You are on page 1of 14

I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, dan (3) Prinsip Percobaan. 1.1.

Latar Belakang Percobaan Teknik analisis gravimetri merupakan salah satu bagian utama dari kimia analitik dan menjadi alternatif metode analisis yang mempunyai ketertelusuran tinggi, karena metode tersebut mempunyai ketertelusuran yang terdekat ke standar nasional maupun standar international. Untuk dapat melakukan analisis secara gravimetri yang baik dan benar diperlukan pengetahuan yang cukup, karena metode ini dapat menjadi metode acuan untuk metode pengukuran lainnya (Anonim, 2010). Analisis gravimetri merupakan salah satu cabang utama kimia analisis. Tahap pengukuran dalam metode gravimetri adalah penimbangan. Analitnya secara fisis dipisahkan dari semua komponen lain dari sampel itu maupun dari

pelarutnya. Pengendapan merupakan teknik yang paling meluas penggunaannya untuk memisahkan analit dari

pengganggu-pengganggunya (Anonim, 2010). Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetri meliputi transformasi unsur atau redikal kesenyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Berat unsur dihitung berdasarkan rumus senyawa dan berat atom unsur–unsur yang menyusunnya. Pemisahan unsur–unsur atau senyawa dapat dilakukan dengan beberapa

1990.3.2.cara. Hal 25). metode penguapan. 1. Prinsip Percobaan Prinsip dari percobaan ini ialah berdasarkan pada pengukuran air secara gravimetri suatu sampel dan suhu yang optimal. Serta berdasarkan atas teknik pengendapan (konsep Ksp) yang merupakan teknik yang paling meluas penggunaannya untuk memisahkan analit dari pengganggupengganggunya. metode elektroalisis (Khopkar. Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini ialah untuk mengukur dan menentukan kadar air pada suatu sampel dengan suhu yang optimum. 1. . diantaranya: metode pengendapan. sehingga diperoleh bentuk yang tidak larut atau kelarutannya kecil sekali.

1. DAN METODE Bab ini menguraikan mengenai : (1) Bahan yang Digunakan. Bahan yang Digunakan Bahan yang digunakan pada percobaan gravimetri adalah Milo. neraca. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan pada percobaan gravimetri adalah : kaca arloji.2. (2) Alat yang Digunakan. eksikator.II BAHAN. 2. dan oven. . ALAT. 2. dan (3) Metode Percobaan. tang krus.

Metode Percobaan Gravimetri .3.2. Metode Percobaan Gambar 12.

Sebagian .2. 2010). Dari endapan ini konsentrasi yang hendak ditetapkan dapat dihitung secara stokiometri.47 % (Sumber : Oktora Andi Wibowo.767 gr Kadar Air = 1.782 gr W 2 = 34. Pembahasan Analisis gravimetri adalah suatu analisis berdasarkan penimbangan berat dimana senyawa yang hendak ditentukan dilarutkan kemudian diendapkan menjadi endapan yang sukar larut. Hasil Pengamatan Tabel 13. Endapan yang terbentuk harus merupakan senyawa dengan kelarutan yang sekecil mungkin dan mempunyai susunan tertentu. Secara cepat endapan harus dapat dipisahkan dari fase cairnya (Anonim. Metode tersebut berhubungan dengan reaksi-reaksi kima. Kelompok 3. 2010) 3. Metode yang didasari pada pengukuran sifat fisika dikenal sebagai metode fisika kimia. Metode penetapan kadar secara kimia terdiri atas metode analisis volumetri dan gravimetri. 3.III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Hasil Pengamatan dan (2) Pembahasan. Metode analisis secara fisika ini adalah metode-metode yang tidak benar-benar mengikutsertakan suatu reaksi kimia. Hasil Pengamatan Gravimetri Sampel Hasil Perhitungan W 0 = 33.1.765 gr Milo W 1 = 34.

