You are on page 1of 11

Proyeksi Stereografi

Proyeksi Stereografi Proyeksi Stereografi merupakan salah satu aplikasi dalam geometri yang bisa diartikan sebagai sebuah pemetaan khusus (fungsi) yang memproyeksikan sebuah bola (sphere) kedalam sebuah bidang (plane).

Pendahuluan Proyeksi stereografi senggunakan setengah bola. Oleh karena itu proyeksi dapat diaplikasikan pada belahan bola sebelah bawah (lower hemisphere) atau belahan bola sebelah atas (upper hemisphere). Proyeksi yang sering digunakan adalah bagian bola sebelah bawah (lower hemisphere).

Gambar pertama diatas menunjukkan sebuah sesar normal yang terjadi menghasilkan sebuah slickensides.– Gambar kedua menunjukkan sebuah proyeksi stereografi pada bagian lower hemisphere. Proyeksi bidang ditunjukkan oleh lengkungan pada bidang ekuator bola (berwarna biru) sedangkan proyeksi sebuah garis ditunjukkan oleh sebuah titik pada bidang ekuator bola. Ingat, bidang akan diproyeksikan menjadi sebuah garis sedangkan garis akan diproyeksikan menjadi sebuah titik. Untuk sebuah bidang dapat kita tarik informasi arah jurus batuan (strike), kemiringan batuan (dip) dan arah kemiringan (dip direction). Untuk sebuah garis dapat kita tarik informasi arah (azimuth) dan penunjamannya (plunge). Gambar yang kedua menunjukkan unsurunsur bidang dan garis yang diproyeksikan pada setengah bola lower hemisphere (2). Proyeksi pada stereonet ditarik dari titik zenith yang merupakan puncak dari sebuah bola. Garis atau bidang diproyeksikan melalui bidang ekuator (1). – Gambar ketiga menunjukkan representasi

kembalikan posisi stereonet ke posisi semula. Gambarkan terlebih dahulu bidang dengan azimuth N50oE/50oSE pada Schmidt net. Karena yang dicari hanya kemiringan semu. Gambarkan bidang dengan azimuth N80oE. Contoh soal Tentukan besar kemiringan semu pada arah N80oE dari suatu bidang N50oE/50oSE ! Pembahasan : 1. Misalnya untuk menginterpretasikan arah tegasan yang bekerja pada suatu area dengan menggunakan perhitungan arah kekar yang dominan secara statistik. Dip dihitung pada arah tegak lurus strike. jika dip tegak lurus dengan strike maka disebut kemiringan yang sebenarnya (true dip). Apparent dip merupakan kemiringan semu dimana kemiringan tersebut tidak diukur tegak lurus strike. menginterpretasikan jenis sesar dari data kekar ataupun arah garis gores (slicken line) yang terdapat pada singkapan batuan yang ada dilapangan. jika pengukuran kemiringan tidak tegak lurus strike maka sudut yang dibentuk akan selalu lebih kecil daripada true dip. Proyeksi stereografi dapat membantu kita didalam menganalisis struktur.permasalahan yang berhubungan dengan geometri struktur geologi. menginterpretasikan plunge dari sebuah lipatan. 3. Hasilnya akan berupa garis lengkung dengan azimuth N80oE. maka bidang ini digambarkan tegak lurus (kemiringan 90o). 2. . Setelah bidang digambarkan pada stereonet. Gambar diatas menunjukkan proyeksi stereografi dengan memakai jaring sama luas (Lambert Equal-Area atau Schmidt Net) Dip dan Apparent Dip Dip merupakan kemiringan suatu lapisan batuan.struktur geologi dan permasalahan. Hasilnya berupa sebuah lingkaran besar (great circle) dengan azimuth N50oE dan kemiringan 50o berarah SE.3D dari sebuah bidang dan sebuah garis didalam sebuah bidang yang datar (bidang ekuator dari low hemisphere) atau 2D.

