You are on page 1of 8

V. PEMBIBITAN TANAMAN TEMULAWAK A. Pendahuluan 1.

Latar Belakang Tanaman berkhasiat obat sekarang ini banyak ditanam dan dibudidayakan oleh para petani. Hal ini disebabkan karena kebutuhan akan tanaman berkhasiat obat semakin meningkat. Peningkatan ini disebabkan karena tanaman obat diyakini memiliki khasiat yang tidak kalah dengan obat dengan bahan kimia. Tanaman obat memiliki efek samping yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan obat yang berbahan kimia. Pola hidup masyarakat yang berubah juga menjadi alasan mengapa tanaman berkhasiat obat banyak ditanam dan dibudidayakan. Salah satu tanaman obat yang sering digunakan sebagai bahan baku membuat obat tradisional ini adalah temulawak. Tanaman ini memiliki berbagai macam khasiat seperti meningkatkan nafsu makan anti kolesterol anti inflamasi anemia anti oksidan pencegah kanker dan anti mikroba. Temulawak merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. !awasan "ndo#$alaysia merupakan tempat dari mana temulawak ini menyebar ke seluruh dunia. Saat ini tanaman ini selain di %sia Tenggara dapat ditemui pula di &ina "ndo&ina Bardabos "ndia 'epang !orea di %merika Serikat dan Beberapa negara (ropa. Tanaman ini ditanam secara kon)ensional dalam skala kecil tanpa memanfaatkan teknik budidaya yang standard karena itu sulit menentukan dimana sentra penanaman temulawak di "ndonesia. Hampir di setiap daerah pedesaan terutama di dataran sedang dan tinggi dapat ditemukan temulawak terutama di lahan yang teduh. Praktikum acara pembibitan tanaman temulawak ini memberikan banyak manfaat yang bisa diambil oleh mahasiswa sebagai praktikan dengan mengetahui pengaruh berat rimpang terhadap pertumbuhan bibit temulawak maka proses produksi

**

Tinjauan Pustaka Temulawak dapat diperbanyak secara )egetatif dengan rimpang# rimpangnya baik rimpang induk maupun anakan 4rimpang cabang5.. Pembibitan Tanaman Temulawak ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat rimpang terhadap pertumbuhan bibit tanaman temulawak *.+ /o)ember +. pukul . "nduk rimpang digunakan bila dipakai sebagai bibit dapt . Sedapat mungkin setiap bagian rimpang mengandung +#* mata tunas.1.0.#1+ bulan5 dan sehat lalu dibongkar untuk diambil rimpangnya dan dibersihkan dari akar#akar maupun tanah yang menempel.*7 tanaman temulawak menjadi lebih efektif efisien dan hasilnya akan lebih optimal..85.# 7... B. +. -aktu dan Tempat Praktikum Praktikum acara . -"B yang bertempat di 1reen House 2akultas Pertanian 3ni)ersitas Sebelas $aret Surakarta. Suhu yang dikehendaki tanaman Temulawak adalah +9°& #*.. m dpl dan curah hujan rata#rata berkisar +9. Bulan yang cocok untuk menanam Temulawak yaitu awal musim hujan 4<ktober#/opember5. 6impang induk dibelah menjadi 7 bagian. 3ntuk bibit temulawak dapat dimanfaatkan rimpang cabang maupun rimpang induk.5.. 180. Temulawak dibiakkan dengan memecah rumpun atau menanam akar tinggal yang bertunas 4Harris 6uslan. Tujuan Praktikum Praktikum acara . 3ntuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal tanaman Temulawak menghendaki .. Selanjutnya rimpang dipecah dan dipisahkan antara rimpang induk dan rimpang cabangnya. 4%nonim +..°&.#8 bulan basah.. $ula# mula dipilih rumpun yang berumur tua 41.. Tanaman temulawak paling cocok ditanam pada tanah yang subur gembur dan banyak mengandung humus serta berintegrasi secara baik yaitu dengan ketinggian kurang lebih +. mm: tahun.#8. $enyiapkan bibit dari rimpang induk memerlukan penanganan khusus. Pembibitan Tanaman Temulawak ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal .

