleh akuntan publik, akuntan intern, maupun akuntan pemerintah. Seperti pada Makassar TV, dikabarkan terdapat Kasus Suap 2 Pegawai BPK RI (Bahar dan Munzir) Perwakilan Manado yang dilakukan oleh Mantan Walikota

Tomohon sebesar Rp1,5 miliar, untuk memuluskan status keuangan kota manado pada tahun 2007, menjadi wajar dengan pengecualian. Terjadinya kasus–kasus kegagalan auditor berskala besar seperti kasus diatas, telah menimbulkan sikap skeptis masyarakat menyangkut

ketidakmampuan profesi auditor dalam menjaga independensi. Sorotan tajam diarahkan pada perilaku auditor dalam berhadapan dengan klien yang dipersepsikan gagal dalam menjalankan perannya sebagai auditor independen. Flint dalam Kasadi (2007) berpendapat bahwa independensi akan hilang jika auditor terlibat dalam hubungan pribadi dengan klien, karena hal ini dapat mempengaruhi sikap mental dan opini mereka. Independensi mutlak harus ada pada diri auditor ketika ia menjalankan tugas pengauditan yang mengharuskan ia memberi atestasi atas kewajaran laporan keuangan kliennya. Berdasarkan uraian diatas dan fenomena

menurunnya kepercayaan publik atas jasa profesional akuntan sebagai dampak dari pelanggaran etika profesi akuntan, menjadikan masalah etika dan independensi auditor sebagai isu yang menarik untuk didiskusikan dan dikaji secara ilmiah. Khususnya mengenai independensi auditor yang merupakan kunci utama dari profesi audit, termasuk untuk menilai kewajaran laporan keuangan. Maka dari itu penulis tertarik membuat makalah dengan judul “Independensi Auditor”.

1 Auditor Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi. objektif. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten. yang disebut auditor. LANDASAN TEORI 2.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini ialah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi independensi auditor dan mengetahui perbedaan independensi antara auditor eksternal dengan auditor internal. atau produk. Bagaimana perbedaan independensi antara auditor eksternal dengan auditor internal? 1. 1.1. II. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi independensi auditor? 2.4 Manfaat Penulisan Manfaat dari penulisan makalah ini yakni memberikan informasi kepada pembaca mengenai hal apa saja yang dapat mempengaruhi independensi auditor dan bagaimana perbedaan independensi auditor eksternal dan internal. proses. sistem. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau . masalah yang akan dibahas ialah : 1. dan tidak memihak.

pengendalian dan proses pengaturan dan pengelolaan organisasi. 2. yakni : 1. Auditor adalah seseorang yang memiliki kualifikasi tertentu dalam melakukan audit atas laporan keuangan dan kegiatan suatu perusahaan atau organisasi. pemerintah. dan praktik yang telah disetujui dan diterima. Pada dasarnya auditor ada dua jenis. Auditor eksternal terdiri dari (a). regulasi. Auditor Eksternal Auditor eksternal adalah profesi audit yang melakukan tugas audit atas laporan keuangan dari perusahaan.berjalan sesuai dengan standar. . Peran auditor eksternal adalah untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Internal auditing membantu organisasi dalam usaha mencapai tujuannya dengan cara memberikan suatu pendekatan disiplin yang sistematis untuk mengevaluasi dan meningkatkan keefektifan menejemen risiko. (b). Akuntan Publik. Auditor Internal Internal audit adalah suatu aktivitas independen yang memberikan jaminan keyakinan serta konsultasi yang dirancang untuk memberikan suatu nilai tambah serta meningkatkan kegiatan operasi organisasi. organisasi profesi IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) sejak tahun 1957. berdasarkan perubahan ke 3 UUD 1945 pasal 23E. Auditor eksternal mempunyai independensi dari perusahaan yang di audit. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan auditor eksternal bagi pemerintah yang dibentuk berdasarkan UUD 1945. individu atau organisasi lainnya.

artinya seorang auditor dalam menjalankan tugasnya tidak dibenarkan memihak terhadap kepentingan siapapun. yaitu independensi dalam fakta (independence in fact) dan independensi dalam penampilan (independence in appearance). Seorang auditor yang memiliki sikap independen akan berperilaku independen dalam penampilanya.2 Independensi Auditor Independensi auditor adalah sikap tidak memihak kepada kepentingan siapa pun dalam melakukan pemeriksaan laporan keuangan yang dibuat oleh pihak manajemen. Menurut Agoes dan Ardana (2009:146). Untuk . evaluasi hasil audit dan pelaporan audit. 2. Teori sikap dan perilaku ini dapat menjelaskan independensi auditor dalam penampilan. Para akuntan harus memahami sikap dalam rangka memahami dan memprediksikan perilaku yang memiliki fungsi: pemahaman. defense ego dan ungkapan nilai.3 Jenis Independensi Menurut IFAC (International Federation of Accountants) ada dua jenis independensi.2. Sedangkan Arens dkk (2003:124) menyatakan bahwa Independensi dalam audit artinya mengambil sudut pandang yang tidak bias dalam melakukan uji audit. kebutuhan akan kepuasan. independensi mencerminkan sikap tidak memihak serta tidak dibawah pengaruh atau tekanan pihak tertentu dalam mengambil keputusan dan tindakan.