Garis ini memberikan informasi azimuth dan plunge. Perpotongan tersebut ditandai oleh sebuah titik. Perpotongan tersebut menghasilkan sebuah garis yang diproyeksikan menjadi sebuah titik. Perpotongan 2 garis lengkung tersebut adalah kemiringan semunya. 5. Namun pada kenyataannya (ruang 3 dimensi) adalah sebuah garis perpotongan 2 bidang. Pada kasus ini plunge memberikan informasi kemiringan semunya. Didapat plunge = kemiringan semu = 31o Gambar diatas menggambarkan bidang dengan azimuth N50oE/50oSE dan bidang dengan azimuth N80oE. .4.

Sekilas penjelasan tentang salah satu kegunaan stereonet dalam memberikan solusi atas masalah struktur geologi. Informasi azimuth dan plunge dapat diketahui dari posisi titik tersebut. Macam-Macam Proyeksi Stereografis Proyeksi stereografis terdiri dari beberapa macam.yang dipakai adalah permukaan setengah bola bagian bawah ( lower hemisphere ). Informasi garis (azimuth/plunge) menunjukkan plunge 31o. Kenampakan oblique proyeksi garis pertemuan dua bidang menjadi sebuah titik pada bidang ekuator. Proyeksi stereografis dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan geometri berupa besaran arah dan sudut dalam analisa geomoetri struktur geologi karena proyeksi ini dapat menggambarkan geometri kedudukan atau orientasi bidang dan garis dalam bidang proyeksi yang digunakan. apa itu Proyeksi Stereografis? Menurut Ragan (1985). Untuk selanjutnya akan dibahas stereonet lebih lanjut. Lalu. Dengan demikian. Table menunjukkan informasi bidang (strike dan dip) dan garis (azimuth dan plunge). Plunge dalam kasus ini merupakan apparent dip dari bidang N50oE/50oSE jika dilalui oleh sebuah bidang dengan azimuth N80oE. proyeksi stereografis adalah gambaran dua dimensi atau proyeksi dari permukaan sebuah bola sebagai tempat orientasi geometri bidang dan garis. proyeksi stereografis adalah suatu metode proyeksi dengan bidang proyeksi berupa permukaan setengah bola. Biasanya. antara lain : .Gambar diatas menunjukkan kenampakan bidang dan garis secara oblique. Terima kasih semoga bermanfaat.

Polar Projection Pada proyeksi ini. 2. Hasil penggambaran pada bidang proyeksi disebut sebagai stereogram. 1. Hasil dari equal angle projection adalah Wulff Net. Proyeksi equal area merupakan proyeksi yang akan menghasilkan jarak titik pada bidang proyeksi yang sama dan sebanding dengan sebenarnya. tak jarang dibutuhkan kombinasi dari keempatnya untuk menghasilkan analisa geometri yang akurat dan lebih praktis. Hasil dari equal area projection adalah suatu stereogram yang disebut dengan Schmidt Net. . Equal Angle Projection Proyeksi ini pada dasarnya memproyeksikan setiap titik pada permukaan bola ke bidang proyeksi pada suatu tutuk zenith yang terletak pada sumbu vertikal melalui pusat bola bagian puncak. baik unsur garis maupun bidang tergambar sebagi suatu titik. Polar Net ini diperoleh dari equal area projection. Stereogram dari proyeksi ortogonal disebut sebagai Orthographic Net 4. 3. Orthogonal Projection 4. Equal Area Projection Proyeksi ini lebih umum digunakan dalam analisis data statistik karena kerapatan hasil ploting menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Stereogram dari proyeksi kutub ini adalah Polar Net atau Billings Net. titik-titik pada permukaan bola akan diproyeksikan tegak lurus pada bidang proyeksi dan lingkaran hasil proyeksi akan semakin renggang ke arah pusat. Equal Area Projection 3. Orthogonal Projection Proyeksi ini merupakan kebalikan dari equal angle projection karena pada proyeksi ortogonal. Bidang-bidang dengan sudut yang sama akan digambarkan semakin rapat ke arah pusat. Equal Angle Projection 2.1. namun dalam analisa geometri struktur geologi. Polar Projection Masing-masing dari proyeksi stereografis ini memiliki ciri dan hasil proyeksi yang berbeda-beda.