Persyaratan kedua itu lebih sukar dipenuhi oleh para analis (Harjadi. 1990. Pemisahan unsur atau senyawa yang dikandung dilakukan dengan beberapa cara. Hal 7).besar metode pengukuran secara fisika ini adalah metode instrumental (Khopkar. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. seperti metode pengendapan. Hal 74). 1990. 1990. Berat unsur dihitung berdasarkan rumus senyawa dan berat atom unsur-unsur penyusunnya. Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetri meliputi transformasi unsur atau radikal ke senyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang secara teliti. dan zat yang ditimbang hendaknya mempunyai susunan yang pasti dan hendaknya murni atau sangat hampir murni. . Hal 27).1 mg atau kurang dalam menetapkan penyusun utama dari suatu makro). diantaranya : Proses pemisahan hendaknya cukup sempurna sehingga kuantitas analit yang tak terendapkan secara analisis tak dapat di deteksi (biasanya 0. Pada prakteknya. Metode gravimetri memakan waktu cukup lama. metode elektroanalisis atau berbagai macam metode lainnya. Persyaratan metode gravimetri. akan diperoleh hasil yang galat. metode penguapan. Bila tidak. adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu faktor-faktor koreksi dapat digunakan (Khopkar. dua metode pertama adalah yang terpenting.

magnesium oksalat ini disebut dengan post presipitasi (Khopkar.Kopresipitasi adalah proses dengan mana suatu zat yang biasanya dapat larut. endapan yang terjadi harus murni tidak mengandung pengotor oleh zat-zat asing. . terbawa mengendap selama pengendapan suatu endapan yang diinginkan. ternyata endapan barium sulfat itu mengandung barium nitrat ( Khopkar. Suatu analisis dengan metode gravimetri dapat dilakukan dengan baik apabila memenuhi syarat sebagai berikut. contoh pada pemisahan kalsium dan magnesium dengan penambahan larutan ammonium oksalat maka yang terjadi pertama kali adalah endapan kalsium oksalat dan jika endapan tersebut masih tetap dalam larutan tidak segera dipisahkan maka akan terbentuk endapan magnesium oksalat. Hal 30). Aturan-aturan umum yang diikuti adalah sebagai berikut : a. dan zat akhir dari endapan harus merupakan suatu senyawa yang rumusnya diketahui secara pasti. Misalnya bila ditambahkan asam sulfat ke dalam suatu larutan barium klorida yang mengandung sedikit ion nitrat. Hal 29) Post setelah Presipitasi adalah pengendapan yang terjadi pengendapan inti terbentuk. Pengendapan harus dilakukan pada larutan encer yang bertujuan untuk memperkecil kesalahan akibat kopresipitasi. disebut pengendap-ikutan atau kopresipitasi. 1990. 1990. endapan yang terjadi harus mudah dan cepat disaring serta mudah dicuci. yaitu kelarutan dari endapan harus kecil sehingga kehilangan zat karena kelarutan dapat diabaikan.

Berat yang dihasilkan agar dilihat sampai angka benar-benar berhenti. karena akan mempengaruhi proses penimbangan. karena perbedaan suhu kaca arloji dan didalam eksikator. Aturan ini tidak selalu benar untuk bemacam endapan organik. pereaksi yang ditambahkan harus berlebih. Urut-urutan pencampuran harus sama. Untuk kesempurnaan reaksi. c. d.02. Pereaksi dicampurkan perlahan-lahan dan teratur dengan pengadukan yang tetap. Saat dimasukkan kedalam eksikator.b. . Karena saat penimbangan harus benar-benar teliti. kaca arloji tidak boleh terlalu panas. Ini berguna untuk pertumbuhan kristal yang teratur. e. Pengendapan dilakukan pada larutan panas bila endapan yang terbentuk stabil pada temperature tinggi. Saat pengambilan kaca arloji. Ini disebabkan bahwa adanya lemak pada kulit dan juga pengganggu lainya yang akan menempel pada kaca arloji. Berat yang konstan adalah yang mempunyai selisih 0. Untuk menghindari postpresipitasi atau kopresipitasi ulang sebaiknya dilakukan pengendapan (Khopkar. 1990. Hal 30). tidak boleh disentuh oleh tangan. Pada saat penimbangan agar dihindari angin atau faktor lain. Endapan harus dicuci dengan larutan encer f. Endapan kristal biasanya dibentuk dalam waktu yang lama dengan menggunakan pemanas uap untuk menghindari adanya kopresipitasi. sehingga tidak mempengaruhi saat proses penimbangan.