Independensi dalam penampilan adalah penghindaran fakta dan kondisi yang sedemikian signifikan sehingga pihak ketiga yang paham dan berpikir rasional dengan memiliki pengetahuan akan semua informasi yang relevan. IFAC menggunakan istilah lain. akan tetapi dapat menarik kesimpulan bahwa skeptisme professional. memungkinkan seorang individu bertindak berdasarkan integritas. yaitu independensi dalam pikiran (independence in mind). objektivitas dan integritas anggota firma. Independensi dalam pikiran adalah suatu keadaan pikiran yang memungkinkan pengungkapan suatu kesimpulan tanpa terkena pengaruh yang dapat mengompromikan penilaian professional.independensi dalam fakta. 1. serta menerapkan objektivitas dan skeptisme professional. Sedangkan 2. Berikut proses menjamin independensi pikiran dan independensi penampilan : Identifikasi dan evaluasi keadaan yang menciptakan ancaman terhadap independensi :  Kepentingan diri  Review Diri  Advokasi  Keakraban  Intimidasi Sumber : Brooks dalam Agoes dan Ardana Eliminasi ancaman atau kurangi sampai ke tingkat yang dapat diterima dengan:  Menerapkan pengamanan  Profesi  Legislasi  Regulasi  Di dalam Klien  Di dalam Firma . atau tim penjaminan (assurance team) telah dikompromikan. termasuk pencegahan yang diterapkan.

pengaruh.Independent in fact menekankan sikap mental dalam mengambil keputusan dan tindakan yang semata-mata didasarkan atas pertimbangan profesionalisme dari dalam diri yang bersangkutan tanpa campur tangan. . Contoh independensi dalam pikiran dan penampilan : seorang auditor memeriksa laporan keuangan suatu perusahaan di mana yang menjabat sabagai manajer akuntansi di perusahaan tersebut adalah adik kandungnya. yaitu : a. yang terjadi apabila akuntan publik menerima manfaat dari keterlibatan keuangan klien. auditor tersebut bisa saja bersikukuh akan bertindak independen. Walaupun secara mental. atau tekanan dari pihak luar. Self Interest risk. tetapi orang lain tentu saja meragukannya karena adanya fakta bahwa berdasarkan tampilan fisik auditor dengan manajer akuntansi perusahaan yang diauditnya masih bersaudara kandung sehingga tidak dapat disebut independence in appearance. Independent in appearance dilihat dari sudut pandang pihak luar yang mengharapkan auditor secara fisik tidak mempunyai hubungan darah (kepentingan langsung) dengan perusahaan dan/atau dengan para pemangku kepentingan lainnya yang dapat menimbulkan keraguan bagi pihak luar tentang kenetralan yang bersangkutan. 2.4 Risiko Independensi Menurut Ruchjat Kosasih dalam Kasadi (2007) ada empat jenis risiko yang dapat merusak independensi akuntan publik .

Independensi ini merupakan tinjauan pihak lain yang mengetahui informasi yang bersangkutan dengan diri auditor. Independensi di pandang dari sudut keahliannya. termasuk hubungan pribadi yang dapat mengakibatkan intimidasi oleh atau keramahtamahan (familiarity) yang berlebihan dengan klien 2. 2. Client influence risk. d. Advocacy Risk. yang terjadi apabila tindakan akuntan publik menjadi terlalu erat kaitanya dengan kepentingan klien. Dengan kata lain auditor dapat mempertimbangkan fakta dengan baik yang kemudian ditarik menjadi suatu kesimpulan jika ia memiliki keahlian mengenai hal tersebut. Self Review Risk.b. yaitu: 1. Independensi dalam diri auditor (independence in fact) yaitu berupa kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan berbagai faktor dalam audit finding. yang terjadi apabila akuntan publik melaksanakan penugasan pemberian jasa keyakinan yang menyangkut keputusan yang dibuat untuk kepentingan klien. yang terjadi apabila akuntan publik mempunyai hubungan erat yang kontinyu dengan klien.5 Aspek Independensi Tiga aspek dalam independensi auditor. c. 3. . Independensi dalam penampilan (perceived independence /independence in appearance).