8. Diketahui 2 bidang lapisan dengan strike dip N 30° E / 40° dan N 50° W / 20°. Tentukan strike dan dip nya 7. Tentukan sudut yang dibentuk antara bidang N 30°E / 40° dan dan N 50° W / 20° Proyeksi Stereografi. Gambarkan struktur garis 30° / N 90° E 2.  Stereography Projection (Proyeksi Stereografi) 1. Tentukan kedudukan 2 garis potong bidang dan rake-nya. harus menggunakan Schmidts Net. Gambarkan garis dengan trend N 70° E pada bidang N 90° E / 30° 4. Dalam proyeksi . hal 93). Tentukan rake dan plunge-nya 5. Tentukan apparent dip pada bidang N 60° E / 50° pada arah N 100° E 6.sehingga apabila ingin mendapatkan proyeksi bidang dari suatu titikpada Polar Net. Pada suatu lapisan terdapat 2 apparent dip yaitu 30° / N 40° W dan 25° / N 50° E. dan Schmidt Net. Gambarkan struktur bidang N 90° E / 30° 3. Pengertian Proyeksi Stereografi Sebuah proyeksi yang memproyeksikan poin pada permukaan bola dari lingkup kutub utara ke titik dalam bidang bersinggungan dengan kutub selatan (Coxeter 1969. Contoh Soal : 1.

Proyeksi didefinisikan pada seluruh wilayah. Demikian pula. dan biarkan M sisa bola. φ dipahami memiliki nilai π apabila R = 0. dan garis ini memotong Bidang datar z = 0 dalam tepat satu titik P „. Kegunaan Proyeksi stereografi dalam struktur geologi Para peneliti di struktur geologi prihatin dengan orientasi dari Bidang datar dan baris untuk sejumlah alasan. jika:    P adalah titik pada bola. 1) menjadi “kutub utara”. proyeksi dan invers perusahaan Proyeksi stereografik berkaitan dengan inversi Bidang datar dengan cara yang sederhana. tidak menjaga jarak atau bidang angka. Dalam koordinat Cartesian (x. Apabila didefinisikan.yang memproyeksikan bola ke sebuah bidang datar . P ‘adalah gambar dari P dalam proyeksi stereografik dengan titik proyeksi N dan P “adalah gambar dari P dalam proyeksi stereografik dengan proyeksi titik S. Θ) di Bidang datar. Biarkan N = (0. proyeksi dilakukan oleh komputer atau dengan tangan menggunakan jenis khusus dari kertas grafik disebut stereonet atau Wulff net dan Schmidtt Net. yang “khatulistiwa” adalah persimpangan lingkup dengan Bidang datar ini. y. Dalam koordinat silinder (r. 0 ≤ φ ≤ π. θ. proyeksi stereografik adalah cara membayangkan bola sebagai Bidang datar. proyeksi dan invers yang diberikan oleh rumus Dalam koordinat bola (φ. ada banyak cara untuk menulis ulang formula ini menggunakan identitas trigonometri . z) pada bidang dan (X. Y) di Bidang datar. proyeksi dan invers adalah Di sini. Cara Kerja Proyeksi Stereografi Di bola tiga dimensi R-3 adalah himpunan titik (x. yang ‘kutub selatan’ S. z) sedemikian rupa sehingga x 2 + y 2 + z 2 = 1. Untuk setiap titik P di M. artinya mempertahankan sudut . 0 ≤ θ ≤ π 2) dan koordinat polar (R. θ) pada bidang (dengan φ pada sudut zenith . Hal ini tidak isometrik: artinya. Misalkan P dan Q adalah dua titik pada bola dengan proyeksi P „dan Q‟ di Bidang datar. Dalam prakteknya. pemetaan yang halus dan bijektif . z) pada bola dan koordinat kutub (R. Bidang datar z = 0 berjalan melalui pusat sphere. foliasi dari batu adalah struktur planar yang sering berisi struktur linier yang disebut Lineasi . kecuali pada satu titik – titik proyeksi. dan θ yang azimut . maka P „dan P “adalah gambar inversive satu sama lain dalam lingkaran satuan. dengan beberapa aturan yang harus diikuti. Juga. 3. Hal ini konformal . Secara intuitif. tapi tidak ‘a’ N kutub utara dan bukan nya antipoda . Kemudian P „dan Q‟ adalah gambar inversive satu sama lain dalam gambar lingkaran khatulistiwa jika dan hanya jika P dan Q adalah cerminan dari satu sama lain dalam bidang ekuator. y. sebuah kesalahan Bidang datar adalah struktur planar yang . Tentukan proyeksi stereografik P menjadi titik P „di Bidang datar. Θ) di Bidang datar. 2. ada garis yang unik N dan P. Dengan kata lain. 0.

