You are on page 1of 4

INDAH TRI HANDAYANI 1102009139 KOTA BUKIT TINGGI PROFIL Kota Bukittinggi adalah salah satu kota di provinsi

Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia.[4] Bukittinggi sebelumnya disebut dengan Fort de Kock dan dahulunya pernah dijuluki sebagai Parijs van Sumatra selain kota Medan.[5] Kota ini merupakan tempat kelahiran beberapa tokoh pendiri Republik Indonesia, di antaranya adalah Mohammad Hattadan Assaat yang masing-masing merupakan proklamator dan pejabat presiden Republik Indonesia. Selain sebagai kota perjuangan, Bukittinggi juga terkenal sebagai kota wisata yang berhawa sejuk, dan bersaudara (sister city) dengan Seremban di Negeri Sembilan, Malaysia. Seluruh wilayah kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Agam. Tempat wisata yang ramai dikunjungi adalah Jam Gadang, yaitu sebuah menara jam mirip Big Ben yang terletak di jantung kota sekaligus menjadi simbol bagi kota yang berada pada tepi sebuah lembah bernama Ngarai Sianok. ARTI LOGO

Moto : saayun salangkah Bentuk perisai segi lima, melambangkan bahwa kota Bukittinggi adalah merupakan salah satu daerah-daerah Kota otonom dalam lingkungan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang 1945 dan juga berarti pengabdian terhadap Bukittinggi sebagai nama asli yang bergengsi dan berkepribadi dan yang ditegakkan di atas pandam perkuburan “Stads Gemeente fort de Kock”. Perisai bersegi lima berwarna merah berpinggir hitam sekelilingnya melambangkan keberanian dan ketahanan. a. Bintang segi lima berwarna kuning melambangkan : Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Republik Indonesia. Dalam Negara Repulik Indonesia yang berdasarkan Pancasila ini telah tercakup Propinsi Sumatera Barat dan Kota Bukittinggi.  Jumlah garis-garis gambar pada lukisan lambang, melambangkan hari bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 – 8 1945 adalah sebagai berikut : 1. Jumlah dalamak penutup carano berjumlah 17 (tujuh belas)

2. Garis-garis terjal ngarai berjumlah 8 (delapan)

8% telah diperuntukan menjadi lahan budidaya. Kota ini berada pada ketinggian 909 – 941 meter di atas permukaan laut. Ngarai dilukiskan dengan garis putih miring beriak. Letak Geografis Kota Bukittinggi terletak pada rangkaian Bukit Barisan yang membujur sepanjang pulau Sumatera. dan dikelilingi oleh dua gunung berapi yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Marapi.24 km²). 82. 2. Lantai dan lenggel mesjid berjumlah 4 dan gonjong rumah adat dengan gobah mesjid berjumlah 5. sedangkan warna hijau melambangkan kesuburan tanah wilayah kota Bukittinggi.  Bukit dan ngarai melambangkan keadaan geografis wilayah Kota Bukittinggi dengan perincian sebagai berikut : 1. Warna garis putih dengan warna hijau dibelakangnya mengartikan bahwa ngarai tersebut adalah bersifat alamiah (asli) dan bukan ciptaan manusia dan melambangkan bahwa kota Bukittinggi mempunyai geografis yang permai. dan memiliki hawa cukup sejuk dengan suhu berkisar antara 16. Sementara dari total luas wilayah kota Bukittinggi saat ini (25. sedangkan sisanya merupakan hutan lindung.3.9 °C.1 – 24. . Bukit yang 27 (dua puluh tujuh) buah banyaknya diproyeksikan dengan lukisan 2 bukit pada bagian belakang dan 7 buah bukit dihadapannya yang melambangkan bahwa kota Bukittinggi berada dalam kawasa bukit yang berjumlah 27 buah.