Lamanya hubungan kantor akuntan publik dengan klien Sedangkan menurut Shockley dalam Supriyono (1988) independensi akuntan publik dipengaruhi oleh faktor : 1.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Independensi Auditor Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi independensi akuntan publik ditinjau dari independensi dalam penampilan.  Ketergantungan yang tidak wajar pada total fee dari suatu klien. Kepentingan diri (self interest).III. atau kepentingan keuangan bersama pada suatu perusahaan klien. . Persaingan antar akuntan publik 2. Jasa-jasa lain selain jasa audit yang diberikan klien 3. Lamanya hubungan antara KAP dengan klien Selanjutnya ada beberapa bentuk ancaman yang menurut IFAC dapat mempengaruhi independensi auditor. contohnya  Kepentingan keuangan dalam perusahaan klien.  Memiliki hubungan bisnis yang sangat erat dengan klien. Pemberian jasa konsultasi manajemen kepada klien 3. Ukuran KAP 4. Ikatan keuangan dan usaha dengan klien 2. PEMBAHASAN 3. Menurut Lanvin dalam Supriyono (1988) independensi auditor dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut : 1. diantaranya : a.

200.  Memberikan jasa kepada klien yang berpengaruh langsung pada materi perikatan penjaminan tersebut (IFAC.  Fee kontijensi sehubungan dengan perikatan penjaminan (assurance engagement)  Ada pinjaman dari/atau kepada klien penjaminan.  Potensi akan dipekerjakan oleh suatu klien. Advokasi (advocacy)  Mempromosikan saham perusahaan publik dari klien.  Terlibat dalam pemberian jasa pencatatan akuntansi sebelum perikatan penjaminan. .  Pelaporan operasi sistem keuangan setelah terlibat dalam perancangan dan implementasi sistem tersebut. Review diri (self review). contohnya  Temuan kesalahan material saat dilakukan evaluasi ulang. Kekhawatiran berlebihan bila kehilangan suatu klien. atau kepada/dari direktur atau pejabat dari klien (IFAC. 200. 4) b. 5) c.  Menjadi anggota tim penjaminan setelah baru saja menjadi karyawan/pejabat di perusahaan klien yang memiliki pengaruh langsung berkaitan dengan perikatan penjaminan tersebut. di mana perusahaan tersebut merupakan klien audit.

200. Bertindak sebagai pengacara (penasihat hukum) untuk klien penjaminan dalam suatu litigasi atau perkara perselisihan dengan pihak ketiga (IFAC.  Diancam dengan tuntutan hukum. Intimidasi (intimidation)  Diancam dipecat atau diganti hubungannya dengan penugasan klien.  Menerima hadiah atau perlakuan istimewa dari klien. 200.  Hubungan yang terjalin lama dengan karyawan senior perusahaan klien (IFAC.  Mantan rekan (partner) dari kantor akuntan yang menjadi direktur atau pejabat klien atau karyawan pada posisi yang berpengaruh atas pokok suatu penugasan. 8) .  Anggota tim mempunyai hubungan keluarga dekat dengan seorang karyawan klien yang memiliki jabatan yang berpengaruh langsung dan signifikan terhadap pokok dari penugasan. Kekerabatan (familiarity)  Anggota tim mempunyai hubungan keluarga dekat dengan seorang direktur atau pejabat perusahaan klien.  Ditekan secara tidak wajar untuk mengurangi ruang lingkup pekerjaan dengan maksud untuk mengurangi fee (IFAC. 7) e. 200. kecuali nilainya tidak signifikan. 6) d.

Pada dasarnya ada enam faktor yang beragam seperti organisasi dan standar selain Kode Etika Profesional AICPA mempengaruhi independensi seorang auditor. Kepentingan Kepemilikan Aturan baru mengenai kepentingan kepemilikan memandang hubungan keuangan mengambil perspektif penugasan dan mempersempit batasan atas kepemilikan dalam klien untuk orang-orang yang bisa mempengaruhi audit. seperti batasan memberikan jasa pembukuan untuk seorang klien. 2) Dewan Standar Independen/ Independence Standards Board (ISB). Aturan ini mengarah kepada : a. Merupakan sebuah badan sektor swasta (sejak 1997). sebagai tambahan untuk mengkodekan batasan sebelumnya. Teknologi Informasi dan Jasa Nonaudit Lainnya Aturan baru mengidentifikasikan jasa nonaudit yang mengganggu independensi kecuali kondisi tertentu dipenuhi. yakni : 1) Revisi dari persyaratan Independensi Auditor SEC SEC membuat revisi atas persyaratan independensi auditor pada bulan November 2000 yang diterapkan kepada auditor klien yang menjadi subyek untuk persyaratan pelaporan SEC. Semua rekanan dan keluarga dekat auditor dilarang memiliki suatu kepemilikan dalam klien. b. untuk memberikan rangka kerja konseptual bagi masalah independensi yang berhubungan dengan . dengan mengabaikan materialitas.