bayangkan Bidang datar satu set bersinggungan dengan bola di beberapa titik S pada bola. -1) pada bidang unit . Tidak seperti kristalografi. z) pada bidang dan (X. 0. Ini adalah titik diproyeksikan. The antipoda S dikeluarkan dari proyeksi karena lingkaran yang diperlukan tidak unik. Kemudian proyeksi mengirim P ke titik P „pada bidang yang merupakan jarak d dari S. Θ) di Bidang datar. Yang sama-area yang lebih rendah-proyeksi belahan bumi ditentukan oleh azimut sama-daerah proyeksi Lambert juga digunakan. yang adalah himpunan titik (x.  Ø Lambert Equal Area (schmidtt net) Defenisi Lambert equal area atau schmidtt net digunakan untuk memproyeksikan peta kesamaan daerah dalam proyeksi stereografi A cross sectional melihat lingkup dan Bidang datar bersinggungan dengan di titik S. y. dan didefinisikan pada bola dengan jari-jari lain dari 1. Lihat gambar. Untuk membuat ini lebih tepat. peta dan invers yang diberikan oleh Proyeksi dapat berpusat pada titik-titik lainnya. θ. melewati P. Pertimbangkan proyeksi berpusat di S = (0. Biarkan d menjadi jarak antara S dan P dalam dimensi ruang tiga (bukan jarak sepanjang permukaan bola). Untuk menentukan azimut proyeksi Lambert. θ) pada bidang (dengan φ dan θ zenit azimut) dan koordinat polar (R. peta dan invers yang diberikan oleh [5] Dalam koordinat silinder (r. Y) di Bidang datar.mungkin berisi struktur linier seperti slickensides . Seperti dalam kristalografi. Θ) pada disk. z) pada bola dan koordinat kutub (R. menggunakan rumus yang sama. terutama ketika plot harus dikenakan analisis statistik selanjutnya seperti kepadatan contouring . z) dalam ruang tiga dimensi sehingga x 2 + y 2 + z 2 = 1. . ada yang unik lingkaran berpusat di S. Misalkan P akan ada titik pada bola selain antipoda S. dan tegak lurus ke Bidang datar. Orientasi ini garis dan Bidang datar pada berbagai skala dapat diplot dengan menggunakan metode-metode Visualisasi garis dan Bidang datar bagian atas. proyeksi dan inversenya kemudian dijelaskan oleh Dalam koordinat bola (φ. [5] formula eksplisit diperlukan untuk melakukan proyeksi pada komputer . marilah P „menjadi lebih dekat ke P. Ini memotong Bidang datar di dua titik. belahan bumi selatan digunakan sebagai ganti dari utara (karena struktur geologi di bawah permukaan terletak pertanyaan bumi). Dalam konteks ini proyeksi stereografik sering disebut sebagai menurunkan proyeksi belahan bumi-sama-sudut. Bidang datar biasanya diplot oleh tiang mereka. Dalam koordinat Cartesian (x. y. Kasus S merosot. Setiap titik pada bidang (kecuali antipoda) adalah diproyeksikan untuk Bidang datar sepanjang busur lingkaran berpusat pada titik singgung antara lingkungan dan Bidang datar. sepanjang lingkaran 0 jari-jari. S diproyeksikan pada dirinya sendiri.

