You are on page 1of 19

PERLINDUNGAN PENYAKIT AKIBAT KERJA BAGI TENAGA KERJA DI INDONESIA

1. 2.

3.

Nama anggota : Gilang Adi Purnomo Dwi Kurnia Rahmani Lalu Jefri Yoan Hasri

Kondisi tersebut mencerminkan kesiapan daya saing perusahaan Indonesia di dunia internasional masih sangat rendah. Filipina dan Thailand. Malaysia. Pada tahun 2005 Indonesia menempati posisi yang buruk jauh di bawah Singapura. Kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Indonesia secara umum diperkirakan termasuk rendah. .

. Dalam pasal 86 UU No.13 tahun 2003. dinyatakan bahwa setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat serta nilai-nilai agama.

dan dapat meningkatkan derajat kesehatan.Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) Adalah bagian dari usaha kesehatan masyarakat yang ditujukan kepada masyarakat pekerja. . masyarakat sekitar perusahaan dan masyarakat umum yang menjadi konsumen hasil produksi perusahaan tersebut sehingga dapat terhindar dari penyakit atau gangguan kesehatan yang diakibatkan pekerjaan dan lingkungan pekerjaan.

pemberantasan penyakit dan kecelakaan akibat kerja Pemeliharaan dan peningkatan kes naker Perlindungan masy sekitar perusahaan dari bahaya pencemaran yang berasal dari perusahaan .Kegiatan-Kegiatan Hyperkes • • • Pencegahan.

jantung dll) Keadaan gizi pekerja yang kurang baik Lingkungan kerja yang kurang menunjang peningkatan produktivitas(suhu.penerangan.ventilasi.Masalah Kesehatan Kerja yang Menurunkan Produktivitas Kerja • • • • • Penyakit-penyakit umum yang diderita pekerja( TBC.kelembaban.dll) Kesejahteraan tenaga kerja yang kurang memadai Fasilitas kesehatan perusahaan masih kurang .

.Tingkat-Tingkat Pencegahan Gangguan Kesehatan dan Kecelakaan Akibat Kerja 1. Peningkatan Kesehatan (Health Promotion) • Pendidikan kesehatan kepada pekerja • Peningkatan dan perbaikan gizi pekerja • Perkembangan kejiwaan pekerja yang sehat • Penyediaan perumahan pekerja yang sehat • Rekreasi bagi pekerja • Penyediaan tempat dan lingkungan kerja yang sehat • Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja • Perhatian terhadap faktor-faktor keturunan.

Perlindungan Khusus (Specific Protection) • Pemberian imunisasi • Hygiene kerja yang baik • Sanitasi lingkungan kerja yang sehat • Perlindungan diri terhadap bahaya-bahaya pekerjaan • Pengendalian bahaya akibat kerja agar dalam keadaan aman • Perlindungan terhadap faktor karsinogen • Menghindari sebab-sebab alergi • Perserasian manusia (pekerja) dengan mesin .2.

3. Diagnosa Dini dan Pengobatan yang Tetap (Early Diagnosis and Promptreatment): • Mencari tenaga kerja baik perorangan atau kelompok terhadap gangguan-gangguan penyakit tertentu • General ceck up secara teratur terhadap pekerja dengan tujuan : – – – Mengobati dan mencegah proses penyakit Mencegah penularan penyakit Mencegah komplikasi • Penyaringan .

4. 5. Pemulihan (Rehabilitation) • Latihan dan pendidikan untuk melatih kemampuan yang ada • Pendidikan masyarakat untuk menggunakan tenaga cacat • Penempatan tenaga cacat secara selektif • Terapi kerja di rumah sakit • Menyediakan tempat kerja yang dilindungi. Pencegahan Kecatatan (Disability Limitation) • Pengobatan yang adekuat untuk mencegah dan menghentikan proses penyakit • Perawatan yang baik • Penyediaan fasilitas untuk membatasi kecacatan dan mencegah kematian. .

penyakit saluran pernapasan (TBC.Penyakit Akibat Kerja • • • Definisi Penyakit akibat kerja adalah setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja. Penyakit akibat kerja dapat dicegah Berat ringannya penyakit yang disebabkan tergantung dari jenis dan tingkat penyakitnya.penyakit endokrin( DM. struma ) • • . Penyakit ini dapat menyerang berbagai system tubuh : . bronkopneumonia) . Penyakit yang Bukan Disebabkan Pekerjaan Penyakit-penyakit umum yang terjadi pada pekerja dan tidak berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan. miokard infark) .penyakit cardiovascular( miokarditis.