Bahan dan Cara Kerja 1. Penyiangan pertama dilakukan sat tanamaan berumur +#7 minggu. 'arak waktu pembunbunan dapat diatur agar rimpang yang terbentuk optimal 4$uhlisah 18885. BahanB a. Bahan tanam B bibit tanaman Temulawak 4rimpang5 . 180. Pupuk organik 4pupuk kompos5 b. pisau +. Timbangan d. C. Bagian yang berkhasiat dari temu lawak adalah rimpangnya yang mengandung berbagai komponen kimia di antaranya @at kuning kurkumin protein pati dan minyak atsiri. Pembubunan dilakukan pertama kali saat tanaman rumpun. pembunbunan dapat dilakukan +#* kali. %lat a.*9 menghasilkan rimpang pada umru 0#1+ bulan. Pati salah satu komponen terbesar temu lawak sering disebut sebagai pati yang mudah dicerna sehingga disarankan digunakan sebagai makanan bayi. Polybag c. cm sebagai pelindung dapat dimanfaatkan tanaman %l bi@@ia lamtoro atau 1lyricidia malulata 46ismundar 18005. 6umput atau gulma perlu dicabut. Alat. =i lahan yang cerul tanahnya tanaman temulawak tidak memerlukan pembuatan guludan. !andungan ?anthori@ol dan kurkumin ini yang menyebabkan temulawak sangat berkhasiat 4Taryono et al. Sebaliknya cabang rimpang dapat menghasilkan cukup baik setelah berumur + tahun. $inyak atsirinya mengandung senyawa phelandren kamfer borneol sineal ?anthorhi@ol.5.?>. 'arak tanam temulawak >. Tanaman yang sudah tumbuh perlu dilakukan perawatan agar mampu berproduksi dengan baik. Tanah c. Selanjutnya penyiangan dapat gulma membentuk dilakukan *#> minggu sekali tergantung pada kondisi =alAam satu masa pertanaman Temulawak yang tumbuh. &etok b.

asil Pen!a"atan dan Pe"#ahasan 1.*> *. &ara !erja a. d. D. > 09 79 >1 + SumberB 6ekapitulasi =ata !elompok Tabel 9. $enyiapkan bibit temulawak dengan berat +. $enyemaikan ditempat teduh kemudian menanamnya setelah muncul tunas. $enanam bibit temulawak sesuai perlakuan. e. 8. gr 1 1 1 1 1 +9 gr # 1 1 1 1 *. gram +9 gram *. $emelihara bibit temulawak pada media semai dan menjaga kelembaban media. $embuat media semai dengan bahan yang tersedia dan basahi dengan air secukupnya. gr ..* =ata 6ekapitulasi Pengamatan 'umlah =aun Tanaman Temulawak Perlakuan 'umlah =aun 6ata#rata . gr 1 1 1 1 1 SumberB 6ekapitulasi =ata !elompok Tabel 9.9 111 0+ 90 01 9 *. b. Hasil Pengamatan Tabel 9. c.1 =ata 6ekapitulasi Pengamatan 'umlah Tunas Tanaman Temulawak 'umlah Tunas Perlakuan 3langan 6ata#rata 1 + * 7 +.7 9 7.+ =ata 6ekapitulasi Pengamatan Panjang Tunas Tanaman Temulawak Panjang Tunas 4cm5 6ata#rata Perlakuan 3langan 4cm5 1 + * 7 +. 9 >1 0 +9 gr . . gram. gr *. 9.

Selain itu juga dilakukan perbandingan terhadap pertumbuhan bibitnya dari masing# masing perlakuan. Seperti daun rimpang buah ataupun batang. gr 9 > +9 gr * 9 *. Sedangkan untuk panjang tunasnya pada perlakuan berat rimpang +. =alam praktikum kali ini perbanyakan tanaman temulawak dilakukan dengan menggunakan bagian rimpang baik berupa rimpang induk 4rimpang utama5 maupun rimpang anakan 4rimpang cabang5. Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi mata tunas menghadap ke atas. gram rata#ratanyaa sama yaitu muncul 1 buah mata tunas. Pada perlakuan berat rimpang +9 . Pembahasan * 9 7 7 7 9 8 1> 9 9 > Tanaman berkhasiat obat dapat diambil dari berbagai macam simplisia. #1+ bulan. gram memiliki rata#rata panjang tunas sebesar >1 0 cm. =ari hasil praktikum ini diperoleh hasil bahwa jumlah tunas pada masing#masing perlakuan berat rimpang temulawak +. =imana setiap perlakuan dilakukan 7 kali ulangan dan akan diambil rata rata dari ulangan#ulangan tersebut. gram +9 gram dan *. 3langan 1 + +. gr 7 1 SumberB 6ekapitulasi =ata !elompok +. Berat rimpang yang digunakan dalam praktikum ini yaitu +. gram. Penanaman bibit temulawak ini dilakukan dengan menimbun rimpang di dalam tanah pada tempat teduh meyiraminya dengan air bersih setiap pagi:sore hari sampai keluar tunas. 6impang untuk bibit diambil dari tanaman tua yang sehat berumur 1. $edia tanam yang digunakan pada pembibitan rimpang temulawak yaitu tanah dan bahan organik. gram +9 gram dan *. cm. Setelah itu bibit ditimbun dengan tanah dengan kedalaman sekitar 1.*. =alam proses budidayanya tanaman berkhasiat obat juga dapat direbanyak melalui cara generatif ataupu cara )egetatif seperti stek 4stek batang ataupun stek rimpang5.