1 Proyeksi Peta secara Umum Berdasarkan bidangnya. Setelah sudut ini diketahui. (0 1 )).321. 3. bayangkan bahwa kita memiliki dua salinan pada kertas tipis. proyeksi silinder. Misalkan kita ingin plot titik (0. kebanyakan mereka tidak berpotongan pada sudut kanan di Schmidt Net. untuk membawanya kembali ke keselarasan dengan Net bawah. Kedua sektor memiliki wilayah yang sama di lingkungan dan daerah yang sama pada lingkaran. sudah umum untuk menggunakan kertas grafik. proyeksi azimuth normal adalah proyeksi menyinggung bola bumi bagian kutub apabila menyinggung bola bumi diantara equator dan kutub proyeksi disebut proyeksi oblique. Titik hanya ditandai ini kemudian proyeksi yang kita inginkan. yang disebut Stereo Net atau Wulf net dan Schmidt Net. -0. satu di atas yang lain. dan kemudian proyeksikan kurva ini ke lingkaran. Namun. Untuk contoh penggunaan Schmidt Net. Dalam gambar.766) di belahan unit yang lebih rendah.557. . Proyeksi Stereografi Dan Proyeksi Kutub 2. dibagi menjadi 3 yaitu proyeksi Azimut atau Zenithal. 0. jika sillindernya menyinggung bola bumi ekuator disebut proyeksi normal. Dan yang menyinggung bola bumi bagian equator disebut proyeksi azimut transversal. dan proyeksi kerucut. 2. tanda titik pada tepi Net yaitu 60 ° berlawanan arah jarum jam dari titik (1. a. Proyeksi azimut / zenithal adalah bidang proyeksi yang menyinggung bola pada kutub. tanda titik yang 50 ° menuju pusat dari titik itu.Cara Kerja Schmidt Net Proyeksi Lambert azimut dapat dilakukan oleh komputer menggunakan rumus eksplisit seperti dijelaskan diatas. Properti sudut-distorsi bisa dilihat dengan memeriksa garis-garis grid. Putar Net atas malah untuk bagaimana hal itu diputar sebelumnya. ada empat langkah: 1. 4. b. Menggunakan garis-garis grid di internet bawah.proyeksi sillinder transversal adalahsillindernya menyinggung bola bumi dikutub apabila sillindernya menyinggung bola bumi diantara ekuator dan kutubdisebut proyeksi oblique. untuk grafik dengan tangan formula ini yang berat. Menggunakan garis grid. bagian baru daerah-proyeksi tersebut dapat dilihat dengan membandingkan sektor grid dekat pusat Net dengan satu di ujung kanan yang Net. Untuk membuat kertas grafik. 0) di internet bawah. Pertama tempatkan grid paralel dan meridian di belahan bumi. Proyeksi sillinder adalah bidang proyeksi yang menyinggung bola bumi pada lingkaran tertentu. yang berjarak 10 ° terpisah pada gambar di sini. 0) (atau 30 ° searah jarum jam dari titik. selaras dan ditempelkan di pusat bersama mereka. Putar Net atas sampai titik ini sejalan dengan (1. dirancang khusus untuk tugas tersebut. melainkan. Titik ini terletak pada baris yang berorientasi 60 ° berlawanan dari sumbu x positif (atau 30 ° searah jarum jam dari sumbu-y positif) dan 50 ° di bawah bidang horizontal z = 0.