Bukit Canggang. Bukit Campago. dengan memasukkan sebagian wilayah Kabupaten Agam ke dalam wilayah kota Bukittinggi. Sementara terdapat lembah yang dikenal juga dengan Ngarai Sianok dengan kedalaman yang bervariasi antara 75 . KEPENDUDUKAN PEMERINTAHAN Pada Pemilu Legislatif 2009. beberapa bukit tersebut tersebar dalam wilayah perkotaan.110 m. Bukit Tambun Tulang.452 jiwa. yang didasarnya mengalir sebuah sungai yang disebut dengan Batang Masang. sehingga nantinya kota Bukittinggi mempunyai luas 145. diantaranya Bukit Ambacang. Bukit Mandiangin. PETA WILAYAH Kota Bukittinggi saat ini terdiri atas 3 kecamatan dengan 24 kelurahan. Bukittinggi akan mengadakan perubahan batas wilayah. DPRD kota Bukittinggi adalah sebanyak 25 orang dan tersusun dari perwakilan sembilan partai.299 km2 yang terdiri dari 7 kecamatan dan 58 kelurahan/desa dengan jumlah penduduk 175. Bukit Kubangankabau.Kota ini memiliki topografi berbukit-bukit dan berlembah. . Bukit Paninjauan dan sebagainya. Bukit Pinang Nan Sabatang.

Achmad Mochtar. Perkembangan berikutnya di sekitar kawasan tersebut muncul lagi beberapa pasar. Namun pada dekade 1970-an. Untuk mengurangi penumpukan pada satu kawasan. dan Palembang. yang dibangun sekitar awal abad ke 20.KESEHATAN Kota Bukittinggi telah memiliki pelayanan kesehatan yang baik. diantaranya pelatihan keterampilan membordir dan pelatihan pembuatan kebaya. Medan. dan di antara anak tangga yang terkenal adalah Janjang 40. Kota ini juga telah memiliki sarana transportasi udara non-kelas yang bernama Bandara Bukittinggi.[28] PEREKONOMIAN Perkembangan pasar Loih Galuang yang sekarang disebut juga Pasar Ateh. yang menghubungkan Padang.Sebelumnya kota ini dilalui oleh jalur kereta api yang menghubungkan Kota Payakumbuh dan Kota Padang. taksi. Sementara untuk transportasi dalam kota. di mana kota dengan luas relatif kecil ini telah memiliki 5 rumah sakit. Salah satu yang utama adalah Rumah Sakit Umum Daerah Dr. serta penumbuhan wirausaha baru. tepatnya pada kawasan pinggang bukit yang berdekatan dengan selokan yang mengalir di kaki bukit. pemerintah HindiaBelanda juga menghubungkan setiap pasar tersebut dengan janjang (anak tangga). membuat pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1900 mengembangkan sebuah loods ke arah timur. sarana transportasi ini tidak diaktifkan lagi. yaitu 3 buah milik pemerintah dan 2 milik swasta. sektor perdagangan merupakan salah satu pilihan yang tepat bagi pemerintah Kota Bukittinggi dalam meningkatkan pendapatan penduduknya. PERHUBUNGAN Kota Bukittinggi berada pada posisi strategis Jalur Lintas Sumatera. Karena lokasi pasar tersebut berada di kemiringan. kemudian berkembang menjadi tempat penjualan hasil kerajinan tangan dan cinderamata khas Minangkabau. dan bendi (kereta kuda). tersedia angkutan kota. diantaranya Pasar Bawah dan Pasar Banto. Disebabkan luas wilayah yang kecil. Selain itu pemerintah Kota Bukittinggi juga menelurkan beberapa program dalam mengentaskan kemiskinan. . yang saat ini merupakan salah satu pusat perdagangan grosir terbesar di Pulau Sumatera. Dalam penataan pasar. Serta didukung oleh 5 buah puskesmas. Terminal Aur Kuning merupakan terminal utama untuk angkutan transportasi darat di kota ini. serta berada diantara Padang dan Pekanbaru. pemerintah Kota Bukittinggi kemudian mengembangkan kawasan perkotaan ke arah timur dengan membangun Pasar Aur Kuning. 6 puskesmas keliling. Pasar-pasar tradisional di sekitar kawasan Jam Gadang ini. dan 15 puskesmas pembantu. merupakan rumah sakit umum milik pemerintah tipe B dengan jumlah tempat tidur sebanyak 299. masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Pasar Teleng (Miring) atau Pasar Lereng.