3) Komite Audit. ISB sebagai tambahan untuk menyebarluaskan standar tersebut. Adalah sejumlah anggota terpilih dari dewan direksi sebuah perusahaan yang tanggung jawabnya membantu auditor untuk tetap independen dari manajemen. memberikan konsultasi untuk auditor dan klien SEC atas pertanyaan tentang independensi. Kebanyakan komite audit dibuat dari tiga hingga lima atau terkadang paling banyak tujuh direktur yang bukan bagian dari manajemen perusahaan. Tujuan dari persyaratan ini adalah untuk meminimalkan kemungkinan manajemen yang mengikuti praktek yang umumnya disebut berbelanja prinsip-prinsip akuntansi dan juga berbelanja opini (opinion shopping) serta ancaman potensial untuk independensi yang dijelaskan sebelumnya. 4) Berbelanja untuk Prinsip-prinsip Akuntansi SAS 50 (AU 625) mendahulukan persyaratan yang harus diikuti saat sebuah kantor akuntan publik diminta untuk memberikan opini tertulis atau lisan pada aplikasi prinsip akuntansi atau jenis opini audit yang akan dibuat untuk transaksi khusus atau hipotesis dari seorang klien audit dari kantor akuntan publik lainnya. 5) Persetujuan Auditor oleh Pemegang Saham .audit perusahaan publik.

Namun. 1. Apakah fungsi audit akan dilaksanakan dengan lebih baik atau lebih murah? 3. Klien Pelaporan Pemegang saham. 3. yakni : No. 6) Penugasan dan Pembayaran Fee Audit oleh Manajemen Apakah auditor benar-benar independen dalam fakta dan prestasi apabila pembayaran fee bergantung pada manajemen entitas yang diaudit? Alternatif penugasan akuntan publik dan pembayaran fee audit oleh manajemen barangkali adalah penggunaan baik auditor pemerintah atau eksternal. komisaris. Sumber : Priyopardono . dan pihak terkait di luar perusahaan Melaporkan hasil audit pada stakeholder yang diaudit. perlu dipertanyakan apakah mereka berada dalam posisi untuk mengevaluasi prestasi dari auditor sebelumnya atau calon auditor.Pemegang saham biasanya merupakan kelompok yang lebih objektif daripada manajemen. 4.2 Independensi Auditor Eksternal dan Auditor Internal Ada beberapa poin yang membedakan antara auditor eksternal dan auditor internal dari sisi independensi. Point Output atau keluaran Independensi Auditor Internal Output utama berupa rekomendasi Auditor tidak independen terhadap manajemen namun harus independen terhadap aktifitas yang di audit Manajemen Melaporkan hasil audit pada direksi Auditor Eksternal Output utama berupa opini Auditor harus independen terhadap manajemen 2.

fokus kepada masa depan. namun di sisi lain manfaat adanya auditor internal bagi auditor eksternal berupa independensi atau objektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan manajemen langsung. Selanjutnya mengenai independensi auditor internal dan eksternal dapat dilihat bahwa. independen terhadap manajemen atau . berkepentingan secara insidental dalam pencegahan dana pendeteksian fraud secara umum. berkepentingan secara langsung dalam pencegahan fraud dalam berbagai bentuk. memudahkan komunikasi keduanya. untuk membantu manajemen mencapai sasaran dan tujuan organisasi secara efektif dan efisien. namun belum tentu ada kerja sama diantara keduanya.Tabel diatas menunjukkan perbedaan antara auditor eksternal dan internal dari sisi independensi. independen terhadap aktivitas yang diaudit tetapi siap merespon kebutuhan dan keinginan manajemen dan review atas aktivtas dilakukan secara terus menerus. auditor internal secara subjek adalah seorang pegawai suatu organisasi atau perusahaan yang bertugas melayani kebutuhan manajemen dan merupakan bagian dari organisasi. tetapi berkepentingan secara langsung bila terdapat pengaruh yang bersifat material pada laporan keuangan. pemahaman mendalam yang dimiliki auditor internal dan juga kesamaan profesi yang dimiliki dengan auditor ekternal. fokus pada akurasi dan dapat dipahaminya kejadian historis seperti yang diekpresikan dalam laporan keuangan. Sedangkan untuk auditor eksternal subjeknya adalah pihak luar yang independen (akuntan publik) melayani kebutuhan pihak ketiga yang memerlukan informasi keuangan yang reliable.