c. Pada Proyeksi Stereografi langkah-langkah pengerjaan yang harus dilakukan yaitu. -Proyeksi Oronteusfinnaeus Merupakan proyeksi hasil karya dari oroteus finaeus yang sampai sekarang terus menjadi misteri. Canhill merupakan orang yang pertama kalinya menemukan proyeksi tersebut. -Waterman Butterfly Projection Benhard J.S. menunjukkan proyeksi peta dalam bentuk garis lurus kathulistiwa dengan garais melengkung dengan meridian digunakan untuk memetakan tropis latitude. Jadi jarak antara lingkaran paralel tergambar semakin membesar ke arah luar. Proyeksi kerucut adalah kerucut yang menyinggung lingkaran paralel.Proyeksi kerucut normal adalah sumbu kerucut berimpit dengan sumbu bumi apabila sumbu kerucut tegak lurus dengan sumbu bumi disebut proyeksi kerucut transversal. sanson flamsteed atau mercator equal – area projection.Proyeksi Globe dari irisan globe Proyeksi Globe adalah proyeksi kartografi yang berasal dari bola bumi yang apabila diris menjadi beberapa bagian akan terbentuk irisan globe. menurut sejarah. Macam-Macam Proyeksi -Proyeksi Sinusoidal (Peta Homolografik) Merupakan jenis proyeksi peta yang serupa dengan irisan kulit jeruk.Cara penggambaran unsur struktur dengan jaring stereografi Meredian (Wulfnett) : . proyeksi ini dahulu disebut dengan ‘analemma’ yang pertama kali menemukan adalah Albrecht Duner. dan proyeksi kerucut oblique jika menyinggung bola bumi antara kutub dan equator. atau juga nama lainnya yaitu peta homolografik. -Proyeksi Stereografi Proyeksi stereografi merupakan metode pendeskripsian geometri yang mampu menunjukkan hubungan antara ‘besar sudut’ dan ‘kedudukan’ dari garis atau bidang. karena pada zaman itu belum ada yang pernah ke benua termuda yaitu benua antartika namun beliau dapat mengetahui ada daerah yang selama ini ditutupi oleh salju abadi. . -Proyeksi Azimuthal Stereografik Titik sumber proyeksi di kutub berlawanan dengan titik singgung bidang proyeksi dengan kutub bola bumi. -Proyeksi Fuller (Proyeksi Dymaxion) Merupakan proyeksi diatas permukaan polihedron yang dibuat oleh Buckminster Fuller karena itu Proyeksi ini sering disebut dengan Proyeksi Fuller.

S. Pemilihan proyeksi tergantung pada bentuk. E. 3. Letakkan kalkir di atas jaring dan gambarkan lingkaran luarnya. Stereogram bidang yang dimaksud dapat di lihat bila Utara kalkir berhimpit dengan Utara net. Putar kalkir sehingga jurus berhimpit dengan jurus Utara-Selatan dimana titik utama jaring berhimpit dengan harga jurusnya. Sebagian dampak kompromi tersebut. luas dan letak daerah yang dipetakan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa dalam membuat peta kita hanya dapat menggambar beberapa bagian permukaan bumi. Gambarkan jurus melalui pusat lingkaran sesuai harga jurusnya. Masingmasing proyeksi mempunyai kelebihan dan kelemahan sesuai dengan tujuan peta dan bagian mukabumi yang digambarkan. 5. Untuk dapat membuat peta yang meliputi wilayah yang lebih luas atau bahkan seluruh permukaan bumi. kemampuan menganalisis dan menginterpretasikan data yang selanjutnya akan diterapkan dalam penelitian geologi. ciri-ciri tertentu/ciri asli yang akan dipertahankan. Gambarkan garis lengkung merediannya sesuai dengan besarnya kemiringan dengan ketentuan 00 dipinggir dan 900 di pusat lingkaran. sebagai calon ahli geologi dituntut untuk penguasaan pengetahuan dasar geologi. 2. Untuk dapat membuat peta yang meliputi wilayah yang lebih luas atau bahkan seluruh permukaan bumi kita harus mengadakan kompromi antara ketiga syarat di atas. maka Kita dituntut harus tepat dalam memilih proyeksi yang digunakan. .1. didasarkan pada hukum-hukum alam. keluarlah bermacam-macam jenis proyeksi peta. W dan pusat lingkaran. 4. Beri tanda N. Bila diminta untuk memetakan seluruh permukaan bumi. -Proyeksi Kutub Aplikasi ilmu geologi dalam pengolahan sumber daya alam.