Penyakit Akibat Kerja 1. Fisik • Kebisingan (ggn telinga) • Getaran (Angioneurosis) • Suhu Tinggi (Bintik merah. mandul) • Sinar UV (konjugtivitis ) • Sinar Infra merah (katarak) . kelelahan.kejang) • Suhu Rendah (radang dingin) • Cahaya ( ggn/kerusakan mata) • Radiasi (Ca.

Kimia • Debu organik (silikon.2. sikap tubuh. keracunan) 3.acrilic. dsb) • Timah hitam (Pb) • Air raksa (merkuri) • Pestisida • Gas (iritan. Psikologis(hub kerja tak baik. kelelahan) luka.semangat kerja turun. fraktur.trauma fisik 5. Biologi/infeksi  penyakit kulit 4.pekerjaan monoton.produktivitas turun . Fisiologi(kesalahan konstruksi mesin.asbes.upah rendah) stress  gairah kerja turun.mudah tjd kecelakaan.

2.Upaya-Upaya Pencegahan Penyakit Akibat Kerja 1. Ventilasi Umum Yaitu mengalirkan udara sebanyak-banyaknya menurut perhitungan kedalam ruang kerja. Substitusi Yaitu mengganti bahan-bahan yang berbahaya dengan bahan-bahan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali. . yaitu kadar pada nilai ambang batas. agar bahan-bahan yang berbahaya ini lebih rendah dari kadar yang membahayakan.

Isolasi Adalah dengan cara mengisolasi proses perusahaan yang membahayakan. agar bahan-bahan yang berbahaya dari tempat tersebut dapat dialirkan keluar. Ventilasi Keluar Setempat Adalah alat yang dapat mengisap udara dari suatu tempat kerja tertentu. .3. 4. sehingga kegaduhan yang disebabkannya menurun dan tidak menjadi gangguan pada pekerja. misalnya isolasi mesin yang hiruk pikuk.

Dapat dilakukan setiap 1x 6 bulan. 6. kacamata. 1x setahun atau sesuai dengan kebutuhan. Pemeriksaan Sebelum Bekerja Yaitu pemeriksaan kes pada calon pekerja untuk mengetahui apakah calon pekerja tersebut sesuai dgn pekerjaan yang akan diberikan ( fisik. mental). sarung tangan. Pakaian / Alat Pelindung Alat pelindung dalam pekerjaaan dapat berupa ear plug. 7. Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala Adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala terhadap pekerja. apakah ada gangguan kesehatan yang timbul akibat pekerjaan yang dilakukan. masker. helm. . sepatu atau pakaian khusus yang didesain untuk pekerjaan tertentu.5.

sehingga pekerja tetap waspada dalam melaksanakan pekerjaannya. . Penjelasan Sebelum Bekerja Penjelasan pekerjaan sebelum bekerja bertujuan agar pekerja mengetahui dan mematuhi peraturanperatauran. 9.8. sehingga dalam bekerja lebih hati-hati dan tidak terkena penyakit-penyakit akibat pekerjaan. Pendidikan Kesehatan Pendidikan kesehatan kepada pekerja sangat penting untuk keselamatan dalam bekerja.

Lingkungan kerja yang sehat meliputi : – – – – Penerangan tempat bekerja Ventilasi udara yang cukup Penataan dan disain tempat kerja yang baik Pengaturan suhu udara ruangan memenuhi standar .Lingkungan Kerja yang Sehat Lingkungan pekerjaan memenuhi syarat kesehatan  pekerja merasakan kenyamanan dalam melakukan aktifitas kerja  meningkatkan gairah dan semangat kerja  meningkatkan produktivitas kerja.