Pembibitan temulawak terlihat dengan adanya munculnya tunas baru panjang tunas dan munculnya daun baru. Sehingga dapat diketahui bahwa jumlah daun terbanyak terdapat pada perlakuan berat rimpang *. . Sedangkan pada perlakuan berat rimpang +. !eberhasilan dari pembibitan temulawak ini terlihat dengan adanya munculnya tunas baru pertumbuhan panjang tunas dan munculnya daun baru. Sedangkan panjang tunas terendah terdapat pada perlakuan berat rimpang *. Hal#hal yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembibitan tanaman temulawak ini diantaranya dapat disebabkan karena kualitas bibit atau rimpang temulawak yang digunakan. gram memiliki rata#rata panjang tunas sebesar >1 + cm. gram yaitu rata#rata panjang sebesar >1 + cm. Sedangkan untuk perlakuan berat rimpang *. gram yaitu dengan rata#rata sebesar 01 9 cm. gram yaitu sebanyak > helai. =ari hasil tersebut dapat diketahui bahwa panjang tunas tertinggi terdapat pada perlakuan berat rimpang +. 3ntuk perlakuan berat rimpang +9 gram memiliki rata#rata jumlah daun sebanyak 9 helai. !ualitas bibit sangat menentukan keberhasilan dalam pembibitan. gram memiliki rata#rata jumlah daun sebanyak 9 helai. 3ntuk banyaknya jumlah daun pada pertumbuhan tanaman temulawak ini pada perlakuan berat rimpang +. Kesi"$ulan =ari praktikum acara Pembibitan Tanaman Temulawak ini dapat diambil beberapa kesimpulan diantaranyaB a. !eberhasilan ini terjadi secara tidak optimal. gram dan +9 gram mempunyai rata#rata jumlah daun yang sama yaitu sebanyak 9 helai. $edia tanam yang baik untuk pertumbuhan rimpang temulawak dan perawatan yang baik mencakup pengairan yang cukup dalam keadaan !apasitas Lapang serta berat rimpang yang digunakan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit. =an untuk perlakuan berat rimpang *.*0 gram memiliki rata#rata panjang tunas sebesar 01 9 cm. E. gram memiliki rata#rata sebanyak > helai daun.

'umlah tunas pada masing#masing perlakuan berat rimpang temulawak +. gram +9 gram dan *.id =iakses pada tanggal *1 =esember +.go. Pada perlakuan berat rimpang +. e. Baik dari segi kualitas maupun dari segi berat rimpangnya.1. +. balitroClitbang. DA%TA& PU'TAKA %nonim. !eberhasilan pembibitan ini terjadi secara tidak optimal..deptan. gram rata#ratanyaa sama yaitu muncul 1 buah mata tunas c. Hal#hal yang berpengaruh dalam keberhasilan pembibitan tanaman temulawak adalah bibit awal atau rimpang temulawak yang digunakan. gram dan +9 gram mempunyai rata#rata jumlah daun yang sama yaitu sebanyak 9 helai. gram yaitu dengan rata#rata sebesar 01 9 cm. -"B. d.*8 b.. 'umlah daun terbanyak terdapat pada perlakuan berat rimpang *. . g. f.. gram yaitu sebanyak > helai.8. Panjang tunas terendah terdapat pada perlakuan berat rimpang *. Panjang tunas tertinggi terdapat pada perlakuan berat rimpang +. Status Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Tanaman Kunyit dan Temulawak Sebagai Penghasil Kurkumin. pukul 17. gram yaitu rata#rata panjang sebesar >1 + cm.

$. %empah&%empah Komoditi !kspor 'ndonesia. Sinar Harapan.7. Temu Temuan dan !mpon Man#aatnya $. Harris 6uslan. Tanaman Minyak Atsiri . $uhlisah 2au@iah. 1800. (disi !husus Ballittro.#9>. * 415 A7. 6ahmat S dan %. 1888. Temulawak dan Hasil Olahannya. 'akarta. Dogyakarta. 'akarta. Taryono. !oswara Sutrisno. !anisius. 1889. Penebar Swadaya . Bandung. . Plasma (ut#ah Tanaman Temu& temuan. 180.. !mpon "Budidaya dan 6ismundar. Sinar Baru. Sardina 180. (..