sedangkan jika berwarna merah masih ada kadar airnya. Umumnya keuntungan analisis menggunakan gravimetri adalah hanya memerlukan alat yang sedikit namun memiliki kerugian dalam aspek waktu pengerjaan.Terdapat silica gel di eksikator yang berfungsi untuk menyerap butir air dikaca. . Silica gel jika berwarna biru sudah tidak ada kadar air. Karena membutuhkan waktu yang lama dalam menganalisis suatu sampel.

767 gr. .1. W 0 = 33. dengan sampel Milo diperoleh hasil bahwa. diusahakan tidak ada sedikitpun udara yang masuk karena akan mempengaruhi berat serta kadar air yang terkandung dalam sampel. Kesimpulan Berdasarkan atas percobaan gravimetri. Selain itu juga pada saat sampel dan kaca arloji dimasukan ke dalam oven dan eksikator. W 1 = 34. Saran Hal yang perlu diperhatikan dalam percobaan ini adalah pada saat penimbangan harus dilakukan dengan teliti.IV KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan dan (2) Saran.2. dan Kadar Air = 1.765 gr. W 2 = 34. serta pemakaian sampel yang tidak terlalu banyak.47 % 4. 4.782 gr.

Jakarta: PT. S. diakses : 22 Oktober 2010.org/wiki/Pengertian_Gravimetri.Konsep Dasar Kimia Analitik.Jakarta:UI Press. (2010). Anonim.(1999).Ilmu Analitik Dasar. (2010).html.wikipedia. Pengertian Gravimetri. Gramedia Khopkar.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Harjadi.M. http ://id.wikipedia. Gravimetri. ://id.(1990).org/wiki/Gravimetri.html. : http 22 . diakses Oktober 2010.

N2 200 . N1 = V2 . 2= 1000 .4 . sedangkan analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. N2 N2 = 0. 2. hitung konsentrasinya ? Diketahui : V1 = 200 ml N1 = 2N V2 = 1 liter = 1000 ml Jawab : V1 . Sebutkan syarat dari larutan baku primer ? Mudah larut Mudah ditimbang Bersifat stabil Bisa langsung digunakan Mempunyai BE tinggi Tidak mudah terurai perbedaan analisis volumetri dan analisis 3. Sebutkan gravimetri ? Analisis volumetri dikenal sebagai titrimetri.QUIZ 1. jika 200 ml KMnO4 2N dilarutkan hingga 1 liter. dimana zat yang akan dianalisis dibiarkan bereaksi dengan zal lain yang konsentrasinya diketahui dan dialirkan dari buret dalam bentuk larutan. Diketahui larutan KMnO.

dan juga mengetahui berat dari zat yang dianalisis yang terdapat dalam cuplikan Prinsip : Berdasarkan teknik pengendapan (Konsep Ksp) yang penggunaannya untuk memisahkan analit dan pengganggu-pengganggu sehingga diperoleh bentuk yang tak larut. Sebutkan tujuan dan prinsip gravimetri ? Tujuan : untuk mengukur kadar suatu sampel yang hendak ditentukan. nutrisari. eksikator. Sebutkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan gravimetri ? Alat : Kaca arloji. dan neraca. tang krus. 5. cerelac. Bahan : Energen. pemanas (oven). dan nescafe.4. . milo.

765 gr W 1 = 34.PERHITUNGAN Sampel : Milo Diketahui : W 0 = 33.767 gr .782 gr W 2 = 34.