Oleh karena itu. KESIMPULAN Independensi merupakan salah satu karakteristik auditor yang paling kritis dan penting. Selanjutnya mengeliminasi ancaman atau menguranginya sampai ke tingkat yang dapat diterima. Independensi menjadi fondasi atau batu pijakan dalam struktur etika.klien baik dalam penampilan. Independensi juga menjadi faktor yang sangat menentukan bagi pengembangan dan penerapan prinsip-prinsip fundamental etika dalam menekuni profesi akuntan. . maupun sikap mental dan review atas catatan atau dokumen yang mendukung laporan keuangan secara periodik IV. seorang auditor penting melakukan identifikasi dan evaluasi keadaan dan hubungan dengan klien yang dapat menciptakan ancaman terhadap independensi.

M.Sc DOSEN PEMBIMBING KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS EKONOMI INDERALAYA TAHUN 2013 .TOPIK : AUDITING INDEPENDENSI AUDITOR DISUSUN OLEH NAMA NIM MATA KULIAH : RETNO SURY ANJANI : 01101003022 : SEMINAR AKUNTANSI : Dra. KENCANA DEWI. Hj.

makassartv. Mantan Walikota Tomohon Jadi Saksi Dalam Sidang Kasus Suap Pegawai BPK RI. Suatu Hasil Penelitian Empiris di Indonesia.A 1988. Kasadi. Arens. Penerbit Indeks. Makassar TV. Tesis Program Pasca Sarjana Magister Sains Akuntansi Universitas Diponegoro. Semarang. Tesis S2. KATA PENGANTAR . (http://www. Tidak Dipublikasikan. Pemeriksaan Akuntan: Faktor-Faktor yang mempengaruhi Independensi Penampilan Akuntan Publik. Jakarta. Etika Bisnis dan Profesi : Tantangan Membangun Manusia Seutuhnya.dkk. Salemba Empat : Jakarta.id. Sukrisno dan Ardana. Gutomo. Auditing dan Pelayanan Verifikasi jilid 1. I Cenik. Ishak. Universitas Diponegoro. 2012.co. Kotot.. R. 2003. 2009. diakses tanggal 12 September 2013). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Independensi Auditor. Supriyono. Tesis Program Pasca Sarjana Magister Sains Akuntansi UGM. Pengambilan Keputusan Etik Auditor Pemerintah Dalam Situasi Konflik Audit : Pengaruh Interaksi Locus of Control dan Komitmen Profesi dengan Kesadaran Etik.DAFTAR PUSTAKA Agoes. 2007.

Akhir kata penulis memohon kritik dan saran kepada pembaca untuk penyempurnaan makalah ini. faktor-faktor yang mempengaruhinya. Makalah ini ditujukan agar dapat menjadi bahan referensi bagi para mahasiswa dan para kalangan umum yang ingin memahami tentang independensi auditor.Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Seminar Akuntansi. Penulis. Retno Sury Anjani DAFTAR ISI . Makalah ini membahas mengenai independensi auditor. Makalah ini bertujuan untuk memenuhi kewajiban sebagai kelengkapan tugas-tugas di mata kuliah Seminar Akuntansi. dan mengenai perbedaan independensi antara auditor internal dengan auditor eksternal.

....... KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ..........5 Aspek Independensi III......................2 Independensi Auditor Ekternal dan Auditor Internal IV..............14 ................................................ 3 II............... 3 ........................ 3 1........................................... 3 .............................2 Rumusan Masalah 1.2 Independensi Auditor 2.................. LANDASAN TEORI 2...................................3 Jenis Independensi 2........... PEMBAHASAN 3.....................3 Tujuan Penulisan ............ PENDAHULUAN 1.......................................... 7 ............................ 5 ..........................1 Latar Belakang 1......9 ..................................KATA PENGANTAR DAFTAR ISI I ..................................................................................1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Independensi Auditor 3........................ 8 2................................. 1 .......................................4 Manfaat Penulisan .................................................................................................................................1 Auditor .....4 Risiko Indpendensi 2. 5 ........................

LAMPIRAN (Makalah Sebelum Revisi) .

14 September 2013 Di Gedung KAP Moderator : Basyar Try Akbar (01101003026) Penanya : 1. Ririn Oktarina (01101003041) (01101003033) (01101003005) . Silvia Yuniandri 2.Presentasi Seminar Akuntansi Sabtu. Jimmi Triwantoro 3.